Alih media buku teks dengan kamera dan perangkat lainnya

1,714 views

Published on

Mengalih mediakan buku teks sebenarnya bisa kita lakukan sendiri dengan bantuan alat yang cukup sederhana seperti kamera, dan beberapa perangkat lunak pendukung, untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada tulisan ini...

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,714
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alih media buku teks dengan kamera dan perangkat lainnya

  1. 1. Fungsi suatu perpustakaan adalah mengumpulkan, menata, melestarikan, dan menyediakan bahan perpustakaan dalam berbagai bentuk. Jenis bahan perpustakaan tersebut terdiri dari bahan perpustakaan konvensional seperti monograf, surat kabar, peta, majalah, manuskrip dan lain-lain serta bahan perpustakaan media baru seperti film, foto, rekaman suara, audio visual, piringan dan lain-lain yang mempunyai kemampuan memuat atau merekam pengetahuan dan pikiran manusia. Semua bahan tadi merupakan ungkapan kehidupan intelektual dan budaya pada suatu masa dan tempat tertentu. Sebagian besar koleksi Perpustakaan Nasional RI merupakan koleksi yang sudah tua dan langka. Oleh karena itu, dokumen yang mempunyai nilai budaya bangsa yang tinggi itu perlu dilestarikan dan dipelihara sehingga kandungan informasi ilmiah dokumen asli tersebut dapat terus berlanjut tersedia untuk masyarakat peneliti dimasa sekarang dan masa mendatang. Perpustakaan dengan koleksinya yang lengkap merupakan sumber utama dalam pelayanan informasi. Sebagai sumber informasi, koleksi perpustakaan tidak hanya terletak pada bahan tercetak atau tertulis saja, tetapi dapat dalam bentuk mikro dan digital. Alih media bahan pustaka merupakan salah satu dari strategi perpustakaan dalam melestarikan koleksinya, terutama koleksi khusus seperti naskah, surat kabar, peta dan buku langka. Koleksi bahan perpustakaan dalam bentuk teks atau gambar dapat dialih mediakan menjadi 4 bentuk, yaitu: 1). Alih media ke dalam bentuk mikro; 2). Transformasi digital; 3). Fotografi dan 4). Foto copy. Alih media ke dalam bentuk digital merupakan strategi yang banyak dipilih oleh perpustakaan, arsip maupun museum di seluruh dunia, karena memberikan sejumlah pendekatan alter- natif untuk keperluan yang berbeda, antara lain sebagai contoh: transformasi digital selain memberikan tampilan hitam putih dan berwarna juga dengan resolusi rendah, sedang atau tinggi yang dapat diakses secara online. Pedoman teknis preservasi: alih media bahan perpustakaan menggunakan fotografi digital Inl merupakan petunjuk yang dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan pelestarian pada Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional RI untuk melestarikan informasi hasil budaya bangsa yang terbuat dari bahan cetak kertas dan media lainnya. Pedoman ini berdasarkan standar internasional ANSI (American Nasional Standard Institute) dalam memproduksi, maksudnya obyek digital dibuat untuk melindungi kandungan informasi dari bahan perpustakaan. Di dalam pedoman ini disusun secara lengkap prosedur-prosedur yang harus diikuti dalam pembuatan obyek digital dengan menggunakan kamera digital, sehingga setiap obyek digital yang dihasilkan memenuhi tujuannya, yaitu untuk pelestarian dan untuk,mempermudah kegiatan layanan. Oleh karena itu, maka obyek digital yang dihasilkan dibuat dalam 3 generasi, yaitu: a) master digital dengan resolusi minimal 300 dpi (untuk pelestarian), b). turunannya untuk layanan online dengan resolusi 70 dpi dan c). turunannya untuk kegiatan layanan multimedia dengan resolusi 70 - 100 dpi.
  2. 2. Digital Photography repro adalah proses repro digital dengan perangkat fotografi. Beberapa faktor yang menjadi dasar Digital Photography repro yang baik adalah: 1. Kondisi media yang direpro (baik, rusak, atau berjamur), bisa direstorasi secara digital 2. Kualitas alat yang digunakan, seperti lensa atau kamera dan pencahayaan kamera DSLRatau Medium Format, Lensa macro fix, dan lampu studio. Penggunaan kamera pocket sangat tidak dianjurkan dalam hal ini. 3. Kualitas Image yang digunakan (setting image size pada kamera), apakah menggunakan JPEGatau RAWfile format 4. Penguasaan teknis dari seorang Reprographer. Tanpa dukungan akan pengetahuan tentang fotografi dan pencahayaan, hasil duplikasi seorang reprographer tidak akan maksimal. Secara digital media hasil reproduksi menjadi sangat fleksibel, file repro bisa langsung digunakan untuk pencetakan dengan resolusi tinggi maupun untuk website dengan resolusi rendah. Kelebihan lain adalah, waktu yang diperlukan untuk proses repro digital lebih cepat dibandingkan scanning (1:5).
  3. 3. Dalam teknik reprografi, ada sedikit pertimbangan berbeda dari sisi alat dibandingkan foto- grafi biasa. Kualitas kamera digital, lensa dan ketajaman menjadi prioritas utama. 1. Kamera Digital compact (Pocket) - Perbedaan pandang jendela bidik - Tidak ada Sincro flash dan mode Manual - Penampang sensor keeil - Lensa tidak bisa digonti-ganti 2. Kamera Digital ZLR (Zoom Lens Reflect) - Penampang sensor lebih besar dari compact namun tidak lebih besar dari SLRtipe tertentu - Lensa tidak bisa digonti-ganti - Mempunyai pengaturan Manual dan Sincro flash - Jendela pembidik searah dengan lensa melalui sensor (motion slow viewer) 3. Kamera Digital SLR(Single Lens Reflect) - Penampang Sensor bisa setara film 135 (fullframe) atau lebih keeil - Lensa bisa digonta-ganti - Jendela pembidik searah dengan lensa melalui eermin (real viewer) 4. Kamera Digital Medium Format - Penampang sensor sangat besar, melebihi film 135 dan bis~ setara film 120 - Lensa bisa digonta-ganti - Jendela pembidik searah lensa melalui eermin (real viewer)
  4. 4. 1. Kamera bisa diset secara manual, untuk pengendalian cahaya dan bukaan lensa 2. Mempunyai Sincro flash untuk terhubung ke lampu studio 3. Lensa bisa digonta-ganti, supaya bisa menggunakan lensa berkualitas baik untuk repro 4. Bisa dikendalikan melalui Remote capture dari komputer 5. Mempunyai penampang sensor yang besar (APe, Full frame & Medium size) Dari kriteria diatas, bisa diketahui bahwa kamera yang benar-benar layak untuk reprografi adalah yang bertipe SLRatau Medium Format. Tidak menutup kemungkinan penggunaan kamera ZLR atau Pocket Pro seperti Canon G10 atau Gll, asal kamera tersebut memenuhi kriteria 1 dan 2 diatas. Faktor lain yang menjadi pertimbangan selain ke 5 kriteria diatas adalah besarnya Mp (Mega- pixel). Namun Mp bukan satu-satunya acuan yang menjadi dasar bahwa dengan Mp yang besar maka kualitas image manjadi semakin baik, faktor lain yang harus diperhatikan adalah besarnya penampang sensor (perekam image) pada sebuah kamera digital. Misalnya: sebuah kamera digital pocket bisa saja mempunyai nilai Mp yang sama dengan kamera SLR,katakanlah 8 Mp, apakah kualitas gambar yang dihasilkan setara? tentu saja tidak, karena penampang sensor SLRumumnya lebih besar dibandingkan dengan sensor kamera pocket.
