SlideShare a Scribd company logo

Perilaku organisasi

Pemimpin perlu memahami karakteristik karyawan sesuai teori X, Y, dan Z McGregor. Teori X mengasumsikan karyawan malas, teori Y mengasumsikan karyawan akan bekerja keras jika kondisinya tepat, teori Z menekankan partisipasi karyawan. Pemimpin harus mengembangkan kompetensi karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Membangun budaya kepemimpinan penting agar kaderisasi terj

1 of 11
Download to read offline
Lebih jauh seorang pemimpin perlu memahami kepemilikan karakteristik para
karyawannya. Dougles McGregor menjelaskan tentang teori X dan Y pada setiap orang, ini
sebagaimana dikatakan oleh Luthans and Doh52) bahwa “A Theary X manager believes that
people are basicaly lazy and that coercion and treats of punishment must be to used to get
them to work. A theory Y manager believes that under the right conditions people not only
will work hard but will seek increased responsibility and challenge”. Dan lebih jauh Luthans
and Doh53) mengatakan tentang teori Z, yaitu “ A dan theory Z manager believe thet workers
seek opportunities to participate in management and are motivated by teamwork and
respobility sharing”.
Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan bawahannya untuk memiliki
kompetensi dalam bekerja. Karena dengan kepemilikan kompetensi karyawan tersebut akan
mampu mendorong peningkatan kualitas kinerja keuangan perusahaan. Kita bisa melihat
perbedaan antara karyawan yang memilliki kompetensi dan yang rendah nilai kompetensinya,
dari kinerja yang mereka hasilkan. Untuk itu setiap pemimpin bukan hanya dituntut untuk
mampu bekerja secara maksimal namun juga mengerti dimana permasalahan yang dmiliki
oleh setiap karyawannya selama ini. Termasuk masalah dalam mengembangkan bakat yang
dimiliki olh setiap karyawan. Memahami bakat keahlian dan kesesuaiannya , adalah
menempatkan karyawan tersebut sesuai tempatnya atau diterapkan konsep “the right man and
the right place”. Dalam konteks ini menarik jika kita memahami konsep dalam mengelola
organisasi bisnis yang dipegang dan iterapkan oleh sukamdani Sahid Gitosardjono seorang
peengusaha dengan care bisnis dibidang hotel.
Sukardani mengajarkan agar setiap orang memiliiki etos kerja, seperti disiplin, kerja keras,
jujur dan berperestasi.54) ajaran keteladanan diambilnya dari KH Dewantara.58) di depan (ing
ngarso) harus memberi contoh yang baik , ditengah mendorong dan yang dibelakang
menyukseskan.56) falsafah ini membuat seseorang tahu diri, kapan harus tampil, kapan harus
mendukung dan kapan pula harus tut wuri (ikut saja) 57) sahid termasuk grub bisnis yang bisa
selamat dengan pengorbanan yan tidak terlalu signifikan dibanding grup bisnis lain.58) “kami
bisa menyelesaikan masalah dengan kekuatan kami sendiri”, katanya.59)
Gambar 4.3 : Strategy planning Hierarchy
Kompetensi tidak bisa diperoleh dengan waktu yang cepat, namun bisa diperoleh secara
perlahan-lahan dan berlangsung secara lama. Maka begitu juga kesuksesan tidak akan
diperoleh secara instan, tapi harus diperoleh secara kerja keras, dan seorang pemimpin
memiliki peran besar dalam mendampingi mewujudkan impian tersebut. Termasuk
menerapkan konsep kompetisi yang bersifat dinamis.
Oleh karena itu jika kita kembali kepada konsep di atas maka berdasarkan pada gambar 4.4
dan 4.5 di bawah ini akan semakin bisa memperjelas pada kita tentang bagaimana peran
pimpinan dalam membangun karyawan yang memiliki semangat kompetisi yang dinamis.
Pada gambar 4.4 memperlihatkan peran pimpinan yang begitu besar dalam mendukung dan
membangun terwujudnya nilai kompetensi pada karyawannya.dimana pimpinan akhirnya
VISION
MISSION
STRATEGIC PLAN
PLAN
OBJECTIVES
ACTIVITIES & ROUTINES
berhasil mengkaderkan karyawan untuk memiliki nilai kompetensi yang melebihi dari nilai
kompetensi pimpinan. Sehingga pada posisi ini pimpinan dapat suatu saat menugaskan
karyawan yang terpilih tersebut untuk menangani urusan-urusan penting bahkan mengambil
posisinya sebagai pimpinan di kemudian hari.
Artinya para investor sangat menyukai pemimpin yan memiliki sikap orientasi pada
pengembangan. Pemimpin yang beriorientasi pada pengembangan. Pemimpin yang
beriorientasi pengebangan adalah pemimpin yang menghargai eksperimentasi, mengusahakan
gagasan baru yang menimbulkan serta melaksanakan perubaan.63)
Pada gambar 4.5 terlihat dimana pimpinan tidak memiliki kepedulian kuat dalam membangun
terwujudnya nilai kompetensi pada diri karyawan. Sehingga dampaknya karyawan tidak
pernah diberi dan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Dengan
terjadinya kondisiseperti gambar 4.5 di atas ada beberapa dampak yang akan timbul pada saat
seorang pimpinan menerapkan konsep seperti itu, yaitu
a. Kontruksi manajemen perusaahn tidak memiliki nilai kopetensi secara jangka
panjang.
b. Manajemen perusaahn dalam konteks pengambilan keputusan sangat tergantung pada
apa yang ditugaskan atau diperintahkan oleh pimpinan.
c. Jika suatu saat ada kejadian-kejadian tertentu yang bersifat tak terduga, bisa
menggangg atau tertundanya berbagai aktivitas bahkan ini berdampak pada persoalan
keputusan. Kondisi seperti ini bisa memunculkan vacuum of power (keksongan
kekuasaan), dan jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan penurunan nilai
perusahaan dimata publik.
d. Dimata investor perusahaan seperti ini memiliki sisi rentan dalam konteks
permasalahan keuangan dikemudian hari, khususnya kinerja keuangan.
Sebagai bahan catatan bagi kita semua bahwa kajian dari dua sudut pandang tentang
orientasi pemimpin dan segi orientasi karyawan dan produksi ini telah pernah dikaji
oleh kelompok Michigan.64) kesimpulan yang didapat oleh para peneliti Michigan
sangat disukai pemimpin yang perilakunya beriorientasi karyawan. Pemimpin yang
berorientasi karyawan dikaitkan dengan produktivitas kelompok yang lebih tinggi
dan kepuasan kerja yang lebih tinggi. Pemimpin yang berorientasi prouksi enderung
dikaitkan dengan produktivitas kelompok yang rendah dan kepuasan kerja yang lebih
rendah.
13. membangun budaya kepemimpinan
Dalam konteks ilmu perilaku organisasi modern adalah pembahasan ayng sering
dibicarakan yaitu suatu organisasi yang baik adalah dimana organisasi tersebut
mampu membangun leadership culture (budaya kepemimpinan) diorganisasi tersebut.
Budaya kepemimpnan menggambarkan terbanggunya kaderisasi diorganisasi tersebut
