Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

3 Sistem Penerangan

586 views

Published on

Materi Kuliah Teknik Instalasi Listrik

Published in: Education
  • Be the first to comment

3 Sistem Penerangan

  1. 1. Armatur dan Sistem Penerangan Simon Patabang, MT.
  2. 2. Sistem Penerangan Berdasarkan pembagian flux cahaya dan armatur yang digunakan, maka sistem penerangan dapat dibagi sbb: Sistem Penerangan Langsung ke bidang kerja a. Penerangan langsung 90 – 100% b. Sebagian besar penerangan langsung 60 – 90 % c. Penerangan campuran/baur (difus) 40 – 60% d. Penerangan tak langsung 10 – 40% e. Sebagian besar penerangan tak langsung 0 – 10%
  3. 3. Penerangan Langsung • Cahaya yang dipancarkan sumber cahaya, seluruhnya diarahkan ke bidang pemukaan kerja. • Penerangan langsung menimbulkan bayang- bayang yg tajam karena itu harus diusahakan supaya cahayanya tidak langsung mengenai mata. • Umumnya digunakan pada ruangan yg tinggi, seperti bengkel, pabrik, dan penerangan luar.
  4. 4. Penerangan Sebagian Besar Langsung • Sebagian kecil cahaya dipancarkan ke atas • Pembentukan bayang-bayang dan kilaunya lebih sedikit dibandingkan dengan penerangan langsung. • Digunakan untuk ruangan ibadat, tangga dalam rumah, gang
  5. 5. Penerangan Tak Langsung • Penerangan tak langsung adalah penerangan suatu ruang dimana cahayanya dipantulkan oleh langit-langit (loteng) dan dinding. • Warna loteng dan dinding harus berwarna terang • Digunakan untuk ruangan baca, menulis, dan pekerjaan-pekerjaan adminitrasi.
  6. 6. Penerangan Sebagian Besar Tak Langsung • Sebagain besar cahaya diarahkan ke atas karena itu warna dinding dan loteng harus terang. • Bayang-bayang dan kilau yang timbul hanya sedikit. • Umumnya digunakan pada ruang tamu, toko- toko, rumah sakit, dan ruang baca
  7. 7. Penerangan Difus • Sebagian dari cahaya diarahkan ke langit- langit dan dinding sehingga efisiensi penerangannya lebih rendah dibanding jenis armatur sebelumnya. • Bayang-bayang dan kilau semakin berkurang • Digunakan untuk ruangan sekolah, kantor, dan ruang kerja
  8. 8. Armatur • Armatur adalah komponen yang digunakan untuk mengendalikan dan mendistribusikan cahaya yang dipancarkan oleh lampu yang dipasang di dalamnya. • Dilengkapi dengan peralatan untuk melindungi lampu dan peralatan pengendali listrik. • Konstruksi armatur ditentukan oleh : 1. Cara pemasangannya pada dinding atau loteng 2. Perlindungan sumber cahaya 3. Penyebaran sumber cahaya 4. Penyesuaian dengan lingkungan
  9. 9. Bentuk Armatur Armatur Pancaran lebar Armatur Pancaran terbatas Armatur rok Armatur Gantung Armatur Palung
  10. 10. Armatur yang digunakan untuk penerangan langsung adalah armatur : a. Pancaran lebar : utk penerangan dalam ruang bengkel b. Pancaran Terbatas : utk penerangan pada mesin2 perkakas c. Armatur palung : untuk penerangan industri d. Armatur rok : untuk penerangan luar e. Armatur gantung : untuk rumah ibadah.
  11. 11. Kelompok Armatur Armatur diklasifikasikan berdasarkan 5 kategori yaitu berdasarkan: 1. Sifat penerangan 2. Konstruksi 3. Penggunaan 4. Bentuk 5. Cara pemasangan
  12. 12. Sifat penerangan Berdasarkan sifat penerangan, armatur diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Armatur penerangan langsung 2. Armatur penerangan sebagian besar langsung 3. Armatur penerangan difus 4. Armatur penerangan sebagian besar tak langsung
