1BABIPENDAHULUANJamur merupakan organisme yang mudah dijumpai dan banyak terdapat dialam bebas,misalnya di hutan atau kebu...
23. Tidak dapat dimakan, yaitu jenis jamur yang tidak dapat dikonsumsi. ContohCystolepiota adulterine.4. Enak dimakan, yai...
3kualitas benih, faktor lain yang harusdiperhatikan dalam usaha produksi benih adalah carapembudidayaan tanaman induk, sep...
4hama ini menyebabkan daun-daun berlubang secaratidak beraturan; sehinggamenghambat proses fotosintesis dan akibatnya prod...
52. LayuFusarium (Fusarium oxysporum Sulz.)Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah.Biasanyap...
6BAB IIISI2.1 Fungi/jamur/cendawanFungi adalah kata jamak dari kata Fungus yang berasal dari bahasa latih Fungour . Kata i...
7Dalam Campbell (2003), Fungi adalah eukariota, dan sebagian besaradalah eukariotamultiseluler. Meskipun fungi pernah dike...
8(Clay,1988;Chanway, 1996). Mikotoksin endofit bermanfaat pada tanaman berkayu danrumput-rumputan sebagai ketahananterindu...
9melindungi tanaman dari seranganhama insekta, mikroba pathogen, atau hewanpemangsanya, sehingga dapatdimanfaatkan sebagai...
10Genus : AspergillusSpesies : Aspergillus nigerDalam metabolismenya A. niger dapat menghasilkan asam sitrat sehingga fung...
11Pada Trichoderma yang dikultur, morfologi koloninya bergantung padamedia tempatbertumbuh. Pada media yang nutrisinya ter...
12Trichoderma namun hanya akan menurunkan kemampuan penghambat pathogen. Trichodermaharzianum merupakan jenis cendawan non...
13jamur antagonis terjadi pada suhu 25-32°C.Jamur parasit nekrotof ini mampu tumbuh baiksebagai pesaing saprotof dari jamu...
14Antraknosa, Bercak daun dan embuntepung pada tanaman Semangka, Ketimun, Melon,Cabe, Tomat,Kentang, Kobis, Jeruk, Mangga ...
152.5 Mekanisme Perlindungan Tanaman Oleh Fungi BiokontrolPenicillium dan Aspergillus melayani dalam produksi beberapaenzi...
16Trichoderma sp.dan Gliocladium sp. tidak hanya melibatkan serangan terhadap patogenpengganggu, tetapi juga melibatkan pr...
17Menurut Harman (1998) dalam Gultom (2008), mekanisme utama pengendalianpatogen tanaman yang bersifat tular tanah dengan ...
18BAB IIIPENUTUPJamur endofit adalah jamur yang terdapat di dalam sistem jaringantumbuhan sepertidaun, bunga, ranting atau...
19DAFTAR PUSTAKAIstikorini, 2008, Potensi Cendawan Endofit untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa PadaCabai (Capsicum ann...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah nirtanah - Jamur Tiram

8,681 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,681
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah nirtanah - Jamur Tiram

  1. 1. 1BABIPENDAHULUANJamur merupakan organisme yang mudah dijumpai dan banyak terdapat dialam bebas,misalnya di hutan atau kebun. Jamur dapat tumbuh dimana-mana, terutama pada musimhujan. Jamur sering juga disebut dengan Supa (Sunda) atau Mushroom (Inggris). Varietasjamur yang ada di alam ini sangat banyak, masing-masing mempunyai ciri yang berbeda.Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil sehingga jamur tidak dapatmenyediakan makanan sendiri dengan cara fotosintesis seperti pada tanaman berkloprofil.Oleh karena itu, jamur mengambil zat-zat makanan yang sudah jadi yang dibuat/ dihasilkanoleh organisme lain untuk kebutuhan hidupnya. Karena ketergantungan terhadap organismelain inilah maka jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik. Jenis jamur dapatdibedakan berdasarkan sifat hidup dan hubungannya dengan keadaan lingkungan. Sifat-sifatitu antara lain sebagai berikut.1. Simbiotik, yaitu hidup berdampingan dengan tanaman lain. Apabila hubungan ini salingmenguntungkan maka disebut simbiotik mutualisme,tetapi bila satu pihak diuntungkansedangkan pihak lain dirugikan disebut simbiotik komensalisme. Contoh Amanitaphalloides (jamur kematian).2. Parasit, yaitu mengambil makanan dari tumbuhan lain yang masih hidup. ContohOmphalotus olearius.3. Saprofit, yaitu hidup pada zat organic yang tidak diperlukan lagi (misalnya sampah).Contoh Marcolepiota procera.4. Parasit dan sekaligus bersifat saprofit. Contoh Pleurotus cornucopiae.Selain berdasarkan sifat hidupnya, jamur dapat dibedakan pula berdasarkankemungkinannya untuk dimakan. Sifat-sifat itu adalah sebagai berikut.1. Mematikan, yaitu jenis jamur yang apabila dikonsumsi dapat mengakibatkan kematian.Contoh Amanita verna.2. Beracun, yaitu jenis jamur yang apabila dikonsumsi dapat berakibat keracunan. ContohAmanita muscaria.
