PENGERTIAN
 Kehamilan

ganda didefinisikan sebagai suatu
kehamilan dimana terdapat dua atau lebih embrio
atau janin sekal...
FAKTOR PREDIPOSISI
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Faktor ras
Faktor genetik
Faktor umur dan paritas
Faktor nutrisi
Faktor terapi infe...
Faktor Ras
 Myrianthopoulos (1970) mengidentifikasi kelahiran

ganda terjadi 1 diantara 100 kehamilan pada orang
kulit pu...
Faktor Genetik
 Sebagai penentu kehamilan ganda, genotif ibu jauh

lebih penting dari genotif ayah.
 Wanita yang dirinya...
Faktor Umur dan Paritas
 Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau

paritas sampai dengan 7, frekuensi kehamila...
Faktor Nutrisi
 Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan

kehamilan ganda berkaitan dengan status nutrisi yang
direfl...
Faktor Terapi Infertilitas
 Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus chorionic

gonadotropin atau chlomiphene citrate ...
Faktor Assisted Reproductive
Technology (ART)
 Teknik

ART
didesain
untuk
meningkatkan
kemungkinan kehamilan, dan juga me...
JENIS KEHAMILAN GANDA
Kehamilan Kembar Monozigotik
2. Kehamilan Kembar Dizigotik
1.
Kehamilan Kembar Monozigotik
 Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari satu

ovum yang dibuahi dan membelah secara din...
Kehamilan Kembar Monozigotik
 Ciri-ciri kehamilan kembar monozigotik:
 Jenis kelamin sama
 Wajah sama (seperti bayangan...
Kehamilan Kembar Dizigotik
 Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari 2 atau lebih

ovum yang telah dibuahi.
 Sebagian...
GEJALA
 Anemia
 Keluhan subjektif, berupa :
 Sesak nafas
 Sering BAK
 Gerak banyak
 Edema varises
 Keluhan objektif...
DIAGNOSIS
Anamnesis :
 Riwayat adanya keturunan kembar
 Mendapat pengobatan infertilitas
 Uterus yang membesar lebih da...
DIAGNOSIS
Pemeriksaan klinis :
 Besarnya kehamilan melebihi lamanya terlambatnya
menstruasi
 Besarnya rahim bertambah le...
DIAGNOSIS
 Pemeriksaan USG
 Terlihat dua bayangan janin dengan 1 atau 2 kantong
amnion.
 Diagnosis dengan USG sudah dap...
DIAGNOSIS PASTI
 Teraba 2 kepala, 2 bokong, dan 1 atau 2 punggung.
 Terdengar 2 denyut jantung yang letaknya berjauhan

...
DIAGNOSIS BANDING
1.

Hidramnion.




2.

Dapat menyertai kehamilan kembar, kadang kelainan
hanya terdapat pada satu kan...
KOMPLIKASI
1. Bagi Ibu :
a. Anemia
b. Hipertensi
c. Partus premeturus
d. Atonia uteri
e. Perdarahan pasca persalinan
2. Ba...
Penanganan Dalam Kehamilan
 Pemeriksaan Antenatal lebih sering.
 Mulai kehamilan 24 minggu pemeriksaan dilakukan

tiap 2...
Penanganan Dalam Kehamilan
 Anemia hipokrom tidak jarang terjadi pada kehamilan

kembar
karena
kebutuhan
besi
2
bayi
dan
...
Penanganan Selama Persalianan
 Semua persiapan untuk resusitasi dan perawatan bayi

prematur disediakan.
 Golongan darah...
Penanganan Selamam Persalinan
 Setelah bayi pertama lahir, segera dilakukan pemeriksaan

luar dan vaginal untuk mengetahu...
Kehamilan ganda (kembar) AKPER PEMKAB MUNA
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kehamilan ganda (kembar) AKPER PEMKAB MUNA

2,446 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,446
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
69
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kehamilan ganda (kembar) AKPER PEMKAB MUNA

