SlideShare a Scribd company logo
1 of 22
BERBAGAI PENGERTIAN KURIKULUM
                      Dikumpulkan Oleh : Sumarso, M.Pd.
                               (Dari Berbagai Sumber)


Judul : Kurikulum dan Pengajaran Tahun : 2008
Pengarang : Prof. Dr. S. Nasution, M. A. Halaman : 5
Penerbit : Bumi Aksara


1. Kurikulum : suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses berlajar mengajar di
   bawah bimbingan dan tanggunga jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf
   pengajarnya.
2. Kurikulum : adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah, jadi
   selain kegiatan kulikuler yang formal juga kegiatan yang tak formal.


Judul : Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah
Pengarang : Dr. h. Nana Sudjana Tahun : 2005
Penerbit : Sinar Baru Algensindo Halaman : 3,4,5,7,17


1. Kurikulum : niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program
   pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah.
2. Kurikulum adalah niat dan rencana, proses belajar mengajar adalah pelaksanaanya. Dalam
   proses tersebut ada dua subjek yang terlibat yakni guru dan siswa. Siswa adalah subjek
   yang dibina dan guru adalah dubjek yang membina.
3. Curriculum dalam bahasa Yunani kuno berasal dari kata Curir yang artinya pelari; dan
   Curere yang artinya tempat berpacu. Curriculum di artikan jarak yang harus di tempuh
   oleh pelari. Dari makna yang terkandung berdasarkan rumusan masalah tersebut
   kurikulum dalam pendidikan di artikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus
   ditempuh atau disekesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah.
4. Kurikulum adalah program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematis dan logis, di
   berikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program belajar,
   kurikulum adalah niat, rencana atau harapan.
5. Kurikulum adalah hasil belajar yang diniati atau intended learning out comes.
6. Kurikulum adalah program dan pengalaman belajar serta hasil-hasil belajar yang di
   harapkan yang diformulasikan melalui pengetahuan dan kegiatan yang tersusun secara
   sistematis, di berikan kepasa siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu
   pertumbuhan atau perkembangan pribadi dan kompetensi sosial anak didik.
7. Kurikulum adalah rencana atau program belajar dan pengajaran adalah pelaksanaan atau
   operasionalisasi dari rencana atau program.
8. Kurukulum adalah alat atau saran untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses
   pengajaran.
9. Kurikulum adalah sesuatu yang diinginkan atau dicita-citakan untuk anak didik. Artinya,
   hasil belajar yang diinginkan yang diniati agar dimiliki anak.


Judul :Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek Tahun : 2005
Pengarang : Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata Halaman : 4,5,6
Penerbit : PT Remaja Rosdakarya, Bandung


1. (Ronald. C. Doll, 1974, Hal 22) The commonly accepted definition of the curriculum has
   changed from content of course of study and list of subject and courses to all the experience
   which are offered to learnes unders the auspises or direction of the school.
2. (Johnson, 1967, hal 130) Kurikulum….a structured series of itended learning out comes.
3. Kurikulum (curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan
   dalam proses kegiatan belajar mengajar.
4. (Beauchamp, 1968, hal 6) A curriculum is a written document which may contain many
   ingredients, but basically it is the plant for education of pupils during their enrollment in
   given school. Beauchamp lebih memberikan tekanan behwa kurikulum adalah siatu
   rencana pendidikan atau pengajaran.
5. Caswel dan Chambell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935),
   kurikulum….to be composed of all experience children have a under the guidance of
   teacher.
6. Zais menjelaskan bahwa kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis begi
   pengajaran, melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas, yang memberi
   pedoman dan mengatur lingnkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas.
7. Menurut Robert S. Zais (1976, hal 3), kurikulum sebagai bidang studi mencakup :1. The
   range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure), and 2. The
   procedures of inkiuri and practice it follows (the syntactical structure).
8. Menurut George A. Beaucham (1976 hal 58-59), kurikulum sebagai bidang studi
   membentuk suatu teori yaitu teori kurikulum. Selain sebagai bidang studi kurikulum juga
   sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan
   bagian dari sistem persekolahan.


Judul : Seri Standar Nasional Pendidikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Dasar Pemahaman dan Pengembangan
Pengarang : Mashur Muslich Tahun : 2008
Penerbit : Bumi Aksara Halaman : 1


UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidika Nasional Pasal 1 ayat 19
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, tambahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.


Judul :Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi
Pengarang : Dr. Wina Sanjaya, M. Pd.
Tahun : 2005
Halaman : 2-5


1. Pengertian kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran dapat ditemukan dari definisi yang
   dikemukakan oleh Robert M. Hutchins (1936) yang menyatakan :
   The curriculum should include grammar, reading, the toric and logic, and mathematic and
   addition at the secondary level introduce the great books of the western world.
2. Pengertian kurikulum sebagai pengalaman belajar mengandung makna bahwa kurikulum
   adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik diluar maupun di dalam sekolah asal
   kegiatan tersebut berasa di bawah tanggung jawab guru (sekolah).
3. Dorris Lee dan Murray Lee (1940), menyatakan kurikulum sebagai : Those experience of the
   child which the school in any way utilizes or attepts to influence.
4. H.H. Giles S. P, Mc Chutcen dan A. N Zechiel: The curriculum…The total experience with
   which the school deals in educating young people.
5. Romine (tokoh pendidikan) 1945 :
   Curriculum interpreted to mean all of the organized courses, activities and experience
   which pupils have under direction of school wether in the class room or not.
6. Saylor and Alexander (1956) : The curriculum is the sum total of schools efforts to influence
   learning, wheter in class room, on the playground, or out of school.
7. Kurikulum sebagai rencana atau program belajar, Hilda Taba (1962) : A curriculum is a plan
   for learning therefore, whai is know about the learning process and the development of the
   individual has bearing on the shaping of the curriculum.
8. Donald E. Orlasky, Othanel Smith (1978) dan Peter F. Olivva (1982) kurikulum pada
   dasarnya adalah sebuah perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan
   sekolah.


Judul : Dasar- Dasar Kurikulum Bahasa
Pengarang : Prof.Dr. Henry Guntu Tarigan
Tahun : 1992
Halaman : 3


Kurikulum adalah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling penting dalam konteks
PBM.


Judul : Curriculum Development and Instructional Planning
Pengarang : Dr. H.Larry Winecoff
Tahun : 1988
Halaman : 1
1. The Curriculum is generally defined as a plan developed to facilitate the teaching / learning
    procces under the direction and guidance of a school, college or university and its staf
    member.
2. Curriculum includes all of the planed activities and events which take place under the
    auspicies of and educational institution both formal and informal




Judul : Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran
Pengarang : Drs. Cece Wijaya,dkk
Tahun : 1988
Halaman : 24


Kurikulum dalam arti luas yaitu meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah.


Judul : Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum
Pengarang : Prof. Drs. H. Darkir
Tahun : 2004
Halaman : 1, 2, 4, 5, 6


1. Kurikulum adalah alat untuk mencapai pendidikan.
2. Kurikulum adalah program pendidikan bukan program pengajaran, yaitu program yang
    direncanakan, diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan
    pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu,sekarang maupun yang akan
    datang.
3. Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan
    pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas
    dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi
    tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapi tujuan pendidikan.
4. William B. Ragam : Kurikulum adalah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung
   jawab sekolah.
5. Robert S. Flaming : Kurikulum pada sekolah modern dapat didefinisikan sebagai seluruh
   pengalaman belajar anak yang menjadi tanggung jawab sekolah.
6. David Praff : Kurikulum adalah seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat
   pelatihan.
7. Donald F.Gay (1960)dalam Asnah Said, menggunakan beberapa perumusan kurikulum
   sebagai berikut:
   a. Kurikulum terdiri atas sejumlah bahan pelajaran yang secara logis.
   b. Kurikulum terdiri atas pengalaman belajar yang direncanakan untuk membawa
       perubahan perilaku anak.
   c. Kurikulum merupakan desain kelompok social untuk menjadi pengalaman belajar anak
       di sekolah.
   d. Kurikulum terdiri atas semua pengalaman anak yang mereka lakukan dan rasakan di
       bawah bimbingan belajar.
8. Nengly and Evaras (1976) : Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan yang
   dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada
   kemampuan siswa yang paling baik.
9. Inlow (1966) : Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja.
   Kurikulum menggambarkan (atau paling tidak mengantisipasi) dari hasil pengajaran.
10. Saylor (1958) : Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi proses
   belajar mengajar baik langsung di kelas tempat bermain, atau di luar sekolah.


