GANGGUAN CEMAS YANGBERHUBUNGAN DENGAN     SOMATISASI          Disusun oleh:    Sarah Amithia Sari Bulan. S         Siska A...
Gangguan cemasKondisi gangguan yang ditandai dengankecemasan dan kekhawatiran yang berlebihandan tidak rasional bahkan ter...
 Kecemasansulit dikendalikan            berhubungan dengan gejala somatik (ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tid...
Epidemiologi paling sering dijumpai pada dewasa muda rata-    rata 25 tahun.   Prevalensi di masyarakat ± 3 %    preve...
Etiologi a. Teori Psikodinamik Freud (1993) : kecemasan merupakan hasil dari konflik psikis yang tidak disadari.         ...
b. Teori Perilaku  Kecemasan respon terhadap stimulus khusus (fakta) waktu cukup  lamafrustasimengganggu kemampuan ind...
Faktor Predisposisi   Kecemasan Stresor faktor genetik faktor organik faktor psikologi
Manifestasi klinis secara umum Gejala utamanya :a.   Kecemasanb.   ketegangan motorik (gemetar, gelisah serta     nyeri k...
Gejala Kecemasana.    Fase 1       Gejala adanyaa kecemasan:     1. rasa tegang di otot dan kelelahan, terutama di     oto...
b. Fase 2 penderita juga mulai tidak bisa mengontrol  emosinya dan tidak ada motifasi diri. Labilitas emosi mudah menan...
c. Fase 3 Pada fase tiga ini dapat terlihat gejala seperti :  a. Intoleransi dengan rangsang sensoris,  b. kehilangan kem...
Klasifikasi Tingkat Kecemasan Kecemasan ringan Kecemasan sedang Kecemasan berat panik
Respon Fisiologis terhadap   Kecemasan Kardio vaskuler Peningkatan tekanan darah, palpitasi, jantung berdebar, denyut na...
Respon Psikologis terhadapKecemasan PerilakuGelisah, tremor, gugup, bicara cepat dan tidak ada koordinasi, menarik diri,...
Kriteria diagnosis menurut DSM-IV:a.   Kecemasan dan kekhawatiran berlebihan (harapan yang     mengkhawatirkan), terjadi l...
d. Fokus kecemasan dan kekhawatiran adalah  tidak dibatasi pada gambaran utama gangguan  axis 1, misalnya; kecemasan atau ...
e. Kecemasan, kekhawatiran atau gejala fisik  menyebabkan penderitaan yang bermakna  secara klinis atau gangguan pada fung...
Terapi Psikoterapi a) Terapi kognitif perilaku b) Terapi suportif c) Terapi berorientasi tilikan
Terapi lanj... Konseling :a.   informasikan bahwa stres dan rasa khawatir     keduanya mempunyai efek fisik dan mental.b....
Terapi lanj... Medikasi merupakan terapi sekunder, Untuk mengatasinya biasanya diberikan obat  anti-cemas (misalnya benz...
Prognosis Gangguan cemas menyeluruh adalah suatu kekhawatiran yang berlebihan dan dihayati disertai gejala somatik yang m...
TERIMA KASIHAlhamdulillah
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Gangguan cemas yang berhubungan dengan somatisasi

4,672 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,672
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
72
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Gangguan cemas yang berhubungan dengan somatisasi

  1. 1. GANGGUAN CEMAS YANGBERHUBUNGAN DENGAN SOMATISASI Disusun oleh: Sarah Amithia Sari Bulan. S Siska Anggraini Anggraeni Fully Citra Putri Wreda Adhy Nugraha Septiana Citra Dewi Tri Gunadi PEMBIMBING: Dr. Ni Wayan Ani, SpKJ
  2. 2. Gangguan cemasKondisi gangguan yang ditandai dengankecemasan dan kekhawatiran yang berlebihandan tidak rasional bahkan terkadang tidakrealistik terhadap berbagai kehidupan sehari-hari, yang berlangsung sekurangnya selama 6bulan.
  3. 3.  Kecemasansulit dikendalikan  berhubungan dengan gejala somatik (ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur dan kegelisahan) yang sumbernya tidak diketahui. penderitaan yang jelas dan gangguan bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan.
