51
Penyimpangan KDM
Pencetus :
 Allergen
 Olahraga
 Cuaca
 Emosi
Imun
respon
menjadi
aktif
Pelepasan mediator
humoral
...
52
KONSEPDASARASUHANKEPERAWATA
 Pengkajian Umum
1) Biodata
a) Identitas Klien
Meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, ...
53
a) Keluhan utama : Merupakan keluhan yang di rasakan klien saat di
lakukan pengkajian. Biasanya keluhan utama pada klie...
54
Kualitas sesak yang dirasakan pada umumnya sedang atau
tergantungberatpenyakit.
(3) Region/Radiasi (R) : lokasi keluhan...
55
akan berpengaruh pada kesehatannya sekarang, apakah klien
mempunyai riwayat riwayat alergi.
d) Riwayat Kesehatan Keluar...
56
 3. CIRCULATION : TD : 130/80 mmHg, N : 120 x/m
,sianosis,konjungtiva anemis,
4.Disability :E4,V5,M6
 PNGAJIANSEKUNDE...
57
Kesadaran : Compos mentis
Tanda-tanda Vital : TD : 130/80 mmHg
N : 120 x/menit
P : 30 X/menit
S : 36,6°C
(2) Sistem per...
58
Palpasi :
Tidak ada nyeri tekan, teraba denyutan pada apex jantung,
CRT kurang lebih 3 detik, akral teraba hangat, nadi...
59
Inspeksi: Mata simetris kiri dan kanan, mata nampak sayu,
konjungtiva merah mudah, sclera putih, pupil isokor diameter ...
60
Patella +/+, tendon achiles +/+
Babinski -/-
(9) Sistem endokkrin
Tidak terdapat thyroid dan parathyroid, tidak terdapa...
61
a) Dapat berbicara
b) Klien dapat mengikuti ucapan yang diperintahkan
(reseptive)
c) Bicara jelas (reseditif)
b. Fungsi...
62
a) Sensorik : Fungsi pengecapan baik, dapat
membedakan rasa manis, asam dan asin.
b) Mororik : Klien dapat mengangkat a...
63
2. Analisa gasdarah
Hanya dilakukan pada penderita dengan serangan asma berat atau status
asmatikus.Pada keadaan ini da...
64
c. Memberikan penerangan kepada penderita ataupun keluarganya
mengenai penyakit asma, baik pengobatannya maupun tentang...
65
Datasubyektif
- Klien mengatakan sesak nafas.
- Klien mengatakan batukberlendir.
- Klien mengatakan susah tidur.
- Klie...
66
- Pernapasan 30 x/mnt.
- Irama pernapasan cepat.
- Terpasang O25ltr/mnt.
- Klien sering bertanya tentangpenyakitnya.
a....
67
Datasubyektif :
Klien mengatakan sesak nafas
Dataobyektif :
- Klien nampak sesak.
- Pernapasan 30 x/mnt.
- Irama pernap...
68
Gangguanpola
istrahat dantidur
DataSubjektif :
Klien mengatakan cemas terhadap
penyakitnya.
DataObjektif:
- Klien nampa...
69
1. DiagnosaKeperawatan
a. Bersihan jalan tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi
secret ditandai dengan:
...
70
Dataobyektif :
- Klien nampak sesak.
- Pernapasan 30 x/mnt.
- Irama pernapasan cepat.
- Terpasang O25ltr /mnt.
c. Gangg...
71
d. Kecemasan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi ditandai
dengan:
DataSubjektif :
Klien mengatakan cemas te...
72
2. Perencanaan
Nama :Tn.A Tglmasuk RS :20 Agustus2010
Umur :51tahun TglPengkajia :20 Agustus2010
Jenis kelamin :Laki-la...
73
- - Ronchi (+),wheezing(+). - Sesakberkurang.
- Ronchi (-),wheezing(-). 3. Berikan posisiyang
nyaman.
4. Pertahankan
ma...
74
- Klien nampak sesak.
- Pernapasan 30 x/mnt.
- Terpasang O25ltr /mnt.
penumpukansecret saluran nafas
berkurangdengan kr...
75
- Mata tidaksayup. nyaman.
4. Batasi pengunjung
danpenunggu
pasien.
lingkunganyang
nyaman dantenang.
