SlideShare a Scribd company logo
1 of 27
Nama anggota :
Indriati Wigianingsih
Isnaeni Aprilia
Linda Ratna Dewi

A. KUALIATAS PRIBADI
Kualitas konselor adalah semua kriteria keunggulan
termasuk pribadi, pengetahuan, wawasan,
keterampilan dan nilai-nilai yang dimilikinya yang
akan memudahkannya dalam menjalankan proses
konseling sehingga mencapai tujuan dengan
berhasil (efektif)

Kualitas pribadi konselor adalah kriteria yang
menyangkut segala aspek kepribadian yang amat
penting dan menentukan keefektifan konselor jika
dibandingkan dengan pendidikan dan latihan yang
ia peroleh

1. Hasil Penelitian
Beberapa pakar konseling telah mengadakan
penelitian seperti Carkhuff dan Truax (1965) , Waren
(1960), Virginia Satir (1967). Semua pakar tersebut
menemukan dari penelitiannya bahwa keefektifan
konselor banyak ditentukan oleh kualitas pribadinya
Untuk membuktikan hal ini beberapa tokoh
konseling telah mengadakan penelitian, demikian
juga tokoh-tokoh praktisi bidang ini

Berikut ini akan dikemukaan kualitas pribadi
konselor efektif menurut para praktisi di lapangan
sesuai dengan hasil pengamatan dan wawancara
Perez (1979)
2. Pendapat Para
Praktisi

Konselor pertama: seorang doktor psikologi,
wanita, dosen, dan membuka praktik konseling di
masyarat.
Konselor kedua : doktor psikologi, laki-laki,dosen,
melakukan praktik pribadi.
Konselor ketiga: seorang doktor psikologi,laki-
laki,direktur klinik kesehatan masyarakat dan
melakukan praktik pribadi.
Konselor Keempat: doktor psikologi,laki-laki,
dosen, praktik pribadi.
Konselor kelima : seorang doktor psikologi,
profesor, doktor sekoalah, praktik pribadi.
Konselor keenam: master pekerja sosial (master of
social, worker), laki-laki, pekerja sosial pada
klinik kesehatan masyarakat, praktik pribadi
konseling keluarga.
Seorang konselor efektif harus memiliki derajat
fleksibilitas emosional dan kognisi terutama
kemampuan dalam memikirkan berbagai
alternatif dan intervensi terhadap perubahan
emosional anggota keluarga. Dan kuncinya
adalah humor.
3. Peran Humor
Humor dianggap oleh umum memmpunyai
kekuatan efektif untuk membantu klien jika
digunakan konselor. Namun hal ini amat sedikit
bukti penelitiannya. Hasil penelitian Lebrentz (1973),
membuktikan bahwa rasa humor konselor amat
membantu perubahan perilaku klien yang
terganggu.

Kriteria utama tetap bahwa konselor harus lulusan
S2 dengan berpengalaman mengajar (sertifikat)
dan pengalaman praktik (sertifikat). Untuk
menghadapi perubahan-perubahan yang cepat
tadi, bentuk pelatihan konselor untuk menjadi
profesional, disesuaikan dengan keadaan.
Sehingga muncul spesisialisasi.
B. Pendidikan dan Latihan
Calon Konselor

Ada beberapa latihan khusus untuk membentuk
kepribadian konselor. Yaitu melatihkan sifat-sifat
konselor yanng dibutuhkan klien agar dalam
hubungan konseling konselor menjadi efektif untuk
mencapai tujuan konseling.

Di dalam empati konselor haarus dapat
merasakan apa yang dirasakn oleh klien.
Untuk mencapai tujuan tujuan tersebut,
latihan empati merupakan latihan terpenting
untuk membina kepribadian konselor agar
mampu berkomunikasi dengan klien dan
dapat merasakan apa yang dirasakan klien.
Keberhasilan empati adalah jika klien dapat
memahami empati konselor, sehingga dia
percaya diri untuk mengembangkan diri dan
memecahkan masalahnya.
1. Latihan Empati

Bentuk latihan empati bagi konselor
a. Mengosongkan pikiran
b. Bermain peran
c. Latihan kesadaran dan mendengarkan
d. Mengecek pendengaran
e. Latihan terbuka

Suatu pedekatan psikologis antar pribadi yang ditandai
oleh perilaku : (1) perasaan bersahabat penuh
perhatian perhatian (2) baik budi, ramah, mudah
senyum dan kontak mata (3) menerima tanpa syarat
Landasan perilaku konselor yaitu carring
memancarkan perilaku peduli terhadap
kesejahteraan klien, bersikap jujur/asli dan
mempunyai rasa kasih sayang.
2. Kehangatan

