MAKALAH MANAGEMENT KEWIRAUSAHAAN
“mendirikan perusahaan kecil”

HAS DONE BY :
MOHAMAD TOHIR
MARWAN
HUSNUL MUJADIDAH
SUAEBA...
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Karna berkat rahmat dan
hidayahnya sehingga penulis dapat m...
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Didalam mendirikan perusahaan kecil kita harus memperhatikan banyak
aspek mulai dari p...
BAB II
PEMBAHASAN
A.

Memulai dan Mengelola Perusahaan Kecil
Sebuah pepatah cina mengatakan,”perjalanan seribu mil dimulai...
mengelola usaha sendiri, kemampuan mencipta serta meraup pundi-pundi untuk
menutupi kebutuhan rumah tanggapun semakin tera...
Meski kelihatan mudah namun realisasinya tidaklah segampang membalikkan telapak
tangan. Ada sebuah tes untuk mengukur kesi...
sederhana. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan Anda menyisihkan dana untuk
biaya operasional bisnis keseharian dan pis...
perencanaan yang matang, ya itung-itung sambil belajar juga. Jika anda sudah mahir
dalam mengkonsep sebuah bisnis, melebar...
sesukanya? Jika anda melakukan semuanya tanpa kalkulasi yang jelas, anda
mungkin akan kelabakan di tengah jalan. Misalnya ...
direncanakan sebelumnya dan pasarkan dengan sebaik-baiknya untuk
meningkatkan konversi penjualan.

C. Pembiayaan Usaha
A.
...
bisnis anda secara professional. Tepatnya, anda memerlukan rencana pemasaran yang
menunjukkan bahwa anda dapat menghasilka...
a. Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)
b. Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)
c. Perusahaan Perdag...
Kegiatan Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)
Kegiatan Sewa Guna Usaha dilakukan dalam bentuk pengadaan barang mod...
Penyertaan modal dalam setiap Perusahaan Pasangan Usaha bersifat sementara dan
tidak boleh melebihi jangka waktu 10 (sepul...
kredit.
Pemegang Kartu Kredit adalah nasabah yang mendapat pembiayaan dari perusahaan
kartu kredit.

Kegiatan Perusahaan K...
(usaha Patungan)

Pembatasan Lembaga Pembiayaan
Perusahaan Pembiayaan dilarang menarik dana secara langsung dari masyaraka...
a. Informasi dari luar bank syariah
b. Informasi dari dalam bank syariah
c. Meneliti perputaran yang terjadi atas debit da...
2) manajemen tidak baik atau kurang rapi
3) laporan keuangan tidak lengkap
4) penggunaan dana yang tidak sesuai dengan per...
Sedangkan Pembiayaan modal kerja ekspor dengan prinsip Ijarah adalah untuk
penyewaan barang (misal: peralatan, mesin, bang...
Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha
yang bergerak dibidang industri, pertanian, da...
bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik sedangkan pokok dibayar sepenuhnya pada
saat akhir jangka waktu angsuran
c. Pe...
Masalah yang dihadapi berkaitan dengan kesulitan yang bisanya dihadapi
wiraswastawan diantaranya:
1.Kinerja atau konsep pe...
meminimalisasi dua jenis resiko:
1. Resiko tidak dikenalnya wiraswastaan yang menyebabkan hilangnya modal
2. Resiko hilang...
c. Sebagian besar membuat lapangan pekerjaan baru, inovasi, sumber daya
baru serta barang dan jasa-jasa baru.
d. Risiko us...
Kelemahan dan hambatan dalam pengelolaan usaha kecil umumnya berkaitan
dengan faktor intern dari usaha kecil itu sendiri. ...
BAB III
KESIMPULAN
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalahkewirausahaan 130925072236-phpapp01

3,307 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • ?
    sorry mau nanya kok daftar pustaka dan kesimpulan nya tidak ada ya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
3,307
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
180
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalahkewirausahaan 130925072236-phpapp01

  1. 1. MAKALAH MANAGEMENT KEWIRAUSAHAAN “mendirikan perusahaan kecil” HAS DONE BY : MOHAMAD TOHIR MARWAN HUSNUL MUJADIDAH SUAEBAH FACULTY ADAB AND HUMANITIES ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE DEPARTEMENT UNIVERSITY OF UIN ALAUDDIN MAKASSAR 2013
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. Karna berkat rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalahnya yang berjudul “ Mendirikan Perusahaan Kecil “ . Dengan tepat dan benar tanpa ada suatu halangan apapun. Shalawat dan syalam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan nabi besar kita Muhammad saw, karna berkat perjuangannyalah sehingga kita dapat merasakan manisnya iman dan islam pada zaman sekarang ini. Dan juga kita bisa terhindar dari zaman kebodohan yang telah menjajah kita. Di dalam menjalankan roda business nabi Muhamad selalu menjalankannya dengan adil dan penuh dengan rasa kejujuran, sehingga dengan kejujuran beliaulah sehingga bisa mendapatkan laba yang sangan banyak dan cara nabi Muhamad inilah yang harus kita contoh didalam menjalankan yang namanya roda usaha.
