BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat
yang menunjang ...
B. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan asuhan keperawatan ini adalah agar kita
mengetahui tentang gangguan system endokrin...
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. TEORI MEDIS
1. Anatomi
anatomi / i
1.Defenisi
- Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kom...
mendasarinya.
Menurut banyak ahli beberapa faktor yang sering dianggap penyebab yaitu :
a.Faktor genetik
Riwayat keluarga ...
• Kelas B : diabetes dewasa di ketahhui setelah usia 19 tahun :
berlangsung kurang dari 10 tahun ; tidak disertai kelainan...
 Dalam masa laktasi keperluan akan insulin akan bertambah
b) Pengaruh diabetes terhadap kehamilan:
 Abortus dan partus p...
 Kematian janin dalam kandungan selama 36 minggu
 Dapat terjadi cacat bawaan
 Dsmaturitas
 Janin besar ( bayi kingkong...
sampai setinggi 10 Meq/Liter.
5.Gambaran Klinik
Gejala yang lazim terjadi, pada diabetes mellitus sebagai berikut :
Pada t...
menurun. Jika keluhan dan gejala khas ditemukan dan pemeriksaan glukosa
darah sewaktu yang lebih 216 mg/dl sudah cukup unt...
c.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami
cerobrovaskuler acident (cva) penyakit jantung koroner.
d.Me...
a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari).
b.Rendah protein tinggi asam amino esensial, jumlah protein 40 gram/hari.
c...
Nama, umur, jenis kelamin, agama, suku dan kebangsaan,
pendidkan , pekerjaan, alamat, nomor registrasi, tanggal masuk
RS, ...
)
h. Eliminasi
• Gejala : perubahan pola berkemih (poliuria), nokturia
Rasa nyeri atau terbakar, kesulitan berkemih
(infek...
bau halitosis/manis, bau buah (nafas aseton)
k. f.neurosensori
• gejala : pusing/;pening
sakit kepala,
kesemutan, kebas ke...
Parastesi/paralysis otot termasuk otot-otot
penapasan (jika kadar kalium menurun dengan
cukup tajam)
p. Penyuluhan Atau Pe...
Dilakukan secara inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi yang
meliputi dari chepalo kearah kaudal terhadap semua organ
t...
3.)Identifikasi makanan yang disukai/dikehendaki termasuk kebutuhan
etnik/kultural..
4.)Libatkan keluarga pasien pada pere...
4.)Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari
sesuai toleransi.
.
. F.Ketidakberdayaan berhubunga...
BAB III
TINJAUAN KASUS
No. RM : 015
Tangga l : 14-sep.
Tampat : ruangan Asoka
I. DATA UMUM
1. Identitas klien
Nama : Ny.MP...
II. RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI
1. Keluhan Utama : kencing berlebihan
2. Alasan masuk RS :sejak sebulan yang lalu klien men...
I. - Ayah klien telah meninggal dunia karena penyakit diabetes
melitus
- Ibu klien telah meninggal dunia karena factor usi...
Sebelum MRS : Klien makan 3x sehari,nafsu makan klien
meningkat
BB 55kg
Setelah MRS : Nafsu makan klien makan menurun 2x s...
VII. PEMERIKSAAN FISIK
1. tanda-tanda vital
• TD : 160/110 mmHg
• N : 70 x /menit
• RR : 16 x / menit
• Suhu .: 36,5 ºC
2....
fungsi pendengaran baik
• palpasi :tidak ada nyeri tekan
7. mulut, gigi tenggorokan
• inspeksi : mukosa bibir kering
keada...
12.ekstremitas atas
• inspeksi : pergerakan klien terbatas
tidak ada hematom dan udem pada tangan
• palpasi : tidak ada ny...
KLASIFIKASI DATA
 Data subyektif
• klien mengatakan sering miksi
• klien mengatakan sering haus
• klien mengatakan bahwa ...
ANALISA DATA
N
O
DATA PENYEBAB DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1.
2.
3.
Ds:
• klien mengatakan
sering miksi
• klien mengatakan
sering...
4.
5.
6.
Ds:
• klien mengatakan
lukanya lama sembuh
Do:
• proese penyembuhan
luka yang lambat
Ds;
• klien mengatakan
daya ...
