Kesehatan Mental
1. Jelasakan pendapat Allport dalam membahas manusia!
2. Jelasakan perkembangan Propium sebagai dasar per...
dengan Ideal Selfnya ( Kesenjangan antara harapan dan realita ). Jadi individu yang sehat
adalah individu yang jarak antar...
3. Relaksasi
Ketika pikiran kita didominasi dengan masalah yang terjadi di masa lalu atau kekhawatiran
menghadapi masa dep...
Menurut roger, berkembang atau tidaknya diri itu tergantung pada cinta yang diterima
anak pada masa kecil. Pada waktu berk...
Aktualisasi diri merupakan proses yang sukardan kadang-kadang menyakitkan.
Aktualisasi diri merupakan ujian, rentangan, da...
Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau
rintangan-rintangan antara alternatif pikira...
- Pengalaman yang tidak disimbolkan atau diabaikan (ignored) pengalaman tidak
disadari.
Struktur Kepribadian
Self
Self ata...
Dinamika kepribadian
Menurut roger organisme memiliki satu motivasi utama yaitu kecenderungan untuk
aktualisasi diri dan t...
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami
penghargaan positif tanpa syarat. Ini...
Definisi Konflik
Menurut Robbins (2002), konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak
merasakan bahwa pihak la...
menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik, dalam kamus besar Bahasa
Indonesia (2002) diartikan sebagai perce...
1. Menghambat komunikasi, karena pihak-pihak yang berkonflik cenderung tidak
berkomunikasi.
2. Menghambat keeratan hubunga...
o Konflik ini adalah konflik seseorang dengan orang lainnya karena memiliki
perbedaan keinginan dan tujuan.
o Konflik anta...
Proses Konflik
Proses Terjadinya Konflik Menurut Beberapa Para Ahli :
Menurut Hendricks, W.(1992) prose terjadinya konflik...
Tahap III Konflik yang dirasakan, pada tahap ini konflik tidak sekedar dipandang ada, akan
tetapi benar-benar sudah dirasa...
FRUSTASI DAN KONFLIK
Frustasi dan konflik adalah pengalaman-pengalaman individual yang merupakan bagian dari
kehidupan seh...
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Dalam psikologi dikenal berbagai macam mazhab dengan teorinya yang berbeda-beda, begitu
juga denga...
4) Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh
para behaviorist dengan memperluas ruan...
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk
menghentikannya.5
Apa itu STRESS??
 Menurut Han...
b. The stage of resistance (reaksi pertahanan). Reaksi terhadap stressor sudah mencapai atau
melebihi tahap kemampuan tubu...
a. Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka
Individu melakukan langkah aktif dan antisipatif (beraksi) untuk menghilangkan...
a. Diarahkan Pada Gejala (Sympton Directed Modes)
Macam koping ini digunakan bila gangguan gejala-gejala gangguan muncul d...
6. Toleransi terhadap Kedwiartian atau Ambiguitas
Yaitu kemampuan untuk memahami bahwa banyak hal dalam kehidupan yang ber...
Kepribadian adalah terjemahan dari bahasa Inggris “personality” dan kata
“persona” berasal dari bahasa Yunani yang berarti...
diri. Akan tetapi tida cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang
diluar diri. Orang harus menjadi partisipan ...
bereaksi terhadap tekanan-tekanan dan terhadap hambatan dari kemauan-kemauan
dan keinginan-keinginan.
4. Persepsi Realisti...
sampai selesai. Bagi Allport rupanya mustahil memiliki suatu kepribadian yang
sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke ma...
yang diberikan oleh kehidupan, tetapi juga membuka kesempatan-kesempatan
persepsi dan ungkapan baru.
2. Kehidupan eksisten...
Prasyarat untuk mencapai aktualisasi diri ialah dengan memuaskan kebutuhan
yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, ya...
memuaskan kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta, maka kita membutuhkan rasa
penghargaan.
4. Kebutuhan akan penghargaan
Me...
10. Hubungan antar pribadi
11. Struktur watak demokratis
12. Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk
13....
Sumber :
1. http://wilda-puspita.blogspot.com/2013/05/tulisan-kedua-pengertian-stress-
menurut_5092.html
2. Siswanto. 2007...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kesehatan mental

1,740 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,740
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kesehatan mental

  1. 1. Kesehatan Mental 1. Jelasakan pendapat Allport dalam membahas manusia! 2. Jelasakan perkembangan Propium sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat! 3. Sebutkan dan jelaskan ciri - ciri kepribadian matang menurut Allport! 4. Jelaskan perkembangan kepribadian Self menurut Rogers! 5. Peranan positif Regards dalam kepribadian individu! 6. Sebutkan dan jelaskan ciri – ciri orang yang sepenuhnya! 7. Jelaskan pengertian stress menurut pandangan Anda! 8. Sebutkan gejala dan tanda-tanda seseorang yang sedang Stess! 9. Jelaskan Pengertian Konflik menurut pandangan Anda! 10. Sebutkan gejala dan tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami Konflik! 11. Jelaskan Pengertian Trauma menurut pandangan Anda! 12. Sebutkan gejala dan tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami Trauma! 13. Jelaskan Pengertian Frustasi menurut pandangan Anda! 14. Sebutkan gejala dan tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami Frustasi! Jawaban : 1. Allport mengajukan prinsip pengatur tingkat energi yaitu energi mengajar secaran aktif tujuan dan harapan sehingga kehidupan individu disini dibimbing oleh suatu perasaan pada maksud / tujuan dedikasi dan komitmen. 2. Perkembangan Propium sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat ialah : a) Diri jasmani b) Identitas diri c) Harga diri d) Perluasan diri e) Gambaran diri f) Diri sebagai perilaku rasional g) Perjuangan diri 3. Ciri – ciri kepribadian matang menurut Allport : a) Berfungsi pada tingkat rasional dan sadar dengan menyadari kekuatan – kekuatan yang membimbing dan dapat mengontrolnya. b) Tidak dikontrol oleh trauma – trauma dan konflik masa kanak – kanak, bebas dari paksaan – paksaan masa lampau, dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang, intensi atau perhatiannya kepada masa depan, adanya antisipasi – antisipasi ke masa depan pada peristiwa kontemporer dan yang akan datang, serta tidak mundur ke masa kanak – kanak. c) Orang neurotik / cemas, beroperasi pada tahap berada dan lebih tinggi. 4. Perkembangan kepribadian Self menurut Rogers ialah apa yang individu rasakan di dalam dirinya yang terbagi menjadi 2 yaitu : Ideal Self ialah diri yang diharapkan oleh individu ( hope ). Reality Self ialah kenyataan yang ada pada diri / keadaan apa adanya pada diri seseorang.Kesulitan akan timbul bila terjadi ketidaksesuaian antara persepsi tentang diri
  2. 2. dengan Ideal Selfnya ( Kesenjangan antara harapan dan realita ). Jadi individu yang sehat adalah individu yang jarak antara Reality Self dan Ideal Selfnya tidak terlalu jauh. 5. Peranan positif Regards dalam kepribadian individu : Untuk terbentuknya identitas dan gambaran diri, peranan ibu sangatlah penting karena dengan keamanan dan kasih sayang yang cukup maka pertumbuhan psikologis yang positif akan terjadi sepanjang tingkat kemunculan dirinya. Frame of reference dan dorongan untuk pertumbuhan yang akan datang dibentuk pada masa adolescence, dalam hal ini adalah perjuangan Propium / diri. 6. Ciri – ciri orang yang sepenuhnya : a) Memiliki sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri. b) Adanya pertumbuhan, perkembangan, dan perwujudan diri yang baik. c) Integrasi diri yang meliputi keseimbangan mental, kesatuan pandangan, dan tahan terhadap tekanan – tekanan yang terjadi. d) Otonomi diri yang mencakup unsur – unsur pengatur kalakuan diri dalam / kelakuan – kelakuan bebas. e) Memiliki persepsi mengenai realitas, bebas dari penyimpangan kebutuhan serta memiliki empati dan kepekaan sosial. f) Memiliki kemampuan untuk menguasai lingkungan dan berintegrasi dengan baik. POKOK BAHASAN UNTUK MEMBUAT SOAL KESEHATAN MENTAL 1. Konsep kesehatan mental a. Definisi Kesehatan mental b. Kes mental dalam konsep 2. Konsep kesehatan kepribadian 3. Konsep Stres konflik trauma dan frustasi a. Teorinya b. Definisi dan dinamika c. Gejalanya Menurut The World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan di mana seseorang menyadari aspek-aspek potensial dalam dirinya, dapat mengatasi tekanan-tekanan normal dalam hidup, menjadi pekerja produktif, dan dapat membuat kontribusi yang positif di dalam komunitasnya. Jika Anda bermasalah dengan aspek-aspek tersebut, mungkin Anda termasuk orang dengan kesehatan mental yang terganggu. Ada empat cara untuk menghindari gangguan kesehatan mental. 1. Keseimbangan dalam berpikir Selalu memikirkan hal-hal negatif adalah cara yang ampuh untuk menenggelamkan diri Anda ke dalam masalah. Pemikiran Anda tidak hanya berpengaruh pada perlakuan Anda terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap orang lain. Hanya fokus pada sisi negatif hanya akan membuat Anda merasakan hal yang buruk terhadap sebuah situasi dan diri sendiri.mengatasi gangguan kesehatan mental 2. Olahraga Berolahraga tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga mental. Berolahraga dapat meningkatkan endorphins, serotonin, dan dopamine pada tubuh yang dapat memberikan perasaan senang dan tenang. Zat-zat tersebut juga dapat mengatur perasaan gelisah, stres, dan depresi.