  3. 3. DAFTAR ISI
  4. 4. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Didalam mendirikan perusahaan kecil kita harus memperhatikan banyak aspek mulai dari planning didalam membuat suatu usaha, izin dan tempat dimana kita membuat usaha tersebut. Tetapi didalam membuat suatu usaha modal sangatlah penting karna didalam menjalankan roda usaha kita tidak bisa lepas dari modal. Dan juga dalam menjalankan roda usaha kita harus mengetahui peluang usahanya kita kedepan, tetapi yang amat penting didalam membuat suatu usaha adalah kelebihan dan kekurangan usaha kita didalam bersaing dengan para pengusaha lainnya. Sehingga kita harus pintar didalam menilai dan mengelola usaha sehingga usahanya kita bisa bersaing dengan peroduk yang lain atau bahkan usahanya kita bisa menjadi peroduk yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga usahanya kita bisa menjadi usaha yang maju . B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas diantaranya : 1. Menilai dan mengelola perusahaan 2. Membuka usaha 3. Pembiayaan 4. Kelebihan dan kekurangan
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN A. Memulai dan Mengelola Perusahaan Kecil Sebuah pepatah cina mengatakan,”perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah”.Pepatah itu harus dijadikan pedoman oleh pelaku usaha baru. Langkah pertama merupakan komitmen untuk menjadi pengusaha.Selanjutnya adalah menentukan pilihan bidang usaha,menawarkan barang atau jasa.Seperti pengusahapengusaha besar , para pengusaha kecil pun harus mampu meyakini bahwa mereka memahami sifat usaha yang mereka lakukan.Sebagai contoh adalah sebuah usaha persewaan video,mereka menjalankan bisnis hiburan keluarga.Jika seorang pelaku uusaha kecil berusaha membuka persewaan video tanpa melihat kelengkapan persediaan yang dimilikinya,perusahaannya akan dikalahkan oleh pesaing yang memahami cakupan operasi yang sesungguhnya. Sebuah usaha dapat dimulai dengan cara membeli perusahaan yang telah ada dan beroperasi.Ada pula yang diawali dari langkah pertama pada titik awal.Usaha yang diawali pada titik awal berisiko lebih besar bila dibandingkan dengan membeli perusahaan yang telah beroperasi. Pendiri usaha baru hanya dapat membuat prediksi dan proyeksi tentang prospek usahanya. Dengan demikian kesuksesan atau kegagalan sangat ditentukan oleh pengidentifikasian kesempatan bisnis. Untuk mengetahui kesempatan, wirausahawan harus mampu mengetahui konsumen, harga produk yang akan ditetapkan, jumlah produk yang akan dijual, pesaing dan membuat keunggulan produk dari yang dibuat oleh pesaing. Modal Mengelola Perusahaan Kecil Menjadi entrepreneur, dibanding berperan sebagai pegawai kantoran, merupakan keputusan tepat dalam memeroleh income atau menambah penghasilan. Dengan
  6. 6. mengelola usaha sendiri, kemampuan mencipta serta meraup pundi-pundi untuk menutupi kebutuhan rumah tanggapun semakin terasah. Bagi sebagian orang, membayangkan mendirikan sebuah usaha seakan-akan terlalu muluk atau dengan kata lain tak terjangkau. Modal, networking, pengetahuan serta mental entrepreneur yang serba terbatas menjadi penyebab di balik semua ketakutan semu tersebut. Padahal, membuka usaha bisa dimulai dari skala kecil dan tidak harus melulu dalam level besar. Sepanjang seseorang itu mau bekerja keras, memiliki passion yang kuat serta mempunyai daya kreativitas yang tinggi, peluang usaha dalam bentuk apapun bisa terbuka lebar. Setiap langkah dalam hidup ini menyimpan tantangannya masing-masing. Begitu pula halnya dengan entrepreneurship. Tantangan dalam mendirikan bisnis kecil sebenarnya sama besarnya dengan mendirikan bisnis berskala menengah. Tantangan itu akan terasa semakin tinggi apabila diemban oleh orang yang belum berpengalaman sama sekali di dunia entrepreneurship. Mengapa begitu? Sebab dengan perencanaan serta wawasan ala kadarnya, orang itu harus berusaha sekeras mungkin untuk mencipta sebuah peluang yang potensial bisa mendatangkan omzet berlimpah. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai small business, situs eHow menjabarkan enam modal yang diperlukan seseorang untuk mendirikan usaha kecil atau bisnis skala rumahtangga. AtributPersonal Modal utama berasal dari diri sendiri. Anda harus benar-benar yakin dan mantap terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Penting untuk diingat, mendalami entrepreneurship yang penuh liku membutuhkan komitmen serta passion yang kuat. Selama perjalanannya-pun, Anda harus konsisten berkonsentrasi pada satu tujuan awal dan tetap rajin memotivasi diri untuk meraihnya. Dengan kata lain,Anda adalah bos untuk diri sendiri.
