SlideShare a Scribd company logo
1
Estetika Humanisme
Ringkasan Pertemuan 1
Nama : Hendro Gunawan
NIM : 200401072103
Kelas : IT202
ESTETIKA HUMANISME
1. Deskripsi/Tujuan Pembelajaran Mata Kuliah
1. Mata kuliah ini memberikan pengantar dan pemahaman komprehensif mengenai Filsafat
Kemanusiaan Sebagai Sebuah Estetika Humanisme.
2. Estetika Humanisme menekankan pentingnya menciptakan suatu manajemen diri secara vertikal
maupun horizontal.
3. Mata kuliah ini memberikan gambaran mengenai dinamika individu dalam proses pengelolaan
dan manajemen diri melalui berbagai perspektif/pendekatan. Kolaboratif konprehensif pada 4
Dimensi Kehidupan yang dikaji secara teoritis berorientasi pada implentatif pengembangan
personality mahasiswa/mahasiswi.
2. Memanusiakan Manusia
Kalau secara asas teori filsafat, memanusiakan manusia adalah mengfungsi kan logika berfikir manusia
karena banyak manusia yang hidupnya sudah tidak rasional alias hidup dengan takhayul. Memfungsikan
logika berfikir adalah pertimbangan menhambil keputusan yang teoritis dan empiris. Yaitu
memampukan manusia hidup di alam yang dinamis tanpa menimbulkan kerusakan. Contoh konkret:
kalau manusia hidup di musim panas maka mereka beradaptasi untuk mempertahankan diri dari cuaca
panas, kekeringan , dll.
2
Gambar 1. Memanusiakan manusia berdasarkan akar filsafat
Gambar 2. Diagram Maslow
Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika, mengembangkan teori kebutuhan manusia yang dikenal
sebagai Hierarki Kebutuhan Maslow pada tahun 1943. Teori ini menjadi sangat populer dan menjadi
dasar dalam memahami motivasi manusia dan pembangunan diri.
3. Apa Itu Hierarki Kebutuhan Maslow?
3
Ada dua tokoh penting dalam teori belajar Humanistik yaitu Carl Rogers dan Abraham Maslow.
Keduanya mengembangkan teori ini di awal 1900-an sebagai respon dari teori belajar sebelumnya yaitu
behaviorisme dan kognitivisme.
Gambar 3. Teori humanistik menurut para ahli
Hierarki kebutuhan Maslow adalah sebuah teori yang menggambarkan hierarki kelima kebutuhan
manusia. Menurut maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan yang harus dipenuhi secara
berurutan agar dapat mencapai tingkat pengembangan diri yang lebih tinggi.Seperti pada gambar
diagram 1 dan gambar Diagram 2 di atas menunjukkan piramida hierarki kebutuhan Maslow. Dari bawah
ke atas, tingkatan kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk kelangsungan
hidup. Ini termasuk kebutuhan makanan, air, udara, tempat tinggal, tidur, pakaian, dan
reproduksi. Tanpa memenuhi kebutuhan ini, manusia tidak dapat bertahan hidup.
2. Kebutuhan Keamanan dan Perlindungan
Kebutuhan keamanan dan perlindungan meliputi perlindungan fisik, psikologis dan finansial.
Manusia ingin merasa aman dan terlindungi dari ancaman dan bahaya yang mungkin datang. Ini
termasuk kebutuhan akan pekerjaan yang stabil, perlindungan hukum, dan jaminan keuangan.
Sebagai contoh, manajemen dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi
para karyawan, memberikan akses ke asuransi kesehatan dan keamanan kerja, serta menyediakan
program pelatihan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan.
3. Kebutuhan Sosial
4
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, memiliki ikatan emosional
dengan orang lain, serta menjadi bagian dari suatu kelompok atau komunitas. Kebutuhan ini
meliputi kebutuhan akan persahabatan, keluarga, kasih sayang dan, keintiman. Dalam konteks
manajemen, penting bagi manajer untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif dan
mendukung, dimana karyawan merasa diterima dan dihargai sebagai anggota tim. Misalnya,
dengan mengadakan acara-acara sosial seperti pesta atau outing, menejemen dapat meningkatkan
rasa kebersamaan di antara karyawan.
4. Kebutuhan Penghargaan atau Pengakuan
Setelah ebutuhan sosial terpenuhi, manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai, diakui, dan
dihormati oleh orang lain. Kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan memainkan peran
penting dalam meningkatkan motivasi dan membangun kepercayaan diri. Dalam dunia
manajemen, menejer harus memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi untuk
mendorong kemampuan mereka dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan yang lebih
tinggi. Penghargaan bisa berupa pujian, apresiasi, peningkatan jabatan, atau bonus kinerja.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan aktualisasi diri merupakan tingkatan tertinggi dalam hierarki kebutuhan Maslow.
Pada tingkatan ini, manusia memiliki dorongan untuk mencapai potensi penuh mereka dan
menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Ini termasuk kesempatan untuk mengembangkan
bakat, belajar, dan tumbuh secara pribadi dan profesional. Dalam konteks manajemen,
perusahaan dapat memberikan peluang pengembangan diri seperti pelatihan lanjutan, program
mentoring, atau kesempatan untuk mengambil tangung jawab lebih besar. Ini akan membantu
karyawan mencapai potensi pribadi dan profesional mereka yang paling tinggi.
4. Keuntungan Dari Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen
Penerapan konsep hierarki kebutuhan Maslow dalam manajemen memiliki beberapa keuntungan yang
signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapakan teori ini:
1. Meningkatkan Motivasi Karyawan
Salah satu manfaat utama dari menerapkan hierarki kebutuhan Maslow dalam manajemen adalah
meningkatkan motivasi karyawan. Dengan memahami kebutuhan dasar karyawan dan
memastikan bahwa mereka terpenuhi, manajer dapat memotivasi mereka untuk bekerja dengan
lebih efektif dan produktif.
2. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan
Dengan memastikan bahwa kebutuhan dasar karyawan terpenuhi, manajemen dapat
meningkatkan kesejahteraan mereka. Karyawan yang merasa aman, dihargai, dan diakui akan
merasa lebih puas dalam pekerjaan pekerjaan mereka dan memiliki kualiotas hidup yang lebih
baik secara keseluruhan. Meningkatnya kesejahteraan karyawan akan berdampak positif pada
5
motivasi, kreatifitas, kehadiran , dan retensi mereka di perusahaan. Karyawan yang bhagia dan
puas dengan pekerjaan mereka cenderung lebih loyal dan berkomitmen untuk berkontribusi
secara maksimal.
3. Meningkatkan Hubungan Kerja
Penerapan hierarki kebutuhan Maslow juga dapat membantu meningkatkan hubungan kerja
antara manajemen dan karyawan. Dengan mengakui dan memenuhi kebutuhan karyawan,
manajer dapat membangunh hubungan yang lebih dekat dan kooperatif dengan tim mereka.
Karyawan yang merasa didengar, dihargai, dan didukung oleh manajer akan merasa lebih
nyaman dalam berkomunikasi dan berbagi ide mereka. Ini akan meningkatkan kolaborasi dan
memperkuat budaya kerja yang positif.
4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan merupakan faktor kunci kesuksesan bisnis. Dengan memprioritaskan
kebutuhan dan kesejahteraan karyawan, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang
positif dan produktif. Ini akan berdampak langsung pada kualitas produk atau layanan yang
diberikan kepada pelanggan. Karyawan yang bekerja dengan motivasi tinggi dan merasa puas
dalam pekerjaan mereka cenderung memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Meningkatnya kepuasan pelanggan akan berarti pengulanagn bisnis yang lebih tinggi, reputasi
yang baik, dan pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan.
5. Kekurangan Dari Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen
Meskipun penerapan hierarki kebutuhan Maslow memiliki banyak manfaat, ada juga beberapa
kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa kendala yang mungkin timbul:
1. Setiap Individu Unik
Setiap individu merupakan entitas unik dengan kebutuhan, nilai, dan motivasi yang berbeda.
Meskipun banyak orang memiliki kebutuhan yang mirip, tidak semua orang akan merasakan
kepuasan dan pencapaian diri yang sama pada tingkat tertentu dalam hierarki kebutuhan Maslow.
Manajer harus memahami perbedaan individu dan memastikan bahwa kebijakan dan praktek
manjemen mereka beradaptasi dengan kebutuhan karyawan secara individual. Melakukan
pendekatan satu ukuran untuk semua orang dapat menyebabkan ketidak puasan dan frustasi.
2. Salah Prioritas
Tidak semua orang mengalami kebutuhan dalam urutan yang sama seperti yang digambarkan
dalam hierarki kebutuhan Maslow. Beberapa orang mungkin memilih misi hidup yang berpusat
pada kebutuhan sosial atau aktualisasi diri sebelum memenuhi kebutuhan fisiologis atau
keamanan. Manajer harus mampu mengidentifikasi dan menghormati kebutuhan dan prioritas
individu. Mengabaikan kebutuhan tertentu atau memaksakan prioritas yang salah dapat
6
mengurangi motivasi dan kesejahteraan karyawan dan dapat memiliki dampak negatif pada
kinerja dan hubungan kerja.
3. Perubahan Kebutuhan
Kebutuhan manusia dapat berubah seiring waktu dan pengalaman. Seseorang mungkin mencapai
tingkat aktualisasi diri pada suatu titik dan kemudian menghadapi perubahan kebutuhan atau
tujuan hidup yang baru. Manajer harus siap untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan
karyawan dan melakukan pembaharuan dalam pendekatan manajemen mereka. Ini
mengharuskan manajer untuk selalu terhubung dengan karyawan dan memastikan bahwa mereka
merasa didengar dan didukung dalam mencapai kebutuhan dan tujuan baru mereka.
4. Dalam Situasi Krisis
Dalam situasi krisis atau keadaan darurat, hierarki kebutuhan Maslow mungkin harus
dikompromikan. Ketika orang berada dalam bahaya atau kemungkinan kehilangan nyawa atau
keamanan mereka, kebutuhan fisiologis dan keamanan mungkin menjadi prioritas utama. Dalam
situasi-situasi ini, manajer perlu berfokus pada memberikan bantuan darurat dan memastikan
keselamatan karyawan sebelum memenuhi kebutuhan lain dalam hierarki Maslow.
6. Cara Menerapkan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen
JikaAnda tertarik untuk menerapkan konsep hierarki kebutuhan Maslow dalam manajemen di organisasi
Anda, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:
1. Pahami Kebutuhan Karyawan Anda
Langkah pertama dalam menerapkan hierarki kebutuhan Maslow adalah memahami kebutuhan
karyawan Anda secara individu. Lakukan survei atau wawancara untuk mengetahui apa yang
dianggap penting oleh karyawan Anda dalam hal kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial,
penghargaan, dan aktualisasi diri. Memahami kebutuhan individu akan membantu Anda
merancang program dan kebijakan manajemen yang relevan dan efektif. Juga penting untuk terus
memonitor dan memperbaruhi pemahaman Anda tentang kebutuhan karyawan seiring dengan
perubahan yang terjadi dalam kehidupan dan karir mereka.
2. Perioritaskan dan Salurkan Sumber Daya
Setelah Anda memahami kebutuhan karyawan Anda, prioritas dan alokasikan sumber daya yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tentukan apa yang harus diprioritaskan dan
berikan perhatian khusus kepada kebutuhan dasar yang belum terpenuhi. Misalnya, jika Anda
menemukan bahwa karyawan Anda memiliki kebutuhan fisiologis yang tidak terpenuhi, seperti
makanan atau tempat tinggal yang layak, maka Anda harus membantu mereka dalam memenuhi
kebutuhan tersebut sebelum berfokus pada kebutuhan yang lebih tinggi dalam hierarki Maslow.
3. Ciptakan Lingkungan kerja yang Dukungan dan Memotivasi
7
Manajer memiliki peran penting dalam menciptakan lingkunagn kerja yang didukung dan
memotivasi. Pastikan anggota tim Anda merasa aman, dihargai, dan diakui di tempat kerja.
Berikan umpan balik positif secara teratur, pujian, dan pengakuan kepada karyawan yang
berkinerja tinggi. Tunjukkan minat dan perhatian Anda pada kebutuhan dan aspirasi mereka,
serta berikan kesempatan pengembangan diri dan pertumbuhan karir yang relevan.
4. Fasilitas Kolaborasi dan Hubungan Kerja yang Baik
Kerja sama dan hubungan kerja yang baik adalah kunci kesuksesan tim. Menggunakan
pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah
akan membantu meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan. Dorong komunikasi terbuka
dan transparan dan tantang karyawan untuk berkontribusi dengan ide-ide mereka sendiri. Buatlah
lingkungan di mana umpan balik dan konflik dapat diselesaikan secara konstruktif dan tidak
menjadi hambatan dalam hubungan kerja.
5. Berikan Peluang Pengembangan Diri
Selalu berusaha untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan diri
mereka sendiri. Identifikasi kebutuhan dan minat individu dan buatlah rencana pengembangan
pribadi dan profesional yang relevan. Ini dapat meliputi pelatihan lanjutan, mentorship,
partisipasi dalam proyek-proyek penting, dan peluang untuk mengambil tanggung jawab yang
lebih besar. Dengan memberi karyawan kesempatan untuk tumbuh, Anda akan memotivasi
mereka untuk mencapai potensi mereka yang paling tinggi dan membantu membangun tim yang
kompeten dan kuat.
6. Evaluasi dan Kore
7. Perspektif Belajar
Konsep teori belajar humanistik yaitu proses memanusiakan manusia, dimana seseorang individu
diharapkan dapat mengaktualisasikan diri artinya manusia dapat menggali kemampuannya sendiri untuk
diterapkan dalam lingkunagn. Proses belajar Humanistik memusatkan perhatian kepada diri peserta
didik sehingga menitik beratkan kepada kebebasan individu.
8
Gambar 4. Lima prinsip teori belajar humanistik
8. Dimensi Estetika Humanisme
• Emotional Inteligence
• Intelectual Inteligence
• Spiritual Inteligence
• Social Inteligence
9. Analisis Kasus
Robert Steven Kaplan dalam Havard Business Review
“ Banyak eksekutif muda yang mengagumkan, namun sedikit frustasi karena karir mereka yang
tersendat. Beberapa kasus lain, ada karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun, namun merasa bosan
karena hal yang dilakukan itu-itu saja. Karyawan tersebut pada suatu sisi ingin berhenti, tapi di sisi lain
tidak mau mengecewakan temannya yang menaruh harapan padanya”
“Bagaimana jika hal ini terjadi pada Anda, Apa yang anda rasakan??!”
Gambar 5. Robert Steven Kaplan
9
Gambar 6. Analisis kasus
10. Potensi Diri Manusia
Apakah penting mengenal potensi diri manusia?
Kemampuan atau kekuatan dalam diri yang masih tersembunyi dan belum teraktualisasi, namun masih
bisa dioptimalakan. Potensi diri Anda sebenarnya dapat ditinjau dan diukur menggunakan beberapa
sikap dan perilaku yang tercermin dalam diri Anda, seperti bagaimana Anda belajar dari kesalahan, cara
Anda bertanggung jawab, bersikap jujur, menerima masukan dari orang lain, dan ketangguhan Anda
dalam menghadapi permasalah.
11. Adversity Quotient
Kecerdasan dalam menghadapi tantangan kehidupan
Kemampuan seseorang dalam menggunakan kecerdasannya untuk mengarahkan, mengubah cara
berfikir dan tindakannya ketika menghadapi hambatan dan kesulitan yang bisa menyengsarakan dirinya.
12. Bagaimana Cara Mengembangkan Potensi Diri?
STEP 01
Proses refleksi diri agar kita dapat merenungi makna dan tujuan hidup kita sebagai manusia.
STEP 02
Kenali kekuatan dan kelemahan diri kita agar kita mudah menyusun strategi untuk mencapai tujuan
sesuai dengan karakter diri.
STEP 03
Bangun prinsip diri agar kita tidak mudah goyah dengan bermacam-macam faktor internal dan eksternal
yang mungkin menghambat langkah kita.
Mengembangkan Potensi Diri
10
▪ Fokus pada pengembangan diri yang sudah kita susun untuk masa depan.
▪ Maafkanlah segala masa lalu yang mungkin pernah menjadi penghalang kemurnian hati.
▪ Menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan rasional yang baik sehingga kita bisa
mengambil keputusan dengan tenang.
Gamabar 7. Mengembangkan potensi diri
13. Hakikat Manusia
Carl Rogers, adalah tokoh humanistik, berpendapat bahwa manusia itu memiliki dorongan untuk
mengarahkan dirinya ke tujuan positif, manusia itu rasional, tersosialisasikan, dan dalam beberapa hal
dapat menentukan nasibnya sendiri. Menurut Rogers, manusia pada hakikatnya dalam proses menyadari
menjadi (on becoming), tidak pernah berhenti, tidak pernah selesai atau sempurna. Jadi, pandangan
humanistik menolak pandangan Freud bahwa manusia pada dasamya tidak rasional, tidak
tersosialisasikan, dan tidak memiliki kontrol terhadap nasib dirinya (Suryabrata, 2005:247). Adler
(humanis) berpendapat bahwa manusia digerakkan oleh rasa tanggung jawab sosial dan kebutuhan untuk
mencapat sesuatu; bukan semata-mata untuk memuaskan dirinya. Individu melibatkan dirinya dalam
bentuk usaha untuk mewujudkan diri sendiri, dalam membantu orang lain, dan dalam membuat dunia
menjadi lebih baik untuk dihuni (Suryabrata, 2005:185)
11
Gambar 8. Hakikat manusia
Terus belajar seni berkehidupan agar menjadi manusia Humanistik…..
14. Landasan Filsafat Ilmu
Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima
secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal tentang filsafat. Filsafat dianggap sebagai
sikap atau kepercayaan yang ia miliki.
Gambar 9. Landasan Filsafat ilmu
15. Cabang Ilmu Filsafat
➢ Ontologi atau sering juga disebut metafisika
12
Ontologi atau metafisika adalah cabang filsafat yang mempertanyakan hakikat eksistensi, realitas, dan
sifat-sifat yang mendasari segala sesuatu. Ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti "Apakah
ada sesuatu?" dan "Apa esensi atau hakikatnya?". Dalam istilah yang lebih sederhana, ontologi mencoba
untuk memahami apa yang ada di dunia ini dan bagaimana hal itu ada.
Ontologi membahas tentang apa yang ada, bagaimana sesuatu yang ada berinteraksi, dan bagaimana kita
memahami eksistensi itu sendiri. Hal ini melibatkan pembedahan konsep-konsep seperti entitas,
eksistensi, objek, properti, relasi, dan perubahan.
Selama berabad-abad, ontologi telah menjadi subjek utama dalam berbagai tradisi filsafat, dari filsafat
Barat hingga filsafat Timur. Para filsuf telah mengembangkan berbagai teori dan pandangan ontologis
yang berbeda, termasuk materialisme, idealisme, realisme, nominalisme, dan banyak lagi. Setiap
pandangan ontologis menawarkan cara pandang unik tentang sifat-sifat fundamental dari realitas.
➢ Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat, asal, dan ruang lingkup pengetahuan. Lebih