Judul : Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan
Sukses dalam Sertifikasi Guru
Pengarang :Kunandar, S. Pd, M. Si, dalam 2007
Penerbit: PT. Raga Grafindo Persada Hal : 122-123


Dalam kamus Webster tahun 1955 : Kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran di sekolah
atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus di tempatkan untuk mencapai suatu ijasah.
Judul : Asas-Asas Kurikulum.
Penerbit : Bumi Aksara
Pengarang : Prof. Dr. S. Nasution, M. A Halaman : 4,5,6,7,8


Beberapa definisi kurikulum dari beberapa ahli:
1. J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better
     Teaching on Learning (1956), menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut” The curriculum
     is the sum totals of schools efforts to influence learning, whether in the class room, on the
     play ground, or out of school. Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar,
     apakah dalam ruang kelas, di halaman sekolah, atau di luar sekolah termasuk kurikulum.
     Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra kulikuler.
2.   Harold B. Albertycs, dalam Reorganizing the High School Curriculum (1965) memandang
     kurikulum sebagai ” all of the activities that are provided for student by the school”.
3. B. Othanel smith, W. O. Stanley dan J. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai ” a
     asequence of potential experiences set up in the school for the purpose of displlning
     children and yoyuth in group ways of thinking and acting”.
4. William B. Ragan, dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966), menjelaskan arti
     kurikulum sebagai berikut : The tendency in recent decades has been to use the term in a
     broader sense to refer to the whole life and program of the school. The term is used…to
     include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. It denotes
     the results of efferots on the part of the adults of the children the finest, most whole some
     influences that exist in the culture.
5. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku school improvement. Menurut mereka
     dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid
     dan seluruh program, perubahan tanaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervise
     dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu, jumlah ruangan serta
     kemingkinan memilih mata pelajaran.
6. Alice Miel, dalam bukunya Changing the curriculum: a social process (1946), Ia
     mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung, suasana sekolah,
     keinginan, keyakinanpengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah,
     yakni anak didik, masyarakat, para pendidik dan personalia.
7. Edward A. Krug dalam The secondary school curriculum (1960) menunjukkan pendirian
   yang terbatas tapi realitas tentang kurikulum. Definisinya adalah ” A curriculum consists of
   the means used to achieve or carry out given purpose of schooling
8. Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang
   secara potensial dapat di berikan pada anak.
9. Dalam kamus Webster (1955) kurikulum diberi arti : a. a course esp. a specified fixed as in a
   school or college. As one leading to a degree. b. The whole body of course offered in ad
   educational institution or department there of, the usual sense. Disini kurukulum khusus
   digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah
   atau mata kuluah di perguruan tunggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah
   atau tingkat.
Sumber: Makalah Masalah Pengembangan Konsep Kurikulum oleh Rachmayanti Tihan Tahun
2007
1. Kurikulum sebagai salah satu bentuk perubahan untuk memperbaiki proses pendidikan
   sehingga tercipta suatu efektifitas sekolah dimana ada suatu kombinasi antara apa yang
   telah dihasilkan sekolah (school output) dan apa yang telah dimasukkan ke dalam sekolah
   (school input).
2. Kurikulum itu dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang direncanakan
   sebagai panduan guru untuk mengajar dan sisiwa untuk belajar.
3. Kurikulum merupakan tujuan dari pada hasil pembelajaran untuk menciptakan interaksi
   siswa yang diharapkan.
4. Kurikulum adalah urutan pengalaman yang ditetapkan oleh sekolah untuk mendisiplinkan
   cara berfikir dan bertindak (Valiga, T & Magel, C.)
5. Kurikulum secara pribadi adalah suatu jadwal dimana tidak mencakup semua pelajaran
   yang menyangkut teori maupun praktek yang dibuat oleh lembaga pendidikan untuk
   diterapkan oleh peserta didik selama mengikuti proses pendidikan tertentu sehingga dapat
   memperlancar pencapaian tujuan pengajaran.
6. Kurikulum dapat dipandang sebagai produk dimana hal ini menunjukkan suatu dokumen
   hasil perencanaan, pengembangan dan konstruksi kurikulum. Konsep yang dominant
   adalah mengenai kurikulum sebagai bahan yang diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh
   murid.
7. Kurikulum sebagai program meliputi peristiwa di sekolah yang direncanakan untuk
    mencapai tujuan pendidikan.
8. Kurikulum sebagai kegiatan belajar sehingga tidak hanya mementingkan bahan tapi juga
    mementingkan proses belajar. Hal ini meliputi ketrampilan, pengetahuan, sikap terhadap
    belajar dan mementingkan hasil.
9. Kurikulum sebagai pengalaman
10. Kurikulum merupakan langkah untuk menerjemahkan bahan yang tercantum didalamnya
    sehingga dibutuhkan suatu strategi mengajar yang meliputi metode, prosedur, dan teknik
    yang digunakan guru untuk mencapai suatu tujuan.
11. Kurikulum yaitu serangkaian interaksi global yang menyediakan bahan dasar untuk
    mengajar yang bersifat khusus.
12. Kurikulum adalah suatu bagian dari manajemen pendidikan.


Sumber: www.bsn.or.id/SNI


Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan
tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi. (Badan
Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan
Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan).[1]


Sumber: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/08/pengertian-kurikulum/


Dalam pandangan klasik, lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran
di suatu sekolah atau pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah.
George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : ” A Curriculun is a written document which
may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their
enrollment in given school”.
Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman
atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan oleh Caswel
dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum yaitu to be composed of all the
experiences children have under the guidance of teachers. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C.
Doll (1974) yang mengatakan bahwa : ” …the curriculum has changed from content of courses study
and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or
direction of school.
Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat
dimensi, yaitu:
1.   kurikulum sebagai suatu ide; yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian, khususnya
     dalam bidang kurikulum dan pendidikan.
2.   kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai
     suatu ide; yang didalamnya memuat tentang tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu.
3.   kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai
     suatu rencana tertulis; dalam bentuk praktek pembelajaran.
4.   kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai
     suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan
     perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik.
Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : (1) kurikulum sebagai
ide; (2) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan
dalam melaksanakan kurikulum; (3) kurikulum menurut persepsi pengajar; (4) kurikulum
operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas; (5) kurikulum
experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan (6) kurikulum yang diperoleh
dari penerapan kurikulum.


Sumber:        http://zulharman79.wordpress.com/2007/08/04/evaluasi-kurikulum-pengertian-
kepentingan-dan-masalah-yang-dihadapi/


Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional);
Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang
digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran (Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di
bidang Kesehatan.).
Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi
maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi (Pasal 1 Butir
6 Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan
Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa);
Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran
(out- comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara
terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk
mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan
dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat
tercapai.
Menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam
praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum
semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan
tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi
pendidikan.


Sumber: http://destalyana.blogspot.com/2007/09/beberapa-pengertian-kurikulum.html
Beberapa pengertian kurikulum,
www.ppk.kpm.my/definasi.htm
Kurikulum yaitu : ” Suatu program pendidikan yang termasuk kurikulum dan kegiatan
kokurikulum yang merangkumi semua pengetahuan, kemahiran, norma, nilai, unsure
kebudayaan dan kepercayaan untuk membantu perkembangan seseorang murid dengan
sepenuhnya dari segi jasmani, rohani, mental dan emosi serta untuk menanam dan
mempertingkatkan nilai moral yang diingini dan untuk menyampaikan pengetahuan”
Akta Pendidikan 1996 [Peraturan-peraturan (Kurikulum Kebangsaan) Pendidikan 1997]


www.kopertis4.or.id
Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi
maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.
(Pasal 1 Butir 6 Kepmendiknas No.232/U/2000 tentang Pedoman PenyusunanKurikulum Pendidikan
Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa)


www.ciast.gov.my/backup/malay


Curriculum as, ‘All the learning which is planned andguided by the school, whether it is carried
on ingroups or individually, inside or outside the school.
ways of approaching curriculum theory and practice:
1. Curriculum as a body of knowledge to be transmitted.
2. Curriculum as an attempt to achieve certain ends in students - product.
3. Curriculum as process.
(quoted in Kelly 1983: 10; see also, Kelly 1999)


www.mail-archive.com/ppi@freelists.org/msg29777.html


Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis
pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk; (2) kurikulum sebagai program; (3)
kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi
peserta didik.
(Beane dkk 1986)


www.karyanet.com.my/knet/ebook


‘’Kurikulum’’ dalam bahasa Latin mempunyai kata akar ‘curere’. Kata ini bermaksud ‘laluan’
atau ‘jejak’. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah ‘jurusan’ seperti dalam rangkai kata
jurusan peperangan’. Perkataan’kurikulum’ dalam bahasa Inggris mengandungi pengertian
‘jelmaan’ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna
bahawa perkataan kurikuluin’ ialah ‘laluan dan satu peringkat ke satu peningkat’. Perluasan
makna ini memberikan pengertian ‘kurikulum’ dalam perbendaharaan kata pendidikan bahasa
Inggeris sebagai jurusan pengajian yang diikuti di sekolah.
(Kliebard, 1982)


www.kopertis4.or.id


Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out comes) yang
diharapkan dari suatu pembelajaran.Perencanaan tersebut disusun secara terstrukturuntuk
suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan
strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar
sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
(Grayson 197)