Do:
• klien tidak teratur
mengikuti istruksi
↓
Hospitalisasi
↓
Informasi in adekuat
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
 Diabete...
o Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori
o Kelelahan
o Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis, dan
kebu...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Askep dm AKPER PEMDA MUNA

402 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
402
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Askep dm AKPER PEMDA MUNA

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui, glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui palsenta kepada janin sehingga kadarnya dalam darah janin, hamper menyerupai kadar darah ibu. Insulin ibu dapat mencapai insulin ibu tidak dapat mencapai janin, sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar pada janin, pengendalian kadar gula terutama dipengaruhi oleh insulin, disamping beberapa hormone lain, estrogen, steroid dan plasenta laktogen.akibat lambatnya resorpsi makanan maka terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan ini menuntut kebutuhan insulin meningkat sehingga mencapai 3 kali dari keadaan normal. Hal ini disebut sebagai tekanan diabetojenik dalam kehamilan. Secara fisiologik telah terjadi resistensi insulin yeti apabila dia ditambah dengan insulin eksogen ia mtak mudah menjadi hipoglikemia. Yang enjadi masalah ialah bila seorang ibu tak mampu meningkatkan reproduksi insulin , sehingga relative hipoinsulin yang mengakibatkan ia hierglikemia atau diabetes kehamilan ( diabetes yang ntimbul hanya dalam kehamilan ). Resistensi kehamilan juga di sebabkan oleh adanya hormone estrogen , progesterone , kortisol, prolaktn dan plasenta laktogen. Homon tersebut mempengaruhi reseptor insulin terhadap insulin pada sel, sehingga mengurangi afinitas insulin. Hal ini patut diperhitungkan dalam pengendalian insulin Komplikasi ibu dan bayi pada penderita diabetes
  2. 2. B. TUJUAN Adapun tujuan dari pembuatan asuhan keperawatan ini adalah agar kita mengetahui tentang gangguan system endokrin diabetes mellitus, mengetahui bagaimana cara mengatasi penyakit diabetes melitus
  3. 3. BAB II TINJAUAN TEORI A. TEORI MEDIS 1. Anatomi anatomi / i 1.Defenisi - Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks yang mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan berkembang menjadi komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. (Barbara C. Long) - Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. (Brunner dan Sudart) - Diabetes mellitus adalah keadaan hyperglikemia kronis yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan secara bersama-sama, mempunyai karakteristik hyperglikemia kronis tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol (WHO). - Diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 2002). 2.Etiologi Etiologi dari diabetes mellitus tipe II sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti dari studi-studi eksperimental dan klinis kita mengetahui bahwa diabetes mellitus adalah merupakan suatu sindrom yang menyebabkan kelainan yang berbeda-beda dengan lebih satu penyebab yang
  4. 4. mendasarinya. Menurut banyak ahli beberapa faktor yang sering dianggap penyebab yaitu : a.Faktor genetik Riwayat keluarga dengan diabetes : Pincus dan White berpendapat perbandingan keluarga yang menderita diabetes mellitus dengan kesehatan keluarga sehat, ternyata angka kesakitan keluarga yang menderita diabetes mellitus mencapai 8, 33 % dan 5, 33 % bila dibandingkan dengan keluarga sehat yang memperlihatkan angka hanya 1, 96 %. b.Faktor non genetik 1.)Infeksi Virus dianggap sebagai “trigger” pada mereka yang sudah mempunyai predisposisi genetic terhadap diabetes mellitus. 2.)Nutrisi a.)Obesitas dianggap menyebabkan resistensi terhadap insulin. b.)Malnutrisi protein c.)Alkohol, dianggap menambah resiko terjadinya pankreatitis. 3.)Stres Stres berupa pembedahan, infark miokard, luka bakar dan emosi biasanya menyebabkan hyperglikemia sementara. 4.)Hormonal Sindrom cushing karena konsentrasi hidrokortison dalam darah tinggi, akromegali karena jumlah somatotropin meninggi, feokromositoma karena konsentrasi glukagon dalam darah tinggi, feokromositoma karena kadar katekolamin meningkat 3.Klasifikasi Klasifikasi di buat menurut, waktu penyakit timbul, lamanya sakit, berat penyakit dan komplikasi : • Kelas A : Diabetes laten ( subklinis atau diabetes hamil ) uji toleransi gula tidak normal. Pengobatan tidak memerluka insulin, cukup dengan diet saja. Prognosis untuk ibu dan janin baik