  1. 1. PENGERTIAN  Kehamilan ganda didefinisikan sebagai suatu kehamilan dimana terdapat dua atau lebih embrio atau janin sekaligus.  Kehamilan ganda terjadi apabila dua atau lebih ovum dilepaskan dan dibuahi, atau apabila satu ovum yang dibuahi membelah secara dini hingga membentuk dua embrio yang sama pada stadium massa sel dalam atau lebih awal.  Kehamilan kembar dapat memberikan resiko yang lebih tinggi terhadap ibu dan janin.
  2. 2. FAKTOR PREDIPOSISI 1. 2. 3. 4. 5. 6. Faktor ras Faktor genetik Faktor umur dan paritas Faktor nutrisi Faktor terapi infertilitas Faktor Assisted Reproductive Technology (ART)
  3. 3. Faktor Ras  Myrianthopoulos (1970) mengidentifikasi kelahiran ganda terjadi 1 diantara 100 kehamilan pada orang kulit putih, sedangkan pada orang kulit hitam 1 diantara 80 kehamilan.  Di Afrika, frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi, yaitu 1 diantara 20 kelahiran.  Perbedaan kehamilan ganda ini disebabkan oleh perbedaan tingkat Folikel Stimulating Hormone yang akan mengakibatkan multiple ovulasi.
  4. 4. Faktor Genetik  Sebagai penentu kehamilan ganda, genotif ibu jauh lebih penting dari genotif ayah.  Wanita yang dirinya sendiri dizigot mempunyai frekuensi melahirkan bayi kembar 1 per 58 kelahiran. Namun, wanita yang bukan kembar tapi mempunyai suami kembar dizigot, melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1 per 116 kehamilan
  5. 5. Faktor Umur dan Paritas  Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau paritas sampai dengan 7, frekuensi kehamilan ganda akan meningkat.  Dalam kehamilan pertama, frekuensi janin kembar adalah 1,3% dibandingkan dengan kehamilan keempat sebesar 2,7%.
  6. 6. Faktor Nutrisi  Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan kehamilan ganda berkaitan dengan status nutrisi yang direfleksikan dengan berat badan ibu. Ibu yang lebih tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko hamil ganda sebesar 25-30% dibandingkan dengan ibu yang lebih pendek dan berbadan kecil.  McGillivray (1986) juga memaparkan bahwa kehamilan dizigotik lebih sering ditemui pada wanita berbadan besar dan tinggi dibandingkan pada wanita pendek dan bertubuh kecil.
  7. 7. Faktor Terapi Infertilitas  Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus chorionic gonadotropin atau chlomiphene citrate menghasilkan ovulasi ganda.  Tuppin dkk (1993), melaporkan bahwa insiden persalinan gemelli dan triplet terjadi karena induksi ovulasi dengan terapi human menopause gonadotropin (hMG).  Faktor resiko untuk kehamilan ganda setelah ovarium distimualsi dengan hMG berpengaruh terhadap peningkatan jumlah estradiol dan injeksi chorionic gonadotropin pada saat bersamaan akan berpengaruh terhadap karakteristik sperma, meningkatkan konsenterasi dan motilitas sperma.
  8. 8. Faktor Assisted Reproductive Technology (ART)  Teknik ART didesain untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan, dan juga meningkatkan kemungkinan kehamilan ganda.  Pada kasus ini, pembuahan dilakukan melalui teknik fertilisasi in vitro dengan melakukan seleksi terhadap ovum yang benar-benar berkualitas baik, dan dua dari empat embrio ditransfer kedalam uterus.  Pada umumnya, sejumlah embrio yang ditransfer kedalam uterus akan berisiko untuk kembar dan meningkatkan kehamilan ganda.
  9. 9. JENIS KEHAMILAN GANDA Kehamilan Kembar Monozigotik 2. Kehamilan Kembar Dizigotik 1.
  10. 10. Kehamilan Kembar Monozigotik  Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari satu ovum yang dibuahi dan membelah secara dini hingga membentuk dua embrio yang sama.  kehamilan ini disebut juga hamil kembar identik atau hamil kembar homolog atau hamil kembar uniovuler, karena berasal dari satu ovum.
  11. 11. Kehamilan Kembar Monozigotik  Ciri-ciri kehamilan kembar monozigotik:  Jenis kelamin sama  Wajah sama (seperti bayangan)  Golongan darah sama, cap kaki dan tangan sama  Sebagian hamil ganda monozigitik, dalam bentuk :  2 amnion, 2 korion, 2 plasenta  2 amnion, 2 korion, 1 plasenta  2 amnion, 1 korion, 1 plasenta  Pada kembar monozigotik dapat terjadi kelainan pertumbuhan seperti kembar siam.  Insiden kelainan malformasi sangat tinggi pada kehamilan ganda monozigotik.
