BAB I                               PENDAHULUANA. Latar Belakang          Begitu banyak peran bioteknologi bagi kehidupan ...
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap  barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa p...
C. Tujuan Penulisan        Dari rumusan masalah diatas, terdapat beberapa tujuan dalam   pembuatan makalah tersebut ialah ...
BAB II                               PEMBAHASANA. Pengertian Plastik          Plastik adalah salah satu bahan yang dapat k...
dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupansehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.      ...
2. Kode 2 Bertuliskan HDPE  HDPE atau High Density Polyethylene banyak  ditemukan sebagai kemasan makanan dan obat yang  t...
plastik jenis ini. Monomer : propena (CH3 – CH = CH2).Kegunaan dan sifat :   1. kantong plastik, film, automotif   2. main...
PC atau Polycarbonate biasanya digunakan untuk botol galon air       minum, botol susu bayi, melamin untuk gelas, piring, ...
utama pembuat PVC adalah DOP. DOP memang populer digunakan dalamproses plastisasi. Konsumsi DOP pada industri PVC mencapai...
berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama   yang menghubungkan unit monomer menjadi kesa...
plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air kemudian material   tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga ...
1. Plastik dikeluarkan dari extruder masuk ke cetakan blow dengan               pengarah lubang.          2.   Cetakan ter...
yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumahtangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik meng...
memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnyaindustri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001)....
polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh   rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan ...
Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi:    1. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi terce...
terbentuklah suatu perusahaan yang khusus bergerak dibidang          bioremediasi,      contohnya     adalah   Regenesis  ...
belanja, hingga kemasan makanan. Tapi, belakangan, upaya mengurangiplastik sebagai bahan penunjang kehidupan sehari-hari, ...
Kantong plastik Alfamart ini menggunakan Oxium sebagai aditifnya.     Oxium ternyata serupa dengan EPI, merupakan zat adit...
kompos. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawakimia berbahaya. Kualitas tanah akan meningkat denga...
minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi      menyelamatkan lingkungan.   4. Incinerasi    ...
sewajarnya kita berhati-hati menggunakan styrofoam. Kalau untuk makanandingin tidak perlu khawatir, tapi bagaimanapun, pen...
bayangkan bila unsur-unsur zat itu masuk ke tubuh melalui   kemasan makanan dari bahan plastik maupun styrofoam (gabus).  ...
miligram per kilogram. Formalin pada plastik atau styrofoam ini,merupakan senyawa-senyawa yang secara menetap terkandungda...
BAB III                                     PENUTUPKesimpulan        Berdasarkan pembahsan makalah diatas, dapat disimpulk...
menimbulkan dioksin, yaitu suatu zat yang sangat beracun dan merupakan   penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kek...
DAFTAR PUSTAKAAnonim .2008. “Kemasan Polystirena Foam (Styrofoam)” . Info POM(Vol 9 No.     5, September 2008). Jakarta.An...
KATA PENGANTAR   Assalamu’alaikum Wr. Wb.    Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telahmelimpahkan rahmat da...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR........................................................................................... iDAFTA...
MAKALAH    BIOTEKNOLOGI PENANGGULANGAN PLASTIK           Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur               Mata Kuliah : Biot...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah biotek kel 4

1,849 views

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,849
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah biotek kel 4

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Begitu banyak peran bioteknologi bagi kehidupan kita yang sangat membantu dan bermanfaat. Namun Bioteknologi juga mempunyai dampak negatif bagi kehidupan manusia yaitu di bidang: Lingkungan, kesehatan, social dan ekonomi serta yang paling menghawatirkan adalah masalah etika. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan misalnya pada pengolahan limbah plastik dan sejenisnya. Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan atau proses produksi. Limbah dapat dibedakan berdasarkan nilai ekonomisnya dapat digolongkan dalam 2 golongan, yaitu : 1. Limbah yang memiliki nilai ekonomis limbah yang dengan proses lebih lanjut/diolah dapat memberikan nilai tambah. 2. Limbah non ekonomis limbah yang tidak akan memberikan nilai tambah walaupun sudah diolah, pengolahan limbah ini sifatnya untuk mempermudah sistem pembuangan. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986). 1
