SlideShare a Scribd company logo
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 1
SARANA BERPIKIR ILMIAH
1. Sarana Berpikir Ilmiah
Sarana berpikir ilmiah adalah alat berpikir dalam membantu metode ilmiah
sehingga memungkinkan penelitian dapat dilakukan secara baik dan benar.
Suhartono Suparlan ( 2005 : 1 ) menjelaskan dalam bukunya Sejarah
Pemikiran Filsafat Modern bahwa :
Manusia mempunyai kemampuan menalar, artinya berpikir secara logis
dan analitis. Kelebihan manusia dalam kemampuannya menalar dan karena
mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikirannya yang abstrak,
maka manusia bukan saja mempunyai pengetahuan, melainkan juga mampu
mengembangkannya. Karena kelebihannya itu maka Aristoteles memberikan
identitas kepada manusia sebagai “animal rationale”.
Sarana bepikir juga menyandarkan diri pada proses logika deduktif dan
proses logika induktif, sebagimana ilmu yang merupakan gabungan antara
berpikir dediktif dan induktif. Implikasi proses deduktif dan induktif
menggunakan logika ilmiah. Logika ilmiah merupakan sarana berpikir ilmiah
yang paling penting ( Suwardi Endraswara : 2012 : 228 ).
Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat
dipertanggungjawabkan. Karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan
atura-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar dari pada satu (
Amsal Baktiar : 2004 : 212 ).
Dalam penelitian ilmiah terdapat dua cara penarikan kesimpulan melalui
cara kerja logika yaitu adalah induktif dan deduktif. Logika induktif adalah cara
penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang
bersifat umum dan rasional. Logika deduktif adalah cara penarikan kesimpulan
dari hal-hal yang bersifat umum rasional menjadi kasus-kasus yang bersifat
khusus sesuai fakta di lapangan ( Cecep Sumarna : 2008 : 150 ).
Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka
diperlukan sarana berupa bahasa, logika, matematika dan statistika. Salah satu
langkah ke arah penguasaan itu adalah mengetahui dengan benar peranan masing-
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 2
masing sarana berpikir tersebut dalam keseluruhan proses ilmiah. ( Jujun S.
Suriassumantri : 2009 : 167-169 ). Sarana berpikir ilmiah akan dikelompokkan
menjadi tiga yaitu bahasa, matematika dan statistika, sedangkan pembahasan
logika dimasukan dalam ketiga sarana tersebut sebagaimana telah dijelaskan di
atas.
2. Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh
proses berpikir ilmiah dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran
tersebut kepada orang lain ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 167 ). Pendapat lain
menjelaskan, bahasa merupakan pernyataan pikiran atau perasaan yang terdiri dari
kata-kata atau istilah-istilah dan sintaksis. Kata atau istilah merupakan simbol dari
arti sesuatu, sedangkan sintaksis merupakan cara menyusun kata-kata menjadi
kalimat yang bermakna (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM : 2010 : 98 ).
Keunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan
berpikirnya ( homo sapiens ) melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa (
animal symbolicum ), sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan
simbol ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 171 ).
Obyek-obyek yang faktual dapat ditransformasikan menjadi simbol-simbol
abstrak lewat perbendaharaan kata-kata dan dirangkai oleh tata bahasa untuk
mengemukakan jalan pikiran (informatif) atau ekspresi perasaan ( emotif ).
Menurut Kneller, bahasa dalam kehidupan manusia mempunyai tiga fungsi yaitu
simbolik, emotif, dan efektif ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 175).
Dalam kamunikasi ilmiah seharusnya terbebas dari unsur-unsur emotif (
bersifat antiseptik ), agar pesan yang disampaikan diterima secara reproduktif,
artinya identik dengan pesan yang disampaikan. oleh sebab itu proses komunikasi
ilmiah harus bersifat jelas yakni makna yang terkandung dalam kata-kata yang
dipergunakan diungkapkan secara tersurat ( ekspilisit ) sehingga tercegah dari
makna yang lain, selain itu mengemukakan pendapat dan jalan pikiran juga harus
jelas ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 181-182 ).
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 3
Dalam mengkomunikasikan suatu pernyataan dengan jelas harus
menguasai tata bahasa yang baik. Menurut Chartlton Laird, tata bahasa
merupakan alat dalam mempergunakan aspek logis dan kreatif dari pikiran untuk
mengungkapkan arti dan emosi dengan mempergunakan aturan-aturan tertentu (
Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 182 ). Temasuk didalamnya adalah gaya
penulisan (format penulisan) seperti catatan kaki atau menyertakan daftar pustaka,
kesemuanya ini untuk menghindari sifat subyektif dan meminimalisir sifat
emosional seorang penulis.
Jujun S. Suriassumantri ( 2009 : 182-188 ) menjelaskan bahwa beberapa
kelemahan bahasa sebagai sarana kamunikasi ilmiah sebagai berikut :
a. Bahasa bersifat multifungsi yakni sebagai sarana komunikasi emotif, afektif
dan simbolik. ketiganya satu sama lain tidak bisa dipisahkan.
b. Bersifat majemuk ( pluralistik ) dari bahasa, artinya kekurangan bahasa
terletak pada arti yang tidak jelas dan eksak yang dikandung oleh kata-kata
yang membangun bahasa, dan beberapa kata yang mempunyai arti sama,
sehingga menimbulkan kekacauan semantik.
c. Bersifat sirkular, artinya berputar-putar dalam mempergunakan kata-kata
terutama dalam memberikan definisi.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah salah satu
sarana berpikir ilmiah, sehingga dalam epistemologi pengetahuan ilmiah peran
bahasa harus bersifat komunikastif, informatif, dan reproduktif. Namun bahasa
mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya tidak bisa melepaskan dari unsur
emotif dan afektif, dan juga sering menimbulkan kekacauan semantik karena
bahasa bersifat pluralistik dan sikular dalam mendefenisikan arti atau membuat
defenisi baru. Maka diperlukan sarana lain untuk kegiatan penelitian ilmiah, yaitu
sarana matematika dan statistika.
3. Matematika
Matematika sebagai bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari
pernyataan yang ingin disampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 4
artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya,
dan bersifat individual yang merupakan perjanjian yang berlaku khusus untuk
masalah yang sedang dikaji ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 191 ). Contohnya :
mau mancari pengaruh profesinalisme Pengawas terhadap kinerja guru
Matematika, maka x = profesionalisme Pengawas dan y = Kinerja Guru
Matematika.
Maka pernyataan matematika mempunyai sifat yang jelas, spesifik dan
informatif dengan tidak menimbulkan konotasi yang berbeda ( Jujun S.
Suriassumantri : 2009 : 193 ). Dan terbebas dari aspek emotif dan efektif serta
jelas terlihat bentuk hubungannya, serta lebih mementingkan kelogisan
pernyataan-pernyataannya yang mempunyai sifat yang jelas (Tim Dosen Filsafat
