1
Proses Persiapan Penyempurnaan ( Pre Treatment ) Pada Kain Campuran
Poliester – Kapas / Teteron-Cotton ( T/C)
( Proses P...
2
Prinsip dari proses simultan adalah adanya kesamaan kondisi proses dan zat yang
digunakan tidak saling mengganggu tujuan...
3
C. PROSES PEMASAKAN (SCOURING)
Pemasakan merupakan proses persiapan yang memegang peranan penting
bagi bahan tekstil kar...
4
2. Pemantapan panas kering (Dry Setting) → penamtapan panas dengan
menggunakan udara kering pada suhu tinggi yang berasa...
5
1. Diagram Alir Umum Proses Pre Treatment Pada Kain Poliester
Kain grey polyester-kapas (T/C)

Proses penghilangan kanji...
6
Menyiapkan kain T/C hasil proses penghilangan
kanji, pemasakan dan pengelantangan secara
simultan

Proses pemantapan pan...
7
Waktu

= 90 menit

2. Proses Pemutihan Optik
a. Pemutihan Optik Poliester
OBA

= 0,5 %

Carrier

= 0,5 g / L

pH

= 4-5
...
8
2. Proses Pemutihan Optik
OBA (kapas)

= zat pemutih optik untuk serat selulosa (kapas)

OBA

= zat pemutih optik untuk ...
9
b. Pemutihan Optik Kapas
Berat kain awal

= 7,43 g

Jumlah larutan

= berat bahan x volt
= 7,43 g x 20
= 148,6 g
= 148,6...
10

G. LANGKAH KERJA
1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara
Simultan
•

Menyiapkan alat dan ba...
11
•

Mengevaluasi kain.

IV. DATA PRAKTIKUM
1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan
B...
12
EVALUASI HASIL PROSES PRE TREATMENT KAIN POLIESTER-KAPAS (T/C)
1. Uji Daya Serap
Setalah dilakukan uji daya serap kain ...
13
Berat awal (BK1)

= 7,16 g

Berat akhir (BK2)

= 6,23 g

% Pengurangan Berat = {(BK1 – BK2) / BK1} x 100 %
= {(7,16 g –...
14
1

2

3

4

5

2. Proses Pemutihan Optik
Hasil kain setelah proses pemutihan optik
Sebelum

Kelompok

Sesudah

1

2

3
...
15
Poliester yang dikerjakan pada larutan alkali akan menghasilkan kain yang ringan,halus,
dan lembut. Sedangkan serat kap...
16
pengenduran dan perubahan struktur serat tergantung dari suhu dan lamanya proses
pemantapan panas serta tegangan yang d...
17
V. KESIMPULAN
•

Semakin banyak konsentrasi H2O2 yang digunakan maka daya serap kain akan
semakin cepat..

•

Semakin b...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tc2

512 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
512
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tc2

