Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
1. Penggalian atau pengembangan partisipasi antara lain dapat di kaji dalam
perspektif pembangunan masyarakat
a. Pengertia...
b. Karakteristik dari pengembangan masyarakat
Tata kelola pengembangan masyarakat dapat diilustrasikan dengan bentuk
segit...
tidak akan membantu memecahkan masalah namun akan membawa kepada
permasalahan ketidakadilan dan masalah sosial.
Selain beb...
keberfungsian sosial individu, kelompok dan masyarakat serta mendekatkan
mereka dengan sistem sumber.
Pekerja sosial dalam...
b. jenis / bidang keahlian atau kompetensi dalam pengembangan
masyarakat
syarakat setempat adalah mitra perubahan kami di ...
Dari kenyataan di atas menunjukkan bahwa kebutuhan manusia beraneka ragam
dan sifatnya tidak terbatas, baik kebutuhan seca...
(grassroots). Pembahasan dalam diskusipun sering sepotong-potong karena
informasi berkenaan dengan tema-tema itu masih san...
b. Nominal Group process atau teknik van den delbecq
erencanaan atau rencana ditetapkan setelah menentukan masalah, meneta...
harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta
mengenal problem area. Tugas staf kordinator adala...
dapat memberikan data yang lebih mendalam,
lebih informatif, dan lebih bernilai dibanding metode lainnya. Namun,
pelaksana...
kemarahan baik kepada dirinya maupun kepada orang lain, karena mereka tidak
mampu nengenali masalahnya.
h. Metode Sensus M...
Analisis SWOT terdiri atas 4 (empat) faktor sebagai berikut:
1. Strength (Kekuatan)
Strength merupakan kondisi kekuatan ya...
METODE PEMBANGUNAN
PARTISIPATIF
DISUSUN OLEH :
NAMA : WAHYUDIN
NIM : 91103008
SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN WUNA
( STIP WU...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Metode pengembangan partisipasi

561 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Metode pengembangan partisipasi

  1. 1. 1. Penggalian atau pengembangan partisipasi antara lain dapat di kaji dalam perspektif pembangunan masyarakat a. Pengertian dari pembangunan masyarakat 1. Menurut Bhattacarya, Pengembangan Masyarakat adalah Pengembangan manusia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia untuk mengontrol lingkungannya. Pengembangan masyarakat merupakan usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan untuk berorganisasi, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya. Manusia didorong untuk mampu membuat keputusan, mengambil inisiatif dan mampu berdiri sendiri. 2. Menurut Betten, Pengembangan Masyarakat bertujuan mempengaruhi perikehidupan rakyat jelata dimana keberhasilannya tergantung sekali pada kemauan masyarakat untuk aktif bekerjasama. 3. Menurut Yayasan Indonesia Sejahtera, Pengembangan Masyarakat adalah usaha-usaha yang menyadarkan dan menanamkan pengertian kepada masyarakat agar dapat menggunakan dengan lebih baik semua kemampuan yang dimiliki, baik alam maupun tenaga, serta menggali inisiatif setempat untuk lebih banyak melakukan kegiatan investasi dalam mencapai kesejahteraan yang lebih baik.1[2] 4. Menurut Com.Dev. Handbook, Pengembangan Masyarakat adalah evolusi terencana dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya yang ada dalam masyarakat. Dia adalah sebuah proses dimana anggota masyarakat melakukan aksi bersama dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bersama.
