MODUL  PEMBELAJARAN  SMA  NEGERI 2 MATARAM  MATA PELAJARAN SOSIOLOGI  MATERI  POKOK   INTERAKSI SOSIAL
<ul><li>OLEH </li></ul><ul><li>Drs. Damianus Dowa DM </li></ul><ul><li>Pembina IV/a </li></ul><ul><li>NIP 1962032219930310...
MATERI UTAMA SOSIOLOGI <ul><li>Proses Sosial dan Interaksi Sosial </li></ul><ul><li>Penyimpangan Sosial </li></ul><ul><li>...
PROSES SOSIAL & INTERAKSI SOSIAL <ul><li>Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan ...
Interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.  Interaksi sosial merupakan hubungan-hubunga...
MACAM INTERAKSI SOSIAL <ul><li>Imitasi (peniruan) </li></ul><ul><li>Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaida...
SYARAT INTERAKSI SOSIAL <ul><li>Adanya kontak sosial  (social contact).  Ada tiga bentuk:  </li></ul><ul><li>-  antarindiv...
BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL <ul><li>kerja sama ( cooperation) ,  </li></ul><ul><li>persaingan ( competition) , dan  </l...
SIFAT KERJASAMA <ul><ul><li>Kerjasama Spontan ( Spontaneous Cooperation ): Kerjasama yang sertamerta </li></ul></ul><ul><u...
BENTUK KERJASAMA <ul><li>Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong </li></ul><ul><li>Bargaining,  Yaitu pe...
AKOMODASI <ul><li>Akomodasi dipergunakan dalam dua arti menunjuk pada suatu keadaan dan menunjuk pada suatu proses.  </li>...
TUJUAN AKOMODASI  <ul><li>Mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. </li>...
BENTUK-BENTUK AKOMODASI  <ul><li>Corecion,  suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. </li...
HASIL-HASIL AKOMODASI  <ul><li>Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat </li></ul><ul><li>Menekankan Oposisi </li></ul><ul><li>...
ASIMILASI  <ul><li>Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut.  </li></ul><ul><li>T anda  proses asimilasi adala...
PROSES ASIMILASI TIMBUL ,  bila ada : <ul><li>Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya. </li></ul><ul><li>oran...
SYARAT ASIMILATIF <ul><ul><li>Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang l...
FAKTOR-FAKTOR  MEMPERMUDAH  ASIMILASI  <ul><ul><li>Toleransi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesempatan-kesempatan yang seimba...
FAKTOR UMUM  PENGHALANG ASIMILASI  <ul><li>Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat. </li></ul><ul...
OPOSISI <ul><li>Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tuj...
BENTUK PROSES DISOSIATIF <ul><li>Persaingan ( Competition)   </li></ul><ul><li>Persaingan atau  competition  dapat diartik...
PERSAINGAN MEMPUNYA DUA TIPE UMUM  <ul><li>Bersifat Pribadi; Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan </l...
BENTUK-BENTUK PERSAINGAN  <ul><li>Persaingan ekonomi yaitu timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah...
FUNGSI PERSAINGAN <ul><li>Menyalurkan keinginan individu /  kelompok yang bersifat kompetitif </li></ul><ul><li>Sebagai ja...
FAKTOR PERSAINGAN TERGANTUNG PADA: <ul><li>Kepribadian seseorang. </li></ul><ul><li>Kemajuan yaitu Persaingan akan mendoro...
KONTRAVERSI  <ul><li>merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. ...
TIPE UMUM KONTRAVENSI  <ul><li>Kontraversi generasi masyarakat yaitu lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalam...
SIFAT KONTRAVENSI  <ul><li>Umum  meliputi perbuatan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halang...
TIPE KONTRAVENSI  <ul><li>Kontravensi antar masyarakat setempat, mempunyai dua bentuk: </li></ul><ul><ul><li>Kontavensi an...
PERTENTANGAN/PERTIKAIAN  ( conflict  ) <ul><li>P ersaingan/pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif y...
SEBAB TERJADINYA PERTENTANGAN : <ul><li>Perbedaan antara individu. </li></ul><ul><li>Perbedaan kebudayaan. </li></ul><ul><...
BENTUK KHUSUS PERTENTANGAN <ul><li>Pertentangan pribadi. </li></ul><ul><li>Pertentangan Rasial yaitu dalam hal ini para pi...
DAMPAK KONFLIK  <ul><li>Tambahnya solidaritas  in-group . </li></ul><ul><li>Apabila pertentangan antara golongan-golongan ...
<ul><li>PENYIMPANGAN SOSIAL </li></ul>
PENGERTIAN PENYIMPANGAN <ul><li>Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma...
PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL  <ul><li>perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku ...
PENYIMPANGAN DIBAGI MENJADI DUA BENTUK   <ul><li>Penyimpangan Primer  (Primary Deviation) </li></ul><ul><li>Penyimpangan S...
PENYIMPANGAN PRIMER <ul><li>Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. C...
PENYIMPANGAN SEKUNDER   <ul><li>Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebag...
FAKTOR-FAKTOR PENYIMPANGAN SOSIAL   <ul><li>Longgar/tidaknya nilai dan norma.   </li></ul><ul><li>Sosialisasi yang tidak s...
