Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BERKOMUNIKASI LEWAT FILM
FILM
Membuat Film  =   Membuat Tulisan
<ul><li>Unsur Film : </li></ul><ul><li>Frame </li></ul><ul><li>Shot  (kumpulan frame) </li></ul><ul><li>Scene  (kumpulan s...
Film terdiri dari rangkaian gambar individu yang disebut  frame . Ketika gambar-gambar ditampilkan dengan cepat ,  pemirsa...
 
Persistence of Vision Sebuah proses persepsi otak atau retina mata  untuk mendapatkan sebuah imaji dari  sebuah peristiwa....
SHOT Suatu rangkaian  frame  hasil rekaman kamera  tanpa interupsi.  Rekaman kontinyu dari suatu  action,  dari saat kamer...
SCENE Satu atau rangkaian shot dimana actionnya  berlangsung dalam  satu lokasi dan  / atau satu periode  waktu .
SEQUENCE Satu atau rangkaian  scene   yang membentuk  sebuah ide atau segmen dalam sebuah film. Misalnya : Sequence A Litt...
PRAKTEK Membuat slide foto :  Instruksional membuat kopi
CREATING A SHOT Basic Theory
1. Type of Shot Extreme Wide Shot (EWS) Very Wide Shot (VWS)
Long Shot (LS) Medium Shot (MS) Medium Close Up (MCU)
Close Up (CU) Big Close Up (BCU) Extreme Close Up (ECU)
2. Angle Low Angle (L/A) Eye Level (E/L) High Angle (H/A)
3. Camera Movement <ul><li>Track (Left-Right-In-Out) </li></ul><ul><li>Pan (Left-Right) </li></ul><ul><li>Tilt (Up-Down) <...
CREATING A SCENE (mise en scene)
<ul><li>Sebuah scene biasanya berisi : </li></ul><ul><li>Master Shot </li></ul><ul><li>Cover Shot </li></ul><ul><li>Revers...
Continuity Apabila kita ingin mengarahkan penonton  dengan enak, maka membuat adegan yang  kontiniti merupakan salah satu ...
Continuity <ul><li>Yang harus diperhatikan dalam membuat </li></ul><ul><li>adegan yang kontiniti : </li></ul><ul><li>Garis...
End of Session 1
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Berkomunikasi lewat film

919 views

Published on

Materi 1 Pengenalan Videographi SatuDunia dengan Trainer Harry Setiawan

  • Be the first to comment

Berkomunikasi lewat film

  1. 1. BERKOMUNIKASI LEWAT FILM
  2. 2. FILM
  3. 3. Membuat Film = Membuat Tulisan
  4. 4. <ul><li>Unsur Film : </li></ul><ul><li>Frame </li></ul><ul><li>Shot (kumpulan frame) </li></ul><ul><li>Scene (kumpulan shot) </li></ul><ul><li>Sequence (kumpulan scene) </li></ul><ul><li>Unsur Tulisan : </li></ul><ul><li>Huruf </li></ul><ul><li>Kata (kumpulan huruf) </li></ul><ul><li>Kalimat (kumpulan kata) </li></ul><ul><li>Paragraf (kumpulan kalimat) </li></ul>
  5. 5. Film terdiri dari rangkaian gambar individu yang disebut frame . Ketika gambar-gambar ditampilkan dengan cepat , pemirsa memiliki ilusi bahwa sebuah gerak (motion) terjadi. FRAME
  6. 7. Persistence of Vision Sebuah proses persepsi otak atau retina mata untuk mendapatkan sebuah imaji dari sebuah peristiwa. Efek ‘bergerak’ terjadi karena mata mempertahankan citra visual untuk sepersekian detik setelah sumber telah dihapus. Pemirsa melihat gerak karena efek psikologis yang disebut gerakan beta.
  7. 8. SHOT Suatu rangkaian frame hasil rekaman kamera tanpa interupsi. Rekaman kontinyu dari suatu action, dari saat kamera on sampai off .
  8. 9. SCENE Satu atau rangkaian shot dimana actionnya berlangsung dalam satu lokasi dan / atau satu periode waktu .
  9. 10. SEQUENCE Satu atau rangkaian scene yang membentuk sebuah ide atau segmen dalam sebuah film. Misalnya : Sequence A Little Conversation with Mr. Jones di film Leon the Profesional.
  10. 11. PRAKTEK Membuat slide foto : Instruksional membuat kopi
  11. 12. CREATING A SHOT Basic Theory
  12. 13. 1. Type of Shot Extreme Wide Shot (EWS) Very Wide Shot (VWS)
  13. 14. Long Shot (LS) Medium Shot (MS) Medium Close Up (MCU)
  14. 15. Close Up (CU) Big Close Up (BCU) Extreme Close Up (ECU)
  15. 16. 2. Angle Low Angle (L/A) Eye Level (E/L) High Angle (H/A)
  16. 17. 3. Camera Movement <ul><li>Track (Left-Right-In-Out) </li></ul><ul><li>Pan (Left-Right) </li></ul><ul><li>Tilt (Up-Down) </li></ul><ul><li>Zoom (In-Out) </li></ul><ul><li>Follow Through (mengikuti subyek) </li></ul>
  17. 18. CREATING A SCENE (mise en scene)
  18. 19. <ul><li>Sebuah scene biasanya berisi : </li></ul><ul><li>Master Shot </li></ul><ul><li>Cover Shot </li></ul><ul><li>Reverse Angle Shot </li></ul><ul><li>Insert Shot </li></ul>
  19. 20. Continuity Apabila kita ingin mengarahkan penonton dengan enak, maka membuat adegan yang kontiniti merupakan salah satu jalannya
  20. 21. Continuity <ul><li>Yang harus diperhatikan dalam membuat </li></ul><ul><li>adegan yang kontiniti : </li></ul><ul><li>Garis Imajiner (Aturan 180 derajad) </li></ul><ul><li>Aturan Angle 30 derajad </li></ul>
  21. 22. End of Session 1

×