Prinsip 1. Ketahananekosistem mangrove dalam
menyediakan barang dan jasa (layanan) di tengah
perubahan dan variabilitas iklim
Kriteria:
C.1.1 Keterpaparan dan sensitivitas barang dan jasa ekosistem
mangrove.
Indikator:
I.1.1.1 Perubahan penyediaan pangan dari mangrove (misal:
perikanan , madu , buah , daun ).
I.1.1.2 Perubahan penyediaan barang dan produk non - pangan
mangrove (misal: arang , sabun ).
I.1.1.3 Perubahan jasa berbasis mangrove dan perlindungan
pesisir (misal proyek karbon , ekowisata , penyediaan
habitat).
I.1.1.4 Perubahan kualitas lingkungan mangrove.
3.
Prinsip 1. Ketahananekosistem mangrove dalam
menyediakan barang dan jasa (layanan) di tengah
perubahan dan variabilitas iklim
Kriteria:
C.1.2 Kapasitas adaptasi alami ekosistem mangrove.
Indikator:
I.1.2.1 Perubahan luas kawasan mangrove.
I.1.2.2 Kecepatan (laju) perubahan regenerasi alami
mangrove ).
I.1.2.3 Perubahan keanekaragaman hayati mangrove (flora
dan fauna).
4.
Prinsip 2. Kepekaansistem manusia terhadap
penurunan layanan ekosistem mangrove
Kriteria:
C.2.1 Ketergantungan sistem manusia terhadap layanan
ekosistem mangrove.
Indikator:
I.2.1.1 Tingkat ketergantungan mata pencaharian pada sumber
daya berbasis mangrove (misal: ekowisata, perikanan).
I.2.1.2 Tingkat ketergantungan mata pencaharian pada industri
pengolahan berbasis mangrove (misal: pempek, terasi ).
I.2.1.3 Keadilan dalam akses dan kontrol atas sumber daya
mangrove.
I.2.1.4 Pembagian beban kerja dalam perolehan dan pengolahan
produk mangrove.
5.
Prinsip 2. Kepekaansistem manusia terhadap
penurunan layanan ekosistem mangrove
Kriteria:
C.2.2 Ketersediaan pengganti yang berkelanjutan dan hemat biaya
untuk barang dan jasa mangrove yang hilang
Indikator:
I.2.2.1 Ketersediaan pengganti yang berkelanjutan dan hemat
biaya untuk barang dan jasa mangrove yang hilang .
I.2.2.2 Ketersediaan usaha dan peluang kerja yang berkelanjutan
dan hemat biaya di luar sektor mangrove.
I.2.2.3 Partisipasi dalam berbagai peluang ekonomi dan usaha .
6.
Prinsip 3. Kapasitasadaptif sistem sosial dan tata
kelola untuk mengatasi perubahan layanan ekosistem
mangrove akibat perubahan iklim
Kriteria:
C.3.1 Kapasitas adaptif sistem sosial untuk mengelola
perubahan layanan ekosistem mangrove.
Indikator:
I.3.1.1 Ketersediaan dan efektivitas organisasi sosial serta
kemasyrakatan dalam pengelolaan mangrove.
I.3.1.2 Tingkat modal sosial dalam masyarakat (jaringan ,
kepercaayaan , norma, dan timbal balik ).
7.
Prinsip 3. Kapasitasadaptif sistem sosial dan tata
kelola untuk mengatasi perubahan layanan ekosistem
mangrove akibat perubahan iklim
Kriteria:
C.3.2 Kemampuan kebijakan dan sistem tata kelola untuk mengatasi perubahan
layanan ekosistem mangrove.
Indikator:
I.3.2.1 Keberadaan dan kualitas kebijakan , regulasi , serta dana pada level lokal
dan nasional .
I.3.2.2 Tingkat partisipasi pemangku kepentingan dalam proses kebijakan dan
pengambilan keputusan .
I.3.2.3 Efektivitas pemerintah , yang berupa kompetensi birokrasi dan kualitas
pemberian layanan publik .
I.3.2.4 Kebijakan dan peraturan yang mendorong akses yang adil terhadap
sumber daya dan manfaat bagi perempuan dan kelompok rentan .
I.3.2.5 Pengendalian korupsi dalam institusi publik dan sistem pemerintahan .
8.
Contoh Verifier P1C.1.1
Indikator I.1.1.1 Perubahan jasa penyedia : jumlah pangan dari
mangrove ( perikanan , madu , buah , daun ).
Verifier:
• Volume tangkapan tahunan : Jumlah hasil tangkapan ikan
tahunan (kg/ tahun ) yang bergantung pd ekosistem mangrove
• Hasil per Upaya: Produktivitas penangkapan ikan, misal berat
tangkapan per sekali trip atau per unit jaring
• Keanekaragaman hayati : Jumlah dan variasi spesies
mangrove yang ditemukan dan tercatat di lokasi setempat
• Volume produk pangan : Jumlah produksi makanan olahan
atau bahan pangan (kg/ tahun ) langsung dari mangrove
9.
Contoh Verifier P2– C.2.1
Indikator I.2.1.1 Tingkat ketergantungan mata pencaharian
pada sumber daya berbasis mangrove (misal: ekowisata,
perikanan)
Verifier:
• Proporsi pendapatan Non - Ekstraktif : Persentase (%) pendapatan yang
didapat tanpa merusak alam (pemandu wisata atau usaha industri
rumahan ).
• Alih mata pencaharian : Jumlah dan tren keluarga yang berpindah ke
sumber penghasilan alternatif (misal lebih ramah lingkungan
dibandingkan sebelumnya ).
• Akses program dan jasa pendukung : Tingkat partisipasi masyarakat
dalam program pelatihan , bantuan modal (microfinance), atau
pendampingan usaha baru .
• Tingkat keberlanjutan usaha : Penilaian apakah kegiatan ekonomi baru
tersebut benar - benar menguntungkan dan bisa bertahan dalam jangka
panjang berdasarkan catatan keuangan .
10.
Contoh Verifier P3– C3.1
Indikator I.3.1.2 Tingkat modal sosial , yaitu jaringan ,
kepercayaan , norma, dan timbal balik dalam masyarakat .
Verifier:
• Kekuatan Jejaring Komunitas : Jumlah dan variasi kelompok (seperti kelompok
tani , koperasi atau jaringan pemuda) yang aktif menghubungkan warga
dengan berbagai lembaga pendukung .
• Tingkat Kepercayaan : Ukuran seberapa besar rasa percaya masyarakat
terhadap pemimpin , organisasi , dan sesama anggota , yang diukur
melalui survei persepsi atau diskusi (FGD).
• Kepatuhan Aturan Lokal: Bukti bahwa masyarakat menaati hukum adat atau
kesepakatan desa dalam mengelola alam dan menjaga ketertiban sosial .
• Budaya Tolong Menolong : Frekuensi kegiatan sosial seperti gotong royong,
berbagi alat kerja , atau saling membantu saat terjadi krisis /bencana .
• Penyelesaian Konflik : Ketersediaan wadah yang efektif untuk mendamaikan
perselisihan , seperti dewan adat atau forum diskusi warga untuk menjaga
kerukunan .