Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Makalah imunisasi dpt

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Tugas : Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Apras 
Dosen : Wa Opi Faana, SST 
IMUNISASI DPT 
OLEH : KELOMPOK IV 
1...
KATA PENGANTAR 
Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
Dengan memanjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Ridho 
dan...
DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI 
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang.................................................
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 15 Ad

More Related Content

Slideshows for you (20)

Viewers also liked (16)

Advertisement

More from Septian Muna Barakati (20)

Advertisement

Recently uploaded (20)

Makalah imunisasi dpt

  1. 1. Tugas : Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Apras Dosen : Wa Opi Faana, SST IMUNISASI DPT OLEH : KELOMPOK IV 1. ILAWATI 2. ISRAN ESRA 3. ISNAWATI 4. MUDMAINNA AKSAN 5. IRMAYANI AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA KABUPATEN MUNA
  2. 2. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Ridho dan Rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ASUHAN KEBIDANAN NEONANATUS, BAYI, BALITA DAN APRAS yang berjudul “IMUNISASI DPT” Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari beberapa pihak, serta beberapa sumber referensi sebagai pedoman pembuatan makalah ini, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaanya makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan bantuan ini sebagai ibadah dan pelajaran untuk kami. Amin yaa robbal ‘alamiin. Semoga makalah ini bermanfaat. Raha, 23 September 2014 Penulis KELOMPOK IV
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang........................................................................................... B. Rumusan masalah...................................................................................... C. Tujuan Penulisan........................................................................................ BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Imunisasi.................................................................................. B. Imunisasi Aktif Dan Pasif.......................................................................... C. Manfaat Imunisasi...................................................................................... D. Cara Pemberian Imunisasi.......................................................................... E. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)......................... BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian DPT.................................................................................. B. Tujuan Dari Imunisasi DPT............................................................... C. Waktu Pemberian Imunisasi DPT...................................................... D. Cara Pemberian Imunisasi DPT......................................................... E. Alat Dan Bahan Imunisasi DPT......................................................... F. Prosedur Kerja Imunisasi DPT........................................................... G. Efek Samping Imunisasi DPT............................................................ H. Kontraindikasi Imunisasi DPT........................................................... BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan................................................................................................. B. Saran........................