  1. 1. 1 Proses Persiapan Penyempurnaan ( Pre Treatment ) Pada Kain Campuran Poliester – Kapas / Teteron-Cotton ( T/C) ( Proses Penghilangan kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan, Pemantapan Panas, serta Pemutihan Optik) I. MAKSUD DAN TUJUAN A. MAKSUD Mempelajari bagaimana mekanisme proses pre treatment pada serat alam dan serat sintetis yang meliputi proses penghilangan kanji (dezising), pemasakan (scouring), pengelantangan (bleaching), pemantapan panas (heat setting) dan pemutihan optik (optical brightening). TUJUAN 1. Menghilangkan kanji pada serat campuran polyester-kapas baik kanji alam dan kanji sintetis hasil dari proses pertenunan. 2. Memperoleh kain campuran polyester-kapas yang bersih dari kotoran alami maupun kotoran luar sehingga meningkatkan daya serap kain. 3. Menghilangkan kotoran-kotoran organik yang tidak hilang hanya dengan proses pemasakan saja. 4. Menstabilkan dimensi kain campuran polyester-kapas sehingga dimensi kain tidak berubah pada saat proses selanjutnya. 5. Memperoleh kain campuran polyester-kapas yang lebih bersih dan lebih putih. 6. Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pre treatment kain polyester-kapas (T/C). 7. Menganalisa dan mengevaluasi hasil proses pre treatment. II. TEORI DASAR A. PROSES SIMULTAN DAN MEKANISMENYA Tujuan dari proses simultan adalah untuk menghilangkan berbagai kotoran alam dan luar pada bahan tekstil yang kelebihannya adalah cepat dan murah sedangkan kekurangannya adalah hasil yang diperoleh masih kurang dibandingkan dengan proses secara terpisah terutama untuk serat alam, sedangkan untuk serat sintetik hasilnya relatif sama. Proses ini banyak digunakan terutama untuk serat sintetik dan campuran karena macam dan jumlah kotoran yang harus dihilangkan tidak sebanyak pada serat alam, namun terkadang juga dilakukan pada serat kapas dan rayon. Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  2. 2. 2 Prinsip dari proses simultan adalah adanya kesamaan kondisi proses dan zat yang digunakan tidak saling mengganggu tujuan masing-masing proses persiapan penyempurnaan yang dilakukan. Mekanisme prosesnya sama persis dengan proses yang dilakukan terpisah. B. PROSES PENGHILANGAN KANJI (DESIZING) Proses penghilangan kanji ( Desizing ) bertujuan untuk menghilangkan kanji yang terdapat pada bahan yang berasal dari pertenunan. Proses ini merupakan proses awal dalam industri penyempurnaan tekstil. Benang lusi kain tenun biasanya dikanji untuk menambah kekuatannya agar permukaan benang licin dan tahan gesekan serta tarikan. Pemilihan jenis kanji yang dipakai ditentukan oleh jenis serat. Sedangkan cara penghilangan kanji sendiri bergantung pada jenis kanji dan sifatsifat serat. Metode yang digunakan adalah cara Exhaust ( perendaman ) dan cara kontinyu. Bahan yang telah dihilangkan kanjinya diharapkan memiliki sifat daya serap terhadap air dan zat warna yang baik. Karakteristik kanji dapat dilihat pada tabel berikut : Jenis Kanji Starch Karekteristik Mudah didegradasi Zat Penghilang Kanji Enzim Modifikasi Starch Akrilat, PVA, CMC, Spec, Larut dalam air Oksidator Penggelembungan dalam air Modifikasi Starch Modifikasi akrilat / PES Tahan air panas Netralisasi dan dispersi Penghilanagn kanji dengan pemakaian enzim dan oksidator akan mendegradasi kanji yang tidak larut menjadi larut. Faktor yang berpengaruh dalam proses ini adalah ketepatan pemilihan dan konsentrasi zat penghilang kanji, kondisi proses seperti pH, suhu, dan waktu, serta metode