SlideShare a Scribd company logo
1 of 36
Download to read offline
METODE PENELITIAN
Pertemuan 15
A.Latar belakang
1. UU RI No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi
menyatakan bahwa Perguruan Tinggi (PT) sebagian
dari sistem pendidikan nasional mempunyai fungsi :
a. Mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangasa
b. Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif,
responsif, kreatif, terampil, berdaya saing dan
kooperatif melalui Tridarma
c. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
dengan memperhatikan dan menerapkan nilai
Humaniora
2. Kondisi Saat ini :
❖ Penelitian dan publikasi karya ilmiah
merupakan indikator penting yang diterima
secara global dalam menentukan kualitas PT.
❖ Publikasi bukan hanya langkah untuk
menyampaikan hasil penelitian, ide atau
gagasan tetapi juga bagian dari kegiatan
ilmiah yang sarat etika ilmiah yang berlaku di
masyarakat ilmiah
Kode etik ilmiah merupakan
seperangkat etika atau pedoman
yang telah disepakati secara umum
dalam:
mengusulkan
melakukan
melaporkan
mempublikasikan
penelitian
1. Fabrikasi (fabrication) : mengarang,
membuat atau “mempercantik” data
atau hasil penelitian tanpa adanya
proses ilmiah untuk dilaporkan atau
dipublikasikan
 Data atau hasil penelitian dikarang atau
dibuat-buat dan dicatat dan/atau
diumumkan tanpa pembuktian bahwa
peneliti yang bersangkutan telah
melakukan proses penelitian
 Oleh karenanya, penting bagi peneliti
untuk membuat catatan penelitian
(logbook) secara cermat sebagai bukti
tidak melakukan fabrikasi
2. Falsifikasi/pemalsuan (falsification)
memalsukan atau memanipulasi hal-hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan dan/atau hasil
 Falsifikasi meliputi : menyampaikan bahan,
peralatan, proses penelitian, atau hal lain
yang sebenarnya tidak digunakan.
 Tujuan dari penyampaian ini untuk
mengesankan bahwa penelitian yang
dilakukan mempunyai kualitas yang baik
 Falsifikasi juga termasuk menghilangkan atau
menambahkan sebagian hasil penelitian
tanpa adanya justifikasi ilmiah untuk
mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih
akurat atau lebih lengkap
 Data atau hasil penelitian dipalsu dengan
mengubah atau melaporkan secara salah,
termasuk membuang data yang
bertentangan secara sengaja untuk
mengubah hasil
 Pemalsuan juga meliputi manipulasi bahan
dan peralatan penelitian (termasuk
instrumen penelitian) dan proses penelitian
3. Plagiat (plagiarism) :
mengambil hak kekayaan intelektual
(intellectual property rights) orang
lain dan menyatakan sebagai
pemiliknya
 gagasan atau kata-kata orang lain
digunakan tanpa memberi penghargaan
atau pengakuan atas sumbernya
 dapat terjadi dalam penulisan proposal
maupun penulisan hasil penelitian
 mencakup perbuatan seperti mencuri
gagasan, pemikiran, proses, dan hasil
penelitian orang lain –baik dalam bentuk
data atau kata-kata, termasuk bahan yang
diperoleh dalam penelitian terbatas yang
bersifat rahasia
Definisi Plagiat :
Pengambilan atau penyampaian hak
kekayaan intelektual yang berupa ide,
karya ilmiah/tulis/teknologi/seni atau
karya lainnya milik orang/institusi secara
keseluruhan atau sebagian oleh
seseorang/institusi tanpa melakukan sitasi
atau rujukan dengan baik dan benar.
Plagiat didefinisikan sebagai perbuatan
secara sengaja atau tidak sengaja dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh
kredit nilai untuk suatu karya ilmiah dengan
mengutip sebagian atau seluruh karya
dan/atau karya ilmiah pihak lain yang
diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa
menyatakan sumber secara tepat dan
memadai.
1. Kloning (Clone) : Menyampaikan karya
orang lain, kata demi kata, sebagai
miliknya sendiri.
2. Menggabung-gabungkan karya orang
lain dari banyak sumber menjadi suatu
karya ilmiah tanpa adanya kontribusi
penulis secara signifikan.
3. Menyalin bagian dari karya orang lain
(buku, artikel atau sumber-sumber
elektronik) tanpa memberikan suatu
kutipan.
4. Memberikan informasi dan data yang
tidak benar dengan sengaja. Hal ini
bertolak belakang dengan esensi
tujuan publikasi atau pengembangan
ilmu, teknologi dan seni
(development of science, technology
and art). Memberikan rujukan atau
sitasi yang tidak benar juga termasuk
kriteria plagiat jenis ini
5. Persekongkolan : memberikan atau
mengambil hak kepenulisan
(authorship) kepada/dari orang
lain walaupun dengan sukarela.
Termasuk dalam kategori ini adalah
pembelian, peminjaman hasil
pekerjaan dan mengirimkan
sebagai karya sendiri
6. Duplikasi Publikasi Sebelumnya (self-
autoplagiarism) adalah penerbitan
