Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

6 Penerangan/Pencahayaan

4,530 views

Published on

Konsep Pencahayaan, bahan kuliah teknik elektro

Published in: Education
  • Be the first to comment

6 Penerangan/Pencahayaan

  1. 1. Pencahayaan Simon Patabang, ST., MT.
  2. 2. Pendahuluan • Cahaya adalah sebuah pancaran elektromagnetik, yang mempunyai sifat dapat memantul, menembus, membias, menyerap dan dapat terlihat oleh mata kita. • Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. • Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat, • Cahaya merupakan kebutuhan vital dalah kehidupan sehari-hari.
  3. 3. 1. Pencahayaan Buatan • Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain cahaya alami dari matahari. • Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau karena pencahayaan alami tidak mencukupi. • Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai berikut:
  4. 4. 1. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara mudah dan tepat 2. Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan aman 3. Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada tempat kerja 4. Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar secara merata, tidak berkedip, tidak menyilaukan, dan tidak menimbulkan bayang-bayang. 5. Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan prestasi.
  5. 5. Dalam perencanaan penggunaan pencahayaan untuk suatu lingkungan kerja maka perlu pula diperhatikan hal-hal berikut ini • Seberapa jauh pencahayaan buatan akan digunakan, baik untuk menunjang dan melengkapi pencahayaan alami. • Tingkat pencahayaan yang diinginkan, baik untuk pencahayaan tempat kerja yang memerlukan tugas visual tertentu atau hanya untuk pencahayaan umum • Distribusi dan variasi iluminasi yang diperlukan dalam keseluruhan interior, apakah menyebar atau terfokus pada satu arah • Arah cahaya, apakah ada maksud untuk menonjolkan bentuk dan kepribadian ruangan yang diterangi atau tidak • Warna yang akan dipergunakan dalam ruangan serta efek warna dari cahaya • Derajat kesilauan obyek ataupun lingkungan yang ingin diterangi, apakah tinggi atau rendah.
  6. 6. 2. Komponen Cahaya Buatan • Lampu Lampu adalah suatu komponen cahaya buatan yang berperan sebagai sumber cahaya. Jenis-jenis lampu yang banyak digunakan, khususnya rumah tinggal sbb : • Lampu pijar Lampu pijar adalah jenis lampu sebagai sumber cahaya buatan yang dibangkitkan dengan mengalirkan arus listrik ke kawat wolfram sehingga terjadi panas dan cahaya. Kawat ini mempunyai ketahanan titik lebur sampai dengan 3.655 °K. bila suhu melebihi suhu tersebut maka kawat akan terputus.
  7. 7. Lampu pijar
  8. 8. • Lampu Neon • Lampu neon adalah lampu yang sistem kerjanya menggunakan kawat pijar tungsten sebagai katoda. • Tabung neon di dalamnya mengeluarkan uap merkuri bertekanan rendah dan memancarkan sinar ultraviolet. • Untuk mengurangi atau menyerap radiasi ultraviolet, pada dinding tabung neon dilapisi fosfor tipis.
  9. 9. Lampu neon
  10. 10. Sistem pencahayaan buatan yang sering dipergunakan secara umum dapat dibedakan atas 3 macam yakni: 1. Sistem Pencahayaan Merata • Pada sistem ini iluminasi cahaya tersebar secara merata di seluruh ruangan. • Sistem pencahayaan ini cocok untuk ruangan yang tidak dipergunakan untuk melakukan tugas visual khusus. • Pada sistem ini sejumlah armatur ditempatkan secara teratur di seluruh langi-langit. 3. Sistem Pencahayaan Buatan
  11. 11. 2. Sistem Pencahayaan Terarah • Pada sistem ini seluruh ruangan memperoleh pencahayaan dari salah satu arah tertentu. • Sistem ini cocok untuk pameran atau penonjolan suatu objek karena akan tampak lebih jelas. • Pencahayaan terarah yang menyoroti satu objek tersebut berperan sebagai sumber cahaya sekunder untuk ruangan sekitar, yakni melalui mekanisme pemantulan cahaya. • Sistem ini dapat juga digabungkan dengan sistem pencahayaan merata karena bermanfaat mengurangi efek menjemukan yang mungkin ditimbulkan oleh pencahayaan merata.
