SlideShare a Scribd company logo
MASA KEPENDUDUKAN JEPANG
DI INDONESIA
MODERNISASI JEPANG
• Awalnya Jepang merupakan sebuah negara feodal
(Kaisar, Shogun dan Daimyo, sering terjadi
perebutan kekuasaan diantara mereka)
• Di era Keshogunan Tokugawa (1603-1869) tepatnya
pada masa pemerintahan (Tokugawa iemitsu, 1633-
1639), Jepang mulai menganut sistem isolasi/sakoku
(menutup diri dari pengaruh bangsa-bangsa di
luarnya) dan jika melanggar diberi hukuman mati
(1633-1854)
• Tujuan: untuk mengurangi pengaruh asing di Jepang,
terutama Portugis yang memperkenalkan senjata api
(Tanegashima) dan agama Kristen Katolik di Jepang
• Beberapa negara masih diizinkan untuk menjalin
ekonomi dengan Jepang (Belanda, Korea dan Cina)
itupun dilakukan hanya disekitar Nagasaki
• Ada 2 alasan diberlakukan kebijakan Sakoku di
Jepang:
1. Shogun Tokugawa menuding para misionaris
Katolik mendalangi Pemberontakan Shimabara
(1637-1638)
2. Mempertahankan kekuasaan Tokugawa atas
pesaingnya, yaitu Daimyo Tozama
(penjelasan: lihat buku cetak hal. 198-199)
• Kemudian, pada 31 Maret 1854, Komodor
Matthew C. Perry dari Amerika Serikat berhasil
meyakinkan dan memaksa penguasa Jepang
dengan kedigdayaan militer AS, ketika itu untuk
menyetujui Konvensi Kanagawa (perjanjian
damai dan tanda persahabatan antara Jepang
dan Amerika Serikat, 1854) dan Perjanjian
Shimoda (Perjanjian Perdagangan dan Navigasi
antara Jepang dan Rusia, 07 Februari 1855)
• Jepang kemudian menjadi negara terbuka dan
pelabuhan-pelabuhan di Jepang terbuka bagi
perdagangan internasional. Kemudian,
perkembangan Jepang semakin terarah setelah
pusat pemerintahan kembali ke tangan Kaisar
• Pada masa pemerintahan Kaisar
Mutsuhito/Meiji, diadakannya RESTORASI MEIJI
(1868-1912). Beberapa bidang yang tercakup
dalam gerakan pembaharuan antara lain:
Bidang Militer, Pendidikan, Perdagangan dan
Industri. Hal ini menandai era modern di Jepang
serta dijalankannya Misi Iwakura
(penjelasan: lihat buku cetak hal. 201 & mandiri hal. 92)
Kebijakan Restorasi Meiji
• Bidang Perindustrian: membangun industri-industri (pabrik senjata, galangan kapal, peleburan besi dan pabrik
pemintalan) serta dikembangkan pula sistem jaringan kereta api dan komunikasi modern
• Bidang Perdagangan: mengembangkan pelabuhannya menjadi pelabuhan-pelabuhan dan kapalnya yang
modern, serta pendirian bank
• Bidang Militer:
1. Membangun angkatan perang (seperti: kebijakan wajib militer bagi laki-laki (21 tahun) dalam jangka waktu
4 tahun dan dijadikan tentara cadangan (3 tahun))
2. (1863) membeli peralatan dan perlengkapan militer dari negara Barat, misalnya membeli kapal perang
modern bertenaga uap di Belanda (Kaiyo Maru)
• Bidang Pendidikan:
1. Menerapkan wajib belajar (6-14 tahun) bagi seluruh generasi muda bangsanya. Mereka di didik untuk
memiliki rasa cinta tanah air, semangat pantang menyerah dan berani mati (Bushido) serta hormat dan
tunduk kepada Kaisar
2. Pemerintah mengirimkan banyak beasiswa bagi mahasiswa yang belajar ke negara Barat
3. Menggunakan jasa konsultan pendidikan dari Barat untuk pendidikan di Jepang
4. Menerjemakan banyak buku ilmu pengetahuan dari Barat ke bahasa Jepang
• Bidang Sosial:
1. Menghapus 4 kasta (orang bijaksana, petani, seniman dan pedagang). Kasta ini awalnya dipengaruhi oleh
pemikiran Konfusianisme (dimana penguasa yang bijaksana itu berada di tingkat yang paling atas, diikuti
petani yang menghasilkan barang, seniman yang menggunakan kembali barang-barang dan pedagang yang
mendistribusikan barang-barang tersebut)
2. Melarang adat istiadat yang bersifat feodal peninggalan masa lalu (memperlihatkan dan memakai katana
dan kimono yang menjadi ciri khas kelas samurai yang telah dihapus bersamaan dengan dihapusnya sistem
kasta), lalu menggantinya dengan sistem pemerintah pusat
• Bidang Hukum: model sistem hukum dan konstitusi mengikuti Jerman
BAGAIMANA PENGARUH MODERNISASI
JEPANG DI ASIA PASIFIK?
• Sebagai akibat dari perkembangan modernisasi itu, Jepang kemudian menjadi satu-
satunya kekuatan besar negara non-Barat di dunia sekaligus kekuatan utama di
Asia Timur dan Asia Tenggara dalam waktu 40 tahun
• Sebagaimana negara-negara Barat pada era Revolusi Industri, Jepang juga sadar
untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan 3 hal penting:
1. Pasokan bahan mentah yang stabil
2. Jalur pelayaran yang aman
3. Pasar bagi hasil industrinya
• Jepang tidak memiliki sebagian bahan mentah tersebut. Oleh karena itu, Jepang
harus mengimpor dari negara-negara Asia lainnya. Sementara itu, Jepang juga
harus menjaga keamanan jalur pelayaran yang dilewati oleh kapal-kapal yang
membawa barang mentah/barang yang akan di ekspor ke negara lain. Karena, jika
hasil industrinya tidak sampai tujuan maka akan menghambat perekonomiannya
• Faktor ekonomi inilah yang mendorong IMPERIALISME JEPANG. Imperialisme ini
bertujuan untuk:
1. Menjaga kesinambungan pasokan bahan baku dan pasar
2. Sebagai kebanggaan bagi Jepang karena tidak lagi merasa dirinya inferior (lebih
rendah) dari negara-negara barat, akan tetapi setara
Akibat
Modernisasi
dan Politik
Imperialisme
Jepang
• Seiring dengan perkembangan
modernisasinya pada bidang
industri, menyebabkan Jepang
membutuhkan daerah lain sebagai
daerah pemasok bahan baku
• Sehingga muncul ide untuk
melakukan politik imperialisme,
yaitu ke Indonesia. Kenyataan ini
diperkuat dengan modernisasi
kekuatan militernya yang dianggap
mampu menguasai Asia
IMPERIALISME JEPANG
• Sejak 1894, Jepang membangun imperium yang luas, meliputi: Taiwan, Korea, Manchuria dan
Tiongkok bagian utara
• Pada 1894-1895, jJepang terlibat perang dengan Tiongkok (Perang Sino-Jepang Pertama) yang
dilatarbelakangi ambisi masing-masing yang ingin menguasai Korea. Karena bagi Jepang, Korea
memiliki letak yang strategis dan dalam konteks perdagangan juga kaya akan batu bara dan biji besi
yang berguna bagi indusrialisasi Jepang. Sedangkan bagi Tiongkok, Korea berstatus sebagai negara
bawahannya
• Lalu, perang berakhir dengan Perjanjian Shimonoseki dengan Jepang menang dalam perang ini dan
membentuk negara boneka di Seoul (1895). Perjanjian ini membagi bahwa wilayah Semenanjung
Liadong dan Taiwan diserahkan kepada Jepang, sedangkan Tiongkok mengakui kemerdekaan Korea
• Rusia, Jerman dan Prancis yang menduduki Semenanjung Liadong terpaksa mundur. Karena
menganggap perjanjian ini tidak sah, Rusia mendirikan Benteng Port Arthur (Lushun Port) di ujung
selatan semenanjung dan menjadikannya pangkalan laut di Pasifik
• Hal ini menyebabkan “Perang Rusia-Jepang/Tshusima” (1904-1905) yang mengakibatkan Rusia kalah
dalam Perjanjian Portsmouth, dimana Jepang mendapatkan Pulau Sakhalin dan daerah Manchuria
yang kaya akan SDA. Kemenangan Jepang atas Rusia ini membangkitkan harga diri dan kepercayaan
diri bangsa Jepang khususnya dan Asia umumnya ketika berhadapan dengan bangsa Barat
• Kemudian pada tahun 1941, ketika Prancis menyerah kepada Nazi (Jerman), Jepang
memanfaatkannya dengan menginvasi wilayah jajahan Prancis, yaitu Indochina (Kamboja, Laos dan
Vietnam) dan pada saat yang bersamaan Jerman juga menginvasi Rusia (Juni, 1941)
• Sebelumnya, pada akhir September 1940, Pakta Tripartit menyatukan Jepang, Jerman dan Italia
dalam Blok Poros (Axis) yang nantinya melawan Sekutu (AS, Inggris dan Prancis) dalam Perang
Dunia II
LANJUTAN...
• Melihat bagaimana pasukan Jepang yang disebut “pasukan kate” ini memiliki
semangat juang yang tinggi untuk menguasai daerah, hal inipun ditentang oleh
AS
• Pada 1941, AS kemudian membentuk komando bersama yang disebut
ABDACOM (American, British, Dutch, Australian Command) untuk menghadapi
Jepang
• Presiden AS (F.D. Roosevelt) menerapkan embargo minyak bumi, baja dan besi
tua diikuti dengan pembekuan aset Jepang. Hal ini menjadi suatu ancaman
bagi Jepang terhadap kelangsungan industrinya maupun keperluan perang
• Hal ini mengakibatkan Jepang memutuskan untuk menguasai sumber minyak
di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Sebagian dari wilayah itu merupakan daerah
jajahan Hindia Belanda (Indonesia)
• Dibawah ABDACOM, AS bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan
Hindia Belanda. Menyerang Hindia Belanda, berarti menyerang ABDACOM. Itu
artinya, Jepang harus terlebih dahulu melumpuhkan AS
• Namun, komando ini nyatanya tidak mampu membendung gerak invansi
Jepang di Asia. Sehingga dimulailah imperialisme Jepang di Asia Tenggara
• Jepang menjadikan bangsa-bangsa di Asia sebagai tempat pemasaran sekaligus
pemasok bahan mentah bagi industrinya. Produk-produk Jepang pun
membanjiri Asia
Faktor-Faktor yang
mendorong Jepang
menjadi negara
IMPERIALIS
1. Wilayah Jepang yang sempit dan kurang
SDA
2. Adanya perkembangan industri yang
begitu pesat, butuh daerah pemasaran
dan bahan mentah
3. Adanya pertambahan penduduk yang
cepat
4. Adanya pembatasan migran Jepang yang
dilakukan oleh negara-negara Barat
5. Pengaruh ajaran Shinto tentang Hakko I
Chi-u (dunia sebagai keluarga), dimana
Jepang terpanggil untuk memimpin
bangsa-bangsa di dunia (Asia Pasifik)
Faktor-faktor yang
menarik Jepang
untuk melakukan
politik ekspansi ke
Indonesia
1. Indonesia merupakan wilayah yang
kaya akan SDA yang sangat
dibutuhkan bagi kelangsungan
industri Jepang
2. Indonesia memiliki jumlah penduduk
yang sangat banyak, sehingga sangat
potensial bagi Jepang untuk
memasarkan hasil produksi dari
industrinya
3. Keinginan untuk menggantikan
pengaruh dan dominasi negara-
negara Barat (Eropa)
MASUKNYA JEPANG KE INDONESIA
 Jepang membagi angkatan perangnya
menjadi 2 kelompok, yaitu:
• Angkatan Darat (Rikugun), bergerak
dari Indo-Cina untuk merebut
Malaysia, Singapura, Pulau Luzon
(Filipina), Myanmar dan Sumatera
penyerangannya disebut “Operasi
Gurita” berhasil menghancurkan
kapal Inggris “Prince of Wales” dan
“HMS Refulse”
• Angkatan Laut Jepang (Kaigun),
bergerak dari Pulau Hawaii, Mindanao
(Filipina), Kalimantan, Sulawesi,
Ambon dan Papua
 Pada bulan Januari-Februari 1942,
Jepang menduduki Filipina, Tarakan
(Kalimantan Timur), Balikpapan,
Pontianak dan Samarinda. Pada bulan
