Asuhan keperawatan pada klien intranatal AKPER PEMKAB MUNA

2,109 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,109
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Asuhan keperawatan pada klien intranatal AKPER PEMKAB MUNA

  1. 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN INTRANATAL
  2. 2. Partus: Suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar Partus prematurus: Partus tetapi hasil konsepsi belum aterm. BB; 1000-2500g atau UK; 26-36 minggu. Aterm berarti cukup bulan yaitu 36-42 minggu Partus postmaturus: partus terjadi 2 minggu atau lebih dari tanggal yang diperkirakan.
  3. 3. Gravida: Wanita yang sedang hamil. In Partus: Sedang dalam keadaan persalinan. Patrus normal: Bayi tunggal, cukup bulan dilahirkan dengan letak belakang kepala, tanpa memakai alat-alat pertolongan istimewa, tidak melukai ibu dan bayi, dengan waktu kurang dari 24 jam His: Kontraksi rahim yang dapat diraba dan menimbulkan rasa nyeri di perut (mulai dari pinggang menjalar ke perut bawah) dan sifatnya datang timbul.  Braxton Hicks: Kontraksi ringan pada seluruh rahim, tanpa sakit dan tanpa koordinasi.
  4. 4.  Teori penurunan progesteron Progesteron yang berfungsi mempertahankan kehamilan, kadarnya semakin turun sehingga otot rahim mudah dirangsang oksitoksin.  Teori oksitosin Menjelang kelahiran kadar oksitosim makin meningkat sehingga cukup untuk merangsang persalinan.
  5. 5.  Teori regangan otot rahim Dengan meregangnya otot rahim dalam batas tertentu menimbulkan kontraksi dengan sendirinya.  Teori prostaglandin Prostaglandin yang dihasilkan oleh bagian dalam rahim dapat menyebabkan kontraksi rahim.
  6. 6.  Passege (jalan lahir)  Bagian tulang: • Tulang koksa: ilium, iscium, pubis • Tulang sacrum • Tulang koksigis  Bagian lunak: • Segmen bawah rahim • Serviks uteri • Vagina • Otot-otot dasar panggul
  7. 7.  Passengger (Janin)  Ukuran Mis. Bayi sangat besar, bayi dengan hidrosefalus sehingga tidak bisa dilakukan persalinan pervagina  Letak, sikap, presentasi, posisi • Letak: menunjukan bagian sumbu janin berada terhadap sumbu ibu, normalnya memanjang. • Sikap: menunjukan hubungan bagian-bagian janin terhadap sumbunya, khususnya terhadap tulang punggung. Normalnya adalah sikap fleksi (menunduk)
  8. 8. • Presentasi: menunjukan bagian terbawah janin. Mis. Presentasi kepala, muka, belakang kepala, bokong. • Posisi: Menunjukan apakah bagian janin yang ada dibagian bawah uterus di sebelah kiri, kanan, belakang, depan terhadap sumbu tubuh ibu
  9. 9.  Power (Kekuatan)  His, sangat berperan saat kala I (pembukaan)  Hejan ibu  Berperan saat kala II (pengeluaran)  Saat mulai mengejan, ibu menambah kekuatan uterus yang sudah optimum tersebut dengan mengadakan kontraksi diafragma dan otot-otot dinding abdomen.  Kekuatan akan lebih efisien jika ibu dalam keadaan fleksi.
  10. 10.  Psikologi (Kejiwaan)  Mengidentifikasi apakah ibu sudah siap untuk melahirkan / tidak secara emosional  Jika pikiran tegang kemungkinan jalan lahir juga tegang.
  11. 11. PERSALINAN BENAR PERSALINAN PALSU His yang timbul:  Teratur  Menimbulkan nyeri pada pinggang yang menjalar ke perut bawah  Makin lama his makin kuat Tanda yang timbul:  Mengeluarkan lendir bercampur darah. Serviks:  Terjadi pendataran / pembukaan His yang timbul:  Tidak teratur  Hanya nyeri di perut bawah  Makin lama tidak makin meningkat Tanda yang timbul:  Tidak mengeluarkan lendir bercampur darah. Serviks:  Tidak terjadi pendataran / pembukaan
  12. 12.  Penurunan Kepala, yang terjadi pada saat proses partus  Kemudian kepala melakukan Fleksi (lebih rapat dengan dagu sehingga kontak dengan sternum)  Terus melakukan Rotasi Internal, kepala masuk pelvis dalam posisi transverse atau diagonal. Ketika kepala mencapai dasar pelvik, occipital berrotasi sehingga letaknya dibawah simphisis pubis.
  13. 13.  Ekstensi, Gerakan ini bertujuan agar janin dapat melalui rongga panggul sampai luar, terjadi sesudak kepala keluar dari lubang vagina.  Rotasi eksternal, disebut putaran restitusi, terjadi setelah kepala keluar, merupakan kebalikan dari rotasi internal.  Ekspulsi terjadi setelah rotasi eksternal. Seluruh badan anak akan lahir searah dengan gerakan jalan lahir.
  14. 14. Kala I Dari awal kontraksi hingga serviks berdilatasi sempurna (pembukaan 10 cm). Dibagi menjadi 3 fase:  Fase laten Mulai terjadi ontraksi uterus, pengeluaran lendir darah sampai pembuaan serviks 3 cm, kontraksi belum teratur 5-30 menit, durasi kontraksi 10-30 detik, kekuatan kontraksi belum kuat.  Fase aktif Pada nulipara pembukaan sedikitnya 1,2cm/jam dan untuk multipara 1,5cm/jam, kekuatan kontraksi sedang tiap 2-5 menit, dengan durasi 30-90 detik
  15. 15. Fase transisi Pembukaan 8-10cm, intensitas kontraksi uterus 2-3 menit. Lama total kala I pada primipara 6-18 jam, sedang pada multipara 2-10 jam

×