khusus lagi, epistemologi mempertanyakan bagaimana kita tahu apa yang kita tahu, serta kriteria atau
metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan.
Beberapa pertanyaan kunci dalam epistemologi termasuk:
Apa sumber pengetahuan manusia?
Apa yang membedakan pengetahuan dari keyakinan atau opini?
Apakah ada batas-batas bagi apa yang dapat kita ketahui?
Bagaimana cara kita memvalidasi atau membenarkan pengetahuan?
Apakah ada cara untuk memastikan bahwa pengetahuan kita adalah benar atau tidak?
Bagaimana pengetahuan berkembang dari waktu ke waktu?
Epistemologi tidak hanya terbatas pada analisis konsep-konsep seperti kepercayaan, kebenaran,
keyakinan, dan justifikasi, tetapi juga mencakup pertimbangan metodologi ilmiah, seperti pengamatan,
eksperimen, logika deduktif, dan induktif.
Selama berabad-abad, epistemologi telah menjadi fokus perhatian dalam sejumlah besar diskusi filsafat,
terutama dalam upaya untuk memahami batas-batas pengetahuan manusia, bagaimana kita dapat
memperoleh pengetahuan yang dapat diandalkan, dan bagaimana kita dapat menilai klaim pengetahuan
yang berbeda.
➢ Aksiologi
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari nilai dan evaluasi. Ini berfokus pada pertanyaan-
pertanyaan tentang apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, indah atau jelek, serta bagaimana
kita memahami, mengukur, dan mendasarkan nilai-nilai tersebut.
Beberapa pertanyaan yang menjadi fokus dalam aksiologi termasuk:
Apa yang membuat sesuatu bernilai?
Bagaimana kita menilai dan membandingkan nilai-nilai?
Apakah nilai-nilai itu relatif atau ada nilai-nilai yang mutlak?
Apakah ada hierarki nilai?
Bagaimana nilai-nilai mempengaruhi tindakan dan keputusan manusia?
13
Apa hubungan antara nilai-nilai dan tujuan hidup manusia?
Aksiologi juga melibatkan studi tentang etika, estetika, dan filosofi politik. Ini mencakup pertimbangan
tentang moralitas, keindahan, keadilan, kebahagiaan, dan banyak lagi.
Selama sejarah filsafat, berbagai teori dan pendekatan telah dikembangkan dalam upaya untuk memahami
sifat nilai-nilai, termasuk realisme nilai, subyektivisme, relativisme, dan pluralisme nilai. Aksiologi
memainkan peran penting dalam membantu kita memahami dan mempertimbangkan implikasi nilai-nilai
dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat, dan kebijakan.
➢ Logika
Logika Merupakan cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang aturan-aturan berpikir agar dengan
aturan-aturan tersebut dapat diambil kesimpulan yang benar. Dengan kata lain logika adalah pengkajian
yang sistematis tentang aturan-aturan untuk menguatkan premis-premis atau sebab-sebab mengenai
konklusi aturan-aturan itu, sehingga dapat kita pakai untuk membedakan argumen yang baik dan yang
tidak baik.
16. Diskusi
FILSAFAT MANUSIA DAN AKAR HUMANISME YUNANI KLASIK
Orang-orang Yunani pada abad 6 SM (Sebelum Masehi) berusaha menyelami rahasia alam. Penjelasan
mitologis membuat mereka cenderung memiliki pandangan: ada kekuatan di luar manusia (yaitu dewa-
dewa). Maka corak pikirannya belum antroposentris. Penyelidikan terbesar bukan manusia, melainkan
kosmologi.
1. Pemikiran tentang filsafat manusia pra-Socrates, lebih ditekankan kepada kedudukan manusia di
dalam kosmos (sebagai mikrokosmos).
2. Baru pada masa Sokrates, pikiran tentang esensi manusia mulai ada. Perenungan filosofis Socrates
berpusat pada satu pertanyaan, yakni: apakah manusia itu?
SOCRATES
1. Socrates menggeser perbincangan filsafatnya dari kosmologi, melainkan ke manusia. Socrates
membawa filsafat ke ranah yang lebih metaphysis: ekstensi kodrati manusia.
2. Socrates menyusun kategorisasi yang teliti terhadap sifat-sifat dan kebijaksanaan manusia: kebaikan,
kejujuran, keadilan kesejahteraan, dll.
3. Socrates menawarkan cara pikir yang dialektis terhadap manusia: manusia dapat memahami dirinya
dan sesamanya melalui relasi intersubjective.
PLATO
Jiwa berasal dari dunia idea, maka bersifat kekal. Fungsi jiwa ada tiga:
(1) Bagian rasional, dihubungkan dengan kebijaksanaan;
(2) Bagian kehendak, dihubungkan dengan keberanian, kegagahan;
(3) Bagian keinginan atau nafsu, dihubungkan dengan pengendalian diri.
Konsep Manusia Utama dalam Filsafat Yunani Klasik
14
1. EUDAIMONIA (Tujuan hidup manusia, kebahagiaan sejati/well being, manusia ideal, selaras jiwa
badan.
2. ARETE (Keutamaan/kebajikan tertinggi manusia merupakan prasyarat dasar menuju Eudaimonia)
3. AKADEMIA (Plato) dan PAIDEIA (Kaum Sophis).
ARETE
Arete: keutamaan/kebijakan tertinggi manusia yang bersumber dari kebijakan moral. Arete merupakan
kombinasi antara moral yang unggul, keberanian, kesederhanaan, dan keadilan. Arete dapat dicapai
melalui olah jiwa, yang dikombinasikan dengan kemampuan rasio manusia, sehingga manusia dapat
mencapai kebahagiaan.
AKADEMIA
Didirikan Plato, 387 SM di Athena. Mengedepankan filsafat: visi tentang kebenaran, cinta terhadap
kebijaksanaan. Akademia bertujuan mendidik orang menjadi filsuf:
- Cerdas budi dan hati.
- Integrasi dari berbagai potensi diri secara utuh: intelektualitas, emosionalitas, moralitas, dan
spiritualitas.
KONTEKS
Terjadinya perang Persi (Antara Yunani Vs Persia) tahun 449 SM. Wilayah Yunani secara politik
terpecah-pecah. Konsep tentang Arete berubah, dari yang semula aristokrasi ( kekuasaan berada di
tangan kelompok kecil yang mendapatkan keistimewaan), ke cita-cita politik semua warga negara yang
cinta keadilan. Inilah yang menjadi benih demokrasi.
MEMAKNAI ULANG ARETE
Karena konsepsi tentang arete berubah, maka langkah untuk menuntun orang menuju arete juga berubah.
Perubahan diskursus. Logos, menurut Plato adalah akal budi, menurut Gorgias (tokoh Sophis) Logos
dimaknai sebagai pidato. Paideia diarahkan pada kepentingan politik atau panggung demokrasi.
PAIDEA
Didirikan kaum Sophis. Membingkai segala usaha manusia dalam mencapai EUDAIMONIA. Mulanya
mendidik orang menjadi orator. Tujuan Paideia: mendidik warga negara yang patuh pada kepentingan
negara/politik berkaitan dengan cita-cita demokrasi.
7 BIDANG PELAJARAN PAIDEIA
TRIVIUM (Pelajaran Dasar)
1. Tata Bahasa
2. Retorika
3. Logika
QUADRIVIUM (Pelajaran Lanjut/Atas)
1. Berhitung (Matematika)
15
2. Ilmu ukur (Geometri)
3. Astronomi
4. Musik
Filsafat Yunani Klasik memiliki peran penting dalam membentuk pemikiran tentang manusia dan
humanisme. Mari kita eksplorasi lebih lanjut:
1. Humanisme Yunani Klasik:
o Humanisme adalah aliran kefilsafatan yang menempatkan manusia sebagai subjek utama. Ini
berarti bahwa manusia memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya
serta memahami eksistensinya, kedudukannya, dan tanggung jawab dalam hidupnya 12
.
o Akar Humanisme Yunani Klasik terletak pada pemikiran para filsuf Yunani kuno seperti
Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Mereka mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan fundamental
tentang manusia, moralitas, dan keberadaan.
2. Konsep Humanisme Yunani Kuno:
o Sokrates: Fokus pada etika dan pengetahuan diri. Dia mengajarkan bahwa pengetahuan adalah
kunci untuk kebaikan dan bahwa manusia harus selalu mempertanyakan dan memahami dirinya
sendiri.
o Plato: Mengembangkan gagasan tentang bentuk-bentuk ideal (Idea) dan teori tentang jiwa. Dia
percaya bahwa manusia memiliki jiwa abadi yang menginginkan kebijaksanaan dan kebenaran.
o Aristoteles: Menekankan pada pengamatan empiris dan logika. Dia memahami manusia sebagai
makhluk rasional yang mencari kebahagiaan melalui pengetahuan dan tindakan yang baik.
3. Pentingnya Humanisme Yunani Klasik:
o Pemikiran ini membentuk dasar bagi pemikiran modern tentang martabat manusia, hak asasi
manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan.
o Humanisme Yunani Klasik mengajarkan kita untuk menghargai pengetahuan, etika, dan
kebijaksanaan sebagai bagian integral dari kehidupan manusia.
PEIDEIA adalah akar dari HUMANISME
Semoga ini memberikan gambaran singkat tentang Filsafat Manusia dan Akar Humanisme Yunani
Klasik!
Referensi
[1] Zenius. (2022, Februari 16). Teori Belajar Humanistik, Proses Memanusiakan Manusia – Zenius
untuk Guru. Diambil kembali dari Zenius: https://www.zenius.net/blog/teori-belajar-humanistik.
Diakses pada tanggal 06 April 2024.
[2] Suradan, D. (2023, Agustus 28). 1. JELASKAN HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW DAN
CONTOHNYA DALAM MANAJEMEN PERUSAHAAN. Diambil kembali dari Homecare24:
16
https://homecare24.id/1-jelaskan-hierarki-kebutuhan-maslow-dan-contohnya-dalam-manajemen-
perusahaan/. Diakses pada tanggal 06 April 2024.
[3] Rosanah, S. M. (2024, April 3). Estetika Humanisme. Diambil kembali dari Edlink UNSIA:
https://edlink.id/panel/classes/736136. Diakses pada tanggal 06 April 2024.
[4] Indonesia, SPADA.(06 April 2024). Hakikat Manusia .Diambil kembali dari
https://lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/547933/mod_resource/content/1/Pertemuan%20
1%20Hakikat%20Manusia.pdf. Diakses pada tanggal 06 April 2024.
Link Youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=IXaVk1glpPQ

