1MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAITKAN MAKNAGURINDAM DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI MODELCOOPERATIVE SCRIPT(PTK PADA SIS...
1HALAMAN PENGESAHANMENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAITKAN MAKNAGURINDAM DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI MODELCOOPERATIVE S...
1KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah swt. Atas rahmat,hidayah, serta karunia-Nya yang selalu d...
1DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ...................................................................................................
1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahDi tengah semangat dunia pendidikan yang sedang berupayamengembangkan pendidika...
1Ketiga aspek karakter tersebut sebenarnya bisa diusahakan ada dalampembelajaran di sekolah demi menjawab permasalahan pud...
1kehidupan sehari-hari pada siswa kelas XII SMA Negeri 4 KotaPekanbaru?1.3 Cara Pemecahan MasalahPerhatian dalam memilih m...
1Dapat meningkatkan keterampilan dalam menggunakan berbagai metodedan pendekatan pembelajaran2. SiswaDapat meingkatkan kem...
1BAB IITINJAUAN TEORITIS2.1 Kajian Teoretis2.1.1 Keterkaitan Makna Gurindam dengan Kehidupan Sehari-hariA. Pengertian guri...
1Fase Tingkah laku guruFase-1Menyampaikan tujuandan motivasiGuru menyampaikan semua tujuan pelajaranyang ingin di capai pa...
1dibelajarkan dengan model Cooperative Script maka kemampuan mengaitkanmakna gurindam dengan kehidupan sehari-hari dapat m...
1BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1 Setting Penelitian3.2 Variabel Penelitiana. Variabel Input dalam penelitian ini adalah siswa,...
1aspek, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, alokasiwaktu), tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metodepe...
1Hasil analisis data dibandingkan dengan hasil tes siklus I untukmengetahui efektiktivitas penggunaan model Cooperative Sc...
1Pelaksanaan wawancara dilakukan di luar kegiatan pembelajaran denganmenggunakan pedoman wawancara.2.3 Jurnal: teknik ini ...
13.5 Indikator Kerja1) Prilaku siswa dalam memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru2) Minat serta kesungguhan sis...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Meningkatkan kemampuan mengaitkan makna gurindam dengan kehidupan sehari

2,392 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,392
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Meningkatkan kemampuan mengaitkan makna gurindam dengan kehidupan sehari

  1. 1. 1MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAITKAN MAKNAGURINDAM DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI MODELCOOPERATIVE SCRIPT(PTK PADA SISWA KELAS IX SMA NEGERI 4 KOTA PEKANBARUTAHUN AJARAN 2013-2014 )Oleh,SHINTIA MINANDARNIM. 1105113581SMA NEGERI 4 KOTA PEKANBARUJALAN HR. SOEBRANTAS NO. 73 KOTA PEKANBARU
  2. 2. 1HALAMAN PENGESAHANMENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAITKAN MAKNAGURINDAM DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI MODELCOOPERATIVE SCRIPT(PTK PADA SISWA KELAS IX SMA NEGERI 4 KOTA PEKANBARUTAHUN AJARAN 2013-2014 )SHINTIA MINANDARNIM. 1105113581Disyahkan oleh :--, S.PdNIP. -
  3. 3. 1KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah swt. Atas rahmat,hidayah, serta karunia-Nya yang selalu diberikan pada penulis sehingga dapatmenyelesaikan makalah menulis praktis puisi ini.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas perkuliahanbahasa dan sastra Indonesia. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyakmendapatkan bantuan dari berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulisingin mengucapkan terima kasih.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang terdapat dalammakalah sederhana ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan di sana sini.Oleh karena itu, untuk menyempurnakan makalah sederhana ini penulismengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Akhirnya, penulis mengharapkansemoga karya tulis ilmiah sederhana ini bermanfaat dan berfungsi sebagaimanamestinya.Pekanbaru, Juni 2013penulis