  7. 7. Meski kelihatan mudah namun realisasinya tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. Ada sebuah tes untuk mengukur kesiapan diri Anda sebagai entrepreneur, yakni dengan pertanyaan berikut, “Apakah Anda akan tetap melakoni bisnis tersebut bahkan bila Anda sudah tak membutuhkan income-nya lagi?” Bila jawabannya adalah “iya”, itu merupakan petunjuk positif dan jika jawabannya “tidak”, mungkin Anda harus memikirkan kembali keputusan Anda untuk menjadi entrepreneur. Informasi Modal selanjutnya yang dibutuhkan adalah informasi. Bisnis Anda, walau berskala kecil sekalipun, tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, Anda membutuhkan segenap informasi seperti marketplace, karakter konsumen, harga, kebijakan operasional, tenaga kerja, supplier serta tak lupa meng-update perkembangan ekonomi yang terjadi baru-baru ini. Informasi-informasi itu kelak akan berguna sebagai panduan Anda dalam berbisnis. Keahlian Keahlian menjadi modal yang juga krusial. Entrepreneur dituntut berkeahlian banyak atau multi-task. Dalam hal ini, Anda harus bisa menguasai manajemen, marketing, operasional dan teknis. Keahlian manajemen berhubungan dengan leadership; membuat keputusan serta mengimplementasikan keputusan tersebut. Keahlian marketing berhubungan dengan riset, analisis, penjualan, relasi dan pelayanan pelanggan. Keahlian operasional membantu Anda melakukan aktivitas bisnis seharihari berupa maintenance, pengorganisasian, pengecekkan stok produk, penerimaan permintaan dan pengirimannya. Sementara keahlian teknis sangat diperlukan untuk berkomunikasi, ketrampilan penggunaan komputer, menyusun pembukuan. Finansial Finansial menjadi salah satu kunci utama business plan Anda. Membuat perencanaan keuangan untuk bisnis memang rumit tapi Anda bisa melakukannya dengan cara
  8. 8. sederhana. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan Anda menyisihkan dana untuk biaya operasional bisnis keseharian dan pisahkan antara keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Sebagai modal usaha, Anda bisa memakai tabungan yang memang sudah dialokasikan untuk bisnis atau bisa juga dengan mengajukan kredit ke lembaga keuangan. Bila bisnis sudah berkembang, investasikan uang Anda dengan beragam cara seperti melakukan promosi agar bisnis lebih berkembang, membeli perlengkapan untuk bisnis, mempekerjakan karyawan, ekspansi bisnis, membuka cabang dan lain sebagainya. Dukungan Walau mempunyai partner dan pegawai yang siap membantu Anda dalam mengelola bisnis tapi dukungan dari pihak luar juga diperlukan. Dukungan itu bisa berasal dari adviser andal atau biro konsultan berpengalaman yang mampu memberi opini-opini bermanfaat bagi kemajuan bisnis Anda. Dukungan juga bisa berasal dari sanak keluarga terdekat sebagai pemberi semangat terbesar dalam hidup Anda. IjinUsaha Agar tak terjerat permasalahan hukum, ada baiknya Anda berkonsultasi pada konsultan hukum yang mengerti dengan pasti seluk beluk pendirian badan usaha berskala rumah tangga. Cari tahu pula mengenai lisensi sah berbadan hukum yang harus Anda miliki bila usaha Anda bergerak di bidang medis, kosmetik, obat-obatan dan lain sebagainya. B. Membuka Usaha Memulai sebuah usaha akan lebih baik jika melewati perencaan yang matang. Anda tidak bisa hanya menyiapkan modal begitu saja lalu pergi. Kalau begini anda bukan membuka bisnis sendiri, melainkan menanam saham. Untuk memulai usaha, anda sebaiknya terjun langsung memantau bisnis yang ingin anda jalankan. Buatlah
  9. 9. perencanaan yang matang, ya itung-itung sambil belajar juga. Jika anda sudah mahir dalam mengkonsep sebuah bisnis, melebarkan sayap ke bisnis-bisnis lain akan menjadi lebih mudah. Berikut adalah beberapa cara memulai usaha: 1. Yang pertama adalah tentukan ide produk yang ingin anda jual. Jangan memakai patokan apa yang anda suka, tapi apa yang orang lain butuhkan. Lebih baik lagi jika produk yang dibutuhkan oleh orang lain merupakan favorit anda. Ini akan membuat anda lebih senang dan nyaman dalam menjalan usaha. Ada banyak sekali jenis usaha yang bisa anda geluti, mulai dari makanan, pakaian, properti, hobi, mainan, alat olahraga, dll. Tahap ini biasanya akan agak memakan waktu karena begitu banyak barang yang bisa anda jual, namun tingkat persaingan juga harus diperhatikan. Seperti misalnya bisnis makanan, bisnis ini peluangnya masih cukup luas, namun juga pesaingnya semakin berat. Begitu pula dengan bisnis ritel yang semakin menjamur. Banyak pebisnis yang mengalami kegagalan karena tidak bisa membaca peta persaingan. Dunia bisnis itu sama dengan dunia kerja, semuanya harus dipersiapkan secara matang jika anda ingin mendapatkan posisi yang terbaik. 2. Untuk membuka usaha, anda harus mengetahui apa tujuan anda. Jangan membuka usaha hanya karena ikutan tren atau suruhan dari orang tua. Yang paling penting adalah niat dari dalam hati dan anda harus tahu apa tujuan anda. Misalnya anda ingin sukses dalam berbisnis sehingga tidak meminta uang terus dari orang tua. Atau misalnya anda berbisnis untuk persiapan di masa depan. Tekad seperti ini penting agar anda lebih termotivasi untuk menjalankan bisnis anda secara lebih serius. 3. Buatlah rencana bisnis. Ini adalah bagian terpenting dalam membuka usaha. Rasanya sangat sulit memulai sebuah usaha tanpa perhitungan yang jelas. Misalnya anda ingin membuka sebuah usaha warnet. Apa mungkin anda menyiapkan uang 100 juta kemudian membeli perangkat komputer
