SlideShare a Scribd company logo
1 of 9
Download to read offline
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR
BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN
REPUBLIK INDONESIA
SELAKU
KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
NOMOR 49 TAHUN 2023
TENTANG
SATUAN TUGAS SUPERVISI DAN EVALUASI PENANGANAN LAPORAN
HASIL ANALISIS, LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN, DAN INFORMASI
DUGAAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN
REPUBLIK INDONESIA
SELAKU
KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan fungsi Komite Koordinasi Nasional
Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang (Komite TPPU) untuk melakukan
pengoordinasian langkah-langkah yang diperlukan
dalam penanganan pencegahan dan pemberantasan
tindak pidana pencucian uang termasuk pendanaan
terorisme sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf c
Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang
Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden
Nomor 117 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang
Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, perlu
diambil langkah strategis untuk menangani dan
menyelesaikan permasalahan terkait laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi
dugaan tindak pidana pencucian uang berdasarkan
data yang disampaikan oleh Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan (PPATK);
b. bahwa hasil rapat Komite TPPU tanggal 10 April 2023
memutuskan untuk membentuk satuan tugas supervisi
dan evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan
hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana
SALINAN
MENTERI KOORDINATOR
BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN
REPUBLIK INDONESIA
- 2 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
pencucian uang dan disampaikan dalam Rapat Dengar
Pendapat Umum dengan Komisi III Dewan Perwakilan
Rakyat Republik Indonesia tanggal 11 April 2023;
c. bahwa untuk menindaklanjuti sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk satuan
tugas supervisi dan evaluasi penanganan laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi
dugaan tindak pidana pencucian uang;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu
menetapkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang
Politik, Hukum, dan Keamanan selaku Ketua Komite
Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan
Tindak Pidana Pencucian Uang tentang Satuan Tugas
Supervisi dan Evaluasi Penanganan Laporan Hasil
Analisis, Laporan Hasil Pemeriksaan, dan Informasi
Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang
Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5164);
2. Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang
Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012
Nomor 21) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Presiden Nomor 117 Tahun 2016 tentang Perubahan
atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang
Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 343);
3. Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2020 tentang
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2020 Nomor 159);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG
POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN SELAKU KETUA
KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
TENTANG SATUAN TUGAS SUPERVISI DAN EVALUASI
PENANGANAN LAPORAN HASIL ANALISIS, LAPORAN
HASIL PEMERIKSAAN, DAN INFORMASI DUGAAN
TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG.
KESATU : Membentuk Satuan Tugas Supervisi dan Evaluasi
Penanganan Laporan Hasil Analisis, Laporan Hasil
Pemeriksaan, dan Informasi Dugaan Tindak Pidana
Pencucian Uang yang selanjutnya dalam Keputusan
Menteri Koordinator ini disebut Satgas TPPU.
- 3 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
KEDUA : Satgas TPPU sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KESATU mempunyai tugas melakukan supervisi dan
evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan
hasil pemeriksaan, dan Informasi dugaan tindak pidana
pencucian uang.
KETIGA : Penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil
pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana
pencucian uang sebagaimana Diktum KEDUA, meliputi:
a. 200 (dua ratus) laporan hasil analisis, laporan hasil
pemeriksaan, dan informasi serta dokumen terkait
lainnya yang diterima dan ditangani oleh Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak,
dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan;
dan
b. 100 (seratus) laporan hasil analisis, laporan hasil
pemeriksaan, dan informasi serta dokumen terkait
lainnya yang diterima dan ditangani oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik
Indonesia, dan Lembaga Lain,
berdasarkan data yang disampaikan oleh PPATK.
KEEMPAT : Satgas TPPU sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KESATU, terdiri atas:
a. Tim Pengarah;