Yang dimaksud penghargaan positif dan respek adalah
bahwa konselor menghargai apa saja yang bernilai
pada diri klien.
Penghargaan adalah tanpa syarat dan tanpa menilai
klien konselor menghargai kebebasan kllien untuk
menjadi dirinya sendiri.
3. Penghargaan positif
dan respek

Agar komunikasi klien akurat dan jelas dia harus berusaha
agar tidak spesifik dan tidak kabur. Karena itu konselor
harus berusaha :
1. Mengkonfrontasi klien yang tidak konsisten dan
konfrontasi berhubungan dengan rasa tak mengenakan
klien. Rasa tak mengenakan sering diucapkan klien secara
samar-samar
2. Agar klien mengemukakan perasaannya sekarang dengan
pernyataan konkrit
3. Konselor berusaha memfokuskan maslah klien dari hal-
hal umum ke spesifik
4. Konkrit dan Spesifik

Self-disclosure merupakan pikiran, ide ,dan perasaan
anda tentang hal-hal tersebut terjadi.
5. Keterbukaan Diri

a. Mengatasi kecemasan dengan rencana;
Usaha mengatasi kecemasan adalah
(1) Konselor berkonsentrasi, merenungkan dan
memahami kecemasan secara realistik
(2) Selanjutnya dipilah-pilah sebab-sebab kecemasan
(3) Ditentukan penyebab yang terberat hingga
teringan
(4) Dibuat beberapa alternatif pemecahan masalah
6. Mengendalikan
Kecemasan

Adalah suatu metode untuk mengurangi respons
emosional yang menakutkan, mencemaskan atau
tidak menyenangkan melalui aktivitas-aktivitas yang
bertentangan dengan respon yang menakutkan itu.
b. Metode Desensitiasi

Proses kegiatan penyerahan
1. Berwudhu
2. Berniat melakukan sholat istikharah dua
rekaat
3. Lakukan sholat dua raka’at
4. Berdoa dengan khusu’
c. Mengatasi kecemasan dengan
penyerahkan diri kepada Allah

1. Olahraga yang teratur terutama lari atau jalan
cepat
2. Memperbaiki nutrisi
3. Pikirkan jalan keluar masalah
4. Bersikap sosial dan memperbanyak relasi sosial
5. Periksa fungsi thyranoid
6. Periksa obat-obatan yang dimakan
d. Memperbaiki
konsentrasi

Adalah kecocokan emosional konselor dengan
penampilannya dan kecocokan emosi dalam
melakukan empati terhadap klien
e. Kecocokan emosional

Cara melatih kontrol emosi:
1. Mengamati perilaku, emosi, ucapan-ucapan, diri
sendiri
2. Menahan diri untuk marah, jengkel, sombong,
dengan mengontrol melalui mimik muka dan
bahasa tubuh lainnya
3. Membuka diri terhadap kritik orang lain termasuk
klien
4. Menilai diri dan menerima penilaian orang lain
f. Kontrol emosi

Berikut ini akan dikemukakan beberapa latihan
intelektual yang dianggap penting.
a. Latihan Intuisi
b. Latihan kemampuan dramatik
c. Kemampuan humor
d. Latihan sikap fleksibel
7. Aspek Intelektual

Berikut pola-pola komunikasi konselor
(1) Tingkat keterlibatan rendah
(2) Tingkat keterlibatan konselor berlebihan
(3) keterlibatan konselor mengacaukan
8. POLA KOMUNIKASI
KONSELOR

Menurut Ferber (1972) ada empat tingkat program
latihan
(1) Pengantar dan orientasi konseling
(2) Pengamatan terhadap praktik lapangan yang
dilakukan trainee
(3) Latihan konseling mikro
(4) Latihan konseling makro
C. LATIHAN BAGI CALON
KONSELOR KELUARGA


More Related Content

What's hot

Sesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan Sukan
Sesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan SukanSesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan Sukan
Sesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan SukanRickie Ugie
 
Ciri ciri kaunselor yang profesional-1
Ciri ciri kaunselor yang profesional-1Ciri ciri kaunselor yang profesional-1
Ciri ciri kaunselor yang profesional-1mananaga
 
