Skip to main content
PENGALAMATAN JARINGAN
CIDR DAN VLSM
1. PENGALAMATAN JARINGAN
Belajar mengenai Pengalamatan jaringan berarti
belajar mengenai IP Address.
Pengalamatan jaringan merupakan suatu metode
pengalamatan IP yang bertujuan untuk mengatur
alamat suatu komputer yang terhubung dalam
jaringan global maupun lokal. Dengan menggunakan
IP Address yang berbeda pada masing" komputer agar
tidak terjadi tabrakan dalam lalu lintas jaringan
komputer.
Fungsi Pengalamatan Jaringan yang utama adalah
memudahkan proses komunikasi di dalam jaringan
komputer. Dengan memiliki IP address setiap
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Agar suatu computer bisa terhubung dengan
computer lainnya selain memerlukan peralatan
jaringan juga diperlukan suatu Alamat agar computer
tersebut dapat dikenali, Alamat tersebut biasanya
disebut dengan IP Address.
IP Address adalah Alamat yang diberikan ke jaringan
dan peralatan jaringan menggunakan protocol TCP/IP.
IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dibagi
dalam 4 octet bilangan decimal yang dipisahkan oleh
tanda titik.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Internet Protocol berada di internet layer atau network
layer TCP/IP :
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Contoh Alamat IP kelas C :
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
IP Address terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian
network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID
berfungsi mengidentifikasi suatu network dari network
yang lain, sedangkan host ID berfungsi untuk
identifikasi host dalam suatu network.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan
yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari
bit-bit awal pada IP Address merupakan network bit
atau network number, sedangkan sisanya untuk host.
Pemisah antara bagian network dan host tidaklah
tetap, bergantung kepada kelas network. IP address
sendiri terbagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A,
kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Berikut gambarannya untuk IP address kelas C :
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
IPV4 = 32 bit
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
A. IP Address Kelas A
Bit pertama pada IP address kelas A adalah “0”,
dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24
bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai
range dari 0-127 dalam bilangan desimal.
Pada IP Address kelas A terdapat 127 network dengan
tiap networknya dapat menampung sekitar 16 juta
host. IP address kelas A diberikan untuk jaringan
dengan jumlah host yang sangat besar, misalnya pada
jaringan telekomunikasi global.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Karakteristik IP Address kelas A:
Bit pertama : 0
Network ID : 8 bit
Host ID : 24 bit
Oktat pertama : 0 – 127
Jumlah network :126
Rentang IP :1.x.x.x– 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Contoh IP Address kelas A
IP address 120.31.45.18 maka :
Network ID = 120
Host ID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor
31.45.18 pada jaringan 120.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
B. IP Address Kelas B
Bit pertama pada IP address kelas B adalah “10”,
dengan panjang net ID 16 bit dan panjang host ID 16
bit. Jadi byte pertama IP address kelas B mempunyai
range dari 128-191 dalam bilangan desimal.
IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan
jumlah host tidak terlalu besar.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Karakteristik IP Address kelas B :
Bit pertama : 10
Network ID : 16 bit
Host ID : 16 bit
Oktat pertama : 128 – 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Contoh IP Address kelas B
IP address 150.70.60.56 maka :
Network ID = 150.70
Host ID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56
pada jaringan 150.70
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
C. IP Address Kelas C
Bit pertama pada IP address kelas C adalah 192”,
dengan panjang net ID 24 bit dan panjang host 8 16
bit. Jadi byte pertama IP address kelas B mempunyai
range dari 192-223 dalam bilangan desimal.
IP address kelas C biasanya digunakan untuk jaringan
Local Area Network atau LAN.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Karakteristik IP Address Kelas C :
Bit pertama : 192
Network ID : 24 bit
Host ID : 8 bit
Oktat pertama : 192 – 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x – 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Contoh IP Address kelas C :
IP address 192.168.1.1 maka :
Network ID = 192.168.1
Host ID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada
jaringan 192.168.1
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas
IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP
secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting
dan untuk eksperimental.
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
2. IP ADDRESS (ALAMAT INTERNET
PROTOCOL)
1. Class A: Network – Host – Host – Host
Perhatikan nilai bit untuk networknya. Ada 8 bit, Maka
kita bisa menyebutkan class A ip address di /8.
