Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar                                       Menuju Olimpiade Sains Na...
Bahkan untuk daerah-daerah tertentu anak yang mendapatkan medali emas akan mendapatkan bonus-bonus tambahan seperti, provi...
Dalam pola pembinaan olimpiade sains ini tentunya diperlukan manajemen khusus agarmendapatkan hasil yang terbaik. Mengapa ...
3            Foto 3 : sarana-sarana olimpiade sains (ensiklopedi sains, buku teks berbasa inggris dan CD                  ...
lomba yang membutuhkan biaya tidak sedikit misalnya biaya transportasi dan akomodasi lomba     pendamping lomba. Ataupun b...
biasanya anak sudah tidak mengikuti pelajaran yang lain dan terfokus pada materi OSN, walau      dalam pelaksanaanya kadan...
dilakukan dengan mengamati apa yang terjadi saat persiapan, proses pembinaan dan pelaksaan      OSN misalnya bagaimana pol...
ibadah” dan potongan ayat Al-quran yang selalu beliau baca ketika rapat koordinasi setiap hari        Jum’at yang kurang l...
Kompas. 2006. Harian Kompas Edisi : Jum’at 8 September 2006. Jakarta (Media Masa)     Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis...
1. Membuat PTK tentang ”Model Pembelajaran Konstruktuvis pada pokok bahasan Listrik”2. Membuat Modul Sempoa di SDIT Jabal ...
Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional   11
Kepada Yth :Judul : Pembinaan Olimpiade Sains di          SekolahPenulisNama          : Slamet Widiantoro, S.PdPola Pembin...
http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/osn/217.htmlhttp://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/osn/216.htmlhttp://www...
Mualim Al-Rasyid, siswa kelas VI SDN Gudang I Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang      Provinsi Jawa Barat      Meski mengaku...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

1. pola pembinaan olimpiade sains nasional buku

7,587 views

Published on

Published in: Technology, Education

1. pola pembinaan olimpiade sains nasional buku

  1. 1. Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional (Pengalaman Membina Olimpiade Sains di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta)A. Seputar Olimpiade Sains Nasional Pada era globalisasi ini perkembangan tekonologi semakin pesat, mau tidak mau kita harusmeningkatkan kualitas sumber daya manusia diberbagai bidang. Untuk meningkatkan sumber dayamanusia salah satunya adalah di bidang pendidikan. Dengan kata lain untuk mempersiapkan eraglobal kita harus memiliki pendidikan dengan mutu yang baik, sehingga bidang pendidikan ini haruskita tingkatkan terus menerus mutunya. Salah satu cara untuk mengetahui peningkatan mutu pendidikan dengan diadakanya OSN. Halini dikatakan dalam buku panduan OSN 2009 bidang IPA oleh direktorat pendidikan TK dan SDdalam petunjuk teknisnya yang mengatakan bahwa : “Secara umum Olimpiade Sains Nasional di tingkat SD/MI bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD/MI secara komprehensif melalui menumbuh kembangkan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi melalui kompetisi yang sehat serta menjunjung tinggi nilai- nilai sportifitas” Dalam ajang OSN di tingkat nasional peserta mengikuti serangkaian kegiatan tes, baik teorimaupun eksperimen. Dalam mengikuti tes olimpiade ini kadang siswa medapatkan kesulitan dalammengerjakan soal seperti yang dikatakan Rajali Rasyid, (2006:1) dalam makalahnya, beliaumengatakan bahwa masih banyak siswa yang kesulitan soal olimpiade hal ini dikarenakan adakesenjangan antara pengalaman yang mereka miliki dengan tingkat kesulitan soal. Selain kesulitan diatas waktu juga kadang menjadi kendala para peserta tes sebagai contoh dalam