SlideShare a Scribd company logo
1 of 14
Download to read offline
LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah
Nama Mahasiswa : NURHASAN
NIM : 201500898011
Asal Institusi : SMP ISLAM NURUSSALAM
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
1 Kurangnya interaksi antara guru dan siswa
dalam proses pembelajaran (Teacher
Centered):
1. Kurangnya interaksi aktif antara guru dan
siswa dalam proses pembelajaran. Guru
cenderung menjadi pusat perhatian dan
siswa kurang terlibat secara aktif dalam
proses pembelajaran
2. Guru lebih memilih untuk menerapkan
pembelajaran konvensional
3. Guru kurang memahami penerapan
model-model pembelajaran interaktif
Kurangnya pengetahuan
guru tentang model-
model pembelajaran
inovatif
Kajian Literatur:
1. Untuk mencapai keberhasilan
pendidikan dan meningatkan mutu
pendidikan, guru harus memiliki
kompetensi yang memadai. Adapun
kompetensi yang harus dimiliki oleh
guru adalah : (1) kompensi pedagogik,
(2) kompetensi kepribadian, (3)
kompetensi profesional dan (4)
kompetensi sosial. Guru yang telah
memiliki kompetensi yang telah
2. Model–model mengajar (teaching
models) adalah blue print mengajar
yang direkayasa sedemikian rupa untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu
pengajaran. Cetak biru (blue print) ini
lazimnya dijadikan pedoman
perencanaan dan pelaksanaan
pengajaran serta evaluasi belajar
3. Menurut Golda Mair (2016)
pembelajaran merupakan kegiatan
rekayasa supaya terjadi peristiwa
belajar, maka pengubahan lingkungan
1. Pemahaman
matematis siswa
yang disebabkan
oleh Student
Anxiety (Kecemasan
siswa) dalam proses
pembelajaran.
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
dan sumber belajar di sini adalah terkait
dengan upaya guru memfasilitasi siswa
untuk berinteraksi dengan lingkungan
dan sumber belajar tersebut. Para guru
diharapkan menjadi masyarakat
memiliki pengetahuan yang luas dan
pemahaman yang mendalam. Di
samping penguasaan materi, guru juga
dituntut memiliki keragaman model
atau strategi pembelajaran, karena
tidak ada satu model pembelajaran
yang dapat digunakan untuk mencapai
tujuan belajar dari topik-topik yang
beragam
Hasil Wawancara:
1. Minimnya pengetahuan guru tentang
model pembelajaran interaktif inovatif
2. Eksplorasi mandiri dari guru masih
kurang
3. Rendahnya motivasi siswa dalam
mengikuti pembelajaran sehingga
menyebabkan siswa kurang aktif dalam
pembelajaran
4. Pembelajarannya kurang memfasilitasi
keaktifan siswa
2 Pemahaman Matematis Siswa masih rendah
terkait dalam pemecahan masalah:
1. Lingkungan belajar yang kurang kondusif.
Student Anxiety
(Kecemasan siswa) dalam
proses pembelajaran.
Kajian Literatur:
1. Menurut Shinta (2019) kecemasan
matematika adalah salah satu faktor
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
2. Ketidakmampuan menghubungkan
matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa mungkin mengalami kesulitan
dalam melihat relevansi matematika
dalam situasi kehidupan nyata.
3. Kurangnya pemahaman konsep dasar
matematika. Siswa mungkin memiliki
kesulitan dalam menguasai konsep dasar
seperti operasi hitung, pecahan, atau
pengukuran
4. Siswa menganggap bahwa Matematika
adalah Pelajaran yang sulit
5. Motivasi belajar siswa masih rendah
yang mempengaruhi prestasi belajar
matematika, faktor tersebut dapat
dipengaruhi oleh beberapa hal, baik
berkaitan dengan faktor intenal
maupun faktor eksternal peserta didik.
Kecemasan matematika merupakan
kondisi yang takut dan khawatir
terhadap pembelajaran matematika,
kecemasan matematika muncul sebagai
respon dari apa yang sedang dihadapi
dalam pembelajaran matematika,
kecemasan matematika dapat muncul
karena dipicu oleh kemampuan siswa
