SlideShare a Scribd company logo
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
33
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA
DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA
Muhamad Ngafifi
SMP Negeri 2 Sukoharjo Wonosobo
Abstrak
Makalah ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses perkembangan kemajuan teknologi, (2)
mengetahui perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi, (3) mengetahui pengaruh
kemajuan teknologi di bidang sosial budaya, dan (4) mendapatkan solusi dalam mengatasi dampak
negatif dari kemajuan teknologi. Makalah ini merupakan hasil studi pustaka yang bersumber pada
buku, artikel, jurnal, dan dilengkapi dengan hasil survei tentang penggunaan teknologi modern
yang digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif
secara kritis oleh penulis dengan menggunakan pendekatan teori perubahan sosial budaya. Hasil
pembahasan dalam makalah ini menunjukkan sebagai berikut: (1) kemajuan teknologi terus
berkembang sangat pesat dan melahirkan masyarakat digital; (2) terjadi perubahan pola hidup
manusia akibat kemajuan teknologi sehingga menjadi lebih pragmatis, hedonis, sekuler, dan
melahirkan generasi instan namun juga mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam tingkah
laku dan tindakannya; (3) kemajuan teknologi berwajah ganda karena menimbulkan pengaruh
positif dan negatif bagi kehidupan manusia; (4) upaya untuk menekan dan mengatasi dampak
negatif dari kemajuan teknologi dapat dilakukan dengan mensinergiskan peran keluarga,
pendidikan, masyarakat, dan negara.
Kata kunci: teknologi, pola hidup, dan perubahan sosial budaya
ADVANCES IN TECHNOLOGY AND PATTERNS OF HUMAN LIFE
IN SOCIO-CULTURAL PERSPECTIVE
Muhamad Ngafifi
SMP Negeri 2 Sukoharjo Wonosobo
Abstract
This paper aims to: 1) describe the process of technological advances, 2) identify the changes in
the patterns of human life due to advances in technology, 3) determine the effect of technological
advances in the field of socio-culture, and 4) provide a solution to overcome the negative impact of
technological advances. This paper is a literature review of which the sources are books, articles,
journals, and the results of a survey on the use of modern technology that is used as a data
collection technique. Data were analyzed descriptively using the theory of socio-cultural change.
The results are as follows: (1) technology advances continue to grow very rapidly and gave birth to
the digital society; (2) there were changes in the patterns of human life due to advances in
technology, that is people become more pragmatic, hedonistic, and secular, which is leading to an
instant generation but they also promote effectiveness and efficiency in the behavior and actions;
(3) dvances in technology cause positive and negative impact on human life; and (4) efforts to
reduce and overcome the negative impacts of technological advances can be made by synergizing
the role of family, education, community, and country.
Keywords: technology, patterns of human life, culture and social change
34 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
PENDAHULUAN
Manusia menggunakan teknologi kare-
na memiliki akal. Dengan akalnya manusia
ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih
baik, lebih aman, dan sebagainya. Perkem-
bangan teknologi terjadi karena seseorang
menggunakan akalnya untuk menyelesaikan
setiap masalah yang dihadapinya.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu
yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan
sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan
manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Teknologi juga memberikan banyak kemu-
dahan, serta sebagai cara baru dalam melaku-
kan aktivitas manusia. Manusia juga sudah
menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilk-
an dalam dekade terakhir ini.
Pada era globalisasi saat ini, penguasa-
an teknologi menjadi prestise dan indikator
kemajuan suatu negara. Negara dikatakan
maju jika memiliki tingkat penguasaan tek-
nologi tinggi (high technology), sedangkan
negara-negara yang tidak bisa beradaptasi de-
ngan kemajuan teknologi sering disebut seba-
gai negara gagal (failed country). Berikut ini
10 negara di dunia terhebat dengan penguasa-
an teknologi tinggi:
Tabel 1. 10 Negara Terhebat di Dunia
Tahun 2012
NO NAMA NEGARA
1 Finlandia
2 Amerika Serikat
3 Jepang
4 Swedia
5 Korea Utara
6 Belanda
7 Inggris
8 Singapura
9 Korea Utara
10 Australia
Sumber:(http://top10newsworld.blogspot.com/
2012/11/10)
Negara-negara yang berjaya ini menjadi
adikuasa (powerful), kaya raya (prosperous),
dan berprestise (prestigious) karena bermodal-
kan teknologi. Oleh karena itu, memasuki
Milenium III ini, tidak mengherankan ber-
kembang keinginan untuk memanfaatkan,
mengembangkan, dan menguasai teknologi.
Terobosan teknologi di bidang mikro-elek-
tronika, bio teknologi, telekomunikasi, kom-
puter, internet, dan robotik telah mengubah
secara mendasar cara-cara kita mengembang-
kan dan mentransformasikan teknologi ke
dalam sektor produksi yang menghasilkan
barang dan jasa dengan teknologi tinggi
(Buhal, 2000, p.i).
Pada satu sisi, perkembangan dunia
IPTEK yang demikian mengagumkan itu
memang telah membawa manfaat yang luar
biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.
Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya me-
nuntut kemampuan fisik yang cukup besar,
kini relatif sudah bisa digantikan oleh
perangkat mesin-mesin otomatis. Demikian
juga ditemukannya formulasi-formulasi baru
kapasitas komputer, seolah sudah mampu
menggeser posisi kemampuan otak manusia
dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas
manusia. Ringkas kata kemajuan teknologi
saat ini benar-benar telah diakui dan dirasakan
memberikan banyak kemudahan dan kenya-
manan bagi kehidupan umat manusia (Dwi-
ningrum, 2012, p.171).
Di sisi lain, manusia tidak bisa menipu
diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi
mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan
bagi manusia modern. Kemajuan teknologi,
yang semula untuk memudahkan manusia,
ketika urusan itu semakin mudah, maka mun-
cul “kesepian” dan keterasingan baru, yakni
lunturnya rasa solidaritas, kebersamaan, dan
silaturrahmi. Contohnya penemuan televisi,
komputer, internet, dan handphone telah me-
ngakibatkan kita terlena dengan dunia layar.
Layar kemudian menjadi teman setia, bahkan
kita lebih memperhatikan dunia layar diban-
dingkan istri/suami, dan anak sekalipun.
Hampir setiap bangun tidur kita menekan
tombol televisi untuk melihat layar, pergi ke
kantor tekan tombol handphone melihat layar
untuk ber-sms, BBM (Blackberry Messenger)
ria atau main game, sampai di kantor sudah
tersedia layar komputer atau layar televisi.
Begitu juga ketika pulang dari kantor sampai
rumah, layar televisi yang dilihat terlebih
dahulu bukan istri dan anak. SMS dan BBM
membuat manusia mengalami “amnesia”
(lupa anak dan istri atau suami). Akibatnya
hubungan antar anggota keluarga renggang,
satu sama lain asyik dengan layarnya masing-
masing. Hal ini baru dalam rumah tangga
sendiri, apalagi dengan tetangga, mungkin
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
35
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
bertemu tetangga hanya ketika bendera putih
(tanda kematian) berdiri di depan rumah
tetangga. Ketika itu, baru kita sadar ada
anggota tetangga yang wafat. Dengan sedikit
basa-basi kita membesuk sebentar sebelum
pergi ke kantor (Bakhtiar, 2012, p.223).
Teknologi layar mampu membius
manusia untuk tunduk pada layar dan
mengabaikan yang lain. Jika manusia tidak
sadar akan hal ini, maka dia akan kesepian
dan kehilangan sesuatu yang amat penting
dalam dirinya, yakni kebersamaan, hubungan
kekeluargaan, dan sosial yang hangat. Jika
pengaruh teknologi yang demikian semakin
dalam, manusia tidak sadar akan kebutuhan
yang sebenarnya. Ibarat orang yang pertama
kali tinggal di dekat kandang ayam. Pada
minggu pertama tidurnya susah kalaupun bisa
hanya satu atau dua jam saja karena bau yang
menyengat. Minggu kedua sudah agak biasa
menyesuaikan diri dengan bau itu dan pada
minggu-minggu selanjutnya sudah terbiasa.
Setelah bertahun-tahun tinggal di sana sudah
rindu pada bau tersebut, bahkan tidak bisa
tidur kalau belum disertai “wewangian” kan-
dang ayam.
Teknologi yang sedang melanda
kehidupan kita sekarang juga ibarat orang
yang betah tinggal di samping kandang ayam
tadi, saking asyiknya dia tidak sadar bahwa
teknologi layar membuat dia terpinggirkan
dari sebuah kebutuhan mendasar. Dia hanya
berimajinasi sesuai dengan apa yang ditayang-
kan televisi, apalagi yang menonton itu adalah
anak-anak yang belum mampu membedakan
antara yang nyata dan visual. Tuntutan
melarang penayangan acara Smack Down di
salah satu stasiun televisi adalah suatu contoh
betapa besarnya akibat acara tersebut bagi
kepribadian anak. Anak Sekolah Dasar dan
Menengah yang meniru apa yang mereka
tonton dan tidak segan-segan berbuat sadis
sehingga berakibat fatal bagi fisik dan bahkan
ada yang meninggal (Amsal Bakhtiar, 2012,
pp.224-225).
Manusia saat ini benar-benar telah
menjadi budak dari teknologi. Berdasarkan
survei yang dilakukan Secur Envoy, sebuah
perusahaan yang mengkhususkan diri dalam
password digital, yang melakukan survei
terhadap 1.000 orang di Inggris menyimpul-
kan bahwa mahasiswa masa kini mengalami
nomophobia, yaitu perasaan cemas dan takut
jika tidak bersama telepon selulernya. Hasil
survei menunjukkan, 66 persen responden
mengaku tidak bisa hidup tanpa telepon
selulernya. Persentase ini semakin membeng-
kak pada responden berusia 18 dan 24 tahun.
Sebanyak 77 persen responden di antara
kelompok usia ini mengalami nomophobia
(http://kampus.okezone.com/read/2012/03/26).
Sementara itu riset yang lain dilakukan
Zogby International di Amerika Serikat
menunjukkan 24 persen dari 1.950 responden
yang terdiri dari orang dewasa menyatakan
internet memberikan dampak yang signifikan
dalam hidup mereka. Menurut perusahaan
riset tersebut, sebagian besar masyarakat me-
ngatakan tak bisa hidup tanpa internet dan
membutuhkan konektivitas dengan kecepatan
tinggi. Sebanyak 22 persen dari peserta
penelitian itu mengaku mengakses facebook
ketika berinternet dan 10 persennya mengun-
jungi situs Google. Ketika ditanya prediksi
mereka tentang teknologi informasi masa
depan, 40 persen dari responden membayang-
kan dalam beberapa tahun ke depan akan
ditanam sebuah cip di tubuh seluruh warga
dunia. Cip ini berfungsi untuk memantau
kondisi kesehatan dan mendeteksi keberadaan
orang tersebut. Sebagian dari mereka juga
meyakini berbagai pekerjaan yang dilakukan
manusia akan beralih ke robot. Zogby
menambahkan, kemajuan teknologi juga akan
terasa di bidang kesehatan khususnya dalam
pengembangan teknik kloning untuk
menciptakan organ tubuh manusia dan sistem
cell
(http://www.tempo.co/read/news/2010/12/23).
PEMBAHASAN
Kemajuan Teknologi
Konsep Teknologi
Manusia pada awalnya tidak mengenal
konsep teknologi. Kehadiran manusia purba
pada masa pra sejarah, hanya mengenal tek-
nologi sebagai alat bantunya dalam mencari
makan, alat bantu dalam berburu, serta meng-
olah makanan. Alat bantu yang mereka guna-
kan sangatlah sederhana, terbuat dari bambu,
kayu, batu, dan bahan sederhana lain yang
mudah mereka jumpai di alam bebas. Misal-
nya untuk membuat perapian, ia memanfaat-
kan bebatuan yang dapat memunculkan per-
cikan api.
36 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Pada awalnya teknologi berkembang
secara lambat. Namun seiring dengan
kemajuan tingkat kebudayaan dan peradaban
manusia perkembangan teknologi berkem-
bang dengan cepat. Semakin maju kebuda-
yaannya, semakin berkembang teknologinya
karena teknologi merupakan perkembangan
dari kebudayaan yang maju dengan pesat
(Adib, 2011, p.254).
Secara harfiah teknologi berasal dari
bahasa Yunani, yaitu “tecnologia” yang ber-
arti pembahasan sistematik mengenai seluruh
seni dan kerajinan. Istilah tersebut memiliki
akar kata “techne” dalam bahasa Yunani kuno
berarti seni (art), atau kerajinan (craft). Dari
makna harfiah tersebut, teknologi dalam
bahasa Yunani kuno dapat didefinisikan
sebagai seni memproduksi alat-alat produksi
dan menggunakannya. Definisi tersebut ke-
mudian berkembang menjadi penggunaan
ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan
manusia. Teknologi dapat pula dimaknai se-
bagai ”pengetahuan mengenai bagaimana
membuat sesuatu (know-how of making
things) atau “bagaimana melakukan sesuatu”
(know-how of doing things), dalam arti ke-
mampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan
nilai yang tinggi, baik nilai manfaat maupun
nilai jualnya (Martono, 2012, p.276).
Dalam konsep yang pragmatis dengan
kemungkinan berlaku secara akademis
dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan
(body of knowledge), dan teknologi sebagai
suatu seni (state of art) yang mengandung
pengertian berhubungan dengan proses
produksi; menyangkut cara bagaimana ber-
bagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja, dan
keterampilan dikombinasikan untuk mereal-
isasikan tujuan produksi. “secara konven-
sional mencakup penguasaan dunia fisik dan
biologis, tetapi secara luas juga meliputi
teknologi sosial, terutama teknologi sosial
pembangunan sehingga teknologi itu adalah
metode sistematis untuk mencapai setiap
tujuan Insani” (Dwiningrum, 2012, p.153).
Henslin menjelaskan bahwa istilah tek-
nologi dapat mencakup dua hal. Pertama,
teknologi menunjuk pada peralatan, yaitu
unsur yang digunakan untuk menyelesaikan
tugas. Teknologi merujuk pada peralatan
sedemikian sederhana-seperti sisir-sampai
yang sangat rumit-seperti komputer. Kedua,
keterampilan atau prosedur yang diperlukan
untuk membuat dan menggunakan peralatan
tersebut. Teknologi dalam kasus ini tidak
hanya merujuk pada prosedur yang diperlukan
untuk membuat sisir dan komputer, akan
tetapi juga meliputi prosedur untuk mem-
produksi suatu tatanan rambut yang dapat
diterima, atau untuk dapat memasuki jaringan
internet.
Secara sosiologis, teknologi memiliki
makna yang lebih mendalam daripada peralat-
an. Teknologi menetapkan suatu kerangka
bagi kebudayaan non material suatu kelom-
pok. Jika teknologi suatu kelompok mengala-
mi perubahan, maka cara berpikir manusia
juga akan mengalami perubahan. Hal ini juga
berdampak pada cara mereka berhubungan
dengan yang lain. Bagi Marx, teknologi
merupakan alat, dalam pandangan material-
isme historis hanya menunjuk pada sejumlah
alat yang dapat dipakai manusia untuk
mencapai kesejahteraan. Weber mendefinisi-
kan teknologi sebagai ide atau pikiran manu-
sia itu sendiri. Sementara itu menurut
Durkheim, teknologi merupakan kesadaran
kolektif yang bahkan diprediksi dapat me-
nggantikan kedudukan agama dalam masya-
rakat (Martono, 2012, pp.277-278).
Perkembangan teknologi akan menga-
lami beberapa siklus. Jacob menjelaskan
beberapa siklus perkembangan ilmu penge-
tahuan dan teknologi menjadi lima tahapan.
Lima tahapan tersebut dinyatakan sebagai
lima siklus kondratif, yaitu suatu siklus yang
akan berulang setiap 50 tahun. Kelima siklus