pelaksanan OSN 2006di Jawa Tengah dalam soal teori ada jumlah soal 63 peserta hanya di berikan kesempatanmengerjakan soal dalam waktu 60 menit dengan berbagai jenis soal sehingga dari hal ini dibutuhkankeahlian atau teknik untuk mengerjakan soal (harian kompas : 8 september 2006). Dari beberapa haldi atas maka diperlukan upaya pembinaan sejak dini untuk mempersiapkan anak didik dalammenghadapi ajang olimpiade baik itu dari sekolah maupun dari daerah. Sesuai dengan ungkapanRajali Rasyid (2006 :2) bahwa faktor kesiapan dan iklim kompetisi dalam ajang olimpiade dapat diatasdengan penjaringan dan pembinaan sedini mungkin dan melakukan pembinaan baik itu pada siswamaupun guru. Setelah mendapatkan pembinaan diharapkan mendapatkan prestasi di ajang OSN. Pesertadalam OSN yang berprestasi akan mendapat medali yang terdiri dari tiga medali yaitu medali emas,perak dan perunggu. Dengan penentuan pemenang dilakukan berdasarkan hasil jawaban siswa denganteknik penilaian yang telah ditetapkan dalam forum moderasi. Bagi peserta yang terbaik teori danekperimen akan mendapatkan piala terbaik ekperimen dan terbaik teori. Selain mendapatkan medali dan penghargaan di atas, kadang di daerah-daerah tertentumendapatkan uang pembinaan baik itu di tingkat kabupaten, propinsi, nasional, maupun internasional.Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 1
  2. 2. Bahkan untuk daerah-daerah tertentu anak yang mendapatkan medali emas akan mendapatkan bonus-bonus tambahan seperti, provinsi DIY juga memberikan penghargaan bagi pemenang di bidang lombaapa pun dan disemua jenjang. Penghargaan ini langsung diberikan oleh gubernur di akhir tahun hal inidikatakan oleh M. Sudaryanta yang di kutip dari http://dikmenum.go.id. Ada juga yang memberikanbiasiswa karena pernah mendapatkan medali emas OSN seperti murid saya atas nama Alwi HerfianSatriatama yang pernah mendapatkan biasiswa di sekolah Internasional di wilayah Semarang yang jikadiuangkan biasiswanya mencapai puluhan juta rupiah. Dengan anak didiknya mendapatkan prestasi seperti di atas tentunya akan membuat banggagurunya dan secara otomatis membawa nama harum sekolah, maka dari itu sekolah harus menyiapkanbenar-benar anak didiknya. Seperti yang pernah sekolah saya raih yaitu pernah mendapatkan medaliemas di ajang nasional dua kali yaitu tahun 2005 dan 2006 dan pernah juga mendapatkan terbaikekperimen dan terbaik teori atas nama Abdullah Syafiq Ediyanto dalam bidang IPA, bahkan sejaktahun 2005 sampai sekarang hampir setiap tahun selalu mengikuti OSN . Untuk mengetahui prestasi-prestasi sekolah saya yang sangat banyak dibidang olimpiade sains bisa berkunjung ke situshttp://sdmuhcc-yogya.sch.id di link prestasi sekolah. Foto 1 : Muhamad Syafiq Ediyanto. Peraih Medali Emas dan terbaik eksperimen dan teori OSN 2005 dan Perunggu IMSO Foto 2 : Alwi Herfian Satria Tama. Peraih Medali Emas OSN 2006 dan Perunggu IMSO dan 1 piala penghargaan dari propinsi 2 DIY Dari semua di atas maka akan timbul banyak pertanyaan misalnyabagaimana peran pemerintah daerah dalam rangka membantu sekolah dalam pembinaan OSN didaerahnya? Apa saja kesulitan di alami sekolah atau daerah dalam membina peserta menuju ajangOSN? atau bagaimana pola pembinaan yang dapat kita lakukan agar siswa kita dapat meraih sukses diOSN? Pertanyaan terkahir ini yang kita akan bahas, mengapa karena akan dapat menjadi salah satureferensi atau wawasan bagi sekolah yang akan mengembangkan OSN di sekolahnya.B. Pola Pembinaan Olimpiade Sains Dengan melihat gambaran seputar OSN di atas maka di sini akan dibahas mengenai polapembinaan OSN di sekolah, hal ini didasarkan atas pengalaman saya dalam pembinaan OSN bidangIPA SD di sekolah, kumpulan informasi ketika saya mengikuti pelatihan atau seminar tentangolimpiade dari pakar yang telah membina di tingkat nasional maupun internasional atau sharingpendapat dari teman pembina dari daerah lain saat mendampingi anak mengikuti OSN.Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 2
