SlideShare a Scribd company logo
i
MAKALAH
MARKETING PLAN
PERUMAHAN BINA BANGSA CITY (BBC)
Diajukan Sebagai Tugas Kelompok V Mata Kuliah Manajemen Pemasaran
Kelas 2V-Manajemen
Dosen Pengampu:
Masmanto, SE., MM
Disusun oleh:
NIM NAMA
11011700211 : M. Abdul Aziz
11011700464 : Jahiatun Fadilah
11011700390 : Dinar Ramadan
11011700025 : Dina Savira
11011700595 : Harefi Khalifah Sulaiman
11011700356 : M. Firman
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PROGRAM SARJANA
UNIVERSITAS BINA BANGSA BANTEN
2018
ii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan
tepat pada waktunya.
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas
mata kuliah Manajemen Pemasaran. Semoga dapat bermanfaat bagi yang
membacanya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah ini yang telah
membimbing proses pembuatan makalah serta kepada seluruh anggota kelompok
yang telah menyempatkan waktunya dan saling kerjasama untuk menyelesaikan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini belum sempurna, maka
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar dapat lebih
baik lagi.
Serang, Mei 2018
Penulis
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...........................................................................
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................
1.3 Tujuan........................................................................................
1
6
6
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 7
2.1 Marketing Research....................................................................
1. Company Analysis .................................................................
2. Customer Analysis .................................................................
3. Environment Analysis............................................................
4. Competitor Analysis ..............................................................
2.2 Marketing Strategy.....................................................................
1. Segmentation .........................................................................
2. Targeting ...............................................................................
3. Positioning.............................................................................
2.3 Marketing Mix ...........................................................................
1. Product ..................................................................................
2. Price ......................................................................................
3. Place ......................................................................................
4. Promotion ..............................................................................
2.4 Financial Plans ...........................................................................
1. Rencana Penerimaan..............................................................
2. Rencana Pengeluaran .............................................................
2.5.Objective....................................................................................
7
7
9
10
12
13
13
14
14
15
15
15
16
17
18
18
19
19
BAB III PENUTUP ...................................................................................... 20
3.1 Kesimpulan dan Saran................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 21
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu
kelengkapan dasar fisik lingkungan, misalnya penyediaan air minum,
pembuangan sampah, tersedianya listrik, telepon, jalan, yang memungkinkan
lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya.
Rumah adalah tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul, dan membina rasa
kekeluargaan diantara anggota keluarga, tempat berlindung keluarga dan
menyimpan barang berharga, dan rumah juga sebagai status lambing social
(Azwar, 1996; Mukono,2000).
Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area
sekitarnya yang dipakai sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga
(UU RI No. 4 Tahun 1992). Menurut WHO, rumah adalah struktur fisik atau
bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan
jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan kelu arga dan
individu (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001).
Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan
sehat apabila : (1) Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih
rendah dari udara di luar rumah, penerangan yang memadai, ventilasi yang
nyaman, dan kebisingan 45-55 dB.A.; (2) Memenuhi kebutuhan kejiwaan; (3)
Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki
penyediaan air bersih, sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air
limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan; serta (4) Melindungi
penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran,
seperti fondasi rumah yang kokoh, tangga yang tidak curam, bahaya kebakaran
karena arus pendek listrik, keracunan, bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas
(Sanropie, 1992; Azwar, 1996).
Berdasarkan Undang-undang No 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan
2
Permukiman, terdapat beberapa pengertian dasar, yaitu;
a) Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian
dan sarana pembinaan keluarga.
b) Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan
tempal tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan
sarana lingkungan.
c) Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung,
baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi
sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat
kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.
d) Satuan lingkungan permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai
bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana
lingkungan yang terstruktur.
e) Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang
memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana
mestinya.
f) Rumah sebagai bangunan merupakan bagian dari suatu Permukiman yang
utuh, dan tidak semata-mata merupakan tempat bernaung untuk melindungi
diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga
merupakan tempat tinggal, tempat beristirahat setelah menjalani perjuangan
hidup sehari-hari. (C. Djemabut Blaang, Perumahan dan Permukiman, 1986:
28),
g) Permukiman adalah satuan kawasan perumahan lengkap dengan prasarana
lingkungan, prasarana umum, dan fasilitas sosial yang mengandung
keterpaduan kepentingan dan keselarasan pemanfaatan sebagai lingkungan
kehidupan.
h) Perumahan dan pemukiman merupakan kesatuan fungsional, sebab
pembangunan perumahan harus berlandaskan suatu pola pemukiman yang
menyeluruh, yaitu tidak hanya meliputi pembangunan fisik rumah saja,
melainkan juga dilengkapi dengan prasarana lingkungan, sarana umum dan
3
fasilitas sosial, terutama di daerah perkotaan yang mempunyai permasalahan
majemuk dan multidimensional.
Menurut Suparno Sastra M. dan Endi Marlina, (Perencanaan dan
Pengembangan Perumahan, 2006:29) pengertian mengenai perumahan adalah
kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.
Sedangkan permukiman menurut Suparno Sastra M. dan Endi Marlina,
(Perencanaan dan Pengembangan Perumahan, 2006:37), adalah suatu tempat
bermukim manusia untuk menunjukkan suatu tujuan tertentu. Apabila dikaji dari
segi makna, permukiman berasal dari terjemahan kata settlements yang
mengandung pengertian suatu proses bermukim. permukiman memiliki 2 arti
yang berbeda yaitu:
a) Isi. Yaitu menunjuk pada manusia sebagai penghuni maupun masyarakat di
lingkungan sekitarnya.
b) Wadah. Yaitu menunjuk pada fisik hunian yang terdiri dari alam dan elemen-
elemen buatan manusia.
Permukiman terbentuk atas kesatuan antara manusia dan lingkungan sdi
sekitarnya. Permukiman merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa
elemen yaitu (Suparno Sastra M. dan Endi Marlina, Perencanaan dan
Pengembangan Perumahan, 2006:39):
a) Alam.
b) Manusia. Di dalam suatu wilayah permukiman, manusia merupakan pelaku
utama kehidupan, disamping makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan
lainnya. sebagai makhluk yang paling sempurna, dalam kehidupannya
manusia membutuhkan berbagai hal yang dapat menunjang kelangsungan
hidupnya, baik itu kebutuhan biologis (ruang, udara, temperatur, dan lain-
lain), perasaan dan persepsi, kebutuhan emosional dan kebutuhan akan nilai-
nilai moral.
c) Masyarakat. Masyarakat merupakan kesatuan kelompok orang (keluarga)
dalam suatu permukiman yang membentuk suatu komunitas tertentu. Hal-hal
yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat yang
4
mendiami suatu wilayah permukiman adalah: Kepadatan dan komposisi
penduduk, Kelompok social, Adat dan kebudayaan, Pengembangan ekonomi,
Pendidikan, Kesehatan, Hukum dan administrasi;
d) Bangunan atau rumah. Bangunan atau rumah merupakan wadah bagi
manusia. Pada prinsipnya bangunan yang dapat digunakan sepanjang
operasional kehidupan manusia bisa dikategorikan sesuai dengan fungsi
masing-masing, yaitu: Rumah pelayanan masyarakat (sekolah, rumah sakit,
dan lain-lain), Fasilitas rekreasi atau hiburan, Pusat perbelanjaan, Industri dan
Pusat transportasi;
e) Networks, merupakan sistem buatan maupun alami yang menyediakan
fasilitas untuk operasional suatu wilayah permukiman. Untuk sistem buatan,
tingkat pemenuhannya bersifat relatif, dimana antara wilayah
permukimansatu dengan yang lainnya tidak sama. Sistem buatan yang yang
keberadaannya diperlukan dalam suatu wilayah antara lain: Sistem jaringan
air bersih, Sistem jaringan listrik, Sistem transportasi, Sistem komunikasi,
Drainase dan air kotor dan Tata letak fisik
Menurut UU No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok
Agraria, Hak atas tanah dapat dimiliki oleh orang baik individu, kelompok
maupun badan hukum. Hak-hak tersebut dapat dipergunakan untuk
mempergunakan tanah yang bersangkutan. Adapun macam-macam hak atas tanah
antara lain:
a) Hak milik, adalah hak turun menurun, terkuat dan terpenuh yang dapat
dipunyai orang atas tanah. Hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada
orang lain.
b) Hak guna usaha, adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai
langsung oleh Negara, hak ini terjadi karena ketetapan pemerintah dimana
memiliki jangka waktu tertentu.
c) hak guna-bangunan, adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-
bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu
tertentu.
5
d) hak pakai, adalah hak untuk menggunakan atau menggunakan hasil dari tanah
yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain.
e) hak sewa, adalah hak untuk menggunakan atau menggunakan hasil dari tanah
orang lain yang telah disewa.
Menurut SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan
Perumahan di Perkotaan lokasi lingkungan perumahan harus memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
a) Lokasi perumahan harus sesuai dengan rencana peruntukan lahan yang diatur
dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat atau dokumen
perencanaan lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah setempat,
dengan kriteria sebagai berikut:
1. Kriteria keamanan, dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi
tersebut bukan merupakan kawasan lindung (catchment area), olahan
pertanian, hutan produksi, daerah buangan limbah pabrik, daerah bebas
bangunan pada area Bandara, daerah dibawah jaringan listrik tegangan