PENYEBAB  PERILAKU MENYIMPANG  <ul><li>Biologis   </li></ul><ul><li>Berdasarkan ciri-ciri biologis ter- tentu orang dapat ...
JENIS-JENIS PENYIMPANGAN   <ul><li>Penyimpangan Individual  (Individual Deviation) </li></ul><ul><li>Penyimpangan Kolektif...
KATEGORI TINDAK PENYIMPANGAN INDIVIDUAL   <ul><li>Penyalahgunaan narkoba   </li></ul><ul><li>Proses sosialisasi yang tidak...
PENYALAHGUNAAN NARKOBA <ul><li>Narkotika (candu, ganja, putau) </li></ul><ul><li>Psikotropika (ectassy, magadon, amphetami...
BEBERAPA JENIS PENYIMPANGAN SEKSUAL   <ul><li>a)Lesbianisme dan Homosexual </li></ul><ul><li>b) Sodomi </li></ul><ul><li>c...
GAYA HIDUP  MENYIMPANG <ul><li>Sikap arogansi   </li></ul><ul><li>Sikap eksentrik   </li></ul>
PENYIMPANGAN  KOLEKTIF <ul><li>Kenakalan remaja   </li></ul><ul><li>Tawuran/perkelahian pelajar   </li></ul><ul><li>Penyim...
DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL   <ul><li>Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Diri Sendiri/ Individu . </li></ul><ul><li>Dampak...
DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL TERHADAP DIRI SENDIRI/ INDIVIDU <ul><li>Terkucil   </li></ul><ul><li>Terganggunya perkembangan ...
DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT/KELOMPOK   <ul><li>Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat/kelompok ...
USAHA MENGANTISIPASI DAN MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL   <ul><li>Upaya-upaya Mengantisipasi Penyimpangan Sosial   </li></u...
ANTISIPASI PENYIMPANGAN SOSIAL   <ul><li>Antisipasi adalah usaha sadar yang berupa sikap, perilaku atau tindakan yang dila...
UPAYA MENGANTISIPASI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Penanaman nilai dan norma yang kuat . </li></ul><ul><li>Penanaman nilai d...
TUJUAN PROSES SOSIALISASI ANTARA LAIN: <ul><li>Pembentukan konsep diri </li></ul><ul><li>Pengembangan keterampilan </li></...
UPAYA MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Sanksi yang tegas   </li></ul><ul><li>Giatkan penyuluhan-penyuluhan </li></ul>...
SIKAP YANG COCOK DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Tidak mudah terpengaruh   </li></ul><ul><li>Berpikir positif...
PEMAHAMAN  PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Penanaman misalnya dilarang merokok, penyalahgunaan narkoba, nilai dan  norma, pend...
<ul><li>PRANATA SOSIAL </li></ul>
PENGERTIAN PRANATA SOSIAL <ul><li>Mengacu pada : </li></ul><ul><li>- Sistem nilai dan norma sosial; </li></ul><ul><li>- Be...
PRANATA SOSIAL = SOCIAL INSTITUTION <ul><li>Para sosiolog mendefinisikan lembaga sosial berdasarkan aspek mana yang lebih ...
PRANATA SOSIAL BERKAITAN DENGAN: <ul><li>Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi. </li></ul><...
Untuk memfungsikan sekumpulan norma atau gagasan perilaku, setiap lembaga sosial memiliki beberapa asosiasi atau organisas...
PROSES PERTUMBUHAN PRANATA SOSIAL   <ul><li>Norma  </li></ul><ul><li>-  Usage </li></ul><ul><li>- Folkways </li></ul><ul><...
POLA-POLA MEMBUDAYA  <ul><li>Institusionalisation </li></ul><ul><li>Suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kema...
FUNGSI UMUM PRANATA SOSIAL <ul><li>Memberikan pedoman kepada masyarakat begaimana mereka harus bertingkah laku dalam memen...
MANFAAT UMUM PRANATA SOSIAL <ul><li>Sebagai  pengawas atas konsekuensi hidup orang banyak. </li></ul><ul><li>Badan pembina...
FUNGSI PRANATA SOSIAL (MANIFES/NYATA) <ul><li>Fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. </li></ul><ul><li>Con...
FUNGSI PRANATA SOSIAL (LATEN/TERSEMBUNYI) <ul><li>Fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cende...
KARAKTERISTIK PRANATA SOSIAL   <ul><li>Memiliki simbol sendiri, sebagai  tanda khasan atau ciri khusus lembaga. </li></ul>...
UNSUR-UNSUR PRANATA/ LEMBAGA SOSIAL 5 44 4 3 2 1
UNSUR-UNSUR PRANATA/ LEMBAGA SOSIAL   <ul><li>Individu </li></ul><ul><li>Inti dari sebuah lembaga adalah kumpulan individu...
TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>1.  Tipe pranata sosial dilihat dari sudut perkembangannya : </li></ul><ul><li>Crescive i...
TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>2. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut nilai </li></ul><ul><li>Basic institution </li>...
TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>3. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut penerimaan oleh masyarakat. </li></ul><ul><li>A...
TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>4. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut penyebarannya. </li></ul><ul><li>General instit...
TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>5. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut fungsinya . </li></ul><ul><li>Operative institu...
KEBERADAAN LEMBAGA SOSIAL ADA TIGA:  <ul><li>Masyarakat totaliter </li></ul><ul><li>Suatu masyarakat yang menganggap negar...
<ul><li>PERUBAHAN SOSIAL </li></ul>
PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL <ul><li>Banyak ahli yang memberikan batasan perubahan sosial sesuai dengan sudut pandang masin...
KARAKTERISTIK PERUBAHAN SOSIAL   <ul><li>Pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. <...
BENTUK-BENTUK PERUBAHAN <ul><li>Perubahan lambat dan perubahan cepat </li></ul><ul><li>Perubahan kecil dan perubahan besar...
PERUBAHAN LAMBAT DAN PERUBAHAN CEPAT <ul><li>Perubahan lambat (evolusi) </li></ul><ul><li>Macam-macam teori evolusi </li><...
PERUBAHAN REVOLUSI <ul><li>Revolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-d...
SYARAT-SYARAT REVOLUSI <ul><ul><li>Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. </li></ul></ul><ul><ul><li>A...
PERUBAHAN KECIL  <ul><li>Perubahan kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur unsur struktur sosial yang tid...
PERUBAHAN BESAR  <ul><li>perubahan besar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yaitu me...
PROSES PERUBAHAN SOSIAL <ul><ul><li>Penemuan baru  (discovery)  yaitu penemuan merupakan persepsi manusia yang dianut seca...
Maaf ada kelanjutannya. <ul><li>Tunggu berita berikutnya. </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul proses sosial

14,358 views

Published on

MODUL
PEMBELAJARAN
SMA NEGERI 2 MATARAM
MATA PELAJARAN SOSIOLOGI
MATERI POKOK Proses Sosial

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • tq banyak membantu best.....
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
14,358
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
340
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul proses sosial

  1. 1. MODUL PEMBELAJARAN SMA NEGERI 2 MATARAM MATA PELAJARAN SOSIOLOGI MATERI POKOK INTERAKSI SOSIAL
  2. 2. <ul><li>OLEH </li></ul><ul><li>Drs. Damianus Dowa DM </li></ul><ul><li>Pembina IV/a </li></ul><ul><li>NIP 196203221993031005 </li></ul><ul><li>2009 </li></ul>
  3. 3. MATERI UTAMA SOSIOLOGI <ul><li>Proses Sosial dan Interaksi Sosial </li></ul><ul><li>Penyimpangan Sosial </li></ul><ul><li>Pranata Sosial, dan </li></ul><ul><li>Perubahan Sosial </li></ul>
  4. 4. PROSES SOSIAL & INTERAKSI SOSIAL <ul><li>Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan diantara mereka. </li></ul><ul><li>Proses sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal-balik antara berbagai segi kehidupan bersama </li></ul><ul><li>Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. </li></ul>
  5. 5. Interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.
  6. 6. MACAM INTERAKSI SOSIAL <ul><li>Imitasi (peniruan) </li></ul><ul><li>Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat </li></ul><ul><li>b. Sugesti </li></ul><ul><li>sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan/sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain </li></ul><ul><li>c. Identifikasi </li></ul><ul><li>kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. </li></ul><ul><li>Proses simpati </li></ul><ul><li>suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Faktor utamanya perasaan utk memahami orang/pihak lain. </li></ul>
  7. 7. SYARAT INTERAKSI SOSIAL <ul><li>Adanya kontak sosial (social contact). Ada tiga bentuk: </li></ul><ul><li>- antarindividu, </li></ul><ul><li>- individu dengan kelompok, </li></ul><ul><li>- antarkelompok. </li></ul><ul><li>b. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. </li></ul>
  8. 8. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL <ul><li>kerja sama ( cooperation) , </li></ul><ul><li>persaingan ( competition) , dan </li></ul><ul><li>pertentangan atau pertikaian ( conflict) . </li></ul>
  9. 9. SIFAT KERJASAMA <ul><ul><li>Kerjasama Spontan ( Spontaneous Cooperation ): Kerjasama yang sertamerta </li></ul></ul><ul><ul><li>Kerjasama Langsung ( Directed Cooperation ): Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa </li></ul></ul><ul><ul><li>Kerjasama Kontrak ( Contractual Cooperation ): Kerjasama atas dasar tertentu </li></ul></ul><ul><ul><li>Kerjasama Tradisional ( Traditional Cooperation ): Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. </li></ul></ul>
  10. 10. BENTUK KERJASAMA <ul><li>Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong </li></ul><ul><li>Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih </li></ul><ul><li>Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan </li></ul><ul><li>Koalisi ( coalition ), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. </li></ul><ul><li>Joint venture , yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu </li></ul>
  11. 11. AKOMODASI <ul><li>Akomodasi dipergunakan dalam dua arti menunjuk pada suatu keadaan dan menunjuk pada suatu proses. </li></ul><ul><li>Akomodasi menunjuk pada keadaan: adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Sebagai suatu proses , akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. </li></ul>
