Presentasi K3 Proyek.

93,625 views

Published on

Presentasi K3 Proyek.

Published in: Education, Business, Real Estate
12 Comments
37 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
93,625
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
24,733
Actions
Shares
0
Downloads
4,326
Comments
12
Likes
37
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi K3 Proyek.

  1. 1. PENERAPAN SMK3 PROYEK ( Disampaikan pada Acara SOSIALISASI K3 WILAYAH NAD) Banda Aceh : 06 Mei s/d 07 Juni 2008 OLEH Ir. Moch. Afianto Faisol ( Team Leader Paket BANDARA SIM ACEH)
  2. 2. PENGERTIAN <ul><li>K3 = Keselamatan & Kesehatan Kerja </li></ul><ul><li>UU, Keppres, Permenaker,Peraturan </li></ul><ul><li>Spesialisasi (Teknik Sipil, Medis, Hukum, Sosial, Manajemen) </li></ul><ul><li>Standar OHSAS 18001 : 1999 , 2007 </li></ul>
  3. 3. DASAR HUKUM K3 <ul><li>(UU NO.1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja) </li></ul>Pasal 13 : “ Barangsiapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan” (UU No.13 Tahun 2003, tentang Ketenaga-kerjaan ) Pasal 87 : “ Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
  4. 4. <ul><li>Sesuai dgn UU No I Thn 1970 ttg Keselamatan Kerja, UU No 3 Thn 1992 ttg </li></ul><ul><li>Jamsostek & UU No 13 Thn 2003 ttg Ketenaga-kerjaan yg dikaitkan dgn </li></ul><ul><li>potensi bahaya tempat kerja dlm wilayah NAD & di lingkungan Bapel BRR </li></ul><ul><li>NAD-Nias, maka Pemprov NAD dan Bapel BRR NAD-Nias, menyatakan </li></ul><ul><li>komitmen dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) sebagai </li></ul><ul><li>berikut : </li></ul><ul><li>K3 adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dari semua jenis kegiatan </li></ul><ul><li>kerja, sehingga Pemprov NAd & Bapel BRR NAD-Nias, akan selalu memberi perhatian dan dukungan untuk terciptanya Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam wilayah NAD dan lingkungan BRR NAD-Nias </li></ul><ul><li>2. Tanggung jawab untuk terwujudnya K3 terletak pada semua pemberi kerja dan pegawai dari semua jenjang kepangkatan, oleh karenanya : </li></ul><ul><ul><li>a. Setiap pemberi kerja / pegawai harus mengamankan semua pekerjaan yang dilaksanakan sehingga aman bagi pegawai, orang lain dan lingkungannya. </li></ul></ul><ul><ul><li>b. Penegakan aturan / syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian dari pembinaan bawahan oleh pimpinan unit kerja masing-masing. </li></ul></ul>POKOK2 KEBIJAKAN PEMPROV NAD & BRR DALAM BIDANG K3
  5. 5. POKOK2 KEBIJAKAN PEMPROV NAD & BRR DALAM BIDANG K3 <ul><ul><ul><li>3. Semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan suatu pekerjaan wajib mematuhi ketentuan-ketentuan dibidang K3. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>4. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam dan Badan Pelaksana BRR NAD-Nias sangat mengharapkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat Aceh dalam mengimplementasikan pelaksanaan K3, guna terciptanya ketenangan kerja dan ketenangan berusaha. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Banda Aceh ; 18 Maret 2008 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>GUBERNUR NAD KABAPEL BRR NAD-NIAS </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li> IRWANDI YUSUF KUNTORO MANGKUSUBR OTO </li></ul></ul></ul>