tinggi;
2. Kriteria kesehatan, dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi
tersebut bukan daerah yang mempunyai pencemaran udara di atas
ambang batas, pencemaran air permukaan dan air tanah dalam;
3. Kriteria kenyamanan, dicapai dengan kemudahan pencapaian
(aksesibilitas), kemudahan berkomunikasi (internal/eksternal, langsung
atau tidak langsung), kemudahan berkegiatan (prasarana dan sarana
lingkungan tersedia);
4. Kriteria keindahan/ keserasian/ keteraturan (kompatibilitas), dicapai
dengan penghijauan, mempertahankan karakteristik topografi dan
lingkungan yang ada, misalnya tidak meratakan bukit, mengurug seluruh
rawa atau danau/ setu/ sungai/ kali dan sebagainya;
5. Kriteria fleksibilitas, dicapai dengan mempertimbangkan kemungkinan
pertumbuhan fisik/ pemekaran lingkungan perumahan dikaitkan dengan
kondisi fisik lingkungan dan keterpaduan prasarana;
6
6. Kriteria keterjangkauan jarak, dicapai dengan mempertimbangkan jarak
pencapaian ideal kemampuan orang berjalan kaki sebagai pengguna
lingkungan terhadap penempatan sarana dan prasarana-utilitas
lingkungan; dan
7. Kriteria lingkungan berjati diri, dicapai dengan mempertimbangkan
keterkaitan dengan karakter sosial budaya masyarakat setempat, terutama
aspek kontekstual terhadap lingkungan tradisional/ lokal setempat.
8. Lokasi perencanaan perumahan harus berada pada lahan yang jelas status
kepemilikannya, dan memenuhi persyaratan administratif, teknis dan
ekologis.
b) Keterpaduan antara tatanan kegiatan dan alam di sekelilingnya, dengan
mempertimbangkan jenis, masa tumbuh dan usia yang dicapai, serta
pengaruhnya terhadap lingkungan, bagi tumbuhan yang ada dan mungkin
tumbuh di kawasan yang dimaksud.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana segmentasi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)?
2. Bagaimana target pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)?
3. Bagaimana positioning pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)?
4. Bagaimana strategi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui segmentasi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)
2. Mengetahui target pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)
3. Mengetahui positioning pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)
4. Mengetahui strategi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)
7
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Marketing Research
1. Company Analysis
Setelah cukup mengenal karakteristik pasar properti di Serang-Banten melalui
proyek Bina Bangsa City (BBC), maka Putra Kinasih Prakarsa (PKP) Group
ingin mengembangkan 1 proyek lagi yang lebih prestisius serta
mendatangkan potensi laba lebih besar tetapi dengan modal yang tidak besar.
 Deskripsi Proyek
Nama Proyek : Bina Bangsa City (BBC)
Luas Lahan Brutto : 8,6 hektar
Potensi Perluasan : 2 hektar
Jumlah Kavling : 336 kavling (18 ruko + 318 rumah)
Lokasi : Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Sukajaya, Curug,
Sukajaya, Curug, Kota Serang, Banten 42171
Pemilik Lahan : PT. Puri Kinasih Sentosa
Status Hak Atas Tanah : 3 bidang SHM + 28 bidang letter C/girik
Harga Tanah Brutto : Rp. 300.000,-/m2 (fix selama 48 bln)
Kondisi Existing : 65% tanah darat berkontur rendah + 35% sawah
Peruntukan : Perumahan / pemukiman
Fatwa Planologi : Efektif lahan max 60%, KDB max 60%
 Konsep Investasi :
Modal Kecil, Laba Besar
 Implementasi :
a) Menggandeng partner PT. PKS yg memiliki asset lahan luas tetapi
tidak mampu mengembangkan sendiri karena keterbatasan modal dan
SDM.
b) Membagi profit share 60:40, dimana 40% adalah hak pemilik tanah
(PT. PKS), sedangkan PKP Group mendapat 60% dari seluruh potensi
8
laba (3 Milyar x 8,6 ha)
c) Tidak mengeluarkan pembayaran utk item tanah. Semua modal kerja
dialokasikan untuk infrastruktur dan bangunan, serta OHC. Tanah
dibayar hanya jika terjadi penjualan (pelepasan hak).
d) Tidak mengeluarkan banyak biaya utk bangunan, dengan cara hanya
membangun beberapa rumah contoh dan rumah stok, sisanya dengan
sistem Indent dgn memanfaatkan MoU dgn bank.
 Tujuan Perusahaan
Menjadi idola masyarakat Serang-Banten yg akan membeli produk
properti.
 Kemampuan Menjawab Tantangan
a) Memiliki kredibilitas yang baik di industri properti selama 20 tahun
b) Sebelumnya sudah pernah mengembangkan 1 proyek real estate di
Semarang, yaitu Kampoeng Hollywood
c) Memiliki network (jaringan) yang baik terkait industri properti, misal
dengan perbankan, konstruksi, suplier, dll
d) Memiliki permodalan yg cukup memadai guna mengembangkan
bisnis ini, termasuk kesiapan jika terjadi kondisi sulit/krisis
e) Memiliki SDM yang trampil dan berpengalaman dibidangnya, yg
mampu bekerja secara profesional
 Kemampuan Melihat Peluang
a) Memiliki rencana dan didukung kapital yg memadai untuk
membebaskan beberapa lahan yg menempel BBC sebagai lahan
perluasan
b) Menciptakan produk yg inovatif, dan menciptakan pasar baru
Untuk memenangkan persaingan, maka dilakukan perencanaan strategis di 3
key area sebagai berikut:
 Area Perusahaan
Susunan Direksi diisi oleh kombinasi antara 2 orang wakil dari PKP Group
(Ari Wibowo selaku Dirut & Prijohartono selaku Dir) yang sudah punya
jam terbang cukup di bisnis properti dgn 2 Dir lain dari pihak partner.
9
Sistem dan prosedur bisa diduplikasi ala manajemen PKP.
 Area Divisi
Di area divisi, dilakukan strategi mengalokasikan sumber daya dgn
kebijakan bahwa personil-personil kunci akan ditempati oleh manager-
manager yang sudah punya pengalaman cukup di proyek PKP lainnya.
 Area Unit Bisnis & Produksi
Untuk area ini, maka tak perlu harus mengalokasikan sumber daya dengan
mendatangkan personil-personil ex PKP ke BBC. Tapi lebih efektif jika
mencari potensi lokal dgn kompetensi yg cukup dibidangnya lalu dilatih
agar mampu beradaptasi dengan culture dan sis-dur ala manajemen PKP.
2. Customer analysis
Perilaku customer yang mempengaruhi pembelian:
a) Faktor Budaya
Tak semua orang berani tinggal disamping pemakaman, meski lokasinya
strategis dan infrastrukturnya berkualitas.
b) Faktor Sosial
Kemajemukan di Serang-Banten bukanlah barang aneh. Pribumi dan
etnis keturunan bisa berbaur secara sosial dgn baik dalam sebuah
komplek perumahan. Kerusuhan sosial jarang terjadi di Serang-Banten.
c) Faktor Pribadi
Rasa bangga jika memiliki rumah tinggal yg bagus di komplek
perumahan eksklusif dan berfasilitas bagus.
d) Faktor Psikologi
Tidak mudah percaya dengan janji-janji. Ingin melihat bukti sebelum
mengambil keputusan membeli. Selalu menawar meski sudah diberi
harga yang paling miring.
Tujuan yang ingin dicapai yaitu:
a) Memberikan Kepuasan pada Customer
Dengan memegang prinsip “What We Say Is What Customer Get”. Dan
hindari “Over Promise Under Delivery”. Artinya, cukup kita janjikan
apa yang memang akan direalisasikan dan bisa diberikan kepada
10
customer. Jangan membuat ekspektasi customer melambung terlalu
tinggi. Masyarakat Serang-Banten terkenal kritis dan rewel menuntut apa
yg pernah dijanjikan saat promosi.
b) Menciptakan Value
Penuhi kebutuhan (need) dan keinginan (want) customer, itu akan
membuat mereka puas. Ciptakan value dengan cara memenuhi harapan-
harapan (expectation) customer. Artinya, berikanlah hal yang melebihi
kebutuhan dan keinginan customer. Maka keunggulan yg dimiliki BBC
akan terlihat.
c) Mempertahankan Pelanggan
Penuhi kebutuhan dan keinginan customer. Berikan value lebih dengan
cara menciptakan value yg bisa customer nikmati dan rasakan. Maka
tanpa perlu diminta customer akan loyal terhadap produk BBC, menjadi
pelanggan produk BBC, dan tak segan merekomendasikan produk BBC
kepada pihak lain. Viral marketing alias getok tular adalah budaya
masyarakat Serang-Banten yang puas terhadap produk yang dibelinya.
Hal ini juga berlaku sebaliknya.
3. Environment Analysis
a) Lingkungan Demografi
Dengan asumsi bahwa market yg akan disasar adalah masyarakat kota
Serang-Banten, maka berikut dianalisa data demografi kota Serang.
Tingkat Pertumbuhan Penduduk Kisaran 1,1 % pertahun.
b) Lingkungan Ekonomi
Total tabungan dan deposito yang berhasil dihimpun oleh perbankan di
Serang dari dana masyarakat secara perorangan (bukan PT), sebagaimana
yg mengendap di BI, rata-rata saldo harian berada pada kisaran nilai Rp.
313 milyar
 Non Performance Loan (NPL)
Angka rata-rata kredit macet di perbankan Serang-Banten adalah
kisaran 2,7%.
 Kredit
11
Total Kredit yang disalurkan oleh Perbankan Serang-Banten untuk
kredit consumer (khususnya KPR) adalah kisaran Rp. 55
milyar/bulan, dimana penyalur terbesar adalah Mandiri, disusul oleh
BTN. Ini menunjukkan sektor properti di Serang-Banten cukup
bergairah dan menyimpan potensi.
 Inflasi
Tak jauh beda dengan tingkat inflasi nasional, yaitu 1,13 %
 Income Perkapita
Yaitu sebesar Rp. 861.000,- merupakan rasio antara total pendapatan
(basic salary) seluruh angkatan kerja dibagi jumlah angkatan kerja.
c) Lingkungan Alam
 Bahan Baku
Material alam (batu, pasir, kayu, dll) mudah diperoleh. Material
produk manufactur (semen, genteng, kaca, gypsum dll) mudah
diperoleh
 Lintasan Jaringan Listrik
Dilintasi oleh jaringan listrik tegangan menengah dan Ada 1 tower
didalam lokasi
 Perubahan Lingkungan
Aliran air dari arah perbukitan (kuburan cina) mesti ditangkap dan
diarahkan/ditata menuju sungai terdekat. Buangan air dari
perumahan sebelah (Kinijaya) yg semula mengarah ke lahan BBC
mesti ditata dgn baik. Lahan existing BBC selama 15 th terakhir
menjadi resapan tak resmi utk kawasan sekitarnya Penimbunan akan
menyebabkan perubahan ekosistem dan tata air. Penimbunan
berpotensi sebabkan banjir utk perumahan sebelah yg lebih rendah
lokasinya.
d) Lingkungan Teknologi
 Jaringan Telepon Kabel
Tersedia jaringan telepon kabel yang melintasi tepat didepan lokasi
BBC, dan ada rumah kabel dengan ratusan stok sambungan yang
12
bisa diapply dan dimanfaatkan.
 Jaringan Telepon Nirkabel
Hampir semua sinyal operator seluler baik 3G ataupun 4G
tertangkap dengan baik di lokasi BBC.
 Jaringan Internet
Dengan memanfaatkan jaringan telepon kabel ataupun nirkabel,
sambungan internet bukan hal yang sulit untuk disediakan.
 Jaringan Televisi
Hampir semua sinyal televisi nasional dan lokal bisi ditangkap
dengan sangat baik di lokasi BBC tanpa perlu menggunakan
perangkat antena tambahan
e) Lingkungan Sosio Kultural
 BBC berbatasan langsung dengan UIN (Universitas Islam Negeri)
Banten yg kental nuansa pendidikan dan agamis nya.
 BBC berbatasan langsung dengan perumahan Kinijaya yang terkenal
sebagai pemukiman para mantan-mantan pejabat Pemkot dan
Pemprov di tahun 2000-an. Karakternya sangat konservatif dan sulit
diajak berpandangan maju.
 BBC berada dalam area pengaruh ormas-ormas yang kuat dan besar
di Serang-Banten, yang harus “didekati” dan dijalin komunikasi
dengan baik.
4. Competitor Analysis
Pemasok Produk Perumahan Yang Diperhitungkan ;
Graha Wahid
 Hanya berjarak 200 m dari BBC
 Total lahan 13 ha, sisa tinggal 3 ha
 Fasilitas bagus (club house, kolam renang, lap. Tenis dll)
 Segmen middle up
 Harga Jual (sebelum PPN) ;
T – 45 / 90 Rp. 217.000.000,-
13
T – 50 / 105 Rp. 247.500.000,-
T – 80 / 144 Rp. 386.000.000,-
T – 132 / 180 Rp. 544.000.000,-
Kesimpulan :
1 Lt ; bang = Rp. 1,6 Jt/m2 tanah = Rp. 1,5 Jt/m2
2 Lt ; bang = Rp. 2 Jt/m2 tanah = Rp. 1,5 Jt/m2
Tamansari Majapahit
 Hanya berjarak 4 km dari BBC, di jalan raya Majapahit
 Total lahan 15 ha
 Pengembang PT. Wijaya Karya