  12. 12. TUJUAN AKOMODASI <ul><li>Mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. </li></ul><ul><li>Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer. </li></ul><ul><li>Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, dan </li></ul><ul><li>Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. </li></ul>
  13. 13. BENTUK-BENTUK AKOMODASI <ul><li>Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. </li></ul><ul><li>Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. </li></ul><ul><li>Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. </li></ul><ul><li>Conciliation , suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. </li></ul><ul><li>Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. </li></ul><ul><li>Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. </li></ul><ul><li>Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan. </li></ul>
  14. 14. HASIL-HASIL AKOMODASI <ul><li>Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat </li></ul><ul><li>Menekankan Oposisi </li></ul><ul><li>Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda </li></ul><ul><li>Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah </li></ul><ul><li>Perubahan-perubahan dalam kedudukan </li></ul><ul><li>Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi </li></ul>
  15. 15. ASIMILASI <ul><li>Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. </li></ul><ul><li>T anda proses asimilasi adalah adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. </li></ul><ul><li>Jadi, proses asimilasi adalah para pihak lebih saling mengenal dan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati. </li></ul>
  16. 16. PROSES ASIMILASI TIMBUL , bila ada : <ul><li>Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya. </li></ul><ul><li>orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama, dan </li></ul><ul><li>kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri. </li></ul>
  17. 17. SYARAT ASIMILATIF <ul><ul><li>Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama. </li></ul></ul><ul><ul><li>interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer. </li></ul></ul><ul><ul><li>Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut . </li></ul></ul>
  18. 18. FAKTOR-FAKTOR MEMPERMUDAH ASIMILASI <ul><ul><li>Toleransi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Perkawinan campuran ( amaigamation ). </li></ul></ul><ul><ul><li>Adanya musuh bersama dari luar. </li></ul></ul>
  19. 19. FAKTOR UMUM PENGHALANG ASIMILASI <ul><li>Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi </li></ul><ul><li>Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi. </li></ul><ul><li>Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan / kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan / kelompok lainnya. </li></ul><ul><li>Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi. </li></ul><ul><li>In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. </li></ul><ul><li>Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas </li></ul><ul><li>Faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi </li></ul>
  20. 20. OPOSISI <ul><li>Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. </li></ul><ul><li>Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup ( struggle for existence ). </li></ul>
  21. 21. BENTUK PROSES DISOSIATIF <ul><li>Persaingan ( Competition) </li></ul><ul><li>Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian publik/dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan </li></ul>
  22. 22. PERSAINGAN MEMPUNYA DUA TIPE UMUM <ul><li>Bersifat Pribadi; Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan </li></ul><ul><li>( rivalry ) </li></ul><ul><li>Bersifat Tidak Pribadi; </li></ul>
  23. 23. BENTUK-BENTUK PERSAINGAN <ul><li>Persaingan ekonomi yaitu timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen </li></ul><ul><li>Persaingan kebudayaan yaitu dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dan sebagainya. </li></ul><ul><li>Persaingan kedudukan dan peranan yaitu di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. </li></ul><ul><li>Persaingan ras yaitu merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan karena ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya. </li></ul>
  24. 24. FUNGSI PERSAINGAN <ul><li>Menyalurkan keinginan individu / kelompok yang bersifat kompetitif </li></ul><ul><li>Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing. </li></ul><ul><li>Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. </li></ul><ul><li>Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (fungsional). </li></ul>
  25. 25. FAKTOR PERSAINGAN TERGANTUNG PADA: <ul><li>Kepribadian seseorang. </li></ul><ul><li>Kemajuan yaitu Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat. </li></ul><ul><li>Solidaritas kelompok yaitu Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian. </li></ul><ul><li>Disorganisasi yaitu Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial. </li></ul>
  26. 26. KONTRAVERSI <ul><li>merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. </li></ul>
  27. 27. TIPE UMUM KONTRAVENSI <ul><li>Kontraversi generasi masyarakat yaitu lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat. </li></ul><ul><li>Kontraversi seks yaitu menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. </li></ul><ul><li>Kontraversi Parlementer yaitu hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat </li></ul>
