SlideShare a Scribd company logo
1 of 7
Download to read offline
HADIST TENTANG SIMSAR/CALO
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah :
SYARAH HADIST EKONOMI
Dosen Pengampu :
Misbakhul Khaeir, Lc, M.Si
Anggota Kelompok :
1. Amalia Damayanti
2. Leka Ayu Mardasari
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH
(STAIM) TULUNGAGUNG
2017
2
PENDAHULUAN
Simsar adalah perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan
pembeli), atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. Dalam kamus
Bahasa Indonesia, makelar didefinisikan sebagai perantara pada jual beli. Makelar dalam bahasa
Arab disebut dengan simsar. Dan kerja makelar disebut simsarah, ialah perantara perdagangan
yaitu orang yang menjualkan atau yang mencarikan pembeli. Atau perantara antara penjual dan
pembeli untuk memudahkan jual beli. Makelar dalam kitab-kitab fiqih terdahulu disebut dengan
istilah “simsar” atau “simsarah”.
Menurut Sayid Sabiq perantara (simsar) adalah orang yang menjadi perantara antara
pihak penjual dan pembeli guna melancarkan transaksi jual beli.Dengan adanya perantara maka
pihak penjual dan pembeli akan lebih mudah dalam bertransaksi, baik transaksi berbentuk jasa
atau berbentuk barang. Menurut Hamzah Ya'qub simsar (makelar) adalah pedagang perantara
yang berfungsi menjualkan barang orang lain dengan mengambil upah tanpa menanggung resiko.
Dengan kata lain makelar (simsar) ialah penengah antara penjual dan pembeli untuk
memudahkan jual-beli. Jadi simsar adalah perantara antara biro jasa dengan pihak yang
memerlukan jasa mereka (produsen, pemilik barang), untuk memudahkan terjadinya transaksi
jual-beli dengan upah yang telah disepakati sebelum terjadinya akad kerja sama tersebut. Pada
zaman modern ini, pengertian perantara sudah lebih meluas lagi, sudah bergeser kepada jasa
pengacara,jasa konsultan, tidak hanya sekedar mempertemukan orang yang menjual dengan
orang yang membeli saja, dan tidak hanya menemukan barang yang dicari dan menjualkan
barang saja.
Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa simsar (makelar) adalah penengah
antara penjual dan pembeli atau pemilik barang dengan pembeli untuk melancarkan sebuah
transaksi dengan imbalan upah (ujroh), bonus atau komisi (ji'alah). 1
1 http://yeshiethiemoetcy.blogspot.co.id/2014/02/fiqh-muamalah-jialah-rahn-dan-simsar.html
3
PEMBAHASAN
As-Simsâr bentuk jamaknya as-samâsirah. Menurut al-Laits seperti dikutip oleh Ibn
Manzhur dalam Lisân al-‘Arab dan menurut al-Khathabi dalam Ma’âlim as-Sunan, kata as-
simsâr berasal dari non-Arab, yakni dari Persia, lalu diarabkan. Pada zaman itu, di antara orang
yang menyelesaikan penjualan dan pembelian itu, banyak orang ‘ajam (non-Arab). Orang Arab
mendapatkan sebutan itu dari mereka.
Qadhi Iyadh di dalam Masyâriq al-Anwâr ‘ala Shihâh al-Atsâr mengatakan, as-simsâr
pada asalnya berarti orang yang melaksanakan sekaligus menjaga suatu perkara (al-qayyimu bi
al-amri wa al-hâfizh lahu). Kemudian istilah itu digunakan untuk menyebut orang yang
melakukan jual-beli untuk orang lain (mutawalliyu al-bay’ wa asy-syirâ’ lighayrihi).
Ibn al-Jauziy di dalam Gharîb al-Hadîts menyatakan, as-simsâr adalah orang yang
melakukan suatu urusan dan menjaganya. Hakikatnya, seseorang mewakilkan kepada orang lain,
lalu orang lain itu menjualkan barangnya.
Ibn al-Atsîr menyatakan di dalam An-Nihâyah fî Gharîb al-Atsar, as-simsâr adalah orang
yang melaksanakan urusan dan menjaganya. As-Simsâr adalah nama (sebutan) orang yang
masuk di antara penjual dan pembeli sebagai orang yang memediasi pelaksanaan jual-beli. As-
Samsarah (adalah) jual-beli.
Rawwas Qal’ah Ji di dalam Mu’jam Lughah al-Fuqahâ’ menyatakan, as-simsâr adalah
perantara antara penjual dan pembeli. Itu sama dengan ad-dalâl, broker/makelar. Dr. as-Sa’di
Abu Habib di dalam Al-Qâmûsh al-Fiqhî menyebutkan as-simsâr adalah ad-dalâl, yaitu perantara
antara penjual dan pembeli untuk mempermudah transaksi. Di dalam Mawsû’ah al-Fiqhiyah al-
Kuwaytiyah disebutkan, as-samsarah secara istilah adalah mediasi antara penjual dan pembeli.
As-Simsâr adalah orang yang masuk di antara penjual dan pembeli sebagai mediator (perantara)
untuk pelaksanaan jual beli. Dia juga disebut ad-dalâl karena dia menunjukkan pembeli atas
barang dan menunjukkan penjual atas harga.
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani di dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah Juz II pada
