SlideShare a Scribd company logo
1 of 30
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-1
BAB II
PROFIL UMUM
LOKASI STUDI
2.1. LETAK LOKASI STUDI DAN AKSESIBILITAS
2.1.1. Letak Geografis
Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu kabupaten di Provinsi
Riau, Indonesia, dengan ibu kotanya Selat Panjang, memiliki luas wilayah
3.714 Km2. Secara geografis Kabupaten Kepulauan Meranti terletak di
antara garis lintang – bujur 0° 42' 30" - 1° 28' 0" LU, dan 102° 12' 0" -
103°10' 0" BT dengan batas wilayah :
Sebelah Utara : Selat Malaka dan Kabupaten Bengkalis
Sebelah Selatan : Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan
Sebelah Barat : Kabupaten Bengkalis
Sebelah Timur : Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepulauan Riau
Gugusan pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari Pulau Tebing
Tinggi, Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Ransang, Pulau Topang, Pulau
Manggung, Pulau Panjang, Pulau Jadi, Pulau Setahun, Pulau Tiga, Pulau
Baru, Pulau Paning, Pulau Dedap, Pulau Berembang, Pulau Burung. Adapun
nama Meranti diambil dari nama gabungan "Pulau Merbau, Pulau Rangsang
dan Pulau Tebing tinggi". Kabupaten Kepulauan Meranti pada tergagi ke
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-2
dalam 9 (sembilan) wilayah kecamatan. Kecamatan yang memiliki wilayah
terluas adalah Kecamatan Tebing Tinggi Timur dengan luas wilayah 768,0
Km2 (20,7%) dan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil adalah
Kecamatan Tebing Tinggi seluas 81,0 Km2 (2,2%). Ke-9 kecamatan dan
luas masing-masing wilayahnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.1. Luas Wilayah Kecamatan Di Kab. Kepulauan Meranti
No. Kecamatan
Wilayah
%
Km2 Ha
1 Tebing Tinggi Barat 587.33 58,733.00 15.8
2 Tebing Tinggi 81.00 8,100.00 2.2
3 Tebing Tinggi Timur 768.00 76,800.00 20.7
4 Rangsang 411.12 41,112.00 11.1
5 Rangsang Pesisir 371.14 37,114.00 10.0
6 Rangsang Barat 128.20 12,820.00 3.5
7 Merbau 436.00 43,600.00 11.7
8 Pulau Merbau 380.40 38,040.00 10.2
9 Tasik Putri Puyu 551.00 5,100.00 14.8
Jumlah 3,714.19 321,419.00 100.0
Sumber: Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka (2019)
Jarak terjauh antara ibukota kecamatan dengan ibukota Kabupaten
Kepulauan Meranti adalah ibukota Kecamatan Rangsang yaitu Desa
Tanjung Samak dengan jarak lurus 45,5 km. Dan jarak terdekat selain
Kecamatan Tebing Tinggi adalah ibukota Kecamatan Tebing Tinggi Barat,
yaitu Desa Alai dengan jarak lurus 9,5 km.
2.1.2. Pencapaian Lokasi
Lokasi studi Reviu DED Pelabuhan Dorak secara administrasi termasuk
kepada pemerintahan Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi. Pencapaian
lokasi adalah sebagai berikut :
1. Dari Ibu Kota Kabupaten Kabupaten Kepulauan Meranti (Kantor Bupati),
Selat Panjang, dapat ditempuh langsung dengan menggunakan
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-3
kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 4 km waktu tempuh ± 5 menit,
kondisi jalan baik.
2. Dari Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, menggunakan angkutan reguler
dapat ditempuh dengan dua cara:
a. Dari Pekanbaru ke Pelabuhan Tanjung Buton melaui jalur darat
menggunakan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 120,5 km
dengan waktu tempuh ± 3 jam, dari Pelabuhan Tanjung Buton ke
Selat Panjang (Pelabuhan Tanjung Harapan) menggunakan
angkutan laut, jarak tempuh ± 58,5 km (36,3 mil), waktu tempuh ±
1,5 jam, dari Pelabuhan Tanjung Harapan langsung ke lokasi
menggunakan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 8 km, waktu
tempuh ± 10 menit.
b. Dari Pekanbaru (Pelabuhan Sei Duku) ke Perawang menggunakan
angkutan sungai, jarak tempuh ± 32 Km (20 mil), waktu tempuh ±
45 menit, dari Perawang ke Pelabuhan Tanjung Buton melalui jalan
darat dengan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 89 km, waktu
tempuh ± 2 jam, dari Pelabuhan Tanjung Buton ke Selat Panjang
menggunakan angkutan laut, jarak tempuh ± 58,5 km (36,3 mil),
waktu tempuh ± 1,5 jam, dari Pelabuhan Tanjung Harapan
Gambar 2.1.
Ilustrasi pencapaian lokasi studi dari Selat Panjang
(Kantor Bupati Kab. Kepulauan Meranti)
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-4
langsung ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat, jarak
tempuh ± 8 km, waktu tempuh ± 10 menit.
2.2. KONDISI FISIK
2.2.1. Iklim
Kabupaten Kepulauan Meranti dipengaruhi oleh iklim tropis dengan
temperatur udara rata-rata berkisar 260 - 33,4⁰ C dengan curah hujan rata-
rata berkisar 1.400 - 2.100 mm/tahun. Jumlah hari hujan rata-rata 90 hari,
musim hujan berlangsung biasanya pada bulan Oktober sampai bulan Mei,
musim panas/kemarau pada umumnya jatuh pada bulan Juli sampai
dengan bulan September, atas dasar data tersebut menurut Koppen daerah
ini termasuk pada iklim Aw.
2.2.2. Kondisi Topografi
Bentuk wilayah Kabupaten Meranti secara umum didominasi oleh bentuk
wilayah datar dengan kemiringan lahan antara 0% - 3%. Bentuk wilayah
datar dijumpai disebagian besar wilayah sepanjang garis pantai atau
sepanjang daerah aliran sungai atau pada daerah dengan fisiografi dataran
Gambar 2.2.
Ilustrasi pencapaian lokasi studi dari Pekanbaru
(Ibu Kota Provinsi Riau)
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-5
alluvial berupa tanggul sungai dan rawa dengan kemiringan lahan < 2 %.
Pada daerah dengan kemiringan lahan dibawah 2% sangat berpotensi
untuk pengembangan tanaman pangan, terutama padi dan palawija.
Pengembangan lahan pada daerah dengan kemiringan lahan dibawah 2%
kemungkinan erosi yang terjadi sangat rendah sekali. Namun pada daerah
rawa yang tergenang permanen perlu adanya masukan teknologi relatif
tinggi, yaitu pembuatan kanal atau saluran-saluran drainase.
Pada daerah dengan kemiringan lahan 3% - 15% adalah kawasan yang
potensial untuk pengembangan pertanian pangan dan perkebunan dengan
masukan teknologi rendah sampai sedang seperti pembuatan teras gulud
atau teras bangku. Sedangkan daerah dengan kemiringan lahan 15% -
30% peruntukannya terbatas hanya untuk perkebunan dengan masukan
teknologi untuk konservasi tanah.
2.2.3. Geologi dan Tanah
Kondisi geologi wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk berumur
kuarter dan tersier. Tersier terdiri dari 3 formasi, yaitu: formasi petani
(Tup), formasi Telisa (TMT) dan ormasi Pematang (Tlpe). Menurut Van
Bemelen (1970) formasi petani disebut sebagai apisan Palembang Tengah
dan bawah, sedangkan kuarter terdiri dari formasi Minas, Qpmi), endapan
permukaan muda (Qh) dan endapan permukaan tua (Qp). Pengalaman
lapangan menunjukkan bahwa wilayah pesisir ini didominasi oleh endapan
rawa yang berupa lumpur, liat dan bahan organik. Endapan lumpur liat
umumnya dijumpai di daerah pantai. Bagian yang jauh dari pantai
terbentuklah tanah dengan bahan induk organik yang merupakan sisa
vegetasi rawa. Bahan endapan rawa merupakan proses akumulasi atas
aktifitas laut/marin dan sungai. Akibat keadaaan tata air yang kurang baik
maka terjadi penumpukkan bahan organik karena proses pelapukan
terhambat. Akhir terbentuknya banah organik (gambut) yang sebagian
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-6
besar mempunyai kedalaman besar dari 2 meter (kubah gambut).
Sebagaian besar kubah gambut ini telah diusahakan oleh masyarakat untuk
pertanian.
Jenis tanah yang banyak terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti adalah
jenis tanah gambut trofik. Berdasarkan struktur dan jenis tanahnya, daratan
wilayah Kabupaten Meranti didominasi endapan permukaan tua yang terdiri
dari lempung, lanau, kerikil lempungan, sisa-sisa tumbuhan dan pasir
granit. Beberapa daerah didominasi oleh endapan permukaan muda
berbentuk rawa gambut berwarna abu-abu kecoklatan pada keadaan
bahas, sangat lunak, plastis, rekah kerut tinggi, mengandung bahan
organik.
Tanah gambut yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan
jenis tanah gambut trofik yang dibentuk oleh bahan-bahan sisa tanaman
purba yang berlapis-lapis hingga mencapai ketebalan >30 cm. Bahan
organik yang membentuk tanah gambut pada umumnya memiliki ketebalan
di atas 75 cm, bahkan di beberapa lokasi memiliki ketebalan > 3 meter.
2.2.4. Hidrologi
Fungsi sungai di Kabupaten Kepulauan Meranti selain sebagai jalur
transportasi, juga berfungsi sebagai sumber air baku untuk menunjang
kehidupan sehari-hari. Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki beberapa
sungai, baik besar maupun kecil, sebanyak 13 buah sungai diantaranya
terdapat di Kecamatan Merbau, Kecamatan Rangsang, Kecamatan Tebing
Tinggi dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Sungai - sungai tersebut adalah
Sungai Suir, Sungai Suir Kanan, Sungai Jabi, Sungai Pinang Rapat, Sungai
Simpang Kiri, Sungai Mengkopot, Sungai Batang Hari, Sungai Sokop, Sungai
Bokor, Sungai Perumbi, Sungai Penyagun, Sungai Centai, Sungai Merbau,
Sungai Guba, Sungai Selat Akar, Sungai Tohor, Sungai Dedap, Sungai
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-7
Penekat, Sungai Juling, Sungai Suak Nipah, Sungai Gelora/Pasar Baru,
Sungai Borot, Sungai Melibur, Sungai Lukit, Sungai Mengkuang, Sungai
Mengkikit, dan Sungai Alah Air, Sungai Banglas, Sungai Pelimau, dan
Sungai Dorak (Meranti dalam Angka 2018). Selain itu terdapat sungai yang
terdapat tasik (danau) diantaranya Tasik Air Putih Kecamaatan Rangsang,
Tasik Nambus Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Tasik Penyagun Kecamatan
Rangsang, Tasik Ular Kecamaatan Rangsang, Tasik Meskil Kecamatan
Rangsang, Tasik Penekat Kecamaatan Rangsang, Tasik Tanjung Padang
Kecamatan Merbau, dan Tasik Putri Puyu berada di Kecamatan Tasik Putri
Puyu. Selain berasal dari sungai, sumber air di Kabupaten Kepuluan Meranti
juga berasal dari air tanah. Kualitas air tanah di daerah wilayah pesisir
bersifat asam atau payau dengan salinitas tinggi, sehingga untuk
kebutuhan air sehari- hari, sebagian besar penduduk memanfaatkan air
hujan. Kualitas air di perairan pesisir pada umumnya dipengaruhi oleh
aktivitas masyarakat disepanjang sungai yang bermuara ke perairan
tersebut, kegiatan wilayah pesisir itu sendiri, dan kegiatan laut lepas yang
berbatasan dengan perairan pesisir dimaksud. Sungai-sungai ini banyak
dilayari oleh kapal-kapal dan kegiatan penduduk seperti perkebunan,
perikanan, perkayuan, dan lain- lain. Keadaan drainase sebagian besar
dicirikan oleh adanya tanah gambut yang tersebar di semua pulau besar.
Hampir seluruh wilayah pesisir kadang-kadang terjadi genangan.
Keberadaan gambut yang mendominasi lahan di Kabupaten Kepulauan
Meranti merupakan kantong-kantong penyimpanan air yang sangat besar.
2.2.5. Oceanografi
1) Ekosistem Laut dan Pesisir
Ekosistem laut dan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti didomonasi
oleh ekosistem rawa gambut dan mangrove, berupa sagu, hutan bakau,
nipah dan api-api. Berbagai ekosistim tersebut menyediakan fungsi
yang sangat besar untuk kehidupan di wilayah pesisir dan laut.
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-8
Kawasan hutan sagu yang tumbuh pada lahan rawa gambut di
Kabupaten Kepulauan Meranti, menghasilkan sagu yang berkualitas
sangat baik dengan jumlah produksi cukup besar, sehingga ditetapkan
sebagai produk komoditi unggulan dan menjadi basis kegiatan ekonomi
masyarakat tempatan. Namun upaya pemanfaatan lahan rawa gambut
sebagai lahan pengembangan tanaman sagu cenderung semakin
meningkat. Oleh karena itu perlu endapat perhatian secara serius,
khususnya dalam pengelolaan lahan rawa gambut secara bijaksana,
agar tidak merusak ekosistem yang pada gilirannya dapat enimbulkan
kerusakan terhadap lahan dan menurunan produktivitas tanaman sagu
(Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031).
2) Karakteristik Pantai
Kondisi pantai di Kabupaten Kepulauan Meranti pada umumnya landai,
berlumpur dan hanya sebagian saja yang berpasir putih halus.
Karakteristik pantai berlumpur dipengaruhi oleh sedimentasi yang
cukup tinggi dan sebagian besar kawasan pesisir didominasi oleh lahan
rawa gambut.Karakteristik pantai tersebut dapat menjadikan peluang
untuk mengembangkan pariwisata danperikanan. Abrasi pantai terjadi
pada kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan perairan Selat
Malaka dikarenakan arus gelombang dari perairan Selat Malaka yang
cukup kuat dan besar dan makin berkurangnya ekosistem hutan bakau
seperti di Pulau Rangsang (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan
Meranti Tahun 2011 – 2031).
3) Kedalaman Laut
Berdasarkan peta Lingkungan Laut Nasional (LLN) lembar 06/Riau,
kedalaman laut Kabupaten Kepulauan Meranti berkesar antara 3 - 20
meter. Pada lokasi - lokasi tertentu memiliki kedalaman 20 - 30 meter
yang efektif untuk dijadikan sebagai pelabuhan, seperti pelabuhan
Selatpanjang, Teluk Belitung dan Tanjung Samak. edangkan untuk
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-9
kategori laut dalam berikisar hingga 40 meter adalah perairan Selat
Malaka (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 –
2031).
4) Kondisi Air Laut
Kondisi air laut Kabupaten Kepulauan Meranti dipengaruhi oleh proses
sedimentasi, lahan rawa gambut, limbah industri dan limbah kapal.
Kondisi air dengan tingkat kekeruhan cukup tinggi karena pengaruh
sedimentasi dan lahan rawa gambut. Potensi sumber daya perikanan
diperairan ini relative kecil, sehingga tidak dimanfaatkan sebagai areal
tangkap. Namun pada masa mendatang, kawasan pesisirnya masih
dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan budidaya perikanan
air payau. Kondisi air laut yang tercemar olah limbah kapal (minyak)
dan kegiatan industri terkonsentrasi diperairan Selat Malaka. Tingkat
pencemaran air laut yang sudah berlangsung lama, mengurangi jumlah
produksi perikanan dan biota laut lainnya, khususnya pada areal
tangkap di perairan Selat Malaka. Berkurangnya umlah produksi
perikanan di pengaruhi pula oleh perubahan arus air laut dan jalur
pelayaran kapal yang menghambat berkumpulnya plankton -
plankton/nutrien sebagai sumber pakan ikan. (Buku Rencana RTRW
Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031).
5) Arus dan Gelombang Laut
Arus merupakan proses pergerakan air laut yang disebabkan oleh angin
yang bergerak. Kondisi arus yang terjadi di sejumlah perairan agak
tertutup di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan arus yang
dibangkitkan oleh pasang surut dan musim barat yang berlaku saat ini.
Wilayah pesisir pada umumnya tertutup dibatasi atau diapit oleh pulau-
pulau disekelilingnya terutama pesisir bagian Selatan rata-rata
kecepatan arus sedang (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti
Tahun 2011 – 2031).
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-10
2.3. KONDISI SOSIAL
2.3.1. Kependudukan
Penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti berdasarkan data Badan Pusat
Statistik Kab. Kepulauan Meranti pada tahun 2018 tercatat sebanyak
184.372 jiwa yang terdiri 94.577 jiwa laki-laki dan 89.795 jiwa perempuan.