  4. 4. Epidemiologi paling sering dijumpai pada dewasa muda rata- rata 25 tahun. Prevalensi di masyarakat ± 3 % prevelansi seumur hidup rata-rata 5 %. Indonesia prevalensi sebagai gangguan fisik ± 28,73% untuk dewasa dan 34,38% untuk anak. Sering dijumpai pada wanita dengan ratio 2 :1
  5. 5. Etiologi a. Teori Psikodinamik Freud (1993) : kecemasan merupakan hasil dari konflik psikis yang tidak disadari.  Ketakutan ( kecemasan akut ) → represi dan konflik ( tak sadar ) → kecemasan menahun → stres pencetus → penurunan daya tahan dan mekanisme untuk mengatasinya → perasaan cemas Mekanisme pertahanan diri dialami sebagai simptom, seperti phobia, regresi dan tingkah laku ritualistik.
  6. 6. b. Teori Perilaku Kecemasan respon terhadap stimulus khusus (fakta) waktu cukup lamafrustasimengganggu kemampuan individu untuk mencapai tujuan yang di inginkan.c. Teori Interpersonal kecemasan terjadi dari ketakutan akan penolakan antar individutidak berharga.d Teori Keluarga kecemasan dapat terjadi dan timbul secara nyata akibat adanya konflik dalam keluarga.e. Teori Biologik disregulasi system saraf perifer dan pusat Sistem saraf otonomik  tonus simpatik beradaptasi secara lambat terhadap stimuli yang berulang dan berespon secara berlebihan terhadap stimuli yang sedang. Sistem neurotransmiter utama yang terlibat adalah norepinefrin, serotonin, dan gamma-aminobutyric acid (GABA)
  7. 7. Faktor Predisposisi Kecemasan Stresor faktor genetik faktor organik faktor psikologi
  8. 8. Manifestasi klinis secara umum Gejala utamanya :a. Kecemasanb. ketegangan motorik (gemetar, gelisah serta nyeri kepala)c. hiperaktivitas otonomd. kewaspadaan kognitife. mudah tersinggung dan dikejutkan. Gangguanseperti ini terjadi secara kronik dan mungkin bisa berlangsung seumur hidup
  9. 9. Gejala Kecemasana. Fase 1 Gejala adanyaa kecemasan: 1. rasa tegang di otot dan kelelahan, terutama di otot-otot dada, leher dan punggung. 2. tremor dan gemetar yang dengan mudah dapat dilihat pada jari-jari tangan.
  10. 10. b. Fase 2 penderita juga mulai tidak bisa mengontrol emosinya dan tidak ada motifasi diri. Labilitas emosi mudah menangis tanpa sebab, yang beberapa saat kemudian menjadi tertawa. Kehilangan motivasi diri
  11. 11. c. Fase 3 Pada fase tiga ini dapat terlihat gejala seperti : a. Intoleransi dengan rangsang sensoris, b. kehilangan kemampuan toleransi terhadap sesuatu yang sebelumnya telah mampu di tolerir c. gangguan reaksi terhadap sesuatu yang sepintas terlihat sebagai gangguan kepribadian.
  12. 12. Klasifikasi Tingkat Kecemasan Kecemasan ringan Kecemasan sedang Kecemasan berat panik
  13. 13. Respon Fisiologis terhadap Kecemasan Kardio vaskuler Peningkatan tekanan darah, palpitasi, jantung berdebar, denyut nadi meningkat, tekanan nadi menurun, syock dan lain-lain. Respirasinapas cepat dan dangkal, rasa tertekan pada dada, rasa tercekik. Kulit perasaan panas atau dingin pada kulit, muka pucat, berkeringat seluruh tubuh, rasa terbakar pada muka, telapak tangan berkeringat, gatal-gatal. Gastro intestinal Anoreksia, rasa tidak nyaman pada perut, rasa terbakar di epigastrium, nausea, diare. Neuromuskuler Reflek meningkat, reaksi kejutan, mata berkedip-kedip, insomnia, tremor, kejang, , wajah tegang, gerakan lambat.