Bab “As-Samsarah” menyatakan, “Para fukaha mendefinisikan as-simsâr adalah sebutan untuk
orang yang beraktivitas (bekerja) untuk orang lain dalam bentuk aktivitas menjual dan membeli
dengan mendapat upah. As-Simsâr itu benar diterapkan pada ad-dalâl. Ad-Dalâl bekerja untuk
orang lain berupa aktivitas menjual dan membeli dengan mendapat upah.
4
Dari penjelasan para ulama dan fukaha, bisa dipahami bahwa sebutan as-simsâr itu secara
istilah fikih hanya digunakan dalam konteks jual-beli. Artinya, mediasi yang disebut samsarah
itu dan padanya berlaku hukum-hukum samsarah adalah dalam konteks jual-beli. Para fukaha
tidak menggunakan istilah as-samsarah dan as-simsâr di luar jual beli. Untuk praktik serupa di
luar jual-beli di antaranya digunakan istilah ijârah, wakalah bil ujrah dan ju’alah, berikut hukum-
hukumnya.
Kehalalan as-Samsarah
Aktivitas as-samsarah atau profesi as-simsâr (broker/makelar) adalah halal. Dalilnya
adalah hadis berupa taqrir (persetujuan) Rasul saw. terhadap aktivitas itu. Qays bin Abi
Gharazah menuturkan:
Kami pada masa Rasulullah saw. disebut as-samâsirah (bentuk jamak dari as-simsâr).
Lalu Rasulullah saw. melewati kami dan beliau menyebut kami dengan sebutan yang lebih baik
dari sebutan itu. Beliau bersabda, “Wahai para pedagang, sesungguhnya jual-beli itu dihadiri
oleh sumpah dan laghwun maka siramlah jual-beli itu dengan sedekah.” (HR Abu Dawud, an-
Nasai, at-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad; redaksi menurut Ibn Majah).
Dalam hadis ini jelas bahwa istilah as-simsâr sudah dikenal luas pada masa Rasul saw.
Juga jelas bahwa istilah itu dipakai dalam konteks jual-beli dan aktivitas seorang as-simsâr
adalah aktivitas jual-beli. Rasul saw. tidak melarang aktivitas as-simsâr yang sudah dikenal luas
dan dipraktikkan itu. Justru sebaliknya, Rasul saw. menyetujuinya. Dengan demikian jelas
bahwa as-samsarah atau profesi as-simsâr adalah halal.
5
Memang, ada riwayat dari Thawus dari Ibn Abbas ra. bahwa bahwa Rasulullah saw. pernah
bersabda:
“Jangan mencegat penunggang hewan dan janganlah orang kota menjual untuk orang desa.”
Thawus berkata, “Lalu aku katakan kepada Ibn Abbas, apa makna sabda beliau, ‘Janganlah
orang kota menjual untuk orang desa?’ Ibn Abbas berkata, ‘Janganlah ia menjadi makelar untuk
orang desa.’” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini bukan larangan atas samsarah. Ungkapan, “Janganlah ia menjadi makelar untuk
orang desa,” adalah ungkapan Ibn Abbas yang menafsirkan larangan Rasul saw. itu. Ibn Abbas
sendiri memandang samsarah secara umum tidak ada masalah. Al-Bukhari di dalam Shahîh al-
Bukhârî pada bab ajru as-simsâr menyebutkan: Ibn Sirin, Atha’, Ibrahim dan al-Hasan tidak
memandang upah as-simsâr sebagai masalah. Ibn Abbas berkata, “Tidak masalah orang berkata,
‘Juallah pakaian ini. Kelebihan dari jumlah sekian dan sekian untuk kamu.’’
Ibn Sirin berkata, “Jika orang berkata, “Juallah sekian dan untungnya (kelebihan dari
harga itu) untuk kamu,’ atau, ‘Antara aku dan engkau tidak masalah dengan itu.’”
Adapun larangan orang kota menjual untuk orang desa itu tersebut disertai dengan ‘illat.
Kata al-hâdhir (orang kota) dan al-bâdi (orang kampung/orang pedalaman) merupakan washfun
mufhim[un] (sifat yang mengandung konotasi [makna lain]). Dalam konteks perdagangan, orang
kota (hâdhir) mengetahui situasi dan harga yang berlaku di pasar, sementara orang pedalaman
tidak mengetahuinya sebab dia jauh dari pasar. Ketidaktahuan tentang situasi dan harga pasar
itulah yang menjadi ‘illat larangan tersebut. Pasalnya, dengan ketidaktahuan itu, orang kota bisa
menipu orang pedalaman itu. ‘Illat ini pula yang dipahami oleh Umar bin Khathab. Karena itu
Abdur Razaq dalam Mushannaf Abd ar-Razaq meriwayatkan dari Ibrahim dalam konteks
larangan jual beli orang kota untuk orang desa, Umar berkata, “Tunjukki mereka jalan, tunjukki
mereka pasar dan beritahu mereka harga.”
Jadi keharaman samsarah dalam konteks orang kota menjual untuk orang desa adalah
karena ketidaktahuan situasi dan harga pasar itu.
Alhasil, samsarah tetap halal. Jika samsarah terjadi pada jenis-jenis jual-beli yang
dilarang, atau ada di dalam samsarah itu ‘illat yang menyebabkannya dilarang, maka samsarah
haram dalam jenis-jenis itu saja. Adapun samsarah secara umum tetap halal.
6
Ketentuan Samsarah