Februari 1942 Jepang berhasil
menguasai Palembang
• Masa pendudukan Jepang merupakan
periode yang penting dalam sejarah
bangsa Indonesia
• Pendudukan Jepang di Indonesia
ditujukan untuk mewujudkan
Persemakmuran bersama Asia Timur
Raya
• Untuk mewujudkan cita-cita itu, Jepang
menyerbu pangkalan Angkatan Laut AS
di Pearl Harbour, Hawaii. Peristiwa itu
terjadi pada tanggal 7 Desember 1941
(dikenal dengan Perang Asia Timur
Raya/Perang Asia Pasifik, 1941-1945)
• Jepang berhasil menghancurkan Pearl
Harbour, kemudian mengerahkan
pasukannya ke selatan di sekitar
Samudera Pasifik
• Gerakan invasi militer Jepang ini
dengan cepat merambah ke kawasan
Asia Tenggara
AWAL KEDATANGAN JEPANG
Indonesia merupakan salah satu target di kawasan selatan yang saat itu berada dibawah kekuasaan Belanda.
Kemudian, Jepang melakukan gerakan invansi di Indonesia dimulai dengan menguasai daerah-daerah
strategis
 11 Januari 1942
• Jepang mendarat untuk pertama kali di Tarakan, Kalimantan Timur (kini, Kalimantan Utara)
• Merupakan daerah penghasil minyak yang utama
• Komandan Belanda menyerah tanggal 12 Januari 1942
 24 Januari 1942
• Berhasil menduduki Balikpapan
• Merupakan sumber minyak yang kedua
 29 Januari 1942 (Pontianak)
 03 Februari 1942 (Samarinda)
 05 Ferbuari 1942 (Kotabangun)
 10 Februari 1942 (Banjarmasin)
 16 Februari 1942 (Palembang) (sebagai sumber minyak) kemudian Jawa, Sulawesi dan Bali
 08 Maret 1942, diawali dengan penyerahan tanpa syarat oleh Belanda kepada Jepang di Kalijati
(Subang, Jawa Barat)
 Disepakati Perjanjian Kalijati (penyerahan Indonesia dari Belanda ke Jepang). Pihak Belanda
(Letjend Hein Ter Poorten dan A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer), pihak Jepang
(Letjend Hitoshi Imamura)
 TUJUAN: menguasai SDA untuk keperluan industri dan kampanye Perang Asia
Timur Raya/Perang Asia Pasifik
TUJUAN KEDATANGAN JEPANG
KE INDONESIA
 Menguasai SDA (minyak bumi, rempah-rempah, dll) untuk keperluan
industri dan kampanye Perang Asia Timur Raya/Perang Asia Pasifik
 Semangat dan ajaran “HAKKO I CHIU” menjadikan Jepang ingin tampil
sebagai pemimpin dunia. (HAKKO I CHIU = Ajaran yang menganggap
bahwa seluruh dunia merupakan keluarga besar dan Jepang sebagai
keturunan Dewa menjadi pemimpinnya)
 Kemajuan di bidang industri sehingga Jepang membutuhkan pasar
bagi industrinya
 Tingkat pertumbuhan penduduk yang cepat mengakibatkan Jepang
memiliki motivasi untuk melaksanakan politik imperialisme ke negara
sekitarnya
 Pihak Jepang mengetahui bahwa bumi di Indonesia sangat mudah
ditanami oleh tumbuhan yang menghasilkan rempah-rempah dan
memiliki SDA yang sangat melimpah, seperti: gas alam, minyak bumi,
perak, emas, batu bara, nikel, dll
TANGGAPAN TOKOH PERGERAKAN NASIONAL
INDONESIA
• Kedatangan Jepang ini awalnya disambut baik oleh para tokoh nasional (Soekarno, Hatta dan Ki
Hajar Dewantara)
• Sebagian tokoh pergerakan nasional (Sam Ratulangi, M.H. Thamrin dan Soetardjo) bersikap
hati-hati akan gerakan ekspansionisme Jepang karena ada unsur fasisme di dalamnya
• Ada 5 alasan yang melandasi perasaan optimisme bahwa kedatangan Jepang akan membawa
kemerdekaan bagi Indonesia, serta upaya Jepang menarik simpati bangsa Indonesia seperti:
1. Menyerahnya Belanda kepada Jepang dianggap sebagai akhir dari penjajahan Belanda dan
Jepang memperkenalkan diri sebagai (saudara tua/Hakko I Chiu) bangsa Asia, serta
mengumandangkan propaganda Gerakan 3 A (Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia
dan Nippon Pemimpin Asia) pada April 1942 yang diketuai oleh Mr. Syamsuddin
2. Jepang berjanji jika Perang Pasifik dimenangi, bangsa-bangsa di Asia akan mendapat
kemerdekaan
3. Kemerdekaan diberikan secara bertahap kepada bangsa-bangsa Asia. Hal ini membuat para
tokoh Indonesia bersedia bekerja sama dengan pemerintah Jepang
4. Jepang bersikap simpatik kepada aktivitas pergerakan nasional, seperti membebaskan secara
bertahap para tokoh yang ditahan dan dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda
5. Jepang menjanjikan kemudahan bagi Indonesia, seperti melakukan ibadah, mengibarkan
bendera Merah Putih dan bendera Jepang (Hinomaru), menggunakan bahasa Indonesia dan
mengajarkan bahasa Jepang di sekolah, serta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia
Raya” bersama lagu kebangsaan Jepang “Kimigayo”
6. Jepang mengganti semua nama jalan dan gedung menjadi nama dalam bahasa Jepang
KEBIJAKAN PEMERINTAH JEPANG
DI INDONESIA
PEMBAGIAN WILAYAH MILITER
DI INDONESIA
• Pemerintahan militer Jepang membagi wilayah administrative Indonesia
atas 3 daerah militer yang masing-masing dipegang oleh Angkatan Darat
(Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun)
• Ketiga daerah ini berada dibawah komando panglima besar tentara Jepang
untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam)
• Ketiga daerah tersebut adalah:
1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia berada dibawah
kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-16, Hitoshi
Imamura)
2. Daerah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi dan Semenanjung Tanah
Melayu dengan pusatnya di Singapura yang berada dibawah kendali
Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-25, Jenderal Tanabe)
3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dengan
pusatnya di Makassar yang berada dibawah kendali Angkatan Laut
Jepang (Kaigun) (Armada Selatan Ke 2, Laksamana Maeda)
PEMBAGIAN WILAYAH MILITER DI
INDONESIA
• Pemerintahan militer Jepang membagi wilayah administrative Indonesia
atas 3 daerah militer yang masing-masing dipegang oleh Angkatan Darat
(Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun)
• Ketiga daerah ini berada dibawah komando panglima besar tentara Jepang
untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam)
• Ketiga daerah tersebut adalah:
1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia berada dibawah
kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-16, Hitoshi
Imamura)
2. Daerah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi dan Semenanjung Tanah
Melayu dengan pusatnya di Singapura yang berada dibawah kendali
Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-25, Jenderal Tanabe)
3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dengan
pusatnya di Makassar yang berada dibawah kendali Angkatan Laut
Jepang (Kaigun) (Armada Selatan Ke 2, Laksamana Maeda)
PEMBAGIAN WILAYAH MILITER DI
INDONESIA
• Pemerintahan militer Jepang membagi wilayah administrative Indonesia
atas 3 daerah militer yang masing-masing dipegang oleh Angkatan Darat
(Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun)
• Ketiga daerah ini berada dibawah komando panglima besar tentara Jepang
untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam)
• Ketiga daerah tersebut adalah:
1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia berada dibawah
kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-16, Hitoshi
Imamura)
2. Daerah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi dan Semenanjung Tanah
Melayu dengan pusatnya di Singapura yang berada dibawah kendali
Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-25, Jenderal Tanabe)
3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dengan
pusatnya di Makassar yang berada dibawah kendali Angkatan Laut
Jepang (Kaigun) (Armada Selatan Ke 2, Laksamana Maeda)
Mengangkat Tokoh Politik Indonesia Dalam
Struktur Pemerintahan
Prof. Soepomo Husein Djajadiningrat R.M. Soerjo
• Jepang tetap menjadi jabatan tertinggi
dalam pemerintahan di Indonesia
Soetardjo
Kartohadikoesoemo
ORGANISASI POLITIK (SIPIL)
BENTUKAN JEPANG
Gerakan Tiga A
• Organisasi ini adalah organisasi pertama
yang dibuat Jepang pada 29 April 1942
diketuai oleh Mr. Syamsuddin
• Gerakan 3A: Nippon Cahaya Asia,
Nippon Pelindung Asia, dan Nippon
pemimpin Asia
• Tujuan: untuk kemakmuran bersama
dan melakukan propaganda untuk agar
rakyat Indonesia membantu Jepang
dalam Perang Asia Pasifik
• Akhir: organisasi ini tidak bertahan
lama. Sebagai gantinya dibentuk Putera
(Pusat Tenaga Rakyat)
Chuo Sangi In
• Berdiri pada 05 September
1943 yang diketuai oleh Ir.
Soekarno
• Badan ini ditunjuk sebagai
dewan pertimbangan pusat
yang berada langsung dibawah
panglima tertinggi
• Tugas: menyampaikan usul dari
pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan oleh pemerintah
militer militer Jepang mengenai
pemerintahan pemerintahan
dan politik
Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)
• Pada 16 April 1943, Putera dibentuk
oleh Empat Serangkai (Soekarno,
Hatta, Ki Hajar Dewantara dan K.H.
Mas Mansyur)
• Dibantu dengan proganda dari pihak
Jepang, organisasi ini terbentuk dengan
bertujuan untuk mempertahankan
kemerdekaan Indonesia dan
membujuk rasa nasionalis untuk
mengabdi dan untuk melawan Sekutu
• Namun pihak Jepang merasa tidak
diuntungkan, organisasi ini hanya
menguntungkan pihak Indonesia
• Oleh rakyat Indonesia, organisasi ini
dibuat untuk menyebarkan ide-ide
nasionalisme bangsa Indonesia. Lalu,
Jepang memutuskan untuk
membubarkan Putera
MASYUMI
(Majelis Syuro Muslimin Indonesia)
• 24 Oktober 1943, Jepang mengganti MIAI
menjadi MASYUMI
• Ketua: K.H. Hasyim Asya’ri
• Anggota: Muhammadiyah & NU
• Organisasi ini menjadi satu-satunya yang tidak
dibubarkan oleh pemerintah Jepang.
Dikarenakan Jepang menyadari bahwa umat
Islam merupakan kelompok mayoritas dalam
masyarakat Indonesia
• Tugas: 1) meningkatkan hasil bumi dan
mengumpulkan dana, 2) menjadi wadah
bertukar pikiran antar tokoh-tokoh Islam
sekaligus tempat penampungan keluh kesah
rakyat
• Masyumi juga berani menolak budaya Jepang
yang tidak sesuai dengan ajaran Islam
JAWA HOKOKAI
(Himpunan Kebaktian Jawa)
• Dibentuk pada bulan 08 Januari 1944 yang
merupakan organisasi sentral dan terdiri dari
berbagai macam profesi (dokter, pendidik,
kebaktian wanita, pusat kebudayaan)
• Jawa Hokokai: para pemuda yang berusia min. 14
tahun, maks 22 tahun
• Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi
pemerintah sehingga pucuk kepemimpinan
langsung dipegang oleh Gunseikanbu
• Himpunan ini mempunyai tiga dasar yaitu
mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan,
dan melaksanakan sesuatu dengan bukti
• Jawa Hokokai mempunyai tugas antara lain
mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi,
besi tua, pajak, dan menanam jarak sebagai
bahan baku pelumas untuk Jepang serta bertugas
juga untuk mengumpulkan dana, baik dalam
bentuk uang maupun hasil bumi
Seinendan
Fujinkai
Keibodan
Suishintai
Gakukotai
Jibakutai
Hizbullah Kempetai
 Dibentuk pada tanggal 09 Maret 1943
 Tujuan: untuk mendidik dan melatih
pemuda agar dapat menjaga dan
mempertahankan tanah airnya. Namun,
sebenarnya untuk mendapatkan tenaga
cadangan sebanyak-banyaknya
 Keanggotaan: para pemuda berusia 14-22
tahun
 Tokoh Indonesia yang ikut Seinendan:
Abdul Latief Hendraningrat dan Soekarni
 29 April 1943
 Keanggotaan: berusia 25-35 tahun
 Dibentuk di berbagai wilayah
Indonesia (Sumatera: Bogodan,
Kalimantan: Sameo Konen
Hokokudan) yang bertujuan untuk
membantu tugas polisi, seperti:
penjagaan lalu lintas dan
pengamanan desa
 Pembina Keibodan: Keimumu
 Dibentuk pada tanggal 25 September 1944
 Organisasi semi militer ini dibentuk sebagai
hasil keputusan sidang ketiga dari Chuo
Sangi In (Dewan Pertimbangan Pusat)
 Dipimpin oleh Ir. Soekarno, sedangkan
wakilnya yaitu R.P Soeroso, Otto
Iskandardinata dan dr. Buntaran Martoatmojo
 Organisasi ini menggunakan kesempatan
dengan sebaik-baiknya untuk menanamkan
rasa nasionalisme
 Dibentuk: Agustus 1943
 Pelatihan militer pada wanita usia
minimum 15 tahun keatas
 Tugas: ikut memperkuat pertahanan
dengan cara memngumpukan dana
wajib berupa perhiasan, hewan ternak,
dan bahan makanan untuk
kepentingan perang
Dibentuk pada 1943
Keanggotaan: para pelajar,
mahasiswa dan masyarakat
umum
 Dibentuk: 8 Desember 1944
 Tujuan: sebagai pasukan cadangan oleh Jepang
untuk mendukung tentara Jepang
 Tugas: sebagai pasukan pendukung yang akan
maju jika dibutuhkan/diperintahkan ketika
situasi genting
 Tugas: untuk mengawasi gerak-gerik bangsa
Indonesia
 Kempetai ini terkenal akan kekejamannya, bagi
siapa yang dianggap mencurigakan akan segera
dihukum
Dibentuk: 15 Desember 1944
Nama Jepang: Kaikyo Seinen
Teishintai
Anggota: K.H. Zainal Arifin
(ketua) dan Moh. Roem (wakil)
Disamping kemiliteran, mereka
juga dilatih untuk
mengembangkan rasa
nasionalisme
ORGANISASI MILITER
HEIHO (Pasukan Pembantu)
 Heiho merupakan organisasi militer resmi yang
dibentuk pada bulan 22 April 1943 oleh Bagian
Angkatan Darat Markas Besar Umum Kemaharajaan
Jepang
 Keanggotaan: pemuda berusia 18-25 tahun
 Heiho merupakan pasukan bentukan tentara Jepang
pada masa Perang Dunia II, dibentuk bertujuan untuk
membantu tentara Jepang berperang melawan
sekutu
 Organisasi ini merupakan barisan pembantu
kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai
bagian dari ketentaraan Jepang
 Heiho dijadikan sebagai tenaga kasar, bertugas
mengumpulkan pajak dari rakyat, membangun kubu
pertahanan, menjaga penjara tahanan dan ke medan
PETA (Pembela Tanah Air)
 Dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usul Gatot
Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada
(Panglima Tentara ke-16) yang merupakan bawahan
dari organisasi Jepang
 Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang
mendapat pendidikan militer Jepang
 PETA bertugas mempertahankan tanah air Indonesia,
khususnya Pulau Jawa. PETA merupakan tentara garis
kedua. PETA bertugas sebagai mata-mata Jepang dan
dibentuk bertujuan untuk membantu tentara Jepang
berperang melawan sekutu
 Anggota: Daidancho (Komandan Batalyon), Chudancho
(Komandan Kompi), Shodancho (Komandan Peleton),
Budanco (Komandan Regu) dan Giyuhei (Tentara
Sukarela)
 Tokoh terkenal yang menjadi anggota PETA: Jenderal
GIYUGUN
 Hampir sama dengan
pasukan PETA, tetapi
Giyugun ini dibentuk di
wilayah Sumatera
BIDANG EKONOMI
• Sistem Ekonomi Perang: menerapkan Sistem Autarki (Setiap daerah harus
memenuhi kebutuhannya sendiri dan memenuhi kebutuhan perang). Segala
kegiatan ekonomi di Indonesia dilakukan untuk kepentingan perang sehingga
seluruh potensi SDA dan bahan mentah digunakan untuk industri yang
mendukung mesin perang
• Membentuk Kumiai (koperasi pertanian)
• Memperkenalkan sistem baru bagi pertanian (Line system: sistem pengaturan
bercocok tanam secara efisien yang bertujuan untuk meningkatkan produksi
pangan)
• Bangsa Indonesia dipaksa menanam tanaman jarak
• SDA Indonesia dikuras habis untuk kepentingan pemerintahan Jepang. Hal ini
terlihat dalam hal-hal berikut:
1. Menyita aset-aset ekonomi yang penting
2. Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi
3. Kebijakan self-sufficiency
4. Setoran wajib, Romusha, merosotnya produksi pangan dan kelaparan
KEHIDUPAN SOSIAL
1. Jepang membentuk Romukyokai (panitia
pengerah Romusha/tenaga kerja)
Masyarakat dijadikan Romusha (kerja
paksa) untuk membangun jalan, gedung
dan perkebunan. Sehingga banyak korban
kelaparan dan terkena penyakit
2. Pelaksanaan Kinrohosi, yaitu penyerahan
bahan makanan rakyat secara besar-
besaran untuk kepentingan militer
Jepang.
Akibatnya beras dan berbagai bahan
pangan petani dirampas Jepang untuk
kepentingan militernya sehingga banyak
masyarakat yangmenderita kelaparan
3. Jepang membentuk Tonarigumi (RT)
Kumpulan beberapa kepala keluarga
Tujuan: membangun gerakan gotong royong
dalam masyarakat
4. Terjadi perubahan dalam sistem stratifikasi
masyarakat
6. Pendidikan merosot tajam dan pada
1943, baru dibuka lagi seperti:
a. Sekolah Rakyat (SR) / Kokumin
Gakko: 6 tahun untuk semua
golongan
b. Sekolah Menengah / Shoto Cu Gakko:
3 tahun bagi rakyat yang memiliki
ijazah SR
c. Sekolah Menengah Tinggi / Koto Chu
Gakko: 3 tahun
d. Perguruan Tinggi: kedokteran (Ika
Daigaku) dan Teknik (Koygo
Daikagu)
5. Jepang membentuk Jugu ianfu
Diambil dari para wanita dari jajahan
Jepang
Awalnya, mereka dikatakan akan menjadi
pekerja, seperti: guru atau perawat.
Tetapi, ternyata mereka dijadikan wanita
penghibur tentara Jepang
Para gadis dan perempuan tersebut
disekap dalam kamp-kamp yang tertutup sebagai
wanita penghibur
7. Pemerintah Jepang
memasukkan kurikulum ala
Jepang yang mengarahkan
kepada kepentingan perang Asia
Pasifik, serta doktrin Hakko
I Chiu diajarkan di sekolah-
sekolah
KEHIDUPAN BUDAYA
1. Mendirikan Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka
Shidosho) 01 April 1943 di Jakarta
2. Menghormati bendera Hinomaru dan lagu
kebangsaan Jepang (Kimigayo)
3. Budaya Seikerei (Tradisi bangsa Jepang
menghormati Kaisar Hirohito dengan cara
membungkukkan badan untuk beberapa saat sambil
menghadap istana kaisar
4. Mengajarkan bahasa Indonesia dan Jepang di
sekolah-sekolah
5. Melakukan propaganda menggunakan alat-alat
kebudayaan, mulai dari film, lagu, karya sastra dan
drama
DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG BAGI
BANGSA INDONESIA
POSITIF
1. Budaya: bahasa Indonesia berkembang dengan pesat
2. Sosial: dikenalnya sistem pengaturan masyarakat yang
sekarang disebut dengan RT/RW
3. Militer: mulai mengenal sistem kemiliteran yang berguna untuk
terbentuknyaTNI
4. Birokrasi: Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola
pemerintahan
5. Politik: Indonesia berkesempatan untuk mempersiapkan
kemerdekaan
DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG BAGI
BANGSA INDONESIA
NEGATIF
1. Bangsa Indonesia mengalami kehancuran ekonomi, eksploitasi
SDA yang dilakukan Jepang mengakibatkan kelaparan,
kemiskinan, wabah penyakit dan kematian
2. Mulai mengenal budaya kekerasan dalam menyelesaikan
masalah
PERLAWANAN TERHADAP PENJAJAHAN
JEPANG DI INDONESIA
 Perlawanan Kooperatif
Perjuangan secara kooperatif dilakukan oleh tokoh-tokoh
nasionalis yang duduk di lembaga-lembaga penting bentukan
Jepang. Mereka ini yang sebelumnya bersikap nonkooperatif
mengubah strategi perlawanannya karena melihat kekejaman dari
penjajahan Jepang
Melalui lembaga-lembaga bentukan Jepang ini, mereka
menggalang persatuan untuk meraih kemerdekaan, misalnya: secara
langsung melalui rapat-rapat bersama rakyat, ataupun secara tidak
langsung melalui media massa milik Jepang
Beberapa tokoh yang berjuang secara kooperatif: Ir. Soekarno,
Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur dan Ki Hajar Dewantara yang
bergabung dalam PUTERA
PERLAWANAN BAWAH TANAH
 Disebut juga “Gerakan Bawah Tanah” yaitu
gerakan perlawanan nonkooperatif yang
dilakukan secara diam-
diam/tertutup/rahasia
 Bentuk perlawanan ini banyak dilakukan
oleh kelompok pemuda, seperti: kelompok
Soekarni, Achmad Soebardjo, Sutan
Syahrir, dll
PERLAWANAN BERSENJATA
 PERLAWANAN RAKYAT DI SUKAMANAH (SINGAPARNA, TASIKMALAYA)
Tanggal : 25 Februari 1944
Dipimpin oleh : K.H. Zaenal Mustafa
Faktor : Berawal dari adanya aksi protes dari kalangan santri Pesantren
Sukamanah pimpinan K.H. Zaenal Mustafa untuk melakukan
seikerei yang dianggap syirik serta keinginan untuk mem-
bebaskan penderitaan rakyat akibat romusha
Akhir : Memiliki persenjataan dan pasukan yang banyak dan lengkap,
K.H. Zaenal Mustafa ditangkap & dihukum mati 25 Oktober
1944
 PERLAWANAN RAKYAT ACEH DI COT PLIENG
Tanggal : 10 November 1944
Dipimpin oleh : Tengku Abdul Jalil
Faktor : Berawal dari adanya tindakan semena-mena pemerintah Jepang
dan kebiasaan seikerei yang bertentangan dengan ajaran Islam
Akhir : Dalam perlawanan itu, Tengku Abdul Jalil tewas ditembak
pasukan Jepang
 PERLAWANAN RAKYAT INDRAMAYU
Tanggal : April 1944
Dipimpin oleh : Haji Handriyan & Haji Madrias
Faktor : Adanya kewajiban penyerahan hasil panen padi
dan romusha yang mengakibatkan penderitaan
rakyat
Akhir : Secara berturut-turut, muncul perlawanan di
daerah sekitarnya mulai dari Karangampe,
Cidemper dan Lohbener
 PEMBERONTAKAN PETA DI BLITAR
Tanggal : 14 Februari 1945
Dipimpin oleh : Supriyadi
Faktor :Muncul karena sikap sewenang-wenang para
pemimpin militer Jepang kepada para prajurit
Indonesia, sehingga menimbulkan penderitaan
Akhir :Pemberontakan ini dapat dikalahkan. Akan
tetapi, Supriyadi sendiri dinyatakan hilang/tidak
diketahui keberadaannya. Hal ini, telah me-
numbuhkan semangat nasionalisme bangsa
Indonesia untuk mencapai kemerdekaan

