BA B II
TINJAUAN PUSTAKA

A. ASI Ekslusif
1. Pengertian ASI Ekslusif
Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam la...
apabila ASI diberikan secara tepat dan benar sampai bayi berumur enam
bulan. Namun pada kenyataannya, 60% bayi belum berum...
a. Manfaat ASI bagi bayi
1) Komposisi yang sesuai
Air susu ibu mempunyai komposisi yang ideal untuk memenuhi
kebutuhan bay...
5) Bersifat anti alergi
Air susu ibu mengandung anti-body dibandinghan protein lain
sepeti makanan dan potein dari susu sa...
8) Air Susu Ibu (ASI) mengandung nutrisi yang optimal. baik
kuantitas dan kualitasnya
Air susu ibu mahluk mamalia adalah s...
b) Penyakit akibat saluran pemapasan
(1) Kematian akibat penyakit saluran pernapasan 2-5 kali lebih
banyak pada bayi susu ...
1) Mengurangi resiko kanker payudara (Ca Mamma)
Peneliti dari Inggris mengevaluasi hubungan antara terjadinya
kanker dan m...
3) Mengurangi resiko keropos tulang (Osteoporosis)
Penelitian

mengindikasikan

bahwa

perempuan

dengan

banyak anak dan ...
74.418 ibu di NHS II, diketahui menyusui mengurangi resiko
ibu dari diabetes sebanyak 15%. (Stube AM, Rich Edwars.
Willett...
Menyusui setidaknya sampai enam bulan mengurangi
kemungkinan ibu menderita kanker payudara, kanker rahim,
kanker

indung

...
ASI. Bantalan disposable ini sudah tersedia untuk keperluan ini dan
dapat dikenakan dalam waktu relatif singkat jika perem...
alkohol tidak boleh dipakai untuk membersihkan puting karena
dapat membuat puting menjadi kering dan mudah pecah -pecah.
B...
2) Baringkan bayi di atas bantal dengan ba ik sehingga posisi
bayi saling berhadapan dengan ibu. Perut ibu behadapan dan
b...
karena bila produksi AS I mengelami penekanan, produksinya
akan segera berhenti dan sulit untuk dirangsang kembali.
6) Set...
f) Puting susu ibu terasa nyaman setelah beberapa kali
susuan pertama.
2) Tanda-tanda menyusui yang tidak benar
a) Kepala ...
kolostrum ASI mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning
keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel -s...
kolesterol. Kolesterol ini di dalam tubuh bayi membangun enzim yang
mencerna kolesterol.
Karena adanya tipsin inhibitor, h...
c. Air Susu Ibu (ASI) stadium III
ASI Stadium III adalah ASI matur. ASI yang disekresi pada
hari ke-10 sampai seterusnya. ...
5. Kebutuhan Nutrisi Selama Menyusui
Masa laktasi tidak dapat dipisahkan dari masa kehamilan dan
persalinan. Apabila kedua...
ASI. Kebutuhan mineral akan diambil dari depot ibu yang juga akan
berdampak bi la kekurangan dalam waktu yang lama.
Jadi, ...
dari tubuh ibu, tetapi kekurangan dalam waktu yang lama dan cadangan
tubuh ibu habis akan memberikan dampak kepada ibu mau...
sebagai nutrisi terbaik yang dibutuhkan karena ASI memenuhi
komposisi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi.
Dibanding...
Walaupun otak telah mengalami perkembangan yang pesat pada masa
ini, bukan berarti bahwa perkembangan otak berhenti sampai...
mengkerut secara otomatis akan menyebabkan pembuluh darah
yang terbuka menjadi terjepit sehingga perdarahan akan segera
te...
i.

Menimbulkan perasaan dibutuhkan
Rasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan sesuatu
dari dirinya demi kebaikan bay...
tentang

bentuk,

rasa

dan

aroma

masakan

tersebut.

(www.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 15 Januari 2011)
Pengetah...
Pengetahuan adalah k umpulan dari pengalaman -pengalaman dan
pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmoni...
Adapun

demikian

dari

penelitian

selanjutnya

Rogers

menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap...
pengetahuan

berdasarkan

pengenalan,

ciri -ciri

pengetahuan

model ini adalah sebagai berikut :
1) Mempunyai tingkat ob...
kemampuan intelegensinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi
penerimaan pesan dalam komunikasi adalah taraf intelegensi
s...
seseorang terhadap objek tersebut, dimana seseorang mendapatkan
pengetahuan baik dari pengalaman pribadi maupun pengalaman...
f.

Umur
Umur dapat mempengaruhi seseorang, semakin cukup umur
tingkat kemampuan; kematangan seseorang akan lebih matang
d...
Kerangka konsep
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
pengetahuan seseorang

Pengetahuan ibu

antara lain :

tentang :

1. Umur
...
2. Definisi Operasional
Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel
diamati atau diteliti perlu sekali...
Cara

Saat

Ordinal

Kuisioner

Baik

pemberian

menyusui

76 % - 100 %

ASI

putting

Cukup

Eksklusif

harus masuk

56 %...
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, yaitu pene...
c. Bisa baca dan tulis dalam bahasa indonesia.
3. Cara pengambilan sampel
Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adal...
cara mengidentifikasi dan besarnya populasi. Cara pengambilan sampel
menggunakan random sampling yaitu pengambilan sampel ...
2. Instrumen Penelitian
Alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh penelitian dalam
kegiatanya mengumpulkan agar kegiatan ...
3. Tabulating
Tabulating adalah kegiatan untuk meringkas data yang masuk
(data mentah) ke dalam tabel-tabel yang telah dip...
Rumus untuk menentukan kesimpulan dari data yang telah
dikumpulkan dari hasil penelitian dengan menggunakan kuisioner pada...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

86071312 52175609-ba-b-ii-akbid

1,119 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,119
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