tersebut adalah: pertama, dimulai dengan
revolusi teknologi (tahun 1760); kedua, di-
tandai dengan terbentangnya jaringan kereta
api (tahun 1848); ketiga, dimulai dengan
ditemukannya ban berjalan (tahun 1895);
keempat, ditandai dengan ditemukannya tena-
ga atom dan motorisasi massal (tahun 1945);
dan kelima, ditandai dengan perkembangan
mikro elektronik serta bioteknologi.
Teknologi memperlihatkan fenomena-
nya dalam masyarakat sebagai hal impersonal
dan memiliki otonomi mengubah setiap
bidang kehidupan manusia menjadi lingkup
teknis. Sastrapratedja (Dwiningrum, 2012,
p.154) menjelaskan bahwa fenomena teknik
pada masyarakat kini, memiliki ciri-ciri se-
bagai berikut:
a. Rasionalitas, artinya tindakan spontan
oleh teknik diubah menjadi tindakan
yang direncanakan dengan perhitungan
rasional.
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
37
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
b. Artifisialitas, artinya selalu membuat
sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c. Otomatisme, artinya dalam hal metode,
organisasi, dan rumusan dilaksanakan
serba otomatis. Demikian pula dengan
teknik mampu mengeliminasikan kegia-
tan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
d. Teknik berkembang pada suatu ke-
budayaan
e. Monisme, artinya semua teknik bersatu,
saling berinteraksi dan saling bergantung.
f. Universalisme, artinya teknik melampaui
batas-batas kebudayaan dan ideologi,
bahkan dapat menguasai kebudayaan.
g. Otonomi, artinya teknik berkembang
menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang dengan
pesat, meliputi berbagai bidang kehidupan
manusia. Masa sekarang nampaknya sulit
memisahkan kehidupan manusia dengan tek-
nologi, bahkan sudah merupakan kebutuhan
manusia. Awal perkembangan teknologi yang
sebelumnya merupakan bagian dari ilmu atau
bergantung dari ilmu, sekarang ilmu dapat
pula bergantung dari teknologi. Contohnya
dengan berkembang pesatnya teknologi kom-
puter dan satelit ruang angkasa, maka diper-
oleh pengetahuan baru dari hasil kerja kedua
produk teknologi tersebut (Dwiningrum,
2012, p.155).
Berdasarkan uraian pendapat di atas
kita dapat menyimpulkan dan menarik suatu
benang merah bahwa teknologi merupakan
hasil olah pikir manusia yang pada akhirnya
digunakan manusia untuk mewujudkan ber-
bagai tujuan hidupnya, teknologi menjadi
sebuah instrumen untuk mencapai tujuan.
Teknologi juga merupakan hasil perkem-
bangan rasionalitas manusia. Ketika kebera-
daan teknologi dikembangkan dalam struktur
tindakan manusia, maka keberadaan teknologi
juga dapat ditempatkan dalam kerangka
perkembangan rasionalitas manusia tersebut.
Ketika manusia masih berada pada
tahap irasional (bersifat tradisional dan
afektif), manusia telah mampu menghasilkan
berbagai teknologi yang masih sederhana.
Seiring dengan perkembangan rasionalitasnya,
manusia telah menghasilkan berbagai tekno-
logi yang cukup rumit, namun pada akhirnya
keberadaan teknologi tersebut dimanfaatkan
sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup
manusia. Teknologi telah mempengaruhi pola
pikir manusia itu sendiri, dan akibatnya secara
tidak langsung teknologi juga sangat mem-
pengaruhi tindakan, dan pola hidup manusia.
Teknologi juga dimaknai sebagai alat yang
memperlebar perbedaan kelas dalam masya-
rakat. Teknologi menjadi simbol status bagi si
kaya dan si miskin, siapa yang mampu
menguasai teknologi, maka ia akan mampu
menguasai manusia yang lain.
Manusia menggunakan konsep tekno-
logi baru untuk menunjuk pada timbulnya
suatu teknologi yang membawa dampak
penting pada kehidupan sosial. Bagi orang-
orang yang hidup 500 tahun yang lalu,
teknologi-baru menunjuk pada proses pen-
cetakan, sedangkan pada masa sekarang,
teknologi baru menunjuk pada komputer,
satelit, pesawat atau teknologi komunikasi
yang lain. Perubahan kehidupan manusia yang
semula berbasis pertanian menjadi berbasis
industri juga sangat dipengaruhi oleh
perkembangan teknologi.
Janji Teknologi
Suatu hal yang perlu mendapat per-
hatian khusus adalah bahwa setiap perkem-
bangan teknologi selalu menjanjikan kemu-
dahan, efisiensi, serta peningkatan produk-
tivitas. Memang pada awalnya teknologi di-
ciptakan untuk mempermudah manusia untuk
memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Be-
rikut ini ada beberapa hal yang dijanjikan
teknologi (Martono, 2012, pp.289-291).
1) Teknologi menjanjikan perubahan
Setiap penemuan baru akan melahirkan
berbagai perubahan dalam suatu masyarakat.
Ibarat sebuah subsistem, kehadiran teknologi
baru sebagai subsistem baru dalam masya-
rakat akan membawa konsekuensi, subsistem
lain dalam sistem tersebut mau tidak mau
harus menyesuaikan diri akibat kehadiran
teknologi tersebut. Teknologi pasti akan me-
ngubah pola aktifitas keseharian individu.
Kehadiran televisi di rumah misalnya, akan
menyebabkan munculnya agenda baru setiap
hari, ada jadwal menonton acara favorit yang
sebelumnya tidak ada. Jadwal mandi, jadwal
makan, jadwal minum kopi, jadwal mem-
bersihkan rumah, jadwal belajar, jadwal ken-
can, sampai jadwal tidur akan disesuaikan
dengan jadwal acara di televisi. Bahkan su-
sunan perabotan di rumah, meja, kursi, lemari,
38 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
karpet, sofa, akan disesuaikan dengan di mana
kita meletakkan televisi.
2) Teknologi menjanjikan kemajuan
Teknologi merupakan simbol kemaju-
an. Siapa saja yang mampu mengakses
teknologi, maka ia akan mengalami sedikit
atau banyak kemajuan ke arah entah dalam
bentuk apa pun. Seseorang tidak akan keting-
galan informasi mana kala ia menggenggam
sebuah teknologi. Teknologi telah mempe-
ngaruhi gaya hidup, dan bahkan teknologi
juga telah menjadi gaya hidup itu sendiri.
3) Teknologi menjanjikan kemudahan
Teknologi memang diciptakan untuk
memberikan kemudahan bagi individu. Orang
tidak perlu susah-susah untuk menghubungi
sanak keluarganya di luar kota, bahkan di luar
negeri; mereka cukup menekan beberapa
nomor melalui hanphone. Orang tidak perlu
mengantri di depan petugas teller bank untuk
melakukan berbagai transaksi, kita cukup
masuk ke ruang ATM dan kita dapat melaku-
kan berbagai transaksi menggunakan mesin
tersebut, mulai mengambil uang, membayar
tagihan listrik, air, telepon, membeli pulsa,
membeli tiket kereta api, pesawat, kapal,
membayar SPP, mengirim uang ke rekening
lain, sampai membayar tagihan kredit. Ketika
kita lapar, kita cukup menekan beberapa
nomor delivery order, kemudian dalam bebe-
rapa menit, petugas pengantar makanan
sampai di depan pintu rumah kita. Kita dapat
memanfaatkan pesawat terbang untuk melaku-
kan perjalanan jauh dalam waktu singkat; kita
tidak perlu bersusah payah naik ke lantai yang
lebih tinggi di sebuah gedung bertingkat, kita
cukup memanfaatkan lift atau eskalator.
4) Teknologi menjanjikan peningkatan
produktifitas
Perusahaan besar banyak memanfaat-
kan teknologi untuk alasan efisiensi dan
peningkatan produktivitas daripada harus
mempekerjakan tenaga kerja manusia yang
memakan banyak anggaran untuk menggaji
mereka. Teknologi juga dapat meningkatkan
keuntungan perusahaan dengan berlipat
ganda. Teknologi juga dapat dimanfaatkan se-
bagai alat kontrol untuk mengevaluasi kinerja
seseorang. Teknologi finger print (sistem pre-
sensi dengan memanfaatkan sidik jari) misal-
nya, akan dapat mengontrol tingkat kehadiran
karyawan di kantor.
5) Teknologi menjanjikan kecepatan
Berbagai pekerjaan akan dapat disele-
saikan dengan cepat manakala kita meman-
faatkan teknologi. Keberadaan komputer akan
membantu mempercepat pekerjaan di kantor,
mempercepat pembukuan, teknologi juga
akan mempercepat proses pengiriman doku-
men, surat atau file, serta barang. Memasak
nasi akan lebih cepat jika menggunakan rice
cooker. Semua pekerjaan dan setiap kesulitan
akan teratasi dengan teknologi.
6) Teknologi menjanjikan popularitas
Manusia dengan mudahnya muncul di
layar kaca melalui internet. Situs You Tube
akan memfasilitasi kita untuk bergaya, bisa
menjadi narsis, menampakkan dan mempro-
mosikan wajah dan penampilan kita di
internet, hanya dengan berbekal kamera dan
modem untuk dapat meng-upload rekaman
gambar yang kita miliki. kita dapat bergaya
sesuka hati, dan masyarakat di seluruh dunia
dapat dengan mudah menonton aksi kita.
Banyak artis dadakan yang sangat terkenal
setelah ia meng-upload video mereka melalui
You Tube, misalnya: Sinta dan Jojo, dan
Briptu Norman Kamaru. Semaunya dapat
anda lakukan dengan bantuan teknologi. Ti-
dak hanya itu, kita dapat mencari teman
bahkan bertemu jodoh anda melalui teknologi.
Sungguh suatu hal yang sulit dilakukan di
masa lampau, kini ada dalam kenyataan di
depan kita. Namun, ada juga aksi-aksi nakal
para anak muda yang menyalahgunakan
internet. Lihat saja jutaan video porno yang
dapat dengan mudah di-upload dan di-down-
load melalui internet. Hal ini semakin me-
nguatkan pendapat bahwa kita dapat berbuat
apa saja dengan teknologi. Kita dapat mem-
peroleh keuntungan, sekaligus kita juga dapat
memperoleh banyak kerugian.
Masyarakat Digital
Era modern diidentikkan dengan era
masyarakat digital. Setiap aktivitas manusia
akan digerakkan melalui serangkaian tekno-
logi digital. Teknologi ini dioperasikan de-
ngan menekan beberapa digit (angka) yang di
susun dengan berbagai urutan. Relasi yang
terbangun di antara individu adalah relasi
pertukaran digital, setiap manusia hanya me-
lakukan serangkaian transaksi atau interaksi
melalui simbol-simbol digital. Transaksi per-
dagangan, komunikasi, semuanya digerakkan
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
39
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
secara digital. Setiap individu akan memiliki
identitas digital yang mampu mengenali siapa
dirinya, setiap manusia sudah diberi nomor
urut: melalui nomor identitas (e-KTP), nomor
handphone, nomor telepon, nomor rekening
bank, nomor ATM, nomor rekening listrik,
rekening telepon, rekening air, PIN (Personal
Identification Number) ATM, semuanya
menggunakan sistem digital.
Interaksi antarmanusia digerakkan de-
ngan teknologi serba digital: komputer, inter-
net, mesin ATM, telepon, handphone, dan
sebagainya, semuanya digerakkan secara digi-
tal. Kita dapat membeli sesuatu hanya dengan
menggesek kartu ATM dan menekan bebe-
rapa nomor PIN, demikian halnya untuk
membayar tagihan kamar hotel, membeli
tiket, dan sebagainya. Pengiriman uang dapat
dilakukan dalam hitungan detik hanya dengan
menekan beberapa digit nilai uang yang akan
dikirim dan beberapa digit nomor rekening
tujuan. Bukan uang yang dikirim, melainkan
hanya sederet angka yang berpindah dari re-
kening satu ke rekening yang lain (Martono,
2012, p.292).
Teori Perubahan Sosial Budaya
Para sosiolog dan antropolog mem-
punyai pendapat yang berbeda mengenai per-
ubahan sosial diantaranya (Soekanto, 1990,
pp.332-337):
1) Gillin dan Gillin, mengartikan peruba-
han sosial adalah suatu variasi dari cara
hidup yang telah diterima, baik karena
perubahan-perubahan kondisi geografis,
kebudayaan material, komposisi pendu-
duk, dan ideologi maupun karena adanya
difusi ataupun penemuan-penemuan baru
dalam masyarakat
2) Larson dan Rogers, mengemukakan
pengertian tentang perubahan sosial yang
dikaitan dengan adopsi teknologi yaitu
perubahan sosial merupakan suatu proses
yang berkesinambungan dalam suatu
bentangan waktu tertentu. Pemakaian
teknologi tertentu oleh suatu warga ma-
syarakat akan membawa suatu perubahan
sosial yang dapat diobservasi lewat peri-
laku anggota masyarakat yang bersang-
kutan.
3) Soerjono Soekanto, mendefinisikan
perubahan sosial adalah segala perubahan
yang terjadi dalam lembaga kemasyara-
katan dalam suatu masyarakat, yang
mempengaruhi sistem sosialnya.
Gejala-gejala yang dapat mengakibat-
kan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara
lain (Martono, 2012, p.13):
1) Setiap masyarakat tidak akan berhenti
berkembang karena mereka mengalami
perubahan baik lambat maupun cepat.
2) Perubahan yang terjadi pada lembaga
kemasyarakatan tertentu akan diikuti
dengan perubahan pada lembaga-lem-
baga sosial lainnya.
3) Perubahan sosial yang cepat dapat
mengakibatkan terjadinya disorganisasi
yang bersifat sementara sebagai proses
penyesuaian diri.
4) Perubahan tidak dibatasi oleh bidang ke-
bendaan atau bidang spiritual karena ke-
duanya memiliki hubungan timbal balik
yang kuat.
Dari definisi perubahan di atas dapat
disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya
merupakan suatu perubahan yang menyangkut
banyak aspek dalam kehidupan seperti ke-
senian, ilmu pengetahuan, teknologi, aturan-
aturan hidup berorganisasi, dan filsafat. Jadi,
teknologi merupakan salah satu faktor yang
berpengaruh terhadap terjadinya perubahan
sosial budaya.
Perubahan sosial mempunyai tiga di-
mensi, yaitu: struktural, kultural, dan inter-
aksional. Pertama, dimensi struktural meng-
acu pada perubahan-perubahan dalam bentuk
struktur masyarakat, menyangkut perubahan
dalam peranan, munculnya peranan baru, pe-
rubahan dalam struktur kelas sosial, dan
perubahan dalam lembaga sosial. Kedua,
dimensi kultural mengacu pada perubahan
kebudayaan dalam masyarakat. Perubahan ini
meliputi; (1) inovasi kebudayaan, merupa-
kan komponen internal dalam suatu masya-
rakat. Inovasi kebudayaan yang paling mudah
ditemukan adalah munculnya teknologi baru.
Kebutuhan masyarakat yang semakin kom-
pleks memaksa individu untuk berpikir kreatif
dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. (2) difusi, merupakan komponen
eksternal yang mampu menggerakkan terjadi-
nya perubahan sosial. Sebuah kebudayaan
mendapatkan pengaruh dari budaya lain,
kemudian memicu perubahan kebudayaan da-
lam masyarakat yang “menerima” unsur-unsur
budaya tersebut. (3) integrasi, merupakan
40 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
wujud perubahan budaya yang “relatif lebih
halus”. Hal ini disebabkan dalam proses ini
terjadi penyatuan unsur-unsur kebudayaan
yang saling bertemu untuk kemudian me-
munculkan kebudayaan baru sebagai hasil
penyatuan berbagai unsur-unsur budaya ter-
sebut (Martono, 2012, p.6).
Ketiga, dimensi interaksional menga-
cu pada adanya perubahan hubungan sosial
dalam masyarakat. Dimensi ini meliputi (Mar-
tono, 2012, pp.7-8):
a. Perubahan dalam frekuensi. Perkembang-
an teknologi telah menyebabkan berku-
rangnya frekuensi individu untuk saling
bertatap muka. Semua kebutuhan untuk
berinteraksi dapat dipenuhi dengan
memanfaatkan teknologi. Seorang nasa-
bah bank tidak perlu berulang kali berte-
mu dengan petugas teller bank. Fungsi
dan peran teller bank telah tergantikan
oleh mesin ATM (Automatic Teller Ma-
chine atau Anjungan Tunai Mandiri)
yang mampu melayani nasabah selama
24 jam di mana saja, tanpa harus meng-
antri lama, atau menulis formulir tertentu.
b. Perubahan dalam jarak sosial. Perkem-
bangan teknologi informasi dan komuni-
kasi telah menggeser fungsi “tatap muka”
dalam proses interaksi. Individu tidak
harus bertatap muka untuk dapat melaku-
kan komunikasi dan interaksi secara
langsung. Bahkan ketika dua individu
berada di tempat yang sangat jauh,
mereka bisa tetap berkomunikasi meski-
pun dalam jarak ribuan kilometer.
c. Perubahan perantara. Mekanisme kerja