  2. 2. Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat- alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A. Sekitar 20% volume sampah perkotaan berupa limbah plastik. Pada umumnya, sampah tersebut dibuang ke tempat pembuangan sampah. Oleh karena limbah plastik itu tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, akibatnya kita terus-menerus memerlukan areal untuk pembuangan sampah. Meskipun tidak beracun, limbah plastik dapat menyebabkan pencemaran tanah, selain merusak pemandangan. Beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mengatasi limbah plastik adalah dengan mendaur ulang, dengan incinerasi, dan dengan membuat plastik yang dapat mengalami biodegradasi.B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan plastik serta jenis-jenis plastik apa saja yang sering di temui di masyarakat? 2. Bahan kimia apa saja yang terkandung dalam plastik? 3. Bagaimana proses pembuatan plastik ? 4. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari limbah plastik pada lingkungan? 5. Bagaimana peranan bioteknologi dalam mengatasi limbah plastik? 6. Bagaimana cara pengolahan dan pemanfaatan limbah plastik di lingkungan? 2
  3. 3. C. Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas, terdapat beberapa tujuan dalam pembuatan makalah tersebut ialah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan plastik, bagaimana proses pengolahannya, kandungan bahan kimia pada plastik serta bagaimana dampak yang ditimbulkan dari limbah plastik dan cara penanganannya, pengolahan serta pemanfaatannya di lingkuangan. 3
  4. 4. BAB II PEMBAHASANA. Pengertian Plastik Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat- alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Suatu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A. Sekitar 20% volume sampah perkotaan berupa limbah plastik. Pada umumnya, sampah tersebut dibuang ke tempat pembuangan sampah. Oleh karena limbah plastik itu tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, akibatnya kita terus-menerus memerlukan areal untuk pembuangan sampah. Meskipun tidak beracun, limbah plastik dapat menyebabkan pencemaran tanah, selain merusak pemandangan. Beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mengatasi limbah plastik adalah dengan mendaur ulang, dengan incinerasi, dan dengan membuat plastik yang dapat mengalami biodegradasi.B. Jenis-Jenis Plastik Dan Penggunaannya Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat 4
  5. 5. dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupansehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic. Tidak semua produk yang terbuat dari plastik aman digunakan. Adabeberapa jenis yang memiliki ketentuan penggunaan tersendiri. Jenis utamaplastik diantaranya adalah PE (Poly Etylene), PP (Poly Propylene), PS (PolyStyrene), PET (Poly Etylene Therephtalate), PVC (Poly Vinyl Clhorida). Asosiasi industri plastik di AS telah mengembangkan suatu standardimana terdapat pengkodean jenis pada setiap produk plastik. Kode inibiasanya ada di bagian bawah wadah plastik, berupa cetakan timbulbergambar panah yang membentuk segitiga dengan sebuah angka didalamnya. Angka ini menunjukkan jenis plastik dan penggunaannya. Dibawah panah yang berbentuk segitiga itu kadang tercantum inisial kandungankimia dari plastik tersebut. Berikut adalah kode jenis plastik danpenggunaanya.1. Kode 1 bertuliskan PET atau PETE PET atau PETE (Polyethylene terephthalate) sering digunakan sebagai botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, obat, maupun kosmetik. Plastik jenis ini tidak boleh digunakan berulang- ulang atau hanya sekali pakai. Habiskan segera isinya, jika tutup wadah telah dibuka. Semakin lama wadah terbuka, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak. Monomer : ethyl terephtalate Kegunaan dan sifat :  jelas, keras, tahan terhadap pelarut  tititk lelehnya 85ºC  botol minuman berkarbonasi  botol juice buah  tas bantal dan peralatan tidur  fiber tekstile 5
  6. 6. 2. Kode 2 Bertuliskan HDPE HDPE atau High Density Polyethylene banyak ditemukan sebagai kemasan makanan dan obat yang tidak tembus pandang. Plastik jenis ini digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman, tutup plastik, jerigen pelumas, dan cairan kimia3. Kode 3 Bertuliskan PVC PVC atau Polyvinyl Chloride (PVC) sering digunakan pada mainan anak, bahan bangunan, dan kemasan untuk produk bukan makanan. PVC dianggap sebagai jenis plastik yang paling berbahaya. Beberapa negara Eropa bahkan sudah melarang penggunaan PVC untuk bahan mainan anak di bawah tiga tahun. Monomer : Vinyl Chlorida Kegunaan dan sifat :  karpet, kayu imitasi  dapat bersatu dengan pelarut  Jas hujan  tititk lelehnya 70 – 140ºC  Botol detergen  pipa air (paralon), alat-alat listrik,  Keras dan kaku film4. Kode 4 Bertuliskan LDPE LDPE atau Low Density Polyethylene (LDPE) sering digunakan untuk membungkus, misalnya sayuran, daging beku, kantong/tas kresek.5. Kode 5 Bertuliskan PP PP atau Polypropylene sering digunakan sebagai kemasan makanan, minuman, dan botol bayi menggunakan 6
  7. 7. plastik jenis ini. Monomer : propena (CH3 – CH = CH2).Kegunaan dan sifat : 1. kantong plastik, film, automotif 2. mainan mobil-mobilan, ember, botol 3. lebih tahan panas dan titik leleh 1650C 4. keras, flexible, dapat tembus cahaya 5. ketahanan kimianya bagus 6. Kode 6 Bertuliskan PS PS atau Polystyrene termasuk kemasan sekali pakai. Contohnya gelas dan tempat makanan styrofoam, sendok, dan garpu plastik, yang biasa ada pada kotak makanan. Kotak CD juga mengandung Polystyrene. Kandungan bahan kimia plastik jenis ini berbahaya bagi kesehatan.Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene dari kemasanlangsung berpindah ke makanan. 7. Kode 7 untuk jenis lainnya Kategori ini mencakup semua jenis plastik yang tidak termasuk dalam keenam kategori di atas. Namun, bukan berarti plastik jenis ini aman sebagai wadah makanan, karena di dalam kategori ini termasuk polycarbonate yang dapat melepaskan BPA. Di dalam kategori ini juga ada bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, atau tebu. Bioplastik aman sebagai kemasan makanan dan ia pun dapat terurai secara biologis. Untuk jenis ini, pastikan bahannya tidak mengandung Polycarbonate. 7