 Fasilitas bagus (club house, kolam renang, lap. Tenis dll) dan dibangun
dulu sebelum launching
 Segmen middle up
 Harga Jual (sebelum PPN) ;
T – 75 / 176 Rp. 512.000.000,-
T – 90 / 176 Rp. 542.000.000,-
T – 152 / 200 Rp. 752.000.000,-
Kesimpulan :
1 Lt ; bang = Rp. 2 Jt/m2 tanah = Rp. 2 Jt/m2
2 Lt ; bang = Rp. 2 ,25Jt/m2 tanah = Rp. 2 Jt/m2
Struktur persaingan adalah ”Monoplystic Competition”. Banyak pesaing, tetapi
tak ada yang terlalu superior. Dengan strategi yang tepat dan produk yang
excellent, diyakini BBC bakal masih mampu bersaing. Untuk itu pilihan
menjadi MARKET CHALLENGER dirasa masih realistis, dengan strategi
bersaing secara “frontal attacks match competition” (menyerang secara frontal)
produk pesaing dengan jenis produk, kualitas, dan harga yang tak jauh berbeda
masih memungkinkan utk dilakukan.
2.2. Marketing Strategy
1. Segmentation
Dipilih Spesialisasi Selektif. Bermula dari segmen yang luas, lalu diseleksi
hingga mengerucut menjadi calon konsumen potensial yang akan disasar.
14
Kota Serang dan sekitarnya.
 demografi: Usia 19 s/d 55 th (usia produktif), Etnis Jawa, Sunda, Batak.
Income > 6 jt/bln, Keluarga muda memiliki 1 atau 2 anak, dengan atau
tanpa pembantu, Pegawai swasta (level manager/pimcab) dan wiraswasta,
Pendidikan D3 & S1.
 Psikografis: Mengikuti gaya hidup (life style) modern masa kini,
konsumtif, dinamis.
 Perilaku: Belum punya rumah, ada niat membeli rumah, Sudah punya
rumah, tapi ingin pindah ke lingkungan yg lebih baik, Punya kemampuan
mengangsur.
2. Targeting
Pasar segmen potensial yang akan dijadikan obyek penjualan adalah
 Geografis: Berdomisili Atau Bermata-Pencaharian Di Serang Banten
 Demografi: usia 30 s/d 45 tahun, etnis jawa & sunda, keluarga muda
memiliki 1 atau 2 anak, joint income diatas rp. 6 juta /bln, pekerjaan
wiraswasta atau peg. Swasta
 Psikografis: menyukai gaya hidup (life style) modern dinamis,
mengutamakan privacy, prestige & secure
 Perilaku: Ingin pindah ke lingkungan yg lebih baik dan Belum memiliki
rumah, dan ingin memiliki rumah di di komplek perumahan, bukan
perkampungan penduduk yg umum.
3. Positioning
Triple benefit positioning dari BBC yang sengaja diciptakan untuk
mengungguli produk pesaing adalah:
 Lokasinya sudah strategis, masih dibuat jalan masuk 30 meter. Lebar
buangeeet !
 Memiliki ikon spesial yang belum ada di kota Semarang, yaitu
WATERPARK dengan wahana andalan kolam arus
 Membangun image perumahan yang thematic dengan jargon “Serang
buangeeet …”, dengan simbol yg popular di benak masyarakat Serang,
yaitu; karikatur Surosohan Kesultanan Banten.
15
2.3. Marketing Mix
1. Product
 Rumah 2 kamar (T-50/90) = 25%
 Rumah 3 kamar (T-65/120) = 55%
 Rumah 3+1 kamar (T-125/136) = 15%
 Ruko T-40,5/67,5 = 5%
 Semua rumah ada carport
 Style Minimalis Modern dgn warna cat cerah ceria
 Spesifikasi bangunan harus bagus
 Kualitas lingkungan & infrastruktur harus bagus (saluran tertutup, listrik
bawah tanah, lebar jalan min 8 m, lensekap indah)
 Tersedia space utk beraktivitas (playground, lap. Basket, taman aktif dll)
 Waterpark dgn wahana andalan kolam arus
 Sculpture patung Cheng Ho
 Nama2 type; Gedungbatu, Tamanlele, Lawangsewu
 Pagar keliling dibuat setinggi 2,4 m dan dilapisi dgn bambu kuning sbg
simbol tolak bala (hawa jahat)
 Lokasi dibawah jaringan SUTET tidak didirikan bangunan apapun
2. Price
Dengan memperhitungkan hal-hal sbb ;
- Harga perolehan lahan (netto)= Rp. 500.000,- /m2
Asumsi dari Rp. 300.000,- x efektif 60%
- Biaya pematangan lahan = Rp. 300.000,- /m2
Asumsi 1 ha memakan budget Rp. 1,8 milyar
- Biaya operasional (OHC) = Rp. 200.000,- /m2
Asumsi umur proyek 48 bulan, dan OHC kisaran Rp. 217 Jt/bulan (ratio 9
% dari omset)
- Target perolehan laba = Rp. 500.000,- /m2
Asumsi ekspektasi laba 1 ha = 3 milyar
Maka ditetapkan harga jual tanah matang efektif (rata-rata) adalah = Rp.
16
1.500.000,- /m2
- Harga Jual Bangunan 1 Lantai = Rp. 1.400.000,- /m2
- Harga Jual Bangunan 2 Lantai = Rp. 1.600.000,- /m2
- Biaya lain-lain= Rp. 7.500.000,- /unit (Sambung listrik, air, IMB, SHGB,
extra provisi)
Dengan mempertimbangkan bahwa harga jual pesaing adalah ;
GRAHA WAHID Tanah = Rp. 1,5 Jt /m2 Bang 1 Lt = Rp. 1,6 Jt
/m2. PLAMONGAN INDAH Tanah = Rp. 1,4 Jt /m2 Bang 2 Lt = Rp. 2 Jt
/m2 Bang = Rp. 1,4 Jt /m2. TAMANSARI MAJAPAHIT Tanah = Rp. 2
Jt /m2 Bang = Rp. 2 Jt /m2 Bang 2 Lt = Rp. 2,25 Jt/m2. Maka penetapan
harga jual BBC tadi masih sangat rasional dan kompetitif. Mengorbankan
20% dari luas lahan efektif dgn harga under value juga bertujuan utk
mengeduk cash money didepan guna mengcover terbatasnya modal kerja yg
disediakan. Sehingga progres lancar, karena didukung cashflow yg sehat
3. Place
Dimana customer berada, disitu kita jualan.
Tempat Penjualan Utama
Customer biasanya datang ke lokasi proyek, lalu ingin mendapatkan
informasi. Artinya jualan paling efektif adalah di lokasi proyek. Karena itu
Kantor Pemasaran BBC berada tepat didepan lokasi proyek. Bahkan dalam 1
tahun kedepan diharapkan sudah berkantor di Club House yg dibangun.
Tempat Penjualan Alternatif
Untuk memperbanyak prospek atau pro aktif menjemput prospek, maka bisa
juga membuka tempat jualan (counter pemasaran) tidak permanen di mall-
mall dalam event pameran atau open table di instansi-instansi yg diperkirakan
ada calon customer potensial. Bisa juga memanfaatkan kantor Agen Properti
yang digandeng sebagai mitra. Untuk mengantar produk BBC agar sampai
kepada customer atau pengguna akhir, maka dipilih saluran pemasaran sbb ;
 Saluran Pemasaran Langsung
Membuka kantor pemasaran in house langsung didepan lokasi proyek,
17
dengan memakai sales force yang dioptimalkan utk peran sales di front
office sekaligus sales kanvas jika diperlukan. Membuka stand pameran di
mall, mendekatkan diri ke target customer. Kontribusi saluran pemasaran
langsung ini diperkirakan mencapai 95%
 Saluran Pemasaran Perantara
Saluran ini hanya sebagai alternatif jika saluran langsung kurang optimal
atau tak mampu mengakses beberapa calon customer yg diluar jangkauan.
Agen Properti serta Mediator Freelance akan dirangkul serta difungsikan
menjadi saluran pemasaran perantara untuk mengantar produk BBC agar
sampai ke calon customer yg mampu mereka jangkau. Jumlah perantara
seperlunya sesuai kebutuhan, dan perantara tidak memiliki kebijakan harga
khusus atau hak teritorial khusus. Hubungan serta tanggung jawab hanya
ada dalam bentuk nilai fee 1% serta waktu.
4. Promotion
 Menentukan Tujuan
Tujuan Promosi adalah agar seluruh masyarakat kota Semarang (terutama
target market) TAHU tentang keunggulan produk ruko & rumah yg
dipasarkan oleh BBC. Setelah tahu, mereka terus mengINGATnya. Karena
sudah tahu dan selalu ingat, maka diharapkan target market tsb akan
DATANG ke lokasi BBC
 Menentukan Budget
Budget dialokasikan 2,5% dari omset, dengan nominal kisaran Rp. 2,8
Milyar untuk 48 bulan, alias Rp. 710 Jt/tahun (Rp. 59 Jt/bln). 60% budget
dialokasikan pada tahun ke-1 & ke-2. Budget tersebut diluar alokasi untuk
fee marketing atau fee perantara
 Mengembangkan Strategi Iklan
Advertising
- Mencetak dan membagi brosur, leaflet, flyer
- Memasang iklan di harian Suara Merdeka, Indopos, Kompas Jateng,
Wawasan
- Memasang balon udara
18
- Memasang billboard atau giant banner minimal 2 titik
- Memasang signboard (penunjuk arah lokasi)
Sales Promotion
- Memberi diskon khusus utk saat2 tertentu (Imlek, proklamasi,
Valentine dll)
- Membuat program khusus berupa “bantuan UM‟ atau “subsidi KPR‟
di waktu khusus
Trade Promotion
- Mengikuti pameran minimal 4x setahun di mall
- Mengadakan event besar minimal 1x setahun, misal; pemecahan rekor
MURI atau event spektakuler yg datangkan min 5.000 orang
- Mengadakan event kecil (semacam Open House atau FamilyFestival)
minimal 6x setahun
Public Relations & Publisitas
- Mengadakan gathering dgn komunitas2 khusus misal; notaris,
perbankan, Rotary Club, dll
- Peduli dan mendukung ikon2 kota Serang, misal; jadi donatur
Perserang
- Memasang advetorial atau adakan pers conference
Direct Marketing
- Dilakukan di front office
Online Marketing
- Di website www.kinerjagroup.com
2.4. Financial Plans
Rencana Penerimaan
Penjualan Rumah T-50/90 (89 unit) Rp. 19.730.000.000,-
Penjualan Rumah T-65/120 (178) unit Rp. 55.120.000.000,-
Penjualan Rumah T-125/136 (51 unit) Rp. 22.825.000.000,-
Penjualan Ruko Standard (12 unit) Rp. 2.830.000.000,-
Penjualan Ruko Hook (6 unit) Rp. 2.330.000.000,-
Penjualan Kelebihan Tanah Rp. 10.725.000.000,-
19
Penjualan Clubhouse Rp. 2.300.000.000,-
T o t a l Rp. 115.860.000.000,-
Estimasi Umur Proyek 48 Bulan
Proyek Dimulai Mei 2018 Estimasi Proyek Selesai April 2022
Rencana Pengeluaran
Pembayaran Tanah kpd PT. PKS Rp. 25.944.000.000,-
Pematangan Lahan (infrastruktur) Rp. 15.480.000.000,-
Biaya Bangunan 336 unit Rp. 35.667.000.000,-
Biaya legal, utilitas, dll Rp. 2.520.000.000,-
Biaya dibayar dimuka (OHC)
OHC Persiapan Kantor & Inventaris Rp. 774.000.000,-
OHC Operasional Kantor Rp. 2.064.000.000,-
OHC Promosi Pemasaran Rp. 2.838.000.000,-
OHC Gaji Karyawan Rp. 3.096.000.000,-
OHC Bonus (reward) Karyawan Rp. 1.677.000.000,-
T o t a l Rp. 90.060.000.000,-
Laba Kotor (Before Tax) Rp. 25.800.000.000,-
PPH (Progresif, asumsi 30%) Rp. 7.740.000.000,-
Laba Bersih Rp. 18.060.000.000,-
Bagian PT. Putra kinerja (60%) Rp. 10.836.000.000,-
Bagian PT. Puri Kinasih Sentosa (40%) Rp. 7.224.000.000,-
BEP (Break Event Point) 24 Bulan
2.5. Objective
 Ekspektasi Laba 1 Ha = Rp. 3.000.000.000,- Jika luas lahan 8,6 ha, maka
target laba adalah Rp. 25,8 Milyar
 Kebutuhan modal kerja Modal maksimal Rp. 5.000.000.000,- Modal kembali
(BEP), maksimal 24 Bulan
 Umur Proyek selesai maksimal 48 Bulan
20
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan dan Saran
Suatu bentuk permukiman yang ideal di kota merupakan pertanyaan yang
menghendaki jawaban yang bersifat komprehensif, sebab perumahan dan
permukiman menyangkut kehidupan manusia termasuk kebutuhan manusia yang
terdiri dari berbagai aspek. Sehingga dapat dirumuskan secara sederhana tentang
ketentuan yang baik untuk suatu permukiman yaitu harus memenuhi sebagai
berikut:
a) Lokasinya sedemikian rupa sehingga tidak terganggu oleh kegiatan lain
seperti pabrik, yang umumnya dapat memberikan dampak pada pencemaran
udara atau pencemaran lingkungan lainnya.
b) Mempunyai akses terhadap pusat-pusat pelayanan seperti pelayanan
pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan lain-lain.
c) Mempunyai fasilitas drainase, yang dapat mengalirkan air hujan dengan cepat
dan tidak sampai menimbulkan genangan air walaupun hujan yang lebat
sekalipun.
d) Mempunyai fasilitas penyediaan air bersih, berupa jaringan distribusi yang
siap untuk disalurkan ke masing-masing rumah.
e) Dilengkapi dengan fasilitas air kotor/ tinja yang dapat dibuat dengan sistem
individual yaitu tanki septik dan lapangan rembesan, ataupun tanki septik
komunal.
f) Permukiman harus dilayani oleh fasilitas pembuangan sampah secara teratur
agar lingkungan permukiman tetap nyaman.
g) Dilengkapi dengan fasilitas umum seperti taman bermain bagi anak-anak,
lapangan atau taman, tempat beribadat, pendidikan dan kesehatan sesuai
dengan skala besarnya permukiman itu.
h) Dilayani oleh jaringan listrik dan telepon
21
DAFTAR PUSTAKA
http://xisuca.blogspot.sg/2010/06/definisi-perumahan-dan-rumah.html, diakses 14
Mei 2018.
https://www.slideshare.net/sbbarrahmah/marketing-plan-for-property, diakses 14
Mei 2018