  12. 12. 3. Sistem Pencahayaan Setempat Pada sistem ini cahaya dikonsentrasikan pada suatu objek tertentu misalnya tempat kerja yang memerlukan tugas visual. Sistem pencahayaan ini sangat bermanfaat untuk: • Memperlancar tugas yang memerlukan visualisasi teliti • Mengamati bentuk dan susunan benda yang memer- lukan cahaya dari arah tertentu. • Melengkapi pencahayaan umum yang terhalang menca-pai ruangan khusus yang ingin diterangi • Membantu pekerja yang sudah tua atau telah berkurang daya penglihatannya. • Menunjang tugas visual yang pada mulanya tidak direncanakan untuk ruangan tersebut.
  13. 13. Pencahayaan Dalam Ruangan 1. Lampu dinding : wall lamps • Lampu dinding biasa digunakan untuk menjadi hiasan dinding, atau memberi penerangan yang agak remang ketika malam tiba dan lampu lain dimatikan. • Lampu dinding juga bisa digunakan untuk memperkuat sebuah area, misalnya area duduk. • Bisa juga digunakan untuk memberi petunjuk arah, seperti pada lobi-lobi hotel. 2. Lampu lantai : floor lamps • Lampu lantai bisa digunakan untuk memberikan penerangan lebih, atau memperkuat keindahan sebuah desain interior. • Jenis ini bisa digunakan untuk lampu baca di sebelah kursi baca atau sofa, bahkan menjadi penghias ruang tamu.
  14. 14. 3. Lampu meja : desk lamps • Lampu meja banyak digunakan untuk kegiatan membaca atau kegiatan lain di meja, dan sebagian besar merupakan lampu untuk area meja saja. • Lampu jenis ini sebaiknya bisa diatur dari segi kuantitas cahaya dan bisa diatur arah cahayanya sesuai kebutuhan. 4. Lampu langit-langit : ceiling lamp • Jenis lampu ini dipasang dibawah langit-langit dengan berbagai bentuk aksesoris yang bisa didapatkan di toko-toko lampu. • Jenis ini biasanya dipasang dengan tempat lampu yang berfungsi sebagai reflektor, dan banyak digunakan untuk perkantoran.
  15. 15. 5. Lampu gantung : pendant fixtures • Lampu jenis ini paling banyak digunakan untuk rumah tinggal, karena kemudahan memasang jaringan kabel. • Lampu gantung juga biasa digunakan untuk ‘mengisi’ langit-langit yang cukup tinggi. misalnya di area yg tak terjangkau, tangga, dan sebagainya. • Cahayanya bisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan.
  16. 16. Desain Lampu Untuk Fungsi Ruang • Pencahayaan buatan umumnya digunakan jika cahaya matahari tidak mampu menjangkau ruangan atau tidak dapat menerangi seluruh ruangan secara merata, karena letak ruang dan lubang cahaya tidak memungkinkan bentuk armatur dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai keinginan dengan mengacu kepada persyaratan fungsionalnya, waktu penggunaannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. • Beberapa contoh antara lain:
  17. 17. a. Untuk ruang keluarga • Pencahayaan untuk ruang keluarga atau ruang santai harus bersifat fleksibel karena beberapa aktivitas di lakukan di ruang ini setiap hari, seperti duduk-duduk santai, mendengarkan dan menyaksikan sajian dari perangkat audio-visual, menerima kunjungan kerabat dekat, membaca buku, majalah, dan sebagainya. • Pencahayaan fleksibel maksudnya adalah tetap harus ada pencahayaan yang bersifat umum, menyebar dengan rata di seluruh ruangan, apalagi untuk aktivitas yang menghadirkan banyak orang dalam ruangan tersebut. • Perlu ada pencahayaan-pencahayaan khusus di beberapa sudut untuk aktivitas yang lebih khusus seperti membaca, mendengarkan musik, dan ngobrol yang sifatnya pribadi.
  18. 18. b. Untuk ruang makan dan dapur • Karena dapur dan ruang makan sekarang ini sering kali disatukan, pencahayaannya pun harus fleksibel, ada pencahayaan yang bersifat umum dan khusus. • Pencahayaan yang bersifat umum dibutuhkan untuk menerangi area-area dengan aktivitas frekuensi kerja tinggi seperti masak-memasak (mulai dari meracik sampai menghidangkan). • Pencahayaan yang bersifat khusus dibutuhkan untuk menerangi area makan di seluruh meja makan agar suasana lebih khusus, hangat, dan akrab.
  19. 19. c. Pencahayaan untuk ruang tidur • Pencahayaan ruang tidur sebaiknya terdiri dari dua jenis yaitu pencahayaan umum dan khusus. • Pencahayaan umum berfungsi menerangi seluruh ruangan pada saat ruangan belum dipergunakan untuk tidur. • Pencahayaan khusus biasanya ditempatkan di meja sisi tempat tidur dan di meja rias. • Jenis armatur untuk pencahayaan umum: downlight. Jenis armatur untuk pencahayaan khusus: lampu meja (di atas meja samping tempat tidur), lampu dinding, lampu tegak (standing lamp).