  5. 5. • Kelas B : diabetes dewasa di ketahhui setelah usia 19 tahun : berlangsung kurang dari 10 tahun ; tidak disertai kelainan pembuluh darah • Kelas C : timbul pada umur 10-19 tahun, menderita selama 10-19 tahun ; tanpa kelainan pembuluh darah • Kelas D : di derita sejak umur 10 tahun ; lama 20 tahun ; disertai kelainan pembuluh darah seperti atereosklerosis pada retina , tungkai, dan renitis • Kelas E : telah terjadi klasifikasi pembuluh darah • Kelas F : diabetes dengan nefrosisa termasuk adanya glomerulonefritis dan pieloneritis. Diabetes anak remaja ( juvenilis ) merupakan diabetes yang diderita sejak anak-anak atau remaja.karena sedikit atau tidak ada insulin endogen, cenderung timbul keto-asidosis Pada prediabetik dijumpai pada kelainan anatomik dan metabolik,namun tanpa gejala yang jelas, prediabetik dapat menjadi diabetes bila timbul tekanan ( stres) seperti adanya kehamilan , infeksi, obesitas, emosi dan lain-lain a) Pengaruh kehamilan, persalinan, dan nifas pada diabetes adalah:  Kehamilan dapat menyebabkan status prediabetik manjadi manifes ( dabetik)  Diabetes akan mnjadi lebih berat oleh kehamilan  Pada persalinan yang memerlukan tenaga ibu dan kerja rahim akan memerlukan glukosa banyak, maka bisa terjadi hiperglikemia atau koma
  6. 6.  Dalam masa laktasi keperluan akan insulin akan bertambah b) Pengaruh diabetes terhadap kehamilan:  Abortus dan partus prematurus  Hidramnion  Pre-eklampsia  Kesalahan letak janin  Insufisiensi plasenta c) Pengaruh diabetes terhadap persalinan :  inersia uteri dan atonia uteri  distosia karena janin ( anak besar, bahu lebar)  kelahiran mati  persalinan lebih sering ditolong secara operatif  angka kejadan perdarahan dan infeksi tinggi  morbiditas dan mortalitas ibu tinggi d) Pengaruh diabetes terhadap nifas:  Perdarahan dan infksi puerperal lebuh tinggi  Luka-luka jalan lahir lambat pulih/sembuh e) Pengaruh diabtes terhadap terhadap janin dan bayi :  Sering terjadi abortus
  7. 7.  Kematian janin dalam kandungan selama 36 minggu  Dapat terjadi cacat bawaan  Dsmaturitas  Janin besar ( bayi kingkong / makrosomia)  Kamatian neonatal tinggi  Kemudian hari dapat terjadi kelainan neurologik dan psikologik 4.Patofisiologi Sebagian besar patologi diabetes mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut : (1) Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg/hari/100 ml. (2) Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak, menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuler yang mengakibatkan aterosklerosis. (3) Pengurangan protein dalam jaringan tubuh. Akan tetapi selain itu terjadi beberapa masalah patofisiologi pada diabetes mellitus yang tidak mudah tampak yaitu kehilangan ke dalam urine klien diabetes mellitus. Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomerulus meningkat kira-kira diatas 225 mg.menit glukosa dalam jumlah bermakna mulai dibuang ke dalam urine. Jika jumlah filtrasi glomerulus yang terbentuk tiap menit tetap, maka luapan glukosa terjadi bila kadar glukosa meningkat melebihi 180 mg%. Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke metabolisme telah dibicarakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak, kadar asam aseto – asetat dan asam Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1 Meq/Liter
  8. 8. sampai setinggi 10 Meq/Liter. 5.Gambaran Klinik Gejala yang lazim terjadi, pada diabetes mellitus sebagai berikut : Pada tahap awal sering ditemukan : a.Poliuri (banyak kencing) Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing. b.Polidipsi (banyak minum) Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum. c.Polipagi (banyak makan) Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah. d.Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein, karena tubuh terus merasakan lapar, maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus e.Mata kabur Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan katarak. 6.Diagnosi Diagnosis diabetes mellitus umumnya dipikirkan dengan adanya gejala khas diabetes mellitus berupa poliuria, polidipsi, poliphagia, lemas dan berat badan
  9. 9. menurun. Jika keluhan dan gejala khas ditemukan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang lebih 216 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosa 7.Penatalaksanaan Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi acut dan kronik. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya, ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik, diet dan intervensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin. Pada penderita dengan diabetes mellitus harus rantang gula dan makanan yang manis untuk selamanya. Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah, jadwal dan jenis makanan) yaitu : J I : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan. J 2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar. J 3 : jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan macadam mains). Diet panda dendrite diabetes mellitus adapt debag atlas beebread bagman anthrax lain : a.Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %, lemak 30 %, protein 20 %. b.Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %, lemak 20 %, protein 12 %. c.Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %, lemak 20 %, protein 20 %. d.Diet B1 dan B2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal. Indikasi diet A : Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya. Indikasi diet B : Diberikan pada penderita diabetes terutama yang : a.Kurang tahan lapan dengan dietnya. b.Mempunyai hyperkolestonemia.
