Artikel karya ilmiah

317 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
317
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Artikel karya ilmiah

  1. 1. LAPORAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA MATERI TUMBUHAN HIJAU MELALUI PENDEKATAN KETRAMILAN PROSES DI KELAS V SD NEGERI 14 KATOBU MATA KULIAH PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL Oleh : Nama : FATMAWATI NIM : 820367621 Pokjar : DURUKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ KENDARI 2013 1
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan komepentisi sosial. Upaya untuk menguasai keempat kompetensi itu melalui pendidikan formal hanyalah merupakan sarat mutlak bagi guru. Akan tetapi upaya peningkatan kemampuan terus menerus merupakan syarat yang tidak perlu ditawar tawar lagi. Salah satu pilihan upaya yang bisa digunakan untuk melakukan kontinios imprfemens adalah melalui PTK. Penelitian kelas merupakan salah satu alternatif modal penggunaan pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran dalam beberapa siklus secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kesejawatan dan saling membutuhkan (suharsini Arikunto : 23). Dengan kata lain PTK merupakan salah satu syarat peningkatan mutu pendidikan yang tidak pernah berakhir. Dari segi profesionalisme, PTK juga dipandang sebagai suatu unjuk kerja seseorang guru yang profesional karena studi IPA yang dilakukan terhadap diri sendiri dianggap sebagai tanda Dalam Pembangunan Nasional, pendidikan diartikan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia serta dituntut untuk menghasilkan kualitas masnuia yang lebih tinggi guna menjamin pelaksanaan dan kelangsungan pembangunan. Pendidikan berkualitas harus dipenuhi melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Pembaharuan kurikulum yang sesuai dengan ilmu pegetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur sopan santun, etika serta didukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, karena pendidikan yang dilaksanakan sedini mungkin dan berlangsung seumur hidup menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Dimana sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatu pendidikan hanya dilihat dari segi hasil. Pembelajaran yanh baik adalah bersifat menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek, baik aspek kognetif, 2
  3. 3. afektif maupun psikomotorik, sehingga dalam pengukuran peningkatan dari hasil keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-sekolah. Mengacu dari pendapat tersebut, maka pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian terencana yang melibatkan siswa secara lansung, komprehensif, baik fisik, mental maupun emosi. Hal ini sering diabadikan oleh guru, karena guru lebih mementingkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana aktif, efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. Hal ini dapat membantu guru dalam menggerakan, menjelaskan gambaran ide dari suatu misteri. Tujuan utama pembelajaran IPA adalah siswa memahami konsep-konsep IPA secara sederhana dan mampu menggunakan metode ilmiah. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka IPA perlu diajarkan dengan cara yang tepat dan dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui proses dan sikap ilmiah. Dalam IPA di Sekolah Dasar masih ditemukan berbagai kendala dan hambatan, hal ini yang berkaitan dengan ketepatan penggunaan model atau teknik dalam pembelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 14 Katobu. Berdasarkan data ulangan harian anak untuk pelajaran ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa Kelas V SD Negeri 14 Katobu, didefinisikan masih banyak siswa belum tuntas dalam KD tersebut, ini terlihat dari 24 siswa anak kelas V hanya 6 siswa yang mendapat diatas KKM atau tuntas, sedangkan 18 siswa belum tuntas. Melihat dari kondisi tersebut, akhirnya penulis mempunyai ide untuk memperbaiki hasil penelitian anak tersebut dengan berusaha untuk melakukan Perbaikan pembelajaran. B. Rumusan Masalah Sebagai perumusan masalah dari latar belakang yang dipaparkan penulis, maka fokus perbaikan pembelajaran adalah “Apakah siswa dapat memahami proses tumbuhan hijau membuat makanan sendiri”. Berdasarkan nilai yang di dapatkan pada siswa Kelas V SD Negeri 14 Katobu semester sebelumnya penulis menemukan beberapa permasalahan mendasar yang menyebabkan rendahnya tingkat kemampuan. Permasalahan tersebut lebih mendasar pada ; a. Rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran IPA di SD Negeri 14 Katobu 3
