SlideShare a Scribd company logo
Kreatif
Mengungkap rasa
dan realitas
dalam berpuisi
Oleh Rizky Pebriani, M.Pd.
Ciri -Ciri Puisi
1
Topik Pembahasan
Definisi Puisi
2
3 Jenis dan Bentuk Puisi
4 Unsur Puisi
5 Alih Wahana Puisi
Ciri -Ciri Puisi
Sudah siap belajar?
Kita simak dulu video berikut yuuk...
DEFINISI
PUISI
Definisi Puisi
Menurut Waat-Dunton Situmorang (dalam Samosir, 2013), definisi puisi yakni
ungkapan nyata melalui kata-kata indah yang muncul dari pikiran manusia.
Wujud karya sastra dinamakan puisi jika di dalamnya tercapai efek estetik dalam
berbagai unsur bahasa. (Nurgiyantoro, 2010).
H.B. Jassin yang memaparkan bahwa puisi merupakan karya sastra yang diucapkan
dengan perasaan. Puisi juga memiliki pikiran atau gagasan serta tanggapan
terhadap kejadian tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Puisi adalah
ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima,
serta penyusunan larik dan bait. Gubahan dalam bahasa yang
bentuknya dipilih dan ditata secara cermat.
CIRI-CIRI
PUISI LAMA
Ciri puisi lama
Puisi lama terikat dengan aturan, misalnya: peraturan pada jumlah baris per
bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama.
Puisi lama kerap ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama
penulis atau pengarangnya).
Gaya bahasa puisi lama cenderung statis atau tetap. Selain itu, terdapat
pemakaian bahasa klise.
Puisi lama masuk kategori sastra lisan. Hal tersebut dikarenakan puisi lama
disampaikan atau diajarkan dari mulut ke mulut.
1.
2.
3.
4.
CIRI-CIRI
PUISI BARU
Ciri puisi baru
Terdapat nama pengarang.
Bentuk rapi dan simetris.
Menggunakan gaya bahasa yang dinamis.
Berkembang untuk tulisan dan lisan.
Setiap baris terdiri dari sebuah gatra (kesatuan sintaksis) .
Setiap gatra terdiri dari dua kata atau lebih (misal 4-5 suku kata)
Menggunakan pola sajak pantun dan syair, namun ada juga pola
yang lain.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
JENIS PUISI
Puisi baru adalah jenis puisi
yang tidak terlalu terikat kepada
ketentuan jumlah baris, suku
kata maupun rima. Bentuk puisi
baru lebih bebas bila
dibandingkan dengan puisi
lama. Puisi baru terbentuk di
dalam masyarakat baru yang
telah mengalami akulturasi
budaya.
Puisi lama adalah puisi yang
penulisannya masih terikat
oleh peraturan tertentu.
Aturan di dalam puisi lama
berkaitan dengan jumlah kata
atau suku kata dalam tiap
baris, jumlah baris yang
terdapat dalam tiap bait, serta
rima, dan irama
puisi lama
1 puisi baru 2
jenis puisi
JENIS
PUISI LAMA
puisi lama
Mantra
Mantra adalah ujaran lisan dengan rima yang ketat. Penyusunan bunyi-
bunyian tersebut tidak selalu mengedepankan arti. Mantra dimitoskan
memiliki kekuatan gaib, oleh karena itu, jenis puisi ini dijadikan sebagai
bacaan untuk mengobati orang sakit.
Pantun
Pantun merupakan jenis puisi yang memiliki bentuk dan pola yang
tetap. Bentuknya empat baris untuk tiap baitnya. Masing-masing baris
berpolakan a-b-a-b. Tiap baris tersebut, terdiri dari 8-12 suku kata.
Dalam pantun, dua baris berikutnya disebut isi. Pantun berdasarkan
isinya dibagi menjadi pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-
teki, dan jenaka.
puisi lama
Karmina
Karmina merupakan sejenis pantun tetapi isinya lebih pendek. Bentuknya
yang pendek membuat karmina juga disebut sebagai pantun kilat.
Jenis puisi ini juga memiliki pola yang tetap yang terdiri dari dua baris. Baris
pertama dalam karmina disebut sampiran dan baris kedua disebut isi.
Seloka
Seloka merupakan puisi dengan pola a-a-a-a yang memiliki sampiran dan
sisi. Namun selebihnya, seloka mirip dengan pantun.
puisi lama
Gurindam
Gurindam merupakan jenis puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari
dua baris dengan pola a-a-a-a. Isi gurindam adalah nasihat atau petuah.
Syair
Syair merupakan jenis puisi dengan ciri tiap bait berisi empat baris berpola
a-a-a-a. Isi syair adalah nasihat atau cerita yang berisi hikmah.
Talibun
Talibun yang merupakan pantun genap, tiap baitnya terdiri dari 6, 8,
ataupun 10 baris. Beberapa talibun ditulis juga dalam 16-20 baris dalam tiap