  6. 6. Edaran Kabapel BRR ttg K3 No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008 <ul><li>Proyek yg berkualitas = proyek yg memenuhi : Sesuai kontrak, tepat waktu & biaya, nihil kecelakaan & PAK dan prosesnya sesuai aturan & ketentuan yang berlaku. </li></ul><ul><li>Penerapan K3 semua kegiatan yg rentan bahaya, mengancam keselamatan, menimbulkan PAK & rugikan asset . Penerapan diberlakukan pada pegawai Bapel, Satker maupun Kontraktor yang menjadi rekanan BRR NAD-Nias. Pengawasan bersifat melekat setiap jabatan. </li></ul><ul><li>3. Seluruh Deputi Sektoral harus mendukung & K3 jadi issue penting, dibahas setiap pertemuan / pengawasan dilapangan serta unsur penilaian kinerja kontraktor dan konsultan supervisi . </li></ul>
  7. 7. Edaran Kabapel BRR ttg K3 No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008 <ul><li>Seluruh Ka.Regional & Ka. Distrik ditugaskan memantau penerapan K3 dilingkungannya, berikan teguran kepada Ka.Satker/PPK bila tidak melaksanakan & jadikan K3 salah satu agenda setiap rapat/ pengawasan </li></ul><ul><li>Pihak Satker/PPK, tidak cukup cantumkan K3 & Jamsostek saja dalam kontrak kerja tetapi harus diawasi tiap hari dilapangan, berikan teguran bila melanggar & K3 indikator kinerja pihak tsb. </li></ul><ul><li>Deputi Operasi ditugaskan untuk Audit K3, buat evaluasi sisdur, lakukan sosialisasi/pelatihan, buat laporan, berikan reward </li></ul><ul><li>7. Semua pegawai BRR termasuk pegawai Satker/PPK, harus dilindungi Jamsostek ( JKK, JK dan JPK) </li></ul>
  8. 8. Edaran Kabapel BRR ttg K3 No : 0241/SE.00/I/2008, Tgl 24 Jan 2008 <ul><li>Semua pegawai BRR NAD-Nias dan pegawai Satker/PPK melakukan Monev & Audit proyek harus pakai Helm dan Sepatu Boot </li></ul><ul><li>Anggaran untuk pelaksanaan kebijakan ini dialokasikan dari DIPA masing-masing Satuan Kerja. </li></ul><ul><li>Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias </li></ul><ul><li>Kuntoro Mangkusubroto </li></ul>
  9. 9. TUJUAN PELAKSANAAN PROYEK <ul><li>Biaya = Efisien </li></ul><ul><li>Pekerjaan = Berm utu </li></ul><ul><li>Waktu = Sesuai Jadwal </li></ul><ul><li>SDM, Sarana & Lingkungan = Sehat & selamat </li></ul>
  10. 10. ARAH KEBIJAKAN PEMBINAAN K3 Di Tempat Kerja Safe Production Peningkatan produktifitas <ul><li>Aman </li></ul><ul><li>Sehat </li></ul><ul><li>Ramah lingkungan </li></ul><ul><li>Nihil Kecelakaan </li></ul>TERSELENGGARANYA STANDAR K3
  11. 11. MENGAPA K3 PERLU <ul><li>1. Keharusan Undang-Undang & Permenaker. </li></ul><ul><ul><ul><li>UU No: 1 Thn 1970, ttg Keselamatan Kerja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>UU No. 3 Thn 1992, ttg Jaminan Sosial Tenaga Kerja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- UU No : 13 Thn 2003, ttg Ketenaga-kerjaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Permenaker R.I No. Per-01/MEN/1980 ttg K3 Konstruksi Bangunan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Permenaker R.I No. Per-05/MEN/1996, ttg Sisitem Manajemen