More Related Content

Similar to MASA KEPENDUDUKAN JEPANG FULgxgfxycydydydtdtxtdtdL.pptx

Masa kolonial di indonesia
Masa kolonial di indonesiaMasa kolonial di indonesia
Masa kolonial di indonesia
Elmutia Intan
 
Nasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIK
Nasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIKNasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIK
Nasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIK
nabila aulia
 
Nasionalisme jepang
Nasionalisme jepangNasionalisme jepang
Nasionalisme jepang
Bagus Aji
 
Awal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYAN
Awal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYANAwal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYAN
Awal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYAN
Hikmatul Muayyadah
 
Sejarah pereokonomian indonesia
Sejarah pereokonomian indonesiaSejarah pereokonomian indonesia
Sejarah pereokonomian indonesia
MUHAMAD ZAKY MUJAHID
 
KEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptx
KEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptxKEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptx
KEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptx
MAsepSaepullah
 
KOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIA
KOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIAKOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIA
KOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIA
Hardiyanti98
 
Perang dunia i dan ii
Perang dunia i dan iiPerang dunia i dan ii
Perang dunia i dan ii
yulius adi
 
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptxImperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
run2san
 
MODUL AJAR 3 (2).pdf
MODUL AJAR 3 (2).pdfMODUL AJAR 3 (2).pdf
MODUL AJAR 3 (2).pdf
IsembelSianipar
 
MODUL AJAR 3 (3).pdf
MODUL AJAR 3 (3).pdfMODUL AJAR 3 (3).pdf
MODUL AJAR 3 (3).pdf
IsembelSianipar
 
MODUL AJAR 3.pdf
MODUL AJAR 3.pdfMODUL AJAR 3.pdf
MODUL AJAR 3.pdf
IsembelSianipar
 
MODUL AJAR 3 (1).pdf
MODUL AJAR 3 (1).pdfMODUL AJAR 3 (1).pdf
MODUL AJAR 3 (1).pdf
IsembelSianipar
 
Pertemuan ii sejarah perekind
Pertemuan ii sejarah perekindPertemuan ii sejarah perekind
Pertemuan ii sejarah perekind
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU
 
POLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANG
POLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANGPOLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANG
POLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANG
adi
 
Kependudukan Jepang Di Indonesia
Kependudukan Jepang Di Indonesia Kependudukan Jepang Di Indonesia
Kependudukan Jepang Di Indonesia
Joey Leomanz B
 
perekonomian indonesia
perekonomian indonesiaperekonomian indonesia
perekonomian indonesia
hasril ariel
 
MODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNN
MODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNNMODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNN
MODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNN
YosefHendrik1
 