baitnya. Pola puisi ini adalah a-a-a-a.
JENIS
PUISI BARU
PUISI BARU
Balada
Balada merupakan jenis puisi yang berbentuk kisahan atau cerita.
Bentuknya yang bercerita membuat jenis puisi ini memiliki alur, tokoh,
dan latar cerita.
Himne
Himne merupakan jenis puisi yang berisi puja-puji kepada Tuhan,
tanah air, atau pahlawan.
PUISI BARU
Ode
Ode merupakan puisi jenis puisi yang berisi sanjungan kepada orang
yang berjasa, baik berjasa kepada dirinya maupun kepada tanah air.
Epigram
Epigram merupakan puisi yang berisi tuntunan, ajaran hidup, atau
nasihat
PUISI BARU
Romansa
Romance atau romansa merupakan puisi yang berisi luapan perasaan
cinta kasih, baik berbentuk perasaan rindu, cemburu, bahagia, dan
sedih.
Elegi
Elegi merupakan puisi yang berisi perasaan sedih, tangis, duka, dan
lara. Berbeda dengan romansa, puisi jenis ini melingkupi perasaan
yang lebih luas, misalnya peperangan, bencana kemanusiaan,
kemalangan nasib, dan lain-lain.
PUISI BARU
Satire
Satire merupakan puisi yang berisi sindiran atau kritikan. Sindiran
atau kritikan tersebut dapat ditujukan sebagai suatu kritik sosial
terhadap masyarakat ataupun terhadap pemerintahan.
BENTUK PUISI
05
Bentuk Baris
Distikon
Terzina
Quatrain
Quint
Sektet
Septima
Stanza
Soneta
2 baris
3 baris
4 baris
5 baris
6 baris
7 baris
8 baris
14 baris
UNSUR PUISI
Biografi
Sosisal
Nilai Moral
Tema
Tokoh dan Penokohan
Latar/ Setting
Alur
Sudut Pandang
Gaya Bahasa
Amanat
Unsur Batin
1 Unsur fisik 2
UNSUR PEMBANGUN PUISI
ALIH WAHANA PUISI
Musikalisasi Puisi
Rampak Puisi
Dramatisasi Puisi
1
2
3
ANTARKAN MAYATKU SAMPAI RUMAH SEPI, KEKASIH
Kematianku meninggalkan darah di kelopak matamu
Bunga-bunga waktunya kau tabur
Di batu nisan – di dadamu
Antar mayatku sampai rumah sepi, Kekasih
Musim jadi guguran daun, bulan berkubur
Dan matari seonggok cuaca yang diamiskan
Ini setubuh tanahku, setubuh batu-batu
Ada yang melambai di pohon
Ada yang menanti riang di akar
Antar mayatku sampai rumah sepi, Kekasih
Kubur tumbuh jadi akar kamar yang syahdu
2001
TENTANG JARAK
Engkau begitu jauh dalam rindu
Tai bertapa lekang dalam lukaku
Engkau begitu asing dalam sunyi
Tapi betapa sejuk pisaumu mengiris urat leherku
Kekasih menyingkrilah sejenak
Agar bisa kuhayati jarak
Atau mendekatlah
Untuk kukecup lukamu
Musikalisasi Total atau Murni
1.
Bentuk ini membuat semua isi puisi diubah dan diterjemahkan ke
dalam bentuk instrumen musik. Hal ini bisa membuat pembacaan
puisi menjadi tidak ada sama sekali atau mungkin hanya membaca
judulnya saja.
2. Musikalisasi Iringan
Puisi dibawakan dengan iringan alat musik, seperti piano, biola,
gitar, dan lain sebagainya.
Bentuk ini tetap membawakan puisi dengan cara pembacaan biasa
dengan tambahan iringan musik.
BENTUK MUSIKALISASI PUISI
Musikalisasi Lagu
1.
Bentuk ini membuat semua isi puisi diubah menjadi berbentuk
lagu. Lirik lagu menjadi berasal dari puisi dan dinyanyikan
bersama iringan musik.
2. Musikalisasi Campuran
Puisi dibawakan dengan membaca puisi sambil diiringi lagu dan
dinyanyikan. Bentuk ini merupakan perpaduan dari musikalisasi
lagu dan iringan.
BENTUK MUSIKALISASI PUISI
08
LANGKAH MEMBUAT MUSIKALISASI PUISI
1. Memilih Puisi
Puisi menjadi hal terpenting yang harus kamu siapkan.
Tentukan mana puisi yang ingin kamu tampilkan dengan memperhitungkan tema,
lirik, dan iringan musik yang digunakan.
2. Menentukan Bentuk Musikalisasi
Kemudian, pilih bentuk musikalisasi apa yang ingin kamu bawakan.
Pastikan untuk tidak mengubah makna yang terkandung dengan puisi dan memilih
bentuk yang paling tepat untuk puisimu.
3. Menafsir Isi Puisi
Agar kamu bisa lebih menjiwai ketika melakukan musikalisasi puisi, kamu harus
mengerti terlebih dahulu isi dan tafsiran puisi yang kamu pilih.
Setelah menemukan tafsirannya, kamu bisa membawakan dan menjiwai puisi lebih
mudah.
4. Menentukan Irama dan Iringan Musik
Terakhir, tentukan irama atau iringan musik yang sesuai dengan puisimu.
Jangan lupa untuk memilih alat musik yang akan mengiringi puisi serta tempo
pembawaan karya tulis ini.
Terima Kasih