  5. 5. Sensor pada kamera pocket mempunyai sensor type antara 1/2.5" '" 2/3" sementara untuk kamera SLR, sensor bisa diantara 4/3" '" 35 mm, tentu saja untuk kamera Medium Format besarnya 2x dari 35 mm.
  6. 6. Canon CMOS sensor, EOS4000 Foveon X3 sensor, Sigma S014 Sony CCO sensor, Nikon 02X Sensor Kamera Medium Format Pada dasarnya, kamera yang mempunyai penampang sensor yang besar, akan makin baik dalam merekam detail dokumen saat melakukan repro. Lensa adalah jendela dari sebuah kamera, momen yang dibidik oleh kamera akan melalui lensa terlebih dahulu sebelum direkam oleh sensor. Maka lensa yang baik, akan menghasilkan momen yang baik pula. Secaragaris besar, ada 3 jenis lensa berdasarkan fungsinya: 1. Lensa Zoom 2. Lensa Fix 3. Lensa macro Lensa Zoom LensaZoom adalah lensa dengan beberapa pilihan jangkauan yang dikemas dalam satu lensa, misalnya 18 - 200 mm atau 18 - 55 mm, artinya jangkauan rentang lensa ini mulai dari 18 mm sampai 200 mm. Kelebihan lensa jenis ini adalah, kemudahan bagi pemakai untuk tidak gonta- ganti lensa untuk mengubah jangkauan dari wide (jauhj lebar) menjadi tele (dekatj sempit). Namun bukan berarti lensa ini tidak mempunyai kelemahan, lensa jenis ini sering kali gagal focus pada jangkauan tertentu dan relatif tajam dijangkauan tertentu pula, hal ini disebabkan karena cara kerja lensa secara mekanik mempunyai titik api yang selalu bergerak tergantung jangkauan yang digunakan, sehingga hasilnya relatif kurang tajam.
  7. 7. Lensa Fix Lensa Fix adalah lensa dengan jangkauan tunggal, artinya tidak banyak pilihan jangkauan. Ketika pemakai hanya mempunyai lensafix wide, maka tidak ada pilihan jangkauan untuk menjadi tele. Lensa Fix dibagi 3 kategori: 1. Lensa Fix Wide (16 mm; 18 mm; 24 mm; 35 mm), distorsi melebar 2. Lensa Fix Normal (50 mm; 60 mm), normal tanpa distorsi 3. Lensa Fix Tele (100 mm) macro Kelebihan lensa fix adalah ketajaman yang lebih dibandingkan lensa zoom, karena lensa fix mempunyai titik api tetap dan tidak berubah-ubah. Kekurangan lensafix adalah, sulit mengatur jangkauan ketika ruang pemotretan terlalu sempit atau terlalu lebar. Lensa Macro Lensa Macro adalah lensa khusus yang dieiptakan untuk pemotretan benda keeil, fasilitas macro bisa terdapat pada jenis lensa zoom, fix, atau lensa khusus macro. Jarak pemotretan dengan lensa macro terhadap objek biasanya hanya beberapa em saja. Kekurangan lensa macro adalah OOF (Oept Of Field/ ruang tajam) yang sempit, sehingga tidak coeok untuk repro dokumen besar.
  8. 8. 1. Lensa harus mempunyai ketajaman yang lebih 2. Lensa sebaiknya mempunyai titik api yang tetap 3. Lensa tidak menghasilkan efek distorsi 4. Lensa sebaiknya mempunyai fasilitas macro Maka pilihan lensa yang tepat pada reprografi adalah dua buah lensa dengan pilihan jangkauan yang berbeda, yaitu 50 mm dan 100 mm macro. Namun untuk menhindari kebutuhan lapangan yang tidak terduga, maka lensa zoom 17 - 85 mm eukup diperlukan untuk memenuhi kebutuhan, ketika semua lensa fix tidak memenuhi jangkauan besar kecilnya dokumen yang ada. Misalnya ketika tiba-tiba harus memotret dokumen besar berukuran Al, tentu saja dibutuhkan lensa bukaan lebar 17 mm. Namun resiko distorsi dan penurunan ketajaman sangat tidak terhindarkan. Secara ideal, maka kondisi seperti ini tidak bisa lagi dipenuhi oleh kamera SLR(APS-C size) dengan penampang sensor yang keeil, dibutuhkan kamera Medium Formatdengan penampang sensor yang besar untuk mendapatkan ketajaman maksimal pada repro media berukuran besar.
