SlideShare a Scribd company logo
ANTIBIOTIK
AMINOGLIKOSIDA
MUHAMMAD DIDIT PRASODJO
3351191001
ANTIBIOTIK AMINOGLIKOSIDA
• Aminoglikosida adalah kelompok antibiotik bakterisida yang digunakan untuk mengatasi
infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif. Pemakaian obat ini dapat dikombinasikan
dengan antibiotik lainnya.
• Aminoglikosida umumnya diberikan melalui infus intravena (IV) yang intermiten.
• Mekanisme kerja golongan Aminoglikosida : beraksi dengan cara mengikat ke situs aminoasil
16S ribosom RNA dalam subunit ribosom 30S, yang menyebabkan salah pembacaan kode
genetik dan penghambatan proses translasi.
• Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan aminoglikosida yang
paling sering ditentukan untuk pemberian sistemik: Amikacin, Gentamicin, Tobramycin.
• Pemilihan dosis amnoglikosida bergantung pada obat yang digunakan (misalnya gentamisin vs
amikasin), infeksi (misalnya letak infeksi dan organisme penyebab), fungsi ginjal, dan berat
badan.
• Dosis lazim untuk gentamisin dan tobramisin adalah 5-7 mg/kg/hari yang diberikan selama 30-
60 menit sebagai dosis tunggal harian, atau dosis terbagi setiap 8-12 jam
• Dosis amikasin adalah 15-20 mg/kg/hari yamg diberikan selama 30-60 menit sebagai dosis
tunggal harian atau dosis terbagi tiap 8-12 jam.
• Pemerian : serbuk, putih sampai kuning gading.
• Kelarutan : mudah larut dalam air, praktis tidak larut dalam etanol (95%) P,
kloroform P, dan dalam eter P.
• Khasiat : sebagai penggunaan Antibiotikum.
• Dosis maksimum : sekali 250-500 mg dan sehari 500 mg -1,5 g
• Keasaman - kebasaan pH larutan 4% b/v 3,5 sampai 5,5.
• Gentamicin memiliki efek bakterisidal terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus
sp) dan bakteri Gram-negatif (Citrobacter sp, Enterobacter sp, Escherichia coli,
Klebsiella sp, Proteus sp, Serratia sp, Pseudomonas aeruginosa).
C21H43N5O7
BM = 575,5954
KARAKTERISTIK GENTAMISIN
• Konsentrasi plasma puncak untuk gentamisin dan tobramisin
yang dihasilkan dari pendosisan dengan interval yang
diperpanjang yaitu 5-7 mg/kg setiap 24 jam berada dalam
kisaran 20-30 mg/L. Target konsentrasi puncak mencapai rasio
terhadap KHM yang bernilai lebih besar dari 10 dan nilai
ambang kerentanan 2 mg/L. Konsentrasi terendah (palung)
diatur dibawah batas deteksi dengan tujuan menyediakan
interval bebas obat, yang dapat mengurangi risiko
nefrotoksisitas.
KONSENTRASI DALAM PLASMA
Cp Terapeutik
• Konsentrasi plasma puncak setelah pemberian regimen ganda
harian konvensional berada dalam kisaran 5-8 mg/L.
Konsentrasi plasma puncak <2-4 mg/L kemungkinan tidak
efektif. Pneumonia kemungkinan akan berhasil diobati bila
konsentrasi plasma puncak 8 mg/L atau lebih.
KONSENTRASI DALAM PLASMA
Cp Toksik
• Konsentrasi palung gentamisin >2 mg/L dapat di jumpai atau
mengakibatkan toksisitas pada ginjal. Ototoksisitas dinyatakan
dapat terjadi bila konsentrasi palung gentamisin dalam plasma
melebihi 4 mg/L selama lebih dari 10 hari. Apabila konsentrasi
palung dikalikan dengan jumlah hari terapi, risiko ototoksisitas
meningkat bila hasil perkalian itu lebih dari 40 mg/hari/L.
Ototoksisitas sering terjadi pada pasien yang telah mengalami
gangguan fungsi ginjal atau yang telah mendapatkan dosis
tinggi selama berjalannya pengobatan
KONSENTRASI DALAM PLASMA
KEY PARAMETER
Waktu Paruh
Volume
Distribusi
Area Under
Curve
Klirens /
Bersihan
KEY PARAMETER
Bioavailibilitas
• Antibiotik aminoglikosida merupakan senyawa yang sangat
larut dalam air dan sukar larut dalam lipid. Akibatnya, obat-
obat ini sukar diabsorpsi bila diberikan secara oral (F < 10%)
dan harus diberikan secara parenteral untuk mengobati infeksi
sistemik. Jumlah Ikatan Protein Plasma rendah (<10%)
sementara yang tidak terikat sebesar kurang lebih 95%
• Bioavailabilitas Aminoglikosida menjadi kurang lebih 100% jika
disuntikkan secara intramuskular dan dapat diserap cepat
dengan konsentrasi maksimal selama 1 jam setelah
penyuntikkan kecuali pada kondisi hipotensi dan obesitas
KEY PARAMETER
Volume Distribusi
• Volume distribusi golongan aminoglikosida
diantaranya gentamisin yaitu 0,25 L/kg walaupun
telah dilaporkan kisaran yang relatif luas yaitu 0,1-0,5
L/kg.
• Aminoglikosida terdistribusi sangat buruk ke dalam
jaringan adiposa, penggunaan berat badan tanpa
lemak akan menghasilkan nilai perkiraan V yang lebih
