Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sistem gerak pada manusi appt(3)

2,882 views

Published on

  • Be the first to comment

Sistem gerak pada manusi appt(3)

  1. 1. Fungsi Rangka • • • • • • Kerangka Manusia memiliki fungsi sebagai berikut: Penun jang dan pembentuk tubuh. Pelindung organ-organ vital. Tempat bertambatnya otot-otot. Tempat bertambahnya otot-otot. Tempat persediaan zat kapur (calsium) dan garam-garam. Tempat pembuatan sel-sel darah.
  2. 2. Pengelompokan Rangka Manusia tubuh manusia Secara garis besar rangka digolongkan menjadi dua kelompok tulang, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler Rangka aksial merupakan rangka yang terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk ( tulang iga ).
  3. 3. Tulang rangka kepala (tengkorak) berfungsi melindungi organ-organ penting yang ada di bagian kepala, antara lain otak. Apabila kepala terbentur maka otak akan terlindung dari kerusakan, karena ada tulang tengkorak. Rangka kepala (tengkorak) meliputi tulang-tulang tengkorak wajah dan tulang pelindung otak. Tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. a
  4. 4. Tulang-tulang tengkorak dibedakan lagi men jadi: a. Tengkorak wa terdiri atas jah 2 tulang hidung, 2 tulang pipi, 2 tulang rahang atas 2 tulang rahang bawah, 2 tulang air mata, 2 tulang langit-langit, 1 tulang lidah. b. Tulang pelindung otak meliputi: 1 tulang dahi, 1 tulang belakang kepala, 2 tulang pelipis, 2 tulang ubun-ubun, 2 tulang ba ji, 2 tulang tapis.
  5. 5. Tulang belakang 2. Bagian Badan Rangka badan meliputi: tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul. a. Tulang Belakang Tulang belakang terdiri atas 33 ruas, yaitu · 7 ruas tulang leher, · 12 ruas tulang punggung, · 5 ruas tulang pinggang, · 5 ruas tulang kelangkang, · 4 ruas tulang ekor.
  6. 6. Tulang Rusuk dan Tulang Tulang dada dada terdiri atas tiga bagian, Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang/ ruas. Tulang rusuk digolongan kan menjadi 3 kelompok yaitu · 7 pasang tulang rusuk sejati, · 3 pasang tulang rusuk palsu, · 2 pasang tulang rusuk melayang. Ujung depan tulang rusuk melayang tidak melekat pada tulang manapun, sedangkan ujung tulang belakang yaitu · tangkai atau hulu, · badan, · taju pedang. Tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang rusuk bagian depan. Tulang rusuk dan tulang dada membentuk rongga dada.
  7. 7. Di atas rongga dada terdapat rangka bahu. Rangka bahu dibentuk oleh tulang gelang bahu.
  8. 8. Rangka Apendikuler Merupakan rangka pelengkap yang terdiri dari tulang tulang anggota gerak atas dan tulang tulang anggota gerak bawah. • Tulang anggota gerak atas tulang anggota gerak atas terdiri dari tulang bahu, tulang lengan atas, dan tulang lengan bawah. Tulang gelang bahu tersusun dari sepasang tulang belikat dan sepasang tulang selangka.
  9. 9. Hubungan antar tulang (sendi) Daerah pertemuan antar tulang disebut persendian. Pertemuan tersebut umumnya disatukan oleh ligamen atau berkas-berkas jaringan penghubung (connective tissue). Serabut penghubung yang paling pendek disebut persendian fibrosa. Contohnya seperti yang terdapat antara gigi dengan tulang rahang. Persendian yang tersusun atas jaringan kartilago antara lain terdapat diantara tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada. Persendian ini memungkinkan terjadinya sedikit gerakan, contohnya dalam pernafasan dada. Adanya bantalan jaringan kartilago pada persendian sinovial seperti di lutut berfungsi dalam meredam getaran. Pada daerah ini terdapat pula cairan sinovial yang disekresikan oleh sel jaringan penghubung. Umumnya terdapat 3 macam persendian, yaitu: a. Sendi mati (sinartrosis) b. Sendi kaku (amfiartrosis) c. Sendi gerak (diartrosis)
  10. 10. a. Sendi mati (sinartrosis). Sendi mati merupakan sendi yang tidak dapat digerakkan karena tulang-tulangnya sudah terkunci bersama. Contohnya pada tulang tengkorak dan tulang pada gelang panggul. Sendi mati tersusun atas jaringan penghubung fibrosa. Jaringan ini akan mengeras seiring bertambahnya umur. Contoh yang paling mudah adalah adanya daerah lunak (fontanela) pada bayi. Daerah ini menjadi keras sehingga tulang tengkorak bersatu. b. Sendi kaku (amfiartrosis)/ sendi geser. Sendi yang memungkinkan adanya sedikit gerakan, misalnya pada tulang -tulang pergelangan tangan dan kaki.
  11. 11. c. Sendi gerak (diartrosis) Sendi gerak memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Macam-macam sendi gerak adalah sebagai berikut: 1. Sendi peluru. Sendi peluru terjadi antar bonggol tulang yang satu dengan lekukan tulang yang lain. Sendi peluru memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah. Contohnya antara