  2. 2. 23. Tidak dapat dimakan, yaitu jenis jamur yang tidak dapat dikonsumsi. ContohCystolepiota adulterine.4. Enak dimakan, yaitu jenis jamur yang dapat dikonsumsi. Contoh Amanitaspissa.5. Sangat enak dimakan, yaitu jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan rasanya sangatenak/lezat. Contoh Cantharellus lutescens.Untuk mengetahui bahwa suatu jamur dapat dimakan atau tidak, berikut ini disajikanpengujian jamur secara sederhana.1. Pada saat jamur dimasak, kedalam tempat untuk memasak jamur itudimasukkan barang-barang yang terbuat dari logam perak (misalnyasendok atau garpu). Bila logam inimenghitam maka jamur diduga mengandungracun.2. Nasi yang berwarna putih dimasukkan ke dalam masakan jamur. Bila warna nasi berubahmenjadi kuning maka jamur diduga mengandung racun.3. Apabila getah jamur yang beracun dicampurkan dengan bawang putih maka bawangputih akan berwarna kehitaman.Senyawa racun yang terdapat pada jamur dan akibat yang ditimbulkanantara lainsebagai berikut.1. Amaroksin, yaitu racun jamur yang dapat mematikan karena merusak sel-sel hatio danginjal.2. Kholin, yaitu racun jamur yang sangat berbahaya dan mematikan.3. Gyromitrin, yaitu racun yang menyerang system syaraf.4. Philosibin, yaitu racun yang menyebabakan orang penderita melamun.5. Muskarin,yaituracunyangmenyebabkanpusing.6. Falin,yaitujamuryangmenyebabkanpusing.Cabai merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyainilaiekonomis cukup penting. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usahatani cabaimerah adalah ketersediaan benih bermutu tinggi. Untuk mendapatkan benih tersebut, selaindiperlukan benih sumber dengan mutu genetik tinggi, perlu diperhatikan juga cara budidayatanaman yang optimal,pemeliharaan,panen,pascapanen,danpenyimpananbenihyangbaik.Dari standar pengujian laboratorium dapat dikatakan bahwa benih bermutu tinggiadalah benih yang mempunyai daya kecambah lebih dari 80% dan kadar air 7 –10%. Mutubenih perlu dijaga untuk memaksimumkan daya tumbuh (vigor) awal dan daya tumbuhmaksimum benih tersebut selama penyimpanan sampaibenih siap untuk ditanam. Selain
  3. 3. 3kualitas benih, faktor lain yang harusdiperhatikan dalam usaha produksi benih adalah carapembudidayaan tanaman induk, seperti pemupukan, pemeliharaan, pencegahan seranganhama dan penyakit yang tepat, serta pembersihan gulma secara intensif untuk mencegahkompetisi dan tercampurnya benih yang diusahakan dengan benih tanaman lain.Saat budidaya tanaman cabai, permukaan tanah yang paling ideal untuk tanamancabai adalah datar dengan kemiringan lahan 0-10 derajat dan membutuhkan sinar mataharipenuh serta pH tanah yang optimal antara 5,5 sampai 7. Sekarang ini, harga cabai seringberubah-ubah, kadang bisa melonjak tinggi, atau malah merosot dratis. Akan tetapi cabaisudah menjadi bahan pokok masakan, tentu banyak yang mencari cabai tersebut walaupunmasih sedikit stok yangadadipasaran.Salah satu faktor penghambat peningkatan produksi cabai adalah adanya seranganhama dan penyakit yang fatal. Kehilangan hasil produksi cabai karenaserangan penyakit busukbuah (Colletotrichum spp), bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp.)berkisar antara 5% - 30%. Strategi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabaidiajurkan penerapanpengendalian secara terpadu. Komponen Pengendalian Hama danPenyakit secaraTerpadu (PHPT) ini mencakup pengendalian kultur teknik, hayati(biologi),varietas yang tahan (resisten), fisik dan mekanik, peraturan-peraturan, dan carakimiawi.HamaTanamanCabai:1. Ulat Grayak (Spodoptera litura)Serangga dewasa dari hama ini adalah kupu-kupu, berwarna agak gelap dengan garisagak putih pada sayap depan. Meletakkan telur secara berkelompok di atas daun atautanaman dan ditutup dengan bulu-bulu. Jumlah telur tiap betina antara 5-500 butir. Telurakan menetas menjadi ulat (larva), mula-mula hidup ber-kelompok dan kemudianmenyebar. Ciri khas dari larva (ulat) grayak ini adalah terdapat bintik-bintik segitigaberwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. Larva akan menjadi pupa(kepompong) yang dibentuk di bawah permukaan tanah. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30-61 hari. Stadium yang membahayakan dari hama Spodopteralitura adalah larva(ulat). Menyerang bersama-sama dalam jumlah yang sangat besar. Ulatini memangsa segala jenis tanaman (polifag), termasuk menyerang tanaman cabai.Serangan ulat grayak terjadi di malam hari, karena kupu-kupu maupun larvanya aktif dimalam hari. Pada siang hari bersembunyi di tempat yang teduh atau dipermukaan daunbagian bawah. Hama ulat grayak merusak di musim kemarau dengan cara memakandaun mulai dari bagian tepi hingga bagian atas maupun bawah daun cabai. Serangan
  4. 4. 4hama ini menyebabkan daun-daun berlubang secaratidak beraturan; sehinggamenghambat proses fotosintesis dan akibatnya produksi buahcabaimenurun.2. KutuDaun(Myzus persicae Sulz)Kutu daun atau sering disebut Aphid tersebar di seluruh dunia. Hama ini memakansegala jenis tanaman (polifag), lebih dari 100 jenis tanaman inang,termasuk tanaman cabai.Kutudaunberkembangbiakdengan2cara,yaitudenganperkawinan biasa dan tanpa perkawinanatau telur-telurnya dapat berkembangmenjadi anak tanpa pembuahan (partenogenesis).Daur hidup hama ini berkisarantara 7 - 10 hari. Hama ini menyerang tanaman cabaidengan cara mengisap cairan daun, pucuk, tangkai bunga ataupun bagian tanamanlainnya. Seranganberat menyebabkan daun-daun melengkung, keriting, belang-belangkekuningan(klorosis) dan akhirnya rontok sehingga produksi cabai menurun. Kehadirankutu daun di kebun cabai, tidak hanya menjadi hama tetapi jugaberfungsi sebagai penular(penyebar) berbagai penyakit virus. Di samping itu, kutu daun mengeluarkan cairanmanis (madu) yang dapat menutupi permukaan daun. Cairan manis ini akan ditumbuhicendawan jelaga berwarna hitam sehingga menghambat proses fotosintesis. Serangankutu daun menghebat pada musim kemarau.Penyakit Tanaman Cabai :1. Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E.F. Smith) Bakteri layu mempunyai banyaktanaman inang, diantaranya adalah tomat,kentang, kacang tanah dan cabai. Penyebaranpenyakit layu bakteri dapat melaluibenih, bibit, bahan tanaman yang sakit, residutanaman, irigasi (air), serangga,nematoda dan alat-alat pertanian. Bakteri layu biasanyamenghebat pada tanamancabai di dataran rendah. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadimendadak, danakhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian.Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Bila pangkal batang cabai yangdiserang, dipotong atau dibelah, kemudian direndam dalam gelas berisi air bening, makasetelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susuatau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slimebakteri). Gejala yangdapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai daribagian pucuk, kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. Daun menguning danakhirnya mengering serta rontok. Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabaipada semua tingkatan umur, tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang faseberbunga maupun berbuah.