yang kurang dalam matematika,
karakter guru matematika, model
pembelajaran yang digunakan oleh
guru, kesulitan matematika dan tidak
percaya diri
2. Menurut Risma (2016) Kecemasan
matematika merupakan salah satu
hambatan yang sangat serius dalam
pendidikan, serta berkembang pada
anak-anak dan remaja ketika mereka
dalam lingkungan sekolah (Warren Jr,
Rambow, Pascarella, Michel, Schultz,
dan Marcus, 2005). Luo, Wang, dan Luo
(2009) berpendapat bahwa kecemasan
matematika merupakan sejenis
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
penyakit. Secara khusus, kecemasan
matematika mengacu pada reaksi
suasana hati yang tidak sehat, yang
terjadi ketika seseorang menghadapi
persoalan matematika. yang
menunjukkan mereka panik dan
kehilangan akal, depresi, pasrah,
gelisah, takut, dan disertai dengan
beberapa reaksi psikologi, seperti
berkeringat pada wajahnya,
mengepalkan tangan, sakit, muntah,
bibir kering, dan pucat (Luo, Wang, dan
Luo, 2009)
3. Beberapa hasil penelitian menyatakan
bahwa kecemasan matematika
merupakan salah satu faktor yang
memiliki hubungan negatif dengan
prestasi belajar. Clute dan Hembree
(Vahedi dan Farrokhi, 2011)
menemukan bahwa peserta didik yang
memiliki tingkat kecemasan
matematika yang tinggi memiliki
prestasi belajar matematika yang
rendah. Hasil penelitian Daneshamooz,
Alamolhodaei, dan Darvishian (2012)
juga menunjukkan bahwa kecemasan
matematika berkorelasi negatif dengan
kinerja matematika. Sejalan dengan itu,
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
Hellum-Alexander (2010) dalam
penelitiannya menemukan bahwa
kecemasan matematika juga
berpengaruh terhadap kemampuan
matematis dan termasuk di dalamnya
adalah kemampuan pemahaman
matematis
Hasil Wawancara:
1. Mayoritas siswa masih kurang dalam
kemandirian belajar
2. Beberapa siswa kesulitan memahami
materi pelajaran karena penjelasan
guru yang kurang jelas
3. Beberapa siswa mengalami kecemasan
saat mengikuti pembelajaran
4. Beberapa siswa belum menguasai
kemampuan/pengetahuan prasyarat
untuk materi yang diajarkan
3 Kurangnya penerapan HOTS (Higher Order
Thinking Skills) dalam pembelajaran:
1. Fokus yang terlalu banyak pada
pembelajaran faktual daripada proses
berpikir matematis tingkat tinggi
2. Siswa belum terbiasa diberikan soal-soal
HOTS karena seringnya diberikan soal
yang rutin
Guru jarang memberikan
soal HOTS
1. HOTS merupakan suatu proses
berpikir dimana seseorang
menerima pengetahuan baru
kemudian diolah untuk digunakan
dalam pemecahan suatu
permasalahan
2. Kemampuan berpikir tingkat tinggi pada
matematika dapat dikatakan masih
rendah. Hal ini terbukti dari hasil
penelitian (Akbar et al., 2018)yang
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
3. Rendahnya pengetahuan konseptual dan
procedural siswa yang menunjang
penyelesaian soal HOTS
menyatakan bahwa siswa belum
memilikikemampuan dalam
menyelesaikan soal yang dituntut
untuk berpikir tingkat tinggi. Faktor
penyebabnya adalah siswa tidak
terbiasa menyelesaikan soal pada
tingkat tinggi atau HOTS. Akibatnya
banyak kesalahan yang dilakukan siswa
dalam menyelesaikan soal cerita
berbasis HOTS. Penyelesaian masalah
matematis dengan tipe soal cerita
dapat mendorong peserta didik
dalam pengembangan pertanyaan
berjenis HOTS untuk menyelesaikan
persoalan yang telah disuguhkan
(Dosinaeng et al., 2019)
3. Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa kendala dan penyebab hasil
penelitian pengerjaan soal HOTS
rendah diantaranya : 1) siswa tidak
familiar dengan jenis soal sehingga
gagal memahami dan menjelaskan apa
yang diinginkan soal, 2) siswa tidak
dapat mengubah soal kedalam model
matematika, 3) pembelajaran oleh
guru tidak menekankan konsep