akurat pada pasien obes dibandingkan berat badan
total (BBT).
KEY PARAMETER
Volume Distribusi
Farmakokinetika Aminoglikosida
Farmakokinetika Aminoglikosida
KEY PARAMETER
VD Obesitas
• Volume distribusi pada subjek obes dapat disesuaikan
berdasarkan berat badan ideal (BBI) pasien ditambah pula 10
% dari kelebihan berat badan pasien tersebut.
Mengestimasikan volume distribusi pada pasien obes
beralasan karena banyak terdistribusi kedalam ruangan
ekstraseluler dan volume cairan ekstraseluler pada jaringan
adiposa sekitar 10 % berat adiposa versus 25 % yang
merupakan rata-rata untuk semua jaringan lain.
• Persamaan untuk memperkirakan volume distribusi (V) pada
pasien obes :
V Aminoglikosida (Pasien obes) = (0,25L/kg) (BBI) + 0,1 (BBT-BBI)
KEY PARAMETER
VD Anak
• Pasien pediatrik berusia dibawah 5 tahun cenderung memiliki
volume distribusi lebih tinggi, antara usia lahir dan 5 tahun,
volume distribusi cenderung terus menurun dari nilai awal 0,5
L/kg sampai dengan nilai orang dewasa sebesar 0,25 L/kg.
KEY PARAMETER
VD Asites&Edema
• Volume distribusi meningkat pada pasien asites, edema, atau
yang mengalami pembesaran volume “ruang ketiga” lainnya.
• Untuk memperkirakan peningkatan volume distribusi pada
pasien edema adalah dengan cara menambahkan V sebesar 1
L untuk 1 kg penambahan berat badan. Ini didasarkan dengan
asumsi volume distribusi sama dengan volume cairan
ekstraseluler. Hal ini sesuai dengan ikatan protein plasma yang
rendah dan melintasi membran dengan sangat buruk.
KEY PARAMETER
Klirens / Bersihan
• Antibiotik golongan aminoglikosida dieliminasi hampir semuanya melalui
rute ranal, karena klirens dan klirens kreatinin memiliki nilai yang mirip
pada berbagai kondisi fungsi ginjal.
• Estimasi klirens kreatinin yang tepat hanya dapat diperoleh apabila barat
badan pasien menunjukkan rasio yang normal antara massa otot dan berat
badan total (BBT) serta serum kreatinin berada pada keadaan tunak.
• Faktor lain yang harus dipertimbangan ketika mengestimasikan klirens
yaitu adalah klirens non-renal yaitu 0,0021 L/kg/jam atau 2,5 mL/menit/70
kg.
• Klirens non-renal signifikan pada pasien dengan fungsi ginjal yang
signifikan. Pada pasien anefrik fungsional yang menjalani hemodialisis
secara intermitan nilai klirens nya adalah 0,0043 L/kg/jam (5 mL/menit/70
kg) menunjukkan klirens renal yang tersisa dan klirens non-renal.
KEY PARAMETER
Klirens / Bersihan
1.Klirens untuk Pria
Clcr untuk pria (ml/menit) =
140 − 𝑈𝑠𝑖𝑎 (𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛)
72 (𝑆𝐶𝑟𝑠𝑠)
2. Klirens untuk wanita
Clcr untuk wanita (ml/menit) =
(0.85)
140 −𝑈𝑠𝑖𝑎 (𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛)
72 (𝑆𝐶𝑟𝑠𝑠)
KEY PARAMETER
Klirens / Bersihan
• Klirens:
• Fungsi Ginjal Normal = Sama dengan CrCl
• Pasien Anefrik Fungsional = 0.0043 L/kg/jam
• Pasien Anefrik Operasi = 0.0021 L/kg/jam
• Hemodialisis = 1.8 L/jam
KEY PARAMETER
Waktu Paruh
• Waktu paruh eliminasi aminoglikosida ditentukan oleh volume distribusi,
dan klirens karena fungsi renal setiap orang berbeda. Secara Umum
Aminoglikosida dieliminasi hampir sempurna (>90%).
• Contoh untuk pria yang berusia 25 thn berat badan 70 kg dengan kreatinin
serum 0,8 mg/dL dapat memiliki klirens aminoglikosida 100 mL/menit. jika
volume distribusi pria ini 0,25 L/kg waktu paruh kira-kira 2 jam.
• Sedangkan untuk pria yang berusia 75 thn dengan nilai V yang mirip
memiliki serum kreatinin 1,4 mg/dL mungkin memiliki klirens
aminoglikosida 35 mL/menit dan waktu paruhnya 6 jam.
• t1/2:
• Fungsi Ginjal Normal = 2-3 jam
• Fungsi Anefrik Fungsional = 30-60 jam
KEY PARAMETER
Area Under Curve
• Area Under Curve Obat = 70-100 mg x jam/L
• Digunakan untuk pemberian aminoglikosida yang berkelanjutan (extended)
• Amikasin kurang lebih tiga kali lebih tinggi nilai AUCnya daripada
Gentamisin dan Tobramisin
PERHITUNGAN FARMAKOKINETIK
UNTUK AMINOGLIKOSIDA
• Metode Farmakokinetik
• Hull and Sarubbi Nomogram
• Hartford Nomogram
• Dosis Rekomendasi Literatur
PERHITUNGAN FARMAKOKINETIKA KLINIK
• Perhitungan Klirens Kreatinin
• Perhitungan Konstanta Laju Eliminasi dan Waktu Paruh
• Perkiraan Volume Distribusi
• Menentukan Target Konsentrasi Tunak / Steady State
• Perhitungan Interval Dosis dan Dosis Maintenance yang
dibutuhkan
• Jika diperlukan hitung loading dose