  5. 5. 52. LayuFusarium (Fusarium oxysporum Sulz.)Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah.Biasanyapenyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam).Gejala serangan yangdapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas,kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun; sehingga akibat lebihlanjut seluruh tanaman layu dan mati. Gejala kelayuan tanaman seringkali sulitdibedakan dengan serangan bakteri layu (P.solanacearum). Untuk membuktikanpenyebab layu tersebut dapat dilakukandengan cara memotong pangkal batang tanamanyang sakit, kemudian direndamdalam gelas berisi air bening (jernih). Biarkan rendamanbatang tadi sekitar 5-15menit, kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. Bila daripangkal batangkeluar cairan putih dan terlihat suatu cincin berwarna coklat dari berkaspembuluhnya,halitumenandakanadanyaseranganFusarium.3. Bercak Daun dan Buah (Collectrotichum capsici (Syd). Butl. et. Bisby). Bercak daun danbuah cabai sering disebut penyakit Antraknose atau "patek". Penyakit ini menjadimasalah utama di musim hujan. Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatumEll.et. Ev dan Colletotrichum capsici. Cendawan G.piperatum umumnya menyerangbuah muda dan menyebabkan mati ujung. Gejalaserangan penyakit ini ditandai denganterbentuknya bintik-bintik kecil kehitamandan berlekuk, serta tepi bintik berwarnakuning. Di bagian lekukan akan terusmembesardanmemanjangyangbagiantengahnyaberwarnagelap. Cendawan C.capsici lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk. Gejala awal seranganditandai dengan terbentuknya bercak coklat-kehitaman pada buah, kemudian meluasmenjadi busuk-lunak. Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitamyangmerupakan kumpulan dari konidium cendawan. Serangan yang beratmenyebabkan buahcabai mengkerut dan mengering menyerupai "mummi"dengan warna buah seperti jerami.
  6. 6. 6BAB IIISI2.1 Fungi/jamur/cendawanFungi adalah kata jamak dari kata Fungus yang berasal dari bahasa latih Fungour . Kata iniawalnya digunakan untuk jamur yang berpendar pada malam hari. Dalam penggunaannyakata ini meluas penggunaannya meliputi thallus seperti tumbuhan tidak berklorofilcontohnya mold dan organisme yang sejenis dengan jamur. Fungi tumbuh di habitat yangtersebar luas. Ditemukan hampir disetiap tempat di bumi pada material organik baik hidupmaupun mati. banyak fungi hidup di tanah berhumus. Tetapi banyak juga yang menyerangorganisme hidup, dan dapat hidup di jaringan tumbuhan dan hewan.Fungi dapat tumbuh pada berbagai habitat, tidak berklorofil dan seperti hewan, tidakdapat memproduksi makanan sendiri. Fungi memanfaatkan makanan dari sumber eksternal(Vasishta & Sinha,2007).Seperti hewan, jamur adalah organisme heterotrof yang mengkonsumsi bahan-bahanorganik. Hidup sebagai saprofit yaitu dengan mengkonsumsi bahan-bahan organik dari hewan atautumbuhan yang telah mati. Terdapat juga fungi yang hidup sebagai parasit dan mengubahjaringan tumbuhan atau hewan hidup. Pada prosesnya, fungi melepaskan enzim kelingkungannya, sehingga molekul makanan diubah menjadi lebih sederhana dan nutrisinyadapat diserap ke dalam sel (Moore, 1982).Jamur merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil sehingga tidak dapat melakukanfotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. Jamur hidup dengan cara mengambil zat-zat makanan, seperti selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati dari organisme lain.Dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa (bagian jamur yang bentuknya sepertibenang halus, panjang, dan kadangbercabang). Bahan makanan tersebut diuraikan menjadisenyawa yang dapat diserap untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, jamur digolongkan sebagaitanaman heterotrofik, yaitu tanaman yang kehidupannya tergantung pada organismelain(Parjimo dan Andoko, 2007).Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawaorganik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, merekadisebut sporofit . Fungi memiliki berbagai macam penampilan tertgantung pada spesiesnya(Pelczar, 1986).