individu dalam masyarakat modern ba-
nyak bersifat serba “online”, menyebab-
kan individu tidak banyak membutuhkan
“orang lain” dalam proses pengiriman
informasi. Pada zaman dulu, seorang raja
yang ingin menyampaikan berita untuk
kerajaan tetangga, menyuruh prajurit
untuk menyampaikan surat ke kerajaan
tetangga tersebut. Namun, pada masa
modern sekarang, informasi antar negara
dapat langsung disampaikan tanpa me-
lalui orang lain sebagai perantara.
d. Perubahan dari aturan atau pola-pola.
Banyak aturan serta pola-pola hubungan
yang mengalami perubahan seiring per-
kembangan masyarakat. Emansipasi pe-
rempuan dalam dunia kerja misalnya,
telah mengubah cara pandang masyarakat
dalam menyikapi “perempuan yang pu-
lang malam”. Bila sebelumnya perem-
puan yang sering keluar atau pulang
malam sering dikonotasikan sebagai
“perempuan nakal”, namun sekarang ma-
syarakat telah memandang hal tersebut
sebagai hal yang biasa karena pada saat
sekarang banyak perempuan yang beker-
ja sampai larut malam atau bahkan
bekerja pada malam hari.
5) Perubahan dalam bentuk interaksi. Inter-
aksi antar individu tidak sekaku pada
masa lalu ketika interaksi harus dilaku-
kan secara tatap muka. Di era sekarang,
interaksi dapat dilakukan kapan saja me-
lalui telepon, handphone, email, chatting,
facebook, Yahoo!Messenger, Twitter, Int-
ernet Relay Chatting, dan berbagai tek-
nologi canggih lainnya.
Perubahan sosial terbagi atas dua wujud
sebagai berikut: 1). Perubahan dalam arti
kemajuan (progress) atau menguntungkan. 2)
Perubahan dalam arti kemunduran (regress)
yaitu yang membawa pengaruh kurang me-
nguntungkan bagi masyarakat. Jika perubahan
sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan,
masyarakat akan berkembang. Sebaliknya,
perubahan sosial juga dapat menyebabkan
kehidupan masyarakat mengalami kemundur-
an. Kemajuan teknologi di satu sisi merupa-
kan contoh perubahan sosial yang bersifat
kemajuan karena mempermudah aktivitas
manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup-
nya. Namun, di sisi lain kemajuan teknologi
juga merupakan contoh perubahan sosial yang
bersifat kemunduran karena manusia menjadi
tergantung dengan teknologi (budak tekno-
logi) bukan manusia yang menguasai teknolo-
gi akan tetapi teknologi yang menguasai
manusia.
Perubahan Pola Hidup Akibat Kemajuan
Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan
tempat tinggal saya masih menggunakan
bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/-
membajak sawahnya dan juga dibantu oleh
tetangga dalam menanam padi atau tanaman
lainnya. Namun saat ini, dengan berkembang-
nya teknologi, para petani telah menggunakan
traktor dalam membajak sawah dan juga su-
dah menggunakan mesin perontok padi untuk
mengolah hasil panenannya. Selain teknologi
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
41
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
dalam bidang pertanian, teknologi yang
berkaitan dengan komunikasi pun berkem-
bang pesat. Dahulu, apabila ingin berkomuni-
kasi jarak jauh memerlukan waktu yang lama.
Akan tetapi, alat komunikasi saat ini sudah
canggih. Misalnya melalui telepon seluler
yang saat ini satu orang tidak hanya memiliki
satu alat komunikasi tersebut. Bahkan, se-
karang anak usia remaja bahkan yang masih
anak-anak sekalipun telah mengenal apa itu
facebook, email, twitter, dan lain sebagainya.
Itulah contoh-contoh perubahan pola hidup
manusia akibat kemajuan teknologi.
Pola hidup manusia selalu mengalami
perubahan seiring perkembangan zaman. Ke-
hidupan yang semakin modern membawa
manusia pada pola perilaku yang unik, yang
membedakan individu satu dengan individu
lain dalam persoalan gaya hidup. Bagi
sebagian orang gaya hidup merupakan suatu
hal yang penting karena dianggap sebagai
sebuah bentuk ekspresi diri. Pola hidup
merupakan pola-pola tindakan yang membe-
dakan antara satu orang dengan orang lain,
yang berfungsi dalam interaksi dengan cara-
cara yang mungkin tidak dapat dipahami oleh
orang yang tidak hidup dalam masyarakat
modern.
Menurut Talcott Parson (Dwiningrum,
2012, p.51), masyarakat modern digambarkan
dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Netralitas efektif yaitu bersikap netral,
bahkan dapat menuju sikap tidak mem-
perhatikan orang lain atau lingkungan.
b. Orientasi diri, yaitu lebih mengutamakan
kepentingan diri sendiri.
c. Universalisme, yaitu menerima segala se-
suatu dengan obyektif
d. Prestasi, yaitu masyarakatnya suka me-
ngejar prestasi.
e. Spesifitas, yaitu berterus terang dalam
mengungkapkan segala sesuatu.
Peran teknologi dalam mempengaruhi
perubahan pola hidup manusia bukanlah
sebuah hal yang perlu dipertanyakan lagi.
Manusia tidak akan mampu hidup tanpa
teknologi. Manusia purba, misalnya, telah
lama mengenal teknologi sebagai alat bantu
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ke-
banyakan teknologi itu terbuat dari bahan-
bahan atau materi yang sangat sederhana.
Teknologi dapat menyatukan masyarakat,
dapat pula memisahkan masyarakat. Ada
empat perubahan kecenderungan berpikir
yang diakibatkan oleh perkembangan teknolo-
gi, yaitu: pertama, tumbuhnya reifikasi, yaitu
anggapan bahwa yang semakin luas dalam
kenyataan harus diwujudkan dalam bentuk-
bentuk lahiriah dan diukur secara kuantitatif.
Kedua, manipulasi yaitu kemampuan mani-
pulasi yang tinggi bagi kerangka berpikir
manusia yang disebabkan kemampuan tekno-
logi dalam mengubah dan mengolah benda-
benda alamiah menjadi sesuatu yang bersifat
artifisial demi memenuhi kepentingan ma-
nusia. Ketiga, fragmentasi, yaitu adanya spe-
sialisasi dalam pembagian kerja yang akhir-
nya menuntut profesionalisme dalam dunia
kerja. Keempat, individualisasi, yang diciri-
kan dengan semakin renggangnya ikatan sese-
orang dengan masyarakatnya dan semakin
besarnya peranan individu dalam tingkah laku
sehari-hari (Martono, 2012, p.278).
Pada masyarakat teknologi, ada tenden-
si bahwa kemajuan adalah suatu proses dehu-
manisasi secara perlahan-lahan sampai akhir-
nya manusia takluk pada teknik. Teknik-
teknik manusiawi yang dirasakan pada masya-
rakat teknologi, terlihat dari kondisi kehidup-
an manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini
telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknik.
Gambaran kondisi tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Situasi tertekan. Manusia mengalami
ketegangan akibat penyerapan mekanis-
me-mekanisme teknik. Manusia melebur
dengan mekanisme teknik, sehingga
waktu manusia dan pekerjaannya menga-
lami pergeseran. Peleburan manusia de-
ngan mekanisme teknik, menuntut kuali-
tas dari manusia, tetapi manusia sendiri
tidak hadir di dalamnya. Contohnya:
pada sistem industri ban, seorang buruh
meskipun sakit atau lelah, ataupun ada
berita duka bahwa anaknya sedang
sekarat di Rumah Sakit, mungkin peker-
jaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab
akan membuat macet garis produksi dan
upah bagi temannya. Keadaan tertekan
demikian, akan menghilangkan nilai-nilai
sosial dan tidak manusiawi lagi.
b. Perubahan ruang dan lingkungan manu-
sia. Teknik telah mengubah lingkungan
manusia dan hakikat manusia. Contoh
yang sederhana manusia dalam hal makan
atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau
mengantuk tetapi diatur oleh jam. Ling-
42 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
kungan manusia menjadi terbatas, manu-
sia sekarang hanya berhubungan dengan
bangunan tinggi yang padat, sehingga
sinar matahari pagi tidak sempat lagi
menyentuh permukaan kulit tubuh ma-
nusia.
c. Perubahan waktu dan gerak manusia.
Akibat teknik, manusia terlepas dari
hakikat kehidupan. Sebelumnya waktu
diatur dan diukur sesuai dengan kebutuh-
an dan peristiwa-peristiwa dalam hidup
manusia, sifatnya alamiah dan konkrit.
Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak
dengan pembagian jam, menit dan detik.
Waktu hanya mempunyai kuantitas
belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi
atau sosial, sehingga irama kehidupan
harus tunduk kepada waktu.
d. Terbentuknya suatu masyarakat massa.
Akibat teknik, manusia hanya memben-
tuk masyarakat massa, artinya ada kesen-
jangan sebagai masyarakat kolektif.
Sekarang struktur masyarakat hanya di-
tentukan oleh hukum ekonomi, politik,
dan persaingan kelas. Proses ini telah
menghilangkan nilai-nilai hubungan sosi-
al suatu komunitas. Terjadinya neurosa
obsesional atau gangguan syaraf menurut
beberapa ahli merupakan akibat hilang-
nya nilai-nilai hubungan sosial. Kondisi
sekarang ini manusia sering dipandang
menjadi objek teknik dan harus selalu
menyesuaikan diri dengan teknik yang
ada (Bachtiar, 2012, p.225).
e. Ternyata dunia modern yang mengukir
kisah sukses secara materi dan kaya ilmu
pengetahuan serta teknologi, sepertinya
tidak cukup memberi bekal hidup yang
kokoh bagi manusia, sehingga banyak
manusia modern tersesat dalam kemajuan
dan kemodernannya. Manusia modern
kehilangan aspek moral sebagai fungsi
kontrol dan terpasung dalam sangkar tek-
nologi. Berdasar teori perubahan sosial
budaya kemajuan teknologi telah menye-
babkan kemajuan sekaligus kemunduran
dalam kehidupan sosial budaya.
Pengaruh Kemajuan Teknologi Bidang
Sosial Budaya
Beberapa bentuk perubahan perilaku
sosial budaya akibat teknologi antara lain se-
bagai berikut:
1) Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa
kini semakin besar porsi wanita yang me-
megang posisi sebagai pemimpin, baik
dalam dunia pemerintahan maupun da-
lam dunia bisnis. Bahkan perubahan peri-
laku ke arah perilaku yang sebelumnya
merupakan pekerjaan pria semakin me-
nonjol.
2) Meningkatnya rasa percaya diri. Kemaju-
an ekonomi di negara-negara Asia me-
lahirkan fenomena yang menarik. Per-
kembangan dan kemajuan ekonomi telah
meningkatkan rasa percaya diri dan ke-
tahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat
tidak lagi dapat melecehkan bangsa-
bangsa Asia.
3) Tekanan, kompetisi yang tajam di ber-
bagai aspek kehidupan sebagai konse-
kuensi globalisasi, akan melahirkan gene-
rasi yang disiplin, tekun dan pekerja
keras.
Pengaruh Negatif
Meskipun teknologi memberikan ba-
nyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain
kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif
pada aspek sosial budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga
masyarakat, khususnya di kalangan
remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan
ekonomi yang terlalu menekankan pada
upaya pemenuhan berbagai ke-inginan
material, telah menyebabkan sebagian
warga masyarakat menjadi kaya dalam
materi tetapi miskin dalam rohani.
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di
kalangan remaja semakin meningkat
semakin lemahnya kewibawaan tradisi-
tradisi yang ada di masyarakat, seperti
gotong royong dan tolong-menolong
telah melemahkan kekuatan kekuatan
sentripetal yang berperan pen-ting dalam
menciptakan kesatuan sosial. Akibat
lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan
dan tindak menyimpang di kalangan
remaja dan pelajar semakin meningkat
dalam berbagai bentuknya, seperti per-
kelahian, corat-coret, pelanggaran lalu
lintas sampai tindak kejahatan
c. Pola interaksi antarmanusia yang ber-
ubah. Kehadiran komputer pada keba-
nyakan rumah tangga golongan me-
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
43
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
nengah ke atas telah merubah pola inter-
aksi keluarga. Komputer yang disam-
bungkan dengan telepon telah membuka
peluang bagi siapa saja untuk berhubung-
an dengan dunia luar. Program Internet
Relay Chatting (IRC), internet, dan e-
mail telah membuat orang asyik dengan
kehidupannya sendiri. Selain itu tersedia-
nya berbagai warung internet (warnet)
telah memberi peluang kepada banyak
orang yang tidak memiliki komputer dan
saluran internet sendiri untuk berkomuni-
kasi dengan orang lain melalui internet.
Kini semakin banyak orang yang meng-
habiskan waktunya sendirian dengan
komputer. Melalui program Internet
Relay Chatting (IRC) anak-anak bisa
asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja (Siti Irene, 2012: 174-
175).
Solusi Mengatasi Dampak Negatif
Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi merupakan bagian
dari konsekuensi modernitas dan upaya eksis-
tensi manusia di muka bumi. Oleh karena itu,
dampak negatif yang timbul sebagai akibat
dari kemajuan teknologi menjadi kewajiban
bersama umat manusia untuk mengatasinya.
Dengan adanya consciousness (kesadaran)
bersama maka kita yakin bahwa generasi
mendatang akan lebih smart dan bermartabat.
Berikut ini diuraikan peran yang semestinya
dilakukan oleh keluarga, sekolah (institusi
pendidikan), masyarakat, dan negara untuk
menekan serta mengatasi pengaruh negatif
dari kemajuan teknologi pada masyarakat
postmodern.
Adapun peran keluarga diantaranya
sebagai berikut.
1) Sebagai agen sosialisasi yang pertama
dan yang utama, keluarga seharusnya
dapat menanamkan nilai dan norma yang
positif kepada anak dengan membekali
dan meletakkan pondasi keimanan yang
kokoh kepada anak. Hal ini dimaksudkan
agar anak tidak menjadi angkuh dan me-
lupakan Tuhan dalam aktifitas kehi-
dupan modern yang serba canggih.
2) Keluarga harus selektif dalam menen-
tukan skala prioritas kebutuhan teknologi
bagi keluarga. Hal ini dilakukan dalam
upaya untuk mengurangi cara hidup ma-
nusia modern yang cenderung konsumtif
terhadap produk teknologi. Selain itu,
penentuan skala prioritas diperlukan agar
teknologi yang dipergunakan benar-benar
memberikan manfaat yang besar bagi
keluarga. Misalnya, jika suatu keluarga
sudah memiliki sebuah televisi mereka
tidak perlu membeli televisi untuk setiap
anggota keluarga yang diletakkan di
kamar masing-masing, karena hal itu
akan mengakibatkan pemborosan dan
merupakan pola hidup yang tidak efektif
dan efisien.
3) Orang tua harus update terhadap perkem-
bangan teknologi sehingga mereka tidak
gaptek. Setidaknya orang tua modern saat
ini harus memiliki kemampuan dalam
penggunaan smartphone, internet basic
(email, browsing, blogging, and cathing),
dan jika memungkinkan penggunaan so-
sial media online seperti: yahoo messe-
nger, facebook, twitter, skype, dan inter-
net relay chatting.
4) Perlunya bimbingan dan pengawasan dari
orang tua kepada anak-anaknya dalam
pemanfaatan teknologi, khususnya tekno-
logi informasi dan komunikasi seperti
televisi, handphone, komputer dan inter-
net. Upaya ini dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
a) Membatasi saluran (chanel) televisi
yang masuk agar tayangan-tayangan
yang membawa dampak negatif bagi
anak terutama pornografi, dan keke-
rasan tidak dengan mudah diterima
oleh anak-anak kita.
b) Mendampingi anak saat menonton
televisi sehingga kita dapat me-
ngarahkan anak bahwa tidak semua
yang dilihat di layar kaca merupakan
kejadian yang sesungguhnya.
c) Orang tua melakukan pengecekan
handphone anak secara insidental
untuk memastikan bahwa mereka
memanfaatkan teknologi komuni-
kasi secara benar dan bertanggung-
jawab.
d) Berusaha meletakkan komputer dan
saluran internet di ruang publik ru-
mah seperti di ruang keluarga bukan
di dalam kamar anak. Hal ini dimak-
sudkan agar anak-anak lebih mudah
