Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

pena pendidikan 13

49,032 views

Published on

Published in: Education, Business

pena pendidikan 13

  1. 1. PENDIDIKAN SEKS TERNYATA Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007/Rp 40.000,- MUBAZIR REFERENSI TERPERCAYA DUNIA PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 BANGIL JAWARA UJIAN NASIONAL JURUS PAMUNGKAS MEMBERANTAS BUTA AKSARA PERTARUHAN REFORMASI PENDIDIKAN COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.1 1 5/17/2007 7:33:00 AM
  2. 2. Majalah PENA Pendidikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan PT. REKA GAGAS CIPTA Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710, T/F: +62 21 7973957 Email: rekagagascipta@yahoo.com COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.2 2 5/17/2007 7:33:26 AM
  3. 3. Telah Hadir BUNDEL PENA Pendidikan 12 M aj a Ha ala R ny h p3 da 0 lam 0. 1 BU 0,- 00 ND EL Ingin mengoleksi Majalah PENA Pendidikan dari awal tapi sulit mencari edisi lama? Telah tersedia Majalah PENA Pendidikan dalam bentuk Bundel. Buruan!!! Hubungi: 021-7973957 dengan Yuli Lestari Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957 PT. REKA GAGAS CIPTA Email: rekagagascipta@yahoo.com COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.3 3 5/17/2007 7:33:44 AM
  4. 4. Jangan Remehkan Taman Kanak-kanak TAMAN YANG PALING INDAH Penulis : Saiful Anam Penerbit : Wajatri Cetakan : April 2007 Tebal : XX + 228 halaman k ana k-k ana nK a Tam Siapapun mengakui bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk di dalamnya pendidikan taman kanak-kanak (TK), merupakan layanan pendidikan yang sangat penting. Pendidikan TK berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Bahkan, berbagai penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang mengenyam pendidikan TK pada umumnya memiliki prestasi pendidikan yang lebih baik saat menempuh studi pada jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, setelah dewasa mereka juga memiliki pendapatan ekonomi yang lebih tinggi. Sayangnya, hingga kini kondisi pendidikan TK kita masih harus diperbaiki. Inilah tantangan serius yang dihadapi Direktorat Pembinaan TK dan SD, Departemen Pendidikan Nasional, yaitu bagaimana terus berupaya meningkatkan pemerataan dan perluasan akses. Selain itu, Direktorat Pembinaan TK dan SD juga mesti meningkatkan mutu dan relevansi, termasuk di dalamnya meluruskan berbagai kekeliruan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di TK, misalnya memaksakan pengajaran baca-tulis-hitung secara klasikal. Buku yang penulisannya menggunakan pendekatan jurnalistik ini berusaha memeaparkan perjalanan pembangunan pendidikan TK di Indonesia serta berbagai program yang telah dan akan digulirkan Direktorat Pembinaan TK dan SD. Selain itu juga dikemukakan pandangan dari akademisi, pengamat, anggota legislatif, penyelenggara TK hingga guru. COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.4 4 5/17/2007 7:33:51 AM
  5. 5. Salam Pena T AK terasa rentang waktu satu tahun terlampaui. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2006 lalu, PENA PENDIDIKAN hadir menyapa masyarakat pendidikan. Kini, di hari penuh makna bagi insan pendidikan, Peringatan Hardiknas tahun ini PENA PENDIDIKAN menjumpai Anda dengan sajian Edisi Khusus. Di hari jadi ini memang tidak dirayakan dengan pesta. Kami menyambutnya dengan sujud syukur dan dalam suasana bersahaja. Bersyukur karena majalah ini bisa tetap “langggeng” dengan dukungan reporter, penulis, dan tenaga disain yang berenergi, dinamis, dan mampu bekerja ekstra keras. Juga tenaga kesekretariatan, keuangan, dan bagian umum yang turut menyumbang andil membesarkan majalah ini. Bukan sekadar bangga bisa bertahan dan melewati usia satu tahun. Bangga karena PENA PENDIDIKAN bukan sekadar penggembira keberadaan sejumlah media pendidikan di Tanah Air. Bangga karena beragam tulisan kami mendapat sambutan. Kami tak mabuk sanjung dan puja-puji. Ucap terima kasih kami haturkan atas masukan, kritikan, dan protes dari pembaca. Yang bisa membuat kami terlecut berusaha lebih baik lagi di penerbitan selanjutnya. Kami juga bangga PENA PENDIDIKAN bisa mengunjungi sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia, meski belum mampu menjangkau seluruh kabupaten/kota sebanyak 441. Edisi Khusus ini juga menandai evolusi perubahan tampilan majalah. Logo lama terkesan kegemukan dan bertipografi huruf yang terkesan tua. Kini, logo PENA PENDIDIKAN lebih ramping, dinamis dan modern. Tampilan disain dan warna tak lagi mengumbar garis- garis kaku dan warna lugas. Disain lebih kami perlunak dengan warna-warna medium, dan mengurangi nuansa kaku. Sejumlah tulisan panjang kami pilih berdasarkan tema-tema yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Yakni sertifikasi guru, wajib belajar, buta aksara, pendidikan anak usia dini, buku paket, kurikulum, ujian nasional, olimpiade