Tugas konsep oleh bu rita

1,542 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,542
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
31
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas konsep oleh bu rita

  1. 1. Tugas “Konsep Kebidanan” ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR OLEH: KELOMPOK 6 1. 2. 3. 4. 5. ADRYANI ADI HERLINAWATI ILAWATI SITTI ANDRIYANI WA ODE HARLIN AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA KABUPATEN MUNA 2013
  2. 2. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillaahirabbil’alaamiin, puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan Rahmat, Karunia dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah“ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR”. Selain bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah “KONSEP KEBIDANAN”, makalah ini juga disusun dengan maksud agar pembaca dapat memperluas ilmu dan pengetahuan tentang Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir. Makalah ini memuat tentang asuhan kebidanan pada bayi baru lahir. Kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Dosen Mata Kuliah Konsep Kebidanan yang telah membimbing kami. Tak lupa pula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Kritik dan saran selalu kami harapkan demi penyempurnaan makalah-makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Raha, 26 September 2013 Penyusun 2 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  3. 3. DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL…………………………………………………........i KATA PENGANTAR .....................................................................................ii DAFTAR ISI……………………………………………………………….iii BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang.......................................................................................4 2. Rumusan Masalah..................................................................................5 3. Tujuan....................................................................................................5 4. Manfaat.................................................................................................. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian bayi baru lahir.....................................................................6 2. Asuhan pada bayi baru lahir..................................................................6 3. Asuhan pada bayi usia 2-6 hari……………..…………………..…..10 BAB III : PENUTUP A. KESIMPULAN.....................................................................................14 B. SARAN ................................................................................................14 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................15 3 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian telah menunjukan bahwa lebih dari 50% kematian bayi terjadi dalam periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir yang lahir sehat atau akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. (Prawiroharjo, 2006; h.132) Berdasarkan penelitian WHO seluruh dunia, terdapat kematian bayi khususnya neonatus sebesar 4 juta jiwa/tahun. Kematian bayi tersebut terutama di Negara berkembang sebesar 99% dan 40 ribu dari bayi tersebut adalah bayi di Negara Indonesia. Bayi lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500- 4000 gram dan tanpa cacat bawaan. Hal-hal yang mungkin akan terjadi apabila tidak dilakukan asuhan pada bayi baru lahir diantaranya adalah akibat hipotermi pada bayi baru lahir dapat terjadi coldstrees yang selanjutnya dapat menyebabkan hipoksemia atau hipoglikemia dan mengakibatkan kerusakan otak. kurang baiknya pembersihan jalan nafas waktu lahir akan mengakibatkan kesulitan pernafasan, kekurangan zat asam, dan apabila hal ini berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan perdarahan otak, kerusakan otak dan kemudian keterlambatan tumbuh kembang. Tak kurang penting adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat, melalui mata, melalui telinga pada waktu persalinan atau pada waktu memandikan/ membersihkan bayi dengan bahan, atau cairan atau alat yang kurang bersih. 4 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  5. 5. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah: Bagaimana proses asuhan kebidanan pada bayi baru lahir? C. Tujuan Tujauan dari pembuatan makalah ini adalah: Agar mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang asuhan kebidanan pada bayi baru lahir. 5 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir normal adalah bayi yang baru lahir pada usia kehamilan 37-40 minggu dan berat badannya 2500-4000 gram. (Dewi, 2011; h. 1) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram dan tanpa cacat bawaan. 