  7. 7. 7Dalam Campbell (2003), Fungi adalah eukariota, dan sebagian besaradalah eukariotamultiseluler. Meskipun fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan, fungiadalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari caramemperoleh makanan, organisasi struktural serta pertumbuhan dan reproduksi.2.2 Fungi/jamur/cendawan endofitCendawan yang hidup pada bagian dalam jaringan tanaman sehat tanpa menimbulkan gejalapenyakit pada tanaman inang dikenal dengan istilah cendawan endofit (Carrol, 1990),sebaliknya yang menimbulkan gejala penyakit disebut dengan pathogen (Agrios, 1997).Cendawan endofit telah diisolasi lebih dari 300 spesies tanaman. Sebagian besar cendawanendofit berasal dari kelas ascomycetes, sebagian juga dari kelas basidiomycetes dandeuteromycetes. Beberapa genus cendawan yang tergolong endofitadalah: Acremonium, Aspergillus, Trichoderma, Gliocladium, Beauveria, Penicillium, danPhyllosticta (Amin 1994, diacu dalam Amin et al., 1997; Bayman et al., 1997). Cendawanendofit diketahui dapat ditransmisi secara horizontal melalui spora dan secara vertikalmelalui pertumbuhan hifa dalam biji (Clay & Schardl, 2002; Saikkonen etal., 1998).Fungi endofit dapat menjalin kehidupan bersama dengan tumbuhan inang,dan mampumelindungi tumbuhan inang dari beberapa patogen virulen,diantaranya adalah Acremoniumcoenophialum. Berbagai senyawa antibiotika yang sangat berguna yang dihasilkan oleh fungiendofit antara lain siklosporin oleh Acremonium luzulae, dan senyawa taxol oleh Taxomycesandreanae.Endofit mendapat perhatian besar akhir-akhir ini antara lain karena keberadaannyasangat berlimpah dan beragam, serta ditemukan dalam seluruh famili tanaman, baik tanamanpertanian maupun rumput-rumputan (Faeth, 2002). Selain itu juga diketahui bahwa asosiasiendofit dengan tanaman inang bersifat mutualisme (Carroll, 1988; Clay, 1988).Simbiosis mutualistik ini menyebabkan berkurangnya kerusakan pada sel ataujaringan tanaman, meningkatkan kemampuan bertahan hidup dan fotosintesis sel jaringantanaman yang terinfeksi pathogen tanah (Sinclair &Cerkaukas, 1996). Dalam simbiosis ini,cendawan endofit membantu tanaman lebih toleran terhadap faktor abiotik dan biotik.Cendawan endofit menghasilkan mikotoksin atau metabolit lainnya yangmenyebabkan perubahan fisiologi dan biokimia inang (Clay, 1988) sehingga keberadaanendofit dalam jaringan tanaman dapat berperan langsung dalam menghambat perkembanganpathogen dalam tanaman (Nierre, 2002). Endofit jugamemiliki kemampuan menginduksiterbentuknya metabolit sekunder yang bersifat toksik terhadap herbivora
  8. 8. 8(Clay,1988;Chanway, 1996). Mikotoksin endofit bermanfaat pada tanaman berkayu danrumput-rumputan sebagai ketahananterinduksi terhadap serangga herbivora (Carroll, 1988;Cheplick & Clay, 1988).Cendawan endofit akar dan batang mempunyai kesamaan tempat hidupyaitu sama-sama di dalam jaringan tanaman, dimana di dalam jaringan akar danbatang dipengaruhilingkungan fisik yang sama (Fisher et al., 1991)Jamur endofit adalah jamur yang terdapat didalam sistem jaringan tumbuhan seperti daun, bunga, ranting ataupun akar tumbuhan. Jamurmenginfeksi tumbuhan sehat pada jaringan tertentu dan mampu menghasilkan mikotoksin,enzim serta antibiotika (Tombe, 2008). Purwanto (2008)menyebutkan bahwa endofitmerupakan mikroorganisme yang sebagai atauseluruh hidupnya berada di dalam jaringanhidup tanaman inang.Setiap tanaman tingkat tinggi umumnya mengandung beberapa mikrobaendofit yangmampu memproduksi senyawa metabolit sekunder sesuai dengantanaman inangnya. Hal inimerupakan peluang yang sangat besar dari tanamaninangnya tersebut. Dari sekitar 300.000jenis tanaman yang tersebar dimuka bumi,masing-masing tanaman mengandung satu ataulebih mikroba endofit (Radji,2005).Jamur endofit hidup bersimbiosis mutualisme, dalam halini jamur endofitmendapatkan nutrisi dari hasil metabolisme tanaman dan memproteksitanaman melawan herbivore, serangga, atau jaringan yang pathogen, sedangkan tanamanmendapatkan derivate nutrisi dan senyawa aktif yang diperlukan selama hidupnya(Simarmata dkk, 2007).Menurut Worang (2003), Asosiasi jamur endofit dengan tumbuhaninangnya dapatdigolongkan dalam dua kelompok, yaitu mutualisme konstitutif dan induktif. Mutualismekonstitutif merupakan asosiasi yang erat antara jamurdengan tumbuhan terutama rumput-rumputan. Pada kelompok ini jamur endofitmenginfeksi ovula (benih) inang, danpenyebarannya melalui benih serta organpenyerbukan inang. Mutualisme induktif adalahasosiasi antar jamur dengantumbuhan inang, yang penyebarannya terjadi secara bebasmelalui air dan udara.Ditinjau dari segi taksonomi dan ekologi, jamur ini merupakanorganisme yang sangatheterogen.Purwanto (2000), menambahkan bahwasanya mikroorganismeendofitmengeluarkan suatu metabolit sekunder yang merupakan senyawa antibiotikitusendiri. Metabolit sekunder merupakan senyawa yang disintesis oleh suatumikroba, tidakuntuk memenuhi kebutuhan primernya (tumbuh dan berkembang)melainkan untukmempertahankan eksistensinya dalam berinteraksi denganlingkungannya. Metabolit sekunderyang dihasilkan oleh mikroorganisme endofitmerupakan senyawa antibiotik yang mampu