K3 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Permenaker R.I No. Kep-1135/MEN/1987, ttg Bendera K3 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kepres R.I No.22 Thn 1993, ttg Penyakit yang timbul akibat kerja </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Permenaker R.I Lainnya </li></ul></ul></ul><ul><li>2 . Keutuhan dan kebahagian keluarga. </li></ul><ul><li>3. Kepastian keuntungan bisnis </li></ul><ul><li>- Tidak ada gangguan pada proses kegiatan. </li></ul><ul><li>- Efisiensi biaya operasi. </li></ul><ul><li>- Citra Perusahaan/badan/lembaga </li></ul><ul><li>- Tidak ada tuntutan hukum . </li></ul><ul><li>4. Kerugian Sosial. </li></ul><ul><li>- Gangguan terhadap fasilitas umum. </li></ul><ul><li>- Biaya sosial yang ditanggung masyarakat </li></ul><ul><li>5. Kebutuhan banyak pihak, negara dan masyarakat. </li></ul>
  12. 12. ASPEK-ASPEK KEGIATAN YANG MEMERLUKAN “ K3 “ <ul><li>1. PEKERJAAN & CARA KERJANYA : </li></ul><ul><li>- APD, Metoda yg berlaku, Cara gunakan Alat , Operasi Mesin, Rambu, Izin area, </li></ul><ul><li>Pelatihan pekerja, posisi tubuh, Keseriusan bekerja, dll </li></ul><ul><li>2. MATERIAL YANG DIGUNAKAN : </li></ul><ul><li>- Wadah ( Kondisi/Lebel), Gudang, P3K, Serapan Tumpahan , Cara Simpan, dll </li></ul><ul><li>MESIN /PERALATAN YANG DIGUNAKAN : </li></ul><ul><li>- Alat pengaman, Kondisi mesin, bebas ceceran, tanda service, tombol darurat, </li></ul><ul><li>Instruksi pengoperasian., mobilisasi alat berat dll </li></ul><ul><li>LINGKUNGAN KERJA : </li></ul><ul><li>- Bebas tumpahan, Jalur bebas rintangan, penempatan barang, Penerangan, </li></ul><ul><li>Ventilasi, APAR,( Mudah dilihat & Kondisi), Jalur evakuasi, Polusi, Kamtibmas,dll </li></ul>
  13. 13. KECELAKAAN KERJA <ul><li>Kecelakaan timbul karena ada sebab musababnya </li></ul><ul><li>( Perbuatan x kondisi tdk aman ) </li></ul><ul><li>Perbuatan x kondisi tdk aman = Kesalahan manusia . </li></ul><ul><li>Kesalahan Manusia dipengaruhi </li></ul><ul><li>oleh beberapa faktor: </li></ul><ul><li>- Tingkat Ketrampilan / Skill </li></ul><ul><li>- Prosedur & Metoda kerja </li></ul><ul><li>- Lingkungan kerja </li></ul><ul><li>- Peralatan Kerja </li></ul><ul><li>- Adat Kebiasaan </li></ul><ul><li>- Ketaatan pada Peraturan dan Ketentuan yg berlaku </li></ul>
  14. 14. KECELAKAAN KERJA <ul><li>Korban jiwa </li></ul><ul><li>Kerusakan </li></ul><ul><li>Kerugian </li></ul><ul><li>Penderitaan </li></ul><ul><li>Citra </li></ul>Konsekuensi dari Penyimpangan Standar K3
  15. 15. Tanggung Jawab Kecelakaan <ul><li>Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan proyek, meliputi : </li></ul><ul><li>Penyedia Jasa ( Kontraktor /Pengusaha) </li></ul><ul><li>Pengawas ( Mandor, Konsultan Supervisi) </li></ul><ul><li>Pekerja </li></ul><ul><li>Pemberi Jasa ( Pemilik Pekerjaan /Owner ) </li></ul><ul><li>Pemerintah ( Disnaker ) </li></ul>