More Related Content

What's hot

Penawaran kemitraan
Penawaran kemitraanPenawaran kemitraan
Penawaran kemitraan
nr ahmat
 
Peta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Peta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta UtaraPeta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Peta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Muammar Fikrie
 
Surat permohonan sponsor
Surat permohonan sponsorSurat permohonan sponsor
Surat permohonan sponsor
Tresna Raspati
 
Surat permohonan ke bank
Surat permohonan ke bankSurat permohonan ke bank
Surat permohonan ke bank
MUHAMAD HATTA MULYOAJI,SE.,MSi.,MP.,BKP
 
Surat pernyataan hibah tanah
Surat pernyataan hibah tanahSurat pernyataan hibah tanah
Surat pernyataan hibah tanah
Dewi Elawati
 
Green Material
Green MaterialGreen Material
Green Material
Hajrah Nanda Putri
 
Design Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/Glugo
Design Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/GlugoDesign Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/Glugo
Design Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/Glugo
rumahSKETCH IDea
 
Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...
Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...
Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...
caturprasetyo11tgb1
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota PaluRencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu
Penataan Ruang
 
Teknik Bangunan Bentang Lebar
Teknik Bangunan Bentang LebarTeknik Bangunan Bentang Lebar
Teknik Bangunan Bentang Lebar
Barley Prima
 
Surat perjanjian kerjasama
Surat perjanjian kerjasamaSurat perjanjian kerjasama
Surat perjanjian kerjasama
Membangun city
 
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...
inideedee
 
265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf
265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf
265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf
puskesmasciapus1
 
Surat dukungan-tender
Surat dukungan-tenderSurat dukungan-tender
Surat dukungan-tender
SELAYAR
 
Struktur Rangka Ruang (space frame)
Struktur Rangka Ruang (space frame)Struktur Rangka Ruang (space frame)
Struktur Rangka Ruang (space frame)
Hasanuddin University
 
Penyediaan Rumah Layak Huni
Penyediaan Rumah Layak Huni Penyediaan Rumah Layak Huni
Penyediaan Rumah Layak Huni
Bagus ardian
 
Laporan pertanggungjawaban paguyuban
Laporan pertanggungjawaban paguyubanLaporan pertanggungjawaban paguyuban
Laporan pertanggungjawaban paguyuban
Awan Doubleprinces
 
Pembangunan Papua
Pembangunan PapuaPembangunan Papua
Pembangunan Papua
Syah Rul
 
Contoh Proposal Event Kegiatan Acara Kuliner
Contoh Proposal Event Kegiatan Acara KulinerContoh Proposal Event Kegiatan Acara Kuliner
Contoh Proposal Event Kegiatan Acara Kuliner
Pena Tama
 

What's hot (20)

Penawaran kemitraan
Penawaran kemitraanPenawaran kemitraan
Penawaran kemitraan
 
Perancangan dan pemasangan sistem sprinkler pada gedung perkantoran
Perancangan dan pemasangan sistem sprinkler pada gedung perkantoranPerancangan dan pemasangan sistem sprinkler pada gedung perkantoran
Perancangan dan pemasangan sistem sprinkler pada gedung perkantoran
 
Peta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Peta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta UtaraPeta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Peta Zonasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
 
Surat permohonan sponsor
Surat permohonan sponsorSurat permohonan sponsor
Surat permohonan sponsor
 
Surat permohonan ke bank
Surat permohonan ke bankSurat permohonan ke bank
Surat permohonan ke bank
 
Surat pernyataan hibah tanah
Surat pernyataan hibah tanahSurat pernyataan hibah tanah
Surat pernyataan hibah tanah
 
Green Material
Green MaterialGreen Material
Green Material
 
Design Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/Glugo
Design Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/GlugoDesign Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/Glugo
Design Gazebo Standard Konstruksi Kayu Kelapa/Glugo
 
Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...
Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...
Gambar Kerja Rumah 2 Lantai (Gambar Arsitektural, Mekanikal Elektrikal & Plum...
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota PaluRencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu
 
Teknik Bangunan Bentang Lebar
Teknik Bangunan Bentang LebarTeknik Bangunan Bentang Lebar
Teknik Bangunan Bentang Lebar
 
Surat perjanjian kerjasama
Surat perjanjian kerjasamaSurat perjanjian kerjasama
Surat perjanjian kerjasama
 
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...
PEDOMAN PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG - PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM...
 
265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf
265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf
265157776-Klasifikasi-Kode-Surat-Dinas-Lengkap.pdf
 
Surat dukungan-tender
Surat dukungan-tenderSurat dukungan-tender
Surat dukungan-tender
 
Struktur Rangka Ruang (space frame)
Struktur Rangka Ruang (space frame)Struktur Rangka Ruang (space frame)
Struktur Rangka Ruang (space frame)
 
Penyediaan Rumah Layak Huni
Penyediaan Rumah Layak Huni Penyediaan Rumah Layak Huni
Penyediaan Rumah Layak Huni
 
Laporan pertanggungjawaban paguyuban
Laporan pertanggungjawaban paguyubanLaporan pertanggungjawaban paguyuban
Laporan pertanggungjawaban paguyuban
 
Pembangunan Papua
Pembangunan PapuaPembangunan Papua
Pembangunan Papua
 
Contoh Proposal Event Kegiatan Acara Kuliner
Contoh Proposal Event Kegiatan Acara KulinerContoh Proposal Event Kegiatan Acara Kuliner
Contoh Proposal Event Kegiatan Acara Kuliner
 

Similar to Marketing Plan Perumahan Bina Bangsa City (BBC) - Manajemen Pemasaran (Makalah)

Laporan survey sanitasi perumahan
Laporan survey sanitasi perumahanLaporan survey sanitasi perumahan
Laporan survey sanitasi perumahan
Septya Kaunang
 
Cinta lingkungan hidup
Cinta lingkungan hidupCinta lingkungan hidup
Cinta lingkungan hidup
yudha_komas
 
Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01
Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01
Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01
Operator Warnet Vast Raha
 
