Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Kata AIDS tidaklah asing ditelinga kita, baik dari kalangan masyarakat kecil samp...
negeri tersebut. Negeri tersebut dihancurkan dikarenakan perbuatan kaum Luth
itu”firman ALLAH dalam AL-Qur’an
“Lagi diberi...
1.2.Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui bahaya dari penyakit AIDS baik secara umum maupun agama
1.2.2. Tujuan Khusu...
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. AIDS
2.1.1. Pengertian AIDS
AIDS menurut pandangan islam adalah suatu penyakit akibat perbuatan ya...
berbagai virus, cacing, jamur, protozoa, dan basil tidak menyebabkan gangguan yang
berarti pada orang yang sistem kekebala...
perubahan perilaku masyarakat sesuai keinginan dan cita-cita hukum. Perda HIV/AIDS
amat diperlukan untuk menekan tingginya...
2.4. Penularan AIDS
Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya penyakit HIV-AIDS. Diantaranya
adalah :
1.

Penyalahgu...
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk
perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbu...
ْٕ‫ا ف ت يبت كى ع هى ان ب غبء إٌ أردٌ ت ح ص ُب ن ت ب ت غٕا عزض ٔال ت كز‬
‫يٍ ب عذ إك ٍٓ غ فٕر رح يى‬
ْ‫زا‬

‫ان ح يبة ان ذ...
Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan
faktor sosiologis-gender.
Kondisi anatomis-...
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Agama

Islam

menuntut

manusia

kearah

kesempurnaan,

kebahagiaan,

dan

kesejahteraan ...
DAFTAR PUSTAKA

1. Dr. Ida Bagus Mantra, MPH., 1993, Pedoman Penyuluhan AIDS Menurut Agama
Islam, Departemen Kesehatan RI....
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada sumber dari segala sesuatu yang bersifat mulia.
Sumber ilmu pengetahuan, sum...
MAKALAH
HIV AIDS
DALAM PANDANGAN ISLAM

DI SUSUN OLEH:
NAMA

: AYU FITRIANI

NIM

: 2013.IB.0058

TINGKAT

: I B.

AKADEMI...
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................
ii
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah pandangan islam tentang hiv AKBID PARAMATA RAHA KAB. MUNA

