Dokumen tersebut membahas tentang pengaruh narkotika terhadap pergaulan remaja. Secara garis besar dibahas tentang pengertian narkotika, jenis-jenisnya, penyebab dan gejala penyalahgunaan narkotika, serta dampaknya terhadap remaja.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATARBELAKANG
Usia remaja adalah usia dimana anak membutuhkan perhatian lebih dari orang tua. Sebab
di usia seperti itu anak berusaha mencari identitas diri. Jiwa remaja penuh gejolak dan
pemberontakan. Gejolak ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaannya, ingin mendapatkan
kepercayaan, ingin mendapatkan penghargaan, ingin berprestasi, ingin menunjukkan keberanian,
dan ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian.
Kecenderungan anak melakukan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilepaskan dari
peran dan tanggung jawab orang tua. Sekalipun lingkungan seperti keluarga, sekolah dan teman
sebaya, mempunyai pengaruh yang besar bagi anak, tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan
peran dan tanggung jawabnya, maka pengaruh lingkungan tersebut dapat ditekan seminimal
mungkin.
Di masa modern sekarang ini peredaran narkotika sudah tidak bisa ditolerir, tidak
memandang lingkungan dan usia. Banyak anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dalam
proses peralihan menuju kedewasaan, terserang atau tergoda oleh narkotika. Walaupun telah
diadakan penyuluhan-penyuluhan beberapa kali di sekolah-sekolah tapi narkotika tetap merasuki
pikiran para pelajar yang masa depannya masih dipertanyakan. Masa depan yang seharusnya
menjadi tujuan atau akhir dari perjuangan para pelajar dimasa-masa sekolah kini dipertanyakan
statusnya. Jika narkotika terus berkembang dan menggoda para pelajar agar mengalihkan
pandangannya pada narkotika maka para pelajar yang akan menjadi penerus bangsa akan kandas
di tengah jalan.
Sekolah merupakan tempat yang tepat bagi para pelajar untuk melakukan berbagai
kegiatan yang positif, mengembangkan bakat dan minatnya agar tidak terjemurus kepada
penyalahgunaan narkotika. Akan tetapi, tentunya pelajar jauh lebih lama berada di keluarganya
dibandingkan dengan berada di sekolah.Oleh sebab itu, orang tua jauh lebih berperan untuk
menjaga, dan mengawasi anaknya agar tidak terjerumus kepada penyalahgunaan narkotika.
Generasi muda saat ini perlu memiliki kesadaran akan pentingnya manusia dan nilai-nilai
kemanusiaannya, serta kesadaran akan pentingnya pengembangan potensi setiap individu untuk
membentuk Indonesia yang bermartabat, maju, dan bebas dari narkotika.
Dari permasalahan di atas, maka kami tertarik untuk membuat karya tulis yang berjudul
“Pengaruh Narkotika terhadap Pergaulan Remaja Kota Makassar.”
2.
2
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkanlatar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dikaji dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Seberapa jauh tingkat pengetahuan para remaja atau pelajar tentang narkotika?
2. Apakah penyebab para remaja atau pelajar menggunakan narkotika?
3. Apakah dampak penggunaan narkotika di kalangan remaja atau pelajar?
C. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan para remaja atau pelajar tentang narkotika.
2. Untuk mengetahui penyebab para remaja atau pelajar menggunakan narkotika.
3. Untuk mengetahui dampak penggunaan narkotika di kalangan remaja atau pelajar.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Akademik
Memberikan pemahaman kepada para remaja tentang pengaruh narkotika terhadap
pergaulan remaja.
2. Manfaat Praktis
Sebagai bahan masukan kepada segenap pihak yang berminat untuk meneliti tentang
pengaruh narkotika terhadap pergaulan remaja.
3.
3
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematikapenulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut.
Bab I merupakan bab pendahuluan yang mengungkapkan latar belakang, rumusan
masalah, tujuan, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II merupakan bab tinjauan pustaka dan kerangka pikir yang menguraikan tentang
tinjauan pustaka dan kerangka pikir.
Bab III merupakan bab metodologi penulisan yang menjelaskan sumber data, metode
pengumpulan data.
