Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Social and Culture Environment

554 views

Published on

Social and Culture Environment

Published in: Marketing
  • Be the first to comment

Social and Culture Environment

  1. 1. Social and Culture Environment  Pendahuluan Tugas pemasar global adalah mengenali persamaan dan perbedaan serta memasukkan persepsi lini ke dalam proses perencanaan pemasaran, sehingga strategi , produk, dan program pemasaran disesuaikan dengan perbedaan yang signifikan dan penting. Pada saat yang sama, pemasar global harus juga memperhatikan persamaan yang relevan serta menghindari penyesuaian yang tidak perlu dan mahal dalam strategi dan program pemasaran. Dari sudut pandang pemasaran budaya dalam arti di atas jelas penting. Akan tetapi, seorang pemasar perlu memberikan respons pada semua jalan hidup dan nilai, ide, dan sikap apakah itu diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya atau tidak.  Aspek Dasar dari Budaya Para antropologi memiliki kesamaan pendapat mengenai tiga karakteristik budaya: 1. Budaya bukan pembawaan sejak lahir melainkan dipelajari. 2. Berbagai bentuk budaya saling berhubungan (kalau salah satu aspek budaya tersentuh, yang lain ikut terpengaruh). 3. Dimiliki bersama oleh anggota kelompok dan menjadi pembatas antara kelompok yang berbeda. Bagi pemasar internasional, pencarian budaya universal merupakan orientasi yang bermanfaat. Budaya universal adalah modus tingkah laku yang ada dalam setiap budaya. Sejauh aspek lingkungan budaya bersifat universal bukannya unik, para pemasar internasional dapat melakukan standardisasi berbagai aspek program pemasarannya seperti rancangan produk dan komunikasi, yang merupakan dua unsur pokok dalam program pemasaran.
  2. 2. Tidak peduli betapa aneh tindakan atau pendapat seseorang, cara berpikir seseorang, merasa, dan bertindak mempunyai hubungan dengan pengalamannya, Pemasar internasional yang berhasil harus mengadopsi asumsi semua ini bila mereka ingin memahami dinamika pasar luar negeri. Kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa orang lain, seperti disadari setiap orang, bukan hal yang mudah. Kalau bahsa berubah, ada tantangan tambahan dalam komunikasi. Hal ini terjadi terutama kalau bahasa dan budaya berbeda.  Pendekatan Analitis Faktor-faktor Budaya Alasan mengapa faktor-faktor budaya merupakan tantangan bagi pemasar global adalah bahwa semua ini tidak mudah terlihat. Budaya merupakan tingkah laku yang mudah dipelajari, yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sulit bagi seseorang keluar dari kalangan yang tidak berpengalaman atau tidak terlatih untuk memahaminya. Dalam mencari budaya yang universal, suatu teori yang amat berguna mengenai motivasi manusia dikembangkan oleh Maslow. Maslow membuat hipotesis bahwa keinginan manusia dapat tersusun menjadi kebutuhan potensi relatif berjenjang. Setelah kebutuhan “yang lebih rendah” terpenuhi, kebutuhan lain atau yang lebih tinggi akan segera muncul untuk mendominasi individu tersebut.
  3. 3. Manfaat hipotesis jenjang kebutuhan untuk pemasar internasional adalah sifatnya yang universal. Semakin tinggi sebuah pasar berkembang, semakin besar proporsi barang dan produk yang akan mengisi kebutuhan sosial dan penghargaan, bukan lagi kebutuhan fisiologis. Salah satu cara sistematik untuk mengurangi sejauh mungkin persepsi kita mengenai kebutuhan pasar yang terhambat oleh pengalaman kita sendiri, dikembangkan oleh James Lee. Lee menamakan referensi yang yang tidak disadari terhadap nilai budaya orang itu, atau disingkat SRC (self-reference criteria). Dia mengupas masalah ini dan mengusulkan kerangka kerja sistematik terdiri dari empat langkah untuk menghilangkan bentuk kecadokan ini. 1. Tentukan masalah atau sasaran dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan, atau norma negeri sendiri 2. Tentukan masalah atau sasaran dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan, atau norma-norma negara asing. 