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani di dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah Juz II pada
Bab “As-Samsarah” menyatakan tentang ketentuan samsarah, “Hanya saja aktivitas atau
pekerjaan yang dikontrakkan untuk menjual dan membeli itu harus jelas, baik dengan
komoditi/barang atau jangka waktu. Hendaknya pula keuntungan, komisi atau upahnya juga
jelas. Jika seseorang mempekerjakan orang untuk menjualkan untuknya atau membelikan
untuknya rumah anu atau barang anu maka sah. Juga jika mempekerjakannya untuk menjualkan
untuknya atau membelikan untuknya dalam jangka waktu tertentu yang jelas baik sekian hari,
minggu, bulan, tahun, maka juga sah. Demikian juga jika mempekerjakannya untuk menjualkan
untuknya atau membelikan untuknya harian, atau bulanan dengan upah sekian, dan pada waktu
yang sama juga dipekerjakan untuk menjualkan atau membelikan barang dengan komisi tertentu
atas setiap transaksi maka juga sah. Sebab, pekerjaan yang dikontrakkan untuk menjual dan
membeli itu jelas dan upahnya juga jelas.”
Jika seseorang bekerja untuk menjualkan atau membelikan barang dengan untuk jangka
waktu tertentu misalnya harian, mingguan, bulanan, dsb, dan ia mendapat upah sekian, maka ia
menjadi seperti seorang ajir khash (pekerja khusus). Dalam hal ini, berapa jam ia bekerja
menjualkan atau membelikan itu harus jelas, sebab jika jumlah jamnya tidak jelas hal itu
membuat kadar pekerjaan yakni kadar manfaat yang dikontrakkan juga tidak jelas, dan akadnya
menjadi fasid.
Jika akadnya adalah menjualkan atau membelikan barang tertentu dan simsar mendapat
upah dari setiap barang yang dijual atau dibeli, maka barangnya harus jelas dan tertentu,
harganya pun harus jelas. Upahnya juga harus jelas bisa berupa upah tertentu misal sekian ribu
rupiah untuk tiap barang yang dijual, atau dengan prosentase tertentu dari harga barang yang
dijual. Akad model kedua ini seperti akad untuk ajir ‘am (pekerja umum).
Jika dua model akad ini yang disepakati, itu artinya simsâr tersebut bekerja kepada
pemilik barang untuk menjualkan barangnya, atau bekerja kepada pembeli untuk membelikan
barang yang ingin dia beli. Dalam hal ini, simsâr itu berhak mendapat upah dari pihak yang
mempekerjakan dia saja. Jika ada harta yang didapatkan ketika menjual atau membeli barang,
misalnya diberi hadiah oleh pembeli ketika menjual barang, atau diberi potongan harga ketika
membeli barang, maka hadiah atau potongan harga itu menjadi hak majikannya. Artinya, hadiah
itu menjadi hak pemilik barang yang dia jualkan dan potongan harga itu menjadi hak pembeli
7
yang dia belikan barang. Simsâr itu tidak boleh mengambil begitu saja hadiah atau potongan
harga itu. Ia boleh mengambilnya jika dibolehkan atau diberikan kepada dia oleh penjual atau
pembeli yang mempekerjakan dirinya.
Adapun jika simsâr itu tidak terikat dengan akad kerja kepada salah satu pihak, tetapi dia
hanya menjadi ad-dalâl, yakni menunjukkan dan mempertemukan antara penjual dan pembeli
dan transaksi jual-beli dilakukan oleh penjual dan pembeli itu sendiri, maka simsâr itu bisa
mendapat upah atas transaksi yang dia perantarai atau dia mediasi. Upah itu bisa berasal dari
salah satu pihak baik penjual atau pembeli saja, atau berasal dari kedua pihak (dari penjual dan
pembeli) sesuai dengan kesepakatan di antara mereka.2
Kesimpulan:
Samsarah tetap halal. Jika samsarah terjadi pada jenis-jenis jual-beli yang dilarang, atau
ada di dalam samsarah itu ‘illat yang menyebabkannya dilarang, maka samsarah haram dalam
jenis-jenis itu saja. Adapun samsarah secara umum tetap halal. Keharaman samsarah dalam
konteks orang kota menjual untuk orang desa adalah karena ketidaktahuan situasi dan harga
pasar, sehingga menipu mengenai harga pasar juga diharamkan dalam konteks simsar.
Simsâr itu berhak mendapat upah dari pihak yang mempekerjakan dia saja. Jika ada harta
yang didapatkan ketika menjual atau membeli barang, misalnya diberi hadiah oleh pembeli
ketika menjual barang, atau diberi potongan harga ketika membeli barang, maka hadiah atau
potongan harga itu menjadi hak majikannya. Artinya, hadiah itu menjadi hak pemilik barang
yang dia jualkan dan potongan harga itu menjadi hak pembeli yang dia belikan barang. Simsâr
itu tidak boleh mengambil begitu saja hadiah atau potongan harga itu. Kecuali apabila
majikannya telah memberikan atau mengijinkan hadiah dan potongan tersebut untuk dirinya.
2 http://hizbut-tahrir.or.id/2015/05/07/simsar/