2. Asuhan pada bayi baru lahir 1) Jaga kehangatan bayi. Berikan bayi kepada ibunya secepat mungkin. kontak dengan ibu dan kulit bayi sangat penting untuk kehangatan mempertahankan panas tubuh bayi. Gantilah handuk/ kain yang basah, dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan kepala bayi telah di lindungi dengan baik untuk mencegah kehilangan panas. 2) Insiasi menyusui dini Untuk mempererat ikatan batin antar ibu dan anak, setelah di lahirkan sebaiknya bayi langsung di letakkan di dada ibunya sebelum bayi di bersihkan. Sentuhan kulit dan kulit mampu menghadirkan efek fisiologis yang dalam di antara ibu dan anak. Penelitian membuktikan bahwa ASI ekslusif selama 6 bulan memang baik bagi bayi. 6 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  7. 7. Satu jam pertama bayi menemukan payudara ibunya, ini adalah awal hubungan menyusui yang berkelanjutan dalam kehidupan ibu dan bayi menyusu. Setelah IMD dilanjutkan pemberian asi ekslusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga 2 tahun. Jika dilakukan kontak antara kulit ibu dan bayi, maka hormone stress akan kembali turun sehingga bayi menjadi lebih tenang, tidak stress, pernafasan dan detak jantungnya mulai stabil. Sentuhan, hisapan, dan jilatan bayi pada putting susu ibu selama proses IMD akan merangsang keluarnya oksitosin yang menyebabkan rahim berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan pada ibu. Sentuhan bayi juga merangsang hormone lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, serta merangsang pengaliran ASI dari payudara. Secara ilmiah proses inisiasi menyusui dini akan mengurangi rasa sakit pada ibu. Tatalaksana inisiasi menyusui dini, yaitu diantaranya : a. Anjurkan suami atau keluarga saat melahirkan. b. Hindari penggunaan obat kimiawi dalam proses persalinan c. Segera keringkan bayi tanpa menghilangkan lapisan lemak putih d. Dalam keadaan ibu dan bayi tidak memakai baju, tengkurapkan bayi didada atau perut ibu agar terjadi sentuhan kulit ibu dan bayi dan kemudian selimuti keduanya agar tidak kedinginan. e. Anjurkan ibu untuk member sentuhan kepada bayi untuk merangsang bayi mendekati puting f. Biarkan bayi bergerak sendiri mencari putting susu ibunya g. Biarkan kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibunya minimal 1 jam walaupun proses menyusui telah terjadi. Bila belum terjadi proses menyusu hingga 1 jam, biarkan bayi berada di dada ibu sampai proses menyusu pertama selesai. h. Tunda tindakan lain seperti menimbang, mengukur, dan memberikan suntikan vitamin K1 sampai proses menyusu selesai. i. Proses menyusu dini dan kontak kulit ibu dan bayi harus di upayakan meskipun ibu melahirkan secara oprasi atau tindakan lain. j. Berikan ASI saja tanpa minuman atau cairan lain, kecuali ada indikasi medis yang jelas. 7 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  8. 8. 3) Pencegahan infeksi Pencegahan infeksi merupakan penatalaksaan awal yang harus pada bayi baru lahir karena bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Pada saat penanganan bayi baru lahir, pastikan penolong untuk melakukan tindakan untuk pencegahan infeksi. Tindakan pencegahan infeksi pada bayi baru lahir adalah sebagai berikut: a. Mencuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi b. Memakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum di mandikan. c. Memastikan semua peralatan, termasuk klem, gunting dan benang tali pusat telah di desinfeksi tingkat tinggi atau steril. Jika menggunakan bola karet penghisap, pakai yang bersih dan baru. Jangan pernah menggunakan bola karet penghisap untuk lebih dari satu bayi. d. Memastikan bahwa timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih. e. Menganjurkan ibu menjaga kebersihan diri, terutama payudaranya, dengan mandi setiap hari(putting susu tidak boleh disabun). f. Membersihkan muka, pantat dan tali pusat bayi baru lahir dengan air bersih, hangat dan sabun setiap hari. g. Menjaga bayi dari orang-orang yang menderita infeksi dan memastikan orang yang memegang bayi sudah cuci tangan sebelumnya . 4) Memberi Vitamin K Kejadian Perdarahan karena difesiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi, bekisar 0,25-0,5%. Untuk mencegah terjadinya perdarahan tersebut, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1mg/hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi dari vitamin K parenteral dengan dosis 0,5-1 mg I.M. (Prawirohardjo, 2006; h. 135) 8 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  9. 9. 