Kecemasan berhunga...
76
4. Berikan informasi
tentang
pembatasan
istrahat.
nafas.
4. Memberikan
pemahaman kepada
klien tentang
pentingnya
pengat...
77
4. ImplementasiDanEvaluasi
Table 3.6Implementasi danEvaluasi
NO
DX
Kep
Hari/
Tanggal
Jam Implementasi Jam Evaluasi
1 1 ...
78
Hasil :
- Salbutamol2 mg1tab/oral
- Amoxicillin 500mg1 tab
- Amboroxol30mg 1tab.
- Dexametason 1 amp/jam
IV
- VentolinN...
79
3 III Ju 08.45
08.55
09.00
10.00
1. Mengkaji factor pencetus
timbulnya gangguan
istrahat dantidur.
Hasil :
Klein tidak ...
80
manfaat penggunaan obat.
3. Mendiskusikan factor
lingkunganyang
meningkatkan kondisi.
Hasil :
Klien mengerti tentang
pe...
81
07.35
08.00
08,15
08.30
08.45
13.00
- Klien nampak sesak
- Klien nampak batukberlendir.
- Terdengar ronchi danwheezing....
82
08.45
09.00
13.15
3. Menganjurkan pasien untuknafas
dalam danbatuk.
3. Klien dapatmelakukan nafas nafas
dalam batuk.
4....
83
intervensi 1,2,3,4..
4 I Minggu,
21Agustus
2010
08.00 S:
Klien mengatakan sudah tidaksesak.
Klien mengatakan sudah tida...
84
DAFTAR PUSTAKA
Brunner &Suddarth,2002.KeperawatanMedikal Bedah,EGC; Jakarta.
Joyce,M. 2008. http:/www.AsmaBronchiale.Ja...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Asma bronchial AKPER PEMDA MUNA

338 views

Published on

Published in: Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Asma bronchial AKPER PEMDA MUNA

  1. 1. 51 Penyimpangan KDM Pencetus :  Allergen  Olahraga  Cuaca  Emosi Imun respon menjadi aktif Pelepasan mediator humoral  Histamine  SRS-A  Serotonin  Kinin  Bronkospasme  Edema mukosa  Sekresi meningkat  inflamasi Penghambat kortikosteroid Nyeri pada saluran napas. bersihan jalan napas inefektif Gangguan pertukaran gas ( Sesak napas ) BB menurun Kelemahan fisik Gangguan pemenuruhan kebutuhan istrahat dan tidur
  2. 2. 52 KONSEPDASARASUHANKEPERAWATA  Pengkajian Umum 1) Biodata a) Identitas Klien Meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, suku/bangsa, pekerjaan, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, nomor register, diagnosa medik,danalamat. b) Identitas PenanggungJawab Meliputi nama, umur, agama, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, hubungandenganklien, danalamat. 2) Riwayat Kesehatan Sekarang
  3. 3. 53 a) Keluhan utama : Merupakan keluhan yang di rasakan klien saat di lakukan pengkajian. Biasanya keluhan utama pada klien dengan Asma Bronchiale adalah :Sesak napas,batukberdahak. b) Riwayat Keluhan Utama Menggambarkan keluhan saat dilakukan pengkajian yang mencakup pengumpulan informasi tentang gejala-gejala terakhir juga sampai manifestasi penyakit sebelumnya dikembangkan denganmenggunakan konsepPQRST. (1) Paliative/provokarif (P) : apa yang menyebabkan bertambah atau berkurangnya keluhan. Pada penderita asma bronchiale yang menyebabkan sesak napas adalah adanya penumpukkan mukosa dalam saluran pernapasannya sedangkan yang mempercepat keluhan yaitu pada saat melakukan aktivitas seperti bangun tidur dan yang meringankan keluhan yaitu pada saat baring dengan posisi semifowler atau duduk (tergantungdari keluhanmasing-masing klien). (2) Qualitas/kuantitas (Q) : bagaimana bentuk atau gambaran keluhan dan sejauh mana tingkat keluhan. Pada penderita asma bronchiale biasanya keluhan dirasakan hilang timbul.