  3. 3. Dalam pola pembinaan olimpiade sains ini tentunya diperlukan manajemen khusus agarmendapatkan hasil yang terbaik. Mengapa meanjemen, hal ini diungkap oleh Mulyasa, E (2006:20)dalam buku manajemen berbasis sekolah, di sana diungkapkan bahwa dalam manajemen diperlukanempat fungsi yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan. Diungkapkan pula bahwakeempat fungsi itu harus berjalan kesenambungan. Pola pembinaan olimpiade sains disekolah saya juga bisa mengadopsi hal-hal di atas. Sehinggapola pembinaan OSN disekolah antara lain adalah perencanaan pembinaan OSN di tingkat sekolah,pelaksanaan pembinaan olimpiade sains, dan pengawasan serta evaluasi pembinaan OSN disekolah.1. Perencanaan Pembinaan Olimpiade sains di Sekolah Tahap pertama yaitu tahap pembinaan yang meliputi, pembentukan tim pembina olimpiade dengan satu koordinator yang bisa diusahakan dari guru sekolah tersebut yang tentunya guru yang sudah mempunyai bekal pelatihan dalam membina olimpiade. Pelatihan pembianan olimpiade ini dapat diperoleh dari seminar-seminar dari pakarnya, sebagai contoh di sekolah saya sering diadakan seminar dalam Jaringan Sekolah Muhamadiyah (JSM) dengan mengundang pakarnya seperti Rajali Rasyid yang menjadi pelatih IMSO SD tingkat nasional atau mengikuti pelatihan dengan tim pembina dari UGM, dan Yohanes Surya Pembina olimpiade tingkat ienternasional. Persiapan sarana dan prasarana pembinaan seperti buku-buku penunjang dan buku standar olimpiade juga perlu, hal ini karena soal-soal olimpiade standarnya lebih tinggi dibanding dengan soal pelajaran di sekolah. Buku standar olimpiade ini bisa diperoleh dari peserta yang pernah mengikuti OSN tahun lalu, dari pembina OSN atau soal yang ada di pasaran. Buku dengan teks yang berbahasa inggris diperlukan juga, hal ini karena memang dalam OSN ada beberapa materi yang menggunakan bahasa inggris saat tes sebagai misalnya bisa di gunaak buku-buku terbitan singapura atau buku-buku bilingual SMP sekarang ini. Selain itu diperlukan buku-buku ensiklopedia dan buku-buku eksperimen karena di sana banyak materi yang tidak di dapatkan dari buku pelajaran biasa misalnya kamus visual, ensiklopedi sains yang banyak tersedia di pasaran. Media audio visual dan alat praktek yang mendukung pembinaan olimpiade juga perlu diusahakan hal ini dikarenakan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi abstrak atau mungkin materi yang kita tidak memiliki alat praktek. Hal ini dapat kita dapatkan dari dengan menggunakan CD pembelajaran atau sofware pendukung misalnya encarta premium atau encarta kids atau browsing internet.Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 3
  4. 4. 3 Foto 3 : sarana-sarana olimpiade sains (ensiklopedi sains, buku teks berbasa inggris dan CD pembelajaran) Pembagian materi-materi yang akan disampaikan harus rencanakan hal ini sebagai arahan untuk membina dan membantu mengetahui materi-materi mana yang sering keluar di tes OSN dan berdasarkan kisi-kisi yang ada di buku panduan OSN. Pembagian materi disesuaikan dengan kemampuan pembina di sekolah. Sebagai contoh saya lebih menguasai fisika maka saya banyak mengajari materi fisika. Selain hal ini diperlukan juga jadwal pembinaan khusus diluar jam pelajaran sehingga membantu siswa untuk secara khusus mempelajari materi olimpiade tanpa mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar pada umumnya. Melakukan proses penyeleksian siswa yang dianggap memiliki kemampuan menurut saya merupakan hal yang sangat penting pada tahap ini. Berdasarkan pengalaman saya penyeleksian dapat dilakukan dengan cara memilih anak yang memiliki kemampuan dengan syarat-syarat seperti di bawah ini, walaupun hal ini tidak mutlak penentuanya, syarat itu antara lain : a) memiliki kemampuan IPA diatas rata-rata dan senang dengan pelajaran IPA b) memiliki kemampuan logika matematika dan daya nalar yang bagus c) memiliki ketekunan dan sifat kerja keras yang kuat d) memilki sifat keingintahuan yang tinggi dilihat dari kesenangan rajin membaca e) memiliki sifat emosional dan spiritual yang baik. Peserta yang mengikuti seleksi olimpiade ini sebaiknya sejak mulai kelas IV yang terdiri dari beberapa murid, selanjutnya diadakan penjaringan dengan tes tertulis dan lesan serta dengan melihat kriteria sikap seperti di atas, selain itu juga bisa memilih dengan mengetahui nilai saat anak itu mengikuti lomba yang sejenis misalnya saya memilih Muhammad Syafiq Ediyanto karena memang pernah menjadi juara di tingkat propinsi pada lomba IPA pada waktu kelas IV awal. Dari semua itu yang tidak kalah penting adalah pendanaan untuk menuju OSN. Sehingga diperlukan anggaran secara khusus untuk lomba, misalnya anggaran pengadaan buku standar olimpiade, anggaran pembinaan untuk proses pembinaan, atau anggaran saat pendampinganPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 4
  5. 5. lomba yang membutuhkan biaya tidak sedikit misalnya biaya transportasi dan akomodasi lomba pendamping lomba. Ataupun bonus bagi peserta yang lolos OSN dan pembinaanya untuk menambah motivasi dalam pelaksanaan OSN.2. Proses Pembinaan Olimpiade Sains Proses pembinaan OSN ini materinya meliputi pembinaan teori dan eksperimen yang pada awalnya dilakukan diluar pelajaran sekolah, sehingga tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Materi pembinaan dimulai dengan materi kelas IV dan dilanjutkan dengan materi kelas V dan VI. Jadi pada waktu kelas IV akhir atau V awal siswa diharapkan sudah mampu mengausai materi SD secara tuntas. Setelah tuntas materi SD materi dikembangkan menuju materi-materi SMP yang esensial. Hal ini kami lakukan berdasarkan pengalaman saya ketika mengantarkan pembinaan olimpiade sains nasional jalur B di Jakarta yang saya melihat materinya memang sudah sampai tingkat SMP misalnya tentang biologi sudah mempelajari tentang osmosis. Setelah itu semua tuntas baru dikembangkan dengan materi standar olimpiade dengan mengerjakan soal-soal latihan dan pembahsanya, namun kadang dalam pelaksanaan dapat berjalan seiring antara materi SMP dengan variasi soal olimpiade. Materi pembinaan juga dikenalkan dengan pembinaan dengan soal-soal bahasa inggris dari buku singapura dan soal-soal eksperimen-eksperimen sederhana yang saya cari dari perpustakaan di Natsuko Sihoya dekat rumah saya selain dengan CD-CD pembelajaran di sekolah. 4 Foto : 4 Ekperimen sederhana dan pembinaan dengan menggunakan media komputer Bentuk pelaksaaan pembinaan biasanya diawal dalam bentuk klasikal dan di akhir dalam bentuk individual. Pembinaan klasikal dilakukan saat siswa masih dalam kelompok besar setelah itu dilakukan penjaringan ulang secara bertahap dengan tes soal-soal standar olimpiade dan selanjutnya dipilih siswa yang mengikuti lomba olimpiade sains. Pembinaan kalsikal dilakukan untuk menyiapakan anak pada berbagai event lomba sejenis misalnya olimpiade kwark, atau olimpiade sejenis. Pembinaan individual dilaksanakan menjelang lomba, hal ini digunakan untuk memberi pemantapan materi biasanya waktunya bersamaan dengan pembinaan yang dilakukan dengan propinsi atau sebelumnya. Pada saat peserta melakukan pembinaan di propinsiPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 5