More Related Content

What's hot

What's hot (20)

05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
 
06 hukum riba 2015
06 hukum riba 201506 hukum riba 2015
06 hukum riba 2015
 
09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)
09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)
09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)
 
13 HUKUM 'ARIYAH
13 HUKUM 'ARIYAH13 HUKUM 'ARIYAH
13 HUKUM 'ARIYAH
 
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok PriastomoMacam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
Macam Riba dan Contoh-contohnya - Titok Priastomo
 
07 HUKUM RAHN (GADAI)
07 HUKUM RAHN (GADAI)07 HUKUM RAHN (GADAI)
07 HUKUM RAHN (GADAI)
 
Bay mu’allaq & bay mudhaf
Bay mu’allaq & bay mudhafBay mu’allaq & bay mudhaf
Bay mu’allaq & bay mudhaf
 
Presentasi Fiqh 8
Presentasi Fiqh 8Presentasi Fiqh 8
Presentasi Fiqh 8
 
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam IslamHukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
 
08 HUKUM IJARAH
08 HUKUM IJARAH08 HUKUM IJARAH
08 HUKUM IJARAH
 
Materi ibc Hukum ketenagakerjaan islam - UST Dwi Condro Triono Ph.D
Materi ibc Hukum ketenagakerjaan islam - UST Dwi Condro Triono Ph.DMateri ibc Hukum ketenagakerjaan islam - UST Dwi Condro Triono Ph.D
Materi ibc Hukum ketenagakerjaan islam - UST Dwi Condro Triono Ph.D
 
01.3 MULTI AKAD
01.3 MULTI AKAD01.3 MULTI AKAD
01.3 MULTI AKAD
 
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
 
-Teori Akad-.ppt
-Teori Akad-.ppt-Teori Akad-.ppt
-Teori Akad-.ppt
 
06.1 HUKUM RIBA
06.1 HUKUM RIBA06.1 HUKUM RIBA
06.1 HUKUM RIBA
 
05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI
05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI
05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI
 
Hiwalah
HiwalahHiwalah
Hiwalah
 
002 konsep akad
002 konsep akad002 konsep akad
002 konsep akad
 
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
 
04.1 KONSEP AKAD
04.1 KONSEP AKAD04.1 KONSEP AKAD
04.1 KONSEP AKAD
 

Similar to Hadis tentang simsar/calo

Kes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerja
Kes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerjaKes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerja
Kes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerjaezz_ally
 
Hukum islam tentang muamalah
Hukum islam tentang muamalahHukum islam tentang muamalah
Hukum islam tentang muamalahADHP
 
Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam
Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam
Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam Muhammad Iqbal
 
bahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islam
bahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islambahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islam
bahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islamTri Agustuti
 
Contoh artikel ilmiah dalam versi panjang
Contoh artikel ilmiah dalam versi panjangContoh artikel ilmiah dalam versi panjang
Contoh artikel ilmiah dalam versi panjangGita Fuziyana
 
5.hukum islamtentangmuamalah
5.hukum islamtentangmuamalah5.hukum islamtentangmuamalah
5.hukum islamtentangmuamalahinspekturade
 
Transaksi yang diharamkan
Transaksi yang diharamkanTransaksi yang diharamkan
Transaksi yang diharamkanputrie_safira
 
ayat muamalat jual beli
ayat muamalat jual beliayat muamalat jual beli
ayat muamalat jual beliTaufik Rahman
 
[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam
[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam
[Agama] Etika Berdagang Dalam IslamHana Medina
 
Mekanisme pasar ayat dan hasit ekonomi
Mekanisme pasar ayat dan hasit ekonomiMekanisme pasar ayat dan hasit ekonomi
Mekanisme pasar ayat dan hasit ekonomiGaruda Indonesia
 
Wakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi Umat
Wakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi UmatWakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi Umat
Wakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi UmatMohammad Subhan
 

Similar to Hadis tentang simsar/calo (20)

Kes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerja
Kes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerjaKes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerja
Kes kajian Jual Beli Di Tamu Kianggeh, Kertas kerja
 
Muamalat
MuamalatMuamalat
Muamalat
 
Hukum islam tentang muamalah
Hukum islam tentang muamalahHukum islam tentang muamalah
Hukum islam tentang muamalah
 
Mengenal konsep mudharabah
Mengenal konsep mudharabahMengenal konsep mudharabah
Mengenal konsep mudharabah
 
Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam
Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam
Makalah Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam
 
bahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islam
bahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islambahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islam
bahan tugas Kelompok 11 ushul fiqh ekonomi islam
 
Contoh artikel ilmiah dalam versi panjang
Contoh artikel ilmiah dalam versi panjangContoh artikel ilmiah dalam versi panjang
Contoh artikel ilmiah dalam versi panjang
 
Bay jual beli
Bay jual beliBay jual beli
Bay jual beli
 
1.FIQH
1.FIQH1.FIQH
1.FIQH
 
5.hukum islamtentangmuamalah
5.hukum islamtentangmuamalah5.hukum islamtentangmuamalah
5.hukum islamtentangmuamalah
 
Rukun al fahmu pt 1
Rukun al fahmu pt 1Rukun al fahmu pt 1
Rukun al fahmu pt 1
 
Transaksi yang diharamkan
Transaksi yang diharamkanTransaksi yang diharamkan
Transaksi yang diharamkan
 
#02# riba dan jenis jenisnya
#02# riba dan jenis jenisnya#02# riba dan jenis jenisnya
#02# riba dan jenis jenisnya
 
ayat muamalat jual beli
ayat muamalat jual beliayat muamalat jual beli
ayat muamalat jual beli
 
[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam
[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam
[Agama] Etika Berdagang Dalam Islam
 
JUAL BELI DALAM ISLAM
JUAL BELI DALAM ISLAMJUAL BELI DALAM ISLAM
JUAL BELI DALAM ISLAM
 
Mekanisme pasar ayat dan hasit ekonomi
Mekanisme pasar ayat dan hasit ekonomiMekanisme pasar ayat dan hasit ekonomi
Mekanisme pasar ayat dan hasit ekonomi
 