secara terencana. Artinya pihak pemimpin diorganisasi tersebut bersedia penuh untuk
mempercayakan dan mengedepankan sikap yang yakin bahwa para karyannya mampu
dalamm mengambil keputusan tanpa haarus menunggu keputusan dari pimpinan.
Seingga kultus keputusan tidak akan terjadi, dan bentuk manajemen diorganisasi
tersebut bisa lebih leading atau datar. Yaitu jika keputusan terlalu bersifat kultus
akhirnya selalu bersumber dari atas da sangat birokratis maka piramida kepurusan
akan smakin tinggi untuk dijangkau.
Beberapa sebab perusahaan mengalami kebangkrutan atau mengalami perlambatan
dalam menjalankan aktivitas bisnisnya disebabkan oleh faktor ketidak beranian
mereka yang berada dilefel middle management dalam mengambil keputusan bahkan
jika semakin lemah maka ditingkat lower management ini juga bisa terjadi.
Oleh karena itu, jika suatu perusahaan ingin tumbuh menjadi besar maka konsep
pengembangan organisasi bersifat membangun budaya kepemimpinan. Dengan kata
lain kaderisasi akan tubuh diorganisasi tersebut dan lebih jauh jika suatu organisasi
mampu membangun kader pemimpin maka jika suatu saat karyawan tersebut keluar
dari organisasi tersebut dan ia mendirikan sebuah organisasi baru dan ternyata
organisasi sukses maka tentunya ia akan selalu mengingat tempat lama ia bekerja
yang telah membangunnya menjad sukses seperti sekarang ini.
14. hubungan pemimpindan karyawan
Dalam konteks hubungan antara pemimpin dan karyawan/pegawai, sangat
dipengaruhi oleh gaya pPemimpin yang dimiliki. Ini disebabkan pemimpin memiliki
kekuasaan dan otoritas lebih dalam usaha membentuk terwujudnya suatu mode
manajemen organisasi yang diharapkan. Dari berbagai literatur dalam konteks
hubungan anatara pemimpin dan karyawan ada dua gaya kpemimpinan yang
diterapkan, yaitu:
a. Pemimpin dengan gaya orientas tuga (task-oriented), dan
b. Pemimpin engan gaya orientasi pegawai (empployee-oriented)
Pemimpin engan gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan berorientasi tugas
(task-oriented) adalah cenderung sangat mengejar target penjualan atau pengerjaan
project dengan hasil maksimal, dan menempatkan para karyawan serta seluruh
sumber daya yang dimiliki demi tercapainya target. Pada pemimpin dengan gaya
orientasi tugas ini akan terlihat pada ciri-ciri sebagai berikut,
a. Mengindari sifat suka melalaikan tugas,
b. Mengedepankan profesionalitas hasil kerja sesuai daengan target,
c. Berusaha memberikan kepuasanp kepada klien, mitra bisnis, birokrat, konsumen
dan lainnya sesuai dengan permintaan,
d. Menghinari cacat kerja atau produk yang tiak sempurnah,
e. Mengedepankan service purna jual kepada para konsumen, klien, dan lainnya
f. Menjunjung tinggi terwujudnya reputasi perusahaan sesuai dengan amanat visi
dan misi perusaah , termasuk memberikan kepuasan kepada para pemegang
saham.
Adapun pemimpindengan gaya orientasi pegawai (employee-oriented) adalah
pemimpin yang memiliki pandangan dan konsep kaderisasi. Konsep kaerisasi
tersebut terlihat dengan cara pemimoin berusaha membesarkan para
karyawan yang dianggap untuk memiliki potensi didik dan diberi pelatihan
kepemimipinan, denga tujuan pegawai tersebut suatu saat diharapkan mampu
memberi pengaruh bagi kemajuan organisasi serta dapat meningkatkan
penjualan perusaahn hingga akhirya pegawai tersebut diberi kesempatan
untuk memimpin organisasi secara legatimik.
Secara kenyataan ada beberapa pemimpin yang sulit menerapkan konse
demokrasi dalam organisasi bisnis yang dimilikinya. Konsep demokrasi
artinya kepemimpinan dan beberapa jabatan strategis boleh dan hanya layak
dipimpin oleh mereka yang memiliki kredibilitas serta reputasi yang dapat
dipertanggung jawabkam. Ukurannya adalah secara jangka pendek dan
jangka panjang, yaiu engan tepat mengutamakan dua sisi keinginan
organisasi bisnnis pada umunya, yaitu:
a. Profit, dan
b. Keberlanjutan usaha.
Adapun keberlanjutan usaha menyangkut dengan keyakinan para pihak
manajemen serta investor khususnya, dengan menjadikan organisasi tersebut
sebagai tempat yang menjamin bagi masa depan. Karena pada prinsipnya
menginginkan kondisi yang terjamin dalam menjalani kehidupan termasuk
jaminan dalam bekerja
15. solusi dalam menyelesaikan masalah dalam biang kepemimpinann
Ada beberapa solusi secara umum yang dapat diterapkan dalam menyelesaian
masalah dalam bidang kepemimpinan yaitu:
a. Membangun dan menghilangkan semangat kemalasan para karyawan.
b. Bagi para pemimpin agar selalu melakukan up grade pada ilmu yanng
dimiliki.’
c. Pemimpin yang bijaksana adalah yang memiliki jiwa temperamen yang
rendah.
d. pemimpin Yang dipilih adalah pemimpin yang jauh dari mental korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN)
e. pemimpin yang dipilih adalah ia memiliki jiwa dan semangat, tidak mabuk,
atau terlalu cinta pada kekuasaan.
16. definisi pengawasan
Untuk memahami lebih dalam pengertian dari pengawasan ada baiknya kita lihat
pendapat dari para ahli di bawah ini, yaitu:
a. Fremont E.Kast dan James E.Rosenzweig: pengawasan adalah tahap proses
manajerial mengenai pemeliharaan kegiatan organisasi dalam batas-batas
yang di izinkan yang diukur dari harapan-harapan.
b. G.R.Terry: sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang
sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu dilakukan
perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar
c. T.Hani Handoko : pengawasan dapat didefenisikan sebagai proses untuk menjamin,
bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai.
d. Hadibroto mengatakan bahwa pengawasan adalah kegiatan penilaian terhadap
organisasi/ kegiatan dengan tujuan agar organisasi/kegiatan tersebut melaksanakan fungsinya
dengan baik dan dapat memenuhi tujuannya yang telah ditetapkan.
e. Brantas: pengawasan ialah proses pemantauan, penilaian, dan pelaporan rencana atas
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan untuk tindakan korektif guna penyempurnaan lebih
lanjut.
Soemarjo tjitrosidojo membedakan arti istilah pengawasan dan istilah
pengendalian. Menurutnya: pengawasan adalah suatu bentuk pengamatan
yang umunya dilakukan secara menyeluruh dengan jalan mengadakan
perbandingan antara yang dikontstatir yang seharusnya dilaksanakan.
Sedangkan istilah pengendalian merupakan sarapan dari istilah dalam bahasa
control.
Black’s law dictionary memberikan definisi contra dalam fungsinya sebagai kata