  16. 16. <ul><li>IDENTIFIKASI BAHAYA ADALAH SALAH SATU LANGKAH DI DALAM MANAJEMEN K3 DENGAN TUJUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI APAKAH BAHAYA MUNGKIN (KESERINGAN) TERJADI DIDALAM SUATU KEGIATAN PROSES, APA AKIBAT YANG DITIMBULKAN (TINGKAT KEPARAHAN) DAN BAGAIMANA BAHAYA TERSEBUT BISA TERJADI </li></ul><ul><li>BANYAK CARA DAN PIRANTI DI DALAM IDENTIFIKASI BAHAYA . SALAH SATU CARA ADALAH MELIHAT KEJADIAN DARI KEGIATAN OPERASI DENGAN MENGGUNAKAN CHECK LIST / PEMERIKSAAN / INSPEKSI .. </li></ul>IDENTIFIKASI BAHAYA
  17. 17. Siapa & Kapan Melaksanakan K3 <ul><li>1. Pemerintah & DPR : </li></ul><ul><li>- UU, Keppres & Permenaker </li></ul><ul><li>- Sosialisasi, Kampanye, Pelatihan, Pengawasan </li></ul><ul><li>- Penghargaan dan Sanksi Hukum </li></ul><ul><li>2. Pemilik Pekerjaan (Perusahaan/Badan/Lembaga/Dinas) </li></ul><ul><li>- Owner Estimate </li></ul><ul><li>- Aanwijing </li></ul><ul><li>- Pemasukan Penawaran </li></ul><ul><li>- Kontrak Kerja </li></ul><ul><li>- Termin Pembayaran </li></ul><ul><li>- Penghargaan dan Sanksi </li></ul>
  18. 18. Siapa& Kapan melaksanakan K3 <ul><li>3. Penyedia Jasa ( Kontraktor, Konsultan) </li></ul><ul><li>- Penawaran ( Biaya dan Sertifikasi, Reward) </li></ul><ul><li>- Peraturan,prosedur,Identifikasi Bahaya,Safety Plan, SMK3 dll </li></ul><ul><li>- Penerapan dilokasi proyek </li></ul><ul><li>a. Alat Pelindung Diri sesuai jenis & kebutuhan </li></ul><ul><li>b. Safety Morning, Pelatihan, Kampanye dll </li></ul><ul><li>c. Inspeksi , Dokumentasi dll </li></ul><ul><li>d. Reward dan Punishment </li></ul><ul><li>e. Bukti pembayaran premi Jamsostek </li></ul><ul><li>f. Perlengkapan K3 ( Poster, Rambu, Perancah,Bendera, </li></ul><ul><li>Barikade, Kotak P3K, APAR, Spanduk, dll ) </li></ul><ul><li>g. Mobilisasi Alat Berat </li></ul><ul><li>i. SOP terhadap operasionalisasi Alat Berat, Pesawat </li></ul><ul><li>Angkat/Angkut. dll </li></ul>
  19. 19. Siapa & Kapan melaksanakan K3 <ul><li>4. Mandor, Konsultan Supervisi : </li></ul><ul><li>- Mengawasi penerapan dilokasi proyek setiap waktu </li></ul><ul><li>- Membuat dokumentasi </li></ul><ul><li>- Melakukan evaluasi & perbaikan serta saran/ usul </li></ul><ul><li>- Memberikan contoh yg baik & pengarahan2., dll </li></ul><ul><li>5. Pekerja : </li></ul><ul><li>- Memakai APD sesuai jenis pekerjaan dgn benar </li></ul><ul><li>- Mematuhi dan melaksanakan K3 secara konsisten. </li></ul><ul><li>- Menolak metoda kerja yg tidak aman & berbahaya </li></ul><ul><li>- Memberikan usul, saran untuk perbaikan </li></ul><ul><li>6. Serikat Pekerja & Asosiasi Kontraktor : </li></ul><ul><li>- Melakukan advokasi K3 bagi pekerja & pengusaha </li></ul><ul><li>- Membantu kampanye, sosialisasi, pelatihan ttg K3 </li></ul><ul><li>- Memperjuangkan perlindungan hukum bagi dunia usaha </li></ul>
  20. 20. Siapa & Kapan melaksanakan K3 <ul><li>7. Aparat Hukum: </li></ul><ul><li>- Mengawasi penerapan K3 sebagaimana UU & Permenaker </li></ul><ul><li>- Memberikan perlindungan bagi pekerja dan pengusaha </li></ul><ul><li>- Menjaga ketertiban unjuk rasa & kerusuhan pekerja </li></ul><ul><li>- Memproses tindakan hukum bagi pelanggaran K3 </li></ul><ul><li>8 Pers ( Media cetak & Elektronik ) : </li></ul><ul><li>- Memberitakan penghargaan dan saksi kepada publik </li></ul><ul><li>- Membantu sosialisasi dan kampanye K3 </li></ul><ul><li>- Memberikan usul, saran untuk perbaikan </li></ul><ul><li>9. Akademik, Cedikiawan & Komponen Masyarakat Lainnya : </li></ul><ul><li>- Memantau penerapan oleh Penyedia Jasa </li></ul><ul><li>- Membantu memberikan usul/saran untuk perbaikan </li></ul><ul><li>- Mematuhi UU& Permenaker yg berlaku dalam lingkungannya </li></ul>