diawasi oleh orang tua.
e) Mem-block situs-situs internet yang
berbahaya bagi perkembangan anak.
44 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
f) Orang tua ikut menjadi teman anak
dalam social media online.
g) Membuat kesepakatan dengan anak
tentang waktu bermain komputer
dan internet. Hal ini diperlukan agar
ketika mereka dewasa dapat disiplin
dan mampu melakukan manajemen
waktu dengan baik. Selain itu, ke-
sepakatan tentang waktu dapat men-
cegah anak dari kecanduan terhadap
komputer dan internet serta dapat
menghemat pengeluaran.
5) Orang tua meluangkan waktu untuk
berkumpul, bermain, dan bercengkrama
dengan anggota keluarga. Dengan demi-
kian akan terjalin interaksi yang baik se-
hingga harmonisasi hubungan dalam
keluarga dapat terjaga.
6) Menumbuhkan kesadaran kepada anak
tentang dampak negatif dari teknlogi ba-
gi kehidupan mereka di masa depan.
Upaya ini dapat dilakukan dengan mem-
berikan kebebasan kepada anak dalam
memanfaatkan teknologi namun harus
bisa dipertanggungjawabkan.
Peran sekolah diantaranya adalah se-
bagai berikut.
1) Sebagai lembaga yang memegang peran
efektif dalam menanggulangi dampak
negatif kemajuan teknlologi, sekolah per-
lu menetapkan seperangkat aturan atau
tata tertib sekolah yang jelas kepada
peserta didik berkaitan dengan peman-
faatan dan penggunaan teknologi di seko-
lah. Misalnya sekolah melarang siswa
SMP membawa handphone ke sekolah.
Aturan ini selain untuk menghindari hal-
hal yang tidak diinginkan (pencurian hp)
juga bermaksud agar siswa lebih fokus
dalam pembelajaran di sekolah.
2) Dalam pembelajaran, guru selalu mem-
berikan sosialisasi dan penekanan tentang
manfaat serta dampak buruk dari tekno-
logi bagi anak. Dengan demikian diha-
rapkan siswa menjadi lebih bijaksana
dalam memanfaatkan teknologi.
3) Mempertimbangkan pemakaian teknologi
informasi dalam pendidikan, khususnya
untuk anak di bawah umur yang masih
harus dalam pengawasan ketika sedang
melakukan pembelajaran dengan teknolo-
gi informasi. Sekolah hendaknya mela-
kukan nalisis untung ruginya pemakaian
teknologi tersebut bagi peserta didik.
4) Tidak menjadikan teknologi informasi
sebagai media atau sarana satu-satunya
dalam pembelajaran, misalnya sekolah
tidak hanya mendownload e-book, tetapi
masih tetap membeli buku-buku cetak,
tidak hanya berkunjung ke digital libra-
ry, namun juga masih berkunjung ke per-
pustakaan.
5) Guru hendaknya memberikan pengajar-
an-pengajaran etika dalam berteknologi
informasi agar teknologi informasi dapat
dipergunakan secara optimal tanpa meng-
hilangkan etika.
6) Menggunakan software yang dirancang
khusus untuk melindungi „kesehatan‟
anak. Misalnya saja program nany chip
atau parents lock yang dapat mempro-
teksi anak dengan mengunci segala akses
yang berbau seks dan kekerasan.
7) Guru harus mampu menjadi sosok tela-
dan bagi peserta didik dalam ber-
teknologi yang bertanggung jawab, pro-
porsional, dan profesional. Misalnya guru
tidak membawa hp dan mengangkat
telepon ketika sedang mengajar, guru
tidak bermain game online atau facebook
dan twiter ketika siswa diminta menger-
jakan tugas.
8) Sekolah menjadi pioner dalam peman-
faatan teknologi yang ramah lingkungan
dalam upaya pembangunan yang berke-
lanjutan. Misalnya menggunakan genset
yang memiliki kadar emisi rendah dan
menggunakan peredam suara sehingga
tidak menimbulkan kebisingan yang
mengganggu aktifitas pembelajaran, dan
memanfaatkan hardware komputer yang
telah rusak sebagai alat peraga pembela-
jaran.
9) Sekolah memberikan kegiatan ekstraku-
rikuler komputer dan internet agar siswa-
nya tidak ketinggalan kemajuan teknolo-
gi. Selain itu sekolah juga dapat melaku-
kan kegiatan ekstrakurikuler keterampil-
an teknologi sehingga siswa tidak hanya
mahir sebagai end user dari teknologi
tapi diharapkan siswa mampu memiliki
ide, gagasan yang kreatif dan inovatif
dalam menemukan teknologi tepat guna
dalam ruang lingkup yang sederhana.
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
45
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Peran masyarakat diantaranya sebagai
berikut.
1) Masyarakat dalam kapasitasnya sebagai
konsumen teknologi hendaknya perlu
memfilter teknologi yang masuk ke
dalam masyarakat. Dalam era globalisasi
tentu masyarakatnya tidak harus seperti
suku badui dalam (Banten) yang anti
teknologi modern, tetapi masyarakat kita
juga harus sadar bahwa kita sebagai
masyarakat timur harus mampu men-
cerna teknologi yang bermanfaat bagi
kemajuan masyarakat kita.
2) Dalam kapasitasnya sebagai produsen
produk teknologi masyarakat hendaknya
tidak hanya mementingkan market orien-
ted dan profit oriented, namun perlu
memikirkan dampak dari produk tekno-
logi tersebut bagi masyarakat kita secara
khusus dan masyarakat dunia pada
umumnya. Artinya teknologi yang di-
kembangkan hendaknya bertujuan untuk
meningkatkan peradaban manusia bukan
untuk menghancurkannya. Contohnya,
teknologi nuklir dikembangkan untuk
mengatasi kelangkaan bahan bakar listrik
bukan untuk senjata pemusnah massal.
3) Upaya-upaya masyarakat yang bersifat
praktis antara lain:
a) Membuat website/blog/group face-
book untuk suatu komunitas tertentu
(contoh: grup Yogyakarta commu-
nity) sebagai media interaksi dan
upaya menjalin silaturahmi untuk
sesama warga.
b) Membuat aturan khusus mengenai
ijin mendirikan warnet (warung in-
ternet), game online, dan play sta-
tion agar tidak menimbulkan kere-
sahan dan gejolak di masyarakat.
c) Menggelar acara “nonton bareng”
pada even-even tertentu. Misalnya
pertandingan sepak bola. Dengan
demikian masyarakat dapat saling
berinteraksi dan mempererat ke-
akraban, tali persaudaraan, dan per-
satuan.
d) Mengadakan pertemuan rutin di
tingkat RT maupun Desa/kelurahan
sebagai sarana interaksi secara lang-
sung dan sosialisasi kepada masya-
rakat khususnya dalam membuat
suatu konsensus tentang ketertiban,
keamanan, dan kenyamanan masya-
rakat terkait dengan penggunaan
teknologi. Misalnya, pengendara
sepeda motor harus berjalan pelan-
pelan ketika memasuki perkampung-
an, dan mematikan mesin sepeda
motor ketika memasuki gang di atas
jam 22.00.
e) Memanfaatkan kemajuan teknologi
seperti internet untuk memasarkan
produk-produk unggulan (cluster)
dan memperkenalkan budaya setem-
pat sehingga akan dikenal oleh ma-
syarakat luas bahkan dunia yang
berimbas pada perbaikan tingkat
ekonomi dan kesejahteraan masyara-
kat.
Adapun peran negara diantaranya ada-
lah sebagai berikut.
1) Sebagai regulator dan fasilitator negara
hendaknya membuat peraturan khusus
untuk membatasi situs-situs di internet
yang berpotensi merusak moralitas ma-
syarakat Indonesia. Misalnya, pemerintah
melalui menkominfo melakukan tindakan
blocking terhadap situs-situs pornografi,
melakukan kritik terhadap tulisan atau
artikel yang bernuansa SARA seperti
kritik terhadap pembuatan karikatur Nabi
Muhammad, atau film Innocense of
Muslim yang baru-baru ini dibuat oleh
orang Amerika Serikat.
2) Membuat aturan dan sanksi yang tegas
terhadap penyalahgunaan internet dan
kejahatan internet. Misalnya, memberi-
kan hukuman kepada pelaku dan pen-
yebar pornografi, bekerjasama dengan
interpol untuk mencegah dan menangani
kasus-kasus kejahatan internet (cyber
crime).
3) Pemerintah harus menjadi contoh yang
baik bagi masyarakat dalam berteknologi
yang bijaksana, hemat, dan ramah ling-
kungan. Contoh, pejabat negara tidak
menghamburkan uang untuk pembelian
kendaraan dinas yang mahal, tidak boros
dalam menggunakan listrik, dan tidak
menyalahgunakan kekuasaan dan jabatan
untuk mendapatkan fasilitas khusus di
bidang teknologi.
4) Membuat kebijakan yang tepat berkaitan
dengan kemajuan teknologi transportasi.
Misalnya, subsidi BBM (BBM Premium)
hanya untuk kendaraan angkutan, dan
46 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Volume 2, Nomor 1, 2014
Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
roda dua, serta kendaraan dengan kriteria
khusus, membatasi kepemilikian kenda-
raan baik roda dua maupun roda empat
untuk mengurangi tinngkat polusi dan
kemacetan, menetapkan standar kadar
emisi gas buang kendaraan tanpa rekaya-
sa, menetapkan batas maksimum beban
angkutan kendaraan (tonase) tanpa pu-
ngutan liar dari petugas, menyediakan
sarana transportasi masa yang lebih baik,
dan menjalankan program konversi ba-
han bakar yang lebih efisien dan berke-
lanjutan.
5) Mengembangkan Lembaga Riset dan
Teknologi (Ristek) sebagai upaya untuk
menuju kemandirian dan kemajuan bang-
sa. Misalnya, memperkuat kembali in-
dustri pesawat terbang (IPTN), krakatau
steel, Pindad, otomotif (mobil kiat Esem-
ka), dan industri lain yang memungkin-
kan untuk dikembangkan.
6) Tidak melakukan penjualan terhadap
aset-aset negara yang strategis seperti
komunikasi, pertambangan, minyak bumi
kepada bangsa asing yang pada akhirnya
menimbulkan dependensi yang berle-
bihan terhadap bangsa asing.
7) Memperkuat teknologi pertanian untuk
menuju swasembada pangan sehingga
kita tidak diibaratkan seperti “tikus yang
mati dalam lumbung padi”.
8) Meningkatkan promosi budaya dan
pariwisata dengan memanfaatkan tekno-
logi informasi untuk membantu pening-
katan pendapatan negara non pajak.
9) Memperkuat sektor ekonomi kerakyatan
dan koperasi untuk mencegah kapital-
isme asing akibat kemajuan industri dan
difusi teknologi.
10) Membuat kebijakan berkaitan dengan
kurikulum pendidikan nasional yang
berorientasi pada penanaman nilai-nilai
karakter dan budaya bangsa, yang ber-
spektif global. Upaya ini dimaksudkan
untuk menyiapkan generasi penerus
bangsa yang handal, dengan penguasaan
teknologi tinggi, memiliki daya saing
global namun tetap menunjukkan iden-
titas dan kepribadian khas Indonesia.
11) Strategi pengembangan ilmu pengetahu-
an dan teknologi (IPTEK) yang tidak
bebas nilai akan tetapi value based
(berdasarkan nilai) terutama nilai-nilai
agama serta nilai-nilai luhur budaya dan
kepribadian bangsa. Hal ini dimaksudkan
agar di abad teknologi ini kita tetap
menjadi bangsa yang religius dan ber-
kepribadian unggul, tidak menjadi negara
sekuler yang mengagungkan teknologi
serta meniadakan Tuhan dalam aktivitas
hidupnya.
SIMPULAN
Secara sosiologis, teknologi merupakan
salah satu aspek yang turut mempengaruhi
setiap aktivitas, tindakan, serta perilaku
manusia. Teknologi mampu mengubah pola
hubungan dan pola interaksi antar manusia.
Kehadiran teknologi merupakan sesuatu yang
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manu-
sia. Aktivitas manusia sedikit banyak akan
dipengaruhi oleh kehadiran teknologi. Kema-
juan teknologi dewasa ini ditandai dengan
semakin canggihnya alat-alat di bidang infor-
masi dan komunikasi, satelit, bioteknologi,
pertanian, peralatan di bidang kesehatan, dan
rekayasa genetika. Muculnya masyarakat digi-
tal dalam berbagai bidang kehidupan merupa-
kan bukti dari kemajuan teknologi. Masya-
rakat dan negara-negara di dunia berlomba-
lomba untuk dapat menguasai teknologi tinggi
(high tech) sebagai simbol kemajuan, keku-
asaan, kekayaan dan prestise. Dalam masya-
rakat Postmodern berlaku hukum “barang
siapa yang menguasai teknologi maka ia akan
menguasai dunia”.
Dalam era globalisasi, kemajuan tekno-
logi berlangsung sangat cepat sehingga
kadangkala manusia tidak sempat untuk ber-
adaptasi dengan kemajuan tersebut. Akibatnya
terjadi anomi dalam masyarakat karena
mereka tidak mempunyai pegangan hidup
yang jelas. Masyarakat yang tidak mampu
menguasai teknologi akan mengalami cultural
lag dan akan terancam eksistensinya.
Kemajuan teknologi ibarat dua sisi
mata uang, di mana di satu sisi kemajuan
teknologi memberikan banyak manfaat positif
bagi manusia untuk mempermudah manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Namun demikian disisi yang lain kemajuan
teknologi menimbulkan efek negatif yang
kompleks melebihi manfaat dari teknologi itu
sendiri terutama terkait pola hidup manusia
dalam dimensi sosial budaya. Teknologi me-
ngancam kematian melalui berbagai pe-
nyakit, kerusakan lingkungan, pemanasan glo-
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ...
Muhamad Ngafifi
47
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
bal, menciptakan ketegangan, memberikan
berbagai resiko, belenggu atas diri manusia
melalui sistem kontrol yang tersembunyi, dan
dehumanisasi. Satu hal yang perlu kita ingat,
teknologi selalu berwajah ganda, di satu saat
ia menjadi teman, di saat yang lain, ia juga
bisa menjadi lawan.
Upaya-upaya yang dapat kita lakukan
sebagai solusi untuk menanggulangi dampak
negatif dari kemajuan teknologi adalah de-
ngan menanamkan kesadaran kepada setiap
individu tentang pentingnya memahami dam-
pak negatif kemajuan teknologi. Dengan
analisa SWOT secara sederhana kita dapat
menjadikan tantangan dan dampak negatif
dari teknologi menjadi peluang untuk me-
majukan suatu masyarakat dan negara. Untuk
itulah diperlukan peran serta aktif dari
keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara
dalam mencegah, mengurangi, dan menang-
gulangi dampak negatif dari kemajuan tekno-
logi. Sebagai manusia modern sangat tidak
bijaksana serta tidak mungkin jika kita
mengatakan say no to technology, namun
yang harus kita lakukan yaitu mempertim-
bangkan kebutuhan kita terhadap teknologi,
mempertimbangkan baik-buruknya teknologi
tersebut dan tetap menggunakan etika, serta
tidak terlalu berlebihan agar kita tidak kecan-
duan dan menjadi budak teknologi. Kita harus
menyadari bahwa teknologi bukan merupakan
aspek kehidupan umat manusia yang tertinggi.
Tidak juga merupakan puncak kebudayaan
dan peradaban umat manusia di dalam
evolusinya mencapai kesempurnaan hidup
(perfection of existence). Namun teknologi
merupakan suatu alat yang digunakan manu-
sia untuk mempermudah dalam melakukan
sesuatu dalam aktivitas kehidupannya.
DAFTAR PUSTAKA
Adib, Mohammad. (2011). Filsafat ilmu:
onto-logi, epistemologi, aksiologi, dan
logika ilmu pengetahuan. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Bachtiar, Amsal. (2012). Filsafat ilmu edisi
revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Buhal. (2000). Visi Iptek memasuki milenium
III. Jakarta: UI Press.
Dwiningrum, S. I. A. (2012). Ilmu sosial &
budaya dasar. Yogyakarta: UNY Press.
Martono, Nanang. (2012). Sosiologi perubah-
an sosial: perspektif klasik, modern,
postmodern, dan postkolonial. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Meinita, Hanna. (Diambil pada tanggal 1
Februari 2013). Mahasiswa tak bisa
hidup tanpa smartphone. http://kampus.
okezone.com/read/2012/03/26/373/599
857/mahasiswa-tak-bisa-hidup-tanpa-
smartphone.
Rini K. (Diambil pada tanggal 1 Februari
2013). Survei: tak bisa hidup tanpa
internet. http://www.tempo.co/read
/news/ 2010/12/23/072301058/Survei-
Tak-Bisa-Hidup-Tanpa-Internet.
Soerjono Soekanto. (1990). Sosiologi suatu
pengantar: edisi baru keempat. Jakarta:
Rajawali Pers.
Sukplang, Sukree. (Diambil pada tanggal 3
Februari 2013). 10 Negara terhebat di
dunia.
http://top10newsworld.blogspot.com/20
12/11/10-negara-terhebat-di-
dunia.html.
Zamroni. (2008). The socio-cultural aspects
of technological diffusion a reader
volume IV. Yogyakarta: Pascasarjana
Universitas Negeri Yogyakarta.

