From
Cybersecurity to
Cognitive Security
Ismail Fahmi, Ph.D.
Director of Media Kernels Indonesia (Drone Emprit)
Ismail.fahmi@gmail.com
Indonesia Cyber Security
Summit
26 November 2025
2
Agustus Kelabu
Tidak ada server yang diretas.
Tidak ada pusat data yang tumbang.
Tetapi seluruh negeri terguncang.
Dalam hitungan jam:
● rumor liar menyebar lebih cepat dari klarifikasi
● video yang belum diverifikasi memicu kepanikan
● narasi politik bercampur dengan hoaks
● publik terpolarisasi sebelum bukti muncul
Itulah serangan terhadap pikiran, bukan sistem.
Dan itulah Cognitive Security.
Foto: Gedung DPRD Makassar dibakar (30 Agustus 2025)
3
1992 – 1997 Undergraduate, Electrical Engineering, ITB, Indonesia
2003 – 2004 Master, Information Science, University of Groningen, NL
2004 – 2009 Doctor, Information Science, University of Groningen, NL
2009 – Now Consultant at Weborama (Paris/Amsterdam)
2014 – Now Founder PT. Media Kernels Indonesia, a Drone Emprit Company
2017 – Now Lecturer at the Magister Program of the Universitas Islam Indonesia
2021 – Now Vice Chairman at the Infocomm Commission, Majelis Ulama Indonesia
2023 – Now Vice Chairman at the MPI, Central Board of Muhammadiyah
2024 – Now Founder/Preskom at the LabMu (Muhammadiyah Software Labs)
Ismail Fahmi, Ph.D.
Ismail.fahmi@gmail.com
Bojonegoro, 1974
Timeline Peristiwa Agustus Kelabu
4
Pra-Peristiwa Mobilisasi Saat Peristiwa Pasca-Peristiwa
Pra Peristiwa (10-18 agustus 2025)
5
BUBARKAN DPR
BUBARKAN DPR
BUBARKAN DPR
6
Foto: Rumah Syahroni Dijarah (30 Agustus 2025)
Ancaman terbesar hari ini tidak selalu menyerang server.
Ia menyerang pikiran, emosi, dan persepsi publik.
Senyap, cepat, berbasis algoritma, dan berefek politik-
sosial.
Cognitive Bias & Rational Decision Model
7
Mengapa Cognitive Security Penting Sekarang?
8
• AI membuat manipulasi
informasi semakin
murah dan masif
• Botnet & automated
persuasion semakin
canggih
• Deepfake semakin sulit
dibedakan
• Polarisasi sosial
semakin tinggi
• Publik makin rentan
dan cepat bereaksi
Social Network Analysis “Agustus Kelabu” (19-24 Agustus 2025)
Evolusi Keamanan Digital
9
Layer Pertama: Cybersecurity
Lindungi perangkat, jaringan, server.
Layer Kedua: Information Security
Lindungi data, identitas, integritas
informasi.
Layer Ketiga: Cognitive Security
Lindungi pikiran, opini, dan persepsi
masyarakat.
Iceberg Model
10
Hoaks, fake news, serangan akun
● koordinasi botnet
● microtargeting
● narrative warfare
● psychological priming
● LLM-augmented disinformation
Cognitive Security
• Definisi: Upaya
menjaga integritas
nalar publik dari
manipulasi digital
yang memanfaatkan
AI, algoritma, emosi,
dan bias kognitif.
• Ini melibatkan:
• deteksi dini
• edukasi publik
• desain ekosistem
• sistem peringatan cepat
• governance teknologi
11
Landscape Ancaman AI terhadap Pikiran Publik
12
AI-powered
disinformation
Deepfake &
Context Collapse
politik & pejabat
Coordinated
influence
operations
Automated
persuasion bots
(LLM-based bots)
Synthetic media
for psywar
Hyper-
personalized
propaganda
Contoh Context Collapse yang Mengguncang Stabilitas
13
14
perang narasi
terorganisasi
botnet amplifikasi
influencer bayaran
narasi “opinion
doping”
micro-segmentation
audience targeting
perang framing di
momen krisis
Threat Vector/Method
Social Media Weaponization
Social Network Analysis “RUU KUHP” (September 2019)
15
Threat Vector/Method
LLM-As-Attacker
AI hari ini bisa:
• membuat ribuan
narasi berbeda
dalam hitungan
detik
• menyesuaikan tone
sesuai segmen
audiens
• mendesain psywar
berbasis data
emosi & sentimen
• menghasilkan fake
evidence yang
kredibel
Contoh Skenario Serangan Cognitive
16
Menjelang aksi → massive narrative flooding
Saat krisis → panic engineering
Saat isu sensitif → framing for polarisation
Saat konflik geopolitik → narrative poisoning
Serangan tidak lagi butuh hacking — cukup menggeser persepsi.