kerja atau verb adalah sebagai berikut:
a. To exercise power or influence over;
b. To regulate or govern;
c. To have a controlling interst some institution.
Untuk memahami perbedaan kedua ini baik pengawasan dan pengenalian
jusuf anwar mengatakan, “secara formal, pengawasan bersifat memberikan
saran lebih lanjut merupakan wewenang dari orang-orang yang mempunyai
fungsi pengendalian”.
Pengawasan berkaitan erat sekali dengan fungsi perencanaan dan kedua
fungsi ini merupakan ha yang saling mengisi, karena:
a. Pengawasan harus terlebih dahulu direncanakan.
b. Pengawasan baru dapat dilakukan jika ada rencana
c. Pelaksanaan rencana akan baik, jika pengaawaasan dilakukan dengan bai.
d. Tujuan dapat diketahuai tercapai dengan baik atau tidak setelah
pengawasan atau penilaian dilakukan. (Hasibuan, 2011:241).
17. tipe-tipe pengawasan
Menurut T.Hani Handoko ada tiga tipe pengawasan yaitu:
a. Pengawasan pendahuluan
b. Pengawasan “concurrent” dan
c. Pengawasan umpan balik.
Untuk memahami lebih dalam hani handoko menjelaskan bahwa “pengawsan
pendahuluan, atau sering disebut stering controls, dirancang untuk
mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari
standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap
kegiatan tertentu diselesaikan.” Untuk pengawasan “concurren” Hani
Handoko mengatakan, “ tepe pengawasan ini merupakan proses dimana
aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu atau syarat tertentu
harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan” bisa dilanjutkan atau menjadi
semacam peralatan “double-check” yang lebih menjamin ketepatan
pelaksanaan suatu kegiatan.” Dan lebih jauh Hani Handoko pengawasan
umpan balik, juga dikenal sebagai past-action controls, mengukur hasil-hasil
dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan”
18. pemimpin dan pengawasan di organisasi
Lowyer menyimpulkan bahwa penolakan terhadap sistem pengawasan itu lebih
besar kemungkinannya terjadi dibawah salah satu atau lebih dari keadaan
yang berikut:
1. Sistem pengaawasan itu mengukur prestasi dalam suatu daerah baru
2. Sistem pengawasan itu menggantikan suatu sistem dimana orang mempunyai
investasi besar dalam pemeliharaanya
3. Standar-standar ditetapkan tanpa partisipasi.
4. Hasil-hasil dari sistem pengawasan itu tidak diumpan balik kepada mereka
yang prestasinya di ukur
5. Hasil-hasil dai sistem pengawasan itu disampaikan ke level yang lebih tinggi
dalam organisasi dan dipakai dengan sistem imbalan (reward system)
6. Orang yang terkena oleh sistem itu relatif puas dengan hal-hal sebagaimana
adanya dan mereka melihat diri mereka sendiri terikat (committed) pada
organisasi.
7. Orang yang terkena sistem itu renda harga diri dan authoritarianism mereka.
Untuk mengatasi agar terciptanya pengawasan yang berlangsung secara baik,
maka setiap hambatan dalam bidang pengawasan harus dicarikan solusi.
Adapun bentuk solusi tersebut adalah,
1. Menciptakan hubungan antara tingkat atas dan bawah agar terbentuknya
suatu kontrol yang maksimal sampai dengan tingkat sub sistem. Ini
sebagaimana dinyatakan oleh Fremont E.Kast dan James E. Prosenzweig
bahwa “ada saling hubungan dengan pengawasan tingkat tinggi dengan
tujuan ditentukan. Juga terdapat saling hubungan dengan pengawaan saling
rendah dimana pekerjaan dilaksanakan oleh sistem dan berbagai sub-sistem”
2. Memahami konsep efektifitas. Konsep efektifitas dilihat dari segi waktu dan
sebaiknya pengawasan yang dilakukan melihat pada konsep time schedule,
dengan tujuan agar setiap pengerjaan dapat diselesaikan sesuai denga target
yang diinginkan karena jika suatu pekerjaan selesai diatas target artinya
terjadi pemborosan dari segi waktu dan lebih jauh pada biaya (cost),
sementara manajer perusahaan sering mengeepankan persoalan efiisiensi.
3. Perusahaan perlu mengembangkan suatu standar acuan kerja yang
representatif dan modern. Denga tujuan setiap pihak yang bekerja di
organisasi tersebut harus mematuhi dan menerapkan standar acuan kerja
tersebut, sehingga jika suatu saat ada teguran, sanksi dan berbagai bentuk
penegakkan aturan lainya semua itu telah bersumber pada standar tersebut,
dengan begitu diharapkan kondisi homogen akan berlangsung akan
berlangsung secara stabil. Ini sebagaimana dinyatakan oleh Fremont E.Kast
dan James E.Rosenzweig bahwa, “sistem nilai homogen, penghayatan
norma-norma kelompok dan pengetahuan serta penerimaan hukum, tentulah
akan membawa kepada mawas diri dan perilaku yang berada dalam batas-
batas yang sesuai untuk situasi tertentu”
4. Menerapkan konsep “the right man and the right place” konsep the right man
and the right place artinya menempatkan seseorang sesuai dengan posisinya.
Dengan begitu diharapkan setiap pekerjaan ditangani oleh mereka yang
benar-benar mampu untuk menyelesaikannya.
Dalam konteks ilmu perilaku organisasi artinya dapat kita pahami jika perilaku
dan sikap pimpinan mempengaruhi pola perilaku organisasi. Dengan kata
lain perilaku organisasi adalah bagian dari cerminan perilaku pimpinan.
Dalam contoh lain dapat kita lihat pada sosok Jacob oetama pendiri bisnis surat
kabar harian kompas. Moto kompas adlah “amanat hati nurani rakyat.” Motto
ini begitu kuat mempengaruhi pola pembentukkan kinerja organisasi kompas
tersebut. Selama ini kulture jurnalisme yang dikembangkan oleh jacob adalah
kulture “ jurnalisme damai”. Jurnalisme damai merupakan proses penciptaan
kulture jurnalisme baru yang memungkinkan pers bertahan di tengah-tengah
konfigurasi otoriter. Oleh sebab itulah, koran kompas yang diasuhnya, boleh
dikatakan sebuah koran di indonesia yang tidaik pernah kena breidel, baik
dimasa orde lama yang otoriter maupun di zaman orde baru yang dictator.
Misi jurnalisme baginya bukan sekedar menyampaikan informasi kepada
pembaca, tetapi untuk mendidik dan mencerahkan hati nurani anak bangasa.
Dengan kata lain mekanisme pengawasan organisasi bisnis yang dijalankan oleh
Jacob oetama adalah bersifat independen. Pembuktian ini memperlihatkan
bagaimana surat kabar harian kompas sampai hari ini masih bisa bertahan
dengan jumlah opla terbesar dan mampu memuaskan hati pihak pembaca.
Bahkan seorang politisi senior pernah berkata jika ingin memiliki bahasa
yang bagus maka bacalah kompas.
Istilah penting dalam bab ini
Employee-orented
Financial performance
Kepemimpinan
Leadership pipeline
Pemimpin
Pengendalian internal
Task-oriented