Ilmu UGM : 2010 : 107 ).
Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk
melakukan pengukuran secara kuantitatif, sehingga daya prediktif dan kontrol
ilmu lebih cermat dan tepat (Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 193).
Matematika juga merupakan sarana berpikir deduktif, yaitu proses
pengambilan kesimpulan yang didasarkan kepada premis-premis yang
kebenarannya telah ditentukan. Secara deduktif matematika menemukan
pengetahuan yang baru berdasarkan premis-premis tertentu. Pengetahuan yang
ditemukan hanyalah merupakan konsekuensi dari pernyataan-pernyataan ilmiah
yang telah ditemukan sebelumnya ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 197 ).
Maka disimpulkan matematika dalam epistemologi pengetahuan ilmiah
merupakan salah satuh sarana berpikir ilmiah dan berfungsi sebagai sarana
berpikir deduktif ( umum ke khusus ), yang bersifat jelas, spesifik, informatif dan
kuantitatif.
4. Statistika
Statistik diartikan sebagai kumpulan bahan keterangan ( data ), baik yang
berwujud angka ( data kuantitatif ) maupun yang tidak berwujud angka ( data
kualitatif ). Namun pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 5
dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berujud angka ( data kuantitatif )
saja ( Anas Sudijono : 2000 : 1).
Dalam Kamus Ilmiah Populer kata statistik berarti tabel, grafik, daftar
informasi, angka-angka, informasi. Sedangkan kata statistika berarti ilmu
pengumpulan, analisis, dan klarifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi (
Pius A. Pranoto dan M. Dahlan : 1994: 724-725 ).
Statistik mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif, Statistika
memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan
jalan mengamati hanya sebagian dari populasi yang bersangkutan ( Jujun S.
Suriassumantri : 2009 : 218 ). Semakin besar sampel yang diambil, semakin tinggi
pula tingkat ketelitian kesimpulannya. Sebaliknya, makin sedikit contoh yang
diambil, maka makin rendah pula tingkat ketelitiannya ( Amsal Bakhtiar : 2004 :
206).
Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui
apakah suatu hubungan kausalitas antara dua faktor atau lebih bersifat kebetulan
atau memang benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris (
Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 219 ).
Statistika sebagai sarana berpikir ilmiah tidak memberikan kepastian
namun memberi tingkat peluang bahwa untuk premis-premis tertentu dapat ditarik
suatu kesimpulan, dan kesimpulannya mungkin benar mungkin juga salah.
Langkah yang ditempuh dalam logika induktif menggunakan statistika adalah
observasi dan eksperimen, memunculkan hipotesis ilmiah, verifikasi dan
pengukuran, dan sebuah teori dan hukum ilmiah. ( Cecep Sumarna : 2008 : 146 ).
Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan kita untuk
melakukan kegiatan ilmiah secara ekonomis, namun logika statistik kurang
dikenal dengan baik, logika lebih banyak dihubungkan dengan matematika dan
jarang sekali dihubungkan dengan statistika ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 :
220).
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 6
Maka dapat disimpulkan, statistika merupakan sarana berfikir atau cara
untuk mengetahui keadaan suatu obyek, cukup dengan melakukan pengukuran
terhadap sebagian obyek yang dijadikan sampel. Walaupun pengukuran terhadap
sampel tidak akan seteliti jika pengukuran dilakukan terhadap populasinya, namun
hasil dari pengukuran sampel dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau
bisa dikatakan pengetahuan ilmiah. Jadi statistika merupakan sarana berpikir
induktif ( khusus ke umum ), yang bersifat hubungan kausalitas dan penarikan
sampel.
5. Analisa Hubungan Logika dengan Bahasa, Matematika, dan Statistika
Dari penjelasan-penjelasannya sebelumnya, maka akan di analisa menurut
penulis untuk menjelaskan hubungan antara logika dengan ketiga sarana berpikir
ilmiah tersebut.
Ditinjau dari pola berpikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara
deduktif dan berpikir induktif. Untuk itu, penalaran ilmiah menyandarkan diri
kepada proses logika deduktif dan logika induktif.
Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan
pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan dari penalaran itu mempunyai
dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan cara tertentu.
Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap valid kalau proses penarikan
kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan
kesimpulan ini disebut logika. Terdapat bermacam-macam cara penarikan
kesimpulan, diantaranya, penarikan kesimpulan dengan cara logika induktif dan
logika deduktif. Logika induktif erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan
dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan umum. Sedangkan logika
deduktif membantu kita dalam menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat
umum menjadi khusus yang bersifat individual.
Bahasa merupakan sarana komunikasi, maka segala sesuatu yang berkaitan
erat dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa. Seperti berpikir sistematis
dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain, tanpa mempunyai
kemampuan berbahasa, maka seseorang tidak dapat melakukan kegiatan ilmiah
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 7
secara sistematis dan teratur, maka Bahasa hubungannya dengan pengatahuan
ilmiah berfungsi sebagai informatif, komunikatif dan reproduktif. Sedangkan
Matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam berpikir deduktif,
sehingga matematika harus bersifat jelas, spesifik, informatif dan kuantitatif,
adapun statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif, yang
bersifat hubungan kausalitas dan penarikan sampel. maka ketiga sarana berpikir
ilmiah tersebut, saling berhubungan erat satu sama lain, terutama dalam
epistemologi pengetahuan ilmiah.
Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 8
Referensi
Amsal Bakhtiar. (2004). Filsafat ilmu. Jakarta : Grafindo Persada.
Anas Sudijono. (2000). Pengantar statistik pendidikan. Cetekan ke X. Jakarta :
Grafindo Persada.
Cecep Sumarna, (2008). Filsafat ilmu. Bandung : Mulia Press.
Charlton Laird, 1953. The miracle of language. New York : Fawcett.
George F. Kneller, 1964. Introduction to the philosophy of education. New York :
John Wiley.
Jalaluddin. (2010). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia.
John G. Kemeny, 1959. A Philosopher looks at science. New York : Van
Nostrand.
Jujun S. Suriassumantri, 2009. Filsafat ilmu; Sebuah pengantar populer. Jakarta :
Pustaka Sinar Harapan.
Pius A. Pranoto dan M. Dahlan. 1994. Kamus ilmiah populer. Surabaya: Arkola
Suhartono Suparlan, 2005. Sejarah pemikiran filsafat modern. Jogjakarta : Ar
Ruzz Media.
Suwardi Endraswara, 2012. Filsafat ilmu. Yogyakarta : CAPS.
Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, 2010. Filsafat ilmu sebagai dasar pengembangan
ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Liberty.