5) Memberi obat tetes/ salep mata Di beberapa Negara perawatan mata bayi baru lahir secara hokum di haruskan untuk mencegah terjadinya oftalmia neonatorum. Di daerah dimana prevalensi gonorea tinggi, setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam setelah bayi lahir. Pemberian obat mata eritomisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual). Perawatan harus dikerjakan segera. Tindakan ini dapat dikerjakan setelah perawatan tali pusat, dan harus dicatat dalam status termasuk obat apa yan digunakan. (Prawirohardjo, 2006; h. 135) 6) Identifikasi bayi Apabila bayi di lahirkan di tempat bersalin yang persalinannya lebih dari satu persalinan, maka sebuah alat pengenal yang efektif harus di berikan pada setiap bayi baru lahir dan harus tetap di tempatnya sampai waktu bayi di pulangkan. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien, di kamar bersalin, dan di ruang rawat bayi. Alat yang digunakan hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas. 7) Rawat gabung Rawat gabung adalah satu cara perawatan ibu dan bayi yang baru di lahirkan tidak di pisahkan, melainkan di tempatkan dalam sebuah ruangan, kamar atau tempat bersama-sama selama 24 jam penuh dalam seharinya. Dengan kata lain, rawat gabung adalah suatu system perawatan ibu dan bayi bersama-sama atau pada tempat yang berdekatan sehingga memungkinkan sewaktu-waktu atau setiap atau setiap saat ibu tersebut dapat menyusui bayinya.menurut sifatnya, rawat gabung dibedakan menjadi dua, yakni rawat gabung kontinu, yaitu bayi berada disamping ibu terus menerus, serta rawat gabung intermiten yaitu bayi hanya sewaktu-waktu saja bersama ibu, misalnya pada saat bayi akan menetek saja. Tujuan rawat gabung secara umum adalah membina hubungan emosional antara ibu dan bayi, meninglkatkan penggunaan air susu ibu (ASI), pencegahan infeksi dan pendidikan 9 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  10. 10. kesehatan bagi ibu.dengan rawat gabung bayi dapat menyusui bayinya sedini mungkin, kapan saja, dimana saja bayi membutuhkannya.ibu dapat melihat dan dan memahami cara perawatan bayi secara benar yang dilakukan oleh petugas, ibu mempunyai pengalaman dalam merawat bayinya sendiri selagi ibu dirumah sakit, dapat melihat suami secara aktif untuk membantu ibu dalam menyusuii bayinya secara baik dan benar, ibu mendapat kehangatan emosional/batin karena selalu kontak dengan bayinya. Syarat bayi baru lahir bisa dilakukan rawat gabung, antara lain bayi lahir spontan baik presentasi kepala maupun bokong. Apabila bayi lahir dengan tindakan, maka rawat gabung di lakukan setelah bayi cukup sehat, reflek menghisap baik tidak ada tanda-tanda infeksi dan lainlain. Apabila bayi lahir secara secsio sesaria dengan pembiusan umum, rawat gabung di lakukan setelah ibu sadar dan bayi tidak mengantuk, 4-6 jam setelah oprasi selesai 3. Asuhan Pada Bayi Usia 2-6 Hari 1) Pembrian minum Salah satu yang pokok minuman yang hanya boleh di konsumsi bayi baru lahir dan di berikan secara cepat/ dini adalah air susu ibu (ASI), karena ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. ASI diketahui mengandung zat gizi yang paling sesuai kualitas dan kuantitasnya untuk pertumbuhan dan perkmbangan bayi. Berikan ASI sesering mungkin sesuai keinginan bayi (on demond) atau sesuai keinginan ibu(jika payudara penuh)atau sesuai kebutuhan bayi setiap 2-3 jam ( paling sedikit setiap 4 jam), berikan ASI dari salah satu payudara sampai payudara benar-benar kosong, setelah itu apabila masih kurang baru diganti dengan payudara sebelahnya. Berikan ASI saja (ASI Eksklusif) sampai bayi berumur 6 bulan. Selanjutnya pemberian ASI diberikan hingga anak berusia 2 tahun, dengan penambahan makanan lunak atau padat yang disebut MPASI (makann pendamping ASI). 2) Menjaga kebersihan kulit bayi 10 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  11. 11. Memandikan harian bayi dilakukan, harus diruang yang hangat, bebas dari hembusan angin langsung dan tergantung dengan kondisi udara, jangan memandikan bayi langsung saat bayi baru bangun tidur, karena sebelum adanya aktifitasdan pembakaran energy dikuatirkan terjadi hipotermi dan bayi masih kedinginan, prinsip memandikan bayi adalah cepat dan hati-hati, lembut, pada saat memandikan membasahi bagian-bagian tubuh tidak langsung sekaligus. (1) bagian kepala: lap muka bayi dengan waslap lembut, tidak usah memakai sabun, kemudian lap dengan handuk lalu basahi kepala dengan air kemudian pakaikan sampo kalau rambut kotor, kemudian dibilas dan dikeringkan dengan handuk, (2) bagian tubuh: buka pembungkus, pakaian, popok bayi, kalau bayi BAB, bersihkan terlebih dahulu, kemudian lap tubuh bayi dengan cepat dan lembut memakai waslap yang telah diberi air dan sabun mulai dari leher, dada, perut, punggung, kaki de4ngan cepat, kemudian angkat tubuh bayi dan celupkan ke bak mandi yang telah diisi air dengan hangat ± 37 derajat celcius. (3) angkat tubuh bayi lalu keringkan dengan handuk, pakaikan minyak keringkan dengan handuk, pakaikan minyak telon dengan dada, perut dan punggung jangan pakaikan bedak, lalu pakaikan