2. Class B: Network – Network – Host – Host
Bisa disebut dengan /16.
3. Class C: Network – Network – Network – Host
Bisa disebut dengan /24.
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah
cara alternative untuk mengklasifikasikan alamat-
alamat IP berbeda dengan system klasifikasi ke dalam
kelas A, B, C, D dan E. CIDR biasanya disebut dengan
Supernetting.
CIDR merupakan mekanisme routing dengan membagi
alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B dan C.
CIDR digunakan untuk mempermudah penulisan
notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan
penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya.
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Jika belajar tentang CIDR, maka kita belajar juga
tentang subnetting.
Apa itu subnetting? Subnetting adalah proses untuk
memecah sebuah network dengan jumlah host yang
cukup banyak, menjadi beberapa network dengan
jumlah host yang lebih sedikit. Tujuannya membuat
subnetting adalah memudahkan pengelola jaringan,
seperti system dan network administrator dalam
bekerja.
Subnetting terbagi menjadi dua jenisS yaitu
Subnetting classfull dan subnetting classless.
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
1. Subnetting classfull adalah pengalamatan IP yang
dibagi berdasarkan kelasnya. Kelas A-C digunakan
untuk jaringan Unicast, kelaS digunakan untuk
jaringan multicast dan kelas E dipersiapkan untuk
penggunaan di masa mendatang.
Pada Metode Classfull IP Address akan dibagi
berdasarkan kelas berbeda :
a. Kelas A dengan ciri 1 bit pertama IP Addressnya 0
b. Kelas B di mana 2 bit pertama IP Addressnya 10
c. Kelas C dengan 3 bit pertama IP Addressnya 110
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
d. Kelas D memiliki IP Address 1.110 untuk 4 bit
pertama
e. Kelas E yang 4 bit pertama IP Addressnya 1.111
Tetapi persoalan terlihat dengan arsitektur tersebut.
Jika ukuran jaringan tersebut sangat besar, sudah
pasti hal ini akan mengurangi tingkat fleksibilitas.
Alhasil, terjadi pemborosan sebagian alamat. Untuk
mengatasi masalah ini, munculah Router Inter Domain
Classless atau CIDR.
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
2. Subnetting Classless adalah pengalamatan IP yang
dibagi tidak berdasarkan kelasnya.
Format pengalamatannya adalah dengan memberikan
tanda “/” di belakang alamat IP kemudian diikuti
variable panjang prefiks.
Pengalokasian host atau IP yang dapat menggunakan
subnet mask yang tidak sama dan didukung oleh
routing protocol dapat memberikan informasi subnet
sehingga dapat menghemat sejumlah alamat host atau
IP.
Subnetting Classless ini menggunakan metode CIDR.
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Bagaimana caranya melakukan subnetting
menggunakan konsep CIDR?
Untuk Metode CIDR tidak akan menggunakan konsep
subnetting classfull, tetapi akan ada 1 notasi baru
yang mana disebut sebagai prefix. Prefix adalah
jumlah bit 1 untuk menentukan subnet mask. Untuk
CIDR mengacu pada prefix yang digunakan
Contoh Penulisan :
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
TABEL CIDR IP KELAS A, B, C:
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
TABEL CIDR IP KELAS C:
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Cara menghitung subnetting CIDR :
Sebelum itu ketahui terlebih dahulu, dalam setiap
rentang IP akan ada tiga bagian yaitu :
a. IP Network = IP yang berada paling awal dalam
rentang IP
b. IP Host = IP yang berada diantara IP Network dan IP
Broadcast
c. IP Broadcast = Ip yang berada paling akhir dalam
rentang IP
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Subnet di tulis dalam format 32 bit yaitu:
11111111.11111111.11111111.11111111 (biner)
(masing-masing octet terdiri dari 8 bit)
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Contoh soal : 192.168.1.0/27
Dalam perhitungan subnetting adalah :
1. Jumlah Subnet/ block yang bisa di bagi
2. Jumlah host per subnet
3. Block Subnet
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Langkah 1 : Mengetahui Subnet Mask dari /27
Dalam bentuk decimal yaitu :
255.255.255.224
Subnet Mask/27 dalam bentuk biner yaitu :
11111111.11111111.11111111.11100000
Misalnya : X adalah jumlah bilangan biner yang
bernilai 1
Y adalah jumlah bilangan biner yang
bernilai 0
Jadi, X = 3
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Langkah 2 : Menghitung jumlah Subnet/Block
2𝑥 = 23 = 8 , 𝐽𝑎𝑑𝑖 𝑎𝑑𝑎 8 𝑠𝑢𝑏𝑛𝑒𝑡
Langkah 3 : Menghitung Host Per Subnet
2𝑦 − 2 = 25-2
= 32- 2
= 30 Host/PC
Jadi, ada 30 Host yang mungkin bisa dihubungkan
dalam 1 subnet.