Bab IV merupakan bab pembahasan yang berisi tentang narkotika di kalangan remaja.
Bab V merupakan bab penutup yang menguraikan kesimpulan dan saran.
4.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKADAN KERANGKA PIKIR
A. TINJAUAN PUSTAKA
1. Narkotika
a. Pengertian Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bunga tanaman baik
sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan perubahan kesadaran ,
hilangnya rasa, sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulakan ketergantungan serta
kecanduan.
b. Jenis-jenis Narkotika yang sering Disalahgunakan
1) Opioda yaitu nama segolongan zat alamiah, semisintetik maupun sintetik yang
diambil dari bagian pohon POPPY, pertama kali ditemukan di Asia Kecil , digunakan
untuk pengobatan oleh bangsa Mesir, kemudian akhirnya menyebar ke Yunani. Selain
digunkan sebagai obat Opioda juga digunkan sebagai alat untuk menimbulkan rasa
senang. Yang termasuk Opioda adalah:
2) Kokain merupakan zat yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling
dari daun Coca (Erythroxylan Coc) yang tumbuh di Amerika Tengah dan Amerika
Selatan. Sedangkan Kokain freebase adalah kokain yang diproses untuk menghilangkan
kemurnian dan campurannya sehingga dihisap berbentuk kepingan kecil (rocks/batu)
sebesar kismis. Salah satu kokain yang popular adalah Crac.
3) Kanabis/ganja berasal dari tanaman dengan nama Cannabis Satifa dan Cannabis
Indica yaitu sejenis tanaman perdu yang biasanya digunakan sebagai obat relaksasi untuk
5.
5
mengatasi intoksidasi ringan.Seseorang yang baru saja menggunakan Kanabis sering kali
memeperlihatkan tanda-tanda mabuk dengan mata merah dan bola mata membesar.
4) Sedatif atau sedative-hipotonik merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya
sistem saraf pusat.
5) Ekstasi dikenal dalam dunia pengobatan sebagai Methydioxy Methampetamin
dengan nama populernya MDMA.Ekstasi obat sintesis yang dikembangkan oleh
perusahaan ERNTS MERK di Jerman pada tahun 1914. Pada waktu itu Ekstasi
digunakan untuk meningkatkan daya tahan prajurit di Amerika digunakan pengobatan
pasien yang sudah parah.
6) Shabu-shabu merupakan komoditas baru yang sedang laris. Zat ini mempunyai nama
kimia Methamfetamine yang mempunyai kesamaan sifat dengan Ekstasi yang sama-sama
tergolong dalam zat psikotropika stimulasia otak yang dapat menyebabkan
ketergantungan.
Segementasi pasar dari shabu-shabu adalah para eksekutif , professional dan
kaum selebritis. Zat ini menyebabkan lepasnya neurotransmitter dopamine dari ujung-
ujung saraf ke bagian otak yang mengatur perasaan kenikmatan . Penghentian termasuk
perasaan kesal, tertekan, tegang, gelisah, sulit berkonsentrasi, lapar, pusing, serta dapat
menyebabkan kecanduan. Beberapa kasus menunjukkan dampak desturktif shabu-shabu
yaitu menyebabkan orang menjadi ganas, agiatif serta meningkatkan kepercayaan diri
yang tinggi berbuntut tingkah laku yang brutal.
c. Golongan Narkotika
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :
a. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi
mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.
b. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir
dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.
6.
6
c. Golongan III: Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi
dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan
ketergantungan. Contoh : Codein.
d. Penyalahgunaan Dan Ketergantungan
Penyalahguanaan adalah penggunaan salah satu atau beberapa jenis narkotika secara
berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik,
psikis dan gangguan fungsi sosial.
Ketergantungan adalah keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis,
sehingga tubuh memerlukan jumlah narkotika yang makin bertambah (toleransi), apabila
pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat (withdrawal
symptom).
e. Penyebab Penyalahgunaan Narkotika
Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor sebagai berikut.
a. Faktor Individual
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami
perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri-ciri remaja yang mempunyai
resiko lebih besar menggunakan narkotika:
1) Cenderung memberontak
2) Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
3) Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
4) Kurang percaya diri
5) Mudah kecewa, agresif dan destruktif
6) Murung, pemalu, pendiam
7) Merasa bosan dan jenuh
8) Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
9) Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
10) Identitas diri kabur
11) Kemampuan komunikasi yang rendah
7.