  28. 28. SIFAT KONTRAVENSI <ul><li>Umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana. </li></ul><ul><li>Sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dan sebagainya. </li></ul><ul><li>Intensif , penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain </li></ul><ul><li>Rahasia , mengumumkan kerahasian orang, berkhianat. </li></ul><ul><li>Taktis , mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain </li></ul>
  29. 29. TIPE KONTRAVENSI <ul><li>Kontravensi antar masyarakat setempat, mempunyai dua bentuk: </li></ul><ul><ul><li>Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan ( intracommunity struggle). </li></ul></ul><ul><ul><li>Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat ( intercommunity struggle ). </li></ul></ul><ul><li>Antagonisme keagamaan. </li></ul><ul><li>Kontravensi Intelektual yaitu sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya. </li></ul>
  30. 30. PERTENTANGAN/PERTIKAIAN ( conflict ) <ul><li>P ersaingan/pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat </li></ul>
  31. 31. SEBAB TERJADINYA PERTENTANGAN : <ul><li>Perbedaan antara individu. </li></ul><ul><li>Perbedaan kebudayaan. </li></ul><ul><li>perbedaan kepentingan. </li></ul><ul><li>perubahan sosial. </li></ul>
  32. 32. BENTUK KHUSUS PERTENTANGAN <ul><li>Pertentangan pribadi. </li></ul><ul><li>Pertentangan Rasial yaitu dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan. </li></ul><ul><li>Pertentangan antara kelas-kelas sosial yaitu disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan. </li></ul><ul><li>Pertentangan politik yaitu menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat. </li></ul><ul><li>Pertentangan yang bersifat internasional yaitu disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara. </li></ul>
  33. 33. DAMPAK KONFLIK <ul><li>Tambahnya solidaritas in-group . </li></ul><ul><li>Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. </li></ul><ul><li>Perubahan kepribadian para individu. </li></ul><ul><li>Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia. </li></ul><ul><li>Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak. </li></ul>
  34. 34. <ul><li>PENYIMPANGAN SOSIAL </li></ul>
  35. 35. PENGERTIAN PENYIMPANGAN <ul><li>Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Atau, penyimpangan (deviation) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (conformity) terhadap kehendak masyarakat. </li></ul>
  36. 36. PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang </li></ul>
  37. 37. PENYIMPANGAN DIBAGI MENJADI DUA BENTUK <ul><li>Penyimpangan Primer (Primary Deviation) </li></ul><ul><li>Penyimpangan Sekunder (secondary deviation) </li></ul>
  38. 38. PENYIMPANGAN PRIMER <ul><li>Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat </li></ul><ul><li>Contohnya : Menunggak iuran listrik dan telepon, melanggar rambu-rambu lalu lintas, ngebut di jalanan , dsb. </li></ul>
  39. 39. PENYIMPANGAN SEKUNDER <ul><li>Penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perilaku menyimpang . </li></ul><ul><li>Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir oleh masyarakat. </li></ul><ul><li>Contohnya : Pemabuk, pengguna obat-obatan terlarang, pemerkosa, pelacuran, pembunuh, perampok dan penjudi . </li></ul>
  40. 40. FAKTOR-FAKTOR PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Longgar/tidaknya nilai dan norma. </li></ul><ul><li>Sosialisasi yang tidak sempurna. </li></ul><ul><li>Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. </li></ul>
  41. 41. PENYEBAB PERILAKU MENYIMPANG <ul><li>Biologis </li></ul><ul><li>Berdasarkan ciri-ciri biologis ter- tentu orang dapat diidentifikasikan. Ciri- ciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka, kedua alis yang menyambung menjadi satu dsb. </li></ul><ul><li>Psikologis </li></ul><ul><li>Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan dan atau traumatik. </li></ul><ul><li>Sosiologis </li></ul><ul><li>Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan </li></ul>
  42. 42. JENIS-JENIS PENYIMPANGAN <ul><li>Penyimpangan Individual (Individual Deviation) </li></ul><ul><li>Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) </li></ul>
  43. 43. KATEGORI TINDAK PENYIMPANGAN INDIVIDUAL <ul><li>Penyalahgunaan narkoba </li></ul><ul><li>Proses sosialisasi yang tidak sempurna </li></ul><ul><li>Pelacuran </li></ul><ul><li>Penyimpangan seksual </li></ul><ul><li>Tindak kejahatan/kriminal </li></ul><ul><li>Gaya hidup </li></ul>
  44. 44. PENYALAHGUNAAN NARKOBA <ul><li>Narkotika (candu, ganja, putau) </li></ul><ul><li>Psikotropika (ectassy, magadon, amphetamin) </li></ul><ul><li>Alkoholisme. </li></ul>
  45. 45. BEBERAPA JENIS PENYIMPANGAN SEKSUAL <ul><li>a)Lesbianisme dan Homosexual </li></ul><ul><li>b) Sodomi </li></ul><ul><li>c) Transvestitisme </li></ul><ul><li>d) Sadisme </li></ul><ul><li>e) Pedophilia </li></ul><ul><li>f) Perzinaan </li></ul><ul><li>g) Kumpul kebo </li></ul>
  46. 46. GAYA HIDUP MENYIMPANG <ul><li>Sikap arogansi </li></ul><ul><li>Sikap eksentrik </li></ul>
  47. 47. PENYIMPANGAN KOLEKTIF <ul><li>Kenakalan remaja </li></ul><ul><li>Tawuran/perkelahian pelajar </li></ul><ul><li>Penyimpangan kebudayaan </li></ul>