Recommended

Manajemen strategi kepemimpinan
Manajemen strategi kepemimpinanManajemen strategi kepemimpinan
Manajemen strategi kepemimpinanvitalfrans
 
Kepemimpinan ldks
Kepemimpinan ldksKepemimpinan ldks
Kepemimpinan ldkssurganaim
 
Kepimpinan fungsi kepimpinan pengurusan
Kepimpinan   fungsi kepimpinan pengurusanKepimpinan   fungsi kepimpinan pengurusan
Kepimpinan fungsi kepimpinan pengurusanQaseh Rindu
 
Konsep asas kepemimpinan
Konsep asas kepemimpinanKonsep asas kepemimpinan
Konsep asas kepemimpinanEmyza Hamzah
 
Kepemimpinan ldks smp islam al hikmah 2018 2019
Kepemimpinan ldks smp islam al hikmah 2018 2019Kepemimpinan ldks smp islam al hikmah 2018 2019
Kepemimpinan ldks smp islam al hikmah 2018 2019Viki Iswanto
 

More Related Content

What's hot

Bang pim pertemuan 4 2016 2017
Bang pim pertemuan 4 2016 2017Bang pim pertemuan 4 2016 2017
Bang pim pertemuan 4 2016 2017Mohamad Noor
 
Lmck 1531 kepimpinan dan kreativiti lecture notes citra - lecture notes
Lmck 1531 kepimpinan dan kreativiti   lecture notes citra - lecture notesLmck 1531 kepimpinan dan kreativiti   lecture notes citra - lecture notes
Lmck 1531 kepimpinan dan kreativiti lecture notes citra - lecture notesKifah Arifin
 
Bab 5-kepimpinan-motivasi
Bab 5-kepimpinan-motivasiBab 5-kepimpinan-motivasi
Bab 5-kepimpinan-motivasiKhairul Anwar
 
Pentingnya kepemimpinan
Pentingnya kepemimpinanPentingnya kepemimpinan
Pentingnya kepemimpinanAbi Muhlies
 
Manajemen, Kepemimpinan dan Organisasi
Manajemen, Kepemimpinan dan OrganisasiManajemen, Kepemimpinan dan Organisasi
Manajemen, Kepemimpinan dan OrganisasiSyarif El-hadidi
 
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam OrganisasiKepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam OrganisasiLisa Ramadhanty
 
Kepemimpinan & pemberdayaan
Kepemimpinan & pemberdayaanKepemimpinan & pemberdayaan
Kepemimpinan & pemberdayaanSiti Sahati
 
Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)
Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)
Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)Hafizdaprianto
 
Bang pim pertemuan 8 2016 2017
Bang pim pertemuan 8 2016 2017Bang pim pertemuan 8 2016 2017
Bang pim pertemuan 8 2016 2017Mohamad Noor
 
Kepemimpinan dalam perusahaan
Kepemimpinan dalam perusahaanKepemimpinan dalam perusahaan
Kepemimpinan dalam perusahaanmaureen07
 
Strategi dalam kepemimpinan
Strategi dalam kepemimpinanStrategi dalam kepemimpinan
Strategi dalam kepemimpinanVictor Madritsta
 
Bab 3 sifat pemimpin
Bab 3 sifat pemimpinBab 3 sifat pemimpin
Bab 3 sifat pemimpinCt Hussen
 
Kepemimpinan transformasional
Kepemimpinan transformasionalKepemimpinan transformasional
Kepemimpinan transformasionalMuhammad Rozi
 
Kepemimpinan transaksional
Kepemimpinan transaksionalKepemimpinan transaksional
Kepemimpinan transaksionalnyinyit
 
Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)
Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)
Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)dimas tb
 

What's hot (19)

Kepemimpinan transformasional
Kepemimpinan transformasionalKepemimpinan transformasional
Kepemimpinan transformasional
 
Bang pim pertemuan 4 2016 2017
Bang pim pertemuan 4 2016 2017Bang pim pertemuan 4 2016 2017
Bang pim pertemuan 4 2016 2017
 
Lmck 1531 kepimpinan dan kreativiti lecture notes citra - lecture notes
Lmck 1531 kepimpinan dan kreativiti   lecture notes citra - lecture notesLmck 1531 kepimpinan dan kreativiti   lecture notes citra - lecture notes
Lmck 1531 kepimpinan dan kreativiti lecture notes citra - lecture notes
 
Isi kepemimpinan
Isi kepemimpinanIsi kepemimpinan
Isi kepemimpinan
 
Bab 5-kepimpinan-motivasi
Bab 5-kepimpinan-motivasiBab 5-kepimpinan-motivasi
Bab 5-kepimpinan-motivasi
 
Pentingnya kepemimpinan
Pentingnya kepemimpinanPentingnya kepemimpinan
Pentingnya kepemimpinan
 
Unit7 : pengarahan (kepimpinan)
Unit7 : pengarahan (kepimpinan)Unit7 : pengarahan (kepimpinan)
Unit7 : pengarahan (kepimpinan)
 
Manajemen, Kepemimpinan dan Organisasi
Manajemen, Kepemimpinan dan OrganisasiManajemen, Kepemimpinan dan Organisasi
Manajemen, Kepemimpinan dan Organisasi
 
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam OrganisasiKepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
Kepemimpinan Pemberdayaan dan Kekuasaan Dalam Organisasi
 
Kepemimpinan & pemberdayaan
Kepemimpinan & pemberdayaanKepemimpinan & pemberdayaan
Kepemimpinan & pemberdayaan
 
Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)
Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)
Ilmu Kepemimpinan by Hafizd Aprianto, ST (Cara Menjadi Pemimpin Sukses)
 
Bang pim pertemuan 8 2016 2017
Bang pim pertemuan 8 2016 2017Bang pim pertemuan 8 2016 2017
Bang pim pertemuan 8 2016 2017
 
Kepemimpinan dalam perusahaan
Kepemimpinan dalam perusahaanKepemimpinan dalam perusahaan
Kepemimpinan dalam perusahaan
 
Strategi dalam kepemimpinan
Strategi dalam kepemimpinanStrategi dalam kepemimpinan
Strategi dalam kepemimpinan
 
Bab 3 sifat pemimpin
Bab 3 sifat pemimpinBab 3 sifat pemimpin
Bab 3 sifat pemimpin
 
Kepemimpinan ppt
Kepemimpinan pptKepemimpinan ppt
Kepemimpinan ppt
 
Kepemimpinan transformasional
Kepemimpinan transformasionalKepemimpinan transformasional
Kepemimpinan transformasional
 
Kepemimpinan transaksional
Kepemimpinan transaksionalKepemimpinan transaksional
Kepemimpinan transaksional
 
Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)
Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)
Kepemimpinan strategis kelompok 8 (18032017)
 

Viewers also liked

Catalogue brochure-designing-service
Catalogue brochure-designing-serviceCatalogue brochure-designing-service
Catalogue brochure-designing-servicePankaj Jagya
 