sains, jaringan pendidikan nasional, peran daerah, dan peran swasta. Kami sengaja memilih tema sertifikasi guru sebagai bahasan utama. Guru yang total berjumlah sekitar 2,7 juta merupakan ujung tombak bagi peningkatan mutu pendidikan. Namun justru guru merupakan masalah terbesar dalam dunia pendidikan kita. Kualifikasi dan kompetensi mereka memperihatinkan. Kesejahteraannya jauh dari layak. Kehadiran UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen memang telah memberi harapan. Tapi rupanya banyak pihak yang belum bersedia menerima secara lapang dada melihat guru nantinya “naik kelas”. Buktinya implementasi UU Guru dan Dosen berjalan alot. Permendiknas yang mengatur tentang sertifikasi guru memang sudah keluar awal Mei ini. Tapi semua itu masih menunggu pembuktian. Selain tema-tema terpilih itu tadi, kami juga memotret sejumlah profil sekolah, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Sekolah yang terpilih adalah terbaik dalam nilai Ujian Nasional 2006. Sedangkan kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah mereka yang dianugerahi penghargaan berprestasi dan berdedikasi pada 2006. Edisi ini sengaja berlabel Mei-Juni 2007 karena tanggal terbit kami menyesuaikan dengan seremoni puncak peringatan Hardiknas 2007 yang dipusatkan di Candi Prambanan, Yogyakarta, 26 Mei ini. Sehingga berita-berita reguler hingga pertengahan Mei ini masih bisa kami tulis. Selamat membaca! PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007 Anam REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Dipo Handoko, Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, Robi Sugara KORESPONDEN DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya), R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI: Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL: Prambudi, Sugiono SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta DIREKTUR UTAMA: Iwan Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS CIPTA: Bank Niaga cab. BEJ Jakarta Rek. 064.01.6285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya 22 JAKARTA 12770, Telp/Faks: Edisi 13/Tahun II/Mei 2007 +6221 797 957, E-mail: rekagagascipta@yahoo.com ISSN 1907 - 429 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-63 3 5/17/2007 6:24:48 AM
  6. 6. Suara Pembaca FENOMENA P ernah saya mendengar berita tentang akan diberdayakannya taman baca di Indonesia. Saya seorang mahasiswi TAMAN yang saat ini sedang mengadakan riset tentang menjamurnya taman baca. Ini menarik, sebab dari tahun ke tahun ada kans BACA kenaikan jumlah, yang meskipun sedikit tapi ada. Ini bisa jadi sebuah fenomena yang lahir dari kekhawatiran banyak pihak tentang menurunnya minat baca di negeri ini. Sebuah langkah bagus juga, tapi sayangnya apakah ini berarti menurunnya fungsi perpustakaan? Sebab yang saya tahu, di taman baca itu juga diperkenalkan dengan bermacam ketrampilan yang disenangi anak-anak. Jadi semacam memperkenalkan budaya membaca dengan cara yang berbeda, tidak sekedar membaca tulisan. Hanya sekedar masukan saran, bagaimana kalau Pena Pendidikan mengangkat fenomena ini? Salam. Indah Ratriana Mahasiswi Jurusan Kearsipan Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007 Cover : Prambudi Ciputat, Tangerang Foto : Prambudi SAYA INGIN BERLANGGANAN MAJALAH PENA PENDIDIKAN. Majalah PENA Pendidikan adalah majalah dengan content berita- berita dunia pendidikan yang sangat menarik untuk dijadikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan dan collectible item * Formulir ini boleh di perbanyak (fotokopi). Berikan kesempatan kepada saudara atau kolega Anda. Beri tanda pada  pilihan Anda METODE PEMBAYARAN: Nama lengkap : Tempat/tanggal lahir : Transfer Bank  Alamat rumah : BANK NIAGA KANTOR CABANG BEJ JAKARTA No. A/C: 064.01.63285.006 Telpon/fax : a/n PT. REKA GAGAS CIPTA Ponsel : Bayar di tempat (cash) Email :  khusus untuk DKI JAKARTA ONGKOS KIRIM PER EDISI: PAKET LANGGANAN: Jabodetabek Rp 2.000,-   Edisi : Harga Normal : 06 Rp 120.000,-  Jawa P. Rp 5.000,- Rp 110.000,- Harga Khusus :  P. Jawa Rp 7.000,- Luar  Edisi : Harga Normal : 12 Rp 240.000,- Rp 200.000,- Harga Khusus : Berlangganan Mulai Edisi Kirim formulir ini (beserta bukti pembayaran untuk berlangganan) ke alamat redaksi PENA Pendidikan: Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12770, Tel/Fax: (021) 797 3957 atau Email: redaksipena@rekacipta.com 4 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-64 4 5/17/2007 6:24:51 AM