karya ilmiah secara utuh atau
sebagian yang telah dipublikasikan
sebelumnya tanpa memberikan sitasi
dan tanpa adanya hasil tambahan
yang signifikan yang berguna dalam
pengembangan ipteks dalam bidang
tersebut.
 Pengutipan karya seseorang atau kelompok orang
dilakukan karena penulis ingin memperkuat gagasan
tulisannya.
 Kutipan dalam suatu karya ilmiah menunjukkan
penulis telah menghargai hasil penelitian orang lain
untuk mendukung kegiatannya atau
mengembangkan dan memperbaiki hasil penelitian
yang sudah ada
 Oleh sebab itu, kutipan yang digunakan harus diberi
keterangan dari mana diperoleh dengan menuliskan
nama penulis dan tahun terbitan, kadang kala untuk
bidang ilmu tertentu menyertakan nomor halaman
sumber aslinya → terhindar dari plagiarism
 Pinjaman pendapat dari seorang
pengarang atau seseorang, baik berupa
tulisan dalam buku, majalah, surat kabar,
atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam
bentuk lisan
 Tujuan: pengokohan argumentasi dalam
sebuah karangan.
 Fungsi:
a. Landasan teori
b. Penguat pendapat penulis
c. Penjelasan suatu uraian
d. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.
18
AH - Bahasa Indonesia 2*
1) Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan it
perlu
2) Penulis bertanggung jawab penuh terhadap
ketepatan dan ketelitian kutipan
3) Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) Jangan terlalu banyak mempergunakan
kutipan langsung
5) Penulis mempertimbangkan jenis kutipan,
kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) Teknik penulisan kutipan dan kaitannya denga
sumber rujukan.
19
AH - Bahasa Indonesia 2*
 Ada dua macam kutipan:
› Kutipan langsung
 adalah pernyataan yang ditulis persis seperti
tulisan asli dari sumber tertentu
 dapat berupa kutipan singkat (kurang dari 4
baris) atau kutipan panjang (lebih dari 4 baris)
› Kutipan tidak langsung
 pernyataan penulis yang ditulis dengan gaya
bahasa sendiri tentang hal yang dibaca atau
didengarnya dari sumber tertentu dengan tidak
mengubah makna isi dari informasi dari sumber
tertentu tersebut
a. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan,
baik kata-katanya maupun tekniknya.
Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan,
penulis harus memberi keterangan.
Contoh:
‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam
uang.’
Pengutip tahu bahwa dalam kalimat it ada kata
yang salah, namun pengutip tidak boleh
memperbaikinya.
Cara memperbaikinya:
1) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam
[seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’
2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!]
uang.’
[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.
21
AH - Bahasa Indonesia 2*
b. Menghilangkan bagian kutipan
Diperkenankan menghilangkan bagian
kutipan dengan syarat bahwa penghilangan
bagian it tidak menyebabkan perubahan
makna.
Cara:
1) menghilangkan bagian kutipan yang
kurang dari satu alinea. Bagian yang
dihilangkan diganti dengan titik berspasi.
2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih
dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan
diganti dengan titik berspasi sepanjang garis
(dari magin kiri sampai ke margin kanan).
22
AH - Bahasa Indonesia 2*
a. Kutipan langsung adalah pinjaman
pendapat dengan mengambil secara
lengkap kata demi kata, kalimat demi
kalimat dari sumber teks asli
b. Kutipan tak langsung adalah pinjaman
pendapat dengan mengambil inti sarinya
saja
c. Kutipan pada catatan kaki
d. Kutipan atas ucapan lisan
e. Kutipan dalam kutipan
f. Kutipan langsung pada materi.
23
AH - Bahasa Indonesia 2*
a. Kutipan Langsung,
1) Yang tidak lebih dari empat baris:
a) Kutipan diintegrasikan dengan teks
b) Jarak antar baris kutipan dua spasi
c) Kutipan diapit dengan tanda kutip
d) Sesudah kutipan selesai, langsung di
belakang yang dikutip dalam tanda kurung
ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil,
dengan menulis nama singkat atau nama
keluarga pengarang, tahun terbit, dan
nomor halaman tempat kutipan it diambil.
24
AH - Bahasa Indonesia 2*
2) Yang lebih dari empat baris:
a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
b) jarak antar baris kutipan satu spasi
c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai
dengan alinea teks pengarang atau pengutip.
Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka
baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7
ketukan
d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak
diapit tanda kutip
e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan
(seperti pada 1)).
25
AH - Bahasa Indonesia 2*