b. Tim Pelaksana; dan
c. Kelompok Kerja.
KELIMA : Susunan keanggotaan Tim Pengarah sebagaimana
dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf a terdiri atas:
a. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan selaku Ketua Komite TPPU;
b. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku
Wakil Ketua Komite TPPU; dan
c. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan selaku Sekretaris merangkap Anggota
Komite TPPU.
KEENAM : Tim Pengarah sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KEEMPAT huruf a mempunyai tugas:
a. menetapkan kebijakan dan strategi supervisi dan
evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan
hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak
pidana pencucian uang; dan
b. memberikan arahan terhadap pelaksanaan tugas
Tim Pelaksana.
KETUJUH : Susunan keanggotaan Tim Pelaksana sebagaimana
dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf b terdiri atas:
a. Ketua : Deputi Bidang Koordinasi
Hukum dan Hak Asasi
Manusia, Kementerian
Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan.
- 4 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
b. Wakil Ketua : Deputi Bidang Koordinasi
Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat, Kementerian
Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan.
c. Sekretaris : Direktur Analisis dan
Pemeriksaan I, Pusat Pelaporan
dan Analisis Transaksi
Keuangan.
d. Anggota : 1. Direktur Jenderal Pajak,
Kementerian Keuangan;
2. Direktur Jenderal Bea dan
Cukai, Kementerian
Keuangan;
3. Inspektur Jenderal,
Kementerian Keuangan;
4. Jaksa Agung Muda Bidang
Tindak Pidana Khusus,
Kejaksaan Republik
Indonesia;
5. Wakil Kepala Badan
Reserse Kriminal,
Kepolisian Negara Republik
Indonesia;
6. Deputi Bidang Kontra
Intelijen, Badan Intelijen
Negara; dan
7. Deputi Analisis dan
Pemeriksaan, Pusat
Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan.
KEDELAPAN : Tim Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KEEMPAT huruf b mempunyai tugas:
a. menentukan prioritas supervisi dan evaluasi
terhadap penanganan dan penyelesaian laporan
hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan
informasi dugaan tindak pidana pencucian uang;
b. memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan
hambatan dalam penanganan laporan hasil analisis,
laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan
tindak pidana pencucian uang kepada Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak,
Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan,
Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan
Republik Indonesia, dan Lembaga Lain; dan
c. melaporkan hasil supervisi dan evaluasi
penanganan dan penyelesaian laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi
dugaan tindak pidana pencucian uang setiap bulan
atau sewaktu-waktu apabila diperlukan kepada Tim
Pengarah.
KESEMBILAN : Dalam melaksanakan tugas, Tim Pelaksana dibantu
oleh Kelompok Kerja sebagaimana dimaksud dalam
Diktum KEEMPAT huruf c, yang terdiri atas:
- 5 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
a. Kelompok Kerja I, mempunyai tugas:
1. melakukan supervisi dan evaluasi penanganan
dan penyelesaian 200 (dua ratus) laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan
informasi serta dokumen terkait lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA
huruf a;
2. mengusulkan alternatif solusi kepada Tim
Pelaksana apabila ditemukan hambatan; dan
3. melaporkan hasil supervisi dan evaluasi
penanganan dan penyelesaian laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan
informasi dugaan tindak pidana pencucian
uang setiap bulan atau sewaktu-waktu apabila
diperlukan kepada Tim Pelaksana.
b. Kelompok Kerja II, mempunyai tugas:
1. melakukan supervisi dan evaluasi penanganan
dan penyelesaian 100 (seratus) laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan
informasi serta dokumen terkait lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA
huruf b;
2. mengusulkan alternatif solusi kepada Tim
Pelaksana apabila ditemukan hambatan; dan
3. melaporkan hasil supervisi dan evaluasi
penanganan dan penyelesaian laporan hasil
analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan
informasi dugaan tindak pidana pencucian
uang setiap bulan atau sewaktu-waktu apabila
diperlukan kepada Tim Pelaksana.
KESEPULUH : Susunan keanggotaan Kelompok Kerja I dan Kelompok
Kerja II sebagaimana dimaksud dalam Diktum
KESEMBILAN terdiri atas:
a. Kelompok Kerja I
Ketua : Koordinator pada Direktorat
Penyidikan, Jaksa Agung Muda
Bidang Tindak Pidana Khusus,
Kejaksaan Republik Indonesia.
Sekretaris : Koordinator 1.2, Direktorat Analisis
dan Pemeriksaan I, Deputi Bidang
Analisis dan Pemeriksaan, Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan.
Anggota : 1. Asisten Deputi Koordinasi
Penegakan Hukum, Deputi
Bidang Koordinasi Hukum dan
Hak Asasi Manusia,
Kementerian Koordinator
Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan;