STUDI KASUS 1
• Erdita berumur 26 tahun dengan berat badan 67 kg
setelah diperiksa di laboratorium klinik, kreatinin
serumnya 0,78 mg/dL. Dosis gentamisin awal
sebesar 180 mg diberikan selama kurang lebih 45
menit dalam bentuk infus intravena. Hitunglah
konsentrasi plasma gentamisin 1 jam setelah infus
dimulai (setengah jam setelah infus selesai).
1. Diketahui :
• Usia = 26 thn
• BB = 67 kg
• Clcr = 0,78 mg/dL
• Vd = 0,25 L/kg atau 16,75 L/kg
• Dosis gentamisin awal = 180 mg (selama 45 menit)
Ditanyakan:
Hitunglah konsentrasi plasma gentamisin 1 jam
setelah infus dimulai?
1. Menghitung Cpuncak dalam Plasma
Cpuncak= [(S)(F)(Dosis Muatan)]/[V]
= (1)(1)(180) / (16,75 L)
= 10,75 mg/L
2. Menghitung klirens kreatinin
Clcr untuk wanita (ml/menit)
= (0,85) x (140-usia)(BB) (72)(SCrss)
= (0,85) x (140-26)(67) / (72)(0,78)
= 115,6 ml/menit
= 115.6 ml/menit x (60 menit / 1000 mL) = 6.94 L/jam
3. Menghitung Konstanta Laju Eliminasi dan Waktu
Paruh
K = Cl/Vd
= 6.94 / (16,75 L)
= 0.414 jam-1
t1/2 = 0.693 / K = 0.693 / 0.414 = 1.6739 jam
4. Menghitung Konsentrasi 1 jam pasca pemberian
C1jamafter = [[(S)(F)(Dosis Muatan)]/[V]] x [e-kt]
= 10,75 mg/L x 0.66
= 7.095 mg/L
STUDI KASUS 2
• Dengan menggunakan klirens 5,62 L/jam, volume
distribusi 17,5 L, konstanta laju eliminasi 0,346
jam-1, dan model infus singkat, hitunglah
konsentrasi gentamisin yang diharapkan untuk Ny.
Costa pada 1 jam setelah infus setengah jam
dengan dosis 130 mg diberikan.
Menghitung Konsentrasi yang diperlukan:
Cgentamisin =
[[(S)(F)(Dosis Muatan/tinfus)]/[Cl]] x [1-e-kt infus][e-kt]
[[(1)(1)(130 mg / 0.5 jam)]/[5.62 L/jam]]
x [1-e-0.346 x 0.5 jam][e-0.346 x 0.5 jam]
= 46.2 mg/L x 0.16 x 0.84
= 6.2 mg/L
STUDI KASUS 3
• Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun dengan berat
badan 65 kg. Ia memiliki kreatinin serum sebesar 1,5
mg/dL dan telah mendapatkan Gentamisin sebanyak 100
mg dalam bentuk intravena intermitten setengah jam
setiap 8 jam selama beberapa hari. Konsentrasi plasma
puncak yang diperoleh 1 jam setelah infus diberikan
adalah 6 mg/L, konsentrasi yang diperoleh sesaat sebelum
suatu dosis diberikan adalah 2 mg/L. Estimasikan nilai
konstanta laju eliminasi (K), klirens (Cl), dan volume
distribusi (V)!
1. Menghitung Konstanta Laju Eliminasi
K = Ln (C1/C2) / t
= Ln (6.0/2.0) / 7 jam
= 1.09 / 7 jam
= 0.15 jam-1
2. Nilai Volume Distribusi
Vd = [[(S)(F)(Dosis Muatan)/(Cpss)] x [e-kt] / x [1-e-kt]
= [[(1)(1)(100 mg) / (6 mg/L)] x [e-0.15 x 1 jam]
/ [1-e-0.15 x 8 jam]
= (16.6 L x 0.86) / 0.7
= 20.39 L
3. Menghitung Konsentrasi yang diperlukan:
Cl = K/Vd
= 0.15 jam / (20,3 L)
= 3.04 L
STUDI KASUS 4
• Jika Cp segera setelah pemberian Gentamisin lewat IV adalah
10 mg/L dan k eliminasi adalah 0,15 jam. Perkirakan berapa
Cp saat waktu 8 jam.
Diketahui:
Cp segera setelah pemberian obat = Co = 10mg/L
k = 0,15/jam
Ditanya:
Cp saat 8 jam?
Jawab:
log Cp = log Co – [( k x t / 2,303]
= log 10 – [( 0,15 x 8 / 2,303] = 1 – 0,521
= 0,479
Cp = 3,01 mg/L
STUDI KASUS 5
• 50-year-old patient, 70-kg (5 ft 10 in) male with gram-negative
pneumonia. His current serum creatinine is 0.9 mg/dL, and it
has been stable over the last 5 days since admission. A
gentamicin dose of 170 mg every 8 hours was prescribed and
expected to achieve steady-state peak and trough
concentrations equal to 9 μg/mL and 1 μg/mL, respectively.
After the third dose, steady-state peak and trough
concentrations were measured and were 12 μg/mL and 1.4
μg/mL, respectively. Calculate a new gentamicin dose that
would provide a steady-state peak of 9 μg/mL.
1. Estimate creatinine clearance.
CrCl est = [(140 − age)BW] / (72 ⋅ SCr)
= [(140 − 50 years)70 kg] / (72 ⋅ 0.9 mg/dL)
= 97 mL/min
2. Estimate elimination rate constant (ke) and half-life
(t1/2).
ke = 0.00293(CrCl) + 0.014
= 0.00293(97 mL/min) + 0.014 = 0.298 h−1
t1/2 = 0.693 / ke = 0.693 / 0.298 h−1 = 2.3 h
3. Compute new dose to achieve desired serum
concentration.
Dnew = (Cssnew / Cssold) x Dold
= (9 μg/mL / 12 μg/mL) x 170 mg = 128 mg
rounded to 130 mg
The new suggested dose would be 130 mg every 8
hours to be started at next scheduled dosing time.
4. Check steady-state trough concentration for new
dosage regimen.
Cssnew = (Dnew / Dold) x Cssold
= (130 mg / 170 mg) 1.4 μg/mL = 1.1 μg/mL
THANK YOU!
MUHAMMAD DIDIT PRASODJO
3351191001