Materisoalips
MaterisoalipsMaterisoalips
Materisoalips
benipurnama
 
Konsep pembangunan berwawasan lingkungan
Konsep pembangunan berwawasan lingkunganKonsep pembangunan berwawasan lingkungan
Konsep pembangunan berwawasan lingkungan
Khadijah Akd Putri Yaroto
 
Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan BerkelanjutanHubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
Ipin Okehzz
 
Tugas kelompok 4
Tugas kelompok 4Tugas kelompok 4
Tugas kelompok 4
hansel adefrid
 
Softskill 4
Softskill 4Softskill 4
Softskill 4
dabol_ajah
 
Makalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustina
Makalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustinaMakalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustina
Makalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustina
Ida Agustina
 
property_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfh
property_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfhproperty_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfh
property_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfh
YasminAbdullahh
 
Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3
Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3
Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3
Fanly Sondakh
 
Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02
Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02
Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02
Vicky Persib
 
Resensi buku hukum lingkungan di indonesia
Resensi buku hukum lingkungan di indonesiaResensi buku hukum lingkungan di indonesia
Resensi buku hukum lingkungan di indonesia
Yanels Garsione
 
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan HidupUU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Penataan Ruang
 
Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan HidupUndang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
infosanitasi
 
Presentation2
Presentation2Presentation2
Presentation2
dabol_ajah
 
Amalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdf
Amalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdfAmalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdf
Amalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdf
NURSUHADABINTISUDIN
 
Makalah lingkungan hidup
Makalah lingkungan hidupMakalah lingkungan hidup
Makalah lingkungan hidup
ARISKA COMPNET
 
Lampiran 1-Bu Harno.ppt
Lampiran 1-Bu Harno.pptLampiran 1-Bu Harno.ppt
Lampiran 1-Bu Harno.ppt
EniIsminarti
 

Similar to Marketing Plan Perumahan Bina Bangsa City (BBC) - Manajemen Pemasaran (Makalah) (20)

Laporan survey sanitasi perumahan
Laporan survey sanitasi perumahanLaporan survey sanitasi perumahan
Laporan survey sanitasi perumahan
 
Cinta lingkungan hidup
Cinta lingkungan hidupCinta lingkungan hidup
Cinta lingkungan hidup
 
Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01
Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01
Idaagustinamakalahupayapemeliharaanlingkunganhidup 140309122251-phpapp01
 
Materisoalips
MaterisoalipsMaterisoalips
Materisoalips
 
Konsep pembangunan berwawasan lingkungan
Konsep pembangunan berwawasan lingkunganKonsep pembangunan berwawasan lingkungan
Konsep pembangunan berwawasan lingkungan
 
Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan BerkelanjutanHubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
Hubungan Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
 
Tugas kelompok 4
Tugas kelompok 4Tugas kelompok 4
Tugas kelompok 4
 
Softskill 4
Softskill 4Softskill 4
Softskill 4
 
Makalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustina
Makalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustinaMakalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustina
Makalah upaya pemeliharaan lingkungan hidup by: ida agustina
 
property_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfh
property_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfhproperty_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfh
property_1_pptx.pptxytythtthghgffvbfdgesfsfdgdfhfh
 
Softskill 4
Softskill 4Softskill 4
Softskill 4
 
Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3
Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3
Tugas makalah Analisa Sumber Daya Alam (ASDAL) BAB1,BAB2,BAB3
 
Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02
Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02
Mencintailingkunganhidup 140119072536-phpapp02
 
Resensi buku hukum lingkungan di indonesia
Resensi buku hukum lingkungan di indonesiaResensi buku hukum lingkungan di indonesia
Resensi buku hukum lingkungan di indonesia
 
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan HidupUU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
 
Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan HidupUndang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
 
Presentation2
Presentation2Presentation2
Presentation2
 
Amalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdf
Amalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdfAmalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdf
Amalan Terbaik dalam Kesejahteraan Sosial.pdf
 
Makalah lingkungan hidup
Makalah lingkungan hidupMakalah lingkungan hidup
Makalah lingkungan hidup
 
Lampiran 1-Bu Harno.ppt
Lampiran 1-Bu Harno.pptLampiran 1-Bu Harno.ppt
Lampiran 1-Bu Harno.ppt
 

More from M Abdul Aziz

Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)
Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)
Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)
M Abdul Aziz
 
Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...
Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...
Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...
M Abdul Aziz
 
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKMHasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM
M Abdul Aziz
 
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
M Abdul Aziz
 
Overview E-retailer di Lazada.co.id - E commerce
Overview E-retailer di Lazada.co.id - E commerceOverview E-retailer di Lazada.co.id - E commerce
Overview E-retailer di Lazada.co.id - E commerce
M Abdul Aziz
 
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non BankSumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
M Abdul Aziz
 
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...
M Abdul Aziz
 
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...
M Abdul Aziz
 
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar ManajemanPerkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar Manajeman
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman
M Abdul Aziz
 
Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)
Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)
Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)
M Abdul Aziz
 
Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)
Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)
Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)
M Abdul Aziz
 
Buku Literasi Pasar Modal
Buku Literasi Pasar ModalBuku Literasi Pasar Modal
Buku Literasi Pasar Modal
M Abdul Aziz
 
Pasar Modal - Hukum Bisnis
Pasar Modal - Hukum BisnisPasar Modal - Hukum Bisnis
Pasar Modal - Hukum Bisnis
M Abdul Aziz
 
Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah)
Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah) Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah)
Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah)
M Abdul Aziz
 
Parfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis Makalah
Parfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis MakalahParfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis Makalah
Parfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis Makalah
M Abdul Aziz
 
Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)
Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)
Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)
M Abdul Aziz
 
Politik dan Strategi Nasional - PKn
Politik dan Strategi Nasional - PKnPolitik dan Strategi Nasional - PKn
Politik dan Strategi Nasional - PKn
M Abdul Aziz
 
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
M Abdul Aziz
 
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi MikroTeori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro
M Abdul Aziz
 
Overview Manajemen Operasional
Overview Manajemen OperasionalOverview Manajemen Operasional
Overview Manajemen Operasional
M Abdul Aziz
 

More from M Abdul Aziz (20)

Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)
Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)
Overview KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan)
 
Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...
Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...
Company Profile PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk - Perilaku Organisasi (Maka...
 
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKMHasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM
 
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
Hasil Observasi UMKM Kedai T-Minul - Manajemen Koperasi dan UMKM (Laporan)
 
Overview E-retailer di Lazada.co.id - E commerce
Overview E-retailer di Lazada.co.id - E commerceOverview E-retailer di Lazada.co.id - E commerce
Overview E-retailer di Lazada.co.id - E commerce
 
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non BankSumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
 
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank (Ma...
 
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman (M...
 
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar ManajemanPerkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI)  Al Azhar - Pengantar Manajeman
Perkembangan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar - Pengantar Manajeman
 
Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)
Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)
Analisis Manajemen Pemasaran pada PT Toyota Astra Motor (Makalah)
 
Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)
Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)
Pasar Modal - Hukum Bisnis (Makalah)
 
Buku Literasi Pasar Modal
Buku Literasi Pasar ModalBuku Literasi Pasar Modal
Buku Literasi Pasar Modal
 
Pasar Modal - Hukum Bisnis
Pasar Modal - Hukum BisnisPasar Modal - Hukum Bisnis
Pasar Modal - Hukum Bisnis
 
Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah)
Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah) Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah)
Microsft Office 2010 (Word dan Excel) - Aplikasi Komputer (Makalah)
 
Parfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis Makalah
Parfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis MakalahParfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis Makalah
Parfum Isi Ulang “Reiffell Parfume” - Pengantar Bisnis Makalah
 
Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)
Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)
Politik dan Strategi Nasional - PKn (Makalah)
 
Politik dan Strategi Nasional - PKn
Politik dan Strategi Nasional - PKnPolitik dan Strategi Nasional - PKn
Politik dan Strategi Nasional - PKn
 
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro (Makalah)
 
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi MikroTeori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro
Teori Produksi - Pengantar Ekonomi Mikro
 
Overview Manajemen Operasional
Overview Manajemen OperasionalOverview Manajemen Operasional
Overview Manajemen Operasional
 

Marketing Plan Perumahan Bina Bangsa City (BBC) - Manajemen Pemasaran (Makalah)