  3. 3. 3. Relaksasi Ketika pikiran kita didominasi dengan masalah yang terjadi di masa lalu atau kekhawatiran menghadapi masa depan, maka akan tercipta kekhawatiran yang berlebihan. Jika mental Anda dalam keadaan sehat, maka Anda akan mudah untuk menenangkan pikiran Anda dan konsentrasi pada apa yang dikerjakan. Anda dapat melatih meditasi untuk mengistirahatkan pikiran Anda dan membantunya untuk fokus terhadap apa yang sedang terjadi. 4. Berekspresi Memendam emosi sama halnya dengan membiarkan penyakit memburuk tanpa diobati. Emosi yang terpendam dapat memberikan dampak buruk terhadap fisik dan mental. Jika Anda tidak dapat membicarakan apa yang Anda rasakan atau tidak tahu bagaimana membicarakannya, cobalah untuk mencari cara lain untuk mengekspresikan perasaan Anda dan mengeluarkan emosi Anda.(sekswanita) KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT CARL ROGER Menurut Roger, Orang yang sehat adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Kecenderungan untuk aktualisasi sebagai tenaga pendorong jauh lebih kuat dari pada rasa sakit dan perjuangan, memungkinkan organisme hidup terus dengan membantu dan mempertahankan kebutuhan-kebutuhan jasmani dasar. Aktualisasi dapat memudahkan dan meningkatkan pematangan dan pertumbuhan. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat serta potensi psikologisnya yang unik. Roger percaya bahwa manusia memiliki dorongan yang dibawanya sejak lahir untuk menciptakan dan hasil ciptaan yang paling penting adalah diri orang sendiri, suatu tujuan yang dicapai jauh lebih sering oleh orang-orang yang sehat daripada orang-orang yang sakit secara psikologisnya. Menurut roger manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh masa kanak- kanak, tetapi menurutnya masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat jauh lebih penting daripada maa lampau. Tetapi beliau mengemukakan bahwa pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi kita memandang masa sekarang yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis. Pengembangan diri Anak-anak mulai membentuk suatu lukisan atau gambarn tentang siapa dirinya apabila ia telah mengembangkan kemampuan untuk membedakan apa yang menjadi miliknya dan semua benda yang dilihat, didengar, dan diraba. Pada saat ini abak telah mengembangkan pengertian diri (self-consept). Self-consept juga akan membentuk anak untuk menggabarkan ingin menjadi siapa. Gambaran-gambaran tersebut muncul akibat bertambah kompleksnya interaksi-interaki dengan orang lain.
  4. 4. Menurut roger, berkembang atau tidaknya diri itu tergantung pada cinta yang diterima anak pada masa kecil. Pada waktu berkembang anak belajar membutuhkan cinta. Roger menyebut kebutuhan ini sebagai penghargaan positif (“positive regard”). Positive regard merupakan suatu kebutuhan yang memaksa, dan dimiliki oleh setiap manusia. Dan setiap anak selalu terdorong untuk mencari positive regard.anak yang menemukan kepuasan yang cukup kalau dia menerima kasih sayang, cinta dan persetujuan dari orang-orang lain. Dan akan merasa kecewa jika dia tidak menerima kasih sayang dan cinta. Pertumbuhan anak menjadi kepribadian yang sehat tergantung pada sejauh mana kebutuhan positive regard dipenuhi dengan baik. Kebutuhan penghargaan positif (positive regard), terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Penghargaan positif bersyarat (conditional positive regard), kasih sayang dan cinta yang diterima anak adalah syarat terhadap tingkah lakunya yang baik. Karena anak mengembangkan conditional positive regard maka dia menginternalisasikan sikap-sikap ibu. Jika itu terjadi, maka sikap ibu diambil alih oleh anak tersebut dan diterapkan kepada dirinya. 2. Pengahargaan positif tidak bersyarat (unconditional positive regard), syarat utama bagi timbulnya kepribadian sehat pada masa kecil. Hal ini berkembang bila ibu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Cinta dan kasih sayang yang diberikan dan sikap yang ditampilkannya bagi anak menjadi suatu kumpulan norma dan standar yang diinternalisasikan. Sikap ibu yang memperlihatkan conditional positive regard diinternalisasikan oleh anaknya. Unconditional positive regard tidak menghendaki bahwa semua pengekangan terhadap tingkah laku anak tidak ada, tidak berarti bahwa diperbolehkan melakukan apa saja yang diinginkan tanpa dinasihati. Anak-anak yang bertumbuh dengan perasaan unconditional positive regard tidak akan mengembangkan syarat-syarat penghargaan. Mereka merasa diri berharga dalam semua syarat. Dan jika syarat-syarat penghargaan tidak ada, maka tidak kebutuhan untuk bertingkah laku defensif. Orang yang berfungsi sepenuhnya Roger berpendapat bahwa kepribadian yang sehat, yaitu bukan merupakan suatu keadaan yang ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”. Aktualisasi berlangsung terus dan statis. Tujuan, yakni orientasi ke masa depan, menarik individu kedepan dan mengembangkan segala segi dari diri.
