BUDAYA
ORGANISASI
EKA NURSULISTRIANI
WIDYA ASTERNITA
RUDI FITRIANTO
FIESTA OCTARIZKA
AZZAHRA SAPUTRI
NUR AENI
MOH. ARIEF E...
 Ada 2 karakteristik budaya organisasi yang penting :

Pertama, budaya organisasi diberikan kepada para
karyawan baru mel...
Nilai Organisasi : Dasar
Budaya Organisasi
Nilai

Pendukung

nilai-nilai yang dinyatakan

secara eksplisit yang dipilih
ol...
Tipologi Nilai-nilai Organisasi
Empat kecenderungan Tipologi Nilai Organisasi :
 Nilai organisasi cukup stabil dalam wakt...
Tipe Budaya Organisasi
Tipe Umum
Budaya

Keyakinan Normatif

Karakteristik Organisasi

Pencapaian Tujuan

Organisasi menil...
Ketergantungan
Penghindaran

Agresif-Defensif

Organisasi yang dikendalikan secara hierarkis dan
bersifat non-partisipatif...
Tiga perspektif yang berhubungan dengan perspektif kekuatan,kecocokan
dan kesesuaian, yaitu:
 Perspektif Kekuatan

bahwa ...
Bagaimana Budaya Ditanamkan
dalam Organisasi ?










Pernyataan filosofi formal, misi, visi, nilai, dan materi...
III. PROSES SOSIALISASI
ORGANISASI
 Proses seseorang mempelajari nilai, norma, dan perilaku yang

dituntut, yang memungki...
IV. SOSIALISASI MELALUI
MENTORING (PELATIHAN)
 Mentoring adalah suatu proses membentuk dan mempertahankan

hubungan yang ...
Fungsi Mentoring
Fungsi Karir :


Dukungan. Mencalonkan manajer junior untuk promosi dan posisi yang diinginkan.



Peng...
V. PERILAKU ORGANISASI
DAN ETIKA
 Etika mencakup penelitian mengenai pilihan dan masalah moral. Hal ini

menuntut para ma...
Pria dan wanita berbeda dalam memandang masalah moral
Pria  Perspektif keadilan

Wanita  Perspektif perhatian

berdasar ...
TERIMAKASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Budaya Organisasi

1,737 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,737
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
20
Actions
Shares
0
Downloads
60
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budaya Organisasi