7
12) Putus sekolah
13)Kurang menghayati iman dan kepercayaan.
b. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah,
sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.
a. Lingkungan Keluarga :
1) Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
2) Hubungan kurang harmonis
3) Orang tua yang bercerai, kawin lagi
4) Orang tua terlampau sibuk, acuh
5) Orang tua otoriter
6) Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
7) Kurangnya kehidupan beragama.
b. Lingkungan Sekolah :
1) Sekolah yang kurang disiplin
2) Sekolah terletak dekat tempat hiburan
3) Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri
secara kreatif dan positif
4) Adanya murid pengguna narkotika.
c. Lingkungan Teman Sebaya :
1) Berteman dengan penyalahguna
2) Tekanan atau ancaman dari teman.
d. Lingkungan Masyarakat / Sosial :
1) Lemahnya penegak hokum
2) Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
8.
8
Faktor – faktortersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi
penyalahguna narkotika. Akan tetapi makin banyak factor-faktor diatas, semakin besar
kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna narkotika.
f. Gejala Klinis Penyalahgunaan Narkotika
Para pengguna narkotika dapat diketahui karena ada beberapa gejala klinis yang dialami para
pengguna. Gejala-gejala tersebut sebagai berikut.
a. Perubahan Fisik :
1) Pada saat menggunakan narkotika: jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis
(acuh tak acuh), mengantuk, agresif.
2) Bila terjadi kelebihan dosis (Overdosis) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi
lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
3) Saat sedang ketagihan (Sakau) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare,
rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
4) Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan
dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
b. Perubahan sikap dan perilaku :
1) Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos,
pemalas, kurang bertanggung jawab.
2) Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau
tempat kerja.
3) Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
4) Sering mengurung diri, berlama-lama di kamar mandi, menghindar bertemu dengan
anggota keluarga yang lain.
5) Sering mendapat telepon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota
keluarga yang lain.
6) Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas
penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga,
mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.
7) Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan
pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.
9.
9
g. Pengaruh PenyalahgunaanNarkotika
Narkotika dapat berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya. Pengaruh tersebut
antara lain:
a. Komplikasi Medik
Komplikasi medik biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup
lama.Adapun pengaruh-pengaruh kompliksi medic antara lain sebagai berikut.
1) Otak dan susunan saraf pusat :
n bertindak rasional
2) Pada saluran napas dapat terjadi radang paru (Bronchopnemonia). pembengkakan
paru (Oedema Paru)
3) Pada jantung dapat terjadi peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah
jantung.
4) Pada hati terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan
seksual.
5) Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Para pengguna narkotika dikenal
dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi
mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi
adalah: kencing nanah (GO), raja singa (Siphilis) dan lain-lain. Dan juga pengguna
narkotika yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama membuat angka
penularan HIV/AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV/AIDS menular melalui jarum
suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke
janin.
6) Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
7) Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik,
sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
10.
10
8) Komplikasi padakehamilan :
b. Dampak Sosial
1) Di Lingkungan Keluarga :
mudah tersinggung.
dak tertib, hidup bebas)
dan menjadi aib keluarga.
sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan.
ntuk biaya
pengobatan dan rehabilitasi.
2) Di Lingkungan Sekolah :
3) Di Lingkungan Masyarakat :
ketergantungan.
erampokan, pencurian, pembunuhan
sehingga masyarkat menjadi resah.
11.