More Related Content

What's hot

Stabilitas Obat
Stabilitas ObatStabilitas Obat
Stabilitas Obat
Abulkhair Abdullah
 
PENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITAS
PENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITASPENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITAS
PENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITAS
Taofik Rusdiana
 
Farmakokinetika pengaturan dosis
Farmakokinetika   pengaturan dosisFarmakokinetika   pengaturan dosis
Farmakokinetika pengaturan dosis
Dwi Ramdhini
 
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDMPengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
Taofik Rusdiana
 
Penanganan hewan coba
Penanganan hewan cobaPenanganan hewan coba
Penanganan hewan coba
Ade Irma Suryani
 
Laporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cair
Laporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cairLaporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cair
Laporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cair
Mina Audina
 
Hipnotik sedativ
Hipnotik sedativHipnotik sedativ
Hipnotik sedativ
Dilla Novita
 
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITASKURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
Tri Setyo Ningsih
 
Komunikasi dalam praktek farmasi
Komunikasi dalam praktek farmasiKomunikasi dalam praktek farmasi
Komunikasi dalam praktek farmasi
Nur Fadillah
 
Kimia klinik jurnal 1
Kimia klinik jurnal 1Kimia klinik jurnal 1
Kimia klinik jurnal 1
pdspatologikliniksby
 
FARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIERFARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIER
Taofik Rusdiana
 
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULITBIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
Surya Amal
 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Surya Amal
 
Ekskresi dan klirens ginjal
Ekskresi dan klirens ginjalEkskresi dan klirens ginjal
Ekskresi dan klirens ginjal
Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III
 
Emulsi Farmasi
Emulsi FarmasiEmulsi Farmasi
Emulsi Farmasi
Fenny Yuniharto
 
Laporan lengkap ekstraksi
Laporan lengkap ekstraksiLaporan lengkap ekstraksi
Laporan lengkap ekstraksi
AsthrEey' Schwarzenegger
 
236122612 makalah-aspirin
236122612 makalah-aspirin236122612 makalah-aspirin
236122612 makalah-aspirin
homeworkping3
 
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI PARU : AEROSOL
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN  MELALUI PARU :  AEROSOLBIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN  MELALUI PARU :  AEROSOL
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI PARU : AEROSOL
Surya Amal
 
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIKPENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
Surya Amal
 

What's hot (20)

Stabilitas Obat
Stabilitas ObatStabilitas Obat
Stabilitas Obat
 
PENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITAS
PENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITASPENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITAS
PENGATURAN DOSIS PADA PEDIATRIK, GERIATRIK DAN OBESITAS
 
Farmakokinetika pengaturan dosis
Farmakokinetika   pengaturan dosisFarmakokinetika   pengaturan dosis
Farmakokinetika pengaturan dosis
 
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDMPengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
 
Penanganan hewan coba
Penanganan hewan cobaPenanganan hewan coba
Penanganan hewan coba
 
Laporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cair
Laporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cairLaporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cair
Laporan farmasi fisika kerapatan bobot jenis zat cair
 
Hipnotik sedativ
Hipnotik sedativHipnotik sedativ
Hipnotik sedativ
 
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITASKURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
 
Komunikasi dalam praktek farmasi
Komunikasi dalam praktek farmasiKomunikasi dalam praktek farmasi
Komunikasi dalam praktek farmasi
 
Kimia klinik jurnal 1
Kimia klinik jurnal 1Kimia klinik jurnal 1
Kimia klinik jurnal 1
 
FARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIERFARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIER
 
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULITBIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
 
Ekskresi dan klirens ginjal
Ekskresi dan klirens ginjalEkskresi dan klirens ginjal
Ekskresi dan klirens ginjal
 
Metode soap
Metode soapMetode soap
Metode soap
 
Emulsi Farmasi
Emulsi FarmasiEmulsi Farmasi
Emulsi Farmasi
 
Laporan lengkap ekstraksi
Laporan lengkap ekstraksiLaporan lengkap ekstraksi
Laporan lengkap ekstraksi
 
236122612 makalah-aspirin
236122612 makalah-aspirin236122612 makalah-aspirin
236122612 makalah-aspirin
 
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI PARU : AEROSOL
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN  MELALUI PARU :  AEROSOLBIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN  MELALUI PARU :  AEROSOL
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI PARU : AEROSOL
 
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIKPENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
 

Similar to Farmakokinetika Aminoglikosida

174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik
174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik
174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik
Soraya Grenavada
 
Case 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptx
Case 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptxCase 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptx
Case 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptx
fiah0289
 
Pertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptx
Pertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptxPertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptx
Pertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptx
TaraManurung
 
TUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptx
TUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptxTUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptx
TUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptx
AlexFabrigaz Apt
 
kmb 2 bph DEBBY.pptx
kmb 2 bph DEBBY.pptxkmb 2 bph DEBBY.pptx
kmb 2 bph DEBBY.pptx
ekopurwanto876739
 
Gastritis erosiva
Gastritis erosivaGastritis erosiva
Gastritis erosiva
Gilang Rizki Al Farizi
 
03 d kontrasepsi suntik progestin
03 d kontrasepsi suntik progestin03 d kontrasepsi suntik progestin
03 d kontrasepsi suntik progestin
desiaulia7
 
Farmakokinetika_P6.pptx
Farmakokinetika_P6.pptxFarmakokinetika_P6.pptx
Farmakokinetika_P6.pptx
EriskaAgustin
 
TDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiii
TDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiiiTDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiii
TDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiii
lydiaevangelist15
 
Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.
Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.
Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.
Ferys3
 
Chronic kidney disease
Chronic kidney diseaseChronic kidney disease
Chronic kidney disease
dedy fit
 
FARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptx
FARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptxFARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptx
FARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptx
FitriAyuWahyuni1
 
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amriePio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Achmad Fauzi Al' Amrie
 
fdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptx
fdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptxfdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptx
fdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptx
teguh948013
 
Nutrisi enteral parenteral aw
Nutrisi enteral parenteral awNutrisi enteral parenteral aw
Nutrisi enteral parenteral aw
Hasanuddin University
 
Asites pada ca colon
Asites pada ca colonAsites pada ca colon
Asites pada ca colon
arie setyawan
 
dr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptx
dr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptxdr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptx
dr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptx
ssuserfefe0c
 
Pk pituitary
Pk pituitaryPk pituitary
Pk pituitary
SarjonoNew
 
Hipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptxHipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptx
IMadeWirtaWiyasa1
 
1. Penggunaan Antibiotika.pdf
1. Penggunaan Antibiotika.pdf1. Penggunaan Antibiotika.pdf
1. Penggunaan Antibiotika.pdf
aptGandesWinarni
 

Similar to Farmakokinetika Aminoglikosida (20)

174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik
174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik
174107021 penatalaksanaan-kegawatdaruratan-medik
 
Case 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptx
Case 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptxCase 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptx
Case 3 KANKER PARU DAN ANEMIA 7.pptx
 
Pertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptx
Pertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptxPertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptx
Pertimbangan anestesi pada pasien diabetes mellitus (1) (2).pptx
 
TUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptx
TUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptxTUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptx
TUGAS MATKUL FARMASI KOMUNITAS.pptx
 
kmb 2 bph DEBBY.pptx
kmb 2 bph DEBBY.pptxkmb 2 bph DEBBY.pptx
kmb 2 bph DEBBY.pptx
 
Gastritis erosiva
Gastritis erosivaGastritis erosiva
Gastritis erosiva
 
03 d kontrasepsi suntik progestin
03 d kontrasepsi suntik progestin03 d kontrasepsi suntik progestin
03 d kontrasepsi suntik progestin
 
Farmakokinetika_P6.pptx
Farmakokinetika_P6.pptxFarmakokinetika_P6.pptx
Farmakokinetika_P6.pptx
 
TDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiii
TDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiiiTDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiii
TDM- Konversi Infus IV ke oral farmasiii
 
Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.
Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.
Ilmu interna untuk fakultas kedokteran umum.
 
Chronic kidney disease
Chronic kidney diseaseChronic kidney disease
Chronic kidney disease
 
FARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptx
FARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptxFARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptx
FARMAKOTERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA kel 5 fixxx.pptx
 
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amriePio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
 
fdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptx
fdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptxfdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptx
fdokumen.com_nutrisi-pada-pasien-kritis-yue.pptx
 
Nutrisi enteral parenteral aw
Nutrisi enteral parenteral awNutrisi enteral parenteral aw
Nutrisi enteral parenteral aw
 
Asites pada ca colon
Asites pada ca colonAsites pada ca colon
Asites pada ca colon
 
dr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptx
dr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptxdr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptx
dr. Hamzah Sp.OG Emergency Obsteri dan Ginekologi .pptx
 
Pk pituitary
Pk pituitaryPk pituitary
Pk pituitary
 
Hipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptxHipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptx
 
1. Penggunaan Antibiotika.pdf
1. Penggunaan Antibiotika.pdf1. Penggunaan Antibiotika.pdf
1. Penggunaan Antibiotika.pdf
 

Recently uploaded

PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).pptPENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
Vilzamaharani1
 
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
ssuser4219cb
 
Pola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baik
Pola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baikPola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baik
Pola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baik
FSOMedic
 
KLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptx
KLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptxKLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptx
KLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptx
DanikFahmi1
 
Surgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).ppt
Surgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).pptSurgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).ppt
Surgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).ppt
roszansapon
 
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
kimmi singla$A17
 
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptxPELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
niputumerryprimadiar1
 
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.pptPenyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
HamdanRakha
 
316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx
316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx
316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx
DheIrmhaCliQuers
 
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
nadyahermawan
 
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHATMATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
athirah40
 
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptxModul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
SamudraHadiSantosa1
 
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.pptpentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
ErickUntono
 
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxArthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
SilviaIhda
 
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptxPresentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
ssuserdbc1db1
 
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari  dm melituskarya tulis ilmiah kti utari  dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
ssuser6ad351
 
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptxPPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
azmisetiawan
 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.pptPERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
novi817167
 
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptxPPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
rkalimara
 
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .pptPengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
EddyLiu8
 

Recently uploaded (20)

PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).pptPENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
 
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
 
Pola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baik
Pola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baikPola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baik
Pola Hidup Sehat yang untuk hidup yang lebih baik
 
KLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptx
KLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptxKLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptx
KLASTER 2 DAN 3 KESMAS dalam upaya8.pptx
 
Surgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).ppt
Surgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).pptSurgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).ppt
Surgeri II 03 Hidrosefalus in surgey (1 jam).ppt
 
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
 
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptxPELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
 
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.pptPenyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
Penyuluhan POWER_POINT_Pola hidup bersih dan sehat.ppt
 
316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx
316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx
316635660-Materi-Penyuluhan-Kespro-Anak-Sd.pptx
 
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
 
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHATMATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
 
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptxModul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
 
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.pptpentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
 
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxArthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptxPresentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
 
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari  dm melituskarya tulis ilmiah kti utari  dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
 