  8. 8. PC atau Polycarbonate biasanya digunakan untuk botol galon air minum, botol susu bayi, melamin untuk gelas, piring, mangkuk alat makanan. Salah satu bahan perlengkapan makanan dan minuman yang sering digunakan adalah melamin yang tergolong jenis plastik termoset. Plastik jenis ini tergolong dalam “food grade” dan dapat digunakan sampai 140º C. Kode 7 ini biasanya ada 4 macam, yaitu: SAN (styrine acrylonitrile) ABS (acrylanitrle butadiene styrene) PC (polycarbonate) Nilon Saat ini beredar perlengkapan makanan melamin palsu yang biasanyadijual dengan harga 10 ribu 3, dibuat dari bahan urea formaldehyde yangmengandung formalin kadar tinggi, yang tidak tahan panas dan dapatmengeluarkan formalin yang dapat mengkontaminasi makanan. Untuk membedakan melamin palsu dengan yang asli dapat dilihat daritekstur permukaannya di bawah cahaya lampu, yang palsu biasanya bergelombangsedangkan yang asli tidak, dan jika direbus yang palsu akan berubah bentuk danwarnanya menjadi kekuningan.C. Kandungan Bahan Kimia Pada Plastik Sebagian di antaranya kemasan plastik berasal dari material polyetilen, polypropilen, polyvinylchlorida (PVC) yang jika dibakar ataudipanaskan bisa menimbulkan dioksin, yaitu suatu zat yang sangat beracun dan merupakan penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas makanan merupakan cara aman untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut. Dan bahan 8
  9. 9. utama pembuat PVC adalah DOP. DOP memang populer digunakan dalamproses plastisasi. Konsumsi DOP pada industri PVC mencapai 50-70% daritotal produksi plasticizer (senyawa aditif yang ditambahkan ke dalam polimeruntuk menambah fleksibilitas dan daya kerjanya). Selain efisien, DOP jugamemberikan viskositas yang stabil pada saat aplikasinya pada PVC. Lebih dariitu, harga DOP paling murah di antara sekitar 300 plasticizer yangdikembangkan, karena proses sintesanya sederhana dan bahan baku industripetrokimia ini juga melimpah. Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik.Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisajuga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Adabeberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadifilm atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka"malleable", memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasiyang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras,"reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya,komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastikdigunakan hampir di seluruh bidang industri. Pellet atau bijih plastik yang siapdiproses lebih lanjut (injection molding, ekstrusi, dll) Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karena shear stress, lihat keplastikan (fisika) dan ductile. Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang- belakang polimernya (vinyl{chloride},polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum. Plastik adalah polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain.Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastikyang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen,chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga 9
  10. 10. berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari polimer tersebut. Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).D. Proses Pembuatan Plastik Penemuan dan pembuatan plastik, pertama kali dilaporkan oleh Dr.Montgomerie pada tahun 1843, yaitu oleh penduduk Malaya dengan cara memanaskan getah karet kemudian dibentuk dengan tangan dan dijadikan sebagai gagang pisau. Pada tahun 1845 J.Peluoze berhasil mensintesa sululosa nitrat. Cetakan bahan plastik yang pertama, dipatenkan oleh J.L.Baldwin pada tangal 11 Februari 1862 yang disebut dengan molds for making daguerreotype cases. Cetakan ini kemudian digunakan secara luas untuk membentuk bahan- bahan plastik yang terdiri dari campuran getah karet dengan berbagai bahan pengisi, humektan dan pemplastik. Teknologi pembuatan plastik mulai dikembangkan pada tahun 1800-an. Kemudian pada tahun 1868 John Wesley Hyatt membuat billiard ball dengan menginjeksikan seluloid ke dalam mold. John dan Isaiah Hyatt mematenkan injection machine molding untuk pertama kalinya pada tahun 1872. Seluloid digunakan juga untuk mainan anak-anak, pakaian, cat dan vernis, serta film untuk foto. a) Injection Molding Injection molding adalah metode pemrosesan material termoplastik yang mana material yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh 10