b. Kutipan tak langsung
1) Kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan.
c. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat,
meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi
tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
d. Kutipan atas ucapan lisan
Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau
sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat).
Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan
langsung atau tidak langsung.
26
AH - Bahasa Indonesia 2*
e. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan
terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan
dua cara:
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip,
kutipan dalam kutipan dapat
mempergunakan tanda kutip tunggal atau
tanda kutip ganda
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip
tunggal, kutipan dalam kutipan memakai
tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli
memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam
kutipan memakai tanda kutip tunggal
27
AH - Bahasa Indonesia 2*
f. Kutipan langsung pada materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi
kutipan hingga penghentian terdekat (dapat
berupa koma, titik koma, atau titik) disusul
dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata
bahasa Indonesia banyak mengambil dari
kosa kata bahasa Sansekerta.”
Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya
dimasukkan dalam lampiran.
28
AH - Bahasa Indonesia 2*
 Penulisan kutipan langsung di dalam teks ditandai
dengan tanda baca petik (“…”), sedangkan
bagian yang tidak dikutip dituliskan dengan
tanda baca elipsis (…)
 Sumber diperolehnya informasi –kutipan tersebut-
dinyatakan dengan menuliskan nama penulis,
tahun, dan pada halaman berapa kutipan
tersebut diacu
› Contoh:
 “… merantau bagi orang Minangkabau telah lama
melembaga …” (Naim 1984:284)
 Penulisan tahun, tanda titik dua, dan nomor halaman tidak
menggunakan jeda spasi
 Kutipan singkat → terdiri dari 2-3 baris dapat
langsung dimasukkan ke dalam teks
› Contoh:
› Naim (1984:284) menyatakan “… merantau
bagi orang Minangkabau telah lama melembaga
dan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial
maupun pribadi mereka…”.
› “… merantau bagi orang Minangkabau telah
lama melembaga dan telah menjadi bagian dari
kehidupan sosial maupun pribadi mereka…” (Naim
1984:284).
 Kutipan panjang → kutipan ini tidak termasuk di
dalam teks paragraf
 Dituliskan sebagai paragraf sendiri dengan
ukuran huruf yang lebih kecil daripada ukuran
huruf teks
 Dengan posisi menjorok ke dalam dengan allign
justified
 Kutipan semacam ini dikenal sebagai kutipan
blok
 Kutipan panjang →
› Contoh:
… mengenai motif migrasi suku-suku bangsa di
Indonesia penulis setuju dengan pendapat Naim
(1984:285).
“… Kehadiran sejumlah besar orang-orang Bugis dan
Banjar di daerah-daerah pantai Pesisir Timur Sumatera dan di
Malaysia kelihatannya lebih bermotifkan ekonomi daripada
dorongan sosial yang terbit dari sistem sosial mereka
masing-masing di Sulawesi Selatan dan Kalimantan
Selatan. Pengamatan yang dilakukan terhadap tradisi
merantau di antara mereka tidak berhasil menemukan
adanya jalinan yang kuat dalam sistem sosial mereka…”
 Kutipan langsung harus ditulis sama dengan teks
asli, namun jika penulis mengethui ada kesalahan
ia dapat menunjukkannya dengan memberikan
keterangan [sic] dan kesalahan tersebut
dibiarkan ditulis apa adanya. Penulis tidak
bertanggung jawab pada kesalahan tersebut.
› Contoh:
“… Demikian juga dengan data bahasa yang lain
dalam karya tulis kami selalu berusaha mencari
bentuk kata yang mengandung makan [sic]
sentral/ [sic] terdistribusi yang terbanyak sebagai
bahan dari daftar Swadesh…” (Keraf 1994:181).
 Jika penulis memperbaiki kesalahan yang
ditemukan dan mengeditnya maka catatan
perbaikan pada yang salah lebih berguna dan
perbaikannya dituliskan menggantikan kata [sic].
 Kata dalam tanda kurung siku […] merupakan
koreksi dari penulis
› Contoh:
“… Demikian juga dengan data bahasa yang lain
dalam karya tulis kami selalu berusaha mencari
bentuk kata yang mengandung [makna] sentral
[atau] terdistribusi yang terbanyak sebagai bahan
dari daftar Swadesh…” (Keraf 1994:181).
 Penulisan kutipan tidak langsung biasanya
dinyatakan dengan menuliskan nama dan
tahun saja.
 Jika ingin menuliskan nomor halaman
dapat dilakukan seperti penulisan pada
sumber acua kutipan langsung.
 Dalam mengutip tidak langsung, penulis
menyusun informasi dalam parafrase, jadi
tidak sekedar menerjemahkan.
Materi 16 - Tata Cara Penyusunan.pdf