  21. 21. RUANG LINGKUP K3 <ul><li>Semua kegiatan yang menggunakan tenaga kerja dan memiliki kerentanan terhadap kecelakaan, yang dilaksanakan didarat, laut maupun udara. </li></ul><ul><li>Jenis kegiatan, dapat berupa, antara lain : </li></ul><ul><li>- Konstruksi, Proyek dll </li></ul><ul><li>- Industri ( Pabrik, Karoseri, dll) </li></ul><ul><li>- Mobilisasi Alat Berat, Kenderaan, Pesawat AA dll </li></ul><ul><li>- Pekerjaan Instalasi ( Listrik, Sanitasi, Telkom dll) </li></ul><ul><li>- Penanganan limbah, Kimia dll </li></ul><ul><li>- Pekerjaan di kantor, rumah sakit dll </li></ul><ul><li>- Kegiatan Survey </li></ul><ul><li>- Kenderaan angkutan ( Mobil, Pesawat, Kapal dll ) </li></ul><ul><li>- Pemadam Kebakaran, Evakuasi dll </li></ul>
  22. 22. KOMPONEN K3 YANG PERLU PERHATIAN DIPROYEK <ul><li>APD ( Helm, Sepatu, Masker, Sarung Tangan, Kacamata Pengaman, Body Protector, Rompi, Safety Belt dll ), tersedia dgn cukup dan kondisi baik sesuai jenis pek.nya </li></ul><ul><li>Perlengkapan K3 ( Bendera K3, spanduk, papan info K3, Rambu, Barikade, APAR, Obat2an P3K, Poster, Segitiga Pengaman, Jas Hujan, lampu malam hari dll ) tersedia dengan cukup dan sesuai dengan jenis pekerjaan. </li></ul><ul><li>Alat Bantu kerja ( Perancah, Tangga, Pesawat Angkat Angkut, Alat Berat dll ) dalam keadaan aman dan siap pakai </li></ul>
  23. 23. KOMPONEN K3 YANG PERLU PERHATIAN DIPROYEK <ul><li>Peralatan Kerja ( Mesin, Perkakas ) dalam keadaan baik dan aman </li></ul><ul><li>Mobilisasi alat berat , pastikan sesuai ketentuan dan aman bagi lingkungan. </li></ul><ul><li>Safety Plant & Identifikasi bahaya yang dibuat oleh Kontraktor termasuk Safety Morning </li></ul><ul><li>Barak, sanitasi dan air minum pekerja yg hiegines, aman dan sehat </li></ul><ul><li>Pembayaran premi Jamsostek & Sertifikasi </li></ul><ul><li>Penanganan emergency ( No.Telp, Sisdur dll) </li></ul><ul><li>Pola Pelaksanaan SMK3 ( SOP, Aturan, Pedoman) </li></ul>
  24. 24. POLA PELAKSANAAN K3 PROYEK <ul><li>PELA </li></ul><ul><li>TIHAN </li></ul><ul><li>KAMPANYE </li></ul><ul><li>- SOSIALISASI </li></ul>POKOK2 KEBI JAKAN K3 - SISDUR - SOP STRATEGI IMPLEMEN TASI EVALUASI & REKOMEN DASI TAR GET KINER JA K3 PENE RAPAN <ul><li>INSPEKSI </li></ul><ul><li>AUDIT </li></ul>- REWARD -SANKSI INPUT OUTPUT PROSES
  25. 25. INSPEKSI K3 DI PROYEK INSPEKSI K3 DALAM PERMENAKER NO. 05/1996 (elemen 4.1) : Personil ---  pengalaman & keahlian cukup Catatan inspeksi ---  dipelihara & tersedia Peralatan & metode ---  memadai Tindakan perbaikan Penyelidikan ---  dikembangkan Hasil temuan ---  dianalisa & ditinjau ulang .. INSPEKSI K3 DALAM OHSAS 18002:2000 (klausul 4.5.1, butir d.3) : Peralatan kerja ---  harus diinspeksi Tempat kerja ---  harus diinspeksi Verifikasi atas hasil inspeksi ---  harus dilakukan Data hasil inspeksi ---  dikelola ..