  7. 7. Suara Pembaca BELAJAR DARI NAGABONAR RALAT Kemarin saya baru saja menonton film Nagabonar (Jadi) 2. Ketika banyak orang Pada PENA PENDIDIKAN Edisi 12, April 2007 lalu, tulisan pada rubrik Peristiwa tertawa terbahak-bahak saya justru menan- Rumah Ceria Dukuh Jembangan, pada alenia ke-5 baris ke-4 tertulis: “Mereka gis. Ada satu adegan di mana airmata saya menggandeng Japan International Corporation Agency (JAICA), LSM asal tak tertahan lagi. Sebuah dialog dari Na- Jepang...” Seharusnya yang benar adalah “....Japan International Corporation gabonar (yang diperankan Dedy Mizwar): Agency (JICA), LSM asal Jepang...” Dengan demikian kesalahan telah kami ”Jenderal turunkan tanganmu Jenderal, apa perbaiki. yang kau hormati dari mereka yang tidak REDAKSI mengacuhkanmu!” (kira-kira seperti itu dia- lognya). Nagabonar naik ke patung Jenderal (LAGI-LAGI) MASALAH Sudirman untuk menurunkan tangannya. benar-benar mendapat pengawasan. PENDIDIKAN Sebuah satir yang lembut, namun begitu Horor ini sebenarnya tidak hanya berkutat mengena. Film ini sarat pendidikan dan satir pada segi kekerasan saja. Para praja hampir Membicarakan masalah pendidikan yang tidak memaksa orang untuk menerima menyelesaikan studi harus waswas karena mungkin tidak akan habis-habisnya. Ya, sesuai apa yang disampaikan, namun justru ancaman penutupan kampus. dengan keadaan yang ada sekarang ini, membebaskan orang untuk berpikir sesuai Segala kejahatan kampus itu lahirnya ditandai dengan demo di sejumlah tempat dengan persepsinya masing-masing. dari heritage yang diturunkan secara turun yang pada dasarnya menuntut pendidikan Pelajaran demi pelajaran ada di tiap temurun dari angkatan pertama. Kejahatan murah. Kemarin teman saya bercerita, adegannya, diselipkan dalam humor yang itu terjadi karena ada unsur “harus dilakukan” tentang sekolah anaknya yang masih sangat edukatif. Dari bagaimana menghormati lepas dari urusan “balas dendam”. memungut bayaran padahal sudah ada pendapat orang lain, menghormati orang Sistem adalah faktor utama, bagaimana dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). yang lebih tua, menghormati leluhur, sampai p a ra m a n u s i a p i l i h a n i n i d i b e nt u k Ternyata pihak sekolah sengaja memungut rela berkorban. menjadi “mesin pembunuh.” Saran saya, biaya sebesar Rp 15.000,00 per bulan untuk Metode belajar nasionalisme seperti Pena Pendidikan bisa mengulasnya lebih perbaikan dan penambahan sarpras (sarana ini bisa diadopsi guru. Belajar tak melulu mendalam. Bukan dari segi kekerasannya, prasarana) sekolah seperti tiang sekolah, WC dengan membaca dan menghafal buku tapi dari segi sistem dan pendidikan, dan sekolah, dll. Masalahnya, sekolah negeri lain tebal. Belajarlah dari film, yang benar- psikologinya. Semoga bermanfaat. yang masih berada di satu komplek dengan benar fokus pada sejarah seperti Gie, dan sekolah anaknya tidak memungut biaya Drs. Rijadi Kartosemito Nagabonar (Jadi) 2 ini. Marilah mencintai tambahan apapun. Dusun Joho Lor, Giriwono sejarah. Seperti kata Bung Karno: Jasmerah, Lalu saya berpikir, ada ketidakadilan, dua Wonogiri, Jateng Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah! sekolah dalam satu lingkup wilayah begitu jauh berbeda keadaannya. Apalagi masalah sulukhanggoraras@yahoo.com fasilitas/ sarana dan prasarana yang ada Peminat pendidikan, wartawan, penulis di sekolah. Bukankah seharusnya sarpras INFO BUKU Depok, Jawa Barat sekolah harus diseragamkan di semua Beberapa kali membaca resensi buku di wilayah, tanpa ada perbedaan itu desa atau majalah Pena Pendidikan, saya tertarik untuk kota? Perbedaan Uang Pangkal juga menjadi memberi saran. Mengapa buku-buku yang pertanyaan. Tentu lain halnya dengan dibahas adalah buku yang bersifat formal sekolah swasta, yang sah-sah saja menerima saja? Mungkin lebih sesuai jika yang dibahas sumbangan dari pihak mana pun. buku-buku pendidikan yang sifatnya lebih pop. Novel sejarah misalnya, panduan Nanang Baidowi, SS bahasa, atau buku-buku sastra. Buku-buku m co B2PLKDN Bandung dongeng rakyat juga menarik. Mungkin g I. lAn Jl. Gatot Subroto 170, Bandung 40275 bisa jadi panduan dalam memberikan pA KA pengajaran bagi siswa. Itu juga termasuk lingkup pendidikan kan? Sekedar saran, salam. HOROR IPDN Ajeng Andarini Diganti nama ataupun tidak, masalah Mahasiswi kekerasan di dunia pendidikan lekat sekali Margonda Raya, Depok dengan IPDN. Sebuah institusi pendidikan pencetak calon-calon birokrat malah dijejali dengan perkuliahan model premanisme Saran Anda kami tampung. Terimakasih dan anarkhisme. Model pembelajaran harus atas kesetiaannya. Salam. 5 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-65 5 5/17/2007 6:24:57 AM