matematika, 4) guru kurang paham
akan pembelajaran HOTS 5) guru
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
belum bisa membedakan soal LOTS
dan HOTS 6) buku teks yang belum
mendukung. (Abdullah, Abidin, & Ali,
2015; Abdullah et al., 2017; Tanujaya,
2016; Thompson, 2008)
4. Semua siswa harus diberikan
pembelajaran berkualitas tinggi untuk
meningkatkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi dalam matematika
(Murray, 2011). Berkualitas tinggi
yaitu ketika guru paham akan
pengetahuan yang diberikan dan
paham akan pembelajaran yang
berorientasi HOTS. Terdapat
hubungan yang signifikan antara
pengetahuan dan kemahiran guru
dengan pengajarannya di dalam kelas
(Wilkins, 2008). Sedangkan masih
banyak guru yang masih lemah dalam
memahami pembelajaran HOTS itu
sendiri(Yen & Halili, 2015)
Hasil Wawancara:
1. Guru lebih sering memberikan soal
LOTS pada saat pembelajaran
2. Beberapa siswa keliru memahami soal
3. Beberapa Siswa tidak berusaha lebih
keras dalam menyelesaikan masalah
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
sehingga lebih mengandalkan siswa
yang lebih pandai
4. Guru kesulitan Menyusun soal berbasis
HOTS
4 Kurangnya keterlibatan siswa dalam
pembelajaran inovatif berbasis IT:
1. Rendahnya pengetahuan digitalisasi siswa
2. kurangnya pengetahuan guru tentang
teknologi pembelajaran berbasis IT
3. Kurangnya kemampuan guru dalam
mengintegrasikan teknologi IT kedalam
pembelajaran
Kurangnya kemampuan
guru dalam
mengintegrasikan
teknologi IT kedalam
pembelajaran
Kajian Literatur:
1. Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) merupakan imu pengetahuan
yang berada dalam bidang informasi
menggunakan basis komputer serta
perkembangannya sangat pesat,
(Lantip dan Rianto, 2011:4). Sesuai
dengan pendapat di atas, dapat
diartikan bahwa teknologi informasi
yaitu ilmu pengetahuan yang
memanfaatkan alat komputer
sebagai pengelola dalam bidang
informasi yang perkembangannya
mengalami dampak perubahan yang
sangat pesat di dunia
2. Dalam teknologi informasi dan
komunikasi untuk pemanfaatan
media pembelajaran terdapat tiga
jenis pemanfaatan yang bisa
dilakukan, yakni: 1. Teknologi
informasi dan komunikasi dapat
digunakan sebagai media (alat
bantu) dalam dunia pendidikan, yaitu
hanya sebagai pelengkap dalam
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
membantu memperjelas uraian
materi yang disampaikan., 2.
Teknologi informasi dan komunikasi
dapat digunakan sebagai sumber
informasi dan mencari informasi materi
pembelajaran., 3. Teknologi informasi
dan komunikasi dapatdigunakan
sebagai sistem pemebelajaran
(Abdullah, 2005:413). Dengan adanya
teknologi informasi dan komunikasi
yang memadai, tenaga pendidik dapat
memanfaatkan kemajuan teknologi
yang ada untuk diolah sebagai alat
bantu yang efisien dalam pembelajaran
sebagai inovasi yang baru
3. Keaktifan merupakan suatu hal yang
sangat berperan penting didalam
setiap proses belajar mengajar.
Dengan adanya daya keaktifan dari
siswa didalam proses pembelajaran,
maka siswa sebagai peserta didik lebih
cenderung memiliki rasa ketertarikan
dan semangat yang tinggi dalam
mengikuti proses kegiatan belajar
mengajar. Keaktifan siswa dapat
dijumpai dalam wujud perilaku-
perilaku dan perasaan antusias yang
muncul didalam proses pembelajaran.
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
Salah satu keaktifan siswa didalam
belajar dapat dilihat dari seberapa
besar perasaan senangnya didalam
melaksanakan dan mengikuti proses
belajar
4. Menurut Aisyah (2011) penyikapan
terhadap sarana pendidikan ini, sangat
tergantung pada sumber daya manusia
yang ada dalam sekolah. Tinggi tau
rendahnya sumber daya manusia yang