  48. 48. DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Diri Sendiri/ Individu . </li></ul><ul><li>Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat/kelompok </li></ul>
  49. 49. DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL TERHADAP DIRI SENDIRI/ INDIVIDU <ul><li>Terkucil </li></ul><ul><li>Terganggunya perkembangan jiwa </li></ul><ul><li>Rasa bersalah </li></ul>
  50. 50. DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT/KELOMPOK <ul><li>Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Masyarakat/kelompok </li></ul><ul><li>Seperti: tindak kejahatan, tindak kekerasan seorang kadangkala hasil penularan seorang individu lain, sehingga tindak kejahatan akan muncul berkelompok dalam masyarakat </li></ul><ul><li>Terganggunya keseimbangan sosial </li></ul><ul><li>Pudarnya nilai dan norma </li></ul>
  51. 51. USAHA MENGANTISIPASI DAN MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Upaya-upaya Mengantisipasi Penyimpangan Sosial </li></ul><ul><li>Upaya-upaya Mengatasi Penyimpangan Sosial </li></ul><ul><li>Sikap Yang Cocok Dalam Menghadapi Penyimpangan Sosial </li></ul>
  52. 52. ANTISIPASI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Antisipasi adalah usaha sadar yang berupa sikap, perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang melalui langkah-langkah tertentu untuk menghadapi peristiwa yang kemungkinan terjadi. </li></ul>
  53. 53. UPAYA MENGANTISIPASI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Penanaman nilai dan norma yang kuat . </li></ul><ul><li>Penanaman nilai dan norma yang kuat </li></ul><ul><li>Berkepribadian Kuat dan Teguh </li></ul>
  54. 54. TUJUAN PROSES SOSIALISASI ANTARA LAIN: <ul><li>Pembentukan konsep diri </li></ul><ul><li>Pengembangan keterampilan </li></ul><ul><li>Pengendalian diri </li></ul><ul><li>Pelatihan komunikasi </li></ul><ul><li>Pembiasaan aturan. </li></ul>
  55. 55. UPAYA MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Sanksi yang tegas </li></ul><ul><li>Giatkan penyuluhan-penyuluhan </li></ul><ul><li>Rehabilitasi sosial </li></ul>
  56. 56. SIKAP YANG COCOK DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Tidak mudah terpengaruh </li></ul><ul><li>Berpikir positif (Positive Thinking) </li></ul><ul><li>Berpikir positif (Positive Thinking) </li></ul>
  57. 57. PEMAHAMAN PENYIMPANGAN SOSIAL <ul><li>Penanaman misalnya dilarang merokok, penyalahgunaan narkoba, nilai dan norma, pendidikan seks, seks pra nikah, pendidikan agama, tindak kejahatan/kriminal </li></ul><ul><li>Pelaksanaan aturan keluarga, tata tertib sekolah yang disiplin </li></ul><ul><li>Berkepribadian dengan melakukan kebiasaan baik, sikap terpuji, dan mandiri. </li></ul><ul><li>Melakukan sosialisasi dengan penyuluhan-penyuluhan. </li></ul><ul><li>Melakukan rehabilitasi agar bisa sembuh dari penyakit sosial yang dideritanya. </li></ul>
  58. 58. <ul><li>PRANATA SOSIAL </li></ul>
  59. 59. PENGERTIAN PRANATA SOSIAL <ul><li>Mengacu pada : </li></ul><ul><li>- Sistem nilai dan norma sosial; </li></ul><ul><li>- Bentuk atau organ sosial </li></ul><ul><li>Pranata sosial merupakan sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang terbentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia </li></ul>
  60. 60. PRANATA SOSIAL = SOCIAL INSTITUTION <ul><li>Para sosiolog mendefinisikan lembaga sosial berdasarkan aspek mana yang lebih utama </li></ul>
  61. 61. PRANATA SOSIAL BERKAITAN DENGAN: <ul><li>Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi. </li></ul><ul><li>Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup. </li></ul><ul><li>Seperangkat norma yang mengatur hubungan antar warga masyarakat agar dapat berjalan tertib dan teratur </li></ul>
  62. 62. Untuk memfungsikan sekumpulan norma atau gagasan perilaku, setiap lembaga sosial memiliki beberapa asosiasi atau organisasi. <ul><li>Pranata / Lembaga </li></ul><ul><li>Perkawinan </li></ul><ul><li>Pendidikan </li></ul><ul><li>Agama </li></ul><ul><li>Pemerintahan </li></ul><ul><li>perekonomian </li></ul><ul><li>Asosiasi/Organisasi </li></ul><ul><li>Kantor urusan agama </li></ul><ul><li>Perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD </li></ul><ul><li>Masjid, gereja, Pura, wihara </li></ul><ul><li>Partai, Parlemen </li></ul><ul><li>PT, Firma, CV </li></ul>
  63. 63. PROSES PERTUMBUHAN PRANATA SOSIAL <ul><li>Norma </li></ul><ul><li>- Usage </li></ul><ul><li>- Folkways </li></ul><ul><li>- Mores </li></ul><ul><li>- Castum </li></ul>
  64. 64. POLA-POLA MEMBUDAYA <ul><li>Institusionalisation </li></ul><ul><li>Suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. </li></ul><ul><li>Institusionalized </li></ul><ul><li>Suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat. </li></ul><ul><li>Internalized: Pendarah dagingan </li></ul><ul><li>Suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti. </li></ul>
  65. 65. FUNGSI UMUM PRANATA SOSIAL <ul><li>Memberikan pedoman kepada masyarakat begaimana mereka harus bertingkah laku dalam memenuhi kebutuhan pokok/ bersama. </li></ul><ul><li>Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan </li></ul><ul><li>Memberi pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. </li></ul>