  • 1. i MAKALAH MARKETING PLAN PERUMAHAN BINA BANGSA CITY (BBC) Diajukan Sebagai Tugas Kelompok V Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Kelas 2V-Manajemen Dosen Pengampu: Masmanto, SE., MM Disusun oleh: NIM NAMA 11011700211 : M. Abdul Aziz 11011700464 : Jahiatun Fadilah 11011700390 : Dinar Ramadan 11011700025 : Dina Savira 11011700595 : Harefi Khalifah Sulaiman 11011700356 : M. Firman FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN PROGRAM SARJANA UNIVERSITAS BINA BANGSA BANTEN 2018
  • 2. ii KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah ini yang telah membimbing proses pembuatan makalah serta kepada seluruh anggota kelompok yang telah menyempatkan waktunya dan saling kerjasama untuk menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini belum sempurna, maka Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar dapat lebih baik lagi. Serang, Mei 2018 Penulis
  • 3. iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii DAFTAR ISI .................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1.2 Rumusan Masalah ...................................................................... 1.3 Tujuan........................................................................................ 1 6 6 BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 7 2.1 Marketing Research.................................................................... 1. Company Analysis ................................................................. 2. Customer Analysis ................................................................. 3. Environment Analysis............................................................ 4. Competitor Analysis .............................................................. 2.2 Marketing Strategy..................................................................... 1. Segmentation ......................................................................... 2. Targeting ............................................................................... 3. Positioning............................................................................. 2.3 Marketing Mix ........................................................................... 1. Product .................................................................................. 2. Price ...................................................................................... 3. Place ...................................................................................... 4. Promotion .............................................................................. 2.4 Financial Plans ........................................................................... 1. Rencana Penerimaan.............................................................. 2. Rencana Pengeluaran ............................................................. 2.5.Objective.................................................................................... 7 7 9 10 12 13 13 14 14 15 15 15 16 17 18 18 19 19 BAB III PENUTUP ...................................................................................... 20 3.1 Kesimpulan dan Saran................................................................ 20 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 21
  • 4. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan, misalnya penyediaan air minum, pembuangan sampah, tersedianya listrik, telepon, jalan, yang memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya. Rumah adalah tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul, dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga, tempat berlindung keluarga dan menyimpan barang berharga, dan rumah juga sebagai status lambing social (Azwar, 1996; Mukono,2000). Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya yang dipakai sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga (UU RI No. 4 Tahun 1992). Menurut WHO, rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan kelu arga dan individu (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : (1) Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah, penerangan yang memadai, ventilasi yang nyaman, dan kebisingan 45-55 dB.A.; (2) Memenuhi kebutuhan kejiwaan; (3) Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki penyediaan air bersih, sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan; serta (4) Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran, seperti fondasi rumah yang kokoh, tangga yang tidak curam, bahaya kebakaran karena arus pendek listrik, keracunan, bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas (Sanropie, 1992; Azwar, 1996). Berdasarkan Undang-undang No 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan
  • 5. 2 Permukiman, terdapat beberapa pengertian dasar, yaitu; a) Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. b) Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempal tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. c) Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. d) Satuan lingkungan permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang terstruktur. e) Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. f) Rumah sebagai bangunan merupakan bagian dari suatu Permukiman yang utuh, dan tidak semata-mata merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan tempat tinggal, tempat beristirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (C. Djemabut Blaang, Perumahan dan Permukiman, 1986: 28), g) Permukiman adalah satuan kawasan perumahan lengkap dengan prasarana lingkungan, prasarana umum, dan fasilitas sosial yang mengandung keterpaduan kepentingan dan keselarasan pemanfaatan sebagai lingkungan kehidupan. h) Perumahan dan pemukiman merupakan kesatuan fungsional, sebab pembangunan perumahan harus berlandaskan suatu pola pemukiman yang menyeluruh, yaitu tidak hanya meliputi pembangunan fisik rumah saja, melainkan juga dilengkapi dengan prasarana lingkungan, sarana umum dan
  • 6. 3 fasilitas sosial, terutama di daerah perkotaan yang mempunyai permasalahan majemuk dan multidimensional. Menurut Suparno Sastra M. dan Endi Marlina, (Perencanaan dan Pengembangan Perumahan, 2006:29) pengertian mengenai perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Sedangkan permukiman menurut Suparno Sastra M. dan Endi Marlina, (Perencanaan dan Pengembangan Perumahan, 2006:37), adalah suatu tempat bermukim manusia untuk menunjukkan suatu tujuan tertentu. Apabila dikaji dari segi makna, permukiman berasal dari terjemahan kata settlements yang mengandung pengertian suatu proses bermukim. permukiman memiliki 2 arti yang berbeda yaitu: a) Isi. Yaitu menunjuk pada manusia sebagai penghuni maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya. b) Wadah. Yaitu menunjuk pada fisik hunian yang terdiri dari alam dan elemen- elemen buatan manusia. Permukiman terbentuk atas kesatuan antara manusia dan lingkungan sdi sekitarnya. Permukiman merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa elemen yaitu (Suparno Sastra M. dan Endi Marlina, Perencanaan dan Pengembangan Perumahan, 2006:39): a) Alam. b) Manusia. Di dalam suatu wilayah permukiman, manusia merupakan pelaku utama kehidupan, disamping makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan lainnya. sebagai makhluk yang paling sempurna, dalam kehidupannya manusia membutuhkan berbagai hal yang dapat menunjang kelangsungan hidupnya, baik itu kebutuhan biologis (ruang, udara, temperatur, dan lain- lain), perasaan dan persepsi, kebutuhan emosional dan kebutuhan akan nilai- nilai moral. c) Masyarakat. Masyarakat merupakan kesatuan kelompok orang (keluarga) dalam suatu permukiman yang membentuk suatu komunitas tertentu. Hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat yang
  • 7. 4 mendiami suatu wilayah permukiman adalah: Kepadatan dan komposisi penduduk, Kelompok social, Adat dan kebudayaan, Pengembangan ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Hukum dan administrasi; d) Bangunan atau rumah. Bangunan atau rumah merupakan wadah bagi manusia. Pada prinsipnya bangunan yang dapat digunakan sepanjang operasional kehidupan manusia bisa dikategorikan sesuai dengan fungsi masing-masing, yaitu: Rumah pelayanan masyarakat (sekolah, rumah sakit, dan lain-lain), Fasilitas rekreasi atau hiburan, Pusat perbelanjaan, Industri dan Pusat transportasi; e) Networks, merupakan sistem buatan maupun alami yang menyediakan fasilitas untuk operasional suatu wilayah permukiman. Untuk sistem buatan, tingkat pemenuhannya bersifat relatif, dimana antara wilayah permukimansatu dengan yang lainnya tidak sama. Sistem buatan yang yang keberadaannya diperlukan dalam suatu wilayah antara lain: Sistem jaringan air bersih, Sistem jaringan listrik, Sistem transportasi, Sistem komunikasi, Drainase dan air kotor dan Tata letak fisik Menurut UU No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Hak atas tanah dapat dimiliki oleh orang baik individu, kelompok maupun badan hukum. Hak-hak tersebut dapat dipergunakan untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan. Adapun macam-macam hak atas tanah antara lain: a) Hak milik, adalah hak turun menurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada orang lain. b) Hak guna usaha, adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara, hak ini terjadi karena ketetapan pemerintah dimana memiliki jangka waktu tertentu. c) hak guna-bangunan, adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan- bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu tertentu.
  • 8. 5 d) hak pakai, adalah hak untuk menggunakan atau menggunakan hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. e) hak sewa, adalah hak untuk menggunakan atau menggunakan hasil dari tanah orang lain yang telah disewa. Menurut SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan lokasi lingkungan perumahan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) Lokasi perumahan harus sesuai dengan rencana peruntukan lahan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat atau dokumen perencanaan lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah setempat, dengan kriteria sebagai berikut: 1. Kriteria keamanan, dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan kawasan lindung (catchment area), olahan pertanian, hutan produksi, daerah buangan limbah pabrik, daerah bebas bangunan pada area Bandara, daerah dibawah jaringan listrik tegangan tinggi; 2. Kriteria kesehatan, dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut bukan daerah yang mempunyai pencemaran udara di atas ambang batas, pencemaran air permukaan dan air tanah dalam; 3. Kriteria kenyamanan, dicapai dengan kemudahan pencapaian (aksesibilitas), kemudahan berkomunikasi (internal/eksternal, langsung atau tidak langsung), kemudahan berkegiatan (prasarana dan sarana lingkungan tersedia); 4. Kriteria keindahan/ keserasian/ keteraturan (kompatibilitas), dicapai dengan penghijauan, mempertahankan karakteristik topografi dan lingkungan yang ada, misalnya tidak meratakan bukit, mengurug seluruh rawa atau danau/ setu/ sungai/ kali dan sebagainya; 5. Kriteria fleksibilitas, dicapai dengan mempertimbangkan kemungkinan pertumbuhan fisik/ pemekaran lingkungan perumahan dikaitkan dengan kondisi fisik lingkungan dan keterpaduan prasarana;