  • Be the first to comment

Makalah pandangan islam tentang hiv AKBID PARAMATA RAHA KAB. MUNA

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kata AIDS tidaklah asing ditelinga kita, baik dari kalangan masyarakat kecil sampai masyarakat elit. AIDS adalah virus ganas dan mematikan yang belum ada obat untuk penyembuhannya sampai sekarang ini sehingga AIDS sangat mengancam kehidupan di dunia. Penularan AIDS sangat sederhana, bisa melalui luka, jarum suntik, serta sex bebas. AIDS adalah suatu penyakit akibat perbuatan yang dibenci ALLAH SWT, AIDS sendiri tidak ada hukum pasti, hanya saja perbuatan seperti prilaku seks bebas yang menyimpang seperti Homo atau lesbian, yang sering mendatangkan virus ini, hukumnya haram. Tidak mengherankan lagi AIDS telah menjadi berita yang menggemparkan seluruh dunia, selain Karena obat yang menyembuhkan belum ada, tetapi juga penyebaran virus ini terjadi sangat cepat perihal seks bebas yang menyimpang terus dilakukan oleh masyarakat. Di beberapa Negara pernikahan sesama jenis tidak lagi di anggap tabu, bahkan mereka memperkuat pernikahan tersebut dengan adanya undangundang yang mengesahkan pernikahan sejenis di Negara mereka. Lain halnya di Indonesia, pernikahan sejenis memang tidak sesuai dengan hukum di Indonesia dan tak ada yang mengesahkannya, tetapi perilaku seks bebas yang tidak terikat hukum pun menjadi marak di kalangan masyarakat kita, baik lawan jenis maupun sesama jenis, hal ini tercermin pada masa Nabi Luth As. Sesuai firman ALLAH SWT: “Dan(Kami telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji?”, sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama laki-laki bukan kepada perempuan. Kamu merupakan kaum yang melampaui batas. “usir mereka (Luth dan pengikutnya) dari negeri ini. kemudian Kami selamatkan dan pengikutnya kecuali istrinya. Dan kami hujani mereka dengan hujan batu.”(surah al-A’raf ayat:80-84) “Sebenarnya ALLAH telah memperlihatkan bekas-bekas tentang peristiwa kejadian sebagai contoh teladan bagi mereka yang suka memikirkan. Karena kaum Luth adalah orang yang bergelimang dengan kejahatan dan kemungkaran. Mereka suka melakukan perbuatan yang keji yaitu laki-laki kawin dengan laki-laki dan mereka tidak suka kawin dengan perempuan. Sehingga ALLAH melaknat kaum tersebut dengan menghancurkan ii
  2. 2. negeri tersebut. Negeri tersebut dihancurkan dikarenakan perbuatan kaum Luth itu”firman ALLAH dalam AL-Qur’an “Lagi diberi tanda pada sisi Tuhan engkau. Tiadalah siksa itu terjadi kecuali untuk orang yang aniaya.” (surah Hud ayat:83) Seperti Firman ALLAH, dapat kita ambil kesimpulan bahwa AIDS pun terjadi karena ulah manusia sendiri, tetapi bagaimanapun ALLAH tidak akan memutus rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang mau bertaubat, begitu indahnya Islam ketika kita mau mengikuti jalan yang benar. Dengan adanya penyakit AIDS kita sebagai hambanya diingatkan untuk selalu memikirkan apa yang akan kita lakukan. Bertaubatlah hai hamba ALLAH, karena ALLAH tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali diturunkan pula obatnya, kecuali penyakit satu (pikun). Islam memberikan tuntunan dalam pengobatan HIV /AIDS secara fisik, psikis dan sosial. Secara fisik melalui medis dan sejenisnya, walaupun masih dalam tahap vaksin bukan obat penyembuh hanya penghamabat, untuk melambatkan virus tersebut, teknologi saat ini yaitu ARU (Anti Retro Viral) dan secara psikis melalui kesabaran, taubat, tagarrubilallah(dzikirullah dan berdo’a). sedangkan secara sosial melalui penerimaan dan dukungan penuh yaitu dari masyarakat terutama keluarganya. Jadi, jelaslah bahwa Islam telah mengatur semuanya dalam AL-Qur’an sebagai petunjuk agar kita tetap selalu dijalan ALLAH SWT. Karena telah banyak kejadian dan peristiwa yang di kisahkan oleh AL-Qur’an lewat nabi-nai dan rasul-rasul ALLAH. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang sholeh. Selain itu AIDS juga dapat menimbulkan penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi mental. Mungkin kita sering mendapat informasi melalui media cetak, elektronik, ataupun seminar-seminar, tentang betapa menderitanya seseorang yang mengidap penyakit AIDS. Dari segi fisik, penderitaan itu mungkin, tidak terlihat secara langsung karena gejalanya baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan. Tapi dari segi mental, orang yang mengetahui dirinya mengidap penyakit AIDS akan merasakan penderitaan batin yang berkepanjangan. Semua itu menunjukkan bahwa masalah AIDS adalah suatu masalah besar dari kehidupan kita semua. Dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan itulah kami sebagai pelajar, sebagai bagian dari anggota masyarakat dan sebagai generasi penerus bangsa, merasa perlu memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu kami membahasnya dalam makalah ini. ii