  4. 4. 54 Kualitas sesak yang dirasakan pada umumnya sedang atau tergantungberatpenyakit. (3) Region/Radiasi (R) : lokasi keluhan yang dirasakan dan penyebarannya. Pada penderita asma bronchiale keluhan dirasakan pada daerahdada. (4) Skala/Saverity (S) : intensitas keluhan apakah sampai mengganggu atau tidak. Pada penderita asma bronchiale keluhan yang dirasakan sangat mengganggu aktivitas keseharian, dimana pernapasan cepat yaitu lebih dari 24 kali / menit. (5) Timing (T) : kapan waktu mulai terjadinya keluhan dan sudah berapa lama kejadian ini berlangsung. Pada saat serangan terjadi. Pada penderita asma bronchiale keluhan dirasakan padasaat melakukan aktivitas. c) Riwayat Kesehatan Dahulu Pada riwayat kesehatan dahulu, pernakah klien menderita penyakit yang sama, apakah klien pernah mengalami penyakit yang berat atau suatu penyakit tertentu yang memungkinkan
  5. 5. 55 akan berpengaruh pada kesehatannya sekarang, apakah klien mempunyai riwayat riwayat alergi. d) Riwayat Kesehatan Keluarga Dengan menggunakan genogram tiga generasi, apakah dalam keluarga klien ada anggota keluarga yang pernah menderita penyakityang sama dengankli  PENGKAJIANPRIMER 1.AIRWAY  Terdapat sumbatan pada jalan nafas : secret / lendir, pernafasan supra eksternal 2.BREATHING  Look : simetris kiri dan kanan , adanya retraksi pada fosa supraklavikula menggunakan otot bantu nafas tambahan ( ototaksesori )  LISTEN : terdengar suara nafas tambahan (whezing dan ronchi ), adanya secret yang menumpuk pada rongga pernafasan  FEEL :terasa hembusan nafas .fase ekspirasi memanjang,
  6. 6. 56  3. CIRCULATION : TD : 130/80 mmHg, N : 120 x/m ,sianosis,konjungtiva anemis, 4.Disability :E4,V5,M6  PNGAJIANSEKUNDER a) Keadaan Umum Yang perlu diperhatikan pada keadaan umum pasien meliputi penampilan, postur tubuh dan gaya bicara,karenapasien denganasma bronchiale biasanya akan mengalami kelemahan. b) Kesadaran :padaumumnya composmentis. (1) Keadaan umum : Klien nampak lemah
  7. 7. 57 Kesadaran : Compos mentis Tanda-tanda Vital : TD : 130/80 mmHg N : 120 x/menit P : 30 X/menit S : 36,6°C (2) Sistem pernapasan Inspeksi : Bentuk hidung simetris kiri dan kanan,tidak ada secret tidak ada polip, tidak ada pernapasan cuping hidung ,terpasang O2 5 ltr/mnt, bentuk dada simetris kiri dan kanan, irama pernapasan cepat dengan frekuensi 30 x/mnt. Palpasi : Suhu kulit lembab, tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa. Perkusi : terdengar resonan Auskultasi : terdengar ronchi dan wheezing. (3) Sistem kardiovaskuler Inspeksi : Konjungtiva merah muda, mata nampak sayup, raut muka pucat, sclera putih, tidak terdapat clubing finger tidak terdapat peningkatan JVD.