11
h. Upaya PencegahanPenyalahgunaan Narkotika
Upaya pencegahan meliputi 3 hal, antara lain:
a. Pencegahan primer
Mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan narkotika dan melakukan
intervensi.Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko
tinggi untuk menyalahgunakan narkotika, setelah itu melakukan intervensi terhadap
mereka agar tidak menggunakan narkotika. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak
berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat
diatasi dengan baik.
b. Pencegahan Sekunder
Mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan narkotika.
c. Pencegahan Tersier
Merehabilitasi penyalahgunaan narkotika.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan narkotika:
a. Mengasuh anak dengan baik.
mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
tertentu.
b. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat. Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke
rumah.
c. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
d. Orang tua menjadi contoh yang baik. Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang
tidak baik bagi anak.
e. Kembangkan komunikasi yang baik. Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur,
mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
12.
12
f. Memperkuat kehidupanberagama. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan,
melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam
kehidupan sehari – hari.
g. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan narkotika agar dapat berdiskusi dengan
anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika antara
lain sebagai berikut.
a. Upaya terhadap siswa :
tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan narkotika.
narkotika di sekolah.
menghidari dari pemakaian narkotika dan merokok.
narkotika untuk bisa menghentikannya.
kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.
b. Upaya untuk mencegah peredaran narkotika di sekolah :
siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
c. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang
harmonis antara pendidik dan anak didik.
13.
13
pulang sekolah.
Yang dilakukandi lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan narkotika:
a. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang
terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
b. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan narkotika sehingga
masyarakat dapat menyadarinya.
c. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan narkotika.
d. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan
penanggulangan penyalahguanaan narkotika.
14.
14
2. Definisi Remaja
Remajadidefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa.Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat.Menurut WHO
(badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun.Sedangkan
dari segi program pelayanan, definisi remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah
mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Sementara itu, menurut BKKBN
(Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21
tahun.
Ada beberapa definisi mengenai remaja, Hurlock dalam bukunya Psikologi
Perkembangan mendefinisikan masa remaja sebagai masa penuh kegoncangan, taraf mencari
identitas diri dan merupakan periode yang paling berat (Hurlock, 1993).Zakiah Darajad
mendefinisikan remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari anak-anak
menuju dewasa, meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa
dewasa (Darajad, 1990). Zakiah Darajad dalam bukunya yang lain mendefinisikan remaja
sebagai tahap umur yang datang setelah masa anak-anak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan
fisik yang cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan membawah akibat yang tidak sedikit
terhadap sikap, perilaku, kesehatan, serta kepribadian remaja (Darajad, 1995).Hasan Bisri dalam
bukunya Remaja Berkualitas, mengartikan remaja adalah mereka yang telah meninggalkan masa
kanak-kanak yang penuh dengan ketergantungan dan menuju masa pembentukan tanggung
jawab (Bisri, 1995).
Dari beberapa definisi diatas dapat ditarik suatu kesimpulan masa remaja adalah masa
peralihan dari anak-anak menuju dewasa, karena pada masa ini remaja telah mengalami
perkembangan fisik maupun psikis yang sangat pesat, dimana secara fisik remaja telah
menyamai orang dewasa, tetapi secara psikologis mereka belum matang sebagaimana yang
dikemukakan oleh Calon (1953) masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi
atau peralihan karena remaja belum memiliki status dewasa tetapi tidak lagi memiliki status
anak-anak (Monsk, 2002). Perkembangan fisik dan psikis menimbulkan kebingungan dikalangan
remaja sehingga masa ini disebut oleh orang barat sebagai periode sturm und drung dan akan
membawah akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan, serta kepribadian
remaja.
15.
15
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.Lokasi Penelitian
Dalam penulisan penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada remaja atau pelajar di
di Kota Makassar dan beberapa pengguna narkotika yang ada di Makassar.
B. Populasi dan Sampel
Populasi adalah sekelompok elemen yang lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah
remaja.
Sedangkan sampel yaitu himpunan bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili
populasi penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari remaja yang ada di
Kota Makassar.
Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Sistematis
dimana pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor
urut (Sugiyono, 2004: 95).
C. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
a. Data kuantatif yaitu data yang berbentuk pengolahan angka atau bilangan atau data
numerik untuk dapat menghasilkan penafsiran yang kokoh.
b. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh berupa pernyataan atau tulisan yang
dijadikan pertimbangan dalam memperoleh suatu kesimpulan untuk memperjelas
pemecahan masalah berupa tanggapan responden.