www.kopertis4.or.id


Kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa
latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang,
sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk
seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.
(Harsono 2005)


www.hotnickname.blogspot.com


Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang
digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran
(Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan)


www.bsn.or.id/SNI


Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan
tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi
(Badan Standardisasi Nasional SNI 19-7057-2004 tentang
Kurikulum pelatihan hiperkes dan keselamatankerja bagi dokter perusahaan)


www.metos2004.250free.com/curriculum/kurikulum.htm


Kurikulum dapat diartikan sebagai pengajian di sekolah dengan mengambil kira kandungan
dari masa lampau hingga masa kini. Pembentukan kurikulum menekankan kepetingn dan
keperluan masyarakat. (John Dewey 1902;5 dalam bukunya ‘The Child and The Curriculum’)




www.destalyana.blogspot.com


Kurikulum dapat diartikan keseluruhan pengalaman, yang tak terarah dan terarah, terumpu
kepada perkembangan kebolehan individu atau satu siri latihan pengalaman langsung secara
sedar digunakan oleh sekolah untuk melengkap dan menyempurnakan pendedahannya.
Konsep beliau menekankan kepada pemupukan perkembangan individu melalui segala
pengalaman termasuk pengalaman yang dirancangkan oleh sekolah. (Frank Bobbit 1918, dalam
buku ‘The Curriculum’)


www.depdiknas.go.id/jurnal


Kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh
siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis
yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah. (Hilda Taba ;1962 dalam bukunya
“Curriculum Development Theory and Practice)


www.depdiknas.go.id/jurnal/35
Menurut Hasan Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi. Pada posisi pertama
berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. Dengan
demikian, pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana.
Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Terdapatnya posisi
pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan.
S. H. Hasan (1992)


Sumber: http://www.sabda.org/pepak/pustaka/020077/


Secara tradisional, “kurikulum” biasa dimengerti sebagai serangkaian program yang berisi
rencana-rencana pelajaran yang telah disusun sedemikian rupa yang dapat dipakai secara
langsung oleh guru untuk mengajar.
Dalam arti kontemporer “kurikulum” diartikan secara lebih luas, karena kurikulum tidak lagi
menekankan pada daftar isi materi rencana pelajaran yang memiliki topik-topik yang telah
disusun, tapi lebih menekankan kepada pengalaman-pengalaman proses belajar mengajar yang
dapat diberikan kepada para murid dalam konteks dimana murid-murid berada.
Dalam konteks pelayanan anak Kristen “kurikulum” dimengerti sebagai program pengajaran
lengkap untuk anak-anak yang di dalamnya mencakup daftar subyek/topik pengajaran dalam
Alkitab yang telah diintegrasikan dengan pengalaman-pengalaman untuk disesuaikan dengan
konteks gereja setempat yang berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab dan yang berpusat pada
Kristus serta dipimpin oleh Roh Kudus untuk tujuan pertumbuhan rohani murid (anak didik).


Sumber: http://maydina.multiply.com/journal/item/551/Apa_itu_kurikulum


M. Skilbeck (1984): The learning experiences of students, in so far as they are expressed or anticipated
in goals and objectivies, plans and designs for learning and implementation of these plans and design in
school environments. (pengalaman-pengalaman murid yang diekspresikan dan diantisipasikan
dalam cita-cita dan tujuan-tujuan, rencana-rencana dan desain-desain untuk belajar dan
implementasi dari rencana-rencana dan desain-desain tersebut di lingkungan sekolah.
J.Wiles & J.Bondi (1989) : The curriculum is a goal or a set of values, which are activated through
a development for students. The degree to which those experiences are a true representation of the
envisioned goal or goals is a direct function of the effectiveness of the curriculum development efforts .
(Kurikulum ialah seperangkat nilai-nilai, yang digerakkan melalui suatu pengembangan proses
kulminasi dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid-murid. Tingkat terhadap
pengalaman tersebut merupakan suatu representasi yang benar terhadap cita-cita yang
diimpikan ialah suatu fungsi langsung daripada efektivitas dari usaha-usaha pengembangan
kurikulum)
Kurikulum ialah suatu patokan rencana-rencana dalam hal penyelenggaran pembelajaran yang
memiliki tujuan dan cita-cita tertentu yang berlandaskan pada pengalaman-pengalaman
pembelajaran sebelumnya, yang bersifat flexible (dapat mengalami-mengalami perbaikan) dan
didesain oleh sekolah agar murid-murid itu memiliki representasi fungsi langsung di
masyarakat.




Sumber:http://www.gpdi.us/index.php?
option=com_content&view=article&id=313:pengertian-kurikulum&catid=54:pelnap&Itemid=25


Kurikulum adalah sederetan materi yang harus ditempuh atau diajarkan di sekolah minggu.
Materi yang dipelajari biasanya berupa pengalaman di masa lampau artinya tentang
pengalaman mengajar sebelumnya. Pengertian Kurikulum
Menurut Nasution, “Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses
belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan
beserta staf pengajarnya.” ( Nasution, kurikulum dan Pengajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 1999,
hal.5).
Kurikulum merupakan suatu perencanaan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah
minggu. Perencanaan mencakup seluruh aspek kehidupan dari anak sekolah minggu. Baik itu
Kognitif (pengetahuan/pikiran), afektif (perasaan) dan behavior (tingkah laku).


Sumber: http://pakdesofa.blog.plasa.com/archives/16
Bam pada tahun 1955 istilah kurikulum dipakai dalam bidangpendidikan dengan arti sejumlah
matapelajaran pada perguruan tinggi. Di dalam kamus tersebut (Webster), kurikulum diartikan
dalam dua macam, yaitu:
1) sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari murid di sekolah atau
   perguruan tinggi untuk memoeroleh ijazah tertentu.
2) sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu
   departemen.


Kurikulum mempunyai berbagai macam arti, yaitu:
1) Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran
2) Kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar yang diperoleh murid dan sekolah
3) Kurikulum diartikan sebagai rencana belajar murid




Menurut pandangan tradisional, sejumlah pelajaran yang harus ditempuh murid di suatu
sekolah ilulah yang merupakan kurikulum, sehingga menimlbulkan kesan seolah-olah belajar
di sekolah hanya sekedar mempelajari bukubuku teks yang sudah ditentukan sebagai bah an
pelajaran.
Sedangkan menurut pandangan modem, kurikulumlebih dan sekedar rencanapelajaran.
Kurikulum di sini dianggap sebagai sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di
sekolah. Pandangan ini bertolak dari sesuatu yang bersifat aktual sebagai suatu proses.


Sumber: http://teoripembelajaran.blogspot.com/2008/12/pengertian-kurikulum.html


Dalam proses pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran
pendidikan yang diinginkan.
Kurikulum ditinjau dari asal katanya berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan
dalam bidang olah raga, yaitu kata currere, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan
berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start sampai dengan finish. Jarak
dari start sampai finish ini disebut currere (Subandijah, 1993: 1).
Pendapat lain mengatakan pada mulanya kurikulum dijumpai dalam dunia atletik pada zaman
Yunani kuno, yang berasal dari kata curir yang artinya pelari, dan curere artinya tempat
berpacu atau tempat berlomba. Sedangkan curriculum mempunyai arti “jarak” yang harus
ditempuh oleh pelari (Syafruddin Nurdin, 2002: 33).
Dalam kosa kata Arab, istilah kurikulum dikenal dengan kata manhaj yang berarti jalan yang
terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai kehidupannya (Al-Syaibany,
1997: 478).
Apabila pengertian manhaj atau kurikulum dikaitkan dengan pendidikan, maka berarti jalan
terang yang dilalui pendidik atau guru latih dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya
untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka (Al-Syaibany, 1997: 478).