  8. 8. Daftar Isi PENA PENDIDIKAN MEI-JUNI 2007 10 22 BAHASAN UTAMA WAJIB BELAJAR Angin Surga Yang Menanti Pembuktian Maunya Sih Tuntas Berkualitas, Tapi … Dunia pendidikan Indonesia memasuki reformasi yang sangat Program Wajib Belajar pendidikan dasar menorehkan prestasi fundamental, terutama menyangkut peningkatan mutu guru mengagumkan. Dalam waktu relatif singkat Wajib Belajar (pendidik). Kehadiran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Enam Tahun berhasil dicapai. Kini tuntas Wajib Belajar Sembilan tentang Guru dan Dosen menjelma menjadi pemantik yang Tahun mesti tercapai pada 2009. Dari 1,5 juta anak usia 1-15 menggerakkan gerbong raksasa sekitar 2,7 juta guru menuju ke tahun, daya tampung SMP/MTs hanya 10,5 juta. Soal kualitas? gerbang kemajuan. Sayangnya, tahap meraih sertifikat pendidik Tunggu dulu... bak melewati jalan panjang. Peraturan Mendiknas tentang sertifikasi akhirnya turun sebagai acuan pelaksanaan uji sertifikasi. 3 SALAM 6 SUARA 10 BAHASAN UTAMA • Angin Surga Yang Menanti Pembuktian • Memoles Mutu Guru Demi Mutu Lulusan • Reinkarnasi Menuju Penjaminan Mutu 22 WAJIB BELAJAR 114 26 BUTA AKSARA 30 PAUD 34 BUKU PAKET INTERNASIONAL 38 KURIKULUM Amerika Serikat: Menggoyang Kampanye Pantang Program kampanye ‘’jangan berhubungan seks sebelum 42 UJIAN NASIONAL menikah’’ ternyata mubazir. Tetap saja remaja Amerika tak perawan di usia 15 tahun. Presiden George Bush bersikeras 46 OLIMPIADE NASIONAL melanjutkan. 6 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-66 6 5/17/2007 6:25:12 AM
  9. 9. DAFTAR ISI PENA PENDIDIKAN MEI-JUNI 2007 26 70 BUTA AKSARA SEKOLAH Strategi Jitu Menghapus “Si Buta” Perguruan Taman Siswa Nama Besar Taman Siswa Masih Adakah? Tahun ini pemerintah menargetkan 2,2 juta penduduk melek huruf. Menipiskan separuh jumlah buta aksara nasional dari Ketika hak akan pendidikan hanya menjadi milik penjajah total 1 jutaan. Aspek geografis hingga sosiologis menjadi Belanda dan kaum bangsawan, Raden Mas Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara, mendirikan Perguruan Nasional Taman penghalang. Titik berat pada Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Siswa, 85 tahun silam. Pada mulanya, perguruan ini menekankan Barat, Sulawesi Selatan dan NTT. Hanya untuk mendongkrak pendidikan rasa kebangsaan agar anak didiknya mampu indek pembangunan manusia (HDI)? merebut kemerdekaan 50 JARDIKNAS 90 KEPALA SEKOLAH 110 PENGAWAS SEKOLAH • Drs H A Sholeh Dimyathi, MF, MM: • Inggris: Visi Ambisius Lembaga Bayi 52 BADAN HUKUM PENDIDIKAN Dengan Imtak Menengahi Tawuran • Amerika Serikat: Menggoyang • Drs Tamsir: Membentuk Warga Kampanye Pantang 54 PENDIDIKAN ISLAM Sekolah Sebagai TeamWork 118 PERISTIWA • Drs Suwarni: Ibarat Membangun 58 PERAN DAERAH Petilasan • Penghargaan Baru Pengajar Konstitusi • Soedarini: Keluarga Ningrat ke • Formula Cerdas Mencapai Target 62 PERAN SWASTA Sekolah Luar Biasa • Kepekaan Sosial Siswa Jakarta • Mengakrabkan Ilmu Pengetahuan 66 FIGUR 100 PENGAWAS SEKOLAH • Inu Kencana: Tak Gentar Meski • Masyhur Ashari, SPd: Jangan 124 APASIAPA Melarat Menghitung uang di Kantung Orang • Drs Sudarno: Kisah Pengawas Luar • Darnie M Daud Rektor Universitas 70 SEKOLAH Biasa Syah Kuala Aceh • SD Percobaan Malang • Salma Hayek 104 DIKLAT • SMP 5 Yogyakarta • Sumarna Surapranata • SMA 1 Bangil Pasuruan • LPMP Yogyakarta: Ibarat Menarik • Nurul Arifin • SMA 1 Cimalaka, Semedang Gerbong Lama 126 CATATAN PENA • SMA 2 Karawang 109 BUKU • SMA 1 Cimahi, Bandung • Saiful Anam: Inu Kencana • INS Kayutanam • Menerobos Kemacetan Visi • Taman Siswa Pendidikan 7 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-67 7 5/17/2007 6:25:22 AM
  10. 10. Advertorial siap dipindahkan ke tempat MILIKI mana saja. Akhirnya saya belum memanfaatkan Taperum,” kata Asih. Taperum itu sendiri RUMAH merujuk Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 199 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri DENGAN Sipil. Besaran iuran per bulan disesuaikan menurut golongan/pangkat. Golongan I besarnya Rp TAPERUM .000, golongan II sebesar Rp 5.000, golongan III sebesar Rp 7.000 dan golongan IV sebesar Rp 10.000. Sementara untuk dana Sejak 1993, Bapertarum-PNS sudah bantuan, masih menurut penjelasan Toeti, juga membantu hampir 2 juta PNS memiliki disesuaikan dengan rumah sendiri. Dari bantuan uang golongan. Golongan muka Kredit Pemilikan Rumah hingga I jumlah bantuannya Rp pinjaman biaya membangun rumah. 1.200.000, golongan II sebesar Rp 1.500.000,00, golongan III Rp 1.800.000, Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari dan golongan IV/a dan IV/ b Rp 2.100.000,00. “Para S peserta Taperum ini tersebar di seluruh jajarannya akan memperbanyak penyebaran EBAGIAN besar Pegawai Negeri Sipil Indonesia, dan dari tiga golongan layanan informasi di berbagai media, baik cetak (PNS) tak asing mendengar nama masing-masing mempunyai daerah dan elektronik. Juga pemuatan sejumlah Tabungan Perumahan Rakyat PNS advertorial mengenai Taperum PNS di penyebaran yang berbeda-beda,” katanya. alias Taperum-PNS. Pengelolanya Badan Rumah yang bisa dimiliki dari bantuan majalah terbitan departemen/kementerian, Pertimbangan Tabungan Perumahan Taperum hanya di lokasi PNS bekerja. Sebab konferensi pers, serta menghadiri undangan (Bapertarum). Meski populer di kalangan sesuai tujuan utama Taperum, memang dari berbagai daerah untuk keperluan PNS, namanya mungkin agak asing bagi memudahkan PNS dalam bekerja. “Nah bagi sosialisasi di daerah-daerah. “Agenda 2007, masyarakat luas. kami akan membuat website dan layanan yang suka berpindah-pindah tugas, uangnya