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptx
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptxKolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptx
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptx
NoviFebriantiYanti
 
Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2
Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2
Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2
suhemah emah
 

Similar to MASA KEPENDUDUKAN JEPANG FULgxgfxycydydydtdtxtdtdL.pptx (20)

Masa kolonial di indonesia
Masa kolonial di indonesiaMasa kolonial di indonesia
Masa kolonial di indonesia
 
Nasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIK
Nasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIKNasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIK
Nasionalisme Jepang - SMA NEGERI 1 GRESIK
 
Nasionalisme jepang
Nasionalisme jepangNasionalisme jepang
Nasionalisme jepang
 
Awal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYAN
Awal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYANAwal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYAN
Awal Mula Imperalisme dan Kolonialisme Belanda Di Indonesia_SMAN 1 KEJAYAN
 
Sejarah pereokonomian indonesia
Sejarah pereokonomian indonesiaSejarah pereokonomian indonesia
Sejarah pereokonomian indonesia
 
KEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptx
KEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptxKEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptx
KEPENDUDUKAN_JEPANG_DI_INDONESIA.pptx
 
KOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIA
KOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIAKOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIA
KOLONIALISME dan IMPERIALISME BARAT di INDONESIA
 
Perang dunia i dan ii
Perang dunia i dan iiPerang dunia i dan ii
Perang dunia i dan ii
 
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptxImperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
 
MODUL AJAR 3 (2).pdf
MODUL AJAR 3 (2).pdfMODUL AJAR 3 (2).pdf
MODUL AJAR 3 (2).pdf
 
MODUL AJAR 3 (3).pdf
MODUL AJAR 3 (3).pdfMODUL AJAR 3 (3).pdf
MODUL AJAR 3 (3).pdf
 
MODUL AJAR 3.pdf
MODUL AJAR 3.pdfMODUL AJAR 3.pdf
MODUL AJAR 3.pdf
 
MODUL AJAR 3 (1).pdf
MODUL AJAR 3 (1).pdfMODUL AJAR 3 (1).pdf
MODUL AJAR 3 (1).pdf
 
Pertemuan ii sejarah perekind
Pertemuan ii sejarah perekindPertemuan ii sejarah perekind
Pertemuan ii sejarah perekind
 
POLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANG
POLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANGPOLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANG
POLA PENDIDIKAN NEGARA JEPANG
 
Kependudukan Jepang Di Indonesia
Kependudukan Jepang Di Indonesia Kependudukan Jepang Di Indonesia
Kependudukan Jepang Di Indonesia
 
perekonomian indonesia
perekonomian indonesiaperekonomian indonesia
perekonomian indonesia
 
MODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNN
MODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNNMODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNN
MODUL AJAR 3 (1).docxKAGAVKVVSAHDB.BDN/N/SNN
 
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptx
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptxKolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptx
Kolonialisme dan Imperialisme Eropa-converted.pptx
 
Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2
Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2
Sejarah perekonomian indonesia okeeh 2
 

Recently uploaded

Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdfTugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
nurfaridah271
 
Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28 Juni 2024
Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28  Juni 2024Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28  Juni 2024
Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28 Juni 2024
Kanaidi ken
 
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdfProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
anikdwihariyanti
 
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
tsuroyya38
 
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG  MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG  MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...
HengkiRisman
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...
Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...
Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...
Sathya Risma
 
Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".
Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".
Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".
Kanaidi ken
 
PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1
PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1
PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1
Arumdwikinasih
 
Proyek Tema Dimensi P5 Pelajar Pancasila
Proyek Tema Dimensi P5 Pelajar PancasilaProyek Tema Dimensi P5 Pelajar Pancasila
Proyek Tema Dimensi P5 Pelajar Pancasila
ArulArya1
 
Lembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptx
Lembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptxLembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptx
Lembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptx
opkcibungbulang
 
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdfAKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
opkcibungbulang
 
Mengenali Usia anak dan Kekerasan pada Anak
Mengenali Usia anak dan Kekerasan pada AnakMengenali Usia anak dan Kekerasan pada Anak
Mengenali Usia anak dan Kekerasan pada Anak
Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak
 
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase eAlur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
MsElisazmar
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdfTugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Thahir9
 
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputihlaporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
SDNBotoputih
 
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi KomunikasiMateri Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
AdePutraTunggali
 
Biografi Presiden Republik Indonesia.pdf
Biografi Presiden Republik Indonesia.pdfBiografi Presiden Republik Indonesia.pdf
Biografi Presiden Republik Indonesia.pdf
pristayulianabila
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
 
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdfTugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
 
Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28 Juni 2024
Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28  Juni 2024Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28  Juni 2024
Workshop "CSR & Community Development (ISO 26000)"_di BALI, 26-28 Juni 2024
 
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdfProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
 
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
 
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG  MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG  MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM TENTANG MENGUKUR KEANEKARAGAMAN JENIS FLORA D...
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...
Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...
Laporan bulanan Dosen Pembimbing lapangan dalam pelaksanaan kampus mengajar a...
 
Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".
Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".
Selamat "Hari Raya_Idul Adha 1445H / 2024H".
 
PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1
PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1
PPT RENCANA AKSI 2 modul ajar matematika berdiferensiasi kelas 1
 
Proyek Tema Dimensi P5 Pelajar Pancasila
Proyek Tema Dimensi P5 Pelajar PancasilaProyek Tema Dimensi P5 Pelajar Pancasila
Proyek Tema Dimensi P5 Pelajar Pancasila
 
Lembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptx
Lembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptxLembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptx
Lembar Kerja Asesmen Awal Paud ke sd.pptx
 
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdfAKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
 
Mengenali Usia anak dan Kekerasan pada Anak
Mengenali Usia anak dan Kekerasan pada AnakMengenali Usia anak dan Kekerasan pada Anak
Mengenali Usia anak dan Kekerasan pada Anak
 
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase eAlur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdfTugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
 
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputihlaporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
 
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi KomunikasiMateri Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
 
Biografi Presiden Republik Indonesia.pdf
Biografi Presiden Republik Indonesia.pdfBiografi Presiden Republik Indonesia.pdf
Biografi Presiden Republik Indonesia.pdf
 