16.
16
2. Sumber Data
a.Data Primer adalah data yang diperoleh melalui hasil penelitian langsung terhadap
obyek yang diteliti. Data tersebut diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan
hasil angket dari responden. Jawaban responden kemudian diberi skor dan ditabulasikan.
b. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain dari
dokumentasi/tulisan (buku-buku, laporan-laporan, karya ilmiah dan hasil penelitian) dan
dari informasi pihak-pihak yang berkaitan dengan kajian yang diteliti.
D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Riset kepustakaan, adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan
peninjauan pustaka dari berbagai literatur karya ilmiah, majalah, dan buku-buku yang
menyangkut teori-teori yang relevan dengan masalah yang dibahas.
2. Riset lapangan, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan di lokasi (objek penelitian)
secara langsung yang terdiri dari :
a. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung pada remaja, khususnya remaja
pengguna narkotika.
b. Angket, untuk mengetahui lebih jelas pemahaman remaja terhadap penggunaan narkotika.
E. Variabel Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan dan hipotesis yang telah dikemukakan, maka variabel
yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel independen (variabel bebas) yang dilambangkan dengan (x) adalah faktor yang
mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dalam hal ini adalah narkotika.
b. Variabel dependen (variabel terikat) yang dilambangkan dengan (Y) adalah variabel yang
dipengaruhi oleh variabel independen. Dalam hal ini variabel dependen adalah pergaulan remaja.
17.
17
F. Instrumen Penelitian
Instrumenpenelitian yang digunakan adalah instrument penelitian yang telah
dikembangkan oleh Dessy Sutianto (2007) yang terdiri dari 10 pertanyaan angket sesuai dengan
variabel penelitian yang digunakan. Angket untuk disebarkan kepada responden yang merupakan
bagian dari anggota organisasi. Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan
judul karya tulis penulis. Alat ukur yang digunakan untuk angket ini adalah metode skala likert.
Metode ini merupakan metode penskalaan, pernyataan sikap yang menggunakan distribusi
respons sebagai dasar penentuan skalanya. Untuk melakukan penskalaan dengan metode ini
responden diminta untuk menyatakan kesesuaian atau tidak kesesuaian terhadap isi pertanyaan
dalam 4 kategori jawaban yakni dengan skala sebagai berikut.
a. Skala 1 = sangat rendah
b. Skala 2 = rendah
c. Skala 3 = baik
d. Skala 4 = sangat baik
Untuk mengantisipasi agar jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang sesungguhnya
pasti atau bukan ragu-ragu, maka penulis meniadakan pilihan jawaban ragu-ragu (Undecided).
Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadi Sutrisno dalam Sutianto (2007). Alasan untuk
meniadakan jawaban ragu-ragu adalah: 1) Kategori Undecided mempunyai arti ganda.
Bisa diartikan belum bias member jawaban, netral atau ragu-ragu. Kategori yang
memiliki arti ganda (multi intertable) ini diharapkan dalam instrument. 2) Tersedianya jawaban
di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ketengah (central tendesi effect) terutama bagi
mereka yang ragu-ragu atas kecenderungan jawabannya. 3) Disediakan jawaban di tengah akan
menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga mengurangi banyaknya info yang
sepatutnya dapat diperoleh dari responden.
18.
18
G. Metode Analisis
Analisisdata dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah diberikan
responden yang tercantum pada angket. Teknik analisis data yang di pergunakan dalam
penelitian ini adalah teknik analisis stalitis infrensional korelasional. Teknik penulis, uji statistik
yang dipergunakan adalah produknya momen pearson dengan rumus sebagai berikut :
n x y – (x) (y)
R x y =
{n x2 – (x)2 }{y2- (y)2}
Keterangan :
R = Keofisien Korelasi
∑x = Skor butir item dari variabel x
∑y = Skor butir item dari variabel y
∑ x y = Hasil kali dengan skor butir item
N = Jumlah sampel
19.
19
BAB IV
HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
1. Hasil Angket
Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan membagikan angket yang
berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai variabel x dan y, kuesioner yang telah diberikan kepada
responden selanjutnya ditanggapi dengan memberikan tanda cheklist (√) guna memperoleh data
untuk kemudian dikelola oleh kami selaku peneliti.