  11. 11. plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air kemudian material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan dari cetakan.b) Proses Pembuatan Botol Plastik (Blow Mold Technology) Proses pembuatannya diawali dengan pembentukan material plastik dengan cara meniupkan suatu fluida (cairan) kedalam cetakan untuk membentuk suatu bentukan yang diinginkan. Umumnya digunakan untuk bentukan yang berongga dengan perbedaan tebal dinding. Metode Blow Mold dapat dibedakan atas tiga cara, yaitu : a. Injection Blow Mold Proses pembentukan produk berbahan plastik dengan cara diinjeksikan terlebih dahulu untuk bakalan plastik yang akan di blow. Terdiri dari komponen Injeksi dan Blow. Secara umum digunakan untuk kontainer dengan ukuran yang relatif kecil dan yang sama sekali tidak ada handle. Sering juga digunakan untuk kontainer yang terdapat bentukan ulir pada bagian leher pada botol. Tahapan Proses : 1. Plastik dalam keadaan melting diinjeksikan kedalam kaviti dalam bentuk bakalan. 2. Plastik dipindah ke cetakan blowing. 3. Udara di tiupkan sehingga plastik mengembang dan menempel sesuai bentuk mold. 4. Cetakan membuka untuk pengeluaran produk. b. Extrusion Blow Mold Proses pembentukan material plastik dengan cara diteteskan dari extruder. Metode yang paling sederhana dari blow mold terdiri dari extruder dan blow. Bisa digunakan untuk kontainer yang bervariasi dari bentuknya, ukurannya, bukaan leher pada botol, maupun bentukan handle. Jenis plastik yang digunakan adalah HDPE, PVC, PC, PP, and PETG. Tahapan Proses : 11
  12. 12. 1. Plastik dikeluarkan dari extruder masuk ke cetakan blow dengan pengarah lubang. 2. Cetakan tertutup. 3. Pengarah lubang mengalirkan fluida (udara) kedalam plastik yang dalam keadaan melting sehingga menekan ke cetakan. 4. Cetakan terbuka untuk pengeluaran produk. c. Stretch Blow Mold Proses pembentukan plastik dengan cara di rentangkan (stretch) sampai tercapai ukuran yang diinginkan dengan mempertimbangkan ketebalan bakalan plastik. Sangat baik digunakan untuk plastik dengan jenis PET. Terdiri dari komponen Injeksi, Stretcher dan Blow. Tahapan Proses : 1. Plastik dalam keadaan melting diinjeksikan kedalam kaviti dalam bentuk bakalan. 2. Plastik di stretching (diregangkan) sesuai dimensi yang diperlukan. 3. Udara di tiupkan sehingga plastik mengembang dan menempel sesuai bentuk mold. 4. Cetakan membuka untuk pengeluaran produk. Ini merupakan prinsip dasar cara membuat botol. Di pabrik semua sistem berjalan secara otomatis dan bisa menghasilkan ribuan botol dalam tiap jamnya.E. Pengolahan atau Pemanfaatan Limbah Plastik Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik 12
  13. 13. yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumahtangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbahplastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkansifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidakterurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat,dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang) Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuanganplastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber dayadan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbahplastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daurulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumahtangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yangberbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk potatau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasanadalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkaliterjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001). Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnyadilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatulimbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harusdalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbahharus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi.Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastikdiproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan,pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse etal.,1995). Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastikdi Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karenapemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negaramaju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpahsehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang 13
  14. 14. memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnyaindustri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001). Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik(80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harusdilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untukmeningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenislimbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), HighDensity Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.1. Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang- tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986). Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa 14
  15. 15. polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).2. Bioremediasi Bioremediasi didefinisikan sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik polutann secara biologi dalam kondisi terkendali. Penguraian senyawa kontaminan ini umumnya melibatkan mikroorganisme (khamir, fungi, dan bakteri). a. Proses Bioremediasi Proses bioremediasi harus memperhatikan antara lain temperatur tanah, derajat keasaman tanah, kelembaban tanah, sifat dan struktur geologis lapisan tanah, lokasi sumber pencemar, ketersediaan air, nutrien (N, P, K), perbandingan C : N kurang dari 30:1, dan ketersediaan oksigen. Pendekatan umum yang dilakukan untuk meningkatkan biodegradasi adalah dengan cara yang pertama menggunakan mikroba indigenous (bioremediasi instrinsik), kedua memodifikasi lingkungan dengan penambahan nutrisi dan aerasi (biostimulasi), dan yang ketiga penambahan mikroorganisme (bioaugmentasi). Ada dua jenis bioremediasi, yaitu in-situ (atau on- site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Sementara bioremediasi ex-situ atau pembersihan off-side dilakukan dengan cara tanah yang tercemar digali dan dipindahkan ke dalam penampungan yang lebih terkontrol, kemudian diberi perlakuan khusus dengan menggunakan mikroba. Bioremediasi ex-situ dapat berlangsung lebih cepat, mampu me-remediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam, dan lebih mudah dikontrol dibanding dengan bioremediasi in-situ. b. Teknik Bioremediasi 15