Namun, jangan sepelekan dana yang call centre Taperum PNS,” kata Toeti. Selain akan dikembalikan setelah pensiun,” kata mengalir dari Taperum PNS. Data Bapertarum Toeti. itu, kata Toeti. “Agar PNS bisa mengakses mencatat sejak 199 hingga Februari 2007, Taperum sendiri bisa dimanfaatkan langsung.” sedikitnya ada 512.76 PNS memanfaatkan dalam dua bentuk. Pertama untuk bantuan Taperum untuk membayar uang muka Tugas Berpindah dan uang muka KPR yang diberikan kepada PNS Kredit Pemilikan rumah (KPR) senilai Rp aktif atau suami/istri PNS. Sedangkan yang 827.149.4.825. Sebanyak 472.90 PNS Prosedur kedua, berupa bantuan biaya membangun memanfaatkan pinjaman Taperum senilai rumah yang diberikan kepada PNS aktif Rp 82.854.88.080 untuk membangun Panggilan tugas yang berpindah-pindah atau suami/istri PNS yang memiliki tanah rumah. memang menjadi penghalang PNS segera sendiri di lokasi tempat bekerja. Sedangkan Angka-angka yang cukup fantastis. memiliki rumah. Asih, 45 tahun, misalnya. bagi pegawai yang tidak akan membeli Sebab mengingat jumlah PNS sendiri yang Guru SD Negeri 08, Kramat Sentiong, Jakarta rumah, uangnya akan dikembalikan setelah totalnya sekira 4 jutaan orang. Artinya, Pusat, itu mengenal betul program Taperum. pensiun dengan nama Pengembalian pegawai yang merasakan manfaat Taperum Sebab puluhan tahun gajinya dipotong untuk Tabungan. jumlahnya hampir satu jutaan. “PNS yang tabungan perumahan. Mereka yang minta pengembalian belum memanfaatkan Taperum terganjal Sayangnya, perempuan kelahiran tabungan jumlahnya cukup besar. Data dari oleh sosialisasi, prosedur, dan tugas pegawai Bukittinggi, Sumatera Barat ini keburu yang berpindah-pindah,” kata Toeti Ariati dipindah-pindah tugas mengajar. Terakhir tahun 199 hingga Februari 2007 mencatat Sussongko, Kepala Bapertarum. kali, Asih bahkan dipindah ke Jakarta, sebanyak 81.7 PNS dengan nilai uang Rp Untuk menggenjot sosialisasi, Toeti dan beberapa tahun lalu. “Sebagai PNS harus 482.216.684.82. 8 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-68 8 5/17/2007 6:25:24 AM
  11. 11. Advertorial Pinjaman Rp 10 juta diambil. “KPR Swadaya adalah program (menurun). dari pemerintah yang dilaksanakan oleh Jangka waktu pengembalian disesuaikan Bapertarum juga mengeluarkan produk Kementrian Negara Perumahan Rakyat lewat dengan jangka waktu KPR. Pinjaman berupa layanan baru berupa pinjaman. Program bank pelaksana yang ditunjuk,” ungkap Toeti. biaya membangun, besar dan bunganya pinjaman itu berupa pinjaman uang muka juga sama dengan pinjaman untuk uang kepada PNS yang membeli rumah lewat muka KPR. Hanya jangka waktu peminjaman fasilitas KPR. Besarnya pinjaman maksimal disamakan dengan KPR swadaya yang Rp 10 juta dengan bunga 7,5% anuitas RoBI SUgARA mURnITA DIAn KARTInI Wawancara menteri negara perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari UNTUK GURU ADA BANTUAN D gajinya rata-rata Rp 4 juta. diakui insentif bukan satu-satunya faktor. I Kabinet Indonesia Bersatu yang sudah Prinsipnya, kalau penghasilannya Rp 1-1,5 Menarik bagi si A belum tentu bagi si B. dirombak, namanya tetap bertahan. Kata juta, apalagi di bawahnya, pasti berat untuk Para guru berharap, pemerintah memberi Menteri Negara Perumahan Rakyat, Muhammad mencicil. Kita harapkan untuk menyewa. subsidi. Yusuf Asy’ari, jadi menteri atau tidak sepenuhnya Untuk membantu mereka, kami punya ide Jelas, pemerintah mengupayakan memberi merupakan kewenangan Presiden. “Kalau kita sewa-beli. Orang yang berminat akan menyewa subsidi bunga, dananya dari APBN. Saya belum dapat beslit dari Presiden, ya jadi menteri. Kalau dulu, misalnya 5 tahun. Dalam komponen tahu persisnya berapa, karena baru Desember tidak, ya tidak jadi,” katanya. sewa itu terdapat cicilan untuk uang muka. depan penjualan dimulai. Yang sudah ada, Akhir April lalu, di tengah santernya berita Setelah 5 tahun, baru ada akad kredit. Tapi pemerintah mengalokasikan Rp 300 miliar perombakan kabinet, Yusuf Asy’ari tampil dalam untuk menjalankan ini, pemerintah harus untuk rumah sederhana. seminar yang diadakan Partai Keadilan Sejahtera, punya uang untuk membeli bangunan agar partai yang menyorongkan namanya menjadi Bantuan apa yang mau diberikan pemerintah bisa disewa selama 5 tahun. Memang banyak menteri. Seusai seminar itu, Yusuf mojok di untuk prajurit dan pegawai negeri? pernik-perniknya. salah satu tempat untuk berbincang-bincang Bagi mereka ada tambahan fasilitas. Prajurit dengan PENA Pendidikan seputar rumah bagi Ribet ya? kan memiliki YKPP, Yayasan Kesejahteraan pegawai negeri, termasuk guru, dan sejumlah Perumahan Prajurit. Sedang untuk pegawai Memang ribet. Makanya, kami juga harus isyu lainnya. Petikannya: negeri, ada Bapertarum PNS. Kalau PNS, ada berpikir keras. Apalagi di era otonomi daerah sumbangan sampai sekitar Rp 10 juta. Bagi ini. Masing-masing bupati merasa paling berhak Banyak guru berminat membeli rumah susun, prajurit juga ada