  10. 10. c.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler acident (cva) penyakit jantung koroner. d.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang nyata. e.Telah menderita diabetes dari 15 tahun Indikasi diet B1 Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi, yaitu penderita diabetes terutama yang : a.Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia. b.Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %. c.Masih muda perlu pertumbuhan. d.Mengalami patah tulang. e.Hamil dan menyusui. f.Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis. g.Menderita tuberkulosis paru. h.Menderita penyakit graves (morbus basedou). i.Menderita selulitis. j.Dalam keadaan pasca bedah. Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi. Indikasi B2 dan B3 Diet B2 Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang klirens kreatininnya masih lebar dari 25 ml/mt. Sifat-sifat diet B2 a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang. b.Komposisi sama dengan diet B, (68 % hidrat arang, 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya asam amino esensial. c.Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari. Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah. Diet B3 Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers kreatininnya kurang dari 25 MI/mt Sifat diet B3
  11. 11. a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari). b.Rendah protein tinggi asam amino esensial, jumlah protein 40 gram/hari. c.Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. (bila tidak akan merubah jumlah protein). d.Tinggi karbohidrat dan rendah lemak. e.Dipilih lemak yang tidak jenuh. Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap hari pada saat setengah jam sesudah makan. Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari, pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB. Penyuluhan kesehatan. Untuk meningkatkan pemahaman maka dilakukan penyuluhan melalui perorangan antara dokter dengan penderita yang datang. Selain itu juga dilakukan melalui media-media cetak dan elektronik. 8.Komplikasi a.Akut 1.)Hypoglikemia 2.)Ketoasidosis 3.)Diabetik b.Kronik 1.)Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak. 2.)Mikroangiopati mengenai pembuluh darah kecil retinopati diabetik, nefropati diabetic. 3.)Neuropati diabetic. B. TEORI KEPERAWATAN Pengkajian 1. pengumpulan data a. Identitas
  12. 12. Nama, umur, jenis kelamin, agama, suku dan kebangsaan, pendidkan , pekerjaan, alamat, nomor registrasi, tanggal masuk RS, diagnosa medis. b. Keluhan utama Keluhan yang paling dirasakan adalah kencing berlebihan c. Riwayat penyakit sekarang Alasan masuk rumah sakit Menelaskan riwayat penyakit yang dialami adalah pasien mengeluh banyak kencing, keadaan lemah dan mual muntah. d. Riwayat kesehatan dahulu • Mempunyai riwayat vaskuler : hipertensi e. Riwayat kesehatan keluarga Terdapat riwayat pada keluarga dengan penyakit hipertensi dan DM f. Aktivitas/istrahat • Gejala : lemah, letih, sulit bergerak/berjalan kram otot, tonus otot menurun, gangguan tidur/istrahat • Tanda : takikardi dan takipnea, pada keadaan istrahat atau dengan aktivitas letargi/disorientasi, koma penurunan kekuatan otot g. Sirkulasi • Gejala : adanya riwayat hipertensi, IMA Klaudikasi, kebas, dan kesemutan pada ekstremitas Ulkus pada kaki, penyembuhan yang lama • Tanda : takikardi Perubahan tekanan darah postural, hpertensi Nadi yang menurun atau tak ada Distrimia Kulit panas, kering dan kemerahan Bola mata cekung