More Related Content

Similar to Materi 16 - Tata Cara Penyusunan.pdf

2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx
2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx
2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptxkhairaningrummulyant
 
Bab tentang kutipan
Bab tentang kutipanBab tentang kutipan
Bab tentang kutipanIbnu Khoiry
 
penulisan laporan sistematika kti
penulisan laporan sistematika ktipenulisan laporan sistematika kti
penulisan laporan sistematika ktiFransiska Oktafiani
 
Alvi Dhea Nissa_200322615297.pdf
Alvi Dhea Nissa_200322615297.pdfAlvi Dhea Nissa_200322615297.pdf
Alvi Dhea Nissa_200322615297.pdffaradhila4
 
Tata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptx
Tata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptxTata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptx
Tata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptxjultrytaufik
 
Pertemuan 3 bahasa indonesia - rujukan
Pertemuan 3   bahasa indonesia - rujukanPertemuan 3   bahasa indonesia - rujukan
Pertemuan 3 bahasa indonesia - rujukanBapakGuru1
 
APA Dan MLA Edisi Baru
APA Dan MLA Edisi BaruAPA Dan MLA Edisi Baru
APA Dan MLA Edisi BaruScott Donald
 
Panduan membuat karya tulis ilmiah remaja
Panduan membuat karya tulis ilmiah remajaPanduan membuat karya tulis ilmiah remaja
Panduan membuat karya tulis ilmiah remajaAri Setiawan
 
Notasi ilmiah
Notasi ilmiahNotasi ilmiah
Notasi ilmiahaks247
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAH
MAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAHMAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAH
MAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAHWidya Kurnia Arizona San
 
Bab Makalah Bahasa Indonesia.ppt
Bab Makalah Bahasa Indonesia.pptBab Makalah Bahasa Indonesia.ppt
Bab Makalah Bahasa Indonesia.pptNabilaa45
 
Etika dalam penulisan
Etika dalam penulisanEtika dalam penulisan
Etika dalam penulisanaththorick
 
Proposal pengajuan-judul-skripsi
Proposal pengajuan-judul-skripsiProposal pengajuan-judul-skripsi
Proposal pengajuan-judul-skripsiAlisubkhan0711
 

Similar to Materi 16 - Tata Cara Penyusunan.pdf (20)

2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx
2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx
2_Etika dan Pengutipan Karya Ilmiah.pptx
 
Bab tentang kutipan
Bab tentang kutipanBab tentang kutipan
Bab tentang kutipan
 
Tulisan ilmiah
Tulisan ilmiahTulisan ilmiah
Tulisan ilmiah
 
Catatan kaki
Catatan kakiCatatan kaki
Catatan kaki
 
penulisan laporan sistematika kti
penulisan laporan sistematika ktipenulisan laporan sistematika kti
penulisan laporan sistematika kti
 
Alvi Dhea Nissa_200322615297.pdf
Alvi Dhea Nissa_200322615297.pdfAlvi Dhea Nissa_200322615297.pdf
Alvi Dhea Nissa_200322615297.pdf
 
Tata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptx
Tata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptxTata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptx
Tata Cara Pengutipan dan Parafrasa.pptx
 
Pertemuan 3 bahasa indonesia - rujukan
Pertemuan 3   bahasa indonesia - rujukanPertemuan 3   bahasa indonesia - rujukan
Pertemuan 3 bahasa indonesia - rujukan
 