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Langkah 4 : Menghitung Block Subnet
Jumlah rentang IP – nilai terakhir dari subnet mask
(bentuk decimal)
256 – 224 = 32.
Jadi block subnet di mulai dari 0 - mendekati 255
dengan kelipatan 32 ditambah sejumlah subnet.
{ 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224}
3. PENGALAMATAN JARINGAN CIDR
Berdasarkan perhitungan tersebut, bisa ditentukan
Network Address, Broadcast Address, Range IP pada
masing-masing Subnet. Ada 8 Subnet yang bisa bagi
dari prefix /27 dengan rentang IP adalah 32.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
1. Pengertian VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah jenis perhitungan subnetting dimana
panjang subnet mask yang kita berikan akan
disesuikan dengan banyaknya jumlah host di setiap
subnet tersebut.
VLSM merupakan metode yang dilakukan untuk
pengoptimalan pemetaan IP address terhadap user,
dimana VLSM adalah pengembangan mekanisme
subnetting.
Konsep VLSM digunakan untuk mengefisienkan alokasi
IP Address dalam sebuah jaringan lokal maupun
internet, supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Bila konsep subnet adalah memecah 1 LAN jadi dua
LAN, dua LAN jadi 4 LAN, dan seterusnya, maka VLSM
sedikit berbeda. Satu buah LAN dengan VLSM dapat
dipecah jadi tiga, lima, enam, delapan, atau sesuai
keperluan. Persamaannya antara subnet dengan VLSM
adalah penggunaan network prefix (subnet yang
spesifik).
Jika pada pengalokasian IP address model subnet,
semua network hanya memiliki satu subnetmask,
maka VLSM menggunakan metode yang berbeda,
yakni dengan memberikan subnet-subnet dengan
network ID yang berbeda lebih dari satu subnetmask.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Pada metode VLSM subnetting yang digunakan
berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin
banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan
perhitungan menggunakan VLSM, IP Address yang
dihitung menggunakan metode CIDR selanjutnya baru
dipecah kembali menggunakan VLSM.
Maka setelah dilakukan perhitungan dapat dilihat
subnet yang telah dipecah akan menjadi beberapa
subnet lagi dengan mengganti subnetnya.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Contoh IP Address menggunakan metode VLSM
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
2. Tabel Subnetting VLSM dan CIDR
/8 sampai
/15 = Kelas A /16 sampai
/23 = Kelas B
 /24 sampai /32
= Kelas C

4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Contoh Soal :
Sebuah Sekolah mendapatkan alamat IP 192.168.100.0/24 dari
Internet Service Provider. Alamat IP tersebut akan dipecahkan
untuk setting pada PC di Ruang Lab Komputer dan Ruang Guru
TKJ. Pembagian Host pada masing-masing ruang adalah
sebagai berikut :
1. Ruang Guru TKJ = 5 Host
2. Ruang Server = 2 Host
3. Ruang Lab 1 = 25 Host
4. Ruang Lab 2 = 12 Host
5. Ruang Lab 3 = 10 Host
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Untuk memudahkan perhitungan, siapkan tabel
subnetting untuk IP kelas C.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 1 : Urutkan dari ruang yang membutuhkan
host paling banyak. Tujuannya adalah Subnetting
fungsinya adalah untuk memecah jaringan menjadi
jaringan yang lebih kecil.