  66. 66. MANFAAT UMUM PRANATA SOSIAL <ul><li>Sebagai pengawas atas konsekuensi hidup orang banyak. </li></ul><ul><li>Badan pembina sosio budaya yang menjamin stabilitas sosial yang berkelangsungan. </li></ul><ul><li>Menyediakan peranan-peranan sosial dengan sikap yang sesuai dengan institusi tersebut sehingga setiap orang dapat memilih lembaga mana yang sesuai dengan keinginan individu. </li></ul>
  67. 67. FUNGSI PRANATA SOSIAL (MANIFES/NYATA) <ul><li>Fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. </li></ul><ul><li>Contohnya : </li></ul><ul><li>Keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma. </li></ul><ul><li>Lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi. </li></ul>
  68. 68. FUNGSI PRANATA SOSIAL (LATEN/TERSEMBUNYI) <ul><li>Fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada. </li></ul><ul><li>Contohnya : </li></ul><ul><li>Lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku. </li></ul><ul><li>Lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan </li></ul>
  69. 69. KARAKTERISTIK PRANATA SOSIAL <ul><li>Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga. </li></ul><ul><li>Contohnya : </li></ul><ul><li>1) Lembaga hukum; timbangan </li></ul><ul><li>2) Lembaga keluarga; cincin makan </li></ul><ul><li>Memiliki tanda tertib dan tradisi, sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya. Contohnya; lembaga keluarga ada aturan menghormati anggota keluarga yang lebih tua. </li></ul><ul><li>Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi. </li></ul><ul><li>Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga. </li></ul><ul><li>Memiliki idiologi sistem gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya. </li></ul><ul><li>Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja. Contoh; kurikulum pendidikan dan adat istiadat. </li></ul>
  70. 70. UNSUR-UNSUR PRANATA/ LEMBAGA SOSIAL 5 44 4 3 2 1
  71. 71. UNSUR-UNSUR PRANATA/ LEMBAGA SOSIAL <ul><li>Individu </li></ul><ul><li>Inti dari sebuah lembaga adalah kumpulan individu jika kita melihat manusia dari aspek individu, maka kita akan mengetahui hakikat manusia secara eksistensi sebagai makhluk individu (manusia yang unik) dan sebagai makluk sosial (manusia yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain). </li></ul><ul><li>Lembaga Keluarga </li></ul><ul><li>Proses alami bagi setiap individu yang sudah dewasa cepat atau lambat akan membentuk keluarga. Disanalah akan dilahirkan individu-individu barusebagai penerus atau generasi baru. </li></ul><ul><li>Lembaga Sosial </li></ul><ul><li>Merupakan akomodasi dari berbagai macam individu dan individu tersebut bersumber dari berbagai keluarga. </li></ul><ul><li>Lembaga Kemasyarakatan </li></ul><ul><li>Pada prinsipnya mendekati sama dengan lembaga sosial tetapi berdasarkan kajianyang mendalam lembaga kemasyarakatan cenderung bersifat lebih luas bila dibanding dengan lembaga sosial. </li></ul><ul><li>Lembaga Negara </li></ul><ul><li>Merupakan lembaga terbesar pada tingkat tataran “state”. Lembaga ini memiliki kekuasaan dan kekuatan yang paling tinggi bila dilihat dari kacamata kedudukan dan wewenang. </li></ul>
  72. 72. TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>1. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut perkembangannya : </li></ul><ul><li>Crescive institution atau lembaga paling primer </li></ul><ul><li>Suatu tipe pranata/ lembaga yang tumbuh tidak sengaja dan tumbuhnya berasal dari adat istiadat. Contoh; hak milik, bentuk-bentuk perkawinan, dan lumbung padi. </li></ul><ul><li>Enacted institution </li></ul><ul><li>Tipe pranata/ lembaga yang dibentuk dengan sengaja dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang bersangkutan. Contoh lembaga utang piutang, lembaga pendidikan dan lembaga perdagangan. Semuanya ini berakar dari kebiasaan-kebiasaan yang sistimatis dan diatur kemudian dituangkan lembaga-lembaga yang disyahkan oleh pemerintah. </li></ul>
  73. 73. TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>2. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut nilai </li></ul><ul><li>Basic institution </li></ul><ul><li>Dianggap sebagai lembaga sosial yang paling penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertibdalam masyarakat. Contoh; lembaga keluarga dan lembaga agama. </li></ul><ul><li>Subsidiary institution </li></ul><ul><li>Lembaga sosial yang dianggap kurang penting oleh sekelompok masyarakat tertentu, misalnya lembaga rekreasi dan lembaga olah raga. </li></ul>
  74. 74. TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>3. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut penerimaan oleh masyarakat. </li></ul><ul><li>Aproved social institution </li></ul><ul><li>Tipe lembaga ini merupakan lembaga-lembaga yang diterima oleh masyarakat karena dirasa memberi manfaat dan keuntungan serta sangat dibutuhkan. Misalnya lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga perdagangan, lembaga bantuan hukum dan lembaga penitipan anak dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat. </li></ul><ul><li>Unproved= un sanctioned intitution </li></ul><ul><li>Tipe lembaga ini ditolak oleh masyrakat secara umum sebab lembaga ini dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat secara umum, misalnya gank persatuan perampok/copet/gali/ momoli/kumpul kebo/kaum gay, lebian/homo seks dan lembaga perakitan bom ilegal. </li></ul>