APA Dan MLA Edisi Baru
APA Dan MLA Edisi BaruAPA Dan MLA Edisi Baru
APA Dan MLA Edisi Baru
 
Panduan membuat karya tulis ilmiah remaja
Panduan membuat karya tulis ilmiah remajaPanduan membuat karya tulis ilmiah remaja
Panduan membuat karya tulis ilmiah remaja
 
Notasi ilmiah
Notasi ilmiahNotasi ilmiah
Notasi ilmiah
 
Kutipan (1)
Kutipan (1)Kutipan (1)
Kutipan (1)
 
Kutipan
KutipanKutipan
Kutipan
 
MAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAH
MAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAHMAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAH
MAKALAH BAHASA INDONESIA BAGIAN-BAGIAN KARYA ILMIAH
 
Lkti
LktiLkti
Lkti
 
Bab Makalah Bahasa Indonesia.ppt
Bab Makalah Bahasa Indonesia.pptBab Makalah Bahasa Indonesia.ppt
Bab Makalah Bahasa Indonesia.ppt
 
Etika dalam penulisan
Etika dalam penulisanEtika dalam penulisan
Etika dalam penulisan
 
Proposal pengajuan-judul-skripsi
Proposal pengajuan-judul-skripsiProposal pengajuan-judul-skripsi
Proposal pengajuan-judul-skripsi
 
Lkti
LktiLkti
Lkti
 
Penyuntingan naskah karya ilmiah
Penyuntingan naskah karya ilmiahPenyuntingan naskah karya ilmiah
Penyuntingan naskah karya ilmiah
 

More from MahesaRioAditya

Materi 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdfMateri 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdfMateri 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 6 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 6 - Tinjauan Pustaka.pdfMateri 6 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 6 - Tinjauan Pustaka.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 13 - Teknik Presentasi 2.pdf
Materi 13 - Teknik Presentasi 2.pdfMateri 13 - Teknik Presentasi 2.pdf
Materi 13 - Teknik Presentasi 2.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 7 - Teknik Sampling.pdf
Materi 7 - Teknik Sampling.pdfMateri 7 - Teknik Sampling.pdf
Materi 7 - Teknik Sampling.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 12 - Teknik Presentasi.pdf
Materi 12 - Teknik Presentasi.pdfMateri 12 - Teknik Presentasi.pdf
Materi 12 - Teknik Presentasi.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 14 - Reference Manager (mendeley).pdf
Materi 14 - Reference Manager (mendeley).pdfMateri 14 - Reference Manager (mendeley).pdf
Materi 14 - Reference Manager (mendeley).pdfMahesaRioAditya
 
Materi 4 - Penelitian.pdf
Materi 4 - Penelitian.pdfMateri 4 - Penelitian.pdf
Materi 4 - Penelitian.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 8 - Teknik Sampling 2.pdf
Materi 8 - Teknik Sampling 2.pdfMateri 8 - Teknik Sampling 2.pdf
Materi 8 - Teknik Sampling 2.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 9 - Makalah Ilmiah.pdf
Materi 9 - Makalah Ilmiah.pdfMateri 9 - Makalah Ilmiah.pdf
Materi 9 - Makalah Ilmiah.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 3 - Perumusan Masalah.pdf
Materi 3 - Perumusan Masalah.pdfMateri 3 - Perumusan Masalah.pdf
Materi 3 - Perumusan Masalah.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 5 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 5 - Tinjauan Pustaka.pdfMateri 5 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 5 - Tinjauan Pustaka.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 15 - Budaya Menulis.pdf
Materi 15 - Budaya Menulis.pdfMateri 15 - Budaya Menulis.pdf
Materi 15 - Budaya Menulis.pdfMahesaRioAditya
 
Materi 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdf
Materi 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdfMateri 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdf
Materi 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdfMahesaRioAditya
 

More from MahesaRioAditya (14)

Materi 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdfMateri 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 10 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
 
Materi 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdfMateri 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
Materi 11 - Penelitian Pemodelan Komputer.pdf
 
Materi 6 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 6 - Tinjauan Pustaka.pdfMateri 6 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 6 - Tinjauan Pustaka.pdf
 
Materi 13 - Teknik Presentasi 2.pdf
Materi 13 - Teknik Presentasi 2.pdfMateri 13 - Teknik Presentasi 2.pdf
Materi 13 - Teknik Presentasi 2.pdf
 
Materi 7 - Teknik Sampling.pdf
Materi 7 - Teknik Sampling.pdfMateri 7 - Teknik Sampling.pdf
Materi 7 - Teknik Sampling.pdf
 