Definisi uang muka
Definisi uang mukaDefinisi uang muka
Definisi uang muka
 
Makalah syarah hadis ekonomi, Hadis tentang Riba
Makalah syarah hadis ekonomi, Hadis tentang Riba Makalah syarah hadis ekonomi, Hadis tentang Riba
Makalah syarah hadis ekonomi, Hadis tentang Riba
 
Wakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi Umat
Wakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi UmatWakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi Umat
Wakaf Instrumen PENDONGKRAK Ekonomi Umat
 

More from Amalia Damayanti

Hubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumen
Hubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumenHubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumen
Hubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumenAmalia Damayanti
 
Kuesioner, angket, wawancara
Kuesioner, angket, wawancaraKuesioner, angket, wawancara
Kuesioner, angket, wawancaraAmalia Damayanti
 
Makalah Perhitungan Pendapatan Nasional
Makalah Perhitungan Pendapatan NasionalMakalah Perhitungan Pendapatan Nasional
Makalah Perhitungan Pendapatan NasionalAmalia Damayanti
 
Makalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem Ekonomi
Makalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem EkonomiMakalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem Ekonomi
Makalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem EkonomiAmalia Damayanti
 
Produk produk perbankan syariah
Produk produk perbankan syariahProduk produk perbankan syariah
Produk produk perbankan syariahAmalia Damayanti
 
Pembagian kerja dan struktur organisasi
Pembagian kerja dan struktur organisasiPembagian kerja dan struktur organisasi
Pembagian kerja dan struktur organisasiAmalia Damayanti
 
MAKALAH QASHASH AL-QUR’AN
MAKALAH QASHASH AL-QUR’ANMAKALAH QASHASH AL-QUR’AN
MAKALAH QASHASH AL-QUR’ANAmalia Damayanti
 
Makalah ekonomi dalam perspektif Islam
Makalah ekonomi dalam perspektif IslamMakalah ekonomi dalam perspektif Islam
Makalah ekonomi dalam perspektif IslamAmalia Damayanti
 
Sejarah peradaban dan pemikiran ekonomi
Sejarah peradaban dan pemikiran ekonomiSejarah peradaban dan pemikiran ekonomi
Sejarah peradaban dan pemikiran ekonomiAmalia Damayanti
 
Makalah berbagai pendekatan studi islam
Makalah berbagai pendekatan studi islamMakalah berbagai pendekatan studi islam
Makalah berbagai pendekatan studi islamAmalia Damayanti
 
Keseimbangan ekonomi 2 sektor
Keseimbangan ekonomi 2 sektorKeseimbangan ekonomi 2 sektor
Keseimbangan ekonomi 2 sektorAmalia Damayanti
 

More from Amalia Damayanti (17)

Hubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumen
Hubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumenHubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumen
Hubungan budaya dan sub budaya terhadap perilaku konsumen
 
Kuesioner, angket, wawancara
Kuesioner, angket, wawancaraKuesioner, angket, wawancara
Kuesioner, angket, wawancara
 
Makalah Perhitungan Pendapatan Nasional
Makalah Perhitungan Pendapatan NasionalMakalah Perhitungan Pendapatan Nasional
Makalah Perhitungan Pendapatan Nasional
 
Makalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem Ekonomi
Makalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem EkonomiMakalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem Ekonomi
Makalah Analisa, Tujuan, Kebijakan Sistem Ekonomi
 
Produk produk perbankan syariah
Produk produk perbankan syariahProduk produk perbankan syariah
Produk produk perbankan syariah
 
Pembagian kerja dan struktur organisasi
Pembagian kerja dan struktur organisasiPembagian kerja dan struktur organisasi
Pembagian kerja dan struktur organisasi
 
Pendekatan Studi Islam
Pendekatan Studi IslamPendekatan Studi Islam
Pendekatan Studi Islam
 
MAKALAH QASHASH AL-QUR’AN
MAKALAH QASHASH AL-QUR’ANMAKALAH QASHASH AL-QUR’AN
MAKALAH QASHASH AL-QUR’AN
 
FILSAFAT PRA-SOCRATES
FILSAFAT PRA-SOCRATESFILSAFAT PRA-SOCRATES
FILSAFAT PRA-SOCRATES
 
Biografi ibnu sina
Biografi ibnu sinaBiografi ibnu sina
Biografi ibnu sina
 
Makalah ekonomi dalam perspektif Islam
Makalah ekonomi dalam perspektif IslamMakalah ekonomi dalam perspektif Islam
Makalah ekonomi dalam perspektif Islam
 
KONSEP FIQIH MUAMALAH
KONSEP FIQIH MUAMALAHKONSEP FIQIH MUAMALAH
KONSEP FIQIH MUAMALAH
 
Sejarah peradaban dan pemikiran ekonomi
Sejarah peradaban dan pemikiran ekonomiSejarah peradaban dan pemikiran ekonomi
Sejarah peradaban dan pemikiran ekonomi
 
Makalah berbagai pendekatan studi islam
Makalah berbagai pendekatan studi islamMakalah berbagai pendekatan studi islam
Makalah berbagai pendekatan studi islam
 
Definisi ilmu ekonomi
Definisi ilmu ekonomiDefinisi ilmu ekonomi
Definisi ilmu ekonomi
 