  4. 4. 1DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ......................................................................................................iDAFTAR............................................................................................................................iiBAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah ...............................................................................................11.2 Permasalahan ................................................................................................................31.3 Cara Pemecahan Masalah .............................................................................................31.5 Tujuan Penelitian ..........................................................................................................31.6 Manfaat Penelitian ........................................................................................................4BAB II TINJAUAN TEORETIS2.1 Pengertian Media Pembelajaran....................................................................................52.2 Jenis-jenis Media Pembelajaran....................................................................................52.3 Media Audiovisual........................................................................................................52.4 Kerangka Berpikir.........................................................................................................62.5 Hipotesis Tindakan .......................................................................................................6BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Setting Penelitian ..........................................................................................................83.2 Variabel Penelitian........................................................................................................83.3 Rencana Tindakan.........................................................................................................93.4 Data dan Teknik Pengumpulan Data ............................................................................93.5 Indikator Kinerja...........................................................................................................9
  5. 5. 1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahDi tengah semangat dunia pendidikan yang sedang berupayamengembangkan pendidikan berbasis karakter, adanya perhatian terhadap modelpembelajaran Bahasa Indonesia dalam mengaitkan makna gurindam dengankehidupan sehari-hari merupakan salah satu upaya nyata yang bisa diusahakantenaga pendidik. Aspek yang menjadi penyebab masalah karakter anak bangsayang semakin tipis adalah pengamalan nilai moral, keagamaan, dan adat istiadatlokal-dalam hal ini adat istiadat Melayu-. Padahal sekolah sebagai instansi resmipemerintahan memiliki peluang yang sangat besar dalam menanggulangipermasalahan ini, salah satunya dengan lebih memperhatikan prosespembelajaran. Melalui pembuatan RPP dan silabus berbasis karakter, materipembelajaran dapat di atur dan diarahkan demi terwujudnya karater anak bangsa,seperti nilai moral, keagamaan, dan adat istiadat. Agar materi pembelajaran dapatditangkap dengan optimal oleh siswa sesuai dengan kompetensi berkarakter yangdibutuhkan, tentu model pembelajaran akan sangat berpengaruhi.Dalam hal ini, nilai moral dapat diserap dengan baik oleh siswa ketikasiswa menikmati dan memahami untuk apa dan bagaimana kedepannya pengaruhnilai moral itu. Nnilai moral selain dapat disisipkan dalam materi ajar, dapat jugadicerminkan oleh pribadi guru itu sendiri. Nilai keagamaan sekiranya adalah yangpaling sentral dalam mepengaruhi pola pikir dan sikap ketika diamalkan sebaikmungkin, dan bagi kepentingan instansi pendidikan, nilai agama dapat disisipkanoleh guru di berbagai materi ajar melalui contoh kasus yang berkaitan denganmateri ajar, maupun cerminan perilaku guru itu sendiri. Sedangkan nilai adatistiadat lokal, dalam hal ini adat istiadat melayu, bila dilihat perkembangannyasemakin rendah dan terancam hilang, padahal pengamalan adat intiadat lokalsebagai warga yang beradat haruslah mempelajari, mempertahankan danmelestarikan nilai-nilai tersebut.