- 6 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
2. Asisten Deputi Koordinasi
Penanganan Kejahatan
Transnasional dan Kejahatan
Luar Biasa, Deputi Bidang
Koordinasi Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat,
Kementerian Koordinator
Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan;
3. Direktur Penindakan dan
Penyidikan, Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai, Kementerian
Keuangan;
4. Direktur Komunikasi dan
Bimbingan Pengguna Jasa,
Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai, Kementerian Keuangan;
5. Direktur Intelijen, Direktorat
Jenderal Pajak, Kementerian
Keuangan;
6. Direktur Penegakan Hukum,
Direktorat Jenderal Pajak,
Kementerian Keuangan;
7. Inspektur I, Inspektorat
Jenderal, Kementerian
Keuangan;
8. Inspektur II, Inspektorat
Jenderal, Kementerian
Keuangan;
9. Inspektur Bidang Investigasi,
Inspektorat Jenderal,
Kementerian Keuangan;
10. Direktur 32, Badan Intelijen
Negara;
11. Direktur Hukum dan Regulasi,
Deputi Bidang Strategi dan
Kerja Sama, Pusat Pelaporan
dan Analisis Transaksi
Keuangan;
12. Kepala Subdirektorat Tindak
Pidana Perpajakan dan TPPU,
Direktorat Eksekusi Upaya
Hukum Luar Biasa dan
Eksaminasi, Jaksa Agung
Muda Bidang Tindak Pidana
Khusus, Kejaksaan Republik
Indonesia;
13. Kepala Subdirektorat 3,
Direktorat Tindak Pidana
Eknomi dan Khusus, Badan
Reserse Kriminal Kepolisian
Negara Republik Indonesia;
14. Kepala Sub Unit 1,
Subdirektorat 3, Direktorat
Tindak Pidana Eknomi dan
Khusus, Badan Reserse
Kriminal, Kepolisian Negara
Republik Indonesia; dan
- 7 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
15. Agusmaleni Diyana, Agen
Intelijen Ahli Muda pada
Direktorat 32, Badan Intelijen
Negara.
b. Kelompok Kerja II
Ketua : Direktur Tindak Pidana Ekonomi
dan Khusus, Badan Reserse
Kriminal, Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
Sekretaris : Koordinator 2.2, Direktorat Analisis
dan Pemeriksaan II, Deputi Bidang
Analisis dan Pemeriksaan, Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan.
Anggota : 1. Asisten Deputi Koordinasi
Penanganan Kejahatan
Konvensional dan Kejahatan
Terhadap Kekayaan Negara,
Deputi Bidang Koordinasi
Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat, Kementerian
Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan;
2. Direktur Strategi dan Kerja
Sama Dalam Negeri, Deputi
Bidang Strategi dan Kerja
Sama, Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan;
3. Kepala Bagian Administrasi,
Deputi Bidang Koordinasi
Hukum dan Hak Asasi
Manusia, Kementerian
Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan;
4. Kepala Subdirektorat Tindak
Pidana Korupsi dan TPPU,
Direktorat Penuntutan, Jaksa
Agung Muda Bidang Tindak
Pidana Khusus, Kejaksaan
Republik Indonesia;
5. Kepala Subdirektorat Tindak
Pidana Korupsi dan TPPU,
Direktorat Penyidikan, Jaksa
Agung Muda Bidang Tindak
Pidana Khusus, Kejaksaan
Republik Indonesia;
6. Kepala Unit 5, Subdirektorat
3, Direktorat Tindak Pidana
Eknomi dan Khusus, Badan
Reserse Kriminal, Kepolisian
Negara Republik Indonesia;
7. Kepala Subdirektorat 45.2,
Badan Intelijen Negara; dan
8. Mahendra Hadinata, Agen
Intelijen, Direktorat 45, Badan
Intelijen Negara.
- 8 -
© 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 2 Mei 2023
MENTERI KOORDINATOR
BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN
REPUBLIK INDONESIA,
SELAKU
KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL
PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG,
TTD
MOH. MAHFUD MD
KESEBELAS : Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas TPPU didukung
oleh Tenaga Ahli di bidang tindak pidana pencucian
uang, korupsi, perekonomian, kepabeanan, cukai, dan
perpajakan, yang terdiri atas:
1. Yunus Husein;
2. Muhammad Yusuf;
3. Rimawan Pradiptyo;
4. Wuri Handayani;
5. Laode M. Syarif;
6. Topo Santoso;
7. Gunadi;
8. Danang Widoyoko;
9. Faisal H. Basri;
10. Meuthia Ganie Rochman;
11. Mas Achmad Santosa; dan
12. Ningrum Natasya Sirait.
KEDUABELAS : Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas TPPU dibantu
oleh Sekretariat Komite TPPU yang mempunyai tugas
memberikan dukungan teknis dan administratif.
KETIGABELAS : Masa kerja Satgas TPPU mulai berlaku sejak tanggal
ditetapkannya Keputusan Menteri Koordinator ini
sampai dengan tanggal 31 Desember 2023.
KEEMPATBELAS : Segala biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas
Satgas TPPU dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan.
KELIMABELAS : Keputusan Menteri Koordinator ini mulai berlaku pada
tanggal ditetapkan.
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada:
1. Presiden Republik Indonesia;
2. Wakil Presiden Republik Indonesia; dan
3. Yang bersangkutan.
Salinan sesuai dengan aslinya
KEMENTERIAN KOORDINATOR
BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN
REPUBLIK INDONESIA
Kepala Biro Hukum, Persidangan,
dan Hubungan Masyarakat
Muhammad Nazif
SATUAN TUGAS SUPERVISI TPPU