Angket berisi masing-masing 10 pertanyaan dengan 4 jenis pilihan tanggapan yang
masing-masing memiliki point berikut pilihan tanggapan :
Sangat Setuju (SS) : 4 poin
Setuju (S) : 3poin
Tidak Setuju (TS) : 2 poin
Sangat Tidak setuju (STS) : 1 poin
Tabel 4.1
Distribusi statistik deskriftif variabel x dengan variabel y dengan presentase faktor disrtibusi
hubungan penggunaan narkotika terhadap pergaulan remaja Kota Makassar
No Variabel Jumlah responden Skor
1.
2.
X
Y
20 orang
20 orang
642
622
Jumlah 40 orang 1264
Dilihat dari jumlah responden 20 orang dengan 2 variabel sehingga berjumlah 20 x 2 =
40. hasil pengolahan data variabel x dengan skor 642 dengan variabel y dengan skor 622 maka
jumlah 1264.
22
Tabel 4.4
Distribusi PengaruhPenggunaan Narkotika terhadap Pergaulan Remaja Kota
Makassar
No. X Y X.Y X2 Y2
1 30 28 840 900 784
2 29 32 928 841 1024
3 33 34 1122 1089 1156
4 29 29 841 841 841
5 32 34 1088 1024 1156
6 30 31 930 900 961
7 33 28 924 1089 784
8 31 33 1023 961 1089
9 30 32 960 900 1024
10 34 31 1054 1156 961
11 38 31 1178 1444 961
12 33 31 1023 1089 961
13 34 28 952 1156 784
14 34 30 1020 1156 900
15 35 34 1190 1225 1156
16 28 33 924 784 1089
17 32 28 896 1024 784
18 34 29 986 1156 841
19 29 31 899 841 961
20 34 35 1190 1156 1225
Total 642 622 19968 20732 19442
Tabel 4.5
Data dan Tabel Korelasi antara Variabel X dan Y
No. Variabel Jumlah (Responden) Skor
1 X2 20 orang 20732
2 Y2 20 orang 19442
3 Xy 40 orang 19968
Jumlah 40 orang 60142
23.
23
Hasil analisis datapenggunaan rumus korelasi produk moment yaitu sebagai berikut :
n x y – (x) (y)
R x y =
{n x2 – (x)2 }{n y2- (y)2}
20 (19968) – (642) (622)
R x y =
{20(20732) - (642)2} {20(19442) - (622)2}
399360 – 399324
=
(414640-412164) - (388840-386884)
36
=
(2476) - (1956)
36
=
520
= 0,0692308 + 1,5
= 1,57
Dilihat dari hasil perhitungan tersebut tampak bahwa koefisien korelasi dari pengolahan
data kuesioner dengan rumus produk momen person adalah 1,57 menunjukkan hubungan yang
kuat antara variabel x (narkotika) dan variabel y (penggunaan narkotika di kalangan remaja),
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh penggunaan narkotika terhadap pergaulan
remaja Kota Makassar.
24.
24
Pembahasan hasil angketdengan 20 responden telah kami susun secara sistematis dan
telah kami persentasekan sebagai berikut.
Tabel 4.6
Persentase Pengaruh Narkotika (Variabel X)
No Pernyataan SS S TS STS Jumlah
Persentase
(%)
N % N % N % N %
1 Narkotika adalah
musuh nomor satu
bagi generasi muda.
13 65% 5 25% 2 10% 0 0% 100%
2 Pergaulan bebas
sangat erat
kaitannya narkotika.
6 30% 12 60% 1 5% 1 5% 100%
3 Faktor lingkungan
dan keluarga dapat
mempengaruhi
seseorang
menggunakan
narkotika.
8 40% 10 50% 2 10% 0 0% 100%
4 Mengkonsumsi
narkotika adalah
pekerjaan sia-sia
yang dapat
menghancurkan
hidup dan masa
depan.
14 70% 4 20% 2 10% 0 0% 100%
5 Narkotika jarum
suntik adalah
penyebab utama
penularan penyakit
HIV/AIDS.