  6. 6. 1Ketiga aspek karakter tersebut sebenarnya bisa diusahakan ada dalampembelajaran di sekolah demi menjawab permasalahan pudarnya karakter anakbangsa, namun yang menjadi persoalan cara guru menerapkan ketiga aspekkarakters tersebut dalam materi ajar agar siswa dapat menyerapnya secara optimaldemi meningkatkan mutu pendidikan, dan menciptakan generasi yang berimandan bertakwa sesuai tujuan sistem pendidikan nasional. Maka dari itu diperlukanusaha guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Mengaitkan maknagurindam dengan kehidupan sehari-hari adalah satu indikator pembelajaran yangharus dicapai oleh siswa sekolah kelas XII. Dalam materi ajar ini terdapat karakteryang kuat dan kasat mata untuk di eksplor sedemikian rupa. Tapi, memang harusmenggunakan model pembelajaran yang sesuai jika ingin pemahaman karakterdalam materi ajar ini dapat diserap dengan optimal oleh siswa.1.2 PermasalahanKemampuan mengaitkan makna dengan kehidupan sehari-harimembutuhkan beberapa jenis kemampuan seperti kemampuan menganalisis(berpikir kritis), mengungkapkan pendapat, dan menghayati pemaknaan objekyang dihubungkan dengan kehidupan, ini adalah kemampuan yang sangat pentingbagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari – hari. Dari pengamatan umumpenulis, kemampuan siswa SMA dalam mengaitkan makna gurindam dengankehidupan sehari-hari mereka membutuhkan peningkatan. Sesuai denganlatarbelakang masalah, penulis mengambil materi ini sebagai variabel penelitiandan varibel kedua adalah model pembelajaran Cooperative Script. Sehinggasesuai dengan permasalahan ini, penulis membuat perumusan masalah sebagaiberikutLBagaimana cara menerapkan Model Cooperative Script untukmeningkatkan kemampuan mengaitkan makna gurindam dengankehidupan sehari-hari pada siswa kelas XII SMA Negeri 4 KotaPekanbaru?Apakah pembelajaran dengan Model Cooperative Script dapatmeningkatkan kemampuan mengaitkan makna gurindam dengan
  7. 7. 1kehidupan sehari-hari pada siswa kelas XII SMA Negeri 4 KotaPekanbaru?1.3 Cara Pemecahan MasalahPerhatian dalam memilih model pembelajaran yang tepat adalah solusiuntuk memecahkan permasalahan pembelajaran siswa, disamping faktorpenunjang lain seperti lingkungan masyarakat siswa dan orang tuanya,maupun teman bermainnya. Untuk materi ajar mengaitkan maknagurindam dengan kehidupan sehari-hari siswa, penulis merekomendasikanmodel pembelajaran Cooperative Script. Disamping juga, guru bolehmengkreasikan model pembelajaran ini sesuai keadaan lingkungan belajar,untuk menunjang kelancaran dan keefektifan proses pembelajaran. Makaakan lebih baik jika dalam model Cooperative Script ini gurumenambahkan sistem reward yang berlaku bagi siswa yang antusiasmengikuti pembelajaran.1.4 Tujuan PenelitianTujuan penelitian yang akan dicapai adalah:Mendeskripsikan cara menerapkan model Cooperative Script dapatmeningkatkan kemampuan mengaitkan makna gurindam dengankehidupan sehari-hari pada siswa kelas XII SMA Negeri 4 KotaPekanbaru Tahun Ajaran 2013/2014.Mendeskripsikan pembelajaran dengan Model Cooperative Script dapatmeningkatkan kemampuan mengaitkan makna gurindam dengankehidupan sehari-hari pada siswa kelas XII SMA Negeri 4 KotaPekanbaru Tahun Ajaran 2013/2014.1.5 Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi :1. GuruDapat meningkatkan kualitas PBM
  8. 8. 1Dapat meningkatkan keterampilan dalam menggunakan berbagai metodedan pendekatan pembelajaran2. SiswaDapat meingkatkan kemampuan berpikir dan berbicaraDapat meningkatkan percaya diri, aktif dan kreatif dalam mengunakanmodel Cooperative ScriptDapat meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan3. SekolahMenumbuhkan budaya menelitiSebagai masukan untuk guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir danberbicara siswa melalui metode cooperative script
  9. 9. 1BAB IITINJAUAN TEORITIS2.1 Kajian Teoretis2.1.1 Keterkaitan Makna Gurindam dengan Kehidupan Sehari-hariA. Pengertian gurindamGurindam adalah bentuk puisi lama yang berasal dari kesusastraan Tamil,yakni salah satu daerah yang terletak di India Selatan. Gurindam memilikiciri-ciri sebagai berikut:1. Tiap bait terdiri atas dua baris.2. Terdiri atas 10-14 sukukata dalam tiap baris.3. Bersajak a-a4. Bait pertama merupakan sebab atau alasan, sedangkan bait keduamerupakan akibat atau balasan.5. Berisi nasihat, petuah, atau filsafat.B. Pengertian makna gurindamMakna merupakan keterangan yang menggambarkan objek yang dimaknaibeserta lapisan-lapisan arti.C. Keterkaitan makna gurindam dengan kehidupan2.1.2 Model PembelajaranA. Pengertian Model PembelajaranB. Pengertian Model Cooperative scriptLangkah langkah pemberlajaran model belajar kooperatif menurut Ibrahim,Muslimin,et,al, (2000:10) adalah sebagai berikut :Tabel 2.1Langkah langkah model pembelajaran