  9. 9. 9melindungi tanaman dari seranganhama insekta, mikroba pathogen, atau hewanpemangsanya, sehingga dapatdimanfaatkan sebagai agen biokontrol.2.3 TanamanCabai(Capsicum annumL.)Cabai (Capsicum annum L.) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi yangtinggi di Indonesia dan diusahakan secara komersial baik dalamskala besar maupun kecil.Daerah-daerah sentra pertanaman cabai di Indonesiatersebar mulai dari Sumatera Utarasampai Sulawesi Selatan dengan rata-rata totalproduksi cabai di sentra pertanaman berkisar841.015 ton per tahun (Winarsih &Syarifudin, 2001).Budidaya tanaman cabai mempunyairesiko tinggi akibat adanya seranganorganisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat menyebabkankegagalan panen. Cendawan adalah OPT yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitasproduksi cabai sampai 100% (Asian Vegetable Research and DevelopmentCenter, 1990;Syamsudin, 2003). Beberapa cendawan penyebab penyakit pada tanaman cabai adalahGleosporium piperantum dan Colletotrichum capsici penyebab penyakit antraknosa ataubusuk buah, Gleospora capsici penyakit bercakdaundan Fusarium spp. penyebab penyakit layuFusarium dan penyakit rebah kecambah (Semangun, 1996; Syamsuddin, 2003).2.4 Fungi/jamur/cendawan endofit tanaman cabai (Capsicum annumL.)Pengendalian biologi dengan memanfaatkan agen pengendali hayati(APH) merupakanalternative untuk mengurangi penggunaan perstisida kimia.Penggunaan APH semakinberkembang karena selain membatasi pertumbuhandan perkembangan OPT dalam wakturelative lama, APH juga mempunyaikeunggulan dalam menjaga keseimbangan ekosistemlingkungan pertanian(Soesanto, 2002). Trichoderma harzianum merupakan salah satu cendawanpotensial untuk dikembangkan sebagai APH dalam upaya mencari alternative penggantipenggunaan pestisida kimia (Widyastuti et al., 2001; Winarsih &Syarifudin, 2001).Jenis-jenis jamur yang termasuk ke dalam jamur endofit pada tanaman cabai (Capsicumannum L.) :1. Aspergillus nigerKlasifikasi : Aspergillus nigerKingdom : FungiDivisi : AscomycotaKelas : EurotiomycetesOrdo : EurotialesFamili : Trichocomaceae
  10. 10. 10Genus : AspergillusSpesies : Aspergillus nigerDalam metabolismenya A. niger dapat menghasilkan asam sitrat sehingga fungi inibanyak digunakan sebagai model fermentasi karena fungi ini tidak menghasilkan mikotoksinsehingga tidak membahayakan. A. niger dapat tumbuh dengan cepat, oleh karena itu A.niger banyak digunakan secara komersial dalam produksi asam sitrat, asam glukonat, danpembuatan berapa enzim seperti amilase, pektinase, amiloglukosidase, dan selulase. Selainitu, A. niger juga menghasilkan gallic acid yang merupakan senyawa fenolik yang biasa digunakandalam industri farmasi dan juga dapat menjadi substrat untuk memproduksi senyawa antioksidan dalam industri makanan.A. niger dalam pertumbuhannya berhubungan langsung dengan zat makanan yang terdapatdalam substrat,molekul sederhana yang terdapat disekeliling hifa dapat langsung diserapsedangkan molekul yang lebihkompleksharus dipecah dahulu sebelum diserap ke dalamsel,denganmenghasilkan beberapa enzim ekstra seluler seperti protease, amilase, mananase, dan α-glaktosidase. Bahan organik dari substrat digunakan oleh Aspergillus niger untuk aktivitastransport molekul, pemeliharaan struktur sel, danmobilitas sel.2. Trichoderma sp.Klasifikasi : Trichoderma sp.Kingdom :FungiDivisi : AscomycotaKelas : SordariomycetesOrdo : HyporcrealesFamili : HypocreaceaeGenus :TrichodermaSpesies :Trichoderma sp.Trichoderma sp. Merupakan sejenis cendawan/fungi yang termasuk kelas ascomycetes.Trichoderma sp. Memiliki aktifitas antifungal. Dalam, Trichoderma banyak ditemukan ditanah hutan maupun tanah pertanian atau pada substrat berkayu. Suhu optimum untuktumbuhnya Trichoderma berbeda-beda setiap spesiesnya. Ada beberapa spesies yang dapattumbuh pada temperatur rendah ada pula yang tumbuh pada temperatur yang cukup tinggi, kisarannyasekitar 7oC-41oC. Trichoderma yang dikultur dapatbertumbuh cepat pada suhu 25-30oCnamunpada suhu 35oC cendawan ini tidak dapat tumbuh. Perbedaan suhu mempengaruhi produksibeberapa enzim seperti karboksi metil selulose dan xilanase.
  11. 11. 11Pada Trichoderma yang dikultur, morfologi koloninya bergantung padamedia tempatbertumbuh. Pada media yang nutrisinya terbatas, koloni tampak transparan sedangkan padamedia yang nutrisinya lebih banyak, koloni dapat terlihat lebih putih. Konidia dapat terbentukdalam satu minggu, warnanya dapat kuning, hijau atau putih. Pada beberapa spesies dapatdiproduksisemacam bau seperti permen atau kacang.Reproduksi aseksual Trichoderma menggunakan konidia. Konidia terdapatpada strukturkonidiofor. Konidiofor ini memiliki banyak cabang. Cabang utama akan membentuk cabang. Adayang berpasangan ada yang tidak.Cabang tersebut kemudian akan bercabang lagi, pada ujungcabang terdapatfialid. Fialid dapat berbentuk silindris, lebarnya dapat sama denganbatangutama ataupun lebih kecil. Fialid dapat terletak pada ujung cabang konidioforataupunpadacabangutama.Konidia secara umum kering, namun, pada beberapa spesies dapatberwujud cairanyang berwarna hijau bening atau kuning. Bentuknya secaraumum adalah elips, jarangditemukan bentuk globosa. Secara umum konidia bertekstur halus. Pada Trichoderma jugaditemukan struktur klamidiospora. Klamidiosporaini diproduksi oleh semua spesiesTrichoderma. Bentuknyasecaraumum subglobosa uniseluler dan berhifa, pada beberapa spesies,klamidiosporanya berbentuk multiseluler. Kemampuan Trichoderma dalam memproduksiklamidiospora merupakan aspek penting dalam proses sporulasi.Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa Trichoderma merupakansalahsatu jamur yangdapat menjadi agen biokontrol karena bersifat antagonis bagi jamur lainnya, terutama yangbersifat pathogen. Aktivitas antagonis yangdimaksud dapat meliputi persaingan, parasitisme,predasi, atau pembentukantoksin seperti antibiotic. Untuk keperluan biteknologi, agenbiokontrol inidapat diisolasi dari Trichoderma dan digunakan untuk menangani masalahkerusakan tanaman akibat pathogen.Kemampuan dan mekanisme Trichoderma dalam menghambatpertumbuhan pathogensecara rinci bervariasi pada setiap sesiesnya.Perbedaan kemampuan inin disebabkan olehfaktor ekologi yang membuat produksi bahan metabolit yang bervariasi pula. TrichodermaMemproduksi metabolit yang bersifat volatil dan nonvolatil. Metabolit nonvolatile lebihefektif dibandingkan dengan yang volatil.Metabolit yang dihasilkan Trichoderma dapat berdifusi melalui membran dialisisyang kemudian dapat menghambat pertumbuhan beberapa pathogen. Salah satu contoh metabolittersebut adalah monooksigenase yang muncul saat adanya kontak antar jenis Trichoderma, dansemakin optimal pada pH 4.Ketiadaan metabolit ini tidak akan mengubah morfologi dari
  12. 12. 12Trichoderma namun hanya akan menurunkan kemampuan penghambat pathogen. Trichodermaharzianum merupakan jenis cendawan nonmikoriza yangdapat ditemukan hampir di semuamacam tanah dan di berbagai habitat. Trichoderma tumbuh sangat baik dan berlimpah didalam tanah dan sekitarperakaran yang sehat dan bermanfaat dengan menyerang pathogen yang adadisekitar perakaran tanaman (Subba-Rao, 1986; Prabowo et al., 2006;Wijaya, 2002). Cendawanini berperan pula sebagai biodekomposer karenamampu memanfaatkan bahan organik dialam terutama selulosa sebagaisumber karbon dan energi untuk kebutuhan hidupnya(Harman, 2001; Martin,1977; Winarsih & Syarifudin, 2001; Widyastuti et al., 2001).Cendawan T. Harzianum diketahui mempunyai kemampuan antagonis yang tinggidalam menghambat perkembangan cendawan patogen tular tanah. Mekanisme antagonis yangterjadi belum dapat dijelaskan secara pasti,namun diperkirakan ada tiga fenomena yangbekerja secara sinergis yaitu kompetisi ruang tumbuh dan nutrisi, mekanisme antibiosis daninteraksisistem hifa. (Harjono & Widyastuti ,2001a; Lorito1998; Harjono &Widyastuti,2001b; Sudheim& Transmo, 1987;Winarsih & Syafrudin, 2001).3. Gliocladium spp .Menurut Alexopoulus and Mims (1979),Gliocladium spp.diklasifikasikan:Kingdom : fungiDivisio : AmastigomycotaSub Divisi: DeuteromycotinaClass : DeuteromycetesOrdo : HypocrealesFamili : HypocreaceaeGenus : GliocladiumSpecies: Gliocladium spp.Gliocladium spp. adalah cendawan antagonis yang bersifat mikroparasitdantelahbanyakdigunakan sebagai agens pengendali hayati patogen tulartanah (soil borne)/cendawan penyebabpenyakit tanaman.Koloni tumbuh sangat cepat dan mencapai diameter 5-8 cm dalam waktulima hari padasuhu 20° C di medium OA. Perbedaannya dengan T. Viride adalah fialidanya seperti tertekan danmemunculkan satu tetes besar konidium berwarna hijau, yang membentuk massa lendir, padasetiap gulungan. Konidiumnya berbentuk bulat telur pendek, berdinding halus, agak besar,dan kebanyakan berukuran (4,5-6) x (3,5-4) μm (Soesanto, 2008).Gliocladium virens merupakan jamur tanah yang umum dan tersebar diberbagai jenistanah, misalnya tanah hutan, dan pada beragam rizosfertanaman. Pertumbuhan optimum
  13. 13. 13jamur antagonis terjadi pada suhu 25-32°C.Jamur parasit nekrotof ini mampu tumbuh baiksebagai pesaing saprotof dari jamur lainnya (Soesanto, 2008).Jamur sangat toleran terhadap CO2. Pada medium yang mengandung NaCl5%, jamurtampak mengalami penurunan pertumbuhan dan pensporaan.Kebutuhan nutrisi dari jamurantagonis nekrotof tidak berbeda dengan jamursaprotof. Pada stadium awal infeksimikoparasit, tampak terjadi perubahankelenturan plasmalema haustorium inang, yangmemampukan glukosa dannutrisi lain diserap dari sitoplasma inang. Jamur antagonisGliocladium virens tidak berpengaruh antagonisme terhadap jamur mikoriza asbuskular(Soesanto, 2008).Gliocladium spp. mudah ditemukan di dalam tanah, namun demikian jumlahnyasangat sedikit sehingga tidak menimbulkan efek yang diharapkan.Pada pengendalian hayati,perkecambahan konidia atau klamidospora akanmemudahkan agensia hayati sepertiGliocladium virens dapat menghambatpenyebab penyakit seperti Rhizoctonia spp., Phytiumspp.,Sclerotium rolsfii penyebab damping offdan penyebab penyakit akar, diduga enzimnyabetaglucanase. G. Virens mampumenekan Sclerotium rolsfii sampai85%secara in-vitro. G. virensdapat mengeluarkan antibiotik gliotoksin, glioviridin, danviridin yang bersifat fungistatik.Gliotoksin dapat menghambat cendawan danbakteri, sedangkan viridin dapat menghambatcendawan. G. Virens dapat tumbuh baik pada substrat organik, media kering, dan kondisiasam sampaisedikit basa (Winarsih, 2007).Kemasan Gliocladium dengan merek GL-21 pertama kali terdaftar sebagaifungisidapada tahun 1990 oleh WR Grace & Co (Columbia, MD) untuk mengendalikan penyakitdamping-off, terutama yang disebabkan oleh Pythium dan Rhizoctonia sp. G. Virensmemiliki potensi besar sebagai agenpengendalian biologi untuk patogen tanah (Mahar, 2009).Beberapa ciri morfologi jamur Gliocladium spp. Yang menonjol antara lain :1. Koloninya berwarna hijau muda dengan miselia panjang dan halus.2. Bentuk monokonidia dilihat dengan mikroskop berbentuk bulat.3. Jamur tersebut merupakan salah satu jenis jamur bersifat parasit terhadap jenis jamurlain.4. Gliocladium spp. Merupakan agens biologi yang bersifat parasit terhadap jamurpathogen yang membunuh jamur dengan enzim-enzim ataubersifat meracuni.5. Cara kerja jamur ini langsung memarasit, memproduksi antibiotic dansecara aktifmelawan atau membunuh pathogen penyakit, diantaranya :Busuk hitam, Rebahkecambah, Layu oleh Fusarium sp., Pythium sp, Rhyzoctonia sp.,Sclerotium sp.