bantuan uang muka. Sehingga mengurus daerahnya. agar tempat tinggalnya dekat dengan lokasi kalau prajurit atau PNS mau menempati rumah kerja. Sebetulnya rencana pembangunan Adakah korslet dengan departemen lain? susun, mereka bisa mendapat subsidi bunga seribu menara itu kapan selesai? dari APBN, plus bantuan dari Bapertarum atau Ada. Kalau saya bilang tidak ada, itu bohong. Seribu menara itu diharapkan selesai dalam YKPP. Tapi yang penting, kami masih bisa saling lima tahun. Diharapkan 2009 selesai. Kita Pegawai negeri seperti guru yang gajinya di berkomunikasi. usahakan ke depan, pembangunannya makin kisaran Rp 2 juta mengeluh. Mereka merasakan Kalau rumah susun Berland, Jakarta, jadi cepat. Setelah pembangunan di Jakarta, kami rumah susun yang paling kecil sekalipun dibangun, tentu banyak guru yang bisa tinggal berharap, Surabaya, Makassar, dan Medan. Insya harganya terlalu mahal. di sana? Allah, pelaksanaannya tidak jauh lagi. Keluhan itu bisa dimaklumi. Dengan Betul. Masalahnya, kompleks Berland itu Tapi Peraturan Pemerintah belum juga gaji sebesar itu, pasti berat untuk membayar masih menghadapi masalah sosialisasi. Warga diumumkan? Padahal PP inilah yang jadi payung cicilan rumah. Apalagi bila si pegawai negeri pemilik tanah di situ banyak yang masih keberatan. untuk memangkas biaya. sudah memiliki anak. Karena itu, pemerintah Tapi pemerintah bertekad, pembangunan rusun Kalau itu, tanya Presiden dong. Saya tidak akan mengembangkan social housing. Yang di Berland tetap dilaksanakan. Daerahnya kan bisa memaksa presiden. Di situ diatur agar rumah dibangun pemerintah, disewakan bagi mereka. kumuh. Dengan diremajakan, banyak yang susun dimasukkan dalam komoditas kelompok Bisa sewa yang pulih biaya, atau yang tidak. mendapatkan manfaatnya. Termasuk para guru barang strategis, sehingga tidak dipungut PPN Kalau pulih biaya, artinya uang sewanya juga dan prajurit penghuninya. (pajak pertambahan nilai). Menteri Keuangan mencukupi untuk perawatan. Kalau tidak pulih berpendapat, hal seperti ini lebih bagus bila diatur Kenapa sih namanya rusun? Kesannya biaya, artinya pemerintah harus menomboki dengan PP. Lebih kuat dasar hukumnya. kumuh. Kok bukan disebut apartemen saja? kekurangannya. Tapi sebetulnya pegawai negari tidak Memang, ada rencana begitu. Seperti semua Hambatannya di mana? miskin-miskin amat. Pegawai negeri itu juga kendaraan roda empat, disebutnya mobil. Kalau Pernik-perniknya banyak. Saya berharap, kelompoknya bervariasi. Kalau kita bicara guru, semua rumah susun disebut apartemen bagus adanya insentif ini bisa mempercepat di Jakarta, mereka lumayan. Anda tahu, mereka saja. pembangunan rumah susun. Walau, harus 9 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-69 9 5/17/2007 6:25:25 AM
  12. 12. Bahasan Utama HASAn HAmKA Fasli Jalal saat kunjungan ke Papua Dunia pendidikan Indonesia kini memasuki reformasi sangat fundamental, terutama menyangkut peningkatan mutu guru (pendidik). Kehadiran UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen telah menjelma menjadi pemantik yang menggerakkan “gerbong raksasa” sekitar 2,7 juta guru menuju ke gerbang kemajuan. S didirikan, anak-anak di daerah itu belajar sebelah timur laut dan berjarak sekitar 20 enyum merekah senantiasa di bawah pohon selama kurang lebih 1,5 km dari pusat kota Lombok Barat (Lobar). menghiasi bibir Musa Sofyan. Kepala tahun. Musa Sofyan diangkat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 02 Mekarsari, Sekilas, jarak dari SD 02 Mekarsari ke SD 02 Mekarsari sejak 2002. Tapi ia sekaligus Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, dua SD Filial tersebut tak begitu jauh. mengepalai dua SD Filial (cabang), yaitu SD Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tetapi, untuk menuju ke dua sekolah itu Filial Ranjok dan SD Filial Sempeni. Kedua Tenggara Barat (NTB), itu hampir tidak harus melalui jalan naik turun gunung. SD tersebut terletak di lereng gunung, dan pernah mengeluh dalam menjalankan Kendaraan yang bisa lewat hanya sepeda berjarak masing-masing sekitar 5 dan 7 tugasnya sehari-hari meski harus keluar motor. Jika hujan mengguyur, praktis jalan kilometer dari SD 02 Mekarsari sebagai SD masuk hutan untuk menjumpai anak sulit dilewati lantaran licin. induk. Sebelum kedua SD Filial tersebut didiknya. SD Negeri 02 Mekarsari terletak 10 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-610 10 5/17/2007 6:25:27 AM