  8. 8. 58 Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, teraba denyutan pada apex jantung, CRT kurang lebih 3 detik, akral teraba hangat, nadi 80 x/menit Perkusi : Redup pada area jantung Auskultasi :Terdengar bunyi jantung SI dan S2, irama regular. (4) Sistem pencernaan Inspeksi : Mucosa bibir lembab, lidah dan gigi bersih, sebagian gigi sudah tanggal, tidak terdapat caries, pergerakan lidah kesegala arah, fungsi menyunyah dan menelan baik, bentuk abdomen datar. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, massa tidak ada Perkusi : Terdengar tympani. Auskultasi : perilstatik usus 8 x/menit. (5) Sistem perkemihan Inspeksi : Tidak ada oedema preorbital Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada kandung kemih, tidak nyeri tekan. (6) Sistem indera
  9. 9. 59 Inspeksi: Mata simetris kiri dan kanan, mata nampak sayu, konjungtiva merah mudah, sclera putih, pupil isokor diameter 2 mm, lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada secret, tidak ada polip, telinga simetris kiri dan kanan, tida ada serumen, lidah bersih, pergerakan baik. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada mata, hidung, telinga dan lidah. (7) Sistem integumen Inspeksi : Distribusi rambut merata,warna rambut hitam, warna kulit sawo mataang, tekstur baik, tidak ada lesih, turgor kulit baik. Palpasi : suhu tubuh hangat, kuku nampak bersih, tidak mudah patah. (8) Sistem muculoskeletal Inspeksi : Tidak ada edema, ekstermitas atas dan bawah simetris, pergerakan baik, kekuatan otot 5 5 5 5 Palpasi : Tidak ada nyeri tekan dan massa Perkusi : Refleks trisep +/+, bisep +/+
  10. 10. 60 Patella +/+, tendon achiles +/+ Babinski -/- (9) Sistem endokkrin Tidak terdapat thyroid dan parathyroid, tidak terdapat tanda – tanda gangguan hpertiroid. (10) Sistem reproduksi Tidak dilakukan. (11) Sistem imun Tidak alergi terhadap obat – obatan maupun makanan (12) Sistem persarafan a. Fungsi serebral 1) Status mental a) Klien dapat berorientasi terhadap orang, tempat dan waktu b) Bahasa jelas 2) Kesadaran : Composmentis (Glasgow scala : 15) a) Eyes dapat membuka mata dengan spontan (4) b) Motorik dapat berespon terhadap perintah dengan baik (6) c) Verbal dapat berkomunikasi dengan baik (5) 3) Bicara
  11. 11. 61 a) Dapat berbicara b) Klien dapat mengikuti ucapan yang diperintahkan (reseptive) c) Bicara jelas (reseditif) b. Fungsi cranial N.I. (Olfaktorius) : Klien dapat membedakan bau N.II. (Optikus): Visus 6/6, klien dapat membaca papan nama perawat. N.III (Okulamotorius) : Pupil ishokor (refleks pupil saat kena cahaya mengecil). N. IV (Troclearis) : Mata dapat digerakkan ke atas dan ke bawah dengan mengikuti obyek. N.V. (Trigeminus) 1) Sensorik : Klien dapat merasakan sentuhan kertas pada pipi sambil mata klien tertutup. 2) Motorik : Klien dapat mengatupkan rahang dan mengunyah dengan baik N. VI (Abdusen) : Mata dapat digerakkan ke lateral kiri dan kanan dengan mengikuti objek. N.VII (Fasialis)
  12. 12. 62 a) Sensorik : Fungsi pengecapan baik, dapat membedakan rasa manis, asam dan asin. b) Mororik : Klien dapat mengangkat alis secara bersamaan N.VIII (Akustik) : Klien dapat mendengar gesekan tangan perawat dengan jarak 10 cm N.IX. (Glosa pherengeal) : Refleks muntah baik N.X. (Vagus) : Refleks menelan dan muntah (+) N.XI. (Asesorys) : Dapat mengangkat kedua bahu dan menggerakkan leher kesemua arah N.XII. (Hipoglosus) : Gerakan lidah baik simetris kiri dan kanan PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASMA BRONKIAL 1. Laboratorium a. Lekositosis dengan neutrofil yang meningkat menunjukkan adanya infeksi b. Eosinofil darah meningkat > 250/mm3 , jumlah eosinofil ini menurun denganpemberian kortikosteroid.