Kecamatan yang paling banyak penduduknya adalah kecamatan Tebing
Tinggi yaitu 56.866 jiwa dan kecamatan yang paling sedikit penduduknya
adalah kecamatan Tebing Tinggi Timur yaitu 11.884 jiwa. Dilihat dari
komposisinya, penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan
penduduk laki-laki berjumlah 94.577 jiwa dan perempuan berjumlah 89.795
jiwa. Rasio jenis kelamin 105. Rasio jenis kelamin yang paling tinggi
terdapat di Kecamatan Tebing Tinggi Barat sebesar 112 dan rasio jenis
kelamin yang paling rendah terdapat di Kecamatan Rangsang Barat sebesar
100. Komposisi penduduk per kecamatan tahun 2018 di Kab. Kepulauan
Meranti selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2. Sebaran Penduduk Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2017
No. Kecamatan
Laki-laki
(jiwa)
Perempuan
(jiwa)
Jumlah
Jiwa %
1. Tebing Tinggi Barat 8.446 7.571 16.017 8,69
2. Tebing Tinggi 28.985 27.881 56.866 30,84
3. Tebing Tinggi Timur 6.236 5.648 11.884 6,45
4. Rangsang 9.763 9.002 18.765 10,18
5. Rangsang Pesisir 8.822 8.350 17.172 9,31
6. Rangsang Barat 8.832 8.813 17.645 9,57
7. Merbau 7.465 6.884 14.349 7,78
8 Pulau Merbau 7.652 7.503 15.155 8,22
9 Tasik Putri Puyu 8.376 8.143 16.519 8,96
Jumlah 94.577 89.795 18.4372 100,00
Sumber: Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-11
2.3.2. Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk mencerminkan keberhasilan pembangunan
suatu bangsa. Pendidikan yang tinggi akan memberi pengaruh positif bagi
masa depan bangsa. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam
kehidupan manusia, oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat
senantiasa memberikan perhatian yang besar pada perkembangan
pendidikan. Secara umum prasarana gedung sekolah di Kabupaten
Kepulauan Meranti telah tersedia di setiap kecamatan mulai dari SD sampai
SMU. Selain tersedianya sarana pendidikan berupa gedung sekolah,
keberhasilan pembangunan pendidikan juga ditentukan oleh ketersediaan
tenaga pengajar atau guru. Analisis lebih lanjut, tentu tidak hanya melihat
ketersediaan guru tapi juga kualitas dan tingkat kemampuan mentransfer
ilmu ke anak didik.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti pada
tahun 2017 terdapat 66 TK/Sederajat, 172 SD/Sederajat, 47
SLTP/Sederajat, 23 SLTA/Sederajat, dan 7 SMK (Kab. Kepulauan Meranti
Dalam Angka, 2019).
2.3.3. Tenaga Kerja
Menurut UU No 13 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan adalah setiap
orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan
/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk
masyrakat. Bagian dari tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi
disebut angkatan kerja.
Jumlah angkatan kerja di Kab. Kepulauan Meranti Per 2018 adalah 91.058
orang. Selain itu, jumlah bukan angkatan kerja adalah 41.626 dengan
rincian 10.335 sekolah, 28.035 mengurus rumah tangga dan 3.256 lainnya.
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-12
Untuk tahun 2018 tingkat pengangguran di Kab. Kepulauan Meranti sebesar
6,84 % dan tingkat partisipasi angkatan kerja adalah 93,16 % dengan
angkatan kerja sebesar 91.058 orang, dimana 84.834 orang bekerja dan
6.224 pengangguran.
Menurut dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu dan tenaga
kerja, tenaga kerja Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2018
terdapat 3.285 orang dari 160 perusahaan (Kab. Kepulauan Meranti Dalam
Angka, 2019).
2.3.4. Kesehatan
Dalam upaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat pada tahun 2016
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mendirikan satu buah
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang terletak di
Selat Panjang. Prasaran kesehatan lainnya berupa 9 (Sembilan) buah
Puskesmas, 118 buah Pos Yandu, dan 23 Polindes yang tersebar di seluruh
kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti (Kab. Kepulauan Meranti
Dalam Angka, 2019).
2.4. BIDANG EKONOMI
2.4.1. Sektor Pertanian, Pekebunan, Peternakan, Perikanan Dan
Kehutanan
1. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kepulauan
Meranti, luas panen tanaman padi dan palawija di Kabupaten
Kepulauan Meranti pada tahun 2017 diantaranya luas panen padi
sawah 3.568 Ha, Jagung 57 Ha, dan Ubi Kayu 202 Ha. Sedangkan
produksi padi dan palawija selama 2017 diantaranya padi sawah 6.640
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-13
ton, jagung 132 ton, dan ubi kayu 5.239 ton. Untuk produksi
hortikultura berupa sayuran dan buah-buahan adalah:
 Sayuran; kacang panjang 332,2 ton, cabe besar 156,0 ton, cabe
rawit 123,3 ton, ketimun 228,3 ton, kangkung 328,5 ton, bayam
207,0 ton dan sawi 123,3 ton.
 Buah-buahan; pisang 2.482,5 ton, manga 781,5 ton, durian 775,7
ton, nenas 449,8 ton, papaya 210,6 ton, rambutan 205,6 ton, sirsak
58,9 ton dan jeruk 24,9 ton (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka,
2019).
2. Perkebunan
Perkebunan mempunyai kedudukan yang penting di dalam
pengembangan pertanian baik di tingkat nasional maupun regional.
Tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang
cukup potensial di daerah ini adalah sagu, kelapa, dan karet. Data luas
dan produksi tanaman perkebunan tahun 2017 yang dikumpulkan dari
Dinas Perkebunan menunjukkan luas areal tanaman perkebunan karet
20.636 ha, pinang 406 ha, kelapa 31.653 ha, dan sagu 39.494 ha.
Dengan produksi karet 10.100 ton, pinang 175 ton, kelapa 27.648 ton,
dan 205.051 ton (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019).
3. Peternakan
Pembangunan subsektor peternakan tidak hanya untuk meningkatkan
populasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat
tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan peternak. Data pada tahun
2017 di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 3.923 ekor sapi, 26
ekor kerbau, dan 11.281 ekor kambing. Sementara populasi unggas di
kabupaten Kepulauan Meranti, tahun 2017 terdapat 69.019 ekor ayam
buras, 743.562 ekor ayam pedaging dan 3.092 ekor itik.
4. Perikanan
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-14
Kegiatan sektor perikanan berdasarkan data dari Dinas Perikanan
Kabupaten Kepulauan Meranti, luas area budi daya selama tahun 2017
tercatat 7.469 m2 kolam, tambak 1.750 m2 dan 2.068 m2 kolam jaring
apung.
Untuk peroduksi ikan tangkap di perairan umum pada tahun 2018
mencapai 1.986,07 ton yang terdiri dari ikan 1233,51 ton, udang
264,58 ton dan rucah 488,00 ton (Kab. Kepulauan Meranti Dalam
Angka, 2019).
5. Kehutanan
Hutan mempunyai peranan yang penting bagi stabilitas keadaan
susunan tanah dan isinya. Pada tahun 2016, luas hutan di Kabupaten
Kepulauan Meranti adalah 362.631,29 ha, jika menurut fungsinya
seluas 354.847,73 ha (97,85 %) merupakan kawasan hutan produksi
terbatas, hutan produksi konversi, hutan produksi tetap, areal lainnya
dan sungai, sedangkan hutan lindung dan suaka alam seluas 7783,56
ha (2,15 %) (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019).
2.4.2. Industri, Pertambangan, Energi, Perdagangan dan Perhotelan
1. Industri
Selama 3 tahun terakhir tidak ada perkembangan signifikan
jumlahperusahan yang ada di Kab. Kepulauan Meranti. Dari tahun 2015
sampai 2017, Kab. Kepulauan Meranti memiliki 1.689 perusahaan
industri. Jika dilihat dari tenaga kerja yang menopang perusahaan
tersebut pada tahun 2017 terjadi kenaikan cukup pesat sebesar 1.941
orang dibanding tahun 2015 menjadi 7.119 orang, dengan nilai
investari sebesar Rp 45.398.004.000,00 (Kab. Kepulauan Meranti Dalam
Angka, 2019).
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-15
2. Pertambangan
Saat ini potensi mineral pengelolaannya dilakukan oleh perusahaan
minyak swasta nasional dengan wilayah konsesi/operasinya yang
meliputi potensi:
a. Tambang minyak dan gas bumi di Pulau Padang. Kegiatan
eksploitasi tambang saat ini dikelola oleh swasta. Ketersediaan
sumberdaya pertambangan ini, dapat mewujudkan Pulau Padang
sebagai pusat pengembangan energi listrik (PLTG) yang melayani
kebutuhan energy listrik diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kawasan pertambangan migas saat ini akan memberikan kontribusi
cukup besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan
Meranti pada masa mendatang. Di kawasan ini sudah berdiri PT.
Kundur Petroleum S.A. yang beroperasi di daerah Kurau Desa Lukit
yang mampu memproduksi minyak mentah 8.500 barel/hari,
merupakan anak perusahaan asing dari Amerika Serikat. Setelah
beberapa kali pemindahan kepemilikan maka terakhir PT. Kundur
Petroleum S.A. dimiliki Energi Mega Persada (EMP) dengan saham
60,49% yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Bakrie
Group. Kundur Petroleum S.A. merupakan operator dari Block
Malacca Strait PSC (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti
Tahun 2011 – 2031).
b. Tambang Timah disekitar Pulau Burung yang sudah dieksploitasi.
Keberadaan kawasan tambang ini perlu dilakukan penataan, baik
menyangkut tata batas dengan kabupaten tetangga khususnya
terkait legalitas usaha penambangan Timah yang diberikan kepada
pihak swasta secara transparan (Buku Rencana RTRW Kab.
Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031).
3. Energi
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-16
Kebijakan pemerintah di bidang kelistrikan ditunjukkan untuk
meningkatkan ke-sejahteraan masyarakat. Untuk mencapai sasaran
tersebut diupayakan pe-ningkatan daya terpasang pembangkit tenaga
listrik serta perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik
dalam jumlah yang cukup dengan pelayanan yang baik. Jumlah
produksi listrik tahun 2017 sebesar 81.405.220,00 kWh dengan
produksi rata-rata bulanan sebesar 6.783.768.33 kWh, jumlah
sambungan 33.971 terdiri dari rumah tangga, industry/pabrik,
perkantoran, rumah sakit, sekolah, rumah ibadat dan penerangan jalan
(Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019).
4. Perdagangan
Untuk memenuhi kegiatan perdagangan di Kabupaten Kepulauan
Meranti terdapat beberapa sarana perdagangan antara lain 11 pasar
tradisional dan 26 swalayan. Sarana penunjang kegiatan ekonomi lain
yang ada di kabupaten kepulauan meranti adalah berdirinya 274
koperasi diseluruh wilayah kecamatan dengan jumlah anggota 5.158
orang (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019).
5. Perhotelan
Berdasarkan hasil survey perusahaan/usaha jasa akomodasi ada tahun
2018, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki 3 Hotel Berbintang serta
19 akomodasi lain. Masih ditahun 2018, rata rata lama menginap tamu
domestik 1,77. Jika dilihat dari presentasi tingkat penghunian kamar
pada hotel non bintang tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan
tingkat penghunian kamar mencapai 71,83% (Kab. Kepulauan Meranti
Dalam Angka, 2019).
2.4.3. Prasarana Transfortasi
1. Prasarana Transfortasi Darat
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-17
Transportasi memegang peranan penting dalam pengembangan setiap
wilayah di segala bidang, karena setiap program pembangunan tidak
akan berjalan tanpa adanya dukungan prasarana jalan yang memadai.
Sektor prasarana transportasi darat ini merupakan salah satu prasyarat
yang harus dipenuhi dalam rangka mempercepat terbukanya seluruh
penjuru wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menerima
program pembangunan. Agar aksesibilitas yang selama ini menjadi
kendala pengembangan dapat segera dieliminasi, maka pengembangan
sistem transportasi dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Kepulauan Meranti 2011 – 2031 direncanakan dengan
mengembangkan sistem transportasi antar moda untuk merangkai dan
meningkatkan aksesbilitas wilayah daratan dan kepulauan. Prasarana
jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas di darat. Lancarnya lalu
lintas akan sangat menunjang perkembangan perekonomian suatu
daerah. Panjang jalan kabupaten di Kabupaten Kepulauan Meranti pada
tahun 2018 berdasarkan kelas jalan dan berbagai jenis permukaan
(konstruksi) adalah: jalan Negara 176,39 km, jalan provinsi 143,45 km
dan jalan kabupaten sepanjang 929,41 km yang terdiri dari permukaan
jalan yang kerikil 133.31 Km, beton 496,01 Km, aspal 36,73 km, dan
tanah 259,29 km (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019).
2. Prasarana Transfortasi Laut
Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah berbentuk kepulauan maka
sarana dan prasarana transfortasi perairan/laut di Kabupaten
Kepulauan Meranti menjadi tulang punggung penghubung antar
wilayah untuk berbagai kegiatan. Akan tetapi hingga saat ini
perkembangan pembangunan prasarana transfortasi masih belum
menggembirakan, sehingga hubungan antar pulau di Kabupaten
Kepulauan Meranti masih menjadi kendala.
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-18
Pelabuhan Tanjung Harapan di Selat Panjang merupakan gerbang
masuk dan ke luar utama dari dan ke Kabupaten Kepulauan Meranti
baik domestik maupun internasional yang prasarannya sudah memadai.
Adapun untuk pelabuhan lainnya yang ada prasarananya belum
memadai.
2.4.4. Struktur Ekonomi
Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diperoleh dari
perhitungan PDRB atas dasar harga konstan yaitu dengan cara mengurangi
nilai PDRB pada tahunke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun
sebelumnya), dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, dikalikan dengan 100
persen. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat
pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya.
Berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2018, angka PDRB atas dasar
harga berlaku mencapai 18,186 triliun rupiah dengan konstribusi dari
kategori A (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) sebagai penyumbang
terbesar dengan peranan sebesar 35,12%. Laju pertumbuhan PDRB atas
dasar harga konstan tahun 2018 adalah 4,01%. Seluruh lapangan usaha
pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan (Kab. Kepulauan Meranti Dalam
Angka, 2019).
2.5. TINJAUAN KEBIJAKAN
2.5.1. Umum
Prasarana utama yang mendukung pengembangan sistem tarnsportasi laut
adalah pelabuhan. Pelabuhan sebagai prasarana utama merupakan tempat
dilakukannya bongkar muat barang, naik turun penumpang orang serta
pusat peralihan antara moda angkutan darat dan angkutan laut. Berkaitan
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-19
dengan fungsi tersebut, maka peran pelabuhan di Kabupaten Kepulauan
Meranti dibedakan atas :
1) Muara Aktivitas Wilayah Hinterland
Peran ini berkaitan dengan adanya aksioma node dan area antara
pelabuhan dengan daerah pelayanannya. Pengertian node dalam
aksioma ini ditafsirkan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan intensif.
Sedangkan area adalah daerah pelayanan pelabuhan yang ditafsirkan
sebagai tempat kegiatan ekstensif. Sebagai sebuah node, pelabuhan
merupakan pusat pelayanan bagi berbagai kegiatan ekstensif di area
(daerah belakang) yang dilayaninya. Kegiatan ekstensif pada daerah
belakang ini merupa kegiatan-kegiatan ekonomi yang membutuhkan
pelayanan jasa pelabuhan sebagai pusat distribusi dan gateway ke