Sumber:http://us.geocities.com/gpibimmanueldepok/Kur_BPK_PT.htm


Pengertian kurikulum dalam arti yang luas menyangkut seluruh aspek dalam sebuah proses
belajar-mengajar yang terjadi dalam upaya pendidikan yang diterapkan dalam sebuah lembaga
(keluarga, sekolah, gereja, masyarakat dlsb) untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Kurikulum dalam pengertian yang sempit adalah bagian dari keseluruhan aspek dalam sebuah
proses belajar-mengajar yang tertuang secara tertulis dan dipergunakan sebagai pedoman
untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh sebuiah lembaga


Sumber: http://zanikhan.multiply.com/journal/item/1518


Kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas
pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui uatu pengalaman belajar. Pengertian
ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau
rencana tertulis.
Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan : “Curriculum itself is a construct or concept, a
verbalization of an extremely complex idea or set of ideas”.
Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian
kurikulum yang dinyatakan sebagai “subject matter”, “content” atau bahkan “transfer of
culture”.
Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan
kurikulum yang merupakan proses bagi “cultivation of the rational powers: academic
excellence”       sedangkan               essentialism           memandang              kurikulum                 sebagai         rencana        untuk
mengembangkan “academic excellence dan cultivation of intellect”. (Tanner dan Tanner,
1980:109)
Kurikulum adalah “statement of objectives” (McDonald; Popham), ada yang mengatakan
bahwa kurikulum adalahrencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau
instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981)
Kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi
guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10).
Kurikulum             adalah        rencana            yang      mungkin            saja        terlaksana           tapi         mungkin            juga
tidak       sedangkan               apa        yang       terjadi        di        sekolah/kelas                  adalah          sesuatu            yang
benar-benar            terjadi          yang      mungkin           berdasarkan                 rencana            tetapi         mungkin            juga
berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan.
Definisi          yang                  dikemukakan               oleh             Unruh                dan              Unruh             (1984:96)
mewakili pandangan ini dimana mereka menulis                                                curriculum is defined as a plan
for     achieving        intended            learning     outcomes:           a      plan        concerned           with         purposes,          with
what       is    to      be        learned,       and     with       the          result        of     instruction.           Olivia        (1997:8.)
mengatakan             bahwa            we     may       think      of     the       curriculum              as     a    program,          a         plan,
content,        and      learning            experiences,        whereas           we       may          characterize             instruction           as
methods, the teaching act, implementation, and presentation.
Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan
pengajaran        dan             merumuskan            kurikulum          sebagai          a        plan     or     program         for       all     the
experiences           that        the        learner     encounters           under             the         direction        of      the         school.
Lebih       lanjut           ia     mengatakan            (Olivia,         1997:9)          I         feel        that      the     cyclical          has
much to recommend.
Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a
student completes under the guidance of the school.
Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the
classroom           atmosphere           constitutes          the          curriculum            that          students       actually
experience.
Dool        (1993:57)          memperkuat                 pendapatnya             tentang         kurikulum           yang              ada
sekarang dengan mengatakan:Education and curriculum have borrowed some concepts from the
stable,    nonechange          concept      -       for   example,      children         following       the     pattern     of     their
parents,       IQ     as      discovering           and   quantifying        an        innate    potentiality.       However,           for
the    most      part      modernist      curriculum         thought        have       adopted     the     closed     version,          one
where      -     trough        focusing         -     knowledge       is     transmitted,         transferred.        This        is,     I
believe,       what     our     best     contemporary         schooling           is    all     about.     Transmission           frames
our teaching-learning process.
Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika, Kurikulum diartikan dari
pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya
(perennialism atau pun essentialism).
Kurikulum adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu; tujuan adalah penguasaan
konsep, teori, atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu.
Definisi kurikulum oleh kelompok “conservative” (perenialism dan essentialism), kelompok
“romanticism”              (romantic        naturalism),            “existentialism”            mau        pun       “progressive”
(experimentalism, reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi “transfer” dari
apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. Seperti dikemukakan oleh McNeil
(1977:19):
Kurikulum           merupakan          rancangan dan kegiatan pendidikan yang                                    secara maksimal
mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu
mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya, masyarakat, dan bangsanya di
masa mendatang.
Dalam pengertian “intrinsic” kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan
Artinya, semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa
yang direncanakan kurikulum.
Kurikulum adalah “construct” yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di
masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan, diteruskan atau dikembangkan.
Kurikulum sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan
dengan pendidikan.
Kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu, masa
sekarang, dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar
untuk mengembangkan kehidupan masa depan.


Sumber: http://adogaloe.blogspot.com/2009/02/pengertian-dan-landasan-kurikulum.html


Kurikulum adalah suatu teknik/cara yang digunakan dalam penyampaian seluruh isi materi
ajar secara urut, terstruktur dan berkesinambungan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan
pembelajaran.
B. Bara, Ch (2008), Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam
empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk; (2) kurikulum sebagai
program; (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman
belajar bagi peserta didik. (Beane dkk 1986)
Menurut Hasan : Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi. Pada posisi pertama
berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. Dengan
demikian, pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana.
Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Terdapatnya posisi
pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan. S. H.
Hasan (1992)
Kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh
siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis
yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah (Hilda Taba ;1962)


Sumber        :   http://dhammacitta.org/artikel/willy-yandi-wijaya/memahami-kurikulum-
pendidikan-buddhis


Kurikulum mencakup pengertian yang sempit, yaitu: seperangkat mata pelajaran (materi) yang
diajarkan pada lembaga pendidikan.
Kurikulum yaitu: segala metode, cara, atau sistem pembelajaran yang diterapkan pada lembaga
pendidikan, termasuk materi atau mata pelajaran yang diajarkan dan tempat pelaksanaan
pendidikan.
Diambil    dari   :   http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/16/134-pengertian-kurikulum-
lengkap/

More Related Content

What's hot

Maksud kurikulum
Maksud kurikulumMaksud kurikulum
Maksud kurikulumshahrul93
 
Power point pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Power point pengembangan kurikulum dan pembelajaranPower point pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Power point pengembangan kurikulum dan pembelajaranNdah Nabilla
 
Pengembangan kurikulum PAK
Pengembangan kurikulum PAKPengembangan kurikulum PAK
Pengembangan kurikulum PAKdedevrylizzer
 
Kurikulum Tersembunyi
Kurikulum TersembunyiKurikulum Tersembunyi
Kurikulum TersembunyiNur Kareena
 
Prinsip kurikulum
Prinsip kurikulumPrinsip kurikulum
Prinsip kurikulumFenny Rahma
 
Jenis-Jenis Kurikulum Group 7
Jenis-Jenis Kurikulum Group 7Jenis-Jenis Kurikulum Group 7
Jenis-Jenis Kurikulum Group 7Woelan EL
 
Konsep dan definisi kurikulum
Konsep dan definisi kurikulumKonsep dan definisi kurikulum
Konsep dan definisi kurikulumAziyan Bakar
 
Tugas kurikulum ende maulana 2B
Tugas kurikulum ende maulana 2BTugas kurikulum ende maulana 2B
Tugas kurikulum ende maulana 2BEnde Maulana
 
Jenis-Jenis dan Ciri Kurikulum
Jenis-Jenis dan Ciri KurikulumJenis-Jenis dan Ciri Kurikulum
Jenis-Jenis dan Ciri KurikulumLia Oktafiani
 
asas asas-kurikulum(3)
asas asas-kurikulum(3)asas asas-kurikulum(3)
asas asas-kurikulum(3)Bali D'gunners
 
Tugasan utama rekabentuk kurikulum
Tugasan utama rekabentuk kurikulumTugasan utama rekabentuk kurikulum
Tugasan utama rekabentuk kurikulumalongnisah
 
Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...
Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...
Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...tihahhhnazmahhh09
 
Tugas kajian kurikulum
Tugas kajian kurikulumTugas kajian kurikulum
Tugas kajian kurikulumreza ediya
 
Telaah kurikulum kimia
Telaah kurikulum kimiaTelaah kurikulum kimia
Telaah kurikulum kimiaCarlosEnvious
 
Kurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan PengajaranKurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan Pengajaranitanurhayati
 
Kpf3012 rk & ri (sem 1 2012-2013)
Kpf3012  rk & ri  (sem 1 2012-2013)Kpf3012  rk & ri  (sem 1 2012-2013)
Kpf3012 rk & ri (sem 1 2012-2013)Azura Aqura
 

What's hot (20)

Hakikat dan Substansi Kurikulum
Hakikat dan Substansi KurikulumHakikat dan Substansi Kurikulum
Hakikat dan Substansi Kurikulum
 
Maksud kurikulum
Maksud kurikulumMaksud kurikulum
Maksud kurikulum
 
Power point pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Power point pengembangan kurikulum dan pembelajaranPower point pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Power point pengembangan kurikulum dan pembelajaran
 
Pengembangan kurikulum PAK
Pengembangan kurikulum PAKPengembangan kurikulum PAK
Pengembangan kurikulum PAK
 
Curriculum design(new)
Curriculum design(new)Curriculum design(new)
Curriculum design(new)
 
Kurikulum Tersembunyi
Kurikulum TersembunyiKurikulum Tersembunyi
Kurikulum Tersembunyi
 
Prinsip kurikulum
Prinsip kurikulumPrinsip kurikulum
Prinsip kurikulum
 
Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran
Pengembangan Kurikulum Dan PembelajaranPengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran
Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran
 
Jenis-Jenis Kurikulum Group 7
Jenis-Jenis Kurikulum Group 7Jenis-Jenis Kurikulum Group 7
Jenis-Jenis Kurikulum Group 7
 
Konsep dan definisi kurikulum
Konsep dan definisi kurikulumKonsep dan definisi kurikulum
Konsep dan definisi kurikulum
 
Tugas kurikulum ende maulana 2B
Tugas kurikulum ende maulana 2BTugas kurikulum ende maulana 2B
Tugas kurikulum ende maulana 2B
 
Jenis jenis kurikulum
Jenis jenis kurikulumJenis jenis kurikulum
Jenis jenis kurikulum
 
Jenis-Jenis dan Ciri Kurikulum
Jenis-Jenis dan Ciri KurikulumJenis-Jenis dan Ciri Kurikulum
Jenis-Jenis dan Ciri Kurikulum
 
asas asas-kurikulum(3)
asas asas-kurikulum(3)asas asas-kurikulum(3)
asas asas-kurikulum(3)
 
Tugasan utama rekabentuk kurikulum
Tugasan utama rekabentuk kurikulumTugasan utama rekabentuk kurikulum
Tugasan utama rekabentuk kurikulum
 
Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...
Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...
Perkembangan Pendidikan Di Malaysia: Falsafah dan Dasar (Reka Bentuk Kurikulu...
 