  5. 5. Aktualisasi diri merupakan proses yang sukardan kadang-kadang menyakitkan. Aktualisasi diri merupakan ujian, rentangan, dan pecutan terus menerus terhadap kemampuan seseorang. Aktualisasi diri yakni mereka benar-benar adalah diri mereka sendiri. Mereka tidak bersembunyi dibalik topeng, yang berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri mereka sebenarnya. Roger memberikan lima tanda-tanda orang yang melakukan aktualisasi diri : 1. Keterbuka pada pengalaman Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi dapat menggunakannya dalam membuka esempatan- kesempatan persepsi dan ungkapan baru. Sebaliknya kepribadian defensif beroperasi menurut syarat-syarat penghargaan adalah statis, tersembunyi dibelakang peran-peranan, tidak dapat menerima atau bahkan mengetahui pengalaman-pengalaman tertentu. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih emosional karena mereka mengalami banyak emosi baik yang positif maupun negatif 2. Kehidupan eksistensial Orang yang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri, akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Pengalaman selalu dirasa segar dan baru. Ia tidak akan beperasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya sehingga mereka dapat dengan bebas berpartisipasi didalamnya.. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang melakukan aktualisasi diri/keperibadian yang sehat. 3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri Orang yang sehat akan terbuka pada pengalaman sehingga ia menerima semua informasi yang ada, informasi dapat berisi kebutuhan-kebutuhan, tuntutan-tuntutan sosial, ingatan-ingatan pada situasi yang serupa pada masa sekarang. Individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap hal, dari suatu situasi dengan. Faktor emosional maupun intelektual, akan menyerap semua informasi yang diterima. Hal ini menjadikannya dalam membuat keputusan dapat mempercayai organismenya sendiri, intuisinya, impuls-impuls yang timbul seketika. Ia menjadi spontan namun tidak terburu-buru (tidak mempertimbangkan konsekuensi tindakan). Ia percaya dirinya sendiri. 4. Persaaan bebas
  6. 6. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Ia memiliki perasaan berkuasa secara peribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku keadaan atau peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa, ia menjadi mampu melihat banyaknya pilihan dalam kehidupan dan mampu melakukan pilihan-pilihan tersebut sesuai kehendaknya. 5. Kreativitas Roger percaya bahwa, orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi lingkungan, mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menggulangi perubahan-perubahan traumatis.1 Menurut Rogers orang yang memiliki kepribadian sehat adalah orang yang dapat mengaktualisasikan diri. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak-kanak seperti yang di ajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet training, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya. Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Sebagai makhluk hidup manusia merupakan organisme, yaitu makhluk fisik (physical creature) dengan semua fungsi-fungsinya, baik secara fisik maupun psikis. Organisme ini juga merupakan locus (tempat) semua pengalaman, dan pengalaman ini merupakan persepsi seorang tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam diri sendiri dan juga di dunia luar. Pengertian organisme mencakup 3 hal : 1. Makhluk hidup : organisme adalah makhluk yang lengkap dengan fungsi fisik dan psikisnya. Organisme adalah tempat semua pengalaman, segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadaran setiap saat, yakni persepsi seseorang mengenai event yang terjadi di dalam diri dan di dunia luar. 2. Realitas subjektif : organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan fakta benar- salah. Realita subjektif semacam itulah yang menentukan/membentuk tingkah laku. 3. Holisme : organisme adalah salah satu kesatuan sistem, sehingga perubahan pada suatu bagian akan mempengaruhi bagian lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan yakni tujuan mengaktualisasi, mempertahankan dan mengembangkan diri. Medan fenomenal merupakan keseluruhan pengalaman internal (persepsi mengenai diri sendiri) dan pengalaman eksternal - Pengalaman yang disimbolkan (symbolized) pengalaman disadari - Pengalaman yang disimbolkan tetapi diingkari atau terdistorsi (denied or distorted) pengalaman disadari 1 http://afiantika.blogspot.com/2013/05/kepribadian-sehat-menurut-carl-roger.html di akses pada tanggal 11 Mei 2014
  7. 7. - Pengalaman yang tidak disimbolkan atau diabaikan (ignored) pengalaman tidak disadari. Struktur Kepribadian Self Self atau self concept adalah konsep menyeluruh yang ajeg dan terorganisir tersusun mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Self concept menggambarkan konsepsi orang mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya, pandangan diri dalam berbagai perannya dalam kehidupan dan dalam kaitannya dengan hubungan interpersonal. Konsep pokok dari teori kepribadian Rogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self merupakan struktur kepribadian yang sebenarnya. Carl Rogers mendeskripsikan the self atau self-structure sebagai sebuah konstruk yang menunjukan bagaimana setiap individu melihat dirinya sendiri. Self ini dibagi 2 yaitu : - Real Self adalah keadaan diri individu saat ini. - Ideal Self adalah keadaan diri individu yang ingin dilihat oleh individu itu sendiri atau apa yang ingin dicapai oleh individu tersebut. Perhatian Rogers yang utama adalah bagaimana organisme dan self dapat dibuat lebih kongruen/ sebidang. Artinya ada saat dimana self berada pada keadaan inkongruen, kongruensi self ditentukan oleh kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental, self yang kongruen adalah yang mampu untuk menyamakan antara interpretasi dan persepsi “self I” dan “self me” sesuai dengan realitas dan interpretasi self yang lain. Semakin lebar jarak antara keduanya, semakin lebar ketidaksebidangan ini. Semakin besar ketidaksebidangan, maka semakin besar pula penderitaan yang dirasakan dan jika tidak mampu maka akan terjadi ingkongruensi atau mal-adjustment atau neurosis. Misalkan anda memiliki ideal self sebagai orang yang memiliki bentuk tubuh ideal serta memiliki prestasi yang tinggi dibanding teman –teman anda, tetapi nyatanya real self anda adalah orang yang tidak memiliki bentuk tubuh yang ideal serta prestasi anda adalah rata-rata dengan teman-teman anda maka akan ada kesenjangan antara real self dan ideal self yang dapat menimbulkan kecemasan. Bila seseorang, antara “self concept”nya dengan organisme mengalami keterpaduan, maka hubungan itu disebut kongruen (cocok) tapi bila sebaliknya maka disebut Inkongruen (tidak cocok) yang bisa menyebabkan orang mengalami sakit mental, seperti merasa terancam, cemas, defensive dan berpikir kaku serta picik. Sedangkan ciri-ciri orang yang mengalami sehat secara psikologis (kongruen), dalam Syamsu dan Juntika (2010:145) disebutkan sebagai berikut : 1. Seseorang mampu mempersepsi dirinya, orang lain dan berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungannya secara objektif 2. Terbuka terhadap semua pengalaman, karena tidak mengancam konsep dirinya 3. Mampu menggunakan semua pengalaman 4. Mampu mengembangkan diri ke arah aktualisasi diri (fully functioning person). Bagian dari medan fenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola-pola pengamatan dan penilaian sadar atas diri sendiri. - Berkembang dari interaksi dengan lingkungan - Individu berperilaku dengan cara yang selaras/ konsisten dengan self - Pengalaman yang tidak selaras dengan self dianggap sebagai ancaman - Self mungkin berubah sebagai hasil dari maturation dan proses belajar
  8. 8. Dinamika kepribadian Menurut roger organisme memiliki satu motivasi utama yaitu kecenderungan untuk aktualisasi diri dan tujuan utama hidup manusia adalah untuk menjadi manusia yang bisa mengaktualisasikan diri, dapat diartikan sebagai motivasi yang menyatu dalam setiap makhluk hidup yang bertujuan mengembangkan seluruh potensi-potensinya sebaik mungkin. Pada dasarnya manusia memiliki dua kebutuhan utama yaitu kebutuhan untuk penghargaan positif baik dari orang lain maupun dari diri sendiri. Rogers percaya, manusia memiliki satu motif dasar, yaitu kecenderungan untuk mengaktualisasi diri. Kecendeurngan ini adalah keinginan untuk memenuhi potensi yang dimiliki dan mencapai tahap “human-beingness” yang setinggi-tingginya. Kita ditakdirkan untuk berkembang dengan cara-cara yang berbeda sesuai dengan kepribadian kita. Proses penilaian (valuing process) bawah sadar memandu kita menuju perilaku yang membantu kita mencapai potensi yang kita miliki. Rogers percaya, bahwa manusia pada dasarnya baik hati dan kreatif. Mereka menjadi destruktif hanya jika konsep diri yang buruk atau hambatan- hambatan eksternal mengalahkan proses penilaian. Manusia adalah makhluk yang bergerak maju kecenderungan dasar manusia adalah untuk mencapai aktualisasi diri (untuk mewujudkan, memelihara & meningkatkan pengalaman).  Kebutuhan yang ada pada manusia untuk mencapai aktualisasi yakni kebutuhan pemeliharaan (maintenance) memuaskan kebutuhan dasar.  Kebutuhan peningkatan diri (enhancement) menjadi lebih baik, berkembang, mencapai tujuan.  Kebutuhan lain yaitu kebutuhan penerimaan positif dari orang lain (positive regard of others) dan penerimaan positif dari diri sendiri (self regard). Untuk bergerak ke arah mendapatkan tujuannya manusia harus mampu untuk membedakan antara perilaku yang progresif yaitu perilaku yang mengarahkan pada aktualisasi diri dan perilaku yang regresif yaitu perilaku yang menghalangi pada tercapainya aktualisasi diri. Manusia harus memilih dan mampu membedakan mana yang regresif dan mana yang progresif. Dan memang dorongan utama manusia adalah untuk progresif dan menuju aktualisasi diri. Peranan Positive Regard Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain (warmth, liking, respect, sympathy & acceptance, love & affection). Kebutuhan ini disebut need for positive regard. Positive regard terbagi menjadi 2 yaitu: Conditional positive regard (bersyarat) Conditional positive regard atau penghargaan positif bersyarat misalnya kebanyakan orang tua memuji, menghormati, dan mencintai anak dengan bersyarat,yaitu sejauh anak itu berpikir dan bertingkah laku seperti dikehendaki orangtua. Unconditional positive regard (tak bersyarat). Unconditional positive regard disini anak tanpa syarat apapun dihargai dan diterima sepenuhnya.