baju, kemudian bayi dibungkus agar hangat dan dekapkan ketubuh ibu. 3) Perawatan tali pusat bayi Banyak pendapat tentang cara terbaik perawatan tali pusat. Telah dilaksakan beberapa uji klinis untuk membandingkan cara penanganan tidak ada peningkatan kejadian infeksi pada tali pusat bila dibiarkan terbuka dan tidak melakukan apapun selain membersihkan luka tersebut dengan air bersih. Untuk diwaspadai bagi Negara-negara yang beriklim tropis, penggunaan alcohol yang popular dan terbukti efektif di daerah panas alcohol mudah menguap dan terjadi penurunan keefektifannya. Bedak antiseptic juga dapat kehilangan keefektifannya terutama dalam suasana kelembaban tinggi (bila tidak dijaga). Sehingga penggunaan bahan tersebut dapat mengakibatkan infeksi, kecuali bila obat tersebut dapat dijaga agar tetap kering dan dingin. karena tidak ada bukti kuat penggunaan alcohol tersebut mahal dan sulit untuk mendapatkan bahan yang berkualitas, untuk sementara ibu nifas membiarkan tali pusat mongering sendiri. Hasil penelitian tersebut diatas menunjukkan bahwa dengan membiarkan tali pusat mongering, tidak ditutup dan hanya 11 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  12. 12. dibersihkan setiap hari dengan menggunakan air bersih, merupakan cara paling cost effective untuk perawatan tali pusat. Bidan sebaiknya menasehati ibu agar tidak membubuhkan apapun pada sekitar tali pusat karena dapat mengakibatkan infeksi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kelembaban (akibat penyerapan oleh bahan tersebut) badan bayi sehingga menciptakan kondisi yang ideal bagi tumbuhnya bakteri, penting untuk dinasehati pada ibu, agar tidak membubuhi apapun dan hendaknya tali pusat dibiarkan membuka agar tetap kering. 4) Mendeteksi tanda-tanda bahaya pada bayi Jika menemukan hal seperti ini harus segera dilakukan pertolongan dan orang tua harus mengetahuinya seperti:  Pernafasan sulit atau lebih dari 60x/ menit.  Terlalu hangat (>380C) atau terlalu dingin (<360C.  Kulit bayi kering (terutama 24 jam pertama), biru, pucat atau memar.  Hisapan bayi saat menyusu lemah rewel, sering muntah, mengantuk berlebihan.  Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, berbau busuk, berdarah.  Tidak BAB dalam 3 hari, tidak BAK dalam 24 jam, tinja lembek/encer, sering bewarna hijau tua, ada lendir atau darah.  Menggigil, rewel, lemas, mengantuk, kejang, tidak bisa tenang, menangis terus menerus 5) Kebutuhan istirahat tidur Dalam dua minggu pertama setelah lahir, bayi normalnya sering tidur. Neonatus sampai 3 bulan rata-rata tidur sekitar 16 jam sehari. Pada umumnya bayi mengenal malam hari pada usia 3 bulan. Sediakan selimut dan ruangan yang hangat pastikan bayi tidak terlalu panas atau terlalu dingin. 12 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  13. 13. 6) Imunisasi Imunisasi adalah suatu cara memproduksi imunitas aktif buatan untuk melindungi diri untuk melawan penyakit tertentu dengan memasukkan suatu zat kedalam tubuh melalui penyuntikan atau secara oral. Asuhan bayi 2-6 hari : 1. Melakukan pemeriksaan keadaan umum bayi yaitu R, N, S, BB 2. Pemberian minum bayi berupa ASI 3. Menjaga kebersihan kulit bayi 4. Merawat tali pusat bayi 5. Memenuhi kebutuhan imunisasi pada bayi 13 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  14. 14. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram dan tanpa cacat bawaan. 2. Asuhan bayi 2-6 hari : 1. Melakukan pemeriksaan keadaan umum bayi yaitu R, N, S, BB 2. Pemberian minum bayi berupa ASI 3. Menjaga kebersihan kulit bayi 4. Merawat tali pusat bayi 5. Memenuhi kebutuhan imunisasi pada bayi. B. Saran “Tak Ada Gading Yang Tak Retak”, Jika terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, diharapkan kritikan dan saran dari Bu Dosen dan teman-teman, agar penulisan makalah selanjutnya lebih baik dari sebelumnya. 14 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir
  15. 15. DAFTAR PUSTAKA (http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/archives/171) Ambarwati, Eni Retna dan Wulandari. 2009. Asuhan Kebidanan Nifas.yogyakarta: Mitra Cendikia offset. Hani, Ummi dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika. Hidayat, Aziz Alimul dan Moh. Wildan. 2011. Dokumentasi Kebidanan. Jakarta: Salemba medika. http://www.poltekes-pontianak.ac.id.2010. Diambil pada Tanggal 23 Mei 2013 Pukul 12.00 WIB. Ladewig, Patrecia, dkk. 2006. Asuhan Ibu dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: EGC. Manuaba, Ida-Bagus Gde dkk.2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC. Maryunani, Nurhayati. 2008. Buku Saku Asuhan Bayi Baru Lahir (Asuhan Neonatal). Jakarta: Tim. Muslihatun, Wafi. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitramaya 15 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir

×