yang digunakan. Proses penghilangan kanji dapat dilakukan dengan cara : a. Penghilangan kanji dengan enzim b. Penghilangan kanji dengan oksidator ( hidrogen peroksida / H2O2 ), amonium persulfat / ( NH4 )2S2O8 , kalium persulfat / K2S2O8 c. Penghilangan kanji dengan asam ( HCl, H2SO4 ) d. Penghilangan kanji dengan alkali ( NaOH ) e. Penghilangan kanji dengan perendaman air Beberapa metode penghilangan kanji yaitu : 1. Metode Perendaman / Exhaust 2. Metode Pad Batching / rendam-peras-bacam 3. Metode Pad Steaming / rendam-peras-kukus Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  3. 3. 3 C. PROSES PEMASAKAN (SCOURING) Pemasakan merupakan proses persiapan yang memegang peranan penting bagi bahan tekstil karena dengan pemasakan akan memudahkan bahan untuk menyerap zat-zat yang ada pada proses basah berikutnya. Tujuan pemasakan adalah untuk memperoleh bahan tekstil yang bersih atau untuk menghilangkan kotoran alami baik berupa lemak, minyak, pektin, serisin, gum,kulit biji kapas (pada serat selulosa dan protein) dan kotoran dari luar seperti oli, debu, spinning oil (pada serat sintetik) sehingga meningkatkan daya serap pada seluruh permukaan bahan secara merata. Mekanisme proses pemasakan adalah menyabunkan kotoran berupa lemak, oli, serisin, gum sehingga dapat larut dalam air serta melepaskan kotoran akibat efek detergensi dari larutan pemasakan dan gerakan mekanik yang diberikan pada bahan. Pemasakan dapat dilakukan secara proses tersendiri maupun dilakukan simultan dengan proses penghilanagn kanji dan pengelantangan. Untuk bahan dengan kandungan kotoran yang tinggi sebaiknya dilakukan secara terpisah (seratserat alam), sedangkan untuk bahan yang terbuat dari serat sintetik atau serat campuran biasanya dilakukan proses simultan. D. PROSES PEMANTAPAN PANAS (HEAT SETTING) Proses pemantapan panas bertujuan untuk menstabilkan dimensi bahan tekstil yang terbuat dari serat sintetik sehingga dimensi bahan tidak berubah pada proses selanjutnya. Ada dua metode yang digunakan yaitu pemantapan panas basah dan kering. Bahan tekstil yang mengalami pemantapan panas akan memiliki molekul polimer sejajar sumbu seratnya dan dimensi yang stabil. Proses pemantapan panas dapat dilakukan pada benang, kain tenun, maupun kain rajut. Pemantapan panas pada benang dilakukan pada rol-rol panas, kain tenun dan kain rajut menggunakan mesin Stenter. Proses pemantapan panas dapat dilakukan dengan tiga cara : 1. Pemantapan panas awal (Pre-Setting) → pemantapan pada bahan yang masih grey / mentah. 2. Pemantapan panas antara (Intermediate-Setting) → bahan dimantapkan setelah pemasakan. 3. Pemantapan panas akhir (Post-Setting) → bahan dimantapkan setelah proses pewarnaan. Adapun dua metode pemantapan panas yaitu : 1. Pemantapan panas basah (Wet / Steam Setting) → pemantapan bahan dengan bentuan uap panas dari mesin steamer. Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  4. 4. 4 2. Pemantapan panas kering (Dry Setting) → penamtapan panas dengan menggunakan udara kering pada suhu tinggi yang berasal dari mesin stenter. E. PROSES PEMUTIHAN OPTIK (OPTICAL BRIGHTENING) Proses pemutihan optik merupakan proses lanjutan setelah proses pemasakan. Bahan yang telah diproses pengelantangan dan atau pemutihan optik akan memiliki derajat putih yang lebih baik. Proses pengelantangan ditujukan untuk mendapatkan kain yang memang dijual sebagai kain putih (dilakukan pengelantangan sempurna dan dilanjutkan pemutihan optik), atau untuk kain yang