wilayah lainnya. Dengan demikian, berdasarkan aksioma ini, ada korelasi
antara pengembangan pelabuhan dengan karakteristik kegiatan ekstensif
yang terdapat di wilayah belakangnya (area). Sebagai muara daerah di
belakangnya, setiap pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti pada
dasarnya berfungsi sebagai lokasi kegiatan bongkar muat barang dan
naik turunnya penumpang. Ini artinya sebagai sebuah node, pelabuhan
memiliki fungsi ganda yang melayani kedua angkutan tersebut.
Pelayanan angkutan barang meliputi kegiatan distribusi berbagai
komoditi yang dihasilkan diwilayah belakangnya, sedangkan angkutan
penumpang orang melayani kebutuhan pergerakan penduduk dari satu
pulau/kecamatan ke pulau/kecamatan lainnya ataupun menuju ibukota
kabupaten. Dari sini terlihat jelas korelasi antara pelabuhan (node)
dengan daerah belakangnya (area). Semakin besar bangkitan
perjalanan (barang dan manusia) yang dihasilkan daerah belakang, akan
semakin besar pula kapasitas pelabuhan yang dibutuhkan, begitu juga
sebaliknya.
2) Gateway Kabupaten Kepulauan Meranti menuju Wilayah Lainnya
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-20
Fungsi ini berkaitan erat dengan interaksi wilayah kabupaten Kepulauan
Meranti dengan wilayah-wilayah lainnya di Luar Kabupaten Kepulauan
Meranti. Sebagai Gateway, peran pelabuhan merupakan kelanjutan
aktivitas wilayah yang berakhir dipelabuhan. Wujud dari peran ini adalah
adanya volume bongkar – muat barang dan naik turun penumpang dari
dan/atau menuju luar wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, seperti
Pekanbaru, Dumai, Batam atau bahkan Malaysia dan Singapura. Dengan
demikian, melalui fungsi tersebut keberadaan pelabuhan dalam
pengembangan sistem transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Meranti
memiliki makna yang sangat strategis dalam mendukung kelancaran
distribusi barang dan orang.
2.5.2. Kesesuaian Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Berdasarkan Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kepulauan
Meranti Tahun 2011 – tahun 2031 Bab III, Sub-sub Bab 3.7.2. Rencana
Jaringan Transfortasi Laut, bahwa: pengembangan pelabuhan laut
dilakukan dengan pertimbangan untuk meningkatkan aksesibilitas,
mendukung kegiatan ekonomi dan pengembangan kawasan dan dengan
memperhatikan kebijakan struktur ruang nasional, provinsi, kebijakan
pembangunan daerah, rencana zonasi kawasan pesisir, fungsi, skala
pelayanan dan keberadaan pelabuhan yang ada. Adapun peran dan hirarki
pelabuhan laut adalah sebagai berikut :
a) Simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya;
b) Pintu gerbang kegiatan perekonomian;
c) Tempat kegiatan alih moda transportasi;
d) Penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan;
e) Tempat distribusi, produksi, dan konsolidasi muatan atau barang; dan
f) Mewujudkan Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara.
Adapun rencana pengembangan pelabuhan di Kabupaten Kepulauan
Meranti adalah sebagai berikut :
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-21
1) Meningkatkan kondisi Pelabuhan Tanjung Samak, Bantar, Perangas dan
Teluk Belitung serta meningkatkan kondisi pelabuhan Tanjung Medang
yang melayani kapal menuju Karimun;
2) Pembangunan pelabuhan pengumpan regional dan nasional sebagai
pelabuhan penumpang dan barang/peti kemas. Kawasan pelabuhan ini
dialokasikan di Tanjung Sari. Keberadaan pelabuhan ini akan sangat
mendukung upaya pengembangan kawasan industri Selatpanjang,
pusat niaga ASEAN, sentra-sentra produksi pertanian (sagu, karet,
kelapa dan komoditi pertanian lainnya) diwilayah Kabupaten Kepulauan
Meranti, khususnya di Pulau Tebing Tinggi serta mendukung upaya
pengembangan pulau Topang sebagai kawasan sentra produksi
pertanian yang direncanakan dengan pola Kota Terpadu Mandiri (KTM);
3) Pembangunan pelabuhan penumpang lokal, regional dan
internasional Selatpanjang. Lokasi pelabuhan ini direncanakan
dikawasan Dorak;
4) Meningkatkan kondisi pelabuhan penumpang eksisting dan sekaligus
meningkatkan pelayanan kapal motor cepat yang melayani penumpang
regional jurusan Selatpanjang – Batu Pahat, Selatpanjang – Bengkalis –
Dumai – Pekanbaru dan Selatpanjang – Karimun – Batam;
5) Meningkatkan pelayanan kapal motor yang melayani angkutan barang
dan penumpang lokal antar pulau di wilayah Kabupaten;
6) Meningkatkan kondisi pelabuhan rakyat dan pelabuhan pengumpan
lokal yang tersebar di pesisir Pulau Tebing Tinggi, Padang, Merbau dan
Rangsang. Pengembangan pelabuhan rakyat ini ditujukan untuk
memperkuat kegiatan perdagangan lintas batas;
7) Pengembangan sistem transportasi darat dan laut direncanakan secara
terpadu dalam satu koridor pengembangan ekonomi, untuk
memperkuat interaksi kegiatan ekonomi kabupaten Kepulauan Meranti
ke Kawasan Ekonomi Khusus (Karimun, Batam dan Bintan) dan ke
cluster ekonomi/industri Dumai dan Buton sebagai bagian dari Koridor
Pembangunan Ekonomi Nasional serta ke wilayah kabupaten Bengkalis
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-22
(inward looking), termasuk juga mendorong upaya percepatan
terbentuknya kerjasama ekonomi regional dan global (outward
looking).
2.5.3. Kesesuaian Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
Pelabuhan Dorak Kabupaten Kepulauan Meranti menurut Peraturan Daerah
Provinsi Riau Nomor 10 tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Riau Tahun 2018 – 2038 terdapat pada:
Sistem Jaringan Transportasi Laut Pasal 12 ayat 2 poin c, dimana :
1) Pengembangan jaringan transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9 meliputi:
a. Tatanan kepelabuhan; dan
b. Alur pelayaran.
2) Tatanan kepelabuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a,
terdiri atas:
a. Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Dumai;
b. Pelabuhan pengumpul terdiri atas:
1. Pelabuhan Bengkalis (Bengkalis);
2. Pelabuhan Sungai Pakning (Bengkalis);
3. Pelabuhan Tembilahan (Indragiri Hilir);
4. Pelabuhan Tanjung Medang (Bengkalis);
5. Pelabuhan Sungai Guntung (Rokan Hulu);
6. Pelabuhan Rengat/Kuala Cinaku (Indragiri Hulu);
7. Pelabuhan Selat Panjang (Kep.Meranti);
8. Pelabuhan Pekanbaru (Pekanbaru);
9. Pelabuhan Perawang (Siak);
10. Pelabuhan Tanjung Buton (Siak); dan
11. Pelabuhan Kuala Enok (Indragiri Hilir).
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-23
c. Pelabuhan pengumpan regional terdiri atas:
1. Pelabuhan Meranti/Dorak (Kepulauan Meranti);
2. Pelabuhan Kuala Gaung (Indragiri Hilir);
3. Pelabuhan Bagan Siapi – Api (Rokan Hilir); dan
4. Pelabuhan Panipahan (Rokan Hilir).
d. Pelabuhan pengumpan lokal terdiri atas:
1. Pelabuhan Batu Panjang (Bengkalis); dan
2. Pelabuhan Sinaboi (Rokan Hilir).
3. Alur Pelayaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf b, di
antaranya dikembangkan di sepanjang perairan laut dalam.
Sepanjang Selat Malaka melalui Selat Singapura, dan berbelok
ke arah Lautan Pasifik melalui Laut Cina Selatan.
2.5.4. Kesesuaian Dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Kp 432 Tahun 2017
Tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) dan Lampiran
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Kp 432 Tahun 2017 Tanggal: 25
April 2017 Bab IV Lokasi Dan Hierarki Pelabuhan Nasional, Pelabuhan Dorak
ditetapkan sebagai Pelabuhan Pengumpul Regional (PR).
Hasil penetapan secara rinci dari lokasi dan hierarki pelabuhan untuk
Pelabuhan Dorak Kabupaten Kepulauan Meranti dalam jangka waktu 20
(dua puluh) tahun dapat dilihat pada: Sub Lampiran A1 Lokasi Pelabuhan
Laut yang digunakan untuk melayani angkutan laut, seperti terihat pada
tabel di bawah ini :
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-24
Sumber : Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Kp 432 Tahun 2017 Sub
Lampiran A1
Tabel 2.3. Penetapan Lokasi dan Hierarki Pelabuhan Dorak
Lokasi pelabuhan pengumpan regional berpedoman pada kriteria teknis
sebagai berikut:
1. Memiliki jarak dengan pelabuhan regional lainnya minimal 20-50 mil;
2. Kedalaman kolam pelabuhan mulai 5 sampai dengan -7 LWS;
3. Kapasitas dermaga maksimal 3.000 DWT;
4. Panjang dermaga 80 -120 m;
5. Luas lahan maximal 5 Ha;
6. Memiliki peralatan bongkar muat sesuai jenis angkutan barang.
2.6. PROFIL EKSISTING PELABUHAN DORAK
2.6.1. Letak Dan Status Lahan Pelabuhan Dorak Eksisting
1. Letak Lokasi
Pelabuhan Dorak berada pada wilayah perairan Selat Air Hitam yang
memisahkan Pulau Tebing Tinggi di sebelah Selatan dengan Pulau
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-25
Rangsang di sebelah Utara. Secara geografi Pelabuhan Dorak terletak
pada koordinat lintang – bujur 00 0’ 50,3” LU dan 1020 44’ 49,7” BT
sedangkan secara administrasi termasuk ke dalam pemerintahan Desa
Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi. Posisi Pelabuhan Dorak dalam peta
Google dapat dilihat pada Gambar 2.3. di bawah ini:
2. Ketersediaan Dan Status Lahan Darat
Berdasarkan keterangan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan
Meranti Luas Lahan peruntukan Kawasan Pelabuhan Dorak saat ini
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan
pembebasan lahan seluas ± 18 Ha. Dari luasan terebut status lahan
seluas 113.687 m2 (11,37 Ha) telah bersertifikat.
2.6.2. Kondissi Fisik Pelabuhan
Pelabuhan Dorak berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan
Kab. Kepulauan Meranti secara fisik sebagian sudah dibangun pada tahun
2014. Pembangunan yang telah dilakukan meliputi dua sisi yaitu bagian laut
Gambar 2.3. Ilustrasi letak lokasi Pelabuhan Dorak
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-26
dan bagian darat. Untuk pembangunan dari sisi darat dilakukan dengan
menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sementara
untuk pembangunan sisi laut dilakukan dengan menggunakan Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sisi darat pembangunan meliputi
terminal penumpang dan kawasan parkir, sementara dari sisi laut
pembangunan yang dilakukan yakni dermaga pelabuhan. Pelabuhan di
Dorak itu sendiri terdiri dari pelabuhan untuk penumpang yang
diperuntukkan memberikan layanan turun naik penumpang antar
kabupaten, antar-provinsi dan negara. Sedangkan pelabuhan kargo
diperuntukkan aktivitas bongkar muat kapal kargo dalam negeri saja karena
wilayah Kab. Kepulauan Meranti belum ditunjuk sebagai daerah yang
melayani aktivitas ekspor-impor. Dengan pembangunan Pelabuhan Dorak
nantinya diharapkan dapat mendorong pelayanan kepelabuhan di Kab.
Kepulauan Meranti, khususnya di Kota Selatpanjang sebagai ibu kota
kabupaten. Pelabuhan dorak ini akan dijadikan pelabuhan terbesar dan
menjawab keterbatasan pelabuhan Tanjung Harapan yang ada saat ini.
Pelabuhan Tanjung Harapan saat ini akan dijadikan pelabuhan Rakyat
(Pelra) dan melayani pelayaran antar-pulau di wilayah Kepulauan Meranti
dan sekitarnya. Adapun fasilitas yang telah dibangun pada du sisi adalah:
1. Sisi (bagian) daratnya sebagian sudah dilakukan pematangan lahan
dengan pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah seluas ± 4.512 m2
2. Sisi laut telah dibangun dua buah pelabuhan yaitu:
 Pelabuhan penumpang dengan panjang trestel 80 m, lebar 3 m dan
dermaga apung (ponton).
 Pebuhan barang dengan panjang trestel 125 m, lebar 7 m, panjang
dermaga/jetty 70 m dan lebar 9 m
Berdasarkan hasil peninjauan (survei pendahuluan) kondisi saat ini untuk
fasilitas laut dermaga apung yang telah dibangun sudah tidak ada (hilang)
dan terdapat sarana dan prasarana pelengkap yang sudah dibangun
tampak rusak. Untuk dermaga penumpang sudah dipasang atap, namun
atap yang telah dipasang sebagian besar sudah hilang dan tiang besi
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-27
kerangka bangunan atap sudah banyak putus karena korosi. Begitu juga
lampu penerangan tenaga surya di pelabuhan barang yang terpasang
kondisinya sudah tidak berfungsi karena materialnya banyak yang hilang.
Gambar 2.3.
Kondisi umum kawasan Pelabuhan Dorak
Gambar 2.4.
Kondisi Lahan untuk Fasilitas Darat Rencana Pelabuhan Penumpang
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-28
Gambar 2.5.
Kondisi Trestel Pelabuhan Penumpang
Gambar 2.6.
Kondisi Trestel Pelabuhan Barang
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-29
2.6.3. Kawasan Hinterland
Daerah hinterland adalah daerah belakang suatu pelabuhan, dimana
luasnya relatif dan tidak mengenal batas administratif suatu daerah,
propinsi, atau batas suatu negara tergantung ada atau tidaknya pelabuhan
yang berdekatan dengan daerah tersebut. Terdapat dua faktor yang
mempengaruhi meningkatnya fungsi suatu pelabuhan diantaranya :
1. Jaringan lalu lintas perhubungan darat seperti jalan raya, kereta api,
dan lalu lintas sungai yang memadai di daerah belakang, sehingga
mempermudah akses pergerakan bagi penupang maupun barang
menuju pelabuhan atau sebaliknya.
2. Laju pertumbuhan sosial dan ekonomi di daerah hinterland akan
meningkatkan trafik penumpang dan barang.
Wilayah hinterland pelabuhan dapat terpisah secara geografis sehingga
dalam hal ini faktor aksesbilitas dan volume muatan sangat berpengaruh
dalam menentukan wilayah hinterland. Jaringan hinterland merupakan
faktor penting yang mempengaruhi daya saing pelabuhan. Penentuan
daerah hinterland pelabuhan dapat dilakukan dengan pendekatan yang
didasarkan asal dan tujuan barang/penumpang yang diangkut di pelabuhan
dengan menggunakan laporan bulanan kunjungan kapal dan trafik
penumpang/barang. Berdasarkan laporan bulanan Pelabuhan Tanjung
Harapan penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Tanjung Harapan
adalah menuju/dari Pelabuhan Buton (Kab Siak), Tanjung Pinang (Provinsi
Kepulauan Riau), Batam (Provinsi Kepulauan Riau), Tanjung Balai Karimun
(Provinsi Kepulauan Riau), Penyalai (Kabupaten Pelalawan), bahkan
Singapura dan Malaysia, sehingga daerah-daerah inilah yang merupakan
foreland dari pelabuhan Tanjung Harapan yang fungsinya akan digantkan
oleh Pelabuhan Dorak. Ditinjau dari tujuan keberangkatan dan kedatangan
penumpang dan fungsi Pelabuhan Dorak sebagai pengganti Pelabuhan
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak
Tahun 2019
II-30
Tanjung Harapan maka seluruh wilayah Kab. Kepulaun Meranti menjadi
hinterlan Pelabuhan Dorak.
2.6.4. Jaringan Jalan
Lokasi Pelabuhan Dorak masih berada di kawasan Kota Selat Panjang di
mana jarak tempuh dari Kantor Bupati Kepulauan Meranti ± 4 km, dan
jarak dari Pelabuhan Tanjung Harapan ± 8 km. Untuk mencapai kawasan
Pelabuhan Dorak saat ini sudah terhubung oleh dua buah jalan yaitu Jalan
Dorak dari arah kota melalui Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten
Kepulauan Meranti dan Jalan Lingkar Dorak dari arah kota melalui
Pelabuhan Tanjung Harapan menyusuri Pantai Pulau Tebing Tinggi dengan
lebar badan jalan masing-masing 20 m dan lebar bahu jalan masing-masing
7 m dengan lebar perkerasan aspal 6 m.
Gambar 2.7.
Jalan Dorak arah ke kota
Gambar 2.8.
Jalan Dorak arah ke laut
Gambar 2.9.
Jalan simpang Lingkar Dorak
Gambar 2.10.
Jalan Lingkar Dorak