Materi 12 - Teknik Presentasi.pdf
Materi 12 - Teknik Presentasi.pdfMateri 12 - Teknik Presentasi.pdf
Materi 12 - Teknik Presentasi.pdf
 
Materi 14 - Reference Manager (mendeley).pdf
Materi 14 - Reference Manager (mendeley).pdfMateri 14 - Reference Manager (mendeley).pdf
Materi 14 - Reference Manager (mendeley).pdf
 
Materi 4 - Penelitian.pdf
Materi 4 - Penelitian.pdfMateri 4 - Penelitian.pdf
Materi 4 - Penelitian.pdf
 
Materi 8 - Teknik Sampling 2.pdf
Materi 8 - Teknik Sampling 2.pdfMateri 8 - Teknik Sampling 2.pdf
Materi 8 - Teknik Sampling 2.pdf
 
Materi 9 - Makalah Ilmiah.pdf
Materi 9 - Makalah Ilmiah.pdfMateri 9 - Makalah Ilmiah.pdf
Materi 9 - Makalah Ilmiah.pdf
 
Materi 3 - Perumusan Masalah.pdf
Materi 3 - Perumusan Masalah.pdfMateri 3 - Perumusan Masalah.pdf
Materi 3 - Perumusan Masalah.pdf
 
Materi 5 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 5 - Tinjauan Pustaka.pdfMateri 5 - Tinjauan Pustaka.pdf
Materi 5 - Tinjauan Pustaka.pdf
 
Materi 15 - Budaya Menulis.pdf
Materi 15 - Budaya Menulis.pdfMateri 15 - Budaya Menulis.pdf
Materi 15 - Budaya Menulis.pdf
 
Materi 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdf
Materi 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdfMateri 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdf
Materi 2 - Unsur-unsur proposal penelitian.pdf
 

Recently uploaded

Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptxCERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptxpolianariama40
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxdonny761155
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxhentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxKalpanaMoorthy3
 

Recently uploaded (20)

Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptxCERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxhentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
 