  3. 3. 1.2.Tujuan 1.2.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui bahaya dari penyakit AIDS baik secara umum maupun agama 1.2.2. Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan AIDS 2. Untuk mengetahui tinjauan hukum AIDS menurut Negara dan islam 3. Untuk mengetahui manfaat dan madharat dari AIDS 4. Untuk mengetahui cara penularan AIDS 1.3.Manfaat 1. Mengetahui yang dimaksud dengan AIDS 2. Mengetahui tinjauan hukum AIDS menurut Negara dan islam 3. Mengetahui manfaat dan madharat dari AIDS 4. Mengetahui cara penularan AIDS ii
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN 2.1. AIDS 2.1.1. Pengertian AIDS AIDS menurut pandangan islam adalah suatu penyakit akibat perbuatan yang dibenci ALLAH SWT, AIDS sendiri tidak ada hukum pasti, hanya saja perbuatan seperti prilaku seks bebas yang menyimpang seperti Homo atau lesbian, yang sering mendatangkan virus ini, hukumnya haram. AIDs adalah penyakit akibat perbuatan yang sudah melewati batas, melanggar norma masyarakat secara umum, dan melanggar aturan dan kaidah-kaidah ketentuan Agama. Islam memandang bahwa penyakit HIV AIDs ini adalah perbuatan menjijikan, kotor, dan keji. Bahkan kemunculannya telah diramalkan oleh Rasululloh sejak ribuan tahun yang lalu, sebagaimana sabda beliau: “Tiada lahir suatu fakhisyah (perbuatan kotor, menjijikan, keji, atau zina) yang merajalela pada suatu kaum dan dilakukan secara terang-terangan, kecuali Alloh akan menimpakan kepada mereka penyakit menular (AIDs) yang belum pernah ada sebelumnya.” (HR. Tabrani dan Hakim) Munculnya penyakit ini, erat kaitannya dengan perilaku binatang yang sering kita lihat dalam kehidupan keseharian kita. Perilaku manusia yang terkena HIV AIDs adalah sama halnya dengan perilaku binatang yang sering gonta-ganti pasangan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Furqon: 43-44): “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu bisa menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan perbuatan mereka lebih sesat dari binatang ternak.” AIDS secara umum merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome.Acquired artinya didapat, jadi bukan merupakan penyakit keturunan, Immuno berarti sistem kekebalan tubuh, Deficiency artinya kekurangan, sedangkan Syndrome adalah kumpulan segala. AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak kekebalan tubuh, sehingga tubuh mudah diserang oleh penyakitpenyakit lain yang dapat berakibat fatal. padahal penyakit-penyakit tersebut misalnya ii
  5. 5. berbagai virus, cacing, jamur, protozoa, dan basil tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal. selain penyakit infeksi, penderita AIDS juga mudah terkena kanker. Dengan demikian gejala AIDS amat bervariasi.( Lembaran Informasi Spiritia L160). HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut terutama limfosit yang memiliki CD4 sebagai sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel limfosit. Karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam mengatasi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol) (KPA, 2007). Virus HIV diklasifikasikan ke dalam golongan lentivirus atau retroviridae. Virus ini secara material genetik adalah virus RNA yang tergantung pada enzim reverse transcriptase untuk dapat menginfeksi sel mamalia, termasuk manusia, dan menimbulkan kelainan patologi secara lambat. Virus ini terdiri dari 2 grup, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Masing-masing grup mempunyai lagi berbagai subtipe, dan masing-masing subtipe secara evolusi yang cepat mengalami mutasi. Diantara kedua grup tersebut, yang paling banyak menimbulkan kelainan dan lebih ganas di seluruh dunia adalah grup HIV-1 (Zein, 2006). Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu mencegah HIV( mungkin hanya sebatas mencegah penyebarannya melalui ARV). Orang yang terinfeksi HIV akan menjadi karier selama hidupnya, firman Allah S.W.T. yang berbunyi: “Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit kelaparan, ketakutan,…dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang sabar.”(Al-Baqarah:155) 2.2. Tinjauan Hukum 2.2.1. AIDS Menurut Tinjauan Hukum Negara HAM dan Hukum Dalam AIDS Penting untuk diingat bahwa perilaku manusia selalu bersentuhan dengan hukum dan hak azasi manusia (HAM). Sebagai kontrol sosial, hukum membatasi perilaku tertentu dalam masyarakat agar tidak merugikan diri sendiri dan anggota masyarakat lainnya. Sebagai social engineering, hukum menjadi alat yang dapat merekayasa sebuah ii