MASA KEPENDUDUKAN JEPANG FULgxgfxycydydydtdtxtdtdL.pptx

  • 2. MODERNISASI JEPANG • Awalnya Jepang merupakan sebuah negara feodal (Kaisar, Shogun dan Daimyo, sering terjadi perebutan kekuasaan diantara mereka) • Di era Keshogunan Tokugawa (1603-1869) tepatnya pada masa pemerintahan (Tokugawa iemitsu, 1633- 1639), Jepang mulai menganut sistem isolasi/sakoku (menutup diri dari pengaruh bangsa-bangsa di luarnya) dan jika melanggar diberi hukuman mati (1633-1854) • Tujuan: untuk mengurangi pengaruh asing di Jepang, terutama Portugis yang memperkenalkan senjata api (Tanegashima) dan agama Kristen Katolik di Jepang • Beberapa negara masih diizinkan untuk menjalin ekonomi dengan Jepang (Belanda, Korea dan Cina) itupun dilakukan hanya disekitar Nagasaki • Ada 2 alasan diberlakukan kebijakan Sakoku di Jepang: 1. Shogun Tokugawa menuding para misionaris Katolik mendalangi Pemberontakan Shimabara (1637-1638) 2. Mempertahankan kekuasaan Tokugawa atas pesaingnya, yaitu Daimyo Tozama (penjelasan: lihat buku cetak hal. 198-199) • Kemudian, pada 31 Maret 1854, Komodor Matthew C. Perry dari Amerika Serikat berhasil meyakinkan dan memaksa penguasa Jepang dengan kedigdayaan militer AS, ketika itu untuk menyetujui Konvensi Kanagawa (perjanjian damai dan tanda persahabatan antara Jepang dan Amerika Serikat, 1854) dan Perjanjian Shimoda (Perjanjian Perdagangan dan Navigasi antara Jepang dan Rusia, 07 Februari 1855) • Jepang kemudian menjadi negara terbuka dan pelabuhan-pelabuhan di Jepang terbuka bagi perdagangan internasional. Kemudian, perkembangan Jepang semakin terarah setelah pusat pemerintahan kembali ke tangan Kaisar • Pada masa pemerintahan Kaisar Mutsuhito/Meiji, diadakannya RESTORASI MEIJI (1868-1912). Beberapa bidang yang tercakup dalam gerakan pembaharuan antara lain: Bidang Militer, Pendidikan, Perdagangan dan Industri. Hal ini menandai era modern di Jepang serta dijalankannya Misi Iwakura (penjelasan: lihat buku cetak hal. 201 & mandiri hal. 92)
  • 3. Kebijakan Restorasi Meiji • Bidang Perindustrian: membangun industri-industri (pabrik senjata, galangan kapal, peleburan besi dan pabrik pemintalan) serta dikembangkan pula sistem jaringan kereta api dan komunikasi modern • Bidang Perdagangan: mengembangkan pelabuhannya menjadi pelabuhan-pelabuhan dan kapalnya yang modern, serta pendirian bank • Bidang Militer: 1. Membangun angkatan perang (seperti: kebijakan wajib militer bagi laki-laki (21 tahun) dalam jangka waktu 4 tahun dan dijadikan tentara cadangan (3 tahun)) 2. (1863) membeli peralatan dan perlengkapan militer dari negara Barat, misalnya membeli kapal perang modern bertenaga uap di Belanda (Kaiyo Maru) • Bidang Pendidikan: 1. Menerapkan wajib belajar (6-14 tahun) bagi seluruh generasi muda bangsanya. Mereka di didik untuk memiliki rasa cinta tanah air, semangat pantang menyerah dan berani mati (Bushido) serta hormat dan tunduk kepada Kaisar 2. Pemerintah mengirimkan banyak beasiswa bagi mahasiswa yang belajar ke negara Barat 3. Menggunakan jasa konsultan pendidikan dari Barat untuk pendidikan di Jepang 4. Menerjemakan banyak buku ilmu pengetahuan dari Barat ke bahasa Jepang • Bidang Sosial: 1. Menghapus 4 kasta (orang bijaksana, petani, seniman dan pedagang). Kasta ini awalnya dipengaruhi oleh pemikiran Konfusianisme (dimana penguasa yang bijaksana itu berada di tingkat yang paling atas, diikuti petani yang menghasilkan barang, seniman yang menggunakan kembali barang-barang dan pedagang yang mendistribusikan barang-barang tersebut) 2. Melarang adat istiadat yang bersifat feodal peninggalan masa lalu (memperlihatkan dan memakai katana dan kimono yang menjadi ciri khas kelas samurai yang telah dihapus bersamaan dengan dihapusnya sistem kasta), lalu menggantinya dengan sistem pemerintah pusat • Bidang Hukum: model sistem hukum dan konstitusi mengikuti Jerman
  • 4. BAGAIMANA PENGARUH MODERNISASI JEPANG DI ASIA PASIFIK? • Sebagai akibat dari perkembangan modernisasi itu, Jepang kemudian menjadi satu- satunya kekuatan besar negara non-Barat di dunia sekaligus kekuatan utama di Asia Timur dan Asia Tenggara dalam waktu 40 tahun • Sebagaimana negara-negara Barat pada era Revolusi Industri, Jepang juga sadar untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan 3 hal penting: 1. Pasokan bahan mentah yang stabil 2. Jalur pelayaran yang aman 3. Pasar bagi hasil industrinya • Jepang tidak memiliki sebagian bahan mentah tersebut. Oleh karena itu, Jepang harus mengimpor dari negara-negara Asia lainnya. Sementara itu, Jepang juga harus menjaga keamanan jalur pelayaran yang dilewati oleh kapal-kapal yang membawa barang mentah/barang yang akan di ekspor ke negara lain. Karena, jika hasil industrinya tidak sampai tujuan maka akan menghambat perekonomiannya • Faktor ekonomi inilah yang mendorong IMPERIALISME JEPANG. Imperialisme ini bertujuan untuk: 1. Menjaga kesinambungan pasokan bahan baku dan pasar 2. Sebagai kebanggaan bagi Jepang karena tidak lagi merasa dirinya inferior (lebih rendah) dari negara-negara barat, akan tetapi setara
  • 5. Akibat Modernisasi dan Politik Imperialisme Jepang • Seiring dengan perkembangan modernisasinya pada bidang industri, menyebabkan Jepang membutuhkan daerah lain sebagai daerah pemasok bahan baku • Sehingga muncul ide untuk melakukan politik imperialisme, yaitu ke Indonesia. Kenyataan ini diperkuat dengan modernisasi kekuatan militernya yang dianggap mampu menguasai Asia
  • 6. IMPERIALISME JEPANG • Sejak 1894, Jepang membangun imperium yang luas, meliputi: Taiwan, Korea, Manchuria dan Tiongkok bagian utara • Pada 1894-1895, jJepang terlibat perang dengan Tiongkok (Perang Sino-Jepang Pertama) yang dilatarbelakangi ambisi masing-masing yang ingin menguasai Korea. Karena bagi Jepang, Korea memiliki letak yang strategis dan dalam konteks perdagangan juga kaya akan batu bara dan biji besi yang berguna bagi indusrialisasi Jepang. Sedangkan bagi Tiongkok, Korea berstatus sebagai negara bawahannya • Lalu, perang berakhir dengan Perjanjian Shimonoseki dengan Jepang menang dalam perang ini dan membentuk negara boneka di Seoul (1895). Perjanjian ini membagi bahwa wilayah Semenanjung Liadong dan Taiwan diserahkan kepada Jepang, sedangkan Tiongkok mengakui kemerdekaan Korea • Rusia, Jerman dan Prancis yang menduduki Semenanjung Liadong terpaksa mundur. Karena menganggap perjanjian ini tidak sah, Rusia mendirikan Benteng Port Arthur (Lushun Port) di ujung selatan semenanjung dan menjadikannya pangkalan laut di Pasifik • Hal ini menyebabkan “Perang Rusia-Jepang/Tshusima” (1904-1905) yang mengakibatkan Rusia kalah dalam Perjanjian Portsmouth, dimana Jepang mendapatkan Pulau Sakhalin dan daerah Manchuria yang kaya akan SDA. Kemenangan Jepang atas Rusia ini membangkitkan harga diri dan kepercayaan diri bangsa Jepang khususnya dan Asia umumnya ketika berhadapan dengan bangsa Barat • Kemudian pada tahun 1941, ketika Prancis menyerah kepada Nazi (Jerman), Jepang memanfaatkannya dengan menginvasi wilayah jajahan Prancis, yaitu Indochina (Kamboja, Laos dan Vietnam) dan pada saat yang bersamaan Jerman juga menginvasi Rusia (Juni, 1941) • Sebelumnya, pada akhir September 1940, Pakta Tripartit menyatukan Jepang, Jerman dan Italia dalam Blok Poros (Axis) yang nantinya melawan Sekutu (AS, Inggris dan Prancis) dalam Perang Dunia II
  • 7. LANJUTAN... • Melihat bagaimana pasukan Jepang yang disebut “pasukan kate” ini memiliki semangat juang yang tinggi untuk menguasai daerah, hal inipun ditentang oleh AS • Pada 1941, AS kemudian membentuk komando bersama yang disebut ABDACOM (American, British, Dutch, Australian Command) untuk menghadapi Jepang • Presiden AS (F.D. Roosevelt) menerapkan embargo minyak bumi, baja dan besi tua diikuti dengan pembekuan aset Jepang. Hal ini menjadi suatu ancaman bagi Jepang terhadap kelangsungan industrinya maupun keperluan perang • Hal ini mengakibatkan Jepang memutuskan untuk menguasai sumber minyak di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Sebagian dari wilayah itu merupakan daerah jajahan Hindia Belanda (Indonesia) • Dibawah ABDACOM, AS bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan Hindia Belanda. Menyerang Hindia Belanda, berarti menyerang ABDACOM. Itu artinya, Jepang harus terlebih dahulu melumpuhkan AS • Namun, komando ini nyatanya tidak mampu membendung gerak invansi Jepang di Asia. Sehingga dimulailah imperialisme Jepang di Asia Tenggara • Jepang menjadikan bangsa-bangsa di Asia sebagai tempat pemasaran sekaligus pemasok bahan mentah bagi industrinya. Produk-produk Jepang pun membanjiri Asia
  • 8. Faktor-Faktor yang mendorong Jepang menjadi negara IMPERIALIS 1. Wilayah Jepang yang sempit dan kurang SDA 2. Adanya perkembangan industri yang begitu pesat, butuh daerah pemasaran dan bahan mentah 3. Adanya pertambahan penduduk yang cepat 4. Adanya pembatasan migran Jepang yang dilakukan oleh negara-negara Barat 5. Pengaruh ajaran Shinto tentang Hakko I Chi-u (dunia sebagai keluarga), dimana Jepang terpanggil untuk memimpin bangsa-bangsa di dunia (Asia Pasifik)
  • 9. Faktor-faktor yang menarik Jepang untuk melakukan politik ekspansi ke Indonesia 1. Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan SDA yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan industri Jepang 2. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak, sehingga sangat potensial bagi Jepang untuk memasarkan hasil produksi dari industrinya 3. Keinginan untuk menggantikan pengaruh dan dominasi negara- negara Barat (Eropa)