Chrysantheme (lahr,germania)
Chrysantheme (lahr,germania)Chrysantheme (lahr,germania)
Chrysantheme (lahr,germania)cojocarugalina
 
Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356
Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356
Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356path2career
 
Lidia blanco resume4.1 mb
Lidia blanco resume4.1 mbLidia blanco resume4.1 mb
Lidia blanco resume4.1 mbLidia Blanco
 
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiPermohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiOperator Warnet Vast Raha
 

Viewers also liked (20)

Makalah seni kriya korea
Makalah seni kriya koreaMakalah seni kriya korea
Makalah seni kriya korea
 
Catalogue brochure-designing-service
Catalogue brochure-designing-serviceCatalogue brochure-designing-service
Catalogue brochure-designing-service
 
Php quiz1
Php quiz1Php quiz1
Php quiz1
 
Chrysantheme (lahr,germania)
Chrysantheme (lahr,germania)Chrysantheme (lahr,germania)
Chrysantheme (lahr,germania)
 
POWERPOINT PPT
POWERPOINT PPTPOWERPOINT PPT
POWERPOINT PPT
 
Derechos de autor
Derechos de autorDerechos de autor
Derechos de autor
 
Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356
Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356
Distance Education Course In B.Sc. In Biochemistry In Delhi, Noida @9278888356
 
Lidia blanco resume4.1 mb
Lidia blanco resume4.1 mbLidia blanco resume4.1 mb
Lidia blanco resume4.1 mb
 
Makalah penyakit genetika
Makalah penyakit genetikaMakalah penyakit genetika
Makalah penyakit genetika
 
Soal bahasa arab kelas xii
Soal bahasa arab kelas xiiSoal bahasa arab kelas xii
Soal bahasa arab kelas xii
 
Soal ulangan bahasa arab kelas xi sma
Soal ulangan bahasa arab kelas xi smaSoal ulangan bahasa arab kelas xi sma
Soal ulangan bahasa arab kelas xi sma
 
Undangan kecamatan lasalepa
Undangan kecamatan lasalepaUndangan kecamatan lasalepa
Undangan kecamatan lasalepa
 
Odher scout community
Odher scout communityOdher scout community
Odher scout community
 
Lingkungan hidup
Lingkungan hidupLingkungan hidup
Lingkungan hidup
 
Kafer akbid paramata
Kafer akbid paramataKafer akbid paramata
Kafer akbid paramata
 
126895843 makalah-makromolekul
126895843 makalah-makromolekul126895843 makalah-makromolekul
126895843 makalah-makromolekul
 
Makalah keganasan
Makalah keganasanMakalah keganasan
Makalah keganasan
 
Surat izin keramaian
Surat izin keramaianSurat izin keramaian
Surat izin keramaian
 
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiPermohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
 
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
Surat pernyataan nusantara sehat fajarSurat pernyataan nusantara sehat fajar
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
 

Similar to Perilaku organisasi

Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019
Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019
Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019Aliva Qomariyah
 
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019LailatulRodhiyah1
 
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...CitraOctaviaPutri
 
Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...
Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...
Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...AinayaFatimah
 
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)SiskaPuspitaSari3
 
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdmSiska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdmPutriYunanda1
 
10.kepemimpinan yang effektif
10.kepemimpinan yang effektif10.kepemimpinan yang effektif
10.kepemimpinan yang effektifFreddy Indra
 
Tugas basworo metpen finising
Tugas basworo metpen finisingTugas basworo metpen finising
Tugas basworo metpen finisingFahmy Metala
 
Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1
Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1
Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1LailatulRodhiyah1
 
Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...
Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...
Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...AlkhoyumiFaizun
 
Putri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdmPutri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdmPutriYunanda1
 
Putri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdmPutri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdmPutriYunanda1
 
Tugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdmTugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdmEriesBudi
 
Tugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdmTugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdmEries Budi S
 
Kepemimpinan
KepemimpinanKepemimpinan
KepemimpinanCkg Nizam
 
Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx
Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptxSupervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx
Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptxHospitality Industry
 
Makalah pengembangan karir pio
Makalah pengembangan karir pioMakalah pengembangan karir pio
Makalah pengembangan karir piopsepti22
 

Similar to Perilaku organisasi (20)

kepemimpinan
 kepemimpinan kepemimpinan
kepemimpinan
 
Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019
Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019
Tugas 1 MSDM ALIVA NUR Q.(1961074) kp2 2019
 
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019
Mohammad sofa permadi(1961019) kp1 2019
 
kepemimpinan dalam organisasi
kepemimpinan dalam organisasikepemimpinan dalam organisasi
kepemimpinan dalam organisasi
 
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan - Citra Octavi Putri (19...
 
Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...
Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...
Ainaya f.a (1961063) mnj kp2 2019 tugas mnj sdm (pengaruh gaya kepemimpinan d...
 
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm (1)
 
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdmSiska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm
Siska puspita sari(1961025) ppt mnj sdm
 
10.kepemimpinan yang effektif
10.kepemimpinan yang effektif10.kepemimpinan yang effektif
10.kepemimpinan yang effektif
 
Tugas basworo metpen finising
Tugas basworo metpen finisingTugas basworo metpen finising
Tugas basworo metpen finising
 
Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1
Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1
Tgs slideshare msdm pengaruh gaya kepemimpinan dgn kinerja karyawan 1
 
Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...
Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...
Alkhoyumi faizun (1961082) pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pe...
 
Putri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdmPutri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdm
 
Putri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdmPutri astika y(1961015)tugas sdm
Putri astika y(1961015)tugas sdm
 
Tugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdmTugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdm
 
Tugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdmTugas kelompok 5 manajemen sdm
Tugas kelompok 5 manajemen sdm
 
Makalah pio
Makalah pioMakalah pio
Makalah pio
 
Kepemimpinan
KepemimpinanKepemimpinan
Kepemimpinan
 
Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx
Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptxSupervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx
Supervisi Hospitality term-7 Peran Supervisor dalam memberikan Motivasi.pptx
 
Makalah pengembangan karir pio
Makalah pengembangan karir pioMakalah pengembangan karir pio
Makalah pengembangan karir pio
 

More from Operator Warnet Vast Raha (18)

Stiker kk bondan
Stiker kk bondanStiker kk bondan
Stiker kk bondan
 
Proposal bantuan sepak bola
Proposal bantuan sepak bolaProposal bantuan sepak bola
Proposal bantuan sepak bola
 
Surat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehatSurat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehat
 
Halaman sampul target
Halaman sampul targetHalaman sampul target
Halaman sampul target
 
Makalah makromolekul
Makalah makromolekulMakalah makromolekul
Makalah makromolekul
 
Mata pelajaran seni budaya
Mata pelajaran seni budayaMata pelajaran seni budaya
Mata pelajaran seni budaya
 
Bukti registrasi pajak
Bukti registrasi pajakBukti registrasi pajak
Bukti registrasi pajak
 
Kop undangan aqiqah
Kop undangan aqiqahKop undangan aqiqah
Kop undangan aqiqah
 
Surat izin keramaian 2
Surat izin keramaian 2Surat izin keramaian 2
Surat izin keramaian 2
 