  16. 16. Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi: 1. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrien, pengaturan kondisi redoks, optimasi pH, dsb 2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus. 3. Penerapan immobilized enzymes 4. Penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghilangkan atau mengubah pencemar. Bioremediasi ex-situ meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap,kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnyazat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah denganinstalasi pengolah air limbah. Kelemahan bioremediasi ex-situ ini jauhlebih mahal dan rumit. Sedangkan keunggulannya antara lain proses bisalebih cepat dan mudah untuk dikontrol, mampu meremediasi jeniskontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam.c. Manfaat Bioremediasi Bioremediasi telah memberikan manfaat yang luar biasa pada : 1. Bidang Lingkungan, yakni, pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan bahkan mengubah limbah tersebut menjadi ramah lingkungan. Contoh bioremediasi dalam lingkungan yakni telah membantu mengurangi pencemaran dari pabrik, misalnya saat 1979, supertanker Exxon Valdez di Alaska, lebih dari 11juta gallon oli mentah mengalir, tetapi bakteri pemakan oli membantu mengurangi pencemaran laut yang lebih jauh lagi. 2. Bidang Industri, yakni bioremediasi telah memberikan suatu inovasi baru yang membangkitkan semangat industri sehingga 16
  17. 17. terbentuklah suatu perusahaan yang khusus bergerak dibidang bioremediasi, contohnya adalah Regenesis Bioremediation Products, Inc., di San Clemente, Calif. 3. Bidang Ekonomi, karena bioremediasi menggunakan bahan bahan alami yang hasilnya ramah lingkungan, sedangkan mesin-mesin yang digunakan dalam pengolahan limbah memerlukan modal dan biaya yang jauh lebih, sehingga bioremediasi memberikan solusi ekonomi yang lebih baik. 4. Bidang Pendidikan, penggunaan microorganisme dalam bioremediasi, dapat membantu penelitian terhadap mikroorganisme yang masih belum diketahui secara jelas.Pengetahuan ini akan memberikan sumbangan yang besar bagi dunia pendidikan sains. 5. Bidang Teknologi, bioremediasi memberikan tantangan baru bagi teknologi untuk terus memberikan inovasi yang lebih baik bagi lingkungan. 6. Bidang Sosial, bioremediasi memberikan solusi ekonomi yang mudah dijangkau dan mudah dilakukan baik bagi rumah tangga dan industri. Dengan begini, limbah rumah tangga dapat dikelola jauh lebih baik. 7. Bidang Kesehatan, dengan pengelolaan limbah yang baik, pencemaran dapat diminimalisir sehingga kualitas hidup manusia jauh meningkat. 8. Bidang Politik, isu lingkungan dapat lebih ditekan sehingga para petinggi dapat memfokuskan masalah ke lingkup lain, Bahkan bioremediasi dapat membantu memperbaiki masalah yang berkesinambungan didalamnya.3. Plastik Ramah Lingkungan Selama ini, beraneka produk dari plastik sangat mudah kita jumpai di pasaran. Sebab, selain praktis, harganya pun cenderung lebih murah. Bahkan, bisa dikatakan, tak ada hari tanpa plastik, mulai dari kantung 17
  18. 18. belanja, hingga kemasan makanan. Tapi, belakangan, upaya mengurangiplastik sebagai bahan penunjang kehidupan sehari-hari, mulai banyakdilakukan. Sebab, plastik dianggap sebagai salah satu bahan tidak ramahlingkungan yang sukar diuraikan. Apalagi, setelah diteliti, ternyata bahan-bahan yang terbuat dari plastik, terbukti dapat memicu tumbuhnya bibit-bibit kanker. Kantong plastik yang bisa hancur/terurai dalam waktu relatifsingkat(saya sebut relatif singkat, jika dibandingkan dengan 200 hingga1000 tahun waktu hancurnya material plastik biasa) terdiri dari 2 macam,yaitu kantong plastik bio-degradable dan kantong plastik oxo-degradable.Kantong plastik bio-degradable berbahan dari bijih plastik dicampur 20%– 30% tepung tapioka atau tepung jagung. Mengandung bahan alamibukan? Meskipun masih juga menggunakan bijih plastik. Sayangnya lagi,karena menggunakan bahan alami tersebut biaya pembuatannya tinggisehingga harga jualnya lebih tinggi dari harga jual kantong plastik biasa,bahkan bisa mencapai 5 kalin lebih mahal. Proses degradasi, dengan penggambaran produk kantong plastik iniyang mulai dari bulan ke-1, bulan ke-2, bulan ke-3, hingga bulan ke-24,mengalami degradasi atau kerusakan/kehancuran, sedikit demi sedikit.Butuh 24 bulan atau 2 tahun kantong plastik yang disebut “RamahLingkungan” ini untuk bersatu dengan alam. Sementara itu, kantongplastik oxo-degradable terbuat bijih plastik biasa, ditambah zat lain/aditifyang menyebabkannya menjadi mudah terurai, dengan mengalamioksidasi oleh udara. Salah satu zat aditif itu bernama EPI. 18