3. Pisahkan pengaruh SRC dalam masalah dan telitilah dengan hati- hati untuk mengetahui bagaimana hal itu mempersulit masalah 4. Tentukan ulang masalah ulang tanpa pengaruh SRC dan pecahkan untuk situasi pasar luar negeri. Salah satu unsur dari teori difusi inovasi adalah konsep adopsi. Adapun tahap-tahap dari proses adopsi 1. Kesadaran, dalam tahap ini pelanggan menyadari untuk pertama kali adanya produk atau inovasi. 2. Minat, dalam tahap ini pelanggan sudah mengetahui produk dan mempuyai minat pada produk itu. 3. Evaluasi, dalam tahap ini individu tadi membayangkan menggunakan produk atau inovasi untuk memperoleh. 4. Mencoba, dalam tahap ini apakah akan mencoba atau tidak 5. Adopsi, dalam tahap ini individu mungkin membeli produk yang lebih mahal yang telah dicoba tanpa membeli atau terus-menerus membeli (pembelian berulang) produk yang tidak terlalu mahal, seperi pisau silet.
  4. 4. Salah satu faktor pokok yang mempengaruhi tingkat adopsi suatau inovasi adalah karakteristik inovasi itu sendiri. Rogers mengatakan ada lima karakteristik yang mempunyai pengaruh besar dalam tingkat adopsi dari suatu inovasi yaitu: keunggulan kreatif, kecocokan, kompleksitas, dapat dibagi dan dapat dikomunikasikan.  Negosiasi: Tantangan Lintas Budaya Salah satu peluang baik untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman mengenai perbedaan lintas budaya adalah negosiasi. Dalam negosiasi internasional, para pemasar internasional berhadapan dengan mitra dengan latar belakang budaya yang beraneka ragam  Produk Industri Berbagai faktor budaya mempunyai pengaruh penting pada pemasaran produk industry dan harus dikenali dalam merumuskan rencana pemasaran internasional. Perbedaan perjanjian yang menyangkut spesifikasi merupakan variabel penting secara internasional. Salah satu persyaratan utama dari kesuksesan usaha pemasaran adalah kegigihan.  Produk Konsumen Produk konsumen mungkin lebih sensitif terhadap perbedaan budaya daripada produk industri. Pengamatan dan studi membearkan bahwa tanpa tergantung pada kelas sosial dan pendapatan, budaya mempunyai pengaruh yang signifikan pada tingkah laku konsumsi, penggunaan media, dan kepemilikan barang yang tahan lama  Nasionalisme Nasionalisme adalah istilah yang menguraikan pengaruh kuat dari dunia kolektif yang dipancarkan oleh kelompok sosial, ekonomik, dan budaya yang kita
  5. 5. sebut bangsa. Kita hidup di zaman arus nasionalisme yang tampaknya mengalir kedua arah. Diantara negara maju, terdapat kecenderungan dan arah yang nyata kearah pengakuan masyarakat dunia dan saling ketergantungan.  Komplikasi Lintas Budaya dan Saran Pemecahannya Bisnis dilaksanakan dalam lingkungan yang selalu berubah, bauran dari ekonomi, politik dan budaya serta kenyataan dan peristiwa pribadi. Pemahaman yang berbeda dari kewajiban masing-masing pihak dalam transaksi komersial seringkali terjadi bahkan ketika semua pihak termasuk dalam masyarakat konteks rendah yang sama dan transaksi itu menyatu dalam dokumen legal, yang jarang dapat mengantisipasi semua hal-hal tidak terduga. Negosiasi lebih lanjut diantara pihak-pihak yang melakukan kontrak seringkali diperlukan, dan pertimbangan praktis biasanya diberi bobot lebih banyak dari pada interpretasi yang hanya berdasar kan pada legalitas karena hanya penyelesaian secara hukum yang benar- benar menang kalau terdapat perselisihan bisnis.

×