86071312 52175609-ba-b-ii-akbid

  1. 1. BA B II TINJAUAN PUSTAKA A. ASI Ekslusif 1. Pengertian ASI Ekslusif Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan gararn-gararn an-organik yang disekresi oleh kelenjar mamae ibu yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. Sedangkan ASI ekslusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan yang diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih sampai bayi berusia enam bulan. Setelah enam bu lan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberikan ASI sampai bayi berumur dua tahun. (Hubertin: 2004) ASI ekslusif merupakan nutrisi dengan kualitas dan kuantitas terbaik. Masa lompatan pertumbuhan otak adalah 0-6 bulan, bahkan sampai dua tahun. Jika bayi mengalami kekuran gan gizi besi pada masa ini, pengurangan jumlah sel otak akan terjadi sebanyak 15-20 % dan untuk pertumbuhan bayi, asupan terpenting adalah nutrisi (Utami Roesli : 2008:45) Mengapa pengenalan makanan tambahan dimulai pada usia enam bulan dan bukan empat bulan? Pertama, dari hasil penelitian jumlah komposisi ASI masih cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi
  2. 2. apabila ASI diberikan secara tepat dan benar sampai bayi berumur enam bulan. Namun pada kenyataannya, 60% bayi belum berumur empat bulan sudah mendapat tambahan susu sapi. Kedua, bayi pada saat berumur enam bulan, sistem pencernaannya mulai matur. Jaringan pada usus halus bayi pada umumnya seperti saringan pasir. Pori-porinya berongga sehingga memungkinkan bentuk protein ataupun kuman akan langsung masuk dalam sistem peredaran darah dan dapat menimbulkan alergi. Pori pori dalarn usus bayi itu akan tertutup rapat setelah bayi berumur enarn bulan. Dengan demikian, usus bayi setelah berumur enam bulan mampu menolak faktor alergi ataupun kuman yang masuk. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa anak yang menyusu ASI sampai enam bulan jauh lebih sehat dari bayi yang menyusu ASI hanya sampai empat bulan, dan frekuensi terkena diare jauh lebih kecil. Bayi yang hanya menyusu ASI saja selama enam bulan akan merangsang hormon prolaktin secara terus menerus sehingga memperbanyak produksi ASI yang dapat bertahan sampai ba yi berurnur dua tahun. Ibu harus mendapat gizi yang baik dan terhindar dari stress yang berkepanjangan. 2. Manfaat Pemberian ASI Pemberian ASI memiliki banyak kelebihan bagi ibu maupun bayinya.
  3. 3. a. Manfaat ASI bagi bayi 1) Komposisi yang sesuai Air susu ibu mempunyai komposisi yang ideal untuk memenuhi kebutuhan bayi. Tidak ada jenis air susu jenis lain yang memiliki komposisi seperti ASI. Banyak orang tua yang memberi air susu dari spesies lain untuk bayi. Namun tidak mungkin membuat air susu sapi atau air susu lainnya menjadi seperti ASI. 2) Tidak memerlukan persiapan Air susu ibu selalu segar, murni, dan siap untuk diminum, tidak perlu untuk melakukan persiapan. Oleh karenanya, pemaparan terhadap kontaminasi dar i luar dapat dihindai. 3) Hangatnya sesuai untuk bayi Air susu ibu selalu memiliki suhu yang paling baik untuk bayi. Anda tidak perlu merebusnya dan memastikan suhunya tepat untuk bayi. 4) Kontaminasi minuman Air susu ibu besifat steril. Oleh karenanya aman bag i bayi. Bebeapa studi membuktikan dan menunjukan bahwa kejadian infeksi pernapasan sepeti flu, dan infeksi gastointestinal (diare) jarang tejadi pada bayi yang menerima ASI.
  4. 4. 5) Bersifat anti alergi Air susu ibu mengandung anti-body dibandinghan protein lain sepeti makanan dan potein dari susu sapi. Anti-body ini berguna untuk menghalangi pen yerapan bahan makanan beracun atau besifat alergi pada saat bayi tidak memiliki respon tehadap kekebalan usus. 6) Petahanan melewati infeksi Air susu ibu mengandung beberapa faktor anti mikroba (agen yang menghalangi invasi) yang memiliki peran penting dalam melawan infeksi pada bayi. 7) Hubungan ibu dan anak yang sehat Air susu ibu sangat baik sekali dalam membangun interaksi ibu dan anak yang sehat. Bayi yang menerima ASI merniliki kontak yang dekat dan hangat dengan ibunya yang sudah melahirkan. Dibandingkan dengan kehangatan air ketuban (air yang menjadi tempat bayi berenang di dalam perut ibunya) yang menyelimutinya dan baru saja ditinggalkan". Menyusui bayi akan membeikan kepuasan dan rasa pemenuhan kebutuhan. Demikian halnya dengan bayi yang mendapat kepuasan dan kesenangan. (Suraj Gupte: 2004:86-87)
  5. 5. 8) Air Susu Ibu (ASI) mengandung nutrisi yang optimal. baik kuantitas dan kualitasnya Air susu ibu mahluk mamalia adalah spesifi k spesies disesuaikan untuk tumbuh kembang anak nya masing-masing. Komposisi ASI isapan-isapan pertama merupakan susu awal yang banyak mengandung karbohidrat atau ³nasi" dan lernak. Jadi, sekali menyusu, bayi bisa mendapat nasi dan air. 9) Air Susu Ibu (ASI) meningkatkan kesehatan bayi Saat lahir, bayi dibekali daya tahan tubuh dari ibu yang cukup banyak. Daya tahan ibu akan cepat menurun. sedangkan daya tahan tubuh yang dibuat bayi terbentuk lebih lambat. Ada saatnya daya tahan tubuh dari Ibu sudah menurun, sedangkan daya tahan tubuh bayi belum cukup banyak terbentuk. Saat seperti ini, bayi ASl akan dilindungi oleh daya tahan tubuh yang terdiri atas zat hidup, misalnya daya tahan tubuh. Berikut in i adalah contoh penyakit yang dapat mengenai bayi, diantaranya. a) Muntah dan mencret (1) Di Amerika Serikat, 400 bayi meninggal per tahun akibat muntah dan mencret, 300 diantaranya tidak disusui. (2) Kematian akibat penyakit ini meningkat 23,5 kali pada bayi susu formula. (Vic: 1989) (3) Mencret 17 kali lebih banyak pada bayi susu formula
  6. 6. b) Penyakit akibat saluran pemapasan (1) Kematian akibat penyakit saluran pernapasan 2-5 kali lebih banyak pada bayi susu formula. (Cunningham: 1991) (2) Enam kali terjadi lebih sering pada bayi susu formula. (Howwie: 1990) c) Kanker pada anak (Limfoma maligna, Hodgkin, Leukimia, Neuroblastoma). Sekitar 6-8 kali lebih terjadi pada bayi susu formula. (Davis: 1998, Benner Daniels 2002, Svanborg: 2003) d) Sepsis dan meningitis Sekitar 18 kali dan 4 kali lebih tinggi pada bayi susu formula. (Ashraf: 1991) 10) Air Susu Ibu (ASI) meningkatkan kecerdasan bayi Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak; a) Faktor genetis : kecerdasan yang diturunkan dari orang tua. b) Faktor lingkungan : faktor ini dapat ditingkatkan melalui asuh, asah dan asih. 11) Air Susu Ibu (ASI) meningkatkan jalinan kasih sayang ibu-anak. (Utami Roesli: 2008;41) b. Manfaat ASI bagi ibu Manfaat pemberian ASI bagi ibu yang dikutip oleh Utami Roesli (2008: 64-67) adalah sebagai berikut ;