More Related Content

Similar to Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf

Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...
Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...
Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...WidyaAyundaPutri
 
Motivasi dan kepuasan kerja
Motivasi dan kepuasan kerjaMotivasi dan kepuasan kerja
Motivasi dan kepuasan kerjaWarnet Raha
 
Motivasi kerja dalam organisasi
Motivasi kerja dalam organisasiMotivasi kerja dalam organisasi
Motivasi kerja dalam organisasiGondo Madden
 
Manajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMB
Manajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMBManajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMB
Manajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMBUniversitas Mercubuana Jakarta
 
Komunikasi Bisnis_Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi Bisnis_Komunikasi AntarpribadiKomunikasi Bisnis_Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi Bisnis_Komunikasi AntarpribadiAni Yuliani
 
21 career-planning-people-development
21 career-planning-people-development21 career-planning-people-development
21 career-planning-people-developmentLuthfy Pribadi
 
Motivasi dan Kepemimpinan
Motivasi dan KepemimpinanMotivasi dan Kepemimpinan
Motivasi dan KepemimpinanSatya Pranata
 
MANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTU
MANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTUMANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTU
MANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTUAbcdFghij1
 
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihanTeori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihanBun Faris
 
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihanTeori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihanBun Faris
 

Similar to Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf (20)

Motivasi Juga
Motivasi JugaMotivasi Juga
Motivasi Juga
 
Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...
Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...
Usaha, widya ayunda putri, hapzi ali, motivasi menjadi pengusaha sukses, univ...
 
Motivasi dan kepuasan kerja
Motivasi dan kepuasan kerjaMotivasi dan kepuasan kerja
Motivasi dan kepuasan kerja
 
12. motivasi
12. motivasi12. motivasi
12. motivasi
 
Motivasi kerja dalam organisasi
Motivasi kerja dalam organisasiMotivasi kerja dalam organisasi
Motivasi kerja dalam organisasi
 
Teori abraham maslow
Teori abraham maslowTeori abraham maslow
Teori abraham maslow
 
Manajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMB
Manajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMBManajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMB
Manajemen karir makalah (Psikologi Sumber Daya Manusia) - Risma & Aip - UMB
 
Motivasi
Motivasi Motivasi
Motivasi
 
Bab 8 motivasi_Novi Catur Muspita
Bab 8 motivasi_Novi Catur MuspitaBab 8 motivasi_Novi Catur Muspita
Bab 8 motivasi_Novi Catur Muspita
 
Komunikasi Bisnis_Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi Bisnis_Komunikasi AntarpribadiKomunikasi Bisnis_Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi Bisnis_Komunikasi Antarpribadi
 
21 career-planning-people-development
21 career-planning-people-development21 career-planning-people-development
21 career-planning-people-development
 
Motivasi dan Kepemimpinan
Motivasi dan KepemimpinanMotivasi dan Kepemimpinan
Motivasi dan Kepemimpinan
 
Mengintegrasikan teori
Mengintegrasikan teoriMengintegrasikan teori
Mengintegrasikan teori
 
Maslow's
Maslow'sMaslow's
Maslow's
 
Behavioral Management
Behavioral Management Behavioral Management
Behavioral Management
 