ada, berpengaruh besar terhadap
pemanfaatan sarana pendidikan.
Kualitas sumber daya manusia guru
yang rendah, akan berbeda cara
pemanfaatan IT dengan sekolah yang
mempunyai sumber daya manusia guru
yang berkualitas. Oleh sebab itu kata
Gerstmer (1995) budaya sekolah sangat
ditentukan oleh kualitas sumber daya
guru
5. Menurut Erwin dkk (2019) Hambatan-
hambatan pengintegrasian TIK dalam
pembelajaran, dapat disimpulkan
dengan dua kelompok, yaitu :
A. Secara Fisik
Secara fisik dapat berupa sarana
dan prasarana yang belum
memadai
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
B. Secara Non-fisik
1) Kepercayaan diri guru kurang
dalam menggunakan TIK
2) Kurangnya kompetensi guru
3) Sikap guru dan resistensi yang
melekat terhadap perubahan
4) Kurangnya akses ke sumber
daya
Hasil Wawancara:
1. Beberapa guru kurang menguasai IT
khususnya guru-guru senior
2. Sarana IT yang kurang memadai
3. Beberapa siswa belum menguasai
penggunaan Laptop/Komputer
4. Aturan penggunaan HP/gadget
disekolah belum diterapkan karena
sekolah berbasis pondok pesantren
5. Guru kesulitan dalam mendesain media
pembelajaran yang berbasis digital
6. Guru masih terbatas pada penggunaan
powerpoint dan video pada saat
pembelajaran
7. Beberapa guru mendapat beban jam
Pelajaran lebih dari 1 tingkat sehingga
kesulitan saat merancang pembelajaran
berbasis IT
5 Assesmen/Penilaian tidak tepat
sasaran/tujuan penilaian
Kurangnya pengetahuan
guru dalam penyusunan
1. Kegiatan proses asesmen/penilaian
bukan semata- mata asesmen belajar
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
1. Ketidaksesuaian antara metode evaluasi
dan tujuan pembelajaran.
2. kurangnya variasi metode evaluasi yang
sesuai dengan tujuan tersebut,
3. ketidaksesuaian antara instrumen evaluasi
yang digunakan dan aspek yang dievaluasi
instrument evaluasi yang
variatif
(assessment of learning) tetapi
asesmen untuk pembelajaran
(assessment for
learning).Penilaian/asesmen tidak lagi
dilihat semata-mata sebagai proses
pengukuran pencapaian kemampuan
peserta didik selama dan di akhir
program, tetapi harus dimanfaatkan
sebagai umpan balik (feed back), untuk
memperbaiki proses pembelajaran,
baik oleh peserta didik maupun
pendidik.
2. Berdasarkan hasil Penelitian yang
dilakukan oleh (Ayuriyanti, 2015)
hambatan yang dialami oleh guru
dalam penilaian pembelajaran yaitu
guru jarang memberikan penilaian
secara langsung saat diskusi
berlangsung, guru mengalami kesulitan
dalam membuat penilaian
keterampilan, selain itu penilaian sikap
menjadi hambatan karena belum ada
patokan untuk menilai suatu sikap
peserta didik.
3. Penelitian yang dilakukan oleh
(Kurebwa dan Nyaruwata, 2013)
kesulitan yang dialami guru disebabkan
karena kurangnya kompetensi yang
No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data
pendukung)
Masalah terpilih yang
akan diselesaikan
dikuasai untuk melaksanakan penilaian
serta pengetahuan yang dimiliki oleh
guru tersebut kurang memadai terkait
cara melakukan asesmen secara
langsung di kelas
4. Kemudian berdasarkan penelitian
(Othman, Norila dan Nurul, 2013) guru
belum sepenuhnya memahami sistem
penilaian yang baik, dan mengalami
kesulitan dalam pengembangan
instrumen penilain sikap, penerapan
penilaian autentik, merancang
penilaian keterampilan dan
mengumpulkan skor dari beberapa
penilaian
Hasil Wawancara:
1. Guru tidak menyusun instrument
penilaian untuk sebagian materi
Pelajaran
2. Guru hanya mengandalkan unduhan
instrument dari internet
3. Sebagian guru hanya Menyusun
instrument saat dilaksanakan PKKS
/akreditasi
4. Guru belum menguasai penyusunan
sebagian instrument penilaian
/assesmen
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah SIklus 2.pdf