  13. 13. 63 2. Analisa gasdarah Hanya dilakukan pada penderita dengan serangan asma berat atau status asmatikus.Pada keadaan ini dapat terjadi hipoksemia, hiperkapnia dan asidosis respiratorik.Pada asma ringan sampai sedang PaO2 normal sampai sedikit menurun, PaCO2 menurun dan terjadi alkalosis respiratorik.Pada asma yang berat PaO2 jelas menurun, PaCO2 normal atau meningkatdan terjadi asidosis respiratorik. 3. Radiologi Pada serangan asma yang ringan, gambaran radiologik paru biasanya tidak menunjukkan adanya kelainan. Beberapa tanda yang menunjukkan yang khas untuk asma adanya hiperinflasi, penebalan dinding bronkus, vaskulasrisasi paru.] 4. Uji kulit: Untukmenunjukkanadanya alergi Prinsip umum pengobatanasma bronchial adalah : a. Menghilangkan obstruksijalan napasdengan segera b. Mengenal dan menghindari factor yang dapat mencetuskan serangan asma
  14. 14. 64 c. Memberikan penerangan kepada penderita ataupun keluarganya mengenai penyakit asma, baik pengobatannya maupun tentang perjalanan penyakitnya, sehingga penderita mengerti tujuan pengobatan yangdiberikan. Pengobatanpadaasma bronchialterbagi atas 2yaitu : a. Pengobatannonfarmakologik  Memberikan penyuluhan  Menghindari factor pencetus  Pemberian cairan  Fisiotherapy  Beri O2 bilaperlu b. Pengobatanfarmakologik 1. Salbutamol 2mg3x1 2. Amoxicilin 500mg 3x1 3. Amboroxol30mg 3x1 4. Dexametason 1 amp/jam IV 5. Ventolis Nebulizer 1kali 6. O25ltr/mnt. KLASIFIKASIDATA
  15. 15. 65 Datasubyektif - Klien mengatakan sesak nafas. - Klien mengatakan batukberlendir. - Klien mengatakan susah tidur. - Klien mengatakan sering terbangunsaat tidur. - Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya. Dataobyektif - Klien nampak sesak. - Klien nampak batukberlendir. - Klien nampak gelisah. - KUlemah - Muka pucat - Mata nampak sayu - Ronchi (+),Whezing(+).
  16. 16. 66 - Pernapasan 30 x/mnt. - Irama pernapasan cepat. - Terpasang O25ltr/mnt. - Klien sering bertanya tentangpenyakitnya. a. Analisa data Tabel 3.4.Analisa Data Data Etiologi Masalah 1 2 3 DataSubyetif : - Klien mengatakan sesak nafas. - Klien mengatakan batuk berlendir. DataObyetif: - Klien nampak batuk berlendir. - Ronchi (+),wheezing(+). Reaksi antigen/antibody ↓ Reaksi inflamasi saluran nafas ↓ Radang/oedema padajalan nafas ↓ Sekresi meningkat ↓ Peningkatan mukus/sekret pada jalan nafas ↓ Bersihan jalan nafas tidakefektif Bersihan jalan nafas tidak efektif
  17. 17. 67 Datasubyektif : Klien mengatakan sesak nafas Dataobyektif : - Klien nampak sesak. - Pernapasan 30 x/mnt. - Irama pernapasan cepat. - Terpasang O25ltr /mnt. Obstruksisaluran nafas padabronchus ↓ Bronchospasme ↓ Penyempitan jalan nafas secara periodic dan reversible ↓ Sesaknafas ↓ Pola nafas tidak efektif Pola nafas tidak efektif DataSubjektif : - Keluarga klien mengatakan klien susah tidur - Klien mengatakan sering terbangunsaat tidur. DataObjektif: - Klien nampak lemah - Mata nampak sayu Rangsangan peningkatanrespon bronchusdan trachea ↓ Manifestasi dari penyempitan ↓ Sesakdan batuk ↓ Mempengaruhi ssistem saraf pusat dankortekscerebri ↓ Merangsang sirkulasi pusatjaga ↓ Gangguanpola tidur
  18. 18. 68 Gangguanpola istrahat dantidur DataSubjektif : Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya. DataObjektif: - Klien nampak gelisah. - Klien sering bertanya tentang penyakitnya. Perubahan status kesehatan  Kurang terpapar informasi  Kurang pengetahuan ↓ Kopingin efektif  Kecemasan Kecemasan b. Prioritas masalah 1. Bersihan jalan tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksisecret. 2. Pola nafas tidakefektif berhubungandenganpenumpukansecret. 3. Gangguan pemenuhan istrahat dan tidur berhubungan dengan sesak danbatuk. 4. Kecemasan berhubungandengankurangterpaparnya informasi.