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptxPPT SOSIALISASI PMT LOKAL          .pptx
PPT SOSIALISASI PMT LOKAL .pptx
 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.pptPERILAKU HIDUP BERSIHDAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI INSTITUSI PENDIDIKAN/PESANTREN.ppt
 
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptxPPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
 
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .pptPengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
Pengenalan Pendegahan ALERGI MAKANAN .ppt
 

Farmakokinetika Aminoglikosida

  • 2. ANTIBIOTIK AMINOGLIKOSIDA • Aminoglikosida adalah kelompok antibiotik bakterisida yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif. Pemakaian obat ini dapat dikombinasikan dengan antibiotik lainnya. • Aminoglikosida umumnya diberikan melalui infus intravena (IV) yang intermiten. • Mekanisme kerja golongan Aminoglikosida : beraksi dengan cara mengikat ke situs aminoasil 16S ribosom RNA dalam subunit ribosom 30S, yang menyebabkan salah pembacaan kode genetik dan penghambatan proses translasi. • Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan aminoglikosida yang paling sering ditentukan untuk pemberian sistemik: Amikacin, Gentamicin, Tobramycin. • Pemilihan dosis amnoglikosida bergantung pada obat yang digunakan (misalnya gentamisin vs amikasin), infeksi (misalnya letak infeksi dan organisme penyebab), fungsi ginjal, dan berat badan. • Dosis lazim untuk gentamisin dan tobramisin adalah 5-7 mg/kg/hari yang diberikan selama 30- 60 menit sebagai dosis tunggal harian, atau dosis terbagi setiap 8-12 jam • Dosis amikasin adalah 15-20 mg/kg/hari yamg diberikan selama 30-60 menit sebagai dosis tunggal harian atau dosis terbagi tiap 8-12 jam.
  • 3. • Pemerian : serbuk, putih sampai kuning gading. • Kelarutan : mudah larut dalam air, praktis tidak larut dalam etanol (95%) P, kloroform P, dan dalam eter P. • Khasiat : sebagai penggunaan Antibiotikum. • Dosis maksimum : sekali 250-500 mg dan sehari 500 mg -1,5 g • Keasaman - kebasaan pH larutan 4% b/v 3,5 sampai 5,5. • Gentamicin memiliki efek bakterisidal terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus sp) dan bakteri Gram-negatif (Citrobacter sp, Enterobacter sp, Escherichia coli, Klebsiella sp, Proteus sp, Serratia sp, Pseudomonas aeruginosa). C21H43N5O7 BM = 575,5954 KARAKTERISTIK GENTAMISIN
  • 4. • Konsentrasi plasma puncak untuk gentamisin dan tobramisin yang dihasilkan dari pendosisan dengan interval yang diperpanjang yaitu 5-7 mg/kg setiap 24 jam berada dalam kisaran 20-30 mg/L. Target konsentrasi puncak mencapai rasio terhadap KHM yang bernilai lebih besar dari 10 dan nilai ambang kerentanan 2 mg/L. Konsentrasi terendah (palung) diatur dibawah batas deteksi dengan tujuan menyediakan interval bebas obat, yang dapat mengurangi risiko nefrotoksisitas. KONSENTRASI DALAM PLASMA
  • 5. Cp Terapeutik • Konsentrasi plasma puncak setelah pemberian regimen ganda harian konvensional berada dalam kisaran 5-8 mg/L. Konsentrasi plasma puncak <2-4 mg/L kemungkinan tidak efektif. Pneumonia kemungkinan akan berhasil diobati bila konsentrasi plasma puncak 8 mg/L atau lebih. KONSENTRASI DALAM PLASMA
  • 6. Cp Toksik • Konsentrasi palung gentamisin >2 mg/L dapat di jumpai atau mengakibatkan toksisitas pada ginjal. Ototoksisitas dinyatakan dapat terjadi bila konsentrasi palung gentamisin dalam plasma melebihi 4 mg/L selama lebih dari 10 hari. Apabila konsentrasi palung dikalikan dengan jumlah hari terapi, risiko ototoksisitas meningkat bila hasil perkalian itu lebih dari 40 mg/hari/L. Ototoksisitas sering terjadi pada pasien yang telah mengalami gangguan fungsi ginjal atau yang telah mendapatkan dosis tinggi selama berjalannya pengobatan KONSENTRASI DALAM PLASMA
  • 7. KEY PARAMETER Waktu Paruh Volume Distribusi Area Under Curve Klirens / Bersihan
  • 8. KEY PARAMETER Bioavailibilitas • Antibiotik aminoglikosida merupakan senyawa yang sangat larut dalam air dan sukar larut dalam lipid. Akibatnya, obat- obat ini sukar diabsorpsi bila diberikan secara oral (F < 10%) dan harus diberikan secara parenteral untuk mengobati infeksi sistemik. Jumlah Ikatan Protein Plasma rendah (<10%) sementara yang tidak terikat sebesar kurang lebih 95% • Bioavailabilitas Aminoglikosida menjadi kurang lebih 100% jika disuntikkan secara intramuskular dan dapat diserap cepat dengan konsentrasi maksimal selama 1 jam setelah penyuntikkan kecuali pada kondisi hipotensi dan obesitas