  9. 9. 1. JPEG(Joint Photographic Experts Group) 2. TIFF (Tagged Image File Format) 3. RAW format JPEGadalah ekstensi file yang sering dan umum dipergunakan karena mempunyai ukuran file yang eendrung keci!' Pada awalnya, ekstensi file ini dibuat sebagai file yang khusus untuk pengiriman media lewat web dan mempunyai tingkat kompresi yang besar. Format file ini bersifat loseless, artinya setiap metode penyimpanan yang dilakukan dengan memilih ekstensi ini akan terjadi penurunan kualitas image seeara berkala. JPEGfile hanya coeak untuk penggunaan dalam pengiriman email attactment dan keperluan eetak foto lab Matte: I None OS Image Options Qualty: F IMalOmUm :s :5l'lalfI! 1Ir. Be Format Options -------, I' Baselne ,Sl<Indardl ("'I Baselne Optimized ("'., Progressive Scans; r;--s Kompresi maksimum, pada option JPEG dalam program Photoshop. Ini adalah pilihan terbaik untuk format JPEG. ~-- ]I ~ ~ 3 P' Preview •....•. 111.. Kompresi Low, pada option JPEG dalam program Photoshop mem- buat detail warna dan pixel image menjadi rendah FOffilit Options -------, I' Base.,e 'Stand.rd") (' Baselne Opttrlz.d r Progressive seaos: ~
  10. 10. Kompresi Super Lo~ pada option lPEG dalam program Photoshop memperparah kondisi image atau dokumen yang sudah direpro atau di scan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika dokumen yang direpro adalah teks berukuran kecil, tentu saja sudah tidak bisa dibaca lagi. Matte: I!'lone r Image optlons ~ I ! QU'Ity: fO ILow .3 i (y=====,",",,=o.l Hal seperti ini bisa merusak hasil repro, jika seorang operator scanner lalai memperhatikan parameter ini pada saat saving file dengan opsi lPEG. :- Format Optlons ! r. B, •• ~e ,Standard') I r Baseline Opti'rized I r Progressive ISCi<1S;~ dengan kompresi maksimum, namun tidak eoeok sebagai format file penyimpanan data untuk kualitas terbaik. TIFF adalah format file terbaik untuk penyimpanan data, ekstensi file ini akan konsisten menjaga kualitas image dari sisi kedalaman warna (color dept), kualitas pixel dan tidak bersifat loseless. Format TIFF mampu menyimpan kualitas kedalaman warna sampai 32bit/ channel, hal ini tidak mampu dilakukan olehfileJPEG. TIFF juga mampu mengkompresfile sampai ukuran keeil tanpa mengurangi kualitas. TIFF Options ~.(i:J Image Compression -----, CO" NONE r rn'l r ZIP r JPEG QJalitv II r'l,xrnu'Tl S I :Pixel Order CO" Interleaved (RGBRGB) r Per Channel (RRGGBB) [ Byte Order r. 13M PC r M,rntosh r Save Image Pyramtd r S;JV8 Transparen:y layer (ClTlJressKJr"' -----, r RLE (faster saves, agge' flies) r ZIP (slo •••.•.er saves, srnafiel fi1e:::) r Discard Layers- and Save a Copy Tabel kompresi TIFFpada program Photoshop. Pilihan kompresi UW akan memperkecil ukuran file dalam satuan Mb, namun cendrung tidak mengurangi kualitas image.
  11. 11. RAW adalah satu-satunya format file yang hanya dihasilkan oleh kamera digital professional, umumnya hanya tipe DSLRdan Medium Format yang mempunyai ekstensi file ini. RAW bukanlah file yang siap dikonsumsi untuk pencetakan, RAW adalah file stengah jadi, artinya file ini masih mempunyai tabel parameter dan hanya bisa dibuka dengan program khusus, seperti software bawaan kamera dan Adobe Photoshop. File RAW menyimpan beberapa fungsi parameter yang sebelumnya ada di seting kamera, sehingga kesalahan yang dilakukan pada saat memotret bisa ditanggulangi dan diubah lewat file ini. File RAW adalah file digital yang secara fungsi dan kegunaannya mirip sekali dengan negative/ positive film, dimana sebuah negative film mampu dicetak dengan pembesaran tertentu, warna yang bisa diubah-ubah, dsbnya tanpa distrosi kualitas, demikian juga halnya dengan file RAW. File RAW mempunyai beberapa istilah nama berdasarkan produsen kamera digital, misalnya: *.3FR (Hasselblad), *.DCR, *.K25, *.KDC (Kodak), *.CR2 (Canon), *.ERF (Epson), *.MEF (Mamiya), *.MOS (Leaf), *.NEF (Nikon), *.ORF (Olympus), *.PEF (Pentax), *.RW2 (Panasonic) dan *.ARW, *.SRF, *.SR2 (Sony). Rocovay c==~-----FlILO;tt c-----===Blocks cc==------Il<>;t<nes,
  12. 12. 1. JPEG Hanya cocok untuk publikasi alih media seperti web portal, cd interaktif, dan tidak baik sebagai media penyimpanan jangka panjang. 2. TIFF Sangat baik untuk penyimpanan jangka panjang dan cocok untuk digunakan sebagai file publikasi, pencetakan ulang atau reproduksi, dsb. 3. RAW Sangat ideal untuk penyimpanan jangka panjang. Dengan ekstensi file yang tidak umum, RAW sangat aman akan gangguan virus yang cendrung merusak ekstensifile tertentu. Penyimpanan dokumen langka denganfile RAWibarat menyimpan naskah kuno yang sesungguhnya. RAW menyimpan kualitas image yang tinggi dan paramter yang bisa diubah, sehingga siap digunakan untuk keperluan apapun termasuk pembesaran dalam reproduksi. Kesimpulannya adalah, gunakan penyimpanan jangka panjang dalam format TIFF dan RAW untuk bank data sebagai arsip digital, sedangkan JPEGcukup digunakan sementara, untuk media publikasi ringan saja. Satu hal yang harus diperhatikan terhadap konversi Format file adalah, file yang sudah men- jadi JPEGtidak akan bisa ditingkatkan kualitasnya hanya dengan melakukan Save As menjadi TIFF.Proses yang benar dalam konversiformatfile adalah dari RAW menjadi TIFF kemudian dari TIFF baru menjadi JPEG,bukan sebaliknya. Pixel adalah singkatan dari picture element, istilah ini hanya dikenal dalam dunia digital image, dimana setiap foto atau image dokumen hasil repro adalah gambar yang tersusun oleh banyak pixel. Semakin banyak pixel dalam foto semakin halus foto tersebut. Pixel dalam kamera digital di tampilkan dalam bentuk pixel dimensi, atau istilah umumnya adalah MP (Megapixel). Misalnya sebuah kamera Canon 350D mempunyai pixel dimensi 3.456 x 2.304 pixel = 7.962.624 (8 Megapixel), dengan penampang sensor sebesar 4:3. Dengan jumlah pixel tersebut, maka kamera 350D hanya mampu dicetak pada ukuran tertentu saja. Pixel dimensi dan aspek rosio penampang sensor sangat menentukan berapa besar file tersebut layak untuk direproduksi. Zoom
  13. 13. Hal lain yang juga mempengaruhi kualitas file image adalah resolusi. Istilah resolusi biasanya diwakili oleh dpi (dot per inch). Dpi dalam reproduksi mempunyai standar baku sebesar 300 dpi. 300 dpi ini mewakili 1:1 dari ukuran pixel dimensi pada fotol dokumen, artinya jika sebuah foto berukuran 4 x 6 em dan mempunyai resolusi sebesar 300 dpi, maka ukuran sebenarnya yang layak untuk dicetak hanya 4 x 6 em saja, tidak bisa melebihi ukuran tersebut. Kesalahan dalam persepsi ini bisa menghawatirkan, ketika operator melakukan scanning film yang berukuran 2.6 x 3.5 em dengan resolusi 300 dpi, maka foto yang discan pun hanya layak dikonsumsi seukuran tsb, sehingga tidak layak untuk reproduksi. Konsumsifile berlaku baik eetak maupun untuk keperluan lain seperti cd interactive maupun website. Maka untuk film berukuran kecil, proses scan yang layak harus menaikkan resolusinya menjadi 5x lipat atau minimal 1500 dpi. Menaikkan nilai dpi adalah semata-mata untuk memperbesar ukuran pixel dimensi darifilm tersebut sehingga layak untuk reproduksi pada pembesaran tertentu. Permasalahan yang sering dikeluhkan oleh operator scan adalah karena lambatnya proses scan dengan resolusi tinggi, bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk beberapa dokumen saja, tapi ini adalah resiko yang harus diambil demi menjaga kelestarian dokumen langka, setidak-tidaknya alih media yang dilakukan bisa mewakili naskah atau dokumen aselinya. Satu-satunya eara untuk menanggulangi masalah lambatnya eara kerja scanner adalah, merepro film dengan kamera digital atau menggunakan scanner khusus film dengan ekspose keeepatan tinggi. Dengan kamera digital, proses kerja jauh lebih eepat, dan kualitas akan lebih terjaga, terutama jika dilakukan dengan kamera Medium Format.