14 70% 5 25% 1 5% 0 0% 100%
6 Pengguna narkotika
tidak bisa sembuh.
1 5% 14 70% 4 20% 1 5% 100%
7 Menggunakan
narkotika dapat
menyelesaikan
segala masalah.
7 35% 10 50% 2 10% 1 5% 100%
8 Narkotika
menyerang system
kerja otak.
5 25% 9 45% 3 15% 3 15% 100%
9 Narkotika
menyebabkan
ketergantungan.
5 25% 11 55% 4 20% 0 0% 100%
10 Narkotika dapat
mempengaruhi
prestasi para remaja.
8 40% 8 40% 2 10% 2 10% 100%
25.
25
Tabel 4.7
Persentase PergaulanRemaja (Variabel Y)
No Pernyataan SS S TS STS Jumlah
Persentase
(%)
N % N % N % N %
1 Narkotika sudah
tidak asing lagi
didengar.
14 70% 6 30% 0 0% 0 0% 100%
2 Remaja yang
menggunakan
narkotika adalah
remaja yang putus
sekolah.
3 15% 11 55% 5 25% 1 5% 100%
3 Remaja
menggunakan
narkotika berarti
remaja gaul.
12 60% 6 30% 2 10% 0% 100%
4 Remaja
menggunakan
narkotika atas dasar
solidaritas sesama
teman.
12 60% 4 20% 4 20% 0 0% 100%
5 Beberapa remaja
yang menggunakan
narkotika berprinsip
bahwa narkotika
dapat menimbulkan
kreativitas.
9 45% 7 35% 3 15% 1 5% 100%
6 Remaja paling
rentan
menggunakan
narkotika.
2 10% 16 80% 2 10% 0 0% 100%
7 Tinggal satu atap
bersama pengguna
narkotika dapat
mempengaruhi kita
untuk ikut
menggunakan
narkotika tersebut.
3 15% 6 30% 9 45% 2 10% 100%
8 Diskriminasi
terhadap pengguna
narkotika adalah
sikap yang salah.
5 25% 11 55% 1 5% 3 15% 100%
9 Seseorang yang
menggunakan
narkotika harus
memberitahu orang
lain dalam
komunitasnya.
4 20% 7 35% 5 25% 4 20% 100%
10 Menggunakan
narkotika dapat
menyelesaikan
segala masalah.
14 70% 3 15% 3 15% 0 0% 100%
26.
26
B. PEMBAHASAN
Berdasarkan jawaban-jawabanpara responden yang tertuang di dalam angket, maka
terjawablah permasalahan pada bab sebelumnya. Di mata para remaja, narkotika adalah zat yang
berbahaya untuk dikonsumsi dan disalahgunakan. Tetapi, mereka menganggap bahwa hanya
narkotikalah yang bisa memberikan ketenangan kepada mereka dikala mereka mempunyai
masalah atau stress.
Banyak remaja meyakini bahwa Narkotika merupakan musuh nomor satu bagi generasi
muda tetapi sayangnya, setiap tahun pengguna narkotika yang paling banyak adalah dari
kalangan generasi muda termasuk di kota Makassar.
Pergaulan bebas sangat erat kaitannya dengan narkotika, remaja menggunakan narkotika
di akibatkan oleh pergaulan yang teramat bebas sehingga mereka dapat dengan mudah
memperoleh dan menggunakan narkotika dengan leluasa tanpa adanya beban.
Mereka menggunakan narkotika atas dasar rasa ingin tahu yang tinggi dan faktor
keluarga serta lingkungan pergaulan mereka. Mereka terkadang menggunakan narkotika karena
adanya rasa solidaritas dan saling menghargai sesama teman yang salah. Selain itu, masalah-
masalah dalam keluarga dan sekolah juga mempengaruh seorang remaja untuk menggunakan
narkotika.
Narkotika sangat berpengaruh terhadap prestasi remaja di bidang akademik, dengan
menggunakan narkotika prestasi akademik mereka akan turun dan seakan tidak peduli lagi
dengan pendidikan, mereka jarang mengikuti pelajaran,sering dating terlambat dan tidur saat
pembelajaran di kelas berlangsung.