  19. 19. 69 1. DiagnosaKeperawatan a. Bersihan jalan tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi secret ditandai dengan: DataSubyetif : - Klien mengatakan sesak nafas. - Klien mengatakan batuk berlendir. DataObyetif: - Klien nampakbatuk berlendir. - Ronchi (+), wheezing(+). b. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan secret ditandai dengan: Datasubyektif : Klien mengatakan sesak nafas
  20. 20. 70 Dataobyektif : - Klien nampak sesak. - Pernapasan 30 x/mnt. - Irama pernapasan cepat. - Terpasang O25ltr /mnt. c. Gangguan pemenuhan istrahat dan tidur berhubungan dengansesakdan batukditandaidengan : DataSubjektif : - Keluarga klien mengatakan klien susah tidur - Klien mengatakan sering terbangunsaat tidur. DataObjektif: - Klien nampak lemah - Mata nampak sayu
  21. 21. 71 d. Kecemasan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi ditandai dengan: DataSubjektif : Klien mengatakan cemas terhadappenyakitnya. DataObjektif: - Klien nampak gelisah. - Klien sering bertanya tentangpenyakitnya.
  22. 22. 72 2. Perencanaan Nama :Tn.A Tglmasuk RS :20 Agustus2010 Umur :51tahun TglPengkajia :20 Agustus2010 Jenis kelamin :Laki-laki No.Register :091232 Alamat :Jln.Rambutan No.4DKec. Katobu Diagnosa medic :Asma Bronchiale Table 3.5 Perencanaan NO Diagnosa Keperawatan Rencana Tindakan Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional 1 Bersihan jalan nafas tidakefektif berhubuungandengan peningikatan produksisekret ditandai dengan: DS: DataSubyetif : - Klien mengatakan sesak nafas. - Klien mengatakan batuk berlendir. DataObyetif: - - Klien nampakbatuk berlendir. Tupan: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3hari bersihan jalan nafas kembali efektif. Tupen: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1hari penumpukansecret saluran nafas berkurangdengan kriteria : - Batuk berkurang. 1. Asukultasi bunyi nafas. 2. Observasi karakteristik batuk 1. Beberapa derajat spasme bronchus terjadi dengan obstruksijalan nafas dandapat dimanifestasikan denganadanya bunyi nafas. 2. Batuk sebagai variabel adanya sumbatan jalan nafas
  23. 23. 73 - - Ronchi (+),wheezing(+). - Sesakberkurang. - Ronchi (-),wheezing(-). 3. Berikan posisiyang nyaman. 4. Pertahankan masukan cairan sesuai indikasi. 5. Berikan obatsesuai indikasi. bagian bawah. 3. Peninggian kepala tempattidur mempermudah fungsi pernafasan. 4. Hidrasi membantu mengencerkan secret. 5. Pengobatanyang akurat mengurangi / menghilangkan gejala. 2 Pola nafas tidak efektif berhubungandengan penumpukansekret ditandai dengan Datasubyektif : Klien mengatakan sesak nafas Dataobyektif : Tupan: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3hari pola nafas kembali efektif. Tupen: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1hari 1. Kaji frekuensi kedalaman pernafasan dan ekspansi dada. 2. Tinggikan kepala danbantu mengubahposisi. 1. Dispnoeterjadi karena peningkatan kerja keras. 2. Posisi yangtinggi memungkinkan ekspansi parudan
  24. 24. 74 - Klien nampak sesak. - Pernapasan 30 x/mnt. - Terpasang O25ltr /mnt. penumpukansecret saluran nafas berkurangdengan kriteria : - Sesakberkurang. - Jalan nafas bersih. - Pernafasan normal (14-16 x/mnt) 3. Anjurkan pasien untuknafas dalam danbatuk. 4. Berikan oksigen tambahan. memudahkan pernafasan. 3. Dapatmeningkatkan banyaknyasputum. 4. Memaksimalkan bernafas dan menurunkan sesak nafas. 3 Gangguanpemenuhan istrahat dantidur berhubungandengan sesak danbatukditandai dengan: DataSubjektif : - Keluarga klien mengatakan klien susah tidur - Klien mengatakan sering terbangunsaat tidur. DataObjektif: - Klien nampak lemah - Mata nampak sayu Tupan: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3hari kebutuhanistrahat dantidurklien terpenuhi. Tupen: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1hari waktu klien tidurmeningkat dengan criteria : - Klien dapattidurnyenyak. 1. Kaji factor pencetus timbulnya gangguanistrahat dantidur. 2. Batasi aktivitas 3. Ciptakan lingkunganyang tenangdan 1. Factor pencetus sedapatmungkin dihindari. 2. Akanmemberi kesempatan untuk lebih banyak beritsrahat. 3. Memberikan rasa aman dannyaman untukberistraahat. 4. Menciptakaan