akan dicelup warna muda dan cerah (hanya dilakukan pengelantangan sebagian). Tujuan proses pemutihan optik adalah untuk menambah kecerahan bahan karena bahan mampu memantulkan sinar lebih banyak sehingga kain nampak lebih putih dan lebih cerah. Pada proses pemutihan optik bahan direndam dalam larutan pemutih optik dimana zat ini nantinya akan menyerap sinar matahari / sinar ultraviolet dan memantulkannya menjadi sinar tampak pada daerah ungu-biru, sehingga jumlah sinar yang dipantulkan bahan bertambah dan mengurangi pantulan sinar pada daerah kuning atau merah pada bahan. III. PRAKTIKUM A. ALAT DAN BAHAN • 1 buah gelas piala porselin 1000 ml • 1 buah pengaduk kaca • 1 buah gelas piala atau gelas ukur 100 ml • 1 set kasa + kaki tiga + pembakar Bunsen • 1 buah timbangan digital • 1 buah pipet volume • 1 buah termometer • 1 lembar kain polyester-kapas (T/C) • Mistar • Zat sesuai resep • Mesin Stenter B. DIAGRAM ALIR PRAKTEK Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  5. 5. 5 1. Diagram Alir Umum Proses Pre Treatment Pada Kain Poliester Kain grey polyester-kapas (T/C) Proses penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan secara simultan Proses pemantapan panas (heat setting) Proses pemutihan optic (optical brightening) Evaluasi 2. Diagram Alir Khusus Proses Pre Treatment Pada Kain Poliester a. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan Timbang kain dan zat sesuai resep Buat larutan penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan secara simultan Proses simultan pada suhu stabil 90 0 C selama 90 menit Pencucian dengan air panas dan air dingin Pengeringan kain b. Proses Pemantapan Panas Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  6. 6. 6 Menyiapkan kain T/C hasil proses penghilangan kanji, pemasakan dan pengelantangan secara simultan Proses pemantapan panas dengan mesin stenter pada suhu 180 o C selama 2 menit c. Proses Pemutihan Optik Siapkan kain hasil proses simultan dan pemantapan panas serta zat sesuai resep Buat larutan pemutihan optik Proses pemutihan optik polyester pada suhu stabil 90 0 C selama 30 menit Proses pemutihan optik kapas pada suhu stabil 70 0 C selama 30 menit Pencucian dengan air panas dan air dingin Pengeringan kain Evaluasi akhir proses pre treatment kain T/C C. RESEP 1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan H2O2 35% = 20 cc / L Stabilisator = 5 cc / L NaOH = 0,5 g / L Wetting = 0,5 cc / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 90 0 C Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  7. 7. 7 Waktu = 90 menit 2. Proses Pemutihan Optik a. Pemutihan Optik Poliester OBA = 0,5 % Carrier = 0,5 g / L pH = 4-5 Vlot = 1 : 20 Suhu = 90 o C Waktu = 30 menit b. Pemutihan Optik Kapas OBA = 0,5 % NaCl =5g/L Vlot = 1 : 20 Suhu = 70 o C Waktu = 30 menit 3. Proses Pemantapan Panas Suhu = 180o C Waktu = 2 menit D. FUNGSI ZAT 1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan H2O2 35% = zat oksidator yang berfungsi sebagai pengelantang Stabilisator = zat yang membantu menguraikan H2O2 secara perlahan-lahan agar tidak terjadi oksiselulosa (mencegah penguraian oksidator terlalu cepat) NaOH = memberikan suasana alkali, mengatur pH larutan untuk pengelantangan dengan oksidator dan membantu menguraikan H2O2 (pada penghilangan kanji dan pengelantangan), zat yang akan menyabunkan lemak, malam dan minyak menjadi sabun yang larut dalam air, dan membantu menggelembungkan serat sehingga mudah menyerap larutan pemasakan (pada pemasakan). Pembasah = zat yang membantu proses penyerapan larutan secara merata dan cepat pada bahan serta membantu menurunkan tegangan permukaan Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  8. 