  14. 14. 14Antraknosa, Bercak daun dan embuntepung pada tanaman Semangka, Ketimun, Melon,Cabe, Tomat,Kentang, Kobis, Jeruk, Mangga dan lain-lain.Penambahan Gliocladium sp ke dalam tanah sangat diperlukan karenauntuk menamahpopulasinya untuk mengendalikan cendawan patogen, karenasemangkin banyak populasiGliocladium di dalam tanah daya antagonisnyaakan semangkin besar, hal ini karena jumlahcendawan yang memarasitpatogen akan semangkin banyak ruang yang ditempati olehGliocladium sp, semangkin luas sehingga jamur tidak berkesempatan untuk mendekatitanaman, selain itu antibiotik yang dihasillkan akan semangkin baik untuk membunuhpatogen. Penggunaan Gliocompost 1kg/m2. Mikroorganisme tanah seperti Gliocladium spp.dan bakteri dapat bertindak sebagaidekomposer dan juga sebagai agen pengendali hayatipatogen tanaman hal inimemberikan harapan untuk mengurangi penggunaan fungisidasintetik. Namun populasi mikrorganisme tersebut di dalam tanah sedikit sehingga perlumelakukan inokulasi atau mengoptimalkan lingkungan hidupnya (Silvia,1998).4. Penicillium sp.Kingdom :FungiDivisi :AscomycotaClass :EurotiomycetesOrdo :EurotialesFamily :TrichocomaceaeGenus : PenicilliumSpecies: Penicillium sp.Penicillium sp.adalah genus fungi dari ordo Hypomycetes, filum Ascomycota.Penicillium sp. memiliki ciri hifa bersepta dan membentuk badan spora yang disebutkonidium. Konidium berbeda dengan sporangim,karena tidak memiliki selubung pelindungseperti sporangium. Tangkai konidium disebut konidiofor, dan spora yang dihasilkannyadisebut konidia.Konidium ini memiliki cabang-cabang yang disebut phialides sehinggatampak membentuk gerumbul. Lapisan dari phialides yang merupakan tempatpembentukandan pematangan spora disebut sterigma. Beberapa jenis Penicillium sp. yang terkenal antaralain P. Notatum yang digunakan sebagai produsen antibiotik dan P. Camembertii yang digunakanuntukmembuatkejubiru (Purves dan Sadava, 2003).
  15. 15. 152.5 Mekanisme Perlindungan Tanaman Oleh Fungi BiokontrolPenicillium dan Aspergillus melayani dalam produksi beberapaenzimbiotechnologically diproduksi dan makromolekul lain, seperti asam glukonat,sitrat, dantartrat, serta beberapa pectinases, lipase, amilase, selulase, danprotease. Dua genus ini(Penicillium dan Aspergillus)merupakancendawan yang bersifat antagonisme yang mempunyaidaya antibiotic yang berperandalamketahanantanaman.Genus Penicillium mengeluarkan substansi racun citrimun (CH13H14O5) berupakristal dan genus Aspergillus mengeluarkan aflatoksin (C12H12O6) (Djafaruddin, 2000.)Penicillium dan Aspergillus mempunyai pengaruh terhadap mikroorganisme pathogentanaman. Ketahanan tanaman cabai meningkat karena jalinan hifa cendawan Penicilliumdan Aspergillus dapat menjadi penghalang bagi serangan jamur tanah (Gerdemann, 1975dalamYulianto, 1989) Trichoderma sp.dan Gliocladium sp. merupakan jamur (fungi)filament(benang) dengan anggota spesies yang banyak digunakan dalam perlindungantanaman alamisebagai fungi biokontrol. Sebagian besar dilaporkan sebagaipelindung tanaman terhadappenyakit tanaman yang disebabkan oleh jamurpatogen (Harman, 2006), tetapi ada juga yang telahdilaporkan dapatmelindungi tanaman terhadap nematoda (cacing kecil) (Sharonetal.,2009),bakteri (Watanabeet al.,2005) dan virus (Hanson dan Howell, 2004).Berbagai hamadan penyakit tanaman yang dapat dikendalikan oleh Trichoderma sp.dan Gliocladium sp.merupakan hama dan penyakit yangbanyak menyerang tanaman hortikultura dan perkebunanpenting. Sebagaicontoh, berbagai galur dari spesies-spesies tertentu Trichoderma sp. danGliocladium sp. dapat melindungi tanaman kapas, tembakau dan timun terhadap Rhisoctoniasolani (Hanson dan Howell, 2004, Luet al., 2004), strawberi terhadap Botrytis cinerea (Sanz etal.,2005), jagung terhadap Pythium ultimum dan Colletotrichum graminicola (Harmanetal.,2004a,Harmanet al., 2004b, Harman, 2006), kelapa sawit terhadap Ganodermaboninense(Susanto et al.,2005), padi terhadap bakteri Burkholderia glumae, Burkholderia plantarii,dan Acidovorax spp. (Watanabe et al.,2005), pisang terhadap Fusarium sp. (Nugroho etal.,2002), bayam dan kangkung terhadap Albugo candida dan Albugo ipmoeae-panduratae(Marlina et al.,2006, Marlina, 2007, Ifriadi, 2005). Kemampuan Trichoderma sp. danGliocladium sp. untuk melindungi tanaman melibatkan beberapa mekanisme yang terkaitdengan sifat biokimiawi spesies tersebut. Semua galur Trichoderma sp. dan Gliocladiumsp.yang merupakan fungi biokontrol efektif, akan tumbuh semakin baik disekitar perakarantanaman yang sehat, sehingga terjadi simbiose mutualistisantara fungi biokontrol tersebutdengan tanaman yang dilindunginya. Oleh karena itu, mekanisme perlindungan tanaman oleh