  • 10. MASUKNYA JEPANG KE INDONESIA  Jepang membagi angkatan perangnya menjadi 2 kelompok, yaitu: • Angkatan Darat (Rikugun), bergerak dari Indo-Cina untuk merebut Malaysia, Singapura, Pulau Luzon (Filipina), Myanmar dan Sumatera penyerangannya disebut “Operasi Gurita” berhasil menghancurkan kapal Inggris “Prince of Wales” dan “HMS Refulse” • Angkatan Laut Jepang (Kaigun), bergerak dari Pulau Hawaii, Mindanao (Filipina), Kalimantan, Sulawesi, Ambon dan Papua  Pada bulan Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak dan Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang • Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia • Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran bersama Asia Timur Raya • Untuk mewujudkan cita-cita itu, Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawaii. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 7 Desember 1941 (dikenal dengan Perang Asia Timur Raya/Perang Asia Pasifik, 1941-1945) • Jepang berhasil menghancurkan Pearl Harbour, kemudian mengerahkan pasukannya ke selatan di sekitar Samudera Pasifik • Gerakan invasi militer Jepang ini dengan cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara
  • 11. AWAL KEDATANGAN JEPANG Indonesia merupakan salah satu target di kawasan selatan yang saat itu berada dibawah kekuasaan Belanda. Kemudian, Jepang melakukan gerakan invansi di Indonesia dimulai dengan menguasai daerah-daerah strategis  11 Januari 1942 • Jepang mendarat untuk pertama kali di Tarakan, Kalimantan Timur (kini, Kalimantan Utara) • Merupakan daerah penghasil minyak yang utama • Komandan Belanda menyerah tanggal 12 Januari 1942  24 Januari 1942 • Berhasil menduduki Balikpapan • Merupakan sumber minyak yang kedua  29 Januari 1942 (Pontianak)  03 Februari 1942 (Samarinda)  05 Ferbuari 1942 (Kotabangun)  10 Februari 1942 (Banjarmasin)  16 Februari 1942 (Palembang) (sebagai sumber minyak) kemudian Jawa, Sulawesi dan Bali  08 Maret 1942, diawali dengan penyerahan tanpa syarat oleh Belanda kepada Jepang di Kalijati (Subang, Jawa Barat)  Disepakati Perjanjian Kalijati (penyerahan Indonesia dari Belanda ke Jepang). Pihak Belanda (Letjend Hein Ter Poorten dan A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer), pihak Jepang (Letjend Hitoshi Imamura)  TUJUAN: menguasai SDA untuk keperluan industri dan kampanye Perang Asia Timur Raya/Perang Asia Pasifik
  • 12. TUJUAN KEDATANGAN JEPANG KE INDONESIA  Menguasai SDA (minyak bumi, rempah-rempah, dll) untuk keperluan industri dan kampanye Perang Asia Timur Raya/Perang Asia Pasifik  Semangat dan ajaran “HAKKO I CHIU” menjadikan Jepang ingin tampil sebagai pemimpin dunia. (HAKKO I CHIU = Ajaran yang menganggap bahwa seluruh dunia merupakan keluarga besar dan Jepang sebagai keturunan Dewa menjadi pemimpinnya)  Kemajuan di bidang industri sehingga Jepang membutuhkan pasar bagi industrinya  Tingkat pertumbuhan penduduk yang cepat mengakibatkan Jepang memiliki motivasi untuk melaksanakan politik imperialisme ke negara sekitarnya  Pihak Jepang mengetahui bahwa bumi di Indonesia sangat mudah ditanami oleh tumbuhan yang menghasilkan rempah-rempah dan memiliki SDA yang sangat melimpah, seperti: gas alam, minyak bumi, perak, emas, batu bara, nikel, dll
  • 13. TANGGAPAN TOKOH PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA • Kedatangan Jepang ini awalnya disambut baik oleh para tokoh nasional (Soekarno, Hatta dan Ki Hajar Dewantara) • Sebagian tokoh pergerakan nasional (Sam Ratulangi, M.H. Thamrin dan Soetardjo) bersikap hati-hati akan gerakan ekspansionisme Jepang karena ada unsur fasisme di dalamnya • Ada 5 alasan yang melandasi perasaan optimisme bahwa kedatangan Jepang akan membawa kemerdekaan bagi Indonesia, serta upaya Jepang menarik simpati bangsa Indonesia seperti: 1. Menyerahnya Belanda kepada Jepang dianggap sebagai akhir dari penjajahan Belanda dan Jepang memperkenalkan diri sebagai (saudara tua/Hakko I Chiu) bangsa Asia, serta mengumandangkan propaganda Gerakan 3 A (Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia) pada April 1942 yang diketuai oleh Mr. Syamsuddin 2. Jepang berjanji jika Perang Pasifik dimenangi, bangsa-bangsa di Asia akan mendapat kemerdekaan 3. Kemerdekaan diberikan secara bertahap kepada bangsa-bangsa Asia. Hal ini membuat para tokoh Indonesia bersedia bekerja sama dengan pemerintah Jepang 4. Jepang bersikap simpatik kepada aktivitas pergerakan nasional, seperti membebaskan secara bertahap para tokoh yang ditahan dan dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda 5. Jepang menjanjikan kemudahan bagi Indonesia, seperti melakukan ibadah, mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Jepang (Hinomaru), menggunakan bahasa Indonesia dan mengajarkan bahasa Jepang di sekolah, serta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bersama lagu kebangsaan Jepang “Kimigayo” 6. Jepang mengganti semua nama jalan dan gedung menjadi nama dalam bahasa Jepang
  • 15. PEMBAGIAN WILAYAH MILITER DI INDONESIA • Pemerintahan militer Jepang membagi wilayah administrative Indonesia atas 3 daerah militer yang masing-masing dipegang oleh Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun) • Ketiga daerah ini berada dibawah komando panglima besar tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam) • Ketiga daerah tersebut adalah: 1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia berada dibawah kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-16, Hitoshi Imamura) 2. Daerah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Singapura yang berada dibawah kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-25, Jenderal Tanabe) 3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dengan pusatnya di Makassar yang berada dibawah kendali Angkatan Laut Jepang (Kaigun) (Armada Selatan Ke 2, Laksamana Maeda)
  • 16. PEMBAGIAN WILAYAH MILITER DI INDONESIA • Pemerintahan militer Jepang membagi wilayah administrative Indonesia atas 3 daerah militer yang masing-masing dipegang oleh Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun) • Ketiga daerah ini berada dibawah komando panglima besar tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam) • Ketiga daerah tersebut adalah: 1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia berada dibawah kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-16, Hitoshi Imamura) 2. Daerah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Singapura yang berada dibawah kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-25, Jenderal Tanabe) 3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dengan pusatnya di Makassar yang berada dibawah kendali Angkatan Laut Jepang (Kaigun) (Armada Selatan Ke 2, Laksamana Maeda)
  • 17. PEMBAGIAN WILAYAH MILITER DI INDONESIA • Pemerintahan militer Jepang membagi wilayah administrative Indonesia atas 3 daerah militer yang masing-masing dipegang oleh Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun) • Ketiga daerah ini berada dibawah komando panglima besar tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam) • Ketiga daerah tersebut adalah: 1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia berada dibawah kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-16, Hitoshi Imamura) 2. Daerah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Singapura yang berada dibawah kendali Angkatan Darat Jepang (Rikugun) (Tentara Ke-25, Jenderal Tanabe) 3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dengan pusatnya di Makassar yang berada dibawah kendali Angkatan Laut Jepang (Kaigun) (Armada Selatan Ke 2, Laksamana Maeda)
  • 18. Mengangkat Tokoh Politik Indonesia Dalam Struktur Pemerintahan Prof. Soepomo Husein Djajadiningrat R.M. Soerjo • Jepang tetap menjadi jabatan tertinggi dalam pemerintahan di Indonesia Soetardjo Kartohadikoesoemo
  • 20. Gerakan Tiga A • Organisasi ini adalah organisasi pertama yang dibuat Jepang pada 29 April 1942 diketuai oleh Mr. Syamsuddin • Gerakan 3A: Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon pemimpin Asia • Tujuan: untuk kemakmuran bersama dan melakukan propaganda untuk agar rakyat Indonesia membantu Jepang dalam Perang Asia Pasifik • Akhir: organisasi ini tidak bertahan lama. Sebagai gantinya dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
  • 21. Chuo Sangi In • Berdiri pada 05 September 1943 yang diketuai oleh Ir. Soekarno • Badan ini ditunjuk sebagai dewan pertimbangan pusat yang berada langsung dibawah panglima tertinggi • Tugas: menyampaikan usul dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemerintah militer militer Jepang mengenai pemerintahan pemerintahan dan politik
  • 22. Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) • Pada 16 April 1943, Putera dibentuk oleh Empat Serangkai (Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara dan K.H. Mas Mansyur) • Dibantu dengan proganda dari pihak Jepang, organisasi ini terbentuk dengan bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan membujuk rasa nasionalis untuk mengabdi dan untuk melawan Sekutu • Namun pihak Jepang merasa tidak diuntungkan, organisasi ini hanya menguntungkan pihak Indonesia • Oleh rakyat Indonesia, organisasi ini dibuat untuk menyebarkan ide-ide nasionalisme bangsa Indonesia. Lalu, Jepang memutuskan untuk membubarkan Putera
  • 23. MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) • 24 Oktober 1943, Jepang mengganti MIAI menjadi MASYUMI • Ketua: K.H. Hasyim Asya’ri • Anggota: Muhammadiyah & NU • Organisasi ini menjadi satu-satunya yang tidak dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Dikarenakan Jepang menyadari bahwa umat Islam merupakan kelompok mayoritas dalam masyarakat Indonesia • Tugas: 1) meningkatkan hasil bumi dan mengumpulkan dana, 2) menjadi wadah bertukar pikiran antar tokoh-tokoh Islam sekaligus tempat penampungan keluh kesah rakyat • Masyumi juga berani menolak budaya Jepang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam
  • 24. JAWA HOKOKAI (Himpunan Kebaktian Jawa) • Dibentuk pada bulan 08 Januari 1944 yang merupakan organisasi sentral dan terdiri dari berbagai macam profesi (dokter, pendidik, kebaktian wanita, pusat kebudayaan) • Jawa Hokokai: para pemuda yang berusia min. 14 tahun, maks 22 tahun • Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah sehingga pucuk kepemimpinan langsung dipegang oleh Gunseikanbu • Himpunan ini mempunyai tiga dasar yaitu mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bukti • Jawa Hokokai mempunyai tugas antara lain mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, besi tua, pajak, dan menanam jarak sebagai bahan baku pelumas untuk Jepang serta bertugas juga untuk mengumpulkan dana, baik dalam bentuk uang maupun hasil bumi