  26. 26. PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK ) <ul><li>Penyakit yang terjadi akibat kerja dapat dicegah </li></ul><ul><li>Diperlukan kesadaran dan kemauan </li></ul><ul><li>PAK dapat menimbulkan kelainan/cacat yang tidak dapat dipulihkan kembali </li></ul><ul><li>Kemungkinan cacat besar </li></ul><ul><li>Menyebabkan hilangnya waktu kerja </li></ul><ul><li>Penyakit yang timbul/terjadi adalah akibat tindakan/perbuatan manusia berupa apa yang dikerjakan, hasil yang dikerjakan, maupun alat yang dipakai kerja </li></ul>
  27. 27. UPAYA DITUJUKAN <ul><li>Penyesuaian diri dengan pekerjaan </li></ul><ul><li>Menghindarkan dari gangguan kesehatan sebagai akibat pengaruh potensi bahaya yang timbul karena pekerjaan/lingkungan </li></ul><ul><li>Meningkatkan kesehatan fisik & rohani serta kesegaran jasmani </li></ul><ul><li>Memberikan pengobatan & perawatan serta rehabilitasi </li></ul>
  28. 28. UPAYA MENCAKUP <ul><li>Pemeriksaan kesehatan awal, berkala, khusus </li></ul><ul><li>Pelayanan kesehatan </li></ul><ul><li>Penanganan pencegahan & penanggulangan keadaan darurat </li></ul><ul><li>Saran & laporan perencanaan tempat kerja, gizi kerja </li></ul><ul><li>Pembinaan & pengawasan lingkungan </li></ul>
  29. 29. ETIOLOGI PENYAKIT <ul><li>Golongan fisik </li></ul><ul><li>Golongan kimia </li></ul><ul><li>Golongan hayati </li></ul>
  30. 30. GOLONGAN FISIK (1) <ul><li>Suara gaduh dapat menimbulkan pekak atau tuli </li></ul><ul><li>Tekanan yang berubah-ubah dapat menyebabkan penyakit caisson </li></ul><ul><li>Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit heat stroke, heat cramp, atau hyperpiera </li></ul><ul><li>Suhu terlalu rendah dapat menimbulkan frostbite, white finger diseases, trench foot, dan lain-lain </li></ul><ul><li>Getaran dapat menyebabkan terganggunya sirkulasi darah tepi dan gangguan syaraf, antara lain: syndrome vibrasi, raynoud phenomena, white finger, low back pain (lumbago), syndrome sciatica dll. </li></ul>
  31. 31. GOLONGAN FISIK (1) <ul><li>Penerangan lampu yang kurang dapat merusak daya penglihatan </li></ul><ul><li>Sinar infra merah dapat menyebabkan kekeruhan lensa mata (katarak ) </li></ul><ul><li>Sinar ultra violet dapat menyebabkan peradangan mata </li></ul><ul><li>Radiasi sinar radio aktif dapat menyebabkan tumor ganas, kulit, dan sistem darah lukemia, aplastik animea </li></ul>
  32. 32. GOLONGAN KIMIA <ul><li>Gas seperti CO, H2S, HCN, amoniak dapat menyebabkan keracunan pada tenaga kerja </li></ul><ul><li>Uap diantaranya uap dari logam yang dapat menyebabkan penyakit meradang, keracunan, dan metal fume fever </li></ul><ul><li>Larutan/zat kimia dapat menyebabkan kulit dermatitis dan luka bakar </li></ul><ul><li>Debu, penimbunan debu dalam paru-paru, menyebabkan penyakit: silicious oleh Si2 bebas, byssinosis disebabkan debu kapas, asbestosis disebabkan debu asbes, stenosis disebabkan debu biji timah, siderosis disebabkan debu Fe2O3 </li></ul>