  6. 6. biasanya anak sudah tidak mengikuti pelajaran yang lain dan terfokus pada materi OSN, walau dalam pelaksanaanya kadang anak diberi kesempatan masuk kelas untuk menghindari kejenuhan. Selain Pembinaan teori dan eksperimen kami juga mengadakan pembinaan mental dan spiritual sesuai dengn tujuan olimpiade ini. Dalam pelaksanaanya tidak ada jadwal khusus namun terintegrasi waktu pembinaan melalui pendekatan personal misalnya : a) bercerita tentang seorang tokoh yang suskses dan cara menempuhnya. b) memberikan motivasi dengan hadiah atau penghargaan jika menjadi juara c) memberikan kesiapan mental ketika menang dan kalah saat lomba d) menyadarkan untuk beribadah dengan rajin atau misalnya mengingatkan untuk sholat tahajut, meminta pertolongan Allah dengan doa, dll e) mengajari adap sopan santun ketika lomba dan pembinaan olimpiade f) menumbuhkan rasa percaya diri, kompetitif dan sikap sportif Untuk membantu pembinaan di sekolah kita juga meminta bantuan orang tua untuk melakukan pembinaan, semampu mereka misalnya ibunya Alwi Hervian ini adalah guru bahasa Inggris sehingga bisa membantu menterjemahkan soal bahasa inggris. Selain itu juga membantu penyediaan buku-buku seperti yang dilakukan Bapak Abdullah syafiq pada waktu itu ikut mencarikan buku-buku standar olimpiade. Dalam pelaksanaanya pembinaan oleh orang tua lebih banyak difokuskan pada pembinaan mental dan spiritual di rumah. Pembinaan dengan luar juga pernah kami lakukan, pada waktu pertama kali membina kita yaitu dengan dosen UGM fakultas MIPA beberapa pertemuan, namun karena di rasa membutuhkan biaya yang cukup maka pada tahun selanjutnya kita lakukan sendiri untuk penguatan pembinaan dari propinsi. Selain pembinaan di atas diperlukan juga pembinaan teknis perlombaan, pembinaan ini berisi pembinaan tentang bagaimana teknis penyelenggaraan OSN dari mulai penjaringan sampai ajang pelaksaan OSN, bagaimana bentuk soal tes atau materi tes, bagaimana trik dan tip cara-cara mengerjakan soal baik itu soal teori soal eksperimen sebagai misal ketika menjawab soal yang sulit dengan kata-kata bisa digunakan dalam bentuk bagan atau diagram ketika menemui soal yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, atau peraturan-aturan tentang kompetisi OSN yang lain.3. Pengawasan dan Evaluasi Pembinaan Olimpiade Sains Pengawasan dan evaluasi dilakukan mulai dari perencanaan, proses pembinaan dan pelaksanaan OSN. Model pengawasan ini memang sifatnya tidak terjadwal, pengawasanPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 6
  7. 7. dilakukan dengan mengamati apa yang terjadi saat persiapan, proses pembinaan dan pelaksaan OSN misalnya bagaimana pola penyeleksian yang dilakukan atau melihat bagaimana proses anak peserta olimpiade dalam pembinaan yang ada di propinsi. Dalam ajang OSN perlu juga pengawasan dalam bentuk pendampingan, Walaupun untuk SD pendampingan resmi sudah dilakukan oleh TIM pembina dari propinsi lebih baiknya dari sekolah ikut mendampingi peserta apabila perlu orang tua. Hal ini dilakukan dengan anggapan secara psikis dan emosional sangat membantu anak karena mereka masih anak-anak. Hal ini selalu kami lakukan walaupun dengan biaya yang cukup besar. Pendampingan siswa saat OSN selain untuk memberikan suport juga memberikan bantuan ketika anak mengalami gangguan baik itu fisik maupun mental. Seperti saat olimpiade 2005 dan 2006 murid saya yang mengikuti lomba sakit saat mau tes ke-2 kita bisa memberikan suport secara