Materi 16 - Tata Cara Penyusunan.pdf

  • 2. A.Latar belakang 1. UU RI No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi menyatakan bahwa Perguruan Tinggi (PT) sebagian dari sistem pendidikan nasional mempunyai fungsi : a. Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangasa b. Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing dan kooperatif melalui Tridarma c. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora
  • 3. 2. Kondisi Saat ini : ❖ Penelitian dan publikasi karya ilmiah merupakan indikator penting yang diterima secara global dalam menentukan kualitas PT. ❖ Publikasi bukan hanya langkah untuk menyampaikan hasil penelitian, ide atau gagasan tetapi juga bagian dari kegiatan ilmiah yang sarat etika ilmiah yang berlaku di masyarakat ilmiah
  • 4. Kode etik ilmiah merupakan seperangkat etika atau pedoman yang telah disepakati secara umum dalam: mengusulkan melakukan melaporkan mempublikasikan penelitian
  • 5. 1. Fabrikasi (fabrication) : mengarang, membuat atau “mempercantik” data atau hasil penelitian tanpa adanya proses ilmiah untuk dilaporkan atau dipublikasikan
  • 6.  Data atau hasil penelitian dikarang atau dibuat-buat dan dicatat dan/atau diumumkan tanpa pembuktian bahwa peneliti yang bersangkutan telah melakukan proses penelitian  Oleh karenanya, penting bagi peneliti untuk membuat catatan penelitian (logbook) secara cermat sebagai bukti tidak melakukan fabrikasi
  • 7. 2. Falsifikasi/pemalsuan (falsification) memalsukan atau memanipulasi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan/atau hasil  Falsifikasi meliputi : menyampaikan bahan, peralatan, proses penelitian, atau hal lain yang sebenarnya tidak digunakan.  Tujuan dari penyampaian ini untuk mengesankan bahwa penelitian yang dilakukan mempunyai kualitas yang baik  Falsifikasi juga termasuk menghilangkan atau menambahkan sebagian hasil penelitian tanpa adanya justifikasi ilmiah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih akurat atau lebih lengkap
  • 8.  Data atau hasil penelitian dipalsu dengan mengubah atau melaporkan secara salah, termasuk membuang data yang bertentangan secara sengaja untuk mengubah hasil  Pemalsuan juga meliputi manipulasi bahan dan peralatan penelitian (termasuk instrumen penelitian) dan proses penelitian
  • 9. 3. Plagiat (plagiarism) : mengambil hak kekayaan intelektual (intellectual property rights) orang lain dan menyatakan sebagai pemiliknya
  • 10.  gagasan atau kata-kata orang lain digunakan tanpa memberi penghargaan atau pengakuan atas sumbernya  dapat terjadi dalam penulisan proposal maupun penulisan hasil penelitian  mencakup perbuatan seperti mencuri gagasan, pemikiran, proses, dan hasil penelitian orang lain –baik dalam bentuk data atau kata-kata, termasuk bahan yang diperoleh dalam penelitian terbatas yang bersifat rahasia
  • 11. Definisi Plagiat : Pengambilan atau penyampaian hak kekayaan intelektual yang berupa ide, karya ilmiah/tulis/teknologi/seni atau karya lainnya milik orang/institusi secara keseluruhan atau sebagian oleh seseorang/institusi tanpa melakukan sitasi atau rujukan dengan baik dan benar.
  • 12. Plagiat didefinisikan sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.
  • 13. 1. Kloning (Clone) : Menyampaikan karya orang lain, kata demi kata, sebagai miliknya sendiri. 2. Menggabung-gabungkan karya orang lain dari banyak sumber menjadi suatu karya ilmiah tanpa adanya kontribusi penulis secara signifikan. 3. Menyalin bagian dari karya orang lain (buku, artikel atau sumber-sumber elektronik) tanpa memberikan suatu kutipan.
  • 14. 4. Memberikan informasi dan data yang tidak benar dengan sengaja. Hal ini bertolak belakang dengan esensi tujuan publikasi atau pengembangan ilmu, teknologi dan seni (development of science, technology and art). Memberikan rujukan atau sitasi yang tidak benar juga termasuk kriteria plagiat jenis ini
  • 15. 5. Persekongkolan : memberikan atau mengambil hak kepenulisan (authorship) kepada/dari orang lain walaupun dengan sukarela. Termasuk dalam kategori ini adalah pembelian, peminjaman hasil pekerjaan dan mengirimkan sebagai karya sendiri
  • 16. 6. Duplikasi Publikasi Sebelumnya (self- autoplagiarism) adalah penerbitan karya ilmiah secara utuh atau sebagian yang telah dipublikasikan sebelumnya tanpa memberikan sitasi dan tanpa adanya hasil tambahan yang signifikan yang berguna dalam pengembangan ipteks dalam bidang tersebut.
  • 17.  Pengutipan karya seseorang atau kelompok orang dilakukan karena penulis ingin memperkuat gagasan tulisannya.  Kutipan dalam suatu karya ilmiah menunjukkan penulis telah menghargai hasil penelitian orang lain untuk mendukung kegiatannya atau mengembangkan dan memperbaiki hasil penelitian yang sudah ada  Oleh sebab itu, kutipan yang digunakan harus diberi keterangan dari mana diperoleh dengan menuliskan nama penulis dan tahun terbitan, kadang kala untuk bidang ilmu tertentu menyertakan nomor halaman sumber aslinya → terhindar dari plagiarism
  • 18.  Pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan  Tujuan: pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan.  Fungsi: a. Landasan teori b. Penguat pendapat penulis c. Penjelasan suatu uraian d. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu. 18 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 19. 1) Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan it perlu 2) Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan 3) Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori 4) Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung 5) Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung 6) Teknik penulisan kutipan dan kaitannya denga sumber rujukan. 19 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 20.  Ada dua macam kutipan: › Kutipan langsung  adalah pernyataan yang ditulis persis seperti tulisan asli dari sumber tertentu  dapat berupa kutipan singkat (kurang dari 4 baris) atau kutipan panjang (lebih dari 4 baris) › Kutipan tidak langsung  pernyataan penulis yang ditulis dengan gaya bahasa sendiri tentang hal yang dibaca atau didengarnya dari sumber tertentu dengan tidak mengubah makna isi dari informasi dari sumber tertentu tersebut