01 pengenalan kaunseling
01 pengenalan kaunseling01 pengenalan kaunseling
01 pengenalan kaunselingridzuangrik
 
EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)
EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)
EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)Stephanie Unsil
 
Kemahiran Kaunseling Kelompok
Kemahiran Kaunseling Kelompok Kemahiran Kaunseling Kelompok
Kemahiran Kaunseling Kelompok HELENA AIREEN
 
Definisi kaunseling
Definisi kaunselingDefinisi kaunseling
Definisi kaunselingguestd56616
 
Dinamika kelompok cpns oki
Dinamika kelompok cpns okiDinamika kelompok cpns oki
Dinamika kelompok cpns okihoyin rizmu
 
Apa itu kaunseling
Apa itu kaunselingApa itu kaunseling
Apa itu kaunselinghany_zulfa
 
POWER POINT PSIKOLOGI KONSELING
POWER POINT PSIKOLOGI KONSELINGPOWER POINT PSIKOLOGI KONSELING
POWER POINT PSIKOLOGI KONSELINGMuhammad_Rijal94
 
Psikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam Konseling
Psikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam KonselingPsikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam Konseling
Psikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam Konselingtianachris
 
kaunseling individu dan kelompok
kaunseling individu dan kelompokkaunseling individu dan kelompok
kaunseling individu dan kelompokzakwan azhar
 
Pertemuan II psikolog konseling
Pertemuan II psikolog konselingPertemuan II psikolog konseling
Pertemuan II psikolog konselingHeri Yanti
 
Rpl Bidang Pribadi
Rpl Bidang PribadiRpl Bidang Pribadi
Rpl Bidang PribadiAfy Luna
 
Konsep dasar konseling
Konsep dasar konselingKonsep dasar konseling
Konsep dasar konselingnovi damayanti
 

What's hot (20)

Sesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan Sukan
Sesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan SukanSesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan Sukan
Sesi Kaunseling - Kesukaran Mengimbangi Akademik dan Sukan
 
Ciri ciri kaunselor yang profesional-1
Ciri ciri kaunselor yang profesional-1Ciri ciri kaunselor yang profesional-1
Ciri ciri kaunselor yang profesional-1
 
Aktivitas bimbingan kelompok
Aktivitas bimbingan kelompokAktivitas bimbingan kelompok
Aktivitas bimbingan kelompok
 
Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling Kelompok
Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling KelompokKonsep Dasar Bimbingan dan Konseling Kelompok
Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling Kelompok
 
01 pengenalan kaunseling
01 pengenalan kaunseling01 pengenalan kaunseling
01 pengenalan kaunseling
 
EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)
EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)
EDU3073 | Kaunseling Kelompok (Bimbingan & Kaunseling)
 
Kemahiran Kaunseling Kelompok
Kemahiran Kaunseling Kelompok Kemahiran Kaunseling Kelompok
Kemahiran Kaunseling Kelompok
 
Konselor
KonselorKonselor
Konselor
 
Pert.II
Pert.IIPert.II
Pert.II
 
Bab 3 kaunselor
Bab 3   kaunselorBab 3   kaunselor
Bab 3 kaunselor
 
Definisi kaunseling
Definisi kaunselingDefinisi kaunseling
Definisi kaunseling
 
Dinamika kelompok cpns oki
Dinamika kelompok cpns okiDinamika kelompok cpns oki
Dinamika kelompok cpns oki
 
Apa itu kaunseling
Apa itu kaunselingApa itu kaunseling
Apa itu kaunseling
 
POWER POINT PSIKOLOGI KONSELING
POWER POINT PSIKOLOGI KONSELINGPOWER POINT PSIKOLOGI KONSELING
POWER POINT PSIKOLOGI KONSELING
 
Psikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam Konseling
Psikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam KonselingPsikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam Konseling
Psikologi konseling - Karaketristik dan Dimensi Hubungan dalam Konseling
 
kaunseling individu dan kelompok
kaunseling individu dan kelompokkaunseling individu dan kelompok
kaunseling individu dan kelompok
 
Pertemuan II psikolog konseling
Pertemuan II psikolog konselingPertemuan II psikolog konseling
Pertemuan II psikolog konseling
 
Rpl Bidang Pribadi
Rpl Bidang PribadiRpl Bidang Pribadi
Rpl Bidang Pribadi
 
Konsep dasar konseling
Konsep dasar konselingKonsep dasar konseling
Konsep dasar konseling
 