  25. 25. 75 - Mata tidaksayup. nyaman. 4. Batasi pengunjung danpenunggu pasien. lingkunganyang nyaman dantenang. Kecemasan berhungandengan kurangterpaparnya informasi ditandai dengan: DataSubjektif : Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya. DataObjektif: Klien nampak gelisah. Klien sering bertanya tentang penyakitnya Tupan: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3hari klien tidakcemas. Tupen: Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1hari kecemasan berkurangdengan kriteia ; Klien tenang. 1. Jelaskan tentang proses penyakit individu. 2. Diskusikan tentang penggunaanobat. 3. Diskusikan factor lingkunganyang meningkatkan kondisi. 1. Menurunkan ancietas dandapat menimbulkan perbaikan 2. Pemahaman tentang penggunaanobat dapatmengurangi ancietas dan menimbulkan huubnganaling percaya. 3. Factor lingkungan dapatmenimbulkan peningkatan produksisecret dan hambatan jalan
  26. 26. 76 4. Berikan informasi tentang pembatasan istrahat. nafas. 4. Memberikan pemahaman kepada klien tentang pentingnya pengaturan kebutuhanoksigen.
  27. 27. 77 4. ImplementasiDanEvaluasi Table 3.6Implementasi danEvaluasi NO DX Kep Hari/ Tanggal Jam Implementasi Jam Evaluasi 1 1 07.30 07.40 07.45 07.50 11.30 1. Mengasukultasi bunyi nafas. Hasil : Terdengar bunyinafas tambahan ronchidan wheezing. 2. Mengobservasi karakteristik batuk Hasil : Klien masih batuk berlendir. 3. Memberikan posisi yang nyaman. Hasil : Klien nampak istrahat denganposisi terlentang dengankepala dditinggikan. 4. Mempertahankan masukan cairan sesuai indikasi. Hasil : Klien dapatminum air hangatsedikit demi sedikit. 5. Penatalaksaanpemberian obatsesuai indikasi. 13.00 S: Klien mengatakan masih sesak. Klien mengatakan masih berlendir. O : Klien nampak sesak Klien nampak batukberlendir. Terdengar ronchi danwheezing. A: Tujuan belum tercapai P: Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5.
  28. 28. 78 Hasil : - Salbutamol2 mg1tab/oral - Amoxicillin 500mg1 tab - Amboroxol30mg 1tab. - Dexametason 1 amp/jam IV - VentolinNebulizer 1kali. 2 II 08.20 08.30 08.35 08.40 1. Mengkaji frekuensi kedalaman pernafasan dan ekspansi dada. Hasil : Ekspansi dadatidakada, ferkuensi nafas 28 x/mnt. 2. Meninggikan kepala dan bantumengubahposisi. Hasil : Klien dalam posisi semi fowler. 3. Menganjurkan pasien untuknafas dalam dan batuk. Klien dapatmelakukan nafas nafas dalam batuk. 4. Memberikan oksigen tambahan. Hasil ; Oksigentetapterpasang 5 ltr/mnt. 13.30 S: Klien mengatakan masih sesak. O : Klien nampak sesak. Frekuensi nafas 28 x/mnt. KUlemah. A: Tujuan belum tercapai. P; Lanjutkan intervensi no 1,2,3,4.
  29. 29. 79 3 III Ju 08.45 08.55 09.00 10.00 1. Mengkaji factor pencetus timbulnya gangguan istrahat dantidur. Hasil : Klein tidak tidurkarena sesak danbatuk. 2. Membatasi aktivitas Hasil : Klien tetapistrahat ditempattanpa aktivitas. 3. Menciptakan lingkungan yangtenang dannyaman. Hasil : Lingkungandalan keadaann yangnyaman dan tenang. 4. Membatasi pengunjungdan penunggupasien. Hasil :Nampakpembesuk masuk secara bergantian. 13.00 S: Klien mengatakan susah tidur. O : KUmasih lemah. Mata sayu A: Tujuan belum tercapai. P: Lanjutkan intervensi 1,2,3,4. 4 IV 1. Menjelaskan tentangproses penyakitindividu. Hasil : Nampak klien memahami penjelasan yangdiberikan. 2. Mendiskusikan tentang penggunaanobat. Hasil : Klien mengerti tentang 13.30 . S: Klien mengatakan sudahmengerti danmemahami tentang penyakitnya. O : Klien nampak tenang.