More Related Content

What's hot

Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)
Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)
Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)Rickie Wahyudi
 
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)Eni Mar'a Qoneta
 
Kondisi Desa Cikahuripan
Kondisi Desa CikahuripanKondisi Desa Cikahuripan
Kondisi Desa CikahuripanHardi yuan
 
Presentase ded drainase_kota_makassar_20
Presentase ded drainase_kota_makassar_20Presentase ded drainase_kota_makassar_20
Presentase ded drainase_kota_makassar_20DaryassarRaihan
 
Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...
Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...
Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...bramantiyo marjuki
 
Sedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problems
Sedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problemsSedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problems
Sedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problemsbramantiyo marjuki
 
Kapupaten Kota Baru Kalimantan Selatan
Kapupaten Kota Baru Kalimantan SelatanKapupaten Kota Baru Kalimantan Selatan
Kapupaten Kota Baru Kalimantan SelatanHafidz Thoyibun
 

What's hot (11)

Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)
Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)
Selayang Pandang Kabupaten Sukabumi (Data: 2011)
 
Bab 3 gambaran
Bab 3   gambaranBab 3   gambaran
Bab 3 gambaran
 
laporan magang
laporan maganglaporan magang
laporan magang
 
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
 
Latar belakang kabupaten muna
Latar belakang kabupaten munaLatar belakang kabupaten muna
Latar belakang kabupaten muna
 
Permohonan alat tangkap ikan
Permohonan alat tangkap ikanPermohonan alat tangkap ikan
Permohonan alat tangkap ikan
 
Kondisi Desa Cikahuripan
Kondisi Desa CikahuripanKondisi Desa Cikahuripan
Kondisi Desa Cikahuripan
 
Presentase ded drainase_kota_makassar_20
Presentase ded drainase_kota_makassar_20Presentase ded drainase_kota_makassar_20
Presentase ded drainase_kota_makassar_20
 
Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...
Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...
Pembangunan dan Pengelolaan Infrastruktur Wilayah, an Fieldwork Report study ...
 
Sedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problems
Sedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problemsSedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problems
Sedimentation in Tempe Lake Sulawesi and its future problems
 
Kapupaten Kota Baru Kalimantan Selatan
Kapupaten Kota Baru Kalimantan SelatanKapupaten Kota Baru Kalimantan Selatan
Kapupaten Kota Baru Kalimantan Selatan
 

Similar to 3 bab 2 deskripsi umum lokasi studi

PPT BAB I - II.pptx
PPT BAB I - II.pptxPPT BAB I - II.pptx
PPT BAB I - II.pptxdenyainur
 
PPT - KEKERINGAN.pptx
PPT - KEKERINGAN.pptxPPT - KEKERINGAN.pptx
PPT - KEKERINGAN.pptxAlanWijaya11
 
04 bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 210716
04    bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 21071604    bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 210716
04 bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 210716kang apep
 
Irigasi partisipatif deli serdang
Irigasi partisipatif deli serdangIrigasi partisipatif deli serdang
Irigasi partisipatif deli serdangMukhlis Abidi
 
DISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIR
DISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIRDISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIR
DISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIRLucia797414
 
Bab ii andalalin pg comal baru
Bab ii andalalin pg comal baruBab ii andalalin pg comal baru
Bab ii andalalin pg comal baruMohamad Anwar
 
Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023
Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023
Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023Gugum Gumilar
 
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016hadiarnowo
 
P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)
P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)
P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)Ade Rohima
 
Profil Kabupaten Trenggalek
Profil Kabupaten TrenggalekProfil Kabupaten Trenggalek
Profil Kabupaten TrenggalekTofan Ardi
 
Laporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung Naga
Laporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung NagaLaporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung Naga
Laporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung NagaFlourentina Dwiindah P
 

Similar to 3 bab 2 deskripsi umum lokasi studi (20)

Bab ii
Bab iiBab ii
Bab ii
 
Ypb 25 agustus 2016
Ypb 25 agustus 2016Ypb 25 agustus 2016
Ypb 25 agustus 2016
 
Bab 4 rev 02
Bab 4 rev 02Bab 4 rev 02
Bab 4 rev 02
 
Bab2rpjpd
Bab2rpjpdBab2rpjpd
Bab2rpjpd
 
PPT BAB I - II.pptx
PPT BAB I - II.pptxPPT BAB I - II.pptx
PPT BAB I - II.pptx
 
36 sebatik
36 sebatik36 sebatik
36 sebatik
 
REVIEW RENCANA INI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KARANGANYAR
REVIEW RENCANA INI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KARANGANYARREVIEW RENCANA INI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KARANGANYAR
REVIEW RENCANA INI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KARANGANYAR
 
PPT - KEKERINGAN.pptx
PPT - KEKERINGAN.pptxPPT - KEKERINGAN.pptx
PPT - KEKERINGAN.pptx
 
Bab iv kondisi umum
Bab iv kondisi umumBab iv kondisi umum
Bab iv kondisi umum
 
04 bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 210716
04    bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 21071604    bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 210716
04 bab 3 kondisi umum pengelolaan infrastruktur plp rev 210716
 
Bps bab 2
Bps bab 2Bps bab 2
Bps bab 2
 
Irigasi partisipatif deli serdang
Irigasi partisipatif deli serdangIrigasi partisipatif deli serdang
Irigasi partisipatif deli serdang
 
DISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIR
DISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIRDISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIR
DISKUSI LAPORAN PENDAHULUAN PENANGGULANGAN BANJIR
 
Bab ii andalalin pg comal baru
Bab ii andalalin pg comal baruBab ii andalalin pg comal baru
Bab ii andalalin pg comal baru
 
Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023
Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023
Bab 2 Gambaran Kondisi Daerah - RKPD Kab. Garut 2023
 
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
 
P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)
P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)
P16 sumber daya alam dan lingkungan hidup (1)
 
Profil Kabupaten Trenggalek
Profil Kabupaten TrenggalekProfil Kabupaten Trenggalek
Profil Kabupaten Trenggalek
 
Laporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung Naga
Laporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung NagaLaporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung Naga
Laporan fieldtrip Cagar Alam Pangandaran, Green Canyon dan Kampung Naga
 
Bab1 pendahuluan
Bab1 pendahuluanBab1 pendahuluan
Bab1 pendahuluan
 

More from drestajumena1

More from drestajumena1 (16)

7 bab 5 analis pembangunan pelabuhan
7 bab 5 analis pembangunan pelabuhan7 bab 5 analis pembangunan pelabuhan
7 bab 5 analis pembangunan pelabuhan
 
Sda kp02-perencanaan-bangunan utama
Sda kp02-perencanaan-bangunan utamaSda kp02-perencanaan-bangunan utama
Sda kp02-perencanaan-bangunan utama
 
Sda kp01-perencanaan-jaringan irigasi
Sda kp01-perencanaan-jaringan irigasiSda kp01-perencanaan-jaringan irigasi
Sda kp01-perencanaan-jaringan irigasi
 
Bab iv evaluasi
Bab iv evaluasiBab iv evaluasi
Bab iv evaluasi
 
Bab vii
Bab viiBab vii
Bab vii
 
Bab vi
Bab viBab vi
Bab vi
 
Bab vi sambungan
Bab vi sambunganBab vi sambungan
Bab vi sambungan
 
Bab v
Bab vBab v
Bab v
 
Bab iv
Bab ivBab iv
Bab iv
 
Bab iv halaman peta
Bab iv halaman petaBab iv halaman peta
Bab iv halaman peta
 
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
7 bab 5 organisasi personil
7 bab 5 organisasi personil7 bab 5 organisasi personil
7 bab 5 organisasi personil
 
6 bab 4 program kerja
6 bab 4 program kerja6 bab 4 program kerja
6 bab 4 program kerja
 
5 bab 3 metodologi pelaksanaan pekerjaan
5 bab 3 metodologi pelaksanaan pekerjaan5 bab 3 metodologi pelaksanaan pekerjaan
5 bab 3 metodologi pelaksanaan pekerjaan
 
3 bab 1 pendahuluan ok
3 bab 1 pendahuluan ok3 bab 1 pendahuluan ok
3 bab 1 pendahuluan ok
 

Recently uploaded

Jual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan KonsultasiJual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan Konsultasissupi412
 
PPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptx
PPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptxPPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptx
PPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptxfirbadian97
 
Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...
Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...
Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...ssupi412
 
Jual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan KonsultasiJual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasissupi412
 
WA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di Semarang
WA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di SemarangWA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di Semarang
WA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di SemarangKelas Online Pra Nikah Nikah
 
5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf
5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf
5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdfFendryGustianVandell
 
Jual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan KonsultasiJual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasissupi412
 
283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt
283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt
283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.pptmumtaza6
 
Persyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. Kebumen
Persyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. KebumenPersyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. Kebumen
Persyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. KebumenPemdes Wonoyoso
 

Recently uploaded (11)

Obat Aborsi Medan 082223109953 Klinik Jual Obat Aborsi Di Medan
Obat Aborsi Medan 082223109953 Klinik Jual Obat Aborsi Di MedanObat Aborsi Medan 082223109953 Klinik Jual Obat Aborsi Di Medan
Obat Aborsi Medan 082223109953 Klinik Jual Obat Aborsi Di Medan
 
Jual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan KonsultasiJual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Blora 👗082322223014👗Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
 
PPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptx
PPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptxPPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptx
PPT usaha Air Minum masak untuk jualan- Umum fix.pptx
 
Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...
Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...
Jual Obat Cytotec Di Palembang 0823.2222.3014 Pusat Pelancar Haid Ampuh Berga...
 
Obat Aborsi Bandung ( Ampuh ) 082223109953 Jual Cytotec Asli Obat Telat Bulan...
Obat Aborsi Bandung ( Ampuh ) 082223109953 Jual Cytotec Asli Obat Telat Bulan...Obat Aborsi Bandung ( Ampuh ) 082223109953 Jual Cytotec Asli Obat Telat Bulan...
Obat Aborsi Bandung ( Ampuh ) 082223109953 Jual Cytotec Asli Obat Telat Bulan...
 
Jual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan KonsultasiJual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sinjai Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
 
WA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di Semarang
WA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di SemarangWA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di Semarang
WA 0821-2636-0569, Sekolah Pra Nikah Janda Duda Di Semarang
 
5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf
5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf
5e6a9e119c2fedec04b90d50fcb7700901916.pdf
 
Jual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan KonsultasiJual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
Jual Cytotec Di Sumba Ori 👙082122229359👙Pusat Peluntur Kandungan Konsultasi
 
283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt
283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt
283649986-MATERI-RISIKO-DAN-TK-PENGEMBALIAN-ppt.ppt
 
Persyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. Kebumen
Persyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. KebumenPersyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. Kebumen
Persyaratan Adminduk - Disdukcapil Kab. Kebumen
 