  7. 7. 1) Mengurangi resiko kanker payudara (Ca Mamma) Peneliti dari Inggris mengevaluasi hubungan antara terjadinya kanker dan menyusui. Penelitian ini melibatkan hampir 4.000 orang dewasa yang disurvei dari tahun 1937-1939. Menyusui mengurangi resiko kanker payudara pada ibu dan infeksi, alergi, dan automunitas pada bayi. (Martin R. Middleton N, Gunnell D, Owen C, Smith G: 2005) 2) Mengurangi resiko kanker indung telur (Ca Ovarium) dan kanker rahim (Ca Endometrium) Penelitian besar di Italia pada 1.031 wanita yang mengidap kaknker indung telur ephithelial dibandingkan dengan 2.411 perempuan dengan kondisi non-neoplastic akut vang tidak beresiko menderita kanker indung telur. Hasilnya menunjukan tren terbaik terhadap resiko terkena kanker indung telur dengan meningkatkan durasi menyusui dan jumlah anak yang disusui. (Chiaffarin o F, Pellucchi E, Parazzini F, Fransceschi S, Motella M, Ramazzotti V, La Vecchia: 2005). Untuk menentukan hubungan antara menyusui dengan kanker rahim, rumah sakit di Jepang membandingkan perempuan dengan kanker rahim (155) dengan kontrol (96). Resiko kanker rahim lebih besar pada perempuan yang tidak pernah menyusui. (Okamura C. Terada Y, Murakami T, Sato S, Aoki D, Jobo T, Okamura K. Yaeghasi N: 2006)
  8. 8. 3) Mengurangi resiko keropos tulang (Osteoporosis) Penelitian mengindikasikan bahwa perempuan dengan banyak anak dan periode menyusui yang panjang mempunyai kapadatan mineral tuang yang lebih tinggi atau sama. Dan resiko patah lebih rendah atau sama dibandingkan dengan yang tidak pernah melahirkan dan menyusui. (Karlson MK, Ahlborg HG, Karlson C: 2005) 4) Mengurangi resiko "Rheumatoid Arthritis" Penelitian dilakukan pada 121.700 perempuan. Perempuan yang menyusui lebih sebentar beresiko yang lebih tinggi menderita Rheumatoid Arthritis. (Karlson EW : 2004) 5) Metode KB paling aman Kuisioner digunakan untuk memperoleh data dari para ibu di Nigeria untuk mengetahui dampak menyusui dengan jarak kelahiran anak secara alami. Jarak kelahiran anak lebih panjang pada ibu yang menyusui secara ekslusif dari pada yang tidak. (Egbounu I, Ezechukwu CC, Shukwuka JO, Ikechebelu JL: 2005) 6) Mengurangi resiko diabetes maternal Menyusui mengurangi resiko diabetes pada ibu dalam hidupnya nanti. Lebih lama durasi menyusuinya, lebih rendah resikonya menderrita diabetes. Berdasarkan penelitian Harvard pada 83.585 ibu di Nurses' Health Study (NHS) dan
  9. 9. 74.418 ibu di NHS II, diketahui menyusui mengurangi resiko ibu dari diabetes sebanyak 15%. (Stube AM, Rich Edwars. Willett WC : 2005) 7) Mengurangi stress dan gelisah Penelitian membandingkan respon emosi dari 84 perempuan yang menguasai ekslusif. 99 perempuan yang menggunakan susu formula, dan 33 perempuan yang sehat yang tidak melahirkan. Ibu yang menyusui lebih banyak memiliki mood positif, peristiwa positif, dan kejadian stress lebih rendah dari pada ibu yang menggunakan susu formula. Ibu yang Menyusui merniliki tingkat depresi dan kemarahan yang lebih rendah dari pada ibu dengan susu formula. (Goer MW: 200-5) 8) Berat badan lebih cepat kembali normal Penelitian di Bazilia pada 405 perempuan selama 6-9 bulan setelah melahirkan untuk membuktikan hubungan antara pengurangan berat badan dan menyusui. Perempuan yang kelebihan berat badan 20% dan menyusui 30 hari, setiap bulan berat badannya berkurang antara 0,44 kg. Terdapat hubungan antara menyusui dengan penurunan berat badan setelah melahirkan, waktu menyusui yang lebih lama memberikan kontribusi yang lebih banyak untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. (Kac G, Benicio MHDA. Velazquez Mendelez G, Valente JG, Sruchiner CG: 2004)
  10. 10. Menyusui setidaknya sampai enam bulan mengurangi kemungkinan ibu menderita kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur. Perlindungan terhadap kanker payudara sesuai dengan lama pemberian ASI. Ibu yang menyusui akan 20-30% terhindar dari kanker payudara. Berdasakan 43 penelitian dari 30 negara pada 50.000 ibu menyusui dan 97.000 tidak menyusui, kemungkinan kejadian kanker payudara lebih rendah pada ibu menyusui. Jika menyusui lebih dari dua tahun, ibu akan 59% lebih jarang menderita kanker payudara. 3. Pemberian ASI Ibu-ibu yang akan menyusui bayinya tentu harus mengetahui tentang persiapan yang harus dilakukan dan cara -cara menyusui yang benar, supaya kegiatan laktasi ini bisa berjalan dengan baik. a. Mempersiapkan pemberian ASI Cara terbaik dalam pemberian ± pemberian ASI adalah dengan kejiwaan ibu yang sedapat mungkin tenang dan tidak banyak menghadapi banyak permasalahan. Hygiene perorangan dan kesejahteraan yang normal sangat penting. Seperti menjaga kebersihan tangan dan kuku, jari tangan ibu, atau orang lain yang akan merawat bayi juga harus ditekan. Puting susu tidak boleh digunakan seba gai ganjal di balik BH untuk menghentikan pembatasan
  11. 11. ASI. Bantalan disposable ini sudah tersedia untuk keperluan ini dan dapat dikenakan dalam waktu relatif singkat jika perembesan ASI menimbulkan masalah. Ibu harus mengenakan pakaian yang tidak menghalangi pemberian ASI. Jika gaun yang dikenakan harus dinaikan dahulu ke atas untuk mengeluarkan payudara, maka cara ini tentunya tidak mengenakan dan pada bagian ba wah pa kaian semacam ini bisa terdapat lokia. BH khusus untuk laktasi yang bersih dan dapat menyangga payudara harus dikenakan sepanjang siang serta malam harinya untuk memberikan kenyamanan dan mencegah statis air susu pada daerah-daerah payudara yang tergantung. Jika ibu memiliki BH khusus semacam ini, ia dapat menggunakan alat penguat (binder) untuk mengatasi masalah ini. BH untuk laktasi harus dapat dibuka dari depan dan talinya bisa diturunkan sebelum ibu menyusui bayinya. Tali tersebut dapat dipasang kembali setelah ibu selesai menyusui. Prosedur membersihkan puting berbeda antara rumah sakit yang satu dan rumah sakit yang lainnya. Namun, selama puting berada dalam keadaan bersih, apakah dibersihkan dengan cara mengusapnya memakai air yang steril ataukah dibersihkan secara khusus dengan larutan pembersih, caranya tidak menjadi masalah. Setiap kerak atau air susu yang mengering dan setiap bekas krim/salep yang dioleskan sebelumnya harus dibersihkan dengan hati-hati. Larutan