  9. 9. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan. Setelah self dan organism bisa menjadi suatu kesatuan yang baik, namun ketika ia masuk ke lingkungan sosial luar yang beperan sebagai medan phenomenal. Belum tentu ia dapat berkembang dengan sebagaimana mestinya. Untuk mengatasi tekanan yang dirasakan, Rogers berpendapat terdapat cara untuk mengatasinya, yaitu melalui Pertahanan. Ketika individu berada dalam incongruity maka pada saat itu individu berada dalam situasi terancam. Menjelang situasi yang mengancam itu individu akan merasa cemas. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan melarikan diri dalam bentuk psikologis dengan menggunakan pertahanan-pertahanan. Dua macam cara pertahanan adalah Pengingkaran dan Distorsi perseptual. Pengingkaran adalah dimana individu memblokir situasi yang mengancam melaluimenyingkirkan kenangan buruk atau rangsangan yang memancing kenangan itu munculdari kesadaran (menolak untuk mengingatnya). Distorsi perseptual adalah penafsiran kembali sebuah situasi sedemikian rupasehingga tidak lagi dirasakan terlalu mengancam. Ketika pertahanan yang dilakukan seseorang runtuh dan merasa dirinya hancur berkeping-keping disebut sebagai psikosis. Akibatnya perilaku individu menjadi tidak konsisten, kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak nyambung, emosinya tidak tertata, tidak mampu membedakan antara diri dan bukan diri serta menjadi individu yang tidak punya arah dan pasif.2 http://deathneverlost.wordpress.com/2013/06/13/282/ Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius. Jarvis, Matt. (2006). Teori-Teori Psikologi. Bandung: Nusa Media dan Nuansa. Mahmud. (2005). Psikologi Pendidikan Mutakhir. Bandung:Sahiva Samsyu Yusuf dan Juntika Nurihsan. (2007). Teori Kepribadian. Bandung: Rosda 2 http://widyahutamaandhika.blogspot.com/2013/06/kepribadian-sehat-menurut-carl-roger.html di akses pada tanggal 11 Mei 2014
  10. 10. Definisi Konflik Menurut Robbins (2002), konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negative atau akan segera mempengaruhi secara negative pihak lain. Menurut Sopiah (2008), konflik itu adalah proses yang dinamis dan keberadaannya lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yang mengalami dan merasakannya. Menurut Suprihanto (2003), konflik adalah ketidaksetujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya yang langka secara bersama-sama, atau menjalankan kegiatan bersama-sama, atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. Mastenbroek dalam Soetopo (2010), memandang konflik sebagai situasi di mana ketentuan tak berjalan, pernyataan ketidakpuasan, dan penciutan proses pembuatan keputusan. Menurut Soetopo (2010), konflik adalah suatu pertentangan dan ketidakseusaian kepentingan, tujuan, dan kebutuhan dalam situasi formal, sosial, dan psikologis, sehingga menjadi antagonis, ambivalen, dan emosional. Menurut Kreitner (2005), konflik adalah sebuah proses di mana satu pihak menganggap bahwa kepentingan-kepentingannya ditentang atau secara negative dipengaruhi oleh pihak lain. Dari beberapa definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa konflik adalah suatu bentuk pertentangan yang terjadi antara dua pihak atau lebih di mana salah satu pihak merasa dirugikan atau dipengaruhi secara negative sehingga menimbulkan ketidakpuasan terhadap perilaku pihak lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih(atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan sesama manusia. Ketika berinteraksi dengan sesama manusia, selalu diwarnai dua hal, yaitu konflik dan kerjasama. Dengan demikian konflik merupakan bagian dari kehidupan manusia. Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
  11. 11. menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik, dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002) diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Beberapa Faktor Penyebab Konflik Perbedaan individu yang didasari oleh perbedaan pendirian dan perbedaan perasaan. Setiap manusia memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda, sehingga dalam menilai sesuatu tentu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Misalnya masyarakat menilai kebijakan pemerintah mengenai menaikkan harga BBM karena harga bahan mentah naik. Tentu setiap masyarakat akan menilai dengan pemikirannya masing-masing yang mungkin secara umum terbagi menjadi kelompok yang pro dan kontra. Perbedaan kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda Orang dari kebudayaan berbeda, misalnya orang jawa dengan orang papua yang memiliki budaya berbeda, jelas akan membedakan pola pikir dan kepribadian yang berbeda pula. Jika hal ini tak ada suatu hal yang dapat mempersatukan, akan berakibat timbulnya konflik. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok Manusia merupakan mahkluk yang unik karena satu dengan yang lain relative berbeda. Berbeda pendirian, pemikiran, perilaku, kebiasaan, dsb. Dari perbedaan itu tentu timbul perbedaan kepentingan yang latar belakangnya juga berbeda. Misalnya mengenai masalah pemanfaatan hutan. Para pecinta alam menganggap hutan sebagai bagian dari lingkungan hidup manusia dan habitat dari flora dan fauna. Sedangkan bagi para petani hutan dapat menghambat tumbuhnya jumlah areal persawahan atau perkebunan. Bagi para pengusaha kayu tentu ini menjadi komoditas yang menguntungkan. Dari kasus ini ada pihak – pihak yang memiliki kepentingan yang saling bertentangan, sehingga dapat berakibat timbulnya konflik. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat Perubahan merupakan suatu hal yang wajar didalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi perubahan yang sangat cepat akan memicu timbulnya konflik. Misalnya masyarakat pedesaan yang secara umum matapencariannya bertani yang hidupnya bergotong-royong dengan jadwal waktu yang relative tidak mengikat, kemudian tumbuh suatu industry dengan waktu yang relative cepat dengan kebiasaan cenderung individualis, disiplin kerja dan waktu kerja ditentukan, yang secara umum mengubah nilai-nilai masyarakat desa tadi, tentu akan menimbulkan konflik berupa penolakan diadakannya industry di wilayah itu. Akibat-akibat dari konflik. Konflik dapat baik dan tidak baik. Konflik berakibat tidak baik seperti :
  12. 12. 1. Menghambat komunikasi, karena pihak-pihak yang berkonflik cenderung tidak berkomunikasi. 2. Menghambat keeratan hubungan. 3. Karena komunikasi relative tidak ada, maka akan mengancam hubungan pihak-pihak yang berkonflik. 4. Mengganggu kerja sama. 5. Hubungan yang tidak terjalin baik, bagaimana mungkin terjadi kerjasama yang baik. 6. Mengganggu proses produksi,bahkan menurunkan produksi. 7. Kerja sama yang kurang baik, maka produktifitas pun rendah. 8. Menimbulkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan. 9. Karena produktifitas rendah, timbullah ketidakpuasan terhadap pekerjaan. 10. Yang kemudian berakibat pada individu mengalami tekanan, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustasi dan apatisme. Konflik berakibat baik seperti: 1. Membuat suatu organisasi hidup, bila pihak-pihak yang berkonflik memiliki kesepakatan untuk mencari jalan keluarnya. 2. Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan merupakan salah satu akibat dari konflik, yang tujuannya tentu meminimalkan konflik yang akan terjadi dikemudian hari. 3. Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan perbaikan dalam system serta prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi. 4. Memunculkan keputusan-keputusan yang inovatif. 5. Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat. Jenis-jenis Konflik Sedangkan menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel jenis-jenis konflik terbagi atas : 1. Konflik intrapersonal. o Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik ini terjadi pada saat yang bersamaan memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. 2. Konflik interpersonal.