  4. 4. b. Banyak siswa kesulitan untuk menjawab pertanyaan. c. Kurangnya perhatian dan minat siswa terhadap materi ketika pembelajaran berlangsung. d. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran. e. Banyak siswa tidak melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik dan benar C. Tujuan Perbaikan Sesuai dengan permasalahan yang telah dipapasrkan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : a. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri 14 Katobu dalam mata pelajaran IPA. b. Untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan tentang metode mengajar yang tepat dan terarah. c. Untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran IPA di SD Negeri 14 Katobu. D. Manfaat Perbaikan 1. Bagi Guru Sebagai kajian gagasan dan informasi untuk pengembangan dan peningkatan keterampilan mengorganisasikan, memformulasi, dan mengkondisikan kegiatan belajar mengajar di kelas terutama untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang mana pencapai tujuan pembelajaran dapat ditingkatkan dengan maksimal. 2. Bagi Siswa Penentuan suatu media dalam meningkatkan aktivitas belajar kearah yang untuk lebih menguasai dan memahami materi pelajaran melalui penguasaan konsep-konsep pokok pelajaran yang diajarkan ke kelas terutama memiliki kemampuan. 3. Bagi Sekolah Dari kesmua hasil pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran ini nantinya tentu ada suatu harapan yang dapat memberikan informasi dan dapat dijadikan sebagai acuan di dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, terutama pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sehingga hasilnya akan berdampak pada kemajuan dan 4
  5. 5. perkembangan belajar siswa dalam memperoleh nilai hasil belajarnya. 5
  6. 6. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar 1. Pengertian IPA Pengetahuan alam sudah jelas artinya adalah pengetahuan tentang alam semasta dengan segala isinya. Adapun pengetahuan itu sendiri artinya segala sesuatu yang diketahui oleh manusia. Jadi secara singkat IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya (Darmojo, 1992: 3) Selain itu, Nash 1993 (Darmojo, 1992: 3) dalam bukunya The Nature of Sciences, menyatakan bahwa IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Nash juga menjelaskan bahwa cara IPA mengamati dunia ini bersifat analisis, cermat, serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain, sehingga keseluruhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang obyek yang diamatinya. Sistematis (teratur) artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh, sedangkan berlaku umum artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau oleh seseorang atau beberapa orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten. Selanjutnya Winaputra (1992:123) mengemukakan bahwa tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan tentang benda atau mahluk hidup, tetapi merupakan cara kerja, cara berpikir dan cara memecahkan masalah. Jadi, kesimpulan dari uraian di atas sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai objek serta menggunakan metode ilmiah. 6
  7. 7. 2. Tujuan IPA Diajarkan di Sekolah Dasar Setiap guru harus paham akan alasan mengapa IPA perlu diajarkan di sekolah dasar. Ada berbagai alasan yang menyebabkan satu mata pelajaran itu dimasukkan ke dalam kurikulum suatu sekolah. Alasan itu dapat digolongkan menjadi empat golongan yakni : a. Bila diajarkan IPA menurut cara yang tepat, maka IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berfikir kritis, misalnya IPA diajarkan dengan mengikuti metode “menemukan sendiri”. IPA melatih anak berfikir kritis dan objektif. Pengetahuan yang benar artinya pengetahuan yang dibenarkan menurut tolok ukur kebenaran ilmu, yaitu rasional dan objektif. Rasional artinya masuk akal atau logis, diterima oleh akal sehat. Obyektif artinya sesuai dengan obyeknya, sesuai dengan kenyataan, atau sesuai dengan pengalaman pengamatan melalui panca indera. b. Bila IPA diajarkan melalui percobaan-percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak, maka IPA tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka. c. Mata pelajaran ini mempunyai nilai-nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk kepribadian anak secara keseluruhan. B. Pengertian dan Prinsip-Prinsip Pendekatan Keterampilan Proses 1. Pengertian Pendekatan keterampilan proses pada hakikatnya adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar-mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar (Semiawan, 1992). Pendekatan keterampilan proses ini dipandang sebagai pendekatan yang oleh banyak pakar paling sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dalam rangka menghadapi pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dewasa ini. Sumatowa (2006: 138) mengemukakan bahwa keunggulan pendekatan keterampilan proses didalam proses pembelajaran, antara lain : a. Siswa terlibat langsung dengan objek nyata sehingga dapat dengan 7