  12. 12. alkohol tidak boleh dipakai untuk membersihkan puting karena dapat membuat puting menjadi kering dan mudah pecah -pecah. Bayi harus berada dalam keadaan bersih; tangan, mata, hidung, pakaian, popok dan selimut harus diperiksa dahulu sebelum bayi disusui. Perhatian terhadap semua detail ini akan membantu mengurangi kemungkinan infeksi pada payudara dan menghindari komplikasi lainnya. b. Cara menyusui bayi Ibu harus menyusui bergantian diantara dua payudara. Namun, satu buah dada harus disusukan sampai dianggap habis air susunya kemudian ke payudara yang lainnya. Bila payudara pertama yang disusui masih ada air susunya, hendaknya dikeluarkan dengan memasase payudara ke arah puting susu sampai payudara tidak mengeluarkan air susu lagi. Hal ini untuk memperlancar pengeluaran air susu berikutnya dan pengeluaran beri kut akan lebih banyak. Demikian halnya pada payudara kedua. Bila tedapat sisa sedikit harus segera dikeluarkan lebih dulu tetapi bila masih banyak biakan saja dan untuk menyusui berikutnya dimulai pada payudara yang mengandung sisa ASI sebelumnya. (Hubetin: 2004 : 52) Adapun urutan tindakan menyusui adalah sebagai berikut : 1) Pilih posisi yang paling nyaman untuk menyusui. Siapkan peralatan sepeti kapas, air hangat, handuk kecil, dan penopang kaki ibu. Siapkan semua sesuai dengan kebutuhan.
  13. 13. 2) Baringkan bayi di atas bantal dengan ba ik sehingga posisi bayi saling berhadapan dengan ibu. Perut ibu behadapan dan bersentuhan dengan perut bayi. Perhatikan kepalanya agar tidak terjadi pemuntiran leher dan punggung bay i harus lurus (tidak membungkuk). 3) Setelah bayi siap menyusu masukan putting susu sampai daerah areola mamae masuk k e mulut bayi . pastikan bayi mengisap dengan benar dan biarkan bayi bersandar kearah ibu. Jaga agar posisi kepala tidak menggantung, karena kondisi ini akan menyebabkan bayi sulit menyusu dengan benar. Saat mengisap akan sering terlepas karena tidak ada tahanan pada kepala. Mulut bayi tidak tertekan pada buah dada ibu. 4) Pertahankan posisi bayi yang tepat dan nyaman sehingga memungkinkan bayi dapat mengisap dengan benar. Air susu keluar dengan lancar dan puting susu tidak lecet. Bila posisi tidak benar dan puting susu ibu lecet akan menjadi pintu masuk kuman yang membahayakan ibu dan bayi. 5) Susui bayi selama ia mau dan berikan ASI secara bergantian pada kedua payudara sehingga mempertahankan ASI tetap diproduksi seimbang pada kedua payudara. Bila menghadapi masalah, segera cari bantuan petugas yang memahami tata laksana ASI sehingga segera mendapatkan pemecahannya
  14. 14. karena bila produksi AS I mengelami penekanan, produksinya akan segera berhenti dan sulit untuk dirangsang kembali. 6) Setelah bayi selesai menyusu, sebaiknya puting susu dan sekitarnya dibasahi oleh ASI dan biarkan kering sendiri untuk menjaga kelembapan. 7) Setelah menyusui, bila bayi tidak tidur. sendawakan bayi dengan meletakkan bayi terlungkup kemudian punggun gnya ditepuk-tepuk secara perlahan atau bayi ditidurkan terlungkup di pangkuan dan tepuk punggung bayi. (Hubertin: 2004; 56 -61) Setelah mengetahui cara menyusui dan urutan tindakan menyusui, sebaiknya seorang ibu menyusui harus mengetahui apakah dia sudah menyusui dengan benar atau belum? Dan untuk mengetahui hal ini ibu tersebut harus mengetahui tanda-tandanya, antara lain sebagai berikut: 1) Tanda-tanda menyusui yang benar a) Mulut bayi terbuka lebar dengan bibir melipat ke luar, b) Dagu dan hidungnya menempel payudara: c) Dia telah memasukkan sebanyak Mungkin bagian areola ke mulutnya; d) Dia menyusu dengan teratur dan mendalam, sebentar-sebentar berhenti sesaat; e) Dia menelannya secara teratur;
  15. 15. f) Puting susu ibu terasa nyaman setelah beberapa kali susuan pertama. 2) Tanda-tanda menyusui yang tidak benar a) Kepala bayi tidak lurus dengan badannya; b) Dia menyusu hanya pada puting susu, tidak men yusu pada areola dengan puting susu masuk jauh ke bagian belakang mulutnya; c) Bayi menyusu dengan ringan, cepat dan gugup, tidak menyusu secara sungguh-sungguh dan teratur, d) Pipinya berkerut ke arah dalam atau terdengar suara "cikcik"; e) Ibu tidak mendengar bayi menelan secara teratur setelah produksi ASI meningkat. (Kathryn: 2005: 91) 4. Pengelompokkan ASI Menurut Hubertin (2004: 25) produksi ASI berbeda dalam kadar komposisi. Ini disebabkan oleh perbedaan kebutuhan bayi untuk berkembang dari hari ke hari. Dari berbagai unsur kebutuhan yang sangat berbeda. Di bawah ini akan diuraikan berba gai stadium ASI serta komposisinya. a. Air Susu Ibu (ASI) stadium I Air Susu Ibu (ASI) stadium I adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari ke-l sampai hari ke-4. Setelah persalinan komposisi
  16. 16. kolostrum ASI mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel -sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI. Hal ini menyebabkan bayi yang mendapat ASI pada minggu ke-1 fasesnya berwarna hitam Kandungan tertinggi dalam kolostrum adalah anti-body yang siap melindungi bayi ketika kondisi bayi masih sangat lemah. Kandungan protein dalam kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam susu matur. Jenis protein globulin membuat konsistensi kolostrum menjadi paket ataupun padat sehingga bayi lebih lama merasa kenyang meskipun hanya mendapat sedikit kolostrum. Kandungan hidrat arang dalarn kolostrum lebih rendah dibanding ASI matur. Ini disebabkan oleh aktivitas bayi pada tiga hari pertama masih sedikit dan tidak terlalu banyak memerlukan kalori. Total kalori dalam kolostrum hanya 58 kal/100 ml kolostrrum (dalam bentuk cairan, pada hari pertama bayi memerlukan 20-30 cc). Mineral terutama natrium, kalium dan klorida dalam kolostrum lebih tinggi dibanding susu matur. Vitamin yang larut dalam lemak lebih tinggi sedangkan vitamin yang larut di air lebih sedikit. Lemak kolostrum lebih banyak mengandung kolesterol dan lisotin sehingga bayi sejak dini sudah terlatih mengolah