  13. 13. Agama Islam Negeri Negeri Selong, Lombok Timur. Berbagai Musa Sofyan sendiri sudah langganan (PGAN) Mataram penghargaan dan kegiatan pelatihan jatuh saat mengendarai sepeda motonya pernah diikuti. Tapi entah mengapa, dalam menuju dua SD tersebut. “Kalau dihitung- tahun 197. pemilihan guru maupun kepala sekolah hitung, dari setiap tiga kali saya ke SD H.AkbarAli, Kepala berdedikasi nasional tahun 2006 lalu ia tak Filial Ranjok maupun Sempeni, sekali Subdin Pendidikan Dasar masuk dalam pilihan. pasti jatuh. Beruntung sampai sekarang Dinas Pendidikan dan K e b u d a y a a n H. Warni Jasmuddin, BA, kolega Musa saya masih selamat,” kata ayah tiga anak Kabupaten Lombok Barat mengungkapkan, Sofyan di Lombok Barat, juga setali tiga SD Filial Ranjok, Sempeni, dan Batupemali kelahiran Lombok Timur, 1 Desember uang. Jasmuddin adalah Kepala SD Negeri 1960 itu. Ia berharap agar kelak kedua hanya sebagian saja dari 2 SD Filial di 02 Penimbung, Kecamatan Gunungsari, SD Filial tersebut dapat menjadi sekolah Lombok Barat. Untuk mendukung SD Filial, Lombok Barat. Ia juga mengepalai SD Filial mandiri. Saat ini SD Filial Ranjok dan SD sejak tahun 2004 pemerintah Kabupaten Batupemali, yang berjarak sekitar 4 km dari Filial Sempeni masing-masing memiliki Lombok Barat memberikan bantuan block SD 02 Penimbung sebagai sekolah induk. 188 dan 118 murid. grant yang besarnya Rp 20 juta setiap SD Filial Batupemali baru berdiri sejak 2004, SD Filial Ranjok berdiri di tengah-tengah sekolah per tahun. “Khusus tahun 2007 sehingga masih memiliki murid sampai rerimbunan pepohonan. Di sekililingnya ini ditingkatkan menjadi Rp 50 juta per kelas III. Ada tiga guru yang bertugas, tumbuh puluhan pohon aren. Murid- sekolah. Dananya diambil dari APBD,”timpal yaitu Suhaidi, Mursidi, dan Heni Hidayati. muridnya kalau ke sekolah ada yang Akhmad Nawawi, Kepala Dinas Pendidikan Mereka berasal dari Batupemali. Suhaidi mengenakan sepatu, tapi banyak pula dan Kebudayaan Kabupaten Lombok dan Mursidi merupakan guru kontrak, yang memakai sandal jepit. Penduduk Barat kepada PENA. Ia menambahkan, sedangkan Heni berstatus guru honorer. di kampung Ranjok pada umumnya total jumlah SD di Lombok Barat saat ini Ada hal menarik di SD Filial Batupemali. hidup miskin. Kebutuhan ekonominya sebanyak 450 sekolah ditambah 2 filial. Kalau murid-murid ditanya cita-citanya mengandalkan hasil hutan, seperti kayu, Guru berdedikasi luar biasa seperti kelak jadi apa, hampir semua menjawab buah-buahan, ubi-ubian, hingga dedaunan Musa Sofyan dan Warni Jasmuddin ini jadi guru.“Soalnya, anak-anak di Batupemali yang dijual ke pasar dengan jalan kaki. banyak dijumpai di daerah-daerah lain. hanya mengenal guru sebagai profesi yang Hampir 100% penduduknya buta aksara. Lihatlah bagaimana seorang Hj. Nur Dewi kerjanya sehari-hari mengenakan celana Tapi mereka sangat antusias menyambut sering terombang-ambing diguncang panjang. Orangtuanya sehari-hari kan kehadiran SD tersebut. ombak raksasa di tengah lautan dalam mengenakan celana pendek. Mereka tidak SD ini mempunyai 6 guru, terdiri dari menjalankan tugasnya sebagai guru pernah mengenal atau melihat profesi lain 5 guru kontrak (dibayar pemda) dan sekaligus Kepala SD Negeri Bahuluang di seperti dokter, polisi, tentara, pengacara, satu guru honor (dibayar sekolah). Gaji Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. Pantas karena tidak pernah ada yang datang ke guru kontrak besarnya Rp 550.000 per jika ia terpilih sebagai salah satu guru situ. Mereka juga tidak pernah melihat bulan, sedangkan imbalan guru honorer berdedikasi nasional 2006. karena di rumahnya tidak ada televisi,” Rp 250.000 per bulan. Para guru SD Filial Pada sisi lain, simak pula bagaimana kata Jasmuddin, lulusan Pendidikan Guru Ranjok semuanya berasal dari kampung seorang Ahmad Furqon begitu terpacu setempat dan tak ada satupun yang lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Musa Sofyan, Kepala Sekolah Filial, Ranjok (LPTK). Mereka adalah Abror (lulusan Madrasah Aliyah/MA), Mahnun (lulusan MA), Muhammad Hamdi (lulusan SMA), Sunaini (lulusan MA), Artiani (lulusan MA), dan Saparma (lulusan SMA). Setiap pekan Musa Sofyan menyempatkan berkunjung ke SD Filial Ranjok maupun Sempeni. Lantaran para gurunya tak ada yang punya latar belakang pendidikan keguruan, maka kedatangan Musa Sofyan juga sekaligus mengajari bagaimana para guru muda itu mengajar dengan benar. Ia memberi contoh mengajar murid-muridnya, sementara para guru muda itu menyimaknya. Musa Sofyan mengawali profesinya SAIfUl AnAm sebagai guru SD sejak tahun 1979 setelah lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 11 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-611 11 5/17/2007 6:25:30 AM