More Related Content

What's hot

Dimensi Aksiologis
Dimensi AksiologisDimensi Aksiologis
Dimensi Aksiologis
Nurmahmudah M.Phil.
 
Filsafat, Ilmu dan Agama
Filsafat, Ilmu dan AgamaFilsafat, Ilmu dan Agama
Filsafat, Ilmu dan Agama
Novi Suryani
 
Filsafat Umum - Epistemologi
Filsafat Umum - EpistemologiFilsafat Umum - Epistemologi
Filsafat Umum - Epistemologi
Wulandari Rima Kumari
 
Makalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat Ilmu
Makalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat IlmuMakalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat Ilmu
Makalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat Ilmu
sayid bukhari
 
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwiSoal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
AlwiAssegaf
 
Ppt silogisme.pptx [autosaved]
Ppt silogisme.pptx [autosaved]Ppt silogisme.pptx [autosaved]
Ppt silogisme.pptx [autosaved]
Rika Ceriia
 
Tantangan dan masa depan ilmu
Tantangan dan masa depan ilmuTantangan dan masa depan ilmu
Tantangan dan masa depan ilmu
ayu Naoman
 
Presentasi filsafat ilmu
Presentasi filsafat ilmuPresentasi filsafat ilmu
Presentasi filsafat ilmu
Lusy Mariana Pasaribu
 
Contoh Makalah Bahasa Indonesia
Contoh Makalah Bahasa IndonesiaContoh Makalah Bahasa Indonesia
Contoh Makalah Bahasa Indonesia
Reski Aprilia
 
Makalah filsafat ilmu
Makalah filsafat ilmuMakalah filsafat ilmu
Makalah filsafat ilmu
Warnet Raha
 
Mata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmuMata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmu
Mas Yono
 
epistemologi
epistemologiepistemologi
epistemologi
M fazrul
 
Dasar Logika Modul 1 Kb1
Dasar Logika Modul 1  Kb1Dasar Logika Modul 1  Kb1
Dasar Logika Modul 1 Kb1
Pet-pet
 
Soal soal filsafat
Soal soal filsafatSoal soal filsafat
Soal soal filsafat
JennyJenny47
 
Pengertian logika dan silogisme
Pengertian logika dan silogismePengertian logika dan silogisme
Pengertian logika dan silogisme
Desi Mustopa
 
Filsafat peluang dalam ilmu
Filsafat peluang dalam ilmuFilsafat peluang dalam ilmu
Filsafat peluang dalam ilmu
Dr. Zar Rdj
 
Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)
Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)
Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)
Ria Widia
 

What's hot (20)

Dimensi Aksiologis
Dimensi AksiologisDimensi Aksiologis
Dimensi Aksiologis
 
Filsafat, Ilmu dan Agama
Filsafat, Ilmu dan AgamaFilsafat, Ilmu dan Agama
Filsafat, Ilmu dan Agama
 
Filsafat Umum - Epistemologi
Filsafat Umum - EpistemologiFilsafat Umum - Epistemologi
Filsafat Umum - Epistemologi
 
Makalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat Ilmu
Makalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat IlmuMakalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat Ilmu
Makalah Metafisik, Asumsi dan Peluang dalam Filsafat Ilmu
 