More Related Content

Similar to LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah SIklus 2.pdf

Pengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelas
Pengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelasPengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelas
Pengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelasAmalinaAzizah
 
Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika
Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar MatematikaProblem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika
Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematikaguestf6b63af
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxEvasusantie1
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docxMaximusCarlesSeda
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptxMartyaPutri
 
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docxLK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docxyulcepombos36
 
Desain Disaktis Persamaan Garis Lurus
Desain Disaktis Persamaan Garis LurusDesain Disaktis Persamaan Garis Lurus
Desain Disaktis Persamaan Garis LurusSeptiani Maudy
 
LK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docx
LK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docxLK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docx
LK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docxSolihinSolihin35
 
LITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptx
LITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptxLITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptx
LITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptxTiara338326
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdfMarniMarni33
 
LK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdf
LK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdfLK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdf
LK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdfFeryntoNgata
 
LK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdf
LK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdfLK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdf
LK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdfkoes5
 
LK 1 identivikasi maslah siklus 2.docx
LK 1 identivikasi maslah siklus 2.docxLK 1 identivikasi maslah siklus 2.docx
LK 1 identivikasi maslah siklus 2.docxrimaazhar21
 
2013 2-2-84202-411409095-bab2-12032014012827
2013 2-2-84202-411409095-bab2-120320140128272013 2-2-84202-411409095-bab2-12032014012827
2013 2-2-84202-411409095-bab2-12032014012827Cha Aisyah
 
Problematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IX
Problematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IXProblematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IX
Problematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IXZuhdha Basofi Nugroho
 
LK 1.2 Dadan Gunawan.pdf
LK 1.2 Dadan Gunawan.pdfLK 1.2 Dadan Gunawan.pdf
LK 1.2 Dadan Gunawan.pdfDadanGunawan4
 

Similar to LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah SIklus 2.pdf (20)

Pengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelas
Pengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelasPengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelas
Pengembangan bahan ajar matematika berbasis pemecahan masalah kelas
 
Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika
Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar MatematikaProblem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika
Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
 
yg baru
yg baruyg baru
yg baru
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab masalah.pptx
 
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docxLK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1).docx
 
Desain Disaktis Persamaan Garis Lurus
Desain Disaktis Persamaan Garis LurusDesain Disaktis Persamaan Garis Lurus
Desain Disaktis Persamaan Garis Lurus
 
LK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docx
LK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docxLK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docx
LK 1.1 Identifikasi Masalah - Umum.docx
 
LITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptx
LITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptxLITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptx
LITERATURE REVIEW PENYEBAB MASALAH BY HENDRA PURWANTO.pptx
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
 
Problematika matematika
Problematika matematikaProblematika matematika
Problematika matematika
 
Tugas 2 ptk febridawati - sma n 1 batanghari
Tugas 2 ptk febridawati - sma n 1 batanghariTugas 2 ptk febridawati - sma n 1 batanghari
Tugas 2 ptk febridawati - sma n 1 batanghari
 
LK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdf
LK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdfLK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdf
LK 1.2 Ekplorasi Masaalah siklus 2 Kosmas.pdf
 
LK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdf
LK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdfLK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdf
LK. 1.2 INDRI AVISHA S_AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA.pdf
 
LK 1 identivikasi maslah siklus 2.docx
LK 1 identivikasi maslah siklus 2.docxLK 1 identivikasi maslah siklus 2.docx
LK 1 identivikasi maslah siklus 2.docx
 
Penilaian kompetensi guru Ahmadi, s.pd
Penilaian kompetensi guru Ahmadi, s.pd Penilaian kompetensi guru Ahmadi, s.pd
Penilaian kompetensi guru Ahmadi, s.pd
 
2013 2-2-84202-411409095-bab2-12032014012827
2013 2-2-84202-411409095-bab2-120320140128272013 2-2-84202-411409095-bab2-12032014012827
2013 2-2-84202-411409095-bab2-12032014012827
 
Problematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IX
Problematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IXProblematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IX
Problematika Pembelajaran Statistika siswa SMP kelas IX
 
LK 1.2 Dadan Gunawan.pdf
LK 1.2 Dadan Gunawan.pdfLK 1.2 Dadan Gunawan.pdf
LK 1.2 Dadan Gunawan.pdf
 

Recently uploaded

Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Kanaidi ken
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Kanaidi ken
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Apothecary Indonesia Persada
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++BayuYudhaSaputra
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxafkarzidan98
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Kanaidi ken
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...AgusBuntara1
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 

Recently uploaded (20)

Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN  PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
AKSI NYATA IKLIM SEKOLAH AMAN PERUNDUNGAN oleh Agus Buntara, SD NEGERI WANGK...
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 

LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah SIklus 2.pdf

  • 1. LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah Nama Mahasiswa : NURHASAN NIM : 201500898011 Asal Institusi : SMP ISLAM NURUSSALAM No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan 1 Kurangnya interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Teacher Centered): 1. Kurangnya interaksi aktif antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Guru cenderung menjadi pusat perhatian dan siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran 2. Guru lebih memilih untuk menerapkan pembelajaran konvensional 3. Guru kurang memahami penerapan model-model pembelajaran interaktif Kurangnya pengetahuan guru tentang model- model pembelajaran inovatif Kajian Literatur: 1. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan dan meningatkan mutu pendidikan, guru harus memiliki kompetensi yang memadai. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah : (1) kompensi pedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi profesional dan (4) kompetensi sosial. Guru yang telah memiliki kompetensi yang telah 2. Model–model mengajar (teaching models) adalah blue print mengajar yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pengajaran. Cetak biru (blue print) ini lazimnya dijadikan pedoman perencanaan dan pelaksanaan pengajaran serta evaluasi belajar 3. Menurut Golda Mair (2016) pembelajaran merupakan kegiatan rekayasa supaya terjadi peristiwa belajar, maka pengubahan lingkungan 1. Pemahaman matematis siswa yang disebabkan oleh Student Anxiety (Kecemasan siswa) dalam proses pembelajaran.
  • 2. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan dan sumber belajar di sini adalah terkait dengan upaya guru memfasilitasi siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan dan sumber belajar tersebut. Para guru diharapkan menjadi masyarakat memiliki pengetahuan yang luas dan pemahaman yang mendalam. Di samping penguasaan materi, guru juga dituntut memiliki keragaman model atau strategi pembelajaran, karena tidak ada satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan belajar dari topik-topik yang beragam Hasil Wawancara: 1. Minimnya pengetahuan guru tentang model pembelajaran interaktif inovatif 2. Eksplorasi mandiri dari guru masih kurang 3. Rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran 4. Pembelajarannya kurang memfasilitasi keaktifan siswa 2 Pemahaman Matematis Siswa masih rendah terkait dalam pemecahan masalah: 1. Lingkungan belajar yang kurang kondusif. Student Anxiety (Kecemasan siswa) dalam proses pembelajaran. Kajian Literatur: 1. Menurut Shinta (2019) kecemasan matematika adalah salah satu faktor
  • 3. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan 2. Ketidakmampuan menghubungkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mungkin mengalami kesulitan dalam melihat relevansi matematika dalam situasi kehidupan nyata. 3. Kurangnya pemahaman konsep dasar matematika. Siswa mungkin memiliki kesulitan dalam menguasai konsep dasar seperti operasi hitung, pecahan, atau pengukuran 4. Siswa menganggap bahwa Matematika adalah Pelajaran yang sulit 5. Motivasi belajar siswa masih rendah yang mempengaruhi prestasi belajar matematika, faktor tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, baik berkaitan dengan faktor intenal maupun faktor eksternal peserta didik. Kecemasan matematika merupakan kondisi yang takut dan khawatir terhadap pembelajaran matematika, kecemasan matematika muncul sebagai respon dari apa yang sedang dihadapi dalam pembelajaran matematika, kecemasan matematika dapat muncul karena dipicu oleh kemampuan siswa yang kurang dalam matematika, karakter guru matematika, model pembelajaran yang digunakan oleh guru, kesulitan matematika dan tidak percaya diri 2. Menurut Risma (2016) Kecemasan matematika merupakan salah satu hambatan yang sangat serius dalam pendidikan, serta berkembang pada anak-anak dan remaja ketika mereka dalam lingkungan sekolah (Warren Jr, Rambow, Pascarella, Michel, Schultz, dan Marcus, 2005). Luo, Wang, dan Luo (2009) berpendapat bahwa kecemasan matematika merupakan sejenis
  • 4. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan penyakit. Secara khusus, kecemasan matematika mengacu pada reaksi suasana hati yang tidak sehat, yang terjadi ketika seseorang menghadapi persoalan matematika. yang menunjukkan mereka panik dan kehilangan akal, depresi, pasrah, gelisah, takut, dan disertai dengan beberapa reaksi psikologi, seperti berkeringat pada wajahnya, mengepalkan tangan, sakit, muntah, bibir kering, dan pucat (Luo, Wang, dan Luo, 2009) 3. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa kecemasan matematika merupakan salah satu faktor yang memiliki hubungan negatif dengan prestasi belajar. Clute dan Hembree (Vahedi dan Farrokhi, 2011) menemukan bahwa peserta didik yang memiliki tingkat kecemasan matematika yang tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang rendah. Hasil penelitian Daneshamooz, Alamolhodaei, dan Darvishian (2012) juga menunjukkan bahwa kecemasan matematika berkorelasi negatif dengan kinerja matematika. Sejalan dengan itu,
