Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Rangkaian AC Pararel dan Seri
Simon Patabang, ST., MT.
Universitas Atma Jaya Makassar
• Setiap impedansi Z yang diparalelkan dalam
rangkaian ac mempunyai beda tegangan yg sama,
baik besar, arah maupun fasenya...
• Berdasarkan hukum Kirchof diperoleh besarnya arus
It adalah It = i1 + i2 + i3
• Berdasarkan hukum Ohm, diperoleh persama...
1. Sebuah Resistor dengan resistansi 8 Ohm dihubung
seri dengan induktansi 0,0191 H kemudian diparalel
dengan kapasitor 39...
Penyelesaian :
Diketahui : Vm = 200 V, f = 50 HZ, R1=1,8 Ohm, L = 0,019 H,
R2= 6 Ohm, dan C = 398 mF
a. i1= V/Z1 dan i2 = ...
b. Arus total It = ?
It = i1 + i2
It = 32,05 + 20 = 52,05 A
c. Sudut fase antara arus dan tegangan
Cos θ1 = R1/Z1
Cos θ1 =...



1,53102,7326,6
1,53102,7326,6 x
Zt
1,53sin101,53cos102,73sin26,62,73cos26,6
3,1266,62
jj
Zt



14807,7
...
1. Daya Nyata : P = Vef.Ief. Cos θ
P1 = ½.V.I1 . Cos θ1
P1 = ½.200. 32,05 . 0,288462
P1 = 924,5 Watt
P2 = ½.V. I2 . Cos θ2...
2. Daya Reaktif : Q = ½.V.I. sin θ
sin θ1 = XL/Z1
Sin θ1 = 5,9714/6,24
Sin θ1 = 0,956955
Q1 = ½.V.I1 . Sin θ1
Q1 = ½. 200....
3. Daya Semu : S² = P² + Q²
P1 = 924,5 Watt , Q1 = 3.067 VAR
S1² = P1² + Q1²  S1² = (924,5) ² + (3.067)²
S1 = 3.203,309 V...
Rumus pembagi arus :
• Besarnya I1 dan I2 :
Contoh :
Tentukanlah arus pada tiap cabang rangkaian dengan rumus
pembagi arus
Penyelesaian :
Besarnya arus I1 adalah :
• Arus I2 pada cabang 2 :
Admitansi dan Suseptansi
• Kebalikan dari impedansi (Z) disebut admitansi
dengan simbol Y dengan persamaan Y = 1/Z.
• Admi...
• Komponen real disebut konduktansi dengan simbol G
dan komponen imajiner disebut Suseptansi dengan
simbol B.
• Rangkaian paralel dengan Admitansi digambarkan
sebagai berikut :
Admitansi untuk tiap elemen impedansi didefinisikan
sebagai berikut :
1. Admitansi Resistor
2. Admitansi Induktor
3. Admit...
Besarnya arus pada tiap impedansi yang paralel.
Arus sumber Is adalah :
Contoh :
Tentukanlah impedansi dan
admintansi dari...
• Cabang 1 terdiri dari R1 dan L1
• Cabang 2 terdiri dari R2 dan L2
• Cabang 3 terdiri dari R3 dan C
Ketiga cabang terhubu...
Contoh :
Untuk rangkaian paralel R-C pada Gambar 7. tentukanlah
a. Admitansi total dan impedansi
b. Arus pada setiap caban...
Penyelesaian :
Total admitansi dan impedansi :
Impedansi total adalah :
b. Arus pada tiap admitansi
c. Tegangan sumber dan arus sebagai fungsi waktu
Rangkaian Seri
Rangkaian seri digambarkan sebagai berikut :
Impesandi total Zt = Z1 + Z2 + Z3 + … Zn
Dan arus sumber adala...
• Tegangan pada setiap impendansi
Dimana setiap tegangan Vn adalah :
• Rumus pembagi tegangan :
dimana :
Zt = impedansi to...
2. Tentukanlah tegangan VR , VL, VC dan V1 pada
rangkaian berikut.
Penyelesaian :
Dengan rumus pembagi tegangan, maka tega...
Sekian
rangkaian ac seri dan pararel
rangkaian ac seri dan pararel
rangkaian ac seri dan pararel
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