  • 9. KEY PARAMETER Volume Distribusi • Volume distribusi golongan aminoglikosida diantaranya gentamisin yaitu 0,25 L/kg walaupun telah dilaporkan kisaran yang relatif luas yaitu 0,1-0,5 L/kg. • Aminoglikosida terdistribusi sangat buruk ke dalam jaringan adiposa, penggunaan berat badan tanpa lemak akan menghasilkan nilai perkiraan V yang lebih akurat pada pasien obes dibandingkan berat badan total (BBT).
  • 13. KEY PARAMETER VD Obesitas • Volume distribusi pada subjek obes dapat disesuaikan berdasarkan berat badan ideal (BBI) pasien ditambah pula 10 % dari kelebihan berat badan pasien tersebut. Mengestimasikan volume distribusi pada pasien obes beralasan karena banyak terdistribusi kedalam ruangan ekstraseluler dan volume cairan ekstraseluler pada jaringan adiposa sekitar 10 % berat adiposa versus 25 % yang merupakan rata-rata untuk semua jaringan lain. • Persamaan untuk memperkirakan volume distribusi (V) pada pasien obes : V Aminoglikosida (Pasien obes) = (0,25L/kg) (BBI) + 0,1 (BBT-BBI)
  • 14. KEY PARAMETER VD Anak • Pasien pediatrik berusia dibawah 5 tahun cenderung memiliki volume distribusi lebih tinggi, antara usia lahir dan 5 tahun, volume distribusi cenderung terus menurun dari nilai awal 0,5 L/kg sampai dengan nilai orang dewasa sebesar 0,25 L/kg.
  • 15. KEY PARAMETER VD Asites&Edema • Volume distribusi meningkat pada pasien asites, edema, atau yang mengalami pembesaran volume “ruang ketiga” lainnya. • Untuk memperkirakan peningkatan volume distribusi pada pasien edema adalah dengan cara menambahkan V sebesar 1 L untuk 1 kg penambahan berat badan. Ini didasarkan dengan asumsi volume distribusi sama dengan volume cairan ekstraseluler. Hal ini sesuai dengan ikatan protein plasma yang rendah dan melintasi membran dengan sangat buruk.
  • 16. KEY PARAMETER Klirens / Bersihan • Antibiotik golongan aminoglikosida dieliminasi hampir semuanya melalui rute ranal, karena klirens dan klirens kreatinin memiliki nilai yang mirip pada berbagai kondisi fungsi ginjal. • Estimasi klirens kreatinin yang tepat hanya dapat diperoleh apabila barat badan pasien menunjukkan rasio yang normal antara massa otot dan berat badan total (BBT) serta serum kreatinin berada pada keadaan tunak. • Faktor lain yang harus dipertimbangan ketika mengestimasikan klirens yaitu adalah klirens non-renal yaitu 0,0021 L/kg/jam atau 2,5 mL/menit/70 kg. • Klirens non-renal signifikan pada pasien dengan fungsi ginjal yang signifikan. Pada pasien anefrik fungsional yang menjalani hemodialisis secara intermitan nilai klirens nya adalah 0,0043 L/kg/jam (5 mL/menit/70 kg) menunjukkan klirens renal yang tersisa dan klirens non-renal.
  • 17. KEY PARAMETER Klirens / Bersihan 1.Klirens untuk Pria Clcr untuk pria (ml/menit) = 140 − 𝑈𝑠𝑖𝑎 (𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛) 72 (𝑆𝐶𝑟𝑠𝑠) 2. Klirens untuk wanita Clcr untuk wanita (ml/menit) = (0.85) 140 −𝑈𝑠𝑖𝑎 (𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛) 72 (𝑆𝐶𝑟𝑠𝑠)
  • 18. KEY PARAMETER Klirens / Bersihan • Klirens: • Fungsi Ginjal Normal = Sama dengan CrCl • Pasien Anefrik Fungsional = 0.0043 L/kg/jam • Pasien Anefrik Operasi = 0.0021 L/kg/jam • Hemodialisis = 1.8 L/jam
  • 19. KEY PARAMETER Waktu Paruh • Waktu paruh eliminasi aminoglikosida ditentukan oleh volume distribusi, dan klirens karena fungsi renal setiap orang berbeda. Secara Umum Aminoglikosida dieliminasi hampir sempurna (>90%). • Contoh untuk pria yang berusia 25 thn berat badan 70 kg dengan kreatinin serum 0,8 mg/dL dapat memiliki klirens aminoglikosida 100 mL/menit. jika volume distribusi pria ini 0,25 L/kg waktu paruh kira-kira 2 jam. • Sedangkan untuk pria yang berusia 75 thn dengan nilai V yang mirip memiliki serum kreatinin 1,4 mg/dL mungkin memiliki klirens aminoglikosida 35 mL/menit dan waktu paruhnya 6 jam. • t1/2: • Fungsi Ginjal Normal = 2-3 jam • Fungsi Anefrik Fungsional = 30-60 jam
  • 20. KEY PARAMETER Area Under Curve • Area Under Curve Obat = 70-100 mg x jam/L • Digunakan untuk pemberian aminoglikosida yang berkelanjutan (extended) • Amikasin kurang lebih tiga kali lebih tinggi nilai AUCnya daripada Gentamisin dan Tobramisin
  • 21. PERHITUNGAN FARMAKOKINETIK UNTUK AMINOGLIKOSIDA • Metode Farmakokinetik • Hull and Sarubbi Nomogram • Hartford Nomogram • Dosis Rekomendasi Literatur
  • 22. PERHITUNGAN FARMAKOKINETIKA KLINIK • Perhitungan Klirens Kreatinin • Perhitungan Konstanta Laju Eliminasi dan Waktu Paruh • Perkiraan Volume Distribusi • Menentukan Target Konsentrasi Tunak / Steady State • Perhitungan Interval Dosis dan Dosis Maintenance yang dibutuhkan • Jika diperlukan hitung loading dose