  14. 14. Setelah mempersiapkan alat untuk dipergunakan, perlu pemahaman eara kerja peralatan tersebut. Pengetahuan dasar tentang eara kerja kamera, pemasangan lensa yang benar dan pengoperasian komputer, sangat perlu dimiliki oleh seorang reprografer. Pengoperasian Kamera Digital Prinsip dasar pada kamera digital maupun kamera analog (manual) tidak jauh berbeda, prinsip dasar yang membedakannya adalah materi/ hasil dari foto, yaitu berupa data digital. Beberapa parameter penting dalam kamera Digital SLR(DSLR)antara lain: 1. f (Aperture/ diagfragma) 2. Shutter speed (keeepatan rana) 3. ISO speed (kepekaanj sensitifitas sensor) 4. Setting Quality (format file/ image size) 5. White Balance f (Aperture/ diafragma) Adalah parameter bukaan lensa dalam menerima eahaya, fungsi ini seeara mekanik diatur di- dalam ruang lensa, yang bekerja menutup dan membuka otomatis saat kamera dioperasikan. Nilai f terdiri dari: fl.4; f2.8; f4.0; f5.6; f8.0; fll.0; f16; f32. Makin keeil nilai f artinya makin besar bukaan lensa, yang berarti makin banyak intensitas eahaya yang masuk melalui lensa, sedangkan nilaifyang semakin besar, maka makin sedikit eahaya yang masuk melalui lensa. Nilaifyang besar memberikan konsekuensi ketajaman yang sempit, misalnya dokumen A3 difoto denganfl.4 maka bisa dipastikan, bagian pinggir dari dokumen akan tampak blur (kabur), sementara dibagian tengah tetap tajam. Hal ini terjadi sebaliknya jika nilai f besar, misalnya f8 atau f16, maka dokumen akan eenderung tajam dari sisi tengah sampai pinggir dokumen.
  15. 15. Shutter speed (Kecepatan rana) Adalah parameter kecepatan rana celah, yang berfungsi sebagai jendela penutup untuk me- Iindungi sensor dari terpaan cahaya yang masuk melalui dialragma (I). Secara mekanik, fungsi ini diatur didalam body kamera didepan sensor digital. Pada kondisi pemotretan untuk mendapatkan pengukuran yang normal secara pencahayaan, nilai diafragma akan selalu diimbangi oleh kecapatan rana. Kecepatan rana sangat bervariasi pada tiap kamera digital, sebagai contoh kamera Canon 350D mempunyai seting kecepatan antara Bulb, 30 detik sampai 1/4000 detik. Nilai Bulb adalah nilai bukaan rana tak terhingga, sesuai keinginan fotografer untuk dibuka secara terus menerus, fungsi ini digunakan untuk memotret dalam kondisi yang sangat minim cahaya, nilai 30 detik artinya rana hanya dibuka selama 30 detik, sementara nilai 1/4000 detik artinya rana akan dibuka secara singkat hanya butuh waktu 1/4000 detik saja.
  16. 16. Parameter Shutter speed pada kamera digital Canon 500, ditunjukkan 1/40 detik Semakin lama rana dibuka semakin banyak cahaya luar yang masuk, namun untuk kasus pemotretan objek bergerak akan tampak goyang/ blur, sementara semakin singkat rana di- buka, maka kamera akan semakin singkat menerima cahaya. Speed tinggi seperti 1/4000 detik bisa mematikan gerakan objek yang difoto seperti mobil formula-1, dan butuh cahaya yang terang (kuat) seperti flash pada lampu studio atau panas terik matahari pada siang hari. Untuk mengatur secara manual fungsi dari f (aperture) dan Shutter speed pada kamera, pilih mode selector M pad a bagian atas kanan kamera. Pilihan M untuk mode selector Manual pada Canon 500
  17. 17. ISO speed (kepekaan atau sensitifitas sensor) Adalah para mater untuk mengatur kepekaan sensor terhadap cahaya. Nilai pada kamera digital berbeda-beda tergantung tipe dan kelas kamera. Untuk Canon 500, nilai ISO mulai dari Auto, 100, sampai 3200 dan tambahan Hl atau H2. Untuk pemotretan dokumen, tidak disarankan menggunakan ISO tinggi. ISO terbaik yang digunakan adalah 100, dan maksimal pemakaian untuk cahaya minim diposisi ISO400 sampai ISO800. Setting Quality Adalah seting kualitas image, atau format file yang akan disimpan oleh kamera digital. Hanya duaformatfile yang akan disimpan oleh kamera digital, yaitu JPEGdan RAW. Untuk JPEG, kamera menyediakan beberapa pilihan kualitas mulai dari Small, Medium dan Large. Pada kamera Canon 500, pilihan penyimpanan file bisa dilakukan 2 jenis file sekaligus, yaitu RAW dan JPEG, Hal ini bertujuan supaya hasil pemotretan langsung mempunyai 2 format file yang bebeda, JPEGbisa langsung digunakan untuk kebutuhan web atau cetak, sementara RAW sebagai arsip master untuk bank data. ,;C6 - 4'00 (hkit 8r~ ~ . Penggunaan ISO tinggi akan ~~) menyebabkan gambar/ dokumen menjadi kasar (bebintikJ, istilah ini disebut sebagai Noise. Sementara penggunaan dengan ISO rendah, akan menciptakan hasil repro yang ha/us. Pilihan RAW dan lPEG Large pada kemera Canon 500
  18. 18. Quality Size format: L = Large (maksimum pixel dimensi) M=Medium S = Small RAW = original RAW pixel (maksimum pixel dimensi) SRAWl = Small RAW 1 SRAW2 = Small RAW 2 Pilihan Large pada RAW/ JPEGakan menentukan pixel dimensi secara optimal (maksimum), sperti yang ditunjukkan gambar 4752 x 3168 pixel (15Mp). Sedangkan dengan pilihan Medium atau Small, pixel dimensi akan dikecilkan (tidak menggunakan pixel maksimal dari kamera tersebut), sehingga file akan menjadi kecil, dan kualitas tidak sebaik jika menggunakan RAW maupun JPEGLarge. White Balance White Balance telah dijelaskan pada bab sebelumnya, namun setiap kamera digital mempunyai tingkat variasi White Balance yang berbeda, seperti halnya kamera Canon SOD. Berikut contoh seting White Balance pada kamera SOD: Berikut keterangan secara berurutan berdasarkan sumber cahaya: AWB = Auto White Balance Daylight = Cahaya matahari Shade = Cahaya dibawah bayangan Cloudy = Cahaya berawan Tungsten = Cahaya lampu pijar Fluorescent = Cahaya lampu neon Flash = Cahaya lampu flash Preset = Custom WB berdasarkan sumber cahaya apapun K = Kelvin, mengatur temperatur dalam satuan derajat Kelvin secara manual. Untuk penggunaan repro dokumen, gunakanlah pilihan flash atau K diposisi antara 5500 K sampai 6500 K sebagai pilihan yang tepat, supaya hasil repro tampak dengan warna yang sesunguhnya.