  6. 6. perubahan perilaku masyarakat sesuai keinginan dan cita-cita hukum. Perda HIV/AIDS amat diperlukan untuk menekan tingginya jumlah kasus baru HIV/AIDS di setiap daerah. Di samping memiliki payung hukum yang kuat, implementasi program penanggulangan HIV/AIDS akan dapat diwujudkan karena ditunjang APBD. Ada 4 fungsi strategis perda AIDS, (1) sebagai payung hukum dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, (2) menunjang penguatan peran lembaga (KPA), (3) sebagai dasar untuk memperoleh aloksi APBD untuk penanggulangan AIDS, (4) sebagai dasar untuk menetapkan prioritas program pencegahan, penanggulangan AIDS serta, dukungan, perawatan dan pengobatan penderitanya (odha). Kendati Perda AIDS memilii fungsi strategis, namun dalam proses penggodokannya di DPRD selalu mengundang pro kontra. 2.2.2. Tinjauan AIDS Menurut Hukum Islam Allah swt berfirman dalam Al-Qur'an : ٌ‫اهلل ال ي ظ هى ان ُبص ش ي ئب ٔن كٍ ان ُبص أَ ف ظٓى إ‬ ًٌٕ‫ي ظ ه‬ " Sesungguhnya Allah tidak berbuat dzalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat dzalim kepada diri mereka sendiri.” (QS. Yunus: 44). Penyakit HIV-AIDS yang sangat ditakuti oleh masyarakat, bukanlah merupakan penyakit "Kutukan Tuhan" sebagaimana pandangan sebagaian masyarakat. Melainkan penyakit biasa sebagaimana penyakit-penyakit lainnya. Penyakit HIV-AIDS diatas lebih banyak di takuti oleh masyarakat karena hingga saat ini penyakit tersebut belum ada obatnya. Penyakit tersebut muncul dikarenakan perbuatan manusia yang melanggar terhadap syari'ah yang telah di tetapkan. 2.3. Manfaat dan Madhorot 2.3.1. Manfaat AIDS Sebagai petunjuk agar kita tetap selalu dijalan ALLAH SWT 2.3.2. Madharat AIDS  Merusak generasi penerus bangsa  Merusak diri, moral dan agama  Menjauhkan dari masyarakat  Menyebabkan kematian ii
  7. 7. 2.4. Penularan AIDS Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya penyakit HIV-AIDS. Diantaranya adalah : 1. Penyalahgunaan Narkoba dengan menggunakan jarum suntik Secara tekstual di dalam Al-Qur'an tidak sebutkan akan dilarangnya penggunaan narkoba. Namun secara kontekstual, baik Al-Qur'an maun Hadits telah menyebutkan bahwa Narkoba itu hukumnya adalah haram. Sebagaimana Ayat dan Hadits di bawah ini: ‫ي ظبن َٕ ك عٍ ان خًزٔان ً ي ظزق م ف يًٓباث ى ك ب يزٔي ُبف ع ن ه ُبص‬ ‫ٔاعًٓباك بزيٍ َ ف عًٓب‬ “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (QS. Al-Baqarah: 219). Dari ayat di atas jelas bahwa khamr itu memabukkan dan hukumnya haram sedangkan narkoba lebih bahaya dari khamr dan hukumnya lebih haram dari khamr. Narkoba tidak hanya membuat orang menjadi mabuk tetapi dapat membuat orang yang menyalahgunakan menjadi mati. Melihat bahanya narkoba melebihi khamr, maka narkoba hukumnya adalah haram. ‫ك م ي ظ كزخًزٔك م ي ظ كزحزاو‬ “Setiap zat yang memabukkan itu kmar dan setiap zat yang memabukkan itu haram.”(HR. Abdullah Ibnu Umar) Narkoba tidak hanya sekedar membuat mabuk, tetapi narkoba membuat syaraf yang menyalahgunakan menjadi error. Oleh karena itu narkoba harus dijauhi dengan sejauhjauhnya. Melihat bahaya narkoba yang sangat besar, maka Allah SWT memerintahkan agar sesuatu yang dapat membahayakan seperti minuman keras, narkoba dan lain-lainnya itu supaya dijauhi. Sebagaimana firman Allah : ‫ي ب أي ٓب ان ذي ٍ آي ُٕا إَ ًب ان خًز ٔان ً ي ظز ٔاألَ صبة ٔاألسالو رجض‬ ٌٕ‫يٍ عًم ان ش يطبٌ ف بج ت ُ بِٕ ن ع ه كى ت ف هح‬ “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban ii
  8. 8. untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan “(QS. Al-maidah: 90). Khamr dan judi adalah haram ‫ي ظأن َٕ ك عٍ ان خًز ٔان ً ي ظز ق م ف يًٓب إث ى ك ب يز ٔي ُبف ع‬ ‫ن ه ُبص ٔإث ًًٓب أك بز يٍ َ ف عًٓب‬ “Mereka bertanya kepadamu tentanng khamr dan judi. Katakanlah: pada keduuanya itu terdapat dosa besar dann beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”.