Pentaksiran holistik
Pentaksiran holistikPentaksiran holistik
Pentaksiran holistik
 
Pengantar manajemen
Pengantar manajemenPengantar manajemen
Pengantar manajemen
 
MANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTU
MANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTUMANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTU
MANAJEMEN PEMASARAN OLEH DIAH ISMI PANGESTU
 
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihanTeori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
 
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihanTeori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
Teori pembelajaran dan dinamika kelompok dalam pelatihan
 

More from HendroGunawan8

Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdfHendroGunawan8
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdfHendroGunawan8
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdfHendroGunawan8
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdfHendroGunawan8
 
Jaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdfJaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdfHendroGunawan8
 
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdfHendroGunawan8
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdfHendroGunawan8
 
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...HendroGunawan8
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdfHendroGunawan8
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdfHendroGunawan8
 
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdfHendroGunawan8
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdfHendroGunawan8
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdfHendroGunawan8
 
Estetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docx
Estetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docxEstetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docx
Estetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docxHendroGunawan8
 
Jaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdfJaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdfHendroGunawan8
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdfHendroGunawan8
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdfHendroGunawan8
 
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdfHendroGunawan8
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdfHendroGunawan8
 
Diskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdf
Diskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdfDiskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdf
Diskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdfHendroGunawan8
 

More from HendroGunawan8 (20)

Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-7.pdf
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-7.pdf
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-7.pdf
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-7.pdf
 
Jaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdfJaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Modul Pertemuan Ke-6.pdf
 
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-6.pdf
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-6 - Salin.pdf
 
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Diskusi PPT Si...
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Ke-6.pdf
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-6.pdf
 
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-5.pdf
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-5.pdf
 
Estetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docx
Estetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docxEstetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docx
Estetstika Humanisme_Hendro Gunawan_200401072103_IT-05.docx
 
Jaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdfJaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan Video Pertemuan Ke-4.pdf
 
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdfEstetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdf
Estetika Humanisme Diskusi Modul Part Ke-4 (DipulihkanOtomatis).pdf
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-4.pdf
 
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdfPengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdf
Pengolahan Citra Diskusi Pertemuan Ke-4.pdf
 
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdfDiskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdf
Diskusi Modul Sistem Pakar Sesi Ke-4.pdf
 
Diskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdf
Diskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdfDiskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdf
Diskusi PPT Sistem Pakar Sesi Ke-4 Simple Naïve Bayesian Classifier .pdf
 

Recently uploaded

Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024SABDA
 
KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG
KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANGKERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG
KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANGEviRohimah3
 
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)saritharamadhani03
 
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...Kanaidi ken
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?AdePutraTunggali
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKAMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKAAndiCoc
 
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)KhoirinShalihati
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfDianaRuswandari1
 
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMAgungJakaNugraha1
 
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docxRPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docxnurlathifah80
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxSriHandayaniLubisSpd
 
AKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
AKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJARAKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
AKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJARcakrasyid
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfSriHandayaniLubisSpd
 
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptxBUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptxDWIHANDOYOPUTRO2
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfSriHandayaniLubisSpd
 
PPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptx
PPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptxPPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptx
PPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptxKurnia Fajar
 
Bukti dukung E kinerja kepala sekolah.pdf
Bukti dukung E kinerja  kepala sekolah.pdfBukti dukung E kinerja  kepala sekolah.pdf
Bukti dukung E kinerja kepala sekolah.pdfZulkhaidirZulkhaidir
 
Materi BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk Kader
Materi BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk KaderMateri BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk Kader
Materi BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk KaderRemonHendra3
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 

Recently uploaded (20)

Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
 
KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG
KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANGKERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG
KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG
 
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
 
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKAMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA
 
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
 
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docxRPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
 
AKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
AKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJARAKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
AKSI NYATA PENYEBARAN PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptxBUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
 
PPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptx
PPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptxPPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptx
PPT Aksi Nyata Diseminasi Modul 1.4.pptx
 
Bukti dukung E kinerja kepala sekolah.pdf
Bukti dukung E kinerja  kepala sekolah.pdfBukti dukung E kinerja  kepala sekolah.pdf
Bukti dukung E kinerja kepala sekolah.pdf
 
Materi BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk Kader
Materi BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk KaderMateri BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk Kader
Materi BKR Bina Keluarga Remaja BKKBN Untuk Kader
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 1 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf

  • 1. 1 Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1 Nama : Hendro Gunawan NIM : 200401072103 Kelas : IT202 ESTETIKA HUMANISME 1. Deskripsi/Tujuan Pembelajaran Mata Kuliah 1. Mata kuliah ini memberikan pengantar dan pemahaman komprehensif mengenai Filsafat Kemanusiaan Sebagai Sebuah Estetika Humanisme. 2. Estetika Humanisme menekankan pentingnya menciptakan suatu manajemen diri secara vertikal maupun horizontal. 3. Mata kuliah ini memberikan gambaran mengenai dinamika individu dalam proses pengelolaan dan manajemen diri melalui berbagai perspektif/pendekatan. Kolaboratif konprehensif pada 4 Dimensi Kehidupan yang dikaji secara teoritis berorientasi pada implentatif pengembangan personality mahasiswa/mahasiswi. 2. Memanusiakan Manusia Kalau secara asas teori filsafat, memanusiakan manusia adalah mengfungsi kan logika berfikir manusia karena banyak manusia yang hidupnya sudah tidak rasional alias hidup dengan takhayul. Memfungsikan logika berfikir adalah pertimbangan menhambil keputusan yang teoritis dan empiris. Yaitu memampukan manusia hidup di alam yang dinamis tanpa menimbulkan kerusakan. Contoh konkret: kalau manusia hidup di musim panas maka mereka beradaptasi untuk mempertahankan diri dari cuaca panas, kekeringan , dll.
  • 2. 2 Gambar 1. Memanusiakan manusia berdasarkan akar filsafat Gambar 2. Diagram Maslow Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika, mengembangkan teori kebutuhan manusia yang dikenal sebagai Hierarki Kebutuhan Maslow pada tahun 1943. Teori ini menjadi sangat populer dan menjadi dasar dalam memahami motivasi manusia dan pembangunan diri. 3. Apa Itu Hierarki Kebutuhan Maslow?
  • 3. 3 Ada dua tokoh penting dalam teori belajar Humanistik yaitu Carl Rogers dan Abraham Maslow. Keduanya mengembangkan teori ini di awal 1900-an sebagai respon dari teori belajar sebelumnya yaitu behaviorisme dan kognitivisme. Gambar 3. Teori humanistik menurut para ahli Hierarki kebutuhan Maslow adalah sebuah teori yang menggambarkan hierarki kelima kebutuhan manusia. Menurut maslow, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan yang harus dipenuhi secara berurutan agar dapat mencapai tingkat pengembangan diri yang lebih tinggi.Seperti pada gambar diagram 1 dan gambar Diagram 2 di atas menunjukkan piramida hierarki kebutuhan Maslow. Dari bawah ke atas, tingkatan kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup. Ini termasuk kebutuhan makanan, air, udara, tempat tinggal, tidur, pakaian, dan reproduksi. Tanpa memenuhi kebutuhan ini, manusia tidak dapat bertahan hidup. 2. Kebutuhan Keamanan dan Perlindungan Kebutuhan keamanan dan perlindungan meliputi perlindungan fisik, psikologis dan finansial. Manusia ingin merasa aman dan terlindungi dari ancaman dan bahaya yang mungkin datang. Ini termasuk kebutuhan akan pekerjaan yang stabil, perlindungan hukum, dan jaminan keuangan. Sebagai contoh, manajemen dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi para karyawan, memberikan akses ke asuransi kesehatan dan keamanan kerja, serta menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan. 3. Kebutuhan Sosial
  • 4. 4 Kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk mencintai dan dicintai, memiliki ikatan emosional dengan orang lain, serta menjadi bagian dari suatu kelompok atau komunitas. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan persahabatan, keluarga, kasih sayang dan, keintiman. Dalam konteks manajemen, penting bagi manajer untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif dan mendukung, dimana karyawan merasa diterima dan dihargai sebagai anggota tim. Misalnya, dengan mengadakan acara-acara sosial seperti pesta atau outing, menejemen dapat meningkatkan rasa kebersamaan di antara karyawan. 4. Kebutuhan Penghargaan atau Pengakuan Setelah ebutuhan sosial terpenuhi, manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai, diakui, dan dihormati oleh orang lain. Kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi dan membangun kepercayaan diri. Dalam dunia manajemen, menejer harus memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi untuk mendorong kemampuan mereka dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Penghargaan bisa berupa pujian, apresiasi, peningkatan jabatan, atau bonus kinerja. 5. Kebutuhan Aktualisasi Diri Kebutuhan aktualisasi diri merupakan tingkatan tertinggi dalam hierarki kebutuhan Maslow. Pada tingkatan ini, manusia memiliki dorongan untuk mencapai potensi penuh mereka dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Ini termasuk kesempatan untuk mengembangkan bakat, belajar, dan tumbuh secara pribadi dan profesional. Dalam konteks manajemen, perusahaan dapat memberikan peluang pengembangan diri seperti pelatihan lanjutan, program mentoring, atau kesempatan untuk mengambil tangung jawab lebih besar. Ini akan membantu karyawan mencapai potensi pribadi dan profesional mereka yang paling tinggi. 4. Keuntungan Dari Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Penerapan konsep hierarki kebutuhan Maslow dalam manajemen memiliki beberapa keuntungan yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapakan teori ini: 1. Meningkatkan Motivasi Karyawan Salah satu manfaat utama dari menerapkan hierarki kebutuhan Maslow dalam manajemen adalah meningkatkan motivasi karyawan. Dengan memahami kebutuhan dasar karyawan dan memastikan bahwa mereka terpenuhi, manajer dapat memotivasi mereka untuk bekerja dengan lebih efektif dan produktif. 2. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan Dengan memastikan bahwa kebutuhan dasar karyawan terpenuhi, manajemen dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Karyawan yang merasa aman, dihargai, dan diakui akan merasa lebih puas dalam pekerjaan pekerjaan mereka dan memiliki kualiotas hidup yang lebih baik secara keseluruhan. Meningkatnya kesejahteraan karyawan akan berdampak positif pada
  • 5. 5 motivasi, kreatifitas, kehadiran , dan retensi mereka di perusahaan. Karyawan yang bhagia dan puas dengan pekerjaan mereka cenderung lebih loyal dan berkomitmen untuk berkontribusi secara maksimal. 3. Meningkatkan Hubungan Kerja Penerapan hierarki kebutuhan Maslow juga dapat membantu meningkatkan hubungan kerja antara manajemen dan karyawan. Dengan mengakui dan memenuhi kebutuhan karyawan, manajer dapat membangunh hubungan yang lebih dekat dan kooperatif dengan tim mereka. Karyawan yang merasa didengar, dihargai, dan didukung oleh manajer akan merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi dan berbagi ide mereka. Ini akan meningkatkan kolaborasi dan memperkuat budaya kerja yang positif. 4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Kepuasan pelanggan merupakan faktor kunci kesuksesan bisnis. Dengan memprioritaskan kebutuhan dan kesejahteraan karyawan, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Ini akan berdampak langsung pada kualitas produk atau layanan yang diberikan kepada pelanggan. Karyawan yang bekerja dengan motivasi tinggi dan merasa puas dalam pekerjaan mereka cenderung memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Meningkatnya kepuasan pelanggan akan berarti pengulanagn bisnis yang lebih tinggi, reputasi yang baik, dan pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan. 5. Kekurangan Dari Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Meskipun penerapan hierarki kebutuhan Maslow memiliki banyak manfaat, ada juga beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa kendala yang mungkin timbul: 1. Setiap Individu Unik Setiap individu merupakan entitas unik dengan kebutuhan, nilai, dan motivasi yang berbeda. Meskipun banyak orang memiliki kebutuhan yang mirip, tidak semua orang akan merasakan kepuasan dan pencapaian diri yang sama pada tingkat tertentu dalam hierarki kebutuhan Maslow. Manajer harus memahami perbedaan individu dan memastikan bahwa kebijakan dan praktek manjemen mereka beradaptasi dengan kebutuhan karyawan secara individual. Melakukan pendekatan satu ukuran untuk semua orang dapat menyebabkan ketidak puasan dan frustasi. 2. Salah Prioritas Tidak semua orang mengalami kebutuhan dalam urutan yang sama seperti yang digambarkan dalam hierarki kebutuhan Maslow. Beberapa orang mungkin memilih misi hidup yang berpusat pada kebutuhan sosial atau aktualisasi diri sebelum memenuhi kebutuhan fisiologis atau keamanan. Manajer harus mampu mengidentifikasi dan menghormati kebutuhan dan prioritas individu. Mengabaikan kebutuhan tertentu atau memaksakan prioritas yang salah dapat