  19. 19. Software yang digunakan adalah software EOs bawaan kamera, dalam hal ini adalah versi 20.2. Software ini tidak membutuhkan serial number dan kompatible dari mulai Windows XP sampai Windows 7, bahkan bagi pemakai yang menggunakan Apple computer, software ini juga ikut disertakan dari mulai versi lOA (Tiger) sampai 10.6 (Snow Leopard). EOS50U Buku Manual kamera dan CD EOSDigital installasi v.20.2 Ada banyak paket software yang di bundel dalam satu cd, namun kita hanya membutuhkan 2 software utama saja untuk remote capture, yaitu: 1. EOs Utility 2. Digital Photo Professional EOS Utility EOs Utility adalah paramater untuk memanggil seting kamera yang bisa ditampilkan secara live dari kamera ke komputer,ieature ini akan menampilkan semua informasi yang ada di kamera seperti:f (aperture), shutter speed, 150/ Quality size, tempat penyimpanan hasil capture, dsb. Double klik EOS Utility
  20. 20. Digital Photo Professional Program ini dijalankan setelah menampilkan parameter EOSUtility, panel parameter ini adalah tempat untuk menampilkan foto-foto dokumen hasil repro via remote capture. Seperti halnya Windows Explorer, kita bisa mengakses dokumen-dokumen yang telah disimpan, baik yang baru maupun dokumen lama yang pernah di repro sebelumnya. Double klik Digital Photo Professional • De~Cfl ~DM~Ooo..rnlIrt' 1-; ~ MyCOlTctJ.er 1:¥I.cJ«jOoill.(q 'i:yDATA(D:) +..J"Dlo1>-RN1cw;..e([:) (JIC¥l)nE05SOOO6Z "+" Q Sh¥ed00CJtl'lel't$ ~w,..,.CIocur>ents fo Myfl!lt..,.ykP!aus e -J Cd, IIdl.any harilQ 0_I1.w~RcvodhDJlunr:
  21. 21. Posisi Tripod dan Kamera Digital Lepaskan semua kaki-kaki tripod, dan ubah stand kepala tripod menjadi posisi horizontal. Untuk lebih jelasnya bisa mengikuti instruksi pada saat workshop berjalan. Bagian belakang ~ stand vertikal Keterangan: 1. Buka pengunci, dan lepas semua kaki-kaki tripod sampai batas maksimum, dan kunci kembali 2. Tarik keatas stand vertikal, dengan membuka kuncinya terlebih dahulu sampai batas maksimum 3. Kemudian tekan bagian belakang stand vertikal dan putar menjadi posisi horizontal, selanjutnya atur batas panjang yang diperlukan dan kunci kembali 4. Atur kepala tripod sesuai dengan instruksi dibawah ini: 3. Putar arah sesuai gambar untuk mengunci, setelah posisi benar-benar (J1 1. Putar arah sesuai gambar untuk membuka/ melonggarkan
  22. 22. 1. Putar arah sesuai gambar untuk mebuka 3. Putar arah sesuai gambar untuk mengunci, setelah posisi benar-benar (fi 2. Putar untuk mengatur posisi (fi 2. Putar untuk mengatur posisi (fi 3. Putar arah sesuai gambar untuk mengunci, setelah posisi benar- benar (fi 1. Putar arah sesuai gambar untuk mebuka
  23. 23. Waterpass ceck, Untuk melihat apakah posisi tripod sudah rata dipermukaan tanah Dengan mengatur ketentuan sesuai dengan instruksi pada kepala tripod, maka kamera siap dipasang, posisi kepala tripod sudah benar-benar 900 terhadap dokumen yang ada dibawahnya. Pemasangan Kamera Ikuti nomer urut sesuai petunjuk nya 2. Putar bagian ini kebelakang, lihat gambar i-- 1:1I I I I I 1. Pasang di bawah kamera, dan kunci (putar) searah jarum jam, pastikan sudah terpasang dengan kuat 2. Pasang kamera ke kepala Tripod, tekan sampai berbunyi klik 3. Ikuti petunjuk pada saat workshop
  24. 24. Pemasangan Kabel USB Remote Capture Ada dua buah kabel yang akan dipergunakan untuk menghubungkan koneksi antara kamera dan komputer. Prinsip kerjanya adalah, komputer akan memerintahkan kamera untuk memotret dengan kendali penuh, baikfocusing maupun setting parameters. Khusus untuk live focusing, hanya berlaku pada kamera-kamera digital yang mempunyai feature Live view, sedangkan kamera jenis lama yang tidak empunyai fungsi live view tidak bisa melakukanfocus dari komputer, tapi harus dilakukan secara manual pada kamera. Seri kamera DSLRyang direkomendasikan untuk jenis Canon adalah: Canon SOODdan Canon SOD keatas, seperti SD Mark II, 7D atau iDs mark III or IV, sedangkan Nikon pada seri D700 keatas. Kabel USB bawaan kamera, panjang 2 meter Kabel USB tambahan (extension) untuk terhubung ke komputer, panjang 5 meter Posisi pemasangan kabel koneksi ke kamera digital
  25. 25. Selanjutnya kabel di Iilitkan pada badan tripod, seperti pada contoh gambar. Hal ini dilakukan supaya kabel tidak menggantung disamping kamera sehingga nantinya akan menghalangi pencahayaan lampu studio terhadap dokumen. 1-- 1:1I I I I I I I I I I I
  26. 26. Kemudian sambungkan kabel hitam dari kamera digital ke kabel tambahan, extension cabel dalam hal ini yang berwarna biru.