3 bab 2 deskripsi umum lokasi studi

  • 1. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-1 BAB II PROFIL UMUM LOKASI STUDI 2.1. LETAK LOKASI STUDI DAN AKSESIBILITAS 2.1.1. Letak Geografis Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia, dengan ibu kotanya Selat Panjang, memiliki luas wilayah 3.714 Km2. Secara geografis Kabupaten Kepulauan Meranti terletak di antara garis lintang – bujur 0° 42' 30" - 1° 28' 0" LU, dan 102° 12' 0" - 103°10' 0" BT dengan batas wilayah : Sebelah Utara : Selat Malaka dan Kabupaten Bengkalis Sebelah Selatan : Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan Sebelah Barat : Kabupaten Bengkalis Sebelah Timur : Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepulauan Riau Gugusan pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari Pulau Tebing Tinggi, Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Ransang, Pulau Topang, Pulau Manggung, Pulau Panjang, Pulau Jadi, Pulau Setahun, Pulau Tiga, Pulau Baru, Pulau Paning, Pulau Dedap, Pulau Berembang, Pulau Burung. Adapun nama Meranti diambil dari nama gabungan "Pulau Merbau, Pulau Rangsang dan Pulau Tebing tinggi". Kabupaten Kepulauan Meranti pada tergagi ke
  • 2. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-2 dalam 9 (sembilan) wilayah kecamatan. Kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah Kecamatan Tebing Tinggi Timur dengan luas wilayah 768,0 Km2 (20,7%) dan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Tebing Tinggi seluas 81,0 Km2 (2,2%). Ke-9 kecamatan dan luas masing-masing wilayahnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.1. Luas Wilayah Kecamatan Di Kab. Kepulauan Meranti No. Kecamatan Wilayah % Km2 Ha 1 Tebing Tinggi Barat 587.33 58,733.00 15.8 2 Tebing Tinggi 81.00 8,100.00 2.2 3 Tebing Tinggi Timur 768.00 76,800.00 20.7 4 Rangsang 411.12 41,112.00 11.1 5 Rangsang Pesisir 371.14 37,114.00 10.0 6 Rangsang Barat 128.20 12,820.00 3.5 7 Merbau 436.00 43,600.00 11.7 8 Pulau Merbau 380.40 38,040.00 10.2 9 Tasik Putri Puyu 551.00 5,100.00 14.8 Jumlah 3,714.19 321,419.00 100.0 Sumber: Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka (2019) Jarak terjauh antara ibukota kecamatan dengan ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti adalah ibukota Kecamatan Rangsang yaitu Desa Tanjung Samak dengan jarak lurus 45,5 km. Dan jarak terdekat selain Kecamatan Tebing Tinggi adalah ibukota Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yaitu Desa Alai dengan jarak lurus 9,5 km. 2.1.2. Pencapaian Lokasi Lokasi studi Reviu DED Pelabuhan Dorak secara administrasi termasuk kepada pemerintahan Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi. Pencapaian lokasi adalah sebagai berikut : 1. Dari Ibu Kota Kabupaten Kabupaten Kepulauan Meranti (Kantor Bupati), Selat Panjang, dapat ditempuh langsung dengan menggunakan
  • 3. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-3 kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 4 km waktu tempuh ± 5 menit, kondisi jalan baik. 2. Dari Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, menggunakan angkutan reguler dapat ditempuh dengan dua cara: a. Dari Pekanbaru ke Pelabuhan Tanjung Buton melaui jalur darat menggunakan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 120,5 km dengan waktu tempuh ± 3 jam, dari Pelabuhan Tanjung Buton ke Selat Panjang (Pelabuhan Tanjung Harapan) menggunakan angkutan laut, jarak tempuh ± 58,5 km (36,3 mil), waktu tempuh ± 1,5 jam, dari Pelabuhan Tanjung Harapan langsung ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 8 km, waktu tempuh ± 10 menit. b. Dari Pekanbaru (Pelabuhan Sei Duku) ke Perawang menggunakan angkutan sungai, jarak tempuh ± 32 Km (20 mil), waktu tempuh ± 45 menit, dari Perawang ke Pelabuhan Tanjung Buton melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 89 km, waktu tempuh ± 2 jam, dari Pelabuhan Tanjung Buton ke Selat Panjang menggunakan angkutan laut, jarak tempuh ± 58,5 km (36,3 mil), waktu tempuh ± 1,5 jam, dari Pelabuhan Tanjung Harapan Gambar 2.1. Ilustrasi pencapaian lokasi studi dari Selat Panjang (Kantor Bupati Kab. Kepulauan Meranti)
  • 4. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-4 langsung ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat, jarak tempuh ± 8 km, waktu tempuh ± 10 menit. 2.2. KONDISI FISIK 2.2.1. Iklim Kabupaten Kepulauan Meranti dipengaruhi oleh iklim tropis dengan temperatur udara rata-rata berkisar 260 - 33,4⁰ C dengan curah hujan rata- rata berkisar 1.400 - 2.100 mm/tahun. Jumlah hari hujan rata-rata 90 hari, musim hujan berlangsung biasanya pada bulan Oktober sampai bulan Mei, musim panas/kemarau pada umumnya jatuh pada bulan Juli sampai dengan bulan September, atas dasar data tersebut menurut Koppen daerah ini termasuk pada iklim Aw. 2.2.2. Kondisi Topografi Bentuk wilayah Kabupaten Meranti secara umum didominasi oleh bentuk wilayah datar dengan kemiringan lahan antara 0% - 3%. Bentuk wilayah datar dijumpai disebagian besar wilayah sepanjang garis pantai atau sepanjang daerah aliran sungai atau pada daerah dengan fisiografi dataran Gambar 2.2. Ilustrasi pencapaian lokasi studi dari Pekanbaru (Ibu Kota Provinsi Riau)
  • 5. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-5 alluvial berupa tanggul sungai dan rawa dengan kemiringan lahan < 2 %. Pada daerah dengan kemiringan lahan dibawah 2% sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan, terutama padi dan palawija. Pengembangan lahan pada daerah dengan kemiringan lahan dibawah 2% kemungkinan erosi yang terjadi sangat rendah sekali. Namun pada daerah rawa yang tergenang permanen perlu adanya masukan teknologi relatif tinggi, yaitu pembuatan kanal atau saluran-saluran drainase. Pada daerah dengan kemiringan lahan 3% - 15% adalah kawasan yang potensial untuk pengembangan pertanian pangan dan perkebunan dengan masukan teknologi rendah sampai sedang seperti pembuatan teras gulud atau teras bangku. Sedangkan daerah dengan kemiringan lahan 15% - 30% peruntukannya terbatas hanya untuk perkebunan dengan masukan teknologi untuk konservasi tanah. 2.2.3. Geologi dan Tanah Kondisi geologi wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk berumur kuarter dan tersier. Tersier terdiri dari 3 formasi, yaitu: formasi petani (Tup), formasi Telisa (TMT) dan ormasi Pematang (Tlpe). Menurut Van Bemelen (1970) formasi petani disebut sebagai apisan Palembang Tengah dan bawah, sedangkan kuarter terdiri dari formasi Minas, Qpmi), endapan permukaan muda (Qh) dan endapan permukaan tua (Qp). Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa wilayah pesisir ini didominasi oleh endapan rawa yang berupa lumpur, liat dan bahan organik. Endapan lumpur liat umumnya dijumpai di daerah pantai. Bagian yang jauh dari pantai terbentuklah tanah dengan bahan induk organik yang merupakan sisa vegetasi rawa. Bahan endapan rawa merupakan proses akumulasi atas aktifitas laut/marin dan sungai. Akibat keadaaan tata air yang kurang baik maka terjadi penumpukkan bahan organik karena proses pelapukan terhambat. Akhir terbentuknya banah organik (gambut) yang sebagian
  • 6. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-6 besar mempunyai kedalaman besar dari 2 meter (kubah gambut). Sebagaian besar kubah gambut ini telah diusahakan oleh masyarakat untuk pertanian. Jenis tanah yang banyak terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti adalah jenis tanah gambut trofik. Berdasarkan struktur dan jenis tanahnya, daratan wilayah Kabupaten Meranti didominasi endapan permukaan tua yang terdiri dari lempung, lanau, kerikil lempungan, sisa-sisa tumbuhan dan pasir granit. Beberapa daerah didominasi oleh endapan permukaan muda berbentuk rawa gambut berwarna abu-abu kecoklatan pada keadaan bahas, sangat lunak, plastis, rekah kerut tinggi, mengandung bahan organik. Tanah gambut yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan jenis tanah gambut trofik yang dibentuk oleh bahan-bahan sisa tanaman purba yang berlapis-lapis hingga mencapai ketebalan >30 cm. Bahan organik yang membentuk tanah gambut pada umumnya memiliki ketebalan di atas 75 cm, bahkan di beberapa lokasi memiliki ketebalan > 3 meter. 2.2.4. Hidrologi Fungsi sungai di Kabupaten Kepulauan Meranti selain sebagai jalur transportasi, juga berfungsi sebagai sumber air baku untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki beberapa sungai, baik besar maupun kecil, sebanyak 13 buah sungai diantaranya terdapat di Kecamatan Merbau, Kecamatan Rangsang, Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Sungai - sungai tersebut adalah Sungai Suir, Sungai Suir Kanan, Sungai Jabi, Sungai Pinang Rapat, Sungai Simpang Kiri, Sungai Mengkopot, Sungai Batang Hari, Sungai Sokop, Sungai Bokor, Sungai Perumbi, Sungai Penyagun, Sungai Centai, Sungai Merbau, Sungai Guba, Sungai Selat Akar, Sungai Tohor, Sungai Dedap, Sungai
  • 7. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-7 Penekat, Sungai Juling, Sungai Suak Nipah, Sungai Gelora/Pasar Baru, Sungai Borot, Sungai Melibur, Sungai Lukit, Sungai Mengkuang, Sungai Mengkikit, dan Sungai Alah Air, Sungai Banglas, Sungai Pelimau, dan Sungai Dorak (Meranti dalam Angka 2018). Selain itu terdapat sungai yang terdapat tasik (danau) diantaranya Tasik Air Putih Kecamaatan Rangsang, Tasik Nambus Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Tasik Penyagun Kecamatan Rangsang, Tasik Ular Kecamaatan Rangsang, Tasik Meskil Kecamatan Rangsang, Tasik Penekat Kecamaatan Rangsang, Tasik Tanjung Padang Kecamatan Merbau, dan Tasik Putri Puyu berada di Kecamatan Tasik Putri Puyu. Selain berasal dari sungai, sumber air di Kabupaten Kepuluan Meranti juga berasal dari air tanah. Kualitas air tanah di daerah wilayah pesisir bersifat asam atau payau dengan salinitas tinggi, sehingga untuk kebutuhan air sehari- hari, sebagian besar penduduk memanfaatkan air hujan. Kualitas air di perairan pesisir pada umumnya dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat disepanjang sungai yang bermuara ke perairan tersebut, kegiatan wilayah pesisir itu sendiri, dan kegiatan laut lepas yang berbatasan dengan perairan pesisir dimaksud. Sungai-sungai ini banyak dilayari oleh kapal-kapal dan kegiatan penduduk seperti perkebunan, perikanan, perkayuan, dan lain- lain. Keadaan drainase sebagian besar dicirikan oleh adanya tanah gambut yang tersebar di semua pulau besar. Hampir seluruh wilayah pesisir kadang-kadang terjadi genangan. Keberadaan gambut yang mendominasi lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kantong-kantong penyimpanan air yang sangat besar. 2.2.5. Oceanografi 1) Ekosistem Laut dan Pesisir Ekosistem laut dan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti didomonasi oleh ekosistem rawa gambut dan mangrove, berupa sagu, hutan bakau, nipah dan api-api. Berbagai ekosistim tersebut menyediakan fungsi yang sangat besar untuk kehidupan di wilayah pesisir dan laut.
  • 8. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-8 Kawasan hutan sagu yang tumbuh pada lahan rawa gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti, menghasilkan sagu yang berkualitas sangat baik dengan jumlah produksi cukup besar, sehingga ditetapkan sebagai produk komoditi unggulan dan menjadi basis kegiatan ekonomi masyarakat tempatan. Namun upaya pemanfaatan lahan rawa gambut sebagai lahan pengembangan tanaman sagu cenderung semakin meningkat. Oleh karena itu perlu endapat perhatian secara serius, khususnya dalam pengelolaan lahan rawa gambut secara bijaksana, agar tidak merusak ekosistem yang pada gilirannya dapat enimbulkan kerusakan terhadap lahan dan menurunan produktivitas tanaman sagu (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031). 2) Karakteristik Pantai Kondisi pantai di Kabupaten Kepulauan Meranti pada umumnya landai, berlumpur dan hanya sebagian saja yang berpasir putih halus. Karakteristik pantai berlumpur dipengaruhi oleh sedimentasi yang cukup tinggi dan sebagian besar kawasan pesisir didominasi oleh lahan rawa gambut.Karakteristik pantai tersebut dapat menjadikan peluang untuk mengembangkan pariwisata danperikanan. Abrasi pantai terjadi pada kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan perairan Selat Malaka dikarenakan arus gelombang dari perairan Selat Malaka yang cukup kuat dan besar dan makin berkurangnya ekosistem hutan bakau seperti di Pulau Rangsang (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031). 3) Kedalaman Laut Berdasarkan peta Lingkungan Laut Nasional (LLN) lembar 06/Riau, kedalaman laut Kabupaten Kepulauan Meranti berkesar antara 3 - 20 meter. Pada lokasi - lokasi tertentu memiliki kedalaman 20 - 30 meter yang efektif untuk dijadikan sebagai pelabuhan, seperti pelabuhan Selatpanjang, Teluk Belitung dan Tanjung Samak. edangkan untuk
  • 9. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-9 kategori laut dalam berikisar hingga 40 meter adalah perairan Selat Malaka (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031). 4) Kondisi Air Laut Kondisi air laut Kabupaten Kepulauan Meranti dipengaruhi oleh proses sedimentasi, lahan rawa gambut, limbah industri dan limbah kapal. Kondisi air dengan tingkat kekeruhan cukup tinggi karena pengaruh sedimentasi dan lahan rawa gambut. Potensi sumber daya perikanan diperairan ini relative kecil, sehingga tidak dimanfaatkan sebagai areal tangkap. Namun pada masa mendatang, kawasan pesisirnya masih dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan budidaya perikanan air payau. Kondisi air laut yang tercemar olah limbah kapal (minyak) dan kegiatan industri terkonsentrasi diperairan Selat Malaka. Tingkat pencemaran air laut yang sudah berlangsung lama, mengurangi jumlah produksi perikanan dan biota laut lainnya, khususnya pada areal tangkap di perairan Selat Malaka. Berkurangnya umlah produksi perikanan di pengaruhi pula oleh perubahan arus air laut dan jalur pelayaran kapal yang menghambat berkumpulnya plankton - plankton/nutrien sebagai sumber pakan ikan. (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031). 5) Arus dan Gelombang Laut Arus merupakan proses pergerakan air laut yang disebabkan oleh angin yang bergerak. Kondisi arus yang terjadi di sejumlah perairan agak tertutup di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan arus yang dibangkitkan oleh pasang surut dan musim barat yang berlaku saat ini. Wilayah pesisir pada umumnya tertutup dibatasi atau diapit oleh pulau- pulau disekelilingnya terutama pesisir bagian Selatan rata-rata kecepatan arus sedang (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031).