Urutannya adalah :
Ruang Lab 1 = 25 Host
Ruang lab 2 = 12 Host
Ruang Lab 3 = 10 Host
Ruang Guru TKJ = 5 Host
Ruang Server = 2 Host
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 2 : Menentukan
Prefix yang digunakan
Ruang Lab 1 = 25 Host = /27
Ruang lab 2 = 12 Host = /28
Ruang Lab 3 = 10 Host = /28
Ruang Guru TKJ = 5 Host =
/29
Ruang Server = 2 Host =/30
Catatan :
Ketentuan Prefix ditentukan berdasarkan
ketentuan banyaknya host per ruang yang
mendekati jumlah host pada masing –
masing prefix.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 3 : Tentukan Block Subnetnya
Ruang Lab 1 = 25 Host = /27 = 32
Ruang lab 2 = 12 Host = /28 = 16
Ruang Lab 3 = 10 Host = /28 = 16
Ruang Guru TKJ = 5 Host = /29 = 8
Ruang Server = 2 Host =/30 = 4
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 4 : Menentukan Alamat IP masing-masing
ruang
Alamat IP dari ISP adalah 192.168.100.0/24, ini berarti
termasuk dalam Alamat IP Kelas C.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
a. Menentukan Alamat IP untuk Ruang Lab 1 sebanyak
25 Host
Prefix yang digunakan adalah /27
Subnet mask dari /27 adalah : 255.255.255.224
Langkah 1 : Menentukan Range IP pada Ruang Lab 1
Jumlah subnet mask – subnet mask dari /27 yaitu :
255.255.255.255 – 255.255.255.224
= 0.0.0. 31
Jadi, range IPnya adalah 0.0.0.31
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 2 : Menghitung IP Broadcast pada Ruang
Lab 1
IP Address dari ISP + Range IP
192.168.100.0 + 0.0.0.31
= 192.168.100.31
Jadi, IP Broadcastnya adalah 192.168.100.31
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 3 : Tentukan IP Network, IP Awal, IP Akhir dan
IP
Broadcast dan Subnet Mask.
IP Network = 192.168.100.0
IP awal = 192.168.100.1
IP Akhir = 192.168.100.30
IP Broadcast = 192.168.100.31
Subnet Mask = 255.255.255.224
Jadi, IP address yang bisa digunakan pada Ruang Lab 1
adalah dari 192.168.100.1 – 192.168.100.30
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
b. Menentukan alamat IP untuk Ruang Lab 2 sebanyak
12 Host
Untuk menentukan IP Network selanjutnya untuk
Ruang Lab 2, IP Broadcast pada Ruang Lab 1 ditambah
1 yaitu :
192.168.100.31 + 1 = 192.168.100.32
Jadi IP Network selanjutnya untuk Ruang Lab 2 adalah
= 192.168.100.32
Prefix yang digunakan untuk Lab 2 adalah /28.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 1 : Menentukan Range IP pada Ruang Lab 2
Jumlah subnet mask – subnet mask dari /28 yaitu :
255.255.255.255 – 255.255.255.240
= 0.0.0.15
Jadi, range IPnya adalah 0.0.0.15
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 2 : Menghitung IP Broadcast pada Ruang
Lab 2
IP Network Selanjutnya + Range IP
192.168.100.32 + 0.0.0.15
= 192.168.100.47
Jadi, IP Broadcastnya adalah 192.168.100.47
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 3 : Tentukan IP Network, IP Awal, IP Akhir
dan IP
Broadcast dan Subnet Mask.
IP Network = 192.168.100.32
IP awal = 192.168.100.33
IP Akhir = 192.168.100.46
IP Broadcast = 192.168.100.47
Subnet Mask = 255.255.255.240
Jadi, IP address yang bisa digunakan pada Ruang
Lab 2 adalah dari 192.168.100.33 – 192.168.100.46
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
c. Menentukan alamat IP untuk Ruang Lab 3 sebanyak
10 Host
Untuk menentukan IP Network selanjutnya untuk
Ruang Lab 3, IP Broadcast pada Ruang Lab 2 ditambah
1 yaitu :
192.168.100.47 + 1 = 192.168.100.48
Jadi IP Network selanjutnya untuk Ruang Lab 3 adalah
= 192.168.100.48
Prefix yang digunakan untuk Lab 3 adalah /28.