More Related Content

Similar to SATUAN TUGAS SUPERVISI TPPU

UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...
UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...
UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...PengacaraBalikpapanY
 
UU No.30 th 2002 ttg KPK
UU No.30 th 2002 ttg KPKUU No.30 th 2002 ttg KPK
UU No.30 th 2002 ttg KPKSei Enim
 
Peran bpk
Peran bpkPeran bpk
Peran bpkabd_
 
Tahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulum
Tahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulumTahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulum
Tahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulumBerbaginfo
 
Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...
Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...
Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...Idik Saeful Bahri
 
UU No 15 Tahun 2004 tentang BPK
UU No 15 Tahun 2004 tentang BPKUU No 15 Tahun 2004 tentang BPK
UU No 15 Tahun 2004 tentang BPKbanglarangan
 
Presentasi uu otoritas jasa keuangan
Presentasi uu otoritas jasa keuanganPresentasi uu otoritas jasa keuangan
Presentasi uu otoritas jasa keuanganArif Kurniawan
 
Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023
Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023
Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023CIkumparan
 
Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan
Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa KeuanganUndang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan
Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa KeuanganPenataan Ruang
 
Makalah BPK dan Kekuasaan Kehakiman
Makalah BPK dan Kekuasaan KehakimanMakalah BPK dan Kekuasaan Kehakiman
Makalah BPK dan Kekuasaan Kehakimanshafirahany22
 
Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]
Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]
Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]Azka Aldrich
 
Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023
Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023
Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023CIkumparan
 
Uu 15 2004 - pemeriksanaan keuangan
Uu 15   2004 - pemeriksanaan keuanganUu 15   2004 - pemeriksanaan keuangan
Uu 15 2004 - pemeriksanaan keuanganAspul Hidayat
 
Kajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdf
Kajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdfKajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdf
Kajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdfVendyTrilaksono
 

Similar to SATUAN TUGAS SUPERVISI TPPU (20)

UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...
UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...
UU KPK atau Undang-Undang 30 Th 2002 ttg Komisi Pemberantasan Tindak Pidana K...
 
UU No.30 th 2002 ttg KPK
UU No.30 th 2002 ttg KPKUU No.30 th 2002 ttg KPK
UU No.30 th 2002 ttg KPK
 
Peran bpk
Peran bpkPeran bpk
Peran bpk
 
Tahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulum
Tahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulumTahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulum
Tahapan pendekatan seintifik dan model pembelajaran kurikulum
 
Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...
Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...
Hukum pidana khusus - Peran PPATK dalam pemberantasan tindak pidana pencucian...
 