  12. 12. Sendi Engsel Sendi engsel terjadi antara bonggol tulang yang satu dengan ujung tulang lain yang menyerupai alur. Sendi ini memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah seperti engsel pintu. Contohnya tulang paha (femur) dengan tulang kering (tibia) atau disebut sendi lutut; tulang lengan atas (humerus) dengan tulang hasta (ulna) atau disebut sendi sikut. Sendi Peluru Terjadi antara ujung tulang yang berupa tonjolan masuk ke dalam lubang pada tulang yang satunya lagi. Gerakan yang terjadi berupa rotasi / perputaran. Contohnya tulang pemutar (aksis) dengan tulang atlas.
  13. 13. 4. Sendi pelana Sendi pelana memungkinkan terjadinya gerakan kedua arah. Gerakannya seperti orang naik kuda diatas pelana Contohnya tulang ibu jari dengan telapak tangan. 5. Sendi gulung/elipsoid. Sendi gulung terjadi antara permukaan oval tulang yang satu dengan lekukan oval tulang yang lain. Contohnya pada tulang
  14. 14. Persendian dapat mengalami gangguan berupa radang sendi atau kelainan menurun yang disebut arthritis. Pada penyakitosteoarthritis, jaringan kartilago pada persendian mengalami degenerasi. Pada rheumatoid arthritis, membran sinovial meradang dan menebal. Terjadi pula degenerasi jaringan kartilago dan pengapuran tulang. Penyakit ini dapat dipacu oleh adanya infeksi bakteri atau virus. Mungkin juga disebabkan secara genetik. Gejala penyakit ini umumnya tampak sebelum seseorang berumur lima puluh tahun.
  15. 15. Bentuk tulang Bentuk tulang dapat bermacam-macam, namun secara umum bentuknya dapat dibagi menjadi: a. Tulang panjang/pipa Sebuah tulang dapat termasuk ke dalam tulang panjang pada prinsipnya memiliki ukuran panjang yang lebih daripada lebarnya. Tulang panjang umumnya berbentuk seperti pipa. Pada tulang ini kita dapat melihat bagian dari tulang seperti ujung tulang (epifise), bagian tengah tulang (diafise), dan bagian diantara epifise dan diafise yang disebut metafise. Tulang panjang dapat tersusun atas tulang kompak, yaitu tulang dengan sel-sel tulang (osteon) yang padat dan rapat. Namun, tulang panjang juga dapat tersusun atas tulang berongga pada bagian ujungnya. Pada bagian dalam tulang terdapat sumsum tulang yang merupakan tempat diproduksinya sel-sel darah.
  16. 16. b. Tulang pendek Tulang pendek umumnya berbentuk seperti kubus. Tulang ini umumnya tersusun atas tulang berongga dengan dilapisi oleh lapisan tipis tulang kompak. Contoh tulang pendek yaitu pada tulang pergelangan tangan dan kaki. c. Tulang pipih Tulang pipih berukuran tipis dan umumnya berbentuk pipih melengkung. Contoh tulang pipih adalah tulang tengkorak dan tulang belikat. d. Tulang tidak beraturan Tulang tidak beraturan memiliki bentuk selain ketiga tipe tulang sebelumnya. Umumnya merupakan tulang berongga yang ditutupi oleh tulang kompak, contohnya pada ruas tulang belakang.
  17. 17. Jenis tulang Berdasarkan sel penyusunnya tulang dapat terbagi menjadi dua jenis tulang, yaitu: a. Tulang rawan (kartilago) Tulang rawan bersifat elastis dan berwarna lebih terang. Tulang rawan tersusun oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang terletak di dalam lakuna. Lakuna tersebut terletak di dalam matriks tulang. Tulang rawan terdapat pada telinga luar, ruas antar tulang belakang, tulang rawan pada saluran pernafasan, dan pada ujung hidung.
  18. 18. b . T u l a n g k e r a s (o s t e o n ) Tu l a n g k e r a s b e r s i f a t t i d a k e l a s t i s d a n b e r wa r n a l e b i h g e l a p . Tulang keras tersusun atas osteosit (sel tulang yang telah matang) dan matriks, serta di bungkus oleh periosteum. Osteosit berasal dari osteoblas (sel tulang muda). Matriks tulang tersusun dari kalsium fosfat dan kalsium karbonat sehingga bersifat keras. M a t r i k s t u l a n g y a n g t e r s u s u n p a d a t d i s e b u t t u l a n g k o mp a k s e d a n g k a n ma t r i k s t u l a n g y a n g t e r s u s u n b e r o n g g a d i s e b u t t u l a n g s p o n s . T u l a n g kompak terdiri atas osteon yang tersusun rapat, lengkap dengan kanal pembuluh darah dan saraf. Setiap kesatuan osteon itu disebut sistem Havers. Tulang spons tersusun seperti jalajala yang disebut trabekula. T r a b e k u l a t e r l e t a k me n g e l i l i n g i r u a n g a n k o s o n g y a n g b e r i s i s u ms u m t u l a n g .
  19. 19. KELAINAN BENTUK TULANG BELAKANG Kelainan bentuk tulang belakang dapat terjadi karena pola duduk yang tidak benar. Beberapa diantaranya menyebabkan: 1. Skoliosis. Bentuk tulang belakang melengkung ke kiri atau ke kanan. 2. Kifosis. Bentuk tulang belakang melengkung ke belakang. 3. Lordosis. Bentuk tulang belakang yang melengkung ke depan. Pola hidup sehat dengan memakan makanan yang kaya akan kalsium, vitamin D, dan fosfat, serta berolah raga secara teratur dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang, mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang) dan osteoartritis (penyakit nyeri pada persendian).
  20. 20. Thanks for Your Attention...

×