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwiSoal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
Soal dan jawaban filsafat ilmu dari semua materi.docx alwi
 
Ppt silogisme.pptx [autosaved]
Ppt silogisme.pptx [autosaved]Ppt silogisme.pptx [autosaved]
Ppt silogisme.pptx [autosaved]
 
Tantangan dan masa depan ilmu
Tantangan dan masa depan ilmuTantangan dan masa depan ilmu
Tantangan dan masa depan ilmu
 
Presentasi filsafat ilmu
Presentasi filsafat ilmuPresentasi filsafat ilmu
Presentasi filsafat ilmu
 
Contoh Makalah Bahasa Indonesia
Contoh Makalah Bahasa IndonesiaContoh Makalah Bahasa Indonesia
Contoh Makalah Bahasa Indonesia
 
Makalah filsafat ilmu
Makalah filsafat ilmuMakalah filsafat ilmu
Makalah filsafat ilmu
 
Filsafat umum
Filsafat umumFilsafat umum
Filsafat umum
 
Mata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmuMata kuliah filsafat ilmu
Mata kuliah filsafat ilmu
 
Pertanyaan presentasi
Pertanyaan presentasiPertanyaan presentasi
Pertanyaan presentasi
 
epistemologi
epistemologiepistemologi
epistemologi
 
Dasar Logika Modul 1 Kb1
Dasar Logika Modul 1  Kb1Dasar Logika Modul 1  Kb1
Dasar Logika Modul 1 Kb1
 
Makalah presentasi kelompok 4
Makalah presentasi   kelompok 4Makalah presentasi   kelompok 4
Makalah presentasi kelompok 4
 
Soal soal filsafat
Soal soal filsafatSoal soal filsafat
Soal soal filsafat
 
Pengertian logika dan silogisme
Pengertian logika dan silogismePengertian logika dan silogisme
Pengertian logika dan silogisme
 
Filsafat peluang dalam ilmu
Filsafat peluang dalam ilmuFilsafat peluang dalam ilmu
Filsafat peluang dalam ilmu
 
Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)
Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)
Filsafat dan Agama (Persamaan dan Perbedaannya)
 

Viewers also liked

Sarana ilmiah
Sarana ilmiahSarana ilmiah
Sarana ilmiah
Maghfirah Vivin
 
Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"
Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"
Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"
Erni Kusumawardani
 
Berpikir ilmiah
Berpikir ilmiahBerpikir ilmiah
Berpikir ilmiah
hiriza
 
Pp berpikir ilmiah
Pp berpikir ilmiahPp berpikir ilmiah
Pp berpikir ilmiahhiriza
 
Proposal penelitian
Proposal penelitianProposal penelitian
Proposal penelitian
dedy solin
 
Karya Tulis Ilmiah Ke-2
Karya Tulis Ilmiah Ke-2Karya Tulis Ilmiah Ke-2
Tugas individu
Tugas individuTugas individu
Tugas individu
taufiq99
 
Analisis Skripsi
Analisis SkripsiAnalisis Skripsi
Analisis Skripsi
Diah Octavianty
 
Ppt proposal liza
Ppt proposal lizaPpt proposal liza
Ppt proposal liza
lizaagustiana
 

Viewers also liked (9)

Sarana ilmiah
Sarana ilmiahSarana ilmiah
Sarana ilmiah
 
Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"
Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"
Filsafat ilmu "Sarana Berpikir Ilmiah"
 
Berpikir ilmiah
Berpikir ilmiahBerpikir ilmiah
Berpikir ilmiah
 
Pp berpikir ilmiah
Pp berpikir ilmiahPp berpikir ilmiah
Pp berpikir ilmiah
 
Proposal penelitian
Proposal penelitianProposal penelitian
Proposal penelitian
 
Karya Tulis Ilmiah Ke-2
Karya Tulis Ilmiah Ke-2Karya Tulis Ilmiah Ke-2
Karya Tulis Ilmiah Ke-2
 
Tugas individu
Tugas individuTugas individu
Tugas individu
 
Analisis Skripsi
Analisis SkripsiAnalisis Skripsi
Analisis Skripsi
 
Ppt proposal liza
Ppt proposal lizaPpt proposal liza
Ppt proposal liza
 

Similar to 5 sarana berpikir ilmiah

Uas flsafat
Uas flsafatUas flsafat
Uas flsafat
windarti aja
 
Kelompok 6 slide share pfi_s
Kelompok 6 slide share pfi_sKelompok 6 slide share pfi_s
Kelompok 6 slide share pfi_s
SaifudinIndraPurwant
 
Sarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Sarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir IlmiahSarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Sarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
BelindaRosady
 
4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf
4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf
4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf
nabilazakiya1
 
Makalah filsafat
Makalah filsafatMakalah filsafat
Makalah filsafat
lavanter simamora
 
Logika bahasa matematika statistika
Logika bahasa matematika statistikaLogika bahasa matematika statistika
Logika bahasa matematika statistikachaya pebiyana
 
Filsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang Benar
Filsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang BenarFilsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang Benar
Filsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang Benar
noussevarenna
 
Filsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiah
Filsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiahFilsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiah
Filsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiahAli Murfi
 
filsafat ilmu.pptx
filsafat ilmu.pptxfilsafat ilmu.pptx
filsafat ilmu.pptx
MochamadAqil2
 
Kelompok 6 logika
Kelompok 6 logikaKelompok 6 logika
Kelompok 6 logika
LBB. Mr. Q
 
Bahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Bahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir IlmiahBahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Bahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir IlmiahIbrahim Kurniawan
 
Ketode Memahami ilmu Logika Presentasi.ppt
Ketode Memahami ilmu Logika Presentasi.pptKetode Memahami ilmu Logika Presentasi.ppt
Ketode Memahami ilmu Logika Presentasi.ppt
onelmumtaz
 
Pengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKA
Pengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKAPengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKA
Pengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKA
RezhaMiftahulHuda
 
Memahami hakikat ilmu dan ilmu sosial
Memahami hakikat ilmu dan ilmu sosialMemahami hakikat ilmu dan ilmu sosial
Memahami hakikat ilmu dan ilmu sosial
M fazrul
 
Epistemologi
EpistemologiEpistemologi
Epistemologi
MzHendra
 
Hakekat matematika
Hakekat matematika Hakekat matematika
Hakekat matematika
Abdul Rais P
 
Makalah filsafat ilmu inda
Makalah filsafat ilmu indaMakalah filsafat ilmu inda
Makalah filsafat ilmu inda
Ferdy Tohopi
 
Komunikasi kelompok dalam perspektif psikologi
Komunikasi kelompok dalam perspektif psikologiKomunikasi kelompok dalam perspektif psikologi
Komunikasi kelompok dalam perspektif psikologi
BahRum Subagia
 
Copy of mas q
Copy of mas qCopy of mas q
Copy of mas q
malikarahman
 

Similar to 5 sarana berpikir ilmiah (20)

Uas flsafat
Uas flsafatUas flsafat
Uas flsafat
 
Kelompok 6 slide share pfi_s
Kelompok 6 slide share pfi_sKelompok 6 slide share pfi_s
Kelompok 6 slide share pfi_s
 
Sarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Sarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir IlmiahSarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Sarana Berpikir Ilmiah, Peran Bahasasa Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
 
4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf
4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf
4. SARANA BERPIKIR ILMIAH_TUGAS INDIVIDU FILSAFAT_NABILA ZAKIYA (22147005).pdf
 
Makalah filsafat
Makalah filsafatMakalah filsafat
Makalah filsafat
 
Logika bahasa matematika statistika
Logika bahasa matematika statistikaLogika bahasa matematika statistika
Logika bahasa matematika statistika
 
Filsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang Benar
Filsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang BenarFilsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang Benar
Filsafat ilmu. BAB 4 Cara Mendapatkan Pengetahuan Yang Benar
 
Filsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiah
Filsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiahFilsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiah
Filsafat Ilmu : Sarana Berpikir ilmiah
 
filsafat ilmu.pptx
filsafat ilmu.pptxfilsafat ilmu.pptx
filsafat ilmu.pptx
 
Kelompok 6 logika
Kelompok 6 logikaKelompok 6 logika
Kelompok 6 logika
 
Bahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Bahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir IlmiahBahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
Bahasa Dan Matematika Sebagai Sarana Berpikir Ilmiah
 
Ketode Memahami ilmu Logika Presentasi.ppt
Ketode Memahami ilmu Logika Presentasi.pptKetode Memahami ilmu Logika Presentasi.ppt
Ketode Memahami ilmu Logika Presentasi.ppt
 
Pengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKA
Pengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKAPengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKA
Pengantar ilmu filsafat kel 6 LOGIKA
 
Filsafat ilmu
Filsafat ilmuFilsafat ilmu
Filsafat ilmu
 
Memahami hakikat ilmu dan ilmu sosial
Memahami hakikat ilmu dan ilmu sosialMemahami hakikat ilmu dan ilmu sosial
Memahami hakikat ilmu dan ilmu sosial
 
Epistemologi
EpistemologiEpistemologi
Epistemologi
 
Hakekat matematika
Hakekat matematika Hakekat matematika
Hakekat matematika
 
Makalah filsafat ilmu inda
Makalah filsafat ilmu indaMakalah filsafat ilmu inda
Makalah filsafat ilmu inda
 
Komunikasi kelompok dalam perspektif psikologi
Komunikasi kelompok dalam perspektif psikologiKomunikasi kelompok dalam perspektif psikologi
Komunikasi kelompok dalam perspektif psikologi
 
Copy of mas q
Copy of mas qCopy of mas q
Copy of mas q
 

More from PPS Universitas Sriwijaya

6 aksiologi pengetahuan
6 aksiologi pengetahuan6 aksiologi pengetahuan
6 aksiologi pengetahuan
PPS Universitas Sriwijaya
 
4 epistemologi
4 epistemologi4 epistemologi
3 ontologi pengetahuan
3 ontologi pengetahuan3 ontologi pengetahuan
3 ontologi pengetahuan
PPS Universitas Sriwijaya
 
2 dasar dasar pengetahuan
2 dasar dasar pengetahuan2 dasar dasar pengetahuan
2 dasar dasar pengetahuan
PPS Universitas Sriwijaya
 
UAS FILSAFAT 2015
UAS FILSAFAT 2015UAS FILSAFAT 2015
UAS FILSAFAT 2015
PPS Universitas Sriwijaya
 
Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)
Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)
Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)
PPS Universitas Sriwijaya
 
Makalah Problematika Pendidikan di Indonesia
Makalah Problematika Pendidikan di IndonesiaMakalah Problematika Pendidikan di Indonesia
Makalah Problematika Pendidikan di Indonesia
PPS Universitas Sriwijaya
 
Makalah Filsafat
Makalah FilsafatMakalah Filsafat
Makalah Filsafat
PPS Universitas Sriwijaya
 