  30. 30. 80 manfaat penggunaan obat. 3. Mendiskusikan factor lingkunganyang meningkatkan kondisi. Hasil : Klien mengerti tentang pentingnyalingkungan dalam menghilangkan kecemasan. 4. Memberikan informasi tentangpembatasan istrahat. Hasil : Klien nampak mengerti tentanginformasi yang diberikan. A: Tujuan tercapai. P:Pertahankan intervensi. 5. CatatanPerkembangan Table 3.7Catatan Perkembangan No No DX Hari/ Tanggal Jam Catatan Perkembangan 1 I Sabtu, 21Agustus 2010 07.30 S: - Klien mengatakan sesak berkurang. - Klien mengatakan batukberlendir berkurang. O :
  31. 31. 81 07.35 08.00 08,15 08.30 08.45 13.00 - Klien nampak sesak - Klien nampak batukberlendir. - Terdengar ronchi danwheezing. A:Tujuan belum tercapai P:Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5. I:1.Mengasukultasi bunyinafas 2. Mengobservasi karakteristik batuk 3. Memberikan posisi yangnyaman 4. Mempertahankan masukan cairan sesuai indikasi 5. Penatalaksaanpemberian obatsesuai indikasi E:Tujuan belum tercapai, lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5. 2 II Sabtu, 21 Agustus 2010 08.00 08.15 0820. 08.30 S: Klien mengatakan sesak berkurang. O : - Frekuensi nafas 26x/mnt. - KUlemah. A: Tujuan belumtercapai. P; Lanjutkanintervensi no1,2,3,4. I: 1. Mengkaji frekuensi kedalaman pernafasan dan ekspansi dada. 2. Meninggikan kepala danbantu mengubahposisi.
  32. 32. 82 08.45 09.00 13.15 3. Menganjurkan pasien untuknafas dalam danbatuk. 3. Klien dapatmelakukan nafas nafas dalam batuk. 4. Memberikan oksigentambahan. E: Tujuan belumtercapai, lanjutkan intervensi 1,2,3,4. 3 III Sabtu, 21Agustus 2010 10.00 10.15 10.30 13.30 S: Klien mengatakan tidur sedikitdemi sedikit. O : - KUmasih lemah. - Mata sayu A: Tujuan belumtercapai. P: Lanjutkanintervensi 1,2,3,4. I: 1. Mengkaji factor pencetus timbulnya gangguanistrahat dantidur. 2. Membatasi aktivitas 3. Menciptakan lingkungan yangtenang dannyaman. 4. Membatasi pengunjungdanpenunggu pasien. E: Tujuan belumtercapai, lanjutkan
  33. 33. 83 intervensi 1,2,3,4.. 4 I Minggu, 21Agustus 2010 08.00 S: Klien mengatakan sudah tidaksesak. Klien mengatakan sudah tidakbatuk. O : Ronchi danwheezing (-). A:Tujuan tercapai. P:Pertahankan intervensi. 5 II Minggu, 21Agustus 2010 08.30 S: Klien mengatakan sudah tidaksesak. O : - Frekuensi nafas 16x/mnt - KUbaik. A:Tujuan tercapai. P;Pertahankan intervensi. 6 III Minggu, 21Agustus 2010 09.00 S:Klien mengatakan sudah dapat tidur. O :KUbaik. A:Tujuan tercapai. P:Pertahankan intervensi.
  34. 34. 84 DAFTAR PUSTAKA Brunner &Suddarth,2002.KeperawatanMedikal Bedah,EGC; Jakarta. Joyce,M. 2008. http:/www.AsmaBronchiale.Jakarta Purnawan,2007, Asma Bronchiale.Wordpress. Com Price & Willson, 2006.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyaki.Edisi 4 EGC; Jakarta Roger, W.2000. Anatomidan Fisiologi untukPerawat.Gramedia; Jakarta

×