  33. 33. GOLONGAN HAYATI (BIOLOGI) <ul><li>Cacing dapat menyebabkan ankylostmiasis, schitosomiasis </li></ul><ul><li>Serangga misalnya lebah, kutu, pinjal, atau nyamuk dapat menularkan penyakit malaria, filarisasi, dan lain-lain </li></ul>
  34. 34. PENCEGAHAN P A K <ul><li>Substitusi, mengganti bahan-bahan berbahaya dengan bahan yang tidak berbahaya tanpa mengurangi hasil dan mutu pekerjaan </li></ul><ul><li>Isolasi, yaitu menjauhkan/memisahkan proses kerja yang membahayakan/mengganggu </li></ul><ul><li>Ventilasi, baik secara umum maupun secara lokal yaitu dengan udara bersih yang dialirkan keruang kerja atau dengan menghisap keluar </li></ul><ul><li>Alat pelindung diri, alat ini dapat berbentuk topi pelindung kepala, sarung tangan, sepatu yang dilapisi baja bagian depan untuk menahan beban berat,masker khusus untuk melindungi alat pernafasan terhadap debu atau gas yang berbahaya, kaca mata khusus, dsb nys </li></ul>
  35. 35. STRES KERJA <ul><li>Stres merupakan masalah bagi kesehatan tenaga kerja yang banyak menimbulkan kerugian materi </li></ul><ul><li>Stres merupakan suatu sindrom/kumpulan gejala yang merupakan respon non spesifik dari individu terhadap suatu rangsangan/tuntutan dari lingkungannya </li></ul><ul><li>Dalam lingkungan ketenagakerjaan stres didefinisikan sebagai suatu ketidak seimbangan yang dihayati antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu bila kegagalan yang terjadi berdampak penting </li></ul>
  36. 36. REAKSI TUBUH TERHADAP STRESS <ul><li>Respon psikologik, berupa gangguan jiwa (mudah tersinggung, konsentrasi menurun, gejala kecemasan, ketegangan, apatis maupun depresi) </li></ul><ul><li>Respon perilaku, berupa perubahan perilaku (merokok dan minuman keras, menyendiri, selera makan, perilaku seksual, obat penenang, agresif, antisosial, lesu kerja) </li></ul><ul><li>Respon fisiologis, berupa (sistemjantung pembuluh darah, sistem pencernaan, nyeri punggung, sakit kepala, asma, gangguan menstruasi, sakit pinggang, alergi) </li></ul>
  37. 37. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) <ul><li>Bukan mengambil alih tugas dari petugas medis, melainkan usaha darurat sebelum petugas medis datang. </li></ul><ul><li>Pertolongan pertama adalah perawatan yang harus segera diberikan pada orang yang mengalami cedera atau sakit mendadak . </li></ul><ul><li>Pertolongan pertama tidak melakukan penanganan medis yang tepat, hanya berupa pemberian bantuan sementara </li></ul>
  38. 38. PROSES P3K <ul><li>Identifikasi kerusakan yang terjadi: seberapa serius luka yang terjadi </li></ul><ul><li>Untuk pertolongan pertama itu sendiri adalah: apa yang harus dilakukan sekarang? Dalam suatu kedaruratan, penanggulangan harus segera dilakukan dan untuk hal ini memerlukan keterampilan </li></ul><ul><li>Hubungi secepat mungkin bantuan: kontak orang yang tepat. Kecepatan seseorang mendapatkan pertolongan pertama sangat menentukan terhadap akibat yang didapatkannya </li></ul>