  13. 13. o Konflik ini adalah konflik seseorang dengan orang lainnya karena memiliki perbedaan keinginan dan tujuan. o Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok, Hal ini sering kali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas yang ditekankan pada kelompok kerja mereka . Sebagai contoh seorang individu dapat dikenai hukuman karena tidak memenuhi norma-norma yang ada.Konflik interorganisasi. 3. Konflik antar grup dalam suatu organisasi adalah suatu yang biasa terjadi, yang tentu menimbulkan kesulitan dalam koordinasi dan integrasi dalam kegiatan yang menyangkut tugas-tugas dan pekerjaan. Karena hal ini tak selalu bisa dihindari maka perlu adanya pengaturan agar kolaborasi tetap terjaga dan menghindari disfungsional.
  14. 14. Proses Konflik Proses Terjadinya Konflik Menurut Beberapa Para Ahli : Menurut Hendricks, W.(1992) prose terjadinya konflik terdiri dari 3 tahap : 1. Peristiwa sehari-hari , yaitu ditandai dengan adanya individu meresa tidak puas atau jengkel terhadap lingkungan kerja. 2. Adanya tantangan, yaitu apabila terjadi masalah, individu saling mempertahankan pendapat mereka masing-masing dan menyalahkan pihak lain. Masing-masing anggota menganggap perbuatan yang dilakukan sesuai dengan standar dan aturan aaaaorganisasi. 3. Timbulnya pertentangan, yaitu pada tahap ini masing-masing individu atau kelompok bertujuan untuk menang dan mengalahkan kelompok lain. Menurut Kenneth Thomas (Owens, 1991) Kenneth Thomas mengemukakan episode gerak konflik digerakkan oleh perasaan frusttasi (kekecewaan) dari suatu kelompok karena aksi pihak lain, misalnya : penolakan permintaan, pertentangan atau penghinaan, sehingga masing-masing kelompok menyadari adanya konflik dan memasuki tahap konsepstualisasi, dan proses terjadi secara subjeytif. Selanjutnya, tinggi atau rendahnya konflik bergantung pada persaingan, keterbukaan dan kepekaan yang dimiliki oleh masing-masing kelompok. Sedangka hasill (outcome) merupakan proses terakhir dari tahapan konflik yang berupa ; frustasi, sikap permusuhan, motivasi kkera, atau produktivitas kerja. Hasil akhir dari prilakku yang dimakksud akan berpengaruh pada episode berikutnya. Menurut Terry , G. R. (1986) Menjelaskan bahwa, konflik pada umumnya mengikuti pola yang teratur yang ditandai timbulnya krisis, selanjutnya terjadi kesalahpahaman antar individu maupun kelompok, dan konfrontasi menjadi pusat perhatian, pada tahap berikutnya krisis dialih untuk diarahkan dan dikelola. Menurut Louis R.Pandy mengukapkan proses konflik terdiri dari 5 tahap : Tahap I konflik laten yaitu tahap munculnya factor-faktor penyebab konflik dalam organisasi yaitu : - Saling ketergantungan kerja - Perbedaan tujuan dan prioritas - Perbedaaan status - Sumber daya yang terbatas Tahap II konflik yang dipersepsikan (konflik yang dirasakan) , pada tahap ini salah satu pihak memandang pihak lain sebagai penghambat atau mengancam pencapaina tujuan.
  15. 15. Tahap III Konflik yang dirasakan, pada tahap ini konflik tidak sekedar dipandang ada, akan tetapi benar-benar sudah dirasakan. Tahap IV konflik yang dimanifestasikan, pada tahap ini prilaku tertentu sebagai indicator konflik sudah mulai ditunjukan, seperti adanya sabotase, agresi terbuka, konfrontasi, rendahnya kenerja dan lain-lainnya. Tahap V konflik Aftermath, jika konflik benar-benar diselesaikan maka hal itu akan meningkatkan hubungan para anggota organisasi. Hanya jika penyelesaian tidak tepat maka akan timbul konflik baru. DAFTAR PUSTAKA Ivancevich, John M., Robert Konopaske, Michael T. Matteson. 2007. Perilaku dan Manajemen Organisasi Edisi 7 (2). Jakarta: Erlangga Kreitner, Robert, Angelo kinicki. Tanpa Tahun. Perilaku Organisasi . Terjemahan Erly Suandy. 2005. Jakarta: Salemba Empat Robbins, Stephen P. Tanpa Tahun. Perilaku Organisasi. Terjemahan Hadyana Pujaatmaka. 2002. Jakarta: PT Prenhallindo Robbins, Stephen P., Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat Soetopo, Hendyat. 2010. Perilaku Organisasi Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sopiah. 2008. Perilaku Organisasional. Yogyakarta: Andi Offset Suprihanto, John, TH. Agung M. Harsiwi, Prakoso Hadi. 2003. Perilaku Organisasional. Yogyakarta: STIE YKPN3 3 http://deaalliqafitri.blogspot.com/2014/01/empowerment-stres-dan- konflik_10.html#!/2014/01/empowerment-stres-dan-konflik_10.html diakses pada tanggal 11 Mei 2014
  16. 16. FRUSTASI DAN KONFLIK Frustasi dan konflik adalah pengalaman-pengalaman individual yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keduanya berhubungan erat dengan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan manusia, dan mengganggu ungkapan-ungkapan normal dari kecenderungan motivasi manusia. Tetapi frustasi dan konflik itu sendiri tidak selalu buruk karena yang menjadi persoalan ialah bagaimana seseorang menghadapinya dan tindakan yang diambil untuk memecahkannya. Frustasi Suatu perasaan yang muncul karena terjadinya hambatan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi keinginan untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan itu.Ada dua sumber utama frustasi: sumber yang berasal dari luar (situasi-situasi dari luar) dan sumber yang berasal dari dalam (dinamika batinian orang itu sendiri). A. Faktor Eksternal Sumber frustasi yang berasal dari luar individu tidak dapat dihindari. Terdapat beberapa contoh sumber frustasi yang berasal dari luar, yaitu: 1. Adat kebiasaan atau peraturan-peraturan masyarakat yang membendung kebutuhan- kebutuhan dan keinginan-keinginan individu, 2. Hal-hal yang mengganggu, lebih-lebih yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan dan cara-cara hidup individu yang sudah biasa, dan 3. Kondisi-kondisi sosio-ekonomis yang menghalangi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar jasmaniah individu. B. Faktor Internal Frustasi yang berasala dari dalam mungkin disebabkan oleh faktor-faktor fisik dan perbedaan-perbedaan intelektual. Faktor faktor fisik mungkin berupa rintangan-rintangan organik atau penyakit. Apabila orang berbeda secara fisik dengan orang lain, maka ia mudah sekali kena beberapa bentuk frustasi. Perbedaan intelektual juga dapat menjadi sumber frustasi. Di dalam ruangan kelas kita kecewa apabila kita tidak mampu bersaing dengan orang lain. Demikian juga anak-anak yang sangat pandai akan mengalami frustasi apabila mereka mendapat tugas-tugas yang terlalu mudah.4 4 http://assuyahada.wordpress.com/2014/04/22/dinamika-kepribadian/ di akses pada tanggal 11 Mei 2014
  17. 17. TEORI KEPRIBADIAN SEHAT Dalam psikologi dikenal berbagai macam mazhab dengan teorinya yang berbeda-beda, begitu juga dengan pengertian kepribadian yang normal berbeda-beda pada tiap mazhab. 1. Menurut Psikoanalisa: Kepribadian yang normal (sehat) adalah 1) Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. 2) Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan. 3) Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego. 2. Menurut Behaviorisme: Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia, aliran ini berkembang di AS, merupakan lanjutan dari fungsionalisme. Prinsip dasar behaviorisme: 1) Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak 2) Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari. 3) Penganjur utama adalah Watson : overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar.