  10. 10. sesukanya? Jika anda melakukan semuanya tanpa kalkulasi yang jelas, anda mungkin akan kelabakan di tengah jalan. Misalnya uang habis untuk hardware komputer, padahal belum registrasi paket internet dari provider. Inti dari rencana bisnis adalah anda meringkas semua hal yang akan anda perlukan dalam menjalankan usaha ini. Tidak peduli apakah usaha yang akan anda jalankan tergolong kecil, menengah, atau besar, anda tetap harus membuat rencana bisnis yang matang. Ini juga untuk mengetahui aliran dana, apakah bisnis anda ada join dengan pihak lain. Jika ada kawan yang ingin menggelontorkan dana untuk usaha anda, catat juga itu. Pokoknya semua hal yang anda perlukan untuk menjalankan usaha harus tercatat di dalam rencana bisnis tersebut. Apa saja yang harus tercantum di dalam rencana bisnis? Paling tidak harus ada konsep usaha, deskripsi usaha, strategi pemasaran, analisis kompetitor, pengembangan, operasi, dan pengelolaan keuangan. 4. Salah satu bagian terpenting dalam memulai usaha adalah menentukan brand name dari usaha anda. Disini dituntut kreativitas anda untuk menciptakan nama dan brand unik dan mudah diingat orang. Anda boleh saja memakai brand misalnya Sate Kambing Pak Yanto, Gule Kambing Bu Ngatiyem, atau sejenisnya. Namun apakah ini akan sesuai dengan konsep bisnis anda? Atau anda memilih nama-nama yang unik seperti Guambing (Gule Kuambing), Ayam Setan!, atau Es Kunti. Pemilihan brand harus diperhatikan secara baikbaik, karena itu akan menjadi identitas dagangan atau service yang anda tawarkan. Selain brand, logo juga harus diperhatikan plus tagline. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bagian ini juga biasanya paling menyita waktu saat memulai usaha, namun jalani saja dengan santai. Tidak usah buru-buru karena inspirasi tidak bisa dikejar. 5. Buat produk dan tentukan strategi pemasaran. Setelah semua konsep telah tertulis dengan jelas, saatnya eksekusi. Buatlah produk seperti yang telah
  11. 11. direncanakan sebelumnya dan pasarkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan konversi penjualan. C. Pembiayaan Usaha A. Modal Usaha Pembiayaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memberikan modal. Salah satunya adalah modal ventura. Modal Ventura adalah suatu modal (keuangan) yang biasanya disediakan bagi usaha-usaha baru yang berpotensial tinggi, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan investasi tinggi. Modal Ventura disediakan oleh Kapitalis Ventura atau dalam bahasa asingnya, Venture Capitalist (VC). Sebagai timbal-balik dari investasi, Kapitalis Ventura akan mengambil bagian di kepemilikan perusahaan anda. Keuntungan diperoleh investor ketika perusahaan berada di bursa saham atau bila perusahaan menghasilkan keuntungan. Modal Ventura berasal dari sekelompok investor yang mengumpulkan uang bersama di dalam Dana Ventura dan menginvestasikan dana itu untuk wiraswasta-wiraswasta yang berpotensial tinggi. Modal Ventura bisa juga berasal dari pihak-pihak kaya yang memulai usaha mereka sebagai wiraswasta. Bentuk pembiayaan ini menarik banyak bisnis baru yang belum lama beroperasi dan terlalu kecil untuk mengumpulkan dana di pasar umum (seperti surat obligasi) dan tidak terkualifikasi untuk mengambil pinjaman bank. Hal-hal penting yang perlu diketahui tentang Modal Ventura Bila anda memberikan sebagian dari kepemilikan perusahaan anda sebagai ganti dari pembiayaan usaha, anda berarti menerima partner bisnis baru. Menemukan Kapitalis Ventura yang dapat bekerja sama dengan anda sangat penting. Mereka tidak hanya memberikan anda modal, tetapi juga membagi pengalaman mereka dan koneksi di dunia bisnis. Untuk mendapatkan pembiayaan bisnis, anda harus mampu untuk mempresentasikan
  12. 12. bisnis anda secara professional. Tepatnya, anda memerlukan rencana pemasaran yang menunjukkan bahwa anda dapat menghasilkan keuntungan tinggi. Kesalahankesalahan umum yang terjadi adalah di mana pengusaha tidak mengetahui tujuan bisnis dan bidang usaha mereka. Sebelum anda mengajukan permintaan modal ventura, sebaiknya anda memikirkan dan merencanakan usaha anda selama beberapa bulan. Di mana kita dapat menemukan Modal Ventura? Indonesia adalah pasar yang berkembang untuk Modal Ventura. Salah satu tempat yang bisa anda cari adalah yellow pages, di mana anda bisa menemukan daftar perusahaan-perusahaan Modal Ventura seperti contohnya di Jalan Sudirman atau sekitar Indonesia. Beberapa perusahaan seperti: - Pertamina - Perusahaan Gas Negara (PGN) - Bahana Artha Ventura (BAV) - PT Venture Capital - Bina Swadaya - Kospin Jasa Sumber lainnya adalah perusahaan yang dimiliki oleh negara, yaitu “Permodalan Nasional Madani.” Salah satu jalan untuk menemukan sumber-sumber pembiayaan adalah melalui kontak bisnis di universitas-universitas. Profesor-profesor di programprogram bisnis biasanya mempunyai hubungan dengan berbagai sumber. B. Melalui Lembaga Modal Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang didirikan secara khusus untuk melakukan kegiatan termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan.