mental dengan memberi penenangan dan semangat lomba. Pengawasan juga dilakukan oleh sekolah yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan koordinasi dengan koordinator pimbina OSN, sehingga ketika ada permasalahan dalam hal pembinaan sekolah dapat segera diatasi. Koordinasi ini penting seperti dikatakan oleh Mulyasa, E (2006:135) beliau mengungkapkan dengan koordinasi selaras antara guru dan kepala sekolah akan mewujdukan tujuan secara optimal. Pengawasan dari orang tua di rumah dalam memantau belajar dan sikap juga membantu pembinaan lebih maksimal yang selanjutnya mengkomunikasikan dengan sekolah melalui tim pembina. Seperti yang sering kami lakukan walau hanya dengan komunikasi melalui sms namun itu sangat membantu kami sebagai tim pembina. Foto 5 : dukungan kepala sekolah dinas pendidikan dan orang tua dan guru saat audensi dengan Gubernur DIY Foto 6: pendampingan guru di ajang OSN 5 6 Setelah dilakukan pengawasan selanjutnya perlu evaluasi baik itu dilakukan oleh tim pembina maupun oleh sekolah. Misalnya ketika ada guru pembina kurang termotivasi dalam membina maka seorang kepala sekolah selalu memberikan semangat kepada guru-guru, seperti yang dilakukan oleh kepala sekolah saya Achmad Solikin, S.Ag yang tahun 2009 menyandang kepala sekolah yang berprestasi tingkat nasional, beliau sering memberikan motivasi kepada guru-gurunya, yang paling saya ingat motivasinya adalah “mengajar adalah salah satu bentukPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 7
  8. 8. ibadah” dan potongan ayat Al-quran yang selalu beliau baca ketika rapat koordinasi setiap hari Jum’at yang kurang lebih artinya “banyaklah bersyukur karena dengan bersyukur akan ditambah nikmatnya”.C. Penutup Pola pembinaan olimpiade sains di sekolah dasar menuju OSN di atas pada dasarnya adalah adanya persiapan yang memadai dan disusun dengan terencana sebelum pembinaan olimpiade, pelaksanaan pembinaan yang dilaksanakan dengan baik dan terkoordinasi dan perlunya adanya pengawasan dan evaluasi baik itu sejak dimulai pembinaan sampai ajang pembinaan OSN dari guru, sekolah atau komponen yang terkait. Dari gambaran di atas juga kita bahwa kesusksesan pembinaan olimpiade tersebut tidak hanya semata-mata karena pelaksanan pembinaan olimpiade tetapi banyak faktor dari sumber daya manusia baik itu anak atau pembina olimpiade, manajemen sekolah, serta dukungan moral dan sipitual dari seluruh komponen pendidikan misalnya dinas pendidikan, pemda daerah, dan lembaga lain yang berkompeten. Walau kondisi masing-masing sekolah dan wali murid tidak sama baik itu dilihat dari sumber daya manusia, manajemen sekolah atau kemampuan finansialnya, namun tidak ada salahnya apabila pola pembinaan di atas dapat dijadikan sebagai bahan referensi atau model bagi sekolah lain yang akan mendakan pembinaan olimpiade di sekolah. Sebagi penutup tulisan ini akan saya beri gambaran anak dari keluarga biasa saja dapat menjadi yang terbaik dalam ajang OSN. Yang pertama adalah Mukhtar Amin yang meraih The Best Overall, The Best Theory ternyata bapaknya adalah seorang pekerja bengkel dan Sosok Azzis Adi Suyono (17) yang meraih penghargaan The Best Absolute karena mampu meraih dua gelar sekaligus, yakni The Best Theory dan The Best Experiment untuk mata pelajaran Fisika, ternyata harus mengayuh sepeda setiap hari untuk pergi ke sekolah. Tak hanya itu, sulung dari dua bersaudara yang tinggal di Desa Kutawaru, Cilacap Tengah itu harus menaiki perahu untuk bisa mencapai sekolahnya, sebab dia harus menyeberang sungai untuk mencapai sekolah. Azziz juga mendapatkan penghargaan Satyalencana Wirakarya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diterimanya di Hotel Sahid Jakarta. Penghargaan Presiden itu terkait dengan prestasinya meraih medali emas dalam ajang Internasional Junior Science Olympiad pada Desember 2004 lalu di Jakarta (http://www.suaramerdeka.com). Begitu juga dengan Tri Ahmad Irvan peraih medali emas The Best Experiment tahun 2005 Ayahnya hanyalah seorang buruh tani yang tidak memiliki lahan sendiri. Hidupnya sangat bergantung pada orang-orang kaya pemilik lahan sawah untuk dia olah (http://www.suarakarya-online.com). Daftar pustaka Depdiknas. 