  • 23. STUDI KASUS 1 • Erdita berumur 26 tahun dengan berat badan 67 kg setelah diperiksa di laboratorium klinik, kreatinin serumnya 0,78 mg/dL. Dosis gentamisin awal sebesar 180 mg diberikan selama kurang lebih 45 menit dalam bentuk infus intravena. Hitunglah konsentrasi plasma gentamisin 1 jam setelah infus dimulai (setengah jam setelah infus selesai).
  • 24. 1. Diketahui : • Usia = 26 thn • BB = 67 kg • Clcr = 0,78 mg/dL • Vd = 0,25 L/kg atau 16,75 L/kg • Dosis gentamisin awal = 180 mg (selama 45 menit) Ditanyakan: Hitunglah konsentrasi plasma gentamisin 1 jam setelah infus dimulai?
  • 25. 1. Menghitung Cpuncak dalam Plasma Cpuncak= [(S)(F)(Dosis Muatan)]/[V] = (1)(1)(180) / (16,75 L) = 10,75 mg/L 2. Menghitung klirens kreatinin Clcr untuk wanita (ml/menit) = (0,85) x (140-usia)(BB) (72)(SCrss) = (0,85) x (140-26)(67) / (72)(0,78) = 115,6 ml/menit = 115.6 ml/menit x (60 menit / 1000 mL) = 6.94 L/jam
  • 26. 3. Menghitung Konstanta Laju Eliminasi dan Waktu Paruh K = Cl/Vd = 6.94 / (16,75 L) = 0.414 jam-1 t1/2 = 0.693 / K = 0.693 / 0.414 = 1.6739 jam 4. Menghitung Konsentrasi 1 jam pasca pemberian C1jamafter = [[(S)(F)(Dosis Muatan)]/[V]] x [e-kt] = 10,75 mg/L x 0.66 = 7.095 mg/L
  • 27. STUDI KASUS 2 • Dengan menggunakan klirens 5,62 L/jam, volume distribusi 17,5 L, konstanta laju eliminasi 0,346 jam-1, dan model infus singkat, hitunglah konsentrasi gentamisin yang diharapkan untuk Ny. Costa pada 1 jam setelah infus setengah jam dengan dosis 130 mg diberikan.
  • 28. Menghitung Konsentrasi yang diperlukan: Cgentamisin = [[(S)(F)(Dosis Muatan/tinfus)]/[Cl]] x [1-e-kt infus][e-kt] [[(1)(1)(130 mg / 0.5 jam)]/[5.62 L/jam]] x [1-e-0.346 x 0.5 jam][e-0.346 x 0.5 jam] = 46.2 mg/L x 0.16 x 0.84 = 6.2 mg/L
  • 29. STUDI KASUS 3 • Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun dengan berat badan 65 kg. Ia memiliki kreatinin serum sebesar 1,5 mg/dL dan telah mendapatkan Gentamisin sebanyak 100 mg dalam bentuk intravena intermitten setengah jam setiap 8 jam selama beberapa hari. Konsentrasi plasma puncak yang diperoleh 1 jam setelah infus diberikan adalah 6 mg/L, konsentrasi yang diperoleh sesaat sebelum suatu dosis diberikan adalah 2 mg/L. Estimasikan nilai konstanta laju eliminasi (K), klirens (Cl), dan volume distribusi (V)!
  • 30. 1. Menghitung Konstanta Laju Eliminasi K = Ln (C1/C2) / t = Ln (6.0/2.0) / 7 jam = 1.09 / 7 jam = 0.15 jam-1 2. Nilai Volume Distribusi Vd = [[(S)(F)(Dosis Muatan)/(Cpss)] x [e-kt] / x [1-e-kt] = [[(1)(1)(100 mg) / (6 mg/L)] x [e-0.15 x 1 jam] / [1-e-0.15 x 8 jam] = (16.6 L x 0.86) / 0.7 = 20.39 L
  • 31. 3. Menghitung Konsentrasi yang diperlukan: Cl = K/Vd = 0.15 jam / (20,3 L) = 3.04 L
  • 32. STUDI KASUS 4 • Jika Cp segera setelah pemberian Gentamisin lewat IV adalah 10 mg/L dan k eliminasi adalah 0,15 jam. Perkirakan berapa Cp saat waktu 8 jam. Diketahui: Cp segera setelah pemberian obat = Co = 10mg/L k = 0,15/jam Ditanya: Cp saat 8 jam? Jawab: log Cp = log Co – [( k x t / 2,303] = log 10 – [( 0,15 x 8 / 2,303] = 1 – 0,521 = 0,479 Cp = 3,01 mg/L
  • 33. STUDI KASUS 5 • 50-year-old patient, 70-kg (5 ft 10 in) male with gram-negative pneumonia. His current serum creatinine is 0.9 mg/dL, and it has been stable over the last 5 days since admission. A gentamicin dose of 170 mg every 8 hours was prescribed and expected to achieve steady-state peak and trough concentrations equal to 9 μg/mL and 1 μg/mL, respectively. After the third dose, steady-state peak and trough concentrations were measured and were 12 μg/mL and 1.4 μg/mL, respectively. Calculate a new gentamicin dose that would provide a steady-state peak of 9 μg/mL.
  • 34. 1. Estimate creatinine clearance. CrCl est = [(140 − age)BW] / (72 ⋅ SCr) = [(140 − 50 years)70 kg] / (72 ⋅ 0.9 mg/dL) = 97 mL/min 2. Estimate elimination rate constant (ke) and half-life (t1/2). ke = 0.00293(CrCl) + 0.014 = 0.00293(97 mL/min) + 0.014 = 0.298 h−1 t1/2 = 0.693 / ke = 0.693 / 0.298 h−1 = 2.3 h
  • 35. 3. Compute new dose to achieve desired serum concentration. Dnew = (Cssnew / Cssold) x Dold = (9 μg/mL / 12 μg/mL) x 170 mg = 128 mg rounded to 130 mg The new suggested dose would be 130 mg every 8 hours to be started at next scheduled dosing time. 4. Check steady-state trough concentration for new dosage regimen. Cssnew = (Dnew / Dold) x Cssold = (130 mg / 170 mg) 1.4 μg/mL = 1.1 μg/mL
  • 36. THANK YOU! MUHAMMAD DIDIT PRASODJO 3351191001