More Related Content

What's hot

Bahasa indonesia atau tpki
Bahasa indonesia atau tpkiBahasa indonesia atau tpki
Bahasa indonesia atau tpki
Nur Alfiyatur Rochmah
 
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakatDampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakatsymons12
 
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap MasyarakatPerkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap MasyarakatIchsan Smith
 
Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...
Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...
Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...
Nur Alfiyatur Rochmah
 
181 1329-4-pb
181 1329-4-pb181 1329-4-pb
181 1329-4-pb
rashidhazri
 
Pentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkungan
Pentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkunganPentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkungan
Pentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkungan
Iqbalsyah19
 
Makalah peranan era digital
Makalah peranan era digitalMakalah peranan era digital
Makalah peranan era digital
Dicky Kurniawan
 
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakatDampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakatsymons12
 
Dampak sosial teknologi komunikasi
Dampak sosial teknologi komunikasiDampak sosial teknologi komunikasi
Dampak sosial teknologi komunikasiMuchlis Soleiman
 
Dampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakat
Dampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakatDampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakat
Dampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakatILo Noa'zoro
 
Power point isd.iad.ibd
Power point isd.iad.ibdPower point isd.iad.ibd
Power point isd.iad.ibd
fachrueL
 
televisi,inte
televisi,intetelevisi,inte
televisi,inteelriq
 
It literacy pertemuan ke 2 - edit
It literacy pertemuan ke 2 - editIt literacy pertemuan ke 2 - edit
It literacy pertemuan ke 2 - edit
Intan Putri Cahyani
 
It literacy pertemuan ke 1
It literacy pertemuan ke 1It literacy pertemuan ke 1
It literacy pertemuan ke 1
Intan Putri Cahyani
 
Ppt tik hasna
Ppt tik hasnaPpt tik hasna
Ppt tik hasna
tyhasnna
 
Ppt tik hasna
Ppt tik hasnaPpt tik hasna
Ppt tik hasna
tyhasnna
 
komputer dalam masyarakat
komputer dalam masyarakatkomputer dalam masyarakat
komputer dalam masyarakat
imp0et
 
Tugas teknologi pendidikan
Tugas teknologi pendidikanTugas teknologi pendidikan
Tugas teknologi pendidikan
aisyah cute
 

What's hot (20)

Bahasa indonesia atau tpki
Bahasa indonesia atau tpkiBahasa indonesia atau tpki
Bahasa indonesia atau tpki
 
Pengaruh telepon genggam terhadap remaja
Pengaruh telepon genggam terhadap remajaPengaruh telepon genggam terhadap remaja
Pengaruh telepon genggam terhadap remaja
 
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakatDampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
 
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap MasyarakatPerkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat
 
Power point materi
Power point materiPower point materi
Power point materi
 
Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...
Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...
Peranan handphone terhadap kehidupan remaja seiring dengan perkembangan tekno...
 
181 1329-4-pb
181 1329-4-pb181 1329-4-pb
181 1329-4-pb
 
Pentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkungan
Pentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkunganPentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkungan
Pentingnya filsafat dalam menyikapi pengaruh teknologi terhadap lingkungan
 
Makalah peranan era digital
Makalah peranan era digitalMakalah peranan era digital
Makalah peranan era digital
 
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakatDampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
Dampak teknologi terhadap tatanan hidup masyarakat
 
Dampak sosial teknologi komunikasi
Dampak sosial teknologi komunikasiDampak sosial teknologi komunikasi
Dampak sosial teknologi komunikasi
 
Dampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakat
Dampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakatDampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakat
Dampak teknologi informasi dan komunikasi bagi prilaku sosial masyarakat
 
Power point isd.iad.ibd
Power point isd.iad.ibdPower point isd.iad.ibd
Power point isd.iad.ibd
 
televisi,inte
televisi,intetelevisi,inte
televisi,inte
 
It literacy pertemuan ke 2 - edit
It literacy pertemuan ke 2 - editIt literacy pertemuan ke 2 - edit
It literacy pertemuan ke 2 - edit
 
It literacy pertemuan ke 1
It literacy pertemuan ke 1It literacy pertemuan ke 1
It literacy pertemuan ke 1
 
Ppt tik hasna
Ppt tik hasnaPpt tik hasna
Ppt tik hasna
 
Ppt tik hasna
Ppt tik hasnaPpt tik hasna
Ppt tik hasna
 
komputer dalam masyarakat
komputer dalam masyarakatkomputer dalam masyarakat
komputer dalam masyarakat
 
Tugas teknologi pendidikan
Tugas teknologi pendidikanTugas teknologi pendidikan
Tugas teknologi pendidikan
 

Similar to KEMAJUAN TEKNOLOGI DANDALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA

Globalisasi ilmu pendidikan dan teknologi
Globalisasi ilmu pendidikan dan teknologiGlobalisasi ilmu pendidikan dan teknologi
Globalisasi ilmu pendidikan dan teknologiAditiya Tyar
 
Tugas tik bilkis sarli pratiwi
Tugas tik bilkis sarli pratiwiTugas tik bilkis sarli pratiwi
Tugas tik bilkis sarli pratiwi
Benny Nugraha
 
13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx
13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx
13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx
ssuserad9c852
 
Karya ilmiah dampak teknologi
Karya ilmiah dampak teknologiKarya ilmiah dampak teknologi
Karya ilmiah dampak teknologi
tariorhino
 
Manusia dan teknologi
Manusia dan teknologiManusia dan teknologi
Manusia dan teknologi
Rinaldi Sihombing
 
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...
ErvinaSimaremare1
 
Makalah perkembangan teknologi
Makalah perkembangan teknologiMakalah perkembangan teknologi
Makalah perkembangan teknologi
decontru
 
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptxDAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptx
SUDIRMANSPd2
 
Dampak sosial informatika bagi siswa smk kelas x
Dampak sosial informatika bagi siswa smk kelas xDampak sosial informatika bagi siswa smk kelas x
Dampak sosial informatika bagi siswa smk kelas x
HarisHaris73
 
DAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptx
DAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptxDAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptx
DAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptx
gilangsyahreza
 
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptxDAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptx
rudyyanto15
 
Hani op 4 c 1188203043 makalah
Hani op 4 c 1188203043 makalahHani op 4 c 1188203043 makalah
Hani op 4 c 1188203043 makalahhanipratiwi20
 
era digittal.pdf
era digittal.pdfera digittal.pdf
era digittal.pdf
faris764439
 
5dampak teknologi-komunikasi
5dampak teknologi-komunikasi5dampak teknologi-komunikasi
5dampak teknologi-komunikasi
Sutiyono Porjo
 
Tugas Wawasan IPTEKS.docx
Tugas Wawasan IPTEKS.docxTugas Wawasan IPTEKS.docx
Tugas Wawasan IPTEKS.docx
TriWahyuni305974
 
Tugas Wawasan IPTEKS.pdf
Tugas Wawasan IPTEKS.pdfTugas Wawasan IPTEKS.pdf
Tugas Wawasan IPTEKS.pdf
TriWahyuni305974
 
Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)
Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)
Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)
nopinopi2
 
C
CC

Similar to KEMAJUAN TEKNOLOGI DANDALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA (20)

Globalisasi ilmu pendidikan dan teknologi
Globalisasi ilmu pendidikan dan teknologiGlobalisasi ilmu pendidikan dan teknologi
Globalisasi ilmu pendidikan dan teknologi
 
Tugas tik bilkis sarli pratiwi
Tugas tik bilkis sarli pratiwiTugas tik bilkis sarli pratiwi
Tugas tik bilkis sarli pratiwi
 
13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx
13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx
13. Problematika dan pemanfaatan IPTEK.pptx
 
Karya ilmiah dampak teknologi
Karya ilmiah dampak teknologiKarya ilmiah dampak teknologi
Karya ilmiah dampak teknologi
 
Manusia dan teknologi
Manusia dan teknologiManusia dan teknologi
Manusia dan teknologi
 
Proposal pondok
Proposal pondokProposal pondok
Proposal pondok
 
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...
Dampak Positif dan Negatif Perkembangan IPTEK terhadap NKRI di Bidang Sosial-...
 
Makalah perkembangan teknologi
Makalah perkembangan teknologiMakalah perkembangan teknologi
Makalah perkembangan teknologi
 
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptxDAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA mapel Inf.pptx
 
Dampak sosial informatika bagi siswa smk kelas x
Dampak sosial informatika bagi siswa smk kelas xDampak sosial informatika bagi siswa smk kelas x
Dampak sosial informatika bagi siswa smk kelas x
 
DAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptx
DAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptxDAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptx
DAMPAK-SOSIAL INFORMATIKA-INFORMATIKA .pptx
 
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptxDAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptx
DAMPAK-SOSIAL-INFORMATIKA.pptx
 
Hani op 4 c 1188203043 makalah
Hani op 4 c 1188203043 makalahHani op 4 c 1188203043 makalah
Hani op 4 c 1188203043 makalah
 
era digittal.pdf
era digittal.pdfera digittal.pdf
era digittal.pdf
 
5dampak teknologi-komunikasi
5dampak teknologi-komunikasi5dampak teknologi-komunikasi
5dampak teknologi-komunikasi
 
Tugas Wawasan IPTEKS.docx
Tugas Wawasan IPTEKS.docxTugas Wawasan IPTEKS.docx
Tugas Wawasan IPTEKS.docx
 
Tugas Wawasan IPTEKS.pdf
Tugas Wawasan IPTEKS.pdfTugas Wawasan IPTEKS.pdf
Tugas Wawasan IPTEKS.pdf
 
Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)
Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)
Dinamika Hidup (Filsafat Ilmu Pengetahuan, Martinus Nopi)
 
C
CC
C
 
C
CC
C
 

More from seolangit

Modul pemula merakit komputer
Modul pemula merakit komputerModul pemula merakit komputer
Modul pemula merakit komputer
seolangit
 
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTUR
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTURPERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTUR
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTUR
seolangit
 
Praktik mikrotik router
Praktik mikrotik routerPraktik mikrotik router
Praktik mikrotik router
seolangit
 
Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
seolangit
 
Teknologi jaringan
Teknologi jaringanTeknologi jaringan
Teknologi jaringan
seolangit
 
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPAN
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPANPERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPAN
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPAN
seolangit
 
PENGENALAN LAYANAN JARINGAN
PENGENALAN LAYANAN JARINGANPENGENALAN LAYANAN JARINGAN
PENGENALAN LAYANAN JARINGAN
seolangit
 
Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)
Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)
Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)
seolangit
 

More from seolangit (8)

Modul pemula merakit komputer
Modul pemula merakit komputerModul pemula merakit komputer
Modul pemula merakit komputer
 
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTUR
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTURPERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTUR
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PERANCANGAN ARSITEKTUR
 
Praktik mikrotik router
Praktik mikrotik routerPraktik mikrotik router
Praktik mikrotik router
 
Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
 
Teknologi jaringan
Teknologi jaringanTeknologi jaringan
Teknologi jaringan
 
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPAN
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPANPERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPAN
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAK NYA TERHADAP KEHIDUPAN
 
PENGENALAN LAYANAN JARINGAN
PENGENALAN LAYANAN JARINGANPENGENALAN LAYANAN JARINGAN
PENGENALAN LAYANAN JARINGAN
 
Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)
Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)
Teknologi informasi dan_perkembangannya_di_indones(1)
 