Keseimbangan ekonomi 2 sektor
Keseimbangan ekonomi 2 sektorKeseimbangan ekonomi 2 sektor
Keseimbangan ekonomi 2 sektor
 
Makalah ulumul hadist
Makalah ulumul hadistMakalah ulumul hadist
Makalah ulumul hadist
 

Recently uploaded

Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxdonny761155
 
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptxCERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptxpolianariama40
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxhentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxKalpanaMoorthy3
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 

Recently uploaded (20)

Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptxAksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
Aksi Nyata PERENCANAAN BERBASIS DATA.pptx
 
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptxCERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
CERAMAH SINGKAT RAMADHAN RIFKI TENTANG TAUBAT.pptx
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptxhentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
hentikan buli danGANGGUAN SEKSUAL UNTUK MURID.pptx
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 

Hadis tentang simsar/calo

  • 1. HADIST TENTANG SIMSAR/CALO Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah : SYARAH HADIST EKONOMI Dosen Pengampu : Misbakhul Khaeir, Lc, M.Si Anggota Kelompok : 1. Amalia Damayanti 2. Leka Ayu Mardasari SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH (STAIM) TULUNGAGUNG 2017
  • 2. 2 PENDAHULUAN Simsar adalah perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan pembeli), atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. Dalam kamus Bahasa Indonesia, makelar didefinisikan sebagai perantara pada jual beli. Makelar dalam bahasa Arab disebut dengan simsar. Dan kerja makelar disebut simsarah, ialah perantara perdagangan yaitu orang yang menjualkan atau yang mencarikan pembeli. Atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual beli. Makelar dalam kitab-kitab fiqih terdahulu disebut dengan istilah “simsar” atau “simsarah”. Menurut Sayid Sabiq perantara (simsar) adalah orang yang menjadi perantara antara pihak penjual dan pembeli guna melancarkan transaksi jual beli.Dengan adanya perantara maka pihak penjual dan pembeli akan lebih mudah dalam bertransaksi, baik transaksi berbentuk jasa atau berbentuk barang. Menurut Hamzah Ya'qub simsar (makelar) adalah pedagang perantara yang berfungsi menjualkan barang orang lain dengan mengambil upah tanpa menanggung resiko. Dengan kata lain makelar (simsar) ialah penengah antara penjual dan pembeli untuk memudahkan jual-beli. Jadi simsar adalah perantara antara biro jasa dengan pihak yang memerlukan jasa mereka (produsen, pemilik barang), untuk memudahkan terjadinya transaksi jual-beli dengan upah yang telah disepakati sebelum terjadinya akad kerja sama tersebut. Pada zaman modern ini, pengertian perantara sudah lebih meluas lagi, sudah bergeser kepada jasa pengacara,jasa konsultan, tidak hanya sekedar mempertemukan orang yang menjual dengan orang yang membeli saja, dan tidak hanya menemukan barang yang dicari dan menjualkan barang saja. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa simsar (makelar) adalah penengah antara penjual dan pembeli atau pemilik barang dengan pembeli untuk melancarkan sebuah transaksi dengan imbalan upah (ujroh), bonus atau komisi (ji'alah). 1 1 http://yeshiethiemoetcy.blogspot.co.id/2014/02/fiqh-muamalah-jialah-rahn-dan-simsar.html
  • 3. 3 PEMBAHASAN As-Simsâr bentuk jamaknya as-samâsirah. Menurut al-Laits seperti dikutip oleh Ibn Manzhur dalam Lisân al-‘Arab dan menurut al-Khathabi dalam Ma’âlim as-Sunan, kata as- simsâr berasal dari non-Arab, yakni dari Persia, lalu diarabkan. Pada zaman itu, di antara orang yang menyelesaikan penjualan dan pembelian itu, banyak orang ‘ajam (non-Arab). Orang Arab mendapatkan sebutan itu dari mereka. Qadhi Iyadh di dalam Masyâriq al-Anwâr ‘ala Shihâh al-Atsâr mengatakan, as-simsâr pada asalnya berarti orang yang melaksanakan sekaligus menjaga suatu perkara (al-qayyimu bi al-amri wa al-hâfizh lahu). Kemudian istilah itu digunakan untuk menyebut orang yang melakukan jual-beli untuk orang lain (mutawalliyu al-bay’ wa asy-syirâ’ lighayrihi). Ibn al-Jauziy di dalam Gharîb al-Hadîts menyatakan, as-simsâr adalah orang yang melakukan suatu urusan dan menjaganya. Hakikatnya, seseorang mewakilkan kepada orang lain, lalu orang lain itu menjualkan barangnya. Ibn al-Atsîr menyatakan di dalam An-Nihâyah fî Gharîb al-Atsar, as-simsâr adalah orang yang melaksanakan urusan dan menjaganya. As-Simsâr adalah nama (sebutan) orang yang masuk di antara penjual dan pembeli sebagai orang yang memediasi pelaksanaan jual-beli. As- Samsarah (adalah) jual-beli. Rawwas Qal’ah Ji di dalam Mu’jam Lughah al-Fuqahâ’ menyatakan, as-simsâr adalah perantara antara penjual dan pembeli. Itu sama dengan ad-dalâl, broker/makelar. Dr. as-Sa’di Abu Habib di dalam Al-Qâmûsh al-Fiqhî menyebutkan as-simsâr adalah ad-dalâl, yaitu perantara antara penjual dan pembeli untuk mempermudah transaksi. Di dalam Mawsû’ah al-Fiqhiyah al- Kuwaytiyah disebutkan, as-samsarah secara istilah adalah mediasi antara penjual dan pembeli. As-Simsâr adalah orang yang masuk di antara penjual dan pembeli sebagai mediator (perantara) untuk pelaksanaan jual beli. Dia juga disebut ad-dalâl karena dia menunjukkan pembeli atas barang dan menunjukkan penjual atas harga. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani di dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah Juz II pada Bab “As-Samsarah” menyatakan, “Para fukaha mendefinisikan as-simsâr adalah sebutan untuk orang yang beraktivitas (bekerja) untuk orang lain dalam bentuk aktivitas menjual dan membeli dengan mendapat upah. As-Simsâr itu benar diterapkan pada ad-dalâl. Ad-Dalâl bekerja untuk orang lain berupa aktivitas menjual dan membeli dengan mendapat upah.
  • 4. 4 Dari penjelasan para ulama dan fukaha, bisa dipahami bahwa sebutan as-simsâr itu secara istilah fikih hanya digunakan dalam konteks jual-beli. Artinya, mediasi yang disebut samsarah itu dan padanya berlaku hukum-hukum samsarah adalah dalam konteks jual-beli. Para fukaha tidak menggunakan istilah as-samsarah dan as-simsâr di luar jual beli. Untuk praktik serupa di luar jual-beli di antaranya digunakan istilah ijârah, wakalah bil ujrah dan ju’alah, berikut hukum- hukumnya. Kehalalan as-Samsarah Aktivitas as-samsarah atau profesi as-simsâr (broker/makelar) adalah halal. Dalilnya adalah hadis berupa taqrir (persetujuan) Rasul saw. terhadap aktivitas itu. Qays bin Abi Gharazah menuturkan: Kami pada masa Rasulullah saw. disebut as-samâsirah (bentuk jamak dari as-simsâr). Lalu Rasulullah saw. melewati kami dan beliau menyebut kami dengan sebutan yang lebih baik dari sebutan itu. Beliau bersabda, “Wahai para pedagang, sesungguhnya jual-beli itu dihadiri oleh sumpah dan laghwun maka siramlah jual-beli itu dengan sedekah.” (HR Abu Dawud, an- Nasai, at-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad; redaksi menurut Ibn Majah). Dalam hadis ini jelas bahwa istilah as-simsâr sudah dikenal luas pada masa Rasul saw. Juga jelas bahwa istilah itu dipakai dalam konteks jual-beli dan aktivitas seorang as-simsâr adalah aktivitas jual-beli. Rasul saw. tidak melarang aktivitas as-simsâr yang sudah dikenal luas dan dipraktikkan itu. Justru sebaliknya, Rasul saw. menyetujuinya. Dengan demikian jelas bahwa as-samsarah atau profesi as-simsâr adalah halal.
  • 5. 5 Memang, ada riwayat dari Thawus dari Ibn Abbas ra. bahwa bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Jangan mencegat penunggang hewan dan janganlah orang kota menjual untuk orang desa.” Thawus berkata, “Lalu aku katakan kepada Ibn Abbas, apa makna sabda beliau, ‘Janganlah orang kota menjual untuk orang desa?’ Ibn Abbas berkata, ‘Janganlah ia menjadi makelar untuk orang desa.’” (HR al-Bukhari dan Muslim). Hadis ini bukan larangan atas samsarah. Ungkapan, “Janganlah ia menjadi makelar untuk orang desa,” adalah ungkapan Ibn Abbas yang menafsirkan larangan Rasul saw. itu. Ibn Abbas sendiri memandang samsarah secara umum tidak ada masalah. Al-Bukhari di dalam Shahîh al- Bukhârî pada bab ajru as-simsâr menyebutkan: Ibn Sirin, Atha’, Ibrahim dan al-Hasan tidak memandang upah as-simsâr sebagai masalah. Ibn Abbas berkata, “Tidak masalah orang berkata, ‘Juallah pakaian ini. Kelebihan dari jumlah sekian dan sekian untuk kamu.’’ Ibn Sirin berkata, “Jika orang berkata, “Juallah sekian dan untungnya (kelebihan dari harga itu) untuk kamu,’ atau, ‘Antara aku dan engkau tidak masalah dengan itu.’” Adapun larangan orang kota menjual untuk orang desa itu tersebut disertai dengan ‘illat. Kata al-hâdhir (orang kota) dan al-bâdi (orang kampung/orang pedalaman) merupakan washfun mufhim[un] (sifat yang mengandung konotasi [makna lain]). Dalam konteks perdagangan, orang kota (hâdhir) mengetahui situasi dan harga yang berlaku di pasar, sementara orang pedalaman tidak mengetahuinya sebab dia jauh dari pasar. Ketidaktahuan tentang situasi dan harga pasar itulah yang menjadi ‘illat larangan tersebut. Pasalnya, dengan ketidaktahuan itu, orang kota bisa menipu orang pedalaman itu. ‘Illat ini pula yang dipahami oleh Umar bin Khathab. Karena itu Abdur Razaq dalam Mushannaf Abd ar-Razaq meriwayatkan dari Ibrahim dalam konteks larangan jual beli orang kota untuk orang desa, Umar berkata, “Tunjukki mereka jalan, tunjukki mereka pasar dan beritahu mereka harga.” Jadi keharaman samsarah dalam konteks orang kota menjual untuk orang desa adalah karena ketidaktahuan situasi dan harga pasar itu. Alhasil, samsarah tetap halal. Jika samsarah terjadi pada jenis-jenis jual-beli yang dilarang, atau ada di dalam samsarah itu ‘illat yang menyebabkannya dilarang, maka samsarah haram dalam jenis-jenis itu saja. Adapun samsarah secara umum tetap halal.