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program imunisasi merupakan cara yang penting untuk melindungi anak. Tapi ini bukan jalan satu –satunya. Imunisasi harus di berikan dengan bijaksana (Biddulph, 398:1999)Penyakit yang Dapat di Cegah dengan Imunisasi(PD3I) seperti TBC, Dipteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio, Hepatitis b, merupakan salah satu penyebab kematian anak di negara – negara berkembang termasuk indonesia. Diperkirakan 1,7 juta kematian anak,5% pada balita di Indonesiaadalah PD3I (Profil Kesehatan, DepkesSumbar 2005).Agar target nasional dan global untuk mencapai eradikasi, eliminasi, harus di pertahankan tinggi dan merata sampai mencapai tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi. Kegagalan untuk menjaga tingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I. Program nasional imunisasi anak ini menargetkan peningkatan cakupan imunisasi di Indonesia menjadi 80,5% yang di ukur melalui peningkatan imunisasi Dpt dan Campak pada bayi dan anak. Tujuan penyelengaraan peningkatan angka cakupan imunisasi membangun komitmen yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan terhadap program peningkatan cakupan imunisasi. Lebih memasyarakatkan program peningkatan cakupan imunisasi sebagai salah satu program peningkatan kesehatan masyarakat lebih meluas dalam rangka pencapaian visi masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, dimana salah satu target nya untuk menurun kan angka kematian bayi (ProfilKesehatan, DepkesSumbar 2005). Dalam kegitan imunisasi yang dipakai sebagai indikator imunisasi lengkap adalah imunisasi campak berdasarkan laporan yang diterima cakupan imunisasi campak rata – rata telah melebihi target yang ditetapkan. Sehingga target Universal Child Imunization (UCI) pada tingkat kabupaten dan kota masih dapat dipertahankan. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah inii adalah : 1. Apa pengertian dari imunisasi DPT ? 2. Apa tujuan dari pemberian imunisasi DPT ? 3. Kapan waktu pemberian imunisasi DPT ?
  5. 5. 4. Bagaimana cara pemberiann imunisasi DPT ? 5. Apa alat dan bahan dari imunisasi DPT ? 6. Bagaimana prosedur pemberian imunisasi DPT ? 7. Apa efek samping dari pemberian imunisasi DPT ? 8. Apa kontraindikasi dari pemberian imunisasi DPT ? C. Tujuan Penulisan Untuk menjelaskan tentang : 1. Pengertian DPT 2. Tujuan dari imunisasi DPT 3. Waktu Pemberian imunisasi DPT 4. Cara Pemberian imunisasi DPT 5. Alat dan Bahan imunisasi DPT 6. Prosedur kerja imunisasi DPT 7. Efek samping imunisasi DPT 8. Kontraindikasi imunisasi DPT
  6. 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Imunisasi Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. Vaksin ialah suatu bahan yang terbuat dari kuman atau racunnya yang telah dilemahkan atau dimatikan. Pemberian vaksin akan merangsang tubuh anak untuk membuat antibody. B. Imunisasi Aktif dan Imunisasi Pasif Ada 2 jenis imunisasi, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Berikut ini akan diuraikan arti dan perbedaan kedua jenis imunisasi tersebut. Berbagai jenis vaksin yang dikemukakan di atas bila diberikan pada anak anda merupakan contoh pemberian imunisasi aktif. Dalam hal ini tubuh anak akan membuat sendiri zat anti setelah suatu rangsangan antigen dari luar tubuh, misalnya rangsangan virus yang telah dilemahkan pada imunisasi polio atau imunisasi campak. Setelah rangsangan ini kadar anti dalam tubuh anak akan meningkat, sehingga anak menjadi imun atau kebal. Jelaslah bahwa pada imunisasi aktif, tubuh anak sendiri secara aktif akan menghasilkan zat anti setelah adanya rangsangan vaksin dari luar tubuh. Berlainan halnya dengan imunisasi pasif. Dalam hal ini imunisasi dilakukan dengan penyuntikan sejumlah zat anti, sehingga kadarnya dalam darah akan meningkat. Zat anti yang disuntikkan tadi biasanya telah dipersiapkan pembuatannya di luar tubuh anak, misalnya zat anti yang terdapat dalam serum kuda yang telah dimurnikan. Jadi pada imunisasi pasif, kadar zat anti yang meningkat dalam tubuh anak itu bukan sebagai hasil produksi tubuh anak sendiri, tetapi secara pasif diperoleh karena suntikan atau pemberian dari luar tubuh. Contoh imunisasi pasif ialah pemberian ATS (Anti Tetanus Serum) pada anak yang mendapat luka