  1. 1. BUDAYA ORGANISASI EKA NURSULISTRIANI WIDYA ASTERNITA RUDI FITRIANTO FIESTA OCTARIZKA AZZAHRA SAPUTRI NUR AENI MOH. ARIEF EGA SISCHA RINNANDA MUTIA FIRDAUS OCKI TRIYANA (078574076) (078574083) (078574085) (078574086) (078574093) (078574095) (078574118) (078574126) (078574128) (078574138) PERILAKU ORGANISASI - MANAJEMEN B 2007
  2. 2.  Ada 2 karakteristik budaya organisasi yang penting : Pertama, budaya organisasi diberikan kepada para karyawan baru melalui proses sosialisasi Kedua, budaya organisasi mempengaruhi perilaku kita di tempat kerja  Budaya organisasi berlaku pada dua tingkat yang berbeda. Masing-masing tingkat bervariasi dalam kaitannya dengan pandangan luar dan kemampuan bertahan terhadap perubahan.
  3. 3. Nilai Organisasi : Dasar Budaya Organisasi Nilai Pendukung nilai-nilai yang dinyatakan secara eksplisit yang dipilih oleh organisasi nilai dan norma yang Nilai yang diperankan sebenarnya ditunjukkan atau dimasukkan ke dalam perilaku karyawan
  4. 4. Tipologi Nilai-nilai Organisasi Empat kecenderungan Tipologi Nilai Organisasi :  Nilai organisasi cukup stabil dalam waktu empat tahun.  Tidak terdapat gerakan universal pada satu tipe sistem nilai (tidak ada budaya atau sistem nilai organisasi yang terbaik)  Organisasi dengan sistem nilai elite mengalami sejumlah besar perubahan dalam periode empat tahun (mereka menginginkan lebih banyak pengaruh atau pembuatan keputusan dalam pekerjaan mereka)  Terdapat peningkatan jumlah terhadap keseluruhan organisasi yang mendukung nilai individu komitmen karyawan.
  5. 5. Tipe Budaya Organisasi Tipe Umum Budaya Keyakinan Normatif Karakteristik Organisasi Pencapaian Tujuan Organisasi menilai anggotanya yang dapat menetapkan dan meraih tujuannya sendiri Aktualisasi Diri Organisasi yang menghargai kreativitas, kualitas melebihi kuantitas, penyelesaian tugas dan pertumbuhan individu Penghargaan yang Manusiawi Organisasi yang dikelola dengan cara partisipatif dan berpusat pada pribadi Persatuan Organisasi yang menempatkan prioritas utama dalam hubungan antarpribadi yang bersifat konstruktif Konstruktif Pasif - Defensif Persetujuan Konvensional Organisasi dimana konflik dihindari dan hubungan antar personal menyenangkansetidaknya tampak dari luar Organisasi yang dikendalikan secara konservatif, tradisional, dan birokratis.
  6. 6. Ketergantungan Penghindaran Agresif-Defensif Organisasi yang dikendalikan secara hierarkis dan bersifat non-partisipatif. Organisasi yang gagal menghargai sukses namun sebaliknya menghukum kesalahan. Oposisi Organisasi dimana konflik dihindari dan hubungan antar personal menyenangkan-setidaknya tampak dari luar Kekuasaan Organisasi yang dikendalikan secara konservatif, tradisional, dan birokratis. Kompetitif Kemenangan dihargai dan para anggota diberi penghargaan karena prestasinya melebihi orang lain Perfeksionis Organisasi dimana perfeksionis, ketekunan dan kerja keras dihargai.
  7. 7. Tiga perspektif yang berhubungan dengan perspektif kekuatan,kecocokan dan kesesuaian, yaitu:  Perspektif Kekuatan bahwa budaya yang kuat menciptakan kesamaan tujuan, motivasi karyawan dan struktur dan pengendalian yang dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi organisasi.  Perspektif Kesesuaian bahwa budaya organisasi harus sejajar dengan konteks strategis atau bisnis.  Perspektif Adaptasi bahwa budaya organisasi yang paling efektif membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan
  8. 8. Bagaimana Budaya Ditanamkan dalam Organisasi ?         Pernyataan filosofi formal, misi, visi, nilai, dan material organisasi yang digunakan untuk rekrutmen, seleksi, dan sosialisasi Desain ruangan secara fisik, lingkungan kerja dan bangunan Slogan, bahasa, akronim, dan perkataan Pembentukan peranan secara hati-hati Penghargaan eksplisit, simbol status dan kriteria promosi Cerita, legenda, dan mitos mengenai suatu peristiwa dan orang-orang penting Aktivitas, proses, atau hasil organisasi yang juga diperhatikan, diukur, dan dikendalikan pimpinan Struktur organisasi dan aliran kerja
  9. 9. III. PROSES SOSIALISASI ORGANISASI  Proses seseorang mempelajari nilai, norma, dan perilaku yang dituntut, yang memungkinkan ia berpartisipasi sebagai anggota organisasi.  Ada tiga tahap sosialisasi organisasi, yaitu : o Sosialisasi Antisipasi o Pertemuan o Perubahan dan Pemahaman yang bertambah
  10. 10. IV. SOSIALISASI MELALUI MENTORING (PELATIHAN)  Mentoring adalah suatu proses membentuk dan mempertahankan hubungan yang berkembang yang berlangsung secara intensif antara karyawan senior (si pelatih) dan karyawan junior.  Tahap-tahap Mentoring : Permulaan : periode selama 6 bulan hingga 1 tahun Pengelolahan : periode 2-5 tahun Pemisahan : periode selama 6 bulan hingga 2 tahun Redefinisi : periode tak terbatas setelah tahap pemisahan
  11. 11. Fungsi Mentoring Fungsi Karir :  Dukungan. Mencalonkan manajer junior untuk promosi dan posisi yang diinginkan.  Pengetahuan (exposure) dan pandangan (visibility). Menempatkan manajer junior dengan eksekutif yang dapat menyediakan kesempatan.  Pelatihan. Menyediakan tips praktis bagaimana mencapai tujuan dan mendapatkan pengakuan.  Perlindungan. Melindungi manajer junior dari situasi yang membahayakan.  Penugasan yang menantang. Membantu manajer junior mengembangkan kompetensi yang penting melaui penugasan dan umpan balik yang menguntungkan. Fungsi Psikososial :  Membentuk peranan. Memberikan manajer junior sebuah pola nilai dan perilaku.  Penerimaan dan konfirmasi. Menyediakan dukungan dan dorongan bersama.  Konseling. Membantu manajer junior menyelesaikan permasalahan pribadi.  Persahabatan. Terikat dalam interaksi sosial yang memuaskan.
  12. 12. V. PERILAKU ORGANISASI DAN ETIKA  Etika mencakup penelitian mengenai pilihan dan masalah moral. Hal ini menuntut para manajer untuk memiliki imajinasi lebih banyak dan berani melakukan hal yang benar.  Upaya mengembangkan iklim etika organisasi :  Bertingkah laku etis  Penyaringan karyawan yang potensial  Mengembangkan kode etik yang berarti  Menyediakan pelatihan etika  Meningkatkan perilaku etis  Membentuk posisi, unit, dan mekanisme struktural lain yang menggunakan etika
  13. 13. Pria dan wanita berbeda dalam memandang masalah moral Pria  Perspektif keadilan Wanita  Perspektif perhatian berdasar pada hak timbal balik ideal melibatkan rasa haru, perhatian dan dan diatur oleh aturan dan regulasi respon ideal Pria dan wanita memiliki pendekatan perilaku etis yang sama validnya. Yang penting keputusan manajer harus berprinsip, tepat dan dapat dipertahankan.
  14. 14. TERIMAKASIH

×