  • 6. 6 mengurangi motivasi dan kesejahteraan karyawan dan dapat memiliki dampak negatif pada kinerja dan hubungan kerja. 3. Perubahan Kebutuhan Kebutuhan manusia dapat berubah seiring waktu dan pengalaman. Seseorang mungkin mencapai tingkat aktualisasi diri pada suatu titik dan kemudian menghadapi perubahan kebutuhan atau tujuan hidup yang baru. Manajer harus siap untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan karyawan dan melakukan pembaharuan dalam pendekatan manajemen mereka. Ini mengharuskan manajer untuk selalu terhubung dengan karyawan dan memastikan bahwa mereka merasa didengar dan didukung dalam mencapai kebutuhan dan tujuan baru mereka. 4. Dalam Situasi Krisis Dalam situasi krisis atau keadaan darurat, hierarki kebutuhan Maslow mungkin harus dikompromikan. Ketika orang berada dalam bahaya atau kemungkinan kehilangan nyawa atau keamanan mereka, kebutuhan fisiologis dan keamanan mungkin menjadi prioritas utama. Dalam situasi-situasi ini, manajer perlu berfokus pada memberikan bantuan darurat dan memastikan keselamatan karyawan sebelum memenuhi kebutuhan lain dalam hierarki Maslow. 6. Cara Menerapkan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen JikaAnda tertarik untuk menerapkan konsep hierarki kebutuhan Maslow dalam manajemen di organisasi Anda, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti: 1. Pahami Kebutuhan Karyawan Anda Langkah pertama dalam menerapkan hierarki kebutuhan Maslow adalah memahami kebutuhan karyawan Anda secara individu. Lakukan survei atau wawancara untuk mengetahui apa yang dianggap penting oleh karyawan Anda dalam hal kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Memahami kebutuhan individu akan membantu Anda merancang program dan kebijakan manajemen yang relevan dan efektif. Juga penting untuk terus memonitor dan memperbaruhi pemahaman Anda tentang kebutuhan karyawan seiring dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan dan karir mereka. 2. Perioritaskan dan Salurkan Sumber Daya Setelah Anda memahami kebutuhan karyawan Anda, prioritas dan alokasikan sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tentukan apa yang harus diprioritaskan dan berikan perhatian khusus kepada kebutuhan dasar yang belum terpenuhi. Misalnya, jika Anda menemukan bahwa karyawan Anda memiliki kebutuhan fisiologis yang tidak terpenuhi, seperti makanan atau tempat tinggal yang layak, maka Anda harus membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan tersebut sebelum berfokus pada kebutuhan yang lebih tinggi dalam hierarki Maslow. 3. Ciptakan Lingkungan kerja yang Dukungan dan Memotivasi
  • 7. 7 Manajer memiliki peran penting dalam menciptakan lingkunagn kerja yang didukung dan memotivasi. Pastikan anggota tim Anda merasa aman, dihargai, dan diakui di tempat kerja. Berikan umpan balik positif secara teratur, pujian, dan pengakuan kepada karyawan yang berkinerja tinggi. Tunjukkan minat dan perhatian Anda pada kebutuhan dan aspirasi mereka, serta berikan kesempatan pengembangan diri dan pertumbuhan karir yang relevan. 4. Fasilitas Kolaborasi dan Hubungan Kerja yang Baik Kerja sama dan hubungan kerja yang baik adalah kunci kesuksesan tim. Menggunakan pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah akan membantu meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan. Dorong komunikasi terbuka dan transparan dan tantang karyawan untuk berkontribusi dengan ide-ide mereka sendiri. Buatlah lingkungan di mana umpan balik dan konflik dapat diselesaikan secara konstruktif dan tidak menjadi hambatan dalam hubungan kerja. 5. Berikan Peluang Pengembangan Diri Selalu berusaha untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Identifikasi kebutuhan dan minat individu dan buatlah rencana pengembangan pribadi dan profesional yang relevan. Ini dapat meliputi pelatihan lanjutan, mentorship, partisipasi dalam proyek-proyek penting, dan peluang untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Dengan memberi karyawan kesempatan untuk tumbuh, Anda akan memotivasi mereka untuk mencapai potensi mereka yang paling tinggi dan membantu membangun tim yang kompeten dan kuat. 6. Evaluasi dan Kore 7. Perspektif Belajar Konsep teori belajar humanistik yaitu proses memanusiakan manusia, dimana seseorang individu diharapkan dapat mengaktualisasikan diri artinya manusia dapat menggali kemampuannya sendiri untuk diterapkan dalam lingkunagn. Proses belajar Humanistik memusatkan perhatian kepada diri peserta didik sehingga menitik beratkan kepada kebebasan individu.
  • 8. 8 Gambar 4. Lima prinsip teori belajar humanistik 8. Dimensi Estetika Humanisme • Emotional Inteligence • Intelectual Inteligence • Spiritual Inteligence • Social Inteligence 9. Analisis Kasus Robert Steven Kaplan dalam Havard Business Review “ Banyak eksekutif muda yang mengagumkan, namun sedikit frustasi karena karir mereka yang tersendat. Beberapa kasus lain, ada karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun, namun merasa bosan karena hal yang dilakukan itu-itu saja. Karyawan tersebut pada suatu sisi ingin berhenti, tapi di sisi lain tidak mau mengecewakan temannya yang menaruh harapan padanya” “Bagaimana jika hal ini terjadi pada Anda, Apa yang anda rasakan??!” Gambar 5. Robert Steven Kaplan
  • 9. 9 Gambar 6. Analisis kasus 10. Potensi Diri Manusia Apakah penting mengenal potensi diri manusia? Kemampuan atau kekuatan dalam diri yang masih tersembunyi dan belum teraktualisasi, namun masih bisa dioptimalakan. Potensi diri Anda sebenarnya dapat ditinjau dan diukur menggunakan beberapa sikap dan perilaku yang tercermin dalam diri Anda, seperti bagaimana Anda belajar dari kesalahan, cara Anda bertanggung jawab, bersikap jujur, menerima masukan dari orang lain, dan ketangguhan Anda dalam menghadapi permasalah. 11. Adversity Quotient Kecerdasan dalam menghadapi tantangan kehidupan Kemampuan seseorang dalam menggunakan kecerdasannya untuk mengarahkan, mengubah cara berfikir dan tindakannya ketika menghadapi hambatan dan kesulitan yang bisa menyengsarakan dirinya. 12. Bagaimana Cara Mengembangkan Potensi Diri? STEP 01 Proses refleksi diri agar kita dapat merenungi makna dan tujuan hidup kita sebagai manusia. STEP 02 Kenali kekuatan dan kelemahan diri kita agar kita mudah menyusun strategi untuk mencapai tujuan sesuai dengan karakter diri. STEP 03 Bangun prinsip diri agar kita tidak mudah goyah dengan bermacam-macam faktor internal dan eksternal yang mungkin menghambat langkah kita. Mengembangkan Potensi Diri
  • 10. 10 ▪ Fokus pada pengembangan diri yang sudah kita susun untuk masa depan. ▪ Maafkanlah segala masa lalu yang mungkin pernah menjadi penghalang kemurnian hati. ▪ Menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan rasional yang baik sehingga kita bisa mengambil keputusan dengan tenang. Gamabar 7. Mengembangkan potensi diri 13. Hakikat Manusia Carl Rogers, adalah tokoh humanistik, berpendapat bahwa manusia itu memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya ke tujuan positif, manusia itu rasional, tersosialisasikan, dan dalam beberapa hal dapat menentukan nasibnya sendiri. Menurut Rogers, manusia pada hakikatnya dalam proses menyadari menjadi (on becoming), tidak pernah berhenti, tidak pernah selesai atau sempurna. Jadi, pandangan humanistik menolak pandangan Freud bahwa manusia pada dasamya tidak rasional, tidak tersosialisasikan, dan tidak memiliki kontrol terhadap nasib dirinya (Suryabrata, 2005:247). Adler (humanis) berpendapat bahwa manusia digerakkan oleh rasa tanggung jawab sosial dan kebutuhan untuk mencapat sesuatu; bukan semata-mata untuk memuaskan dirinya. Individu melibatkan dirinya dalam bentuk usaha untuk mewujudkan diri sendiri, dalam membantu orang lain, dan dalam membuat dunia menjadi lebih baik untuk dihuni (Suryabrata, 2005:185)
  • 11. 11 Gambar 8. Hakikat manusia Terus belajar seni berkehidupan agar menjadi manusia Humanistik….. 14. Landasan Filsafat Ilmu Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal tentang filsafat. Filsafat dianggap sebagai sikap atau kepercayaan yang ia miliki. Gambar 9. Landasan Filsafat ilmu 15. Cabang Ilmu Filsafat ➢ Ontologi atau sering juga disebut metafisika