  7. 7. kecelakaan. Serum anti tetanus ini diperoleh dari darah kuda yang mengandung banyak zat anti tetanus. Contoh imunisasi pasif lain terjadi pada bayi baru lahir. Bayi itu menerima berbagai jenis zat anti dari ibunya melalui darah uri (plasenta), misalnya zat anti terhadap penyakit campak ketika bayi masih dalam kandungan ibu. Perbedaan yang penting antara jenis imunisasi aktif dan imunisasi pasif ialah: 1. Untuk memperoleh kekebalan yang cukup, jumlah zat anti dalam tubuh harus meningkat; pada imunisasi aktif diperlukan waktu yang agak lebih lama untuk membuat zat anti itu dibandingkan dengan imunisasi pasif. 2. Kekebalan yang terdapat pada imunisasi aktif bertahan lama (bertahun-tahun), sedangkan pada imunisasi pasif hanya berlangsung untuk 1 – 2 bulan. 3. Imunisasi aktif: tubuh anak sendiri membuat zat anti yang akan bertahan selama bertahun-tahun. 4. Imunisasi pasif: tubuh anak tidak membuat sendiri zat anti. Si anak mendapatnya dari luar tubuh dengan cara penyuntikan bahan/serum yang telah mengandung zat anti. 5. Kekebalan yang diperoleh dengan imunisasi pasif tidak berlangsung lama. Kadang-kadang imunisasi aktif dan pasif diberikan dalam waktu yang bersamaan, misalnya pada penyakit tetanus. Bila seorang anak terluka dan diduga akan terinfeksi kuman tetanus, maka ia memerlukan pertolongan sementara yang harus cepat dilakukan. Saat itu belum pernah mendapat imunisasi tetanus, karena itu ia diberi imunisasi pasif dengan penyuntikan serum anti tetanus. Untuk memperoleh kekebalan yang langgeng, saat itu juga sebaiknya mulai diberikan imunisasi aktif berupa penyuntikan toksoid tetanus. Kekebalan pasif yang diperoleh dengan penyuntikan serum anti tetanus hanya berlangsung selama 1 – 2 bulan. C. Manfaat Imunisasi 1. Manfaat untuk anak Mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian. 2. Manfaat untuk keluarga Menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan bila anak sakit. Mendorong keluarga kecil apabila si orang tua yakin bahwa anak-anak akan menjalani masa anak-anak dengan aman.
  8. 8. 3. Manfaat untuk Negara Memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal sehat untuk melanjutkan pembangunan negara dan memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara segenap bangsa di dunia. D. Cara pemberian imunisasi Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang. E. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) 1. Difteri Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheria.Penyebarannya adalah melalui kontak fisik dan pernafasan 2. Pertusis Disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari adalah penyakit pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis. Penyebarab pertusis adalah melalui percikan ludah yang keluar dari batuk atau bersin. Komplikasi pertusis adalah pneumonia yang dapat menyebabkan kematian. 3. Tetanus Adalah penyakit yang disebabkan oleh clostridium tetani yang menghasilkan neurotoksin.penyakit ini tidak menyebar dari orang keorang tetapi melalui kotoran yang masuk kedalam luka yang dalam. 4. Tuberculos. Adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosa. Penyakit ini menyebar melalui pernafasan lewat bersin atau batuk. Tuberculosis dapat menyebabkan kelemahan dan kematian. 5. Campa Adalah penyakit yang disebabkan virus myxovirus viridae measles. Disebarkan melalui udara (percikan ludah) sewaktu bersin atau batuk
  9. 9. dari penderita. Komplikasi campak adalah diare hebat, peradangan pada telinga pneumonia. 6. Poliomyelitis Adalah penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang berhubungan yaitu virus polio tipe 1, 2, atau 3. Penyebaran penyakit adalah melalui kotoran manusia yang terkontaminasi. 7. Hepatitis Hepatitis B (penyakit kuning) adalah yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang merusak hati. Penularan penyakit adalah secara horizontal yaitu dari darah dan produknya melalui suntikan yang tidak aman melalui tranfusi darah dan melalui hubungan seksual. Sedangkan penularan secara vertical yaitu dari ibu ke bayi selama proses persalinan.