(QS. Al-Baqarah:219) Laknat terhadap Khamr ‫ن عٍ ان خًز ٔعب ص يزْب‬ ‫ات بَ يي ج بزي م ف قبل : ي بيحًذ اٌ اهلل‬ ‫ٔي ع ت صزْب ٔ شبرب ٓب ٔان ًحًٕل ان يّ ٔب بئ عٓب ٔي ب تبعٓب ٔ طبق يٓب‬ Malaikat Jibril datang kepadaku lalu berkata : “ hai Muhammad, Allah melaknat minuman keras, yang memerasnya, yang meminumnya, orang yang menerima penyimpanannya, orang yang menjualnya, orang yang membelina, orang yang menyuguhkannya dan orang-orang yang mau disuguhi”. (Riwayat Ahmad bin Hambal ibnu Abbas) 2. Seks bebas/ tidak sehat Kebiasaan main perempuan (berbuat zina) merupakan salah satu dari kebiasaan pada sebagaian masyarakat. Hal ini terbukti dengan masih eksisnya beberapa tempat pelacuran di Negara kita yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Negara kita yang mayoritas penduduknya muslim ini, merupakan salah satu negara yang memiliki tempat pelacuran terbesar jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya. Ini adalah merupakan prestasi yang memalukan bagi umat Islam. Islam telah melarang mendekati perbuatan di atas, sebagaimana firmannya: ‫ط ب يـال‬ ‫ت قـزب ٕا ان شَ ب إَ ّ ك بٌ ف بح شت ٔ طبء‬ ‫ٔال‬ " Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang ii buruk". ( QS. Al-Isra': 32).
  9. 9. ْٕ‫ا ف ت يبت كى ع هى ان ب غبء إٌ أردٌ ت ح ص ُب ن ت ب ت غٕا عزض ٔال ت كز‬ ‫يٍ ب عذ إك ٍٓ غ فٕر رح يى‬ ْ‫زا‬ ‫ان ح يبة ان ذَ يب ٔيٍ ي كزٍْ ف إٌ اهلل‬ " Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barang siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu)". ( QS. An-Nur: 33). Dari kedua ayat di atas, Allah swt menjelaskan kepada hambanya, bahwa segala bentuk perbuatan mendekati kepada zina (main perempuan) pelacuran dan seterusnya itu dilarang. Sebagai akibat dari perbuatan di atas adalah munculnya penyakit HIV-AIDS yang hingga sekarang belum ditemukan obatnya. 3. Musibah Penyakit HIV-AIDS selain ditimbulkan oleh mereka yang melanggar syari'ah agama ( menyalahgunakan narkoba dengan menggunakan jarum suntik dan seks yang tidak sehat) juga bisa karena factor ketidak sengajaan. Misalnya: Istri yang baik-baik (shalihah) bisa terkena HIV jika bergaul dengan suaminya yang suka melacur dan pelacurnya terinfeksi HIV, atau seorang petugas kesehatan yang menggunakan jarum suntik bekas digunakan menyuntik seseorang yang terinfeksi HIV. Dan masih banyak factor lainnya. Oleh karena itu jalan yang paling baik untuk mencegah tertularnya penyakit HIV-AIDS yang sangat menakutkan tersebut adalah dengan menjahui perbuatan zina dan tidak menggunaan narkoba. 4. Transfusi darah yang mengadung HIV 5. Dari ibu hamil kepada janinnya. Misalnya: Istri yang baik-baik (shalihah) bisa terkena HIV jika bergaul dengan suaminya yang suka melacur dan pelacurnya terinfeksi HIV 2.5. Orang yang Rentan Terkena HIV/AIDS Infeksi virus AIDS terutama disebabkan oleh perilaku seksual berganti-ganti pasangan. Oleh karena itu yang paling beresiko untuk tertular AIDS adalah siapa saja yang mempunyai perilaku tersebut. Harus diingat bahwa perilaku seperti ini bukan hanya dimiliki oleh kelompok pekerja seks tetapi juga oleh kelompok lain seperti misalnya remaja, mahasiswa, eksekutif muda dsb. Jadi yang menjadi masalah disini bukan pada “kelompok” mana tetapi pada “perilaku” yang berganti-ganti pasangan. ii
  10. 10. Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender. Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi “menampung”, dan alat reproduksi wanita sifatnya “masuk kedalam” dibandingkan pria yang sifatnya “menonjol keluar”. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui . Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV. Mukosa (lapisan dalam) alat reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlakuan pada proses hubungan seksual. Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV. Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, keterampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelecehan dan penggunaan kekerasan seksual, dan akhirnya terjerumus kedalam pelacuran sebagai strategi survival. Sebelumnya virus AIDS tidak mudah menular virus influensa. Kita tidak usak terlalu mengucilkan atau menjauhi penderita AIDS, karena AIDS tidak akan menular dengan cara – cara seperti di bawah ini : 1. Hidup serumah dengan penderita AIDS ( asal tidak mengadakan hubungan seksual ). 2. Bersenggolan atau berjabat tangan dengan penderita. 3. Bersentuhan dengan pakaian dan lain-lain barang bekas penderita AIDS. 4. Makan dan minum. 5. Gigitan nyamuk dan serangga lain. 6. Sama-sama berenang di kolam renang Menurut WHO (1996), terdapat beberapa cara dimana HIV tidak dapat ditularkan antara lain: 1. Kontak fisik Orang yang berada dalam satu rumah dengan penderita HIV/AIDS, bernapas dengan udara yang sama, bekerja maupun berada dalam suatu ruangan dengan pasien tidak akan tertular. Bersalaman, berpelukan maupun mencium pipi, tangan dan kening penderita HIV/AIDS tidak akan menyebabkan seseorang tertular. 2. Memakai milik penderita Menggunakan tempat duduk toilet, handuk, peralatan makan maupun peralatan kerja penderita HIV/AIDS tidak akan menular. 3. Digigit nyamuk maupun serangga dan binatang lainnya. 4. Mendonorkan darah bagi orang yang sehat tidak dapat tertular HIV. ii