2008. Olimpiade Sains Nasional Tingkat SD/MI. Jakarta : Depdiknas Rajali Rasyis. 2006. Pembinaan Olimpiade sains Binaan IPA Tingkat Sekolah Dasar. Jakarta : Tim Pembina IMSO (makalah)Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 8
  9. 9. Kompas. 2006. Harian Kompas Edisi : Jum’at 8 September 2006. Jakarta (Media Masa) Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung : Remaja Rosdhakarya Rinda. 2008.Workshop Pengembang Jaringan Kerja Pembinaan Olimpiade dan lomba- lombakeilmuan.http://dikmenum.go.id/berita/workshop_pengembangan_jaringan_kerja_pe mbinaan_olimpiade_dan_lomba_lomba_keilmuan (tanggal 9 Januari 2010) _________.2009. Prestasi SD Muhamadiyah Condongcatur Tingkaat Nasional dan Internasional . http://sdmuhcc-yogya.sch.id/index.php?pilih=hal&id=5 (tanggal 11 Januari 2010) Widodo Prasetyo. 2006. Anak Pintar, Peraih Medali OSN dari Jateng Sederhana, Ulet, Lalu Jadi yang Terbaik. http://www.suaramerdeka.com/harian/0609/10/nas05.htm l (8 Januari 2010) Pudyo Saptono, 2009. Anak Petani Gurem Rebut Emas Olimpiade Sains Nasional. http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=241138 (9 Januari 2010) Biodata Singkat Peserta LombaNama : Slamet Widiantoro, S.PdTempat /Tanggal lahir : Sleman, 31 Juli 1977Lulusan : Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pendidikan Fisika tahun 2001.Pekerjaan : Guru IPA dan TIK di SMP Negeri 1 Gabus Pati Jawa TengahNIP : 197707312009031004Alamat sekolah : Jl. Gabus Tlogoayu KM 1Alamat kos : Jalan Gabus- Tambaromo Gabus PatiTelepon : 085878345424Alamat email : slamet.widiantoro95@yahoo.co.idAlamat blog : http://www.guru-ipa-pati.blogspot.Com Pengalaman Mengajar (2001-2009)1. Tentor di Lembaga Pendidikan Neutron Colege Yogyakarta2. Staf pengajar dan koordinator guru di Lembaga Pendidikan sempoa dan Mental aritmatika Kazoeru Smart tahun 20013. Staf Pengajar di SDIT jabal Nur Sleman Yogyakarta4. Staf pengajar di SD Muhammadiyah Condongcatur sejak tahun 2003-20095. Tentor di SSC Intersolusi Yogyakarta tahun 2004-20096. Guru SMP Negeri 1 Gabus Pati sejak tahun 2009 sampai sekarang Pengalaman MenulisPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 9
  10. 10. 1. Membuat PTK tentang ”Model Pembelajaran Konstruktuvis pada pokok bahasan Listrik”2. Membuat Modul Sempoa di SDIT Jabal Nur3. Membuat diktat pembelajaran kelas 4, 5 di SD Muhammadiyah Condongcatur4. Membuat cepen-cerpen yang dimuat di media masa antara lain 1). Bakti sosial Idul Qurban, 2) Aku Pingin sekolah Lagi, 3) Hari Pertama masuk Sekolah5. Menulis artikel di kolom Pendapat guru di Kedaulatan Rakyat dan Republika, dan suara merdeka antara lain 1) Menuju 850 Point menuju sertifikasi guru, 2) Pendidikan berwawasan lingkungan Lingkungan Sejak Dini, 4) Psikologi anak menjelang UASBN6. Membuat media media-media pembelajaran dengan “sains kreinoid” dengan media berbasis web pada pokok bahasan zat dan wujudnya Piagam penghargaan1. Juara 1 lomba karya tulis tingkat kabupaten Sleman2. Guru teladan pembinaan olimpiade di SD dari PCM Depok3. Nominasi lomba guru berprestasi dalam pembuatanbahan ajar mandiri tingkat jawa tengah di LPMP