  8. 8. mudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. b. c. Siswa menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari. Meatih siswa untuk berfikir lebih kritis. d. Melatih siswa untuk bertanya dan terlibat lebih aktif dalam pembelajaran. e. Mendorong siswa untuk menemukan konsep-konsep baru. f. Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar menggunakan metode ilmiah. 2. Pendekatan Keterampilan Proses Menurut (Semiawan, 1992), terdapat sepuluh keterampilan proses yaitu : (1) kemampuan mengamati, (2) kemampuan menghitung, (3) kemampuan mengukur, (4) kemampuan mengklasifikasi, (5) kemampuan menemukan hubungan, (6) kemampuan membuat prediksi (ramalan), (7) Kemampuan melaksanakan penelitian (percobaan), (8) kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, (9) kemampuan menginterpretasikan data, dan (10) kemampuan mengkomunikasikan hasil. a. Mengamati : Mengamati merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk memperoleh pengetahuan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini tidak sama dengan kegiatan melihat. Pengamatan dilaksanakan dengan memanfaatkan seluruh panca indera yang mungkin biasa digunakan untuk memperhatikan hal yang diamati, memilah-milah bagiannya berdasarkan kriteria tertentu, juga berdasarkan tujuan pengamatan, serta mengolah hasil pengamatan dan menuliskan hasilnya. b. Kemampuan Menghitung : Kemampuan menghitung dalam pengertian yang luas, merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari dapat dikatakan bahwa dalam semua aktivitas kehidupan manusia memerlukan kemampuan ini. 8
  9. 9. c. Kemampuan Mengukur : Dalam pengertian yang luas, kemampuan mengukur sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dimana seseorang dapat mengetahui sesuatu yang diamatinya dengan mengukur apa yang diamatinya. d. Kemampuan Mengklasifikasi : Kemampuan mengklasifikasi merupakan kemampuan mengelompokkan atau menggolongkan sesuatu yang berupa benda, fakta, informasi, dan gagasan. Pengelompokkan ini didasarkan pada karakteristik atau ciri-ciri yang sama dalam tujuan tertentu, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan. e. Kemampuan Menemukan Hubungan. Kemampuan ini merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai oleh siswa. Yang termasuk dalam kemampuan ini adalah : fakta, informasi, gagasan, pendapat, ruang, dan waktu. Kesemuanya merupakan variabel untuk menentukan hubungan antara sikap dan tindakan yang sesuai. f. Kemampuan Membuat Prediksi (Ramalan). Ramalan yang dimaksud di sini bukanlah sembarang perkiraan, melainkan perkiraan yang mempunyai dasar atau penalaran. Kemampuan membuat ramalan atau perkiraan yang di dasari penalaran baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam teori penelitian, kemampuan membuat ramalan ini disebut juga kemampuan menyusun hipotesis. Hipotesis adalah suatu perkiraan yang beralasan untuk menerangkan suatu kejadian atau pengamatan tertentu. Dalam kerja ilmiah, seorang ilmuwan biasanya membuat hipotesis yang kemudian diuji melalui eksperimen. 9
  10. 10. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN A. Subjek Penelitian Di dalam menentukan rencana kegiatan Perbaikan Pembelajaran dilaksanakan di Kelas V SD Negeri 14 Katobu, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, dengan jumlah siswa 24 orang, mulai dari tanggal 10 November sampai dengan 12 November 2013. Adapun jadwal tersebut sebagai berikut : - Hari Kamis, 10 November 2013, IPA Siklus I (pertama) - Hari Jumat, 11 November 2013, IPA Siklus II (kedua) - Hari Sabtu, 12 November 2013, IPA Siklus III (ketiga) Adapun rencana tersebut yang dijadikan sebagai pertimbangan oleh penulis, dimana siswa Kelas V tentunya akan mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas, karena siswa Kelas V juga telah mampu membaca dan menulis serta memiliki kemampuan untuk berhitung. Selain itu penulis juga sebagai guru yang ditugaskan mengajar di Kelas V. B. Deskripsi per-Siklus 1. Prosedur Pelaksanaan Di dalam pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran yang di rencanakan menggunakan 3 Siklus, dimana Siklus I (pertama), Siklus II (kedua), dan Siklus III (ketiga) akan membahas KD kemampuan memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan dan mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan, selama 3 X pertemuan. Selama melakukan kegiatan perbaikan ini setiap akhir pertemuan akan diadakan tes, yang hasilnya akan digunakan untuk mengukur seberapa besar hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti pembelajaran secara rinci, hasil pelaksanaan kegiatan Perbaikan Pembelajaran ini akan diuraikan sesuai dengan urutan Siklus yang telah direncanakan. 10