8. 8 2. Proses Pemutihan Optik OBA (kapas) = zat pemutih optik untuk serat selulosa (kapas) OBA = zat pemutih optik untuk mencerahkan kain (untuk polyester) Carrier = zat yang akan membawa molekul-molekul OBA ke dalam serat kain sehingga serat mengembang (menggelembungkan serat) NaCl = membantu penyerapan OBA ke dalam serat (mengaktifkan kerja OBA) E. PERHITUNGAN RESEP 1. Proses Penghilanag Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan Berat kain awal = 7,43 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 7,43 g x 20 = 148,6 g = 148,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) H2O2 35% = 20 ml / 1000 ml x 148,6 ml = 2,97 ml Stabilisator = 5 ml / 1000 ml x 148,6 ml = 0,74 ml NaOH = 0,5 g / 1000 ml x 148,6 ml = 0,074 g Pembasah = 0,5 ml / 1000 mlx 148,6 ml = 0,074 ml 2. Proses Pemutihan Optik a. Pemutihan Optik Poliester Berat kain awal = 7,43 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 7,43 g x 20 = 148,6 g = 148,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) OBA = 0,5 % x 7,43 g = 0,04 g Carrier = 0,5 g / 1000 ml x 148,6 ml = 0,074 g Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  9. 9. 9 b. Pemutihan Optik Kapas Berat kain awal = 7,43 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 7,43 g x 20 = 148,6 g = 148,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) OBA = 0,5 % x 7,43 g = 0,04 g NaCl = 0,5 g / 1000 ml x 148,6 ml = 0,074 g F. SKEMA PROSES 1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan 2. Proses Pemutihan Optik Pemutihan Optik Poliester Pemutihan Optik Kapas Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  10. 10. 10 G. LANGKAH KERJA 1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. • Menimbang kain T/C dan zat sesuai resep. • Membuat larutan penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan secara simultan dalam gelas porselin sebanyak 148,6 ml. • Merendam kain ke dalam larutan dan memanaskan diatas pembakar Bunsen pada suhu stabil 90 o C selama 90 menit. • Mencuci kain dengan air panas dan air dingin kemudian mengeringkannya. 2. Proses Pemantapan Panas • Menyiapkan mesin stenter pada suhu 180 o C. • Menyiapkan kain yang sudah kering hasil dari proses penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan secara simultan. • Melukis bujur sangkar pada kain dengan ukuran 10 x 10 cm dengan tinta permanen. • Memasang kain pada gerigi mesin stenter dan memberi regangan arah lusi. • Melakukan proses heat setting pada suhu 180o C selama 2 menit. 3. Proses Pemutihan Optik • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. • Menyiapkan kain T/C hasil proses simultan dan pemantapan panas. • Membuat larutan pemutihan optik untuk poliester dan kapas dalam gelas porselin sebanyak masing-masing 148,6 ml. • Merendam kain ke dalam larutang pemutih optik dan memanaskan diatas pembakar Bunsen pada suhu stabil 90 o C selama 30 menit (untuk polyester) dan pada suhu stabil 70 o C selama 30 menit (untuk kapas). • Mencuci kain dengan air panas dan air dingin. • Mengeringkan kain. Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  11. 11. 