KEMAJUAN TEKNOLOGI DANDALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA

  • 1. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 33 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA Muhamad Ngafifi SMP Negeri 2 Sukoharjo Wonosobo Abstrak Makalah ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses perkembangan kemajuan teknologi, (2) mengetahui perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi, (3) mengetahui pengaruh kemajuan teknologi di bidang sosial budaya, dan (4) mendapatkan solusi dalam mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi. Makalah ini merupakan hasil studi pustaka yang bersumber pada buku, artikel, jurnal, dan dilengkapi dengan hasil survei tentang penggunaan teknologi modern yang digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif secara kritis oleh penulis dengan menggunakan pendekatan teori perubahan sosial budaya. Hasil pembahasan dalam makalah ini menunjukkan sebagai berikut: (1) kemajuan teknologi terus berkembang sangat pesat dan melahirkan masyarakat digital; (2) terjadi perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi sehingga menjadi lebih pragmatis, hedonis, sekuler, dan melahirkan generasi instan namun juga mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam tingkah laku dan tindakannya; (3) kemajuan teknologi berwajah ganda karena menimbulkan pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan manusia; (4) upaya untuk menekan dan mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi dapat dilakukan dengan mensinergiskan peran keluarga, pendidikan, masyarakat, dan negara. Kata kunci: teknologi, pola hidup, dan perubahan sosial budaya ADVANCES IN TECHNOLOGY AND PATTERNS OF HUMAN LIFE IN SOCIO-CULTURAL PERSPECTIVE Muhamad Ngafifi SMP Negeri 2 Sukoharjo Wonosobo Abstract This paper aims to: 1) describe the process of technological advances, 2) identify the changes in the patterns of human life due to advances in technology, 3) determine the effect of technological advances in the field of socio-culture, and 4) provide a solution to overcome the negative impact of technological advances. This paper is a literature review of which the sources are books, articles, journals, and the results of a survey on the use of modern technology that is used as a data collection technique. Data were analyzed descriptively using the theory of socio-cultural change. The results are as follows: (1) technology advances continue to grow very rapidly and gave birth to the digital society; (2) there were changes in the patterns of human life due to advances in technology, that is people become more pragmatic, hedonistic, and secular, which is leading to an instant generation but they also promote effectiveness and efficiency in the behavior and actions; (3) dvances in technology cause positive and negative impact on human life; and (4) efforts to reduce and overcome the negative impacts of technological advances can be made by synergizing the role of family, education, community, and country. Keywords: technology, patterns of human life, culture and social change
  • 2. 34 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi PENDAHULUAN Manusia menggunakan teknologi kare- na memiliki akal. Dengan akalnya manusia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, dan sebagainya. Perkem- bangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Teknologi juga memberikan banyak kemu- dahan, serta sebagai cara baru dalam melaku- kan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilk- an dalam dekade terakhir ini. Pada era globalisasi saat ini, penguasa- an teknologi menjadi prestise dan indikator kemajuan suatu negara. Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan tek- nologi tinggi (high technology), sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi de- ngan kemajuan teknologi sering disebut seba- gai negara gagal (failed country). Berikut ini 10 negara di dunia terhebat dengan penguasa- an teknologi tinggi: Tabel 1. 10 Negara Terhebat di Dunia Tahun 2012 NO NAMA NEGARA 1 Finlandia 2 Amerika Serikat 3 Jepang 4 Swedia 5 Korea Utara 6 Belanda 7 Inggris 8 Singapura 9 Korea Utara 10 Australia Sumber:(http://top10newsworld.blogspot.com/ 2012/11/10) Negara-negara yang berjaya ini menjadi adikuasa (powerful), kaya raya (prosperous), dan berprestise (prestigious) karena bermodal- kan teknologi. Oleh karena itu, memasuki Milenium III ini, tidak mengherankan ber- kembang keinginan untuk memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai teknologi. Terobosan teknologi di bidang mikro-elek- tronika, bio teknologi, telekomunikasi, kom- puter, internet, dan robotik telah mengubah secara mendasar cara-cara kita mengembang- kan dan mentransformasikan teknologi ke dalam sektor produksi yang menghasilkan barang dan jasa dengan teknologi tinggi (Buhal, 2000, p.i). Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya me- nuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata kemajuan teknologi saat ini benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenya- manan bagi kehidupan umat manusia (Dwi- ningrum, 2012, p.171). Di sisi lain, manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia modern. Kemajuan teknologi, yang semula untuk memudahkan manusia, ketika urusan itu semakin mudah, maka mun- cul “kesepian” dan keterasingan baru, yakni lunturnya rasa solidaritas, kebersamaan, dan silaturrahmi. Contohnya penemuan televisi, komputer, internet, dan handphone telah me- ngakibatkan kita terlena dengan dunia layar. Layar kemudian menjadi teman setia, bahkan kita lebih memperhatikan dunia layar diban- dingkan istri/suami, dan anak sekalipun. Hampir setiap bangun tidur kita menekan tombol televisi untuk melihat layar, pergi ke kantor tekan tombol handphone melihat layar untuk ber-sms, BBM (Blackberry Messenger) ria atau main game, sampai di kantor sudah tersedia layar komputer atau layar televisi. Begitu juga ketika pulang dari kantor sampai rumah, layar televisi yang dilihat terlebih dahulu bukan istri dan anak. SMS dan BBM membuat manusia mengalami “amnesia” (lupa anak dan istri atau suami). Akibatnya hubungan antar anggota keluarga renggang, satu sama lain asyik dengan layarnya masing- masing. Hal ini baru dalam rumah tangga sendiri, apalagi dengan tetangga, mungkin
  • 3. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 35 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi bertemu tetangga hanya ketika bendera putih (tanda kematian) berdiri di depan rumah tetangga. Ketika itu, baru kita sadar ada anggota tetangga yang wafat. Dengan sedikit basa-basi kita membesuk sebentar sebelum pergi ke kantor (Bakhtiar, 2012, p.223). Teknologi layar mampu membius manusia untuk tunduk pada layar dan mengabaikan yang lain. Jika manusia tidak sadar akan hal ini, maka dia akan kesepian dan kehilangan sesuatu yang amat penting dalam dirinya, yakni kebersamaan, hubungan kekeluargaan, dan sosial yang hangat. Jika pengaruh teknologi yang demikian semakin dalam, manusia tidak sadar akan kebutuhan yang sebenarnya. Ibarat orang yang pertama kali tinggal di dekat kandang ayam. Pada minggu pertama tidurnya susah kalaupun bisa hanya satu atau dua jam saja karena bau yang menyengat. Minggu kedua sudah agak biasa menyesuaikan diri dengan bau itu dan pada minggu-minggu selanjutnya sudah terbiasa. Setelah bertahun-tahun tinggal di sana sudah rindu pada bau tersebut, bahkan tidak bisa tidur kalau belum disertai “wewangian” kan- dang ayam. Teknologi yang sedang melanda kehidupan kita sekarang juga ibarat orang yang betah tinggal di samping kandang ayam tadi, saking asyiknya dia tidak sadar bahwa teknologi layar membuat dia terpinggirkan dari sebuah kebutuhan mendasar. Dia hanya berimajinasi sesuai dengan apa yang ditayang- kan televisi, apalagi yang menonton itu adalah anak-anak yang belum mampu membedakan antara yang nyata dan visual. Tuntutan melarang penayangan acara Smack Down di salah satu stasiun televisi adalah suatu contoh betapa besarnya akibat acara tersebut bagi kepribadian anak. Anak Sekolah Dasar dan Menengah yang meniru apa yang mereka tonton dan tidak segan-segan berbuat sadis sehingga berakibat fatal bagi fisik dan bahkan ada yang meninggal (Amsal Bakhtiar, 2012, pp.224-225). Manusia saat ini benar-benar telah menjadi budak dari teknologi. Berdasarkan survei yang dilakukan Secur Envoy, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam password digital, yang melakukan survei terhadap 1.000 orang di Inggris menyimpul- kan bahwa mahasiswa masa kini mengalami nomophobia, yaitu perasaan cemas dan takut jika tidak bersama telepon selulernya. Hasil survei menunjukkan, 66 persen responden mengaku tidak bisa hidup tanpa telepon selulernya. Persentase ini semakin membeng- kak pada responden berusia 18 dan 24 tahun. Sebanyak 77 persen responden di antara kelompok usia ini mengalami nomophobia (http://kampus.okezone.com/read/2012/03/26). Sementara itu riset yang lain dilakukan Zogby International di Amerika Serikat menunjukkan 24 persen dari 1.950 responden yang terdiri dari orang dewasa menyatakan internet memberikan dampak yang signifikan dalam hidup mereka. Menurut perusahaan riset tersebut, sebagian besar masyarakat me- ngatakan tak bisa hidup tanpa internet dan membutuhkan konektivitas dengan kecepatan tinggi. Sebanyak 22 persen dari peserta penelitian itu mengaku mengakses facebook ketika berinternet dan 10 persennya mengun- jungi situs Google. Ketika ditanya prediksi mereka tentang teknologi informasi masa depan, 40 persen dari responden membayang- kan dalam beberapa tahun ke depan akan ditanam sebuah cip di tubuh seluruh warga dunia. Cip ini berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi keberadaan orang tersebut. Sebagian dari mereka juga meyakini berbagai pekerjaan yang dilakukan manusia akan beralih ke robot. Zogby menambahkan, kemajuan teknologi juga akan terasa di bidang kesehatan khususnya dalam pengembangan teknik kloning untuk menciptakan organ tubuh manusia dan sistem cell (http://www.tempo.co/read/news/2010/12/23). PEMBAHASAN Kemajuan Teknologi Konsep Teknologi Manusia pada awalnya tidak mengenal konsep teknologi. Kehadiran manusia purba pada masa pra sejarah, hanya mengenal tek- nologi sebagai alat bantunya dalam mencari makan, alat bantu dalam berburu, serta meng- olah makanan. Alat bantu yang mereka guna- kan sangatlah sederhana, terbuat dari bambu, kayu, batu, dan bahan sederhana lain yang mudah mereka jumpai di alam bebas. Misal- nya untuk membuat perapian, ia memanfaat- kan bebatuan yang dapat memunculkan per- cikan api.
  • 4. 36 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Pada awalnya teknologi berkembang secara lambat. Namun seiring dengan kemajuan tingkat kebudayaan dan peradaban manusia perkembangan teknologi berkem- bang dengan cepat. Semakin maju kebuda- yaannya, semakin berkembang teknologinya karena teknologi merupakan perkembangan dari kebudayaan yang maju dengan pesat (Adib, 2011, p.254). Secara harfiah teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “tecnologia” yang ber- arti pembahasan sistematik mengenai seluruh seni dan kerajinan. Istilah tersebut memiliki akar kata “techne” dalam bahasa Yunani kuno berarti seni (art), atau kerajinan (craft). Dari makna harfiah tersebut, teknologi dalam bahasa Yunani kuno dapat didefinisikan sebagai seni memproduksi alat-alat produksi dan menggunakannya. Definisi tersebut ke- mudian berkembang menjadi penggunaan ilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan manusia. Teknologi dapat pula dimaknai se- bagai ”pengetahuan mengenai bagaimana membuat sesuatu (know-how of making things) atau “bagaimana melakukan sesuatu” (know-how of doing things), dalam arti ke- mampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan nilai yang tinggi, baik nilai manfaat maupun nilai jualnya (Martono, 2012, p.276). Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana ber- bagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja, dan keterampilan dikombinasikan untuk mereal- isasikan tujuan produksi. “secara konven- sional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan sehingga teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan Insani” (Dwiningrum, 2012, p.153). Henslin menjelaskan bahwa istilah tek- nologi dapat mencakup dua hal. Pertama, teknologi menunjuk pada peralatan, yaitu unsur yang digunakan untuk menyelesaikan tugas. Teknologi merujuk pada peralatan sedemikian sederhana-seperti sisir-sampai yang sangat rumit-seperti komputer. Kedua, keterampilan atau prosedur yang diperlukan untuk membuat dan menggunakan peralatan tersebut. Teknologi dalam kasus ini tidak hanya merujuk pada prosedur yang diperlukan untuk membuat sisir dan komputer, akan tetapi juga meliputi prosedur untuk mem- produksi suatu tatanan rambut yang dapat diterima, atau untuk dapat memasuki jaringan internet. Secara sosiologis, teknologi memiliki makna yang lebih mendalam daripada peralat- an. Teknologi menetapkan suatu kerangka bagi kebudayaan non material suatu kelom- pok. Jika teknologi suatu kelompok mengala- mi perubahan, maka cara berpikir manusia juga akan mengalami perubahan. Hal ini juga berdampak pada cara mereka berhubungan dengan yang lain. Bagi Marx, teknologi merupakan alat, dalam pandangan material- isme historis hanya menunjuk pada sejumlah alat yang dapat dipakai manusia untuk mencapai kesejahteraan. Weber mendefinisi- kan teknologi sebagai ide atau pikiran manu- sia itu sendiri. Sementara itu menurut Durkheim, teknologi merupakan kesadaran kolektif yang bahkan diprediksi dapat me- nggantikan kedudukan agama dalam masya- rakat (Martono, 2012, pp.277-278). Perkembangan teknologi akan menga- lami beberapa siklus. Jacob menjelaskan beberapa siklus perkembangan ilmu penge- tahuan dan teknologi menjadi lima tahapan. Lima tahapan tersebut dinyatakan sebagai lima siklus kondratif, yaitu suatu siklus yang akan berulang setiap 50 tahun. Kelima siklus tersebut adalah: pertama, dimulai dengan revolusi teknologi (tahun 1760); kedua, di- tandai dengan terbentangnya jaringan kereta api (tahun 1848); ketiga, dimulai dengan ditemukannya ban berjalan (tahun 1895); keempat, ditandai dengan ditemukannya tena- ga atom dan motorisasi massal (tahun 1945); dan kelima, ditandai dengan perkembangan mikro elektronik serta bioteknologi. Teknologi memperlihatkan fenomena- nya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Sastrapratedja (Dwiningrum, 2012, p.154) menjelaskan bahwa fenomena teknik pada masyarakat kini, memiliki ciri-ciri se- bagai berikut: a. Rasionalitas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
  • 5. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 37 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi b. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah. c. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi, dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasikan kegia- tan non-teknis menjadi kegiatan teknis. d. Teknik berkembang pada suatu ke- budayaan e. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung. f. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan. g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. Teknologi yang berkembang dengan pesat, meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Masa sekarang nampaknya sulit memisahkan kehidupan manusia dengan tek- nologi, bahkan sudah merupakan kebutuhan manusia. Awal perkembangan teknologi yang sebelumnya merupakan bagian dari ilmu atau bergantung dari ilmu, sekarang ilmu dapat pula bergantung dari teknologi. Contohnya dengan berkembang pesatnya teknologi kom- puter dan satelit ruang angkasa, maka diper- oleh pengetahuan baru dari hasil kerja kedua produk teknologi tersebut (Dwiningrum, 2012, p.155). Berdasarkan uraian pendapat di atas kita dapat menyimpulkan dan menarik suatu benang merah bahwa teknologi merupakan hasil olah pikir manusia yang pada akhirnya digunakan manusia untuk mewujudkan ber- bagai tujuan hidupnya, teknologi menjadi sebuah instrumen untuk mencapai tujuan. Teknologi juga merupakan hasil perkem- bangan rasionalitas manusia. Ketika kebera- daan teknologi dikembangkan dalam struktur tindakan manusia, maka keberadaan teknologi juga dapat ditempatkan dalam kerangka perkembangan rasionalitas manusia tersebut. Ketika manusia masih berada pada tahap irasional (bersifat tradisional dan afektif), manusia telah mampu menghasilkan berbagai teknologi yang masih sederhana. Seiring dengan perkembangan rasionalitasnya, manusia telah menghasilkan berbagai tekno- logi yang cukup rumit, namun pada akhirnya keberadaan teknologi tersebut dimanfaatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup manusia. Teknologi telah mempengaruhi pola pikir manusia itu sendiri, dan akibatnya secara tidak langsung teknologi juga sangat mem- pengaruhi tindakan, dan pola hidup manusia. Teknologi juga dimaknai sebagai alat yang memperlebar perbedaan kelas dalam masya- rakat. Teknologi menjadi simbol status bagi si kaya dan si miskin, siapa yang mampu menguasai teknologi, maka ia akan mampu menguasai manusia yang lain. Manusia menggunakan konsep tekno- logi baru untuk menunjuk pada timbulnya suatu teknologi yang membawa dampak penting pada kehidupan sosial. Bagi orang- orang yang hidup 500 tahun yang lalu, teknologi-baru menunjuk pada proses pen- cetakan, sedangkan pada masa sekarang, teknologi baru menunjuk pada komputer, satelit, pesawat atau teknologi komunikasi yang lain. Perubahan kehidupan manusia yang semula berbasis pertanian menjadi berbasis industri juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Janji Teknologi Suatu hal yang perlu mendapat per- hatian khusus adalah bahwa setiap perkem- bangan teknologi selalu menjanjikan kemu- dahan, efisiensi, serta peningkatan produk- tivitas. Memang pada awalnya teknologi di- ciptakan untuk mempermudah manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Be- rikut ini ada beberapa hal yang dijanjikan teknologi (Martono, 2012, pp.289-291). 1) Teknologi menjanjikan perubahan Setiap penemuan baru akan melahirkan berbagai perubahan dalam suatu masyarakat. Ibarat sebuah subsistem, kehadiran teknologi baru sebagai subsistem baru dalam masya- rakat akan membawa konsekuensi, subsistem lain dalam sistem tersebut mau tidak mau harus menyesuaikan diri akibat kehadiran teknologi tersebut. Teknologi pasti akan me- ngubah pola aktifitas keseharian individu. Kehadiran televisi di rumah misalnya, akan menyebabkan munculnya agenda baru setiap hari, ada jadwal menonton acara favorit yang sebelumnya tidak ada. Jadwal mandi, jadwal makan, jadwal minum kopi, jadwal mem- bersihkan rumah, jadwal belajar, jadwal ken- can, sampai jadwal tidur akan disesuaikan dengan jadwal acara di televisi. Bahkan su- sunan perabotan di rumah, meja, kursi, lemari,