  18. 18. 4) Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi. 5) Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi. 6) Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991 dan Leahey, 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan. 3. Menurut Humanistik: Istilah psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force) karena humanistik muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa. Kepribadian yang sehat menurut humanistic, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri: 1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya. 2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya. 3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas. 4) Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”. 5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang. 6) Memikul tanggung jawab. 7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
  19. 19. 8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.5 Apa itu STRESS??  Menurut Hans Selye, “stress adalah respons manusia yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya” (Pusdikes,Dep.Kes.1989)  Menurut Lazarus (1976) stres adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal.  Menurut Korchin (1976) keadaan stres muncul apabila tuntutan-tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integritas seseorang  Menurut Vincent Cornelli, sebagaimana dikutip oleh Grant Brect (2000) bahwa yang dimaksud stress adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalam lingkungan tersebut Dari pengertian stress menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa stress merupakan gangguan yang berupa fisik maupun fisik yang disebabkan oleh tidak mampunya individu menghadapi berbagai tuntutan terhadap dirinya. a) Arti penting stress Stress juga dibutuhkan dalam kehidupan ini, jika seseorang tidak pernah mengalami stress hidupnya akan hampa, tidak ada yang namanya tantangan. Stress tidak berarti negatif (distress), stresspun ada yang bersifat positif (uestress) untuk menyeimbangkan proses kehidupan kita.  Efek-Efek stress menurut hans selye Menurut Hans Selye, ahli endokrinologi terkenal di awal 1930 tidak semua jenis stres bersifat merugikan. Berikut adalah beberapa efek dari stress: 1. Local Adaptation Stres. Local Adaptation Stress adalah ketika tubuh menghasilkan banyak respon setempat terhadap stres. Respon setempat ini contohnya seperti pembekuan darah, penyembuhan luka, akomodasi cahaya, dan masih banyak lagi. Responnya berlangsung dalam jangka yang sangat pendek. Karakteristik dari LAS adalah respon yang terjadi hanya setempat dan tidak melibatkan semua system, respon bersifat adaptif sehingga diperlukan stresor untuk menstimulasinya, respon bersifat jangka pendek dan tidak terus menerus, dan respon bersifat restorative. 2. General Adaptation Syndrome General Adaptation Syndrome adalah istilah penting dari Hans Selye yang ditemukan saat membahas tentang stress. Menurutnya ketika organisme berhadapan dengan stressor, dia akan mendorong dirinya sendiri untuk melakukan tindakan. Usaha ini diatur oleh kelenjar adrenal yang menaikkan aktivitas sistem syaraf simpatetik. Reaksi fisiologis tubuh terhadap perubahan-perubahan akibat stress itulah yang disebut sebagai General Adaption Syndrome. GAS terdiri dalam tiga fase : a. Alarm reaction (reaksi peringatan) pada fase ini tubuh dapat mengatasi stressor dengan baik. Apabila ada rasa takut atau cemas atau khawatir tubuh akan mengeluarkan adrenalin, yaitu hormon yang mempercepat katabolisme untuk menghasilkan energi untuk persiapan menghadapi bahaya mengacam ditandai dengan denyut jantung bertambah dan otot berkontraksi. 5
  20. 20. b. The stage of resistance (reaksi pertahanan). Reaksi terhadap stressor sudah mencapai atau melebihi tahap kemampuan tubuh. Pada keadaan ini, mulai timbul gejala-gejala psikis dan somatis. Respon ini disebut juga coping mechanism. Coping berarti kegiatan menghadapi masalah, misalnya kecewa diatasi dengan humor. c. Stage of exhaustion (reaksi kelelahan). Pada fase ini gejala-gejala psikosomatik tampak dengan jelas. Gejala psikosomatis antara lain gangguan penceranaan, mual, diare, gatal-gatal, impotensi, exim, dan berbagai bentuk gangguan lainnya. PENGERTIAN KOPING STRESS Koping termasuk konsep sentral dalam memahami kesehatan mental. Koping berasal dari kata coping yang bermakna harfiah pengatasan/penanggulangan (to cope with = mengatasi, menanggulangi). Namun karena istilah coping merupakan istilah yang sudah jamak dalam psikologi serta memiliki makna yang kaya, maka penggunaan istilah tersebut di pertahankan dan langsung di serap ke dalam bahasa Indonesia untuk membantu memahami bahwa coping (koping) tidak sederhana makna harafiahnya saja. Koping sering disamakan dengan adjustment (penyesuaian diri). Koping juga sering dimaknai sebagai cara untuk memecahkan masalah (problem solving). Pengertian koping memang dekat dengan kedua istilah di atas, namun sebenarnya agak berbeda. Pemahaman adjustment biasanya merujuk pada penyesuaian diri dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Pemecahan masalah lebih mengarah pada proses kognitif dan persoalan yang juga bersifat kognitif. Koping itu sendiri dimaknai sebagai apa yang di lakukan oleh individu untuk menguasai situasi yang dinilai sebagai suatu tantangan/luka/kehilangan/ ancaman. Jadi koping lebih mengarah pada yang orang lakukan untuk mengatasi tuntutan-tuntutan yang penuh tekanan atau yang membangkitkan emosi. Atau dengan kata lain, koping adalah bagaimana reaksi orang ketika menghadapi stress/tekanan.Kaitan antara koping dengan mekanisme pertahanan diri (defense mechanism), ada ahli yang melihat defense mechanism sebagai salah satu jenis koping.Ahli lain melihat antara koping dan mekanisme pertahanan diri sebagai dua hal yang berbeda. Lazarus membagi koping menjadi dua jenis, yaitu: 1. Tindakan langsung (Direct Action) Koping jenis ini adalah setiap setiap usaha tingkah laku yang dijalankan oleh individu untuk mengatasi kesakitan atau luka, ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan yang bermasalah dengan lingkungan. Individu menjalankan koping jenis direct action atau tindakan langsung bila dia melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang dialami. Ada 4 macam koping jenis tindakan langsung:
  21. 21. a. Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka Individu melakukan langkah aktif dan antisipatif (beraksi) untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya dengan cara menempatkan diri secara langsung pada keadaan yang mengancam dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut. Misalnya, dalam rangka menghadapi ujian, Tono lalu mempersiapkan diri dengan mulai belajar sedikit demi sedikit tiap-tiap mata kuliah yang diambilnya, sebulan sebelum ujian dimulai. Ini dia lakukan supaya prestasinya lebih baik dibanding dengan semester sebelumnya, karena dia hanya mempersiapkan diri menjelang ujian saja. Contoh dari koping jenis ini lainnya adalah imunisasi. Imunisasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang tua supaya anak mereka menjadi lebih kebal terhadap kemungkinan mengalami penyakit tertentu. b. Agresi Agresi adalah tindakan yang dilakukan oleh individu dengan menyerang agen yang dinilai mengancam atau akan melukai. Agresi dilakukan bila individu merasa/menilai dirinya lebih kuat/berkuasa terhadap agen yang mengancam tersebut. Misalnya, tindakan penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta terhadap penduduk yang berada dipemukiman kumuh. Tindakan tersebut tergolong ke dalam agresi, dan tindakan tersebut bisa dilakukan karena pemerintah memiliki kekuasaan yang lebih besar dibanding dengan penduduk setempat yang digusur. c. Penghindaran (avoidance) Tindakan ini terjadi bila agen yang mengancam dinilai lebih berkuasa dan berbahaya sehingga individu memilih cara menghindari atau menghindari atau melarikan diri dari situasi yang mengancam tersebut. Misalnya, penduduk yang melarikan diri dari rumah-rumah mereka karena takut akan menjadi korban pada daerah-daerah konflik seperti Aceh. d. Apati Jenis koping ini merupakan pola orang yang putus asa. Apati dilakukan dengan cara individu yang bersangkutan tidak bergerak dan menerima begitu saja agen yang melukai dan tidak ada usaha apa-apa untuk melawan ataupun melarikan diri dari situasi yang mengancam tersebut. Misalnya, pada kerusuhan Mei. Orang-orang China yang menjadi korban umumnya tutup mulut, tidak melawan dan berlaku pasrah terhadap kejadian biadab yang menimpa mereka. 