More Related Content

What's hot

Conjunções
ConjunçõesConjunções
Conjunções
Ronan Gomes
 
Texto e discurso as vozes presentes no texto
Texto e discurso   as vozes presentes no textoTexto e discurso   as vozes presentes no texto
Texto e discurso as vozes presentes no texto
Roberta Scheibe
 
Orações coordenadas
Orações coordenadasOrações coordenadas
Orações coordenadas
Aline Castro
 
Período composto por coordenação
Período composto por coordenaçãoPeríodo composto por coordenação
Período composto por coordenação
Carolina Loçasso Pereira
 
Missa do galo
Missa do galoMissa do galo
Missa do galo
MarcelleQueiroz
 
Gêneros textuais e literários
Gêneros textuais e literáriosGêneros textuais e literários
Gêneros textuais e literários
Miquéias Vitorino
 
Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)
Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)
Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)
guest93d9a1
 
Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)
Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)
Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)
Edenilson Morais
 
ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)
ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)
ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)
Cynthia Funchal
 
Coerência textual
Coerência textualCoerência textual
Coerência textual
Carla Souto
 
Exemplos de trabalho com gramática reflexiva
Exemplos de trabalho com gramática reflexivaExemplos de trabalho com gramática reflexiva
Exemplos de trabalho com gramática reflexiva
Tays Souza
 
Vozes verbais 8 ano
Vozes verbais 8 anoVozes verbais 8 ano
Vozes verbais 8 ano
Flávio Ferreira
 
Período composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-português
Período composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-portuguêsPeríodo composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-português
Período composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-português
Flávio Ferreira
 
SEMANTICA.ppt
SEMANTICA.pptSEMANTICA.ppt
SEMANTICA.ppt
JohnJeffersonAlves1
 
Adjunto adnominal x complemento nominal
Adjunto adnominal x complemento nominalAdjunto adnominal x complemento nominal
Adjunto adnominal x complemento nominal
Neily Alves
 
Funções morfológicas do Que
Funções morfológicas do QueFunções morfológicas do Que
Funções morfológicas do Que
Bernardo Zacaron
 