Shynta
ShyntaShynta
Shynta
 
Undangan kafosulino katulu
Undangan kafosulino katuluUndangan kafosulino katulu
Undangan kafosulino katulu
 
Soal agama smp
Soal agama smpSoal agama smp
Soal agama smp
 
Soal ulangan seni budaya
Soal ulangan seni budayaSoal ulangan seni budaya
Soal ulangan seni budaya
 
Tang kriping
Tang kripingTang kriping
Tang kriping
 
Sofa 2
Sofa 2Sofa 2
Sofa 2
 
Permohonan lamaran akbid elsa muna barat
Permohonan lamaran akbid elsa muna baratPermohonan lamaran akbid elsa muna barat
Permohonan lamaran akbid elsa muna barat
 
Makalah pemanasan global 2
Makalah pemanasan global 2Makalah pemanasan global 2
Makalah pemanasan global 2
 
Kafer smk 2 raha 2
Kafer smk 2 raha 2Kafer smk 2 raha 2
Kafer smk 2 raha 2
 

Perilaku organisasi

  • 1. Lebih jauh seorang pemimpin perlu memahami kepemilikan karakteristik para karyawannya. Dougles McGregor menjelaskan tentang teori X dan Y pada setiap orang, ini sebagaimana dikatakan oleh Luthans and Doh52) bahwa “A Theary X manager believes that people are basicaly lazy and that coercion and treats of punishment must be to used to get them to work. A theory Y manager believes that under the right conditions people not only will work hard but will seek increased responsibility and challenge”. Dan lebih jauh Luthans and Doh53) mengatakan tentang teori Z, yaitu “ A dan theory Z manager believe thet workers seek opportunities to participate in management and are motivated by teamwork and respobility sharing”. Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan bawahannya untuk memiliki kompetensi dalam bekerja. Karena dengan kepemilikan kompetensi karyawan tersebut akan mampu mendorong peningkatan kualitas kinerja keuangan perusahaan. Kita bisa melihat perbedaan antara karyawan yang memilliki kompetensi dan yang rendah nilai kompetensinya, dari kinerja yang mereka hasilkan. Untuk itu setiap pemimpin bukan hanya dituntut untuk mampu bekerja secara maksimal namun juga mengerti dimana permasalahan yang dmiliki oleh setiap karyawannya selama ini. Termasuk masalah dalam mengembangkan bakat yang dimiliki olh setiap karyawan. Memahami bakat keahlian dan kesesuaiannya , adalah menempatkan karyawan tersebut sesuai tempatnya atau diterapkan konsep “the right man and the right place”. Dalam konteks ini menarik jika kita memahami konsep dalam mengelola organisasi bisnis yang dipegang dan iterapkan oleh sukamdani Sahid Gitosardjono seorang peengusaha dengan care bisnis dibidang hotel. Sukardani mengajarkan agar setiap orang memiliiki etos kerja, seperti disiplin, kerja keras, jujur dan berperestasi.54) ajaran keteladanan diambilnya dari KH Dewantara.58) di depan (ing ngarso) harus memberi contoh yang baik , ditengah mendorong dan yang dibelakang menyukseskan.56) falsafah ini membuat seseorang tahu diri, kapan harus tampil, kapan harus mendukung dan kapan pula harus tut wuri (ikut saja) 57) sahid termasuk grub bisnis yang bisa selamat dengan pengorbanan yan tidak terlalu signifikan dibanding grup bisnis lain.58) “kami bisa menyelesaikan masalah dengan kekuatan kami sendiri”, katanya.59)
  • 2. Gambar 4.3 : Strategy planning Hierarchy Kompetensi tidak bisa diperoleh dengan waktu yang cepat, namun bisa diperoleh secara perlahan-lahan dan berlangsung secara lama. Maka begitu juga kesuksesan tidak akan diperoleh secara instan, tapi harus diperoleh secara kerja keras, dan seorang pemimpin memiliki peran besar dalam mendampingi mewujudkan impian tersebut. Termasuk menerapkan konsep kompetisi yang bersifat dinamis. Oleh karena itu jika kita kembali kepada konsep di atas maka berdasarkan pada gambar 4.4 dan 4.5 di bawah ini akan semakin bisa memperjelas pada kita tentang bagaimana peran pimpinan dalam membangun karyawan yang memiliki semangat kompetisi yang dinamis. Pada gambar 4.4 memperlihatkan peran pimpinan yang begitu besar dalam mendukung dan membangun terwujudnya nilai kompetensi pada karyawannya.dimana pimpinan akhirnya VISION MISSION STRATEGIC PLAN PLAN OBJECTIVES ACTIVITIES & ROUTINES
  • 3. berhasil mengkaderkan karyawan untuk memiliki nilai kompetensi yang melebihi dari nilai kompetensi pimpinan. Sehingga pada posisi ini pimpinan dapat suatu saat menugaskan karyawan yang terpilih tersebut untuk menangani urusan-urusan penting bahkan mengambil posisinya sebagai pimpinan di kemudian hari. Artinya para investor sangat menyukai pemimpin yan memiliki sikap orientasi pada pengembangan. Pemimpin yang beriorientasi pada pengembangan. Pemimpin yang beriorientasi pengebangan adalah pemimpin yang menghargai eksperimentasi, mengusahakan gagasan baru yang menimbulkan serta melaksanakan perubaan.63) Pada gambar 4.5 terlihat dimana pimpinan tidak memiliki kepedulian kuat dalam membangun terwujudnya nilai kompetensi pada diri karyawan. Sehingga dampaknya karyawan tidak pernah diberi dan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Dengan terjadinya kondisiseperti gambar 4.5 di atas ada beberapa dampak yang akan timbul pada saat seorang pimpinan menerapkan konsep seperti itu, yaitu a. Kontruksi manajemen perusaahn tidak memiliki nilai kopetensi secara jangka panjang. b. Manajemen perusaahn dalam konteks pengambilan keputusan sangat tergantung pada apa yang ditugaskan atau diperintahkan oleh pimpinan. c. Jika suatu saat ada kejadian-kejadian tertentu yang bersifat tak terduga, bisa menggangg atau tertundanya berbagai aktivitas bahkan ini berdampak pada persoalan keputusan. Kondisi seperti ini bisa memunculkan vacuum of power (keksongan kekuasaan), dan jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan penurunan nilai perusahaan dimata publik. d. Dimata investor perusahaan seperti ini memiliki sisi rentan dalam konteks permasalahan keuangan dikemudian hari, khususnya kinerja keuangan. Sebagai bahan catatan bagi kita semua bahwa kajian dari dua sudut pandang tentang orientasi pemimpin dan segi orientasi karyawan dan produksi ini telah pernah dikaji oleh kelompok Michigan.64) kesimpulan yang didapat oleh para peneliti Michigan sangat disukai pemimpin yang perilakunya beriorientasi karyawan. Pemimpin yang berorientasi karyawan dikaitkan dengan produktivitas kelompok yang lebih tinggi dan kepuasan kerja yang lebih tinggi. Pemimpin yang berorientasi prouksi enderung