  10. 10. 1Fase Tingkah laku guruFase-1Menyampaikan tujuandan motivasiGuru menyampaikan semua tujuan pelajaranyang ingin di capai pada pelajaran tersebut danmemotivasi.Fase-2Menyajikan informasiGuru menyampaikan informasi kepada siswadengan jalan demontrasi atau lewat bacaanFase-3Mengorganisasikansiswa dalam kelompokkelompok belajarGuru menjelaskan kepada siswa bagaimanacaranya membentuk kelompok belajar danmembantu setiap kelompok agar melakukantransisisi secara efisienFase-4Membimbingkelompok bekerja danbelajarGuru membimbing kelompok- kelompok belajarpada saat mereka mengerjakan tugas - tugasmerekaFase-5EvaluasiGuru mengevaluasi hasil belajar tentang yangtelah dipelajari atau masing - masing kelompokmempresentasikan hasil kerjanyaC. Karakteristik siswa kelas XII SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru2.2 Kerangka Berpikir2.3 Hipotesis TindakanBerdasarkan rumusan masalah dan kajian teori, maka hipotesis tindakandalam penelitian ini adalah Jika siswa kelas XII SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru
  11. 11. 1dibelajarkan dengan model Cooperative Script maka kemampuan mengaitkanmakna gurindam dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkat.
  12. 12. 1BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1 Setting Penelitian3.2 Variabel Penelitiana. Variabel Input dalam penelitian ini adalah siswa, guru, bahan pelajaran(gurindam)b. Variabel proses pada penelitian ini adalah penggunaan mediapembelajaran audiovisual dalam kegiatan belajar mengajar, cara belajarsiswa, dan gaya guru dalam mengajar dikelasc. Variabel output pada penelitian ini adalah kemampuan siswa dalammengaitkan makna gurindam dengan kehidupan sehari-hari yang diperolehsetelah menggunakan model pembelajaran Cooperative Script3.3 Rencana TindakanRencana tindakan yang akan dilakukan dalam menggunakan modelCooperative Script untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas XII dalammengaitkan makna gurindam dengan kehidupan sehari-hari, antara lainsebagai berikut.Guru menyusun silabus berdasarkan standar kompetensi dankompetensi dasar keterampilan berbicara mata pelajaran BahasaIndonesia SMA Kelas XII semester II) Dalam silabus dicantumkannama sekolah, identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran,kelas/semester, komponen, aspek, dan standar kompetensi),kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan belajar, indikator, penilaian(teknik, bentuk, dan contoh instrumen), alokasi waktu, dansumber/media belajar.Guru mengembangkan silabus Menjadi Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP) yang memuat komponen: nama sekolah, identitasmata pelajaran (nama mata pelajaran, kelas/semester, komponen,
  13. 13. 1aspek, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, alokasiwaktu), tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metodepembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumberbelajar, penilaian dan pedoman penilaian.Guru melaksanakan tindakan sesuai dengan Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP) yang telah disusun. Pada tahap ini, penelitimelibatkan kolaborator untuk mengamati pelaksanaan tindakan.Penulis menganalisis data hasil keterampilan siswa dalam mengaitkanmakna gurindam dengan kehidupan sehari-hari yang mereka alamidan amatiHasil analisis data dibandingkan dengan hasil tes awal untukmengetahui efektiktivitas penggunaan pendekatan pragmatik.Langkah selanjutnya adalah melakukan refleksi berdasarkan hasilpengamatan yang dilakukan oleh kolaborator. Jika penggunaanpendekatan pragmatik dinilai belum memberikan hasil yangsignifikan, kolaborator memberikan masukan dan bersama-samadengan peneliti melakukan langkah-langkah perbaikan untukdilaksanakan pada siklus berikutnya.Penulis melakukan replanning untuk merencanakan tindakan yangakan dilakukan pada siklus berikutnya berdasarkan hasil refleksibersama kolaborator.Penulis melaksananakan tindakan pada siklus II sesuai denganrencana tindakan yang telah disusun.Penulis menganalisis data hasil keterampilan siswa dalammenceritakan pengalaman mengesankan dengan menggunakan pilihankata dan kalimat efektif.