Pendidikan
PendidikanPendidikan

More from PPS Universitas Sriwijaya (9)

6 aksiologi pengetahuan
6 aksiologi pengetahuan6 aksiologi pengetahuan
6 aksiologi pengetahuan
 
4 epistemologi
4 epistemologi4 epistemologi
4 epistemologi
 
3 ontologi pengetahuan
3 ontologi pengetahuan3 ontologi pengetahuan
3 ontologi pengetahuan
 
2 dasar dasar pengetahuan
2 dasar dasar pengetahuan2 dasar dasar pengetahuan
2 dasar dasar pengetahuan
 
UAS FILSAFAT 2015
UAS FILSAFAT 2015UAS FILSAFAT 2015
UAS FILSAFAT 2015
 
Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)
Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)
Tugas ICT (Power Point Pembelajaran Matematika)
 
Makalah Problematika Pendidikan di Indonesia
Makalah Problematika Pendidikan di IndonesiaMakalah Problematika Pendidikan di Indonesia
Makalah Problematika Pendidikan di Indonesia
 
Makalah Filsafat
Makalah FilsafatMakalah Filsafat
Makalah Filsafat
 
Pendidikan
PendidikanPendidikan
Pendidikan
 

Recently uploaded

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdfProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
anikdwihariyanti
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
tsuroyya38
 
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase eAlur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
MsElisazmar
 
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F  kelasModul Ajar Statistika Data Fase F  kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
ananda238570
 
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdfTugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
nurfaridah271
 
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdf
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdfRANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdf
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdf
OswaldusDiwaDoka
 
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdfTugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Thahir9
 
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdfJuknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
HendraSagita2
 
Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMP
Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMPPerencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMP
Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMP
TriSutrisno48
 
Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?
Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?
Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?
SABDA
 
Defenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada Anak
Defenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada AnakDefenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada Anak
Defenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada Anak
Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak
 
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi KomunikasiMateri Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
AdePutraTunggali
 
LAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdf
LAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdfLAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdf
LAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdf
RosidaAini3
 
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdfKisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
indraayurestuw
 
SAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKAN
SAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKANSAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKAN
SAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKAN
NURULNAHARIAHBINTIAH
 
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputihlaporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
SDNBotoputih
 
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdfAKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
opkcibungbulang
 
PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...
PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...
PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...
Kanaidi ken
 

Recently uploaded (20)

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdfProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD.pdf.pdf
 
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
92836246-Soap-Pada-Pasien-Dengan-as-Primer.pdf
 
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Kimia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
 
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase eAlur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
Alur tujuan pembelajaran bahasa inggris kelas x fase e
 
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F  kelasModul Ajar Statistika Data Fase F  kelas
Modul Ajar Statistika Data Fase F kelas
 
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdfTugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
Tugas_Rasianto-Refleksi - Pembelajaran Diferensiasi dalam PJOK.pdf
 
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdf
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdfRANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdf
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pdf.pdf
 
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdfTugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
Tugas Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4.pdf
 
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdfJuknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
Juknis Materi KSM Kabkota - Pendaftaran[1].pdf
 
Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMP
Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMPPerencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMP
Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan Jenjang SMP
 
Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?
Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?
Pelatihan AI GKA abdi Sabda - Bagaimana memakai AI?
 
Defenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada Anak
Defenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada AnakDefenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada Anak
Defenisi Anak serta Usia Anak dan Kekerasan yang mungki terjadi pada Anak
 
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi KomunikasiMateri Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
Materi Feedback (umpan balik) kelas Psikologi Komunikasi
 
LAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdf
LAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdfLAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdf
LAPORAN BIMBINGAN TEKNIS TRANSISI PAUD - SD.pdf
 
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdfKisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
Kisi-kisi PAT IPS Kelas 8 semester 2.pdf
 
SAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKAN
SAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKANSAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKAN
SAINS TINGKATAN 4 BAB 11 DAYA DAN GERAKAN
 
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputihlaporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
laporan komunitas belajar sekolah dasar negeri botoputih
 
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdfAKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
AKSI NYATA PENDIDIKAN INKLUSIF_Baedlawi.pdf
 
PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...
PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...
PELAKSANAAN (13-14 Juni'24) + Link2 Materi BimTek _"PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (P...
 