  2. 2. b. Karakteristik dari pengembangan masyarakat Tata kelola pengembangan masyarakat dapat diilustrasikan dengan bentuk segitiga. Bentuk ini mendeskripsikan tiga pilar pengembangan masyarakat diantaranya Collective Action Sector (LSM, koperasi), public sector (pemerintah), dan private sector (swasta). Bila menyinggung soal Corporate Social Responsibility (CSR), diantara ketiga pilar tersebut, private sector-lah yang mulai memainkan perannya dalam pengembangan masyarakat berdasarkan pola-pola bisnis. CSR diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. 2. Strategi Intervensi dalam Pengembangan masyarakat pada pokoknya dapat dipilah atas strategi intervensi direktif dan strategi intervensi indirektif a. Perbedaan segi teknis Pengembangan masyarakat pada masa lalu belum berjalan terlalu baik, dikarenakan beberapa masalah yang mengahalangi. Permasalahan ini umumnya terjadi dari segi sosial dan kesejahteraan ekonomi masayarakat, dimana masyarakat hanya dijadikan sebagai obyek oleh pemerintah dalam pengembangan masyarakat bukan dijadikan subyek. Terkait dengan hal ini pula, pengembangan masyarakat masih terpaku pada profesi dari praktisi pengembangan masyarakat. Sehingga metode yang digunakan dalam pengembangan masyarakat bukanlah didasarkan pada karakteristik masyarakat namun didasarkan pada profesi. Pada negara kesejahteraan terdapat banyak masalah yang menyebabkan tingkat pelayanan masyarakat berkurang. Mulai dari ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang membuat negara kesejahteraan sampai kepada titik krisis ekologi. Banyak pendapat para ahli yang menyatakan bahwa konsep dari system negara kesejahteraan tidak berkelanjutan. Mereka pun memberikan tanggapan-tanggapan tentang permasalahan yang dihadapi Negara kesejahteraan. Namun dari solusi tersebut terdapat juga ketidakcukupan yang disampaikan oleh beberapa kelompok ahli lain. Disebutkan bahwa strategi new right, neoliberalisme, dan koporatisme
  3. 3. tidak akan membantu memecahkan masalah namun akan membawa kepada permasalahan ketidakadilan dan masalah sosial. Selain beberapa permasalahan yang dikemukakan diatas, terdapat satu hal lagi yang melatarbelakangi masalah ini, yaitu terkait dengan perkembangan ekonomi. Jika dilihat dari beberapa decade kebelakang sampai sekarang ini tentunya sudah banyak terjadi perubahan yang signifikan. Perubahan-perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu Negara tentunya akan mempengaruhi semua aspek kehidupan. Aspek kehidupan inilah yang nantinya pula akan sangat berperan dalam penentuan keberhasilan pengembangan masyarakat yang dilakukan kepada masyarakat. b. kelebihan dan kelemahan strategi intervensi pengembangan masyarakat Kelebihan : · Pembangunan masyarakat langsung mencakup data seluruh organisasi · Kerangka Program akan lebih terstruktur · Penyimpanan data menjadi terpusat · Kontrol informasi dapat dilakukan secara tersentralisasi Kelemahan : · Waktu implementasi lebih lama · Risiko kegagalan relatif tinggi karena kerumitannya. · Membutuhkan biaya yang relatif besar 3. salah satu unsur pokok dalam pengembangan masyarakat adalah para pekerja sosial atau pekerja masyarakat a. pengertian dari pekerja sosial atau pekerja masyarakat dalam konteks pengembangan masyarakat Profesi yang memberikan pertolongan pelayanan sosial kepada individu, kelompok dan masyarakat dalam peningkatan keberfungsian sosial mereka dan membantu memecahkan masalah-masalah sosial mereka disebut dengan pekejaan sosial, atau pekerjaan sosial adalah seseorang yang memiliki profesi dalam membantu orang memecahkan masalah-masalah dan mengoptimalkan
  4. 4. keberfungsian sosial individu, kelompok dan masyarakat serta mendekatkan mereka dengan sistem sumber. Pekerja sosial dalam menjalankan tugas berada dalam naungan badan-badan sosial yang bergerak dalam pelayanan-pelayanan sosial .Dalam mejalankan profesinya seorang pekerja sosial bekerja dengan menggunakan teknik-teknik dan metode- metode tertentu yang disesuaikan dengan masalah-masalah yang akan diselesaikan, pemilihan teknik dan metode harus tepat guna bagi klien. Menurut pendapat Max Siporin, D.S.W (1975:3) mengartikan pekerjaan sosial sebagai berikut:“Social work is defined as social institutional method of helping people to prevent and resolve their social problems, to restore and enhance their social functiong” (Pekerjaan sosial sebagai metode yang bersifat sosial dan institusional untuk membantu orang mencegah dan memecahkan masalah-masalah mereka serta untuk memperbaiki dan meningkatkan keberfungsian sosial mereka). Selaras dengan pendapat yang dikemukan oleh Max Siporin, maka yang dimaksud dengan pekerjaan sosial adalah suatu profesi sosial yang dan berbadan hukum yang memiliki bertujuan membantu individu, kelompok dan masyarakat dalam proses pemecahan masalah-masalah sosial dan mencarikan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang berfungsi sebagai penguatan agar masalah yang telah teratasi tidak muncul lagi dan berkembang dengan menimbulkan masalah sosial lain. Dalam menjalankan profesi pertolongan seorang pekerja sosial tidak terlepas dari konteks sosial tempat tinggal klien yang bermasalah, yang dikatakan klien bermasalah adalah individu, kelompok dan masyarakat yang tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar atau mengalami hambatan- bambatan dan tidak mampu membawakan peranan-peranan sosial sesuai yang diharapkan oleh masyarakat dimana mereka tinggal (kemampuan berinteraksi sosial memiliki dampak yang luas pada kehidupan klien).