Preposições
PreposiçõesPreposições
Preposições
Andriane Cursino
 
Parnasianismo
 Parnasianismo Parnasianismo
Período Composto por Coordenação e Subordinação
Período Composto por Coordenação e SubordinaçãoPeríodo Composto por Coordenação e Subordinação
Período Composto por Coordenação e Subordinação
Joyce de Oliveira
 
Predicado
PredicadoPredicado
Predicado
Diego Prezia
 

What's hot (20)

Conjunções
ConjunçõesConjunções
Conjunções
 
Texto e discurso as vozes presentes no texto
Texto e discurso   as vozes presentes no textoTexto e discurso   as vozes presentes no texto
Texto e discurso as vozes presentes no texto
 
Orações coordenadas
Orações coordenadasOrações coordenadas
Orações coordenadas
 
Período composto por coordenação
Período composto por coordenaçãoPeríodo composto por coordenação
Período composto por coordenação
 
Missa do galo
Missa do galoMissa do galo
Missa do galo
 
Gêneros textuais e literários
Gêneros textuais e literáriosGêneros textuais e literários
Gêneros textuais e literários
 
Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)
Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)
Oracao Subordinada Substantiva Ii(1)
 
Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)
Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)
Memórias Póstumas de Brás Cubas - Machado de Assis (slides)
 
ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)
ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)
ARGUMENTAÇÃO - Enem (Competência 3)
 
Coerência textual
Coerência textualCoerência textual
Coerência textual
 
Exemplos de trabalho com gramática reflexiva
Exemplos de trabalho com gramática reflexivaExemplos de trabalho com gramática reflexiva
Exemplos de trabalho com gramática reflexiva
 
Vozes verbais 8 ano
Vozes verbais 8 anoVozes verbais 8 ano
Vozes verbais 8 ano
 
Período composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-português
Período composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-portuguêsPeríodo composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-português
Período composto-por-subordinação-oração-subordinada-adverbial-português
 
SEMANTICA.ppt
SEMANTICA.pptSEMANTICA.ppt
SEMANTICA.ppt
 
Adjunto adnominal x complemento nominal
Adjunto adnominal x complemento nominalAdjunto adnominal x complemento nominal
Adjunto adnominal x complemento nominal
 
Funções morfológicas do Que
Funções morfológicas do QueFunções morfológicas do Que
Funções morfológicas do Que
 
Preposições
PreposiçõesPreposições
Preposições
 
Parnasianismo
 Parnasianismo Parnasianismo
Parnasianismo
 
Período Composto por Coordenação e Subordinação
Período Composto por Coordenação e SubordinaçãoPeríodo Composto por Coordenação e Subordinação
Período Composto por Coordenação e Subordinação
 
Predicado
PredicadoPredicado
Predicado
 

Similar to Kreatif Mengungkap rasa dan realitas dalam berpuisi.pdf

Power point materi pembelajaran bahasa indonesia
Power point materi pembelajaran bahasa indonesiaPower point materi pembelajaran bahasa indonesia
Power point materi pembelajaran bahasa indonesia
PKBMARRIZKY
 
Pengertian Puisi.docx
Pengertian Puisi.docxPengertian Puisi.docx
Pengertian Puisi.docx
khumairapertanian
 
Mengenal Apa Itu Puisi.pptx
Mengenal Apa Itu Puisi.pptxMengenal Apa Itu Puisi.pptx
Mengenal Apa Itu Puisi.pptx
Nina Arthayasa
 
Puisi Lama
Puisi Lama Puisi Lama
Puisi Lama
Fadry Muhammad
 
Puisi
PuisiPuisi
MATERI 3.7 TEKS PUISI .pdf
MATERI 3.7  TEKS PUISI .pdfMATERI 3.7  TEKS PUISI .pdf
MATERI 3.7 TEKS PUISI .pdf
andimagfirahwati1
 
Puisi bagian 1
Puisi bagian 1Puisi bagian 1
Puisi bagian 1
Lucky Nuki Prihatini
 
PPT puisi-1.pdf
PPT puisi-1.pdfPPT puisi-1.pdf
PPT puisi-1.pdf
GhafarMuzanni
 
TUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptx
TUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptxTUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptx
TUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptx
adelsimanjuntak
 
puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)
puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)
puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)
Student
 