  • 5. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan Hellum-Alexander (2010) dalam penelitiannya menemukan bahwa kecemasan matematika juga berpengaruh terhadap kemampuan matematis dan termasuk di dalamnya adalah kemampuan pemahaman matematis Hasil Wawancara: 1. Mayoritas siswa masih kurang dalam kemandirian belajar 2. Beberapa siswa kesulitan memahami materi pelajaran karena penjelasan guru yang kurang jelas 3. Beberapa siswa mengalami kecemasan saat mengikuti pembelajaran 4. Beberapa siswa belum menguasai kemampuan/pengetahuan prasyarat untuk materi yang diajarkan 3 Kurangnya penerapan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam pembelajaran: 1. Fokus yang terlalu banyak pada pembelajaran faktual daripada proses berpikir matematis tingkat tinggi 2. Siswa belum terbiasa diberikan soal-soal HOTS karena seringnya diberikan soal yang rutin Guru jarang memberikan soal HOTS 1. HOTS merupakan suatu proses berpikir dimana seseorang menerima pengetahuan baru kemudian diolah untuk digunakan dalam pemecahan suatu permasalahan 2. Kemampuan berpikir tingkat tinggi pada matematika dapat dikatakan masih rendah. Hal ini terbukti dari hasil penelitian (Akbar et al., 2018)yang
  • 6. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan 3. Rendahnya pengetahuan konseptual dan procedural siswa yang menunjang penyelesaian soal HOTS menyatakan bahwa siswa belum memilikikemampuan dalam menyelesaikan soal yang dituntut untuk berpikir tingkat tinggi. Faktor penyebabnya adalah siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal pada tingkat tinggi atau HOTS. Akibatnya banyak kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berbasis HOTS. Penyelesaian masalah matematis dengan tipe soal cerita dapat mendorong peserta didik dalam pengembangan pertanyaan berjenis HOTS untuk menyelesaikan persoalan yang telah disuguhkan (Dosinaeng et al., 2019) 3. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kendala dan penyebab hasil penelitian pengerjaan soal HOTS rendah diantaranya : 1) siswa tidak familiar dengan jenis soal sehingga gagal memahami dan menjelaskan apa yang diinginkan soal, 2) siswa tidak dapat mengubah soal kedalam model matematika, 3) pembelajaran oleh guru tidak menekankan konsep matematika, 4) guru kurang paham akan pembelajaran HOTS 5) guru
  • 7. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan belum bisa membedakan soal LOTS dan HOTS 6) buku teks yang belum mendukung. (Abdullah, Abidin, & Ali, 2015; Abdullah et al., 2017; Tanujaya, 2016; Thompson, 2008) 4. Semua siswa harus diberikan pembelajaran berkualitas tinggi untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam matematika (Murray, 2011). Berkualitas tinggi yaitu ketika guru paham akan pengetahuan yang diberikan dan paham akan pembelajaran yang berorientasi HOTS. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kemahiran guru dengan pengajarannya di dalam kelas (Wilkins, 2008). Sedangkan masih banyak guru yang masih lemah dalam memahami pembelajaran HOTS itu sendiri(Yen & Halili, 2015) Hasil Wawancara: 1. Guru lebih sering memberikan soal LOTS pada saat pembelajaran 2. Beberapa siswa keliru memahami soal 3. Beberapa Siswa tidak berusaha lebih keras dalam menyelesaikan masalah
  • 8. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan sehingga lebih mengandalkan siswa yang lebih pandai 4. Guru kesulitan Menyusun soal berbasis HOTS 4 Kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran inovatif berbasis IT: 1. Rendahnya pengetahuan digitalisasi siswa 2. kurangnya pengetahuan guru tentang teknologi pembelajaran berbasis IT 3. Kurangnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi IT kedalam pembelajaran Kurangnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi IT kedalam pembelajaran Kajian Literatur: 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan imu pengetahuan yang berada dalam bidang informasi menggunakan basis komputer serta perkembangannya sangat pesat, (Lantip dan Rianto, 2011:4). Sesuai dengan pendapat di atas, dapat diartikan bahwa teknologi informasi yaitu ilmu pengetahuan yang memanfaatkan alat komputer sebagai pengelola dalam bidang informasi yang perkembangannya mengalami dampak perubahan yang sangat pesat di dunia 2. Dalam teknologi informasi dan komunikasi untuk pemanfaatan media pembelajaran terdapat tiga jenis pemanfaatan yang bisa dilakukan, yakni: 1. Teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan sebagai media (alat bantu) dalam dunia pendidikan, yaitu hanya sebagai pelengkap dalam
