Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

4 pengukuran arus dan tegangan

2,292 views

Published on

Bahan Kuliah Instrumen dan Pengukuran Teknik Elektro, UAJM

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

4 pengukuran arus dan tegangan

  1. 1. Pengukuran Arus dan Tegangan http://spatabang.blogspot.co.id
  2. 2. 1. Rangkaian Pengukuran Arus Pengukuran Arus dan Tegangan Ampermeter A dihubungkan seri dengan beban
  3. 3. Cara mengukur arus • Komponen atau cabang rangkaian yang akan diukur arusnya, harus dibuka / diputus kemudian dihubungkan seri dengan alat ukur Ampere Meter.
  4. 4. 2. Rangkaian Pengukuran Tegangan Voltmeter V dihubungkan paralel dengan beban
  5. 5. Cara mengukur Tegangan: Komponen atau rangkaian di antara 2 buah titik yang akan diukur tegangannya, harus dihubungkan paralel dengan alat ukur Volt Meter. Cara mengukur Tegangan
  6. 6. Baterai • Baterai adalah sumber daya dalam rangkaian arus searah. • Baterai mempunyai kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif (+) adalah ujung baterai dengan tonjolan kecil. Sementara, kutub negatif (–) adalah ujung baterai yang rata (biasanya mengilap). • Jika kedua kutub dihubungkan dengan kabel, maka elektron akan mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Aliran elektron ini disebut arus listrik. • Arus listrik hanya dapat menyala pada rangkaian tertutup.
  7. 7. Hubungan Seri Baterai • Hampir semua peralatan Elektronika portable menggunakan Baterai sebagai sumber dayanya. • Untuk mendapatkan tegangan yang semakin besar, maka baterai dihubungkan Seri.
  8. 8. • Contoh : penggunaan Baterai dalam Lampu Senter. Remote Control Televisi, dll • Rangkaian Seri Baterai dari 4 buah Baterai yang masing-masing bertegangan 1,5 Volt dan 1.000 miliampere per jam (mAh) akan menghasilkan 6 Volt Tegangan tetapi kapasitas arus Listriknya (Current) akan tetap yaitu 1.000 miliampere per jam (mAh). • Vtot = Vbat1 +Vbat2 + Vbat3 + Vbat4 Vtot = 1,5V + 1,5V + 1,5V + 1,5V Vtot = 6 V
  9. 9. Rangkaian Paralel Baterai • Rangkaian Paralel yang terdiri dari 4 buah Baterai. Tegangan yang dihasilkan adalah sama yaitu 1,5 Volt tetapi arus atau kapasitas arus listrik yang dihasilkan bertambah besar yaitu 4.000 mAH (miliampere per Jam) yaitu total dari semua kapasitas arus listrik pada Baterai.
  10. 10. • Itot = Ibat1 +Ibat2 + Ibat3 + Ibat4 Itot = 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh Itot = 4.000mAh Arti mAh pada Baterai • Kapasitas sebuah Baterai biasanya diukur dengan satu mAh. • mAH adalah singkatan dari mili ampere Hour atau miliamper per Jam. Makin tinggi mAH-nya makin tinggi pula kapasitasnya. • Pada dasarnya mAH (miliampere Hours) dalam Baterai menyatakan kemampuan Baterai dalam menyediakan energinya selama satu jam.
  11. 11. Rangkain Seri Dengan Beban Lampu • Rangkaian listrik yang terdiri dari dua buah lampu yang disusun secara seri. • Sumber tegangan juga dihubungkan secara seri. • Apabila salah satu lampu diputuskan ( mati ) maka lampu yang lain juga juga akan mati. Jika saklar dimatikan (OFF), maka kedua buah lampu akan mati. Hal ini merupakan salah satu kerugian jika kita menggunakan rangkaian seri.
  12. 12. Rangkaian Paralel Dengan Beban Lampu Rangkaian paralel dengan beban bola lampu. Kutub lampu sejenis dihubungkan ke kutub baterai yang sama.
  13. 13. • Jika S1 OFF dan S2 ON maka yang mati hanya lampu 4 dan 5 sedangkan lampu 1, 2, dan 3 tetap menyala. • Jika S1 ON dan S2 OFF, maka yang mati hanya lampu 1, 2, dan 3 sedangkan lampu 4 dan 5 tetap menyala. • Hal ini terjadi karena lampu yang lain masih terhubung dengan sumber arus listrik.
  14. 14. Tentukan lampu yang mati dan menyalah : • Jika hanya S1 OFF • Jika hanya S1 ON • Jika S2 dan S3 ON • Jika S1 dan S2 ON • Jika hanya S3 ON
  15. 15. Tugas Kelompok Buat Papan/Modul Rangkaian : 1. Rangkaian Seri 2. Rangkaian Paralel-1 3. Rangkaian Paralel-2 Dikumpulkan 12 Oktober 2016

×