  75. 75. TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>4. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut penyebarannya. </li></ul><ul><li>General institution </li></ul><ul><li>Suatu lembaga yang lahir atas dasar faktor penyebaran sehingga dikenal di seluruh dunia, misalnya lembaga pemerintahan, lembaga agama dan perserikatan bangsa-bangsa. </li></ul><ul><li>Ristricted institution </li></ul><ul><li>Suatu lembaga yang dikenal hanya terbatas pada suatu masyarakat atau negara tertentu, misalnya lembaga adat, lembaga keyakinan/ aliran dan lembaga pemerintahan (khususnya pada sistemnya). </li></ul>
  76. 76. TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL <ul><li>5. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut fungsinya . </li></ul><ul><li>Operative institution </li></ul><ul><li>Suatu lembaga yang befungsi untuk menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya LSM, IMF, UMDB, dan lembaga industri. </li></ul><ul><li>Regulated institution </li></ul><ul><li>Lembaga yang berfungsi mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak mutlak manjadi bagian dari pada lemabaga tersebut. Contoh lembaga hukum dan lembaga ferifikasi. </li></ul>
  77. 77. KEBERADAAN LEMBAGA SOSIAL ADA TIGA: <ul><li>Masyarakat totaliter </li></ul><ul><li>Suatu masyarakat yang menganggap negara sebagai lembaga kemasyarakatan yang pokok membawahi lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga keluarga dan lain sebagainya. Contoh lembaga Unisoviet dan Rusia. </li></ul><ul><li>Masyarakat homigen dan tradisional </li></ul><ul><li>Suatu masyarakat yang mengangap lembaga kemasyarakatan satu dengan yang lainnya sebagai suatu institusi configurasi (pola-pola hubungan). Contohnya, terciptanya suatu desa swasembada karena dukungan dari berbagai komponen kelembagaan pada tingkat desa. Komponen tersebut antara lain, lembaga perekonomian desa, lembaga keamanan desa, lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan. </li></ul><ul><li>Masyarakat komplek atau terbuka </li></ul><ul><li>Masyarakat beranggapan dan percaya bahwa terjadinya perubahan sosial dan budaya dianggap sebagai sarana untuk merubah norma dalam rangka pemenuhan kebutuhan. </li></ul>
  78. 78. <ul><li>PERUBAHAN SOSIAL </li></ul>
  79. 79. PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL <ul><li>Banyak ahli yang memberikan batasan perubahan sosial sesuai dengan sudut pandang masing-masing. </li></ul><ul><li>Pada intinya, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan proses masyarakat yang dapat mempengaruhi sistem sosial. </li></ul>
  80. 80. KARAKTERISTIK PERUBAHAN SOSIAL <ul><li>Pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. </li></ul><ul><li>Perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. </li></ul><ul><li>Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. </li></ul><ul><li>Suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia </li></ul><ul><li>Segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. </li></ul>
  81. 81. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN <ul><li>Perubahan lambat dan perubahan cepat </li></ul><ul><li>Perubahan kecil dan perubahan besar </li></ul><ul><li>Perubahan Struktur dan Perubahan Proses </li></ul><ul><li>Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang direncanakan (planned-chage) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unitended-change) atau perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change) </li></ul>
  82. 82. PERUBAHAN LAMBAT DAN PERUBAHAN CEPAT <ul><li>Perubahan lambat (evolusi) </li></ul><ul><li>Macam-macam teori evolusi </li></ul><ul><li>Unilenear theories of evolution. Teori ini pada pokoknya berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, bermula dari bentuk yang sederhana, kemudian bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. </li></ul><ul><li>Universal theory of evolution menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Teori ini mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. </li></ul><ul><li>Multilined theories of evolution. Teori ini lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat </li></ul>
  83. 83. PERUBAHAN REVOLUSI <ul><li>Revolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat </li></ul>
  84. 84. SYARAT-SYARAT REVOLUSI <ul><ul><li>Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemimpin diharapkan dapat menampung keiginan-keinginan masyarakat untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Harus ada momentum yaitu saat di mana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan. </li></ul></ul>
  85. 85. PERUBAHAN KECIL <ul><li>Perubahan kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau yang berarti bagi masyarakat </li></ul>
  86. 86. PERUBAHAN BESAR <ul><li>perubahan besar adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yaitu membawa pengaruh besar pada masyarakat </li></ul>
  87. 87. PROSES PERUBAHAN SOSIAL <ul><ul><li>Penemuan baru (discovery) yaitu penemuan merupakan persepsi manusia yang dianut secara bersama, mengenai suatu aspek kenyataan yang semula sudah ada. </li></ul></ul><ul><ul><li>Invensi ( Invention) yaitu suatu kombinasi baru/ cara penggunaan baru dari pengetahuan yang sudah ada. </li></ul></ul><ul><ul><li>Difusi ( difution) yaitu penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lainnya. </li></ul></ul>
  88. 88. Maaf ada kelanjutannya. <ul><li>Tunggu berita berikutnya. </li></ul>

×