11 • Mengevaluasi kain. IV. DATA PRAKTIKUM 1. Proses Penghilangan Kanji, Pemasakan, dan Pengelantangan Secara Simultan Berat kain awal = 7,43 g Jumlah larutan = 148,6 ml H2O235% = 2,97 ml Stabilisator = 0,74 ml NaOH = 0,074 g Pembasah = 0,074 ml Suhu = 90 0C Waktu = 90 menit Vlot = 1:20 2. Proses Pemutihan Optik a. Pemutihan Optik Poliester Berat kain awal = 7,43 g Jumlah larutan = 148,6 ml OBA = 0,04 g Carrier = 0,074 g Suhu = 90 0C Waktu = 30 menit Vlot = 1:20 b. Pemutihan Optik Kapas Berat kain awal = 7,43 g Jumlah larutan = 148,6 ml OBA = 0,04 g NaCl = 0,074 g Suhu = 70 0C Waktu = 30 menit Vlot = 1:20 3. Pemantapan Panas (Heat Setting) Suhu = 180o C Waktu = 2 menit Dilakukan pada = mesin stenter Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  12. 12. 12 EVALUASI HASIL PROSES PRE TREATMENT KAIN POLIESTER-KAPAS (T/C) 1. Uji Daya Serap Setalah dilakukan uji daya serap kain hasilnya adalah sebagai berikut : Kelompok 1 2 3 4 5 Waktu Serap 0,08 detik 0,38 detik 0,05 detik 0,02 detik 2. Uji Pemengkeretan Kain (Stabilitas Dimensi) Panjang pakan awal (P1) = 10 cm Panjang pakan akhir (P2) = 9,8 cm Panjang lusi awal (L1) = 10 cm Panjang lusi akhir (L2) = 9,8 cm Mengkeret pakan = { ( P2 – P1) / P1 } x 100 % = { ( 9,8 cm – 10 cm ) / 10 cm } x 100 % = - 2% Mengkeret lusi = { ( L2 – L1 ) / L1 } x 100 % = { ( 9,8 cm – 10 cm ) / 10 cm } x 100 % = -2 % 3. Uji Pengurangan Berat Setalah dilakukan uji pengurangan berat kain hasilnya adalah sebagai berikut : Kelompok 1 Berat awal (BK1) = 7,28 g Berat akhir (BK2) = 6,35 g % Pengurangan Berat = {(BK1 – BK2) / BK1} x 100 % = {(7,28 g – 6,35 g) / 7,28 g } x 100 % = 12,77 % Kelompok 2 Berat awal (BK1) = 7,31 g Berat akhir (BK2) = 6,44 g % Pengurangan Berat = {(BK1 – BK2) / BK1} x 100 % = {(7,31 g – 6,44 g) / 7,31 g } x 100 % = 11,90 % Kelompok 3 Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  13. 13. 13 Berat awal (BK1) = 7,16 g Berat akhir (BK2) = 6,23 g % Pengurangan Berat = {(BK1 – BK2) / BK1} x 100 % = {(7,16 g – 6,23 g) / 7,16 g } x 100 % = 12,98 % Kelompok 4 Berat awal (BK1) = 7,43 g Berat akhir (BK2) = 6,29 g % Pengurangan Berat = {(BK1 – BK2) / BK1} x 100 % = {(7,43 g – 6,29 g) / 7,43 g } x 100 % = 15,34 % Kelompok 5 Berat awal (BK1) = 7,43 g Berat akhir (BK2) = 6,26 g % Pengurangan Berat = {(BK1 – BK2) / BK1} x 100 % = {(7,43 g – 6,26 g) / 7,43 g } x 100 % = 15,75 % Tabulasi % Pengurangan Berat Kain T/C Kelompok 1 2 3 4 5 Berat Awal 7,28 g 7,31 g 7,16 g 7,43 g 7,43 g Berat Akhir 6,35 g 6,44 g 6,23 g 6,29 g 6,26 g % Pengurangan Berat 12,77 % 11,90 % 12,98 % 15,34 % 15,75 % 4. Tes Derajat Putih Urutan kain dari yang paling putih dilihat secara visual adalah : 1. Kain kelompok 5 2. Kain kelompok 4 3. Kain kelompok 3 4. Kain kelompok 2 5. Kain kelompok 1 HASIL PROSES PRE TREATMENT PADA KAIN T/C 1. Proses penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan secara simultan Sebelum Kelompok Sesudah Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  14. 14. 14 1 2 3 4 5 2. Proses Pemutihan Optik Hasil kain setelah proses pemutihan optik Sebelum Kelompok Sesudah 1 2 3 4 5 IV.DISKUSI Serat poliester atau Poly Etilen Tereftalat (PET) termasuk serat sintetik yang sangat kompak, hidrofob, dan mudah timbul listrik statik. Karena sifat yang sangat hidrofob ini poliester mudah menarik minyak, lemak dan kotoran berlemak lainnya.. Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  15. 15. 