Bhs indonesi mu
Bhs indonesi muBhs indonesi mu
Bhs indonesi mu
Hasan Muhammad
 
Memahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhaliza
Memahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhalizaMemahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhaliza
Memahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhaliza
Ozone Gote
 
Puisi Kontemporer.ppt
Puisi Kontemporer.pptPuisi Kontemporer.ppt
Puisi Kontemporer.ppt
ErawatiDwiLestari
 
Bin 8 bab 4 indahnya berpuisi
Bin 8 bab 4 indahnya berpuisiBin 8 bab 4 indahnya berpuisi
Bin 8 bab 4 indahnya berpuisi
SMPK Stella Maris
 
Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)
Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)
Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)
Inunks Peihhcc
 
gurindam dan puisi kontemporer
gurindam dan puisi kontemporergurindam dan puisi kontemporer
gurindam dan puisi kontemporer
Amri Hasan
 
Gurindam dan Puisi Kontemporer
Gurindam dan Puisi KontemporerGurindam dan Puisi Kontemporer
Gurindam dan Puisi Kontemporer
Qurrati A'yun
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
bibizaenab
 
Kelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptx
Kelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptxKelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptx
Kelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptx
RashaHuwaHasanun
 
APRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT EEE
APRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT  EEEAPRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT  EEE
APRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT EEE
wekaeka78
 

Similar to Kreatif Mengungkap rasa dan realitas dalam berpuisi.pdf (20)

Power point materi pembelajaran bahasa indonesia
Power point materi pembelajaran bahasa indonesiaPower point materi pembelajaran bahasa indonesia
Power point materi pembelajaran bahasa indonesia
 
Pengertian Puisi.docx
Pengertian Puisi.docxPengertian Puisi.docx
Pengertian Puisi.docx
 
Mengenal Apa Itu Puisi.pptx
Mengenal Apa Itu Puisi.pptxMengenal Apa Itu Puisi.pptx
Mengenal Apa Itu Puisi.pptx
 
Puisi Lama
Puisi Lama Puisi Lama
Puisi Lama
 
Puisi
PuisiPuisi
Puisi
 
MATERI 3.7 TEKS PUISI .pdf
MATERI 3.7  TEKS PUISI .pdfMATERI 3.7  TEKS PUISI .pdf
MATERI 3.7 TEKS PUISI .pdf
 
Puisi bagian 1
Puisi bagian 1Puisi bagian 1
Puisi bagian 1
 
PPT puisi-1.pdf
PPT puisi-1.pdfPPT puisi-1.pdf
PPT puisi-1.pdf
 
TUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptx
TUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptxTUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptx
TUGAS RUTIN kaidah dan ragam puisi pengantar ilmu sastra.pptx
 
puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)
puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)
puisi lama dan puisi baru (bahasa indonesia)
 
Bhs indonesi mu
Bhs indonesi muBhs indonesi mu
Bhs indonesi mu
 
Memahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhaliza
Memahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhalizaMemahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhaliza
Memahami puisi-dalam-lirik-lagu-siti-nurhaliza
 
Puisi Kontemporer.ppt
Puisi Kontemporer.pptPuisi Kontemporer.ppt
Puisi Kontemporer.ppt
 
Bin 8 bab 4 indahnya berpuisi
Bin 8 bab 4 indahnya berpuisiBin 8 bab 4 indahnya berpuisi
Bin 8 bab 4 indahnya berpuisi
 
Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)
Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)
Ringkasan buku pengkajian puisi (RACHMAT DJOKO PRADOPO)
 
gurindam dan puisi kontemporer
gurindam dan puisi kontemporergurindam dan puisi kontemporer
gurindam dan puisi kontemporer
 
Gurindam dan Puisi Kontemporer
Gurindam dan Puisi KontemporerGurindam dan Puisi Kontemporer
Gurindam dan Puisi Kontemporer
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
 
Kelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptx
Kelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptxKelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptx
Kelompok_4_bahasa_dan_satra[1].pptx
 
APRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT EEE
APRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT  EEEAPRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT  EEE
APRESIASI SASTRA PUISI PEMBELAJARAN PT EEE
 

Recently uploaded

Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru PenggerakAksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
TitisNindiasariAnggr
 
Epidemiologi Deskriptif dan Analitik.ppt
Epidemiologi Deskriptif dan Analitik.pptEpidemiologi Deskriptif dan Analitik.ppt
Epidemiologi Deskriptif dan Analitik.ppt
yuanitaclara1
 
Rubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docx
Rubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docxRubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docx
Rubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docx
EndangSetyorini6
 
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdfSRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SriWahyuni58535
 
1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf
1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf
1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf
denny404455
 
Aksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdf
Aksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdfAksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdf
Aksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdf
DenysErlanders
 
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
JawaluddinJawaluddin
 
UNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
nengenok23
 
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...
AdeSutisna19
 
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAKBAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
HUMAH KUMARASAMY
 
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdfMateri pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
yukaardiansyah921
 
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Materi Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah Minggu
Materi Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah MingguMateri Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah Minggu
Materi Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah Minggu
BOWLNChannel
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
SriWahyuni58535
 
Aksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptx
Aksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptxAksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptx
Aksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptx
dhenisarlini86
 
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA
 
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docxMODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
AtikIstikhomatin
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdeka
Fathan Emran
 
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdfPANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
MayaSiswindari
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
 
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru PenggerakAksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
 
Epidemiologi Deskriptif dan Analitik.ppt
Epidemiologi Deskriptif dan Analitik.pptEpidemiologi Deskriptif dan Analitik.ppt
Epidemiologi Deskriptif dan Analitik.ppt
 
Rubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docx
Rubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docxRubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docx
Rubrik Observasi Kelas sebagai pedoman mengerjakan PMM PMM.docx
 
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdfSRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
 
1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf
1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf
1. Sosialisasi_Serdos_2024_PSD_PTU dan Peserta.pdf
 
Aksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdf
Aksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdfAksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdf
Aksi Nyata Buku Non Teks Bermutu Dan Manfaatnya .pdf
 
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
 
UNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 1 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
 
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Peduli Sampah Selamatkan Generasi - F...
 
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAKBAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
 
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdfMateri pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
Materi pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 2024.pdf
 
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
 
Materi Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah Minggu
Materi Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah MingguMateri Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah Minggu
Materi Khotbah Bercerita Untuk Anak Sekolah Minggu
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
 
Aksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptx
Aksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptxAksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptx
Aksi Nyata Topik Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah_Dhenis.pptx
 
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
 
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docxMODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 Fase B Kurikulum merdeka
 
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdfPANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-KOSP 2024-2025.pdf
 