Jawa Tengah tahun 20094. Nominasi lomba guru berprestasi dalam pembuatanbahan ajar mandiri tingkat jawa tengah di LPMP Jawa Tengah tahun 20105. Juara harapan lomba Nulis Artikel Ilmiah tingkat Nasional ISPI6. Juara II Menulis Soal UN tingkat propinsi DIY yang di adakan Dikdasmen Muhammadiyah DIY7. Juara 1 lomba CD Interaktif USD Jogjakarta tahun 2011 Pengalaman di bidang olimpiade sains1. Menjadi pemandu dan koordinator pembuatan soal olimpiade dalam seminar Jaringan Sekolah Muhammadiyah (JSM ) DIY – Jateng 2007) di SD Muh. Bodon2. Menjadi Koordinator pembina olimpiade sains 2005-2006 di SD Muhammadiyah Condongcatur3. Mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar- seminar pembinaan olimpiade sains oleh pakarnya a. Oleh Dr. Kartoyo dari UGM Pembina OSN propinsi DIY b. Oleh Rajali Rasyid pelatih IMSO Indonesia c. Yohanes Surya Pembimbing Olimpiade fisika Nasional internasional4. Pembina dan pendamping Olimpiade kejuaran tingkat nasional olimpiade sains nasional (OSN) dan International Mathematics, and Science Olimpiad (IMSO) , Olimpiade jalur B, olimpiade Kwark tahun 2005 – 2006 atas nama Syafiq Abdullah Ediyanto (Peraih medali emas OSN dan the best eksperiment dan teori dan tahun 2005 dan medali perunggu IMSO 2006 ) dan Alwy herfian Satria tama peraih (Peraih medali emas OSN dan tahun 2006, peraih medali emas olimpiade JSM dan medali perunggu IMSO 2007), Arli Azmi peraih medali emas dan the best teori dan the best eksperimen JSM, Ani Arli Navia (Duta OSN Kabupaten pati tingkat propinsi 2010), dllPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 10
  11. 11. Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 11
  12. 12. Kepada Yth :Judul : Pembinaan Olimpiade Sains di SekolahPenulisNama : Slamet Widiantoro, S.PdPola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 12
  13. 13. http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/osn/217.htmlhttp://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/osn/216.htmlhttp://www.republika.co.id/berita/66935/OSN_dari_Masa_ke_Masahttp://www.republika.co.id/berita/66631/Menjaring_Potensi_Lewat_OSNhttp:// http://www.suaramerdeka.com/harian/0609/10/nas05.htmwww.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=501http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=241138 http://www.republika.co.id/berita/66935/OSN_dari_Masa_ke_Masa http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id Abdur Rahman Asari http://www.jurnalnet.com/"Ketika mereka berhadapan dengan soal-soal yang membutuhkan penalaran, maka anak-anak kemudian terlihat bingung karena sepertinya tidak terbiasa menguraikan," Asari juga menyoroti kelemahan dalam pembinaan peserta yang terlihat jelas masih terjadi kesenjangan, sebab ada sekolah yang secara serius memasukan mata pelajaran OSN sebagai ekstrakulikuler atau mata pelajaran tambahan tetapi ada juga yang hanya mengandalkan dari buku-buku teks pelajaran saja. http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id “Sebagian soal terasa sulit, dan akhirnya ada soal yang diisi asal-asalan,” kata Mualim sambil tersenyum malu.Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 13
  14. 14. Mualim Al-Rasyid, siswa kelas VI SDN Gudang I Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat Meski mengaku kesulitan mengerjakan soal-soal tertulis atau pun praktek Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) selama OSN, Mualim tidak mengatakan bahwa soal yang diberikan kepadanya asing. “Semua soal pernah saya ketahui, hanya saja ada beberapa rumus yang belum saya hafal,” keluhnya.Pola Pembinaan Olimpiade Sains Bidang IPA di Sekolah Dasar Menuju Olimpiade Sains Nasional 14

×