  27. 27. Singel shoot/ multiple shoot Quality penyimpanan RAW + JPEG Quality penyimpanan RAW +JPEG Pilihan parameter setting Mode selector Auto Focus/ Manual Focus Pilihan transfer data Komputer + Kamera Parameter setting pada kamera 1. Mode selector "M" Manual 2. Pengaturan "!' Aperture parameters (atur diposisi minimal 8 '" 22) 3. Pengaturan "S" Speed parameters (atur diposisi 1/125 detik) 4. Pengaturan Matering focus parameters (pilih sesuai gambar untukfocus seluruh area) 5. Pengaturan WB atau Color temperature (atur dipilihan Flash atau Daylight) 6. Pengaturan ISO parameters (atur dipilihan 100) 7. Pengaturan Image Size parameters (atur dipilihan RAW+JPEG) 8. Pengaturan penyimpanan data, Destination folder (tentukan directory penyimpanan data) 9. Focusing via remote capture software
  28. 28. Hasil dari proses pemotretan ditampilkan pada halaman aplikasi Adobe Photoshop, berikut contoh posisi gambar yang ditampilkan. ~ . I~cJ • c .,( 6 .,( ••• V K I. > r w y " L.)' __ o..-l> P.". t'vC,k8~", A!lP4'Ifl1~ cak-,t",.-""r.
  29. 29. " " , tI ,." h. t•••• t_ ""'" ,.~--"'" ~.'- ~.~ ""':W""'lII_';h;~ U~}"tl"~?·1'tti C;;:~AJGiS:i~~-=:JL!m~ IGp ,p " " • • ,." '" ,. " ,. "" lZ> ~."' '" C'O '" ",,' , ~ .. ~- ...,; , ,.:.Ji.+ IF · "" , ,,. ',.1 " .I. • "" .. .m~ •.n"...•..,':".;::.·t .••·..,._·'ll.., •••, •••.• · .•. •.., tl f. 1,- ,...,'t....,- ....1f.a•.•~ •••':.'# .,,- """'''(,"'''''''1I':':'''''''U'':'',I ,..,#.!'tttz~"-;1 !:l:J?;JJ -'?"-~~~"l"'. +, , "" ';'O. .7. 1 r·1A-t;"' •...•"1 •• _.'"'t.- .•t~~ , .,,, r · ::f,2:~·_~::.~;t:7~~" •••••• "":"i? •••••••. ~_.-.::t~....~ ,4. y. A, •. ~ ••.•."Wd"'1~ ••j, ••••,"""~ . , ",~. ••··••..••.r~-l(~~-~~.;-~., ..."."i~...-..Jt -" ""'-? •••.,.O'~ l.,..,_" -- .- '". 't -'X,'i'1"-- ."-.••...:o~,, .,-- "'r"1"I"'l'tM!1R~ t" ' .• ~..:- .••••~ .•.'t~_.:'~j,l,- ~~!!l::?:;;':k::~::~~· ~.T. .•...f"-~:......,-'J~~."t •• -'7~'" ./"l" "~.,t. '~;~:~0-r:':~~;~.=2~:~:;::~:::~.:~.::1.:~~-:..." Ji.I.7. ;f:~~u-;''l'...,'''·'':;'rr, tv ...•._"_,,",;;••,_,_so:~,,••.•. -- _.•••-t-J/,A~J.,"""-;;.·_._A" ••• !. ') ' _..•..••.•~..,.,..,~•.•~ r·..-....·7.;"" yA_~Hd. A'~~~~~~_~. fJ ••••••, •.•ri""" •.•~., ••.•'t'J •..•.~ ••.4_4 ::::;':::"-:$!g; ~:;~::-:!.•.•"..•.',..."...._.C_ -r'" '.-'"- '"', ~:r --.,-"~.,,Q......?,.."t' .•.•• ,.,...'" ~"'i""~~':r-"-~--"ii · ::'''!1~f~.!!i-~~~:.-;t:t-~"'"1' .- •....,.,.,.'!:- ..'"1i:~ ...:J<l:J f-;;r. .•.••'r~..to ••.•••4•• V",~ l'b"'''''_-''~''7''lf-'''J:~.fl'••..•• --O"-j -5-'" "'1'1"'7"'" I 1:/0U -.Cl •••••~N1---......,."..,.•_- ~Z;~~.:::.-_:e:;:·:-.-::~ '. ..• "" " I ~ _ ••: •.•1Y-~"ZI ";~r' ·f-·$. v-..;...f'•••ty ..•.~~..Jl ~- :a-g..l., 'f.' .::;1"" I r .. r > 1'"~·..•'1 Q I~ t'1tMf1HM • ~...,.,.''''Q't't>_IJj'itI''QI'~..,., 1Jo:.~......t""''''''~~~ Untuk mengambil gambar satu lembar halaman naskah lakukan proses pemotongan (cropping) dengan menggunakan tool crop yang tersedia pada tool Adobe Photoshop. Tentukan area halaman yang akan diambil dengan menggeser area cropping yang dimaksud. + '<" f. 0./. ~, :X. ,.9.c.. fL "'. " ~. T. i'. ".1. o ell, /, <, "'" D::JU -:>~ : •.•.•.J"$-ff;j ••,••,~'''1~'':;;''''~~~'1 ""rr'''' "·{~"'~"t:t.'''··''J''':'J 'i""~ 1't~'1-':':) (:1"'4.",,(, .,..,~,s".,,,,"""'~"'l}/l.f-"8'ot.~ ··..r"· .':-"""":'1'" '<:Y~••• ••• """7 .••.••~.:·, -i!".,.."'H..••.•:~:f..•..,.(:;f"9""",. .•. ;;."'ii,,;(1AM "1'lofl •••.,..•.·'J~..,·r" 'N':5'>')')" " G"l:I A~ •••• "'-6~N tJ~' .,j.' ••.•..}~If.:".••~·''l~:)·'&. ..;,.'" .:•• _ .