  • 9. 6 6. Kriteria keterjangkauan jarak, dicapai dengan mempertimbangkan jarak pencapaian ideal kemampuan orang berjalan kaki sebagai pengguna lingkungan terhadap penempatan sarana dan prasarana-utilitas lingkungan; dan 7. Kriteria lingkungan berjati diri, dicapai dengan mempertimbangkan keterkaitan dengan karakter sosial budaya masyarakat setempat, terutama aspek kontekstual terhadap lingkungan tradisional/ lokal setempat. 8. Lokasi perencanaan perumahan harus berada pada lahan yang jelas status kepemilikannya, dan memenuhi persyaratan administratif, teknis dan ekologis. b) Keterpaduan antara tatanan kegiatan dan alam di sekelilingnya, dengan mempertimbangkan jenis, masa tumbuh dan usia yang dicapai, serta pengaruhnya terhadap lingkungan, bagi tumbuhan yang ada dan mungkin tumbuh di kawasan yang dimaksud. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana segmentasi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)? 2. Bagaimana target pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)? 3. Bagaimana positioning pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)? 4. Bagaimana strategi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui segmentasi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC) 2. Mengetahui target pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC) 3. Mengetahui positioning pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC) 4. Mengetahui strategi pasar yang dilakukan Bina Bangsa City (BBC)
  • 10. 7 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Marketing Research 1. Company Analysis Setelah cukup mengenal karakteristik pasar properti di Serang-Banten melalui proyek Bina Bangsa City (BBC), maka Putra Kinasih Prakarsa (PKP) Group ingin mengembangkan 1 proyek lagi yang lebih prestisius serta mendatangkan potensi laba lebih besar tetapi dengan modal yang tidak besar.  Deskripsi Proyek Nama Proyek : Bina Bangsa City (BBC) Luas Lahan Brutto : 8,6 hektar Potensi Perluasan : 2 hektar Jumlah Kavling : 336 kavling (18 ruko + 318 rumah) Lokasi : Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Sukajaya, Curug, Sukajaya, Curug, Kota Serang, Banten 42171 Pemilik Lahan : PT. Puri Kinasih Sentosa Status Hak Atas Tanah : 3 bidang SHM + 28 bidang letter C/girik Harga Tanah Brutto : Rp. 300.000,-/m2 (fix selama 48 bln) Kondisi Existing : 65% tanah darat berkontur rendah + 35% sawah Peruntukan : Perumahan / pemukiman Fatwa Planologi : Efektif lahan max 60%, KDB max 60%  Konsep Investasi : Modal Kecil, Laba Besar  Implementasi : a) Menggandeng partner PT. PKS yg memiliki asset lahan luas tetapi tidak mampu mengembangkan sendiri karena keterbatasan modal dan SDM. b) Membagi profit share 60:40, dimana 40% adalah hak pemilik tanah (PT. PKS), sedangkan PKP Group mendapat 60% dari seluruh potensi
  • 11. 8 laba (3 Milyar x 8,6 ha) c) Tidak mengeluarkan pembayaran utk item tanah. Semua modal kerja dialokasikan untuk infrastruktur dan bangunan, serta OHC. Tanah dibayar hanya jika terjadi penjualan (pelepasan hak). d) Tidak mengeluarkan banyak biaya utk bangunan, dengan cara hanya membangun beberapa rumah contoh dan rumah stok, sisanya dengan sistem Indent dgn memanfaatkan MoU dgn bank.  Tujuan Perusahaan Menjadi idola masyarakat Serang-Banten yg akan membeli produk properti.  Kemampuan Menjawab Tantangan a) Memiliki kredibilitas yang baik di industri properti selama 20 tahun b) Sebelumnya sudah pernah mengembangkan 1 proyek real estate di Semarang, yaitu Kampoeng Hollywood c) Memiliki network (jaringan) yang baik terkait industri properti, misal dengan perbankan, konstruksi, suplier, dll d) Memiliki permodalan yg cukup memadai guna mengembangkan bisnis ini, termasuk kesiapan jika terjadi kondisi sulit/krisis e) Memiliki SDM yang trampil dan berpengalaman dibidangnya, yg mampu bekerja secara profesional  Kemampuan Melihat Peluang a) Memiliki rencana dan didukung kapital yg memadai untuk membebaskan beberapa lahan yg menempel BBC sebagai lahan perluasan b) Menciptakan produk yg inovatif, dan menciptakan pasar baru Untuk memenangkan persaingan, maka dilakukan perencanaan strategis di 3 key area sebagai berikut:  Area Perusahaan Susunan Direksi diisi oleh kombinasi antara 2 orang wakil dari PKP Group (Ari Wibowo selaku Dirut & Prijohartono selaku Dir) yang sudah punya jam terbang cukup di bisnis properti dgn 2 Dir lain dari pihak partner.
  • 12. 9 Sistem dan prosedur bisa diduplikasi ala manajemen PKP.  Area Divisi Di area divisi, dilakukan strategi mengalokasikan sumber daya dgn kebijakan bahwa personil-personil kunci akan ditempati oleh manager- manager yang sudah punya pengalaman cukup di proyek PKP lainnya.  Area Unit Bisnis & Produksi Untuk area ini, maka tak perlu harus mengalokasikan sumber daya dengan mendatangkan personil-personil ex PKP ke BBC. Tapi lebih efektif jika mencari potensi lokal dgn kompetensi yg cukup dibidangnya lalu dilatih agar mampu beradaptasi dengan culture dan sis-dur ala manajemen PKP. 2. Customer analysis Perilaku customer yang mempengaruhi pembelian: a) Faktor Budaya Tak semua orang berani tinggal disamping pemakaman, meski lokasinya strategis dan infrastrukturnya berkualitas. b) Faktor Sosial Kemajemukan di Serang-Banten bukanlah barang aneh. Pribumi dan etnis keturunan bisa berbaur secara sosial dgn baik dalam sebuah komplek perumahan. Kerusuhan sosial jarang terjadi di Serang-Banten. c) Faktor Pribadi Rasa bangga jika memiliki rumah tinggal yg bagus di komplek perumahan eksklusif dan berfasilitas bagus. d) Faktor Psikologi Tidak mudah percaya dengan janji-janji. Ingin melihat bukti sebelum mengambil keputusan membeli. Selalu menawar meski sudah diberi harga yang paling miring. Tujuan yang ingin dicapai yaitu: a) Memberikan Kepuasan pada Customer Dengan memegang prinsip “What We Say Is What Customer Get”. Dan hindari “Over Promise Under Delivery”. Artinya, cukup kita janjikan apa yang memang akan direalisasikan dan bisa diberikan kepada
  • 13. 10 customer. Jangan membuat ekspektasi customer melambung terlalu tinggi. Masyarakat Serang-Banten terkenal kritis dan rewel menuntut apa yg pernah dijanjikan saat promosi. b) Menciptakan Value Penuhi kebutuhan (need) dan keinginan (want) customer, itu akan membuat mereka puas. Ciptakan value dengan cara memenuhi harapan- harapan (expectation) customer. Artinya, berikanlah hal yang melebihi kebutuhan dan keinginan customer. Maka keunggulan yg dimiliki BBC akan terlihat. c) Mempertahankan Pelanggan Penuhi kebutuhan dan keinginan customer. Berikan value lebih dengan cara menciptakan value yg bisa customer nikmati dan rasakan. Maka tanpa perlu diminta customer akan loyal terhadap produk BBC, menjadi pelanggan produk BBC, dan tak segan merekomendasikan produk BBC kepada pihak lain. Viral marketing alias getok tular adalah budaya masyarakat Serang-Banten yang puas terhadap produk yang dibelinya. Hal ini juga berlaku sebaliknya. 3. Environment Analysis a) Lingkungan Demografi Dengan asumsi bahwa market yg akan disasar adalah masyarakat kota Serang-Banten, maka berikut dianalisa data demografi kota Serang. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Kisaran 1,1 % pertahun. b) Lingkungan Ekonomi Total tabungan dan deposito yang berhasil dihimpun oleh perbankan di Serang dari dana masyarakat secara perorangan (bukan PT), sebagaimana yg mengendap di BI, rata-rata saldo harian berada pada kisaran nilai Rp. 313 milyar  Non Performance Loan (NPL) Angka rata-rata kredit macet di perbankan Serang-Banten adalah kisaran 2,7%.  Kredit
  • 14. 11 Total Kredit yang disalurkan oleh Perbankan Serang-Banten untuk kredit consumer (khususnya KPR) adalah kisaran Rp. 55 milyar/bulan, dimana penyalur terbesar adalah Mandiri, disusul oleh BTN. Ini menunjukkan sektor properti di Serang-Banten cukup bergairah dan menyimpan potensi.  Inflasi Tak jauh beda dengan tingkat inflasi nasional, yaitu 1,13 %  Income Perkapita Yaitu sebesar Rp. 861.000,- merupakan rasio antara total pendapatan (basic salary) seluruh angkatan kerja dibagi jumlah angkatan kerja. c) Lingkungan Alam  Bahan Baku Material alam (batu, pasir, kayu, dll) mudah diperoleh. Material produk manufactur (semen, genteng, kaca, gypsum dll) mudah diperoleh  Lintasan Jaringan Listrik Dilintasi oleh jaringan listrik tegangan menengah dan Ada 1 tower didalam lokasi  Perubahan Lingkungan Aliran air dari arah perbukitan (kuburan cina) mesti ditangkap dan diarahkan/ditata menuju sungai terdekat. Buangan air dari perumahan sebelah (Kinijaya) yg semula mengarah ke lahan BBC mesti ditata dgn baik. Lahan existing BBC selama 15 th terakhir menjadi resapan tak resmi utk kawasan sekitarnya Penimbunan akan menyebabkan perubahan ekosistem dan tata air. Penimbunan berpotensi sebabkan banjir utk perumahan sebelah yg lebih rendah lokasinya. d) Lingkungan Teknologi  Jaringan Telepon Kabel Tersedia jaringan telepon kabel yang melintasi tepat didepan lokasi BBC, dan ada rumah kabel dengan ratusan stok sambungan yang
  • 15. 12 bisa diapply dan dimanfaatkan.  Jaringan Telepon Nirkabel Hampir semua sinyal operator seluler baik 3G ataupun 4G tertangkap dengan baik di lokasi BBC.  Jaringan Internet Dengan memanfaatkan jaringan telepon kabel ataupun nirkabel, sambungan internet bukan hal yang sulit untuk disediakan.  Jaringan Televisi Hampir semua sinyal televisi nasional dan lokal bisi ditangkap dengan sangat baik di lokasi BBC tanpa perlu menggunakan perangkat antena tambahan e) Lingkungan Sosio Kultural  BBC berbatasan langsung dengan UIN (Universitas Islam Negeri) Banten yg kental nuansa pendidikan dan agamis nya.  BBC berbatasan langsung dengan perumahan Kinijaya yang terkenal sebagai pemukiman para mantan-mantan pejabat Pemkot dan Pemprov di tahun 2000-an. Karakternya sangat konservatif dan sulit diajak berpandangan maju.  BBC berada dalam area pengaruh ormas-ormas yang kuat dan besar di Serang-Banten, yang harus “didekati” dan dijalin komunikasi dengan baik. 4. Competitor Analysis Pemasok Produk Perumahan Yang Diperhitungkan ; Graha Wahid  Hanya berjarak 200 m dari BBC  Total lahan 13 ha, sisa tinggal 3 ha  Fasilitas bagus (club house, kolam renang, lap. Tenis dll)  Segmen middle up  Harga Jual (sebelum PPN) ; T – 45 / 90 Rp. 217.000.000,-
  • 16. 13 T – 50 / 105 Rp. 247.500.000,- T – 80 / 144 Rp. 386.000.000,- T – 132 / 180 Rp. 544.000.000,- Kesimpulan : 1 Lt ; bang = Rp. 1,6 Jt/m2 tanah = Rp. 1,5 Jt/m2 2 Lt ; bang = Rp. 2 Jt/m2 tanah = Rp. 1,5 Jt/m2 Tamansari Majapahit  Hanya berjarak 4 km dari BBC, di jalan raya Majapahit  Total lahan 15 ha  Pengembang PT. Wijaya Karya  Fasilitas bagus (club house, kolam renang, lap. Tenis dll) dan dibangun dulu sebelum launching  Segmen middle up  Harga Jual (sebelum PPN) ; T – 75 / 176 Rp. 512.000.000,- T – 90 / 176 Rp. 542.000.000,- T – 152 / 200 Rp. 752.000.000,- Kesimpulan : 1 Lt ; bang = Rp. 2 Jt/m2 tanah = Rp. 2 Jt/m2 2 Lt ; bang = Rp. 2 ,25Jt/m2 tanah = Rp. 2 Jt/m2 Struktur persaingan adalah ”Monoplystic Competition”. Banyak pesaing, tetapi tak ada yang terlalu superior. Dengan strategi yang tepat dan produk yang excellent, diyakini BBC bakal masih mampu bersaing. Untuk itu pilihan menjadi MARKET CHALLENGER dirasa masih realistis, dengan strategi bersaing secara “frontal attacks match competition” (menyerang secara frontal) produk pesaing dengan jenis produk, kualitas, dan harga yang tak jauh berbeda masih memungkinkan utk dilakukan. 2.2. Marketing Strategy 1. Segmentation Dipilih Spesialisasi Selektif. Bermula dari segmen yang luas, lalu diseleksi hingga mengerucut menjadi calon konsumen potensial yang akan disasar.