Kreatif Mengungkap rasa dan realitas dalam berpuisi.pdf

  • 1. Kreatif Mengungkap rasa dan realitas dalam berpuisi Oleh Rizky Pebriani, M.Pd.
  • 2. Ciri -Ciri Puisi 1 Topik Pembahasan Definisi Puisi 2 3 Jenis dan Bentuk Puisi 4 Unsur Puisi 5 Alih Wahana Puisi Ciri -Ciri Puisi
  • 3. Sudah siap belajar? Kita simak dulu video berikut yuuk...
  • 5. Definisi Puisi Menurut Waat-Dunton Situmorang (dalam Samosir, 2013), definisi puisi yakni ungkapan nyata melalui kata-kata indah yang muncul dari pikiran manusia. Wujud karya sastra dinamakan puisi jika di dalamnya tercapai efek estetik dalam berbagai unsur bahasa. (Nurgiyantoro, 2010). H.B. Jassin yang memaparkan bahwa puisi merupakan karya sastra yang diucapkan dengan perasaan. Puisi juga memiliki pikiran atau gagasan serta tanggapan terhadap kejadian tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Puisi adalah ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat.
  • 7. Ciri puisi lama Puisi lama terikat dengan aturan, misalnya: peraturan pada jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama. Puisi lama kerap ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama penulis atau pengarangnya). Gaya bahasa puisi lama cenderung statis atau tetap. Selain itu, terdapat pemakaian bahasa klise. Puisi lama masuk kategori sastra lisan. Hal tersebut dikarenakan puisi lama disampaikan atau diajarkan dari mulut ke mulut. 1. 2. 3. 4.
  • 9. Ciri puisi baru Terdapat nama pengarang. Bentuk rapi dan simetris. Menggunakan gaya bahasa yang dinamis. Berkembang untuk tulisan dan lisan. Setiap baris terdiri dari sebuah gatra (kesatuan sintaksis) . Setiap gatra terdiri dari dua kata atau lebih (misal 4-5 suku kata) Menggunakan pola sajak pantun dan syair, namun ada juga pola yang lain. 1. 2. 3. 4. 5. 6.
  • 11. Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak terlalu terikat kepada ketentuan jumlah baris, suku kata maupun rima. Bentuk puisi baru lebih bebas bila dibandingkan dengan puisi lama. Puisi baru terbentuk di dalam masyarakat baru yang telah mengalami akulturasi budaya. Puisi lama adalah puisi yang penulisannya masih terikat oleh peraturan tertentu. Aturan di dalam puisi lama berkaitan dengan jumlah kata atau suku kata dalam tiap baris, jumlah baris yang terdapat dalam tiap bait, serta rima, dan irama puisi lama 1 puisi baru 2 jenis puisi
  • 13. puisi lama Mantra Mantra adalah ujaran lisan dengan rima yang ketat. Penyusunan bunyi- bunyian tersebut tidak selalu mengedepankan arti. Mantra dimitoskan memiliki kekuatan gaib, oleh karena itu, jenis puisi ini dijadikan sebagai bacaan untuk mengobati orang sakit. Pantun Pantun merupakan jenis puisi yang memiliki bentuk dan pola yang tetap. Bentuknya empat baris untuk tiap baitnya. Masing-masing baris berpolakan a-b-a-b. Tiap baris tersebut, terdiri dari 8-12 suku kata. Dalam pantun, dua baris berikutnya disebut isi. Pantun berdasarkan isinya dibagi menjadi pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka- teki, dan jenaka.
  • 14. puisi lama Karmina Karmina merupakan sejenis pantun tetapi isinya lebih pendek. Bentuknya yang pendek membuat karmina juga disebut sebagai pantun kilat. Jenis puisi ini juga memiliki pola yang tetap yang terdiri dari dua baris. Baris pertama dalam karmina disebut sampiran dan baris kedua disebut isi. Seloka Seloka merupakan puisi dengan pola a-a-a-a yang memiliki sampiran dan sisi. Namun selebihnya, seloka mirip dengan pantun.
  • 15. puisi lama Gurindam Gurindam merupakan jenis puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari dua baris dengan pola a-a-a-a. Isi gurindam adalah nasihat atau petuah. Syair Syair merupakan jenis puisi dengan ciri tiap bait berisi empat baris berpola a-a-a-a. Isi syair adalah nasihat atau cerita yang berisi hikmah. Talibun Talibun yang merupakan pantun genap, tiap baitnya terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris. Beberapa talibun ditulis juga dalam 16-20 baris dalam tiap baitnya. Pola puisi ini adalah a-a-a-a.