  14. 14. 1Hasil analisis data dibandingkan dengan hasil tes siklus I untukmengetahui efektiktivitas penggunaan model Cooperative Script.Langkah selanjutnya adalah melakukan refleksi berdasarkan hasilpengamatan yang dilakukan oleh kolaborator. Jika penggunaanpendekatan pragmatik dinilai sudah memberikan hasil yang signifikansesuai dengan indikator keberhasilan, penelitian dinyatakan selesaidan tinggal melakukan tindakan pemantapan kepada siswa (subjekpenelitian). Namun, jika hasil analisis data belum menunjukkan hasilyang signifikan, peneliti kembali melakukan refleksi bersamakolaborator untuk merencanakan tindakan perbaikan (replanning)yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya.3.4 Data dan Cara PengumpulannyaUntuk memperoleh data yang valid, data dikumpulkan melalui cara/teknikberikut ini:1 TesTeknik tes digunakan untuk mengetahui tingkat keterampilan siswa dalammenceritakan pengalaman yang mengesankan kepada orang lain. Aspek-aspek yang dinilai, yaitu kelancaran berbicara, ketepatan pilihan kata(diksi), struktur kalimat, kelogisan (penalaran), dan kontak mata.2 NontesTeknik nontes yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain sebagaiberikut:2.1 Observasi (pengamatan): teknik ini digunakan oleh kolaborator untukmengobservasi pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh peneliti.2.2 Wawancara: teknik ini digunakan oleh peneliti dan kolaborator untukmengetahui respon siswa secara langsung dalam berbicara denganmenggunakan pendekatan pragmatik. Wawancara terutama dilakukankepada siswa yang menonjol karena kelebihan atau kekurangannya.
  15. 15. 1Pelaksanaan wawancara dilakukan di luar kegiatan pembelajaran denganmenggunakan pedoman wawancara.2.3 Jurnal: teknik ini digunakan oleh peneliti setiap kali selesaimengimplementasikan tindakan. Jurnal tersebut dijadikan sebagai bahanrefleksi diri bagi peneliti untuk mengungkap aspek:1. respon siswa terhadap penggunaan model Cooperative Script;2. situasi pembelajaran; dan3. kekurangpuasan peneliti terhadap pelaksanaan tindakan yang telahdilakukan. Selain peneliti, siswa juga membuat jurnal setiap kali mengikutikegiatan pembelajaran yang digunakan untuk mengungkapkan:(1) respon siswa (baik yang positif maupun negatif) terhadap penggunaanpendekatan pragmatik;(2) metode pembelajaran yang disukai siswa; dan(3) kemampuan peneliti dalam menciptakan pembelajaran yang aktif,inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.6 Teknik Analisis DataData penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik tabulasi data secarakuantitatif berdasarkan hasil tindakan yang dilaksanakan pada setiapsiklus. Hasil tindakan pada setiap siklus dibandingkan dengan hasil tesawal untuk mengetahui persentase peningkatan keterampilan siswa kelasXII SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru dalam menceritakan pengalaman yangmengesankan.Pada setiap siklus dideskripsikan jumlah skor yang diperoleh semua siswa,daya serap, dan rata-rata skor untuk aspek kelancaran berbicara, ketepatanpilihan kata (diksi), struktur kalimat, kelogisan (penalaran), dan kontakmata. Selain itu, juga dideskripsikan jumlah skor, jumlah nilai, rata-ratanilai, dan tingkat daya serap, dan ketuntasan belajar siswa pada setiapsiklus.
  16. 16. 13.5 Indikator Kerja1) Prilaku siswa dalam memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru2) Minat serta kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan olehguru3) Peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajara yang diberikan

×