  19. 19. Kantong plastik Alfamart ini menggunakan Oxium sebagai aditifnya. Oxium ternyata serupa dengan EPI, merupakan zat aditif yangmempercepat kehancuran material plastik. Hanya saja EPI berasal dariprodusen Kanada, sedangkan Oxium ini adalah produk karya orangIndonesia. Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telahdikembangkan plastik biodegradable, artinya plastik ini dapat duraikankembali mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramahlingkungan. Biasanya plastik konvensional berbahan dasar petroleum, gasalam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari materialyang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalamtanaman misalnya selulosa, kolagen, kasein, protein atau lipid yangterdapat dalam hewan. Jenis plastik biodegradable antara lain polyhidroksialkanoat (PHA)dan poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri, polylaktida (PLA) yangmerupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung kentang ataujagung oleh mikroorganisme, dan poliaspartat sintesis yang dapatterdegradasi. Bahan dasar plastik berasal dari selulosa bakteri, kitin,kitosan, atau tepung yang terkandung dalam tumbuhan, serta beberapamaterial plastik atau polimer lain yang terdapat di sel tumbuhan danhewan. Plastik biodegradable berbahan dasar tepung dapat didegradasibakteri pseudomonas dan bacillus memutus rantai polimer menjadimonomer-monomernya. Senyawa-senyawa hasil degradasi polimer selainmenghasilkan karbon dioksida dan air, juga menghasilkan senyawaorganik lain yaitu asam organik dan aldehid yang tidak berbahaya bagilingkungan. Plastik berbahan dasar tepung aman bagi lingkungan. Sebagaiperbandingan, plastik tradisional membutuhkan waktu sekira 50 tahunagar dapat terdekomposisi alam, sementara plastik biodegradable dapatterdekomposisi 10 hingga 20 kali lebih cepat. Hasil degradasi plastik inidapat digunakan sebagai makanan hewan ternak atau sebagai pupuk 19
  20. 20. kompos. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawakimia berbahaya. Kualitas tanah akan meningkat dengan adanya plastikbiodegradable, karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkanunsur hara dalam tanah. Sampai saat ini masih diteliti berapa cepat atau berapa banyakpolimer biodegradable ini dapat diuraikan alam. Di samping itu,penambahan tepung pada pembuatan polimer biodegradable menambahbiaya pembuatan plastik. Namun ini menjadi potensi yang besar diIndonesia, karena terdapat berbagai tanaman penghasil tepung sepertisingkong, beras, kentang, dan tanaman lainnya. Apalagi harga umbi-umbian di Indonesia relatif rendah. Dengan memanfaatkan sebagai bahanplastik biodegradable, akan memberi nilai tambah ekonomi yang tinggi.Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan. Bukan tidak mungkin kelakIndonesia menjadi produsen terbesar plastik biodegradable di dunia. Jerman, India, Australia, Jepang, dan Amerika adalah negara yangpaling intensif mengembangkan riset plastik biodegradable danmempromosikan penggunaannya menggantikan plastik konvensional.Produk industri berbahan dasar plastik mulai menggunakan bahanbiodegradable. Fujitsu, perusahaan komputer besar di Jepang telahmenggunakan plastik biodegradable ini pada semua casing produknya.Komunitas internasional sepakat, penggunaan bahan polimer sintetis yangramah lingkungan harus terus ditingkatkan. Sementara itu, penggunaan di Indonesia masih jauh panggang dariapi. Padahal sudah jelas potensi bahan baku pembuatan plastikbiodegradable sangat besar di Indonesia. Tampaknya perlu dukungan darisemua pihak terutama pemerintah selaku regulator, industri kimia danproses, serta kesadaran dari seluruh masyarakat. Harus ada kerja samadiantara banyak pihak untuk mendukung penerapan plastik biodegradablemenggantikan plastik konvensional. Penggunaan skala besar plastikberbahan biodegradable ini akan membantu mengurangi penggunaan 20
  21. 21. minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan. 4. Incinerasi Cara lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik. Beberapa pembangkit listrik membakar batu bara yang dicampur beberapa persen ban dan plastik bekas. Akan tetapi pembakaran sebenarnya menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik seperti PVC menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif. Pembakaran ban bekas menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan gas- gas yang bersifat korosif. Gas- gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yang paling serius adalah dibebaskannya gas Dioksin yang sangat beracun pada pembakaran senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus dilakukan dengan pengontrolan yang baik untuk mengurangi polusi udaraF. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Limbah Plastik Pada Lingkungan Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahaya dari plastik itu sendiri, apabila kita tidak benar menggunakannya. Beberapa laporan ini menguak sisi lain dari kemudahan yang diberikan oleh bahan-bahan yang terbuat dari polimer sintetis. Styrofoam (gabus) praktis dipakai sebagai kemasan makanan. Demikian juga plastik. Tetapi keduanya juga mengandung zat-zat yang amat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kanker salah satu ancamannya. Bahan dasar pembuatan Styrofoam adalah styren. Styren, bahan dasar styrofoam, bersifat larut lemak dalam alkohol. Ini berarti, wadah dari jenis ini tidak cocok untuk tempat susu yang mengandung lemak tinggi. Begitu pun dengan kopi yang dicampur krim. Padahal, tidak sedikit restoran cepat saji yang menyuguhkan kopi panasnya dalam wadah ini. Karena itu 21