  • 26.  Dibentuk pada tanggal 09 Maret 1943  Tujuan: untuk mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya. Namun, sebenarnya untuk mendapatkan tenaga cadangan sebanyak-banyaknya  Keanggotaan: para pemuda berusia 14-22 tahun  Tokoh Indonesia yang ikut Seinendan: Abdul Latief Hendraningrat dan Soekarni
  • 27.  29 April 1943  Keanggotaan: berusia 25-35 tahun  Dibentuk di berbagai wilayah Indonesia (Sumatera: Bogodan, Kalimantan: Sameo Konen Hokokudan) yang bertujuan untuk membantu tugas polisi, seperti: penjagaan lalu lintas dan pengamanan desa  Pembina Keibodan: Keimumu
  • 28.  Dibentuk pada tanggal 25 September 1944  Organisasi semi militer ini dibentuk sebagai hasil keputusan sidang ketiga dari Chuo Sangi In (Dewan Pertimbangan Pusat)  Dipimpin oleh Ir. Soekarno, sedangkan wakilnya yaitu R.P Soeroso, Otto Iskandardinata dan dr. Buntaran Martoatmojo  Organisasi ini menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk menanamkan rasa nasionalisme
  • 29.  Dibentuk: Agustus 1943  Pelatihan militer pada wanita usia minimum 15 tahun keatas  Tugas: ikut memperkuat pertahanan dengan cara memngumpukan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang
  • 30. Dibentuk pada 1943 Keanggotaan: para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum
  • 31.  Dibentuk: 8 Desember 1944  Tujuan: sebagai pasukan cadangan oleh Jepang untuk mendukung tentara Jepang  Tugas: sebagai pasukan pendukung yang akan maju jika dibutuhkan/diperintahkan ketika situasi genting  Tugas: untuk mengawasi gerak-gerik bangsa Indonesia  Kempetai ini terkenal akan kekejamannya, bagi siapa yang dianggap mencurigakan akan segera dihukum
  • 32. Dibentuk: 15 Desember 1944 Nama Jepang: Kaikyo Seinen Teishintai Anggota: K.H. Zainal Arifin (ketua) dan Moh. Roem (wakil) Disamping kemiliteran, mereka juga dilatih untuk mengembangkan rasa nasionalisme
  • 34. HEIHO (Pasukan Pembantu)  Heiho merupakan organisasi militer resmi yang dibentuk pada bulan 22 April 1943 oleh Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kemaharajaan Jepang  Keanggotaan: pemuda berusia 18-25 tahun  Heiho merupakan pasukan bentukan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II, dibentuk bertujuan untuk membantu tentara Jepang berperang melawan sekutu  Organisasi ini merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari ketentaraan Jepang  Heiho dijadikan sebagai tenaga kasar, bertugas mengumpulkan pajak dari rakyat, membangun kubu pertahanan, menjaga penjara tahanan dan ke medan
  • 35. PETA (Pembela Tanah Air)  Dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usul Gatot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada (Panglima Tentara ke-16) yang merupakan bawahan dari organisasi Jepang  Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang  PETA bertugas mempertahankan tanah air Indonesia, khususnya Pulau Jawa. PETA merupakan tentara garis kedua. PETA bertugas sebagai mata-mata Jepang dan dibentuk bertujuan untuk membantu tentara Jepang berperang melawan sekutu  Anggota: Daidancho (Komandan Batalyon), Chudancho (Komandan Kompi), Shodancho (Komandan Peleton), Budanco (Komandan Regu) dan Giyuhei (Tentara Sukarela)  Tokoh terkenal yang menjadi anggota PETA: Jenderal
  • 36. GIYUGUN  Hampir sama dengan pasukan PETA, tetapi Giyugun ini dibentuk di wilayah Sumatera
  • 37. BIDANG EKONOMI • Sistem Ekonomi Perang: menerapkan Sistem Autarki (Setiap daerah harus memenuhi kebutuhannya sendiri dan memenuhi kebutuhan perang). Segala kegiatan ekonomi di Indonesia dilakukan untuk kepentingan perang sehingga seluruh potensi SDA dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang • Membentuk Kumiai (koperasi pertanian) • Memperkenalkan sistem baru bagi pertanian (Line system: sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan) • Bangsa Indonesia dipaksa menanam tanaman jarak • SDA Indonesia dikuras habis untuk kepentingan pemerintahan Jepang. Hal ini terlihat dalam hal-hal berikut: 1. Menyita aset-aset ekonomi yang penting 2. Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi 3. Kebijakan self-sufficiency 4. Setoran wajib, Romusha, merosotnya produksi pangan dan kelaparan
  • 38. KEHIDUPAN SOSIAL 1. Jepang membentuk Romukyokai (panitia pengerah Romusha/tenaga kerja) Masyarakat dijadikan Romusha (kerja paksa) untuk membangun jalan, gedung dan perkebunan. Sehingga banyak korban kelaparan dan terkena penyakit 2. Pelaksanaan Kinrohosi, yaitu penyerahan bahan makanan rakyat secara besar- besaran untuk kepentingan militer Jepang. Akibatnya beras dan berbagai bahan pangan petani dirampas Jepang untuk kepentingan militernya sehingga banyak masyarakat yangmenderita kelaparan
  • 39. 3. Jepang membentuk Tonarigumi (RT) Kumpulan beberapa kepala keluarga Tujuan: membangun gerakan gotong royong dalam masyarakat 4. Terjadi perubahan dalam sistem stratifikasi masyarakat 6. Pendidikan merosot tajam dan pada 1943, baru dibuka lagi seperti: a. Sekolah Rakyat (SR) / Kokumin Gakko: 6 tahun untuk semua golongan b. Sekolah Menengah / Shoto Cu Gakko: 3 tahun bagi rakyat yang memiliki ijazah SR c. Sekolah Menengah Tinggi / Koto Chu Gakko: 3 tahun d. Perguruan Tinggi: kedokteran (Ika Daigaku) dan Teknik (Koygo Daikagu) 5. Jepang membentuk Jugu ianfu Diambil dari para wanita dari jajahan Jepang Awalnya, mereka dikatakan akan menjadi pekerja, seperti: guru atau perawat. Tetapi, ternyata mereka dijadikan wanita penghibur tentara Jepang Para gadis dan perempuan tersebut disekap dalam kamp-kamp yang tertutup sebagai wanita penghibur 7. Pemerintah Jepang memasukkan kurikulum ala Jepang yang mengarahkan kepada kepentingan perang Asia Pasifik, serta doktrin Hakko I Chiu diajarkan di sekolah- sekolah
  • 40. KEHIDUPAN BUDAYA 1. Mendirikan Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shidosho) 01 April 1943 di Jakarta 2. Menghormati bendera Hinomaru dan lagu kebangsaan Jepang (Kimigayo) 3. Budaya Seikerei (Tradisi bangsa Jepang menghormati Kaisar Hirohito dengan cara membungkukkan badan untuk beberapa saat sambil menghadap istana kaisar 4. Mengajarkan bahasa Indonesia dan Jepang di sekolah-sekolah 5. Melakukan propaganda menggunakan alat-alat kebudayaan, mulai dari film, lagu, karya sastra dan drama
  • 41. DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG BAGI BANGSA INDONESIA POSITIF 1. Budaya: bahasa Indonesia berkembang dengan pesat 2. Sosial: dikenalnya sistem pengaturan masyarakat yang sekarang disebut dengan RT/RW 3. Militer: mulai mengenal sistem kemiliteran yang berguna untuk terbentuknyaTNI 4. Birokrasi: Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola pemerintahan 5. Politik: Indonesia berkesempatan untuk mempersiapkan kemerdekaan
  • 42. DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG BAGI BANGSA INDONESIA NEGATIF 1. Bangsa Indonesia mengalami kehancuran ekonomi, eksploitasi SDA yang dilakukan Jepang mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan kematian 2. Mulai mengenal budaya kekerasan dalam menyelesaikan masalah
  • 43. PERLAWANAN TERHADAP PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA  Perlawanan Kooperatif Perjuangan secara kooperatif dilakukan oleh tokoh-tokoh nasionalis yang duduk di lembaga-lembaga penting bentukan Jepang. Mereka ini yang sebelumnya bersikap nonkooperatif mengubah strategi perlawanannya karena melihat kekejaman dari penjajahan Jepang Melalui lembaga-lembaga bentukan Jepang ini, mereka menggalang persatuan untuk meraih kemerdekaan, misalnya: secara langsung melalui rapat-rapat bersama rakyat, ataupun secara tidak langsung melalui media massa milik Jepang Beberapa tokoh yang berjuang secara kooperatif: Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur dan Ki Hajar Dewantara yang bergabung dalam PUTERA
  • 44. PERLAWANAN BAWAH TANAH  Disebut juga “Gerakan Bawah Tanah” yaitu gerakan perlawanan nonkooperatif yang dilakukan secara diam- diam/tertutup/rahasia  Bentuk perlawanan ini banyak dilakukan oleh kelompok pemuda, seperti: kelompok Soekarni, Achmad Soebardjo, Sutan Syahrir, dll
  • 45.
  • 46. PERLAWANAN BERSENJATA  PERLAWANAN RAKYAT DI SUKAMANAH (SINGAPARNA, TASIKMALAYA) Tanggal : 25 Februari 1944 Dipimpin oleh : K.H. Zaenal Mustafa Faktor : Berawal dari adanya aksi protes dari kalangan santri Pesantren Sukamanah pimpinan K.H. Zaenal Mustafa untuk melakukan seikerei yang dianggap syirik serta keinginan untuk mem- bebaskan penderitaan rakyat akibat romusha Akhir : Memiliki persenjataan dan pasukan yang banyak dan lengkap, K.H. Zaenal Mustafa ditangkap & dihukum mati 25 Oktober 1944  PERLAWANAN RAKYAT ACEH DI COT PLIENG Tanggal : 10 November 1944 Dipimpin oleh : Tengku Abdul Jalil Faktor : Berawal dari adanya tindakan semena-mena pemerintah Jepang dan kebiasaan seikerei yang bertentangan dengan ajaran Islam Akhir : Dalam perlawanan itu, Tengku Abdul Jalil tewas ditembak pasukan Jepang
  • 47.  PERLAWANAN RAKYAT INDRAMAYU Tanggal : April 1944 Dipimpin oleh : Haji Handriyan & Haji Madrias Faktor : Adanya kewajiban penyerahan hasil panen padi dan romusha yang mengakibatkan penderitaan rakyat Akhir : Secara berturut-turut, muncul perlawanan di daerah sekitarnya mulai dari Karangampe, Cidemper dan Lohbener  PEMBERONTAKAN PETA DI BLITAR Tanggal : 14 Februari 1945 Dipimpin oleh : Supriyadi Faktor :Muncul karena sikap sewenang-wenang para pemimpin militer Jepang kepada para prajurit Indonesia, sehingga menimbulkan penderitaan Akhir :Pemberontakan ini dapat dikalahkan. Akan tetapi, Supriyadi sendiri dinyatakan hilang/tidak diketahui keberadaannya. Hal ini, telah me- numbuhkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan