SlideShare a Scribd company logo
Kisah Yang Yesus Ceritakan
Orang Samaria yang Baik
Banyak dari antara kita yang sudah tahu tentang cerita orang Samaria
yang Baik. Akan tetapi, karena kita hidup dalam budaya yang sangat
berbeda dengan budaya abad pertama di Palestina, ada aspek-aspek
dari kisah itu yang mungkin tidak kita pahami. Mendengar atau
membaca perumpamaan ini, tidak selalu mengejutkan atau bukan
merupakan tantangan bagi masyarakat dunia dewasa. Namun
demikian, para pendengar dari abad pertama yang menyimak
perumpamaan yang dikisahkan Yesus akan terkejut. Pesan yang
terkandung di dalamnya bertentangan dengan apa yang mereka
inginkan dan menantang batasan-batasan budaya mereka.
Mari kita melihat para pemeran karakter dalam urutan penampilan
mereka.
Korban Perampokan
Perumpamaan itu tidak banyak
mengisahkan tentang pemeran
pertama, orang yang dirampok
dan dipukuli, namun ada fakta
yang penting dalam cerita ini.
Korban ditelanjangi dan dalam
keadaan hampir mati. Dia
terbaring di jalan, babak belur
dan tidak sadarkan diri.
Ini mempunyai arti yang penting karena orang-orang di abad pertama
dapat dikenali berdasarkan pakaian yang dikenakannya dan bahasa
atau dialeknya. Karena orang yang dirampok itu tidak mengenakan
pakaian, tidak mungkin untuk mengetahui apa kewarganegaraannya.
Karena ia tak sadarkan diri dan tidak mampu berbicara maka
mustahil untuk mengidentifikasi siapa dia atau dari mana
asalnya.
Sang Imam
Imam bangsa Yahudi di Israel bertugas
melayani di dalam Bait Allah di
Yerusalem. Para imam biasa adalah
mereka yang melayani di bait Allah
selama satu minggu penuh dalam periode
24-minggu. Tidak ada rincian yang
diberikan mengenai imam dalam
perumpamaan ini, tetapi mereka yang
mendengar perumpamaan Yesus
kemungkinan besar menyimpulkan bahwa
imam itu sedang dalam perjalanan pulang
ke Yeriko setelah bertugas selama satu
minggu di bait suci.
Orang Lewi
Sementara semua imam orang Lewi, tidak
semua orang Lewi adalah imam. Mereka
dianggap imam kecil. Seperti halnya para
imam, mereka juga bertugas selama dua
minggu pada dua waktu yang berbeda di
sepanjang tahun.
Orang Samaria
Orang Samaria adalah orang-orang yang
tinggal di perbukitan Samaria antara
Galilea di utara dan Yudea di selatan.
Mereka percaya pada kelima buku Musa,
namun percaya bahwa Tuhan telah
menentukan Gunung Gerizim sebagai
tempat untuk menyembah, dan bukannya
Yerusalem.
Pada tahun 128 SM, bait suci orang
Samaria di Gunung Gerizim (Girizi) dihancurkan oleh balatentara
Yahudi. Antara tahun 6 dan 7 Tarikh Masehi beberapa orang Samaria
menebarkan tulang belulang manusia di bait suci orang Yahudi, yang
mana berarti menodainya. Kedua peristiwa tersebut memainkan peran
dalam permusuhan yang mendalam antara orang Yahudi dan orang
Samaria.
Permusuhan ini jelas tertera dalam Perjanjian Baru. Ketika orang-
orang Yahudi dari Galilea bepergian ke arah selatan ke Yerusalem,
sering kali mereka mengambil jalan yang lebih panjang mengitari
Samaria. Perjalanan bertambah 40 kilometer atau dua atau tiga hari
perjalanan. Rute itu jauh lebih panas dan jalannya mendaki cukup
tinggi dari Yerikho ke Yerusalem, tetapi banyak yang merasa itu layak
dijalani demi menghindari kontak dengan orang Samaria.
Dalam pertikaian kebudayaan, rasial dan keagamaan inilah Yesus
mengisahkan perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik.
Perumpamaan
Sekarang karena kita sudah lebih mengenal karakter-karakternya,
marilah kita melihat apa yang terjadi ketika Yesus ditanyai oleh ahli
Taurat pada kitab Lukas bab 10, ayat 25.
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus,
katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup
yang kekal?” (Lukas 10:25)
Pertanyaan mengenai bagaimana memperoleh hidup yang kekal
diperdebatkan di antara para cerdik cendikiawan Yahudi pada abad
pertama, dengan menekankan kepatuhan akan hukum Taurat sebagai
sarana untuk memperoleh hidup yang kekal.
Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa
yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu [ahli Taurat]: "Kasihilah Tuhan,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan
kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Lukas 10:26-27)
Sebagaimana terlihat di seluruh Injil, inilah persisnya yang telah
diajarkan oleh Yesus, dan mungkin ahli Taurat tadi sudah pernah
mendengar Yesus mengatakannya sebelumnya.
Pada kalimatnya yang berikutnya, ahli Taurat itu mencari pembenaran
di hadapan Tuhan. Dia ingin tahu apa yang harus dilakukannya, apa
yang bisa berhasil, tindakan apa yang harus diambilnya untuk
membenarkan dirinya; dengan perkataan lain, untuk bisa memperoleh
keselamatan.
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan
siapakah sesamaku manusia?" (Lukas 10:29)
Ahli Taurat itu mengerti bahwa dia bisa mengasihi Tuhan dengan
mematuhi hukum Taurat, tetapi poin “kasihilah sesamamu manusia”
agak kurang jelas atau samar-samar. Jadi dia ingin tahu siapa
sesamanya manusia, siapa persisnya yang harus dikasihinya. Dia tahu
bahwa tetangganya termasuk “orang-orang sebangsamu,”
sebagaimana tertera pada ayat di Imamat, berarti termasuk rekan-
rekan bangsa Yahudi. Tetapi apakah masih ada lagi? Orang-orang
yang bukan Yahudi tidak dianggap sebagai sesama, padahal tertera di
kitab Imamat 19:34:
Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang
Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri…
Jadi ada kasus harus di mana jika orang asing yang tinggal di kota si
ahli Taurat, berarti orang itu juga disebut sebagai sesamanya. Jadi
sesama ahli Taurat itu mungkin adalah sesama orang Yahudi, dan
juga bisa berupa orang asing yang tinggal di kota. Orang lain pasti
bukan sesamanya, apalagi orang Samaria yang dibenci.
Menanggapi pertanyaan ini, “Siapakah sesamaku”—dengan perkataan
Kebetulan ada seorang imam
turun melalui jalan itu; ia
melihat orang itu, tetapi ia
melewatinya dari seberang
jalan. (Lukas 10:31)
Kemungkinan besar imam itu
baru selesai bertugas
seminggu di bait suci. Karena
statusnya, kemungkinan ia
menunggang keledai dan bisa
saja membawa orang yang terluka itu ke Yerikho. Permasalahannya dia
tidak tahu siapa atau bangsa apa orang itu, karena ia tidak sadarkan diri
dan juga pakaiannya telah dilucuti. Imam itu bertanggung jawab
terhadap hukum Taurat untuk membantu sesama orang Yahudi, tetapi
tidak demikian terhadap orang asing, dan pada saat itu dia tidak dapat
menentukan orang yang terluka itu orang Yahudi atau bukan. Selain itu,
si imam tidak tahu apakah orang tersebut sudah mati atau belum mati,
dan menurut hukum, mendekati atau menyentuh jenazah akan
membuatnya berdasarkan tradisi, ternoda. Akhirnya si imam
memutuskan, entah dengan alasan apa, untuk melintasi orang yang
terluka itu, berada di seberang jalan untuk memastikan bahwa ia berada
dalam jarak yang aman.
lain, siapakah yang perlu saya kasihi—Yesus mengisahkan
perumpamaan ini.
Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia
jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya
habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi
meninggalkannya setengah mati.” (Lukas 10:30)
Sementara tidak mungkin mengidentifikasikan orang itu bangsa apa,
berdasarkan konteks dan hasil dari ceritanya, para pendengar Yesus
kemungkinan besar mengasumsikan bahwa orang tersebut adalah
bangsa Yahudi.
Perumpamaan itu berlanjut:
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang
itu, ia melewatinya dari seberang jalan. (Lukas 10:32)
Orang Lewi, mungkin juga dalam perjalanan pulang setelah bertugas
seminggu di bait suci, berbuat seperti halnya si imam. Ia memutuskan
untuk tidak membantu.
Pada titik ini dalam cerita para pendengar yang aslinya mungkin
menginginkan orang berikutnya yang melintas adalah orang Yahudi
dari kalangan awam. Masuk akal mengingat urut-urutan dari kisah
tersebut: imam, orang Lewi, orang awam. Akan tetapi, Yesus beranjak
jauh dari apa yang diinginkan dalam mengisahkan perumpamaan-Nya.
Orang ketiga yang muncul dalam cerita adalah orang Samaria, orang
yang dihina dan dianggap sebagai musuh. Dan permasalahannya
menjadi semakin parah ketika Yesus melanjutkan kisah tentang apa
yang dilakukan oleh orang Samaria terhadap orang yang tengah
menjelang ajalnya, apa yang seharusnya telah dilakukan oleh si imam
dan orang Lewi yang beragama itu, yang kedua-duanya melayani di
bait suci.
Lalu datang seorang
Samaria, yang sedang dalam
perjalanan, ke tempat itu; dan
ketika ia melihat orang itu,
tergeraklah hatinya oleh
belas kasihan. Ia pergi
kepadanya lalu membalut
luka-lukanya, sesudah ia
menyiraminya dengan
minyak dan anggur.
Kemudian ia menaikkan
orang itu ke atas keledai
tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan
merawatnya. (Lukas 10:33-34)
Samaria, mungkin seorang pedagang membawa anggur dan minyak,
setidak-tidaknya membawa seekor hewan, mungkin keledai, memiliki
belas kasihan kepada orang yang terluka. Pertama ia membalut luka-
lukanya. Apa yang dia gunakan untuk melakukan itu? Dia bukan
layanan ambulans lokal, ia tidak memiliki perangkat P3K. Mungkin,
sebagai seorang pedagang, ia membawa kain. Mungkin ia
menanggalkan baju dalamnya dan menggunakannya, atau melepas
kain kepalanya dan menggunakannya sebagai perban. Dia kemudian
menuangkan anggur dan minyak untuk membersihkan, desinfektan,
dan kesembuhan.
Orang Samaria itu membawa orang yang terluka ke tempat
penginapan dan merawatnya di sana. Seandainya, sebagaimana yang
disimpulkan, orang yang terluka itu adalah orang Yahudi, si orang
Samaria mengambil resiko besar membiarkan orang Yahudi yang
sekarang menunggang keledainya masuk ke dalam kota, sebab
kerabat orang yang terluka itu mungkin saja menuduh orang Samaria
atas kondisi yang dialaminya dan akan membalas dendam. Demi
keselamatannya, barangkali lebih bijaksana kalau dia meninggalkan
orang tersebut di dekat kota, atau di dekat pintu gerbang kota, tetapi
sebaliknya ia membawa orang tersebut ke penginapan dan
melewatkan semalam merawatnya. Kemudiarbuat lebih banyak lagi.
Keesokan harinya ia
menyerahkan dua dinar kepada
pemilik penginapan itu, katanya:
Rawatlah dia dan jika
kaubelanjakan lebih dari ini, aku
akan menggantinya, waktu aku
kembali. (Lukas 10:35)
Dua dinar adalah setara dengan
upah dua hari untuk buruh.
Meninggalkan uang dengan
pemilik penginapan sebagai jaminan agar orang itu mendapatkan
perawatan yang dibutuhkan selama masa pemulihan. Jika pemilik
penginapan memerlukan lebih dari itu untuk merawat orang yang
dalam pemulihan, orang Samaria berjanji untuk membayarnya pada
waktu kunjungan berikutnya. Jika itu tidak dilakukannya, hutang orang
yang sakit itu untuk membayar penginapan, perawatan, dan makanan
bisa bertumpuk-tumpuk, dan pada masa itu, jika orang tidak bisa
membayar hutangnya, dia bisa ditangkap. Janji orang Samaria untuk
kembali dan membayar biaya ekstra memastikan keselamatan dan
perawatan yang berkelanjutan.
Kemungkinan besar orang Samaria itu mempunyai bisnis di Yerusalem
dan sering melewati Yerikho. Sebagai pelanggan tetap, masuk akal jika
pemilik penginapan percaya pada janjinya akan membayar ongkos
kelebihannya sewaktu dia kembali lagi.
Mengakhiri ceritanya, Yesus bertanya kepada ahli Taurat itu:
“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah
sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab
orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya."
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Lukas
10:36-37)
Pertanyaan ahli Taurat itu adalah, “Siapakah sesamaku?” Yesus tidak
menjawab dengan rincian yang diinginkan oleh ahli Taurat itu.
Sebaliknya, Ia memberikan sebuah perumpamaan dan bertanya kepada
ahli Taurat itu siapa yang terbukti sebagai sesamanya. Ahli Taurat itu
menginginkan jawaban yang masuk ke dalam kategorinya, yang tegas,
seperti: sesamamu adalah sesama orang Yahudi, dan juga orang yang
berubah sehingga menganut Yudaisme, dan orang-orang asing yang
hidup di sekitar kamu. Jika itu yang diberikan kepadanya, maka ia tahu
siapa yang secara spesifik harus dikasihinya. Tetapi perumpamaan
Yesus memperlihatkan tidak ada daftar yang membatasi siapa yang
harus Anda kasihi atau siapa yang dianggap sebagai sesama. Yesus
menggambarkan “sesamamu” sebagai orang yang membutuhkan,
yang Tuhan tempatkan di jalur Anda.
Di seluruh Injil, Yesus menekankan kasih dan belas kasihan melebihi
mentaati peraturan. Sebalik daripada menempatkan fokus pada apa
yang harus dilakukan oleh seseorang, Ia menempatkan fokus pada
manusia seperti apa hendaknya kita menjadi. Dalam hal ini, agar kita
menjadi manusia yang berbelas kasihan, pengasih dan penyayang
terhadap mereka yang membutuhkan.—Bukan saja dalam pemikiran
tetapi juga dalam perbuatan.
Kristus memanggil kita agar menjadi berbelas-kasihan. Seperti halnya
ahli Taurat itu dan mereka yang pada mulanya mendengarkan Yesus,
kita ditantang untuk menanggapi, untuk pergi dan melakukannya.
Sewaktu kita melakukannya, berikut adalah beberapa poin untuk
dipertimbangkan:
• Kewajiban kita untuk
mengasihi sesama
manusia tidak hanya
sebatas pada mereka
yang sudah kita kenal,
atau mereka yang sama
seperti kita, atau mereka
yang menganut
kepercayaan sama
dengan kita. Yesus tidak
menetapkan batasan pada
siapa saja yang
kepadanya kita harus
memperlihatkan kasih dan
belas kasihan.
• Perbedaan suku
bangsa, kepercayaan,
gaya hidup dan status
sosial hendaknya tidak
menghalangi kita untuk
mengasihi orang lain.
• Kebaikan dalam diri
orang tidak hanya terbatas
pada mereka yang memeluk
agama sama dengan kita.
Ada banyak orang dari
penganut agama lain dan
bahkan yang tidak punya
kepercayaan, yang
memperlihatkan kasih dan
belas kasihan kepada
sesama manusia.
www.freekidstories.org
Text © TFI. Images on pages 1 – 8 © FreeBibleImages; used under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Top image on page 9
designed by Prostooleh via Freepik. Bottom image in page 9 designed by valentinlacoste via Freepik. Image on page 9 designed by jcmop via Freepik.
• Sebagai murid, sebagai pengikut Yesus, kita hendaknya penuh
dengan kasih-Nya, dan hendaknya kasih itu menggugah kita untuk
bertindak bagi orang lain. Kasih dan belas kasihan adalah ciri-ciri dari
Kekristenan yang sejati, pertanda apakah Anda mengikuti jejak kaki
sang Tuan.
• Kasih dalam perbuatan melibatkan pengorbanan. Seringkali kita
harus berganti rencana untuk membantu orang lain. Jika Anda memberi
secara finansial kepada orang lain, itu berarti uang Anda berkurang.
Membantu orang lain meminta kasih yang mahal harganya, tetapi itu
adalah bagian dari mengasihi sesama manusia. Barangkali tidak ada
orang yang tahu seberapa harga yang harus Anda bayar untuk
mengasihi sesama Anda, tetapi Bapa-mu di sorga, yang melihat segala
sesuatu yang dilakukan dengan diam-diam, tahu, dan Ia akan memberi
imbalan. (Matius 6:4)
Ambillah waktu untuk merenungkan prinsip-prinsip yang Yesus
kemukakan dalam kisah ini.
Yesus menetapkan standar untuk kasih dan belas kasihan dalam
perumpamaan ini, dan kata-kata penutupnya untuk Anda dan saya—
para pendengar sekarang—adalah, “Pergilah, dan lakukanlah demikian.”

More Related Content

Similar to Kisah Yang Yesus Ceritakan: Orang Samaria yang Baik

Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020
Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020
Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020
David Syahputra
 
BGA Minggu ke-12.pptx
BGA Minggu ke-12.pptxBGA Minggu ke-12.pptx
BGA Minggu ke-12.pptx
AniszaRatnasari1
 
Seminar wahyu i, april 2007yy 2
Seminar wahyu i, april 2007yy 2Seminar wahyu i, april 2007yy 2
Seminar wahyu i, april 2007yy 2
Pardy Lanteran
 
nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2
nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2
nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2Pardy Lanteran
 
Paper pb
Paper pbPaper pb
Paper pb
titasamisai
 
Paper
PaperPaper
Bani israel
Bani israelBani israel
Bani israel
Izzah Ros
 
Mitos atau fakta paulusitusesat
Mitos atau fakta paulusitusesatMitos atau fakta paulusitusesat
Mitos atau fakta paulusitusesat
henry jaya teddy
 
Sejarah Peradaban Islam - Perang Salib
Sejarah Peradaban Islam - Perang SalibSejarah Peradaban Islam - Perang Salib
Sejarah Peradaban Islam - Perang Salib
Haristian Sahroni Putra
 
Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016
Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016
Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016
David Syahputra
 
21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad
21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad
21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad
Muhammad Ilmi
 
Pedang roh edisi_64
Pedang roh edisi_64Pedang roh edisi_64
Pedang roh edisi_64
alkitabiah
 
Buku Harun Yahya : Ancaman global freemasonry
Buku Harun Yahya : Ancaman global freemasonryBuku Harun Yahya : Ancaman global freemasonry
Buku Harun Yahya : Ancaman global freemasonry
BMG Training Indonesia
 
Sistem Dajjal
Sistem DajjalSistem Dajjal
Sistem Dajjal
Ruang Terang
 
Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11
Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11
Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11
Adam Hiola
 
12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya
12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya
12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya
FreeChildrenStories
 
Islam dalam tinjauan madilog
Islam dalam tinjauan madilogIslam dalam tinjauan madilog
Islam dalam tinjauan madilog
Bayu Prasetyo
 
Seminar Wahyu Pasal 1: Pendahuluan
Seminar Wahyu Pasal 1: PendahuluanSeminar Wahyu Pasal 1: Pendahuluan
Seminar Wahyu Pasal 1: Pendahuluan
David Syahputra
 
Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)
Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)
Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)
David Syahputra
 

Similar to Kisah Yang Yesus Ceritakan: Orang Samaria yang Baik (20)

Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020
Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020
Pelajaran sekolah sabat_ke-3_triwulan_iii_2020
 
BGA Minggu ke-12.pptx
BGA Minggu ke-12.pptxBGA Minggu ke-12.pptx
BGA Minggu ke-12.pptx
 
Seminar wahyu i, april 2007yy 2
Seminar wahyu i, april 2007yy 2Seminar wahyu i, april 2007yy 2
Seminar wahyu i, april 2007yy 2
 
nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2
nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2
nubuatan yg tergenapi.Seminar wahyu i, april 2007yy 2
 
Paper pb
Paper pbPaper pb
Paper pb
 
Paper
PaperPaper
Paper
 
Bani israel
Bani israelBani israel
Bani israel
 
Mitos atau fakta paulusitusesat
Mitos atau fakta paulusitusesatMitos atau fakta paulusitusesat
Mitos atau fakta paulusitusesat
 
Sejarah Peradaban Islam - Perang Salib
Sejarah Peradaban Islam - Perang SalibSejarah Peradaban Islam - Perang Salib
Sejarah Peradaban Islam - Perang Salib
 
Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016
Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016
Seminar wahyu pasal 1 pendahuluan revised 07 mei 2016
 
21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad
21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad
21031119 benjamin-keldani-menguak-misteri-muhammad
 
Pedang roh edisi_64
Pedang roh edisi_64Pedang roh edisi_64
Pedang roh edisi_64
 
Buku Harun Yahya : Ancaman global freemasonry
Buku Harun Yahya : Ancaman global freemasonryBuku Harun Yahya : Ancaman global freemasonry
Buku Harun Yahya : Ancaman global freemasonry
 
Sistem Dajjal
Sistem DajjalSistem Dajjal
Sistem Dajjal
 
Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11
Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11
Sekolah Sabat - Triwulan 4 2023 - Pelajaran 11
 
12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya
12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya
12 Foundation Stones – Pelajaran 5B - Kaidah kencana - Kasih adalah jawabannya
 
Islam dalam tinjauan madilog
Islam dalam tinjauan madilogIslam dalam tinjauan madilog
Islam dalam tinjauan madilog
 
Islam dalam tinjauan madilog
Islam dalam tinjauan madilogIslam dalam tinjauan madilog
Islam dalam tinjauan madilog
 
Seminar Wahyu Pasal 1: Pendahuluan
Seminar Wahyu Pasal 1: PendahuluanSeminar Wahyu Pasal 1: Pendahuluan
Seminar Wahyu Pasal 1: Pendahuluan
 
Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)
Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)
Khotbah Rohani Setia Sampai Mati (untuk umum)
 

More from FreeChildrenStories

十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf
十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf
十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf
FreeChildrenStories
 
十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf
十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf
十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf
FreeChildrenStories
 
十二柱石 - 第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf
十二柱石 -  第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf十二柱石 -  第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf
十二柱石 - 第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf
FreeChildrenStories
 
十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf
十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf
十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf
FreeChildrenStories
 
捕魚神蹟 - 著色書
捕魚神蹟 - 著色書 捕魚神蹟 - 著色書
捕魚神蹟 - 著色書
FreeChildrenStories
 
Mukjizat Menangkap Ikan - Buku Mewarnai
Mukjizat Menangkap Ikan - Buku MewarnaiMukjizat Menangkap Ikan - Buku Mewarnai
Mukjizat Menangkap Ikan - Buku Mewarnai
FreeChildrenStories
 
奇迹捕鱼 - 着色书
奇迹捕鱼 - 着色书 奇迹捕鱼 - 着色书
奇迹捕鱼 - 着色书
FreeChildrenStories
 
صيد السمك
صيد السمك صيد السمك
صيد السمك
FreeChildrenStories
 
奇迹捕鱼
奇迹捕鱼 奇迹捕鱼
奇迹捕鱼
FreeChildrenStories
 
Mukjizat Menangkap Ikan
Mukjizat Menangkap Ikan Mukjizat Menangkap Ikan
Mukjizat Menangkap Ikan
FreeChildrenStories
 
捕魚神蹟
捕魚神蹟 捕魚神蹟
捕魚神蹟
FreeChildrenStories
 
耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人
耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人 耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人
耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人
FreeChildrenStories
 
耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人
耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人
耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人
FreeChildrenStories
 
十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf
十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf
十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf
FreeChildrenStories
 
十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf
十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf
十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf
FreeChildrenStories
 
上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子
上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子
上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子
FreeChildrenStories
 
上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子
上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子
上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子
FreeChildrenStories
 
Majikan yang Berbelas kasih
Majikan yang Berbelas kasihMajikan yang Berbelas kasih
Majikan yang Berbelas kasih
FreeChildrenStories
 
寡婦與法官的比喻
寡婦與法官的比喻 寡婦與法官的比喻
寡婦與法官的比喻
FreeChildrenStories
 
不义审判官的比喻
不义审判官的比喻 不义审判官的比喻
不义审判官的比喻
FreeChildrenStories
 

More from FreeChildrenStories (20)

十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf
十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf
十二基石 – 第四課(上)- 對於年幼的孩 - 聆聽天堂的聲音.pdf
 
十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf
十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf
十二柱石 - 第四课(上)- 对于年幼的孩子 - 聆听天国的声音.pdf
 
十二柱石 - 第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf
十二柱石 -  第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf十二柱石 -  第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf
十二柱石 - 第三课 (下)- 对于年幼的孩子 - 祷告与赞美.pdf
 
十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf
十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf
十二基石 – 第三課 (下)- 對於年幼的孩 - 禱告與讚美.pdf
 
捕魚神蹟 - 著色書
捕魚神蹟 - 著色書 捕魚神蹟 - 著色書
捕魚神蹟 - 著色書
 
Mukjizat Menangkap Ikan - Buku Mewarnai
Mukjizat Menangkap Ikan - Buku MewarnaiMukjizat Menangkap Ikan - Buku Mewarnai
Mukjizat Menangkap Ikan - Buku Mewarnai
 
奇迹捕鱼 - 着色书
奇迹捕鱼 - 着色书 奇迹捕鱼 - 着色书
奇迹捕鱼 - 着色书
 
صيد السمك
صيد السمك صيد السمك
صيد السمك
 
奇迹捕鱼
奇迹捕鱼 奇迹捕鱼
奇迹捕鱼
 
Mukjizat Menangkap Ikan
Mukjizat Menangkap Ikan Mukjizat Menangkap Ikan
Mukjizat Menangkap Ikan
 
捕魚神蹟
捕魚神蹟 捕魚神蹟
捕魚神蹟
 
耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人
耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人 耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人
耶穌的比喻 - 好撒瑪利亞人
 
耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人
耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人
耶稣讲的故事 - 好撒玛利亚人
 
十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf
十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf
十二柱石- 第一课(下)- 对于年幼的孩子 - 背诵经文.pdf
 
十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf
十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf
十二基石- 第一課(下)對於年幼的孩子 - 背誦經文.pdf
 
上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子
上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子
上帝的话语 - 十二柱石第一课对于年幼的孩子
 
上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子
上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子
上帝的話語 - 十二基石第一課(上)- 对于年幼的孩子
 