  13. 13. a. Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) b. Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) c. Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company) d. Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company) e. Kegiatan Perusahaan Kartu Kredit (Credit Card Company) f. Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Finance Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha, dimana Penyewa Guna Usaha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama. Operating Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha dimana Penyewa Guna Usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha. Penyewa Guna Usaha (Lessee) Penyewa Guna Usaha (Lessee) adalah perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak Perusahaan Sewa Guna Usaha (Lessor) Barang Modal Yang dimaksud dengan barang modal adalah setiap aktiva tetap berwujud, termasuk tanah sepanjang di atas tanah tersebut melekat aktiva tetap berupa bangunan (plant), dan tanah serta aktiva yang dimaksud merupakan satu kesatuan pemilikan, yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dan digunakan secara langsung untuk menghasilkan, atau meningkatkan, atau memperlancar produksi dan distribusi barang dan jasa oleh Lessee.
  14. 14. Kegiatan Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) Kegiatan Sewa Guna Usaha dilakukan dalam bentuk pengadaan barang modal bagi penyewa Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang tersebut. Dalam kegiatannnya sebagaimana dimaksud di atas, pengadaan barang modal dapat juga dilakukan dengan cara membeli barang milik Penyewa Guna Usaha yang kemudian disewa gunakan kembali. Sepanjang perjanjian sewa guna usaha masih berlaku, hak milik atas barang midal objek transaksi sewa guna usaha berada pada perusahaan sewa guna usaha. Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha (Investee Company) untuk jangka waktu tertentu. Perusahaan Pasangan Usaha adalah bentuk penyertaan modal dari Perusahaan Modal Ventura. Kegiatan Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) Kegiatan Modal Ventura dilakukan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha untuk : a. Pengembangan suatu penemuan baru b. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana c. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan d. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha e. Pengembangan proyek penelitian dan rekayasa f. Pengembangan pelbagai penggunaan teknologi baru, dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri g. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan
  15. 15. Penyertaan modal dalam setiap Perusahaan Pasangan Usaha bersifat sementara dan tidak boleh melebihi jangka waktu 10 (sepuluh) tahun.Divestasi adalah tindakan penarikan kembali penyertaan modal yang dilakukan oleh Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usahanya. Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company) Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan surat berharga. Perusahaan ini malakukan kegitan sebagai perantara dalam perdagangan surat berharga. Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company) Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Penjual Piutang (Klien) adalah perusahaan yang menjual dan atau mengalihkan piutang atau tagihannya yang timbul dari transaksi perdagangan kepada Perusahaan Anjak Piutang. Kegiatan Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company) Kegiatan Anjak Piutang dilakukan dalam bentuk : a. Pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari suatu transaksi perdagangan dalam dan luar negeri. b. Penata usahaan penjualan kredit serta penagihan pitang perusahaan klien Perusahaan Kartu Kridit (Credit Card Company) Perusahaan Kartu Kridit (Credit Card Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu
  16. 16. kredit. Pemegang Kartu Kredit adalah nasabah yang mendapat pembiayaan dari perusahaan kartu kredit. Kegiatan Perusahaan Kartu Kredit (Credit Card Company) Kegiatan kartu kredit dilakukan dalam bentuk penerbitan kartu kredit yang dapat dimanfaatkan oleh pemegangnya untuk pembayaran pengadaan barang dan jasa. Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen. Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) Kegiatan pembiayaan konsumen dilakukan dalam bentuk penyedia dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen. Pendirian dan Perizinan Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh : a. Bank b. Lembaga Keuangan Bukan Bank c. Perusahaan Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan berbentuk Perseroat Terbatas (PT), saham Perusahaan Pembiayaan yang berbentuk PT dapat dimiliki oleh : a. Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia b. Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia
  17. 17. (usaha Patungan) Pembatasan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan dilarang menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk : a. Giro b. Deposito c. Tabungan d. Surat Sanggup Bayar (Promissory Nota) Perusahaan Pembiayaan dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas hutang kepada bank yang menjadi krediturnya. Pemantauan dan Pengawasan Pembiayaan Pembiayaan adalah suatu proses, mulai dari analisis kelayakan pembiayaan sampai pada realisasinya. Namun realisasi pembiayaan bukanlah tahap terakhir dari proses pembiayaan. Setelah realisasi pembiayaan, maka pejabat bank syariah perlu melakukan pemantauan dan pengawasan pembiayaan. Aktivitas ini memiliki aspek dan tujuan tertentu. Untuk itu perlu dibicarakan hal-hal yang terkait dengan aktivitas pemantauan dan pengawasan pembiayaan. Tujuan Pemantauan dan Pengawasan Pembiayaan a. Kekayaan bank syariah akan selalu terpantau dan menghidari adanya penyelewengan-penyelewengan baik oknum dari luar maupun dalam bank. b. Untuk memastikan ketelitian dan kebenaran data administrasi di bidang pembiayaan. c. Untuk memajukan efisiensi di dalam pengelolaan tata laksana usaha di bidang peminjaman dan sasaran pencapaian yang ditetapkan. d. Kebijakan manajemen bank syariah akan dapat lebih rapi dan mekanisme dan prosedur pembiayaan akan lebih dipatuhi. Media Pemantauan
  18. 18. a. Informasi dari luar bank syariah b. Informasi dari dalam bank syariah c. Meneliti perputaran yang terjadi atas debit dan kredit pada beberapa bulan berjalan d. Memberikan tanda pada laporan sehingga dapat diantisipasi jika ada kekeliruan yang lebih besar e. Periksalah adakah tanggal-tanggal jatuh tempo yang dijanjikan terealisasi f. Meneliti buku-buku pembantu/ tambahan dan map-map yang berkaitan dengan peminjaman. Kunjungan Pada Peminjam Tujuannya adalah untuk mempertimbangkan dan memantau efektivitas dana yang dimanfaatkan peminjam. Hal-hal yang dilakukan 1) Membuat laporan kegiatan peminjam 2) Laporan realisasi kerja bulanan 3) Laporan stok/ persediaan barang 4) Laporan kegiatan investasi bulanan 5) Laporan hutang dan piutang 6) Neraca R/ L per bulan, triwulan, dan semester 7) Tingkat pengumpulan pendapatan 8) Tingkat kemajuan usaha 9) Tingkat efektivitas pemakaian dana Penanganan Pembiayaan Bermasalah Risiko yang terjadi dari peminjaman adalah peminjaman yang tertunda atau ketidakmampuan peminjam untuk membayar kewajiban yang telah dibebankan, untuk mengantisipasi hal itu maka bank syariah harus mampu menganalisis penyebab permasalahannya. 1. analisa sebab kemacetan a. aspek internal 1) peminjam kurang cakap dalam usaha tersebuit
  19. 19. 2) manajemen tidak baik atau kurang rapi 3) laporan keuangan tidak lengkap 4) penggunaan dana yang tidak sesuai dengan perencanaan 5) perencanaan yang kurang matang 6) dana yang diberikan tidak cukup untuk menjalankan usaha tersebut b. aspek eksternal 1) aspek pasar kurang mendukung 2) kemampuan daya beli masyarakat kurang 3) kebijakan pemerintah 4) pengaruh lain di luar usaha 5) kenakalan peminjam 2. Menggali potensi peminjam Anggota yang mengalami kemacetan dalam memenuhi kewajiban harus dimotivasi untuk memulai kembali atau membenahi dan mengatisipasi penyebab kemacetan usaha atau angsuran. Untuk itu perlu digali potensi yang ada pada peminjam agar dana yang telah digunakan lebih efektif. 3. melakukan perbaikan akad (remedial) 4. memberikan pinjaman ulang, mungkin dalam bentuk : pembiayaan al-qardul hasan; Murabahah atau Mudharabah 5. Penundaan pembayaran 6. memperkecil angsuran dengan memperpanjang waktu dan akad dan margin baru (Rescheduling) 7. Memeperkecil margin keuntungan atau bagi hasil. MENGAPA PEMBIAYAAN DIPERLUKAN Tujuan Pembiayaan adalah dalam rangka pembelian persediaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi (ready stock) yang akan digunakan untuk proses produksi atau pembelian barang untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan ekspor.
  20. 20. Sedangkan Pembiayaan modal kerja ekspor dengan prinsip Ijarah adalah untuk penyewaan barang (misal: peralatan, mesin, bangunan) dalam rangka pemenuhan kebutuhan modal kerja Nasabah Eksportir. Usaha Nasabah Eksportir bukan termasuk jenis usaha terlarang, tidak melanggar prinsip syariah seperti minuman keras, rokok dan tidak melanggar ketentuan hukum Indonesia, seperti: narkoba, penyelundupan, dan lain-lain. Valuta Pembiayaan Modal Kerja adalah dalam Rupiah atau dalam Valuta Asing yang disetujui oleh Indonesia Eximbank. Bentuk Pembiayaan : 1. Pembiayaan Modal Kerja Transaksional, adalah Pembiayaan Modal Kerja yang diberikan berdasarkan kebutuhan modal kerja untuk satu siklus usaha atau PMK berdasarkan adanya kontrak kerja yang dilakukan Nasabah Eksportir dengan pihak lain yang selesai dengan berakhirnya masa kontrak kerja tersebut. 2. Pembiayaan Modal Kerja Non Transaksional, adalah Pembiayaan Modal Kerja yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan transaksi Nasabah Eksportir yang bersifat revolving maupun non revolving. Jangka waktu Pembiayaan Modal Kerja Ekspor adalah sampai dengan 1 (satu) tahun atau sesuai dengan siklus usaha Nasabah Eksportir, atau jangka waktu proyeksi cash flow yang ditetapkan, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan Untuk syarat dan ketentuan lainnya mengacu kepada pedoman operasional fasilitas Pembiayaan Modal Kerja Ekspor yang berlaku di Divisi Syariah serta Perjanjian Pembiayaan yang telah ditandatangani antara Nasabah Eksportir dan Indonesia Eximbank. 4) Tujuan dan Fungsi Pembiayaan a. Tujuan Pembiayaan Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam.