UU No 15 Tahun 2004 tentang BPK
UU No 15 Tahun 2004 tentang BPKUU No 15 Tahun 2004 tentang BPK
UU No 15 Tahun 2004 tentang BPK
 
Presentasi uu otoritas jasa keuangan
Presentasi uu otoritas jasa keuanganPresentasi uu otoritas jasa keuangan
Presentasi uu otoritas jasa keuangan
 
Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023
Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023
Salinan Perpres Nomor 49 Tahun 2023
 
Kepmen no. 488
Kepmen no. 488Kepmen no. 488
Kepmen no. 488
 
Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan
Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa KeuanganUndang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan
Undang-undang No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan
 
Makalah BPK dan Kekuasaan Kehakiman
Makalah BPK dan Kekuasaan KehakimanMakalah BPK dan Kekuasaan Kehakiman
Makalah BPK dan Kekuasaan Kehakiman
 
Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]
Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]
Peraturan KEMENKUMHAM tentang Pengangkatan Notaris [2017]
 
Uu 30 2002
Uu 30 2002Uu 30 2002
Uu 30 2002
 
Pkpu 24 2013
Pkpu 24 2013Pkpu 24 2013
Pkpu 24 2013
 
Pkpu 24 2013
Pkpu 24 2013Pkpu 24 2013
Pkpu 24 2013
 
Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023
Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023
Salinan Kepmenpolhukam No. 63 Tahun 2023
 
Uu 15 2004 - pemeriksanaan keuangan
Uu 15   2004 - pemeriksanaan keuanganUu 15   2004 - pemeriksanaan keuangan
Uu 15 2004 - pemeriksanaan keuangan
 
Perkom No. 2 Tahun 2020 LHKPN.pdf
Perkom No. 2 Tahun 2020 LHKPN.pdfPerkom No. 2 Tahun 2020 LHKPN.pdf
Perkom No. 2 Tahun 2020 LHKPN.pdf
 
Uu 15 2004
Uu 15 2004Uu 15 2004
Uu 15 2004
 
Kajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdf
Kajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdfKajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdf
Kajian Follow the Money dalam Penegakan Hukum.pdf
 

More from shirizkiku

Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKNUndang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKNshirizkiku
 
Laporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdf
Laporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdfLaporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdf
Laporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdfshirizkiku
 
SE pedoman Etika Kecerdasan Artifi sial
SE pedoman Etika Kecerdasan Artifi   sialSE pedoman Etika Kecerdasan Artifi   sial
SE pedoman Etika Kecerdasan Artifi sialshirizkiku
 
SKB Netralitas ASN
SKB Netralitas ASNSKB Netralitas ASN
SKB Netralitas ASNshirizkiku
 
V.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdf
V.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdfV.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdf
V.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdfshirizkiku
 
HUT RI 78: Pedoman Identitas Visual Publik
HUT RI 78: Pedoman Identitas Visual PublikHUT RI 78: Pedoman Identitas Visual Publik
HUT RI 78: Pedoman Identitas Visual Publikshirizkiku
 
SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdf
SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdfSEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdf
SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdfshirizkiku
 
Hasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golka
Hasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar GolkaHasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golka
Hasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golkashirizkiku
 
BMN Ma'had Aly Andalusia.pdf
BMN Ma'had Aly Andalusia.pdfBMN Ma'had Aly Andalusia.pdf
BMN Ma'had Aly Andalusia.pdfshirizkiku
 
Keppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdf
Keppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdfKeppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdf
Keppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdfshirizkiku
 
SKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdf
SKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdfSKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdf
SKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdfshirizkiku
 
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023shirizkiku
 
Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...
Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...
Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...shirizkiku
 
Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022
Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022
Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022shirizkiku
 
Putusan Bawaslu terkait Gugatan Partai Prima
Putusan Bawaslu terkait Gugatan Partai PrimaPutusan Bawaslu terkait Gugatan Partai Prima
Putusan Bawaslu terkait Gugatan Partai Primashirizkiku
 