  • 10. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-10 2.3. KONDISI SOSIAL 2.3.1. Kependudukan Penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kab. Kepulauan Meranti pada tahun 2018 tercatat sebanyak 184.372 jiwa yang terdiri 94.577 jiwa laki-laki dan 89.795 jiwa perempuan. Kecamatan yang paling banyak penduduknya adalah kecamatan Tebing Tinggi yaitu 56.866 jiwa dan kecamatan yang paling sedikit penduduknya adalah kecamatan Tebing Tinggi Timur yaitu 11.884 jiwa. Dilihat dari komposisinya, penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan penduduk laki-laki berjumlah 94.577 jiwa dan perempuan berjumlah 89.795 jiwa. Rasio jenis kelamin 105. Rasio jenis kelamin yang paling tinggi terdapat di Kecamatan Tebing Tinggi Barat sebesar 112 dan rasio jenis kelamin yang paling rendah terdapat di Kecamatan Rangsang Barat sebesar 100. Komposisi penduduk per kecamatan tahun 2018 di Kab. Kepulauan Meranti selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Sebaran Penduduk Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2017 No. Kecamatan Laki-laki (jiwa) Perempuan (jiwa) Jumlah Jiwa % 1. Tebing Tinggi Barat 8.446 7.571 16.017 8,69 2. Tebing Tinggi 28.985 27.881 56.866 30,84 3. Tebing Tinggi Timur 6.236 5.648 11.884 6,45 4. Rangsang 9.763 9.002 18.765 10,18 5. Rangsang Pesisir 8.822 8.350 17.172 9,31 6. Rangsang Barat 8.832 8.813 17.645 9,57 7. Merbau 7.465 6.884 14.349 7,78 8 Pulau Merbau 7.652 7.503 15.155 8,22 9 Tasik Putri Puyu 8.376 8.143 16.519 8,96 Jumlah 94.577 89.795 18.4372 100,00 Sumber: Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019
  • 11. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-11 2.3.2. Pendidikan Tingkat pendidikan penduduk mencerminkan keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Pendidikan yang tinggi akan memberi pengaruh positif bagi masa depan bangsa. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat senantiasa memberikan perhatian yang besar pada perkembangan pendidikan. Secara umum prasarana gedung sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti telah tersedia di setiap kecamatan mulai dari SD sampai SMU. Selain tersedianya sarana pendidikan berupa gedung sekolah, keberhasilan pembangunan pendidikan juga ditentukan oleh ketersediaan tenaga pengajar atau guru. Analisis lebih lanjut, tentu tidak hanya melihat ketersediaan guru tapi juga kualitas dan tingkat kemampuan mentransfer ilmu ke anak didik. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2017 terdapat 66 TK/Sederajat, 172 SD/Sederajat, 47 SLTP/Sederajat, 23 SLTA/Sederajat, dan 7 SMK (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2.3.3. Tenaga Kerja Menurut UU No 13 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan /atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyrakat. Bagian dari tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi disebut angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja di Kab. Kepulauan Meranti Per 2018 adalah 91.058 orang. Selain itu, jumlah bukan angkatan kerja adalah 41.626 dengan rincian 10.335 sekolah, 28.035 mengurus rumah tangga dan 3.256 lainnya.
  • 12. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-12 Untuk tahun 2018 tingkat pengangguran di Kab. Kepulauan Meranti sebesar 6,84 % dan tingkat partisipasi angkatan kerja adalah 93,16 % dengan angkatan kerja sebesar 91.058 orang, dimana 84.834 orang bekerja dan 6.224 pengangguran. Menurut dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu dan tenaga kerja, tenaga kerja Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2018 terdapat 3.285 orang dari 160 perusahaan (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2.3.4. Kesehatan Dalam upaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah mendirikan satu buah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang terletak di Selat Panjang. Prasaran kesehatan lainnya berupa 9 (Sembilan) buah Puskesmas, 118 buah Pos Yandu, dan 23 Polindes yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2.4. BIDANG EKONOMI 2.4.1. Sektor Pertanian, Pekebunan, Peternakan, Perikanan Dan Kehutanan 1. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, luas panen tanaman padi dan palawija di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2017 diantaranya luas panen padi sawah 3.568 Ha, Jagung 57 Ha, dan Ubi Kayu 202 Ha. Sedangkan produksi padi dan palawija selama 2017 diantaranya padi sawah 6.640
  • 13. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-13 ton, jagung 132 ton, dan ubi kayu 5.239 ton. Untuk produksi hortikultura berupa sayuran dan buah-buahan adalah:  Sayuran; kacang panjang 332,2 ton, cabe besar 156,0 ton, cabe rawit 123,3 ton, ketimun 228,3 ton, kangkung 328,5 ton, bayam 207,0 ton dan sawi 123,3 ton.  Buah-buahan; pisang 2.482,5 ton, manga 781,5 ton, durian 775,7 ton, nenas 449,8 ton, papaya 210,6 ton, rambutan 205,6 ton, sirsak 58,9 ton dan jeruk 24,9 ton (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2. Perkebunan Perkebunan mempunyai kedudukan yang penting di dalam pengembangan pertanian baik di tingkat nasional maupun regional. Tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang cukup potensial di daerah ini adalah sagu, kelapa, dan karet. Data luas dan produksi tanaman perkebunan tahun 2017 yang dikumpulkan dari Dinas Perkebunan menunjukkan luas areal tanaman perkebunan karet 20.636 ha, pinang 406 ha, kelapa 31.653 ha, dan sagu 39.494 ha. Dengan produksi karet 10.100 ton, pinang 175 ton, kelapa 27.648 ton, dan 205.051 ton (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 3. Peternakan Pembangunan subsektor peternakan tidak hanya untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan peternak. Data pada tahun 2017 di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 3.923 ekor sapi, 26 ekor kerbau, dan 11.281 ekor kambing. Sementara populasi unggas di kabupaten Kepulauan Meranti, tahun 2017 terdapat 69.019 ekor ayam buras, 743.562 ekor ayam pedaging dan 3.092 ekor itik. 4. Perikanan
  • 14. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-14 Kegiatan sektor perikanan berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, luas area budi daya selama tahun 2017 tercatat 7.469 m2 kolam, tambak 1.750 m2 dan 2.068 m2 kolam jaring apung. Untuk peroduksi ikan tangkap di perairan umum pada tahun 2018 mencapai 1.986,07 ton yang terdiri dari ikan 1233,51 ton, udang 264,58 ton dan rucah 488,00 ton (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 5. Kehutanan Hutan mempunyai peranan yang penting bagi stabilitas keadaan susunan tanah dan isinya. Pada tahun 2016, luas hutan di Kabupaten Kepulauan Meranti adalah 362.631,29 ha, jika menurut fungsinya seluas 354.847,73 ha (97,85 %) merupakan kawasan hutan produksi terbatas, hutan produksi konversi, hutan produksi tetap, areal lainnya dan sungai, sedangkan hutan lindung dan suaka alam seluas 7783,56 ha (2,15 %) (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2.4.2. Industri, Pertambangan, Energi, Perdagangan dan Perhotelan 1. Industri Selama 3 tahun terakhir tidak ada perkembangan signifikan jumlahperusahan yang ada di Kab. Kepulauan Meranti. Dari tahun 2015 sampai 2017, Kab. Kepulauan Meranti memiliki 1.689 perusahaan industri. Jika dilihat dari tenaga kerja yang menopang perusahaan tersebut pada tahun 2017 terjadi kenaikan cukup pesat sebesar 1.941 orang dibanding tahun 2015 menjadi 7.119 orang, dengan nilai investari sebesar Rp 45.398.004.000,00 (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019).
  • 15. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-15 2. Pertambangan Saat ini potensi mineral pengelolaannya dilakukan oleh perusahaan minyak swasta nasional dengan wilayah konsesi/operasinya yang meliputi potensi: a. Tambang minyak dan gas bumi di Pulau Padang. Kegiatan eksploitasi tambang saat ini dikelola oleh swasta. Ketersediaan sumberdaya pertambangan ini, dapat mewujudkan Pulau Padang sebagai pusat pengembangan energi listrik (PLTG) yang melayani kebutuhan energy listrik diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kawasan pertambangan migas saat ini akan memberikan kontribusi cukup besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Meranti pada masa mendatang. Di kawasan ini sudah berdiri PT. Kundur Petroleum S.A. yang beroperasi di daerah Kurau Desa Lukit yang mampu memproduksi minyak mentah 8.500 barel/hari, merupakan anak perusahaan asing dari Amerika Serikat. Setelah beberapa kali pemindahan kepemilikan maka terakhir PT. Kundur Petroleum S.A. dimiliki Energi Mega Persada (EMP) dengan saham 60,49% yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Bakrie Group. Kundur Petroleum S.A. merupakan operator dari Block Malacca Strait PSC (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031). b. Tambang Timah disekitar Pulau Burung yang sudah dieksploitasi. Keberadaan kawasan tambang ini perlu dilakukan penataan, baik menyangkut tata batas dengan kabupaten tetangga khususnya terkait legalitas usaha penambangan Timah yang diberikan kepada pihak swasta secara transparan (Buku Rencana RTRW Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2011 – 2031). 3. Energi
  • 16. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-16 Kebijakan pemerintah di bidang kelistrikan ditunjukkan untuk meningkatkan ke-sejahteraan masyarakat. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan pe-ningkatan daya terpasang pembangkit tenaga listrik serta perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang cukup dengan pelayanan yang baik. Jumlah produksi listrik tahun 2017 sebesar 81.405.220,00 kWh dengan produksi rata-rata bulanan sebesar 6.783.768.33 kWh, jumlah sambungan 33.971 terdiri dari rumah tangga, industry/pabrik, perkantoran, rumah sakit, sekolah, rumah ibadat dan penerangan jalan (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 4. Perdagangan Untuk memenuhi kegiatan perdagangan di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat beberapa sarana perdagangan antara lain 11 pasar tradisional dan 26 swalayan. Sarana penunjang kegiatan ekonomi lain yang ada di kabupaten kepulauan meranti adalah berdirinya 274 koperasi diseluruh wilayah kecamatan dengan jumlah anggota 5.158 orang (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 5. Perhotelan Berdasarkan hasil survey perusahaan/usaha jasa akomodasi ada tahun 2018, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki 3 Hotel Berbintang serta 19 akomodasi lain. Masih ditahun 2018, rata rata lama menginap tamu domestik 1,77. Jika dilihat dari presentasi tingkat penghunian kamar pada hotel non bintang tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan tingkat penghunian kamar mencapai 71,83% (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2.4.3. Prasarana Transfortasi 1. Prasarana Transfortasi Darat
  • 17. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-17 Transportasi memegang peranan penting dalam pengembangan setiap wilayah di segala bidang, karena setiap program pembangunan tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan prasarana jalan yang memadai. Sektor prasarana transportasi darat ini merupakan salah satu prasyarat yang harus dipenuhi dalam rangka mempercepat terbukanya seluruh penjuru wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menerima program pembangunan. Agar aksesibilitas yang selama ini menjadi kendala pengembangan dapat segera dieliminasi, maka pengembangan sistem transportasi dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti 2011 – 2031 direncanakan dengan mengembangkan sistem transportasi antar moda untuk merangkai dan meningkatkan aksesbilitas wilayah daratan dan kepulauan. Prasarana jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas di darat. Lancarnya lalu lintas akan sangat menunjang perkembangan perekonomian suatu daerah. Panjang jalan kabupaten di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2018 berdasarkan kelas jalan dan berbagai jenis permukaan (konstruksi) adalah: jalan Negara 176,39 km, jalan provinsi 143,45 km dan jalan kabupaten sepanjang 929,41 km yang terdiri dari permukaan jalan yang kerikil 133.31 Km, beton 496,01 Km, aspal 36,73 km, dan tanah 259,29 km (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2. Prasarana Transfortasi Laut Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah berbentuk kepulauan maka sarana dan prasarana transfortasi perairan/laut di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi tulang punggung penghubung antar wilayah untuk berbagai kegiatan. Akan tetapi hingga saat ini perkembangan pembangunan prasarana transfortasi masih belum menggembirakan, sehingga hubungan antar pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menjadi kendala.
  • 18. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-18 Pelabuhan Tanjung Harapan di Selat Panjang merupakan gerbang masuk dan ke luar utama dari dan ke Kabupaten Kepulauan Meranti baik domestik maupun internasional yang prasarannya sudah memadai. Adapun untuk pelabuhan lainnya yang ada prasarananya belum memadai. 2.4.4. Struktur Ekonomi Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diperoleh dari perhitungan PDRB atas dasar harga konstan yaitu dengan cara mengurangi nilai PDRB pada tahunke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun sebelumnya), dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, dikalikan dengan 100 persen. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. Berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2018, angka PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 18,186 triliun rupiah dengan konstribusi dari kategori A (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) sebagai penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 35,12%. Laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2018 adalah 4,01%. Seluruh lapangan usaha pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan (Kab. Kepulauan Meranti Dalam Angka, 2019). 2.5. TINJAUAN KEBIJAKAN 2.5.1. Umum Prasarana utama yang mendukung pengembangan sistem tarnsportasi laut adalah pelabuhan. Pelabuhan sebagai prasarana utama merupakan tempat dilakukannya bongkar muat barang, naik turun penumpang orang serta pusat peralihan antara moda angkutan darat dan angkutan laut. Berkaitan