Majikan yang Berbelas kasih
Majikan yang Berbelas kasihMajikan yang Berbelas kasih
Majikan yang Berbelas kasih
 
寡婦與法官的比喻
寡婦與法官的比喻 寡婦與法官的比喻
寡婦與法官的比喻
 
不义审判官的比喻
不义审判官的比喻 不义审判官的比喻
不义审判官的比喻
 

Kisah Yang Yesus Ceritakan: Orang Samaria yang Baik

  • 1. Kisah Yang Yesus Ceritakan Orang Samaria yang Baik Banyak dari antara kita yang sudah tahu tentang cerita orang Samaria yang Baik. Akan tetapi, karena kita hidup dalam budaya yang sangat berbeda dengan budaya abad pertama di Palestina, ada aspek-aspek dari kisah itu yang mungkin tidak kita pahami. Mendengar atau membaca perumpamaan ini, tidak selalu mengejutkan atau bukan merupakan tantangan bagi masyarakat dunia dewasa. Namun demikian, para pendengar dari abad pertama yang menyimak perumpamaan yang dikisahkan Yesus akan terkejut. Pesan yang terkandung di dalamnya bertentangan dengan apa yang mereka inginkan dan menantang batasan-batasan budaya mereka. Mari kita melihat para pemeran karakter dalam urutan penampilan mereka. Korban Perampokan Perumpamaan itu tidak banyak mengisahkan tentang pemeran pertama, orang yang dirampok dan dipukuli, namun ada fakta yang penting dalam cerita ini. Korban ditelanjangi dan dalam keadaan hampir mati. Dia terbaring di jalan, babak belur dan tidak sadarkan diri. Ini mempunyai arti yang penting karena orang-orang di abad pertama dapat dikenali berdasarkan pakaian yang dikenakannya dan bahasa atau dialeknya. Karena orang yang dirampok itu tidak mengenakan pakaian, tidak mungkin untuk mengetahui apa kewarganegaraannya. Karena ia tak sadarkan diri dan tidak mampu berbicara maka mustahil untuk mengidentifikasi siapa dia atau dari mana asalnya.
  • 2. Sang Imam Imam bangsa Yahudi di Israel bertugas melayani di dalam Bait Allah di Yerusalem. Para imam biasa adalah mereka yang melayani di bait Allah selama satu minggu penuh dalam periode 24-minggu. Tidak ada rincian yang diberikan mengenai imam dalam perumpamaan ini, tetapi mereka yang mendengar perumpamaan Yesus kemungkinan besar menyimpulkan bahwa imam itu sedang dalam perjalanan pulang ke Yeriko setelah bertugas selama satu minggu di bait suci. Orang Lewi Sementara semua imam orang Lewi, tidak semua orang Lewi adalah imam. Mereka dianggap imam kecil. Seperti halnya para imam, mereka juga bertugas selama dua minggu pada dua waktu yang berbeda di sepanjang tahun. Orang Samaria Orang Samaria adalah orang-orang yang tinggal di perbukitan Samaria antara Galilea di utara dan Yudea di selatan. Mereka percaya pada kelima buku Musa, namun percaya bahwa Tuhan telah menentukan Gunung Gerizim sebagai tempat untuk menyembah, dan bukannya Yerusalem. Pada tahun 128 SM, bait suci orang
  • 3. Samaria di Gunung Gerizim (Girizi) dihancurkan oleh balatentara Yahudi. Antara tahun 6 dan 7 Tarikh Masehi beberapa orang Samaria menebarkan tulang belulang manusia di bait suci orang Yahudi, yang mana berarti menodainya. Kedua peristiwa tersebut memainkan peran dalam permusuhan yang mendalam antara orang Yahudi dan orang Samaria. Permusuhan ini jelas tertera dalam Perjanjian Baru. Ketika orang- orang Yahudi dari Galilea bepergian ke arah selatan ke Yerusalem, sering kali mereka mengambil jalan yang lebih panjang mengitari Samaria. Perjalanan bertambah 40 kilometer atau dua atau tiga hari perjalanan. Rute itu jauh lebih panas dan jalannya mendaki cukup tinggi dari Yerikho ke Yerusalem, tetapi banyak yang merasa itu layak dijalani demi menghindari kontak dengan orang Samaria. Dalam pertikaian kebudayaan, rasial dan keagamaan inilah Yesus mengisahkan perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik. Perumpamaan Sekarang karena kita sudah lebih mengenal karakter-karakternya, marilah kita melihat apa yang terjadi ketika Yesus ditanyai oleh ahli Taurat pada kitab Lukas bab 10, ayat 25. Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Lukas 10:25) Pertanyaan mengenai bagaimana memperoleh hidup yang kekal diperdebatkan di antara para cerdik cendikiawan Yahudi pada abad pertama, dengan menekankan kepatuhan akan hukum Taurat sebagai sarana untuk memperoleh hidup yang kekal. Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu [ahli Taurat]: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