rangkaian ac seri dan pararel

1,973 views

Published on

Dasar analisa rangkaian ac seri dan pararel

Published in: Education
  • Be the first to comment

rangkaian ac seri dan pararel

  1. 1. Rangkaian AC Pararel dan Seri Simon Patabang, ST., MT. Universitas Atma Jaya Makassar
  2. 2. • Setiap impedansi Z yang diparalelkan dalam rangkaian ac mempunyai beda tegangan yg sama, baik besar, arah maupun fasenya. 1. Rangkaian Paralel
  3. 3. • Berdasarkan hukum Kirchof diperoleh besarnya arus It adalah It = i1 + i2 + i3 • Berdasarkan hukum Ohm, diperoleh persamaan sebagai berikut It = Vt/ Zt • Besarnya total impedansi diperoleh dengan persamaan : • Untuk dua impedansi yang dihubungkan paralel, persamaan menjadi : tV
  4. 4. 1. Sebuah Resistor dengan resistansi 8 Ohm dihubung seri dengan induktansi 0,0191 H kemudian diparalel dengan kapasitor 398 mF dan resistansi 6 Ohm yang dihubung seri. Rangkaian disuplay dengan tega- ngan 200 V, 50 Hz. Hitunglah: a. Arus masing-masing cabang. b. Arus total c. Sudut fase antara arus dan tegangan d. Daya masing-masing cabang Contoh :
  5. 5. Penyelesaian : Diketahui : Vm = 200 V, f = 50 HZ, R1=1,8 Ohm, L = 0,019 H, R2= 6 Ohm, dan C = 398 mF a. i1= V/Z1 dan i2 = V/Z2 XL = ωL dan Xc = 1/ωC XL = 2πf.L = 2π. 50. 0,019 = 5,9714 Ω XC = 1/(2πf.C) = 1/ (2π. 50.398. 10⁻³) = 8 mΩ
  6. 6. b. Arus total It = ? It = i1 + i2 It = 32,05 + 20 = 52,05 A c. Sudut fase antara arus dan tegangan Cos θ1 = R1/Z1 Cos θ1 = 1,8/6,24 Cos θ1 = 0,288462 θ1 = 73,2° Cos θ2 = R2/Z2 Cos θ2 = 6/10 Cos θ2 = 0,6 θ2 = 53,1° Z1 dan Z2 paralel maka Z = Z1. Z2 / (Z1 + Z2)
  7. 7.    1,53102,7326,6 1,53102,7326,6 x Zt 1,53sin101,53cos102,73sin26,62,73cos26,6 3,1266,62 jj Zt    14807,7 3,1266,62 j Zt       88,33023,16 3,1266,62 Zt  42,92907,3Zt Sudut fase antara arus dan tegangan adalah 92,42°, bertanda negatip berarti arus terlambat terhadap tegangan.  1,53102dan2,7326,61 ZZ  It = V/Zt  42,9219,51it 
  8. 8. 1. Daya Nyata : P = Vef.Ief. Cos θ P1 = ½.V.I1 . Cos θ1 P1 = ½.200. 32,05 . 0,288462 P1 = 924,5 Watt P2 = ½.V. I2 . Cos θ2 P2 = ½. 200. 20 . 0,6 P2 = 1,200 Watt d. Daya tiap cabang P (KW) = S (KVA) cos θ Q (KVAR) = S (KVA) sin θ S² = P² + Q²
  9. 9. 2. Daya Reaktif : Q = ½.V.I. sin θ sin θ1 = XL/Z1 Sin θ1 = 5,9714/6,24 Sin θ1 = 0,956955 Q1 = ½.V.I1 . Sin θ1 Q1 = ½. 200. 32,05 . 0,956955 Q1 = 3.067 VAR Sin θ2 = XC/Z2 Sin θ2 = 0,008/10 Sin θ2 = 0,0008 Q2 = ½. V. I2 . SIn θ2 Q2 = ½. 200. 20 . 0,008 Q2 = 1,6 VAR