Dampak Real
turunnya trust
publik ke institusi
meningkatnya
polarisasi
penurunan
stabilitas politik
menurunnya
kepercayaan
terhadap media &
pemerintah
risiko konflik
horizontal
melemahnya
ketahanan
nasional
17
Dari Cybersecurity ke Cognitive Security
18
CYBERSECURITY
MELINDUNGI SISTEM
COGNITIVE SECURITY
MELINDUNGI MASYARAKAT
Keduanya harus digabung menjadi National Digital Defense.
Arsitektur Cognitive Security Nasional
19
Real-time Social Sensing Platform
AI Narrative Risk Intelligence Dashboard
Deepfake Detection & Validation Layer
Early Warning System untuk Krisis Informasi
Pusat Kolaborasi Antarlembaga
AI Governance & Ethics Framework
Ancaman Baru vs Kerangka Hukum Lama
(FGD Badan Pengkajian MPR, 25 November 2025)
• Ancaman:
• cyber war terhadap
infrastruktur
• Deepfake/context collapse
pejabat & TNI/Polri
• operasi pengaruh asing
(information warfare)
• kebocoran data masif
• serangan ke satelit & sistem
navigasi
• Kerangka hukum:
• UUD 1945 Pasal 30 →
masih sangat “analog”
• UU TNI & UU Polri →
belum memandang
cyberspace sebagai domain
utama
• Perpres BSSN & Perpres
Kemkominfo/Kemkomdigi
→ level eksekutif, bukan
konstitusional
20
What Leaders Must Do
• Jadikan cognitive security
sebagai isu strategis negara
• Bangun unit “Cognitive Risk
Center” (Cek Fakta++)
• Integrasikan data lintas sektor
• Gunakan AI sebagai co-pilot
pertahanan
• Edukasi publik secara
sistematis
21
Penutup
• Keamanan masa depan bukan hanya soal mencegah sistem diretas.
Tetapi memastikan masyarakat tidak dimanipulasi.
• Cybersecurity melindungi server.
Cognitive Security melindungi bangsa.
22
Terima kasih
Ismail Fahmi, PhD.
Email: ismail.fahmi@gmail.com
Twitter/X: @ismailfahmi

From Cybersecurity to Cognitive Security

  • 1.
    From Cybersecurity to Cognitive Security IsmailFahmi, Ph.D. Director of Media Kernels Indonesia (Drone Emprit) Ismail.fahmi@gmail.com Indonesia Cyber Security Summit 26 November 2025
  • 2.
    2 Agustus Kelabu Tidak adaserver yang diretas. Tidak ada pusat data yang tumbang. Tetapi seluruh negeri terguncang. Dalam hitungan jam: ● rumor liar menyebar lebih cepat dari klarifikasi ● video yang belum diverifikasi memicu kepanikan ● narasi politik bercampur dengan hoaks ● publik terpolarisasi sebelum bukti muncul Itulah serangan terhadap pikiran, bukan sistem. Dan itulah Cognitive Security. Foto: Gedung DPRD Makassar dibakar (30 Agustus 2025)
  • 3.
    3 1992 – 1997Undergraduate, Electrical Engineering, ITB, Indonesia 2003 – 2004 Master, Information Science, University of Groningen, NL 2004 – 2009 Doctor, Information Science, University of Groningen, NL 2009 – Now Consultant at Weborama (Paris/Amsterdam) 2014 – Now Founder PT. Media Kernels Indonesia, a Drone Emprit Company 2017 – Now Lecturer at the Magister Program of the Universitas Islam Indonesia 2021 – Now Vice Chairman at the Infocomm Commission, Majelis Ulama Indonesia 2023 – Now Vice Chairman at the MPI, Central Board of Muhammadiyah 2024 – Now Founder/Preskom at the LabMu (Muhammadiyah Software Labs) Ismail Fahmi, Ph.D. Ismail.fahmi@gmail.com Bojonegoro, 1974
  • 4.
    Timeline Peristiwa AgustusKelabu 4 Pra-Peristiwa Mobilisasi Saat Peristiwa Pasca-Peristiwa
  • 5.
    Pra Peristiwa (10-18agustus 2025) 5 BUBARKAN DPR BUBARKAN DPR BUBARKAN DPR
  • 6.
    6 Foto: Rumah SyahroniDijarah (30 Agustus 2025) Ancaman terbesar hari ini tidak selalu menyerang server. Ia menyerang pikiran, emosi, dan persepsi publik. Senyap, cepat, berbasis algoritma, dan berefek politik- sosial.