  • 6. 38 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi karpet, sofa, akan disesuaikan dengan di mana kita meletakkan televisi. 2) Teknologi menjanjikan kemajuan Teknologi merupakan simbol kemaju- an. Siapa saja yang mampu mengakses teknologi, maka ia akan mengalami sedikit atau banyak kemajuan ke arah entah dalam bentuk apa pun. Seseorang tidak akan keting- galan informasi mana kala ia menggenggam sebuah teknologi. Teknologi telah mempe- ngaruhi gaya hidup, dan bahkan teknologi juga telah menjadi gaya hidup itu sendiri. 3) Teknologi menjanjikan kemudahan Teknologi memang diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi individu. Orang tidak perlu susah-susah untuk menghubungi sanak keluarganya di luar kota, bahkan di luar negeri; mereka cukup menekan beberapa nomor melalui hanphone. Orang tidak perlu mengantri di depan petugas teller bank untuk melakukan berbagai transaksi, kita cukup masuk ke ruang ATM dan kita dapat melaku- kan berbagai transaksi menggunakan mesin tersebut, mulai mengambil uang, membayar tagihan listrik, air, telepon, membeli pulsa, membeli tiket kereta api, pesawat, kapal, membayar SPP, mengirim uang ke rekening lain, sampai membayar tagihan kredit. Ketika kita lapar, kita cukup menekan beberapa nomor delivery order, kemudian dalam bebe- rapa menit, petugas pengantar makanan sampai di depan pintu rumah kita. Kita dapat memanfaatkan pesawat terbang untuk melaku- kan perjalanan jauh dalam waktu singkat; kita tidak perlu bersusah payah naik ke lantai yang lebih tinggi di sebuah gedung bertingkat, kita cukup memanfaatkan lift atau eskalator. 4) Teknologi menjanjikan peningkatan produktifitas Perusahaan besar banyak memanfaat- kan teknologi untuk alasan efisiensi dan peningkatan produktivitas daripada harus mempekerjakan tenaga kerja manusia yang memakan banyak anggaran untuk menggaji mereka. Teknologi juga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dengan berlipat ganda. Teknologi juga dapat dimanfaatkan se- bagai alat kontrol untuk mengevaluasi kinerja seseorang. Teknologi finger print (sistem pre- sensi dengan memanfaatkan sidik jari) misal- nya, akan dapat mengontrol tingkat kehadiran karyawan di kantor. 5) Teknologi menjanjikan kecepatan Berbagai pekerjaan akan dapat disele- saikan dengan cepat manakala kita meman- faatkan teknologi. Keberadaan komputer akan membantu mempercepat pekerjaan di kantor, mempercepat pembukuan, teknologi juga akan mempercepat proses pengiriman doku- men, surat atau file, serta barang. Memasak nasi akan lebih cepat jika menggunakan rice cooker. Semua pekerjaan dan setiap kesulitan akan teratasi dengan teknologi. 6) Teknologi menjanjikan popularitas Manusia dengan mudahnya muncul di layar kaca melalui internet. Situs You Tube akan memfasilitasi kita untuk bergaya, bisa menjadi narsis, menampakkan dan mempro- mosikan wajah dan penampilan kita di internet, hanya dengan berbekal kamera dan modem untuk dapat meng-upload rekaman gambar yang kita miliki. kita dapat bergaya sesuka hati, dan masyarakat di seluruh dunia dapat dengan mudah menonton aksi kita. Banyak artis dadakan yang sangat terkenal setelah ia meng-upload video mereka melalui You Tube, misalnya: Sinta dan Jojo, dan Briptu Norman Kamaru. Semaunya dapat anda lakukan dengan bantuan teknologi. Ti- dak hanya itu, kita dapat mencari teman bahkan bertemu jodoh anda melalui teknologi. Sungguh suatu hal yang sulit dilakukan di masa lampau, kini ada dalam kenyataan di depan kita. Namun, ada juga aksi-aksi nakal para anak muda yang menyalahgunakan internet. Lihat saja jutaan video porno yang dapat dengan mudah di-upload dan di-down- load melalui internet. Hal ini semakin me- nguatkan pendapat bahwa kita dapat berbuat apa saja dengan teknologi. Kita dapat mem- peroleh keuntungan, sekaligus kita juga dapat memperoleh banyak kerugian. Masyarakat Digital Era modern diidentikkan dengan era masyarakat digital. Setiap aktivitas manusia akan digerakkan melalui serangkaian tekno- logi digital. Teknologi ini dioperasikan de- ngan menekan beberapa digit (angka) yang di susun dengan berbagai urutan. Relasi yang terbangun di antara individu adalah relasi pertukaran digital, setiap manusia hanya me- lakukan serangkaian transaksi atau interaksi melalui simbol-simbol digital. Transaksi per- dagangan, komunikasi, semuanya digerakkan
  • 7. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 39 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi secara digital. Setiap individu akan memiliki identitas digital yang mampu mengenali siapa dirinya, setiap manusia sudah diberi nomor urut: melalui nomor identitas (e-KTP), nomor handphone, nomor telepon, nomor rekening bank, nomor ATM, nomor rekening listrik, rekening telepon, rekening air, PIN (Personal Identification Number) ATM, semuanya menggunakan sistem digital. Interaksi antarmanusia digerakkan de- ngan teknologi serba digital: komputer, inter- net, mesin ATM, telepon, handphone, dan sebagainya, semuanya digerakkan secara digi- tal. Kita dapat membeli sesuatu hanya dengan menggesek kartu ATM dan menekan bebe- rapa nomor PIN, demikian halnya untuk membayar tagihan kamar hotel, membeli tiket, dan sebagainya. Pengiriman uang dapat dilakukan dalam hitungan detik hanya dengan menekan beberapa digit nilai uang yang akan dikirim dan beberapa digit nomor rekening tujuan. Bukan uang yang dikirim, melainkan hanya sederet angka yang berpindah dari re- kening satu ke rekening yang lain (Martono, 2012, p.292). Teori Perubahan Sosial Budaya Para sosiolog dan antropolog mem- punyai pendapat yang berbeda mengenai per- ubahan sosial diantaranya (Soekanto, 1990, pp.332-337): 1) Gillin dan Gillin, mengartikan peruba- han sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi pendu- duk, dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat 2) Larson dan Rogers, mengemukakan pengertian tentang perubahan sosial yang dikaitan dengan adopsi teknologi yaitu perubahan sosial merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam suatu bentangan waktu tertentu. Pemakaian teknologi tertentu oleh suatu warga ma- syarakat akan membawa suatu perubahan sosial yang dapat diobservasi lewat peri- laku anggota masyarakat yang bersang- kutan. 3) Soerjono Soekanto, mendefinisikan perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyara- katan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya. Gejala-gejala yang dapat mengakibat- kan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain (Martono, 2012, p.13): 1) Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. 2) Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lem- baga sosial lainnya. 3) Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. 4) Perubahan tidak dibatasi oleh bidang ke- bendaan atau bidang spiritual karena ke- duanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Dari definisi perubahan di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya merupakan suatu perubahan yang menyangkut banyak aspek dalam kehidupan seperti ke- senian, ilmu pengetahuan, teknologi, aturan- aturan hidup berorganisasi, dan filsafat. Jadi, teknologi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya perubahan sosial budaya. Perubahan sosial mempunyai tiga di- mensi, yaitu: struktural, kultural, dan inter- aksional. Pertama, dimensi struktural meng- acu pada perubahan-perubahan dalam bentuk struktur masyarakat, menyangkut perubahan dalam peranan, munculnya peranan baru, pe- rubahan dalam struktur kelas sosial, dan perubahan dalam lembaga sosial. Kedua, dimensi kultural mengacu pada perubahan kebudayaan dalam masyarakat. Perubahan ini meliputi; (1) inovasi kebudayaan, merupa- kan komponen internal dalam suatu masya- rakat. Inovasi kebudayaan yang paling mudah ditemukan adalah munculnya teknologi baru. Kebutuhan masyarakat yang semakin kom- pleks memaksa individu untuk berpikir kreatif dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (2) difusi, merupakan komponen eksternal yang mampu menggerakkan terjadi- nya perubahan sosial. Sebuah kebudayaan mendapatkan pengaruh dari budaya lain, kemudian memicu perubahan kebudayaan da- lam masyarakat yang “menerima” unsur-unsur budaya tersebut. (3) integrasi, merupakan
  • 8. 40 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi wujud perubahan budaya yang “relatif lebih halus”. Hal ini disebabkan dalam proses ini terjadi penyatuan unsur-unsur kebudayaan yang saling bertemu untuk kemudian me- munculkan kebudayaan baru sebagai hasil penyatuan berbagai unsur-unsur budaya ter- sebut (Martono, 2012, p.6). Ketiga, dimensi interaksional menga- cu pada adanya perubahan hubungan sosial dalam masyarakat. Dimensi ini meliputi (Mar- tono, 2012, pp.7-8): a. Perubahan dalam frekuensi. Perkembang- an teknologi telah menyebabkan berku- rangnya frekuensi individu untuk saling bertatap muka. Semua kebutuhan untuk berinteraksi dapat dipenuhi dengan memanfaatkan teknologi. Seorang nasa- bah bank tidak perlu berulang kali berte- mu dengan petugas teller bank. Fungsi dan peran teller bank telah tergantikan oleh mesin ATM (Automatic Teller Ma- chine atau Anjungan Tunai Mandiri) yang mampu melayani nasabah selama 24 jam di mana saja, tanpa harus meng- antri lama, atau menulis formulir tertentu. b. Perubahan dalam jarak sosial. Perkem- bangan teknologi informasi dan komuni- kasi telah menggeser fungsi “tatap muka” dalam proses interaksi. Individu tidak harus bertatap muka untuk dapat melaku- kan komunikasi dan interaksi secara langsung. Bahkan ketika dua individu berada di tempat yang sangat jauh, mereka bisa tetap berkomunikasi meski- pun dalam jarak ribuan kilometer. c. Perubahan perantara. Mekanisme kerja individu dalam masyarakat modern ba- nyak bersifat serba “online”, menyebab- kan individu tidak banyak membutuhkan “orang lain” dalam proses pengiriman informasi. Pada zaman dulu, seorang raja yang ingin menyampaikan berita untuk kerajaan tetangga, menyuruh prajurit untuk menyampaikan surat ke kerajaan tetangga tersebut. Namun, pada masa modern sekarang, informasi antar negara dapat langsung disampaikan tanpa me- lalui orang lain sebagai perantara. d. Perubahan dari aturan atau pola-pola. Banyak aturan serta pola-pola hubungan yang mengalami perubahan seiring per- kembangan masyarakat. Emansipasi pe- rempuan dalam dunia kerja misalnya, telah mengubah cara pandang masyarakat dalam menyikapi “perempuan yang pu- lang malam”. Bila sebelumnya perem- puan yang sering keluar atau pulang malam sering dikonotasikan sebagai “perempuan nakal”, namun sekarang ma- syarakat telah memandang hal tersebut sebagai hal yang biasa karena pada saat sekarang banyak perempuan yang beker- ja sampai larut malam atau bahkan bekerja pada malam hari. 5) Perubahan dalam bentuk interaksi. Inter- aksi antar individu tidak sekaku pada masa lalu ketika interaksi harus dilaku- kan secara tatap muka. Di era sekarang, interaksi dapat dilakukan kapan saja me- lalui telepon, handphone, email, chatting, facebook, Yahoo!Messenger, Twitter, Int- ernet Relay Chatting, dan berbagai tek- nologi canggih lainnya. Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut: 1). Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan. 2) Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang me- nguntungkan bagi masyarakat. Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemundur- an. Kemajuan teknologi di satu sisi merupa- kan contoh perubahan sosial yang bersifat kemajuan karena mempermudah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup- nya. Namun, di sisi lain kemajuan teknologi juga merupakan contoh perubahan sosial yang bersifat kemunduran karena manusia menjadi tergantung dengan teknologi (budak tekno- logi) bukan manusia yang menguasai teknolo- gi akan tetapi teknologi yang menguasai manusia. Perubahan Pola Hidup Akibat Kemajuan Teknologi Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya masih menggunakan bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/- membajak sawahnya dan juga dibantu oleh tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan berkembang- nya teknologi, para petani telah menggunakan traktor dalam membajak sawah dan juga su- dah menggunakan mesin perontok padi untuk mengolah hasil panenannya. Selain teknologi
  • 9. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 41 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi dalam bidang pertanian, teknologi yang berkaitan dengan komunikasi pun berkem- bang pesat. Dahulu, apabila ingin berkomuni- kasi jarak jauh memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat komunikasi saat ini sudah canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat ini satu orang tidak hanya memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan, se- karang anak usia remaja bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal apa itu facebook, email, twitter, dan lain sebagainya. Itulah contoh-contoh perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi. Pola hidup manusia selalu mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Ke- hidupan yang semakin modern membawa manusia pada pola perilaku yang unik, yang membedakan individu satu dengan individu lain dalam persoalan gaya hidup. Bagi sebagian orang gaya hidup merupakan suatu hal yang penting karena dianggap sebagai sebuah bentuk ekspresi diri. Pola hidup merupakan pola-pola tindakan yang membe- dakan antara satu orang dengan orang lain, yang berfungsi dalam interaksi dengan cara- cara yang mungkin tidak dapat dipahami oleh orang yang tidak hidup dalam masyarakat modern. Menurut Talcott Parson (Dwiningrum, 2012, p.51), masyarakat modern digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut: a. Netralitas efektif yaitu bersikap netral, bahkan dapat menuju sikap tidak mem- perhatikan orang lain atau lingkungan. b. Orientasi diri, yaitu lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri. c. Universalisme, yaitu menerima segala se- suatu dengan obyektif d. Prestasi, yaitu masyarakatnya suka me- ngejar prestasi. e. Spesifitas, yaitu berterus terang dalam mengungkapkan segala sesuatu. Peran teknologi dalam mempengaruhi perubahan pola hidup manusia bukanlah sebuah hal yang perlu dipertanyakan lagi. Manusia tidak akan mampu hidup tanpa teknologi. Manusia purba, misalnya, telah lama mengenal teknologi sebagai alat bantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ke- banyakan teknologi itu terbuat dari bahan- bahan atau materi yang sangat sederhana. Teknologi dapat menyatukan masyarakat, dapat pula memisahkan masyarakat. Ada empat perubahan kecenderungan berpikir yang diakibatkan oleh perkembangan teknolo- gi, yaitu: pertama, tumbuhnya reifikasi, yaitu anggapan bahwa yang semakin luas dalam kenyataan harus diwujudkan dalam bentuk- bentuk lahiriah dan diukur secara kuantitatif. Kedua, manipulasi yaitu kemampuan mani- pulasi yang tinggi bagi kerangka berpikir manusia yang disebabkan kemampuan tekno- logi dalam mengubah dan mengolah benda- benda alamiah menjadi sesuatu yang bersifat artifisial demi memenuhi kepentingan ma- nusia. Ketiga, fragmentasi, yaitu adanya spe- sialisasi dalam pembagian kerja yang akhir- nya menuntut profesionalisme dalam dunia kerja. Keempat, individualisasi, yang diciri- kan dengan semakin renggangnya ikatan sese- orang dengan masyarakatnya dan semakin besarnya peranan individu dalam tingkah laku sehari-hari (Martono, 2012, p.278). Pada masyarakat teknologi, ada tenden- si bahwa kemajuan adalah suatu proses dehu- manisasi secara perlahan-lahan sampai akhir- nya manusia takluk pada teknik. Teknik- teknik manusiawi yang dirasakan pada masya- rakat teknologi, terlihat dari kondisi kehidup- an manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknik. Gambaran kondisi tersebut adalah sebagai berikut: a. Situasi tertekan. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerapan mekanis- me-mekanisme teknik. Manusia melebur dengan mekanisme teknik, sehingga waktu manusia dan pekerjaannya menga- lami pergeseran. Peleburan manusia de- ngan mekanisme teknik, menuntut kuali- tas dari manusia, tetapi manusia sendiri tidak hadir di dalamnya. Contohnya: pada sistem industri ban, seorang buruh meskipun sakit atau lelah, ataupun ada berita duka bahwa anaknya sedang sekarat di Rumah Sakit, mungkin peker- jaan itu tidak dapat ditinggalkan sebab akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. Keadaan tertekan demikian, akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. b. Perubahan ruang dan lingkungan manu- sia. Teknik telah mengubah lingkungan manusia dan hakikat manusia. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan oleh lapar atau mengantuk tetapi diatur oleh jam. Ling-
  • 10. 42 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi kungan manusia menjadi terbatas, manu- sia sekarang hanya berhubungan dengan bangunan tinggi yang padat, sehingga sinar matahari pagi tidak sempat lagi menyentuh permukaan kulit tubuh ma- nusia. c. Perubahan waktu dan gerak manusia. Akibat teknik, manusia terlepas dari hakikat kehidupan. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuh- an dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia, sifatnya alamiah dan konkrit. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam, menit dan detik. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial, sehingga irama kehidupan harus tunduk kepada waktu. d. Terbentuknya suatu masyarakat massa. Akibat teknik, manusia hanya memben- tuk masyarakat massa, artinya ada kesen- jangan sebagai masyarakat kolektif. Sekarang struktur masyarakat hanya di- tentukan oleh hukum ekonomi, politik, dan persaingan kelas. Proses ini telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosi- al suatu komunitas. Terjadinya neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli merupakan akibat hilang- nya nilai-nilai hubungan sosial. Kondisi sekarang ini manusia sering dipandang menjadi objek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik yang ada (Bachtiar, 2012, p.225). e. Ternyata dunia modern yang mengukir kisah sukses secara materi dan kaya ilmu pengetahuan serta teknologi, sepertinya tidak cukup memberi bekal hidup yang kokoh bagi manusia, sehingga banyak manusia modern tersesat dalam kemajuan dan kemodernannya. Manusia modern kehilangan aspek moral sebagai fungsi kontrol dan terpasung dalam sangkar tek- nologi. Berdasar teori perubahan sosial budaya kemajuan teknologi telah menye- babkan kemajuan sekaligus kemunduran dalam kehidupan sosial budaya. Pengaruh Kemajuan Teknologi Bidang Sosial Budaya Beberapa bentuk perubahan perilaku sosial budaya akibat teknologi antara lain se- bagai berikut: 1) Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang me- megang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun da- lam dunia bisnis. Bahkan perubahan peri- laku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin me- nonjol. 2) Meningkatnya rasa percaya diri. Kemaju- an ekonomi di negara-negara Asia me- lahirkan fenomena yang menarik. Per- kembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ke- tahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa- bangsa Asia. 3) Tekanan, kompetisi yang tajam di ber- bagai aspek kehidupan sebagai konse- kuensi globalisasi, akan melahirkan gene- rasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Pengaruh Negatif Meskipun teknologi memberikan ba- nyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya: a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai ke-inginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani. b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi- tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan kekuatan sentripetal yang berperan pen-ting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti per- kelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan c. Pola interaksi antarmanusia yang ber- ubah. Kehadiran komputer pada keba- nyakan rumah tangga golongan me-