  13. 13. ) h. Eliminasi • Gejala : perubahan pola berkemih (poliuria), nokturia Rasa nyeri atau terbakar, kesulitan berkemih (infeksi), ISK baru atau berulang Nyeri tekan abdomen • Tanda : urin encer, pucat, kuning , poliuria ( dapat berkembang menjadi oleguria/anuria jika terjadi hipovolemia berat) urin berkabut, bau busuk (infeksi) abdomen keras, adnya asites bising usus lemah dan menurun hiperatif (diare) i. Integritas ego • Gejala ; stress tergantung pada orang lain Masalah financial yang berhubungan dengan kondisi • Tanda : ansietas, peka ransang j. makanan / cairan • gejala : hilang nafsu makan mual/muntah tidak mengikuti diet, peningkatan masukan glukosa/karbohidrat penurunan berat badan lebih dari periode beberapa hari atau minggu haus penggunaan diuretic (tiasip) • tanda : kulit kering/bersisik, turgor jelek kekakuan/distensi abdomen, muntah pembesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metabolic dengan peningkatan gula darah)
  14. 14. bau halitosis/manis, bau buah (nafas aseton) k. f.neurosensori • gejala : pusing/;pening sakit kepala, kesemutan, kebas kelemahan pata otot, parestesia gangguan penglihatan • tanda : disorietasi, mengantuk, letargi, stupor atau koma (tahap lanjut) gangguan memory,kacau mental refleks tendon dalam (RTD) menurun (koma) aktivitas kejang l. Nyeri/kenyamanan • Gejala : abdomen yang tegang/nyeri (sedang atau berat) • Tanda : wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati hati m. Pernapasan • Gejala : merasa kekurangan oksigen, batuk dengan atau matudaknya infeksi) • Tanda : lapar udara Batuk dengan atau tanpa sputum perulen (infeksi ) Frekuensi pernapasan n. Seksualitas • gejala : rabas vagina (cenderung infeksi) masalah impoten pada pria, kesulitan orgasme pada wanita o. Keamanan • Gejala : kulit kering, gatal, ulkus kulit • Tanda : demam, diaforesis Menurunnya kekuatan umum/rentang gerak
  15. 15. Parastesi/paralysis otot termasuk otot-otot penapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam) p. Penyuluhan Atau Pembelajaran • Gejala : factor resiko keluarga, DM, penyakit jantung, strok, hipertensi, pehyembuhan yang lambat penggunaan obat seperti steroid, diuretic( tiasid) dilantin dan fenobarbikel (dapat meningkatkan kadar glukosa darah) • Pertimbangan rencana pemulangan Mungkin memerlukan bantuan dalam pangaturan diet, pengobatan peratawatan diri, pemantauan terhadap glukosa darah q. Data psikologi Perlu dikaji konsep diri, apakah ada gangguan dan bagaimana persepsi klien akan penyakitnya terhadap konsep dirinya r. Data social Bagaiman hubungan klien dengan keluarga dan bagaimana peran klien di rumah dan di rumah sakit s. Data spiritual Bagaimana persepsi klien terhadap penyakit dan hubungan dengan agama yang di anut t. Pemeriksaan fisik  Secara umum : • Meliputi keadaan klien • Kesadaran klien • Observasi tanda-tanda vital : tekanan darah, Nadi, suhu, dan respirasi • TB dan BB untuk mengetahui keadaan nutrisi  Secara khusus:
  16. 16. Dilakukan secara inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi yang meliputi dari chepalo kearah kaudal terhadap semua organ tubuh antara lain : • Rambut • Mata,telinga, • Hidung, mulut • Tenggorokan • Leher • Dada • Abdomen • Genetalia • Musculoskeletal • Integument u. Pemeriksaan penunjang Laboratorium, EKG, Rontgen toraks, serta terapi yang diperoleh klien dari dokter 2. Diagnosa dan intervensi keperawatan a.Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik. Intervensi : 1.)Pantau tanda-tanda vital. 2.)Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit, dan membran mukosa.. 3.)Pantau masukan dan keluaran, catat berat jenis urine.. 4.)Timbang berat badan setiap hari. 5.)Berikan terapi cairan sesuai indikasi b.Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral. Intervensi : 1.)Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan oleh pasien. 2.)Timbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi.
  17. 17. 3.)Identifikasi makanan yang disukai/dikehendaki termasuk kebutuhan etnik/kultural.. 4.)Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan sesuai indikasi. 5.)Berikan pengobatan insulin secara teratur sesuai indikasi. c.Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.. Intervensi : 1).Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan. 2).Tingkatkan upaya untuk pencegahan dengan melakukan cuci tangan yang baik pada semua orang yang berhubungan dengan pasien termasuk pasiennya sendiri. 3).Pertahankan teknik aseptik pada prosedur invasif. 4).Berikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sungguh. 5).Lakukan perubahan posisi, anjurkan batuk efektif dan nafas dalam.. d.Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan dengan ketidakseimbangan glukosa/insulin dan atau elektrolit.. Intervensi : 1.)Pantau tanda-tanda vital dan status mental.l 2.)Panggil pasien dengan nama, orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya.. 3.)Pelihara aktivitas rutin pasien sekonsisten mungkin, dorong untuk melakukan kegiatan sehari-hari sesuai kemampuannya. 4.)Selidiki adanya keluhan parestesia, nyeri atau kehilangan sensori pada paha/kaki. e.Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.. Intervensi : 1.)Diskusikan dengan pasien kebutuhan akan aktivitas. 2.)Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup.. 3.)Pantau nadi, frekuensi pernafasan dan tekanan darah sebelum/sesudah melakukan aktivitas.
  18. 18. 4.)Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai toleransi. . . F.Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang/progresif yang tidak dapat diobati, ketergantungan pada orang lain. Intervensi : 1.)Anjurkan pasien/keluarga untuk mengekspresikan perasaannya tentang perawatan di rumah sakit dan penyakitnya secara keseluruhan. 2.)Tentukan tujuan/harapan dari pasien atau keluarga. 3.)Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri dan berikan umpan balik positif sesuai dengan usaha yang dilakukannya. 4.)Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri. g.Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, keselahan interpretasi informasi. Intervensi : 1.)Ciptakan lingkungan saling percaya 2.)Diskusikan dengan klien tentang penyakitnya. 3.)Diskusikan tentang rencana diet, penggunaan makanan tinggi serat.. 4.)Diskusikan pentingnya untuk melakukan evaluasi secara teratur dan jawab pertanyaan pasien/orang terdekat.
  19. 19. BAB III TINJAUAN KASUS No. RM : 015 Tangga l : 14-sep. Tampat : ruangan Asoka I. DATA UMUM 1. Identitas klien Nama : Ny.MP TTL : Kendari 16 Mei 1967 Status perkawinan : Menikah Penidikan terakhir : Sma Pekerjaan : ibu rumah tangga Alamat : Jln. Husni thamrin No. 015 Tanggal Masuk RS : 14 september 2008 Golongan darah : B Umur : 41 Tahun Jenis Kelamin : perempuan Agama : Islam Suku : Bugis Lama Bekerja - Telp : (0401) 393553 Ruangan : :VIP. asoka Sumbe Info : suami 2. Penanggung Jawab / pengantar Nama : Tn. MA Pendidkan terakhir : S1 fakultas hukum Hub. Dengan klien : suami Alamat : Jl. Husni thamrin no. 015 Umur : 52 Tahun Pekerjaan : pengacara
  20. 20. II. RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI 1. Keluhan Utama : kencing berlebihan 2. Alasan masuk RS :sejak sebulan yang lalu klien mengeluh banyak kencing, sering mengalami mual muntah dan kelemahan. III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU 1. klien mengatakan tidak pernah mendeita penyakit yang sama 2. klien mengatakan pernah menderita hipertensi 3. klien mengatakan tidak pernah mengalami pembedahan 4. klien mengatakan tidak memiliki kebiasaan/ketergantungan terhadap rokok, minuman alkkohol, kopi dan obat-obatan I V.GENOGRAM Keterangan : = Laki-laki = Perempuan = Klien
  21. 21. I. - Ayah klien telah meninggal dunia karena penyakit diabetes melitus - Ibu klien telah meninggal dunia karena factor usia II. - Klien anak ketiga dari 3 bersaudara - Istri klien anak ketiga dari tiga bersaudara III. - Anak pertama klien bekerja sebagai arsitektur dan ketiga anak klien sementara kuliah di Universitas Haluoleo V. RIWAYAT PSIKO – SOSIO – SPIRITUAL 1. Pola koping koping individu klien tidak efektif 2. Harapan klien terhadap penyakitnya : Klien berharap tekanan agar dapat kembali normal sehingga dapat sembuh kembali seperti semula . 3. Factor stressor : klien stres berat memikirkan penyakit yang dideritanya. 4. Konsep diri : klien merasa sangat terganggu karena penyakit yang dideritanya. 5. Pengetahuan klien tentang penyakitnya : klien tidak mengetahui tentang penyakitnya 6. Adaptasi : Klien kurang beradaptasi di RS. 7. Hubungan dengan anggota keluarga : cukup baik 8. Hubungan dengan masyarakat ; klien kurang berinteraksi dengan masyarakat . 9. Perhatian terhadap orang lain dan lawan bicara:Cukup baik 10.Aktifitas social: - 11.Bahasa yang sering digunakan :Bhs.Indonesia 12.Keadaan lingkungan :Bersih 13.Kegiatan keagamaan/pola ibadah :Klien tidak pernah mengikuti kegiatan keagamaan tetapi klien melaksanakan shalat 5 waktu 14.Keyakinan tentang kesehatan :Klien menyerahkan kesembuhan penyakitnya kepada Allah SWT VI. KEBUTUHAN DASAR/POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI 1. Makan
  22. 22. Sebelum MRS : Klien makan 3x sehari,nafsu makan klien meningkat BB 55kg Setelah MRS : Nafsu makan klien makan menurun 2x sehari porsi kecil BB 50kg 2. Minum Sebelum MRS : Klien minum 6-7 gelas sehari Setelah MRS : klien minum 7-8 gelas sehari pada keadaan ini klien tidak mengalami gangguan pola makan 3. Tidur Sebelum MRS : Klien tidak pernah tidur siang, tidur 4-5 jam sehari Setelah MRS :Klien tidur 4-5jam sehari pada keadaan ini klien tidak mengalami gangguan pola tidur 4. Eliminasi fekal/BAB Sebelum MRS :BAB klien 3-4x sehari Setelah MRS :BAB klien 4-5x sehari 5. Elminasi Urine/BAK Sebelum MRS : Klien BAK 5-6x dalam sehari Setelah MRS : Klien BAK 7-8x dalam sehari 6. Aktifitas dan latihan Sebelum MRS : Setiap Hari minggu klien rekreasi bersam keluarga Setelah MRS : Klien tidak pernah melakukan aktifitas 7. Personal Hygiene Sebellum MRS : Klien mandi 2x sehari, mencuci rambut 1x sehari, 1 minggu sekali klien memotong kuku Setelah MRS :Klien mandi 2x sehari, mencuci rambut 2x seminggu
  23. 23. VII. PEMERIKSAAN FISIK 1. tanda-tanda vital • TD : 160/110 mmHg • N : 70 x /menit • RR : 16 x / menit • Suhu .: 36,5 ºC 2. Kepala • Inspeksi : rambut lurus hitam dan pendek Distribusi rambut merata Tidak ada ketombe • Palpasi : tidak ada udema Tidak ada nyri tekan 3. wajah • inspeksi : ekspresi wajah klien Nampak tegang • palpasi :tidak ada udema dan nyeri tekan 4. mata • inspeksi : simetris kiri dan kanan konjungtiva Nampak pucat kelopak mata tidak udema • palpasi : tidak ada nyeri pada mata 5. hidung • inspeksi : skimetris kiri dan kanan tidak ada pengeluaran secret fungsi penciuman baik • palpasi : tidak ada nyeri tekan 6. telinga • inspeksi : simeris kiri dan kanan tidak ada pengeluaran secret
  24. 24. fungsi pendengaran baik • palpasi :tidak ada nyeri tekan 7. mulut, gigi tenggorokan • inspeksi : mukosa bibir kering keadaan gigi baik dan lengkap tidak ada gangguan menelan 8. leher • inspeksi : tidak Nampak pembesaran vena jugularis tidak nampak pembesaran kelejar tiroid • palpasi : tidak ada nyeri tekan pada leher 9. dada dan paru'-paru • inspeksi : normal chest pegerakan dan pengembangan dada sama ketika ekspirsi dan inspirasi • palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa • auskultasi : inspirasi sama dengan ekspirasi 10.system kardiovaskuler • inspeksi : kesadaran baik bentuk dada normal chest wajah Nampak pucat tidak ada udema pada tangan, kaki dan sendi • palpasi : tidak ada pembesaran vena jugularis tidak ada pembesaran kelenjar tiroid tidak ada nyeri tekan • perkusi : - • auskultasi : irama jantung tidak teratur 11.system musculoskeletal • inspeksi : kekuatan otot berkurang pola aktivitas terganggu • palpasi :
  25. 25. 12.ekstremitas atas • inspeksi : pergerakan klien terbatas tidak ada hematom dan udem pada tangan • palpasi : tidak ada nyeri tekan 13.abdomen • inspeksi : tidak Nampak pembesaran pada abdomen • palpasi : tidak teraba pembesaran hati distensi abdomen tidak ditemukan • perkusi : tidak ada penimbunan cairan dan masa • auskultasi : peristaltik usus 5x/menit 14.ekstremitas bawah • inspeksi : pergerakan klien tebatas • palpasi : tidak nyeri tekan dan tidak ada udema VIII. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK • Glukosa darah : meningkat 200 – 100 mg/dL • Aseton plasma : positif secara mencolok • Asam lemak bebas : kadar lipid dan kolesterol meningkat • Insulin darah : terjadi penurunan • Urin : gula dan aseton positif
  26. 26. KLASIFIKASI DATA  Data subyektif • klien mengatakan sering miksi • klien mengatakan sering haus • klien mengatakan bahwa ia lemas • klien mengatakan kurang nafsu makan • klien mengatakan lukanya lama sembuh • klien mengatakan daya pikirnya melemah • klien mengatakan kinerjanya menurun • klien cepat merasa lelah jika beraktivitas • klien bertanya tentang masalah atau penyakitnya  Data obyektif • klien tampak lemah dan pucat, • mukosa bibir kering • klien tampak lemah dan kurus • tonus otot buruk • mual muntah • proese penyembuhan luka yang lambat • klien tampak kebingungan • tampak ketidakmampuan klien untuk melakukan aktivitas seperti biasanya • klien tidak teratur mengikuti istruksi
  27. 27. ANALISA DATA N O DATA PENYEBAB DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 2. 3. Ds: • klien mengatakan sering miksi • klien mengatakan sering haus Do: • klien tampak lemah dan pucat, • mukosa bibir kering Ds: • klien mengatakan bahwa ia lemas • klien mengatakan kurang nafsu makan Do: • klien tampak lemah dan kurus • tonus otot buruk • mual muntah Defesiensi insulin absolute ↓ P↓ pemakaian glukosa oleh sel ↓ Hiperglikemia ↓ Glicosuria ↓ Osmotic diuresis Defisiensi isulin absolute ↓ Protolisis ↓ Asam amino m↑ ↓ Glukoneogenesis ↓ Ketogenesis ↓ Ketonemia ↓ P↓ PH ↓ Penurunan BB kekurangan volume cairan tubuh Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
  28. 28. 4. 5. 6. Ds: • klien mengatakan lukanya lama sembuh Do: • proese penyembuhan luka yang lambat Ds; • klien mengatakan daya pikirnya melemah Do: • klien tampak kebingungan DS : • klien mengatakan kinerjanya menurun • klien cepat merasa lelah jika beraktivitas Do: • tampak ketidakmampuan klien untuk melakukan aktivitas seperti biasanya Ds: • klien bertanya tentang masalah atau penyakitnya Defesiensi insulin absolute ↓ P↓ pemakaian glukosa oleh sel ↓ Hiperglikemia ↓ Hiperosmolalitas Defesiensi insulin absolute ↓ P↓ pemakaian glukosa oleh sel ↓ Hiperglikemia ↓ Surbitol m↑ ↓ G3 konduksi saraf Defesiensi insulin absolute ↓ Lipolisis ↓ Kelemahan otot Defesiensi insulin absolute ↓ Perubahan status kesehatan Resiko infeksi Resiko tinggi perubahan persepsi sensori Kelelahan Kurang pengetahuan tentang penyakit , prognosis dan kebutuhan pengobatan
  29. 29. Do: • klien tidak teratur mengikuti istruksi ↓ Hospitalisasi ↓ Informasi in adekuat BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan  Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks yang mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan berkembang menjadi komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. (Barbara C. Long)  Diabetes mellitus disebabkan oleh factor genetic dan factor non genetic seperti infeksi, nutrisi, stress dan hormonal  Gejala yang sering terjadi pada diabetes mellitus yaitu poliuru, polidipsi, poliphagi,berat badan menurun, lelah dan kurang tenaga  Diagnosa yang dapat muncul pada penyakit diabetes mellitus adalah o Kekurangan volume cairan o Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan o Resiko infeksi
  30. 30. o Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori o Kelelahan o Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis, dan kebutuhan pengobatan B. Saran Adapun saran dalam pembuatan makakalah ini adalah dapat dijadikan sebagai acuan dalam menambah penetahuan pada penderita penyakit diabetes mellitus.

×