Adapun dampak yang dirasakan para remaja yang menggunakan narkotika adalah
kesehatan yang terganggu, materi yang semakin terkuras habis, dan sekolah menjadi
terbengkalai.
Berdasarkan hasil angket terlihat jelas bahwa pengaruh narkotika terhadap pergaulan
remaja di kota Makassar sangat signifikan. Narkotika sudah tidak asing lagi di dengar oleh
kalangan remaja, mereka beranggapan bahwa remaja yang menggunakan narkotika berarti
remaja gaul.
Bahkan lebih parahnya lagi ada remaja yang berprinsip bahwa Narkotika dapat
menimbulkan kreativitas. Sungguh kurangnya penyuluhan tentang dampak Narkotika dikota
Makassar. Beberapa remaja beranggapan bahwa dengan mengkonsumsi narkotika,mereka dapat
menyelesaikan berbagai macam masalah.
Penyebab utama generasi mudah menggunakan narkotika dikarenakan berbagai macam masalah
yang mereka alami di masa peralihan ini ,membuat mereka merasa tertekan,strees dan bingung
yang membuat mereka mengkonsumsi narkotika sebagi penghilang rasa stress itu.
27.
27
BAB VI
KESIMPULAN DANSARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Kesadaran mereka akan bahaya narkotika masih kurang dan mereka salah mengartikan
bahwa narkotika itu adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan pergaulan yang lebih layak
dan mengatasi masalah.
2. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penyebab mereka memakai narkotika adalah sebagai
berikut:
3. Dampak yang dirasakan para remaja yang menggunakan narkotika adalah kesehatan yang
terganggu, materi yang semakin terkuras habis, dan sekolah menjadi terbengkalai.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, maka kami menyarankan:
1. Agar lebih sering dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang narkotika dan pengaruh yang
ditimbulkannya di kalangan para remaja khususnya yang duduk di bangku sekolah.
2. Hendaknya aparat yang berwajib terkait masalah ini lebih giat lagi dalam memberantas
narkotika.
3. Hendaknya sekolah-sekolah lebih sering melakukan razia kepada para murid-muridnya
agar para remaja tidak ada yang menyebarkan narkotika di sekolah-sekolah.
4. Hendaknya para orang tua lebih mengenal dan mengawasi anak-anaknya agar tidak
terjerumus narkotika.
28.
28
DAFTAR PUSTAKA
· Abimayu,Soli dan M. Thayeb Manrihu. 1984. Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah. Jakarta
: CV. Rajawali.
· Budianto. 1989. Narkoba dan Pengaruhnya, Ganeca Exact : Bandung.
· H.M. Rozy SE, MSc. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama.
29.
29
BIODATA PENULIS
Nama lengkap: Khairul Ashar Chairan
Tempat, Tanggal Lahir : Makassar,23 Februari 1996
Agama : Islam
NIS / NISN : 111916 / 9977852355
Asal Sekolah : SMA Negeri 7 Makassar
Kelas : XII IPA 3
Jenis Kelamin : Laki - laki
Alamat Rumah : Per. Bukit Sejahterah I C2/16
Alamat Sekolah, No. Telp. : Jl. Perintis Kemerdekaan Kel. Sudiang Kec.
Biringkanaya,(0411) 550404
Makassar, 18 Februari 2014
TandaTangan
Khairul Ashar Chairan
NIP. 9977852355
30.
30
BIODATA PENULIS
Nama lengkap: Arif Fadillah
Tempat, Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 27 September 1996
Agama : Islam
NIS / NISN : 111947/9967594737
Asal Sekolah : SMA Negeri 7 Makassar
Kelas : XII IPA 3
Jenis Kelamin : Laki - laki
Alamat Rumah, : BTN PEPABRI Blok E8/15
Alamat Sekolah, No. Telp. : Jl. Perintis Kemerdekaan Kel. Sudiang Kec.
Biringkanaya,(0411) 550404
Makassar, 18 Februari 2014
TandaTangan
Arif Fadillah
NIP. 9967594737