Tugas kajian kurikulum
Tugas kajian kurikulumTugas kajian kurikulum
Tugas kajian kurikulum
 
Telaah kurikulum kimia
Telaah kurikulum kimiaTelaah kurikulum kimia
Telaah kurikulum kimia
 
Kurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan PengajaranKurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan Pengajaran
 
Kpf3012 rk & ri (sem 1 2012-2013)
Kpf3012  rk & ri  (sem 1 2012-2013)Kpf3012  rk & ri  (sem 1 2012-2013)
Kpf3012 rk & ri (sem 1 2012-2013)
 

Viewers also liked

DEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
DEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKANDEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
DEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKANDasrieny Pratiwi
 
Kurikulum Dan Pembelajaran
Kurikulum Dan PembelajaranKurikulum Dan Pembelajaran
Kurikulum Dan Pembelajaran02041989
 
Model pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulumModel pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulumOpie Noviyanti
 
Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan
Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan
Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan M Agung Prabowo
 
Penjelasan kurikulum 2013
Penjelasan kurikulum 2013Penjelasan kurikulum 2013
Penjelasan kurikulum 2013gustini12linda
 
PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...
PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...
PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...67676767676767
 
Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013
Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013
Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013PGSD-S1
 
Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum
Komponen-Komponen Pengembangan KurikulumKomponen-Komponen Pengembangan Kurikulum
Komponen-Komponen Pengembangan KurikulumSita Nurhalimah
 
Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013
Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013
Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013ELce PurWandarie
 
Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)
Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)
Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)sadirun
 
PPT Komponen Pengembangan Kurikulum
PPT Komponen Pengembangan KurikulumPPT Komponen Pengembangan Kurikulum
PPT Komponen Pengembangan KurikulumAn'Sya DiarKy
 
Menentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsisten
Menentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsistenMenentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsisten
Menentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsistenBAIDILAH Baidilah
 
Makalah Ekosistem Laut
Makalah Ekosistem LautMakalah Ekosistem Laut
Makalah Ekosistem LautGoogle
 
Makalah Statistika Dasar
Makalah Statistika DasarMakalah Statistika Dasar
Makalah Statistika Dasarsilvia kuswanti
 
53 metode pembelajaran (e-book)
53 metode pembelajaran (e-book)53 metode pembelajaran (e-book)
53 metode pembelajaran (e-book)Sifa Siti Mukrimah
 

Viewers also liked (16)

DEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
DEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKANDEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
DEFINISI, SEJARAH KOMPONEN, DAN KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
 
Kurikulum Dan Pembelajaran
Kurikulum Dan PembelajaranKurikulum Dan Pembelajaran
Kurikulum Dan Pembelajaran
 
Model pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulumModel pengembangan dan organisasi kurikulum
Model pengembangan dan organisasi kurikulum
 
Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan
Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan
Mengembangkan isi kurikulum Pendidikan Kejuruan
 
Penjelasan kurikulum 2013
Penjelasan kurikulum 2013Penjelasan kurikulum 2013
Penjelasan kurikulum 2013
 
PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...
PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...
PPT,Pengertian dan Kedudukan Kurikulum,Kelompok 1,PBI F,5,STAIN JURAI SIWO ME...
 
Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013
Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013
Penjelasan mendikbud mengenai kurikulum 2013
 
Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum
Komponen-Komponen Pengembangan KurikulumKomponen-Komponen Pengembangan Kurikulum
Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum
 
Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013
Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013
Pengembangan Soft Skill dalam Kurikulum 2013
 
Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)
Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)
Langkah langkah pengemb kurikulum (Oleh Dr. Sukiman, M.Pd.)
 
Kurikulum 2013
Kurikulum 2013Kurikulum 2013
Kurikulum 2013
 
PPT Komponen Pengembangan Kurikulum
PPT Komponen Pengembangan KurikulumPPT Komponen Pengembangan Kurikulum
PPT Komponen Pengembangan Kurikulum
 
Menentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsisten
Menentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsistenMenentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsisten
Menentukan sistem persamaan linier dalam bentuk sistem konsisten dan inkonsisten
 
Makalah Ekosistem Laut
Makalah Ekosistem LautMakalah Ekosistem Laut
Makalah Ekosistem Laut
 
Makalah Statistika Dasar
Makalah Statistika DasarMakalah Statistika Dasar
Makalah Statistika Dasar
 
53 metode pembelajaran (e-book)
53 metode pembelajaran (e-book)53 metode pembelajaran (e-book)
53 metode pembelajaran (e-book)
 

Similar to Definisi kurikulum

Modul pengembangan bahan ajar
Modul pengembangan bahan ajarModul pengembangan bahan ajar
Modul pengembangan bahan ajarRian Jrs Tewur
 
landasan kurikulum, definisi, peranan kurikulum
landasan kurikulum, definisi, peranan kurikulumlandasan kurikulum, definisi, peranan kurikulum
landasan kurikulum, definisi, peranan kurikulumFatmawati Khodijah
 
Pengertian 10 kurikuluM
Pengertian 10 kurikuluMPengertian 10 kurikuluM
Pengertian 10 kurikuluMAyu Febriyanti
 
KRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VI
KRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VIKRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VI
KRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VITa'allum: Jurnal Pendidikan Islam
 
Administrasi pendidikan bidang garapan kurikulum
Administrasi pendidikan bidang garapan kurikulumAdministrasi pendidikan bidang garapan kurikulum
Administrasi pendidikan bidang garapan kurikulumAnisa Fitriani
 
Konsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptx
Konsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptxKonsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptx
Konsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptxsaputrip233
 
Manajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN Surakarta
Manajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN SurakartaManajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN Surakarta
Manajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN SurakartaAisyahUlfaAmbariyah
 
6812170 kurikulum-model-kurikulum
6812170 kurikulum-model-kurikulum6812170 kurikulum-model-kurikulum
6812170 kurikulum-model-kurikulumStar Ng
 
Tugas kurikulum & pembelajran nely agustiany
Tugas kurikulum & pembelajran nely agustianyTugas kurikulum & pembelajran nely agustiany
Tugas kurikulum & pembelajran nely agustianyRobby Rudianshah
 
Beberapa definisi kurikulum
Beberapa definisi kurikulumBeberapa definisi kurikulum
Beberapa definisi kurikulumId Id Sabiq
 
Format laporan ppl m-1
Format laporan ppl m-1Format laporan ppl m-1
Format laporan ppl m-1Jafargaming
 
Tugasan soalan 1 Type Of Curriculum
Tugasan soalan 1 Type Of CurriculumTugasan soalan 1 Type Of Curriculum
Tugasan soalan 1 Type Of Curriculumaloysiusapat
 
Ilmu pendidikan islam I
Ilmu pendidikan islam IIlmu pendidikan islam I
Ilmu pendidikan islam IFauzi Din
 
Pengertian Kurikulum
Pengertian KurikulumPengertian Kurikulum
Pengertian Kurikulumrizky11
 

Similar to Definisi kurikulum (20)

Modul pengembangan bahan ajar
Modul pengembangan bahan ajarModul pengembangan bahan ajar
Modul pengembangan bahan ajar
 
landasan kurikulum, definisi, peranan kurikulum
landasan kurikulum, definisi, peranan kurikulumlandasan kurikulum, definisi, peranan kurikulum
landasan kurikulum, definisi, peranan kurikulum
 
Pengertian 10 kurikuluM
Pengertian 10 kurikuluMPengertian 10 kurikuluM
Pengertian 10 kurikuluM
 
KRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VI
KRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VIKRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VI
KRITIK ATAS KURIKULUM DAN BUKU AJAR BAHASA ARAB SD/MI KELAS VI
 
Pembahasan
PembahasanPembahasan
Pembahasan
 
kurikulum pai 1
kurikulum pai  1kurikulum pai  1
kurikulum pai 1
 
Administrasi pendidikan bidang garapan kurikulum
Administrasi pendidikan bidang garapan kurikulumAdministrasi pendidikan bidang garapan kurikulum
Administrasi pendidikan bidang garapan kurikulum
 
Konsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptx
Konsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptxKonsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptx
Konsepsi dan Sejarah Kurikulum Kel.1 Telaah Kurikulum R5A.pptx
 
Manajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN Surakarta
Manajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN SurakartaManajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN Surakarta
Manajemen kurikulum aisyah ulfa IAIN Surakarta
 