  22. 22. sewajarnya kita berhati-hati menggunakan styrofoam. Kalau untuk makanandingin tidak perlu khawatir, tapi bagaimanapun, penggunaannya sebaiknyadihindari. Styrofoam mengandung muatan zat racun, terutama styrin. Olehsebab itu, hidangan panas yang akan disajikan ke dalam kotak styrofoamsebaiknya didinginkan dahulu dan diberi alas daun, jangan plastik. Demikianhalnya plastik botol minuman mineral. Bahan plastik yang disebutpolyethylene terephthalate ini sebaiknya jangan disiram air panas, lantaranmengandung zat atau senyawa stiarin. Meski demikian, ada bahan-bahanplastik tertentu yang memang tahan panas.1. Pigmen warna Ancaman terhadap kesehatan karena pigmen datang dari kantong plastik berwarna-warni. Masalahnya adalah seringkali tidak diketahui bahan pewarna yang digunakan. Memang ada pewarna khusus untuk kantong plastik yang aman untuk makanan. Tetapi di Indonesia jarang ditemukan hal yang demikian. Biasanya produsen di sini menggunakan pewarna nonfood grade atau pewarna yang tidak aman bagi makanan. Banyak kandungan berbahaya dari kantong plastik (kresek) bisa mengontaminasi makanan. Bila terkena suhu tinggi, pigmen warna kantong plastik akan bermigrasi ke makanan. bila makanan yang baru digoreng ditempatkan di kantong kresek, suhu minyak yang tinggi akan menghasilkan kolesterol atau lemak jenuh yang tinggi pula.2. Zat beracun dalam Plastik tanpa warna Menurut ilmu kimia, yang perlu diwaspadai adalah plastik yang tidak berwarna ini. Semakin jernih, bening, dan bersih plastik tersebut, semakin sering terdapat kandungan zat kimia yang berbahaya dan tidak aman bagi kesehatan manusia. Ada bahan-bahan yang terkandung pada plastik a. Dioctyl phthalate (DOP) Ingat iklan tentang pipa plastik dari bahan polyvinyl chlorida (PVC) yang tak hancur meski diinjak-injak gajah? Sekarang, 22
  23. 23. bayangkan bila unsur-unsur zat itu masuk ke tubuh melalui kemasan makanan dari bahan plastik maupun styrofoam (gabus). Tentu saja sistem pencernaan kita sulit mencernanya.b. Zat benzen Ditambah lagi pada jenis bahan ini justru ditemukan kandungan yang menyimpan zat benzen, suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine (air kencing). Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak. Inilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.c. Zat kimia karsinogen Zat ini dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya bahan kimia karsinogen dalam makanan. Saat ini masih banyak restoran-restoran siap saji (fast food) yang masih menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. Sedapat mungkin Kalian harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makanan atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perpindahan kandungan kimia dari plastik ke dalam makanan.d. Logam berat Zn (seng) Belum lagi, stryfoam ini juga mengandung logam berat Zn (seng) yang biasanya diberikan pabrik plastik sebagai bahan tambahan untuk plastik.e. Formalin Formalin ternyata bukan hanya ditemukan pada ikan, mi, baso, atau tahu. Terungkap bahwa zat pengawet mayat itu juga ditemukan pada plastik pembungkus makanan dan styrofoam. Sementara itu dalam sebuah penelitian lain disebutkan pada pembungkus berbahan dasar resin atau plastik rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu 23
  24. 24. miligram per kilogram. Formalin pada plastik atau styrofoam ini,merupakan senyawa-senyawa yang secara menetap terkandungdalam bahan dasar resin atau plastik. Namun, zat racun tersebutbaru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, sepertisaat terkena air atau minyak panas. Karenanya, , makanan yangmasih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik ataukotak styrofoam. Bersama formalin, luruh pula zat yang tak kalahracunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada styrofoam.Secara umum, zat racun seperti formalin dan stiarin terdapat dalamproduk berbahan dasar resin. Namun, dalam kadar cukup tinggi,senyawasenyawa ini terkandung dalam produk plastik berkualitasrendah seperti, plastik PVC. Contoh sederhana plastik dengankadar racun tinggi adalah kantung plastik warna hitam yang biasadigunakan toko-toko untuk mengantongi barang belian. Lebih baikkantong plastik ini tidak disatukan dengan makanan, apalagi yangmasih panas, seperti goreng-gorengan. 24
  25. 25. BAB III PENUTUPKesimpulan Berdasarkan pembahsan makalah diatas, dapat disimpulkan sebagaiberikut : 1. Plastik adalah salah satu bahan mengandung Bisphenol-A. 2. Plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. 3. Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan atau proses produksi. Limbah digolongkan dalam 2 golongan, yaitu limbah yang memiliki nilai ekonomis limbah yang dengan proses lebih lanjut/diolah dapat memberikan nilai tambah dan limbah non ekonomis limbah yang tidak akan memberikan nilai tambah walaupun sudah diolah. 4. Kode-kode jenis plastik yaitu Kode 1 bertuliskan PET atau PETE digunakan sebagai botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, obat, maupun kosmetik. Kode 2 Bertuliskan HDPE digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman, tutup plastik, jerigen pelumas, dan cairan kimia. Kode 3 Bertuliskan PVC digunakan pada mainan anak, bahan bangunan, dan kemasan untuk produk bukan makanan. Kode 4 Bertuliskan LDPE digunakan untuk membungkus, misalnya sayuran, daging beku, kantong/tas kresek. Kode 5 Bertuliskan PP digunakan sebagai kemasan makanan, minuman, dan botol bayi menggunakan plastik jenis ini. Kode 6 Bertuliskan PS digunakan sebagai gelas dan tempat makanan styrofoam, sendok, dan garpu plastik, yang biasa ada pada kotak makanan. Kode 7 untuk jenis lainnya mencakup semua jenis plastik yang tidak termasuk dalam keenam kategori di atas. 5. kemasan plastik berasal dari material polyetilen, polypropilen, polyvinylchlorida (PVC) yang jika dibakar ataudipanaskan bisa 25