  17. 17. kolesterol. Kolesterol ini di dalam tubuh bayi membangun enzim yang mencerna kolesterol. Karena adanya tipsin inhibitor, hidrolis protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna. Hal ini sangat menguntungkan karena dapat melindungi bayi. Bila ada protein asing yang masuk, akan terhambat sehingga tidak menimbulkan alergi. Kekebalan bayi bertambah dengan volume kolostrum yang meningkat, akibat isapan bayi baru lahir terus menerus. Hal ini mengharuskan bayi segera setelah lahir diberikan kepada ibunya untuk ditempelkan ke payudara. agar bayi dapat sesering mungkin menyusu. Hal kedua yang tidak kalah penting adalah adanya refleks let-down pada ibu untuk merangsang pengeluaran kolostrum menjadi lebih banyak. b. Air Susu Ibu (ASI) stadium II Air Susu Ibu (ASI) stadium II ada lah ASI peralihan. ASI ini diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-l0. Komposisi protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi, dan jumlah volume ASI semakin meningkat. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap aktivitas bayi yang mulai aktif karena bayi sudah beradaptasi terhadap lingkungan. Pada masa ini. pengeluaran ASI mulai stabil begitu juga kondisi fisik ibu. Keluhan nyeri pada payudara sudah berkurang. Oleh karena itu, yang perlu ditingkatkan adalah kandungan protein dan kalsium dalam makanan ibu.
  18. 18. c. Air Susu Ibu (ASI) stadium III ASI Stadium III adalah ASI matur. ASI yang disekresi pada hari ke-10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan. Setelah enam bulan, bayi rnulai dikenalkan dengan makanan lain selain ASI. Dimulai dengan makanan yang lunak. kemudian padat dan makanan yang biasa sesuai dengan umur bayi. Telur akan lebih aman bila diberi setelah satu tahun karena sistem pencernaan bayi telah siap mengatasi alergi yang dapat ditimbulkan oleh jenis, proteinnya. Masa kritis pemberian ASI adalah pada bulan kedua bagi ibu yang harus kembali bekerja. Biasanya ibu mulai melatih dengan memberi pengenalan susu buatan. Hal ini merupakan tindakan yang keliru karena dengan memberi pengenalan pada susu buatan berarti akan mulai terjadi penekan produksi ASI. Keadaan ini dapat dengan ibu tetap harus lebih sering memberikan ASI dan mengosongkan payudara dengan melakukan pengurutan tiap kali sehabis menyusui. Pengosongan payudara setiap kali menyusui akan terus merangsang hormon prolaktin yang membantu memproduksi ASI menjadi lebih banyak dan dapat menyimpan sisa ASI n dalam lemari ya pendingin. Dengan metode ini, bayi tidak pernah kekurangan ASI walaupun ibu pergi bekerja.
  19. 19. 5. Kebutuhan Nutrisi Selama Menyusui Masa laktasi tidak dapat dipisahkan dari masa kehamilan dan persalinan. Apabila kedua masa ini dilalui dengan sehat berarti masa laktasi tidak terlalu berat untuk memenuhinya. Pertumbuhan pada tiap tahap perkembangan akan saling mempengaruhi. Nutrisi yang adekuat sesuai dengan kebutuhan untuk perkembangan bayi yang harus dilakukan sejak awal kehamilan Berdasarkan kenyataan yang ada. kelompok ma syarakat dengan keadaan ekonomi yang kurang tepat menyusui dengan baik dan bayi dapat tumbuh dan berke mbang walau hanya mendapat ASI saja sampai bayi berumur enam bulan. Hal ini dapat terjadi disebabkan kebutuhan protein dalam ASI diambil dari tubuh ibu sendiri dari berbagai cadangan zat gizi untuk pemenuhan pembentukan AS I, terutama dengan lemak ibu. Dernikian juga kadar lemak dari diet ibu yang kurang pada masa laktasi tidak terlalu memberi pengaruh komposisi lemak pada ASI sehingga kornposisi lemak dalam ASI akan sama dengan komposisi lemak dalam depot ibu (cadangan lemak ibu di bawah kulit) akan diambil. Kurang karbohidrat, sedikit berpengaruh pada kadar laktosa ASI, hanya volume ASI akan berkurang bila ibu diet rendah kalori sehingga selama menyusui tidak dibenarkan menurunkan berat badan. Vitamin sangat dipengaruhi oleh diet ibu sehingga sangat perlu bagi ibu hamil atau menyusui untuk mengkonsumsi sayur dan buah setiap harinya. Kekurangan mineral pada diet ibu memberi dampak kecil terhadap mineral
  20. 20. ASI. Kebutuhan mineral akan diambil dari depot ibu yang juga akan berdampak bi la kekurangan dalam waktu yang lama. Jadi, asupan nutrisi pada ibu menyusui perlu diperhatikan dengan baik. Dan porsi makanan yang paling banyak dimakan oleh ibu menyusui adalah : a. Karbohidrat komplek, seperti nasi. roti dan sereal; b. Sayur-sayuran; c. Daging, tahu, tempe, ikan laut, atau ikan tawar; d. Buah segar, yogurt rendah lemak, kue kering asin sebagai snack; e. Susu Berlawanan dengan kepercayaan um um, tidak ada makanan atau komposisi tertentu dija min bisa meningkatkan volume ASI, tetapi kekurangan cairan bisa bepengaruh negatif terhadap produksi air susu dan menjadikan ibu merasa kelelahan. Pada orang dewasa sehat disarankan minum air antara enam hingga delapan gelas per hari. Ibu menyusui tidak dianjurkan memaksakan di ri minum air disaat tidak sedang merasa haus. Tetapi harus diingat pada saat ibu merasa haus, ibu mungkin akan sedikit mengalami dehidrasi. Jika air seni berwarna kuning tua atau ibu mengalami kesulitan buang air besar, mungkin ibu belum mendapatkan cukup cairan. (Kathryn: 2005; 172) Jadi kebutuhan nutrisi selama menyusui harus diberikan secara adekuat, kekurangan dalam waktu sesaat tidak terlalu mempengaruhi kualitas ASI karena masih dapat dipengaruhi oleh cadangan lemak
  21. 21. dari tubuh ibu, tetapi kekurangan dalam waktu yang lama dan cadangan tubuh ibu habis akan memberikan dampak kepada ibu maupun pertumbuhan dan perkembangan bayi. Upaya menurunkan berat badan pada masa laktasi akan merugikan ibu dan bayinya. (Hubertin: 2004; 9) 6. Cara menyusui yang baik dan benar a. Melekat dengan baik Dagu bayi menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah bayi membuka keluar, areola bagian atas ibu tampak lebih banyak. b. Posisi benar Seluruh badan bayi tersangga dengan baik, kepala dan tubuh bayi lurus, badan bayi menghadap ke dada ibunya dan badan bayi dekat ke ibunya. c. Menghisap dengan efektif Bayi menghisap dalam, teratur, diselingi istirahat, hanya terdengar suara menelan (NTBS DFA PHP ± II. 2005). 7. 10 Manfaat Menyusui Bagi Bayi dan Ibu a. Bayi mendapatkan nutrisi terbaik Air susu setiap spsies, makhluk hidup yang menyusui itu berbeda-beda sesuai dengan laju pertumbuhan dan kebiasaan menyusui anaknya. Jadi, ASI dirancang sedemikian rupa untuk bayi manusia. Melalui proses menyusui, bayi akan mendapatkan ASI