  • 4. dikaitkan dengan produktivitas kelompok yang rendah dan kepuasan kerja yang lebih rendah. 13. membangun budaya kepemimpinan Dalam konteks ilmu perilaku organisasi modern adalah pembahasan ayng sering dibicarakan yaitu suatu organisasi yang baik adalah dimana organisasi tersebut mampu membangun leadership culture (budaya kepemimpinan) diorganisasi tersebut. Budaya kepemimpnan menggambarkan terbanggunya kaderisasi diorganisasi tersebut secara terencana. Artinya pihak pemimpin diorganisasi tersebut bersedia penuh untuk mempercayakan dan mengedepankan sikap yang yakin bahwa para karyannya mampu dalamm mengambil keputusan tanpa haarus menunggu keputusan dari pimpinan. Seingga kultus keputusan tidak akan terjadi, dan bentuk manajemen diorganisasi tersebut bisa lebih leading atau datar. Yaitu jika keputusan terlalu bersifat kultus akhirnya selalu bersumber dari atas da sangat birokratis maka piramida kepurusan akan smakin tinggi untuk dijangkau. Beberapa sebab perusahaan mengalami kebangkrutan atau mengalami perlambatan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya disebabkan oleh faktor ketidak beranian mereka yang berada dilefel middle management dalam mengambil keputusan bahkan jika semakin lemah maka ditingkat lower management ini juga bisa terjadi. Oleh karena itu, jika suatu perusahaan ingin tumbuh menjadi besar maka konsep pengembangan organisasi bersifat membangun budaya kepemimpinan. Dengan kata lain kaderisasi akan tubuh diorganisasi tersebut dan lebih jauh jika suatu organisasi mampu membangun kader pemimpin maka jika suatu saat karyawan tersebut keluar dari organisasi tersebut dan ia mendirikan sebuah organisasi baru dan ternyata organisasi sukses maka tentunya ia akan selalu mengingat tempat lama ia bekerja yang telah membangunnya menjad sukses seperti sekarang ini.
  • 5. 14. hubungan pemimpindan karyawan Dalam konteks hubungan antara pemimpin dan karyawan/pegawai, sangat dipengaruhi oleh gaya pPemimpin yang dimiliki. Ini disebabkan pemimpin memiliki kekuasaan dan otoritas lebih dalam usaha membentuk terwujudnya suatu mode manajemen organisasi yang diharapkan. Dari berbagai literatur dalam konteks hubungan anatara pemimpin dan karyawan ada dua gaya kpemimpinan yang diterapkan, yaitu: a. Pemimpin dengan gaya orientas tuga (task-oriented), dan b. Pemimpin engan gaya orientasi pegawai (empployee-oriented) Pemimpin engan gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan berorientasi tugas (task-oriented) adalah cenderung sangat mengejar target penjualan atau pengerjaan project dengan hasil maksimal, dan menempatkan para karyawan serta seluruh sumber daya yang dimiliki demi tercapainya target. Pada pemimpin dengan gaya orientasi tugas ini akan terlihat pada ciri-ciri sebagai berikut, a. Mengindari sifat suka melalaikan tugas, b. Mengedepankan profesionalitas hasil kerja sesuai daengan target, c. Berusaha memberikan kepuasanp kepada klien, mitra bisnis, birokrat, konsumen dan lainnya sesuai dengan permintaan, d. Menghinari cacat kerja atau produk yang tiak sempurnah, e. Mengedepankan service purna jual kepada para konsumen, klien, dan lainnya f. Menjunjung tinggi terwujudnya reputasi perusahaan sesuai dengan amanat visi dan misi perusaah , termasuk memberikan kepuasan kepada para pemegang saham. Adapun pemimpindengan gaya orientasi pegawai (employee-oriented) adalah pemimpin yang memiliki pandangan dan konsep kaderisasi. Konsep kaerisasi tersebut terlihat dengan cara pemimoin berusaha membesarkan para karyawan yang dianggap untuk memiliki potensi didik dan diberi pelatihan kepemimipinan, denga tujuan pegawai tersebut suatu saat diharapkan mampu memberi pengaruh bagi kemajuan organisasi serta dapat meningkatkan penjualan perusaahn hingga akhirya pegawai tersebut diberi kesempatan untuk memimpin organisasi secara legatimik.
  • 6. Secara kenyataan ada beberapa pemimpin yang sulit menerapkan konse demokrasi dalam organisasi bisnis yang dimilikinya. Konsep demokrasi artinya kepemimpinan dan beberapa jabatan strategis boleh dan hanya layak dipimpin oleh mereka yang memiliki kredibilitas serta reputasi yang dapat dipertanggung jawabkam. Ukurannya adalah secara jangka pendek dan jangka panjang, yaiu engan tepat mengutamakan dua sisi keinginan organisasi bisnnis pada umunya, yaitu: a. Profit, dan b. Keberlanjutan usaha. Adapun keberlanjutan usaha menyangkut dengan keyakinan para pihak manajemen serta investor khususnya, dengan menjadikan organisasi tersebut sebagai tempat yang menjamin bagi masa depan. Karena pada prinsipnya menginginkan kondisi yang terjamin dalam menjalani kehidupan termasuk jaminan dalam bekerja 15. solusi dalam menyelesaikan masalah dalam biang kepemimpinann Ada beberapa solusi secara umum yang dapat diterapkan dalam menyelesaian masalah dalam bidang kepemimpinan yaitu: a. Membangun dan menghilangkan semangat kemalasan para karyawan. b. Bagi para pemimpin agar selalu melakukan up grade pada ilmu yanng dimiliki.’ c. Pemimpin yang bijaksana adalah yang memiliki jiwa temperamen yang rendah. d. pemimpin Yang dipilih adalah pemimpin yang jauh dari mental korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
  • 7. e. pemimpin yang dipilih adalah ia memiliki jiwa dan semangat, tidak mabuk, atau terlalu cinta pada kekuasaan. 16. definisi pengawasan Untuk memahami lebih dalam pengertian dari pengawasan ada baiknya kita lihat pendapat dari para ahli di bawah ini, yaitu: a. Fremont E.Kast dan James E.Rosenzweig: pengawasan adalah tahap proses manajerial mengenai pemeliharaan kegiatan organisasi dalam batas-batas yang di izinkan yang diukur dari harapan-harapan. b. G.R.Terry: sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar c. T.Hani Handoko : pengawasan dapat didefenisikan sebagai proses untuk menjamin, bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. d. Hadibroto mengatakan bahwa pengawasan adalah kegiatan penilaian terhadap organisasi/ kegiatan dengan tujuan agar organisasi/kegiatan tersebut melaksanakan fungsinya dengan baik dan dapat memenuhi tujuannya yang telah ditetapkan. e. Brantas: pengawasan ialah proses pemantauan, penilaian, dan pelaporan rencana atas pencapaian tujuan yang telah ditetapkan untuk tindakan korektif guna penyempurnaan lebih lanjut. Soemarjo tjitrosidojo membedakan arti istilah pengawasan dan istilah pengendalian. Menurutnya: pengawasan adalah suatu bentuk pengamatan yang umunya dilakukan secara menyeluruh dengan jalan mengadakan perbandingan antara yang dikontstatir yang seharusnya dilaksanakan. Sedangkan istilah pengendalian merupakan sarapan dari istilah dalam bahasa control. Black’s law dictionary memberikan definisi contra dalam fungsinya sebagai kata kerja atau verb adalah sebagai berikut: a. To exercise power or influence over; b. To regulate or govern;