  • 6. 6 Ketentuan Samsarah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani di dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah Juz II pada Bab “As-Samsarah” menyatakan tentang ketentuan samsarah, “Hanya saja aktivitas atau pekerjaan yang dikontrakkan untuk menjual dan membeli itu harus jelas, baik dengan komoditi/barang atau jangka waktu. Hendaknya pula keuntungan, komisi atau upahnya juga jelas. Jika seseorang mempekerjakan orang untuk menjualkan untuknya atau membelikan untuknya rumah anu atau barang anu maka sah. Juga jika mempekerjakannya untuk menjualkan untuknya atau membelikan untuknya dalam jangka waktu tertentu yang jelas baik sekian hari, minggu, bulan, tahun, maka juga sah. Demikian juga jika mempekerjakannya untuk menjualkan untuknya atau membelikan untuknya harian, atau bulanan dengan upah sekian, dan pada waktu yang sama juga dipekerjakan untuk menjualkan atau membelikan barang dengan komisi tertentu atas setiap transaksi maka juga sah. Sebab, pekerjaan yang dikontrakkan untuk menjual dan membeli itu jelas dan upahnya juga jelas.” Jika seseorang bekerja untuk menjualkan atau membelikan barang dengan untuk jangka waktu tertentu misalnya harian, mingguan, bulanan, dsb, dan ia mendapat upah sekian, maka ia menjadi seperti seorang ajir khash (pekerja khusus). Dalam hal ini, berapa jam ia bekerja menjualkan atau membelikan itu harus jelas, sebab jika jumlah jamnya tidak jelas hal itu membuat kadar pekerjaan yakni kadar manfaat yang dikontrakkan juga tidak jelas, dan akadnya menjadi fasid. Jika akadnya adalah menjualkan atau membelikan barang tertentu dan simsar mendapat upah dari setiap barang yang dijual atau dibeli, maka barangnya harus jelas dan tertentu, harganya pun harus jelas. Upahnya juga harus jelas bisa berupa upah tertentu misal sekian ribu rupiah untuk tiap barang yang dijual, atau dengan prosentase tertentu dari harga barang yang dijual. Akad model kedua ini seperti akad untuk ajir ‘am (pekerja umum). Jika dua model akad ini yang disepakati, itu artinya simsâr tersebut bekerja kepada pemilik barang untuk menjualkan barangnya, atau bekerja kepada pembeli untuk membelikan barang yang ingin dia beli. Dalam hal ini, simsâr itu berhak mendapat upah dari pihak yang mempekerjakan dia saja. Jika ada harta yang didapatkan ketika menjual atau membeli barang, misalnya diberi hadiah oleh pembeli ketika menjual barang, atau diberi potongan harga ketika membeli barang, maka hadiah atau potongan harga itu menjadi hak majikannya. Artinya, hadiah itu menjadi hak pemilik barang yang dia jualkan dan potongan harga itu menjadi hak pembeli
  • 7. 7 yang dia belikan barang. Simsâr itu tidak boleh mengambil begitu saja hadiah atau potongan harga itu. Ia boleh mengambilnya jika dibolehkan atau diberikan kepada dia oleh penjual atau pembeli yang mempekerjakan dirinya. Adapun jika simsâr itu tidak terikat dengan akad kerja kepada salah satu pihak, tetapi dia hanya menjadi ad-dalâl, yakni menunjukkan dan mempertemukan antara penjual dan pembeli dan transaksi jual-beli dilakukan oleh penjual dan pembeli itu sendiri, maka simsâr itu bisa mendapat upah atas transaksi yang dia perantarai atau dia mediasi. Upah itu bisa berasal dari salah satu pihak baik penjual atau pembeli saja, atau berasal dari kedua pihak (dari penjual dan pembeli) sesuai dengan kesepakatan di antara mereka.2 Kesimpulan: Samsarah tetap halal. Jika samsarah terjadi pada jenis-jenis jual-beli yang dilarang, atau ada di dalam samsarah itu ‘illat yang menyebabkannya dilarang, maka samsarah haram dalam jenis-jenis itu saja. Adapun samsarah secara umum tetap halal. Keharaman samsarah dalam konteks orang kota menjual untuk orang desa adalah karena ketidaktahuan situasi dan harga pasar, sehingga menipu mengenai harga pasar juga diharamkan dalam konteks simsar. Simsâr itu berhak mendapat upah dari pihak yang mempekerjakan dia saja. Jika ada harta yang didapatkan ketika menjual atau membeli barang, misalnya diberi hadiah oleh pembeli ketika menjual barang, atau diberi potongan harga ketika membeli barang, maka hadiah atau potongan harga itu menjadi hak majikannya. Artinya, hadiah itu menjadi hak pemilik barang yang dia jualkan dan potongan harga itu menjadi hak pembeli yang dia belikan barang. Simsâr itu tidak boleh mengambil begitu saja hadiah atau potongan harga itu. Kecuali apabila majikannya telah memberikan atau mengijinkan hadiah dan potongan tersebut untuk dirinya. 2 http://hizbut-tahrir.or.id/2015/05/07/simsar/