  • 11. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 43 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi nengah ke atas telah merubah pola inter- aksi keluarga. Komputer yang disam- bungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubung- an dengan dunia luar. Program Internet Relay Chatting (IRC), internet, dan e- mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedia- nya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomuni- kasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang meng- habiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program Internet Relay Chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja (Siti Irene, 2012: 174- 175). Solusi Mengatasi Dampak Negatif Kemajuan Teknologi Kemajuan teknologi merupakan bagian dari konsekuensi modernitas dan upaya eksis- tensi manusia di muka bumi. Oleh karena itu, dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kemajuan teknologi menjadi kewajiban bersama umat manusia untuk mengatasinya. Dengan adanya consciousness (kesadaran) bersama maka kita yakin bahwa generasi mendatang akan lebih smart dan bermartabat. Berikut ini diuraikan peran yang semestinya dilakukan oleh keluarga, sekolah (institusi pendidikan), masyarakat, dan negara untuk menekan serta mengatasi pengaruh negatif dari kemajuan teknologi pada masyarakat postmodern. Adapun peran keluarga diantaranya sebagai berikut. 1) Sebagai agen sosialisasi yang pertama dan yang utama, keluarga seharusnya dapat menanamkan nilai dan norma yang positif kepada anak dengan membekali dan meletakkan pondasi keimanan yang kokoh kepada anak. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak menjadi angkuh dan me- lupakan Tuhan dalam aktifitas kehi- dupan modern yang serba canggih. 2) Keluarga harus selektif dalam menen- tukan skala prioritas kebutuhan teknologi bagi keluarga. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi cara hidup ma- nusia modern yang cenderung konsumtif terhadap produk teknologi. Selain itu, penentuan skala prioritas diperlukan agar teknologi yang dipergunakan benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi keluarga. Misalnya, jika suatu keluarga sudah memiliki sebuah televisi mereka tidak perlu membeli televisi untuk setiap anggota keluarga yang diletakkan di kamar masing-masing, karena hal itu akan mengakibatkan pemborosan dan merupakan pola hidup yang tidak efektif dan efisien. 3) Orang tua harus update terhadap perkem- bangan teknologi sehingga mereka tidak gaptek. Setidaknya orang tua modern saat ini harus memiliki kemampuan dalam penggunaan smartphone, internet basic (email, browsing, blogging, and cathing), dan jika memungkinkan penggunaan so- sial media online seperti: yahoo messe- nger, facebook, twitter, skype, dan inter- net relay chatting. 4) Perlunya bimbingan dan pengawasan dari orang tua kepada anak-anaknya dalam pemanfaatan teknologi, khususnya tekno- logi informasi dan komunikasi seperti televisi, handphone, komputer dan inter- net. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Membatasi saluran (chanel) televisi yang masuk agar tayangan-tayangan yang membawa dampak negatif bagi anak terutama pornografi, dan keke- rasan tidak dengan mudah diterima oleh anak-anak kita. b) Mendampingi anak saat menonton televisi sehingga kita dapat me- ngarahkan anak bahwa tidak semua yang dilihat di layar kaca merupakan kejadian yang sesungguhnya. c) Orang tua melakukan pengecekan handphone anak secara insidental untuk memastikan bahwa mereka memanfaatkan teknologi komuni- kasi secara benar dan bertanggung- jawab. d) Berusaha meletakkan komputer dan saluran internet di ruang publik ru- mah seperti di ruang keluarga bukan di dalam kamar anak. Hal ini dimak- sudkan agar anak-anak lebih mudah diawasi oleh orang tua. e) Mem-block situs-situs internet yang berbahaya bagi perkembangan anak.
  • 12. 44 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi f) Orang tua ikut menjadi teman anak dalam social media online. g) Membuat kesepakatan dengan anak tentang waktu bermain komputer dan internet. Hal ini diperlukan agar ketika mereka dewasa dapat disiplin dan mampu melakukan manajemen waktu dengan baik. Selain itu, ke- sepakatan tentang waktu dapat men- cegah anak dari kecanduan terhadap komputer dan internet serta dapat menghemat pengeluaran. 5) Orang tua meluangkan waktu untuk berkumpul, bermain, dan bercengkrama dengan anggota keluarga. Dengan demi- kian akan terjalin interaksi yang baik se- hingga harmonisasi hubungan dalam keluarga dapat terjaga. 6) Menumbuhkan kesadaran kepada anak tentang dampak negatif dari teknlogi ba- gi kehidupan mereka di masa depan. Upaya ini dapat dilakukan dengan mem- berikan kebebasan kepada anak dalam memanfaatkan teknologi namun harus bisa dipertanggungjawabkan. Peran sekolah diantaranya adalah se- bagai berikut. 1) Sebagai lembaga yang memegang peran efektif dalam menanggulangi dampak negatif kemajuan teknlologi, sekolah per- lu menetapkan seperangkat aturan atau tata tertib sekolah yang jelas kepada peserta didik berkaitan dengan peman- faatan dan penggunaan teknologi di seko- lah. Misalnya sekolah melarang siswa SMP membawa handphone ke sekolah. Aturan ini selain untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan (pencurian hp) juga bermaksud agar siswa lebih fokus dalam pembelajaran di sekolah. 2) Dalam pembelajaran, guru selalu mem- berikan sosialisasi dan penekanan tentang manfaat serta dampak buruk dari tekno- logi bagi anak. Dengan demikian diha- rapkan siswa menjadi lebih bijaksana dalam memanfaatkan teknologi. 3) Mempertimbangkan pemakaian teknologi informasi dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan teknolo- gi informasi. Sekolah hendaknya mela- kukan nalisis untung ruginya pemakaian teknologi tersebut bagi peserta didik. 4) Tidak menjadikan teknologi informasi sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya sekolah tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital libra- ry, namun juga masih berkunjung ke per- pustakaan. 5) Guru hendaknya memberikan pengajar- an-pengajaran etika dalam berteknologi informasi agar teknologi informasi dapat dipergunakan secara optimal tanpa meng- hilangkan etika. 6) Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi „kesehatan‟ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat mempro- teksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan. 7) Guru harus mampu menjadi sosok tela- dan bagi peserta didik dalam ber- teknologi yang bertanggung jawab, pro- porsional, dan profesional. Misalnya guru tidak membawa hp dan mengangkat telepon ketika sedang mengajar, guru tidak bermain game online atau facebook dan twiter ketika siswa diminta menger- jakan tugas. 8) Sekolah menjadi pioner dalam peman- faatan teknologi yang ramah lingkungan dalam upaya pembangunan yang berke- lanjutan. Misalnya menggunakan genset yang memiliki kadar emisi rendah dan menggunakan peredam suara sehingga tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu aktifitas pembelajaran, dan memanfaatkan hardware komputer yang telah rusak sebagai alat peraga pembela- jaran. 9) Sekolah memberikan kegiatan ekstraku- rikuler komputer dan internet agar siswa- nya tidak ketinggalan kemajuan teknolo- gi. Selain itu sekolah juga dapat melaku- kan kegiatan ekstrakurikuler keterampil- an teknologi sehingga siswa tidak hanya mahir sebagai end user dari teknologi tapi diharapkan siswa mampu memiliki ide, gagasan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan teknologi tepat guna dalam ruang lingkup yang sederhana.
  • 13. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 45 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Peran masyarakat diantaranya sebagai berikut. 1) Masyarakat dalam kapasitasnya sebagai konsumen teknologi hendaknya perlu memfilter teknologi yang masuk ke dalam masyarakat. Dalam era globalisasi tentu masyarakatnya tidak harus seperti suku badui dalam (Banten) yang anti teknologi modern, tetapi masyarakat kita juga harus sadar bahwa kita sebagai masyarakat timur harus mampu men- cerna teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat kita. 2) Dalam kapasitasnya sebagai produsen produk teknologi masyarakat hendaknya tidak hanya mementingkan market orien- ted dan profit oriented, namun perlu memikirkan dampak dari produk tekno- logi tersebut bagi masyarakat kita secara khusus dan masyarakat dunia pada umumnya. Artinya teknologi yang di- kembangkan hendaknya bertujuan untuk meningkatkan peradaban manusia bukan untuk menghancurkannya. Contohnya, teknologi nuklir dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar listrik bukan untuk senjata pemusnah massal. 3) Upaya-upaya masyarakat yang bersifat praktis antara lain: a) Membuat website/blog/group face- book untuk suatu komunitas tertentu (contoh: grup Yogyakarta commu- nity) sebagai media interaksi dan upaya menjalin silaturahmi untuk sesama warga. b) Membuat aturan khusus mengenai ijin mendirikan warnet (warung in- ternet), game online, dan play sta- tion agar tidak menimbulkan kere- sahan dan gejolak di masyarakat. c) Menggelar acara “nonton bareng” pada even-even tertentu. Misalnya pertandingan sepak bola. Dengan demikian masyarakat dapat saling berinteraksi dan mempererat ke- akraban, tali persaudaraan, dan per- satuan. d) Mengadakan pertemuan rutin di tingkat RT maupun Desa/kelurahan sebagai sarana interaksi secara lang- sung dan sosialisasi kepada masya- rakat khususnya dalam membuat suatu konsensus tentang ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masya- rakat terkait dengan penggunaan teknologi. Misalnya, pengendara sepeda motor harus berjalan pelan- pelan ketika memasuki perkampung- an, dan mematikan mesin sepeda motor ketika memasuki gang di atas jam 22.00. e) Memanfaatkan kemajuan teknologi seperti internet untuk memasarkan produk-produk unggulan (cluster) dan memperkenalkan budaya setem- pat sehingga akan dikenal oleh ma- syarakat luas bahkan dunia yang berimbas pada perbaikan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyara- kat. Adapun peran negara diantaranya ada- lah sebagai berikut. 1) Sebagai regulator dan fasilitator negara hendaknya membuat peraturan khusus untuk membatasi situs-situs di internet yang berpotensi merusak moralitas ma- syarakat Indonesia. Misalnya, pemerintah melalui menkominfo melakukan tindakan blocking terhadap situs-situs pornografi, melakukan kritik terhadap tulisan atau artikel yang bernuansa SARA seperti kritik terhadap pembuatan karikatur Nabi Muhammad, atau film Innocense of Muslim yang baru-baru ini dibuat oleh orang Amerika Serikat. 2) Membuat aturan dan sanksi yang tegas terhadap penyalahgunaan internet dan kejahatan internet. Misalnya, memberi- kan hukuman kepada pelaku dan pen- yebar pornografi, bekerjasama dengan interpol untuk mencegah dan menangani kasus-kasus kejahatan internet (cyber crime). 3) Pemerintah harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam berteknologi yang bijaksana, hemat, dan ramah ling- kungan. Contoh, pejabat negara tidak menghamburkan uang untuk pembelian kendaraan dinas yang mahal, tidak boros dalam menggunakan listrik, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan dan jabatan untuk mendapatkan fasilitas khusus di bidang teknologi. 4) Membuat kebijakan yang tepat berkaitan dengan kemajuan teknologi transportasi. Misalnya, subsidi BBM (BBM Premium) hanya untuk kendaraan angkutan, dan
  • 14. 46 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Volume 2, Nomor 1, 2014 Jurnal Pembangunan dan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi roda dua, serta kendaraan dengan kriteria khusus, membatasi kepemilikian kenda- raan baik roda dua maupun roda empat untuk mengurangi tinngkat polusi dan kemacetan, menetapkan standar kadar emisi gas buang kendaraan tanpa rekaya- sa, menetapkan batas maksimum beban angkutan kendaraan (tonase) tanpa pu- ngutan liar dari petugas, menyediakan sarana transportasi masa yang lebih baik, dan menjalankan program konversi ba- han bakar yang lebih efisien dan berke- lanjutan. 5) Mengembangkan Lembaga Riset dan Teknologi (Ristek) sebagai upaya untuk menuju kemandirian dan kemajuan bang- sa. Misalnya, memperkuat kembali in- dustri pesawat terbang (IPTN), krakatau steel, Pindad, otomotif (mobil kiat Esem- ka), dan industri lain yang memungkin- kan untuk dikembangkan. 6) Tidak melakukan penjualan terhadap aset-aset negara yang strategis seperti komunikasi, pertambangan, minyak bumi kepada bangsa asing yang pada akhirnya menimbulkan dependensi yang berle- bihan terhadap bangsa asing. 7) Memperkuat teknologi pertanian untuk menuju swasembada pangan sehingga kita tidak diibaratkan seperti “tikus yang mati dalam lumbung padi”. 8) Meningkatkan promosi budaya dan pariwisata dengan memanfaatkan tekno- logi informasi untuk membantu pening- katan pendapatan negara non pajak. 9) Memperkuat sektor ekonomi kerakyatan dan koperasi untuk mencegah kapital- isme asing akibat kemajuan industri dan difusi teknologi. 10) Membuat kebijakan berkaitan dengan kurikulum pendidikan nasional yang berorientasi pada penanaman nilai-nilai karakter dan budaya bangsa, yang ber- spektif global. Upaya ini dimaksudkan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang handal, dengan penguasaan teknologi tinggi, memiliki daya saing global namun tetap menunjukkan iden- titas dan kepribadian khas Indonesia. 11) Strategi pengembangan ilmu pengetahu- an dan teknologi (IPTEK) yang tidak bebas nilai akan tetapi value based (berdasarkan nilai) terutama nilai-nilai agama serta nilai-nilai luhur budaya dan kepribadian bangsa. Hal ini dimaksudkan agar di abad teknologi ini kita tetap menjadi bangsa yang religius dan ber- kepribadian unggul, tidak menjadi negara sekuler yang mengagungkan teknologi serta meniadakan Tuhan dalam aktivitas hidupnya. SIMPULAN Secara sosiologis, teknologi merupakan salah satu aspek yang turut mempengaruhi setiap aktivitas, tindakan, serta perilaku manusia. Teknologi mampu mengubah pola hubungan dan pola interaksi antar manusia. Kehadiran teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manu- sia. Aktivitas manusia sedikit banyak akan dipengaruhi oleh kehadiran teknologi. Kema- juan teknologi dewasa ini ditandai dengan semakin canggihnya alat-alat di bidang infor- masi dan komunikasi, satelit, bioteknologi, pertanian, peralatan di bidang kesehatan, dan rekayasa genetika. Muculnya masyarakat digi- tal dalam berbagai bidang kehidupan merupa- kan bukti dari kemajuan teknologi. Masya- rakat dan negara-negara di dunia berlomba- lomba untuk dapat menguasai teknologi tinggi (high tech) sebagai simbol kemajuan, keku- asaan, kekayaan dan prestise. Dalam masya- rakat Postmodern berlaku hukum “barang siapa yang menguasai teknologi maka ia akan menguasai dunia”. Dalam era globalisasi, kemajuan tekno- logi berlangsung sangat cepat sehingga kadangkala manusia tidak sempat untuk ber- adaptasi dengan kemajuan tersebut. Akibatnya terjadi anomi dalam masyarakat karena mereka tidak mempunyai pegangan hidup yang jelas. Masyarakat yang tidak mampu menguasai teknologi akan mengalami cultural lag dan akan terancam eksistensinya. Kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang, di mana di satu sisi kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat positif bagi manusia untuk mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun demikian disisi yang lain kemajuan teknologi menimbulkan efek negatif yang kompleks melebihi manfaat dari teknologi itu sendiri terutama terkait pola hidup manusia dalam dimensi sosial budaya. Teknologi me- ngancam kematian melalui berbagai pe- nyakit, kerusakan lingkungan, pemanasan glo-
  • 15. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 47 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi bal, menciptakan ketegangan, memberikan berbagai resiko, belenggu atas diri manusia melalui sistem kontrol yang tersembunyi, dan dehumanisasi. Satu hal yang perlu kita ingat, teknologi selalu berwajah ganda, di satu saat ia menjadi teman, di saat yang lain, ia juga bisa menjadi lawan. Upaya-upaya yang dapat kita lakukan sebagai solusi untuk menanggulangi dampak negatif dari kemajuan teknologi adalah de- ngan menanamkan kesadaran kepada setiap individu tentang pentingnya memahami dam- pak negatif kemajuan teknologi. Dengan analisa SWOT secara sederhana kita dapat menjadikan tantangan dan dampak negatif dari teknologi menjadi peluang untuk me- majukan suatu masyarakat dan negara. Untuk itulah diperlukan peran serta aktif dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara dalam mencegah, mengurangi, dan menang- gulangi dampak negatif dari kemajuan tekno- logi. Sebagai manusia modern sangat tidak bijaksana serta tidak mungkin jika kita mengatakan say no to technology, namun yang harus kita lakukan yaitu mempertim- bangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, serta tidak terlalu berlebihan agar kita tidak kecan- duan dan menjadi budak teknologi. Kita harus menyadari bahwa teknologi bukan merupakan aspek kehidupan umat manusia yang tertinggi. Tidak juga merupakan puncak kebudayaan dan peradaban umat manusia di dalam evolusinya mencapai kesempurnaan hidup (perfection of existence). Namun teknologi merupakan suatu alat yang digunakan manu- sia untuk mempermudah dalam melakukan sesuatu dalam aktivitas kehidupannya. DAFTAR PUSTAKA Adib, Mohammad. (2011). Filsafat ilmu: onto-logi, epistemologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bachtiar, Amsal. (2012). Filsafat ilmu edisi revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Buhal. (2000). Visi Iptek memasuki milenium III. Jakarta: UI Press. Dwiningrum, S. I. A. (2012). Ilmu sosial & budaya dasar. Yogyakarta: UNY Press. Martono, Nanang. (2012). Sosiologi perubah- an sosial: perspektif klasik, modern, postmodern, dan postkolonial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Meinita, Hanna. (Diambil pada tanggal 1 Februari 2013). Mahasiswa tak bisa hidup tanpa smartphone. http://kampus. okezone.com/read/2012/03/26/373/599 857/mahasiswa-tak-bisa-hidup-tanpa- smartphone. Rini K. (Diambil pada tanggal 1 Februari 2013). Survei: tak bisa hidup tanpa internet. http://www.tempo.co/read /news/ 2010/12/23/072301058/Survei- Tak-Bisa-Hidup-Tanpa-Internet. Soerjono Soekanto. (1990). Sosiologi suatu pengantar: edisi baru keempat. Jakarta: Rajawali Pers. Sukplang, Sukree. (Diambil pada tanggal 3 Februari 2013). 10 Negara terhebat di dunia. http://top10newsworld.blogspot.com/20 12/11/10-negara-terhebat-di- dunia.html. Zamroni. (2008). The socio-cultural aspects of technological diffusion a reader volume IV. Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.