  • 7.
    Cognitive Bias &Rational Decision Model 7
  • 8.
    Mengapa Cognitive SecurityPenting Sekarang? 8 • AI membuat manipulasi informasi semakin murah dan masif • Botnet & automated persuasion semakin canggih • Deepfake semakin sulit dibedakan • Polarisasi sosial semakin tinggi • Publik makin rentan dan cepat bereaksi Social Network Analysis “Agustus Kelabu” (19-24 Agustus 2025)
  • 9.
    Evolusi Keamanan Digital 9 LayerPertama: Cybersecurity Lindungi perangkat, jaringan, server. Layer Kedua: Information Security Lindungi data, identitas, integritas informasi. Layer Ketiga: Cognitive Security Lindungi pikiran, opini, dan persepsi masyarakat.
  • 10.
    Iceberg Model 10 Hoaks, fakenews, serangan akun ● koordinasi botnet ● microtargeting ● narrative warfare ● psychological priming ● LLM-augmented disinformation
  • 11.
    Cognitive Security • Definisi:Upaya menjaga integritas nalar publik dari manipulasi digital yang memanfaatkan AI, algoritma, emosi, dan bias kognitif. • Ini melibatkan: • deteksi dini • edukasi publik • desain ekosistem • sistem peringatan cepat • governance teknologi 11
  • 12.
    Landscape Ancaman AIterhadap Pikiran Publik 12 AI-powered disinformation Deepfake & Context Collapse politik & pejabat Coordinated influence operations Automated persuasion bots (LLM-based bots) Synthetic media for psywar Hyper- personalized propaganda
  • 13.
    Contoh Context Collapseyang Mengguncang Stabilitas 13
  • 14.
    14 perang narasi terorganisasi botnet amplifikasi influencerbayaran narasi “opinion doping” micro-segmentation audience targeting perang framing di momen krisis Threat Vector/Method Social Media Weaponization Social Network Analysis “RUU KUHP” (September 2019)
  • 15.
    15 Threat Vector/Method LLM-As-Attacker AI hariini bisa: • membuat ribuan narasi berbeda dalam hitungan detik • menyesuaikan tone sesuai segmen audiens • mendesain psywar berbasis data emosi & sentimen • menghasilkan fake evidence yang kredibel
  • 16.
    Contoh Skenario SeranganCognitive 16 Menjelang aksi → massive narrative flooding Saat krisis → panic engineering Saat isu sensitif → framing for polarisation Saat konflik geopolitik → narrative poisoning Serangan tidak lagi butuh hacking — cukup menggeser persepsi.
  • 17.
    Dampak Real turunnya trust publikke institusi meningkatnya polarisasi penurunan stabilitas politik menurunnya kepercayaan terhadap media & pemerintah risiko konflik horizontal melemahnya ketahanan nasional 17
  • 18.
    Dari Cybersecurity keCognitive Security 18 CYBERSECURITY MELINDUNGI SISTEM COGNITIVE SECURITY MELINDUNGI MASYARAKAT Keduanya harus digabung menjadi National Digital Defense.
  • 19.
    Arsitektur Cognitive SecurityNasional 19 Real-time Social Sensing Platform AI Narrative Risk Intelligence Dashboard Deepfake Detection & Validation Layer Early Warning System untuk Krisis Informasi Pusat Kolaborasi Antarlembaga AI Governance & Ethics Framework
  • 20.
    Ancaman Baru vsKerangka Hukum Lama (FGD Badan Pengkajian MPR, 25 November 2025) • Ancaman: • cyber war terhadap infrastruktur • Deepfake/context collapse pejabat & TNI/Polri • operasi pengaruh asing (information warfare) • kebocoran data masif • serangan ke satelit & sistem navigasi • Kerangka hukum: • UUD 1945 Pasal 30 → masih sangat “analog” • UU TNI & UU Polri → belum memandang cyberspace sebagai domain utama • Perpres BSSN & Perpres Kemkominfo/Kemkomdigi → level eksekutif, bukan konstitusional 20
  • 21.
    What Leaders MustDo • Jadikan cognitive security sebagai isu strategis negara • Bangun unit “Cognitive Risk Center” (Cek Fakta++) • Integrasikan data lintas sektor • Gunakan AI sebagai co-pilot pertahanan • Edukasi publik secara sistematis 21
  • 22.
    Penutup • Keamanan masadepan bukan hanya soal mencegah sistem diretas. Tetapi memastikan masyarakat tidak dimanipulasi. • Cybersecurity melindungi server. Cognitive Security melindungi bangsa. 22
  • 23.
    Terima kasih Ismail Fahmi,PhD. Email: ismail.fahmi@gmail.com Twitter/X: @ismailfahmi