  • 21. a. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis harus memberi keterangan. Contoh: ‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’ Pengutip tahu bahwa dalam kalimat it ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya. Cara memperbaikinya: 1) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’ 2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’ [Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya. 21 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 22. b. Menghilangkan bagian kutipan Diperkenankan menghilangkan bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian it tidak menyebabkan perubahan makna. Cara: 1) menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi. 2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari magin kiri sampai ke margin kanan). 22 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 23. a. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli b. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja c. Kutipan pada catatan kaki d. Kutipan atas ucapan lisan e. Kutipan dalam kutipan f. Kutipan langsung pada materi. 23 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 24. a. Kutipan Langsung, 1) Yang tidak lebih dari empat baris: a) Kutipan diintegrasikan dengan teks b) Jarak antar baris kutipan dua spasi c) Kutipan diapit dengan tanda kutip d) Sesudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan it diambil. 24 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 25. 2) Yang lebih dari empat baris: a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi b) jarak antar baris kutipan satu spasi c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)). 25 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 26. b. Kutipan tak langsung 1) Kutipan diintegrasikan dengan teks 2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap 3) kutipan tidak diapit tanda kutip 4) sesudah selesai diberi sumber kutipan. c. Kutipan pada catatan kaki Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli. d. Kutipan atas ucapan lisan Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau tidak langsung. 26 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 27. e. Kutipan dalam kutipan Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara: 1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda 2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal 27 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 28. f. Kutipan langsung pada materi Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga penghentian terdekat (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara. Contoh: “Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.” Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran. 28 AH - Bahasa Indonesia 2*
  • 29.  Penulisan kutipan langsung di dalam teks ditandai dengan tanda baca petik (“…”), sedangkan bagian yang tidak dikutip dituliskan dengan tanda baca elipsis (…)  Sumber diperolehnya informasi –kutipan tersebut- dinyatakan dengan menuliskan nama penulis, tahun, dan pada halaman berapa kutipan tersebut diacu › Contoh:  “… merantau bagi orang Minangkabau telah lama melembaga …” (Naim 1984:284)  Penulisan tahun, tanda titik dua, dan nomor halaman tidak menggunakan jeda spasi
  • 30.  Kutipan singkat → terdiri dari 2-3 baris dapat langsung dimasukkan ke dalam teks › Contoh: › Naim (1984:284) menyatakan “… merantau bagi orang Minangkabau telah lama melembaga dan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial maupun pribadi mereka…”. › “… merantau bagi orang Minangkabau telah lama melembaga dan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial maupun pribadi mereka…” (Naim 1984:284).
  • 31.  Kutipan panjang → kutipan ini tidak termasuk di dalam teks paragraf  Dituliskan sebagai paragraf sendiri dengan ukuran huruf yang lebih kecil daripada ukuran huruf teks  Dengan posisi menjorok ke dalam dengan allign justified  Kutipan semacam ini dikenal sebagai kutipan blok
  • 32.  Kutipan panjang → › Contoh: … mengenai motif migrasi suku-suku bangsa di Indonesia penulis setuju dengan pendapat Naim (1984:285). “… Kehadiran sejumlah besar orang-orang Bugis dan Banjar di daerah-daerah pantai Pesisir Timur Sumatera dan di Malaysia kelihatannya lebih bermotifkan ekonomi daripada dorongan sosial yang terbit dari sistem sosial mereka masing-masing di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Pengamatan yang dilakukan terhadap tradisi merantau di antara mereka tidak berhasil menemukan adanya jalinan yang kuat dalam sistem sosial mereka…”
  • 33.  Kutipan langsung harus ditulis sama dengan teks asli, namun jika penulis mengethui ada kesalahan ia dapat menunjukkannya dengan memberikan keterangan [sic] dan kesalahan tersebut dibiarkan ditulis apa adanya. Penulis tidak bertanggung jawab pada kesalahan tersebut. › Contoh: “… Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya tulis kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang mengandung makan [sic] sentral/ [sic] terdistribusi yang terbanyak sebagai bahan dari daftar Swadesh…” (Keraf 1994:181).
  • 34.  Jika penulis memperbaiki kesalahan yang ditemukan dan mengeditnya maka catatan perbaikan pada yang salah lebih berguna dan perbaikannya dituliskan menggantikan kata [sic].  Kata dalam tanda kurung siku […] merupakan koreksi dari penulis › Contoh: “… Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya tulis kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang mengandung [makna] sentral [atau] terdistribusi yang terbanyak sebagai bahan dari daftar Swadesh…” (Keraf 1994:181).
  • 35.  Penulisan kutipan tidak langsung biasanya dinyatakan dengan menuliskan nama dan tahun saja.  Jika ingin menuliskan nomor halaman dapat dilakukan seperti penulisan pada sumber acua kutipan langsung.  Dalam mengutip tidak langsung, penulis menyusun informasi dalam parafrase, jadi tidak sekedar menerjemahkan.