•..v ·'''''";''~''·V·''I<4iU'1,(~~''J.'''''''1~'''' '"!l"-:'''''''1"tll.l4lf"MV,MHI,.'64;.'fj", ••Hvf' 'i.;,"J ~'7f';"""""7;''''';''7--'~'' .••..1:' ••, ••!.-"" .•..J ...••1,."'~·. 4- ,t'~~""lf·":'·~,f.U~:'S""'1""" r..-;:r' •..,1.' ..•...:.·..•··":.;" ..•.J~I:O:•.•.~JI· .,_., •..••,r.~.,~ .., ......,Al;. ••.•.. ,.t!-..,A..,"'. +~J "~""tJ.. ~ •.~ ••1. "/"" ~i,..··i"'· •..•.••-'-"'~ .•~·· .,~ ~.•~~_ ..•• ••.••.••••.k! •••••'1~.,..:h .•....•'7.•.·I' .""'./ '"'J'uS "1"" ''1:'1 '}~';;" """"::"'"1"~:';; ~·,..1.t~L"~ -_·"l'-~1.·'1"_":'''1''·'''''' ,.•-;;.,t ",~.$.,,"';~·''''''rlt-(J"5~:~.•""!. ,.,.,~)~~l:;;'••"J~''''''''"':~~''l~I~,,-,dM>':' ~"""-:'U(!I""::;'''':I •·.•f:;,v •..•• .•..•"'1 ••••••••• 'I:J'!I'"
  30. 30. Untuk hasil tampilan gambar dengan kualitas yang baik aturlah nilai kontras dengan menggunakan opsi menu Image> Adjustments> Auto Contrast < r f'. • ...,. :;::JJ -.::>C co ' ,I--,c:'""- ...."'c:'7~' 1u_ .••••&' •......•.• MJ•..;,...,.••.•~,iLJc.:.4Jt-:.; 'J •...,.", •.•• ~.e ., ••'1"1U' • ..:ilI?Uf •••••••'., ':.J •..•..•~ .•..•11•• ~ ./«t .. '? •.•..••J~ ••"W~ •• "" •••• '1&_.:.... ~. ••"'....•. ..."•.."'70 .•.••.)~',()11 •.:•• ~.'#'lIft .u;..t~ml~,u$ "'''Jt?~.--;~''''• .,?..~.'ifT"~lNl.a~!r.U Hasilnya akan terlihat tampilan gambar naskah akan lebih kontras daripada tampilan sebelumnya. ,~.,.,u.,....•.."'f.:a"'~D'tI .t,*1"'J- .••~". ., ,.,"o~ ",•.••tl., ••.,"(;j ~~A_.--~'·--m--~~~'I". ''7.j' ., "" f' .Jl,~.x...,-.,J:l ••.,I,:v'*- __ s.,_.;:: ::-.,-..•"'..m.....,(v.'1,f1tt •.• ;)"'bf?t.nrj-"et "'11"'-~'•.•1'Ml.., •.•• &&.c.=:>':''i-1f •.• ~_z~~....w~<_~_ {j •.. .,...&t;f--. .....•lv·~...;,~J~··. .,•..•f.,-·Z/- ..,·, •.•.,;;.:;;:~"'_~/i)"'l fIl •• _ •••.••••..,?M-.- ... ,A';''f"Vl_' u*1 .,.,....'t/.,..:ul':1"'7ir, ,!lAt"Y'" _~/.-1t.t.lt .,....,-f· 1;;-:.,t..,7 •.•~n..-"•.,.q-:;.6-' ., ~••..•~~,~'1~:..•~, .,..··.,-'r~1U"'•.•.,.•.;,. ","'riUl~'1 '::.J .U'~.u •....••..':. ., •...•'?.-n, •••.•_r:;_ ...•..,~_~. v-ot1. "' __ __ ?3"Q.,~?d ••.••.'Uf,. 1U)""r:t,""'J 1.•.•,$ '""1"(J1~~" .,.,,.~•.,.u::;Aa."6f'~"" _•..• __ P.A •••.• _ ...:...':._ .•.•._.- •.• Melakukan proses pengeditan seperlunya pada tampilan lembar naskah. Pada umumnya tampilan naskah dibiarkan apa adanya sesuai aslinya. Namun bila terdapat semacam nod a bisa dihilangkan dengan pilhan tool Patch yang tersedia pada tool di Adobe Photoshop.
  31. 31. I Tool Area yang dibersihkan ., ••••.,••.••f· 6-...~.,tm~tM•..~.,Nl1iL-. ,s;&, IfttJ trn ••""" •.•••• .,-4Ujr;.•.•Mnt ., ••n~? ••••t __ "" • ~ ttHt '# Ie" o-/f' rn Q .,M"? .•~.'lt •• ,,-.uf4O':l_., .••"t.J IfU~ ••...•••.,.•••n ~ G'" () .,..n "1~l}?...,,<fII:"-'"'..A, •...•...,..a. ilm •..• e-pt-» MT1wn.,.,..,).,~.,u ••..••.4f)1.'tft ~')8.'P1/W, .•..•.$' "onJ'''d'~~ ,fIJ u,.'i<U~'?'Ot ~~oU •• .I'•.l'._ •• ~..:..~_ •• ~_ •• ~." .., f ,..-.,? ., -..,fc':i .•.•~-~ 4l"",_ •••(1.•.•~.,=t.., ~ ~ .,A. '.,ff...• ., ..•~ ~~A~~~ •••~~~-~~--~~~ .,.....•....,""f·1I'l.•.•..R."1•.•.•..,~CA.,<5.* 1M _&., .....~Q ~ 'l'Q•••••••~r"'?(V."'.Ioq ••• ~ ., 3...;:;r*i.& eo -11';' •.•••,•.•..,.,•••..,ItA •.•.•.':''')"1f"·'" ,,J;:( '"•••~.•.•~ ~ u 0, .8..e.i f~ .•.•.,O.~...;,•....o••.bt_*'" ., f'1-'7:I A-f'.,•..•.,~ ' "1.•.••••"i;....., .•.•••., .,••••.•"""•.•'6 g41.,&t> ••.•, •••., ."'" _....":{"~"'U'1(]••i)i. ?«m.""" ••.••~; ••••_ """"""'f- Ii; ..,m'>': tm...v"", , ~I~· "ic:4It t... ., .,.10.. .,•..., ., .,_, .,,,,,., •••,,,,,b,,,,,, .........,""'1-.,0.. .,....,' "-''1~",,;4',,"7?~"7 - El " IG " I. o A Hr"o.,tl)f' "'. R 2'" Jl G ~1~ • ••• +. II. 3 •• l*1er. Ch~!'M rq~tor ••1. R' JI. G' e: +. x 1.22 y 5.36