Pert.v
Pert.vPert.v
Pert.v
 

Similar to Kualitas Pribadi Konselor

Pendekatan dalam konseling
Pendekatan  dalam konselingPendekatan  dalam konseling
Pendekatan dalam konselingJenyHarianto08
 
Pendekatan dalam konseling
Pendekatan  dalam konselingPendekatan  dalam konseling
Pendekatan dalam konselingJenyHarianto08
 
Nota ringkas edu 3107
Nota ringkas edu 3107Nota ringkas edu 3107
Nota ringkas edu 3107dhuhahuda
 
Hbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunselingHbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunselingajajamelia
 
Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )
Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )
Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )Richard Anderson
 
TEORI-TEORI KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konseling
TEORI-TEORI  KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konselingTEORI-TEORI  KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konseling
TEORI-TEORI KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konselingSitiSara33
 
Hbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunselingHbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunselingajajamelia
 
Modul 7 kaunseling dan stress
Modul 7   kaunseling dan stressModul 7   kaunseling dan stress
Modul 7 kaunseling dan stressMis Faralia
 
KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K) KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K) Kristyawan Sutriyanto
 
Keprofesian bidang bimbingan dan konseling
Keprofesian bidang bimbingan dan konselingKeprofesian bidang bimbingan dan konseling
Keprofesian bidang bimbingan dan konselingYeti Rohayati
 
Teorikaunseling
TeorikaunselingTeorikaunseling
Teorikaunselingeswoo
 
Psikologi individu
Psikologi individuPsikologi individu
Psikologi individusrimunah
 
Pendekatan konseling sfbt
Pendekatan konseling sfbtPendekatan konseling sfbt
Pendekatan konseling sfbtvarizalamir
 

Similar to Kualitas Pribadi Konselor (20)

Pendekatan dalam konseling
Pendekatan  dalam konselingPendekatan  dalam konseling
Pendekatan dalam konseling
 
Pendekatan dalam konseling
Pendekatan  dalam konselingPendekatan  dalam konseling
Pendekatan dalam konseling
 
Nota ringkas edu 3107
Nota ringkas edu 3107Nota ringkas edu 3107
Nota ringkas edu 3107
 
Hbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunselingHbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunseling
 
Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )
Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )
Pendalaman Materi PLPG Bimbingan Konseling ( BK )
 
TEORI-TEORI KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konseling
TEORI-TEORI  KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konselingTEORI-TEORI  KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konseling
TEORI-TEORI KONSELING KELOMPOK pada mata kuliah psikologi konseling
 
BAB II.docx
BAB II.docxBAB II.docx
BAB II.docx
 
Hbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunselingHbef 2203 bimbingan dan kaunseling
Hbef 2203 bimbingan dan kaunseling
 
Modul 7 kaunseling dan stress
Modul 7   kaunseling dan stressModul 7   kaunseling dan stress
Modul 7 kaunseling dan stress
 
Power Point
Power PointPower Point
Power Point
 
KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K) KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL / KONSELING (KIP/K)
 
Modul bk
Modul bkModul bk
Modul bk
 
Modul bk
Modul bkModul bk
Modul bk
 
Keprofesian bidang bimbingan dan konseling
Keprofesian bidang bimbingan dan konselingKeprofesian bidang bimbingan dan konseling
Keprofesian bidang bimbingan dan konseling
 
Isi
IsiIsi
Isi
 
Teorikaunseling
TeorikaunselingTeorikaunseling
Teorikaunseling
 
PRINSIP KONSELING.pptx
PRINSIP KONSELING.pptxPRINSIP KONSELING.pptx
PRINSIP KONSELING.pptx
 
Psikologi individu
Psikologi individuPsikologi individu
Psikologi individu
 
Pendekatan konseling sfbt
Pendekatan konseling sfbtPendekatan konseling sfbt
Pendekatan konseling sfbt
 
Wz manual kaunselor
Wz manual kaunselorWz manual kaunselor
Wz manual kaunselor
 

Recently uploaded

PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdfPPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdfNatasyaA11
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.aechacha366
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...
MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...
MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...YosuaElyakim
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Mata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptx
Mata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptxMata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptx
Mata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptxoperatorsttmamasa
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptP_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptAfifFikri11
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2noviamaiyanti
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfWahyudinST
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptxTina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptxTINAFITRIYAH
 
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptxTeknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptxwongcp2
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 

Recently uploaded (20)

PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdfPPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
PPT IPS Geografi SMA Kelas X_Bab 5_Atmosfer.pptx_20240214_193530_0000.pdf
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...
MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...
MATERI SESI 1a FILSAFAT DAN ETIKA KOMUNIKASI SKOM 4323 - Konsep-konsep Pemiki...
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Mata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptx
Mata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptxMata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptx
Mata Kuliah Etika dalam pembelajaran Kristen.pptx
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptP_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptxTina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
Tina fitriyah - Uji Sampel statistik.pptx
 
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptxTeknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 

Kualitas Pribadi Konselor

  • 1. Nama anggota : Indriati Wigianingsih Isnaeni Aprilia Linda Ratna Dewi
  • 2.  A. KUALIATAS PRIBADI Kualitas konselor adalah semua kriteria keunggulan termasuk pribadi, pengetahuan, wawasan, keterampilan dan nilai-nilai yang dimilikinya yang akan memudahkannya dalam menjalankan proses konseling sehingga mencapai tujuan dengan berhasil (efektif)
  • 3.  Kualitas pribadi konselor adalah kriteria yang menyangkut segala aspek kepribadian yang amat penting dan menentukan keefektifan konselor jika dibandingkan dengan pendidikan dan latihan yang ia peroleh
  • 4.  1. Hasil Penelitian Beberapa pakar konseling telah mengadakan penelitian seperti Carkhuff dan Truax (1965) , Waren (1960), Virginia Satir (1967). Semua pakar tersebut menemukan dari penelitiannya bahwa keefektifan konselor banyak ditentukan oleh kualitas pribadinya Untuk membuktikan hal ini beberapa tokoh konseling telah mengadakan penelitian, demikian juga tokoh-tokoh praktisi bidang ini
  • 5.  Berikut ini akan dikemukaan kualitas pribadi konselor efektif menurut para praktisi di lapangan sesuai dengan hasil pengamatan dan wawancara Perez (1979) 2. Pendapat Para Praktisi
  • 6.  Konselor pertama: seorang doktor psikologi, wanita, dosen, dan membuka praktik konseling di masyarat. Konselor kedua : doktor psikologi, laki-laki,dosen, melakukan praktik pribadi. Konselor ketiga: seorang doktor psikologi,laki- laki,direktur klinik kesehatan masyarakat dan melakukan praktik pribadi. Konselor Keempat: doktor psikologi,laki-laki, dosen, praktik pribadi.
  • 7. Konselor kelima : seorang doktor psikologi, profesor, doktor sekoalah, praktik pribadi. Konselor keenam: master pekerja sosial (master of social, worker), laki-laki, pekerja sosial pada klinik kesehatan masyarakat, praktik pribadi konseling keluarga.
  • 8. Seorang konselor efektif harus memiliki derajat fleksibilitas emosional dan kognisi terutama kemampuan dalam memikirkan berbagai alternatif dan intervensi terhadap perubahan emosional anggota keluarga. Dan kuncinya adalah humor.
  • 9. 3. Peran Humor Humor dianggap oleh umum memmpunyai kekuatan efektif untuk membantu klien jika digunakan konselor. Namun hal ini amat sedikit bukti penelitiannya. Hasil penelitian Lebrentz (1973), membuktikan bahwa rasa humor konselor amat membantu perubahan perilaku klien yang terganggu.
  • 10.  Kriteria utama tetap bahwa konselor harus lulusan S2 dengan berpengalaman mengajar (sertifikat) dan pengalaman praktik (sertifikat). Untuk menghadapi perubahan-perubahan yang cepat tadi, bentuk pelatihan konselor untuk menjadi profesional, disesuaikan dengan keadaan. Sehingga muncul spesisialisasi. B. Pendidikan dan Latihan Calon Konselor
  • 11.  Ada beberapa latihan khusus untuk membentuk kepribadian konselor. Yaitu melatihkan sifat-sifat konselor yanng dibutuhkan klien agar dalam hubungan konseling konselor menjadi efektif untuk mencapai tujuan konseling.