6812170 kurikulum-model-kurikulum
6812170 kurikulum-model-kurikulum6812170 kurikulum-model-kurikulum
6812170 kurikulum-model-kurikulum
 
Tugas kurikulum & pembelajran nely agustiany
Tugas kurikulum & pembelajran nely agustianyTugas kurikulum & pembelajran nely agustiany
Tugas kurikulum & pembelajran nely agustiany
 
Beberapa definisi kurikulum
Beberapa definisi kurikulumBeberapa definisi kurikulum
Beberapa definisi kurikulum
 
Format laporan ppl m-1
Format laporan ppl m-1Format laporan ppl m-1
Format laporan ppl m-1
 
Tugasan soalan 1 Type Of Curriculum
Tugasan soalan 1 Type Of CurriculumTugasan soalan 1 Type Of Curriculum
Tugasan soalan 1 Type Of Curriculum
 
Bidang garapan kurikulum
Bidang garapan kurikulumBidang garapan kurikulum
Bidang garapan kurikulum
 
Konsep kurikulum
Konsep kurikulumKonsep kurikulum
Konsep kurikulum
 
Jurnal kurikulum
Jurnal kurikulumJurnal kurikulum
Jurnal kurikulum
 
Jurnal kurikulum
Jurnal kurikulumJurnal kurikulum
Jurnal kurikulum
 
Ilmu pendidikan islam I
Ilmu pendidikan islam IIlmu pendidikan islam I
Ilmu pendidikan islam I
 
Pengertian Kurikulum
Pengertian KurikulumPengertian Kurikulum
Pengertian Kurikulum
 