  26. 26. menimbulkan dioksin, yaitu suatu zat yang sangat beracun dan merupakan penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang.6. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle).7. Bioremediasi telah memberikan manfaat yang luar biasa pada bidang lingkungan, bidang industri, bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang teknologi, bidang sosial, bidang kesehatan, bidang politik.8. Jenis plastik biodegradable antara lain polyhidroksialkanoat (PHA) dan poli- asam amino yang berasal dari sel bakteri, polylaktida (PLA) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme, dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi.9. Penggunaan skala besar plastik berbahan biodegradable ini akan membantu mengurangi penggunaan minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan.10. Bahan dasar plastik berasal dari selulosa bakteri, kitin, kitosan, atau tepung yang terkandung dalam tumbuhan, serta beberapa material plastik atau polimer lain yang terdapat di sel tumbuhan dan hewan.11. Bahan-bahan yang terkandung pada plastik yaitu dioctyl phthalate (dop), zat benzen, zat kimia karsinogen, logam berat zn (seng) dan formalin. 26
  27. 27. DAFTAR PUSTAKAAnonim .2008. “Kemasan Polystirena Foam (Styrofoam)” . Info POM(Vol 9 No. 5, September 2008). Jakarta.Anonim. 2011. Plastik ramah lingkungan. http://mapalaapache .blogspot.com/2011/01/plastik-ramah-lingkungan.html. diakses pada tanggal 3 April 2013Anonim. 2009. Bioplastik. http://bioteknologiindonesia.blogspot.com/2009/03/mikroba. tenaga.kerja.bioplastik. Diakses pada tanggal 3 April 2013Fumento, Michael. 2003. Bioevolution: How Biotechnology Is Changing Our World . United State of America : Encounter Books.Suwanto. 1998. Bioteknologi molekuler: Mengoptimalkan manfaat keanekaan hayati melalui teknologi DNA rekombinan (in Indonesian). Bogor: IPB. 27
  28. 28. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telahmelimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, memberikan kemudahan disaatkesulitan, kesehatan dan yang selalu memberikan ridho-Nya, akhirnyapenulis dapat menyelesaikan makalah yang berupa makalah mengenai matakuliah Bioteknologi. Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih jauh darikesempurnaan, banyak kekurangan, dan kelemahan. Hal ini disebabkan olehketerbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Meskipun demikianpenulis telah berusaha menyajikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.Berhasilnya penulis menyelesaikan makalah ini bukan mutlak atau semata-mata usaha sendiri, melainkan juga berkat dorongan, bimbingan, bantuan dando’a dari semua pihak. Dengan segala kerendahan hati izinkan penulis menyampaikan ucapanterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen : Ina Rosdiana LesnawatiM.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Bioteknologi serta semua pihakyang telah membantu penyusunan makalah ini, sehingga makalah ini dapatterselesaikan. Untuk itu segala bentuk kritik dan saran yang tulus ikhlas dari pembacasenantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan makalah yang akan penulissusun selanjutnya, dan penulis mengucapkan selamat membaca makalah ini,semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca pada umumnyadan penulis khususnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Cirebon, April 2013 Penulis i 28
  29. 29. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR........................................................................................... iDAFTAR ISI ......................................................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 2 C. Tujuan penulisan ........................................................................................ 3BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Plastik ....................................................................................... 4 B. Jenis-Jenis Plastik Dan Penggunaannya .......................................................... 4 C. Kandungan Bahan Kimia Pada Plastik ....................................................... 6 D. Proses Pembuatan Plastik ........................................................................... 9 E. Pengolahan atau Pemanfaatan Limbah Plastik ........................................... 12 F. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Limbah Plastik Pada Lingkungan ......... 21BAB III PENUTUP Kesimpulan ....................................................................................................... 25DAFTAR PUSTAKA 29
  30. 30. MAKALAH BIOTEKNOLOGI PENANGGULANGAN PLASTIK Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah : Bioteknologi Dosen : Ina Rosdiana Lesnawati M.Pd Disusun Oleh: KELOMPOK 4 Dinah Romdlonatullail (1410160118) Nunung Nurhaeti (1410160131) Nurlaela (1410160133) Risa Fauzi Khoirunisa (1410160135) Santi Oktaviani (1410160139) Silviani Nurazizah (1410160140) Sislyati (1410160141) Siti Nafisah (1410160142) Tri Handayani (1410160153) IPA Biologi D / VI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAHINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2013 30

×