  • 12.  Di dalam empati konselor haarus dapat merasakan apa yang dirasakn oleh klien. Untuk mencapai tujuan tujuan tersebut, latihan empati merupakan latihan terpenting untuk membina kepribadian konselor agar mampu berkomunikasi dengan klien dan dapat merasakan apa yang dirasakan klien. Keberhasilan empati adalah jika klien dapat memahami empati konselor, sehingga dia percaya diri untuk mengembangkan diri dan memecahkan masalahnya. 1. Latihan Empati
  • 13.  Bentuk latihan empati bagi konselor a. Mengosongkan pikiran b. Bermain peran c. Latihan kesadaran dan mendengarkan d. Mengecek pendengaran e. Latihan terbuka
  • 14.  Suatu pedekatan psikologis antar pribadi yang ditandai oleh perilaku : (1) perasaan bersahabat penuh perhatian perhatian (2) baik budi, ramah, mudah senyum dan kontak mata (3) menerima tanpa syarat Landasan perilaku konselor yaitu carring memancarkan perilaku peduli terhadap kesejahteraan klien, bersikap jujur/asli dan mempunyai rasa kasih sayang. 2. Kehangatan
  • 15.  Yang dimaksud penghargaan positif dan respek adalah bahwa konselor menghargai apa saja yang bernilai pada diri klien. Penghargaan adalah tanpa syarat dan tanpa menilai klien konselor menghargai kebebasan kllien untuk menjadi dirinya sendiri. 3. Penghargaan positif dan respek
  • 16.  Agar komunikasi klien akurat dan jelas dia harus berusaha agar tidak spesifik dan tidak kabur. Karena itu konselor harus berusaha : 1. Mengkonfrontasi klien yang tidak konsisten dan konfrontasi berhubungan dengan rasa tak mengenakan klien. Rasa tak mengenakan sering diucapkan klien secara samar-samar 2. Agar klien mengemukakan perasaannya sekarang dengan pernyataan konkrit 3. Konselor berusaha memfokuskan maslah klien dari hal- hal umum ke spesifik 4. Konkrit dan Spesifik
  • 17.  Self-disclosure merupakan pikiran, ide ,dan perasaan anda tentang hal-hal tersebut terjadi. 5. Keterbukaan Diri
  • 18.  a. Mengatasi kecemasan dengan rencana; Usaha mengatasi kecemasan adalah (1) Konselor berkonsentrasi, merenungkan dan memahami kecemasan secara realistik (2) Selanjutnya dipilah-pilah sebab-sebab kecemasan (3) Ditentukan penyebab yang terberat hingga teringan (4) Dibuat beberapa alternatif pemecahan masalah 6. Mengendalikan Kecemasan
  • 19.  Adalah suatu metode untuk mengurangi respons emosional yang menakutkan, mencemaskan atau tidak menyenangkan melalui aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan respon yang menakutkan itu. b. Metode Desensitiasi
  • 20.  Proses kegiatan penyerahan 1. Berwudhu 2. Berniat melakukan sholat istikharah dua rekaat 3. Lakukan sholat dua raka’at 4. Berdoa dengan khusu’ c. Mengatasi kecemasan dengan penyerahkan diri kepada Allah
  • 21.  1. Olahraga yang teratur terutama lari atau jalan cepat 2. Memperbaiki nutrisi 3. Pikirkan jalan keluar masalah 4. Bersikap sosial dan memperbanyak relasi sosial 5. Periksa fungsi thyranoid 6. Periksa obat-obatan yang dimakan d. Memperbaiki konsentrasi
  • 22.  Adalah kecocokan emosional konselor dengan penampilannya dan kecocokan emosi dalam melakukan empati terhadap klien e. Kecocokan emosional
  • 23.  Cara melatih kontrol emosi: 1. Mengamati perilaku, emosi, ucapan-ucapan, diri sendiri 2. Menahan diri untuk marah, jengkel, sombong, dengan mengontrol melalui mimik muka dan bahasa tubuh lainnya 3. Membuka diri terhadap kritik orang lain termasuk klien 4. Menilai diri dan menerima penilaian orang lain f. Kontrol emosi
  • 24.  Berikut ini akan dikemukakan beberapa latihan intelektual yang dianggap penting. a. Latihan Intuisi b. Latihan kemampuan dramatik c. Kemampuan humor d. Latihan sikap fleksibel 7. Aspek Intelektual
  • 25.  Berikut pola-pola komunikasi konselor (1) Tingkat keterlibatan rendah (2) Tingkat keterlibatan konselor berlebihan (3) keterlibatan konselor mengacaukan 8. POLA KOMUNIKASI KONSELOR
  • 26.  Menurut Ferber (1972) ada empat tingkat program latihan (1) Pengantar dan orientasi konseling (2) Pengamatan terhadap praktik lapangan yang dilakukan trainee (3) Latihan konseling mikro (4) Latihan konseling makro C. LATIHAN BAGI CALON KONSELOR KELUARGA
  • 27.