  22. 22. sebagai nutrisi terbaik yang dibutuhkan karena ASI memenuhi komposisi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Dibanding dengan susu formula, ASI mengandung kebutuhan nutrien yang lebih lengkap dengan kualitas, kuantitas, dan komposisi ideal untuk pertumbuhan dan kesehatan, kesehatan dan kecerdasan bayi. b. Meningkatkan daya tahan tubuh bayi Bayi di dalam rahim, secara alami mendapat zat kekebalan tubuh dari ibunya melalui tali plasenta, tetapi zat kekebalan ini akan cepat menurun setelah lahir. Sementara itu, kemampuan bayi untuk membuat pertahanan tubuhnya sendiri masih lemah. Kesenjangan ini bisa diatasi bila bayi mendapatkan ASI. ASI di hari-hari pertama mengandung colostrum yang hampir tidak ditemukan dalam susu formula. Colostrum adalah zat antibodi aktif yang sangat diperlukan untuk daya tahan tubuh. c. Meningkatkan kecerdasan anak Perkembangan kecerdasan berkaitan erat dengan pertumbuhan otak. Faktor utarna yang mempengaruhi pertumbuhan otak bayi dan anak adalah nutrisi atau gizi yang diterimanya. ASI yang didapat bayi selama proses menyusui akan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sehingga dapat menunjang perkembangan kognitifnya. Perkembangan otak paling pesat terjadi pada usia 0 - 2 atau 3 tahun, dimana volume otak akan mencapai 80%. Karenanya, pemberian ASI sangat dibutuhkan pada masa ini.
  23. 23. Walaupun otak telah mengalami perkembangan yang pesat pada masa ini, bukan berarti bahwa perkembangan otak berhenti sampai disitu saja. Volume otak akan terus berkembang hingga usia 12 tahun. d. Dasar perkembangan kepribadian anak Menyusui bayi akan memperkuat ikatan batin ibu-anak. Rasa aman dalam diri bayi akan tumbuh saat ia berada dalam dekapan ibunya. la menikmati sentuhan kulit yang lembut dan mendengar bunyi jantung sang ibu seperti yang telah dikenalnya selama dalam kehamilan. Kondisi tersebut merupakan dasar bagi perkembangan emosi yang hangat pada diri anak. Melalui proses menyusui, anak akan belajar berbagi dan memberikan kasih sayang pada orang -orang di sekitarnya. e. Mencegah perdarahan pasca persalinan dan mempercepat ke mbalinya rahim ke bentuk semula Saat bayi rnenghisap puting susu ibu, kelenjar pituitary akan terstimulasi untuk meningkatkan produksi hormon oksitosin guna merangsang kontraksi otot-otot di saluran ASI sehingga ASI terpancar keluar. Hormon oksitosin juga akan merangsang kontraksi otot polos rahim berikut pembuluh darahnya. Efek ini akan bekerja maksimal jika setelah persalinan, ibu langsung menyusui bayinya. Dengan begitu, penyempitan pembuluh darah yang terbuka saat persalinan bisa dipercepat. Hal ini jelas berdampak positif, karena perdarahan di rahim akibat persalinan akan cepat terhenti. Otot-otot rahim yang
  24. 24. mengkerut secara otomatis akan menyebabkan pembuluh darah yang terbuka menjadi terjepit sehingga perdarahan akan segera terhenti. f. Mencegah anemia defisiensi zat besi Bila perdarahan pasca persalinan tidak terjadi atau berhenti lebih cepat, maka risiko kekurangan darah yang menyebabkan anemia pada ibu akan berkurang. Berhentinya pendarahan setelah persalinan akan mengurangi terjadinya resiko kematian dan kekurangan darah yang menyebabkan anemia pada ibu. g. Mempercepat ibu kembali ke berat badan sebelum hamil Dengan menyusui, cadangan lemak dalarn tubuh ibu yang memang disiapkan sebagai sumber energi selarna kehamilan akan digunakan sebagai energi pembentuk ASI. Akibatnya, cadangan lemak tersebut akan menyusut, sehingga penurunan berat badan ibu pun akan terjadi lebih cepat. h. Menunda kesuburan Manfaat lain dari pemberian ASI secara eksklusif adalah sebagai alat kontrasepsi alamiah yang dapat mencegah kehamilan. Kemungkinan untuk mencegah kehamilan bisa mencapai 99%. Namun, ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu bayi belum diberi makanan lain, bayi belum berusia enam bulan, dan ibu belum mengalami menstruasi
  25. 25. i. Menimbulkan perasaan dibutuhkan Rasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan sesuatu dari dirinya demi kebaikan bayinya (menyusui bayinya) akan memperkuat hubungan batin antara ibu dan bayinya. j. Mengurangi kemungkinan kanker payudara dan ovarium Penelitian mernbuktikan bahwa ibu yang memberikan ASI secara eksklusif memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium 25% lebih kecil bila dibandingkan ibu yang tidak menyusui secara eksklusif. B. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh menusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Atau dengan pengertian lain bahwa pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip, dan prosedur yang secara probabilitas bayesian adalah benar atau berguna. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, la akan mendapatkan pengetahuan
  26. 26. tentang bentuk, rasa dan aroma masakan tersebut. (www.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 15 Januari 2011) Pengetahuan yang lebih menekan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulang kali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk pemimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi dengan sendirinya. (www.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 15 Januari 2011) Selain pengetahuan empiris, ada juga pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekan pengetahuan yang bersifat apriori, tidak menekan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2, bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melalui sebuah pemikiran logis atau akal budi. (www.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 15 Januari 2011)
  27. 27. Pengetahuan adalah k umpulan dari pengalaman -pengalaman dan pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bangunan yang teratur. (Hadi: 2001; 2) Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit adalah pengalaman seseorang tentang keadaan sehat dan sakitnya seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya. Rasa sakit akan menyebabkan seseorang bertindak pasif atau aktif dengan tahapan tahapannya. (www.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 15 Januari 2011) Pengetahuan di atas digunakan oleh individu sebagai dasar pembentukan perilaku, penelitian Rogers mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni: a. Awareness (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalam anti mengetahui stimulus (objek) terlebih dahulu; b. Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimulus; c. Evalution (menimbang-nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi; d. Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru; e. Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus. (Notoatmodjo: 2003)