15 Poliester yang dikerjakan pada larutan alkali akan menghasilkan kain yang ringan,halus, dan lembut. Sedangkan serat kapas yang digunakan memiliki sifat tahan kusut yang kurang baik, tidak menimbulkan listrik static, dan pada alkali kuat dalam suhu kamar akan menggelembungkan serat sedangkan pada suhu tinggi akan merusak serat. Zat oksidator dalam pengelantangan serat kapas pun juga dapat menurunkan kekuatan serat. Proses pre treatmen pada kain campuran polyester-kapas (T/C) yang masih grey dilakukan mulai dari penghilangan kanji karena masih terdapat kotoran kanji pada kain T/C walaupun sedikit. Karena kanji pada kain sedikit maka proses penghilangan kanji ini dilakukan secara simultan dengan proses pemasakan dan pengelantangan. Proses penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan dilakukan secara simultan agar lebih efisien tetapi masih memberikan hasil yang bagus. Mekanisme kerjanya adalah mengoksidasi rantai molekul kanji yang panjang menjadi molekul yang pendek dan ahirnya dapat larut dalam air tanpa merusak serat campuran T/C. Sedangkan pada proses pemasakan terjadi proses penyabunan pada kain T/C. Proses simultan kain T/C menggunakan zat oksidator H2O2 35 %, dimana pada penghilangan kanji H2O2 ini berfungsi sebagai penghilang kanji baik kanji alam maupun kanji sintetik. Sedangkan pada proses pengelantangan H202 berfungsi sebagai zat pengelantang dan sekaligus akan memutihkan kain. Pada serat kapas penggunaan zat oksidator dalam pengelantangan dapat menurunkan kekuatan serat, namun karena proses ini dilakukan kain campuran polyester-kapas maka kekuatan seratnya tidak terlalu turun. Penambahan larutan NaOH pada proses ini berfungsi untuk memberikan suasana basa dan membantu menguraikan H2O2 sedangkan penggunaan stablisator berfungsi untuk membantu penguraian H2O2 agar tidak terlalu cepat karena dapat merusak serat (oksiselulosa). Penambahan wetting (pembasah) pada larutan simultan berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan, memudahkan bahan terbasahi, dan meningkatkan daya serap kain. Proses pengelantangan ini dilakukan pada suhu stabil 90 o C selama 90 menit. Proses selanjutnya adalah pemantapan panas / heat setting yang dilakukan pada mesin stenter bersuhu 180o C selama 2 menit. Pada proses ini, kain yang telah melalui proses penghilangan kanji, pemasakan, dan pengelantangan akan dimasukkan pada mesin stenter dengan cara memberikan penarikan arah lusi kemudian memasangkan pada gerigi yang terdapat pada mesin stenter. Serat sintetik mudah melunak pada suhu mendekat titik lelehnya. Pada suhu ini akan terjadi peregangan rantai molekul serat sehingga rantai molekul yang semula dalam keadaan tegang menjadi kendur karena banyak ikatan hidrogen yang putus dan membentuk suatu struktur rantai baru. Besarnya Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  16. 16. 16 pengenduran dan perubahan struktur serat tergantung dari suhu dan lamanya proses pemantapan panas serta tegangan yang diberikan. Setelah dingin, ikatan hidrogen akan terbentuk kembali sehingga bentuk struktur yang baru akan lebih stabil. Proses pemutihan optik pada kain T/C dibagi 2 yaitu, pemutihan optik untuk polyester dan untuk serat kapas. Proses ini berfungsi untuk menambah kecerahan kain T/C. Pada pemtihan optik untuk serat polyester digunakan OBA 0,5 % dan carrier. OBA untuk serat polyester merupakan OBA untuk serat hidrofob yang tidak larut dalam air. Sedangkan carrier yang digunakan sebanyak 0,074 g berfungsi sebagai zat pembawa yaitu zat yang akan membawa molekul OBA ke dalam serat sehingga serat akan mengembang. Carrier dibagi menjadi 2 yaitu, carrier yang bekerja pada OBA dan carrier yang bekerja pada kain. Proses pemutihan optik pada serat poliester ini