  14. 14. Bahasan Utama SAIfUl AnAm benar dari 40 soal yang disediakan. muridnya. Naudzubillahi Mindzalik! “ Tahun lalu saya juga diberitahu Berbagai pekerjaan sampingan itu oleh seorang kawan. Ia bercerita bahwa terpaksa dilakukan karena kebutuhan soal-soal ujian nasional tahun 2006 coba ekonominya tak tercukupi oleh gaji guru diteskan kepada guru-guru di sebuah yang sangat kecil. Tapi, usaha-usaha provinsi. Ternyata, dari 40 soal, rata-rata sampingan seperti itu pada gilirannya hanya bisa menyelesaikan 7 koma sekian, mencederai profesinya sebagai guru. atau di bawah sepuluh soal. Bahkan ada Memang, guru-guru berstatus pegawai yang hanya bisa menyelesaikan satu soal. negeri sipil (PNS) di sebagian daerah, Bayangkan, ini kan mengerikan sekali,” misalnya Provinsi DKI Jakarta, boleh kata Fasli Jalal. dibilang hidup relatif cukup. Selain Rendahnya kompetensi guru mendapat gaji sebagai PNS, mereka berdasarkan kajian Depdiknas itu juga juga mendapat tunjangan khusus yang sejalan dengan hasil penelitian Prof. besarnya Rp 2,5 juta per bulan. Total Dr. Ki Supriyoko pada tahun 2000. Ahli dalam sebulan mereka mengantongi pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, pendapatan hampir Rp 4 juta. Tentu bisa Yogyakarta, itu melakukan penelitian bikin guru di provinsi lain ngiler. Tapi Warni Jasmudin terhadap kemampuan bernalar guru, bagaimana dengan ribuan guru lain yang mulai dar i SD sampai SMA. Hasil gajinya pas-pasan, bahkan masih ada untuk berusaha mengajar sebaik-baiknya penelitian terhadap 8000 guru itu lantas yang menerima honor Rp 100.000 per di SD Negeri Polisi IV Bogor Tengah, diklasifikasikan menjadi lima kelompok: bulan? Banyak pula guru yang ditugaskan Kota Bogor, Jawa Barat. Ia adalah Juara sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, di pedalaman Papua terpaksa bolos I Guru SD Berprestasi Nasional 2006. Ia dan sangat rendah. Hasilnya, lebih berhari-hari karena gajinya habis setelah kini tercatat sebagai mahasiswa S-2 di dari 50% masuk klasifikasi rendah dan dipakai pulang ke rumahnya di dekat sebuah universitas di Bogor. Pencipta sangat rendah. “Kalau mereka tidak pusat kota. teori pembelajaran PAIKEM GEMBROT punya penalaran bagus bagaimana bisa Selain gaji minim, wajah buram (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, mengajar dengan baik,” katanya (Saiful guru Indonesia itu juga terlihat dari Menyenangkan, Gembira, Bermakna, dan Anam, Sekolah Dasar Pergulatan Mengejar rendahnya kompetensi, kualifikasi, Produktif ) itu berniat terus melanjutkan Ketertinggalan, 2006). tingkat kehadirannya di sekolah, hingga studinya ke jenjang S-. Meski kelak Melihat kondisi seperti itu, maka patut distribusinya yang timpang. Dr. Fasli bertitel doktor, toh ia bertekad tetap dipertanyakan mutu proses pendidikan di Jalal, Ph.D, Direktur Jenderal Peningkatan menjadi guru SD. LPTK yang menyiapkan calon guru. Pasti Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan ada yang tidak beres, dan ini merupakan (Ditjen PMPTK) Departemen Pendidikan Kompetensi Rendah pekerjaan rumah yang tidak ringan. Nasional mengutip hasil kajian Depdiknas terhadap calon guru negeri tahun 2004 Sayangnya, tak semua guru memiliki silam. Saat itu ada sekitar 1,2 juta pelamar mental baja dan begitu mencintai Didominasi Non Sarjana untuk memperebutkan 64.000 formasi pekerjaannya sebagai pendidik seperti lowongan. “Gambaran kompetensinya Musa Sofyan, Warni Jasmuddin, Nur Dewi, Bagaimana dengan kualifikasi guru? sungguh memprihatinkan,” ujar Fasli. Ahmad Furqon, atau sederetan guru Kompetensi dan kualifikasi itu berjalan Betapa tidak. Sebagai contoh, dari 40 hebat lain. Tengok saja, pada 18 April lalu beriringan. Penyebab utama rendahnya soal bahasa Inggris untuk calon guru SMP, ada seorang guru SD bernama Mulyana kompetensi guru adalah kualifikasinya ada yang hanya bisa menjawab satu soal (42 tahun) tewas secara mengenaskan yang juga rendah. Jika para calon guru dengan benar meski dia lulusan sarjana setelah gantung diri. Sebagaimana dikutip berkualifikasi sarjana saja masih ada yang pendidikan bahasa Inggris. Bahkan sejumlah media, guru sebuah SD di hanya mampu mengerjakan satu soal untuk bahasa Indonesia, yang merupakan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu dengan benar dari 40 soal yang harus bahasa sehari-hari, ada calon guru SMP diduga mengakhiri hidupnya lantaran diselesaikan, sudah bisa dibayangkan yang hanya bisa mengerjakan dua soal terbelit hutang. kompetensi mereka yang kualifikasinya dengan benar dari 40 soal. Padahal calon Guru yang tak kuat menanggung beban non sarjana. Padahal, justru sebagian guru itu menyandang gelar sarjana hidup seperti Mulyana sehingga sampai besar guru kita bukan sarjana. pendidikan bahasa Indonesia. bunuh diri memang jarang kita dengar. Data yang terekam di Depdiknas Pada tingkat SMA, kondisinya juga tidak Sebagian besar mereka masih memilih menunjukkan bahwa jumlah guru kita beda. Ada calon guru mata pelajaran Fisika bertahan hidup dengan melakukan sekitar 2,7 juta orang, negeri maupun dan Ekonomi yang masing-masing hanya usaha-usaha “kreatif” seperti mengajar swasta. Mereka mengajar di sekitar bisa mengerjakan satu soal dengan benar. di sejumlah sekolah lain, beternak ikan, 250.000 sekolah, mulai dari TK/RA hingga Ada pula calon guru matematika yang ngojek, makelar tanah, bahkan ada yang SMA/MA/SMK. Dari 2,7 juta guru itu, baru hanya bisa mengerjakan dua soal dengan nekad menjadi mucikari bagi murid- sekitar 900.000 yang berijazah sarjana 12 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-612 12 5/17/2007 6:25:33 AM

×