  11. 11. BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Agama Islam menuntut manusia kearah kesempurnaan, kebahagiaan, dan kesejahteraan hidup lahir dan bathin, baik didunia maupun diakhirat nanti. Agama Islam memberikan petunjuk kepada umat manusia dalam upaya menghadapi cobaan dan tantangan hidup termasuk dalam mengahdapi penyakit yang menjadi sebab kesengsaraan dan penderitaan. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrom adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV. Virus ini mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh seseorang sehinga penderita dapat meninggal. Penularan penyakit ini melalui transfusi darah jarum suntik/ alat tusuk lainnya yang sudah tercemar virus HIV, oleh karena itu kegiatan penyuluhan merupakan aspek yang sangat penting. Melalui pendekatan kesehatan keluarga pendekatan kesehatan social. 3.2. Saran o Setiap orang dapat menningkatkan keimanan dan ketakwaannya sehingga bisa terhindar dari pergaulan bebas o Setiap orang dapat mengerti dan memahami bahaya yang ditimbulkan dari AIDS ii
  12. 12. DAFTAR PUSTAKA 1. Dr. Ida Bagus Mantra, MPH., 1993, Pedoman Penyuluhan AIDS Menurut Agama Islam, Departemen Kesehatan RI., Jakarta. 2. Depkes RI., 1992, AIDS, Jakarta. 3. M. Jusup Hanapiah dan Amri Amir, 1999, Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan Edisi 3, Jakarta : EGC. ii
  13. 13. KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kepada sumber dari segala sesuatu yang bersifat mulia. Sumber ilmu pengetahuan, sumber segala kebenaran, sang Maha Cahaya, penabur cahaya ilham, pilar nalar kebenaran dan kebaikan, sang kekasih tercinta yang tak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi umat, Allah SWT. Shalawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan serta menyampaikan kepada kita semua ajaran Islam yang telah terbukti kebenarannya, serta makin terus terbukti kebenarannya. Dengan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan inspirasi kepada kami sehingga makalah yang berjudul “HIV AIDS dalam pandanan islam” ini dapat terselesaikan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan penuh kesadaran diri dan kerendahan hati, kami menyadari bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kesempurnaan, sehingga tentu masih banyak lagi rahasia-Nya yang belum tergali dan belum kita ketahui. Oleh karenanya kami senantiasa mengharapkan kritik dan saran membangun dari teman-teman dan pembaca sekalian sehingga mampu menjalin sinergi yang pada akhirnya akan membuat pemikiran ini bisa lebih disempurnakan lagi dimasa yang akan datang, bukan hanya untuk Islam namun juga untuk kemajuan umat manusia. Raha, November 2013 Penyusun ii
  14. 14. MAKALAH HIV AIDS DALAM PANDANGAN ISLAM DI SUSUN OLEH: NAMA : AYU FITRIANI NIM : 2013.IB.0058 TINGKAT : I B. AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA KABUPATEN MUNA 2013 ii
  15. 15. DAFTAR ISI Kata Pengantar........................................................................................................... i Daftar Isi.................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.................................................................................................... 1 1.2. Tujuan................................................................................................................. 3 1.3. Manfaat.............................................................................................................. 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1. AIDS................................................................................................................ 4 2.2Tinajuan hukum................................................................................................. 5 2.3 Manfaat dan mudharat........................................................................................ 6 2.4 Penularan AIDS................................................................................................ 7 2.5Orang yang rentan terkena AIDS.................................................................. 9 BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN....................................................................................................11 3.2 SARAN................................................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................12 ii
  16. 16. ii

×