  20. 20. d. Pencahayaan untuk ruang kerja • Pencahayaan umum yang menerangi seluruh ruangan tetap dibutuhkan. • Pencahayaan khusus di meja kerja dibutuhkan agar bekerja bisa lebih konsentrasi. Cahaya untuk meja kerja. • Penempatan titik lampu jangan membelakangi kursi kerja karena akan menyebabkan bayangan tubuh menutupi bidang kerja. • Jenis armatur untuk pencahayaan khusus: lampu belajar/lampu kerja dengan arah cahaya dipancarkan dari sisi kiri atau kanan meja kerja, jangan dari depan karena pantulan cahaya akan membuat silau.
  21. 21. e. Pencahayaan untuk kamar mandi, gudang, dan garasi • Pencahayaan untuk ruang-ruang kamar mandi, gudang, dan garasi sebaiknya yang bersifat umum, menerangi seluruh ruangan dengan merata dan terang benderang. • Khusus untuk kamar mandi biasanya ada beberapa area yang mempergunakan pencahayaan khusus seperti cermin di atas washtafel, lemari/rak tempat penyimpanan peralatan mandi. • Untuk gudang dan garasi, armatur lampu sebaiknya diberi pelindung untuk menghindari benturan dan gangguan-gangguan lain.
  22. 22. f. Lampu dinding • Lampu dinding biasanya digunakan sebagai hiasan dinding atau memberikan efek cahaya pada dinding. • Bisa juga digunakan sebagai lampu tidur. Sehingga, nilai estetika lebih menonjol dibanding fungsional sebagai penerang. • Melihat sisi estetikanya, maka pemilihan lampu jenis ini harus disesuaikan pada bentuk, gaya, serta desain interior ruang. • Untuk rumah minimalis misalnya, lampu dinding kotak yang berukuran kecil menjadi pilihan.
  23. 23. Sistem dan Standar Pencahayaan Ruang Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan di ruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu: A. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting) • Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi. • Sistm ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. • Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan
  24. 24. B. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting) • Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. • Dengan sistem ini daapt mengurangi kelemahan pada sistem pencahayaan langsung. • Diketahui bahwa langit-langit dan dinding yang diplester putih memiliki efisiensi pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih efisiensi pemantulan antara 5-90%
  25. 25. C. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting) ‘ • Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dindng. • Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.
  26. 26. D. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting) • Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit- langit dan dinding bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. • Untuk hasil yang optimal disarankan langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. • Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.
  27. 27. E. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting) • Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit- langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. • Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. • Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.
  28. 28. • Banyak faktor risiko di lingkungan kerja yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja salah satunya adalah pencahayaan. • Menurut Keputusan Menteri Keseha- tan No.1405 tahun 2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. • Pencahayaan minimal yang dibutuhkan menurut jenis kegiatanya seperti berikut: 1. Tingkat Pencahayaan Lingkungan Kerja 2. Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan 3. Rekomendasi Tingkat Pencahayaan Pada Tempat Kerja Dengan Komputer
  29. 29. Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan
  30. 30. Rekomendasi Tingkat Pencahayaan Pada Tempat Kerja Dengan Komputer
  31. 31. Sekian

×