  • 8. c. To have a controlling interst some institution. Untuk memahami perbedaan kedua ini baik pengawasan dan pengenalian jusuf anwar mengatakan, “secara formal, pengawasan bersifat memberikan saran lebih lanjut merupakan wewenang dari orang-orang yang mempunyai fungsi pengendalian”. Pengawasan berkaitan erat sekali dengan fungsi perencanaan dan kedua fungsi ini merupakan ha yang saling mengisi, karena: a. Pengawasan harus terlebih dahulu direncanakan. b. Pengawasan baru dapat dilakukan jika ada rencana c. Pelaksanaan rencana akan baik, jika pengaawaasan dilakukan dengan bai. d. Tujuan dapat diketahuai tercapai dengan baik atau tidak setelah pengawasan atau penilaian dilakukan. (Hasibuan, 2011:241). 17. tipe-tipe pengawasan Menurut T.Hani Handoko ada tiga tipe pengawasan yaitu: a. Pengawasan pendahuluan b. Pengawasan “concurrent” dan c. Pengawasan umpan balik. Untuk memahami lebih dalam hani handoko menjelaskan bahwa “pengawsan pendahuluan, atau sering disebut stering controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.” Untuk pengawasan “concurren” Hani Handoko mengatakan, “ tepe pengawasan ini merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan” bisa dilanjutkan atau menjadi semacam peralatan “double-check” yang lebih menjamin ketepatan pelaksanaan suatu kegiatan.” Dan lebih jauh Hani Handoko pengawasan umpan balik, juga dikenal sebagai past-action controls, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan”
  • 9. 18. pemimpin dan pengawasan di organisasi Lowyer menyimpulkan bahwa penolakan terhadap sistem pengawasan itu lebih besar kemungkinannya terjadi dibawah salah satu atau lebih dari keadaan yang berikut: 1. Sistem pengaawasan itu mengukur prestasi dalam suatu daerah baru 2. Sistem pengawasan itu menggantikan suatu sistem dimana orang mempunyai investasi besar dalam pemeliharaanya 3. Standar-standar ditetapkan tanpa partisipasi. 4. Hasil-hasil dari sistem pengawasan itu tidak diumpan balik kepada mereka yang prestasinya di ukur 5. Hasil-hasil dai sistem pengawasan itu disampaikan ke level yang lebih tinggi dalam organisasi dan dipakai dengan sistem imbalan (reward system) 6. Orang yang terkena oleh sistem itu relatif puas dengan hal-hal sebagaimana adanya dan mereka melihat diri mereka sendiri terikat (committed) pada organisasi. 7. Orang yang terkena sistem itu renda harga diri dan authoritarianism mereka. Untuk mengatasi agar terciptanya pengawasan yang berlangsung secara baik, maka setiap hambatan dalam bidang pengawasan harus dicarikan solusi. Adapun bentuk solusi tersebut adalah, 1. Menciptakan hubungan antara tingkat atas dan bawah agar terbentuknya suatu kontrol yang maksimal sampai dengan tingkat sub sistem. Ini sebagaimana dinyatakan oleh Fremont E.Kast dan James E. Prosenzweig bahwa “ada saling hubungan dengan pengawasan tingkat tinggi dengan tujuan ditentukan. Juga terdapat saling hubungan dengan pengawaan saling rendah dimana pekerjaan dilaksanakan oleh sistem dan berbagai sub-sistem” 2. Memahami konsep efektifitas. Konsep efektifitas dilihat dari segi waktu dan sebaiknya pengawasan yang dilakukan melihat pada konsep time schedule, dengan tujuan agar setiap pengerjaan dapat diselesaikan sesuai denga target yang diinginkan karena jika suatu pekerjaan selesai diatas target artinya
  • 10. terjadi pemborosan dari segi waktu dan lebih jauh pada biaya (cost), sementara manajer perusahaan sering mengeepankan persoalan efiisiensi. 3. Perusahaan perlu mengembangkan suatu standar acuan kerja yang representatif dan modern. Denga tujuan setiap pihak yang bekerja di organisasi tersebut harus mematuhi dan menerapkan standar acuan kerja tersebut, sehingga jika suatu saat ada teguran, sanksi dan berbagai bentuk penegakkan aturan lainya semua itu telah bersumber pada standar tersebut, dengan begitu diharapkan kondisi homogen akan berlangsung akan berlangsung secara stabil. Ini sebagaimana dinyatakan oleh Fremont E.Kast dan James E.Rosenzweig bahwa, “sistem nilai homogen, penghayatan norma-norma kelompok dan pengetahuan serta penerimaan hukum, tentulah akan membawa kepada mawas diri dan perilaku yang berada dalam batas- batas yang sesuai untuk situasi tertentu” 4. Menerapkan konsep “the right man and the right place” konsep the right man and the right place artinya menempatkan seseorang sesuai dengan posisinya. Dengan begitu diharapkan setiap pekerjaan ditangani oleh mereka yang benar-benar mampu untuk menyelesaikannya. Dalam konteks ilmu perilaku organisasi artinya dapat kita pahami jika perilaku dan sikap pimpinan mempengaruhi pola perilaku organisasi. Dengan kata lain perilaku organisasi adalah bagian dari cerminan perilaku pimpinan. Dalam contoh lain dapat kita lihat pada sosok Jacob oetama pendiri bisnis surat kabar harian kompas. Moto kompas adlah “amanat hati nurani rakyat.” Motto ini begitu kuat mempengaruhi pola pembentukkan kinerja organisasi kompas tersebut. Selama ini kulture jurnalisme yang dikembangkan oleh jacob adalah kulture “ jurnalisme damai”. Jurnalisme damai merupakan proses penciptaan kulture jurnalisme baru yang memungkinkan pers bertahan di tengah-tengah konfigurasi otoriter. Oleh sebab itulah, koran kompas yang diasuhnya, boleh dikatakan sebuah koran di indonesia yang tidaik pernah kena breidel, baik dimasa orde lama yang otoriter maupun di zaman orde baru yang dictator. Misi jurnalisme baginya bukan sekedar menyampaikan informasi kepada pembaca, tetapi untuk mendidik dan mencerahkan hati nurani anak bangasa.
  • 11. Dengan kata lain mekanisme pengawasan organisasi bisnis yang dijalankan oleh Jacob oetama adalah bersifat independen. Pembuktian ini memperlihatkan bagaimana surat kabar harian kompas sampai hari ini masih bisa bertahan dengan jumlah opla terbesar dan mampu memuaskan hati pihak pembaca. Bahkan seorang politisi senior pernah berkata jika ingin memiliki bahasa yang bagus maka bacalah kompas. Istilah penting dalam bab ini Employee-orented Financial performance Kepemimpinan Leadership pipeline Pemimpin Pengendalian internal Task-oriented