  32. 32. Untuk memeriksa ukuran tampilan gambar yang dihasilkan pilih opsi menu Image> Image Size, di sini akan ditampilkan nilai ukuran da.n resolusi gambar yang dimaksud. Klik OK bila sesuai dengan ukuran yang diharapkan. I. T. ".A. J./. I-' -.=; :'LJ '"fYUI '7 MJ flSfJ. (U) ~ ItfJ (ffl) w ~ (J U () Da.m'1om~" ~ /' II 'M '7'0(l'HI fNI tJm ~ '7 Ml /; (E/] !WI ~ • 0 trn om am fI.A fI.A I1Sl2 fYUJ. Q.n ttJJ om om 2 , "'''6 U U "1 tKl ,.,.,U> i €I ~ tT/ tAA ~ ('"' '?(1<1' '? IU:l '1M Nn flA om 1M? '1em '1"1ll.. 14:»9 tTJ rr)'J'?d~IJ~~ o 0 fNI ...:I#. '? om rl:.JJ(l;jl tTJ!WI o C'" 0 II fNI em fF1JMn nII...m Dc""".", Proper!"", 2lp..,....".,1e "'- B>:~",~ .om i rr.n Ml tUn II<) fI.A '1 ('"' .I!l.-'- " -.. ",.., n ft •• "'... & /I..., 4-.1'1 II Langkah terakhir adalah melakukan proses penyimpanan file gambar (Save), dengan memilih opsi menu File> Save. :;IC1,o!::e .. :~"':nA~ .. Opo.-nRec/!!-d H •.••..l.,.,.?Hl""' .•.•11~;,...•0j•.~-rJ-t't") ~cm N.•vi •.~(>r ••r. 'C:.5>!' Cttf."W "'(f •.•ll"'l=t''1·~e.~ "'j..'l,f;);..,':(,'l.'e. R ~ G :::;o'/ell5. S'it+Ctrl+S ~~aM~aM~'~~~~~~~~~ • A~+ t+Ctrl+S Q 0 0.. 0 .,,,,)"jtClj °t' ~":Uof""""'JA.f'~'Y"<5'~ +. "W •. -.AMt'I ?U'~<U";"?lUAm.Af:j"""'tr'((j'''''''' ["(<Of! ;::r "'iJ<,»ri"1,e..a_~~,•..•~.u""~.M"Ju L.a)'.r. (h- E!:! t «.<.3':'i-,f,LMho» ~~,..,.•.•eJ""'~CJ~ WOIt-9'()I~ u"~,~"~i!.1f.%~~?O·-J::..~.-uct,:,~Mt&l'lt •. r~ I" ~OMOle 'l •.•f'lc<t••7J.••~·..,""'7~'"1 •.•••.•.•.1~·" ~te info ... "1.m •••"..•.•.•..•,"l,.-o:;.•_.- •..•Jr:..qi"'l •.•..•_, U,~"dni •.."?i)(nn.t ?""''''''''' •••••"C#oj ;,.", :)Q1J'" 5a:uP .. ;r~'t+Crri+P "'7 ••.••..,""'t·="tlflt tW11Pre't~. Ctr!+P - ,-... ~, :It,,t ... A1t+Cl'1+P "_t-...'7c:"" .•..•.,.."~?HJ~J ••••.•...•c."z... ...,.l.e " 1 :>t'",,'~Cop}' At+$hfI+CtrI+P tm.mollhl~~I~,-;..,r:.."''''J"__."'AA,~.a IUff(lIO" ·},.,.,·.· •.••'1•.•r••.•c21." •••• ':::J ••.• ~ .•.• ,~.:J. bt. C~I *}tn, ., ••..,.]HJ """r; ""-"-~i.'ltloA':'.. """~4)J.a. «n""'.'cm~-::...,u.t_..••}M~1 ••l,f}, ('f70~"".31 ',,4 J ., •.•.•..,(!J"};;.; .•••, '1'},:..'i •..•~.1 .•..•~~ ••.• •• ~__ R•.t'._ •• ~•••••• _ •• ~~ ••
  33. 33. Tentukan penyimpanan folder untuk gambar halaman naskah, dan beri nama file pada kolom File Name dan tentukanformatfile dalam hal ini menggunakanformat TIFF. Bila sudah ok klik tombol Save. , "'!'- ',to 12 ;.:, Il>olo ! ~,'tl: y, 0../. l~. Z. ;;g.~ . .1.•... {. T. e ".~ • • ,,1 ,"!Ji. v. "i '-' ~ :L:J d.l1D -J>}.If." Fl ecent, I Oo~t" ~ MyOO:U:llet"'tS ----------------------I ~ '.1 :fd••.••..."'. ""k<lh ",U ., : My tJe(~k I F":(m~t WaM'lMIIU •..•i , L ~ ·_~_~ __ ~ ~J S~'eGr;J~I~ Sove' f]A.. Copy Terdapat pilih TIFF Options. Pilih NONE pada opsi Image Compression untuk menghasilkan kualitas gambar maksimal, lalu tekan tombol OK. ~~~""}W"1"~' ••..• ""=~#~'W'r;~'" ;ffim--J="~""'''''' -'"T'-.~ r"'i-· ••.rr· - < • It;~~~~.~hol(l~~J1,,.[1J~II~led.~,~ 15~ (R(iBlJ. $. • *d, ~ • "rl File' Edt Image Lay"" Seled Ftlter Vi<!N, W'">dow H!$ ).". i,~ ~ 0 R.,it. Wi"~~..,,'.r(> m 01;:>.,'. P>l.H•• ,.;I If- I) ~.!. ~, t:f. f. (,,/./. , ·7"ffi . .:J.!., ~ i/.CJ. !J.•... ~, T. 8 !',~. J../. :,"1 L:l,. o m;;q" CompressiOn (;)NONE OLZW~ oZIP oJPEG Byte ()"der (O) Blvl PC 0,,· inhy,h
  34. 34. Berikut tampilan satu file gambar halaman naskah yang telah dihasilkan pada folder penyimpananfolder file yang telah ditentukan. -l :,:,~-)t{; .:- J '_. r [-:t:'_ e-t:s - . ! ~;.c~ j 'yC~J:~ 3·•••Fq.pv (" ) lO(.~ l :.Jt. ( , • --l~'"'JSl.S"1 - .....l:>OCUJl!'nts <!fld Settrqs • -J~ 0- , -A. t.r-~ ..••~¥03 ....J(~ .J f~'$<-too .It- ",rL",~,:~

×