  12. 12. Kehamilan Kembar Dizigotik  Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari 2 atau lebih ovum yang telah dibuahi.  Sebagian besar kehamilan ganda adalah dizigotik atau kehamilan kembar fraternal.  Ciri-ciri kehamilan kembar dizigotik :     Jenis kelamin dapat sama atau berbeda Persamaan seperti adik-kakak Golongan darah tidak sama Cap tangan dan kaki tidak sama  Sebagian hamil ganda dalam bentuk :  2 amnion, 2 korion, 2 plasenta  2 amnion, 2 korion, 1 plasenta
  13. 13. GEJALA  Anemia  Keluhan subjektif, berupa :  Sesak nafas  Sering BAK  Gerak banyak  Edema varises  Keluhan objektif, berupa :  Hiperemesis  Preeklampsi-eklampsia  Hidramnion
  14. 14. DIAGNOSIS Anamnesis :  Riwayat adanya keturunan kembar  Mendapat pengobatan infertilitas  Uterus yang membesar lebih dari 4 cm dari amenore  Gerakan janin yang banyak
  15. 15. DIAGNOSIS Pemeriksaan klinis :  Besarnya kehamilan melebihi lamanya terlambatnya menstruasi  Besarnya rahim bertambah lebih cepat dari biasanya  Berat badan bertambah lebih cepat  Dapat diraba banyaknya bagian kecil janin  Dapat diraba tiga bagian janin dan teraba dua ballotemen  Terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 denyut atau lebih
  16. 16. DIAGNOSIS  Pemeriksaan USG  Terlihat dua bayangan janin dengan 1 atau 2 kantong amnion.  Diagnosis dengan USG sudah dapat ditegakkan pada kehamilan 10 minggu.  Pemeriksaan X-ray  Sudah jarang dilakukan karena terdapat bahaya radiasi dari penyinaran
  17. 17. DIAGNOSIS PASTI  Teraba 2 kepala, 2 bokong, dan 1 atau 2 punggung.  Terdengar 2 denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan perbedaan kecepatan paling sedikit 10 denyut per menit  Dengan alat bantu ultasonografi dan foto abdominal akan tempak dua janin dalam rahim.
  18. 18. DIAGNOSIS BANDING 1. Hidramnion.   2. Dapat menyertai kehamilan kembar, kadang kelainan hanya terdapat pada satu kantong amnion dan yang lainnya oligohidramnion. Pemeriksaan USG dapat menentukan apakah pada hidramnion ada kehailan kembar atau tidak. Kehamilan dngan mioma uteri atau kistoma ovarii.   Tidak terdengarnya bunyi 2 jantung pada pemeriksaan berulang, Terdapat bagian besar dan kecil yang sukar digerakan, lokasinya yang tidak berubah, dan pemeriksaan rontgen dapat membedakan kedua hal tersebut.
  19. 19. KOMPLIKASI 1. Bagi Ibu : a. Anemia b. Hipertensi c. Partus premeturus d. Atonia uteri e. Perdarahan pasca persalinan 2. Bagi Bayi : a. Hidramnion b. Malpresentasi c. Plasenta previa d. Solusio plasenta e. Ketuban pecah dini f. Prolapsus funikuli g. Pertumbuhan janin terhambat h. Kelainan bawaan i. Morbiditas dan mortalitas perinatal meningkat
  20. 20. Penanganan Dalam Kehamilan  Pemeriksaan Antenatal lebih sering.  Mulai kehamilan 24 minggu pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu, sesudah kehamilan 36 minggu tiap minggu, sehingga tanda-tanda preeklampsi dapat diketahui dini dan penanganan dapat dikerjakan dengan segera.  Setelah kehamilan 30 minggu, perjalanan jauh dan koitus sebaiknya dialarang karena dapat merupakan faktor predisposisi partus prematurus.
  21. 21. Penanganan Dalam Kehamilan  Anemia hipokrom tidak jarang terjadi pada kehamilan kembar karena kebutuhan besi 2 bayi dan penambahan volume darah ibu sangat meningkat.  Pemberian sulfas ferosus 3×100 mg secara rutin perlu dilakukan.  Selain zat besi dianjurkan untuk memeberikan asam folik sebagai tambahan.
  22. 22. Penanganan Selama Persalianan  Semua persiapan untuk resusitasi dan perawatan bayi prematur disediakan.  Golongan darah ibu sudah ditentukan dan persediaan darah diadakan mengingat kemungkinan perdarahan postpartum lebih besar.  Pemakain sedative perlu dibatasi.  Episiotomi mediolateral dikerjakan untuk memperpendek kala pengeluaran dan mengurangi tekanan pada kepala bayi.
  23. 23. Penanganan Selamam Persalinan  Setelah bayi pertama lahir, segera dilakukan pemeriksaan luar dan vaginal untuk mengetahui letak dan keadan janin kedua.  Bila janin dalam letak memanjang, selaput ketuban dipecahkan dan air ketuban dialirkan perlahan-lahan untuk menghindarkan prolapsus funikulli.  Penderita dianjurkan meneran atau dilakukan tekanan terkendali pada fundus uteri, agar bagian janin masuk dalam panggul.  Janin kedua turun dengan cepat sampai kedasar panggul dan lahir spontan karena jalan lahir telah dilalui anak pertama.

×