menggunakan suhu sebesar 900 C dan memakan waktu selama 30 menit. Sementara itu perlakuan yang sama untuk serat kapas dengan menggunakan OBA Hostalux. Perbedaannya pada kapas tidak menggunakan carrier tetapi menggunakan NaCl sebanyak 0,74 gram yang berfungsi untuk mengaktifkan OBA dan membantu penyerapan OBA pada kain. Pada proses pemutihan optik pada serat kapas ini juga mengunkan suhu sebesar 70 0 C dan memakan waktu selama 30 menit. Uji yang dilakukan setelah proses pre treatment antara lain adalah uji daya serap. Hasil uji daya serap dari setiap kelompokmenunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi H2O2 yang digunakan maka daya serap kainnya akan semakin cepat. Namun hasil yang agak berbeda yaitu daya serap kain kelompok 3 yaitu 0,38 detik. Pada uji stabilitas dimensi untuk kain kelompok 4 menunjukkan bahwa mengkeret pakan dan lusinya adalah -2% dan -2%. Pada uji pengurangan berat menunjukkan bahwa semakin banyak konsentrasi H2O2 yang digunakan maka % pengurangan berat kain akan semakin besar. Ini terlihat bahwa % pengurangan berat semakin besar dari kelompok 1 sampai ke kelompok 5 . Hal ini terjadi karena semakin banyak konsentrasi H2O2 yang digunakan maka akan semakin banyak serat yang terkikis sehingga akan mempengaruhi berat kain. Sedangkan tes derajat putih secara visual menunjukkan bahwa kain yg menggunakan zat H2O2 lebih banyak akan memiliki derajat putih yang paling baik. Dari hasil perbandingan masing-masing proses dari setiap kolompok, kain yang memiliki derajat putih yang paling baik adalah kain dari hasil proses pemutihan optik pada kelompok 5, diikuti oleh kelempok 4, 3, 2, dan 1. Dimana pada proses pemutihan optik ini setiap kelompok menggunakan H2O2 yaitu sebanyak 5 cc/L, 10 cc/L, 15 cc/L, 20 cc/L, dan 25 cc/L. Perbedaan ini menyebabkan warna putih / kecerahan kain yang berbeda pula. Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4
  17. 17. 17 V. KESIMPULAN • Semakin banyak konsentrasi H2O2 yang digunakan maka daya serap kain akan semakin cepat.. • Semakin banyak konsentrasi H2O2 yang digunakan maka % pengurangan beratnya pun akan semakin besar. • Semakin banyak konsentrasi H2O2 yang digunakan maka derajat putih kain akan semakin baik.. • Setelah dilakukan tes derajat putih secara visual ternyata kain kelompok 5 adalah kain yang paling putih. • Faktor-faktor yang berpengaruh pada proses penghilangan kanji adalah ketepatan pemilihan dan konsentrasi zat penghilang kanji, kondisi proses seperti pH, suhu, dan waktu, serta metode yang digunakan. • Faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pemasakan antara lain pemilihan zat pemasakan dan zat pembantu serta konsentrasi yang digunakan, kondisi proses (suhu, waktu, pH), air proses dan metode proses. • Faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengelantangan pemilihan zat pengelantang serta konsentrasi yang digunakan, kondisi proses (suhu, waktu) dan metode proses. VI. DAFTAR PUSTAKA Astini Salihima, S.Teks, dkk. 1978. Pedoman Praktikum Pengelantangan dan Pencelupan. Bandung : Institut Teknologi Tekstil. Ir. Rasjid Djufri, M.Sc, dkk. 1976. Teknologi Pengelantangan, Pencelupan, dan Pencapan. Bandung : Institut Teknologi Tekstil. Muhammad Ichwan, dkk. 2004. Pedoman Praktikum Teknologi Persiapan Penyempurnaan. Bandung : Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Soeparman, S.Teks. Teknologi Penyempurnaan Tekstil. Bandung : Institut Teknologi Tekstil. Pre Treatment Kain Campuran T/C by : Kelompok 4

×