  11. 11. 2. Hasil Perbaikan a. Siklus I (pertama) 1. Perencanaan Identifikasi masalah dan penerapan alternative pemecahan masalah. Mempersiapkan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran yaitu : - Kompetensi Dasar kemampuan memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan dan mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan. Melaksanakan konsultasi dengan kepala sekolah dan guru teman sejawat tentang akan diadakan pelaksanaan Perbaikan pembelajaran. Menentukan skenario pembelajaran dengan metode berpariasi. Mempersipakan sumber, bahan, dan alat bantu yang diperlukan. Mempersiapkan soal-soal yang dijadikan bahan evaluasi. Pengembangan program tindakan I (pertama). 2. Tindakan Di dalam perlakuan Siklus I (pertama) tindakan yang dilakukan adalah : Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran. Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang terdapat pada buku sumber. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari. Siswa berdiskusi membahas materi yang sudah dipersipakan oleh guru dan dilanjutkan dengan pemberian tugas oleh guru kepada siswa. 11
  12. 12. 3. Pengamatan Untuk pengamatannya dari kegiatan Siklus I (pertama) adalah : Melakukan proses pelaksanaan tindakan. Menilai hasil pekerjaan siswa yang diberikan oleh guru. 4. Refleksi Sedangkan refleksinya meliputi : Evaluasi tindakan yang telah dilakukan sebagai evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari setiap macam tindakan. Pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran dan lembar kerja siswa. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi yang dijadikan acuan lanjutan pada Siklus berikutnya. 5. Siklus II (kedua) 1. Perencanaan, pelaksanaannya meliputi : Identifikasi masalah yang muncul pada siklus I (pertama) dan belum teratasi dan penetapan alternatif pemecahan masalah. Menentukan indikator pencapaian hasil belajar. Melaksanakan tindakan baru. Pengembangan program tindakan II (kedua). 2. Tindakan Tindakan yang diambil dalam Siklus II (kedua) meliputi pelaksanaan program tindakan II (kedua) yang mengacu pada indentifikasi masalah yang muncul pada Siklus I (pertama), sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan, antara lain melalui : Guru melakukan apersepsi Siswa yang diperkenalkan dengan materi yang akan dibahas dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran Membahas materi pembelajaran dengan tanya jawab dan memberkan contoh Melaksanakan evaluasi 12
  13. 13. Menyimpulkan materi pelajaran Memberikan pekerjaan rumah (PR) 3. Pengamatan Sebagai keberlanjutannya maka perlu adanya pengamatan yang meliputi : Observasi sesuai dengan format yang sudah disiapkan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan kelas berlangsung. Memberikan penilaian hasil tindakan sesuai dengan format yang sudah dikembangkan. 4. Refleksi Sebagai refleksi dari pelaksanaan Siklus II (kedua), maka perlu melakukan : Evaluasi terhadap tindakan Siklus II (kedua) berdasarkan data yang terkumpul. Pembahasan hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran Siklus II. Perbaikan pelaksanaan tindakan sesuai dengan hasil evaluasi yang digunakan untuk rencana Siklus berikutnya. Evaluasi tindakan II (kedua). 6. Siklus III (ketiga) 1. Perencanaan : Identifikasi masalah yang muncul pada Siklus III (ketiga) dan belum teratasi dan penetapan alternatif pemecahan masalah. Menentukan indikator pencapaian hasil belajar. Melaksanakan tindakan baru. Pengemabngan program tindakan III (ketiga) 2. Tindakan Dalam perlakuan tindakan pelaksanaan program tindakan III (ketiga) yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul 13
  14. 14. pada Siklus II (kedua), sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan melalui : Guru melakukan apersepsi. Melaksanakan evaluasi. Menyimpulkan materi pelajaran. Memberikan pekerjaan rumah (PR). 3. Pengamatan Dalam pengamatan yang dilakukan adalah : Proses pelaksanaan tindakan. Memberikan penilaian hasil tindakan sesuai dengan format yang sudah dikembangkan. 4. Refleksi Dari keseluruhan Siklus penelitia yang sudah dilaksanakan ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa, kemudian untuk memaksimalkannya maka diperlukan penambahan tindakan kepada siswa seperti memberikan perhatiankepada siswa yang tidak aktif. Sementara itu pelaksanaan Siklus III (ketiga) berpedoman pada rencana pembelajaran Siklus II (kedua) yang telah dibuat. Pengamatan terhadap siswa juga mengalami kemajuan dari pada Siklus II (kedua). Pada Siklus III (ketiga) mencapai nilai rata- rata 83,90 atau 91,30%. Sehingga dapat dikatakan dalam katagori sangat baik. 14
  15. 15. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, 1993. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Renika Cipta. IGAK Wardhani, 2007. Penelitian Tindakan kelas, Jakarta : Universitas terbuka Nasution, 1982. Berbagi Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bina Aksara Haryanto, 2006. Sains Untuk Sekolah Dasar kelas V, Jakarta, Erlangga Andayani dkk, 2009. Pemantapan kemampuan Profesional (PKP), Jakarta : Universitas Terbuka. 15

×