  • 9. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan membantu memperjelas uraian materi yang disampaikan., 2. Teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan sebagai sumber informasi dan mencari informasi materi pembelajaran., 3. Teknologi informasi dan komunikasi dapatdigunakan sebagai sistem pemebelajaran (Abdullah, 2005:413). Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang memadai, tenaga pendidik dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada untuk diolah sebagai alat bantu yang efisien dalam pembelajaran sebagai inovasi yang baru 3. Keaktifan merupakan suatu hal yang sangat berperan penting didalam setiap proses belajar mengajar. Dengan adanya daya keaktifan dari siswa didalam proses pembelajaran, maka siswa sebagai peserta didik lebih cenderung memiliki rasa ketertarikan dan semangat yang tinggi dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Keaktifan siswa dapat dijumpai dalam wujud perilaku- perilaku dan perasaan antusias yang muncul didalam proses pembelajaran.
  • 10. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan Salah satu keaktifan siswa didalam belajar dapat dilihat dari seberapa besar perasaan senangnya didalam melaksanakan dan mengikuti proses belajar 4. Menurut Aisyah (2011) penyikapan terhadap sarana pendidikan ini, sangat tergantung pada sumber daya manusia yang ada dalam sekolah. Tinggi tau rendahnya sumber daya manusia yang ada, berpengaruh besar terhadap pemanfaatan sarana pendidikan. Kualitas sumber daya manusia guru yang rendah, akan berbeda cara pemanfaatan IT dengan sekolah yang mempunyai sumber daya manusia guru yang berkualitas. Oleh sebab itu kata Gerstmer (1995) budaya sekolah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya guru 5. Menurut Erwin dkk (2019) Hambatan- hambatan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran, dapat disimpulkan dengan dua kelompok, yaitu : A. Secara Fisik Secara fisik dapat berupa sarana dan prasarana yang belum memadai
  • 11. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan B. Secara Non-fisik 1) Kepercayaan diri guru kurang dalam menggunakan TIK 2) Kurangnya kompetensi guru 3) Sikap guru dan resistensi yang melekat terhadap perubahan 4) Kurangnya akses ke sumber daya Hasil Wawancara: 1. Beberapa guru kurang menguasai IT khususnya guru-guru senior 2. Sarana IT yang kurang memadai 3. Beberapa siswa belum menguasai penggunaan Laptop/Komputer 4. Aturan penggunaan HP/gadget disekolah belum diterapkan karena sekolah berbasis pondok pesantren 5. Guru kesulitan dalam mendesain media pembelajaran yang berbasis digital 6. Guru masih terbatas pada penggunaan powerpoint dan video pada saat pembelajaran 7. Beberapa guru mendapat beban jam Pelajaran lebih dari 1 tingkat sehingga kesulitan saat merancang pembelajaran berbasis IT 5 Assesmen/Penilaian tidak tepat sasaran/tujuan penilaian Kurangnya pengetahuan guru dalam penyusunan 1. Kegiatan proses asesmen/penilaian bukan semata- mata asesmen belajar
  • 12. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan 1. Ketidaksesuaian antara metode evaluasi dan tujuan pembelajaran. 2. kurangnya variasi metode evaluasi yang sesuai dengan tujuan tersebut, 3. ketidaksesuaian antara instrumen evaluasi yang digunakan dan aspek yang dievaluasi instrument evaluasi yang variatif (assessment of learning) tetapi asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning).Penilaian/asesmen tidak lagi dilihat semata-mata sebagai proses pengukuran pencapaian kemampuan peserta didik selama dan di akhir program, tetapi harus dimanfaatkan sebagai umpan balik (feed back), untuk memperbaiki proses pembelajaran, baik oleh peserta didik maupun pendidik. 2. Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan oleh (Ayuriyanti, 2015) hambatan yang dialami oleh guru dalam penilaian pembelajaran yaitu guru jarang memberikan penilaian secara langsung saat diskusi berlangsung, guru mengalami kesulitan dalam membuat penilaian keterampilan, selain itu penilaian sikap menjadi hambatan karena belum ada patokan untuk menilai suatu sikap peserta didik. 3. Penelitian yang dilakukan oleh (Kurebwa dan Nyaruwata, 2013) kesulitan yang dialami guru disebabkan karena kurangnya kompetensi yang
  • 13. No Hasil eksplorasi penyebab masalah akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung) Masalah terpilih yang akan diselesaikan dikuasai untuk melaksanakan penilaian serta pengetahuan yang dimiliki oleh guru tersebut kurang memadai terkait cara melakukan asesmen secara langsung di kelas 4. Kemudian berdasarkan penelitian (Othman, Norila dan Nurul, 2013) guru belum sepenuhnya memahami sistem penilaian yang baik, dan mengalami kesulitan dalam pengembangan instrumen penilain sikap, penerapan penilaian autentik, merancang penilaian keterampilan dan mengumpulkan skor dari beberapa penilaian Hasil Wawancara: 1. Guru tidak menyusun instrument penilaian untuk sebagian materi Pelajaran 2. Guru hanya mengandalkan unduhan instrument dari internet 3. Sebagian guru hanya Menyusun instrument saat dilaksanakan PKKS /akreditasi 4. Guru belum menguasai penyusunan sebagian instrument penilaian /assesmen