  13. 13. 2. Berdasarkan Kontruksi • Berdasarkan Kontruksi Armatur diklasifika sikan sebagai berikut: 1. Armatur biasa 2. Armatur kedap tetesan air 3. Armatur kedap air 4. Armatur kedap letupan debu 5. Armatur kedap letupan gas
  14. 14. 3. Berdasarkan Penggunaan Berdasarkan Penggunaan Armatur diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Armatur penerangan dalam 2. Armatur penerangan luar 3. Armatur penerangan industri 4. Armatur penerangan dekorasi 5. Armatur penerangan ditanam pada dinding/langit-langit 6. Armatur penerangan tidak ditanam
  15. 15. 4. Berdasarkan Bentuk Berdasarkan Bentuknya, armatur diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Armatur balon. 2. Armatur pinggan 3. Armatur gelang 4. Armatur kandil 5. Armatur palung
  16. 16. 5. Berdasarkan Cara Pemasangan Berdasarkan Cara Pemasangan : 1. Armatur langit-langit dinding 2. Armatur gantung 3. Armatur berdiri 4. Armatur gantung dengan pipa 5. Armatur gantung dengan kabel
  17. 17. Absorpsi • Absorpsi adalah penyerapan sebagian cahaya oleh suatu permukaan yang dikenai cahaya. • Permukaan gelap dan buram menyerap banyak cahaya. • Cahaya yang diserap menyebabkan permukaan menjadi panas. • Besarnya flux cahaya yang diserap (a) oleh suatu permukaan didefinisikan dengan rumus : Fluxcahaya yg diserap a Fluxcahaya yg mengenai permukaan 
  18. 18. Refleksi • Refleksi adalah proses pemantulan cahaya dari suatu permukaan yang dikenai cahaya. • Pemantulan cahaya dapat terjadi pada benda yang tak tembus cahaya seperti cermin, tembok, kursi, pintu besi, meja, loteng, armatur dan sebagainya. Macam-macam refleksi : 1.Refleksi cermin/teratur 2.Refleksi baur/difus 3.Refleksi terpencar 4.Refleksi campuran
  19. 19. • Besarnya flux cahaya yang dipantulkan ditentukan oleh faktor refleksi r suatu permukaan yg dinyatakan dengan persamaan : Fluxcahaya yg dipantulkan r Fluxcahaya yg mengenai permukaan  • Jika r = 0,6 atau 60% artinya bahwa 60% dari flux cahaya yang mengenai permukaan, dipantulkan. • Jika r>75% dikatakan warna putih. • Jika 5%< r <75% dikatakan warna kelabu • Jika r<5% dikatakan warna hitam Simbol Faktor refleksi : dinding (rw), loteng (rp), dan bidang pengukuran (rw)
  20. 20. Refleksi Netral dan Selektif • Refleksi netral terjadi jika cahaya yang mengenai suatu permukaan akan dipantulkan tanpa perubahan warna. • Refleksi selektif terjadi jika cahaya berwarna mengenai suatu permukaan akan dipantulkan dengan warna yang sama.
  21. 21. Transmisi • Transmisi adalah proses tembusnya sebagian cahaya terhadap suatu permukaan. • Macam-macam Transmisi : 1. Transmisi teratur : cahaya yang masuk sejajar dan keluar tetap sejajar 2. Transmisi difus sempurna : cahaya yang masuk sejajar dan keluar tersebar 3. Transmisi campuran : cahayanya tampak buram. Misalnya pada kaca buran
  22. 22. • Untuk suatu permukaan berlaku : a + r + t = 1 4. Transmisi netral warna cahaya yang tidak/ hampir tidak berubah ketika menembus suatu permukaan bahan. • Besarnya flux cahaya yang menembus suatu permukaan ditentukan oleh faktor transmisi t yg dinyatakan dengan persamaan : Fluxcahaya yg dapat menembus t Fluxcahaya yg mengenai permukaan 
  23. 23. Armatur Untuk Transmisi cahaya
  24. 24. Sekian

×