  39. 39. DASAR DASAR ENAM TINDAKAN DARURAT <ul><li>Pernapasan buatan </li></ul><ul><li>Penghentian pendarahan </li></ul><ul><li>Penanggulangan renjatan (schok) </li></ul><ul><li>Perawatan luka dan luka bakar </li></ul><ul><li>Perawatan terkilir dan patah tulang </li></ul><ul><li>Pengangkutan penderita </li></ul>
  40. 40. MANFAAT K3 A. BAGI PENYEDIA JASA (Owner ) <ul><li>Mengurangi beban biaya proyek </li></ul><ul><li>Mengurangi kerugian waktu akibat terlambatnya proyek </li></ul><ul><li>Bukti Komitmen Lembaga pada UU & Peraturan </li></ul><ul><li>Mengurangi penundaan pengadaan peralatan </li></ul><ul><li>Memberikan rasa aman sehingga waktu penyerapan dana dapat terpenuhi </li></ul><ul><li>Adanya garansi terhadap terpenuhinya jadwal, mutu, biaya dan keselamatan kerja </li></ul>
  41. 41. MANFAAT K3 B. BAGI PEKERJA <ul><li>Mendapatkan hak mengikuti program asuransi </li></ul><ul><li>Menjaga pekerja tetap sehat dan produktip </li></ul><ul><li>Keterampilan pekerja berkembang </li></ul><ul><li>Dapat bekerja dalam keadaan tenang dan nyaman </li></ul><ul><li>Tugas pekerja lebih effesien </li></ul><ul><li>Ada jaminan untuk kelangsungan bekerja </li></ul><ul><li>Terjalinya kerja sama antara pekerja dgn perusahaan </li></ul><ul><li>TK yang mengerti K3 merupakan asset perusahaan </li></ul>
  42. 42. MANFAAT K3 c. BAGI KONTRAKTOR <ul><li>Ada korelasi yang jelas antara program K3 dgn laba usaha </li></ul><ul><li>Dengan menerapkan K3 maka kontraktor akan dapat mengurangi biaya premi untuk asuransi </li></ul><ul><li>Program K3 dapat mengurangi kehilangan waktu pelaksanaan proyek </li></ul><ul><li>Program K3 dapat meningkatkan mutu pelaksanaan proyek </li></ul><ul><li>Program K3 dapat meningkatkan citra kontraktor dalam pandangan penyedia jasa </li></ul>
  43. 43. SANKSI & REWARD K3 DALAM PROYEK <ul><li>SANKSI : </li></ul><ul><li>Teguran lisan </li></ul><ul><li>Teguran tertulis </li></ul><ul><li>Denda pada termin </li></ul><ul><li>Pemutusan kontrak kerja . </li></ul><ul><li>REWARD : </li></ul><ul><li>Cinderamata / Piagam </li></ul><ul><li>Bonus </li></ul><ul><li>Mitra kerja dalam proyek lain </li></ul><ul><li>Dsb. </li></ul>
  44. 44. SANKSI HUKUM K3 <ul><li>Pelanggaran dari UU No.1 Thn 1970 ttg </li></ul><ul><li>Keselamatan Kerja dan UU No. 13 Thn 2003 </li></ul><ul><li>ttg Ketenaga-kerjaan, dikenakan sanksi : </li></ul><ul><li>Pidana = Kurungan Badan + Denda </li></ul><ul><li>Administratif. </li></ul><ul><li>- Teguran - Peringatan Tertulis </li></ul><ul><li>- Pembatasan Usaha - Pembekuan </li></ul><ul><li>- Pencabutan Izin - Pembatalan Kontrak </li></ul><ul><li>- Dll. </li></ul>
  45. 45. Terima kasih & Sampai Jumpa Lagi K3 Sukses

×