Definisi kurikulum

  • 1. BERBAGAI PENGERTIAN KURIKULUM Dikumpulkan Oleh : Sumarso, M.Pd. (Dari Berbagai Sumber) Judul : Kurikulum dan Pengajaran Tahun : 2008 Pengarang : Prof. Dr. S. Nasution, M. A. Halaman : 5 Penerbit : Bumi Aksara 1. Kurikulum : suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses berlajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggunga jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. 2. Kurikulum : adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah, jadi selain kegiatan kulikuler yang formal juga kegiatan yang tak formal. Judul : Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah Pengarang : Dr. h. Nana Sudjana Tahun : 2005 Penerbit : Sinar Baru Algensindo Halaman : 3,4,5,7,17 1. Kurikulum : niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah. 2. Kurikulum adalah niat dan rencana, proses belajar mengajar adalah pelaksanaanya. Dalam proses tersebut ada dua subjek yang terlibat yakni guru dan siswa. Siswa adalah subjek yang dibina dan guru adalah dubjek yang membina. 3. Curriculum dalam bahasa Yunani kuno berasal dari kata Curir yang artinya pelari; dan Curere yang artinya tempat berpacu. Curriculum di artikan jarak yang harus di tempuh oleh pelari. Dari makna yang terkandung berdasarkan rumusan masalah tersebut kurikulum dalam pendidikan di artikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau disekesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah. 4. Kurikulum adalah program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematis dan logis, di berikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program belajar, kurikulum adalah niat, rencana atau harapan.
  • 2. 5. Kurikulum adalah hasil belajar yang diniati atau intended learning out comes. 6. Kurikulum adalah program dan pengalaman belajar serta hasil-hasil belajar yang di harapkan yang diformulasikan melalui pengetahuan dan kegiatan yang tersusun secara sistematis, di berikan kepasa siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu pertumbuhan atau perkembangan pribadi dan kompetensi sosial anak didik. 7. Kurikulum adalah rencana atau program belajar dan pengajaran adalah pelaksanaan atau operasionalisasi dari rencana atau program. 8. Kurukulum adalah alat atau saran untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses pengajaran. 9. Kurikulum adalah sesuatu yang diinginkan atau dicita-citakan untuk anak didik. Artinya, hasil belajar yang diinginkan yang diniati agar dimiliki anak. Judul :Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek Tahun : 2005 Pengarang : Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata Halaman : 4,5,6 Penerbit : PT Remaja Rosdakarya, Bandung 1. (Ronald. C. Doll, 1974, Hal 22) The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of course of study and list of subject and courses to all the experience which are offered to learnes unders the auspises or direction of the school. 2. (Johnson, 1967, hal 130) Kurikulum….a structured series of itended learning out comes. 3. Kurikulum (curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar. 4. (Beauchamp, 1968, hal 6) A curriculum is a written document which may contain many ingredients, but basically it is the plant for education of pupils during their enrollment in given school. Beauchamp lebih memberikan tekanan behwa kurikulum adalah siatu rencana pendidikan atau pengajaran. 5. Caswel dan Chambell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935), kurikulum….to be composed of all experience children have a under the guidance of teacher.
  • 3. 6. Zais menjelaskan bahwa kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis begi pengajaran, melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas, yang memberi pedoman dan mengatur lingnkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. 7. Menurut Robert S. Zais (1976, hal 3), kurikulum sebagai bidang studi mencakup :1. The range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure), and 2. The procedures of inkiuri and practice it follows (the syntactical structure). 8. Menurut George A. Beaucham (1976 hal 58-59), kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori yaitu teori kurikulum. Selain sebagai bidang studi kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. Judul : Seri Standar Nasional Pendidikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar Pemahaman dan Pengembangan Pengarang : Mashur Muslich Tahun : 2008 Penerbit : Bumi Aksara Halaman : 1 UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidika Nasional Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, tambahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Judul :Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengarang : Dr. Wina Sanjaya, M. Pd. Tahun : 2005 Halaman : 2-5 1. Pengertian kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran dapat ditemukan dari definisi yang dikemukakan oleh Robert M. Hutchins (1936) yang menyatakan : The curriculum should include grammar, reading, the toric and logic, and mathematic and addition at the secondary level introduce the great books of the western world.
  • 4. 2. Pengertian kurikulum sebagai pengalaman belajar mengandung makna bahwa kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik diluar maupun di dalam sekolah asal kegiatan tersebut berasa di bawah tanggung jawab guru (sekolah). 3. Dorris Lee dan Murray Lee (1940), menyatakan kurikulum sebagai : Those experience of the child which the school in any way utilizes or attepts to influence. 4. H.H. Giles S. P, Mc Chutcen dan A. N Zechiel: The curriculum…The total experience with which the school deals in educating young people. 5. Romine (tokoh pendidikan) 1945 : Curriculum interpreted to mean all of the organized courses, activities and experience which pupils have under direction of school wether in the class room or not. 6. Saylor and Alexander (1956) : The curriculum is the sum total of schools efforts to influence learning, wheter in class room, on the playground, or out of school. 7. Kurikulum sebagai rencana atau program belajar, Hilda Taba (1962) : A curriculum is a plan for learning therefore, whai is know about the learning process and the development of the individual has bearing on the shaping of the curriculum. 8. Donald E. Orlasky, Othanel Smith (1978) dan Peter F. Olivva (1982) kurikulum pada dasarnya adalah sebuah perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah. Judul : Dasar- Dasar Kurikulum Bahasa Pengarang : Prof.Dr. Henry Guntu Tarigan Tahun : 1992 Halaman : 3 Kurikulum adalah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling penting dalam konteks PBM. Judul : Curriculum Development and Instructional Planning Pengarang : Dr. H.Larry Winecoff Tahun : 1988 Halaman : 1
  • 5. 1. The Curriculum is generally defined as a plan developed to facilitate the teaching / learning procces under the direction and guidance of a school, college or university and its staf member. 2. Curriculum includes all of the planed activities and events which take place under the auspicies of and educational institution both formal and informal Judul : Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran Pengarang : Drs. Cece Wijaya,dkk Tahun : 1988 Halaman : 24 Kurikulum dalam arti luas yaitu meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Judul : Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum Pengarang : Prof. Drs. H. Darkir Tahun : 2004 Halaman : 1, 2, 4, 5, 6 1. Kurikulum adalah alat untuk mencapai pendidikan. 2. Kurikulum adalah program pendidikan bukan program pengajaran, yaitu program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu,sekarang maupun yang akan datang. 3. Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapi tujuan pendidikan.
  • 6. 4. William B. Ragam : Kurikulum adalah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. 5. Robert S. Flaming : Kurikulum pada sekolah modern dapat didefinisikan sebagai seluruh pengalaman belajar anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. 6. David Praff : Kurikulum adalah seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat pelatihan. 7. Donald F.Gay (1960)dalam Asnah Said, menggunakan beberapa perumusan kurikulum sebagai berikut: a. Kurikulum terdiri atas sejumlah bahan pelajaran yang secara logis. b. Kurikulum terdiri atas pengalaman belajar yang direncanakan untuk membawa perubahan perilaku anak. c. Kurikulum merupakan desain kelompok social untuk menjadi pengalaman belajar anak di sekolah. d. Kurikulum terdiri atas semua pengalaman anak yang mereka lakukan dan rasakan di bawah bimbingan belajar. 8. Nengly and Evaras (1976) : Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan yang dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik. 9. Inlow (1966) : Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja. Kurikulum menggambarkan (atau paling tidak mengantisipasi) dari hasil pengajaran. 10. Saylor (1958) : Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi proses belajar mengajar baik langsung di kelas tempat bermain, atau di luar sekolah. Judul : Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru Pengarang :Kunandar, S. Pd, M. Si, dalam 2007 Penerbit: PT. Raga Grafindo Persada Hal : 122-123 Dalam kamus Webster tahun 1955 : Kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus di tempatkan untuk mencapai suatu ijasah.
  • 7. Judul : Asas-Asas Kurikulum. Penerbit : Bumi Aksara Pengarang : Prof. Dr. S. Nasution, M. A Halaman : 4,5,6,7,8 Beberapa definisi kurikulum dari beberapa ahli: 1. J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching on Learning (1956), menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut” The curriculum is the sum totals of schools efforts to influence learning, whether in the class room, on the play ground, or out of school. Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruang kelas, di halaman sekolah, atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra kulikuler. 2. Harold B. Albertycs, dalam Reorganizing the High School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai ” all of the activities that are provided for student by the school”. 3. B. Othanel smith, W. O. Stanley dan J. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai ” a asequence of potential experiences set up in the school for the purpose of displlning children and yoyuth in group ways of thinking and acting”. 4. William B. Ragan, dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966), menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut : The tendency in recent decades has been to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. The term is used…to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. It denotes the results of efferots on the part of the adults of the children the finest, most whole some influences that exist in the culture. 5. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku school improvement. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tanaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemingkinan memilih mata pelajaran. 6. Alice Miel, dalam bukunya Changing the curriculum: a social process (1946), Ia mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinanpengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah, yakni anak didik, masyarakat, para pendidik dan personalia.
  • 8. 7. Edward A. Krug dalam The secondary school curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realitas tentang kurikulum. Definisinya adalah ” A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purpose of schooling 8. Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat di berikan pada anak. 9. Dalam kamus Webster (1955) kurikulum diberi arti : a. a course esp. a specified fixed as in a school or college. As one leading to a degree. b. The whole body of course offered in ad educational institution or department there of, the usual sense. Disini kurukulum khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuluah di perguruan tunggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. Sumber: Makalah Masalah Pengembangan Konsep Kurikulum oleh Rachmayanti Tihan Tahun 2007 1. Kurikulum sebagai salah satu bentuk perubahan untuk memperbaiki proses pendidikan sehingga tercipta suatu efektifitas sekolah dimana ada suatu kombinasi antara apa yang telah dihasilkan sekolah (school output) dan apa yang telah dimasukkan ke dalam sekolah (school input). 2. Kurikulum itu dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang direncanakan sebagai panduan guru untuk mengajar dan sisiwa untuk belajar. 3. Kurikulum merupakan tujuan dari pada hasil pembelajaran untuk menciptakan interaksi siswa yang diharapkan. 4. Kurikulum adalah urutan pengalaman yang ditetapkan oleh sekolah untuk mendisiplinkan cara berfikir dan bertindak (Valiga, T & Magel, C.) 5. Kurikulum secara pribadi adalah suatu jadwal dimana tidak mencakup semua pelajaran yang menyangkut teori maupun praktek yang dibuat oleh lembaga pendidikan untuk diterapkan oleh peserta didik selama mengikuti proses pendidikan tertentu sehingga dapat memperlancar pencapaian tujuan pengajaran. 6. Kurikulum dapat dipandang sebagai produk dimana hal ini menunjukkan suatu dokumen hasil perencanaan, pengembangan dan konstruksi kurikulum. Konsep yang dominant adalah mengenai kurikulum sebagai bahan yang diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh murid.
  • 9. 7. Kurikulum sebagai program meliputi peristiwa di sekolah yang direncanakan untuk mencapai tujuan pendidikan. 8. Kurikulum sebagai kegiatan belajar sehingga tidak hanya mementingkan bahan tapi juga mementingkan proses belajar. Hal ini meliputi ketrampilan, pengetahuan, sikap terhadap belajar dan mementingkan hasil. 9. Kurikulum sebagai pengalaman 10. Kurikulum merupakan langkah untuk menerjemahkan bahan yang tercantum didalamnya sehingga dibutuhkan suatu strategi mengajar yang meliputi metode, prosedur, dan teknik yang digunakan guru untuk mencapai suatu tujuan. 11. Kurikulum yaitu serangkaian interaksi global yang menyediakan bahan dasar untuk mengajar yang bersifat khusus. 12. Kurikulum adalah suatu bagian dari manajemen pendidikan. Sumber: www.bsn.or.id/SNI Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan).[1] Sumber: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/08/pengertian-kurikulum/ Dalam pandangan klasik, lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah atau pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah. George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : ” A Curriculun is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum yaitu to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C.