  5. 5. b. jenis / bidang keahlian atau kompetensi dalam pengembangan masyarakat syarakat setempat adalah mitra perubahan kami di lapangan. Kami memfasilitasi masyarakat dalam merestorasi lahan basah mereka yang telah rusak, menghentikan kegiatan mereka yang merusak (misalnya pembalakan dan perburuan) dan menyediakan kredit mikro kepada mereka. Dengan demikian, kami membantu menyediakan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk menciptakan kegiatan-kegiatan alternatif dan berkesinambungan yang memberikan pendapatan. Melalui cara ini, kami memastikan masyarakat setempat memperoleh manfaat dan kegiatan konservasi yang mereka lakukan akan berlangsung untuk jangka yang panjang. Yang paling tahu soal wilayah mereka sendiri adalah masyarakat setempat dan merekalah yang seharusnya memperoleh manfaat utama dari kegiatan konservasi di lapangan. Jika masyarakat lokal tidak terlibat atau tidak memperoleh manfaat dari, seperti misalnya kegiatan restorasi wilayah lahan gambut, peluangnya akan sangat besar bahwa kegiatan pengrusakan lahan gambut akan terus berlanjut. Hal tersebut tentu saja akan meniadakan keberlanjutan jenis kegiatan apapun di lapangan. 4. pengertian dari kebutuhan masyarakat Manusia setiap hari dihadapkan pada berbagai kebutuhan. Kebutuhanmu tentu berbeda dengan kebutuhan ibumu, begitu juga usaha untuk memenuhinya. Sebagai pelajar, kamu mempunyai kebutuhan alat-alat tulis, tas sekolah, dan sepatu. Di samping itu, mungkin kamu juga memerlukan computer dan kendaraan bila sekolahmu jauh, serta hiburan atau bermain dengan teman-temanmu. Nah, betapa beragamnya kebutuhan tersebut. Itu baru kebutuhan dari pihak kamu, belum kebutuhan ibu, bapak, atau saudaramu yang lain.
  6. 6. Dari kenyataan di atas menunjukkan bahwa kebutuhan manusia beraneka ragam dan sifatnya tidak terbatas, baik kebutuhan secara fisik maupun secara rohani yang semuanya memerlukan pemenuhan. Akan tetapi, keragaman kebutuhan manusia tersebut tidak semuanya dapat dipenuhi dengan alat pemuas kebutuhan yang ada. Untuk itulah manusia perlu menyusun skala prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi agar tercapai kemakmuran. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa kebutuhan adalah keinginan manusia atas barang dan jasa yang beraneka ragam untuk dapat terpenuhi dengan alat atau sarana yang ada, sehingga tercapai kemakmuran. Berdasarkan pengertian yang telah kamu dapatkan, maka kebutuhan manusia dapat dibagi menurut intensitas, sifat, waktu penggunaan, dan subjek atau konsumennya. 5. keterkaitan antara partisipasi sosial, pengembangan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat Pengembangan masyarakat di Indonesia bukan suatu hal yang baru. Hal ini karena sejak mencapai kemerdekaan, istilah pembangunan mendapat tempat yang sangat besar dalam pembentukan Negara bangsa. Pada saat dinamika pembangunan demikian rancaknya pada masa orde baru, pengembangan masyarakat mengambil posisi dan kontribusi penting. Meski demikian, pemberdayaan masyarakat kurang mendapat perhatian karena kendali pembangunan banyak berasal dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan (top down). Setelah orde baru berakhir dan era reformasi dimulai, dimana kebebasan dan hak asasi manusia menjadi primadona setidaknya dalam wacana pembangunan maka tema-tema seperti pemberdayaan, penguatan kapasitas, kelembagaan lokal, kearifan local, modal sosial dan inisiatif lokal demikian bergema dan mewarnai diskusi akademik mengenai pembanguan dan pengembangan masyarakat. Sayangnya tema-tema itu masih banyak dibahas dalam diskusi daripada diimplementasikan dalam kebijakan dan program pembangunan nasional, daerah maupun di tingkat masyarakat local