2. Peredaan atau peringanan (Palliation) Jenis koping ini mengacu pada mengurangi/menghilangkan/ menoleransi tekanan- tekanan kebutuhan/fisik, motorik atau gambaran afeksi dari tekanan emosi yang dibangkitkan oleh lingkungan yang bermasalah.Ada 2 macam koping jenis peredaran/palliation :
  22. 22. a. Diarahkan Pada Gejala (Sympton Directed Modes) Macam koping ini digunakan bila gangguan gejala-gejala gangguan muncul dari diri individu, kemudian individu melakukan tindakan dengan cara mengurangi gangguan yang berhubungan dengan emosi-emosi yang disebabkan oleh tekanan atau ancaman tersebut. b. Cara Intrapsikis (Intrapsychic Modes) Koping jenis peredaran dengan cara intrapsikis adalah dengan cara-cara yang menggunakan perlengkapan psikologis kita, yang biasa dikenal dengan istilah Defense mechanism (mekanisme pertahanan diri). JENIS-JENIS KOPING YANG KONSTRUKTIF/SEHAT KOPING KONSTRUKTIF/MERUSAK : 1.Penalaran (Reasoning) Yaitu penggunaan kemampuan kognitif untuk mengeksplorasi berbagai macam alternatif pemecahan masalah dan kemudian memilih salah satu alternatif yang dianggap paling menguntungkan. 2. Objektifitas Yaitu kemampuan untuk membedakan antara komponen-komponen emosional dan logis dalam pemikiran, penalaran maupun tingkah laku. Kemampuan ini juga meliputi kemampuan untuk membedakan antara pikiran-pikiran yang berhubungan dengan persoalan yang tidak berkaitan. 3. Konsentrasi Yaitu kemampuan untuk memusatkan perhatian secara penuh pada persoalan yang sedang dihadapi. Konsentrasi memungkinkan individu untuk terhindar dari pikiran-pikiran yang mengganggu ketika berusaha untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi. 4. Humor Yaitu kemampuan untuk melihat segi yang lucu dari persoalan yang sedang dihadapi, sehingga perspektif persoalan tersebut menjadi lebih luas, terang dan tidak dirasa sebagai menekan lagi ketika dihadapi dengan humor. 5. Supresi Yaitu kemampuan untuk menekan reaksi yang mendadak terhadap situasi yang ada sehingga memberikan cukup waktu untuk lebih menyadari dan memberikan reaksi yang lebih konstruktif.
  23. 23. 6. Toleransi terhadap Kedwiartian atau Ambiguitas Yaitu kemampuan untuk memahami bahwa banyak hal dalam kehidupan yang bersifat tidak jelas dan oleh karenanya perlu memberikan ruang bagi ketidak jelasan tersebut. 7. Empati Yaitu kemampuan untuk melihat sesuatu dari pandangan orang lain. Empati juga mencakup kemampuan untuk menghayati dan merasakan apa yang dihayati dan dirasakan oleh orang lain. KOPING POSITIF ( SEHAT) 1. Antisipasi Antisipasi berkaitan dengan kesiapan mental individu untuk menerima suatu perangsang. Ketika individu berhadap dengan konflik-konflik emosional atau pemicu stres baik dari dalam maupun dari luar, dia mampu mengantisipasi akibat-akibat dari konflik atau stres tersebut dengan cara menyediakan alternatif respon atau solusi yang paling sesuai. 2. Afiliasi Afiliasi berhubungan dengan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang lain dan bersahabat dengan mereka. Afiliasi membantu individu pada saat menghadapi konflik baik dari dalam dan luar, dia mampu mencari sumber- sumber dari orang lain untuk mendapatkan dukungan dan pertolongan. 3. Altruisme Altruisme merupakan salah satu bentuk koping dengan cara mementingkan kepentingan orang lain. Konflik-konflik yang memicu timbulnya stres baik dari dalam maupun dari luar diri dialihkan dengan melakukan pengabdian pada kebutuhan orang lain. 4. Penegasan diri (self assertion) Individu berhadapan dengan konflik emosional yang menjadi pemicu stres dengan cara mengekspresikan perasaan-perasaan dan pikiran-pikirannya secara lengsung tetapi dengan cara yang tidak memaksa atau memanipulasi orang lain. 5. Pengamatan diri (Self observation) Pengamatan diri sejajar dengan introspeksi, yaitu individu melakukan pengujian secara objektif proses-proses kesadaran diri atau mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku, motif, ciri, sifat sendiri, dan seterusnya untuk mendapatkan pemahaman mengenai diri sendiri yang semakin mendalam. Teori Kepribadian Sehat
  24. 24. Kepribadian adalah terjemahan dari bahasa Inggris “personality” dan kata “persona” berasal dari bahasa Yunani yang berarti topeng. Lalu tahukah kamu apa itu kepribadian yang sehat? Bagaimanakah ciri-ciri kepribadian yang sehat? Berikut kepribadian sehat menurut beberapa ahli, yaitu : a. Gordon W. Allport (1897-1967) Allport menyatakan “kepribadian adalah organisasi dinamis dari system- sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan caranya yang khas (unik) dalam penyesuaian dengan lingkungan.” Pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian terbagi ke dalam tujuh kriteria kepribadian yang matang, yaitu: 1. Perluasan Perasaan Diri Ketika diri berkembang maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Mula-mula diri berpusat hanya pada individu, kemudian ketika pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nila-nilai dan cita-cita yang abstrak. Jadi, ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatian diluar
  25. 25. diri. Akan tetapi tida cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang diluar diri. Orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh, Allport menamakan “ partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia” dan orang harus meluaskan diri ke dalam aktivitas. 2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang- orang lain, yaitu : a. Kapasitas untuk keintiman Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, teman akrab dan partner. Yang dihasilkan oleh kapasitas keintiman adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang dengan baik. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman ialah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Dan hubungan cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat. b. Kapasitas untuk perasaan terharu Suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan cirri kehidupan manusia. Hasil dari kapasitas untuk perasaan terharu, kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengaadili atau menghukumnya.orang yang sehat menerima kelemahan manusia dan mengetahui bahwa dia memiliki kelemahan yang sama. 3. Keamanan Emosional Kepribadian-kepribadian yang sehat mampu menerima emosi-emosi manusia. Kepribadian yang sehat mengontrol emosi-emosi mereka, sehingga emosi-emosi ini tidak mengganggu aktivitas antar pribadi. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut Allport “ sabar terhadap kekcewaan “, Seseorang