  • 10. Doll (1974) yang mengatakan bahwa : ” …the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi, yaitu: 1. kurikulum sebagai suatu ide; yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian, khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan. 2. kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide; yang didalamnya memuat tentang tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu. 3. kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis; dalam bentuk praktek pembelajaran. 4. kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik. Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : (1) kurikulum sebagai ide; (2) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum; (3) kurikulum menurut persepsi pengajar; (4) kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas; (5) kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan (6) kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum. Sumber: http://zulharman79.wordpress.com/2007/08/04/evaluasi-kurikulum-pengertian- kepentingan-dan-masalah-yang-dihadapi/ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional); Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran (Keputusan Menteri
  • 11. Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan.). Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi (Pasal 1 Butir 6 Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa); Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out- comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. Sumber: http://destalyana.blogspot.com/2007/09/beberapa-pengertian-kurikulum.html Beberapa pengertian kurikulum, www.ppk.kpm.my/definasi.htm Kurikulum yaitu : ” Suatu program pendidikan yang termasuk kurikulum dan kegiatan kokurikulum yang merangkumi semua pengetahuan, kemahiran, norma, nilai, unsure kebudayaan dan kepercayaan untuk membantu perkembangan seseorang murid dengan sepenuhnya dari segi jasmani, rohani, mental dan emosi serta untuk menanam dan mempertingkatkan nilai moral yang diingini dan untuk menyampaikan pengetahuan” Akta Pendidikan 1996 [Peraturan-peraturan (Kurikulum Kebangsaan) Pendidikan 1997] www.kopertis4.or.id
  • 12. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. (Pasal 1 Butir 6 Kepmendiknas No.232/U/2000 tentang Pedoman PenyusunanKurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa) www.ciast.gov.my/backup/malay Curriculum as, ‘All the learning which is planned andguided by the school, whether it is carried on ingroups or individually, inside or outside the school. ways of approaching curriculum theory and practice: 1. Curriculum as a body of knowledge to be transmitted. 2. Curriculum as an attempt to achieve certain ends in students - product. 3. Curriculum as process. (quoted in Kelly 1983: 10; see also, Kelly 1999) www.mail-archive.com/ppi@freelists.org/msg29777.html Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk; (2) kurikulum sebagai program; (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik. (Beane dkk 1986) www.karyanet.com.my/knet/ebook ‘’Kurikulum’’ dalam bahasa Latin mempunyai kata akar ‘curere’. Kata ini bermaksud ‘laluan’ atau ‘jejak’. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah ‘jurusan’ seperti dalam rangkai kata jurusan peperangan’. Perkataan’kurikulum’ dalam bahasa Inggris mengandungi pengertian ‘jelmaan’ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahawa perkataan kurikuluin’ ialah ‘laluan dan satu peringkat ke satu peningkat’. Perluasan
  • 13. makna ini memberikan pengertian ‘kurikulum’ dalam perbendaharaan kata pendidikan bahasa Inggeris sebagai jurusan pengajian yang diikuti di sekolah. (Kliebard, 1982) www.kopertis4.or.id Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran.Perencanaan tersebut disusun secara terstrukturuntuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. (Grayson 197) www.kopertis4.or.id Kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. (Harsono 2005) www.hotnickname.blogspot.com Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan) www.bsn.or.id/SNI Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu, yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi
  • 14. (Badan Standardisasi Nasional SNI 19-7057-2004 tentang Kurikulum pelatihan hiperkes dan keselamatankerja bagi dokter perusahaan) www.metos2004.250free.com/curriculum/kurikulum.htm Kurikulum dapat diartikan sebagai pengajian di sekolah dengan mengambil kira kandungan dari masa lampau hingga masa kini. Pembentukan kurikulum menekankan kepetingn dan keperluan masyarakat. (John Dewey 1902;5 dalam bukunya ‘The Child and The Curriculum’) www.destalyana.blogspot.com Kurikulum dapat diartikan keseluruhan pengalaman, yang tak terarah dan terarah, terumpu kepada perkembangan kebolehan individu atau satu siri latihan pengalaman langsung secara sedar digunakan oleh sekolah untuk melengkap dan menyempurnakan pendedahannya. Konsep beliau menekankan kepada pemupukan perkembangan individu melalui segala pengalaman termasuk pengalaman yang dirancangkan oleh sekolah. (Frank Bobbit 1918, dalam buku ‘The Curriculum’) www.depdiknas.go.id/jurnal Kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah. (Hilda Taba ;1962 dalam bukunya “Curriculum Development Theory and Practice) www.depdiknas.go.id/jurnal/35
  • 15. Menurut Hasan Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi. Pada posisi pertama berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. Dengan demikian, pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana. Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Terdapatnya posisi pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan. S. H. Hasan (1992) Sumber: http://www.sabda.org/pepak/pustaka/020077/ Secara tradisional, “kurikulum” biasa dimengerti sebagai serangkaian program yang berisi rencana-rencana pelajaran yang telah disusun sedemikian rupa yang dapat dipakai secara langsung oleh guru untuk mengajar. Dalam arti kontemporer “kurikulum” diartikan secara lebih luas, karena kurikulum tidak lagi menekankan pada daftar isi materi rencana pelajaran yang memiliki topik-topik yang telah disusun, tapi lebih menekankan kepada pengalaman-pengalaman proses belajar mengajar yang dapat diberikan kepada para murid dalam konteks dimana murid-murid berada. Dalam konteks pelayanan anak Kristen “kurikulum” dimengerti sebagai program pengajaran lengkap untuk anak-anak yang di dalamnya mencakup daftar subyek/topik pengajaran dalam Alkitab yang telah diintegrasikan dengan pengalaman-pengalaman untuk disesuaikan dengan konteks gereja setempat yang berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab dan yang berpusat pada Kristus serta dipimpin oleh Roh Kudus untuk tujuan pertumbuhan rohani murid (anak didik). Sumber: http://maydina.multiply.com/journal/item/551/Apa_itu_kurikulum M. Skilbeck (1984): The learning experiences of students, in so far as they are expressed or anticipated in goals and objectivies, plans and designs for learning and implementation of these plans and design in school environments. (pengalaman-pengalaman murid yang diekspresikan dan diantisipasikan dalam cita-cita dan tujuan-tujuan, rencana-rencana dan desain-desain untuk belajar dan implementasi dari rencana-rencana dan desain-desain tersebut di lingkungan sekolah. J.Wiles & J.Bondi (1989) : The curriculum is a goal or a set of values, which are activated through a development for students. The degree to which those experiences are a true representation of the
  • 16. envisioned goal or goals is a direct function of the effectiveness of the curriculum development efforts . (Kurikulum ialah seperangkat nilai-nilai, yang digerakkan melalui suatu pengembangan proses kulminasi dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid-murid. Tingkat terhadap pengalaman tersebut merupakan suatu representasi yang benar terhadap cita-cita yang diimpikan ialah suatu fungsi langsung daripada efektivitas dari usaha-usaha pengembangan kurikulum) Kurikulum ialah suatu patokan rencana-rencana dalam hal penyelenggaran pembelajaran yang memiliki tujuan dan cita-cita tertentu yang berlandaskan pada pengalaman-pengalaman pembelajaran sebelumnya, yang bersifat flexible (dapat mengalami-mengalami perbaikan) dan didesain oleh sekolah agar murid-murid itu memiliki representasi fungsi langsung di masyarakat. Sumber:http://www.gpdi.us/index.php? option=com_content&view=article&id=313:pengertian-kurikulum&catid=54:pelnap&Itemid=25 Kurikulum adalah sederetan materi yang harus ditempuh atau diajarkan di sekolah minggu. Materi yang dipelajari biasanya berupa pengalaman di masa lampau artinya tentang pengalaman mengajar sebelumnya. Pengertian Kurikulum Menurut Nasution, “Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya.” ( Nasution, kurikulum dan Pengajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 1999, hal.5). Kurikulum merupakan suatu perencanaan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah minggu. Perencanaan mencakup seluruh aspek kehidupan dari anak sekolah minggu. Baik itu Kognitif (pengetahuan/pikiran), afektif (perasaan) dan behavior (tingkah laku). Sumber: http://pakdesofa.blog.plasa.com/archives/16
  • 17. Bam pada tahun 1955 istilah kurikulum dipakai dalam bidangpendidikan dengan arti sejumlah matapelajaran pada perguruan tinggi. Di dalam kamus tersebut (Webster), kurikulum diartikan dalam dua macam, yaitu: 1) sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari murid di sekolah atau perguruan tinggi untuk memoeroleh ijazah tertentu. 2) sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen. Kurikulum mempunyai berbagai macam arti, yaitu: 1) Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran 2) Kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar yang diperoleh murid dan sekolah 3) Kurikulum diartikan sebagai rencana belajar murid Menurut pandangan tradisional, sejumlah pelajaran yang harus ditempuh murid di suatu sekolah ilulah yang merupakan kurikulum, sehingga menimlbulkan kesan seolah-olah belajar di sekolah hanya sekedar mempelajari bukubuku teks yang sudah ditentukan sebagai bah an pelajaran. Sedangkan menurut pandangan modem, kurikulumlebih dan sekedar rencanapelajaran. Kurikulum di sini dianggap sebagai sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah. Pandangan ini bertolak dari sesuatu yang bersifat aktual sebagai suatu proses. Sumber: http://teoripembelajaran.blogspot.com/2008/12/pengertian-kurikulum.html Dalam proses pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Kurikulum ditinjau dari asal katanya berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata currere, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start sampai dengan finish. Jarak dari start sampai finish ini disebut currere (Subandijah, 1993: 1).
  • 18. Pendapat lain mengatakan pada mulanya kurikulum dijumpai dalam dunia atletik pada zaman Yunani kuno, yang berasal dari kata curir yang artinya pelari, dan curere artinya tempat berpacu atau tempat berlomba. Sedangkan curriculum mempunyai arti “jarak” yang harus ditempuh oleh pelari (Syafruddin Nurdin, 2002: 33). Dalam kosa kata Arab, istilah kurikulum dikenal dengan kata manhaj yang berarti jalan yang terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai kehidupannya (Al-Syaibany, 1997: 478). Apabila pengertian manhaj atau kurikulum dikaitkan dengan pendidikan, maka berarti jalan terang yang dilalui pendidik atau guru latih dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka (Al-Syaibany, 1997: 478). Sumber:http://us.geocities.com/gpibimmanueldepok/Kur_BPK_PT.htm Pengertian kurikulum dalam arti yang luas menyangkut seluruh aspek dalam sebuah proses belajar-mengajar yang terjadi dalam upaya pendidikan yang diterapkan dalam sebuah lembaga (keluarga, sekolah, gereja, masyarakat dlsb) untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kurikulum dalam pengertian yang sempit adalah bagian dari keseluruhan aspek dalam sebuah proses belajar-mengajar yang tertuang secara tertulis dan dipergunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh sebuiah lembaga Sumber: http://zanikhan.multiply.com/journal/item/1518 Kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui uatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan : “Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas”.
  • 19. Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai “subject matter”, “content” atau bahkan “transfer of culture”. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi “cultivation of the rational powers: academic excellence” sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan “academic excellence dan cultivation of intellect”. (Tanner dan Tanner, 1980:109) Kurikulum adalah “statement of objectives” (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalahrencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school.
  • 20. Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan:Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika, Kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Kurikulum adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu; tujuan adalah penguasaan konsep, teori, atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Definisi kurikulum oleh kelompok “conservative” (perenialism dan essentialism), kelompok “romanticism” (romantic naturalism), “existentialism” mau pun “progressive” (experimentalism, reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi “transfer” dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya, masyarakat, dan bangsanya di masa mendatang. Dalam pengertian “intrinsic” kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya, semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. Kurikulum adalah “construct” yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan, diteruskan atau dikembangkan. Kurikulum sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan.
  • 21. Kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu, masa sekarang, dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. Sumber: http://adogaloe.blogspot.com/2009/02/pengertian-dan-landasan-kurikulum.html Kurikulum adalah suatu teknik/cara yang digunakan dalam penyampaian seluruh isi materi ajar secara urut, terstruktur dan berkesinambungan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran. B. Bara, Ch (2008), Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk; (2) kurikulum sebagai program; (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik. (Beane dkk 1986) Menurut Hasan : Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi. Pada posisi pertama berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. Dengan demikian, pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana. Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Terdapatnya posisi pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan. S. H. Hasan (1992) Kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah (Hilda Taba ;1962) Sumber : http://dhammacitta.org/artikel/willy-yandi-wijaya/memahami-kurikulum- pendidikan-buddhis Kurikulum mencakup pengertian yang sempit, yaitu: seperangkat mata pelajaran (materi) yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Kurikulum yaitu: segala metode, cara, atau sistem pembelajaran yang diterapkan pada lembaga pendidikan, termasuk materi atau mata pelajaran yang diajarkan dan tempat pelaksanaan pendidikan.
  • 22. Diambil dari : http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/16/134-pengertian-kurikulum- lengkap/