  7. 7. (grassroots). Pembahasan dalam diskusipun sering sepotong-potong karena informasi berkenaan dengan tema-tema itu masih sangat terbatas. 6. teknik – teknik identivikasi masalah dan kebutuhan masyarakat dalam rangka perencanaan strategis maupun operasional pengembangan dan pemberdayaan masyarakat a. metode PRA Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. Metode dan pendekatan ini semakin meluas dan diakui kegunaannya ketika paradigma pembangunan berkelanjutan mulai dipakai sebagai landasan pembangunan di negara-negara sedang berkembang. Dalam paradigma pembangunan berkelanjutan, manusia ditempatkan sebagai inti dalam proses pembangunan. Manusia dalam proses pembangunan tidak hanya sebagai penonton tetapi mereka harus secara aktif ikut serta dalam perencanaa, pelaksanaan, pengawasan dan menikmati hasil pembangunan. Metode dan pendekatan yang tampaknya sesuai dengan tuntutan paradigma itu adalah metode dan pendekatan yang partisipatif. Metode PRA mulai menyebar dengan cepat pada tahun 1990-an yang merupakan bentuk pengembangan dari metode Pemahaman Cepat Kondisi Pedesaan (PCKP) atau Rapid Rural Appraisal (RPA) yang menyebar pada tahun 1980-an. Kedua metode tersebut saling berhubungan etar dan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya dan bisa saling melengkapi. Namun dalam perkembangannya, metode PRA banyak digunakan dalam proses pelaksanaan program pembangunan secara partisipatif, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasannya.
  8. 8. b. Nominal Group process atau teknik van den delbecq erencanaan atau rencana ditetapkan setelah menentukan masalah, menetapkan rencana yaitu langkah-langkah yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah yang ditemui. Rencana dapat disusun setelah mengetahui apa masalah yang dihadapi, sementara masalah diketahui melalui riset yang telah dilakukan.2[1] Jadi dapat dikatakan juga perencanaan strategis adalah proses mengidentifikasi tujuan organisasi dan tindakan yang diperlukan untuk mencapat suatu tujuan. Terdapat 2 perencanaan yaitu: - Perencanaan strategis (strategic planning) - Perencanaan taktis (tactical planning) c. Metode delphi Metode Delphi adalah modifikasi dari teknik brainwriting dan survei. Dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. Teknik Delphi dikembangkan pada awal tahun 1950 untuk memperoleh opini ahli. Objek dari metode ini adalah untuk memperoleh konsensus yang paling reliabel dari sebuah grup ahli. Teknik ini diterapkan di berbagai bidang, misalnya untuk teknologi peramalan, analisis kebijakan publik, inovasi pendidikan, program perencanaan dan lain – lain. Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan asosiasinya di Rand Corporation, California pada tahun 1960-an. Metode Delphi merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks. Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda yaitu : Pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Sebuah grup kerja yang terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, evaluasi pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Grup staf dipimpin oleh kordinator yang
  9. 9. harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta mengenal problem area. Tugas staf kordinator adalah mengontrol staf dalam pengetikan. Mailing kuesioner, membagi dan proses hasil serta pernjadwalan pertemuan. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner. d. Metode Brainstrming Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Abdul Majid (2011:135) “metode merupakan proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan”. Menurut Edgar dan Stanley (1995:339) mengemukakan bahwa “study method is with refer toing activity instructed by teacher and result him is activity learn at student”. Artinya, metode pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang diarahkan oleh guru dan hasilnya adalah kegiatan belajar pada siswa. Menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetyo (2005: 52) Metode mengajar merupakan suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan untuk seorang guru atau instruktur. Teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok/klasikan, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan. e. Metode Focus Group Discussion Metode Focus Group Discussion (FGD) merupakan pendekatan yang umum digunakan untuk mengumpulkan data/informasi pada penelitian kualitatif, tidak terkecuali penelitian keperawatan yang saat ini semakin populer menggunakan metode FGD sebagai metode pengumpulan data. Metode ini memiliki karakteristik utama yaitu menggunakan data interaksi yang dihasilkan dari diskusi diantara para partisipannya. Kekuatan utama metode FGD terbukti