  • 17. PUISI BARU Balada Balada merupakan jenis puisi yang berbentuk kisahan atau cerita. Bentuknya yang bercerita membuat jenis puisi ini memiliki alur, tokoh, dan latar cerita. Himne Himne merupakan jenis puisi yang berisi puja-puji kepada Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
  • 18. PUISI BARU Ode Ode merupakan puisi jenis puisi yang berisi sanjungan kepada orang yang berjasa, baik berjasa kepada dirinya maupun kepada tanah air. Epigram Epigram merupakan puisi yang berisi tuntunan, ajaran hidup, atau nasihat
  • 19. PUISI BARU Romansa Romance atau romansa merupakan puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih, baik berbentuk perasaan rindu, cemburu, bahagia, dan sedih. Elegi Elegi merupakan puisi yang berisi perasaan sedih, tangis, duka, dan lara. Berbeda dengan romansa, puisi jenis ini melingkupi perasaan yang lebih luas, misalnya peperangan, bencana kemanusiaan, kemalangan nasib, dan lain-lain.
  • 20. PUISI BARU Satire Satire merupakan puisi yang berisi sindiran atau kritikan. Sindiran atau kritikan tersebut dapat ditujukan sebagai suatu kritik sosial terhadap masyarakat ataupun terhadap pemerintahan.
  • 22. 05 Bentuk Baris Distikon Terzina Quatrain Quint Sektet Septima Stanza Soneta 2 baris 3 baris 4 baris 5 baris 6 baris 7 baris 8 baris 14 baris
  • 24. Biografi Sosisal Nilai Moral Tema Tokoh dan Penokohan Latar/ Setting Alur Sudut Pandang Gaya Bahasa Amanat Unsur Batin 1 Unsur fisik 2 UNSUR PEMBANGUN PUISI
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
  • 31. ALIH WAHANA PUISI Musikalisasi Puisi Rampak Puisi Dramatisasi Puisi 1 2 3
  • 32. ANTARKAN MAYATKU SAMPAI RUMAH SEPI, KEKASIH Kematianku meninggalkan darah di kelopak matamu Bunga-bunga waktunya kau tabur Di batu nisan – di dadamu Antar mayatku sampai rumah sepi, Kekasih Musim jadi guguran daun, bulan berkubur Dan matari seonggok cuaca yang diamiskan Ini setubuh tanahku, setubuh batu-batu Ada yang melambai di pohon Ada yang menanti riang di akar Antar mayatku sampai rumah sepi, Kekasih Kubur tumbuh jadi akar kamar yang syahdu 2001
  • 33. TENTANG JARAK Engkau begitu jauh dalam rindu Tai bertapa lekang dalam lukaku Engkau begitu asing dalam sunyi Tapi betapa sejuk pisaumu mengiris urat leherku Kekasih menyingkrilah sejenak Agar bisa kuhayati jarak Atau mendekatlah Untuk kukecup lukamu
  • 34. Musikalisasi Total atau Murni 1. Bentuk ini membuat semua isi puisi diubah dan diterjemahkan ke dalam bentuk instrumen musik. Hal ini bisa membuat pembacaan puisi menjadi tidak ada sama sekali atau mungkin hanya membaca judulnya saja. 2. Musikalisasi Iringan Puisi dibawakan dengan iringan alat musik, seperti piano, biola, gitar, dan lain sebagainya. Bentuk ini tetap membawakan puisi dengan cara pembacaan biasa dengan tambahan iringan musik. BENTUK MUSIKALISASI PUISI
  • 35. Musikalisasi Lagu 1. Bentuk ini membuat semua isi puisi diubah menjadi berbentuk lagu. Lirik lagu menjadi berasal dari puisi dan dinyanyikan bersama iringan musik. 2. Musikalisasi Campuran Puisi dibawakan dengan membaca puisi sambil diiringi lagu dan dinyanyikan. Bentuk ini merupakan perpaduan dari musikalisasi lagu dan iringan. BENTUK MUSIKALISASI PUISI
  • 36. 08 LANGKAH MEMBUAT MUSIKALISASI PUISI 1. Memilih Puisi Puisi menjadi hal terpenting yang harus kamu siapkan. Tentukan mana puisi yang ingin kamu tampilkan dengan memperhitungkan tema, lirik, dan iringan musik yang digunakan. 2. Menentukan Bentuk Musikalisasi Kemudian, pilih bentuk musikalisasi apa yang ingin kamu bawakan. Pastikan untuk tidak mengubah makna yang terkandung dengan puisi dan memilih bentuk yang paling tepat untuk puisimu. 3. Menafsir Isi Puisi Agar kamu bisa lebih menjiwai ketika melakukan musikalisasi puisi, kamu harus mengerti terlebih dahulu isi dan tafsiran puisi yang kamu pilih. Setelah menemukan tafsirannya, kamu bisa membawakan dan menjiwai puisi lebih mudah. 4. Menentukan Irama dan Iringan Musik Terakhir, tentukan irama atau iringan musik yang sesuai dengan puisimu. Jangan lupa untuk memilih alat musik yang akan mengiringi puisi serta tempo pembawaan karya tulis ini.