  10. 10. BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian imunisasi DPT Imunisasi DPT suatu kombinasi vaksin penangkal difteri, pertusis,dan tetanus.Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Difteri disebabkan oleh C. diphteriae, se r ing t imbul di nega ra dengankeadaan kesehatan lingkungan tidak baik; jarang timbul di negara-negara industri. Da lam t a hun1 9 8 9 d i la p o r k a n4 6 . 8 0 0 k a s us d i 1 6 0 ne ga r a , k i r a - k i r a 1 0%diantaranya meninggal dunia. Penderita dapat menulari orang lain melalui kontak perorangan setelah sakit selama 4 minggu atau lebih. Gejala meliputi demam, tak enak badan dan sakit tenggorokan. Basil difteri di tenggorokan mengeluarkantoks in yang dapa t be rakiba t fa ta l bagi jantung dan susunan sa ra f. Imunis a s i lengkap DPT pada bayi di dunia, mencapai ± 47%. Pertusis (batuk rejan) adalah infeksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak. Pe r tus is disebabkan oleh B. pertussis. Dipe rkirakan ka sus pe r tus is sejumlah 51 juta dengan kematian lebih dari 600;000 orang; namun hanya 1,1 juta penderita dilaporkan dari 163 negara dalam tahun 1983. Hampir 80% anak-anak yang tidak diimunisasi menderita sakit pertusis sebelum umur 5 tahun. Kematianka rena pe r tus is , 50% te r jadi pada bayi (umur < 1 tahun) . Pe r tus is ditula rkan melalui kontak dari orang ke orang, dan penderita dapat menularkan penyakitsejak timbulnya gejala awal. Masa inkubasi penyakit 6 – 12 hari. Gejala awal pe r tus is menye rupa i influensa , yakni pilek, be r s in - be r s in, ba tuk dan demam (stadiumcatarrhalis) kemudian diikuti stadium spasmodic dan konvalesen.
  11. 11. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang. Tetanus neonatorum disebabkan oleh pemotongan tali pusat dengan alat yang t idak s te r il, a tau menutupinya dengan bahan- bahan sepe r t i abu, lumpur sehingga terinfeksi dengan bakteri tetanus. Kasus tetanus di dunia diperkirakan 30 mengenai 800.000 bayi yang baru lahir setiap tahun. Pada tahun 1983 dilaporkan10.000 tetanus neonatorum dari 74 negara. Hampir 100% bayi yang menderitatetanus neonatorum, meninggal dunia. Penyakit tetanus ditandai dengan kejang-kejang yang berkembang ke seluruh tubuh. Saat ini hanya ± 14% ibu hamil didunia ini yang mendapatkan imunisasi TT dua dosis. Bayi yang dilahirkan olehibu yang telah mendapatkan vaksinasi tetanus toxoid (IT) pada waktu hamil, akanmendapatkan kekebalan selama 12 minggu dari sejak ia dilahirkan. B. Tujuan imunisasi DPT 1. Mencegah penyakit difter Difteri adalah penyakit yang bermula dari infeksi pada hal ini terkadang nyaris tanpa disertai radang tenggorokan yang menyebabkan saluran pernapasan tersumbat, kerusakan jantung dan kematian. Serta bisa menyebabkan infeksi paru-paru dan kerusakan otak . 2. Mencegah terjadinya pertussis Penyakit batuk biasanya banyak terjadi pada anak balita. Penyebab penyakit ini adalah kuman Haemophylus pertusis. Kuman ini biasanya berada di saluran pernafasan. Bila anak-anak dalam keadaan daya tahan tubuhnya melemah, maka kuman tersebut mudah sekali menyerang dan menimbulkan penyakit. Penularannya melalui cairan yang keluar dari hidung yang tersembur keluar waktu batuk atau bersin. Perawatan dan pencegahan penyakit ini tidak terlalu sulit. Bila anak tidak begitu menderita dan cuaca cukup baik, boleh ia dibawa keluar agar dapat menghirup udara segar dan bersih. Makanan sebaiknya diberikan yang ringan-ringan dan cukup bergizi. Pencegahan penyakit ini dengan imunisasi DPT . 3. Mencegah Tetanus Tetanus adalah manifestasi sistemik tetanus disebabkan oleh absorbsi eksotoksin sangat kuat yang dilepaskan oleh clostridiumtetani pada masa pertumbuhan aktif dalam tubuh manusia. Penyebab penyakit