  10. 10. dapat memberikan data yang lebih mendalam, lebih informatif, dan lebih bernilai dibanding metode lainnya. Namun, pelaksanaan yang optimal dari metode ini masih menjadi perdebatan yang dilaporkan pada banyak literatur dan konsensus metode FGD sebagai metode yang ideal untuk pengumpulan data belum disepakati oleh banyak ahli penelitian. f. Metode Sosiogram singkatnya sosiogram adalah diagram yang menunjukkan hubungan atau interaksi individul dengan sebuah kelompok atau suatu lingkungan. Sosiogram sendiri terdiri dari beberapa jenis atau bentuk dengan pilihan sistem jala, sistem grafis atau sistem memusat. g. Metode Analisa Pohon Masalah Masalah merupakan bagian dinamika kehidupan manusia, artinya tidak ada satupun manusia di dunia yang tidak pernah mempunyai masalah. Bahkan dalam perkembangannya “masalah” merupakan bagaian tidak terpisahkan dengan kehidupan itu sendiri. Dengan kata lain masalah adalah indicator dari kehidupan itu sendiri. Arti keseharian ”masalah” adalah seluruh fenomena kehidupan yang membuat kekecewaan atau kemarahan seseorang atau sekumpulan orang. Indikasi atau tanda tanda masalah biasanya dapat dipahami dalam seluruh kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, tujuan, cita cita, idiologi, kepentingan, target yang ada dibenak orang atau sekumpulan orang. Secara praktis ada yang mengartikan bahwa ”masalah” adalah hambatan atau rintangan yang mengakibatkan realita tidak sesuai dengan rencana, keinginan dan cita cita seseorang atau sekumpulan orang. Adalah merupakan anugrah atau keunggulan tersendiri bagi orang atau sekumpulan orang yang dapat mengenali ”masalah” nya. Banyak orang atau sekumpulan orang bisa kecewa dan marah terhadap realitanya, namun sedikit orang yang bisa mengenal atau menemukan masalahnya. Maka banyak orang yang mengalami kebingungan, kepanikan, kebimbangan, keraguan atau
  11. 11. kemarahan baik kepada dirinya maupun kepada orang lain, karena mereka tidak mampu nengenali masalahnya. h. Metode Sensus Masalah Penduduk Indonesia adalah mereka yang tinggal di Indonesia pada saat dilakukan sensus dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam hal kuantitas/jumlah penduduk dan kualitas penduduknya. Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara, diantaranya melalui metode sensus, registrasi, dan survei penduduk. i. Metode Pemetaan Masalah 1. Membuat batasan wilayah, klasifikasi atau stratifikasi untuk memahami keseluruhan situasi dan posisi relatif dalam konteks yang lebih luas. 2. Membuat profil dari setiap wilayah dan kelompok sosial masyarakat dari pengaruh budaya-budaya luar untuk menjelaskan karakteristik dari populasi dan identifikasi faktor sosial ekonomi yang dapat memepengaruhi perkembangan fungsi sosial masyarakat. 3. Identifikasi masalah, potensi dan indikator dasar yg memberikan gambaran tentang bobot masalah dan strategi alokasi sumber pada setiap wilayah/ kelompok. j. Analisis Swot Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek, atau konsep bisnis/ usahanya yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar). Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecahan masalah.
  12. 12. Analisis SWOT terdiri atas 4 (empat) faktor sebagai berikut: 1. Strength (Kekuatan) Strength merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek, atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri. 2. Weakness (Kelemahan) Weakness merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek, atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri. 3. Opportunities (Peluang) Opportunities merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang akan terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri misalnya, competitor, kebijakan pemerintah, dan kondisi lingkungan sekitar. 4. Threat (Ancaman) Threat merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri.
  13. 13. METODE PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DISUSUN OLEH : NAMA : WAHYUDIN NIM : 91103008 SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN WUNA ( STIP WUNA ) 2014

×