Putusan 757 PRIMA PN.pdf
Putusan 757 PRIMA PN.pdfPutusan 757 PRIMA PN.pdf
Putusan 757 PRIMA PN.pdfshirizkiku
 
Sikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdf
Sikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdfSikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdf
Sikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdfshirizkiku
 
Keterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdf
Keterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdfKeterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdf
Keterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdfshirizkiku
 
Permenag Nomor 73 Tahun 2022
Permenag Nomor 73 Tahun 2022Permenag Nomor 73 Tahun 2022
Permenag Nomor 73 Tahun 2022shirizkiku
 
Pernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdf
Pernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdfPernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdf
Pernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdfshirizkiku
 

More from shirizkiku (20)

Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKNUndang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN
 
Laporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdf
Laporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdfLaporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdf
Laporan Rilis Survei Nasional_28 Maret 2019.pdf
 
SE pedoman Etika Kecerdasan Artifi sial
SE pedoman Etika Kecerdasan Artifi   sialSE pedoman Etika Kecerdasan Artifi   sial
SE pedoman Etika Kecerdasan Artifi sial
 
SKB Netralitas ASN
SKB Netralitas ASNSKB Netralitas ASN
SKB Netralitas ASN
 
V.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdf
V.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdfV.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdf
V.17_ RPKPUPencalonanPPWP_Bahan Uji Publik.pdf
 
HUT RI 78: Pedoman Identitas Visual Publik
HUT RI 78: Pedoman Identitas Visual PublikHUT RI 78: Pedoman Identitas Visual Publik
HUT RI 78: Pedoman Identitas Visual Publik
 
SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdf
SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdfSEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdf
SEMA NOMOR 2 TAHUN 2023.pdf
 
Hasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golka
Hasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar GolkaHasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golka
Hasil Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golka
 
BMN Ma'had Aly Andalusia.pdf
BMN Ma'had Aly Andalusia.pdfBMN Ma'had Aly Andalusia.pdf
BMN Ma'had Aly Andalusia.pdf
 
Keppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdf
Keppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdfKeppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdf
Keppres_Nomor_16_Tahun_2023.pdf
 
SKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdf
SKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdfSKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdf
SKB 3 Menteri ttg Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama & Lamp ok.pdf
 
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 Tahun 2023
 
Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...
Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...
Skandal Pejabat Kemenkeu: Menyoal Sistem Pengendalian Internal, LHKPN, dan Ko...
 
Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022
Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022
Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022
 
Putusan Bawaslu terkait Gugatan Partai Prima
Putusan Bawaslu terkait Gugatan Partai PrimaPutusan Bawaslu terkait Gugatan Partai Prima
Putusan Bawaslu terkait Gugatan Partai Prima
 
Putusan 757 PRIMA PN.pdf
Putusan 757 PRIMA PN.pdfPutusan 757 PRIMA PN.pdf
Putusan 757 PRIMA PN.pdf
 
Sikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdf
Sikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdfSikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdf
Sikap Dosen2 UGM tentang Prof Kehormatan_2_Jan_0951 (3).pdf
 
Keterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdf
Keterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdfKeterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdf
Keterangan Pers Komnas HAM 01 2023.pdf
 
Permenag Nomor 73 Tahun 2022
Permenag Nomor 73 Tahun 2022Permenag Nomor 73 Tahun 2022
Permenag Nomor 73 Tahun 2022
 
Pernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdf
Pernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdfPernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdf
Pernyataan Sikap Bersama Fraksi Partai Parlemen DPR RI.pdf
 