  28. 28. Adapun demikian dari penelitian selanjutnya Rogers menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahaptahap di atas. 2. Macam-Macam Pengetahuan Pengetahuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pengetahuan atau tahu bahwa, pengetahuan atau bagaimana dan pengetahuan atau tahu tentang dapat ditambahkan satu lagi jenis pengetahuan yang serumpun dengan itu pengetahuan atau tahu mengapa. a. Tahu bahwa Pengetahuan tahu bahwa adalah pengetahuan tentang informasi tertentu tahu bahwa sesuatu terjadi, tahu bahwa itu atau itu memang demikian adanya, bahwa apa yang dikatakan memang benar. Jenis pengetahuan itu disebut juga pengetahuan teoritis, pengetahuan ilmiah, walaupun masih pada tingkatan yang tidak begitu mendalam. Pengetahuan ini berkaitan dengan keberhasilan dalam mengumpulkan informasi atau data tertentu. Seseorang yang mempunyai pengetahuan jenis ini berarti ia memang mempunyai informasi akurat melebihi orang lain. b. Tahu tentang/akan/mengenai Yang dimaksud dengan jenis pengetahuan ini adalah sesuatu yang sangat spesifik menyangkut pengetahuan akan sesuatu atau seseorang melalui pengalaman atau pengenalan pribadi secara langsung pada objeknya. Oleh karena itu, sering disebut sebagai
  29. 29. pengetahuan berdasarkan pengenalan, ciri -ciri pengetahuan model ini adalah sebagai berikut : 1) Mempunyai tingkat objektivitas yang cukup tinggi; 2) Subjek mampu membuat penilaian tertentu atas objeknya karena pengenalan dan pengalaman pribadi yang bersifat langsung dengan objek; 3) Bersifat singular yaitu hanya berkaitan dengan barang atau ojek khusus. c. Tahu mengapa Biasanya jenis pengetahuan berkaitan dengan "pengetahuan bahwa" hanya saja "tahu mengapa" jauh lebih mendalam dan serius, karena berkaitan dengan penjelasan. Penjelasan ini merupakan pengetahuan tertinggi dan mendalam sekaligus juga merupakan pengetahuan ilmiah. (Notoatmodjo: 2003; 21) 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Seseorang Menurut Notoatmodjo (2003: 18) faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi terbentuknya pengetahuan yaitu : a. Intelegensi Intelegensi merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu. Orang berpikir menggunakan inteleknya atau pikirannya. Cepat atau tidaknya dan terpecahkan tidaknya suatu masalah tergantung
  30. 30. kemampuan intelegensinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan pesan dalam komunikasi adalah taraf intelegensi seseorang. Secara common sence dapat dikatakan bahwa orangorang yang lebih intelegen akan lebih mudah menerima suatu pesan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang mempunyai taraf intelegensi tinggi akan mempunyai pengetahuan yang baik dan sebaliknya. b. Pendidikan Tugas dari pendidikan adalah memberikan atau rneningkatkan pengetahuan, menimbulkan sifat positif, serta memberikan atau meningkatkan kemampuan masyarakat atau individu tentang aspekaspek yang bersangkutan, sehingga dicapai suatu masyarakat yang berkembang. Pendidikan formal dan non-formal. Sistem pendidikan yang berjenjang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan melalui pola tertentu. (Notoatmodjo: 2003; 18). Jadi tingkat pengetahuan seseorang terhadap suatu objek sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. c. Pengalaman Menurut teori Determinan perilaku yang disampaikan WHO, menganalisa bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku tertentu salah satunya disebabkan karena a danya pemikiran dan perasaan dalam diri seseorang yang terbentuk dalam pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan-kepercayaan, dan penilaian-penilaian
  31. 31. seseorang terhadap objek tersebut, dimana seseorang mendapatkan pengetahuan baik dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. (Notoatmodjo: 2003; 143) d. Informasi Teori depedensi mengenai efek komunikasi massa, disebutkan bahwa media massa dianggap sebagai sistem informasi yang memiliki peranan penting dalam proses pemeliharaan, perubahan, dan konflik dalam tatanan masyarakat, kelompok atau individu dalam aktivitas sosial dimana media massa ini nantinya akan mempengaruhi fungsi kognitif, afektif, dan behavioral. Pada fungsi kognitif diantaranya adalah berfungsi untuk menciptakan atau menghilangkan ambiguitas, pembentukan sikap, perluasan sistem, keyakinan masyarakat dan penegasan atau penjelasan nilai-nilai tertentu. (Notoatmodjo: 2003; 102) Media dibagi menjadi tiga yaitu media cetak yang meliputi boolet, leaflet, rubrik yang terdapat pada surat kabar atau majalah dan poster. Kemudian media elektronik yang meliputi televisi, video, slide, dan film serta papan (billboard). (Notoatmodjo: 2003; 99) e. Kepercayaan Komponen kognitif berisi kepercayaan seseorang, mengenai apa yang berlaku bagi objek sikap, sekali kepercayaan itu telah terbentuk, maka ia akan menjadi dasar pengetahuan seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari objek tertentu. (Saifudin: 2002; 130) .
  32. 32. f. Umur Umur dapat mempengaruhi seseorang, semakin cukup umur tingkat kemampuan; kematangan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan menerima informasi. g. Sosial budaya Sosial termasuk di dalamnya pandangan agama, kelompok etnis dapat mempengaruhi proses pengetahuan khususnya dalam penerapan nilai-nilai keagamaan untuk memperkuat super egonya. h. Status sosial ekonomi Status sosial ekonomi berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Individu yang berasal dan keluarga yang bestatus sosial ekonominya baik dimungkinkan lebih memiliki sikap positif memandang diri dan masa depannya dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah. C. KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 1. Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang akan diamati atau diukur melalui penelititan yang akan dilakukan (Notoatmodjo. 2005). Berdasarkan tinjauan pustaka di atas tentang ASI eksklusif, maka peneliti membuat kerangka konsep sebagai berikut.
  33. 33. Kerangka konsep Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang Pengetahuan ibu antara lain : tentang : 1. Umur Umur 2. Pendidikan 1. Pengertian ASI eksklusif 3. Pengalaman 2. Manfaat ASI Factor eksternal antara eksklusif 3. Cara pemberian ASI lain : eksklusif 1. Lingkungan 2. Social ekonomi Diteliti Tidak diteliti Baik Cukup Kurang