5 sarana berpikir ilmiah

  • 1. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 1 SARANA BERPIKIR ILMIAH 1. Sarana Berpikir Ilmiah Sarana berpikir ilmiah adalah alat berpikir dalam membantu metode ilmiah sehingga memungkinkan penelitian dapat dilakukan secara baik dan benar. Suhartono Suparlan ( 2005 : 1 ) menjelaskan dalam bukunya Sejarah Pemikiran Filsafat Modern bahwa : Manusia mempunyai kemampuan menalar, artinya berpikir secara logis dan analitis. Kelebihan manusia dalam kemampuannya menalar dan karena mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikirannya yang abstrak, maka manusia bukan saja mempunyai pengetahuan, melainkan juga mampu mengembangkannya. Karena kelebihannya itu maka Aristoteles memberikan identitas kepada manusia sebagai “animal rationale”. Sarana bepikir juga menyandarkan diri pada proses logika deduktif dan proses logika induktif, sebagimana ilmu yang merupakan gabungan antara berpikir dediktif dan induktif. Implikasi proses deduktif dan induktif menggunakan logika ilmiah. Logika ilmiah merupakan sarana berpikir ilmiah yang paling penting ( Suwardi Endraswara : 2012 : 228 ). Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan atura-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar dari pada satu ( Amsal Baktiar : 2004 : 212 ). Dalam penelitian ilmiah terdapat dua cara penarikan kesimpulan melalui cara kerja logika yaitu adalah induktif dan deduktif. Logika induktif adalah cara penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan rasional. Logika deduktif adalah cara penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum rasional menjadi kasus-kasus yang bersifat khusus sesuai fakta di lapangan ( Cecep Sumarna : 2008 : 150 ). Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana berupa bahasa, logika, matematika dan statistika. Salah satu langkah ke arah penguasaan itu adalah mengetahui dengan benar peranan masing-
  • 2. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 2 masing sarana berpikir tersebut dalam keseluruhan proses ilmiah. ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 167-169 ). Sarana berpikir ilmiah akan dikelompokkan menjadi tiga yaitu bahasa, matematika dan statistika, sedangkan pembahasan logika dimasukan dalam ketiga sarana tersebut sebagaimana telah dijelaskan di atas. 2. Bahasa Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 167 ). Pendapat lain menjelaskan, bahasa merupakan pernyataan pikiran atau perasaan yang terdiri dari kata-kata atau istilah-istilah dan sintaksis. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu, sedangkan sintaksis merupakan cara menyusun kata-kata menjadi kalimat yang bermakna (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM : 2010 : 98 ). Keunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya ( homo sapiens ) melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa ( animal symbolicum ), sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 171 ). Obyek-obyek yang faktual dapat ditransformasikan menjadi simbol-simbol abstrak lewat perbendaharaan kata-kata dan dirangkai oleh tata bahasa untuk mengemukakan jalan pikiran (informatif) atau ekspresi perasaan ( emotif ). Menurut Kneller, bahasa dalam kehidupan manusia mempunyai tiga fungsi yaitu simbolik, emotif, dan efektif ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 175). Dalam kamunikasi ilmiah seharusnya terbebas dari unsur-unsur emotif ( bersifat antiseptik ), agar pesan yang disampaikan diterima secara reproduktif, artinya identik dengan pesan yang disampaikan. oleh sebab itu proses komunikasi ilmiah harus bersifat jelas yakni makna yang terkandung dalam kata-kata yang dipergunakan diungkapkan secara tersurat ( ekspilisit ) sehingga tercegah dari makna yang lain, selain itu mengemukakan pendapat dan jalan pikiran juga harus jelas ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 181-182 ).
  • 3. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 3 Dalam mengkomunikasikan suatu pernyataan dengan jelas harus menguasai tata bahasa yang baik. Menurut Chartlton Laird, tata bahasa merupakan alat dalam mempergunakan aspek logis dan kreatif dari pikiran untuk mengungkapkan arti dan emosi dengan mempergunakan aturan-aturan tertentu ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 182 ). Temasuk didalamnya adalah gaya penulisan (format penulisan) seperti catatan kaki atau menyertakan daftar pustaka, kesemuanya ini untuk menghindari sifat subyektif dan meminimalisir sifat emosional seorang penulis. Jujun S. Suriassumantri ( 2009 : 182-188 ) menjelaskan bahwa beberapa kelemahan bahasa sebagai sarana kamunikasi ilmiah sebagai berikut : a. Bahasa bersifat multifungsi yakni sebagai sarana komunikasi emotif, afektif dan simbolik. ketiganya satu sama lain tidak bisa dipisahkan. b. Bersifat majemuk ( pluralistik ) dari bahasa, artinya kekurangan bahasa terletak pada arti yang tidak jelas dan eksak yang dikandung oleh kata-kata yang membangun bahasa, dan beberapa kata yang mempunyai arti sama, sehingga menimbulkan kekacauan semantik. c. Bersifat sirkular, artinya berputar-putar dalam mempergunakan kata-kata terutama dalam memberikan definisi. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah salah satu sarana berpikir ilmiah, sehingga dalam epistemologi pengetahuan ilmiah peran bahasa harus bersifat komunikastif, informatif, dan reproduktif. Namun bahasa mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya tidak bisa melepaskan dari unsur emotif dan afektif, dan juga sering menimbulkan kekacauan semantik karena bahasa bersifat pluralistik dan sikular dalam mendefenisikan arti atau membuat defenisi baru. Maka diperlukan sarana lain untuk kegiatan penelitian ilmiah, yaitu sarana matematika dan statistika. 3. Matematika Matematika sebagai bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat
  • 4. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 4 artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya, dan bersifat individual yang merupakan perjanjian yang berlaku khusus untuk masalah yang sedang dikaji ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 191 ). Contohnya : mau mancari pengaruh profesinalisme Pengawas terhadap kinerja guru Matematika, maka x = profesionalisme Pengawas dan y = Kinerja Guru Matematika. Maka pernyataan matematika mempunyai sifat yang jelas, spesifik dan informatif dengan tidak menimbulkan konotasi yang berbeda ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 193 ). Dan terbebas dari aspek emotif dan efektif serta jelas terlihat bentuk hubungannya, serta lebih mementingkan kelogisan pernyataan-pernyataannya yang mempunyai sifat yang jelas (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM : 2010 : 107 ). Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif, sehingga daya prediktif dan kontrol ilmu lebih cermat dan tepat (Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 193). Matematika juga merupakan sarana berpikir deduktif, yaitu proses pengambilan kesimpulan yang didasarkan kepada premis-premis yang kebenarannya telah ditentukan. Secara deduktif matematika menemukan pengetahuan yang baru berdasarkan premis-premis tertentu. Pengetahuan yang ditemukan hanyalah merupakan konsekuensi dari pernyataan-pernyataan ilmiah yang telah ditemukan sebelumnya ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 197 ). Maka disimpulkan matematika dalam epistemologi pengetahuan ilmiah merupakan salah satuh sarana berpikir ilmiah dan berfungsi sebagai sarana berpikir deduktif ( umum ke khusus ), yang bersifat jelas, spesifik, informatif dan kuantitatif. 4. Statistika Statistik diartikan sebagai kumpulan bahan keterangan ( data ), baik yang berwujud angka ( data kuantitatif ) maupun yang tidak berwujud angka ( data kualitatif ). Namun pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya
  • 5. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 5 dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berujud angka ( data kuantitatif ) saja ( Anas Sudijono : 2000 : 1). Dalam Kamus Ilmiah Populer kata statistik berarti tabel, grafik, daftar informasi, angka-angka, informasi. Sedangkan kata statistika berarti ilmu pengumpulan, analisis, dan klarifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi ( Pius A. Pranoto dan M. Dahlan : 1994: 724-725 ). Statistik mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif, Statistika memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi yang bersangkutan ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 218 ). Semakin besar sampel yang diambil, semakin tinggi pula tingkat ketelitian kesimpulannya. Sebaliknya, makin sedikit contoh yang diambil, maka makin rendah pula tingkat ketelitiannya ( Amsal Bakhtiar : 2004 : 206). Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalitas antara dua faktor atau lebih bersifat kebetulan atau memang benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 219 ). Statistika sebagai sarana berpikir ilmiah tidak memberikan kepastian namun memberi tingkat peluang bahwa untuk premis-premis tertentu dapat ditarik suatu kesimpulan, dan kesimpulannya mungkin benar mungkin juga salah. Langkah yang ditempuh dalam logika induktif menggunakan statistika adalah observasi dan eksperimen, memunculkan hipotesis ilmiah, verifikasi dan pengukuran, dan sebuah teori dan hukum ilmiah. ( Cecep Sumarna : 2008 : 146 ). Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan kita untuk melakukan kegiatan ilmiah secara ekonomis, namun logika statistik kurang dikenal dengan baik, logika lebih banyak dihubungkan dengan matematika dan jarang sekali dihubungkan dengan statistika ( Jujun S. Suriassumantri : 2009 : 220).
  • 6. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 6 Maka dapat disimpulkan, statistika merupakan sarana berfikir atau cara untuk mengetahui keadaan suatu obyek, cukup dengan melakukan pengukuran terhadap sebagian obyek yang dijadikan sampel. Walaupun pengukuran terhadap sampel tidak akan seteliti jika pengukuran dilakukan terhadap populasinya, namun hasil dari pengukuran sampel dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau bisa dikatakan pengetahuan ilmiah. Jadi statistika merupakan sarana berpikir induktif ( khusus ke umum ), yang bersifat hubungan kausalitas dan penarikan sampel. 5. Analisa Hubungan Logika dengan Bahasa, Matematika, dan Statistika Dari penjelasan-penjelasannya sebelumnya, maka akan di analisa menurut penulis untuk menjelaskan hubungan antara logika dengan ketiga sarana berpikir ilmiah tersebut. Ditinjau dari pola berpikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara deduktif dan berpikir induktif. Untuk itu, penalaran ilmiah menyandarkan diri kepada proses logika deduktif dan logika induktif. Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan dari penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap valid kalau proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika. Terdapat bermacam-macam cara penarikan kesimpulan, diantaranya, penarikan kesimpulan dengan cara logika induktif dan logika deduktif. Logika induktif erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan umum. Sedangkan logika deduktif membantu kita dalam menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum menjadi khusus yang bersifat individual. Bahasa merupakan sarana komunikasi, maka segala sesuatu yang berkaitan erat dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa. Seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain, tanpa mempunyai kemampuan berbahasa, maka seseorang tidak dapat melakukan kegiatan ilmiah
  • 7. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 7 secara sistematis dan teratur, maka Bahasa hubungannya dengan pengatahuan ilmiah berfungsi sebagai informatif, komunikatif dan reproduktif. Sedangkan Matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam berpikir deduktif, sehingga matematika harus bersifat jelas, spesifik, informatif dan kuantitatif, adapun statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif, yang bersifat hubungan kausalitas dan penarikan sampel. maka ketiga sarana berpikir ilmiah tersebut, saling berhubungan erat satu sama lain, terutama dalam epistemologi pengetahuan ilmiah.
  • 8. Review “ Sarana Berpikir Ilmiah “ (pertemuan ke 5) 8 Referensi Amsal Bakhtiar. (2004). Filsafat ilmu. Jakarta : Grafindo Persada. Anas Sudijono. (2000). Pengantar statistik pendidikan. Cetekan ke X. Jakarta : Grafindo Persada. Cecep Sumarna, (2008). Filsafat ilmu. Bandung : Mulia Press. Charlton Laird, 1953. The miracle of language. New York : Fawcett. George F. Kneller, 1964. Introduction to the philosophy of education. New York : John Wiley. Jalaluddin. (2010). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia. John G. Kemeny, 1959. A Philosopher looks at science. New York : Van Nostrand. Jujun S. Suriassumantri, 2009. Filsafat ilmu; Sebuah pengantar populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Pius A. Pranoto dan M. Dahlan. 1994. Kamus ilmiah populer. Surabaya: Arkola Suhartono Suparlan, 2005. Sejarah pemikiran filsafat modern. Jogjakarta : Ar Ruzz Media. Suwardi Endraswara, 2012. Filsafat ilmu. Yogyakarta : CAPS. Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, 2010. Filsafat ilmu sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Liberty.