  26. 26. bereaksi terhadap tekanan-tekanan dan terhadap hambatan dari kemauan-kemauan dan keinginan-keinginan. 4. Persepsi Realistis Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Orang- orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau semuanya baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya. 5. Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkat kemampuan. Allport juga mengutip apa yang dikatakan oleh Harvey Cushing , “ Satu-satunya cara untuk melangsungkan kehidupan adaalah menyelesaikan tugas. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya untuk dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan. 6. Pemahaman Diri Kepribadian yang sehat mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang neurotis. Pengenalan diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan atau perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Orang yang sehat juga dapat terbuka pada pendapat orang-orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin meproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negative kepada orang lain. 7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan Orang-orang yang sehat melihat kedepan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Memiliki suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja
  27. 27. sampai selesai. Bagi Allport rupanya mustahil memiliki suatu kepribadian yang sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke masa depan. Maka orang yang sehat akan berkata “ saya sebaiknya bertingkah laku begini “. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang-orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau nilai-nilai etis. b. Carl Rogers (1902-1987) Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak pada masa kecil. Pada waktu diri itu berkembang, anak juga belajar membutuhkan cinta atau kebutuhan “ penghargaan positif “ (positive regard). Self concept yang berkembang dari anak sangat dipengaruhi oleh ibu. Kepribadian yang sehat adalah suatu proses atau suatu arah. Aktualisasi diri berlangsung terus, tidak pernah merupakan suatu kondisi yang selesai atau statis. Tujuannya yakni orientasi ke masa depan, menarik individu kedepan dan selanjutnya mendiferensiasikan dan mengembangkan segala segi dari diri. Lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu : 1. Keterbukaan pada pengalaman Sikap keterbukaan pada pengalaman merupakan lawan dari sikap defensif. Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman
  28. 28. yang diberikan oleh kehidupan, tetapi juga membuka kesempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. 2. Kehidupan eksistensial Kehidupan eksistensial merupakan segi yang esensial dari kepribadian yang sehat.kepribadian terbuka kepada segala sesuatu yang terjadi pada momen itu dan dia menemukan dalam setiap pengalaman suatu struktur yang dapat berubah dengan mudah sbagai respon atas pengalaman momen yang berikutnya. 3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri Karena terbuka pada semua pengalaman serta menghidupkan pengalaman- pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan serta dicapai keputusan yang akan memuaskan semua segi situasi sengan baik. 4. Perasaan bebas Seseorang yang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternative pikiran dan tindakan. 5. Kreatifitas Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif dan lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan yang drastic dalam kondisi lingkungan. Mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis. c. Abraham Maslow (1908-1970)
  29. 29. Prasyarat untuk mencapai aktualisasi diri ialah dengan memuaskan kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, yaitu : 1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis Kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, dan juga seks. Pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup. Karena suatu kebutuhan yang dipuaskan tidak lagi merupakan suatu kebutuhan, maka kebutuhan-kebutuhan fisiologis memainkan suatu peranan yang minimal dalam kehidupan kita. Dan setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis dipenuhi, maka akan didorong oleh kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. 2. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Untuk pribadi yang sehat, kebutuhan akan rasa aman tidak berlebih-lebihan atau selalu mendesak. Apabila mencapai suatu tingkat tertentu dari rasa aman dan jaminan, maka kita digerakkan untuk memuaskan kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta. 3. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta Kebutuhan-kebutuhan ini, seperti kita dapat mengggabungkan diri dalam suatu kelompok atau perkumpulan, menerima nilai-nilai dan sifat-sifat guna merasakan perasaan memiliki. Dan untuk memuaskan kebutuhan akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian dengan orang lain dan dengan hubungan ini member dan menerima cinta sama penting. Apabila kita telah
  30. 30. memuaskan kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta, maka kita membutuhkan rasa penghargaan. 4. Kebutuhan akan penghargaan Menurut Maslow, kebutuhan akan penghargaan dibedakan menjadi dua macam, yaitu : - Penghargaan yang berasal dari orang-orang lain. Kita akan merasa yakin bahwa diri kita baik yaitu jika orang-orang berpikir baik tentang kita. - Penghargaan terhadap diri sendiri. Kita merasa yakin dan aman akan diri kita yaitu ketika merasa berharga dan serasi dan seimbang. Apabila telah memuaskan semua kebutuhan ini, maka didorong oleh kebutuhan yang paling tinggi yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri. 5. Kebutuhan akan aktualisasi diri Aktualisasi diri merupakan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Dan jika semua kebutuhan terpenuhi maka dapat dikatakan kita sehat secara psikologis. Sifat-sifat khusus yang menggambarkan pengaktualisasi-pengaktualisasikan diri, yaitu : 1. Mengamati realitas secara efisien 2. Penerimaan umum atas kodrat, orang-orang lain dan diri sendiri 3. Spontanitas, kesederhanaan, dan kewajaran 4. Fokus pada masalah-masalah di luat diri mereka 5. Kebutuhan akan privasi dan independensi 6. Berfungsi secara otonom 7. Apresiasi yang senantiasa segar 8. Pengalaman-pengalaman mistik atau “puncak” 9. Minat sosial
  31. 31. 10. Hubungan antar pribadi 11. Struktur watak demokratis 12. Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk 13. Perasaan humor yang tidak menimbulkan permusuhan 14. Kreativitas 15. Resistensi terhadap inkulturasi d. Erich Fromm (1900-….) Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif. Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat, yaitu orientasi produktif. “Orientasi” adalah suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons intleketual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri. “Produktif” adalah orang yang menggunakan semua tenaga dan potensinya. Orang- orang yang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka. Jadi, orientasi produktif suatu keadaan ideal atau tujuan perkembangan manusia dan belum pernah dicapai dalam masyarakat manapun.
  32. 32. Sumber : 1. http://wilda-puspita.blogspot.com/2013/05/tulisan-kedua-pengertian-stress- menurut_5092.html 2. Siswanto. 2007. Kesehatan Mental; Konsep, Cakupan, dan Perkembangannya. Yogyakarta: Andi Sunaryo. 2002. 3. Halgin, R.P., Whitbourne, S.K. 2010. Psikologi abnormal. Jakarta: Salemba Humanika Anonim. 1999. Manajemen stres. Jakarta: Buku Kedokteran EGC 4. Schultz, Duane. (2011). Psikologi Pertumbuhan: model-model kepribadian sehat. Yogyakarta: Kanisius 5. Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma 6.http://lidya-amanda-dhita.blogspot.com/2013/04/teori-kepribadian- sehat.html

×