  21. 21. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. b. Fungsi pembiayaan Keberadaan bank syariah yang menjalankan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah bukan hanya untuk mencari keuntungan dan meramaikan bisnis perbankan di Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman, diantaranya : 1. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur. 2. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional. 3. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan 5). Jenis – Jenis Pembiayaan 1. Berdasarkan Tujuan Penggunaannya, dibedakan dalam : a. Pembiayaan Modal Kerja, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk memberikan modal usaha seperti antara lain pembelian bahan baku atau barang yang akan diperdagangkan. b. Pembiayaan Investasi, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk modal usaha pembelian sarana alat produksi dan atau pembelian barang modal berupa aktiva tetap / investaris. c. Pembiayaan Konsumtif, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk pembelian suatu barang yang digunakan untuk kepentingan perseorangan ( pribadi ). 2. Berdasarkan Cara Pembayaran / Angsuran Bagi Hasil, dibedakan dalam: a. Pembiayaan Dengan Angsuran Pokok dan Bagi Hasil Periodik, yakni angsuran untuk jenis pokok dan bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik yang telah ditentukan misalnya bulanan. b. Pembiayaan Dengan Bagi Hasil Angsuran Pokok Periodik dan Akhir, yakni untuk
  22. 22. bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik sedangkan pokok dibayar sepenuhnya pada saat akhir jangka waktu angsuran c. Pembiayaan Dengan Angsuran Pokok dan Bagi Hasil Akhir, yakni untuk pokok dan bagi hasil dibayar pada saat akhir jangka waktu pembayaran, dengan catatan jangka waktu maksimal satu bulan. 3. Metode Hitung Angsuran yang akan digunakan. Ada tiga metode yang ditawarkan yaitu : a. Efektif, yakni angsuran yang dibayarkan selama periode angsuran. Tipe ini adalah angsuran pokok pembiayaan meningkat dan bagi hasil menurun dengan total sama dalam periode angsuran. b. Flat, yakni angsuran pokok dan margin merata untuk setiap periode c. Sliding, yakni angsuran pokok pembiyaan tetap dan bagi hasilnya menurun mengikuti sisa pembiayaan ( outstanding ) 4. Berdasarkan Jangka Waktu Pemberiannya, dibedakan dalam a. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Pendek umumnya dibawah 1 tahun b. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Menengah umumnya sama dengan 1 tahun c. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Panjang, umumnya diatas 1 tahun sampai dengan 3 tahun. d. Pembiayaan dengan jangka waktu diatas tiga tahun dalam kasus yang tertentu seperti untuk pembiayaan investasi perumahan, atau penyelamatan pembiayaan 5. Berdasarkan Sektor Usaha yang dibiayai a. Pembiayaan Sektor Perdagangan (contoh : pasar, toko kelontong, warung sembako dll.) b. Pembiayaan Sektor Industri (contoh : home industri; konfeksi, sepatu) 6. Pembiyaan konsumtif, kepemilikan kendaraan bermotor (contoh : motor , mobil dll.) Pembiayaan Berdasarkan Syariah Islam. Masalah-Masalah Pembiayaan
  23. 23. Masalah yang dihadapi berkaitan dengan kesulitan yang bisanya dihadapi wiraswastawan diantaranya: 1.Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan 2.Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti 3.Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis 4. Preferensi dari pemodal 5. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal. Dalam menentukan pembiayaan modal, wiraswasta harus menentukan jumlah dana maupun waktu yang dibutuhkan, disamping proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan menengah kecil biasanya kesulitan modal usaha berbeda dengan perusahaan besar yang mempunyai potensi untuk berkembang. Tahapan pendanaan pengembangan bisnis adalah: 1.Pendanaan tahap awal 2.Pendanaan ekspansi atau perkembangan 3.Pembiayaan akuisisi dan laveraged buyouts. Pembiayaan tahap awal biasanya sangat sulit dan sangat mahal didapatkan. Sedangkan pembiayaan ekspansi dan perkembangan lebih mudah diperoleh. Pembiayaan dalam pengembangan bisnis sifatnya lebih spesifik. Untuk mendapatkan modal perlu mengetahui berapa banyak kebutuhan finansial perusahaan. Perencanaan fasilitas terdiri dari likuiditas dan laba yang dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan dimasa depan. Proyeksi laba juga memiliki keabsahan independent sebagai laporan rugi laba dimasa depan. Uang merupakan bentuk kekuasaan yang fleksibel, tetapi cara untuk mendapatkan kekuasaan tersebut bisa dilakukan dengan cari lain. Pembagian kepemilikan saham merupakan cara lain untuk mengganti pengeluaran uang dengan pembagian sejumlah tertentu saham untuk menarik orang yang mungkin keahliannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Sebagian besar investor pemodal mempunyai ketidaksukaan yang besar terhadap resiko. Prosedur analisa dan penyaringan yang dilakukan investor untuk