  16. 16. 16Trichoderma sp.dan Gliocladium sp. tidak hanya melibatkan serangan terhadap patogenpengganggu, tetapi juga melibatkan produksi beberapa metabolit sekunder yang berfungsimeningkatkan pertumbuhan tanaman dan akar, dan memacu mekanisme pertahanan tanaman itusendiri (Shoresh & Harman, 2008,Conteras-Cornejoet al., 2009).Mekanisme penyerangan terhadap patogen tanaman antara lain adalahmelalui prosesmikoparasitisme, yang melibatkan produksi berbagai enzim(biokatalis) hidrolitik (pemecahberbagai senyawa polimer) (Lorito et al., 1993, Brunner et al., 2003, Brunner et al., 2005,Suarezet al.,2004), dansekresi (produksi dan pengeluaran) senyawa antifungi, antibakteridanantinematoda (Vinaleet al.,2006, Donget al.,2005, Degenkolbet al.,2008). Selain itu, fungibiokontrol juga menghasilkan hormon pertumbuhantanaman, dan asam-asam organik yangmembantu pelarutan fosfat danmineral, sehingga mudah diserap tanaman (Benitez et al.,2004, Zadwornyet al., 2008).Kerja sinergis antara fungi biokontrol dengan tanaman inang yangdilindunginya,terlihat dari kemampuan galur-galur Trichoderma Biokontrol untuk menginduksi tanamanmemproduksi senyawa-senyawa perlindungandiri. Ibarat antibodi bagi hewan mamalia,tanaman pun memproduksisenyawa defensif untuk melindungi diri berupa fitoaleksin danterpenoid.Hanson dan Howell (2004) menunjukkan bahwa endoxilanase, suatuenzimhidrolitik, yang dihasilkan T. Virens mampu menginduksi peningkatanproduksifitoaleksin dan terpenoid oleh tanaman. Berbeda dengan patogentanaman yang jugamenginduksi peningkatan produksi senyawa defensif tanaman tersebut, endoxilanase dansenyawa penginduksi lainnya yang dihasilkan T. Virens tidak menyebabkan nekrosis, ataukematian tanaman sel.Jadi efek endoxilanase dari T. Virens terhadap tanaman inangnya,ibarat efek vaksin terhadap mamalia. Penelitian terbaru dari Shoreshet al.(2010) memperkuattemuan Hanson dan Howell tersebut, yakni kemampuan fungibiokontrol untuk memicutanaman memproduksi berbagai senyawa, yangmembantu tanaman tersebut tidak sajamengatasi gangguan patogen, tetapi juga mengatasi berbagai stress lingkungan.Mikoparasitisme sebagai salah satu mekanisme penyerangan fungibiokontrol terhadapfungi patogen, dipengaruhi oleh kemampuan fungibiokontrol menghasilkan enzim hidrolitik(biokatalis pemecah berbagaipolimer). Salah satu golongan enzim hidrolitik yang dianggapcukup pentingperanannya pada proses mikoparasitisme dari beberapa fungi patogenadalahenzim-enzim kitinolitik, yang terdiri dari kitinase (Luet al.,2004, Viterboet al.,2001,Viterboet al.,2002, Steyaertet al., 2004, Seidl, 2008).
  17. 17. 17Menurut Harman (1998) dalam Gultom (2008), mekanisme utama pengendalianpatogen tanaman yang bersifat tular tanah dengan menggunakan cendawan Trichoderma spp.dapat terjadi melalui :a. Mikoparasit (memarasit miselium cendawan lain dengan menembusdinding sel danmasuk kedalam sel untuk mengambil zat makanan daridalam sel sehingga cendawanakan mati).b. Menghasilkan antibiotik seperti alametichin, paracelsin, trichotoxin yangdapatmenghancurkan sel cendawan melalui pengrusakan terhadappermeabilitas membran sel,dan enzim chitinase, laminarinase yang dapatmenyebabkan lisis dinding sel.c. Mempunyai kemampuan berkompetisi memperebutkan tempat hidup dansumbermakanan.d. Mempunyai kemampuan melakukan interfensi hifa. Hifa Trichodermaspp.Akanmengakibatkan perubahan permeabilitas dinding sel.
  18. 18. 18BAB IIIPENUTUPJamur endofit adalah jamur yang terdapat di dalam sistem jaringantumbuhan sepertidaun, bunga, ranting ataupun akar tumbuhan. Jamur menginfeksi tumbuhan sehat padajaringan tertentu dan mampu menghasilkanmikotoksin, enzim serta antibiotika.Penggunaan Agen Pengendalian Hayati semakin berkembang karena selain membatasipertumbuhan dan perkembangan Organisme Pengganggu Tanaman dalam waktu relative lama, APHjuga mempunyai keunggulan dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan pertanian.Jenis-jenis jamur yang termasuk ke dalam jamur endofit pada tanaman cabai (Capsicumannum L.) yaitu, Aspergillus niger, Trichoderma sp., Gliocladiumspp., dan Penicillium sp.Dalam pengendalian fungi biokontrolnya, genus Penicillium mengeluarkan substansiracun citrimun (CH13H14O5) berupa kristal dan genus Aspergillus mengeluarkan aflatoksin(C12H12O6) (Djafaruddin, 2000.) Penicillium dan Aspergillus mempunyai pengaruhterhadap mikroorganisme pathogen tanaman.Ketahanan tanaman cabai meningkat karenajalinan hifa cendawan Penicillium dan Aspergillus dapat menjadi penghalang bagi seranganjamur tanah. Mekanisme penyerangan terhadap patogen tanaman antara lain adalah melaluiprosesmikoparasitisme, yang melibatkan produksi berbagai enzim (biokatalis)hidrolitik (pemecah berbagai senyawa polimer) dan sekresi (produksi danpengeluaran)senyawa antifungi, antibakteri dan antinematoda. Selain itu, fungi biokontroljuga menghasilkan hormon pertumbuhan tanaman, dan asam-asam organik yang membantupelarutan fosfat dan mineral, sehingga mudah diserap tanaman.
  19. 19. 19DAFTAR PUSTAKAIstikorini, 2008, Potensi Cendawan Endofit untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa PadaCabai (Capsicum annuum L.), dikutipdarihttp://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/40844/Bab%201%202008yis.pdf?sequence=3,diaksespadatanggal21November2011.Lestari, C.E, 2011, Cendawan Endofit, dikutip darihttp://epilestari.blogspot.com/2011/03/cendawan-endofit.html,diakses padatanggal 29November, 2011.Suriawiria, Unus. 1986. Pengantar Untuk Mengenal dan Menanam Jamur .Bandung: PenerbitAngkasa.YA, Cahyana, dkk. 2007. Jamur Tiram. Jakarta. Penebar Swadayahttp://zaifbio.wordpress.com/author/zaifbio/simbiosis-fungi-endofit-dan-inang/http:/www.plantamor.com/

×