  • 17. 14 Kota Serang dan sekitarnya.  demografi: Usia 19 s/d 55 th (usia produktif), Etnis Jawa, Sunda, Batak. Income > 6 jt/bln, Keluarga muda memiliki 1 atau 2 anak, dengan atau tanpa pembantu, Pegawai swasta (level manager/pimcab) dan wiraswasta, Pendidikan D3 & S1.  Psikografis: Mengikuti gaya hidup (life style) modern masa kini, konsumtif, dinamis.  Perilaku: Belum punya rumah, ada niat membeli rumah, Sudah punya rumah, tapi ingin pindah ke lingkungan yg lebih baik, Punya kemampuan mengangsur. 2. Targeting Pasar segmen potensial yang akan dijadikan obyek penjualan adalah  Geografis: Berdomisili Atau Bermata-Pencaharian Di Serang Banten  Demografi: usia 30 s/d 45 tahun, etnis jawa & sunda, keluarga muda memiliki 1 atau 2 anak, joint income diatas rp. 6 juta /bln, pekerjaan wiraswasta atau peg. Swasta  Psikografis: menyukai gaya hidup (life style) modern dinamis, mengutamakan privacy, prestige & secure  Perilaku: Ingin pindah ke lingkungan yg lebih baik dan Belum memiliki rumah, dan ingin memiliki rumah di di komplek perumahan, bukan perkampungan penduduk yg umum. 3. Positioning Triple benefit positioning dari BBC yang sengaja diciptakan untuk mengungguli produk pesaing adalah:  Lokasinya sudah strategis, masih dibuat jalan masuk 30 meter. Lebar buangeeet !  Memiliki ikon spesial yang belum ada di kota Semarang, yaitu WATERPARK dengan wahana andalan kolam arus  Membangun image perumahan yang thematic dengan jargon “Serang buangeeet …”, dengan simbol yg popular di benak masyarakat Serang, yaitu; karikatur Surosohan Kesultanan Banten.
  • 18. 15 2.3. Marketing Mix 1. Product  Rumah 2 kamar (T-50/90) = 25%  Rumah 3 kamar (T-65/120) = 55%  Rumah 3+1 kamar (T-125/136) = 15%  Ruko T-40,5/67,5 = 5%  Semua rumah ada carport  Style Minimalis Modern dgn warna cat cerah ceria  Spesifikasi bangunan harus bagus  Kualitas lingkungan & infrastruktur harus bagus (saluran tertutup, listrik bawah tanah, lebar jalan min 8 m, lensekap indah)  Tersedia space utk beraktivitas (playground, lap. Basket, taman aktif dll)  Waterpark dgn wahana andalan kolam arus  Sculpture patung Cheng Ho  Nama2 type; Gedungbatu, Tamanlele, Lawangsewu  Pagar keliling dibuat setinggi 2,4 m dan dilapisi dgn bambu kuning sbg simbol tolak bala (hawa jahat)  Lokasi dibawah jaringan SUTET tidak didirikan bangunan apapun 2. Price Dengan memperhitungkan hal-hal sbb ; - Harga perolehan lahan (netto)= Rp. 500.000,- /m2 Asumsi dari Rp. 300.000,- x efektif 60% - Biaya pematangan lahan = Rp. 300.000,- /m2 Asumsi 1 ha memakan budget Rp. 1,8 milyar - Biaya operasional (OHC) = Rp. 200.000,- /m2 Asumsi umur proyek 48 bulan, dan OHC kisaran Rp. 217 Jt/bulan (ratio 9 % dari omset) - Target perolehan laba = Rp. 500.000,- /m2 Asumsi ekspektasi laba 1 ha = 3 milyar Maka ditetapkan harga jual tanah matang efektif (rata-rata) adalah = Rp.
  • 19. 16 1.500.000,- /m2 - Harga Jual Bangunan 1 Lantai = Rp. 1.400.000,- /m2 - Harga Jual Bangunan 2 Lantai = Rp. 1.600.000,- /m2 - Biaya lain-lain= Rp. 7.500.000,- /unit (Sambung listrik, air, IMB, SHGB, extra provisi) Dengan mempertimbangkan bahwa harga jual pesaing adalah ; GRAHA WAHID Tanah = Rp. 1,5 Jt /m2 Bang 1 Lt = Rp. 1,6 Jt /m2. PLAMONGAN INDAH Tanah = Rp. 1,4 Jt /m2 Bang 2 Lt = Rp. 2 Jt /m2 Bang = Rp. 1,4 Jt /m2. TAMANSARI MAJAPAHIT Tanah = Rp. 2 Jt /m2 Bang = Rp. 2 Jt /m2 Bang 2 Lt = Rp. 2,25 Jt/m2. Maka penetapan harga jual BBC tadi masih sangat rasional dan kompetitif. Mengorbankan 20% dari luas lahan efektif dgn harga under value juga bertujuan utk mengeduk cash money didepan guna mengcover terbatasnya modal kerja yg disediakan. Sehingga progres lancar, karena didukung cashflow yg sehat 3. Place Dimana customer berada, disitu kita jualan. Tempat Penjualan Utama Customer biasanya datang ke lokasi proyek, lalu ingin mendapatkan informasi. Artinya jualan paling efektif adalah di lokasi proyek. Karena itu Kantor Pemasaran BBC berada tepat didepan lokasi proyek. Bahkan dalam 1 tahun kedepan diharapkan sudah berkantor di Club House yg dibangun. Tempat Penjualan Alternatif Untuk memperbanyak prospek atau pro aktif menjemput prospek, maka bisa juga membuka tempat jualan (counter pemasaran) tidak permanen di mall- mall dalam event pameran atau open table di instansi-instansi yg diperkirakan ada calon customer potensial. Bisa juga memanfaatkan kantor Agen Properti yang digandeng sebagai mitra. Untuk mengantar produk BBC agar sampai kepada customer atau pengguna akhir, maka dipilih saluran pemasaran sbb ;  Saluran Pemasaran Langsung Membuka kantor pemasaran in house langsung didepan lokasi proyek,
  • 20. 17 dengan memakai sales force yang dioptimalkan utk peran sales di front office sekaligus sales kanvas jika diperlukan. Membuka stand pameran di mall, mendekatkan diri ke target customer. Kontribusi saluran pemasaran langsung ini diperkirakan mencapai 95%  Saluran Pemasaran Perantara Saluran ini hanya sebagai alternatif jika saluran langsung kurang optimal atau tak mampu mengakses beberapa calon customer yg diluar jangkauan. Agen Properti serta Mediator Freelance akan dirangkul serta difungsikan menjadi saluran pemasaran perantara untuk mengantar produk BBC agar sampai ke calon customer yg mampu mereka jangkau. Jumlah perantara seperlunya sesuai kebutuhan, dan perantara tidak memiliki kebijakan harga khusus atau hak teritorial khusus. Hubungan serta tanggung jawab hanya ada dalam bentuk nilai fee 1% serta waktu. 4. Promotion  Menentukan Tujuan Tujuan Promosi adalah agar seluruh masyarakat kota Semarang (terutama target market) TAHU tentang keunggulan produk ruko & rumah yg dipasarkan oleh BBC. Setelah tahu, mereka terus mengINGATnya. Karena sudah tahu dan selalu ingat, maka diharapkan target market tsb akan DATANG ke lokasi BBC  Menentukan Budget Budget dialokasikan 2,5% dari omset, dengan nominal kisaran Rp. 2,8 Milyar untuk 48 bulan, alias Rp. 710 Jt/tahun (Rp. 59 Jt/bln). 60% budget dialokasikan pada tahun ke-1 & ke-2. Budget tersebut diluar alokasi untuk fee marketing atau fee perantara  Mengembangkan Strategi Iklan Advertising - Mencetak dan membagi brosur, leaflet, flyer - Memasang iklan di harian Suara Merdeka, Indopos, Kompas Jateng, Wawasan - Memasang balon udara
  • 21. 18 - Memasang billboard atau giant banner minimal 2 titik - Memasang signboard (penunjuk arah lokasi) Sales Promotion - Memberi diskon khusus utk saat2 tertentu (Imlek, proklamasi, Valentine dll) - Membuat program khusus berupa “bantuan UM‟ atau “subsidi KPR‟ di waktu khusus Trade Promotion - Mengikuti pameran minimal 4x setahun di mall - Mengadakan event besar minimal 1x setahun, misal; pemecahan rekor MURI atau event spektakuler yg datangkan min 5.000 orang - Mengadakan event kecil (semacam Open House atau FamilyFestival) minimal 6x setahun Public Relations & Publisitas - Mengadakan gathering dgn komunitas2 khusus misal; notaris, perbankan, Rotary Club, dll - Peduli dan mendukung ikon2 kota Serang, misal; jadi donatur Perserang - Memasang advetorial atau adakan pers conference Direct Marketing - Dilakukan di front office Online Marketing - Di website www.kinerjagroup.com 2.4. Financial Plans Rencana Penerimaan Penjualan Rumah T-50/90 (89 unit) Rp. 19.730.000.000,- Penjualan Rumah T-65/120 (178) unit Rp. 55.120.000.000,- Penjualan Rumah T-125/136 (51 unit) Rp. 22.825.000.000,- Penjualan Ruko Standard (12 unit) Rp. 2.830.000.000,- Penjualan Ruko Hook (6 unit) Rp. 2.330.000.000,- Penjualan Kelebihan Tanah Rp. 10.725.000.000,-
  • 22. 19 Penjualan Clubhouse Rp. 2.300.000.000,- T o t a l Rp. 115.860.000.000,- Estimasi Umur Proyek 48 Bulan Proyek Dimulai Mei 2018 Estimasi Proyek Selesai April 2022 Rencana Pengeluaran Pembayaran Tanah kpd PT. PKS Rp. 25.944.000.000,- Pematangan Lahan (infrastruktur) Rp. 15.480.000.000,- Biaya Bangunan 336 unit Rp. 35.667.000.000,- Biaya legal, utilitas, dll Rp. 2.520.000.000,- Biaya dibayar dimuka (OHC) OHC Persiapan Kantor & Inventaris Rp. 774.000.000,- OHC Operasional Kantor Rp. 2.064.000.000,- OHC Promosi Pemasaran Rp. 2.838.000.000,- OHC Gaji Karyawan Rp. 3.096.000.000,- OHC Bonus (reward) Karyawan Rp. 1.677.000.000,- T o t a l Rp. 90.060.000.000,- Laba Kotor (Before Tax) Rp. 25.800.000.000,- PPH (Progresif, asumsi 30%) Rp. 7.740.000.000,- Laba Bersih Rp. 18.060.000.000,- Bagian PT. Putra kinerja (60%) Rp. 10.836.000.000,- Bagian PT. Puri Kinasih Sentosa (40%) Rp. 7.224.000.000,- BEP (Break Event Point) 24 Bulan 2.5. Objective  Ekspektasi Laba 1 Ha = Rp. 3.000.000.000,- Jika luas lahan 8,6 ha, maka target laba adalah Rp. 25,8 Milyar  Kebutuhan modal kerja Modal maksimal Rp. 5.000.000.000,- Modal kembali (BEP), maksimal 24 Bulan  Umur Proyek selesai maksimal 48 Bulan
  • 23. 20 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan dan Saran Suatu bentuk permukiman yang ideal di kota merupakan pertanyaan yang menghendaki jawaban yang bersifat komprehensif, sebab perumahan dan permukiman menyangkut kehidupan manusia termasuk kebutuhan manusia yang terdiri dari berbagai aspek. Sehingga dapat dirumuskan secara sederhana tentang ketentuan yang baik untuk suatu permukiman yaitu harus memenuhi sebagai berikut: a) Lokasinya sedemikian rupa sehingga tidak terganggu oleh kegiatan lain seperti pabrik, yang umumnya dapat memberikan dampak pada pencemaran udara atau pencemaran lingkungan lainnya. b) Mempunyai akses terhadap pusat-pusat pelayanan seperti pelayanan pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan lain-lain. c) Mempunyai fasilitas drainase, yang dapat mengalirkan air hujan dengan cepat dan tidak sampai menimbulkan genangan air walaupun hujan yang lebat sekalipun. d) Mempunyai fasilitas penyediaan air bersih, berupa jaringan distribusi yang siap untuk disalurkan ke masing-masing rumah. e) Dilengkapi dengan fasilitas air kotor/ tinja yang dapat dibuat dengan sistem individual yaitu tanki septik dan lapangan rembesan, ataupun tanki septik komunal. f) Permukiman harus dilayani oleh fasilitas pembuangan sampah secara teratur agar lingkungan permukiman tetap nyaman. g) Dilengkapi dengan fasilitas umum seperti taman bermain bagi anak-anak, lapangan atau taman, tempat beribadat, pendidikan dan kesehatan sesuai dengan skala besarnya permukiman itu. h) Dilayani oleh jaringan listrik dan telepon
  • 24. 21 DAFTAR PUSTAKA http://xisuca.blogspot.sg/2010/06/definisi-perumahan-dan-rumah.html, diakses 14 Mei 2018. https://www.slideshare.net/sbbarrahmah/marketing-plan-for-property, diakses 14 Mei 2018