  24. 24. meminimalisasi dua jenis resiko: 1. Resiko tidak dikenalnya wiraswastaan yang menyebabkan hilangnya modal 2. Resiko hilangnya waktu yang digunakan untuk proyek yang tidak produktif D. Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan Kecil Usaha kecil memiliki kelemahan dan kelebihan. Berikut ini akan dipaparkan kelebihan dan kelemahan usaha kecil: 1. Kelebihan Usaha Kecil Usaha kecil pada kenyataannya mampu bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang diakibatkan inflasi maupun berbagai faktor penyebab lainnya. Tanpa subsidi maupun proteksi, usaha kecil mampu menambah nilai devisa negara khususnya industri kecil di sektor informal dan mampu berperan sebagai penyangga dalam perekonomian masyarakat kecil/lapisan bawah. Di samping itu, usaha kecil juga memiliki nilai strategis bagi perkembangan perekonomian negara kita, antara lain sebagai berikut: a. Banyaknya produk-produk tertentu yang dikerjakan oleh perusahaan kecil. Perusahaan besar dan menengah banyak ketergantungan kepada perusahaan kecil, karena jika hanya dikerjakan perusahaan besar dan menengah, marginnya menjadi tidak ekonomis. b. Merupakan pemerataan konsentrasi dari kekuatan-kekuatan ekonomi dalam masyarakat. Secara umum perusahaan dalam skala kecil baik usaha perseorangan maupun persekutuan (kerja sama) memiliki kelebihan dan daya tarik. Kelebihan dan daya tarik tersebut adalah sebagai berikut. a. Pemilik merangkap manajer perusahaan dan merangkap semua fungsi manajerial seperti marketing, finance, dan administrasi. b. Dalam pengelolaannya mungkin tidak memiliki keahlian manajerial yang handal.
  25. 25. c. Sebagian besar membuat lapangan pekerjaan baru, inovasi, sumber daya baru serta barang dan jasa-jasa baru. d. Risiko usaha menjadi beban pemilik. e. Pertumbuhannya lambat, tidak teratur, tetapi kadang-kadang terlalu cepat dan bahkan prematur. f. Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi jangka pendek, namun tidak memiliki rencana jangka panjang. g. Bebas menentukan harga produksi atas barang dan jasa. h. Prosedur hukumnya sederhana. i. Pajak relatif ringan, karena yang dikenakan pajak adalah pribadi/pengusaha, bukan perusahaannya. j. Komunikasi dengan pihak luar bersifat pribadi. k. Mudah dalam proses pendiriannya. l. Mudah dibubarkan setiap saat jika dikehendaki. m. Pemilik mengelola secara mandiri dan bebas waktu. n. Pemilik menerima seluruh laba. o. Umumnya mampu untuk survive. p. Cocok untuk mengelola produk, jasa, atau proyek perintisan yang sama sekali baru, atau belum pernah ada yang mencobanya, sehingga memiliki sedikit pesaing. q. Memberikan peluang dan kemudahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah demi berkembangnya usaha kecil. r. Diversifikasi usaha terbuka luas sepanjang waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreativitas pengelola. s. Relatif tidak membutuhkan investasi terlalu besar, tenaga kerja tidak berpendidikan tinggi, dan sarana produksi lainnya relatif tidak terlalu mahal. t. Mempunyai ketergantungan secara moril dan semangat usaha dengan pengusaha kecil lainnya. 2. Kelemahan Pengelolaan Usaha Kecil
  26. 26. Kelemahan dan hambatan dalam pengelolaan usaha kecil umumnya berkaitan dengan faktor intern dari usaha kecil itu sendiri. Kelemahan dan hambatanhambatan tersebut adalah sebagai berikut: a. Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan, utang yang tidak bermanfaat, tidak mematuhi ketentuan pembukuan standar. b. Pembagian kerja yang tidak proporsional, dan karyawan sering bekerja di luar batas jam kerja standar. c. Tidak mengetahui secara tepat berapa kebutuhan modal kerja karena tidak adanya perencanaan kas. d. Persediaan barang terlalu banyak sehingga beberapa jenis barang ada yang kurang laku. e. Sering terjadi mist-manajemen dan ketidakpedulian pengelolaan terhadap prinsip-prinsip manajerial. f. Sumber modal yang terbatas pada kemampuan pemilik. g. Perencanaan dan program pengendalian sering tidak ada atau belum pernah merumuskan. Adapun yang menyangkut faktor ekstern antara lain: a. Risiko dan utang-utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadi pemilik. b. Sering kekurangan informasi bisnis, hanya mengacu pada intuisi dan ambisi pengelola, serta lemah dalam promosi. c. Tidak pernah melakukan studi kelayakan, penelitian pasar, dan analisis perputaran uang tunai.
  27. 27. BAB III KESIMPULAN

×