  34. 34. 2. Definisi Operasional Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel diamati atau diteliti perlu sekali, variabel-variabel tersebut diberi batasan atau definisi operasianal. Defnisi operasional juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamanan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta mengembangkan instrumen (alat ukur) (Notoatmodjo, 2006). Adapun definisi operasional dalam penelitian ini sebagai berikut : Tabel 2.1 Definisi Operasional Sub Definisi Variabel Variabel Operasional Skala Ordinal Alat Ukur Kuisioner Kategori Pengetahuan Segala Baik ibu tentang sesuatu yang 76 % - 100 % ASI diketahui Cukup Eksklusif oleh seorang 56 % - 75 % ibu Kurang mengenai < 55 % ASI Eksklusif Manfaat Menambah Ordinal Koisioner Baik ASI kekebalan 76 % - 100 % Eksklusif pada bayi Cukup dan tidak 56 % - 75 % perlu biaya Kurang < 55 %
  35. 35. Cara Saat Ordinal Kuisioner Baik pemberian menyusui 76 % - 100 % ASI putting Cukup Eksklusif harus masuk 56 % - 75 % ke mulut Kurang bayi < 55 % Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan peneliti tentang suatu konsep pengertian tertentu (Noto Atmodjo, 2005:70). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengetahuan Ibu tentang ASI eksklusif.
  36. 36. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) (Arikunto; 2006: 10). Adapun peristiwa yang digambarkan pada penelitian ini adalah gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian AS I Eksklusif di Desa Kertamukti Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur Tahun 2011. B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto; 2006: 130). Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh ibu menyusui di Desa Kertamukti Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur yang berjumlah 206 orang (F/II/Gizi/PKM NLD: 2010). 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto; 2006: 131). Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah : a. Bersedia menjadi responden; b. lbu yang memberikan ASI eksktusif;
  37. 37. c. Bisa baca dan tulis dalam bahasa indonesia. 3. Cara pengambilan sampel Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random Sampling. Pemilihan sampel dengan cara ini merupakan propabilitas yang paling sederhana. Untuk mencapai sampling ini setiap elemen di seleksi secara acak (Notoatmodjo; 2005: 85). C. Besarnya Sampel dan Cara Pengambilan Sampel 1. Besar sample Sampel dalam penelitian ini diamhil dengan rumus proporsi menurut Arikunto yaitu "bilamana populasi homogaen sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. selanjutnya jika subyeknya lebih dari 100 maka jumlah dapat diambil antara 10-15 atau 20-25%". (Arikunto; 2006: 134). Jadi besar sample yang di ambil adalah 10 % dari populasi 206 bayi yaitu 21 bayi. Dan untuk antisipasi terjadinya mising data/kesalahan data maka sample ditambah 10 % menjadi 28 dari jumlah bayi menurut mardalis 2000. 2. Cara pengambilan sample Cara pengambilan sample pada penelitian ini adalah dengan teknik Stratified random sampling, di mana setiap unit atau anggota mempunyai karaktistik bersipat heterogen. Hal ini di fokukan dengan
  38. 38. cara mengidentifikasi dan besarnya populasi. Cara pengambilan sampel menggunakan random sampling yaitu pengambilan sampel sebagian responden dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. (Notoatmodjo; 2005: 85). Kriteria inklusi penelitian ini adalah: 1. Ibu yang memberikan ASI eksklusif; 2. Ibu yang bersedia menjadi responden; 3. Ibu yang bisa membaca dan menulis. D. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Kertamukti Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur pada tanggal ««««««««.. 2011. E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik wawancara (interview), yaitu suatu medote yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari responden yang menjadi objek penelitian atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut (faca to face). Jadi data tersebut dapat diperoleh langsung dari responden melalui suatu pertemuan atau percakapan.
  39. 39. 2. Instrumen Penelitian Alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh penelitian dalam kegiatanya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen koesioner yaitu sebagai daftar pertanyaan yang sudah tersusun baik, sudah matang, dimana responden tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda ceklist ( ¥ ) terhadap alternatif jawaban yang dipilih benar atau salah. F. Teknik Analisis Data Tahapan proses analisa dalam penelitian ini adalah: 1. Editing Data Memeriksa kembali semua data yang telah dikumpulkan melalui pembagian koisioner dengan tujuan mencetak kembali apakah hasilnya sudah sesuai dengan rencana atau tujuan yang hendak dicapai. Hal ini untuk memastikan apakah data telah terisi semua dan dapat dibaca serta relevan. 2. Coding data Merupakan kegiatan pengubahan data lebih ringkas dengan menggunakan kode yang dirumuskan untuk mempermudah dalam melakukan tabulasi dan anilisis data. Jawaban yang benar diberi nilai 1 dan jawaban yang salah diberi nilai 0.
  40. 40. 3. Tabulating Tabulating adalah kegiatan untuk meringkas data yang masuk (data mentah) ke dalam tabel-tabel yang telah dipisahkan. Proses ini meliputi: 1) Mempersiapkan tabel dengan kolom dan barisnya yang cermat sesuai kebutuhan; 2) Menghitung banyak frekuensi untuk setiap kategori jawaban. Dan hasil angket yang telah diisi ditabulasi dan diberi skor yaitu: a) Yang menjawab sesuai dengan kunci jawaban diberi skor l; b) Yang tidak menjawab sesuai dengan kunci jawaban diberi skor 0. Berdasarkan skor tabulasi kemudian diprosentasikan dengan menggunakan rumus: P= ௫ ௬ 100% Keterangan : P : Prosentase X : Skor yang didapat Y : Skor yang diharapkan Setelah diprosentasikan, hasil penelitian akan menggunakan tingkat pengetahuan yaitu : Baik : 75%- 1 00 % Cukup : 55 % - 7 4 % Kurang baik : < 55% (Arikunto; 2006).
  41. 41. Rumus untuk menentukan kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian dengan menggunakan kuisioner pada responden yaitu Jumlah. jawaban yang benar X 100 % Jumlah Seluruh soal G. Etika Penelitian Sebelum responden diberikan kuesioner yang harus diisi, maka peneliti harus memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian dengan membuat informed concent. Adapun hak-hak responden yang harus dilindungi menurut American Nurse Association (ANA) antara lain: 1. Kerelaan diri untuk menjadi responden; 2. Kebebasan sendiri tidak ada unsur paksaan; 3. Tanpa identitas dan dijaga kerahasiaannya; 4. Perlakuan yang wajar; 5. Terlindung dari ketidaknyamanan dan hal-hal yang membahayakan.

×