  • 4. dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Lukas 10:26-27) Sebagaimana terlihat di seluruh Injil, inilah persisnya yang telah diajarkan oleh Yesus, dan mungkin ahli Taurat tadi sudah pernah mendengar Yesus mengatakannya sebelumnya. Pada kalimatnya yang berikutnya, ahli Taurat itu mencari pembenaran di hadapan Tuhan. Dia ingin tahu apa yang harus dilakukannya, apa yang bisa berhasil, tindakan apa yang harus diambilnya untuk membenarkan dirinya; dengan perkataan lain, untuk bisa memperoleh keselamatan. Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" (Lukas 10:29) Ahli Taurat itu mengerti bahwa dia bisa mengasihi Tuhan dengan mematuhi hukum Taurat, tetapi poin “kasihilah sesamamu manusia” agak kurang jelas atau samar-samar. Jadi dia ingin tahu siapa sesamanya manusia, siapa persisnya yang harus dikasihinya. Dia tahu bahwa tetangganya termasuk “orang-orang sebangsamu,” sebagaimana tertera pada ayat di Imamat, berarti termasuk rekan- rekan bangsa Yahudi. Tetapi apakah masih ada lagi? Orang-orang yang bukan Yahudi tidak dianggap sebagai sesama, padahal tertera di kitab Imamat 19:34: Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri… Jadi ada kasus harus di mana jika orang asing yang tinggal di kota si ahli Taurat, berarti orang itu juga disebut sebagai sesamanya. Jadi sesama ahli Taurat itu mungkin adalah sesama orang Yahudi, dan juga bisa berupa orang asing yang tinggal di kota. Orang lain pasti bukan sesamanya, apalagi orang Samaria yang dibenci. Menanggapi pertanyaan ini, “Siapakah sesamaku”—dengan perkataan
  • 5. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. (Lukas 10:31) Kemungkinan besar imam itu baru selesai bertugas seminggu di bait suci. Karena statusnya, kemungkinan ia menunggang keledai dan bisa saja membawa orang yang terluka itu ke Yerikho. Permasalahannya dia tidak tahu siapa atau bangsa apa orang itu, karena ia tidak sadarkan diri dan juga pakaiannya telah dilucuti. Imam itu bertanggung jawab terhadap hukum Taurat untuk membantu sesama orang Yahudi, tetapi tidak demikian terhadap orang asing, dan pada saat itu dia tidak dapat menentukan orang yang terluka itu orang Yahudi atau bukan. Selain itu, si imam tidak tahu apakah orang tersebut sudah mati atau belum mati, dan menurut hukum, mendekati atau menyentuh jenazah akan membuatnya berdasarkan tradisi, ternoda. Akhirnya si imam memutuskan, entah dengan alasan apa, untuk melintasi orang yang terluka itu, berada di seberang jalan untuk memastikan bahwa ia berada dalam jarak yang aman. lain, siapakah yang perlu saya kasihi—Yesus mengisahkan perumpamaan ini. Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.” (Lukas 10:30) Sementara tidak mungkin mengidentifikasikan orang itu bangsa apa, berdasarkan konteks dan hasil dari ceritanya, para pendengar Yesus kemungkinan besar mengasumsikan bahwa orang tersebut adalah bangsa Yahudi.
  • 6. Perumpamaan itu berlanjut: Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. (Lukas 10:32) Orang Lewi, mungkin juga dalam perjalanan pulang setelah bertugas seminggu di bait suci, berbuat seperti halnya si imam. Ia memutuskan untuk tidak membantu. Pada titik ini dalam cerita para pendengar yang aslinya mungkin menginginkan orang berikutnya yang melintas adalah orang Yahudi dari kalangan awam. Masuk akal mengingat urut-urutan dari kisah tersebut: imam, orang Lewi, orang awam. Akan tetapi, Yesus beranjak jauh dari apa yang diinginkan dalam mengisahkan perumpamaan-Nya. Orang ketiga yang muncul dalam cerita adalah orang Samaria, orang yang dihina dan dianggap sebagai musuh. Dan permasalahannya menjadi semakin parah ketika Yesus melanjutkan kisah tentang apa yang dilakukan oleh orang Samaria terhadap orang yang tengah menjelang ajalnya, apa yang seharusnya telah dilakukan oleh si imam dan orang Lewi yang beragama itu, yang kedua-duanya melayani di bait suci. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. (Lukas 10:33-34)
  • 7. Samaria, mungkin seorang pedagang membawa anggur dan minyak, setidak-tidaknya membawa seekor hewan, mungkin keledai, memiliki belas kasihan kepada orang yang terluka. Pertama ia membalut luka- lukanya. Apa yang dia gunakan untuk melakukan itu? Dia bukan layanan ambulans lokal, ia tidak memiliki perangkat P3K. Mungkin, sebagai seorang pedagang, ia membawa kain. Mungkin ia menanggalkan baju dalamnya dan menggunakannya, atau melepas kain kepalanya dan menggunakannya sebagai perban. Dia kemudian menuangkan anggur dan minyak untuk membersihkan, desinfektan, dan kesembuhan. Orang Samaria itu membawa orang yang terluka ke tempat penginapan dan merawatnya di sana. Seandainya, sebagaimana yang disimpulkan, orang yang terluka itu adalah orang Yahudi, si orang Samaria mengambil resiko besar membiarkan orang Yahudi yang sekarang menunggang keledainya masuk ke dalam kota, sebab kerabat orang yang terluka itu mungkin saja menuduh orang Samaria atas kondisi yang dialaminya dan akan membalas dendam. Demi keselamatannya, barangkali lebih bijaksana kalau dia meninggalkan orang tersebut di dekat kota, atau di dekat pintu gerbang kota, tetapi sebaliknya ia membawa orang tersebut ke penginapan dan melewatkan semalam merawatnya. Kemudiarbuat lebih banyak lagi. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. (Lukas 10:35) Dua dinar adalah setara dengan upah dua hari untuk buruh. Meninggalkan uang dengan pemilik penginapan sebagai jaminan agar orang itu mendapatkan perawatan yang dibutuhkan selama masa pemulihan. Jika pemilik