SATUAN TUGAS SUPERVISI TPPU

  • 1. © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA SELAKU KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG NOMOR 49 TAHUN 2023 TENTANG SATUAN TUGAS SUPERVISI DAN EVALUASI PENANGANAN LAPORAN HASIL ANALISIS, LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN, DAN INFORMASI DUGAAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA SELAKU KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan fungsi Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Komite TPPU) untuk melakukan pengoordinasian langkah-langkah yang diperlukan dalam penanganan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang termasuk pendanaan terorisme sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf c Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, perlu diambil langkah strategis untuk menangani dan menyelesaikan permasalahan terkait laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang berdasarkan data yang disampaikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK); b. bahwa hasil rapat Komite TPPU tanggal 10 April 2023 memutuskan untuk membentuk satuan tugas supervisi dan evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana SALINAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA
  • 2. - 2 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat pencucian uang dan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tanggal 11 April 2023; c. bahwa untuk menindaklanjuti sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk satuan tugas supervisi dan evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selaku Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang tentang Satuan Tugas Supervisi dan Evaluasi Penanganan Laporan Hasil Analisis, Laporan Hasil Pemeriksaan, dan Informasi Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5164); 2. Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 21) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 343); 3. Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2020 tentang Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 159); MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN SELAKU KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG TENTANG SATUAN TUGAS SUPERVISI DAN EVALUASI PENANGANAN LAPORAN HASIL ANALISIS, LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN, DAN INFORMASI DUGAAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG. KESATU : Membentuk Satuan Tugas Supervisi dan Evaluasi Penanganan Laporan Hasil Analisis, Laporan Hasil Pemeriksaan, dan Informasi Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang selanjutnya dalam Keputusan Menteri Koordinator ini disebut Satgas TPPU.
  • 3. - 3 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat KEDUA : Satgas TPPU sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU mempunyai tugas melakukan supervisi dan evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan Informasi dugaan tindak pidana pencucian uang. KETIGA : Penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang sebagaimana Diktum KEDUA, meliputi: a. 200 (dua ratus) laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi serta dokumen terkait lainnya yang diterima dan ditangani oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan; dan b. 100 (seratus) laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi serta dokumen terkait lainnya yang diterima dan ditangani oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia, dan Lembaga Lain, berdasarkan data yang disampaikan oleh PPATK. KEEMPAT : Satgas TPPU sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU, terdiri atas: a. Tim Pengarah; b. Tim Pelaksana; dan c. Kelompok Kerja. KELIMA : Susunan keanggotaan Tim Pengarah sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf a terdiri atas: a. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selaku Ketua Komite TPPU; b. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Wakil Ketua Komite TPPU; dan c. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan selaku Sekretaris merangkap Anggota Komite TPPU. KEENAM : Tim Pengarah sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf a mempunyai tugas: a. menetapkan kebijakan dan strategi supervisi dan evaluasi penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang; dan b. memberikan arahan terhadap pelaksanaan tugas Tim Pelaksana. KETUJUH : Susunan keanggotaan Tim Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf b terdiri atas: a. Ketua : Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
  • 4. - 4 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat b. Wakil Ketua : Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. c. Sekretaris : Direktur Analisis dan Pemeriksaan I, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. d. Anggota : 1. Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan; 2. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan; 3. Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan; 4. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Republik Indonesia; 5. Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal, Kepolisian Negara Republik Indonesia; 6. Deputi Bidang Kontra Intelijen, Badan Intelijen Negara; dan 7. Deputi Analisis dan Pemeriksaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. KEDELAPAN : Tim Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf b mempunyai tugas: a. menentukan prioritas supervisi dan evaluasi terhadap penanganan dan penyelesaian laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang; b. memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan hambatan dalam penanganan laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia, dan Lembaga Lain; dan c. melaporkan hasil supervisi dan evaluasi penanganan dan penyelesaian laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang setiap bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan kepada Tim Pengarah. KESEMBILAN : Dalam melaksanakan tugas, Tim Pelaksana dibantu oleh Kelompok Kerja sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT huruf c, yang terdiri atas:
  • 5. - 5 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat a. Kelompok Kerja I, mempunyai tugas: 1. melakukan supervisi dan evaluasi penanganan dan penyelesaian 200 (dua ratus) laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi serta dokumen terkait lainnya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA huruf a; 2. mengusulkan alternatif solusi kepada Tim Pelaksana apabila ditemukan hambatan; dan 3. melaporkan hasil supervisi dan evaluasi penanganan dan penyelesaian laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang setiap bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan kepada Tim Pelaksana. b. Kelompok Kerja II, mempunyai tugas: 1. melakukan supervisi dan evaluasi penanganan dan penyelesaian 100 (seratus) laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi serta dokumen terkait lainnya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA huruf b; 2. mengusulkan alternatif solusi kepada Tim Pelaksana apabila ditemukan hambatan; dan 3. melaporkan hasil supervisi dan evaluasi penanganan dan penyelesaian laporan hasil analisis, laporan hasil pemeriksaan, dan informasi dugaan tindak pidana pencucian uang setiap bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan kepada Tim Pelaksana. KESEPULUH : Susunan keanggotaan Kelompok Kerja I dan Kelompok Kerja II sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESEMBILAN terdiri atas: a. Kelompok Kerja I Ketua : Koordinator pada Direktorat Penyidikan, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Republik Indonesia. Sekretaris : Koordinator 1.2, Direktorat Analisis dan Pemeriksaan I, Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Anggota : 1. Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum, Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;
  • 6. - 6 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat 2. Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional dan Kejahatan Luar Biasa, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; 3. Direktur Penindakan dan Penyidikan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan; 4. Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan; 5. Direktur Intelijen, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan; 6. Direktur Penegakan Hukum, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan; 7. Inspektur I, Inspektorat Jenderal, Kementerian Keuangan; 8. Inspektur II, Inspektorat Jenderal, Kementerian Keuangan; 9. Inspektur Bidang Investigasi, Inspektorat Jenderal, Kementerian Keuangan; 10. Direktur 32, Badan Intelijen Negara; 11. Direktur Hukum dan Regulasi, Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan; 12. Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Perpajakan dan TPPU, Direktorat Eksekusi Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksaminasi, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Republik Indonesia; 13. Kepala Subdirektorat 3, Direktorat Tindak Pidana Eknomi dan Khusus, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia; 14. Kepala Sub Unit 1, Subdirektorat 3, Direktorat Tindak Pidana Eknomi dan Khusus, Badan Reserse Kriminal, Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
  • 7. - 7 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat 15. Agusmaleni Diyana, Agen Intelijen Ahli Muda pada Direktorat 32, Badan Intelijen Negara. b. Kelompok Kerja II Ketua : Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Badan Reserse Kriminal, Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sekretaris : Koordinator 2.2, Direktorat Analisis dan Pemeriksaan II, Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Anggota : 1. Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; 2. Direktur Strategi dan Kerja Sama Dalam Negeri, Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan; 3. Kepala Bagian Administrasi, Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; 4. Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan TPPU, Direktorat Penuntutan, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Republik Indonesia; 5. Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan TPPU, Direktorat Penyidikan, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Republik Indonesia; 6. Kepala Unit 5, Subdirektorat 3, Direktorat Tindak Pidana Eknomi dan Khusus, Badan Reserse Kriminal, Kepolisian Negara Republik Indonesia; 7. Kepala Subdirektorat 45.2, Badan Intelijen Negara; dan 8. Mahendra Hadinata, Agen Intelijen, Direktorat 45, Badan Intelijen Negara.
  • 8. - 8 - © 2023 Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Mei 2023 MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA, SELAKU KETUA KOMITE KOORDINASI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG, TTD MOH. MAHFUD MD KESEBELAS : Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas TPPU didukung oleh Tenaga Ahli di bidang tindak pidana pencucian uang, korupsi, perekonomian, kepabeanan, cukai, dan perpajakan, yang terdiri atas: 1. Yunus Husein; 2. Muhammad Yusuf; 3. Rimawan Pradiptyo; 4. Wuri Handayani; 5. Laode M. Syarif; 6. Topo Santoso; 7. Gunadi; 8. Danang Widoyoko; 9. Faisal H. Basri; 10. Meuthia Ganie Rochman; 11. Mas Achmad Santosa; dan 12. Ningrum Natasya Sirait. KEDUABELAS : Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas TPPU dibantu oleh Sekretariat Komite TPPU yang mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administratif. KETIGABELAS : Masa kerja Satgas TPPU mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Menteri Koordinator ini sampai dengan tanggal 31 Desember 2023. KEEMPATBELAS : Segala biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas Satgas TPPU dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. KELIMABELAS : Keputusan Menteri Koordinator ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Salinan Keputusan ini disampaikan kepada: 1. Presiden Republik Indonesia; 2. Wakil Presiden Republik Indonesia; dan 3. Yang bersangkutan. Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat Muhammad Nazif