  10. 10. 3. Daya Semu : S² = P² + Q² P1 = 924,5 Watt , Q1 = 3.067 VAR S1² = P1² + Q1²  S1² = (924,5) ² + (3.067)² S1 = 3.203,309 VA P2 = 1,200 Watt , Q2 = 1,6 VAR S2² = P2² + Q2²  S2² = (1,200) ² + (1,6)² S2 = 1200,001 VA
  11. 11. Rumus pembagi arus : • Besarnya I1 dan I2 :
  12. 12. Contoh : Tentukanlah arus pada tiap cabang rangkaian dengan rumus pembagi arus Penyelesaian : Besarnya arus I1 adalah :
  13. 13. • Arus I2 pada cabang 2 :
  14. 14. Admitansi dan Suseptansi • Kebalikan dari impedansi (Z) disebut admitansi dengan simbol Y dengan persamaan Y = 1/Z. • Admitansi dinyatakan dalam satuan mho (kebalikan dari ohm). • Persamaan admitansi untuk rangkaian pararel didefinisikan sbb : Yt = Y1 + Y2 + Y3 + .... Yn • Impedansi terdiri dari 2 komponen yaitu resistansi dan Reaktansi dengan persamaan Z = R + jX sedangkan Admitansi terdiri dari suseptansi G dan konduktansi B dengan persamaan Y = G + jB.
  15. 15. • Komponen real disebut konduktansi dengan simbol G dan komponen imajiner disebut Suseptansi dengan simbol B.
  16. 16. • Rangkaian paralel dengan Admitansi digambarkan sebagai berikut :
  17. 17. Admitansi untuk tiap elemen impedansi didefinisikan sebagai berikut : 1. Admitansi Resistor 2. Admitansi Induktor 3. Admitansi Kapasitor
  18. 18. Besarnya arus pada tiap impedansi yang paralel. Arus sumber Is adalah : Contoh : Tentukanlah impedansi dan admintansi dari rangkaian berikut : Penyelesaian : Tentukanlah impedansi dan admintansi dari tiap cabang lebih dahulu.
  19. 19. • Cabang 1 terdiri dari R1 dan L1 • Cabang 2 terdiri dari R2 dan L2 • Cabang 3 terdiri dari R3 dan C Ketiga cabang terhubung paralel maka : Yt = Y1 + Y2 + Y3
  20. 20. Contoh : Untuk rangkaian paralel R-C pada Gambar 7. tentukanlah a. Admitansi total dan impedansi b. Arus pada setiap cabang c. Nyatakan tegangan sumber dan arus pada masing- masing cabang sebagai fungsi waktu
  21. 21. Penyelesaian : Total admitansi dan impedansi :
  22. 22. Impedansi total adalah : b. Arus pada tiap admitansi c. Tegangan sumber dan arus sebagai fungsi waktu
  23. 23. Rangkaian Seri Rangkaian seri digambarkan sebagai berikut : Impesandi total Zt = Z1 + Z2 + Z3 + … Zn Dan arus sumber adalah :
  24. 24. • Tegangan pada setiap impendansi Dimana setiap tegangan Vn adalah : • Rumus pembagi tegangan : dimana : Zt = impedansi total Vx = tegangan yang dicari E = tegangan sumber rangkaian ac
  25. 25. 2. Tentukanlah tegangan VR , VL, VC dan V1 pada rangkaian berikut. Penyelesaian : Dengan rumus pembagi tegangan, maka tegangan tiap komponen dihitung sbb :
  26. 26. Sekian

×