  • 12. 12 Ontologi atau metafisika adalah cabang filsafat yang mempertanyakan hakikat eksistensi, realitas, dan sifat-sifat yang mendasari segala sesuatu. Ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti "Apakah ada sesuatu?" dan "Apa esensi atau hakikatnya?". Dalam istilah yang lebih sederhana, ontologi mencoba untuk memahami apa yang ada di dunia ini dan bagaimana hal itu ada. Ontologi membahas tentang apa yang ada, bagaimana sesuatu yang ada berinteraksi, dan bagaimana kita memahami eksistensi itu sendiri. Hal ini melibatkan pembedahan konsep-konsep seperti entitas, eksistensi, objek, properti, relasi, dan perubahan. Selama berabad-abad, ontologi telah menjadi subjek utama dalam berbagai tradisi filsafat, dari filsafat Barat hingga filsafat Timur. Para filsuf telah mengembangkan berbagai teori dan pandangan ontologis yang berbeda, termasuk materialisme, idealisme, realisme, nominalisme, dan banyak lagi. Setiap pandangan ontologis menawarkan cara pandang unik tentang sifat-sifat fundamental dari realitas. ➢ Epistemologi Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat, asal, dan ruang lingkup pengetahuan. Lebih khusus lagi, epistemologi mempertanyakan bagaimana kita tahu apa yang kita tahu, serta kriteria atau metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Beberapa pertanyaan kunci dalam epistemologi termasuk: Apa sumber pengetahuan manusia? Apa yang membedakan pengetahuan dari keyakinan atau opini? Apakah ada batas-batas bagi apa yang dapat kita ketahui? Bagaimana cara kita memvalidasi atau membenarkan pengetahuan? Apakah ada cara untuk memastikan bahwa pengetahuan kita adalah benar atau tidak? Bagaimana pengetahuan berkembang dari waktu ke waktu? Epistemologi tidak hanya terbatas pada analisis konsep-konsep seperti kepercayaan, kebenaran, keyakinan, dan justifikasi, tetapi juga mencakup pertimbangan metodologi ilmiah, seperti pengamatan, eksperimen, logika deduktif, dan induktif. Selama berabad-abad, epistemologi telah menjadi fokus perhatian dalam sejumlah besar diskusi filsafat, terutama dalam upaya untuk memahami batas-batas pengetahuan manusia, bagaimana kita dapat memperoleh pengetahuan yang dapat diandalkan, dan bagaimana kita dapat menilai klaim pengetahuan yang berbeda. ➢ Aksiologi Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari nilai dan evaluasi. Ini berfokus pada pertanyaan- pertanyaan tentang apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, indah atau jelek, serta bagaimana kita memahami, mengukur, dan mendasarkan nilai-nilai tersebut. Beberapa pertanyaan yang menjadi fokus dalam aksiologi termasuk: Apa yang membuat sesuatu bernilai? Bagaimana kita menilai dan membandingkan nilai-nilai? Apakah nilai-nilai itu relatif atau ada nilai-nilai yang mutlak? Apakah ada hierarki nilai? Bagaimana nilai-nilai mempengaruhi tindakan dan keputusan manusia?
  • 13. 13 Apa hubungan antara nilai-nilai dan tujuan hidup manusia? Aksiologi juga melibatkan studi tentang etika, estetika, dan filosofi politik. Ini mencakup pertimbangan tentang moralitas, keindahan, keadilan, kebahagiaan, dan banyak lagi. Selama sejarah filsafat, berbagai teori dan pendekatan telah dikembangkan dalam upaya untuk memahami sifat nilai-nilai, termasuk realisme nilai, subyektivisme, relativisme, dan pluralisme nilai. Aksiologi memainkan peran penting dalam membantu kita memahami dan mempertimbangkan implikasi nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat, dan kebijakan. ➢ Logika Logika Merupakan cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang aturan-aturan berpikir agar dengan aturan-aturan tersebut dapat diambil kesimpulan yang benar. Dengan kata lain logika adalah pengkajian yang sistematis tentang aturan-aturan untuk menguatkan premis-premis atau sebab-sebab mengenai konklusi aturan-aturan itu, sehingga dapat kita pakai untuk membedakan argumen yang baik dan yang tidak baik. 16. Diskusi FILSAFAT MANUSIA DAN AKAR HUMANISME YUNANI KLASIK Orang-orang Yunani pada abad 6 SM (Sebelum Masehi) berusaha menyelami rahasia alam. Penjelasan mitologis membuat mereka cenderung memiliki pandangan: ada kekuatan di luar manusia (yaitu dewa- dewa). Maka corak pikirannya belum antroposentris. Penyelidikan terbesar bukan manusia, melainkan kosmologi. 1. Pemikiran tentang filsafat manusia pra-Socrates, lebih ditekankan kepada kedudukan manusia di dalam kosmos (sebagai mikrokosmos). 2. Baru pada masa Sokrates, pikiran tentang esensi manusia mulai ada. Perenungan filosofis Socrates berpusat pada satu pertanyaan, yakni: apakah manusia itu? SOCRATES 1. Socrates menggeser perbincangan filsafatnya dari kosmologi, melainkan ke manusia. Socrates membawa filsafat ke ranah yang lebih metaphysis: ekstensi kodrati manusia. 2. Socrates menyusun kategorisasi yang teliti terhadap sifat-sifat dan kebijaksanaan manusia: kebaikan, kejujuran, keadilan kesejahteraan, dll. 3. Socrates menawarkan cara pikir yang dialektis terhadap manusia: manusia dapat memahami dirinya dan sesamanya melalui relasi intersubjective. PLATO Jiwa berasal dari dunia idea, maka bersifat kekal. Fungsi jiwa ada tiga: (1) Bagian rasional, dihubungkan dengan kebijaksanaan; (2) Bagian kehendak, dihubungkan dengan keberanian, kegagahan; (3) Bagian keinginan atau nafsu, dihubungkan dengan pengendalian diri. Konsep Manusia Utama dalam Filsafat Yunani Klasik
  • 14. 14 1. EUDAIMONIA (Tujuan hidup manusia, kebahagiaan sejati/well being, manusia ideal, selaras jiwa badan. 2. ARETE (Keutamaan/kebajikan tertinggi manusia merupakan prasyarat dasar menuju Eudaimonia) 3. AKADEMIA (Plato) dan PAIDEIA (Kaum Sophis). ARETE Arete: keutamaan/kebijakan tertinggi manusia yang bersumber dari kebijakan moral. Arete merupakan kombinasi antara moral yang unggul, keberanian, kesederhanaan, dan keadilan. Arete dapat dicapai melalui olah jiwa, yang dikombinasikan dengan kemampuan rasio manusia, sehingga manusia dapat mencapai kebahagiaan. AKADEMIA Didirikan Plato, 387 SM di Athena. Mengedepankan filsafat: visi tentang kebenaran, cinta terhadap kebijaksanaan. Akademia bertujuan mendidik orang menjadi filsuf: - Cerdas budi dan hati. - Integrasi dari berbagai potensi diri secara utuh: intelektualitas, emosionalitas, moralitas, dan spiritualitas. KONTEKS Terjadinya perang Persi (Antara Yunani Vs Persia) tahun 449 SM. Wilayah Yunani secara politik terpecah-pecah. Konsep tentang Arete berubah, dari yang semula aristokrasi ( kekuasaan berada di tangan kelompok kecil yang mendapatkan keistimewaan), ke cita-cita politik semua warga negara yang cinta keadilan. Inilah yang menjadi benih demokrasi. MEMAKNAI ULANG ARETE Karena konsepsi tentang arete berubah, maka langkah untuk menuntun orang menuju arete juga berubah. Perubahan diskursus. Logos, menurut Plato adalah akal budi, menurut Gorgias (tokoh Sophis) Logos dimaknai sebagai pidato. Paideia diarahkan pada kepentingan politik atau panggung demokrasi. PAIDEA Didirikan kaum Sophis. Membingkai segala usaha manusia dalam mencapai EUDAIMONIA. Mulanya mendidik orang menjadi orator. Tujuan Paideia: mendidik warga negara yang patuh pada kepentingan negara/politik berkaitan dengan cita-cita demokrasi. 7 BIDANG PELAJARAN PAIDEIA TRIVIUM (Pelajaran Dasar) 1. Tata Bahasa 2. Retorika 3. Logika QUADRIVIUM (Pelajaran Lanjut/Atas) 1. Berhitung (Matematika)
  • 15. 15 2. Ilmu ukur (Geometri) 3. Astronomi 4. Musik Filsafat Yunani Klasik memiliki peran penting dalam membentuk pemikiran tentang manusia dan humanisme. Mari kita eksplorasi lebih lanjut: 1. Humanisme Yunani Klasik: o Humanisme adalah aliran kefilsafatan yang menempatkan manusia sebagai subjek utama. Ini berarti bahwa manusia memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya serta memahami eksistensinya, kedudukannya, dan tanggung jawab dalam hidupnya 12 . o Akar Humanisme Yunani Klasik terletak pada pemikiran para filsuf Yunani kuno seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Mereka mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang manusia, moralitas, dan keberadaan. 2. Konsep Humanisme Yunani Kuno: o Sokrates: Fokus pada etika dan pengetahuan diri. Dia mengajarkan bahwa pengetahuan adalah kunci untuk kebaikan dan bahwa manusia harus selalu mempertanyakan dan memahami dirinya sendiri. o Plato: Mengembangkan gagasan tentang bentuk-bentuk ideal (Idea) dan teori tentang jiwa. Dia percaya bahwa manusia memiliki jiwa abadi yang menginginkan kebijaksanaan dan kebenaran. o Aristoteles: Menekankan pada pengamatan empiris dan logika. Dia memahami manusia sebagai makhluk rasional yang mencari kebahagiaan melalui pengetahuan dan tindakan yang baik. 3. Pentingnya Humanisme Yunani Klasik: o Pemikiran ini membentuk dasar bagi pemikiran modern tentang martabat manusia, hak asasi manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan. o Humanisme Yunani Klasik mengajarkan kita untuk menghargai pengetahuan, etika, dan kebijaksanaan sebagai bagian integral dari kehidupan manusia. PEIDEIA adalah akar dari HUMANISME Semoga ini memberikan gambaran singkat tentang Filsafat Manusia dan Akar Humanisme Yunani Klasik! Referensi [1] Zenius. (2022, Februari 16). Teori Belajar Humanistik, Proses Memanusiakan Manusia – Zenius untuk Guru. Diambil kembali dari Zenius: https://www.zenius.net/blog/teori-belajar-humanistik. Diakses pada tanggal 06 April 2024. [2] Suradan, D. (2023, Agustus 28). 1. JELASKAN HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW DAN CONTOHNYA DALAM MANAJEMEN PERUSAHAAN. Diambil kembali dari Homecare24:
  • 16. 16 https://homecare24.id/1-jelaskan-hierarki-kebutuhan-maslow-dan-contohnya-dalam-manajemen- perusahaan/. Diakses pada tanggal 06 April 2024. [3] Rosanah, S. M. (2024, April 3). Estetika Humanisme. Diambil kembali dari Edlink UNSIA: https://edlink.id/panel/classes/736136. Diakses pada tanggal 06 April 2024. [4] Indonesia, SPADA.(06 April 2024). Hakikat Manusia .Diambil kembali dari https://lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/547933/mod_resource/content/1/Pertemuan%20 1%20Hakikat%20Manusia.pdf. Diakses pada tanggal 06 April 2024. Link Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=IXaVk1glpPQ