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 1 : Menentukan Range IP pada Ruang Lab 3
Jumlah subnet mask – subnet mask dari /28 yaitu :
255.255.255.255 – 255.255.255.240
= 0.0.0.15
Jadi, range IPnya adalah 0.0.0.15
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 2 : Menghitung IP Broadcast pada Ruang
Lab 3
IP Network Selanjutnya + Range IP
192.168.100.48+ 0.0.0.15
= 192.168.100.63
Jadi, IP Broadcastnya adalah 192.168.100.63
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 3 : Tentukan IP Network, IP Awal, IP Akhir
dan IP
Broadcast dan Subnet Mask.
IP Network = 192.168.100.48
IP awal = 192.168.100.49
IP Akhir = 192.168.100.62
IP Broadcast = 192.168.100.63
Subnet Mask = 255.255.255.240
Jadi, IP address yang bisa digunakan pada Ruang
Lab 3 adalah dari 192.168.100.49 – 192.168.100.62
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
d. Menentukan alamat IP untuk Ruang Guru TKJ
sebanyak 5 Host
Untuk menentukan IP Network selanjutnya untuk
Ruang Guru TKJ, IP Broadcast pada Ruang Lab 3
ditambah 1 yaitu :
192.168.100.63 + 1 = 192.168.100.64
Jadi IP Network selanjutnya untuk Ruang Guru TKJ
adalah = 192.168.100.64
Prefix yang digunakan untuk Ruang Guru TKJ adalah
/29
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 1 : Menentukan Range IP pada Ruang Guru
TKJ
Jumlah subnet mask – subnet mask dari /29 yaitu :
255.255.255.255 – 255.255.255.248
= 0.0.0.7
Jadi, range IPnya adalah 0.0.0.7
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 2 : Menghitung IP Broadcast pada Ruang
Lab 3
IP Network Selanjutnya + Range IP
192.168.100.64+ 0.0.0.7
= 192.168.100.71
Jadi, IP Broadcastnya adalah 192.168.100.71
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 3 : Tentukan IP Network, IP Awal, IP Akhir
dan IP
Broadcast dan Subnet Mask.
IP Network = 192.168.100.64
IP awal = 192.168.100.65
IP Akhir = 192.168.100.70
IP Broadcast = 192.168.100.71
Subnet Mask = 255.255.255.248
Jadi, IP address yang bisa digunakan pada Ruang
Guru TKJ adalah dari 192.168.100.65 –
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
e. Menentukan alamat IP untuk Ruang Server sebanyak
2 Host
Untuk menentukan IP Network selanjutnya untuk
Ruang Server, IP Broadcast pada Ruang Guru TKJ
ditambah 1 yaitu :
192.168.100.71 + 1 = 192.168.100.72
Jadi IP Network selanjutnya untuk Ruang Server adalah
= 192.168.100.72
Prefix yang digunakan untuk Ruang Guru TKJ adalah
/30
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 1 : Menentukan Range IP pada Ruang
Server
Jumlah subnet mask – subnet mask dari /30 yaitu :
255.255.255.255 – 255.255.255.252
= 0.0.0.3
Jadi, range IPnya adalah 0.0.0.3
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 2 : Menghitung IP Broadcast pada Ruang
Server
IP Network Selanjutnya + Range IP
192.168.100.72+ 0.0.0.3
= 192.168.100.75
Jadi, IP Broadcastnya adalah 192.168.100.75
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Langkah 3 : Tentukan IP Network, IP Awal, IP Akhir
dan IP
Broadcast dan Subnet Mask.
IP Network = 192.168.100.72
IP awal = 192.168.100.73
IP Akhir = 192.168.100.74
IP Broadcast = 192.168.100.75
Subnet Mask = 255.255.255.252
Jadi, IP address yang bisa digunakan pada Ruang
Server adalah dari 192.168.100.73 – 192.168.100.74
4. PENGALAMATAN JARINGAN VLSM
Dalam Bentuk Tabel :