  • 8. penginapan memerlukan lebih dari itu untuk merawat orang yang dalam pemulihan, orang Samaria berjanji untuk membayarnya pada waktu kunjungan berikutnya. Jika itu tidak dilakukannya, hutang orang yang sakit itu untuk membayar penginapan, perawatan, dan makanan bisa bertumpuk-tumpuk, dan pada masa itu, jika orang tidak bisa membayar hutangnya, dia bisa ditangkap. Janji orang Samaria untuk kembali dan membayar biaya ekstra memastikan keselamatan dan perawatan yang berkelanjutan. Kemungkinan besar orang Samaria itu mempunyai bisnis di Yerusalem dan sering melewati Yerikho. Sebagai pelanggan tetap, masuk akal jika pemilik penginapan percaya pada janjinya akan membayar ongkos kelebihannya sewaktu dia kembali lagi. Mengakhiri ceritanya, Yesus bertanya kepada ahli Taurat itu: “Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Lukas 10:36-37) Pertanyaan ahli Taurat itu adalah, “Siapakah sesamaku?” Yesus tidak menjawab dengan rincian yang diinginkan oleh ahli Taurat itu. Sebaliknya, Ia memberikan sebuah perumpamaan dan bertanya kepada ahli Taurat itu siapa yang terbukti sebagai sesamanya. Ahli Taurat itu menginginkan jawaban yang masuk ke dalam kategorinya, yang tegas, seperti: sesamamu adalah sesama orang Yahudi, dan juga orang yang berubah sehingga menganut Yudaisme, dan orang-orang asing yang hidup di sekitar kamu. Jika itu yang diberikan kepadanya, maka ia tahu siapa yang secara spesifik harus dikasihinya. Tetapi perumpamaan Yesus memperlihatkan tidak ada daftar yang membatasi siapa yang harus Anda kasihi atau siapa yang dianggap sebagai sesama. Yesus menggambarkan “sesamamu” sebagai orang yang membutuhkan, yang Tuhan tempatkan di jalur Anda. Di seluruh Injil, Yesus menekankan kasih dan belas kasihan melebihi
  • 9. mentaati peraturan. Sebalik daripada menempatkan fokus pada apa yang harus dilakukan oleh seseorang, Ia menempatkan fokus pada manusia seperti apa hendaknya kita menjadi. Dalam hal ini, agar kita menjadi manusia yang berbelas kasihan, pengasih dan penyayang terhadap mereka yang membutuhkan.—Bukan saja dalam pemikiran tetapi juga dalam perbuatan. Kristus memanggil kita agar menjadi berbelas-kasihan. Seperti halnya ahli Taurat itu dan mereka yang pada mulanya mendengarkan Yesus, kita ditantang untuk menanggapi, untuk pergi dan melakukannya. Sewaktu kita melakukannya, berikut adalah beberapa poin untuk dipertimbangkan: • Kewajiban kita untuk mengasihi sesama manusia tidak hanya sebatas pada mereka yang sudah kita kenal, atau mereka yang sama seperti kita, atau mereka yang menganut kepercayaan sama dengan kita. Yesus tidak menetapkan batasan pada siapa saja yang kepadanya kita harus memperlihatkan kasih dan belas kasihan. • Perbedaan suku bangsa, kepercayaan, gaya hidup dan status sosial hendaknya tidak menghalangi kita untuk mengasihi orang lain. • Kebaikan dalam diri
  • 10. orang tidak hanya terbatas pada mereka yang memeluk agama sama dengan kita. Ada banyak orang dari penganut agama lain dan bahkan yang tidak punya kepercayaan, yang memperlihatkan kasih dan belas kasihan kepada sesama manusia. www.freekidstories.org Text © TFI. Images on pages 1 – 8 © FreeBibleImages; used under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Top image on page 9 designed by Prostooleh via Freepik. Bottom image in page 9 designed by valentinlacoste via Freepik. Image on page 9 designed by jcmop via Freepik. • Sebagai murid, sebagai pengikut Yesus, kita hendaknya penuh dengan kasih-Nya, dan hendaknya kasih itu menggugah kita untuk bertindak bagi orang lain. Kasih dan belas kasihan adalah ciri-ciri dari Kekristenan yang sejati, pertanda apakah Anda mengikuti jejak kaki sang Tuan. • Kasih dalam perbuatan melibatkan pengorbanan. Seringkali kita harus berganti rencana untuk membantu orang lain. Jika Anda memberi secara finansial kepada orang lain, itu berarti uang Anda berkurang. Membantu orang lain meminta kasih yang mahal harganya, tetapi itu adalah bagian dari mengasihi sesama manusia. Barangkali tidak ada orang yang tahu seberapa harga yang harus Anda bayar untuk mengasihi sesama Anda, tetapi Bapa-mu di sorga, yang melihat segala sesuatu yang dilakukan dengan diam-diam, tahu, dan Ia akan memberi imbalan. (Matius 6:4) Ambillah waktu untuk merenungkan prinsip-prinsip yang Yesus kemukakan dalam kisah ini. Yesus menetapkan standar untuk kasih dan belas kasihan dalam perumpamaan ini, dan kata-kata penutupnya untuk Anda dan saya— para pendengar sekarang—adalah, “Pergilah, dan lakukanlah demikian.”