  14. 14. Respon Psikologis terhadapKecemasan PerilakuGelisah, tremor, gugup, bicara cepat dan tidak ada koordinasi, menarik diri, menghindar. KognitifGangguan perhatian, konsentrasi hilang, mudah lupa, salah tafsir, bloking, bingung, lapangan persepsi menurun, kesadaran diri yang berlebihan, kawatir yang berlebihan, obyektifitas menurun, takut kecelakaan, takut mati dan lain-lain. AfektifTidak sabar, tegang, neurosis, tremor, gugup yang luar biasa, sangat gelisah dan lain-lain.
  15. 15. Kriteria diagnosis menurut DSM-IV:a. Kecemasan dan kekhawatiran berlebihan (harapan yang mengkhawatirkan), terjadi lebih banyak dibandingkan tidak selama paling kurang 6 bulan, tentang sejumlah peristiwa atau aktivitas (seperti pekerjaan atau aktivitas sekolah)b. Orang kesulitan untuk mengendalikan kekhawatiranc. Kecemasan dan kekhawatiran adalah dihubungkan dengan tiga (atau lebih) dari enam gejala berikut (dengan paling kurang beberapa gejala terjadi lebih banyak dibandingkan tidak selama 6 bulan terakhir). Catatan : hanya 1 gejala yang diperlukan pada anak- anak. 1. gelisah atau perasaan tegang tegang atau cemas 2. merasa mudah lelah 3. sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong 4. iritabilitas 5. ketegangan otot
  16. 16. d. Fokus kecemasan dan kekhawatiran adalah tidak dibatasi pada gambaran utama gangguan axis 1, misalnya; kecemasan atau ketakutan adalah suatu serangnan panik (seperti pada gangguan panik), merasa malu didepan umum (seperti pada fobia sosial), terkontaminasi (seperti pada gangguan obsesif-kompulsif), merasa jauh dari rumah atau kerabat dekat ( seperti pada gangguan cemas perpisahan), pertambahan berat badan (seperti pada gangguan anoreksia nervosa), menderita berbagai keluhan fisik (seperti pada gangguan somatisasi) atau menderita penyakit serius (seperti pada hipokondriasis) serta kecemasan atau
  17. 17. e. Kecemasan, kekhawatiran atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan pada fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.f. Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari zat (misal: penyalahgunaan zat, pengobatan) dan tidak terjafi secara eksklusif selama suatu gangguan mood, gangguan psikotik atau gangguan perkembangan pervasif.
  18. 18. Terapi Psikoterapi a) Terapi kognitif perilaku b) Terapi suportif c) Terapi berorientasi tilikan
  19. 19. Terapi lanj... Konseling :a. informasikan bahwa stres dan rasa khawatir keduanya mempunyai efek fisik dan mental.b. Mempelajari keterampilan untuk mengurangi dampak stres merupakan pertolongan yang paling efektif.c. Mengenali, menghadapi dan menantang kekhawatiran yang berlebihan dapat mengurangi gejala anxietas.d. Kenali kekhawatiran yang berlebihan atau pikiran yang pesimistik.e. Latihan fisik yang teratur sering menolong.
  20. 20. Terapi lanj... Medikasi merupakan terapi sekunder, Untuk mengatasinya biasanya diberikan obat anti-cemas (misalnya benzodiazepin, buspiron) dosisnya harus dikurangi secara perlahan, tidak dihentikan secara tiba-tiba. Beta bloker dapat membantu mengobati gejala fisik, antidepresan bila ada depresi. Konsultasi spesialistik bila anxietas berat dan berlangsung lebih dan 3 bulan Pengobatanyang paling efektif pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapi dan farmakoterapiPengobatan mungkin memerlukan cukup banyak waktu bagi klinisi yang terlibat.
  21. 21. Prognosis Gangguan cemas menyeluruh adalah suatu kekhawatiran yang berlebihan dan dihayati disertai gejala somatik yang menyebabkan gangguan bermakna dan fungsi sosial atau pekerjaan atau penderitaan yang jelas bagi pasien sehingga gangguan ini bersifat kronis residif dan prognosisnya sukar diramalkan.
  22. 22. TERIMA KASIHAlhamdulillah

×