  12. 12. ini adalahclostridiumtetani yang hidup anaerob, berbentuk spora selama di luar tubuh manusia, tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik.Toksin ini dapat menghancurkan sel darah merah, merusak leukosit dan merupakantetanosporasmin yaitu toksinyang neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. C. Waktu Pemberian imunisasi DPT Booster pertama biasanya diberikan pada umur sekitar 2 sampai 11 bulan dan yang selanjutnya diberikan pada usia sekitar 4-5 tahun (Alimul, 2003 :72). Imunisasi dasar vaksin DPT diberikan setelah berusia 2 bulan sebanyak 3 kali (DPT I, II dan III) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi DPT III, kemudian saat masuk sekolah (5 – 6 tahun) dan saat meninggalkan sekolah dasar (12 tahun). Menurut program dilanjutkan dengan TT dikelas 2 dan 3 SD. D. Cara Pemberian imunisasi DPT Imunisasi DPT diberikan dengan cara injeksi intra muskuler (IM) pada paha sebanyak 0,5 ml. Pemberian dilakukan 3 kali dengan interval 4 minggu. E. Alat dan Bahan imunisasi DPT 1. Spuit disposibel 2,5 cc dan jarumnya 2. Vaksin DPT dan pelarutnya dalam termos es 3. Kapas alcohol 4. Sarung tangan F. Prosedur kerja imunisasi DPT 1. Cuci tangan 2. Gunakan sarung tangan 3. Jelaskan kepada orang tua prosedur yang akan dilakukan 4. Ambil vaksin DPT dengan spuit sesuai dengan program /anjuran, yaitu 0,5 ml 5. Atur posisi bayi (bayi dipangku ibunya, tangan kiri ibu merangkul bayi, meyangga kepala bahu, dan memegang sisi luar tangan kiri bayi. Tangan kanan bayi melingkar ke belakang tubuh ibu dan tangan kanan ibu memegang kaki bayi dengan kuat).
  13. 13. 6. Lakukan desinfeksi 1/3 area tengah paha bagian luar yang akan diinjeksi dengan kapas alcohol 7. Regangkan daerah yang akan diinjeksi 8. Lakukan injeksi dengan memasukkan jarum ke intramuskular di daerah femur 9. Lepaskan sarung tangan 10. Cuci tangan 11. Catat reaksi yang terjadi G. Efek samping imunisasi DPT 1. Panas Kebanyakan anak akan menderita panas pada sore hari setelah mendapat imunisasi DPT, tapi panas ini akan sembuh dalam 1 – 2 hari. Anjurkan agar jangan dibungkus dengan baju tebal dan dimandikan dengan cara melap dengan air yang dicelupkan ke air hangat. 2. Rasa sakit di daerah suntikan Sebagian anak merasa nyeri, sakit, kemerahan, bengkak. 3. Peradangan Bila pembengkakan terjadi seminggu atau lebih, maka hal ini mungkin disebabkan peradangan, mungkin disebabkan oleh jarum suntik yang tidak steril karena:  Telah tersentuh,  Sebelum dipakai menyuntik jarum diletakkan diatas tempat yang tidak steril,  Sterilisasi kurang lama,  Pencemaran oleh kuman. H. Kontraindikasi imunisasi DPT Imunisasi DPT tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah, pernah menderita kejang atau pada penyakit gangguan kekebalan (defisiensi imunologik). Sakit batuk, pilek, demam atau diare yang sifatnya ringan, bukan merupakan kontraindikasi yang mutlak. Dokter akan mempertimbangkan pemberian imunisasi, seandainya anak anda sedang menderita sakit ringan.
  14. 14. BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Imunisasi DPT suatu kombinasi vaksin penangkal difteri, pertusis,dan tetanus.Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Imunisasi dasar vaksin DPT diberikan setelah berusia 2 bulan sebanyak 3 kali (DPT I, II dan III) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT diberikan dengan cara injeksi intra muskuler (IM) pada paha sebanyak 0,5 ml. Pemberian dilakukan 3 kali dengan interval 4 minggu. Efek samping imunisasi DPT yaitu panas, rasa sakit di daerah suntikan, dan peradangan. B. SARAN Agar orang tua khususx para ibu ikut berperan serta dalam memberikan imunisasi kepada anaknya dengan cara membawa anaknya mengikuti setiap imunisasi yang diadakan diposyadu dan menjelaskan penting nya imunisasi dilakukan dengan tujuan memberikan kekebalan dan mencegah suatu penyakit tertentu mulai dari imunisasi Hepatitis, BCG, DPT, Polio dan Campak.
  15. 15. DAFTAR PUSTAKA Hidayat, aziz Alimul A. 2008. Buku Saku Praktikum Anak. Jakarta : EGChttp://www.artikelkedokteran.com/540/pengertian-dasar- imunisasi.html. Diakses pada tanggal 21 Maret 2012 http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/2dpt.pdf. Diakses pada tanggal 21 Maret 2012 http://www.bayisehat.com/immunization-mainmenu-36/357- imunisasi-pada-anak- i.html. Diakses pada tanggal 21 Maret 2012 http://www.smallcrab.com/anak-anak/713-efek-samping- imunisasi. Diakses pada tanggal 21 Maret 2012

×