  • 19. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-19 dengan fungsi tersebut, maka peran pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti dibedakan atas : 1) Muara Aktivitas Wilayah Hinterland Peran ini berkaitan dengan adanya aksioma node dan area antara pelabuhan dengan daerah pelayanannya. Pengertian node dalam aksioma ini ditafsirkan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan intensif. Sedangkan area adalah daerah pelayanan pelabuhan yang ditafsirkan sebagai tempat kegiatan ekstensif. Sebagai sebuah node, pelabuhan merupakan pusat pelayanan bagi berbagai kegiatan ekstensif di area (daerah belakang) yang dilayaninya. Kegiatan ekstensif pada daerah belakang ini merupa kegiatan-kegiatan ekonomi yang membutuhkan pelayanan jasa pelabuhan sebagai pusat distribusi dan gateway ke wilayah lainnya. Dengan demikian, berdasarkan aksioma ini, ada korelasi antara pengembangan pelabuhan dengan karakteristik kegiatan ekstensif yang terdapat di wilayah belakangnya (area). Sebagai muara daerah di belakangnya, setiap pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti pada dasarnya berfungsi sebagai lokasi kegiatan bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang. Ini artinya sebagai sebuah node, pelabuhan memiliki fungsi ganda yang melayani kedua angkutan tersebut. Pelayanan angkutan barang meliputi kegiatan distribusi berbagai komoditi yang dihasilkan diwilayah belakangnya, sedangkan angkutan penumpang orang melayani kebutuhan pergerakan penduduk dari satu pulau/kecamatan ke pulau/kecamatan lainnya ataupun menuju ibukota kabupaten. Dari sini terlihat jelas korelasi antara pelabuhan (node) dengan daerah belakangnya (area). Semakin besar bangkitan perjalanan (barang dan manusia) yang dihasilkan daerah belakang, akan semakin besar pula kapasitas pelabuhan yang dibutuhkan, begitu juga sebaliknya. 2) Gateway Kabupaten Kepulauan Meranti menuju Wilayah Lainnya
  • 20. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-20 Fungsi ini berkaitan erat dengan interaksi wilayah kabupaten Kepulauan Meranti dengan wilayah-wilayah lainnya di Luar Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebagai Gateway, peran pelabuhan merupakan kelanjutan aktivitas wilayah yang berakhir dipelabuhan. Wujud dari peran ini adalah adanya volume bongkar – muat barang dan naik turun penumpang dari dan/atau menuju luar wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, seperti Pekanbaru, Dumai, Batam atau bahkan Malaysia dan Singapura. Dengan demikian, melalui fungsi tersebut keberadaan pelabuhan dalam pengembangan sistem transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki makna yang sangat strategis dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan orang. 2.5.2. Kesesuaian Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Berdasarkan Buku Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2011 – tahun 2031 Bab III, Sub-sub Bab 3.7.2. Rencana Jaringan Transfortasi Laut, bahwa: pengembangan pelabuhan laut dilakukan dengan pertimbangan untuk meningkatkan aksesibilitas, mendukung kegiatan ekonomi dan pengembangan kawasan dan dengan memperhatikan kebijakan struktur ruang nasional, provinsi, kebijakan pembangunan daerah, rencana zonasi kawasan pesisir, fungsi, skala pelayanan dan keberadaan pelabuhan yang ada. Adapun peran dan hirarki pelabuhan laut adalah sebagai berikut : a) Simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya; b) Pintu gerbang kegiatan perekonomian; c) Tempat kegiatan alih moda transportasi; d) Penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan; e) Tempat distribusi, produksi, dan konsolidasi muatan atau barang; dan f) Mewujudkan Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara. Adapun rencana pengembangan pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti adalah sebagai berikut :
  • 21. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-21 1) Meningkatkan kondisi Pelabuhan Tanjung Samak, Bantar, Perangas dan Teluk Belitung serta meningkatkan kondisi pelabuhan Tanjung Medang yang melayani kapal menuju Karimun; 2) Pembangunan pelabuhan pengumpan regional dan nasional sebagai pelabuhan penumpang dan barang/peti kemas. Kawasan pelabuhan ini dialokasikan di Tanjung Sari. Keberadaan pelabuhan ini akan sangat mendukung upaya pengembangan kawasan industri Selatpanjang, pusat niaga ASEAN, sentra-sentra produksi pertanian (sagu, karet, kelapa dan komoditi pertanian lainnya) diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di Pulau Tebing Tinggi serta mendukung upaya pengembangan pulau Topang sebagai kawasan sentra produksi pertanian yang direncanakan dengan pola Kota Terpadu Mandiri (KTM); 3) Pembangunan pelabuhan penumpang lokal, regional dan internasional Selatpanjang. Lokasi pelabuhan ini direncanakan dikawasan Dorak; 4) Meningkatkan kondisi pelabuhan penumpang eksisting dan sekaligus meningkatkan pelayanan kapal motor cepat yang melayani penumpang regional jurusan Selatpanjang – Batu Pahat, Selatpanjang – Bengkalis – Dumai – Pekanbaru dan Selatpanjang – Karimun – Batam; 5) Meningkatkan pelayanan kapal motor yang melayani angkutan barang dan penumpang lokal antar pulau di wilayah Kabupaten; 6) Meningkatkan kondisi pelabuhan rakyat dan pelabuhan pengumpan lokal yang tersebar di pesisir Pulau Tebing Tinggi, Padang, Merbau dan Rangsang. Pengembangan pelabuhan rakyat ini ditujukan untuk memperkuat kegiatan perdagangan lintas batas; 7) Pengembangan sistem transportasi darat dan laut direncanakan secara terpadu dalam satu koridor pengembangan ekonomi, untuk memperkuat interaksi kegiatan ekonomi kabupaten Kepulauan Meranti ke Kawasan Ekonomi Khusus (Karimun, Batam dan Bintan) dan ke cluster ekonomi/industri Dumai dan Buton sebagai bagian dari Koridor Pembangunan Ekonomi Nasional serta ke wilayah kabupaten Bengkalis
  • 22. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-22 (inward looking), termasuk juga mendorong upaya percepatan terbentuknya kerjasama ekonomi regional dan global (outward looking). 2.5.3. Kesesuaian Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Pelabuhan Dorak Kabupaten Kepulauan Meranti menurut Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 10 tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018 – 2038 terdapat pada: Sistem Jaringan Transportasi Laut Pasal 12 ayat 2 poin c, dimana : 1) Pengembangan jaringan transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 meliputi: a. Tatanan kepelabuhan; dan b. Alur pelayaran. 2) Tatanan kepelabuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas: a. Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Dumai; b. Pelabuhan pengumpul terdiri atas: 1. Pelabuhan Bengkalis (Bengkalis); 2. Pelabuhan Sungai Pakning (Bengkalis); 3. Pelabuhan Tembilahan (Indragiri Hilir); 4. Pelabuhan Tanjung Medang (Bengkalis); 5. Pelabuhan Sungai Guntung (Rokan Hulu); 6. Pelabuhan Rengat/Kuala Cinaku (Indragiri Hulu); 7. Pelabuhan Selat Panjang (Kep.Meranti); 8. Pelabuhan Pekanbaru (Pekanbaru); 9. Pelabuhan Perawang (Siak); 10. Pelabuhan Tanjung Buton (Siak); dan 11. Pelabuhan Kuala Enok (Indragiri Hilir).
  • 23. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-23 c. Pelabuhan pengumpan regional terdiri atas: 1. Pelabuhan Meranti/Dorak (Kepulauan Meranti); 2. Pelabuhan Kuala Gaung (Indragiri Hilir); 3. Pelabuhan Bagan Siapi – Api (Rokan Hilir); dan 4. Pelabuhan Panipahan (Rokan Hilir). d. Pelabuhan pengumpan lokal terdiri atas: 1. Pelabuhan Batu Panjang (Bengkalis); dan 2. Pelabuhan Sinaboi (Rokan Hilir). 3. Alur Pelayaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf b, di antaranya dikembangkan di sepanjang perairan laut dalam. Sepanjang Selat Malaka melalui Selat Singapura, dan berbelok ke arah Lautan Pasifik melalui Laut Cina Selatan. 2.5.4. Kesesuaian Dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Kp 432 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) dan Lampiran Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Kp 432 Tahun 2017 Tanggal: 25 April 2017 Bab IV Lokasi Dan Hierarki Pelabuhan Nasional, Pelabuhan Dorak ditetapkan sebagai Pelabuhan Pengumpul Regional (PR). Hasil penetapan secara rinci dari lokasi dan hierarki pelabuhan untuk Pelabuhan Dorak Kabupaten Kepulauan Meranti dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dapat dilihat pada: Sub Lampiran A1 Lokasi Pelabuhan Laut yang digunakan untuk melayani angkutan laut, seperti terihat pada tabel di bawah ini :
  • 24. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-24 Sumber : Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Kp 432 Tahun 2017 Sub Lampiran A1 Tabel 2.3. Penetapan Lokasi dan Hierarki Pelabuhan Dorak Lokasi pelabuhan pengumpan regional berpedoman pada kriteria teknis sebagai berikut: 1. Memiliki jarak dengan pelabuhan regional lainnya minimal 20-50 mil; 2. Kedalaman kolam pelabuhan mulai 5 sampai dengan -7 LWS; 3. Kapasitas dermaga maksimal 3.000 DWT; 4. Panjang dermaga 80 -120 m; 5. Luas lahan maximal 5 Ha; 6. Memiliki peralatan bongkar muat sesuai jenis angkutan barang. 2.6. PROFIL EKSISTING PELABUHAN DORAK 2.6.1. Letak Dan Status Lahan Pelabuhan Dorak Eksisting 1. Letak Lokasi Pelabuhan Dorak berada pada wilayah perairan Selat Air Hitam yang memisahkan Pulau Tebing Tinggi di sebelah Selatan dengan Pulau
  • 25. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-25 Rangsang di sebelah Utara. Secara geografi Pelabuhan Dorak terletak pada koordinat lintang – bujur 00 0’ 50,3” LU dan 1020 44’ 49,7” BT sedangkan secara administrasi termasuk ke dalam pemerintahan Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi. Posisi Pelabuhan Dorak dalam peta Google dapat dilihat pada Gambar 2.3. di bawah ini: 2. Ketersediaan Dan Status Lahan Darat Berdasarkan keterangan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti Luas Lahan peruntukan Kawasan Pelabuhan Dorak saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan pembebasan lahan seluas ± 18 Ha. Dari luasan terebut status lahan seluas 113.687 m2 (11,37 Ha) telah bersertifikat. 2.6.2. Kondissi Fisik Pelabuhan Pelabuhan Dorak berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kab. Kepulauan Meranti secara fisik sebagian sudah dibangun pada tahun 2014. Pembangunan yang telah dilakukan meliputi dua sisi yaitu bagian laut Gambar 2.3. Ilustrasi letak lokasi Pelabuhan Dorak
  • 26. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-26 dan bagian darat. Untuk pembangunan dari sisi darat dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sementara untuk pembangunan sisi laut dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sisi darat pembangunan meliputi terminal penumpang dan kawasan parkir, sementara dari sisi laut pembangunan yang dilakukan yakni dermaga pelabuhan. Pelabuhan di Dorak itu sendiri terdiri dari pelabuhan untuk penumpang yang diperuntukkan memberikan layanan turun naik penumpang antar kabupaten, antar-provinsi dan negara. Sedangkan pelabuhan kargo diperuntukkan aktivitas bongkar muat kapal kargo dalam negeri saja karena wilayah Kab. Kepulauan Meranti belum ditunjuk sebagai daerah yang melayani aktivitas ekspor-impor. Dengan pembangunan Pelabuhan Dorak nantinya diharapkan dapat mendorong pelayanan kepelabuhan di Kab. Kepulauan Meranti, khususnya di Kota Selatpanjang sebagai ibu kota kabupaten. Pelabuhan dorak ini akan dijadikan pelabuhan terbesar dan menjawab keterbatasan pelabuhan Tanjung Harapan yang ada saat ini. Pelabuhan Tanjung Harapan saat ini akan dijadikan pelabuhan Rakyat (Pelra) dan melayani pelayaran antar-pulau di wilayah Kepulauan Meranti dan sekitarnya. Adapun fasilitas yang telah dibangun pada du sisi adalah: 1. Sisi (bagian) daratnya sebagian sudah dilakukan pematangan lahan dengan pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah seluas ± 4.512 m2 2. Sisi laut telah dibangun dua buah pelabuhan yaitu:  Pelabuhan penumpang dengan panjang trestel 80 m, lebar 3 m dan dermaga apung (ponton).  Pebuhan barang dengan panjang trestel 125 m, lebar 7 m, panjang dermaga/jetty 70 m dan lebar 9 m Berdasarkan hasil peninjauan (survei pendahuluan) kondisi saat ini untuk fasilitas laut dermaga apung yang telah dibangun sudah tidak ada (hilang) dan terdapat sarana dan prasarana pelengkap yang sudah dibangun tampak rusak. Untuk dermaga penumpang sudah dipasang atap, namun atap yang telah dipasang sebagian besar sudah hilang dan tiang besi
  • 27. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-27 kerangka bangunan atap sudah banyak putus karena korosi. Begitu juga lampu penerangan tenaga surya di pelabuhan barang yang terpasang kondisinya sudah tidak berfungsi karena materialnya banyak yang hilang. Gambar 2.3. Kondisi umum kawasan Pelabuhan Dorak Gambar 2.4. Kondisi Lahan untuk Fasilitas Darat Rencana Pelabuhan Penumpang
  • 28. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-28 Gambar 2.5. Kondisi Trestel Pelabuhan Penumpang Gambar 2.6. Kondisi Trestel Pelabuhan Barang
  • 29. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-29 2.6.3. Kawasan Hinterland Daerah hinterland adalah daerah belakang suatu pelabuhan, dimana luasnya relatif dan tidak mengenal batas administratif suatu daerah, propinsi, atau batas suatu negara tergantung ada atau tidaknya pelabuhan yang berdekatan dengan daerah tersebut. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi meningkatnya fungsi suatu pelabuhan diantaranya : 1. Jaringan lalu lintas perhubungan darat seperti jalan raya, kereta api, dan lalu lintas sungai yang memadai di daerah belakang, sehingga mempermudah akses pergerakan bagi penupang maupun barang menuju pelabuhan atau sebaliknya. 2. Laju pertumbuhan sosial dan ekonomi di daerah hinterland akan meningkatkan trafik penumpang dan barang. Wilayah hinterland pelabuhan dapat terpisah secara geografis sehingga dalam hal ini faktor aksesbilitas dan volume muatan sangat berpengaruh dalam menentukan wilayah hinterland. Jaringan hinterland merupakan faktor penting yang mempengaruhi daya saing pelabuhan. Penentuan daerah hinterland pelabuhan dapat dilakukan dengan pendekatan yang didasarkan asal dan tujuan barang/penumpang yang diangkut di pelabuhan dengan menggunakan laporan bulanan kunjungan kapal dan trafik penumpang/barang. Berdasarkan laporan bulanan Pelabuhan Tanjung Harapan penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Tanjung Harapan adalah menuju/dari Pelabuhan Buton (Kab Siak), Tanjung Pinang (Provinsi Kepulauan Riau), Batam (Provinsi Kepulauan Riau), Tanjung Balai Karimun (Provinsi Kepulauan Riau), Penyalai (Kabupaten Pelalawan), bahkan Singapura dan Malaysia, sehingga daerah-daerah inilah yang merupakan foreland dari pelabuhan Tanjung Harapan yang fungsinya akan digantkan oleh Pelabuhan Dorak. Ditinjau dari tujuan keberangkatan dan kedatangan penumpang dan fungsi Pelabuhan Dorak sebagai pengganti Pelabuhan
  • 30. DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Laporan Pendahuluan Reviu DEDPelabuhan Dorak Tahun 2019 II-30 Tanjung Harapan maka seluruh wilayah Kab. Kepulaun Meranti menjadi hinterlan Pelabuhan Dorak. 2.6.4. Jaringan Jalan Lokasi Pelabuhan Dorak masih berada di kawasan Kota Selat Panjang di mana jarak tempuh dari Kantor Bupati Kepulauan Meranti ± 4 km, dan jarak dari Pelabuhan Tanjung Harapan ± 8 km. Untuk mencapai kawasan Pelabuhan Dorak saat ini sudah terhubung oleh dua buah jalan yaitu Jalan Dorak dari arah kota melalui Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti dan Jalan Lingkar Dorak dari arah kota melalui Pelabuhan Tanjung Harapan menyusuri Pantai Pulau Tebing Tinggi dengan lebar badan jalan masing-masing 20 m dan lebar bahu jalan masing-masing 7 m dengan lebar perkerasan aspal 6 m. Gambar 2.7. Jalan Dorak arah ke kota Gambar 2.8. Jalan Dorak arah ke laut Gambar 2.9. Jalan simpang Lingkar Dorak Gambar 2.10. Jalan Lingkar Dorak